Pengaruh Kompensasi Nonfinansial Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN

Admin Add Comment
Pengaruh Kompensasi Nonfinansial Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN


Dalam kehidupan yang semakin berkembang dan meningkat saat ini, kondisi memaksakan agar semua berjalan serba terarah dan teratur.Hampir semua orang dituntut untuk bekerja secepat mungkin, namun juga tidak mengurangi kualitas dari apa yang dilakukannya. Seg ala macam ilmu pengetahuan dan teknologipun juga semakin berkembang guna membantu untuk memenuhi kebutuhan manusia agar apa yang kita ingin bisa tercapai. 

Manusia yang ada juga dipacu untuk lebih optimal dalam menjawab tantangan zaman melalui pengetahuan d an ketrampilan yang memadai dalam mengelola segala sesuatu.Baik yang telahdisiapkan atau sesuatu yang secara mandiri kita harus mempersiapkan terlebih dahulu secara profesional sebelumnya.Keberhasilan - keberhasilan pengembangan segala sesuatu yang telah ada tersebut, tidak lepas dari adanya SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai, berkualitas dan dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Namun dengan segala suatu kegiatan yang semakin kompleks dan hampir bersifat monoton setiap harinya, para SDM at au pada pembahasan kali ini lebih kita tunjukan kepada para kinerja karyawan atau pekerja, yang bahkan sudah terlatihpun, akan menemui sebuah penurunan motivasi kinerja. 

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sumber yang dimana dimiliki oleh manusia itu sendi ri, hal ini lah yang membuat manusia tahu akan pentingnya 2 2 kehidupan dalam berinteraksi antara sesama manusia dan potensi yang dimiliki dalam kehidupannya. Umumnya pemimpin menggunakan sumber dayanya yang dimiliki untuk menjalankan usahanya agar perusahaan yang di pimpinnya bisa berjalan dengan efektif,efisien dan baik . 

Dengan adanya kinerja baik dari masing - masing karyawan akan membuat perusahan tersebut menjadi berkembang, tanpa dengan adanya kinerja yang baik akan menimbulkan pekerjaan yang amburadul. Sad ar akan pentingnya sumber daya manusia bagi kelangsungan hidup dan kemajuan suatu perusahaan, maka suatu perusahaan harus memberikan perhatian khusus pada faktor ini dan sudah sewajarnya pemilik perusahaan memandang sumber daya manusia lebih dari sekedar a set perusahaan dan menjadikan mitra dalam berusaha. 

Perusahaan harus dapat bersikap adil atas apa yang telah diberikan karyawan terhadap sumber dayanya kepada perusahaan, karena setiap karyawan berhak mendapatkan penghargaan dan perlakuan yang adil dari pi mpinannya sebagai timbal balik atas jasa yang diberikannya, sehingga dapat mendorong para karyawan untuk lebih termotivasi dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang pekerja. 

Hubungan kerja yang saling menguntungkan antara perusahaan dan karyawan sanga t diperlukan dalam rangka mendorong semangat kerja karyawan.Karyawan memberikan prestasi kerja yang baik untuk kemajuan perusahaan, sedangkan perusahaan memberikan kompensasi yang sesuai atas prestasi kerja yang telah diberikan karyawan terhadap perusahaan . 

Oleh sebab itu , Manajemen Sumber Daya Manusia sangatlah penting dalam kehidupan di zaman sekarang ini, sebab dengan sumber daya manusia kita tahu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan dunia yang sistematis atau signifikan. Hal inilah yang membuat manusia termotivasi. Dan perusahaan dalam rangka 3 3 memberikan motivasi kepada karyawannya maka perusahaan memberikan kompensasi finansial maupun kompensasi non finansial untuk meningkatkan kinerja karyawan. 

Menurut Flippo dalam Suwatno dan Priansa (2011:220) , “kompensasi merupakan pemberian imbalan jasa yang layak dan adil kepada karyawan - karyawan karena mereka telah memberi sumbangan kepada pencapaian organisasi”. Oleh karena itudengan seiringnya waktu para pimpinan atau manajer dalam berinteraksi untuk meni ngkatkan motivasi dengan para karyawan.

Masih banyakpula pimpinan yang berpendapat bahwa, dengan gaji yang tinggi, maka karyawan akan selalu termotivasi dalam hal mereka bekerja. Padahal, untuk meningkatkan motivasi karyawanpun banyak hal yang bisa membuat karyawan termotivasi tidak cukup hanya dengan gaji yang besar saja. Ada unsur lain yang bisa diberikan oleh pihak pimpinan kepada para karyawannya misalnya dengan kompensasi non finansial. Namun hal itulah yang biasanya selalu luput dari pihak atasan.Pimpi nan lebih mengutamakan profitabilitasatau keuntungan yang lebih, untuk menuju ke arah perusahaan daripada ke arah kesejahteraan bersama.

Bila dipelajari lebih lanjut, bukankah sebuah penambahan motivasi karyawan mempunyai dampak yang positif bagi perusahaan walaupun memerlukan penambahan jumlah waktu dan materi. Karena kesemuanya itu akan menambah semangat dan motivasi dari seorang karyawan, yang akhirnya juga memberikan nilai lebih bagi perusahaan.  

Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada Rumah Sakit

Admin Add Comment
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada Rumah Sakit

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem pengukuran kinerja pada Rumah Sakit Awal Bros dan untuk mengetahui penerapan Balanced Scorecard sebagai suatu sistem pengukuran kinerja pada Rumah Sakit Awal Bros di Makassar. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara (interview), pengamatan (observasi) dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dari hasil analisis penilaian kinerja, khususnya pada Rumah Sakit Awal Bros di Makasar, dimana dilihat dari perspektif customer and stakeholder dimana pelayanan medis yang dilakukan sudah mampu memberikan kepusan pasien dan selain itu citra rumah sakit sudah dianggap baik. Kemudian dilihat dari pespektif keuangan terlihat ROI yang dicapai belum optimal, sedangkan TATO sudah dianggap sesuai dengan standar dan efisiensi penggunaan biaya operasional belum efisien. Hasil analisis mengenai perspektif proses bisnis internal dimana tenaga medis memiliki jenjang pendidikan dokter spesialis dan tenaga non medis memiliki jenjang pendidikan D3. Selanjutnya dilihat dari sistem pelayanan terpadu, rata-rata sudah menggunakan sistem berbasis komputerisasi, serta pemanfaatan fasilitas sudah tergolong baik. Analisis mengenai perspektif employeed and organization capacity yang menunjukkan bahwa dilihat dari indeks kepuasan kerja karyawan sudah dikategorikan puas, sedangkan dilihat dari learning and training index dianggap masih rendah dari yang distandarkan. Kata Kunci : Balanced Scorecard dan pengukuran kinerja
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA STAF KEUANGAN DI PEMERINTAH

Admin Add Comment
PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA STAF KEUANGAN DI PEMERINTAH

ABSTRAK:
The purpose of this study is to determine the effect of stress at work and working motiovation on the performance at the Finance Division on Government of Makassar City. This study had used Descriptive Quantitative methode as main methode and Exhaustive Sampling as sampling methode. Sample were taken as a whole from the population, that is fourty one employees. Data were taken by using list of question, interviews, and literature searching. Data were analyzed by using Regression Methode and through SPSS program for Windows. The result of the study have shown that stress at work and working motivation significantly influence the employee’s performance, with value of determintation was 0,681 or 68,1%. Stress at work and working motivation had significantly influencing employee’s performance. For the next study, all considered, would be better if the next researcher added another variables that maybe had some contribution in employee’s performance, such as working satisfication, neighbourhood, culture in work, reward, compensation and personality. Keyword: Stress at Work, Working Motivation, and Employee’s Performance
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

POLA PENGELOLAAN USAHA KOMUNITAS MUSIK “INDIE”

Admin Add Comment

POLA PENGELOLAAN USAHA KOMUNITAS MUSIK “INDIE”

Pada masa Orde Baru masih berkibar kegiatan perekonomian di Negara Indonesia seperti dibelenggu oleh sebuah pasungan yang menyebabkanberbagai ketimpangan pasar. Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengatur perekonomian, tidak jarang selalu mengorbankan pasar-pasar kecil denganhanya beracuan pada keberadaan sebuah identitas pasar yang dinilai mampu lebih banyak mendatangkan keuntungan. Bentuk-bentuk usaha yang bergerak dalam sektor perkebunan ataupun pertanian dan lainnya yang pada mulanya mendominasi, dengan segera tergeser oleh kehadiran bentuk-bentuk usahayang bersifat modern seperti industri migas, ekspor, impor,dan lainsebagainya.

Dominasi bentuk-bentuk usaha yang lebih modern terhadap usaha-usaha kecil dan menengah merupakan akibat dari kekalahan dalam proses pemasaran yang cenderung dipengaruhi oleh modal.

Kepemilikan modal yang minimdalam usaha-usaha kecil atau menengah memaksa mereka untuk lebih bekerja keras dalam usahanya untuk menjadi pesaing bagi bentuk-bentuk usaha modern. Sedangkan asumsi yang lain adalah bisa jadi hal tersebut memang sebuah unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang berharap segala bentuk usaha kecil sirna sehingga pasar secara global hanya dapat dikuasai oleh bentuk-bentuk usaha yang memiliki skala lebih besar atau identik dipegang oleh pihak-pihak yang bermodal besar (kapitalis).

Bentuk-bentuk monopoli pasar tidak hanya tercipta dalam aspek perdagangan saja, melainkan merambah hingga aspek-aspek yang lain seperti pendidikan, budaya, dan lain sebagainya hingga tidak terkecuali adalah aspek hiburan yaitu musik dan gaya hidup.

Musik merupakan bentuk media hiburan yang sedang ngetrend di era yang sekarang ini. Tak ubahnya sebuah serum, trend tersebut mampu merasuk danmenyebar dengan cepat keseluruh organ tubuh dan sekaligus mengkontaminasi setiap orang yang terjangkiti sehingga mereka merasakecanduan untuk menikmatinya berulangkali.

Seperti halnya yang terjadi
pada generasi muda sekarang, trend musik pun dengan cepat mampu merasuki mereka dan dengan cepat pula menjelma menjadi sebuah kebiasaan yangsepertinya wajib mereka konsumsi.

Berbagai macam jenis musik pun bermunculan dari Pop, Rock, Reggae, Ska, dan masih banyak jenis lain yang mungkin masih akan bermunculan.

Tidak hanya dalam jenis musik saja yang menimbulkan keragaman, dengan tidak mau kalah para pengemar dari berbagai macam jenis musik itupunberusaha mengidentitaskan diri mereka sesuai dengan jenis musik yangmereka sukai yang pada akhirnya juga menimbulkan keragaman. Seperti para pengemar musik Punk menamakan diri mereka sebagai Punker, parapengemar musik Reggae menamakan diri mereka sebagai Rasta Mania, begitu
juga bagi mereka-mereka yang suka musik Rock dengan tak mau kalah�

Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah Pada Pt Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Makassar

Admin Add Comment
Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah Pada Pt Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Makassar

ABSTRAK
Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri, Tbk. Kantor Cabang Makassar. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. Pembimbing 1) Dra. Hj. Sri Sundari, M.Si, Ak. Pembimbing 2) Drs. M. Achyar Ibrahim, Ak. Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Syariah Mandiri, Tbk. Kantor Cabang Makassar. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui dan memberikan gambaran tentang perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah. Dalam penelitian ini, penulis lebih mengkhususkan pada Pembiayaan kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA) yang menggunakan sistem pembiayaan mudharabah. Analisis penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKPA merupakan transaksi mudharabah wal murabahah, yaitu pemberian pembiayaan secara penuh (100%) oleh BSM (sebagai shahibul maal) kepada Koperasi Karyawan (sebagai mudharib) yang disalurkan ke anggota-anggota koperasi dalam bentuk jual-beli (murabahah). PKPA menggunakan sistem anuitas, yaitu sejumlah pembayaran yang sama besarnya, yang dibayarkan secara angsuran setiap bulan pada tanggal yang telah ditetapkan dalam akad yang terdiri atas bagian margin dan pokok. Kata Kunci: Pembiayaan Mudharabah, Mudharabah Muqayyadah, Mudharabah wal Murabahah.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

ANALISIS KOMPARATIF RETURN ON ASSETS (ROA) DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN (Studi Kasus pada Bank BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Admin Add Comment
ANALISIS KOMPARATIF RETURN ON ASSETS (ROA) DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN (Studi Kasus pada Bank BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)


Pertumbuhan ekonomi dalam era globalisasi menuntut setiap perusaha a n yang bergerak dalam bidang industry manufaktur maupun jasa mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Tak terkecuali perbankan yang ada di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya teknologi yang sangat cepat membuat banyak bank mulai melakukan perbaruan kinerja operasionalnya demi bertahan dal am dunia persaingan. Sejak terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada periode 1997, membuat hampir seluruh sector perokonomian Indonesia mengalami kemerosotan tajam. Salah satunya yang terkena dampak langsung yang paling parah adalah sektor perb ankan. Dimana hampir semua Bank - Bank besar yang ada di Indonesia mengalami kemunduran kinerja . Salah satu penyebabnya adalah karena Perbankan tidak dapat lagi mengatasi kepanikan yang terjadi kepada para nasabahnya sehingga para nasabah tersebut melakukan penarikan dananya secara besar - besaran ( Bank Runs ) yang kemudian mengakibatkan bank - bank tersebut kemudian dinyatakan pailit. 


S eiring berjalannya waktu serta didorong oleh kemajuan ekonomi sektor perbankan Indonesia kemudian perlahan - lahan bang kit kembali. Baik Bank pemerintah dan ataupun Bank swasta mulai memperbaiki diri dan bersaing mengembalikan kembali kepercayaan dari masyarakat dengan pelayanan dan 2 pemenuhan kewajiban kepada nasabahnya. Indikator utamanya adalah pertumbuhan asset perbanka n yang terus meningkat. 

Beberapa indikator lainnya juga terus membaik, misalnya laba bersih meningkat, dana meningkat, ekspansi kredit meningkat dan tingkat kredit bermasalah menurun. Salah satu pilar agar industri perbankan mampu bertahan dalam tatanan e konomi global di mana intensitas persaingan antarbank semakin tinggi adalah perbankan mempunyai kinerja yang baik. Kinerja keuangan merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan termasuk perbankan di manapun, karena kinerja keuangan terse but merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. 

Penilaian kinerja sangatlah penting bagi semua perusahaan, termasuk perusahaan perbankan. Melalui penilaian kinerja, perusahaan dapat mengetahui apakah kine rja dan operasional perusahaan tersebut buruk atau tidak. Jika dinilai buruk maka diharapkan perusahaan dapat memperbaikinya. Jika kinerjanya sudah baik, diharapkan perusahaan dapat mempertahankan atau meningkatkan kinerja dan operasionalnya agar lebih bai k. Adapun dimensi pokok dalam menilai baik atau buruknya kinerja perbankan adalah dengan melihat Laporan Keuangan Perbankan . 

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi pada suatu periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan da n pengolahan data keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar lainnya yang dapat digunakan untuk membantu para pemakainya dalam mengambil keputusan. 

Untuk memaksimalkan apa yang bisa didapat dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan maka dibutuhkan adanya suatu penilaian atau pengukuran terhadap kinerja suatu perusahaan. Fungsi dari suatu penilaian atau pengukuran kinerja adalah sebagai alat bantu bagi manajemen perusahaan dalam proses pengambilan keputusan juga memperlihatkan kepada investor maupun pelanggan atau masyarakat secara umum bahwa perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik. Apabila perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik itu a kan mendorong investor untuk menanamkan modalnya, selain itu juga dapat memberikan kepuasan kepada para pelanggan. 

Namun untuk permasalahan yang bersifat non teknis mungkin akan sulit dipecahkan karena menyangkut masalah - masalah yang berkaitan dengan sikap mental, emosi, faktor psikologi, moral, karakter, dan hal - hal lain yang satu dengan yang lainnya akan mengalami perubahan pada setiap situasi dan kondisi yang berbeda. Return On Asset (ROA) adalah bentuk yang paling mudah dari analisis profitabilitas dal am menghubungkan laba bersih (EBIT) yang dilaporkan terhadap total aktiva. 

Return On Asset (ROA) merupakan bagian dari rasio profitabilitas dalam analisis laporan keuangan atau pengukuran kinerja keuangan perusahaan. Adapun kelemahan yang dirasakan dari pe ngguna rasio - rasio dalam pengukuran kinerja keuangan yaitu angka - angka yang diperoleh dari perhitu ngan tidak bisa berdiri sendiri. R asio - rasio tersebut akan berarti jika ada perbandingan dengan perusahaan sejenis yang mempunyai tingkat resiko yang hampir s ama atau dibandingkan dengan rasio industri, disamping itu juga diperlukan analisa kecenderungan dari tiap - tiap rasio dengan tahun sebelumnya (time series).

Untuk melengkapi cara pengukuran kinerja perusahaan yang telah ada, selama beberapa tahun terakhir telah berkembang suatu pendekatan baru dalam mengukur kinerja perusahaan yang dikenal dengan pendekatan nilai tambah ekonomis (Economic Value Added) atau lebih dikenal dengan sebutan EVA. EVA adalah pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang dihitung deng an cara mengurangkan net operating profit after tax dan cost of capital. EVA merupakan indikator tentang adanya penciptaan nilai dari suatu investasi, EVA yang positif menandakan perusahaan berhasil menciptakan nilai ( Value Creating ) bagi pemilik perusahaa n tersebut sejalan dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan. 

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti bersifat umum yaitu meneliti perbandingan antara kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan (ROA) dan dengan Economic Value added) E VA, jika suatu perusahaan dinilai kinerjanya dengan rasio keuangan dan menghasilkan penilaian yang baik, tetapi bila diukur dengan konsep EVA belum tentu menghasilkan penilaian yang baik, karena dalam perhitungan kinerja keuangan melalui konsep EVA ini uns ur biaya modal dimasukkan sebagai salah satu unsur perhitungan kinerja perusahaan dan hal tersebut menunjukkan pertimbangan dalam tingkat resiko perusahaan. 

Return On Asset (ROA) dan Economic Value Added (EVA) merupakan cara yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perbankan. O leh sebab itu penulis membandingkan kedua cara tersebut untuk dapat mengetahui mana yang lebih memberikan nilai bagi perbankan . 5 Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis Komparatif Return On Assets (ROA) dengan Economic Value Added (EVA) dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Bank BUMN yang Go Public .” 

Analisis Penerapan Direct Costing Sebagai Alat Untuk Menghitung Harga Pokok Produksi Pada Pt. Sinar Bintang Selatan Di Makassar

Admin Add Comment
Analisis Penerapan Direct Costing Sebagai Alat Untuk Menghitung Harga Pokok Produksi Pada Pt. Sinar Bintang Selatan Di Makassar

ABSTRAK
This study aims to analyze the application of direct costing at . Sinar Bintang Selatan in Makassar. The study data were obtained from the company (secondary) as well as the author conducted interviews with stakeholders in Sinar Bintang Selatan. The research findings indicate that the application of direct costing can be said to serve as a tool for calculating the cost of production . It can be seen from the comparison of earnings by companies with direct costing, it will be able to add to earnings in the amount of Rp.18.235.628. The results of a comparative analysis of the cost of production by companies with under direct costing, which the cost of production according to the company's for Rp.9.103, 80 and under direct costing for Rp.7.725, 66. This it can be reduce by Rp.1.378, 14. Key word : direct costing, tool to calculate, cost of production
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruhgood Corporate Governance Terhadap Kualitas Laba Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Admin Add Comment
Pengaruhgood Corporate Governance Terhadap Kualitas Laba Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governanceterhadap kualitas laba perusahaan manufaktur yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia.Data penelitianini diperoleh dari observasi (primer) laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberadaan komite audit, proporsi komisaris independen, kepemikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kualitas laba perusahaan. Koefisien determinasi Good Corporate Governance(X) terhadap kualitas laba sebesar 0,312 atau 31,2 %. Variasi kualitas laba (Y) dapat dijelaskan oleh variabel ini sedangkan sisanya 68,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kata kunci: Good Corporate Governance,keberadaan komite audit, proporsi komisaris independen, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial This research aims to analyze the effect of Good Corporate Governance on the earnings quality. Data used in this research were obtained from observation (primary) on financial report of listed manufacturing firm at Indonesia Stock Exchange. Research findings show that the variable of audit committee existence, proportion of non-board commissioner, institutional ownership and managerial ownership affect positively onvii Keywords: Good Corporate Governance, audit committee existence, proportion of non-boardcommissioner, institutional ownership, managerial ownership earnings quality of the listed manufacturing firm. Coefficient determination of Good Corporate Governance on earnings quality is31,2 %.Variation of earnings quality can be explained by this factor and68,8%explained by other variables out of model.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan Pada Ptpn Xiv

Admin Add Comment
Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan Pada Ptpn XIV

Dalam menghadapi arus globalisasi sumber daya manusia ( SDM ) memegang peranan yang sangat dominan dalam ak tivitas atau kegiatan perusahaan.Berhasil atau tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusianya (karyawan) dalam menjalankan tugas - tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusianya agar dapat mendorong kemajuan bagi perusahaan dan bagaimana caranya agar karyawan tersebut memiliki produktivitas yang tinggi, yang tentunya p impinan perusahaan perlu memotivasi karyawannya. Salah satu caranya adalah dengan target promosi. 

Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan d alam lingkungan organisasi atau perusahaan. Dengan adanya target promosi, pasti karyawan akan merasa dihargai, diperhatikan, dibutuhkan dan diakui kemampuan kerjanya oleh manajemen perusahaan sehingga mereka akan menghasilkan keluaran (output) yang tinggi serta akan mempertinggi loyalitas (kesetiaan) pada perusahaan. Oleh karena itu, pimpinan harus menyadari pentingnya promosi dalam peningkatan produktivitas yang harus dipertimbangkan secara objektif. Jika pimpinan telah menyadari dan mempertimbangkan, maka perusahaan akan terhindar dari masalah - masalah yang menghambat peningkatan keluaran dan dapat merugikan perusahaan seperti: ketidakpuasan karyawan, Adanya keluhan, tidak adanya semangat kerja, menurunnya 1 2 disiplin kerja, tingkat absensi yang tinggi atau ba hkan masalah - masalah pemogokan kerja. 

Untuk dapat memutuskan imbalan yang sepenuhnya diberikan kepada seorang karyawan atas hasil kerjanya, maka perusahaan harus memiliki sesuatu sistem balas jasa yang tepat.Mekanisme untuk dapat menentukan balas jasa yang pantas bagi suatu prestasi kerja adalah dengan penilaian prestasi kerja. Melalui penilaian prestasi kerja akan diketahui seberapa baik Ia telah melaksanakan tugas - tugas yang dibebankan kepadanya, sehingga perusahaan dapat menetapkan balas jasa yang sepant asnya atas prestasi kerja tersebut. 

Penilaian prestasi kerja juga dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui kekurangan dan potensi seorang karyawan. Untuk mengetahui hal tersebut ada beberapa hal yang mesti dinilai, yaitu; 
  1. K ejujuran, yang dimana hal in i berfungsi untuk memenuhi perjanjian baik bagi diri sendiri maupun terhadap orang lain, misal kepada bawahan maupun atasan. 
  2. Kedisiplinan, berfungsi dalam pematuhan karyawan terhadap peraturan - peraturan yang ada, serta mengerjakan sesuai dengan instruksi yang diberikan. 
  3. Tanggung Jawab, berfungsi dalam mempertanggung jawabkan kebijaksanaan, pekerjaan dan hasil kerja, sarana dan prasarana yang digunakan, perilaku serta hasil kerja dari bawahan. 
  4. Kerjasama, berfungsi untuk menyatukan individu - individu dalam ke lompok sehingga hasil pekerjaan akan lebih baik dan lebih cepat selesai. 
  5. Prakarsa, berfungsi untuk kemampuan berfikir yang rasional dan berdasarkan inisiatif sendiri untuk menganalisa, menilai, menciptakan, memberi alasan, mendapat kesimpulan dan membuat keputusan untuk penyelesaian masalah yang dihadapi. 
  6. Kepemimpinan, dinilai dari kemampuan untuk memimpin, mempengaruhi, mempunyai pribadi yang kuat, dihormati , berwibawa, dan dapat memotivasi orang lain atau bawahannya untuk bekerja secara efektif. 

Dari h asil tersebut, perusahaan dapat mengembangkan suatu perencanaan sumber daya manusia secara menyeluruh dalam menghadapi masa depan perusahaan. Perencanaan sumber daya manusia secara menyeluruh tersebut berupa jalur - jalur karir atau promosi - promosi jabatan p ara karyawannya.

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA

Admin Add Comment
PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA

ABSTRAK:

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh size, umur perusahaan, ROA, ukuran dewan komisaris, dan leverage pada CSR dalam laporan tahunan perusahaan perbankan. Populasi adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2009-2011. purposive sampling dengan kriteria sebagai (1) terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011. (2) selalu tampak laporan keuangan tahunan selama periode 2009- 2011. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diambil dari Indonesia Stock Exchange (IDX) diakuisisi 10 perusahaan sampel. Analisis data regresi linear berganda.. Penelitian ini menyimpulkan size, umur perusahaan, ROA, ukuran dewan komisaris, dan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap CSR dalam laporan tahunan perusahaan perbankan Kata kunci : size, umur perusahaan, ROA, ukuran dewan komisaris, leverage, CSR The purpose of this study to clarify the effect size, firm age, board of directors, and leverage the CSR in the banking company’s annual report.Population is banking companies listed on the Stock Exchange 2009-2011. purposive sampling with criteria (1) are listed in the Indonesia Stock Exchange in 2009-2011. (2) always seemed annual financial statements for the period 2009 to 2011. Necessary data in this study were taken from the Indonesian Stock Exchange (IDX) acquired 10 companies sampled. Multiple linear regression analysis of the data .. This study concludes size, firm age, ROA, board size, and leverage a positive and significant effect on CSR in their annual reports of banking Keyword: size, firm age, ROA, board of directors, leverage, CSR
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA