.

Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Wilayah Hukum Dan Hak Asasi Manusia

Admin Add Comment
Judul Skripsi : Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Wilayah Hukum Dan Hak Asasi Manusia


Disiplin kerja pegawai dalam organi sasi m erupakan satu fungsi dari manajemen sumber daya manusia karena dengan kondisi yang penuh dengan disiplin, pegawai dapat diharapkan menjadi tonggak da sar yang tangguh pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan. Dengan adanya pegawai yang berdisiplin kerja, dimana mereka mematuhi segala aturan dalam or ganisasi, kondisi tersebut akan memberikan dukungan positif kepada pencapaian tujuan organisasi yang pada umumnya dikendalikan oleh manusia dengan aneka ragam disiplin ilmu, keterampilan dan tanggung jawab

Peraturan disiplin kerja dalam suatu organisasi/instans i sudah berjalan sebagaimana mestinya atau belum, dapat di lihat sebagai berikut: 1) pegawai datang ke kantor tepat waktu; 2) apabila mereka selalu berpakaian seragam di tempat bekerja; 3) apabila mereka menggunakan bahan dan perlengkapan dengan hati-hati dan menurut peraturan; 4) apabila menghas ilkan jumlah dan kualitas pekerjaan yang menurut standar; 5) apabila mengikuti cara kerja yang ditentukan kantor; 6) apabila mereka melakukan pekerjaan dengan semangat yang baik.

Untuk menumbuhkan dan memelihara disiplin kerja pegawai perlu ada peraturan tata tertib yang wajib ditaati da n dilaksanakan dengan adanya ganjaran bagi pelanggar peraturan, supaya da pat mencapai tujuan denga n baik serta berdisiplin secara berkesinambungan. Rendahnya disiplin dapat dipengaruhi oleh berbagai dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu: 1) pelanggaran pada peraturan yang wajib ditaati; 2) tidak menghiraukan keputusan-keputusan manajemen; 3) tidak menghargai nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi

Dari kenyataan sehari-hari yang dapat diamati di lapangan, kondisi kesembrawutan disiplin kerja pegawai masi h terlihat. Banyak diantara pegawai yang bekerja belum mengikuti sepenuhnya disipl in (atau kode etis) yang seharusnya ditaati. Hal-hal tersebut terutama mudah dijumpai mengenai pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku untuk ketentuan jam bekerja. Contoh yang paling mudah dapat dilihat adalah pola kehadiran pe gawai, ketekunan dalam mengerjakan tugas pokok, kesetiaan mentaati prihal absensi, tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dan berbagai hal lain sebagainya.

Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Wilayah Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Faktor-faktor penyebab buruknya disiplin kerja pegawai, merupakan suatu permasalahan yang komplek yang disebabkan oleh banyak faktor. Namun demikian setelah diamati di lapangan diduga faktor dominan yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai adalah karena kurangnya penga wasan oleh pimpinan, membuat semua perihal indispliner jadi merebak berk elanjutan. Dalam pelaksanaan pengawasan pegawai yang paling tepat adalah atasan la ngsung, pada tingkatan manapun ia berada dan ini dilanjutkan secara berjenjang sampai kepada pimpinan dan pimpinan akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengawasan, ini akan menumbuhkan kedisiplinan moral seca ra langsung dapat mengetahui kemampuan kerja pegawai serta penilaian yang objektif terhadap pegawai.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah

Admin Add Comment
Judul Skripsi : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah


1 BAB 

I PENDAHULUAN 

1.1. Latar belakang 

Keberhasilan suatu organisasi baik itu swasta maupun pemerintah sangat tergantung kepada baik atau buruknya kinerja dari organisasi tersebut. Kinerja dari suatu organisasi tergantung kepada kinerja para pegawainya yang merupakan penggerak bagi berjalannya suatu organisasi. Dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus memiliki kegiatan yang digerakkan oleh seseorang atau sekelompok orang yang bekerjasama aktif dalam menghasilkan kinerja organisasi yang baik, yang artinya tercapainya tujuan suatu organisasi dikarenakan upaya yang dilakukan orang- orang yang ada di dalam organisasi tersebut.

Kinerja dari seorang pegawai menunjuk pada kemampuan pegawai tersebut dalam melaksanakan tugas -tugas yang menjadi tanggung jawabnnya. M enurut Hasibuan (2001:34) kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas -tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pe ngalaman dan kesungguhan serta waktu. Kinerja pegawai dalam suatu organisasi baik itu organisasi swasta maupun organisasi pemerintah merupakan faktor yang penting dalam mendorong pencapaian organisasi sehingga kinerja para pegawai penting untuk ditingkatkan. Tujuan organisasi tidak akan tercapai tanpa kinerja yang baik dari pegawainya. Demikian juga halnya dengan kinerja para pegawai dalam organisasi pemerintah yang disebut dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan sumber daya aparatur negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, ujur, adil dan merata. Kinerja PNS mempengaruhi kemajuan suatu negara khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien kepada masyarakat

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah
Kinerja PNS di Indonesia masih dianggap kurang baik seperti yang dikemukakan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang memperkirakan bahwa 40% dari 4,7 juta PNS di Indonesia memiliki kinerja buruk (www.tempo.com). Oleh karena itu peningkatan kinerja PNS pe rlu mendapatkan perhatian khusus untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan agar hal ini diharapkan dapat diperbaiki mengingat kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Kinerja pegawai dapat ditingkatkan dengan melakukan pembinaan terhadap pegawai tersebut. Upaya peningkatan kemampuan ini penting dilakukan agar peningkatan kinerja dan loyalitas pegawai dapat menjadi kenyataan. Hal tersebut itu bisa diperoleh salah satunya jika organisasi tersebut ditang ani oleh suatu manajemen yang baik. Salah satu sasaran pengelolaan sumber daya manusia pada fungsi manajemen organisasi adalah menyangkut kepemimpinan yaitu suatu proses mempengaruhi orang lain dalam menentukan dan mencapai tujuan organisasi yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang ditunjuk dan diakui oleh anggota sebagai orang yang pantas untuk memimpin mereka

Peran pemerintah dalam mencapai tujuannya yaitu dalam pelayanan masyarakat mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan pimpinan yang memiliki kua litas tertentu. Ke butuhan akan kepemimpinan ini sangat penting karena pemimpin merupakan inti dari manajemen dan adminitrasi, pemimpin yang menjalankan fungsi dalam organisasi tersebut karena pimpinanlah yang memiliki daya kemampuan mempengaruhi dan mengg erakan manusia lainnya untuk bekerja mencapai tujuan. S eorang pemimpin merupakan unsur yang menentukan dalam mengembangkan suatu organisasi, berhasil atau gagalnya suatu organisasi pemerintahan banyak ditentukan oleh kualitas kepemimpinan tersebut. Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin membawa pengaruh yang besar terhadap kelangsungan kegiatan dan perkembangan dalam suatu organisasi.

Peran pemimpin menjadi sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi yaitu dalam mengelola bawahannya agar bekerj a secara maksimal sehingga tercapai kinerja yang tinggi. Dalam suatu organisasi setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda- beda dalam melaksanakan kepemimpinannya serta mengarahkan bawahannya agar mampu bekerja sama dengan baik , oleh karena it u seorang pemimpin harus menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi yang nantinya akan mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan dari organisasi tersebut.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Mandiri

Admin Add Comment
judul skripsi : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Mandiri


Manajemen memegang peranan penting dalam segala kegiatan yang dijalankan suatu organisasi dewasa ini. Manajemen yang baik merupakan salah satu syarat mutlak untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Organisasi pada dasarnya merupakan suatu wadah dimana orang -orang berkumpul dan bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan -kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Mandiri
Dalam mencapai tujuannya, organisasi harus mampu mengatur seluruh sumber daya yang terdapat di dalamnya. Salah satu sumber daya organisasi yang membutuhkan perhatian dan pengaturan khusus adalah sumber daya manusia . Sebuah organisasi harus mengatur dan memfasilitasi karyawannya dengan baik untuk menunjang kinerja dan produktivitas organisasi.

Suatu organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang dapat memberikan semangat kepada bawahannya untuk selalu produktif, karena keberadaan pemimpin dalam suatu organisasi dirasakan sangat mutlak untuk menjadi nahkoda bagi para bawahannya. Untuk menunjang keberhasilan fungsi manajemen dalam organisasi, salah satu faktor yang sangat penting dan menentukan adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan merupakan inti dari manajemen. Dikatakan demikian karena gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan sarana pendorong atau penggerak bagi semua sumber daya manusia serta sumber daya lainnya dan sarana yang tersedia di dalam organisasi perusahaan.

Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang mampu membangkitkan semangat kerja dan menanamkan rasa percaya diri serta tanggung jawab pada bawahan untuk melaksanakan tugas -tugasnya dengan penuh tanggung jawab guna mencapai produktivitas perusahaan. Semangat kerja karyawan akan muncul diantaranya dari gaya kepemimpinan ideal yang diterapkan seorang pemimpin dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan secara maksimal, sehingga pemimpin mampu menggerakkan orang lain, dalam hal ini adalah karyawan ya ng menjadi bawahannya.

Gaya kepemimpinan diartikan sebagai perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan perilaku organisasinya (Nawawi, 2003 : 113). Menurut Husnan, (2002:224) gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan perusahaan.
Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan, iklim organisasi juga berpengaruh besar di dalamnya. Setiap organisasi memiliki iklim organisasi yang berbeda. Iklim organisasi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap setiap individu di organisasi, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan.

News trom (2002: 91), memandang iklim organisasi sebagai kepribadian sebuah organisasi yang membedakannya dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing -masing anggota dalam memandang organisasi. Iklim organisasi selalu ada dalam setiap perusahaan , dan eksistensinya tidak pernah berkurang sedikitpun. Iklim organisasi mempengaruhi seluruh kondisi dasar, hal kerja, dan perilaku individu dalam perusahaan, dan pemimpin adalah faktor paling dominan yang mempengaruhi bentuk dari iklim organisasi.

Iklim o rganisasi terkait erat dengan proses menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga dapat tercipta hubungan dan kerjasama yang harmonis diantara seluruh anggota organisasi yang tentunya mempengaruhi semangat kerja para anggota organisasi. Untuk menciptakan iklim organisasi yang kondusif, khususnya hubungan kerja antara karyawan, atau hubungan antara staf dengan pimpinan, diarahkan pada terwujudnya kerjasama yang serasi. Dengan demikian, iklim organisasi yang harmonis dapat mewujudkan semangat kerja yang semakin baik pada diri karyawan

Sejak beberapa tahun terakhir, perbankan syariah menjadi salah satu pasar yang menjanjikan dalam bidang ekonomi, terutama di negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam seperti Indonesia. Jasa bank syariah bebas digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan agama, dan perbedaannya dengan bank konvensional adalah kegiatan operasional dan produk- produk bank syariah dilandasi oleh hukum Islam

Menurut survey yang dilakukan Marplus Insight, pada tahun 2012 Bank Syariah Mandiri berhasil menempati urutan kedua dalam indeks loyalitas nasabah, setelah sebelumnya pada tahun 2011 berhasil menduduki urutan pertama sebagai bank syariah terbaik dalam indeks loyalitas nasabah. Posisi ini mengukuhkan BSM sebagai bank syariah papan atas untuk kategori tingkat loyalitas nasabah. Kekuatan modal dan back up jaringan bank induk menjadi nilai lebih Bank Syariah Mandiri dibandingkan dengan bank syariah lain.

PT. Bank Syariah Mandiri telah hadir sejak tahun 1999 yang kehadirannya mer upakan hikmah dan berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997 telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap sendi kehidupan masyarakat, tidak kecuali dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank konvensional mengalami krisis luar biasa

Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain dan mengundang investor asing. Pada saat bersamaan pemerintah melakukan penggabungan (merger) 4 (empat) bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank mandiri (Persero) Tbk. pada tanggal 31 Juli 1999 yang kemudian di konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah

16 PT. Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi tanggal 1 November 1999 dengan tujuan untuk membangun Indonesia yang lebih baik melalui idealisme usaha yang berpadu dengan nilai- nilai rohani.

Karyawan dalam suatu organisasi harus mampu menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini sudah merupakan tanggung jawab organisasi untuk menyediakan fasilitas dan kebijakan yang dapat mendorong motivasi kerja karyawan untuk bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Organisasi perbankan yang tengah berkembang seperti PT. Bank Syariah Mandiri membutuhkan gaya kepemimpinan dan iklim organisasi yang tepat untuk menunjang semangat kerja pada karyawan.

BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA 

2.1 Uraian Teoritis 
2.1.1 Pemimpin dan Kepemimpinan 

Pemimpin dan kepemimpinan memiliki definisi yang berbeda. Pemimpin merupakan individunya, sedangkan kepemimpinan merupakan pola tindakan dan tingkah laku dari pemimpin tersebut. Menurut Kartono (2006 : 10), pemimpin merupakan inisiator, motivator, stimulator, dinamisator, dan inovator dalam organisasi. Sedangkan menurut Dubrin (2006 : 5) Pemimpin ialah seseorang yang dapat menunjukkan semangat, hasrat, dan memberi inspirasi bagi orang lain agar mencapai kinerja yang lebih baik (bekerja keras) dan menaikkan laba.

Menurut Dubrin (2006 : 4) Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearah pencapaian tujuan (Robbin, 2002:163). Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalam menentukan organisasi, memotivasiperilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Rivai, 2003:2)

Menurut Matondang (2008:5), kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu yang diinginkan, dengan menjalin suatu hubungan interaksi antara pengikut (follower) dan pemimpin dalam mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan adalah proses kerjasama diantara manusia untuk mencapai tujuan, sebagai suatu bentuk energi yang memotori setiap usaha bersama, yang memberikan model untuk diteladani, yang memotivasi, yang menimbulkan semangat kerja, dan yang mempercayai bawahan untuk mengendalikan diri sendiri (Dharma, 2003:136).

Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya bergantung dari berapa banyak keterampilan yang ia kuasai, namun juga dapat bergantung pada cara ia berprilaku dan tindakan yang dilakukannya. Gaya kepemimpinan berpengaruh besar terhadap semangat kerja karyawannya, karena gaya kepemimpinan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan sehingga akan meningkatkan kinerja karyawan apabila kepuasan tersebut terpenuhi.

Safaria (2004:102- 103) menyatakan bahwa organisasi yang kuat merupakan hasil dari kepemimpinan yang unggul. Pemimpin yang unggul adalah pemimpin yang memiliki visi kedepan serta dibarengi dengan tindakan strategis yang tinggi juga, maka akan menghasilkan pemimpin visioner dan efektif.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Komunikasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk

Admin Add Comment
JUDUL SKRISPI: Pengaruh Komunikasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk


BAB I 

PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang

Satu ungkapan yang dapat menggambarkan seluruh aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia adalah mendapatkan orang -orang terbaik dan mempertahankannya. Pemilik atau pemimpin perusahaan akan mudah mewujudkan impiannya membangun perusahaan terbaik melalui orang -orang terbaik tersebut. Hal ini menuntut kemampuan perusahaan dalam menangkap fenomena perubahan tersebut, untuk menganalisa dampak perubahan terhadap perusahaan dan menyiapkan langkah -l angkah guna menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan usaha tersebut. Menyimak kenyataan yang ada saat ini maka peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam organisasi tidak hanya sekedar administratif tetapi justru lebih mengarah pada kemampuan untuk me ngembangkan potensi sumber daya manusia agar menjadi kreatif dan inovatif.


Organisasi selalu dihadapkan pada lingkungan yang serba tidak pasti. Kondisi ini dipicu oleh adanya perubahan lingkungan yang mengarah pada kemunculan pesaing baru, perubahan seler a, status dan usia masyarakat. Organisasi yang tidak mampu memahami perubahan lingkungan akan senantiasa mengalami ketertinggalan dan hanya akan menjadi pengikut (follower) . Untuk mengantisipasi ketertinggalan dan memperoleh kemajuan yang signifikan, organ isasi memerlukan suatu kinerja yang baik antara karyawan maupun pimpinan perusahaan.

Dalam mencapai tujuan organisasi banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya kualitas sumber daya manusia atau pegawai, metode kerja, lingkungan kerja dan fasilitas -fasilitas yang menunjang tercapainya tujuan. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu terwujudnya kinerja karyawan yang positif.

Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya bukan merupakan usaha yang mudah, karena dipengaruhi beb erapa faktor diantaranya: lingkungan kerja, tata ruang kantor, suasana kerja, komunikasi baik intern maupun ekstern serta gaya kepemimpinan dan lain sebagainya. Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja.

Hal ini mudah dipahami sebab komunikasi yang tidak baik bisa mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan organisasi, misal konflik antar karyawan, dan sebaliknya, komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama dan juga kepuasan kerja .Mengingat yang bekerjasam a dalam suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan merupakan sekelompok sumber daya manusia dengan berbagai karakter, maka komunikasi yang terbuka harus dikembangkan dengan baik. Dengan demikian masing -masing karyawan dalam organisasi mengetahui tanggun g jawab dan wewenang masing masing

Karyawan yang mempunyai komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja karyawan menjadi semakin baik. Komunikasi memegang peranan penting di dalam menunjang kelancaran aktivitas karyawan di perusahaan


Komunikasi akan lebih efektif, jika berbagai faktor yang mendukung keberhasilan dapat digunakan secara bersama- sama. Faktor - faktor tersebut diantaranya: berusaha memperoleh umpan balik, menggunakan bahasa yang benar dengan diikuti gerakan badan untuk mem perjelas isi pesan, dan bila perlu dilakukan pengulangan dalam hal penyampaian, menempatkan diri baik sebagai penyampai maupun penerima

Adanya komunikasi pada sebuah instansi, maka koordinasi dan kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan bisa berjalan deng an baik. Menurut Robbins (2002:67). Selain komunikasi, gaya kepemimpinan, juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kinerja yang positif. Gaya kepemimpinan juga dapat memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan t entang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar

Kepemimpinan dalam suatu organisasi atau instansi, berkaitan dengan pengarahan kepada pegawai untuk melakukan pekerjaan. Sebagai pemimpin, seorang menejer bertanggung jawab atas lancar tidaknya pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya. Beberapa kegiatan yang bersangkutan langsung dengan kepemimpinannya pada semua tahap manajemen: penentuan kebijaks anaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Ada juga kegiatan yang tidak langsung yang berkaitan dengan kepemimpinannya, antara lain memotivasi karyawan. ” Effective leadership means effective communication”, (Lingdren, 2001:13).


Pemimpin yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai pemimpin yang menghendaki s egalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.

Menurut Heidjrachman dan Suad Husnan, (2002:224). Gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tuju an organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang lainnya.

Kegiatan komunikasi dan m acam gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi dapat membantu menciptakan kinerja yang positif bagi karyawan. Adanya komunikasi yang terarah dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situas i dan kondisi organisasi maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dan mempunyai harapan terpenuhinya kebutuhan. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.


Pemimpin yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai pemimpin yang menghendaki s egalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula bekerja dalam struktur yang ada secara efektif. Menurut Heidjrachman dan Suad Husnan, (2002:224). Gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tuju an organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang lainnya. Kegiatan komunikasi dan m acam gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi dapat membantu menciptakan kinerja yang positif bagi karyawan. Adanya komunikasi yang terarah dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situas i dan kondisi organisasi maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dan mempunyai harapan terpenuhinya kebutuhan. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.

PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Cabang Binjai mer upakan suatu Perusahaan Perbankan BUMN yang berperan dalam mengembangkan, meningkatkan kualitas , dan mengkoordinasi unsur sumberdaya alam. Di instansi inilah aktifitas para karyawan diharapkan mampu berperan dalam mewujudkan suatu pola kinerja serta mampu mengatasi segala permasalahan yang berhubungan dengan kualitas kinerja

BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA 

2.1 Uraian Teoritis 

2.1.1 Pengertian Komunikasi 

Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication , berasal dari bahasa latin, yaitu communicatus yang artinya “lambang”. Menurut Wiryanto (2004:9), Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari satu orang keorang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata- kata yang dipergunakan dalam percakapan, ekspresi wajah, intonasi, dan sebagainya. Dan perpindahan yang efektif memerlukan tidak hanya transmisi data, tetapi bahwa seseorang mengirimkan berita dan menerimanyasangat tergantung pada keterampilan - keterampilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.


Sedangkan menurut Widjaya (2000:1), komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan -kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebagai sarana tukar menukar pendapat atau sebagai kontak antara manusia secara individu maupun kelompok. Berdasarkan definisi -definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi sebagai suatu proses dimana orang -orang bermaksud memberikan pengertian - pengertian melalui pengiriman berita secara simbolis, dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula


STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN GAS ELPIJI 3 KG

Admin Add Comment
SKRIPSI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN GAS ELPIJI 3 KG

Dunia bisnis menuntut peranan pemasaran yang dapat menunjang kemajuan usaha bisnis. Maju atau mundurnya suatu bisnis akan sangat ditentukan oleh keberhasilan kegiatan pemasaran bisnis tersebut, karena kegiatan pemasaran merupakan kegiatan bisnis yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas (pelanggan). Pentingnya peranan pemasaran yang dimaksud bukan berarti mengenyampingkan peranan bagian lain dalam bisnis, karena seluruh kegiatan merupakan satu kesatuan yang utuh dalam bisnis. Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial. Hanya saja sebagian pelaku pemasaran tidak atau belum mengerti ilmu pemasaran, tetapi sebenarnya mereka telah melakukan usaha-usaha pemasaran. Hal in terjadi karena pelaku pemasaran belum pernah belajar atau bahkan belum pernah mendengarkan kata-kata pemasaran.

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN GAS ELPIJI 3 KG
Dalam melakukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedangkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang suda hada agar tetap eksis. Secara umum, memahami konsep strategi pemasaran dalam, maka perlu diperkenalkan suatu pemahaman mengenai konsep strategi pemasaran.Menghadapi persaingan di dalam mendapatkan pelanggan, 

PT. Putra Sinbar Gas di Kabupaten Sinjai menyadari tidaklah mudah tanpa ada sebuah tindakan nyata berupa bekerja keras dengan menggunakan strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Strategi merupakan kunci penting terhadap keberhasilan sebuah perusahaan dalam meraih pelanggan. Chandler (2009:39) menyatakan bahwa keberhasilan suatu organisasi dalam memenangkan persaingan ditentukan oleh strategi. Strategi adalah upaya yang dimiliki individu dan unsur-unsur yang ada dalam organisasi untuk memiliki keterampilan dan memanfaatkan sumber daya sesuai dengan kondisi lingkungan kerja untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.Pihak PT. Putra Sinbar Gas menyadari pentingnya strategi untuk mendapatkan pelanggan yang aktif dalam mendukung peningkatan. Pihak PT. Putra Sinbar Gas mengambil keputusan untuk menerapkan strategi pemasaran. 

Kotler (2009:24) menyatakan bahwa strategi bauran pemasaran merupakan solusi untuk menangani aktivitas yang berkaitan dengan produk dan jasa untuk memperoleh keuntungan. Strategi pemasaran ini penting dilakukan oleh PT. Putra Sinbar Gas untuk memberikan solusi atas kemungkinan permasalahan yang dihadapi.Melalui strategi pemasaran dengan menggunakan konsep strategi bauran pemasaran, PT. Putra Sinbar Gas mampu mengemban visi, misi dan tujuannya dalam rangka menumbuhkan kepercayaan, imej dan loyalitas pelanggan yang ditawarkan kepada pelanggan. Pihak pimpinan manajemen bersama dengan karyawannya berupaya menerapkan strategi bauran pemasaran sebagai strategi inti atau strategi kunci untuk meningkatkan volume penjualan gas elpiji 3 kg.


Fenomena yang dihadapi saat ini oleh PT. Putra Sinbar Gas bahwa salah satu upaya untuk menggairahkan dan mengikat pelanggan menjadi pelanggan aktif yaitu dengan menyediakan fasilitas delivery, artinya pelanggan dapat menghubungi perusahaan untuk memesan gas elpiji 3 kg, dan pihak perusahaan akan mengantarkan langsung kepada pelanggan. Memahami fenomena tersebut PT. Putra Sinbar Gas menerapkan strategi segmentasi yaitu strategi di dalam menentukan pangsa pasar yang potensial untuk dijadikan pelanggan yang menggunakan gas elpiji 3 kg. Strategi segmentasi pelanggan yang representatif adalah semua pelanggan dalam hal ini warung, toko, mini market yang memiliki pangsa pasar menengah ke bawah. 

PT. Putra Sinbar Gas juga berupaya menerapkan strategi targeting yaitu sebuah strategi yang digunakan dengan segala potensi dan kemampuan untuk mencari pelanggan sebanyak-banyaknya sesuai dengan pencapaian target yang ditetapkan. Untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tet argyang telah ditetapkan, PT. Putra Sinbar Gas senantiasa melakukan penilaian dan pengevaluasian pelanggan yang menggunakan gas elpiji 3 kg sesuai skala prioritas target yang telah ditetapkan.Termasuk PT. Putra Sinbar Gas berupaya semaksimal mungkin menerapkan strategi positioning yaitu sebuah strategi yang digunakan dengan memperbanyak armada sales dan tempat-tempat strategis untuk menawarkan gas elpiji 3 kg kepada masyarakat. Biasanya strategi positioning sebagai kegiatan penawaran gas elpiji 3 kg pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Implementasi Strategi Marketing Kspps Bmt Bif Cabang Rejowinangun Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Tabungan Siarif ( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)

Admin Add Comment
SKRIPSI IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING KSPPS BMT BIF CABANG REJOWINANGUN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH TABUNGAN SIARIF


BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar belakang Masalah 

Lembaga keuangan syariah merupakan sebuah lembaga yang tidak asing lagi didengar ditelinga masyarakat. Lembaga keuangan syariah awalnya hanya dikenal di bidang perbankan saja namun seiring dengan perkembangannya, le mbaga keuangan syariah ju ga bergerak di bidang non bank . Salah satunya adalah Bait Al Maal Wat Tamwil atau yang dikenal dengan BMT 1 . Sebagai L embaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) atau micro finance syariah yang berbentuk bad an hukum koperasi, perkembang an BMT di Indonesia cukup pesat dan menggembirakan, jika dilihat dari segi kuantitas dan pertumbuhan tahunan. 

Pada tahun 2017 secara Nasional menyebutkan bahwa jumlah BMT sebanyak 5400 unit mencapai aset sebesar 4,7 Triliun dengan jumlah pembiayaan sebesar 3,6 Triliun dan jumlah simpanan sebanyak 2,1 Triliun 2 . P ertumbuhan yang sangat pesat ini tentunya menjadi prestasi terlebih sebagai lembaga keuangan mikro swasta yang bahkan tidak mendapatkan subsidi sedikitpun dari pemeritah 3 . Pencapaian ini erat kaitann ya dengan kemampuan BMT dalam menghimpun dana masyarakat, baik berskala kecil maupun besar. Sebagai lembaga keuangan, maka dana merupakan masala hyang palin g utama untuk keberlanjutan sebuah lembaga seperti BMT 4 . Sehingga t anpa dana yang memadai , sebuah l embaga keuangan seperti BMT tidak dapat berbuat apa - apa, atau dengan kata lain BMT tidak dapat menjalankan operasionalnya . 

Dalam menghimpun dana ( funding) dari masyarakat , yang dilakukan oleh BMT di bagi menjadi dua produk yang terd iri dari simpanan dan inv estasi (deposito). Jika deposito memiliki jumlah minimum yang cukup besar, mak a tabungan tidak menggunakan nominal yan g besar untuk membuka rekening. S elain itu nasabah pun dilengkapi dengan buku tabungan yang memudahkan untuk mengetahui jumlah saldo yang tersimpan dalam tabungannya . Ditambah lagi dengan reward yang disediakan bagi nasabah serta cenderung bersifat fleksibel dalam pengambilan atau penarikan uang tabungan saat dibutuhkan. Oleh karenanya, produk tabungan memiliki konsumen yang cukup besar di t engah tengah masyarakat kita yang heterogen. Kemudahan yang ditawarkan menjadi fa k tor utama tabungan menjadi produk yang disukai.

Banyaknya persaingan yang terjadi an tar BMT untuk menghimpun dana pihak k etiga khususnya produk tabungan, menyebabkan seluruh BMT yang beroperasi tersebut akan berusaha den gan maksimal untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini didasari adanya peran serta potensi dana masyarakat yang begitu b esar untuk dihimpun 7 . Persaingan juga akan menjadi fak tor yang berpengaruh signifikan terhada p peningkatan kinerja dari BMT . Semakin tumbu h dan berkembangnya BMT di kota Yogyakarta dengan beragam produk tabungan yang ditawarkan beserta keunggulan dan inovasi yang dimilikinya, membuat masyarakat memiliki alternatif pembanding BMT mana yang akan dipilih . 

 Penerapan strategi menjadi sangat pent ing dan berguna untuk meningkatkan kegiatan penjualan serta mengenalkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Bagaimanapun juga keputusan masyarakat menjatuhkan pilihan untuk menabung, tentunya juga dipengaruhi oleh strategi dengan pener apan yang baik . Oleh karenanya, peranan dan penerapan strategi pemasaran yang tepat dan terbaiklah yang mempun yai kekuatan besar dalam menentukan keput usan masyarakat untuk meraup pangsa pasar yang semakin besar  . Dalam konsep pemasaran, telah dikenal str ategi yang umum digunakan yang dikenal dengan bauran pemasaran ( marketing mix strategy ). Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus - menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran

Bauran pemasaran m erupakan suatu perangkat yang didalamnya akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran. Sehingga bauran pemasaran penting untuk diterapkan karena merupakan strategi ya ng  lengkap dengan melihat dari semua sudut pandang, suatu perangkat yang terintegrasi, merupakan proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan 

Konsep bau ran pemasaran umumnya terdiri atas 4P ( product, price, place, promotion ). Sedangkan untuk jasa seperti lembaga keuangan, keempat hal tersebut masih dirasa kurang mencukupi. Oleh karenanya b auran pemasaran dalam produk jasa perlu ditambahkan dengan tiga ele men lainnya , sehingga bauran pemasaran jasa menjadi 7P ( product, price, place, promotion, people, physical evidence dan process ), y aitu : produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik dan proses 

Strategi pemasaran juga diterapkan di KSPPS BMT Bina I hsanul Fikri yang dibuktikan dari jumlah aset yang terus mengalami peningkatan dari tahun - tahun sebelumnya 13 . Pada tahun 2014 aset yang dimiliki oleh KSP P S BMT B IF sebesar Rp. 60.024.724.110, - dan meningkat pada tahun 201 5 sebesar Rp. 69.597.242.345, - kemud ian mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2016 sebesar Rp. 78.573.907.018 , - Atas hasil kerja kerasnya BMT BIF mendapatkan Award keuangan tersehat se - Indonesia dari Menteri Koperasi pada tahun 2014 yang diselenggarakan di Jakarta

Ibu Fitri selaku bagian IT BMT BIF Cabang Rejowinangun 6 Strategi baur an pemasaran yang diterapkan di KSPPS BMT BIF juga telah diterapkan diberbagai produk yang dimiliki, salah satunya yaitu penerapan bauran pemasaran pada tabungan SiArif. . Hal ini dibuktikan dengan peningkatan saldo tabungan dan jumlah nasabah . Penjelasan ini diperkuat dengan hasil interview bersama Bapak Manager tentang terbentuknya loyalitas nasabah lama

Skripsi Strategi Komunikasi Pemasaran "Telkom Speedy" Dalam Membangun Loyalitas Konsumen( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)

Admin Add Comment
SKRIPSI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN "TELKOM SPEEDY" DALAM MEMBANGUN LOYALITAS KONSUMEN( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)


BAB I 

 PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang Masalah Kegiatan utama setiap perusahaan adalah berupaya untuk menjual produk atau jasa yang dihasilkannya agar dapat dinikmati dan diterima oleh para pelanggannya. Kegiatan ini merupakan tonggak utama agar setiap perusahaan dapat bertahan dan eksis di tengah-tengah masyarakat dan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. Kegiatan ini terkait erat dengan penjualan. Setiap perusahaan, jika tidak memiliki ide-ide cemerlang untuk mendapatkan kepercayaan pasar melalui kegiatan-kegiatan penjualan maupun pemasaran yang sesuai dengan tuntutan pasar, maka produk atau jasa yang dihasilkannya akan sia- sia, karena tidak akan menghasilkan apa-apa bagi kemajuan perusahaan. 

Pada era globalisasi seperti yang kita lihat sekarang ini banyak perusahaan berlomba-lomba mencoba untuk melayani dan memperhatikan konsumen mereka lebih baik dari competitor (pesaing) mereka. Untuk mendapatkan konsumen, akan lebih baik jika pihak perusahaan tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan komsumen. Hal yang penting yang harus dilakukan adalah menggali informasi tentang perilaku konsumen sebanyak-banyaknya. Semakin tinggi tingkat persaingan di bisnis lokal maupun global dan kondisi ketidakpastian memaksa perusahaan untuk mencapai keunggulan yang kompetitif ( competive advantage ) tidak mudah. Untuk mencapai hal itu perusahaan harus menerapkan konsep Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 2 pemasaran modern yang berorientasi pasar atau konsumen, karena mereka merupakan ujung tombak keberhasilan perusahaan (Kotler, 1994). 

 Menurut Lovelock (1991) dalam Hartanto (2010) di dalam pemasaran, kualitas pelayanan yang sangat baik dan efektif akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Zeithmal (1990) dalam Paramarta (2008) menyatakan bahwa kualitas layanan merupakan persepsi dari para pelanggan dimana pelanggan terhadap pelayanan yang diterima. Pelanggan dapat mempersepsikan kualitas pelayanan tersebut sesuai dengan harapan atau tidak sesuai dengan harapan. Dengan demikian kualitas pelayanan harus benar-benar dikelola secara profesional, karena perusahaan yang bergerak dibidang jasa yaitu memberikan pelayanan pada konsumennya. Adapun tujuan dari manajemen jasa pelayanan adalah untuk mencapai kualitas pelayanan tertentu dimana erat kaitannya bila dihubungkan dengan kepuasan konsumen (Hartanto, 2010). 

Perusahaan harus memulai memikirkan pentingnya pelayanan pelanggan secara lebih matang melalui kualitas pelayanan, karena kini semakin disadari bahwa pelayanan dan kepuasan pelanggan merupakan aspek vital dalam rangka bertahan dalam bisnis dan memenangkan persaingan (Tjiptono, 2004). Dalam rangka membangun kepuasan, kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan perusahaan dan tidak dapat dipungkiri dalam dunia bisnis saat ini, karena tidak ada yang lebih penting lagi bagi suatu perusahaan menempatkan masalah kepuasan pelanggan melalui pelayanan sebagai salah satu komitmen bisnis. Kepuasan pelanggan sebelumnya akan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa. 

Kepuasan akan timbul setelah seseorang telah Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 3 mengalami pengalaman dengan kualitas jasa yang diberikan oleh penyedia jasa tersebut (Bloemer dalam Hartanto, 2010). Menurut Schnoor dalam Tjiptono, (2004), pelayanan yang berkualitas akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang akan memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan serta adanya rekomendasi kepada orang lain dari mulut ke mulut, sehingga akan tercipta pelanggan baru. Cronin (1992) dalam Hartanto (2010) mengemukakan adanya hubungan yang signifikan positif antara kualitas pelayanan (service quality) terhadap kepuasan pelanggan . 

Kepuasan pelanggan sendiri menurut Wilkie dalam Tjiptono (2004:89) sebagai tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa. Pelanggan yang merasa puas dapat berdampak pada loyalitas pelanggan dimana menurut Menon (1999) dalam Japutra (2009) mengemukakan kepuasan mempunyai pengaruh yang kuat pada pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian kembali dari sebuah penjual dan mengembangkan hubungan antara penjual dan pembeli. Assael (1995) dalam Wijayanti (2008) mengemukakan bahwa kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan dapat meningkatkan intensitas membeli dari pelanggan tersebut. 

Dengan terciptanya tingkat kepuasan pelanggan yang optimal maka mendorong terciptanya loyalitas di benak pelanggan yang merasa puas tadi. Loyalitas pelanggan dipandang sebagai kekuatan hubungan antara sikap relatif seseorang dan bisnis berulang. Hubungan ini dipandang karena dihubungkan oleh norma-norma sosial dan faktor-faktor situasional Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 4 Peneliti dalam penelitian ini mengambil objek PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki visi " To Become a Leading InfoCom Player in the Region " senantiasa berusaha untuk memberikan layanan dan jasa terbaik bagi masyarakat Indonesia. 

Salah satu layanan unggulan Telkom Speedy menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line), yang menghantarkan sinyal digital berkecepatan tinggi melalui jaringan telepon secara optimal bagi keperluan konsumsi konten internet, dengan kecepatan data dari 384 kbps hingga 10 Mbps. yang dijaminkan dari Modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server) di sisi perangkat TELKOM. Dengan slogan "Broadband Internet Access for Home and Small Office" maka Telkom Speedy menjadi solusi utama bagi akses broadband koneksi Internet tidak hanya di kalangan bisnis namun meluas sampai ke rumah-rumah. KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Strategi Promosi Melalui Social Media Terhadap Keputusan Pembelian Garskin ( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)

Admin Add Comment
SKRIPSI PENGARUH STRATEGI PROMOSI MELALUI SOCIAL MEDIA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GARSKIN


BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, saat ini penggunaan internet sudah tidak asing lagi untuk memasarkan suatu produk. Suatu usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran produk atau jasa dengan menggunakan media internet dapat disebut juga e - marketing . E - marketing adalah sisi pemasaran dari e - commerce, yang terdiri dari kerja dari perusahaan untuk mengkomunikasikan sesu atu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa melalui internet. E - commerce adalah sistem penjualan yang berkembang setelah ditemukan Internet. 

Sistem pemasaran atau penjualan seperti ini bisa menjangkau seluruh dunia pada saat yang bersamaan tanpa harus mendirikan kantor cabang di semua negara. Selain itu juga bisa dilakukan 24 jam tanpa berhenti. Dengan hanya melalui unit komputer yang terhubung ke Internet, perusahaan dapat memasarkan produk - produknya. (Arifin, 2003: 101). Pemasaran dengan strategi prom osi melalui internet khususnya dengan social media (jejaring sosial) dapat meningkatkan penjualan secara luas dan tidak memerlukan biaya pemasaran yang mahal. 

Konsumen juga akan lebih mudah untuk mencari informasi mengenai produk yang ingin mereka beli kar ena tidak perlu tatap muka secara langsung. 2 Data yang dilan sir situs www.sigmanews.us, menunjukkan 7 situs social media terpopuler di tahun 2013, Facebook menduduki posisi pertama, disusul Twitter, Google +, MySpace, LinkedIn, Friendster, dan terakhir Pin terest. Selain itu, jumlah pengguna internet Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari grafik yang terus meningkat dari data tahun 1998 - 2012 versi APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)Sedangkan dari data yang di tulis dalam situs http://www.ihubmedia.com, 

 Asia masih terus berlanjut untuk mendominasi Facebook di tahun 2013. Sementara Indonesia sendiri menjadi negara kedua terbanyak pengguna Facebook setelah India. Menurut data http://the - marketeers.com pengakses internet lewat smartphones kini berjumlah 58 juta jiwa. Riset MarkPlus Insight ini, sekitar 58 juta pengguna internet di Indonesia mengakses internet lewat alat bergerak seperti perangkat mobile atau smartphones , personal notebook, netbook, dan tablet PC . Tiga dari sepuluh netizen mengaku mengganti handphone m ereka dalam setahun belakangan, dan satu dari 4 sepuluh netizen mengaku mengganti laptop atau netbook mereka dalam setahun belakangan. Melihat banyaknya pengakses social media di Indonesia melalui smartphones , bisa menjadi peluang bisnis yang baik, salah sa tunya di bidang industri digital printing, yang salah satu produknya berupa garskin. Garskin berfungsi untuk menutupi casing HP, melindungi casing HP dari goresan yang biasanya terjadi karena faktor ketidaksengajaan manusia. 

Sebagai tambahannya, garskin d igunakan untuk mempercantik tampilan smartphones agar lebih menarik. Salah satu perusahaan yang membuat garskin adalah SayHello. SayHello menjual produknya tanpa toko atau kios tetap, SayHello lebih memilih menjual produknya melalui akun Facebook dan akun Twitternya. Para pembeli umumnya tahu produk garskin melalui info di akun Twitter atau dari tag foto - foto produknya di Facebook. Walaupun produknya hanya dipasarkan lewat social media tetapi para konsumennya sudah menyebar, tidak hanya lokal di Jawa, teta pi sudah mencapai di seluruh Indonesia . KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Pupuk Organik Cair ( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)

Admin Add Comment
SKRIPSI ANALISIS STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PUPUK ORGANIK CAIR


ABSTRAK 

Syaiful Syam. I 311 08 271. 

Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Pupuk Organik Cair pada GAPOKTAN Sipakainge. Dibawah Bimbingan : Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si sebagai pembimbing Utama dan Ir. H. Ilham Rasyid, M.Si sebagai Pembimbing Anggota. Penelitian mengenai Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Pupuk Organik Cair pada GAPOKTAN Sipakainge ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 bertempat di Desa Patalassang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah pakar baik produsen, konsumen maupun pihak pemerintah yang mempunyai wawasan tentang pemasaran pupuk organik cair, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive dalam menentukan Responden Pakar yang totalnya terdiri dari 5 orang. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif hasil wawancara Responden Pakar yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan Pupuk Organik Cair pada GAPOKTAN Sipakainge adalah strategi WO (strategi meminimalkan kelemahan organisasi sehingga dapat merebut peluang). Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi turn around. Dalam hal ini kelemahan organisasi perlu diperbaiki untuk memperoleh peluang yang besar. Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Analisis SWOT, GAPOKTAN Sipakainge KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Peranan Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Produk Jasa Asuransi Bumi ( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)

Admin Add Comment
SKRIPSI PERANAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI BUMI ( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)


BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Permasalahan 

Penelitian Di dalam suatu perusahaan diperlukan manajemen yang baik demi kelangsungan hidup perusahaan. Manajemen mencakup fungsi - fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penyusunan personalia. Didalam suatu perusahaan terdiri dari beberapa manajemen - manajemen yang terintegrasi, seperti manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen pemasaran, dan sebagainya. Dan manajemen - manajemen tersebut merupakan satu kesatuan dalam perusahaan . Setiap manajemen mempunyai tugas masing - masing sesuai dengan bidangnya., dan harus saling berhubungan dengan manajemen yang lainnya. Seorang manajer pemasaran mempunyai tugas dalam menyusun strategi pemasaran . 

Strategi pemasaran merupakan rencana yang me njabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu. Dalam penerapannya, kerap kali berbagai program pemasaran dipadukan atau dilaksanakan secar a bersama - sama. Namun kadangkala ada juga situasi di mana manajer pemasaran harus memilih program pemasaran yang terbaik dikarenakan keterbatasan anggaran.Dalam menentukan pilihan program pemasaran terbaik, manajer pemasaran harus terlebih dulu menyusun d an mengkomunikasikan strategi pemasaran yang jelas.  commit to user 2 Selama ini terlihat gejala semakin banyak perusahaan memilih pasar sasaran yang akan dituju, keadaan ini dikarenakan mereka menyadari bahwa pada dasarnya mereka tidak dapat melayani seluruh pelanggan dal am pasar tersebut. 

Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya. Jadi a rti dari pasar sasaran adalah sekelompok pembeli yang berbagi kebutuhan atau karateristik yang sama yang akan d ilayani perusahaan. (Kotler dan Armstrong , 2008 ) Karena konsumen yang terlalu heterogen itulah maka perusahaan perlu mengkelompokkan pasar menjadi segmen - segmen pasar, lalu memilih dan menetapkan segmen pasar tertentu sebagai sasaran. 

Dengan adanya hal ini , maka perusahaan terbantu untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih baik, dengan demikian perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat, dapat menentuan saluran distribusi dan periklanan yang sesuai dan efisien serta pasar target ( target market ) . Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, penempatan produk. Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. 

Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau  commit to user 3 kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakuka n kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. 

Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran. (Kotler dan Armstrong, 2008) Unsur atau variabel bauran pemasaran ( Marketing mix ) adalah sebagai berikut strategi produk, strategi price/ harga, distribusi , strategi promosi. Marketing mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan ba ik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan. Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah - tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat. 

Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan posisi masing - masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang bes ar mungkin dapat menerapkan stra tegi tertentu yang jelas dan tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa  perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat k euntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta str ategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah - tengah persaingannya. Bumiputera sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, yaitu asuransi jiwa juga harus menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan perusahaan asuransi l ainnya. 

Agar Bumiputera dapat bertahan dan berkembang dengan baik maka Bumiputera harus dapat menciptakan kemampuan bersaing baik dalam hal jenis produk, harga maupun segmen yang dituju sehingga dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dan memenangka n persaingan. Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimanakah strategi pemasaran yang dijalankan oleh Bumiputera dalam menghadapi persaingan di dunia asuransi. Oleh karena itu penulis memilih judul Tugas Akhir , ”PERANAN STRATEGI PEMASA RAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI BUMI PUTERA” . 

B. Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah ini adalah, Bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan BUMI PUTERA untuk meningkatkan penjualan?  commit to user 5 

C. Tujuan Peneli tian 

Tujuan penulisan penelitian dengan judul di atas adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan BUMI PUTERA dalam upaya meningkatkan penjualan. 

D. Manfaat Penelitian 
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diharapkan akan mempe roleh manfaat sebagai berikut : 
1. Bagi Penulis 
a. Dapat menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman dibidang pemasaran dan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dari mata kuliah yang sudah diberikan sebelumnya. 
b. Sebagai tambahan pengalaman dan sarana berlatih u ntuk memberi gambaran yang akan datang dalam memasuki dunia kerja. 

2. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbang an dalam pengambilan keputusan terutama tentang penerapan strategi pemasaran. 

3. Bagi Pihak Lain Dari hasil penelitian ini dih arapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi atau kajian bagi penelitian - penelitian berikutnya. 

E. Metodologi Penelitian 

1. Ruang Lingkup Penelitian  
Lokasi penelitian dilakukan di BUMI PUTERA ya ng terletak di JL Slamet Riyadi No. 12, Surakarta. 

2. Sumber Data 
a.  ata Primer Merupakan keterangan atau fakta yang diperoleh langsung dari objek penelitian, dengan melakukan wawancara ke tempat penelitian mengenai strategi pemasaran yang diterapkan oleh Bumi Putera. 
b. Data Sekunder Adalah d ata yang diperoleh dalam bentuk s udah jadi, berupa data - data yang sudah dikumpulkan oleh pihak lain, dan dari literatur buku - buku yang berkaitan dengan topik penelitian, dalam hal ini diambil dari dokumen perusahaan . Data tersebut yaitu: gambaran umum perusahaan, dan struktur organisasi. 

3. Teknik Pengumpulan Data 
a. Observasi
Melaksanakan pengamatan langsung obyek yang diteliti. Dengan cara datang langsung ke lokasi penelitian, yaitu di Bumi Putera. 

b. Wawancara 
Metode pengumpulan data dengan jalan t anya jawab langsung kepada karyawan Bumi Putera . Misalnya bertanya tentang :
1) Bagaimana strategi pemasaran yang d iterapkan oleh Bumi Putera ? 
2) Apakah dampak dari strategi pemasar a n yang telah ditetapkan ?   

c. Studi pustaka
M engumpulkan data dengan membaca buku - buku yang berhubungan dengan masalah yang dibaha s sebagai bahan reverensi yang relevan. 

d. Melihat dokumen perusahaan 
 Yaitu dengan melihat dokumen Bumi Putera , misalnya mengenai strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan, sejarah berdirinya Bumi Putera, dan struktur organisasinya. Serta melihat tugas ak hir peneliti - peneliti lainnya. 

4. Teknik Pembahasan 
Penelitian ini menggunakan teknik analisis diskriptif, yaitu dengan mendiskripsikan dan menjelaskan ten tang strategi pemasaran yang diterapkan oleh Bumi Putera