Evaluasi Intensifikasi Pemungutan Pajak Reklame Guna Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah

Admin Add Comment


2.1.4 Pendapatan Asli Daerah
2.1.4.1 Tinjauan Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalahsalah satu sumber dari pendapatan daerah. MenurutYani (2008: 51) Pendapatan asli daerah adalahpendapatan yang diperoleh daerah yang dipungutberdasarkan peraturan daerah sesuai denganperaturan perundang-undangan. Menurut Halim(2004: 96) pendapatan asli daerah merupakan semua penerimaan daerah yang berasal darisumber ekonomi asli daerah. Mardiasmo (2004: 125) mengemukakan bahwa, “Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan daerah dari sektor pajak daerah,retribusi daerah, hasil perusahan milik daerah, hasilkekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lainPAD
yang sah”.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)merupakan suatu pendapatan yang menunjukkan suatu kemampuan daerah menggali sumber-sumber dana untuk membiayai kegiatan rutinmaupun pembangunan. Jadi pengertian dari pendapatan asli daerah dapat dikatakan sebagai pendapatan rutin dari usaha-usaha Pemerintah Daerah dalam memanfaatkan potensi-potensi sumber keuangan daerahnya untuk membiayai tugas dan tanggung jawabnya. Peran PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah masih rendah. Kendatipun perolehan PAD setiap tahun relatif meningkatnamun masih kurang mampu menggenjot laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Rendahnhya potensi PAD disebabkan oleh faktor (Erry, 2005: 51-52):
a. Banyak sumber pendapatan di kabupaten/ kota yang besar tetapi digali oleh instansi yang lebih tinggi.
b. BUMD belum banyak memberikan keuntungan kepada pemerintah daerah.
c. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, retribusi dan pungutan lainnya.
d. Adanya kebocoran-kebocoran/kolusi
e. Biaya pemungutan masih tinggi
f. Adanya kebijakan pemerintah yang berakibat menghapus atau mengurangi penerimaan PAD.
g. Banyak peraturan daerah yang perlu disesuaikan dan disempurnakan baik besaran tarifnya maupun sistem pemungutannya.
h. Kemampuan masyarakat untuk membayar pajak yang masih rendah.

Upaya meningkatkan kemampuan penerimaan daerah, khususnya penerimaan dalam pendapatan asli daerah harus dilaksanankan secara terus
menerus oleh semua pihak dalam pemerintah daerah, agar pendapatan asli daerah tersebut terus meningkat. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan PAD untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari pusat, sehingga meningkatkan otonomi dan keluasan daerah. Langkah penting yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah adalah....

Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan Pajak Reklame Pada Pemerintah Kabupaten Karo

Admin Add Comment

BAB IV
ANALISIS DAN EVALUASI DATA

A. Analisis Masalah Yang Dihadapi
Berdasarkan proses pemungutan pajak reklame yang dilakukan oleh Bagian Hukum dan Orta Setda Kabupaten Karo, permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut:
1. Masih kurangnya kesadaran wajib pajak dalam melunasi kewajiban membayar pajak reklame.
Hal ini disebabkan karena masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa pajak tersebut digunakan untuk kepentingan pembangunan di daerah sendiri.
2. Adanya wajib pajak yang tidak mendaftarkan izin penyelenggaraan reklame. Masalah ini biasanya terjadi pemilik reklame berupa merek usaha / toko dan juga pemilik reklame berupa jasa (seperti: dokter, pengacara dan sebagainya). Hal ini dikarenakan wajib pajak tersebut tidak mengetahui bahwa merek usaha maupun jasanya termasuk objek pajak reklame dan dikenakan
pajak reklame.

B. Upaya Penyelesaian Masalah
Untuk mengatasi masalah diatas, upaya-upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pihak yang bersangkutan atau yang ditunjuk adalah sebagai berikut:
1. Melakukan sosialisasi atas Peraturan Daerah mengenai pajak reklame kepada masyarakat, melalui himbauan-himbauan baik secara langsung yaitu dengan mendatangi wajib pajak yang belum melunasi pajaknya, juga secara tidak langsung yaitu dengan memasang spanduk-spanduk, selebaran-selebaran atau memasang Billboard yang fungsinya menghimbau masyarakat untuk membayar pajak daerah, dalam hal ini pajak reklame.

2. Melakukan pendataan terhadap objek pajak reklame dengan melakukan pemeriksaan ke lapangan sehingga dapat diketahui objek-objek pajak reklame yang belum terdaftar. Kemudian dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat ditindak lanjuti dengan memberikan Surat Teguran agar wajib pajak tersebut segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan izin atas reklame yang dipasangnya.

Upaya Meningkatkan Penerimaan Pajak Reklame Pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah

Admin Add Comment

BAB III

GAMBARAN DATA PAJAK REKLAME

A. Pengertian Pajak Reklame
Azhari A.Samudera, (dalam perpajakan Indonesia, 1995:225) mengatakan
bahwa Pajak reklame adalah benda, alat, atau perbuatan, yang menurut bentuk,
susunan, dan atau corak ragamnya dimaksudkan untuk mencari keuntungan (sales promotion) dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan, atau memujikan suatu barang, jasa seseorang, ataupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu
barang yang ditempatkan atau yang dapat dilihat, dibaca, dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum.

Berdasarkan hal ini ketentuan umum sesuai dengan keputusan Bupati
Kabupaten Serdang Bedagai dasar hukum yang melandasi Pajak Reklame adalah sebagai berikut :
1. Peraturan Pemerintah RI No. 65 Tahun 2001 tentang pajak Daerah.
2. Peraturan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai No.09 Tahun 2005 tentang
Pajak Reklame.
3. Undang-undang RI No. 18 tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah.
4. Undang-undang RI No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah perubahan atas Undang-undang RI No. 18 tahun 1997.
5. KEPMENDAGRI No. 43 tahun 1999 tentang sistem dan prosedur Administrasi pajak Reklame pajak daerah dan penerimaan pendapatan.

1. Pengelompokan Pajak Reklame
a. Menurut Penyelenggaraannya :
Reklame meliputi : Reklame Papan/Bilboard/Megatron, Reklame Kain,
Reklame Melekat (stiker), Selebaran, Reklame Berjalan termasuk pada
kendaraan, Udara, Suara, Film/Slide, Reklame Peragaan dan atau Pameran.
b. Menurut yang dikecualikan dari Pajak Reklame :
1. Penyelenggaraan reklame melalui Televisi, Radio, Warta Harian, Warta
Bulanan, Imajinasi dan sejenisnya.
2. Penyelenggaraan reklame oleh Pemerintahan Pusat Daerah.

c. Menurut Sifatnya :
1. Pajak reklame Subjektif adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan reklame atau badan.
2. Pejak reklame Objektif adalah semua penyelenggara reklame yang
dilakukan oleh orang pribadi atau badan. Yang dimaksud orang pribadi adalah Wajib Pajak yang menyelenggarakan reklame. Sedangkan badan meliputi : Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, Badan Usaha Milik
Negara dan Daerah, Lembaga Dana Pensiun, Organisasi Sejenisnya, BUT
(Badan Usaha Tetap) serta bentuk usaha lainnya.

pengaruh Persepsi Wajib Pajak Tentang Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi

Admin Add Comment
Pengaruh Persepsi Wajib Pajak Tentang Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi

Abstrak
Pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh persepsi wajib pajak orang pribadi tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak orang pribadi baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kausal. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi hingga Agusuts 2015 yang berjumlah 72.902 orang. Sampel penelitian yang dipilih berjumlah 100 orang yang diambil dengan teknik insidental sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survey lapangan yaitu dengan membagikan kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi. Metode analisis data yang digunakan adalah model regresi linier berganda. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan uji hipotesis serta uji kuesioner berupa uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan software IBM SPSS Statistics Version 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak orang pribadi tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak orang pribadi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi. persepsi wajib pajak orang pribadi tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak orang pribadi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi.


BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Masalah 
Pembangunan nasional merupakan kegiatan yang berlangsung terus 
menerus dan berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan 
kesejahteraan rakyat. Untuk merealisasikan tujuan tersebut perlu memperhatikan 
pembiayaan pembangunan yang disusun melalui Anggaran Pembiayaan Belanja 
Negara (APBN) yang dimana sumber terbesarnya ialah pajak. Pajak itu sendiri 
merupakan iuran wajib yang di pungut oleh pemerintah dari masyarakat yang 
tidak mendapatkan timbal balik secara langsung. 
Untuk meningkatkan penerimaan negara dalam sektor pajak mempunyai 
banyak kendala antara lain tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih rendah, 
dikarenakan wajib pajak berusaha untuk membayar pajak terhutangnya lebih kecil 
dari pada yang seharusnya dan juga masih banyak wajib pajak yang tidak 
melaporkan dan membayarkan kewajiban pajaknya (Rustiyaningsih, 2011). Hal 
itu disebabkan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dengan baik 
sehingga kurang memahami tentang pajak. Dapat dikatakan sebagai wajib pajak 
yang patuh apabila telah melakukan kewajiban perpajakannya, yaitu dengan 
melunasi dan melaporkan secara tepat waktu. Kepatuhan merupakan syarat agar 
penerimaan pajak meningkat (Rahman, 2011). Persepsi masyarakat tentang sanksi 
perpajakan, kesadaran wajib pajak terhadap pelaksanaan pajak adalah beberapa 
faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak. Agar peraturan 
perpajakan dipatuhi, maka harus ada sanksi perpajakan bagi para pelanggarnya. 
Wajib pajak akan memenuhi kewajiban perpajakannya bila memandang bahwa 


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

analisis Pengaruh Laba Bersih Akuntansi, Return On Equity (ROE), Return On Asset (ROA) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Admin Add Comment
Analisis Pengaruh Laba Bersih Akuntansi, Return On Equity (ROE), Return On Asset (ROA) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Abstrak

Harga saham dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kinerja keuangan. Kinerja keuangan ini dapat dilihat dari laba bersih perusahaan serta rasio keuangan seperti rasio profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laba bersih akuntansi, return on equity, return on assets, dan earnings per share baik secara parsial maupun simultan terhadap harga saham perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini mencakup 37 perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 – 2012, dengan 27 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari masing-masing sampel yang dipublikasikan di situs www.idx.co.id. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis regresi linear berganda, dengan terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik. Variabel independen yang digunakan adalah Laba Bersih Akuntansi, Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), dan Earnings Per Share (EPS) dengan harga saham sebagai variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Laba Bersih Akuntansi, Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), dan Earning Per Share (EPS) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial, tampak bahwa hanya variabel Laba Bersih Akuntansi dan Earnings Per Share yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sementara variabel Return on Equity (ROE) secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham, dan variabel Return on Assets secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Intensitas Tenaga Kerja, Kepemilikan Campuran, Pembiayaan Internal, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Admin Add Comment
Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Intensitas Tenaga Kerja, Kepemilikan Campuran, Pembiayaan Internal, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode akuntansi. Penelitian ini meneliti keputusan manajer untuk memilih metode akuntansi dalam perspektif teori signalling dan teori akuntansi positif dengan menggunakan data sampel yang meliputi 3 tahun dari 31 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data diambil dari laporan tahunan perusahaan manufaktur. Kemungkinan faktor penentu pemilihan metode akuntansi adalah leverage, ukuran perusahaan, intensitas tenaga kerja, kepemilikan campuran, dan proporsi komisaris independen. Penelitian ini kemudian menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi manajer dalam memilih metode akuntansi. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan adalah pembiayaan internal dan proposri komisaris independen, sedangkan leverage, ukuran perusahaan, intensitas tenaga kerja, dan kepemilikan campuran tidak berpengaruh signifikan. Oleh sebab itu, sebaiknya investor memperhatikan kedua variabel ini untuk mengetahui kebijakan akuntansi yang digunakan oleh manajemen

4
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Masalah 
Laporan keuangan adalah salah satu sumber informasi penting yang 
dapat digunakan oleh pihak-pihak pengguna laporan dalam pengambilan 
keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga bertujuan untuk memberikan 
informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas. Laporan keuangan 
akan mencerminkan kinerja dari perusahaan dan nilai perusahaan akan 
tercermin dari harga sahamnya. Dengan demikian, perusahaan akan 
memberikan laporan tahunan yang dapat memberikan informasi yang relevan 
tentang kinerja perusahaan yang dapat berdampak terhadap harga saham yang 
diperdagangkan. Sehingga laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan 
akan mecerminkan nilai perusahaan dimana para investor akan sangat 
berkepentingan dengan laporan tersebut, khususnya Neraca dan Laba-Rugi 
(Saripuddin, 2010). Laporan keuangan merupakan bentuk 
pertanggungjawaban manajemen kepada pihak investor dalam mengelola 
sumber daya perusahaan yang telah dipercayakan kepadanya. 
Agar laporan keuangan yang dihadirkan oleh perusahaan bisa 
digunakan secara cepat dan tepat oleh pamakainya, maka laporan itu harus 
disusun sesuai dengan standar yang ada, sehingga laporan keuangan akan 
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Dengan 


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

pengaruh Corporate Social Responsibility, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2014

Admin Add Comment
Pengaruh Corporate Social Responsibility, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2014

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari CSR, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2011-2014. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis menggunakan koefisien determinasi, uji F serta uji T dengan jumlah sampel sebanyak 50 perusahaan dan metode yang digunakan adalah purposive sampling yaitu suatu metode pengambilan sampel yang mengambil obyek dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan CSR, profitabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, masing-masing ROA dan ukuran perusahaan pengendalian positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan CSR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap penerapan nilai perusahaan

BAB I 
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 
Sekarang ini banyak perusahaan yang tidak hanya mementingkan internal 
perusahaan, tetapi juga mulai memperhatikan kepentingan pihak luar. Pihak luar 
yang dimaksudkan disini yaitu masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan, 
terutama yang tinggal disekitar perusahaan tersebut, hal ini disebut dengan 
tanggung jawab sosial atau biasa dikenal dengan Corporate Social Responsibility
(CSR). CSR merupakan langkah kepedulian perusahaan untuk menyisihkan 
sebagian keuntungannya untuk kepentingan pembangunan manusia dan 
lingkungan berdasarkan prosedur yang tepat dan professional (Suharto, 2008). 
Perubahan global tidak hanya mempengaruhi kebutuhan pelanggan tetapi juga 
membawa perubahan pada harapan karyawan dan mitra perusahaan. Perusahaan 
perlu pula memenuhi harapan-harapan tersebut secara bertanggung jawab. 
Pelanggan menginginkan agar produk-produk yang mereka gunakan dihasilkan 
oleh bisnis yang menjunjung tinggi etika, dan tidak mencemari lingkungan secara 
berarti. Disamping itu perusahaan dituntut agar benar-benar menghormati hak 
asasi dari para karyawan. Keberadaan perusahaan juga sangat diharapkan oleh 
masyarakat sekitar untuk memberikan manfaat bagi mereka, misalnya melalui 
pemberian pelayanan, peningkatan kegiatan ekonomi lokal, dan lain-lain (Sukaria, 
2010). 
Sebuah industri sebenarnya hidup dari lingkungan seperti faktor produksi 
alam, tenaga kerja, dan makhluk lain yang mendiami bumi, akan sangat baik jika
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Admin Add Comment
Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Profitabilitas terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengetahui Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas, ukuran perusahaan dan perataan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI (periode 2012-2014). Teknik penarikan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling method dengan jumlah sampel sebanyak 26 dari 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2012-2014. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial profitabilitas berpengaruh positif terhadap perataan laba sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Secara simultan, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap perataan laba


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan sebuah 
organisasi. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan hasil 
proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan 
informasi keuangan kepada pihak internal dan eksternal. Dalam penyusunan 
laporan keuangan, dasar akrual dipilih karna lebih rasional dan adil dalam 
mencerminkan kondisi keungan secara rill.
Akuntansi secara akrual memiliki keunggulan bahwa informasi laba 
perusahaan dan pengukuran komponen secara umum memberikan informasi lebih 
baik tentang kinerja ekonomi perusahaan daripada informasi yang dihasilkan dari 
aspek penerimaan dan pengeluaran kas terkini, namun akuntansi akrual juga 
memiliki kelemahan. Pengguna dasar akrual dapat memberikan kekeluasaan 
kepada pihak manajemen dalam memilih metode selama tidak menyimpang dari 
Standart Akuntansi Keuangan yang berlaku. Pilihan metode yang sengaja dipilih 
oleh manajeman perusahaan untuk tujuan tertentu dikenal dengan sebutan 
manajemen laba atau earning management.
Laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan 
untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba 
yang representastif dalam jangka panjang, meramalkan laba, menaksir risiko 

dalam berinvestasi.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh January Effect Terhadap Return Saham Perusahaan Lq 45 Di Bursa Efek

Admin Add Comment
Pengaruh January Effect Terhadap Return Saham Perusahaan Lq 45 Di Bursa Efek

Abstrak
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh January Effect Terhadap Return Saham Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia”. Data penelitian ini menggunakan data harga saham harian di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2010 sampai 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah terdapat pengaruh January effect terhadap return saham perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah January effect sebagai variabel bebas serta return saham sebagai variabel terikat. Variabel yang digunakan adalah hubungan pengaruh antara harga saham 10 hari sebelum Januari (pre January 1) terhadap return saham post January 1 (10 hari pertama di bulan Januari), harga saham post January 1 (10 hari pertama di bulan Januari) terhadap return saham post January 2 (10 hari kedua dibulan Januari) kemudian setelah melakukan perbandingan tersebut dilanjutkan dengan menganalisis January effect. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi Linier Sederhana. Pada uji regresi linear sederhana, menunjukkan nilai koefisien determinasi pada hipotesis pertama sebesar 0,035 dimana kemampuan variabel January effect terhadap return saham adalah sebesar 3,5% sedangkan sisanya sebesar 96,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada hipotesis kedua koefisien determinasi sebesar 0,152% dimana kemampuan variabel January effect terhadap return saham adalah sebesar 15,2% sedangkan sisanya sebesar 84,8% dijelaskan oleh variabel lain. Pada uji t, untuk hipotesis 1 dan 2 diketahui bahwa variabel January effect secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
 Pasar modal merupakan sarana untuk memobilisasi dana baik dari dalam maupun dari luar
negeri oleh perusahaan. Melalui pasar modal, suatu perusahaan dapat memperoleh sejumlah
dana yang cukup besar dengan biaya yang lebih murah. Pasar modal adalah lembaga
keuangan yang diciptakan oleh sejumlah lembaga dan pengaturan yang mengijinkan pemasok
dan peminjam dana untuk melakukan transaksi (Sadalia, 2010:27).
Pasar modal juga merupakan berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa
diperjual belikan, dalam bentuk hutang atau modal sendiri, baik yang diterbitkan pemerintah,
perusahaan swasta maupun public authorities. Dalam hal ini instrumen-instrumen keuangan
yang diperjual-belikan di dalam pasar modal yaitu surat-surat berharga yang terdiri dari
saham, obligasi, waran, right, dan berbagai produk derivatif lainnya seperti opsi (call option
atau put option).
Pasar modal dibangun dengan tujuan untuk menggerakkan perekonomian suatu
negara melalui kekuatan dunia usaha serta mengurangi beban negara. Negara memiliki
kekuatan dan kekuasaan untuk mengatur bidang perekonomian tetapi tidak harus memiliki
perusahaan sendiri. Negara tidak perlu membiayai pembangunan ekonominya dengan cara
meminjam dana dari pihak asing, sepanjang pasar modal dapat difungsikan dengan baik.
Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau
sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan Efek di antara mereka (Samsul, 2006:95).
Pada dasarnya Bursa Efek dapat dimiliki oleh negara, pemerintah propinsi,
pemerintah daerah, pemerintah kota maupun pihak swasta dimana organisasi ini merupakan
organisasi yang tidak berorientasi laba (nonprofit oriented organization), namun bukan

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Rekening Giro Dan Rekening Tabungan Pada PT. Bank XXXX

Admin Add Comment
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Rekening Giro Dan Rekening Tabungan Pada PT. Bank XXXX

Abstrak.
Pengembangan Sistem Komputerisasi dalam bidang Perbankan saat ini adalah mutlak, mengingat pada kebutuhan pada pihak perbankan dengan mendekatkan dirinya pada masyarakat sebagai mediator dan bagian dari Konsep Orientasi Pelanggan dalam meningkatkan Layanan pada Nasabah, seperti dengan penerapan ATM on-line, Electronic Banking dan Mobile Banking, fasilitas ini sangat berhubungan dengan pengelolaan Sumber Dana Bank dari Penyediaan Rekening Tabungan dan Giro. Implikasi dari penerapan on-line di bidang ini menyebabkan pula pada pengembangan Sistem Akuntansinya secara intern yang berbasis pada Komputer dan pergeseran pada Tehnik dan Metode pengendalian Internnya

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pengembangan Sistem Komputerisasi dalam bidang Perbankan saat ini
adalah mutlak, mengingat pada kebutuhan pada pihak perbankan dengan
mendekatkan dirinya pada masyarakat sebagai mediator dan bagian dari
Konsep Orientasi Pelanggan dalam meningkatkan Layanan pada Nasabah,
seperti dengan penerapan ATM on-line, Electronic Banking dan Mobile
Banking, fasilitas ini sangat berhubungan dengan pengelolaan Sumber Dana
Bank dari Penyediaan Rekening Tabungan dan Giro. Implikasi dari penerapan
on-line di bidang ini menyebabkan pula pada pengembangan Sistem
Akuntansinya secara intern yang berbasis pada Komputer dan pergeseran pada
Tehnik dan Metode pengendalian Internnya.
Kualitas pelayanan ialah tingkat keunggulan yang dibutuhkan dan
pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi harapan
nasabah dalam melakukan transaksi pencairan giro maupun tabungan. Pihak
bank merupakan perusahaan jasa yang perlu mengutamakan kualitas
pelayanan. Apabila bank tidak mampu melayani nasabah dengan baik maka
kemungkinan yang akan timbul adalah nasabah akan memutuskan hubungan
bisnis dengan bank, dan pada akhirnya nasabah akan memberikan informasi
kepada orang lain yang pada akhirnya, atas informasi tersebut para nasabah
akan memutuskan hubungan dengan bank.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA