.

PENGARUH UPAH, PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA INSANI TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KENDANG JIMBE KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR

Admin Add Comment

PENGARUH UPAH, PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA INSANI TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KENDANG JIMBE KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Saat ini dalam dunia usaha kompetensi sumber daya insani sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan dari suatu usaha. Perkembangan ekonomi yang terjadi saat ini menutut adanya sumber daya insani yang cerdas dan terampil. Hal ini seiring dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat sehingga keberadaan pengetahuan dan keterampilan sumber daya insani benar-benar di perlukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Produktivitas sumber daya insani juga sangat diperlukan untuk pengembangan usaha. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang atau jasa. Sentra industri rumahan mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, Sentra industri rumahan juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. 

Ukuran-ukuran produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input yang digunakan sebagai agregat dasar, misalnya: indeks produktivitas buruh, produktivitas biaya langsung, produktivitas biaya total, produktivitas energi, produktivitas bahan mentah, dan lain-lain.dapat dikatakan sebagai tolak ukur efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target dengan membandingkan kualitas, kuantitas dan waktu dan produktivitas dapat diartikan semakin banyak menghasilkan barang dan jasa dengan menggunakan sedikit sumberdaya. Produktivitas di sebuah negara dengan negara lainnya berbeda karena sesuai dengan tingkat potensi dan kondisi dari masingmasing negara bagaiamana mereka memanfaatkan ketrampilan modal, teknologi dan sumberdaya lainnya. 

Produktivitas merupakan suatu hal yang penting untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi umat manusia. Tidak terbatas dengan hal yang dapat dijual, akan tetapi dapat menambah nilai guna dan manfaat bagi kehidupan secara umum, khususnya yang dapat mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala dalam pandangan Syariat Islam2 . Produktivitas Sumber daya insani tidak hanya dilihat dari kemampuan pegawai khususnya dalam hal skill sebagaimana dalam sudut pandang konvensional, namun lebih luas kemampuan pegawai di sini adalah pengetahuan mereka tentang Syariat Islam dan pengaplikasiannya. Semakin seorang pegawai mampu menerapkan syariat Islam dalam fungsi dan tujuan produksi maka dia semakin profesional dalam pekerjaannya dan produktivitasnya semakin tinggi, sebab dalam sisi syariat Islam, produktivitas sangat ditekankan dalam Al-Qur’an maupun hadits dan diaplikasikan oleh para sahabat dalam Atsar. Oleh sebab itu peranan Sumber daya insani sangat penting untuk dijabarkan daN dipertegas dalam menjalankan fungsi dan tujuan produksi guna meraih produktivitas yang tinggi. 

Sumber daya insani merupakan salah satu faktor produksi yang digunakan dalam melaksanakan proses produksi. Dalam proses produksi sumber daya insani memperoleh pendapatan sebagai balas jasa dari usaha yang telah dilakukannya yakni upah. Kuantitas sumber daya insani yang diminta akan menurun sebagai akibat dari kenaikan upah. Apabila tingkat upah naik sedangkan harga input lain tetap, berarti harga sumber daya insani relatif lebih mahal dari input lain. Situasi ini mendorong pengusaha untuk mengurangi penggunaan sumber daya insani yang relatif mahal dengan input-input lain yang harga relatifnya lebih murah guna mempertahankan keuntungan yang maksimum.

Penerimaan upah merupakan sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada penerima kerja untuk pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan yang berguna untuk kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi, upah yang diberikan ditetapkan sesuai. Menurut Undang-undang dan peraturan, upah dibayar atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja. Naiknya tingkat upah akan meningkatkan biaya produksi perusahaan, yang selanjutnya akan meningkatkan pula harga per unit barang yang diproduksi. Biasanya para konsumen akan memberikan respon yang cepat apabila terjadi kenaikan harga barang, yaitu mengurangi konsumsi atau bahkan tidak lagi

PENGARUH PELATIHAN KERJA,TEKNOLOGI DAN KUALITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI KONVEKSI DIANA TULUNGAGUNG

Admin Add Comment

PENGARUH PELATIHAN KERJA,TEKNOLOGI DAN KUALITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI KONVEKSI DIANA TULUNGAGUNG


PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 

Perkembangan bisnis saat ini menjadi suatu bidang atau usaha yang menarik dan mempunyai peranan yang tidak kecil dalam konsumsi masyarakat setiap harinya. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang makin pesat sekarang ini menyebabkan persaingan pasar semakin ketat. Persaingan pasar yang ketat ini menuntut adanya rancangan penjualan dan pemasaran produk dan orang-orang yang terlibat. 

Melihat Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas muslim, berdasarkan Data Sensus Penduduk tahun 2010 diketahui bahwa jumlah umat muslim di Indonesia mencapai 87,2%1 dari seluruh penduduk Indonesia. Oleh karena itu masyarakat muslim di Indonesia sangat tinggi, tingginya masyarakat muslim ini mengakibatkan meningkatnya permintaan busana muslim maupun perlengkapan untuk ibadah lainnya seperti sajadah dan mukena meningkat. Dalam hal ini mendorong konveksi busana muslim Diana yang merupakan salah satu konveksi sekaligus produsen busana muslim yang berada di Tulungagung untuk terus menambah hasil produksi dan penting bagi konveksi Diana selaku produsen busana muslim untuk selalu menjaga dan memperhatikan kualitas dan kuantitas hasil produksinya

Konveksi Diana Tulunagung memiliki tujuan dan sasaran perusahaan untuk dapat memperoleh laba yang ingin dicapainya melalui sumber daya manusia yang terlatih dan kompeten. Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung pengertian usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi.2 Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang penting dalam pencapaian tujuan, sumberdaya manusia dan penerapannya sering kali masih belum sejalan dengan keinginan perusahaan. Sementara keselarasan dalam mengelola SDM menjadi faktor utama kesuksesan jalannya sebuah organisasi. 

Pada umumnya pimpinan perusahaan mengharapkan kinerja yang baik dari masing-masing karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan. Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar dalam proses pembangunan perusahaan, oleh karena itu kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan cara diadakan pelatihan kerja. 

Pelatihan berhubungan dengan menambah pengetahuan keterampilan dan kecakapan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Istilah pelatihan ini digunakan untuk menunjukkan setiap proses keterampilan atau kecakapan dan kemampuan para pegawai, sehingga mereka lebih baik menyesuaikan dengan lingkungan kerja.

Pelatihan yang mereka geluti akan memberikan kesempatan bagi karyawan mengembangkan keahlian dan kemampuan dalam bekerja agar apa yang diketahui dan dikuasai dapat membantu karyawan untuk mengerti apa yang seharusnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan, memberikan kesempatan menambah pengetahuan dan keahlian. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing, akan tetapi kemampuan (ability) yang dimiliki belum tentu sesuai dengan spesifikasi yang dicari dan dibutuhkan, maka dari itu penting bagi perusahaan dalam hal ini adalah konvesksi Busana Muslim Diana Sembung Tulungagung untuk melaksanakan pelatihan agar karyawan tahu apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana melakukannya. Pelatihan berarti proses membantu karyawan untuk menguasai keterampilan khusus atau untuk memperbaiki kekurangan dalam melaksanakan pekerjaan. 

Masalah utama dalam pelaksanaan program pelatihan biasanya masalah pengeluaran biaya yang tidak kecil. Perusahaan harus bisa memilih jenis-jenis pelatihan yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta menimbang manfaat yang didapatkan setelah pelaksanaan program pelatihan ini dilaksanakan. Program pelatihan sangat berpengaruh bagi meningkatnya produktivitas kerja karyawan di suatu organisasi atau perusahaan. Karena dengan pengetahuan, keterampilan dan kreativitas seorang karyawan saat bekerja akan berdampak positif bagi pekerjaannya.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Market Segmentation, Targeting, dan Brand Positioning dari Winston Premier Surabaya

Admin Add Comment

Market Segmentation, Targeting, dan Brand Positioning dari Winston Premier Surabaya
I.PENDAHULUAN 


Sejak tahhun 2012 mulai terasa bahwa bisnis properti mengalami kenaikan di Indonesia. Mulai banyak bermunculan produk-produk properti baru mulai dari perumahan, apartemen, gedung perkantoran, condotel hingga hotel. Penyebab masyarakat mulai gencar menginvestasikan uang mereka kedalam bisnis properti karena nilainya yang terus meningkat tiap tahunnya. Sebagai contoh di Surabaya, tahun 2010 harga lahan di pusat kota Surabaya berada pada kisaran Rp 10.000.000 hingga Rp 15.000.000 /meter persegi. Kini harganya meningkat hingga Rp 25.000.000 / meter perseginya. Sementara itu di Surabaya Barat yang sedang mengalami pertumbuhan yang drastis harga pasarnya telah mencapai Rp 8.000.000 hingga Rp 10.000.000 / meter perseginya yang sebelumnya berkisar Rp 5.000.000 ) . Kenaikan harga properti tiap tahunnya dipicu karena kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2011 yang bagus dimana PDB Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Atas prestasi PDB yang baik itu Indonesia didaulat sebagai negara tertinggi penghasil Produk Domestik Bruto di Asia Tenggara , yakni US $ 3.471 miliar. Hal ini menyebabkan investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia sehingga banyak Penanaman Modal Asing yang mengalir masuk dari Luar Negeri. hal ini berakibat pada peningkatan harga-harga produk investasi dalam negeri antara lain IHSG, Emas ANTAM maupun Lokal, serta properti. Masyarakat melihat properti sebagai produk investasi yang aman, karena selain wujudnya nyata, aset properti bisa digunakan. Banyaknya permintaan pada investasi properti di Indonesia otomatis menyebabkan harganya tiap tahun terus meningkat. Data dari Kementrian Perumahan Rakyat menyebutkan bahwa kontribusi sektor properti di Indonesia saat ini mencapai 9,4 % dari PDB, sedangkan potensi pendapatan negara mencapai Rp 22,21 triliun yang merupakan angka yang cukup tinggi dalam menyumbang percepatan laju perekonomian nasional. 

Faktor lain yang menyebabkan harga properti meningkat tiap tahunnya karena begitu banyaknya permintaan akan properti namun semakin terbatas pula lahan yang tersedia. Meningkatnya jumlah penduduk di Surabaya tiap tahunnya mulai tahun 2011 hingga tahun 2013 juga berpengaruh pula terhadap permintaan properti. Banyaknya penduduk di Surabaya juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat terhadap properti, baik hunian maupun perkantoran/komersial yang semakin tinggi. Perkembangan properti yang pesat ini juga dimanfaatkan oleh para agen properti untuk memasarkan produk properti baik dari developer maupun dari masyarakat sendiri. 

Winston Premier adalah salah satu Agen Properti baru di Surabaya yang tergabung dalam grup Winston Indonesia. Winston Indonesia sendiri merupakan anak perusahaan dari Agen Properti Brighton yang sudah memiliki 10 cabang di Indonesia. Sebagai Agen Properti baru, Winston Premier harus mampu bersaing dan unggul dalam persaingan baik dengan induk perusahaan maupun dengan pesaing lainnya. Di Surabaya sendiri sudah ada lebih dari 100 Agen properti baik yang sudah menjadi senior di bisnis Broker properti seperti Ray White , Era , Professionals Pioneer dan Century 21. Agen properti senior juga terdiri dari berbagai cabang seperti contoh Ray White terdiri dari Ray White Darmo, Ray White Kertajaya, Ray White HR.Muhammad dan lain-lain. Selain dari Agen Properti Senior, ada pula Agen properti baru yang juga berkompeten seperti Brighton . Brighton sendiri juga memiliki cabang yaitu Brighton Satelit, Brighton CBD, Brighton PakuwonCity dan lainlain. Ada juga Agen properti baru lainnya seperti Prestige,1st home, Promax dan masih banyak Agen Properti baru lainnya. Semakin banyaknya Agen Properti di Surabaya menunjukan bahwa bisnis ini memiliki potensi yang baik di Surabaya. Melihat persaingan yang semakin ketat , setiap broker properti dituntut untuk memiliki keunggulan yang membedakan perusahaan mereka dengan perusahaan lainnya. Sebuah Agen Properti hendaknya memiliki ciri khas atau pembeda dari kompetitornya . Banyaknya produk properti di Surabaya maupun di luar kota dan luar negeri dapat membantu pula para broker properti untuk memilih masyarakat kelas manakah yang mereka tuju. Agen properti bisa memasarkan semua produk namun bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal perusahaan harus memilih segmentasi konsumen tertentu yang sesuai dengan kemampuan perusahaan tersebut. 

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan latar belakang di atas, maka penting bagi perusahaan untuk menentukan strategi pemasaran seperti market segmentation, targeting, dan brand positioning yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Dengan menentukan strategi pemasaran diatas, Winston Premier akan lebih fokus melayani segmen pasar dan mampu unggul dalam persaingan agen properti yang semakin ketat di tahun 2013. Oleh karena itu penulis tertarik membuat penelitian yang berjudul : “Market Segmentation, Targeting ,dan Brand Positioning dari Winston Premier Surabaya“ 

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui market segmentation, targeting ,dan brand positioning yang tepat bagi Winston Premier Surabaya 

II. TINJAUAN PUSTAKA 

A. Market Segmentation 

Segmentasi adalah membagi sebuah pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli dengan keinginan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda-beda ( Kotler & Amstrong, 2008, p.46). Menurut Ferrell dan Hartline (2011, p.167) , segmentasi pasar adalah proses membagi keseluruhan pasar untuk produk tertentu atau kategori produk tertentu kedalam segmen yang relatif homogen atau kedalam kelompok. Ada empat pembagian pasar menurut Kotler (2011, p.214) yaitu : 
a. Geografi. 
b. Demografi 
c. Psikografis 
d. Perilaku


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH UPAH, KETERAMPILAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA USAHA MIKRO KECIL JASA FOTOCOPY tahun 2017

Admin Add Comment

PENGARUH UPAH, KETERAMPILAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA USAHA MIKRO KECIL JASA FOTOCOPY 

tahun 2017


BAB I 
PENDAHULUAN 
A. LATAR BELAKANG MASALAH 

Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, manusia dituntut untuk dapat mempunyai keterampilan yang berkualitas untuk memenuhi taraf hidup yang lebih baik. Oleh karena itu sumber daya manusia apabila dapat di dayagunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga dalam mengelola usaha diharapkan mampu menggunakan sumber daya manusia dengan baik dan benar. Sumber daya manusia merupakan bagian yang cukup penting dalam pencapaian tujuan organisasi baik itu perusahaan besar maupun kecil. Sehingga sumber daya manusia dapat diartikan sebagai kekayaan yang paling penting, yang dimiliki oleh suatu organisasi.

Sumber daya dikatakan produktif, apabila mempunyai disiplin dan produktivitas kerja tinggi serta dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat waktu. Untuk itu sudah seharusnya jika pengusaha melakukan perencanaan atau upaya-upaya yang bertujuan meningkatkan produktivitas kerja dengan berbagai cara, diantaranya seperti meningkatkan keterampilan kerja dan lingkungan kerja yang baik dalam usaha yang didirikan.

Mengingat semakin ketatnya persaingan antar usaha mikro kecil dewasa ini menuntut usaha mikro kecil harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan usaha lain. Peranan sumber daya manusia dalam usaha mikro kecil sangatlah penting kerena sebagai penggerak utama seluruh kegiatan atau aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuannya, baik untuk memperoleh keuntungan maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup usaha yang didirikan. Seperti halnya di Desa Plosokandang yang saat ini banyak usaha mikro kecil dalam bentuk jasa perorangan yang hampir menyebar. Berikut tabel untuk usaha jasa yang ada di Desa Plosokandang.

Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian pada karyawan usaha mikro kecil jasa fotocopy di Desa Plosokandang. Alasan dilakukannya penelitian ini karena kebanyakan masyarakat di Desa Plosokandang yang keberadaannya berdekatan dengan area kampus memilih usaha mikro kecil jasa fotocopy, karena target utama mendirikan usaha jasa fotocopy tersebut adalah lokasinya strategis dan mudah dijangkau oleh para pelajar atau mahasiswa, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan dapat dijadikan sebagai pengahasilan sehari-hari oleh masyarakat sekitar warga Desa Plosokandang. Alasan yang kedua karena kurangnya kualitas karyawan yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan dan peningkatan produktivitas karyawan. Pada umumnya setiap usaha mikro kecil jasa fotocopy khususnya di Desa Plosokandang ini ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi produktivitas karyawan dalam usahanya yaitu, faktor upah, keterampilan dan lingkungan kerja.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KINERJA KARYAWAN DI HOTEL MUSLIM KEDIRI 2018

Admin Add Comment

PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KINERJA KARYAWAN DI HOTEL MUSLIM KEDIRI tahun 2017


BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 

Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia semakin maju, baik bisnis dalam bidang industri maupun jasa. Bisnis perhotelan merupakan bisnis di bidang jasa yang memberikan tempat penginapan bagi orang yang sedang melakukan perjalanan jauh atau yang sedang liburan. Jasa merupakan suatu tindakan yang dilakukan orang lain atau ditawarkan orang lain, yang mana pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Usaha dibidang perhotelan ini menunjukkan adanya persaingan yang semakin ketat dalam usaha meningkatkan tingkat hunian kamar yang dimiliki masing-masing hotel. Pengusaha yang bergerak dalam bisnis perhotelan dituntut untuk mampu bersaing agar dapat bertahan didalam persaingan yang semakin ketat. Hotel perlu mengadakan kerja sama dengan tempat rekreasi, hiburan dan lainlain dengan menonjolkan karakteristik yang berbeda agar menjadi daya tarik bagi para penginap. Berbagai hotel berlomba-lomba meningkatkan fasilitas dan pelayanan yang ada untuk bersaing dengan hotel lain. 

Banyak peneliti yang sudah melakukan penelitian terhadap hotel umum berbintang maupun tidak berbintang. Kebanyakan hotel pada umumnya tidak menerapkan beberapa aturan syariah. Hotel pada umumnya hanya memandang bisnis tersebut sebagai usaha komersil sehingga tidak dengan konsep kekeluargaan untuk kemaslahatan bersama. Tidak mengherankan apabila sebagian masyarakat masih ada yang mengatakan bahwa hotel identik dengan pesta minuman keras, narkoba, perselingkuhan, short time, atau prostitusi. Sehingga, sebagian wisatawan muslim takut terkena fitnah apabila menginap di sebuah hotel. Oleh karena itu, Hotel Muslim Kediri merupakan salah satu tawaran yang menarik dalam rangka meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa indonesia yang luhur. Jika para wisatawan muslim mengkomunikasikan pengalaman pahit tertentu kepada teman-temannya, lama kelamaan wisatawan muslim yang akan berkunjung ke hotel akan berkurang. Hal itu mengakibatkan mundurnya sektor pariwisata terutama di bidang perhotelan. Hotel yang identik dengan kemaksiatan semacam itu memang ada, akan tetapi tidak seluruhnya seperti itu, banyak hotel yang bersih dari polusi maksiat. Sementara untuk membentuk citra hotel syariah memang tak semudah membalik telapak tangan, bisnis perhotelan telah terlanjur memiliki image yang kurang sedap, sehingga untuk mengubah citra diperlukan langkah-langkah konkrit, tidak hanya sekedar jadi wacana. Adanya pendirian Hotel Muslim Kediri yang berbasis syariah, dapat dikatakan mampu membawa misi untuk membersihkan jiwa masyarakat baik secara kolektif maupun individual dari adanya fitnah, gharar, maksiat dan sebagainya sehingga mampu mewujudkan terciptanya ketertiban masyarakat, dan aspek-aspek kesetiakawanan sosial. Hotel Muslim Kediri merupakan salah satu tawaran yang menarik dalam rangka meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa Indonesia yang luhur. 

Motivasi merupakan hal yang berperan penting dalam meningkatkan suatu aktivitas kerja, karena motivasi merupakan kekuatan pendorong yang mewujudkan kinerja karyawan akan lebih baik lagi. Motivasi kerja adalah kemauan kerja suatu karyawan atau pegawai yang timbul karena adanya dorongan dari dalam pribadi karyawan yang bersangkutan sebagai hasil integrasi keseluruhan dari pada kebutuhan pribadi. Selain dorongan pribadi dari karyawan, pimpinan Hotel Muslim Kediri memberikan motivasi kepada karyawannya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Seseorang yang mempunyai motivasi tinggi, cenderung melakukan pekerjaannya lebih maksimal, ketimbang dengan orang yang memiliki motivasi rendah bahkan tidak memiliki moivasi sama sekali dan hanya bekerja karena kewajiban atau tuntutan semata. 

Motivasi kerja karyawan merupakan elemen dari komitmen organisasi yang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tercapainya produktivitas kerja. Pada permasahalan kini motivasi karyawan dalam memilih pekerjaan itu berbeda-beda. Ada kalanya motivasi itu timbul dari dalam diri sendiri atau motivasi timbul karena orang lain
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

ANALISIS STRATEGI SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN BAJU MUSLIM DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Pada Toko Busana Muslim Aneka Sandang Di Kabupaten Tulungagung

Admin Add Comment

ANALISIS STRATEGI SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN BAJU MUSLIM DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Pada Toko Busana Muslim Aneka Sandang Di Kabupaten Tulungagung



BAB II 
KAJIAN PUSTAKA 
A. Konsep Strategi

Konsep strategi merupakan sebuah konsep yang perlu dipahami dan diterapkan oleh setiap pengusaha dalam segala macam bidang usaha. Pimpinan suatu organisasi setiap hari berusaha mencari kesesuaian antara kekuatankekuatan internal perusahaan dan kekuatan-kekuatan eksternal (peluang dan ancaman) suatu pasar. Kegiatannya meliputi pengamatan secara hati-hati persaingan, peraturaan, siklus bisnis, keinginan dan harapan konsumen serta faktor-faktor lain yang dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman.17 Suatu perusahaan dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut peluang yang ada. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan, dalam perkembangannya konsep mengenai strategi terus berkembang. Konsep strategi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:


  1. Chandler mengemukakan strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya. 
  2. Learned, Christensen, Andrews, dan Guth mengemukakan strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada. 
  3. Argyris, Mintzberg, Steiner dan Minermengemukakan strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. 
  4. Portermengemukakan strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. 
  5. Andrews, dan Chaffemengemukakan strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.
  6. Homel dan Prahaladmengemukakan bahwa strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang terjadi” bukan “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan

Definisi strategi pertama yang dikemukakan oleh oleh Chandler menyebutkan bahwa “strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut”. Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep lain yang berkaitan sangat menentukan suksesnya strategi yang disusun. Konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Distinctive Competence adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Suatu perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan pesaing dipandang sebagai perusahaan yang memiliki “Distinctive Competence”.Distinctive competence menjelaskan kemampuan spesifik suatu organisasi. Menurut Day dan Wenshey identifikasi distinctive competence dalam suatu organisasi meliputi keahlian tenaga kerja dan kemampuan sumber daya. Dua faktor tersebut menyebabkan perusahaan dapat lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Keahlian sumber daya manusia yang tinggi muncul dari kemampuan membentuk fungsi khusus yang lebih efektif dibandingkan dengan pesaing. Misalnya, menghasilkan produk yang kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan produk pesaing dengan cara memahami secara detail keinginan konsumen serta membuat program pemasaran yang lebih baik daripada program pesaing. Perusahaan dapat mnegetahui secara tepat keinginan konsumen sehingga dapat menyusun strategi-strategi pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. 
  2. Competitive Advantage adalah kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Keunggulan bersaing disebabkan oleh pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar. Menurut Porter ada tiga strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperoleh keunggulan bersaing yaitu cost leadership, diferensiasi, dan fokus. Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya jika dapat memberikan harga jual yang lebih murah daripada harga yang diberikan oleh pesaingnya dengan nilai/kualitas produk yang sama. Harga jual yang lebih rendah dapat dicapai oleh oleh perusahaan tersebut karena dia memanfaatkan skala ekonomis, efisiensi produk, penggunaan teknologi, kemudahan akses dengan bahan baku, dan sebagainya. Perusahaan juga dapat melakukan strategi diferensiasi dengan menciptakan persepsi terhadap brand image nilai tertentu pada konsumennya, misalnya persepsi terhadap keunggulan kinerja produk, inovasi produk, pelayanan yang lebih baik, dan yang lebih unggul. Selain itu strategi fokus juga dapat diterapkan untuk memperoleh keunggulan bersaing sesuai dengan segmentasi dan pasar sasaran yang diharapkan
Pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga (3) tipe strategi yaitu strategi manajemen, strategi investasi dan strategi bisnis.20 Proses pengembangan strategi dimulai dari pengembangan strategi korporat dengan fokus mempertahankan hidup (survival). Berdasarkan strategi korporat ini strategi unit bisnis dengan fokus pada Competitive Advantage, kepemimpinan, biaya diferensiasi mengenai produk, dan fokus pada biaya maupun diferensiasi, disusun. Yang terakhir adalah penyususnan strategi operasional dengan fokus pada prioritas persaingan, biaya, kualitas, fleksibilitas dan pengiriman. Penerapan strategi operasional ini berupa pengembangan struktur dan infrastruktur. Selanjutnya, jika perusahaan menerapkan seluruh strategi operasional, ia akan memperoleh keluaran berupa produk maupun jasa yang sesuai dengan harapan konsumen.

Strategi suatu perusahaan bersifat dinamik dan ia muncul sedikit demi sedikit, sewaktu perusahaan yang bersangkutan berkembang maka perlu direvisi, sewaktu pimpinan perusahaan yang bersangkutan melihat adanya peluang-peluang untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan atau munculnya sesuatu kebutuhan untuk menyesuaikan pendekatan-pendekatan bisnis terhadap kondisi-kondisi yang berubah.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Mengerjakan Deskriptif Statistik

Admin Add Comment
Salah Satu Cara mengolah data Penelitian adalah dengan menggunakan Deskriptif Statistik. Deskriptif statistik secara sederhana dapat diartikan sebgai cara menggambar dan menyederhanakan data penelitian. Menggambar data yang dimaksud adalah dengan menampilkan data dalam bentuk grafik, tabel dan diagram sedangkan menyederhanakan adalah dengan menyimpulkan data tersebut dengan pengukuran-pengukuran  tertentu seperti mean, modus, median dll.
(Klik Gambar Untuk Memperbesar Tampilan)


Histogram
Histogram adalah grafik dari distribusi frekuensi suatu variabel. Tampilan histogram berupa balok. Penyajian data ini terdiri dari dua sumbu utama dengan sudut 90 Derajat dimana sebagai aksis dalah  sumbu X dan sebagai ordinat Y. Lebar balok merupakan jarak dari batas kelas interval, sedangkan tinggi balok menunjukkan besarnya frekuensi. 

Pie Chart
Pie Chart / Diagram kue merupakan sebuah lingkaran yang dibagi menjadi beberapa sektor. Tiap sektor menyatakan besarnya presentase atau bagian untuk masing-masing kelompok. 

Poligon
Poligon adalah grafik dari distribusi frekuensi tergolong suatu variabel. Tampilan poligon berupa garis-garis patah yang diperoleh dengan cara menghubungkan puncak masing-masing nilai tengah kelas. Poligon sangat baik digunakan untuk membandingkan bentuk dari dua distribusi. 

Ogive 
Ogive adalah bentuk gambar dari distribusi frekuensi kumulatif suatu variabel. Untuk suatu tabel distribusi frekuensi, dapat dibuat ogive positif dan ogive negatif. 

Diagram Batang Daun (Stem and Leaf)
Diagram Batang Daun (Stem and Leaf) sama dengan histogram, hanya saja informasi yang diperoleh lebih baik karena diagram batang daun memperlihatkan nilai-nilai pengamatan asli. Dalam diagram ini ditampilkan bilangan-bilangan sebagai batang dan disebelah kananya ditulis bilangan sisanya. 




PENYAJIAN DATA STATISTIK NUMERIK 
Penyajian data secara numerik terdiri dari beberapa bentuk: 
  • Central Tredency (Ukuran Pemusatan) Central tredency merupakan pusat sekumpulan data, artinya jika sekumpulan data salah satu ukran pemusatannya, maka kita dapat mengetahui bahwa nilai ini merupakan pusat dari beberapa nilai lainya. Mean atau nilai tengah populasi secara umum merupakan jumlah seluruh nilai-nilai data dibagi dengan banyaknya data. Modus merupakan nilai yang terjadi paling sering atau yang mempunyai frekuensi paling tinggi dari suatu populasi. Median suatu populasi yang telah diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar atau terbesar sampai terkecil adalah pengamatan yang tepat ditengah-tengah bila banyaknya pengamtan itu ganjil, atau rata-rata kedua pengamtan yang ditengah bila banyknya pengamatan genap.
  • Dispersion atau pencaran Dispersion atau pencaran digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengamatan-pengamtan yang kita peroleh menyebar dari rata-ratanya. Range adalah beda antara pengamatan terbesat dan terkecil dalam kumpulan data tersebut. Standar Baku (Standar deviasi) suatu ukuran yang menunjukkan deviasi standar data pengamtan terhadap rata-ratanya. Variansi adalah kuadrat dari standar deviasi. 
  • Fractile Kuartil adalah nilai-nilai yang membagi sebuah populasi pengamtan menjadi empat bagian sama besar. Nlai-nilai itu, yang dilambangkan dengan Q1, Q2, dan Q3, mempunyai sifat bahwa 25% data jatuh dibawah Q1, 50% jatuh dibawah Q2, dan 75% jatuh dibawah Q Desil adalah nilai-nilai yang membagi populasi pegamtan menjadi 10 bagian yang sama. Nilai-nilai itu, dilambangkan dengan D1, D2, …, D9, mempunyai sifat bahwa 10 data jatuh dibawah D1, 20% jatuh dibawah D2, …, dan 90% jatuh dibawah D9. 
  • Persentil addalah nilai-nilai yang membagi segugus pengamtan menjadi 100 bagian yang sama. Nilai-nilai itu, dilambangkan dengan P1, P2, …, P99, mempunyai sifat bahwa 1% dari seluruh data terletak di bawah P1, 2% terletak di bawah P2, …, dan 99% terletak dibawah P 
  • Skewness menunjukkan kemiringan dari sebuah data yang ditampilkan dalam bentuk histogram. Terdapat tiga bentuk skewness, yatu: Simetris adalah bentuk sebaran yang dapat dilipat sepanjang sumbu tegak sehingga kedua belahanya saling menutupi. Nilai tengah dan mediannya terletak pada posisi yang sama pada sumbu datar. Menjulur positif adalah bentuk sebaran yang menjulur ke kanan. Bagian kanannya lebih panjang. Nilai tengahnya lebih besar daripada median. Menjulur negatif adalah bentuk sebaran yang menjulur ke kiri. Bagian kirinya lebih panjang. Nilai tengahnya lebih kecil daripada median.
  • Pengukuran Keruncingan meliputi : Leptokurtis,  Platikurtis, dan  Mesokurtis.
Terima kasih, Semoga Bermanfaat...




Bagaimana Memulai Proses Olah Data Statistik

Admin Add Comment
Setiap mahasiswa tidak akan bisa mengelak dari yang namanya skripsi atau thesis atau penelitian sebagai sayarat untuk menuntaskan proses perkuliahan yang selama ini dijalani. Namun bukan namanya penelitian jika tidak ada data dan yang sering menjadi momok adalah bagaimana mengolah data penelitian tersebut sesuai kaidah statistic yang baik dan benar. 

Pengolahan data penelitian bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menghitung dan memasukan rumus-rumus satistik sesuai dengan uji yang dinginkan atau bisa juga semi otomatis dengan menggunakan program statistic seperti SPSS. Seiring perkembangan zaman, pengerjaan atau pengolahan data penelitian lebih banyak menggunakan software/ program statistic seperti SPSS, Akan tetapi menggunakan SPSS bukan berarti tinggal menekan tombol “ENTER” dan kemudian “simsalabim” data langsung keluar. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menghasilkan kesimpulan dan jika tahapan itu tidak dialkukan dengan baik dan benar maka hasil pengolahan data dengan SPSS akan keliru. 

Tahapan pengolahan data dengan SPSS atauun manual sebenarnya mirip, yang berbeda adalah cara pemrosesan data tersebut yang manual dan semiotomatis. Nah berikut ini saya tampilan bagan sederhana tahapan pengolahan data statistic.

(Klik Gambar Untuk Memperbesar klo kurang jelas)


Nah, setelah melihat gambar diatas, sepintas kita sudah punya gambaran tentang tahapan pengolahan data penelitian. Data yang kita punya terlebih dahulu harus ditentukan mau diuji dengan statistik deskriptif saja atau masih berlanjut ke statistik inferential. 

Statistik deskriptif itu sederhanyanya adalah statistik yang hanya menggambarkan atau menyederhanakan data. Menggambarkan data dengan data grafis seperti Poligon, Pie chart, diagram batang dll. Sedangkan menyederhanakan seperti menentukan Central tendenscy yang didalamnya ada mean, modus dan media serta penyederhanaan lain seperti yang ada pada gambar. Intinya stattistik deskriptif hanya itu, menggambarkan dan menyedehanakan, jadi kalo penelitiannya hanya untuk mengetahui gambaran kondisi maka cukup sampai di statistik deskriptif saja. Kalo saya pribadi mengerjakan statistik deskriptif ini biasanya hanya butuh waktu 15 menit...hehe...pakai program lho bukan hitung manual...

Statistik deskriptif memang cukup mudah, namun jarang penelitian untuk skripsi apalagi thesis hanya berakhir dengan statistik deskriptif saja, umumnya masih berlanjut ke statistik inferentia. pada Gambar diatas sepintas sudah ada gambaran singkat tentang statistik inferensi yaitu ketika kita tidak hanya mencari gambaran data atau ingin menyederhanakan data (Menggunakan statistik deskriptif) maka kita harus melihat dahulu bentuk data dan distribusi datanya seperti apa. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini 

(Klik Gambar Untuk Memperbesar klo kurang jelas)

Sebelum melanjutkan dengan uji-uji yang lain, kita harus lihat bentuk data kita termasuk Interval, rasio, nominal atau ordinal? Setelah itu jika data kita bentuknya interval dan rasio maka pengujian dilanjutkan dengan uji distribusi data, apakah penyebaran data kita normal atau tidak. Jika data tidak normal maka uji0uji yang kita lakukan adalah Uji Non parametrik bukan Uji Parametrik


(Klik Gambar Untuk Memperbesar klo kurang jelas)

Pada Gambar diatas ini tampak pengujian lebih lanjut dari uji parametrik dan uji non parametrik. Jika data kita memenuhi persyaratan sebagai uji parametrik, maka disini baru kita lihat judul penelitian kita, mau lihat perbedaan antara variable atau mau lihat ada/ tidaknya hubungan atau korelasi. contohnya kita ingin melihat perbedaan antara Ayam yang tidak diberi suplement dan ayam yang diberi suplement maka kita menggunakan t-test. namun jika perlakukananya lebih dari 2 perlakukan maka kita menggunakan uji Anova.

Pengaruh Inflasi Dan Birate terhadap portofolio Reksa dana Syariah Di Indonesia periode 2011-2015

Admin Add Comment
JUDUL SKRIPSI PENGARUH INFLASI DAN BIRATETERHADAP PORTOFOLIO REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIAPERIODE 2011-2015


BAB IV 
ANALISIS DAN PEMBAHASAN 
A . Gambaran Umum Objek Penelitian 
1 . Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia 

Pasar modal merupakan sarana pembentuk modal dan akumulasi dana yang diarahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengarahan dana guna menunjang pembiayaan pembangunan nasional. Dalam kegiatannya, pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas kepada perusahaan yang menawarkan saham/obligasi kepada masyarakat, dengan memberikan kemudahan - kemudahan dan juga memberikan peraturan - peraturan agar kepentingan masyarakat terjamin, sehingga setiap perusahaan yang akan go public diteliti kelayakannya.

Aktivitas pasar modal di Indonesia dimulai sejak tahun 1912 di Jakarta. Efek yang diperdagangkan pada saat itu adalah saham milik perusahaan orang Belanda dan obligasi yang diperdagangkan adalah obligasi milik pemerintah Hindia Belanda. Aktivitas pa sar modal ini berhenti ketika terjadi Perang Dunia II. Ketika Indonesia merdeka, pemerintah menerbitkan obligasi pada tahun 1950. Pengaktifan pasar modal di Jakarta ditandai dengan diterbitkannya Undang - Undang Darurat tentang Bursa Nomor 13 Tahun 1951 yang kemudian ditetapkan dengan

Dalam Undang - Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian pasar modal dijelaskan lebih spesifik sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Pena waran Umum dan Perdagangan efek, Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pemikiran untuk mendirikan pasar modal syariah dimulai sejak munculnya instrumen pasar modal yang mengg unakan prinsip syariah yang berbentuk Reksadana Syariah. Usaha ini baru bisa terlaksana pada tanggal 14 Maret 2003 dengan dibuka secara resmi pasar modal syariah oleh Menteri Keuangan Boediono dan didampingi oleh Ketua Bapepam Herwidayatmo, Wakil dari Maje lis Ulama Indonesia dan Wakil dari Dewan Syariah Nasional serta Direksi SRO (Self Regulatory Organization) , Direksi Perusahaan Efek, pengurus organisasi pelaku dan asosiasi profesi di pasar Indonesia. peresmian pasar modal syariah ini menjadi sangat pentin g sebab Bapepam menetapkan pasar modal syariah dijadikan prioritas kerja lima tahun kedepan sebagaimana dituangkan dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia tahun 2005 - 2009. Dengan program ini, pengembangan pasar modal syariah memiliki arah yang jelas dan se makin membaik

Sehubungan dengan hal - hal tersebut di atas, pada tanggal 4 Oktober 2003, Dewan Syariah Nasional (DSN) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 40/DSN - MUI/X/2003 Tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum 91 Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal . Fatwa ini dikeluarkan mengingat pasar modal di Indonesia telah lama berlangsung dan perlu mendapat kajian dan prospektif hu kum Islam. Beberapa dasar hu kum atas pelaksanaan pasar modal ini harus sesuai dengan QS. An - Nisa ayat 29, Al - Maidah ayat 1, dan Al - Jumuah ayat 10 serta beberapa Hadist Rasulullah SAW

Perkembangan suatu pasar modal dipengaruhi oleh partisipasi yang aktif, baik dari perusahaan yang akan menjual sahamnya ( go public ) maupun investor serta pihak - pihak lain yang terlibat dalam ke giatan pasar modal. Ini berarti bahwa tanpa adanya partisipasi yang aktif dari perusahaan - perusahaan yang potensial untuk go pubic , tidak adanya investor yang bergairah untuk menanamkan dananya dalam surat berharga, dan kurang aktifnya lembaga - lembaga penu njang pasar modal, maka suatu pasar modal tidak akan berkembang dengan baik.

2 . Sejarah Reksadana Syariah 

Reksadana pertama kali dikenal pada tahun 1870 di Inggris. Ketika Robert Fleming ditugaskan ke Amerika Serikat oleh pimpinan perusahaan tempat ia bekerja, ia melihat ada investasi baru yang muncul setelah perang saudara. Ketika ia pulang ke Inggris, ia ber maksud membuka investasi baru tersebut tetapi ia tidak punya modal yang cukup untuk

Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Bi Rate Terhadap Net Asset Value Reksa Danasaham Syariah

Admin Add Comment
JUDUL SKRIPSI PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH, BI RATE TERHADAP NET ASSET VALUE REKSA DANASAHAM SYARIAH



I. PENDAHULUAN 

Latar Belakang 

Memilih investasi yang aman dan menguntungkan memang menjadi tujuan semua pihak, namun tidak jarang investasi palsu, bersentuhan dengan perusahaan yang memproduksi barang haram dan alih-alih memberikan keuntungan tinggi sangat banyak dijumpai di masyarakat. Hal ini diperlukan adanya reksa dana saham sesuai syariah sebagai alternatif investasi bagi investor yang beragama Islam di Indonesia, yang menginginkan investasi dengan memperoleh pendapatan dengan cara yang halalan\thoyyibah.


Dalam ayat al Quran di surat al Maidah (5) ayat 88, Allah SWT. berfirman Wakulū mimma razaqakuumul-Lahu halalan tayyiba(n), wat-taqul-Laha al-ladzī antum bihī mu’minūna Artinya, “dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”

Ayat diatas merupakan perintah Allah subhanahu wata’ala kepada kita manusia agar makan makanan yang halal dan baik. Dapat diperluas lagi bahwasannya tidak hanya berkutat pada makanan, namun bisnis, perdagangan, transaksi dan rezki yang kita cari dan kita peroleh wajib memenuhi aspek kehalalan. Halal dari aspek hukum dan baik dari aspek substansinya. Dalam hadist nabi beliau SAW bersabda Al-halaālu bayyinun wa al-haramu bayyinun wa bainahumā musyabbahātun laa ya’lamuhā katsīrun min-nāsi fa man attaqo al-musyabbahāti istabron lidīnihi wa ‘irdhihi

Artinya, "Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya...." (HR. Bukhari no. 50).

Sangat jelas gambaran Rasulullah SAW. tentang perbedaan halal dan haram, dan peringatan beliau tentang perkara yang syubhat, dimana jika seorang muslim mampu menjaga dari perkara tersebut maka dia telah benar benar menjaga agama yang dicintainya dan juga kehormatannya sendiri. Aturan Allah wajiblah dipenuhi, ditaati dan dikerjakan, karena Allah adalah raja dari segala raja.

Baik buruknya suatu investasi tidak terlepas dari adanya faktor – faktor lain yang mempengaruhi, faktor - faktor yang diduga memiliki pengaruh terhadap net asset value (NAV) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana saham syariah adalah tingkat Inflasi di dalam negeri, Nilai Tukar Rupiah, dan BI Rate. Secara teori, faktor - faktor tersebut berkaitan dengan net asset value (NAV) reksa dana saham syariah sehingga di harapkan investor dapat menjadikannya sebagai indikator untuk mengetahui NAV/NAB per unit reksa dana saham syariah.

Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus, yang berakibat menurunnya daya beli masyarakat karena secara riil tingkat pendapatan juga menurun (Putong, 2002:185).

Menurut Suta (2000) dalam Hifdzia (2012:8), fluktuasi nilai rupiah terhadap mata uang asing yang stabil akan sangat mempengaruhi iklim investasi dalam negeri, khususnya pasar modal. Terkait denga investasi.

Menurut Samuelson dan Nordhaus (2004:197) suku bunga adalah biaya untuk meminjam uang dan diukur dalam dolar per tahun untuk setiap satu dolar yang dipinjamnya, jika diterapakan dalam kondisi Indonesia maka suku bunga merupakan jasa peminjaman uang dari bank kepada nasabah.. Jika BI rate dinaikkan, yang akan terjadi adalah investor akan memilih alternatif investasi yang memberikan pendapatan yang lebih tinggi. Akibatnya instrumen - instrumen pasar modal seperti saham tidak diminati bahkan dijual dan beralih ke perbankan. Hal tersebut menyebabkan harga saham menurun sehingga keuntungan reksa dana saham juga mengalami penurunan. Dan begitu pula sebaliknya.

Rumusan Masalah 

1. Apakah inflasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

2. Apakah nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

3. Apakah BI Rate berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

4. Apakah inflasi, nilai tukar rupiah, BI rate berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah yang dikemukakan diatas maka dapat disebutkan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan secara parsial dan secara simultan antara inflasi, nilai tukar rupiah, dan BI Rate terhadap net asset value reksa dana saham syariah

Investasi syariah dalam pengertian yang sederhana, tak lain adalah usaha perkongsian atau syirkah, dimana satu pihak pemodal menanamkan danaya dalam sebuah usaha riil yang dilaksanakan oleh pihak lain. Bentuk syirkah yang cukup dikenal dalam Islam adalah musyarakah dan mudharabah. Musyarakah menurut Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid II hal 253-257 yang dikutip. Oleh Antonio (2001:90), mendefinisikan sebagai akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (atau amal/expertise) dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Mudharabah lazim dikenal sebagai akad investasi, diartikan perjanjian atas suatu jenis perkongsian, dimana pihak pertama (shahib al-maal) menyediakan dana, dan pihak kedua (mudharib) bertanggung jawab atas pengelolaan usaha. Hasil usaha dibagikan

sesuai dengan nisbah (porsi bagi hasil) sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama sejak awal (Yusuf dan Wiroso, 2011:93). Reksa Dana Syariah Salah satu tujuan dari reksa dana syariah adalah memenuhi kebutuhan kelompok investor yang ingin memperoleh pendapatan investasi dari sumber yang bersih dan dapat dipertanggung jawabkan secara religius, serta sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Dari sisi tujuan reksa dana syariah dapat disejajarkan dengan social responsible investment (SRI) atau ethical investment, socially aware investment, dan valuebased investment. Tujuan utama reksa dana syaraih bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini tanpa harus mengabaikan keinginan investornya (Ghufron dkk,2005:15-16).