Pemanfaatan Instagram Sebagai Social Media Marketing Er-Corner Boutique Dalam Membangun Brand Awareness

Admin Add Comment

PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI SOCIAL MEDIA MARKETING ER-CORNER BOUTIQUE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS


PENDAHULUAN 

Pesatnya perkembangan media internet khususnya media sosial saat ini sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini dikarenakan media sosial merupakan perkembangan mutakhir dari teknologi-teknologi web baru berbasis internet, yang memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi, berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online, sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di blog, tweet, atau video YouTube dapat direproduksi dan dapat dilihat secara langsung oleh jutaan orang secara gratis (Zarella, 2010: 2-3).
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI SOCIAL MEDIA MARKETING ER-CORNER BOUTIQUE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS
Media sosial menurut Philip Kotler dan Kevin Keller (2012;568), merupakan sarana bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, audio, dan video dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Peran media sosial semakin diakui dalam mendongkrak kinerja bisnis. Media sosial memungkinkan bisnis kecil dapat mengubah cara berkomunikasi dengan pelanggan, memasarkan produk dan jasa serta saling berinteraksi dengan pelanggan yang bertujuan untuk membangun hubungan yang baik.

Abdullah (2012: 32) menyatakan jika sebuah merek/produk akan diluncurkan, maka media sosial digunakan untuk menyebarkan informasi yang sifatnya membuat teman atau pengikutnya menjadi penasaran. Dengan begitu, nama merek/brand tersebut akan terdongkrak dan banyak dicari atau ditunggu orang. Namun walaupun terintegrasi, efektivitas pemanfaatan media sosial tetap tergantung pada pemilik merek/brand itu sendiri. Media sosial bukan sekadar alat yang terkait dengan komunikasi global atau sekedar perkembangan trend teknologi, seperti memiliki akun facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya. Tetapi, hal ini akan berdampak pada semua kalangan perusahaan atau pebisnis, karena khalayak akan lebih dan semakin selektif dalam memilih produk atau jasa yang mereka butuhkan. 

Kini dengan hadirnya media sosial instagram yang telah diresmikan pada bulan Oktober 2010 tidak membuat perusahaan/ pebisnis berhenti menggunakan media sosial untuk memberikan informasi seputaran produk atau jasa yang mereka berikan. Semakin ramainya orang-orang yang telah memakai media sosial ini, membuat beberapa orang mencoba memanfaatkannya sebagai alat penunjang promosi bisnis. Bahkan di kalangan kaum pebisnis online, pemasaran melalui instagram kini kian terkenal. Hal ini berkaitan langsung dengan maraknya pengguna instagram yang semakin hari semakin bertambah (Nisrina, 2015:129-130). 

Pengguna aktif instagram saat ini mencapai 90 juta pengguna, dari banyaknya antusias pengguna instagram tersebut, maka banyak pebisnis menggunakan media instagram sebagai media komunikasi pemasarannya, terbukti dari sebuah studi yang dilakukan oleh Simply Measured, terungkap bahwa sebanyak 54 persen dari brand ternama telah mengadopsi instagram sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka, untuk instagram membantu memberikan sentuhan pribadi melalui sajian visual yang menarik dan bervariasi. Sehingga dengan menggunakan instagram pun akan dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan bisnis dan membangun interaksi dengan calon pelanggan. Bukan hanya pengusaha besar yang dapat mempromosikan barang dagangnya menggunakan instagram tetapi pengusaha kecil pun juga bisa melakukannya agar brand mereka dapat dikenal oleh masyarakat. (http://www.beritateknologi.com, 6 Juni 2015, 22:15 Wib)

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pola Penggunaan Media Sosial dalam Meningkatkan Kepuasan Penjualan di Toko Online Goldies Hijab

Admin Add Comment
Pola Penggunaan Media Sosial dalam Meningkatkan Kepuasan Penjualan di Toko Online Goldies Hijab

Penelitian ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut: bagaimana pola penggunaan media sosial dalam meningkatkan kepuasan penjualan di toko online goldies hijab? Data penelitian ini keseluruhan diperoleh dan dihimpun melalui kuisioner, observasi dan dokumentasi (data-data tertulis) yang kemudian dianalisis dengan mengunakan metode deskriptif statistik kemudian kesimpulannya diambil melalui teknik kuantitatif, dengan pola pikir deduktif. 

Hasil penelitian ini menyimpulkan : Pertama, apabila dilihat dari awerness, pola penggunaan media sosial dalam meningkatkan kepuasan penjualan di toko online goldies hijab pada kategori netral sebanyak 50 responden atau sebesar 50%, hal ini dikarenakan pola penggunaan media sosial memiliki dampak negatif kepada importir dan berdampak positif terhadap penjual karena keuntungan naik. Sedangkan sebanyak 45 responden atau sebesar 45% berkategori positif karena berdampak negatif jika dilakukan. Dan sebanyak 5 responden atau sebesar 5% berkategori negative, karena pola penggunaan media sosial tidak memiliki dampak negatif jika tidak dilakukan. 

Kedua, apabila dilihat dari interest, pola penggunaan media sosial dalam meningkatkan kepuasan penjualan di toko online goldies hijab pada kategori netral sebanyak 40 responden atau sebesar 40%, hal ini dikarenakan pola penggunaan media sosial memiliki dampak negatif kepada material atau bahan produksi dan berdampak positif terhadap produksi karena orderan meningkat. Sedangkan sebanyak 55 responden atau sebesar 55% berkategori Vol 1, No 1 Juni 2017 Halaman 22 - 36 23 positif karena berdampak negatif jika dilakukan. 

Pola Penggunaan Media Sosial dalam Meningkatkan Kepuasan Penjualan di Toko Online Goldies Hijab
Dan sebanyak 5 responden atau sebesar 5% berkategori negative, karena pola penggunaan media sosial tidak memiliki dampak negatif jika tidak dilakukan. Ketiga, apabila dilihat dari desire, pola penggunaan media sosial dalam meningkatkan kepuasan penjualan di toko online goldies hijab pada kategori netral sebanyak 65 responden atau sebesar 65%, hal ini dikarenakan pola penggunaan media sosial memiliki dampak negatif terhadap keinginan memiliki suatu produk dan berdampak positif terhadap keinginan menjul sebuah produk. Sedangkan sebanyak 33 responden atau sebesar 33% berkategori positif karena berdampak negatif jika dilakukan. Dan sebanyak 2 responden atau sebesar 2% berkategori negative, karena pola penggunaan media sosial tidak memiliki dampak negatif jika tidak dilakukan. 

Keempat apabila dilihat dari action, pola penggunaan media sosialdalam meningkatkan kepuasan penjualan di toko online goldies hijab. Pada kategori netral sebanyak 56 responden atau sebesar 56%, hal ini dikarenakan pola penggunaan media sosial memiliki dampak negatif terhadap tindakan pembeli dan berdampak positif terhadap tindakan menjual. Sedangkan sebanyak 44 responden atau sebesar 44% berkategori positif karena berdampak negatif jika dilakukan. Dan sebanyak 0 responden atau sebesar 0% berkategori negative, karena pola penggunaan media sosial tidak memiliki dampak negatif jika tidak dilakukan.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

STRATEGI PROMOSI PENJUALAN ONLINE LAZADA

Admin Add Comment

STRATEGI PROMOSI PENJUALAN ONLINE LAZADA
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi penjualan melalui media online website yang dilakukan oleh lazada Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan melaui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah pimpinan dan karyawan lazada Indonesia yang berkantor pusat di Menara Bidakara 1 lantai 16 jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi promosi penjualan melalui media online website lazada.co.id ini melakukan pemasaran online dengan cara menciptakan website untuk interaksi konsumen dan proses perdagangan elektronik, merancang website yang efektif agar mudah digunakan oleh konsumen, menggunakan email dalam menyebarkan informasi promosi penjualan, dan melakukan promosi penjualan secara online melalui website lazada.co.id. Aktivitas promosi penjualan melaui media online website yang dilakukan lazada Indonesia merupakan suatu bentuk komunikasi terhadap konsumen dalam perdagangan elektronik (e-commerce). Kegiatan aktivitas tersebut diantaranya tahap awal perencanaan, pelaksanaan dan tahap akhir evaluasi. Alat promosi penjualan yang digunakan lazada diantaranya adalah lazada menggunakan alat promosi diskon, voucher, flash sales, special offer from partner, dan melakukan kegiatan pameran dagang. Berdasarakan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi promosi penjualan yang dilakukan lazada Indonesi melaui media online website merupakan alat promosi penjualan utama yang digunakan lazada Indonesia dalam melakukan perdagangan elektronik (e-commerce).
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Via Internet Pada Toko Online

Admin Add Comment

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN VIA INTERNET PADA TOKO ONLINE


Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian via internet pada  Toko  Online.  Perkembangan  teknologi  informasi  yang  begitupesat  termasuk  internet  membawa dampak yang besar bagi segala aspek, tidak terkecuali perkembangan dunia bisnis dan pemasaran. Hal ini tidak  aneh  mengingat  jumlah  pengguna  internet  yang  terus tumbuh  pesat  dapat  menjadi  sebuah  pasar yang  potensial  untuk  dimasuki  para  pebisnis.  Di  lain  pihak,  praktik e-commerce dan  e-bisnis  ternyata mempunyai banyak keuntungan baik bagi perusahaan atau pun konsumen. 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya program periklanan, pemasaran melaui E-mail dan  Kepercayaan  konsumen  terhadap  pemrosesan  informasi  serta pengaruhnya  terhadap  Keputusan Pembelian  produk-produk  yang  dijual  di  Toko  Online.  Penulisan  ini  menggunakan  metode  uji  validitas dan  relibilitas,  uji  normalitas,  uji  penyimpangan  asumsi  klasikseperti  uji  multikolinieritas  dan  uji heteroskedastisitas  dan  uji  regresi  linier  berganda  seperti  uji  t,  uji  f  dan  uji  korelasi  berganda  dan determinasi, Analisis model persamaan struktural (structural equestion metode).

Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  ini  adalahvariabel  program  periklanan menunjukkan  bahwa pengaruh   yang   besar   terhadap variabel pemprosesan   informasidengan   nilai   0,001   dan   variabel pemprosesan informasi mempunyai pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0,001. Mengindikasikan   bahwa   variabel   independenberpengaruh   signifikan   secara   positif   pada   tingkat signifikansi sebesar 5%.Kata 

Kunci : periklanan di Internet, keputusan pembelian, 

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Dengan adanya internet sebuah paradigm  baru  ekonomi  telah  lahir.  Dunia maya terbentuk seiring dengan berkembangnya   teknologi   internet,   tidak terkecuali  perkembangan  dunia  bisnis  dan pemasaran.  Sekarang  sudah  banyak  orang yang  memanfaatkan  internet  sebagai  media pemasaran  dan  bisnis.  Hal  ini  tidak  aneh mengingat  jumlah  pengguna  internet  yang terus    bertumbuh    pesat    dapat    menjadi sebuah pasar yang potensial untuk dimasuki para   pebisnis. Di   lain   pihak,   praktik e-commerce dan e-bisnis ternyata mempunyai banyak  keuntungan  baik  bagi  perusahaan ataupun konsumen.

E-commerce lebih dari sekedar membeli dan menjual produk secara online. E-commerce meliputi  seluruh  proses  dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman,   pelayanan,   dan   pembayaran para   pelanggan,   dengan   dukungan   dari jaringan  para  mitra  bisnis  di  seluruh  dunia. Sistem e-commerce sangat bergantung pada sumber  daya  internet  dan  banyak  teknologi informasi  lainnya  untuk  mendukung  setiap proses ini.

Selain   alasan   untuk   pengembangan bisnis,  penggunaan  sumber  daya  internet dikarenakan jumlah potensial dari pengguna  internet  di  seluruh  dunia  yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Dari   tahun   2000-2011   terlihat   pada data  di  atas  bahwa  pertumbuhan  pengguna internet  di  Dunia  mengalami  pertumbuhan sebesar  528,1%.  

Dari  jumlah  penduduk  di Dunia  yaitu  6.930.055.154  sebesar  32,7% telah   menggunakan   internet,   ini   berarti sebagian  orang  di  dunia  sudah  mengenal internet   atau   sudah   menjadi   gaya   hidup sehari-hari


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Bagaimana Memulai Uji Regresi

Add Comment

Bagaimana Memulai Uji Regresi


nah, sobat sekalian yang telah menentukan uji apa yang akan digunakan untuk menguji hipotesa penelitian tentunya bertanya-tanya "langkah apa selanjutnya". Oh iya, buat kalian yang masih belum paham bagaimana menentukan metode pengujian hipotesa, misalkan pakai Anova kah, pakai regresi, pakai T-Tes atau pakai yang lainnya mungkin bisa membaca artikel kami yang berjudul "Bagaimana Memulai Proses Olah Data Statistik" dengan >>KLIK INI<< .

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang regresi, bagaimana memulainya. Buat kalin yang orang sosial atau ekonomi paling sering pakai uji ini. Akan tetapi, terkadang kita agak dibuat bingung, pilih regresi atau korelasi ya?? Korelasi dan regresi keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Setiap regresi pasti ada korelasinya, tetapi korelasi belum tentu dilanjutkan dengan regresi. Korelasi yang tidak dilanjutkan dengan regresi, adalah korelasi antara dua variabel yang tidak mempunyai hubungan kasual/sebab akibat, atau hubungan fungsional. Untuk menetapkan kedua variabel mempunyai hubungan kusal atau tidak, maka harus didasarkan pada teori atau konsep-konsep tentang dua variabel tersebut.

Sebagai contoh kita ingin mengetahui apa hubungan antara promosi dengan penjualan, dapat dikatakan sebagai hubungan yang kausal, hubungan antara leadership dengan Employee satisfaction dapat dikatakan hubungan yang fungsional, hubungan antara jerawat pada wajah  dengan jumlah  jumlah pacar bukan merupakan hubungan kausal maupun fungsional.

Kita gunakan analisis regresi bila kita ingin mengetahui bagaimana variabal dependen/kriteria dapat diprediksikan melalui variabel independen atu variabel prediktor, secara individual. Dampak dari penggunaan analisis regresi dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel dependen dapat dilakukan melalui menaikan dan menurunkan keadaan variabel independen, atau meningkatkan keadaan variabel dependen dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel independen/dan sebaliknya.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

EFEKTIFITAS MARKETPLACE DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PEMASARAN DAN PENJUALAN PRODUK BAGI UMKM DI JAWA TIMUR

Admin Add Comment
EFEKTIFITAS MARKETPLACE DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PEMASARAN DAN PENJUALAN PRODUK BAGI UMKM DI JAWA TIMUR

Kehadiran marketplace sekarang ini banyak membantu kebutuhan masyarakat. Apa saja ada di marketplace. Anda baru pindah rumah dan membutuhkan furniture penting, Anda bisa menemukan beragam variasi furnitur dengan harga yang bersaing. Tidak hanya furniture, ada pula kebutuhan primer seperti fashion, makanan hingga kebutuhan daily. Misalnya membeli tiket bioskop, membayar pulsa, bayar rekening PDAM hingga membeli pulsa. Semua itu bisa dilakukan dengan bantuan marketplace. Melihat betapa banyak aktivitas dihabiskan menggunakan marketplace sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, inilah yang membuat marketplace ini diburu. Tidak hanya oleh pengguna tapi juga investor. Antusias masyarakat semakin meninggi karena didukung infrastruktur yang memadai dan akses yang mudah. Badan Koordiansi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan nilai investasi di sektor pasar digital pada 2017 mencapai USD 5 miliar. Hal ini menjadikan marketplace sebagai sektor ekonomi yang paling diburu saat ini (Outletz.ID, 2018).
marketplace memiliki peran sebagai pihak yang mempertemukan antara penjual dengan pembeli pada website mereka. Beberapa situs e-commerce seperti Blibli dan Blanja merupakan contoh situs yang mengkurasi penjualnya. Adapula yang bebas membuka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi penjual, seperti elevenia, Tokopedia, dan Bukalapak. Model seperti inilah yang disebut dengan marketplace. Dengan mengusung konsep marketplace, e-commerce bisa berkembang dengan cepat. Akan tetapi konsep seperti ini juga dapat menjadi bumerang apabila tidak berhati-hati. Melihat manfaat dan keuntungannya yang luas, sudah tentu penggunaan marketplace akan banyak bermanfaat dan membantu tumbuh kembangnya pelaku usaha kecil yang memiliki produk berpotensi dan dibutuhkan oleh pasar. 

EFEKTIFITAS MARKETPLACE DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PEMASARAN DAN PENJUALAN PRODUK BAGI UMKM DI JAWA TIMUR
Berubahnya perilaku berbelanja penduduk Indonesia mulai tahun 2011 hingga sekarang membuat semakin pesatnya pertumbuhan marketplace di negara Indonesia. Konsumen cenderung menyukai belanja online karena cenderung lebih praktis, modern, dapat dilakukan setiap waktu tanpa harus susah melakukan mobilitas keluar rumah ketika membutuhkan barang yang diinginkan. Sudah tentu hal ini merupakan peluang bagus bagi sebagian besar pelaku usaha kecil untuk ikut berperan aktif dalam menawarkan barang dagangan mereka menggunakan marketplace di Indonesia. Tentunya kondisi ini memberikan peluang dan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku usaha yang ingin menjajakan barang mereka pada marketplace yang telah memiliki reputasi bagus di Indonesia. Menurut pemaparan Handayani (2017) membahas mengenai peran e-commerce yang menunjang berkemban

gnya kegiatan perdagangan secara online memlalui keputusan pembelian yang dilakukan oleh konusmen, pada kesempatan lain Majid (2017) penerapan e-commerce di Indonesia dipandang dari sudut persepsi dan kepercayaan konsumen dalam melaksanakan transaksi secaca online pada beberapa marketplace terkemuka di Indonesia. Sedangkan Harlipan (2017) mengupas melalui penelitiannya tentang perbandingan interface antara dua kekuatan marketplace Indoensia yaitu Bukalapak dan Tokopedia dalam menunjang aktivitas belanja secara online. Dan yang terkahir adalah penelitian yang dilakukan oleh Sally (2017) mengenai nilai-nilai effort expectancy, trust, dan experience dalam menunjang satisfaction dan online repurchase intention pada konsumen mobile aplikasi Shopee di kota Surabaya


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH STRATEGI PEMASARAN MELALUI SOSIAL MEDIA DAN REVIEW PRODUK PADA MARKETPLACE SHOPEE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

Admin Add Comment
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN MELALUI SOSIAL MEDIA DAN REVIEW PRODUK PADA MARKETPLACE SHOPEE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

Perkembangan teknologi komunikasi masa kini menyuguhkan media komunikasi yang semakin variatif. Dahulu kita hanya mengenal media komunikasi seperti radio, televisi dan media cetak. sehingga dengan perkembanng zaman kebutuhan manusia akan informasi menyebabkan semakin meningkat pula perkembangan teknologi dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi. Dengan kemajuan dibidang teknologi informasi serta komunikasi sekarang ini, dunia tidak lagi mengenal batas, jarak, ruang dan waktu. ( Fitri Margaretha,2017) 

Internet terus berkembang hingga saat ini bahkan masyarakat menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan, salah satunya yaitu kegiatan pembelian atau berbelanja barang ataupun jasa secara online, perdagangan elektronik, yang disebut juga e-commerce adalah penggunaan jaringan komunikasi dan komputer untuk melakukan proses bisnis. ( Fitri Margaretha,2017)

Dari data yang diambil dari APJII (Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia) menunjukan bahwa penggunaan internet dari tahun 2013 mengalami kenaikan yang cukup signifikan sampai saat ini dan diperkirakan akan mengalami kenaikan terus menerus.

Dari data yang diambil dari APJII (Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia) pemanfaatan internet dibidang gaya hidup sosia media menduduki peringkat pertama dengan presentase 87,13% . itu menunjukan bahwa kebanyakan masyarakat mengakses internet digunaakan untuk mengakses media sosial. Media sosial mempunyai peranan yang penting di dalam dunia bisnis khususnya dibidang pemasaran dan menjadi salah satu media yang dapat dengan sangat cepat menyebarkan sebuah informasi. 

Media sosial tidak hanya menjadi sebuah tempat untuk menunjukan diri atau mengekspresikan diri terhadap dunia luat, namun juga sebagai tempat untuk mendapatkan banyak informasi. Berbagai macam media sosial yang muncul saat ini dimanfaatkan konsumen untuk mendapatkan informasi. ( Putri, 2016 ).

Semakin meningkatnya konsumen pembeli online membuat banyak pebisnis beralih menjadi membuka bisnis online. Terhitung dari 2011 menurut data yang di keluarkan kemenkominfo yang menjelaskan bahwa indonesia saat ini menjadi salah satu raksasa bisnis online dibagian Asia Pasifik. ( Solechah, 2017). Tren pembelian online mulai diminati karena proses pembelian online tidak serumit dengan proses pembelian offline (toko). Dengan berbelanja online dapat menghemat waktu, menghemat biaya dan memudahkan kita dalam melakukan transaksi pembelian dan pembayarannya. ( Kotler dan Keller 2009) 

Generasi saat ini, yang biasa disebut sebagai generasi milenia lebih tertarik untuk melakukan pembelian melalui E-commerce. E-commerce adalah kegiatan melakukan transaksi bisnis secara online melalui media internet dan perangkatperangkat yang terintregasi dengan internet (Laudon et al, 2012). E-commerce merupakan hasil dari perkembangan tren di lingkungan masyarakat sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan cara yang lebih efektif dan efisien. ( Margaretha,2017 ) 

Menurut Bank Indonesia yang dikutip dalam situs berita CNN Indonesia, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2014 mencapai US$2,6 miliar atau setara dengan Rp 34,9 Triliun dan diharapkan akan terus naik di tahun-tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar e-commerce di Indonesia terbilang sangat prospektif, mengingat hal tersebut ditunjang oleh semakin bertumbuhnya jumlah pengguna internet aktif di Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan banyaknya situs e-commerce yang bermunculan dan terus berkembang Perkembangan e-commerce di Indonesia juga membawa dampak positif terhadap petumbuhan bisnis internet lainnya seperti sector travel, kesehatan, dan sebagainya. 

Dalam seminar yang diselanggarakan oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), mengungkapkan bahwa pertumbuhan e-commerce Indonesia di tahun 2016 akan tetap menjadi primadona karena dilihat dari pasar yang menjanjikan, peningkatan jumlah pengguna internet, dan bisnis yang mudah dijalankan ( Pratiwi, 2014 ).

PENGARUH STRATEGI PEMASARAN MELALUI SOSIAL MEDIA DAN REVIEW PRODUK PADA MARKETPLACE SHOPEE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
Di Indonesia, ada perusahaan e-commerce yang menerapkan bentuk consumer to consumer (C2C) yaitu suatu aktivitas jual beli produk atau jasa yang menyediakan Marketplace dan Mall online bagi konsumen untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian secara online. Pengguna dapat menampilkan barang dagangannya di situs C2C agar pengguna lainnya dapat melihat dan tertarik untuk membeli. Contoh bisnis C2C di Indonesia adalah Shopee, Elevenia, Tokopedia, Bukalapak, Carousell, dan OLX. ( Margaretha,2017 ) 

Seiring dengan maraknya pengguna internet dan aplikasi digital membuat e-commerce mulai dilirik para investor. Salah satu aplikasi Marketplace yang sedang marak digunakan adalah Shopee. Shopee adalah satu dari banyak pihak yang memanfaatkan peluang bisnis e-commerce dengan meramaikan segmen mobile Marketplace melalui aplikasi mobile mereka untuk mempermudah transaksi jual beli melalui perangkat ponsel. Secara general, Shopee sendiri memposisikan dirinya sebagai aplikasi Marketplace.( Indah, 2018)

Perusahaan Shopee juga menyediakan aplikasi yang memudahkan penggunanya untuk membeli ataupun menjual produk hanya dengan mengunggah foto dan menuliskan deskripsi produk melalui smartphone yang dimiliki. Pembeli juga dimudahkan dengan sistem pencarian produk yang lengkap dengan berbagai kategori serta trending hastag. Shopee jugamenyediakan informasi yang lengkap mengenai reputasi penjual sehingga konsumen bebas membandingkan dan memilih. ( Indah, 2018 )
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA

Add Comment

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA


Pendahuluan
Perkembangan teknologi telahmempermudah banyak hal diberbagai bidangsalah satunya pada bidang ekonomi.Dalambidang ekonomi internet menjadi salah satumedia transaksi yang mempermudah pelakuekonomi dalam menjalankan bisnis merekasehingga faktor jarak dan waktu tidak lagimenjadi suatu permasalahan.Hal tersebutmembuat banyak pelaku ekonomi mulaigencar menjadikan internet sebagai salahsatu penunjang kegiatan bisnis mereka.Selaindapat menjalin hubungan bisnis denganpelanggan secara lebih luas dan efisien,pelaku ekonomi juga dapat memangkasbiaya-biaya yang seharusnya dikeluarkan.Hal inilah yang disadari sebagai peluangyang baik dalam menawarkan barang dan jasakepada para konsumen melalui internet dalampengaksesannya.

Perkembangan teknologi internetmempermudah masyarakat untuk berbelanja.Konsumen tidak perlu lagi untuk mendatanganpusat perbelanjaan atau took untuk berbelanja,namun cukup dengan menggunakan gawai(gadget)konsumen bisa berbelanja denganmengunjungi berbagai situs web yang seringdisebut dengan online shopping. Onlineshopping membuat kita semakin mudahberbelanja tanpa menghabiskan waktu dantenaga karena kemudahan inilah membuatonline shopping semakin diminati.Melaluionline pembeli dapat melihat berbagaiproduk yang ditawarkan melalui web yangdipromosikan oleh penjual.Online shoppingmemungkinkan pembeli dan penjual untuktidak bertatap muka secara langsung, sehinggahal ini memungkinkan penjual memilikikesempatan mendapatkan pembeli dari luarnegeri.

 Sejak awal tahun 2012 perkembanganbelanja online di Indonesia berkembangdengan pesat dan cepat.Meskipun banyakyang mengatakan pembelian online sangathigh risk dalam pembayaran yang dilakukansebelum pengiriman barang, namun denganberbagai testimoni yang dimunculkan olehpihak penjual dapat meyakinkan pembeli. Kemudahan pembayaran juga sangatmemudahkan dalam berbelanja melalui onlineshop.Pembeli cukup didepan komputer ataugadget barang akan tiba sendirinya melaluijasa pengiriman. Berkembangnya e-commercebeserta kemudahan dalam pembayaranmemengaruhi keputusan pembelian onlinepada masyarakat, khususnya mahasiswa.

Ada beberapa faktor yang digunakanmahasiswa dalam melakukan pembelian secaraonline, diantaranya adalah kepercayaan, gayahidup, kemudahan dan kualitas informasi.Bertransaksi secara online memiliki kepastiandan informasi yang tidak simetris.Oleh sebabitu harus ada rasa saling percaya antara penjualdan pembeli Gefen (2002).Kepercayaankonsumen akane-commerce merupakansalah satu factor kunci melakukan kegiatanjual beli secara online Koufaris dan Sosa(2004). Kemudian kemudahan (ease of use)Davis (1989) mendefinisikan percieved easeof use sebagai keyakinan akan kemudahanpenggunaan, yaitu tingkatan dimana userpercaya bahwa teknologi/sistem tersebutdapat digunakan dengan mudah dan bebasdari masalah.Kualitas informasi (informationquality)yang didefinisikan sebagai persepsipelanggan terhadap kualitas informasi tentangproduk atau layanan yang disediakan olehsebuah website.Semakin berkualitas informasiyang diberikan kepada pembeli online, makaakan semakin tinggi minat pembeli onlineuntuk membeli produk tersebut Park dan Kim(2003)

Menurut Pavlou dan Geffen dalampenelitian Baskara dan Hariyadi (2014) faktoryang sangat penting yang bisa mempengaruhipembelian online adalah kepercayaan.Kepercayaan menjadi faktor kunci dalamsetiap transaksi jual beli secara online.Dengan adanya kepercayaan maka konsumenakan melakukan pembelian, karena pembeliansecara online sangatlah berbeda denganpembelian tradisional. Dalam pembelianonline pembeli tidak dapat menyentuh bahanpakaian dan hanya bisa melihat melaluigambar yang tersedia pada toko online.




PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN

Admin Add Comment
PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SO
CIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN


1. Latar Belakang 

Menyusul perbaikan perekonomian dalam negeri pada tahun 2010 lalu, membawa dampak positif bagi industri semen. Sebab ditengah pemulihan ekonomi, sejumlah proyek properti dan infrastruktur kembali berjalan. Secara umum produk semen di dalam negeri dikonsumsi mayoritas oleh segmen residensial, karena di Indonesia masih cenderung kalau perekonomi tumbuh, masyarakat ingin memperbaiki rumahnya. (www.datacon.co.id). 

Menurut Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono (2011), memperkirakan total penjualan semen domestik akan mencapai sekitar 45-46 juta ton di 2011, naik 15% dibanding tahun lalu. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) hingga akhir semester I 2011, Semen Gresik Group (SMGR) menjadi pemimpin pasar domestik dengan pangsa 43,2%. Semen Gresik Group mencakup PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa. Di posisi kedua, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), produsen semen merek Tiga Roda, yang memiliki kapasitas produksi 18,6 juta ton tercatat menguasai 30,9% pasar semen domestik. Selanjutnya PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) di posisi ketiga dengan pangsa 13,6%, dimana saat ini Holcim memiliki kapasitas produksi 8,5 juta ton (duniaindustri.com). 

Mengingat besarnya kebutuhan semen di dalam negeri, perusahaan industri semen melakukan penambahan kapasitas untuk mengantisipasi permintaan yang diperkirakan akan terus meningkat seiring perekonomian yang tumbuh. Diharapkan dengan tingginya permintaan tersebut akan dapat meningkatkan pendapatan penjualan sehingga laba yang akan diperoleh perusahaan akan semakin besar. Tujuan utama dari kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba, karena laba sangat berperan dalam menjaga kelangsungan hidup perusahaan sesuai dengan prinsip going concern. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya dengan mengelola aktivitas bisnisnya secara efektif, efisien, dan ekonomis. 

Berikut ini tabel yang menggambarkan profitabilitas yang diperoleh perusahaan industri semen yang diukur dengan Return On Asset (ROA) dan Net Proftit Margin (NPM) dan diteliti oleh penulis dari tahun 2008 sampai dengan 2010, yaitu perusahaan industri semen yang menguasai pangsa pasar domestik dan juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) , yaitu sebagai berikut :
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Implementasi CSR terhadap Kesejahteraan Hidup Masyarakat

Admin Add Comment
Implementasi CSR terhadap Kesejahteraan Hidup Masyarakat (lengkap sampai daftar pustaka)

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah kesepakatan dari World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johannesburg Afrika Selatan 2002 yang ditujukan untuk mendorong seluruh perusahaan di dunia dalam rangka terciptanya suatu pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Peranan CSR dapat dipandang sebagai upaya untuk mewujudkan good corporate governance, good corporate citizenship dan good business ethics dari sebuah entitas bisnis. Sehingga perusahaan tidak cukup hanya memikirkan kepentingan shareholder (pemilik modal), tetapi juga mempunyai orientasi untuk memenuhi kepentingan seluruh stakeholders (Lihat, misalnya: Amba-Rao, 1993; Anderson, Jr., 1989; Kim, 2000; dan Raynard & Forstater, 2002).

Tanggung jawab sosial perusahaan cara yuridis telah dinyatakan sebagaimana dalam Undang-undang No. 40 Tahun 2007, tentang Perseroan Terbatas, Bab V, Pasal 74. Dalam pasal tersebut dijelaskan tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan atas eksistensinya dalam kegiatan bisnis. Dewasa ini, menghadapi dampak globalisasi, kemajuan informasi teknologi, dan keterbukaan pasar, perusahaan harus secara serius memperhatikan CSR. 

Untuk melindungi perusahaan dari berbagai risiko tuntutan hukum, kehilangan partner bisnis maupun risiko terhadap citra perusahaan (brand risk) tidak cukup hanya taat kepada peraturan perundang-undangan. Tekanan secara nasional dan internasional sedang dan terus akan berlanjut untuk mempengaruhi perilaku bisnis korporasi. Tekanan ini datang antara lain dari para pemegang saham, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), partner bisnis (terutama dari negara yang komunitas bisnisnya peka terhadap CSR) dan advokat yang memperjuangkan kepentingan publik (public inter est lawyers).(Lihat Aupplerle, 1990; Baron, 1996; dan Drucker, 1984). Dalam hal ini CSR merupakan komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Untung, 2008:1). 

Secara implementatif, perkembangan CSR di Indonesia masih membutuhkan banyak perhatian bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat luas dan perusahaan. Di antara ribuan perusahaan yang ada, diindikasikan belum semua perusahaan benar-benar menerapkan konsep CSR dalam kegiatan perusahaannya. CSR masih merupakan bagian lain dari manejemen perusahaan, sehingga keberadaannya dianggap tidak memberikan kontribusi positif terhadap kelangsungan perusahaan. Padahal sesuai dengan UU yang ada, keberadaan CSR melekat secara inherent dengan manajemen perusahaan, sehingga bidang kegiatan dalam CSR pun masih dalam kontrol manejemen perusahaan (Freemand, 1984). Lebih jauh lagi dalam lingkungan bisnis perusahaan, masyarakat di sekitar perusahaan pada dasarnya merupakan fihak yang perlu mendapatkan apresiasi. Apresiasi ini dapat diwujudkan dalam bentuk peningkatan kesejahteraan hidup mereka melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh kegiatan CSR perusahaan. Hal ini karena perusahaan dan masyarakat pada dasarnya merupakan kesatuan elemen yang dapat menjaga keberlangsungan perusahaan itu sendiri. 

Hal tersebut tentunya sangat jauh dari harapan dan tujuan ideal dari peranan CSR perusahaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Menurut Kim (2000) praktek CSR perusahaan dapat diidentifikaskan dalam berbagai tujuan, yakni hukum, ekonomi, moral, dan filantropi. Namun demikian, tujuan tersebut masih dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi aktual di masyarakat terkait dengan tekanan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Salah satu tujuan CSR yang sangat urgen khususnya di negara sedang berkembang adalah peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Oleh karena itu penerapan CSR di Indonesia pada dasarnya dapat diarahkan pada penguatan ekonomi rakyat yang berbasis usaha kecil dan menengah serta peningkatan kualitas SDM masyarakat melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. 

PT. Batamindo Investement Cakrawala (PT. BIC) merupakan salah satu perusahaan Penanaman Modal Asing yang berlokasi di Batam, Indonesia bergerak di bidang penyediaan dan pelayanan kawasan industri secara internasional. Sejak diresmikan pada tanggal 28 Februari 1990, kini PT. BIC telah mampu menghadirkan puluhan perusahaan asing (seperti Jepang, Eropa, USA, Korea, Taiwan, dan Singapura) beroperasi di Indonesia. 

Jenis industri yang ada umumnya adalah komponen ICT, peralatan presisi, pengepakan, farmasi, pencetakan plastik dengan berbagai jenis produk. Keberadaan industri-industri tersebut telah mampu menyerap lapangan kerja domestik kurang lebih 200 ribu tenaga kerja. Sedangkan manajemen PT. BIC sendiri memiliki tenaga kerja sekitar 500 orang. Sadar akan tugas dan tanggung jawab sosial seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang, PT. BIC secara kontinyu dan terprogram telah menerapkan konsep CSR dalam implementasi manajemen usahanya. Secara garis besar, strategi pelaksanaan CSR PT. BIC mencakup beberapa wilayah yang ada di sekitar perusahaan. 

Cakupan wilayah ini dibagi ke dalam 3 ring (zona), yakni ring I meliputi daerah-daerah di sekitar perusahaan, ring II merliputi daerah-daerah di luar ring I, dan ring III meliputi daerah-daerah di luar ring I dan ring II. Strategi pengembangan berdasarkan wilayah ini juga ditunjang oleh berbagai jenis kegiatan yang sesuai dengan karakteristik kegiatan masing-masing daerah, seperti layanan publik di bidang kesehatan, keagamaan dan pendidikan. Namun demikian disadari bahwa dinamika perkembangan lingkungan perusahaan berjalan sedemikan cepat, sehingga membutuhkan berbagai inovasi dan kreasi kegiatan CSR yang mampu dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Dinamika lingkungan perusahaan tersebut seperti adanya tuntutan otonomi daerah, sehingga harapan/cita-cita kesejahteraan masyarakat menjadi semakin tinggi. Padahal kemampuan pemerintah daerah masih dibatasi oleh keterbatasan anggaran daerah untuk pembangunan secara menyeluruh. 

Di sinilah peran CSR perusahaan, khususnya PT. BIC, untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial di luar kegiatan pokok perusahaan, agar kepentingan masyarakat luas dapat terpenuhi semaksimal mungkin, sehingga kesejahteraan hidup mereka dapat mengalami kenaikan. Salah satu elemen penting dalam kesejahteraan hidup tersebut adalah adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan. Dalam hal ini peran manajemen sangat penting dalam upaya untuk memformulasikan berbagai program dan kegiatan dalam CSR PT. BIC, sehingga terjadi hubungan simbiosis mutualisme antara perusahaan dan masyarakat luas. Pada akhirnya berbagai program kegiatan dalam kegiatan CSR PT. BIC diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan sebuah kajian tentang dampak implementasi program CSR terhadap kesejahteraan hidup masyarakat.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

.