.

ANALISIS SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING PADA PROSES PENYALURAN PRODUK PEMBIAYAAN MURABAHAH DI PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK KANTOR CABANG KEDIRI

Admin Add Comment

ANALISIS SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING PADA PROSES PENYALURAN PRODUK PEMBIAYAAN MURABAHAH DI PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK KANTOR CABANG KEDIRI
BAB II KAJIAN TEORI 


A. Pemasaran Bank 
1. Pengertian Pemasaran dan Pemasaran Bank 
Menurut Kotler dan Kevin Lane Keller, pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial, dimana individu-individu dan kelompokkelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain. 

Pemasaran bank adalah suatu proses untuk menciptakan dan mempertukarkan produk atau jasa bank yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah dengan cara memberikan kepuasan. Bank sebagai lembaga keuangan yang menghasilkan jasa keuangan juga membutuhkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya. Dampak dari perubahan teknologi juga berdampak positif terhadap perkembangan dunia perbankan. Produk yang ditawarkan kepada nasabahnya menjadi lebih cepat dan efisien. 

2 2. Tujuan Pemasaran Bank 

  1. Memaksimumkan konsumsi yaitu memudahkan dan meransang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang- ulang 
  2. Memaksimumkan kepuasan pelanggan melalui berbagi pelayanan yang dibutuhkan nasabah 
  3. Memaksimumkan pillihan (ragam produk) artinya bank menyediakan berbagai jenis produk bank sehinga nasabah memiliki beragam pilihan pula 
  4. Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan terhadap nasabah serta menciptakan iklim yang efisien. 
B. Segmentasi Pasar 

Agar sebuah perusahaan atau bisnis yang akan dijalankan dapat berhasil dengan baik, maka sebelumnya perlu melakukan strategi bersaing yang tepat yaitu dengan menentukan segmentasi pasar, menetapkan pasar sasaran (targeting), dan menentukan posisi produk (positioning). 

Dalam proses Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan segmentasi pasar. Prinsip dasar segmentasi pasar adalah bahwa pasar tidak homogen dan konsekuensinya, penawaran pemasaran perlu dibedakannya bagi kelompok pelanggan yang berbeda.

3 1. Pengertian Segmentasi Pasar 
Segmentasi pasar merupakan strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang berorientasi pada konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya perusahaan dibidang pemasaran dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien. Kebutuhan dan keinginan konsumen yang bermacam-macam menjadi pedoman bagi rancangan strategi pemasaran. Konsumen biasanya memperlihatkan preferensi dan prioritas produk yang berbeda-beda. Pada umumnya para konsumen menginginkan produk dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan mereka dengan harga yang bersaing. Dan perbedaanperbedaan inilah yang menciptakan segmen pasar. 

Segmentasi pasar artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok konsumen yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Segmentasi pasar perlu dilakukan mengingat di dalam suatu pasar terdapat banyak konsumen (pembeli) yang berbeda keinginan dan kebutuhannya oleh karena itu, setiap perbedaan memiliki potensi untuk menjadi pasar tersendiri. 

Untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan, tujuannya adalah agar segmentasi yang telah dilakukan tepat pada sasaran. Salah dalam menentukan variabel segmen maka akan berdampak pada gagalnya sasaran yang ingin dicapai. Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial. Berikut ini adalah variabel utama dalam menentukan segmentasi pasar konsumen menurut Philip Kotler, antara lain : 

a. Segmentasi Geografis 
Segmentasi yang membagi pasar menjadi unit geografis yang berbeda-beda yaitu terdiri dari:

  1. Bangsa 
  2. Kota 
  3. Iklim 
  4. Kabupaten 
  5. Daerah Otonomi 
b. Segmentasi Demografis Segmentasi yang membagi pasar menjadi berbagai kelompok berdasarkan variabel terdiri dari: 


  1. Usia 
  2. Jenis Kelamin 
  3. Siklus Hidup Keluarga
  4. Pendapatan 
  5. Pekerjaan 
  6. Pendidikan
  7. Agama 
  8. Ras dan Kebangsaan

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA USAHA DAGANG BATIK SATRIO MANAH TULUNGAGUNG

Admin Add Comment

PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA USAHA DAGANG BATIK SATRIO MANAH TULUNGAGUNG


BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Di zaman yang semakin maju ini perekonomian telah menjadi tolak ukur kemajuan negara. Perekonomian mulai di dominasi oleh teknologi informasi yang senantiasa menjawab kebutuhan-kebutuhan para pelaku bisnis. Aset ekonomi bukan lagi bersifat fisik, seperti gedung, mesin, dan alat-alat lainya. Tetapi bersifat mental intelektual, seperti citra merek, citra perusahaan, kredibilitas, dan persepsi pasar.

Perkembangan industri di Indonesia ditandai dengan ditetapkannya UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, dan juga telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.1 Semakin menjamurnya industri perdagangan menjadi peluang maupun tantangan bagi pelaku bisnis. Era globalisasi menuntut para pembisnis untuk mengambil keputusan dalam hal strategi yang tepat, agar dapat bersaing di lingkungan industri yang semakin ketat dan kompetitif. Keputusan tersebut menyangkut berbagai hal, termasuk manajemen. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah bagaimana cara mengembangkan sumber daya manusia agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja.

Dalam organisasi atau perusahaan, budaya tidak disiplin itu menjadi fenomena yang sudah tidak asing lagi. Mereka berfikir ketika salah satu dari mereka disiplin, tetapi karyawan lain banyak yang tidak disiplin, maka itu akan percuma, sehingga seseorang yang awalnya disiplin menjadi ikut-ikutan rekan kerjanya yang tidak disiplin. Hal ini yang menjadikan karyawan memiliki etos kerja yang rendah.

Ketidak disiplinan sudah banyak melekat di beberapa perusahaan, instansi-instansi, bahkan dalam birokrasi pemerintahan. Jadi sudah bukan hal yang asing lagi ketika kita berbicara tentang rendahnya kedisiplinan. Sebenarnya jika kita telisik lebih dalam, yang mengakibatkan ketidak disiplinanan kerja itu berawal dari rendahnya kesadaran masing-masing individu. Apabila masing-masing individu itu tidak memiliki tingkat kesadaran akan pentingnya kedisiplinan maka kemungkinan tingkat kedisiplinan dalam perusahaan akan semakin rendah, bahkan di organisasiorganisasi lain.

terhadap nilai-nilai atau aturan-aturan termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Karena ketika kita melakukan berbagai hal tanpa memperhitungkan waktu, maka kita akan menjadi pribadi yang kurang disiplin. Sebab sikap atau perilaku berkaitan dengan kepribadian, persepsi dan motivasi. Apabila dalam diri seorang karyawan tidak ditanamkan motivasi untuk menjadi seseorang yang lebih maju, maka itu akan berdampak pula bagi kinerja karyawan tersebut.

Kinerja merupakan hasil-hasil fungsi pekerjaan atau kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi karyawan atau pegawai seperti : motivasi, kecakapan, persepsi peranan dan sebagainnya .

 Motivasi dan sikap, saling berhubungan dengan kinerja karyawan, sebab sikap merupakan gambaran perilaku dan perbuatan pada diri seorang karyawan. Sehingga berpengaruh terhadap langkah yang hendak diambil oleh seorang karyawan tersebut baik dalam kedisiplinan maupun yang lainnya. Motivasi memang berperan besar dalam mendorong semangat kerja para karyawan, agar mereka mau bekerja keras untuk mewujudkan tujuan organisasi. Menurut pendapat Siagian, motif adalah keadaan kejiwaan yang mendorong, mengaktifkan, atau menggerakkan dan motif itulah yang mengarahkan dan menyalurkan perilaku, sikap, dan tindak tanduk seseorang

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGELOLAAN KARIR DAN KOMPENSASI BAGI PRODUKTIFITAS KARYAWAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH ASRI TULUNGAGUNG

Admin Add Comment

PENGELOLAAN KARIR DAN KOMPENSASI BAGI PRODUKTIFITAS KARYAWAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH ASRI TULUNGAGUNG
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG 


Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan di samping faktor yang lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan yang dikenal dengan manajemen sumber daya manusia (MSDM). Manajemen sumber daya manusia yang sering juga disebut dengan manajemen personalia oleh para penulis didefinisikan secara berbeda. Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai tujuan organisasi, dan masyarakat. Dengan kata lain, aktifitas yang dilakukan merangsang, mengembangkan, memotivasi, dan memelihara kinerja yang tinggi di dalam organisasi.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, penulis mendefinisikan SDM dengan keseluruhan penentuan dan pelaksanaan berbagai aktivitas, policy, dan progam yang bertujuan untuk mendapatkan tenaga kerja, pengembangan, dan pemeliharaan dalam usaha meningkatkan dukungannya terhadap peningkatan efektifitas organisasi dengan cara yang secara etis dan sosial dapat dipertanggung jawabkan. Aktivitas berarti melakukan berbagai kegiatan, misalnya melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan pengorganisasian, pengawasan pengarah, analisis jabatan, rekrutmen, seleksi, orientasi, memotivasi, dan lain-lain. Menentukan berbagai policy sebagai arah tindakan seperti lebih mengutamakan sumber dari dalam untuk mengisi jabatan yang kosong, memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mengisi jabatan dan lain-lain, dan progam seperti melakukan progamprogam pelatihan dalam aspek metode yang dilakukan, orang yang terlibat, dan lain-lain.

Tujuan MSDM sesungguhnya telah disinggung di atas, yaitu untuk meningktkan dukungan sumber daya manusia dalam usaha meningkatkan efektivitas organisasi dalam rangka mencapai tujuan. William B. Werther dan Keith Davis mengatakan: secara lebih operasional (dalam arti yang dapat diamati/diukur) untuk meningkatkan produktifitas pegawai, mengurangi tingkat absensi, mengurangi tingkat perputaran kerja, atau meningkatkan loyalitas para pegawai pada organisasi.

Sumber daya manusia dapat menciptakan efisiensi, efektivitas dan produktivitas perusahaan. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya insani dalam organisasi menjadi suatu hal yang sangat penting, bukan hanya menjadi tanggung jawab para pegawai atau karyawan, akan tetapi merupakan tanggung jawab pemimpin perusahaan.

Pengembangan SDM (sumber daya manusia), merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan organisasi, agar pengetahuan (knowledge), kemampuan (ability), dan keterampilan (skill) mereka sesuai dengan tuntunan pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan kegiatan pengembangan ini, maka diharapkan dapat memperbaiki dan mengatasi kekurangan dalam melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang digunakan oleh organisasi. Dengan demikian, pengembangan SDM merupakan sebuah cara efektif untuk menghadapi tantangan-tantangan, termasuk ketertinggalan SDM serta keragaman SDM yang ada dalam organisasi, perubahan teknik kegiatan yang disepakati dan perputaran SDM. Dalam menghadapi tantangan-tantangan diatas, unit kepegawaian/personalia/SDM dapat memelihara para SDM yang efektif dengan progam pengembangan SDM.

Pelatihan dan pengembangan merupakan satu kesatuan dan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai. Tetapi pelatihan dan pengembangan secara konseptual dapat juga mengubah sikap pegawai terhadap pekerjaan. Hal ini disebabkan pemahaman pegawai terhadap pekerjaannya juga berubah, karena sikap seseorang memiliki elemen-elemen kognitif yaitu keyakinan dan pengetahuan seseorang terhadap suatu objek tersebut sebagai akibat dari pengetahuan dan keyakinannya, dan kecenderungan tindakan terhadap objek tersebut, sehingga pengetahuan yang diperoleh akan dapat mengubah
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pelaksanaan Klaim Asuransi Kematian Pada Unit Link (Studi Pada PT. Sun Life Financial)

Admin Add Comment

Pelaksanaan Klaim Asuransi Kematian Pada Unit Link (Studi Pada PT. Sun Life Financial)
BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Setiap manusia mempunyai kekhawatiran tersendiri terhadap masa mendatang yang tidak bisa diprediksi tentang yang akan terjadi. Adanya kehidupan yang tidak kekal tersebut tidak akan memberikan rasa pasti. Adanya rasa ketakutan tentang ada atau tidak adanya jaminan untuk peristiwa yang tidak dapat diduga nantinya membuat orang-orang berusaha untuk meminimalkan resiko atas peristiwa yang tak tentu tersebut. 

Keadaan yang tidak kekal yang merupakan sifat alamiah tersebut mengakibatkan adanya suatu keadaan yang tidak dapat diramalkan lebih dahulu secara tepat, sehingga dengan demikian keadaan termaksud tidak akan pernah memberikan rasa pasti. Karena tidak adanya suatu kepastian tentu saja akhirnya sampai pada suatu keadaan yang tidak pasti pula. Keadaan yang tidak pasti tersebut dapat berwujud dalam berbagai bentuk dan peristiwa, yang biasanya selalu dihindari. Keadaan tidak pasti terhadap setiap kemungkinan yang dapat terjadi baik dalam bentuk atau peristiwa yang belum tentu menimbulkan rasa tidak aman yang lazim disebut sebagai resiko.

Pelaksanaan Klaim Asuransi Kematian Pada Unit Link (Studi Pada PT. Sun Life Financial)
Resiko yang dianggap akan mendatangkan kerugian atas kepentingankepentingan seseorang pada suatu ketika di masa sekarang dan yang akan datang, yang pada masa sebelumnya tidak dianggap merupakan suatu kepentingan yang dirisaukan keselamatannya, perlu mendapat perhatian, bagaimana supaya kepentingan-kepentingan itu tidak ditimpa kerugian.

Usaha dan upaya manusia untuk menghindari dan melimpahkan resikonya kepada pihak lain beserta pelimpahan sebagai suatu kegiatan itulah yang merupakan embrio atau cikal bakal perasuransian yang dikelola oleh perusahaan asuransi sebagai kegiatan ekonomi yang rumit sampai saat ini. 

Dari perkembangan-perkembangan yang ada pada zaman yunani pada abadabad sebelum masehi, perjanjian asuransi ditutup antara seorang pedagang dengan seorang yang meminjamkan uang karena perdagangan berkembang dengan pesatnya, maka timbullah perkumpulan tukang meminjamkan uang yang kemudian menjelma sebagai suatu perusahaan khusus untuk melayani kebutuhan para pedagang dalam menghadapi resiko dan khusus berkecimpung dalam dunia pertanggungan.

Dengan munculnya resiko-resiko baru, maka timbullah pula kepentingankepentingan baru yang perlu diusahakan melindunginya atau meberi jaminan atasnya dalam arti bahwa kepentingan-kepentingan baru yang perlu diusahakan melindunginya atau meberi jaminan atasnya dalam arti bahwa kepentingankepentingan yang baru ini memerlukan pertanggungan. Artinya bahwa orangorang, perusahaan-perusahaan yang menghadapi resiko yang baru mengharapkan bahwa kalau nanti pada suatu saat resiko itu sungguh-sungguh berubah menjadi suatu kenyataan yang menjadi suatu kerugian, maka dia tidak sendirian memikul kerugian itu bahkan ia mengharapkan ada pihak lain yang akan mengganti kerugiannya. Untuk itulah mereka memerlukan pertanggungan atas resiko-resiko baru ini.

Bidang peransuransian yang biasa dikenal dengan Asuransi sudah merupakan kebutuhan di dalam perkembangan masyarakat sekarang ini. Di dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia yang banyak mengalami kejadiankejadian yang tidak tentu atau resiko-resiko yang akan mengganggu jalannya kehidupan kita dan akan merugikan kita.

Dengan adanya asuransi tersebut maka kita dapat mengalihkan resiko itu kepada perusahaan yang bergerak di dalam bidang asuransi untuk menanggung resiko-resiko yang seharusnya kita tanggung sehingga dapat membantu kita mengurangi beban hidup kita. Resiko-resiko yang banyak dapat terjadi dalam kehidupan kita antara lain seperti kehilangan harta kekayaan, kehilangan nyawa, kecelakaan, kebakaran, kerusakan pada hasil pertanian, kecelakaan pada angkutan umum, angkutan laut, dan angkutan udara, dan lain sebagainya. 

Lembaga asuransi jiwa mempunyai faedah dengan tujuan utama ialah untuk menanggung atau menjamin seseorang terhadap kerugian-kerugian finansial. Berikut peranan serta tujuan asuransi dari segi masyarakat pada umumnya/sosial maupun segi pemerintah /publik:

Asuransi jiwa bisa memberikan keuntungan-keuntungan tertentu terhadap individu atau masyarakat, yaitu: 

  • Menentramkan kepala keluarga (suami/bapak), dalam arti memberi jaminan penghasilan, pendidikan, apabila kepala keluarga tersebut meninggal dunia. 
  • Dengan membeli polis asuransi jiwa dapat digunakan sebagai alat untuk menabung (saving). Pada umumnya pendapatan perbulan dari masyarakat masih sangat rendah, karena itu dalam praktek terlihat bahwa keinginan masyarakat untuk membeli asuransi jiwa sedikit sekali
  • Sebagai sumber penghasilan (earning power).  Ini dapat kita lihat pada negara-negara yang sudah maju, seseorang yang merupakan pekerja yang profesional dalam perusahaan akan diasuransikan oleh perusahaan dimana ia bekerja. Hal ini perlu dilaksanakan mengingat pentingnya posisi yang dipegangnya. Banyak sedikitnya akan mempengaruhi terhadap kehidupan perusahaan yang sedang berjalan. Seperti halnya seorang ahli atom atau nuklir akan dipertanggungkan jiwanya, bilamana ia meninggal dunia atau sakit, perusahaan wajib membayar ganti kerugian.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BMT DI TULUNGAGUNG

Admin Add Comment

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BMT DI TULUNGAGUNG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 


Manusia adalah modal utama yang sangat penting dalam suatu organisasi. Ia bertindak selaku subjek yang diperhatikan oleh pengusaha dan pimpinan perusahaan. Manusia memang berjiwa kompleks dan sangat pelik untuk dipahami karena sangat berbeda dengan mesin dan peralatan kerja lainnya. Masalah yang berhubungan dengan mesin dengan mudah dapat diperbaiki, tetapi masalah yang berhubungan dengan manusia atau pegawai dituntut untuk mengatasinya.

Untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kepegawaian dan sumberdaya manusia, perusahaan perlu menepatkan tenaga ahli dalam bidang hukum, manajemen dan psikologi.1 Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur yang sangat vital untuk mencapai tujuan organisasi. Terdapat dua alasan mengenai hal ini, pertama, sumber daya manusia memenuhi efisiensi dan efektivitas organisasi sumber daya manusia memproduksi barang dan jasa, mengawasi kualitas, memasarkan produk, mengalokasikan sumber daya finansial, serta menentukan seluruh tujuan dan strategi organisasi. Kedua, sumber daya manusia merupakan pengeluaran utama organisasi dalam menjalakan bisnis.

Akan tetapi sumber daya manusia tidak bisa disamakan dengan mesin yang setiap harinya harus bekerja dan apabila sudah rusak mesin itu akan dibuang. Manusia mempunyai emosi yang apabila emosi itu tertuju kepada hal yang positif maka akan memberikan hasil yang baik, begitu juga sebaliknya, apabila emosi manusia tertuju kepada hal yang negatif maka hasil yang diperoleh juga buruk. Hal inilah yang disebut dengan kecerdasan emosional.

Dalam proses pembentukan dan perkembangannya, karakter seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaan (nature). Secara psikologi perilaku berkarakter merupakan perwujudan dari Intelegent Quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual, Emosional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional, Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan spiritual yang dimiliki seseorang. Kecerdasan emosional seseorang yang bagus akan memberikan dorongan yang baik untuk menyikapi pekerjaan yang dihadapinya, dan akan memberikan produktifitas yang baik untuk perusahaan.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan belajar berdasarkan pada kecerdasan emosional yang menghasilkan kinerja ditempat bekerja.3 Kecerdasan emosional bukanlah muncul dari pemikiran intelek yang jernih, tetapi dari pekerjaan hati manusia. Kecerdasan emosional bukan trik-trik penjualan atau cara menata sebuah ruangan. Emotional Quotient (EQ) merupakan kompetensi yang mendasar dari manusia, yang membuat seseorang berbeda dalam mencapai kesuksesan hidupnya. Berkembang pesatnya pengetahuan mengenai kecerdasan emosional, yang didukung oleh ratusan kajian riset dan laporan manajemen, mengajarkan kepada orang setiap hari bagaimana meningkatkan kapasitas penalaran dan sekaligus memanfaatkan dengan lebih baik emosi yang ada dalam diri, kebijakan intuisi dan kekuatan yang ada dalam kemampuan manusia untuk berhubungan pada tingkat dasar dengan dirimya sendiri dan orangorang disekitarnya.

Daniel Goleman menyimpulkan bahwa “pencapaian kinerja ditentukan hanya 20% dari IQ, sedangkan 80% lainnya ditentukan oleh kecerdasan emosi. Begitu pula disimpulkan oleh Joan Beck bahwa IQ sudah berkembang 50% sebelum usia 5 tahun, 80% berkembangnya sebelum 8 tahun, dan hanya berkembang 20% sampai akhir masa remaja, sedangkan kecerdasan emosi dapat dikembangkan tanpa batas waktu.

Di lembaga keuangan syariah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang berada pada wilayah kabupaten Tulungagung sebagian besar memiliki karyawan yang sedikit, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu: kondisi lembaga yang masih dalam tahap merintis, kemampuan lembaga untuk memberikan upah/gaji kepada karyawan, strategi lembaga untuk mengoptimalkan sumberdaya yang ada dengan semaksimal mungkin agar lebih efisien.

Jika melihat dunia kerja saat ini, maka bisa dilihat bahwa seseorang itu tidak cukup hanya pintar di bidangnya saja. Dunia pekerjaan penuh dengan interaksi sosial di mana orang harus cakap dalam menangani diri sendiri maupun orang lain. Orang yang cerdas secara intelektual di bidangnya akan mampu bekerja dengan baik. Namun jika ingin melejit lebih jauh dia membutuhkan dukungan
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH UPAH, PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA INSANI TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KENDANG JIMBE KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR

Admin Add Comment

PENGARUH UPAH, PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA INSANI TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KENDANG JIMBE KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Saat ini dalam dunia usaha kompetensi sumber daya insani sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan dari suatu usaha. Perkembangan ekonomi yang terjadi saat ini menutut adanya sumber daya insani yang cerdas dan terampil. Hal ini seiring dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat sehingga keberadaan pengetahuan dan keterampilan sumber daya insani benar-benar di perlukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Produktivitas sumber daya insani juga sangat diperlukan untuk pengembangan usaha. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang atau jasa. Sentra industri rumahan mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, Sentra industri rumahan juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. 

Ukuran-ukuran produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input yang digunakan sebagai agregat dasar, misalnya: indeks produktivitas buruh, produktivitas biaya langsung, produktivitas biaya total, produktivitas energi, produktivitas bahan mentah, dan lain-lain.dapat dikatakan sebagai tolak ukur efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target dengan membandingkan kualitas, kuantitas dan waktu dan produktivitas dapat diartikan semakin banyak menghasilkan barang dan jasa dengan menggunakan sedikit sumberdaya. Produktivitas di sebuah negara dengan negara lainnya berbeda karena sesuai dengan tingkat potensi dan kondisi dari masingmasing negara bagaiamana mereka memanfaatkan ketrampilan modal, teknologi dan sumberdaya lainnya. 

Produktivitas merupakan suatu hal yang penting untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi umat manusia. Tidak terbatas dengan hal yang dapat dijual, akan tetapi dapat menambah nilai guna dan manfaat bagi kehidupan secara umum, khususnya yang dapat mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala dalam pandangan Syariat Islam2 . Produktivitas Sumber daya insani tidak hanya dilihat dari kemampuan pegawai khususnya dalam hal skill sebagaimana dalam sudut pandang konvensional, namun lebih luas kemampuan pegawai di sini adalah pengetahuan mereka tentang Syariat Islam dan pengaplikasiannya. Semakin seorang pegawai mampu menerapkan syariat Islam dalam fungsi dan tujuan produksi maka dia semakin profesional dalam pekerjaannya dan produktivitasnya semakin tinggi, sebab dalam sisi syariat Islam, produktivitas sangat ditekankan dalam Al-Qur’an maupun hadits dan diaplikasikan oleh para sahabat dalam Atsar. Oleh sebab itu peranan Sumber daya insani sangat penting untuk dijabarkan daN dipertegas dalam menjalankan fungsi dan tujuan produksi guna meraih produktivitas yang tinggi. 

Sumber daya insani merupakan salah satu faktor produksi yang digunakan dalam melaksanakan proses produksi. Dalam proses produksi sumber daya insani memperoleh pendapatan sebagai balas jasa dari usaha yang telah dilakukannya yakni upah. Kuantitas sumber daya insani yang diminta akan menurun sebagai akibat dari kenaikan upah. Apabila tingkat upah naik sedangkan harga input lain tetap, berarti harga sumber daya insani relatif lebih mahal dari input lain. Situasi ini mendorong pengusaha untuk mengurangi penggunaan sumber daya insani yang relatif mahal dengan input-input lain yang harga relatifnya lebih murah guna mempertahankan keuntungan yang maksimum.

Penerimaan upah merupakan sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada penerima kerja untuk pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan yang berguna untuk kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi, upah yang diberikan ditetapkan sesuai. Menurut Undang-undang dan peraturan, upah dibayar atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja. Naiknya tingkat upah akan meningkatkan biaya produksi perusahaan, yang selanjutnya akan meningkatkan pula harga per unit barang yang diproduksi. Biasanya para konsumen akan memberikan respon yang cepat apabila terjadi kenaikan harga barang, yaitu mengurangi konsumsi atau bahkan tidak lagi

PENGARUH PELATIHAN KERJA,TEKNOLOGI DAN KUALITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI KONVEKSI DIANA TULUNGAGUNG

Admin Add Comment

PENGARUH PELATIHAN KERJA,TEKNOLOGI DAN KUALITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI KONVEKSI DIANA TULUNGAGUNG


PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 

Perkembangan bisnis saat ini menjadi suatu bidang atau usaha yang menarik dan mempunyai peranan yang tidak kecil dalam konsumsi masyarakat setiap harinya. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang makin pesat sekarang ini menyebabkan persaingan pasar semakin ketat. Persaingan pasar yang ketat ini menuntut adanya rancangan penjualan dan pemasaran produk dan orang-orang yang terlibat. 

Melihat Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas muslim, berdasarkan Data Sensus Penduduk tahun 2010 diketahui bahwa jumlah umat muslim di Indonesia mencapai 87,2%1 dari seluruh penduduk Indonesia. Oleh karena itu masyarakat muslim di Indonesia sangat tinggi, tingginya masyarakat muslim ini mengakibatkan meningkatnya permintaan busana muslim maupun perlengkapan untuk ibadah lainnya seperti sajadah dan mukena meningkat. Dalam hal ini mendorong konveksi busana muslim Diana yang merupakan salah satu konveksi sekaligus produsen busana muslim yang berada di Tulungagung untuk terus menambah hasil produksi dan penting bagi konveksi Diana selaku produsen busana muslim untuk selalu menjaga dan memperhatikan kualitas dan kuantitas hasil produksinya

Konveksi Diana Tulunagung memiliki tujuan dan sasaran perusahaan untuk dapat memperoleh laba yang ingin dicapainya melalui sumber daya manusia yang terlatih dan kompeten. Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung pengertian usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi.2 Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang penting dalam pencapaian tujuan, sumberdaya manusia dan penerapannya sering kali masih belum sejalan dengan keinginan perusahaan. Sementara keselarasan dalam mengelola SDM menjadi faktor utama kesuksesan jalannya sebuah organisasi. 

Pada umumnya pimpinan perusahaan mengharapkan kinerja yang baik dari masing-masing karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan. Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar dalam proses pembangunan perusahaan, oleh karena itu kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan cara diadakan pelatihan kerja. 

Pelatihan berhubungan dengan menambah pengetahuan keterampilan dan kecakapan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Istilah pelatihan ini digunakan untuk menunjukkan setiap proses keterampilan atau kecakapan dan kemampuan para pegawai, sehingga mereka lebih baik menyesuaikan dengan lingkungan kerja.

Pelatihan yang mereka geluti akan memberikan kesempatan bagi karyawan mengembangkan keahlian dan kemampuan dalam bekerja agar apa yang diketahui dan dikuasai dapat membantu karyawan untuk mengerti apa yang seharusnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan, memberikan kesempatan menambah pengetahuan dan keahlian. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing, akan tetapi kemampuan (ability) yang dimiliki belum tentu sesuai dengan spesifikasi yang dicari dan dibutuhkan, maka dari itu penting bagi perusahaan dalam hal ini adalah konvesksi Busana Muslim Diana Sembung Tulungagung untuk melaksanakan pelatihan agar karyawan tahu apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana melakukannya. Pelatihan berarti proses membantu karyawan untuk menguasai keterampilan khusus atau untuk memperbaiki kekurangan dalam melaksanakan pekerjaan. 

Masalah utama dalam pelaksanaan program pelatihan biasanya masalah pengeluaran biaya yang tidak kecil. Perusahaan harus bisa memilih jenis-jenis pelatihan yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta menimbang manfaat yang didapatkan setelah pelaksanaan program pelatihan ini dilaksanakan. Program pelatihan sangat berpengaruh bagi meningkatnya produktivitas kerja karyawan di suatu organisasi atau perusahaan. Karena dengan pengetahuan, keterampilan dan kreativitas seorang karyawan saat bekerja akan berdampak positif bagi pekerjaannya.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Market Segmentation, Targeting, dan Brand Positioning dari Winston Premier Surabaya

Admin Add Comment

Market Segmentation, Targeting, dan Brand Positioning dari Winston Premier Surabaya
I.PENDAHULUAN 


Sejak tahhun 2012 mulai terasa bahwa bisnis properti mengalami kenaikan di Indonesia. Mulai banyak bermunculan produk-produk properti baru mulai dari perumahan, apartemen, gedung perkantoran, condotel hingga hotel. Penyebab masyarakat mulai gencar menginvestasikan uang mereka kedalam bisnis properti karena nilainya yang terus meningkat tiap tahunnya. Sebagai contoh di Surabaya, tahun 2010 harga lahan di pusat kota Surabaya berada pada kisaran Rp 10.000.000 hingga Rp 15.000.000 /meter persegi. Kini harganya meningkat hingga Rp 25.000.000 / meter perseginya. Sementara itu di Surabaya Barat yang sedang mengalami pertumbuhan yang drastis harga pasarnya telah mencapai Rp 8.000.000 hingga Rp 10.000.000 / meter perseginya yang sebelumnya berkisar Rp 5.000.000 ) . Kenaikan harga properti tiap tahunnya dipicu karena kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2011 yang bagus dimana PDB Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Atas prestasi PDB yang baik itu Indonesia didaulat sebagai negara tertinggi penghasil Produk Domestik Bruto di Asia Tenggara , yakni US $ 3.471 miliar. Hal ini menyebabkan investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia sehingga banyak Penanaman Modal Asing yang mengalir masuk dari Luar Negeri. hal ini berakibat pada peningkatan harga-harga produk investasi dalam negeri antara lain IHSG, Emas ANTAM maupun Lokal, serta properti. Masyarakat melihat properti sebagai produk investasi yang aman, karena selain wujudnya nyata, aset properti bisa digunakan. Banyaknya permintaan pada investasi properti di Indonesia otomatis menyebabkan harganya tiap tahun terus meningkat. Data dari Kementrian Perumahan Rakyat menyebutkan bahwa kontribusi sektor properti di Indonesia saat ini mencapai 9,4 % dari PDB, sedangkan potensi pendapatan negara mencapai Rp 22,21 triliun yang merupakan angka yang cukup tinggi dalam menyumbang percepatan laju perekonomian nasional. 

Faktor lain yang menyebabkan harga properti meningkat tiap tahunnya karena begitu banyaknya permintaan akan properti namun semakin terbatas pula lahan yang tersedia. Meningkatnya jumlah penduduk di Surabaya tiap tahunnya mulai tahun 2011 hingga tahun 2013 juga berpengaruh pula terhadap permintaan properti. Banyaknya penduduk di Surabaya juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat terhadap properti, baik hunian maupun perkantoran/komersial yang semakin tinggi. Perkembangan properti yang pesat ini juga dimanfaatkan oleh para agen properti untuk memasarkan produk properti baik dari developer maupun dari masyarakat sendiri. 

Winston Premier adalah salah satu Agen Properti baru di Surabaya yang tergabung dalam grup Winston Indonesia. Winston Indonesia sendiri merupakan anak perusahaan dari Agen Properti Brighton yang sudah memiliki 10 cabang di Indonesia. Sebagai Agen Properti baru, Winston Premier harus mampu bersaing dan unggul dalam persaingan baik dengan induk perusahaan maupun dengan pesaing lainnya. Di Surabaya sendiri sudah ada lebih dari 100 Agen properti baik yang sudah menjadi senior di bisnis Broker properti seperti Ray White , Era , Professionals Pioneer dan Century 21. Agen properti senior juga terdiri dari berbagai cabang seperti contoh Ray White terdiri dari Ray White Darmo, Ray White Kertajaya, Ray White HR.Muhammad dan lain-lain. Selain dari Agen Properti Senior, ada pula Agen properti baru yang juga berkompeten seperti Brighton . Brighton sendiri juga memiliki cabang yaitu Brighton Satelit, Brighton CBD, Brighton PakuwonCity dan lainlain. Ada juga Agen properti baru lainnya seperti Prestige,1st home, Promax dan masih banyak Agen Properti baru lainnya. Semakin banyaknya Agen Properti di Surabaya menunjukan bahwa bisnis ini memiliki potensi yang baik di Surabaya. Melihat persaingan yang semakin ketat , setiap broker properti dituntut untuk memiliki keunggulan yang membedakan perusahaan mereka dengan perusahaan lainnya. Sebuah Agen Properti hendaknya memiliki ciri khas atau pembeda dari kompetitornya . Banyaknya produk properti di Surabaya maupun di luar kota dan luar negeri dapat membantu pula para broker properti untuk memilih masyarakat kelas manakah yang mereka tuju. Agen properti bisa memasarkan semua produk namun bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal perusahaan harus memilih segmentasi konsumen tertentu yang sesuai dengan kemampuan perusahaan tersebut. 

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan latar belakang di atas, maka penting bagi perusahaan untuk menentukan strategi pemasaran seperti market segmentation, targeting, dan brand positioning yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Dengan menentukan strategi pemasaran diatas, Winston Premier akan lebih fokus melayani segmen pasar dan mampu unggul dalam persaingan agen properti yang semakin ketat di tahun 2013. Oleh karena itu penulis tertarik membuat penelitian yang berjudul : “Market Segmentation, Targeting ,dan Brand Positioning dari Winston Premier Surabaya“ 

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui market segmentation, targeting ,dan brand positioning yang tepat bagi Winston Premier Surabaya 

II. TINJAUAN PUSTAKA 

A. Market Segmentation 

Segmentasi adalah membagi sebuah pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli dengan keinginan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda-beda ( Kotler & Amstrong, 2008, p.46). Menurut Ferrell dan Hartline (2011, p.167) , segmentasi pasar adalah proses membagi keseluruhan pasar untuk produk tertentu atau kategori produk tertentu kedalam segmen yang relatif homogen atau kedalam kelompok. Ada empat pembagian pasar menurut Kotler (2011, p.214) yaitu : 
a. Geografi. 
b. Demografi 
c. Psikografis 
d. Perilaku


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH UPAH, KETERAMPILAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA USAHA MIKRO KECIL JASA FOTOCOPY tahun 2017

Admin Add Comment

PENGARUH UPAH, KETERAMPILAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA USAHA MIKRO KECIL JASA FOTOCOPY 

tahun 2017


BAB I 
PENDAHULUAN 
A. LATAR BELAKANG MASALAH 

Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, manusia dituntut untuk dapat mempunyai keterampilan yang berkualitas untuk memenuhi taraf hidup yang lebih baik. Oleh karena itu sumber daya manusia apabila dapat di dayagunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga dalam mengelola usaha diharapkan mampu menggunakan sumber daya manusia dengan baik dan benar. Sumber daya manusia merupakan bagian yang cukup penting dalam pencapaian tujuan organisasi baik itu perusahaan besar maupun kecil. Sehingga sumber daya manusia dapat diartikan sebagai kekayaan yang paling penting, yang dimiliki oleh suatu organisasi.

Sumber daya dikatakan produktif, apabila mempunyai disiplin dan produktivitas kerja tinggi serta dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat waktu. Untuk itu sudah seharusnya jika pengusaha melakukan perencanaan atau upaya-upaya yang bertujuan meningkatkan produktivitas kerja dengan berbagai cara, diantaranya seperti meningkatkan keterampilan kerja dan lingkungan kerja yang baik dalam usaha yang didirikan.

Mengingat semakin ketatnya persaingan antar usaha mikro kecil dewasa ini menuntut usaha mikro kecil harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan usaha lain. Peranan sumber daya manusia dalam usaha mikro kecil sangatlah penting kerena sebagai penggerak utama seluruh kegiatan atau aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuannya, baik untuk memperoleh keuntungan maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup usaha yang didirikan. Seperti halnya di Desa Plosokandang yang saat ini banyak usaha mikro kecil dalam bentuk jasa perorangan yang hampir menyebar. Berikut tabel untuk usaha jasa yang ada di Desa Plosokandang.

Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian pada karyawan usaha mikro kecil jasa fotocopy di Desa Plosokandang. Alasan dilakukannya penelitian ini karena kebanyakan masyarakat di Desa Plosokandang yang keberadaannya berdekatan dengan area kampus memilih usaha mikro kecil jasa fotocopy, karena target utama mendirikan usaha jasa fotocopy tersebut adalah lokasinya strategis dan mudah dijangkau oleh para pelajar atau mahasiswa, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan dapat dijadikan sebagai pengahasilan sehari-hari oleh masyarakat sekitar warga Desa Plosokandang. Alasan yang kedua karena kurangnya kualitas karyawan yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan dan peningkatan produktivitas karyawan. Pada umumnya setiap usaha mikro kecil jasa fotocopy khususnya di Desa Plosokandang ini ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi produktivitas karyawan dalam usahanya yaitu, faktor upah, keterampilan dan lingkungan kerja.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KINERJA KARYAWAN DI HOTEL MUSLIM KEDIRI 2018

Admin Add Comment

PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KINERJA KARYAWAN DI HOTEL MUSLIM KEDIRI tahun 2017


BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 

Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia semakin maju, baik bisnis dalam bidang industri maupun jasa. Bisnis perhotelan merupakan bisnis di bidang jasa yang memberikan tempat penginapan bagi orang yang sedang melakukan perjalanan jauh atau yang sedang liburan. Jasa merupakan suatu tindakan yang dilakukan orang lain atau ditawarkan orang lain, yang mana pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Usaha dibidang perhotelan ini menunjukkan adanya persaingan yang semakin ketat dalam usaha meningkatkan tingkat hunian kamar yang dimiliki masing-masing hotel. Pengusaha yang bergerak dalam bisnis perhotelan dituntut untuk mampu bersaing agar dapat bertahan didalam persaingan yang semakin ketat. Hotel perlu mengadakan kerja sama dengan tempat rekreasi, hiburan dan lainlain dengan menonjolkan karakteristik yang berbeda agar menjadi daya tarik bagi para penginap. Berbagai hotel berlomba-lomba meningkatkan fasilitas dan pelayanan yang ada untuk bersaing dengan hotel lain. 

Banyak peneliti yang sudah melakukan penelitian terhadap hotel umum berbintang maupun tidak berbintang. Kebanyakan hotel pada umumnya tidak menerapkan beberapa aturan syariah. Hotel pada umumnya hanya memandang bisnis tersebut sebagai usaha komersil sehingga tidak dengan konsep kekeluargaan untuk kemaslahatan bersama. Tidak mengherankan apabila sebagian masyarakat masih ada yang mengatakan bahwa hotel identik dengan pesta minuman keras, narkoba, perselingkuhan, short time, atau prostitusi. Sehingga, sebagian wisatawan muslim takut terkena fitnah apabila menginap di sebuah hotel. Oleh karena itu, Hotel Muslim Kediri merupakan salah satu tawaran yang menarik dalam rangka meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa indonesia yang luhur. Jika para wisatawan muslim mengkomunikasikan pengalaman pahit tertentu kepada teman-temannya, lama kelamaan wisatawan muslim yang akan berkunjung ke hotel akan berkurang. Hal itu mengakibatkan mundurnya sektor pariwisata terutama di bidang perhotelan. Hotel yang identik dengan kemaksiatan semacam itu memang ada, akan tetapi tidak seluruhnya seperti itu, banyak hotel yang bersih dari polusi maksiat. Sementara untuk membentuk citra hotel syariah memang tak semudah membalik telapak tangan, bisnis perhotelan telah terlanjur memiliki image yang kurang sedap, sehingga untuk mengubah citra diperlukan langkah-langkah konkrit, tidak hanya sekedar jadi wacana. Adanya pendirian Hotel Muslim Kediri yang berbasis syariah, dapat dikatakan mampu membawa misi untuk membersihkan jiwa masyarakat baik secara kolektif maupun individual dari adanya fitnah, gharar, maksiat dan sebagainya sehingga mampu mewujudkan terciptanya ketertiban masyarakat, dan aspek-aspek kesetiakawanan sosial. Hotel Muslim Kediri merupakan salah satu tawaran yang menarik dalam rangka meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa Indonesia yang luhur. 

Motivasi merupakan hal yang berperan penting dalam meningkatkan suatu aktivitas kerja, karena motivasi merupakan kekuatan pendorong yang mewujudkan kinerja karyawan akan lebih baik lagi. Motivasi kerja adalah kemauan kerja suatu karyawan atau pegawai yang timbul karena adanya dorongan dari dalam pribadi karyawan yang bersangkutan sebagai hasil integrasi keseluruhan dari pada kebutuhan pribadi. Selain dorongan pribadi dari karyawan, pimpinan Hotel Muslim Kediri memberikan motivasi kepada karyawannya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Seseorang yang mempunyai motivasi tinggi, cenderung melakukan pekerjaannya lebih maksimal, ketimbang dengan orang yang memiliki motivasi rendah bahkan tidak memiliki moivasi sama sekali dan hanya bekerja karena kewajiban atau tuntutan semata. 

Motivasi kerja karyawan merupakan elemen dari komitmen organisasi yang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tercapainya produktivitas kerja. Pada permasahalan kini motivasi karyawan dalam memilih pekerjaan itu berbeda-beda. Ada kalanya motivasi itu timbul dari dalam diri sendiri atau motivasi timbul karena orang lain
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA