.

Pengaruh Inflasi Dan Birate terhadap portofolio Reksa dana Syariah Di Indonesia periode 2011-2015

Admin Add Comment
JUDUL SKRIPSI PENGARUH INFLASI DAN BIRATETERHADAP PORTOFOLIO REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIAPERIODE 2011-2015


BAB IV 
ANALISIS DAN PEMBAHASAN 
A . Gambaran Umum Objek Penelitian 
1 . Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia 

Pasar modal merupakan sarana pembentuk modal dan akumulasi dana yang diarahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengarahan dana guna menunjang pembiayaan pembangunan nasional. Dalam kegiatannya, pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas kepada perusahaan yang menawarkan saham/obligasi kepada masyarakat, dengan memberikan kemudahan - kemudahan dan juga memberikan peraturan - peraturan agar kepentingan masyarakat terjamin, sehingga setiap perusahaan yang akan go public diteliti kelayakannya.

Aktivitas pasar modal di Indonesia dimulai sejak tahun 1912 di Jakarta. Efek yang diperdagangkan pada saat itu adalah saham milik perusahaan orang Belanda dan obligasi yang diperdagangkan adalah obligasi milik pemerintah Hindia Belanda. Aktivitas pa sar modal ini berhenti ketika terjadi Perang Dunia II. Ketika Indonesia merdeka, pemerintah menerbitkan obligasi pada tahun 1950. Pengaktifan pasar modal di Jakarta ditandai dengan diterbitkannya Undang - Undang Darurat tentang Bursa Nomor 13 Tahun 1951 yang kemudian ditetapkan dengan

Dalam Undang - Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian pasar modal dijelaskan lebih spesifik sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Pena waran Umum dan Perdagangan efek, Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pemikiran untuk mendirikan pasar modal syariah dimulai sejak munculnya instrumen pasar modal yang mengg unakan prinsip syariah yang berbentuk Reksadana Syariah. Usaha ini baru bisa terlaksana pada tanggal 14 Maret 2003 dengan dibuka secara resmi pasar modal syariah oleh Menteri Keuangan Boediono dan didampingi oleh Ketua Bapepam Herwidayatmo, Wakil dari Maje lis Ulama Indonesia dan Wakil dari Dewan Syariah Nasional serta Direksi SRO (Self Regulatory Organization) , Direksi Perusahaan Efek, pengurus organisasi pelaku dan asosiasi profesi di pasar Indonesia. peresmian pasar modal syariah ini menjadi sangat pentin g sebab Bapepam menetapkan pasar modal syariah dijadikan prioritas kerja lima tahun kedepan sebagaimana dituangkan dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia tahun 2005 - 2009. Dengan program ini, pengembangan pasar modal syariah memiliki arah yang jelas dan se makin membaik

Sehubungan dengan hal - hal tersebut di atas, pada tanggal 4 Oktober 2003, Dewan Syariah Nasional (DSN) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 40/DSN - MUI/X/2003 Tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum 91 Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal . Fatwa ini dikeluarkan mengingat pasar modal di Indonesia telah lama berlangsung dan perlu mendapat kajian dan prospektif hu kum Islam. Beberapa dasar hu kum atas pelaksanaan pasar modal ini harus sesuai dengan QS. An - Nisa ayat 29, Al - Maidah ayat 1, dan Al - Jumuah ayat 10 serta beberapa Hadist Rasulullah SAW

Perkembangan suatu pasar modal dipengaruhi oleh partisipasi yang aktif, baik dari perusahaan yang akan menjual sahamnya ( go public ) maupun investor serta pihak - pihak lain yang terlibat dalam ke giatan pasar modal. Ini berarti bahwa tanpa adanya partisipasi yang aktif dari perusahaan - perusahaan yang potensial untuk go pubic , tidak adanya investor yang bergairah untuk menanamkan dananya dalam surat berharga, dan kurang aktifnya lembaga - lembaga penu njang pasar modal, maka suatu pasar modal tidak akan berkembang dengan baik.

2 . Sejarah Reksadana Syariah 

Reksadana pertama kali dikenal pada tahun 1870 di Inggris. Ketika Robert Fleming ditugaskan ke Amerika Serikat oleh pimpinan perusahaan tempat ia bekerja, ia melihat ada investasi baru yang muncul setelah perang saudara. Ketika ia pulang ke Inggris, ia ber maksud membuka investasi baru tersebut tetapi ia tidak punya modal yang cukup untuk

Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Bi Rate Terhadap Net Asset Value Reksa Danasaham Syariah

Admin Add Comment
JUDUL SKRIPSI PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH, BI RATE TERHADAP NET ASSET VALUE REKSA DANASAHAM SYARIAH



I. PENDAHULUAN 

Latar Belakang 

Memilih investasi yang aman dan menguntungkan memang menjadi tujuan semua pihak, namun tidak jarang investasi palsu, bersentuhan dengan perusahaan yang memproduksi barang haram dan alih-alih memberikan keuntungan tinggi sangat banyak dijumpai di masyarakat. Hal ini diperlukan adanya reksa dana saham sesuai syariah sebagai alternatif investasi bagi investor yang beragama Islam di Indonesia, yang menginginkan investasi dengan memperoleh pendapatan dengan cara yang halalan\thoyyibah.


Dalam ayat al Quran di surat al Maidah (5) ayat 88, Allah SWT. berfirman Wakulū mimma razaqakuumul-Lahu halalan tayyiba(n), wat-taqul-Laha al-ladzī antum bihī mu’minūna Artinya, “dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”

Ayat diatas merupakan perintah Allah subhanahu wata’ala kepada kita manusia agar makan makanan yang halal dan baik. Dapat diperluas lagi bahwasannya tidak hanya berkutat pada makanan, namun bisnis, perdagangan, transaksi dan rezki yang kita cari dan kita peroleh wajib memenuhi aspek kehalalan. Halal dari aspek hukum dan baik dari aspek substansinya. Dalam hadist nabi beliau SAW bersabda Al-halaālu bayyinun wa al-haramu bayyinun wa bainahumā musyabbahātun laa ya’lamuhā katsīrun min-nāsi fa man attaqo al-musyabbahāti istabron lidīnihi wa ‘irdhihi

Artinya, "Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya...." (HR. Bukhari no. 50).

Sangat jelas gambaran Rasulullah SAW. tentang perbedaan halal dan haram, dan peringatan beliau tentang perkara yang syubhat, dimana jika seorang muslim mampu menjaga dari perkara tersebut maka dia telah benar benar menjaga agama yang dicintainya dan juga kehormatannya sendiri. Aturan Allah wajiblah dipenuhi, ditaati dan dikerjakan, karena Allah adalah raja dari segala raja.

Baik buruknya suatu investasi tidak terlepas dari adanya faktor – faktor lain yang mempengaruhi, faktor - faktor yang diduga memiliki pengaruh terhadap net asset value (NAV) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana saham syariah adalah tingkat Inflasi di dalam negeri, Nilai Tukar Rupiah, dan BI Rate. Secara teori, faktor - faktor tersebut berkaitan dengan net asset value (NAV) reksa dana saham syariah sehingga di harapkan investor dapat menjadikannya sebagai indikator untuk mengetahui NAV/NAB per unit reksa dana saham syariah.

Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus, yang berakibat menurunnya daya beli masyarakat karena secara riil tingkat pendapatan juga menurun (Putong, 2002:185).

Menurut Suta (2000) dalam Hifdzia (2012:8), fluktuasi nilai rupiah terhadap mata uang asing yang stabil akan sangat mempengaruhi iklim investasi dalam negeri, khususnya pasar modal. Terkait denga investasi.

Menurut Samuelson dan Nordhaus (2004:197) suku bunga adalah biaya untuk meminjam uang dan diukur dalam dolar per tahun untuk setiap satu dolar yang dipinjamnya, jika diterapakan dalam kondisi Indonesia maka suku bunga merupakan jasa peminjaman uang dari bank kepada nasabah.. Jika BI rate dinaikkan, yang akan terjadi adalah investor akan memilih alternatif investasi yang memberikan pendapatan yang lebih tinggi. Akibatnya instrumen - instrumen pasar modal seperti saham tidak diminati bahkan dijual dan beralih ke perbankan. Hal tersebut menyebabkan harga saham menurun sehingga keuntungan reksa dana saham juga mengalami penurunan. Dan begitu pula sebaliknya.

Rumusan Masalah 

1. Apakah inflasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

2. Apakah nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

3. Apakah BI Rate berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

4. Apakah inflasi, nilai tukar rupiah, BI rate berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah?

Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah yang dikemukakan diatas maka dapat disebutkan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan secara parsial dan secara simultan antara inflasi, nilai tukar rupiah, dan BI Rate terhadap net asset value reksa dana saham syariah

Investasi syariah dalam pengertian yang sederhana, tak lain adalah usaha perkongsian atau syirkah, dimana satu pihak pemodal menanamkan danaya dalam sebuah usaha riil yang dilaksanakan oleh pihak lain. Bentuk syirkah yang cukup dikenal dalam Islam adalah musyarakah dan mudharabah. Musyarakah menurut Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid II hal 253-257 yang dikutip. Oleh Antonio (2001:90), mendefinisikan sebagai akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (atau amal/expertise) dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Mudharabah lazim dikenal sebagai akad investasi, diartikan perjanjian atas suatu jenis perkongsian, dimana pihak pertama (shahib al-maal) menyediakan dana, dan pihak kedua (mudharib) bertanggung jawab atas pengelolaan usaha. Hasil usaha dibagikan

sesuai dengan nisbah (porsi bagi hasil) sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama sejak awal (Yusuf dan Wiroso, 2011:93). Reksa Dana Syariah Salah satu tujuan dari reksa dana syariah adalah memenuhi kebutuhan kelompok investor yang ingin memperoleh pendapatan investasi dari sumber yang bersih dan dapat dipertanggung jawabkan secara religius, serta sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Dari sisi tujuan reksa dana syariah dapat disejajarkan dengan social responsible investment (SRI) atau ethical investment, socially aware investment, dan valuebased investment. Tujuan utama reksa dana syaraih bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini tanpa harus mengabaikan keinginan investornya (Ghufron dkk,2005:15-16).

Pengaruh Inflasi, Ihsg,Jumlah Reksa Dana Syariah Dan tingkat return terhadap Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah Di Indonesia

Admin Add Comment
Pengaruh Inflasi, Ihsg,Jumlah Reksa Dana Syariah Dan tingkat return terhadap Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah Di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya memperluas basis ke terlibatan masyarakat dalam sistem perekonomian bangsa Indonesia memberikan suatu konsekuensi logis a tas dibutuhkannya pengembangan pasar m odal kepada arah yang diharapkan oleh masyarakat sebagai stakeholder dari sistem pasar modal secara keseluruhan. Pasa r m odal yang merupakan salah satu mediasi dari investasi adalah tempat bertemunya antara penjual modal/dana dengan pembeli modal/dana untuk melakukan transaksi jual beli dengan diperantarai oleh para anggota bursa selaku pedagang perantara. Dalam pasar mod al sama halnya dengan perbankan, merupakan media yang mampu menjadi jembatan bagi pihak yang kele bihan dan membutuhkan modal, dalam pasar modal terhubung begitu banyak pelaku ekonomi tanpa batas negara.

Pasar modal adalah pasar yang mempertemukan mereka ya ng memerlukan dana jangka panjang dan mereka yang dapat menyediakan dana tersebut. Jual beli dana jangka panjang ditunjukkan dengan kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham, obligasi dan sekuritas - sekuritas lain yang bersifat jangka panjang. Bursa e fek m erupakan satu bentuk kegiatan pasar modal (Rahmawati,2009). Pada era ini, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia sangat pesat. Hampir setiap hari kita mendengar informasi dari bursa efek jakarta terkait perkembangan pasar modal syariah yang terdaft ar disana. Berbeda dengan pasar 2 modal konvensional, sejumlah instrumen syariah di pasar modal sudah diperkenalkan kepada masyarakat, misalnya saham yang berpri nsipkan syariah dimana kriteria saham syariah adalah saham yang dikeluarkan perusahaan yang mela kukan usaha sesuai dengan syariah.

Demikian juga, usaha untuk merealisasikan praktek obligasi syariah atau obligasi yang berprinsip syariah. Berdasarkan Undang - undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia, “ reksa dana diartikan sebagai suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek (saham, obligasi, valuta asing, deposito) oleh manajer investasi ” . Bagi investor yang berniat melakukan investasi melalui reksadana sert a menginginkan perolehan keuntungan yang bisa dipertanggungjawabkan secara Islami, investor dapat beralih pada reksa dana yang sering disebut dengan reksa dana syariah atau Islamic Investment Fund .

Pada dasarnya, reksa dana sy ariah sama dengan reksa dana k onvensional, yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, yang selanjutnya dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen - instrumen pasar modal d an pasar uang. Hanya saja perbe daan yang paling menonjol antara reksa dana syariah dan reksa dana konvensional adalah dalam reksa dana syariah terdapat proses screening atau filterisasi atau intrumen investasi berdasarkan pedoman syariah dan proses cleansing untuk membersihkan pendapatan yang dianggap dipe r oleh dari kegiatan yang haram menurut pedo man syaria

Strategi pada investasi reksa dana syariah sangat tergantung pada manajer investasi syariah dan dapat dilihat dari portofolio investasinya. Reksa dana syariah merupakan sebuah bentuk investasi yang mempunyai risiko wa laupun di pasar modal reksa dana syariah adalah sekuritas yang mempunyai risiko yang paling rend ah (Natalina, 2015). Perk embangan reksa dana syariah di I ndonesia tahu n 2011 - 2015 adalah sebagai berikut


Pengaruh Inflasi, Kurs Dan Bi Rateterhadap Nilai Aktiva Bersih (Nab) Reksadana Syariah Di Indonesia (Periode 2010-2016)

Admin Add Comment
judul skripsi : Pengaruh Inflasi, Kurs Dan Bi Rateterhadap Nilai Aktiva Bersih (Nab) Reksadana Syariah Di Indonesia (Periode 2010-2016)

A. PENDAHULUAN
Dominasi industri keuangan kenvensional beberapa dekade inimengalami keruntuhan akibat guncangan ekonomi global. Hal tersebutmenjadi tonggak awal perkembangan industri keuangan syariah dimasyarakat. Hal tersebut dikarenakan keuangan berbasis syariah yanglebih mengutamakan nilai Islam dimana tujuan akhirnya adalah mencapai Falah atau kemenagan di dunia maupun di akhirat dianggap dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan industri keuangan yang stabil efisien, berkah serta halal. Atas dasar tersebut industri keuangan syariah mulai dari perbankan hingga lembaga keuangan lainnya mulai di lirik dan mengalami perkembangan pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Tidak hanya pada lembaga keuangan, Perkembangan industri syariah juga merambah pada dunia investasi, dimana investasi syariah adalah investasi yang sesuai dengan aturan syariah yakni tidak mengandung unsur Maysir, Gharar, dan riba di dalam operasionalnya. Pada dasarnya investasi syariah merupakan suatu kegiatan penempatan dana pada asset tertentu, pada periode tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan imbal hasil yang diinginkan, namun juga berdasarkan aturan syariah baik di dalam operasionalnya maupun hal yang terkait asset di dalamnya.1 Secara umum investasi di bagi atas 2 hal yaitu investasi pad rill asset dan financial asset.2 Di Indonesia sendiri rill asset dan financial asset mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Investasi pada rill asset dapat diartikan sebagai investasi pada sektorsektor asset yang nyata seperti tanah, bangunan, emas, dan kekayaan lainnya, sedangkan financial asset merupakan investasi pada asset keuangan berupa surat berharga pasar uang maupun pasar modal. Investasi di pasar modal merupakan investasi yang berkembang pesat saat ini. Pasar modal menjadi tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana (emiten) dengan pihak yang mau menginvestasikan dananya (investor), selain itu investasi di pasar modal dapat memberikan tambahan pendapatan (Capital again) dan deviden bagi investor

Reksa dana adalah suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, memiliki keinginan kuat untuk berinvestas, tetapi memiliki waktu dan pengetahuan tang terbatas.4 Perkembangan reksa dana begitu signifikan, hal tersebut terbukti di tengah krisis ekonomi 1997-1998, Pasar Modal Syariah di Indonesia mulai menerbitkan reksa dana Syariah oleh PT. Danareksa Investment Management pada 3 Juli 1997. Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan PT. Danareksa Investment Management meluncurkan jakarta Islamic Index (JII) pada tanggal 3 Juli 2000 yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menginvestasikan dananya secara Syariah.


Perkembangan selanjutnya pada tanggal 18 April 2001, untuk pertama kali Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSNMUI) mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal, yaitu Fatwa Nomopr 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah. Reksa dana syariah atau Islamic mutual found merupakan reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syariah, baik dalam bentuk akad, pengolahan dana dan penggunaan dana.

Jenis-jenis reksadana sendiri dapat dibendakan sebagai beirkut:
  • Reksadana Pendapatan Tetap-Tanpa unsur saham. Adalah reksadana yang mengambil strategi investasi dengan tujuan untuk mempertahankan nilai awal modal dan mendapatkan pendapatan yang tetap. 
  • Reksadana Pendapatan Tetap-Dengan unsur saham. Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang. Karena dapat memiliki saham yang secara umum mempunyai resiko yang lebih tinggi.
  • Reksadana Saham (Equity Fund). Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas. Pada umumnya efek saham memberikan kontribusi dengan memberikan hasil yang menarik, dalam bentuk capital gain dengan pertumbuhan harga-harga saham dan dividen. 
  • Reksadana Campuran (Siscretionary Fund). Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya. Reksadana campuran dalam orientasinya. 
salah satu ukuran kinerja investasi di reksa dana syariah Salah satu ukuran kinerja investasi di reksa dana syariah adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB). Nilai Aktiva Bersih berkaitan dengan nilai portofolio reksa dana yang bersangkutan. Aktiva atau kekayaan reksa dana dapat berupa kas, deposito, SBI, SPBU, surat berharga komersial, saham, obligasi, right dan lain sebagainya. Sementara kewajiban reksa dana dapat berupa fee manajer yang belum di bayar, fee bank custodian yang belum di bayar, fee broker yang belum di bayar, pajak yang belum di bayar serta efek yang belum di lunasi. Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan Sedangkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per saham atau per unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu reksa dana setelah dikurangi semua biaya operasional (kewajiban) dan dibagi dengan jumlah saham atau unit penyertaan yang beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) per saham/unit penyertaan dihitung setiap hari oleh bank kustodian setelah mendapatkan data dari manajer investasi dan nilainya dapat dilihat pada surat kabar tertentu setiap hari. Besarnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) bisa berfluktuasi setiap hari, tergantung pada perubahan nilai efek dalam portofolio reksadana. Meningkatnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) mengindikasikan meningkatnya investasi pemegang saham/unit penyertaan, begitu pula sebaliknya.9 Berikut adalah gambaran perkembangan kinerja reksadana syariah di Indonesia :

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif tergantung dari parah atau tidaknya tingkat inflasi itu sendiri. Sebagian ahli ekonomi berpendapat bahwa inflasi yang sangat lambat berlakunya dipandang sebagai stimulator bagi pertumbuhan ekonomi.13 Inflasi itu ringan justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Kenaikan harga dalam inflasi yang tergolong rendah tersebut tidak secepatnya diikuti oleh kenaikkan upah pekerja, sehingga keuntungan akan bertambah. Pertambahan keuntungan akan menggalakan investasi dimasa datang dan ini akan mewujudkan percepatan dalam pertumbuhan ekonomi.Berbeda halnya dengan inflasi ringan, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiper inflasi), juga menimbulkan beberapa akibat buruk kepada individu, masyarakat, dan kegiatan perekonomian secara keseluruhan.14 Ketiadaan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari inflasi yang serius menyebabkan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat.

Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Wilayah Hukum Dan Hak Asasi Manusia

Admin Add Comment
Judul Skripsi : Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Wilayah Hukum Dan Hak Asasi Manusia


Disiplin kerja pegawai dalam organi sasi m erupakan satu fungsi dari manajemen sumber daya manusia karena dengan kondisi yang penuh dengan disiplin, pegawai dapat diharapkan menjadi tonggak da sar yang tangguh pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan. Dengan adanya pegawai yang berdisiplin kerja, dimana mereka mematuhi segala aturan dalam or ganisasi, kondisi tersebut akan memberikan dukungan positif kepada pencapaian tujuan organisasi yang pada umumnya dikendalikan oleh manusia dengan aneka ragam disiplin ilmu, keterampilan dan tanggung jawab

Peraturan disiplin kerja dalam suatu organisasi/instans i sudah berjalan sebagaimana mestinya atau belum, dapat di lihat sebagai berikut: 1) pegawai datang ke kantor tepat waktu; 2) apabila mereka selalu berpakaian seragam di tempat bekerja; 3) apabila mereka menggunakan bahan dan perlengkapan dengan hati-hati dan menurut peraturan; 4) apabila menghas ilkan jumlah dan kualitas pekerjaan yang menurut standar; 5) apabila mengikuti cara kerja yang ditentukan kantor; 6) apabila mereka melakukan pekerjaan dengan semangat yang baik.

Untuk menumbuhkan dan memelihara disiplin kerja pegawai perlu ada peraturan tata tertib yang wajib ditaati da n dilaksanakan dengan adanya ganjaran bagi pelanggar peraturan, supaya da pat mencapai tujuan denga n baik serta berdisiplin secara berkesinambungan. Rendahnya disiplin dapat dipengaruhi oleh berbagai dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu: 1) pelanggaran pada peraturan yang wajib ditaati; 2) tidak menghiraukan keputusan-keputusan manajemen; 3) tidak menghargai nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi

Dari kenyataan sehari-hari yang dapat diamati di lapangan, kondisi kesembrawutan disiplin kerja pegawai masi h terlihat. Banyak diantara pegawai yang bekerja belum mengikuti sepenuhnya disipl in (atau kode etis) yang seharusnya ditaati. Hal-hal tersebut terutama mudah dijumpai mengenai pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku untuk ketentuan jam bekerja. Contoh yang paling mudah dapat dilihat adalah pola kehadiran pe gawai, ketekunan dalam mengerjakan tugas pokok, kesetiaan mentaati prihal absensi, tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dan berbagai hal lain sebagainya.

Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Wilayah Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Faktor-faktor penyebab buruknya disiplin kerja pegawai, merupakan suatu permasalahan yang komplek yang disebabkan oleh banyak faktor. Namun demikian setelah diamati di lapangan diduga faktor dominan yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai adalah karena kurangnya penga wasan oleh pimpinan, membuat semua perihal indispliner jadi merebak berk elanjutan. Dalam pelaksanaan pengawasan pegawai yang paling tepat adalah atasan la ngsung, pada tingkatan manapun ia berada dan ini dilanjutkan secara berjenjang sampai kepada pimpinan dan pimpinan akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengawasan, ini akan menumbuhkan kedisiplinan moral seca ra langsung dapat mengetahui kemampuan kerja pegawai serta penilaian yang objektif terhadap pegawai.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah

Admin Add Comment
Judul Skripsi : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah


1 BAB 

I PENDAHULUAN 

1.1. Latar belakang 

Keberhasilan suatu organisasi baik itu swasta maupun pemerintah sangat tergantung kepada baik atau buruknya kinerja dari organisasi tersebut. Kinerja dari suatu organisasi tergantung kepada kinerja para pegawainya yang merupakan penggerak bagi berjalannya suatu organisasi. Dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus memiliki kegiatan yang digerakkan oleh seseorang atau sekelompok orang yang bekerjasama aktif dalam menghasilkan kinerja organisasi yang baik, yang artinya tercapainya tujuan suatu organisasi dikarenakan upaya yang dilakukan orang- orang yang ada di dalam organisasi tersebut.

Kinerja dari seorang pegawai menunjuk pada kemampuan pegawai tersebut dalam melaksanakan tugas -tugas yang menjadi tanggung jawabnnya. M enurut Hasibuan (2001:34) kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas -tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pe ngalaman dan kesungguhan serta waktu. Kinerja pegawai dalam suatu organisasi baik itu organisasi swasta maupun organisasi pemerintah merupakan faktor yang penting dalam mendorong pencapaian organisasi sehingga kinerja para pegawai penting untuk ditingkatkan. Tujuan organisasi tidak akan tercapai tanpa kinerja yang baik dari pegawainya. Demikian juga halnya dengan kinerja para pegawai dalam organisasi pemerintah yang disebut dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan sumber daya aparatur negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, ujur, adil dan merata. Kinerja PNS mempengaruhi kemajuan suatu negara khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien kepada masyarakat

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah
Kinerja PNS di Indonesia masih dianggap kurang baik seperti yang dikemukakan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang memperkirakan bahwa 40% dari 4,7 juta PNS di Indonesia memiliki kinerja buruk (www.tempo.com). Oleh karena itu peningkatan kinerja PNS pe rlu mendapatkan perhatian khusus untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan agar hal ini diharapkan dapat diperbaiki mengingat kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Kinerja pegawai dapat ditingkatkan dengan melakukan pembinaan terhadap pegawai tersebut. Upaya peningkatan kemampuan ini penting dilakukan agar peningkatan kinerja dan loyalitas pegawai dapat menjadi kenyataan. Hal tersebut itu bisa diperoleh salah satunya jika organisasi tersebut ditang ani oleh suatu manajemen yang baik. Salah satu sasaran pengelolaan sumber daya manusia pada fungsi manajemen organisasi adalah menyangkut kepemimpinan yaitu suatu proses mempengaruhi orang lain dalam menentukan dan mencapai tujuan organisasi yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang ditunjuk dan diakui oleh anggota sebagai orang yang pantas untuk memimpin mereka

Peran pemerintah dalam mencapai tujuannya yaitu dalam pelayanan masyarakat mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan pimpinan yang memiliki kua litas tertentu. Ke butuhan akan kepemimpinan ini sangat penting karena pemimpin merupakan inti dari manajemen dan adminitrasi, pemimpin yang menjalankan fungsi dalam organisasi tersebut karena pimpinanlah yang memiliki daya kemampuan mempengaruhi dan mengg erakan manusia lainnya untuk bekerja mencapai tujuan. S eorang pemimpin merupakan unsur yang menentukan dalam mengembangkan suatu organisasi, berhasil atau gagalnya suatu organisasi pemerintahan banyak ditentukan oleh kualitas kepemimpinan tersebut. Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin membawa pengaruh yang besar terhadap kelangsungan kegiatan dan perkembangan dalam suatu organisasi.

Peran pemimpin menjadi sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi yaitu dalam mengelola bawahannya agar bekerj a secara maksimal sehingga tercapai kinerja yang tinggi. Dalam suatu organisasi setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda- beda dalam melaksanakan kepemimpinannya serta mengarahkan bawahannya agar mampu bekerja sama dengan baik , oleh karena it u seorang pemimpin harus menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi yang nantinya akan mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan dari organisasi tersebut.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Mandiri

Admin Add Comment
judul skripsi : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Mandiri


Manajemen memegang peranan penting dalam segala kegiatan yang dijalankan suatu organisasi dewasa ini. Manajemen yang baik merupakan salah satu syarat mutlak untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Organisasi pada dasarnya merupakan suatu wadah dimana orang -orang berkumpul dan bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan -kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Mandiri
Dalam mencapai tujuannya, organisasi harus mampu mengatur seluruh sumber daya yang terdapat di dalamnya. Salah satu sumber daya organisasi yang membutuhkan perhatian dan pengaturan khusus adalah sumber daya manusia . Sebuah organisasi harus mengatur dan memfasilitasi karyawannya dengan baik untuk menunjang kinerja dan produktivitas organisasi.

Suatu organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang dapat memberikan semangat kepada bawahannya untuk selalu produktif, karena keberadaan pemimpin dalam suatu organisasi dirasakan sangat mutlak untuk menjadi nahkoda bagi para bawahannya. Untuk menunjang keberhasilan fungsi manajemen dalam organisasi, salah satu faktor yang sangat penting dan menentukan adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan merupakan inti dari manajemen. Dikatakan demikian karena gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan sarana pendorong atau penggerak bagi semua sumber daya manusia serta sumber daya lainnya dan sarana yang tersedia di dalam organisasi perusahaan.

Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang mampu membangkitkan semangat kerja dan menanamkan rasa percaya diri serta tanggung jawab pada bawahan untuk melaksanakan tugas -tugasnya dengan penuh tanggung jawab guna mencapai produktivitas perusahaan. Semangat kerja karyawan akan muncul diantaranya dari gaya kepemimpinan ideal yang diterapkan seorang pemimpin dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan secara maksimal, sehingga pemimpin mampu menggerakkan orang lain, dalam hal ini adalah karyawan ya ng menjadi bawahannya.

Gaya kepemimpinan diartikan sebagai perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan perilaku organisasinya (Nawawi, 2003 : 113). Menurut Husnan, (2002:224) gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan perusahaan.
Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan, iklim organisasi juga berpengaruh besar di dalamnya. Setiap organisasi memiliki iklim organisasi yang berbeda. Iklim organisasi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap setiap individu di organisasi, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan.

News trom (2002: 91), memandang iklim organisasi sebagai kepribadian sebuah organisasi yang membedakannya dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing -masing anggota dalam memandang organisasi. Iklim organisasi selalu ada dalam setiap perusahaan , dan eksistensinya tidak pernah berkurang sedikitpun. Iklim organisasi mempengaruhi seluruh kondisi dasar, hal kerja, dan perilaku individu dalam perusahaan, dan pemimpin adalah faktor paling dominan yang mempengaruhi bentuk dari iklim organisasi.

Iklim o rganisasi terkait erat dengan proses menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga dapat tercipta hubungan dan kerjasama yang harmonis diantara seluruh anggota organisasi yang tentunya mempengaruhi semangat kerja para anggota organisasi. Untuk menciptakan iklim organisasi yang kondusif, khususnya hubungan kerja antara karyawan, atau hubungan antara staf dengan pimpinan, diarahkan pada terwujudnya kerjasama yang serasi. Dengan demikian, iklim organisasi yang harmonis dapat mewujudkan semangat kerja yang semakin baik pada diri karyawan

Sejak beberapa tahun terakhir, perbankan syariah menjadi salah satu pasar yang menjanjikan dalam bidang ekonomi, terutama di negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam seperti Indonesia. Jasa bank syariah bebas digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan agama, dan perbedaannya dengan bank konvensional adalah kegiatan operasional dan produk- produk bank syariah dilandasi oleh hukum Islam

Menurut survey yang dilakukan Marplus Insight, pada tahun 2012 Bank Syariah Mandiri berhasil menempati urutan kedua dalam indeks loyalitas nasabah, setelah sebelumnya pada tahun 2011 berhasil menduduki urutan pertama sebagai bank syariah terbaik dalam indeks loyalitas nasabah. Posisi ini mengukuhkan BSM sebagai bank syariah papan atas untuk kategori tingkat loyalitas nasabah. Kekuatan modal dan back up jaringan bank induk menjadi nilai lebih Bank Syariah Mandiri dibandingkan dengan bank syariah lain.

PT. Bank Syariah Mandiri telah hadir sejak tahun 1999 yang kehadirannya mer upakan hikmah dan berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997 telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap sendi kehidupan masyarakat, tidak kecuali dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank konvensional mengalami krisis luar biasa

Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain dan mengundang investor asing. Pada saat bersamaan pemerintah melakukan penggabungan (merger) 4 (empat) bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank mandiri (Persero) Tbk. pada tanggal 31 Juli 1999 yang kemudian di konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah

16 PT. Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi tanggal 1 November 1999 dengan tujuan untuk membangun Indonesia yang lebih baik melalui idealisme usaha yang berpadu dengan nilai- nilai rohani.

Karyawan dalam suatu organisasi harus mampu menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini sudah merupakan tanggung jawab organisasi untuk menyediakan fasilitas dan kebijakan yang dapat mendorong motivasi kerja karyawan untuk bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Organisasi perbankan yang tengah berkembang seperti PT. Bank Syariah Mandiri membutuhkan gaya kepemimpinan dan iklim organisasi yang tepat untuk menunjang semangat kerja pada karyawan.

BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA 

2.1 Uraian Teoritis 
2.1.1 Pemimpin dan Kepemimpinan 

Pemimpin dan kepemimpinan memiliki definisi yang berbeda. Pemimpin merupakan individunya, sedangkan kepemimpinan merupakan pola tindakan dan tingkah laku dari pemimpin tersebut. Menurut Kartono (2006 : 10), pemimpin merupakan inisiator, motivator, stimulator, dinamisator, dan inovator dalam organisasi. Sedangkan menurut Dubrin (2006 : 5) Pemimpin ialah seseorang yang dapat menunjukkan semangat, hasrat, dan memberi inspirasi bagi orang lain agar mencapai kinerja yang lebih baik (bekerja keras) dan menaikkan laba.

Menurut Dubrin (2006 : 4) Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearah pencapaian tujuan (Robbin, 2002:163). Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalam menentukan organisasi, memotivasiperilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Rivai, 2003:2)

Menurut Matondang (2008:5), kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu yang diinginkan, dengan menjalin suatu hubungan interaksi antara pengikut (follower) dan pemimpin dalam mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan adalah proses kerjasama diantara manusia untuk mencapai tujuan, sebagai suatu bentuk energi yang memotori setiap usaha bersama, yang memberikan model untuk diteladani, yang memotivasi, yang menimbulkan semangat kerja, dan yang mempercayai bawahan untuk mengendalikan diri sendiri (Dharma, 2003:136).

Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya bergantung dari berapa banyak keterampilan yang ia kuasai, namun juga dapat bergantung pada cara ia berprilaku dan tindakan yang dilakukannya. Gaya kepemimpinan berpengaruh besar terhadap semangat kerja karyawannya, karena gaya kepemimpinan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan sehingga akan meningkatkan kinerja karyawan apabila kepuasan tersebut terpenuhi.

Safaria (2004:102- 103) menyatakan bahwa organisasi yang kuat merupakan hasil dari kepemimpinan yang unggul. Pemimpin yang unggul adalah pemimpin yang memiliki visi kedepan serta dibarengi dengan tindakan strategis yang tinggi juga, maka akan menghasilkan pemimpin visioner dan efektif.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Komunikasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk

Admin Add Comment
JUDUL SKRISPI: Pengaruh Komunikasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk


BAB I 

PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang

Satu ungkapan yang dapat menggambarkan seluruh aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia adalah mendapatkan orang -orang terbaik dan mempertahankannya. Pemilik atau pemimpin perusahaan akan mudah mewujudkan impiannya membangun perusahaan terbaik melalui orang -orang terbaik tersebut. Hal ini menuntut kemampuan perusahaan dalam menangkap fenomena perubahan tersebut, untuk menganalisa dampak perubahan terhadap perusahaan dan menyiapkan langkah -l angkah guna menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan usaha tersebut. Menyimak kenyataan yang ada saat ini maka peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam organisasi tidak hanya sekedar administratif tetapi justru lebih mengarah pada kemampuan untuk me ngembangkan potensi sumber daya manusia agar menjadi kreatif dan inovatif.


Organisasi selalu dihadapkan pada lingkungan yang serba tidak pasti. Kondisi ini dipicu oleh adanya perubahan lingkungan yang mengarah pada kemunculan pesaing baru, perubahan seler a, status dan usia masyarakat. Organisasi yang tidak mampu memahami perubahan lingkungan akan senantiasa mengalami ketertinggalan dan hanya akan menjadi pengikut (follower) . Untuk mengantisipasi ketertinggalan dan memperoleh kemajuan yang signifikan, organ isasi memerlukan suatu kinerja yang baik antara karyawan maupun pimpinan perusahaan.

Dalam mencapai tujuan organisasi banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya kualitas sumber daya manusia atau pegawai, metode kerja, lingkungan kerja dan fasilitas -fasilitas yang menunjang tercapainya tujuan. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu terwujudnya kinerja karyawan yang positif.

Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya bukan merupakan usaha yang mudah, karena dipengaruhi beb erapa faktor diantaranya: lingkungan kerja, tata ruang kantor, suasana kerja, komunikasi baik intern maupun ekstern serta gaya kepemimpinan dan lain sebagainya. Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja.

Hal ini mudah dipahami sebab komunikasi yang tidak baik bisa mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan organisasi, misal konflik antar karyawan, dan sebaliknya, komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama dan juga kepuasan kerja .Mengingat yang bekerjasam a dalam suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan merupakan sekelompok sumber daya manusia dengan berbagai karakter, maka komunikasi yang terbuka harus dikembangkan dengan baik. Dengan demikian masing -masing karyawan dalam organisasi mengetahui tanggun g jawab dan wewenang masing masing

Karyawan yang mempunyai komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja karyawan menjadi semakin baik. Komunikasi memegang peranan penting di dalam menunjang kelancaran aktivitas karyawan di perusahaan


Komunikasi akan lebih efektif, jika berbagai faktor yang mendukung keberhasilan dapat digunakan secara bersama- sama. Faktor - faktor tersebut diantaranya: berusaha memperoleh umpan balik, menggunakan bahasa yang benar dengan diikuti gerakan badan untuk mem perjelas isi pesan, dan bila perlu dilakukan pengulangan dalam hal penyampaian, menempatkan diri baik sebagai penyampai maupun penerima

Adanya komunikasi pada sebuah instansi, maka koordinasi dan kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan bisa berjalan deng an baik. Menurut Robbins (2002:67). Selain komunikasi, gaya kepemimpinan, juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kinerja yang positif. Gaya kepemimpinan juga dapat memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan t entang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar

Kepemimpinan dalam suatu organisasi atau instansi, berkaitan dengan pengarahan kepada pegawai untuk melakukan pekerjaan. Sebagai pemimpin, seorang menejer bertanggung jawab atas lancar tidaknya pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya. Beberapa kegiatan yang bersangkutan langsung dengan kepemimpinannya pada semua tahap manajemen: penentuan kebijaks anaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Ada juga kegiatan yang tidak langsung yang berkaitan dengan kepemimpinannya, antara lain memotivasi karyawan. ” Effective leadership means effective communication”, (Lingdren, 2001:13).


Pemimpin yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai pemimpin yang menghendaki s egalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.

Menurut Heidjrachman dan Suad Husnan, (2002:224). Gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tuju an organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang lainnya.

Kegiatan komunikasi dan m acam gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi dapat membantu menciptakan kinerja yang positif bagi karyawan. Adanya komunikasi yang terarah dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situas i dan kondisi organisasi maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dan mempunyai harapan terpenuhinya kebutuhan. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.


Pemimpin yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai pemimpin yang menghendaki s egalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula bekerja dalam struktur yang ada secara efektif. Menurut Heidjrachman dan Suad Husnan, (2002:224). Gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tuju an organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang lainnya. Kegiatan komunikasi dan m acam gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi dapat membantu menciptakan kinerja yang positif bagi karyawan. Adanya komunikasi yang terarah dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situas i dan kondisi organisasi maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dan mempunyai harapan terpenuhinya kebutuhan. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.

PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Cabang Binjai mer upakan suatu Perusahaan Perbankan BUMN yang berperan dalam mengembangkan, meningkatkan kualitas , dan mengkoordinasi unsur sumberdaya alam. Di instansi inilah aktifitas para karyawan diharapkan mampu berperan dalam mewujudkan suatu pola kinerja serta mampu mengatasi segala permasalahan yang berhubungan dengan kualitas kinerja

BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA 

2.1 Uraian Teoritis 

2.1.1 Pengertian Komunikasi 

Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication , berasal dari bahasa latin, yaitu communicatus yang artinya “lambang”. Menurut Wiryanto (2004:9), Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari satu orang keorang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata- kata yang dipergunakan dalam percakapan, ekspresi wajah, intonasi, dan sebagainya. Dan perpindahan yang efektif memerlukan tidak hanya transmisi data, tetapi bahwa seseorang mengirimkan berita dan menerimanyasangat tergantung pada keterampilan - keterampilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.


Sedangkan menurut Widjaya (2000:1), komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan -kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebagai sarana tukar menukar pendapat atau sebagai kontak antara manusia secara individu maupun kelompok. Berdasarkan definisi -definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi sebagai suatu proses dimana orang -orang bermaksud memberikan pengertian - pengertian melalui pengiriman berita secara simbolis, dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula


STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN GAS ELPIJI 3 KG

Admin Add Comment
SKRIPSI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN GAS ELPIJI 3 KG

Dunia bisnis menuntut peranan pemasaran yang dapat menunjang kemajuan usaha bisnis. Maju atau mundurnya suatu bisnis akan sangat ditentukan oleh keberhasilan kegiatan pemasaran bisnis tersebut, karena kegiatan pemasaran merupakan kegiatan bisnis yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas (pelanggan). Pentingnya peranan pemasaran yang dimaksud bukan berarti mengenyampingkan peranan bagian lain dalam bisnis, karena seluruh kegiatan merupakan satu kesatuan yang utuh dalam bisnis. Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial. Hanya saja sebagian pelaku pemasaran tidak atau belum mengerti ilmu pemasaran, tetapi sebenarnya mereka telah melakukan usaha-usaha pemasaran. Hal in terjadi karena pelaku pemasaran belum pernah belajar atau bahkan belum pernah mendengarkan kata-kata pemasaran.

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN GAS ELPIJI 3 KG
Dalam melakukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedangkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang suda hada agar tetap eksis. Secara umum, memahami konsep strategi pemasaran dalam, maka perlu diperkenalkan suatu pemahaman mengenai konsep strategi pemasaran.Menghadapi persaingan di dalam mendapatkan pelanggan, 

PT. Putra Sinbar Gas di Kabupaten Sinjai menyadari tidaklah mudah tanpa ada sebuah tindakan nyata berupa bekerja keras dengan menggunakan strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Strategi merupakan kunci penting terhadap keberhasilan sebuah perusahaan dalam meraih pelanggan. Chandler (2009:39) menyatakan bahwa keberhasilan suatu organisasi dalam memenangkan persaingan ditentukan oleh strategi. Strategi adalah upaya yang dimiliki individu dan unsur-unsur yang ada dalam organisasi untuk memiliki keterampilan dan memanfaatkan sumber daya sesuai dengan kondisi lingkungan kerja untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.Pihak PT. Putra Sinbar Gas menyadari pentingnya strategi untuk mendapatkan pelanggan yang aktif dalam mendukung peningkatan. Pihak PT. Putra Sinbar Gas mengambil keputusan untuk menerapkan strategi pemasaran. 

Kotler (2009:24) menyatakan bahwa strategi bauran pemasaran merupakan solusi untuk menangani aktivitas yang berkaitan dengan produk dan jasa untuk memperoleh keuntungan. Strategi pemasaran ini penting dilakukan oleh PT. Putra Sinbar Gas untuk memberikan solusi atas kemungkinan permasalahan yang dihadapi.Melalui strategi pemasaran dengan menggunakan konsep strategi bauran pemasaran, PT. Putra Sinbar Gas mampu mengemban visi, misi dan tujuannya dalam rangka menumbuhkan kepercayaan, imej dan loyalitas pelanggan yang ditawarkan kepada pelanggan. Pihak pimpinan manajemen bersama dengan karyawannya berupaya menerapkan strategi bauran pemasaran sebagai strategi inti atau strategi kunci untuk meningkatkan volume penjualan gas elpiji 3 kg.


Fenomena yang dihadapi saat ini oleh PT. Putra Sinbar Gas bahwa salah satu upaya untuk menggairahkan dan mengikat pelanggan menjadi pelanggan aktif yaitu dengan menyediakan fasilitas delivery, artinya pelanggan dapat menghubungi perusahaan untuk memesan gas elpiji 3 kg, dan pihak perusahaan akan mengantarkan langsung kepada pelanggan. Memahami fenomena tersebut PT. Putra Sinbar Gas menerapkan strategi segmentasi yaitu strategi di dalam menentukan pangsa pasar yang potensial untuk dijadikan pelanggan yang menggunakan gas elpiji 3 kg. Strategi segmentasi pelanggan yang representatif adalah semua pelanggan dalam hal ini warung, toko, mini market yang memiliki pangsa pasar menengah ke bawah. 

PT. Putra Sinbar Gas juga berupaya menerapkan strategi targeting yaitu sebuah strategi yang digunakan dengan segala potensi dan kemampuan untuk mencari pelanggan sebanyak-banyaknya sesuai dengan pencapaian target yang ditetapkan. Untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tet argyang telah ditetapkan, PT. Putra Sinbar Gas senantiasa melakukan penilaian dan pengevaluasian pelanggan yang menggunakan gas elpiji 3 kg sesuai skala prioritas target yang telah ditetapkan.Termasuk PT. Putra Sinbar Gas berupaya semaksimal mungkin menerapkan strategi positioning yaitu sebuah strategi yang digunakan dengan memperbanyak armada sales dan tempat-tempat strategis untuk menawarkan gas elpiji 3 kg kepada masyarakat. Biasanya strategi positioning sebagai kegiatan penawaran gas elpiji 3 kg pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Implementasi Strategi Marketing Kspps Bmt Bif Cabang Rejowinangun Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Tabungan Siarif ( Lengkap Sampai Daftar Pustakanya)

Admin Add Comment
SKRIPSI IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING KSPPS BMT BIF CABANG REJOWINANGUN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH TABUNGAN SIARIF


BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar belakang Masalah 

Lembaga keuangan syariah merupakan sebuah lembaga yang tidak asing lagi didengar ditelinga masyarakat. Lembaga keuangan syariah awalnya hanya dikenal di bidang perbankan saja namun seiring dengan perkembangannya, le mbaga keuangan syariah ju ga bergerak di bidang non bank . Salah satunya adalah Bait Al Maal Wat Tamwil atau yang dikenal dengan BMT 1 . Sebagai L embaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) atau micro finance syariah yang berbentuk bad an hukum koperasi, perkembang an BMT di Indonesia cukup pesat dan menggembirakan, jika dilihat dari segi kuantitas dan pertumbuhan tahunan. 

Pada tahun 2017 secara Nasional menyebutkan bahwa jumlah BMT sebanyak 5400 unit mencapai aset sebesar 4,7 Triliun dengan jumlah pembiayaan sebesar 3,6 Triliun dan jumlah simpanan sebanyak 2,1 Triliun 2 . P ertumbuhan yang sangat pesat ini tentunya menjadi prestasi terlebih sebagai lembaga keuangan mikro swasta yang bahkan tidak mendapatkan subsidi sedikitpun dari pemeritah 3 . Pencapaian ini erat kaitann ya dengan kemampuan BMT dalam menghimpun dana masyarakat, baik berskala kecil maupun besar. Sebagai lembaga keuangan, maka dana merupakan masala hyang palin g utama untuk keberlanjutan sebuah lembaga seperti BMT 4 . Sehingga t anpa dana yang memadai , sebuah l embaga keuangan seperti BMT tidak dapat berbuat apa - apa, atau dengan kata lain BMT tidak dapat menjalankan operasionalnya . 

Dalam menghimpun dana ( funding) dari masyarakat , yang dilakukan oleh BMT di bagi menjadi dua produk yang terd iri dari simpanan dan inv estasi (deposito). Jika deposito memiliki jumlah minimum yang cukup besar, mak a tabungan tidak menggunakan nominal yan g besar untuk membuka rekening. S elain itu nasabah pun dilengkapi dengan buku tabungan yang memudahkan untuk mengetahui jumlah saldo yang tersimpan dalam tabungannya . Ditambah lagi dengan reward yang disediakan bagi nasabah serta cenderung bersifat fleksibel dalam pengambilan atau penarikan uang tabungan saat dibutuhkan. Oleh karenanya, produk tabungan memiliki konsumen yang cukup besar di t engah tengah masyarakat kita yang heterogen. Kemudahan yang ditawarkan menjadi fa k tor utama tabungan menjadi produk yang disukai.

Banyaknya persaingan yang terjadi an tar BMT untuk menghimpun dana pihak k etiga khususnya produk tabungan, menyebabkan seluruh BMT yang beroperasi tersebut akan berusaha den gan maksimal untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini didasari adanya peran serta potensi dana masyarakat yang begitu b esar untuk dihimpun 7 . Persaingan juga akan menjadi fak tor yang berpengaruh signifikan terhada p peningkatan kinerja dari BMT . Semakin tumbu h dan berkembangnya BMT di kota Yogyakarta dengan beragam produk tabungan yang ditawarkan beserta keunggulan dan inovasi yang dimilikinya, membuat masyarakat memiliki alternatif pembanding BMT mana yang akan dipilih . 

 Penerapan strategi menjadi sangat pent ing dan berguna untuk meningkatkan kegiatan penjualan serta mengenalkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Bagaimanapun juga keputusan masyarakat menjatuhkan pilihan untuk menabung, tentunya juga dipengaruhi oleh strategi dengan pener apan yang baik . Oleh karenanya, peranan dan penerapan strategi pemasaran yang tepat dan terbaiklah yang mempun yai kekuatan besar dalam menentukan keput usan masyarakat untuk meraup pangsa pasar yang semakin besar  . Dalam konsep pemasaran, telah dikenal str ategi yang umum digunakan yang dikenal dengan bauran pemasaran ( marketing mix strategy ). Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus - menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran

Bauran pemasaran m erupakan suatu perangkat yang didalamnya akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran. Sehingga bauran pemasaran penting untuk diterapkan karena merupakan strategi ya ng  lengkap dengan melihat dari semua sudut pandang, suatu perangkat yang terintegrasi, merupakan proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan 

Konsep bau ran pemasaran umumnya terdiri atas 4P ( product, price, place, promotion ). Sedangkan untuk jasa seperti lembaga keuangan, keempat hal tersebut masih dirasa kurang mencukupi. Oleh karenanya b auran pemasaran dalam produk jasa perlu ditambahkan dengan tiga ele men lainnya , sehingga bauran pemasaran jasa menjadi 7P ( product, price, place, promotion, people, physical evidence dan process ), y aitu : produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik dan proses 

Strategi pemasaran juga diterapkan di KSPPS BMT Bina I hsanul Fikri yang dibuktikan dari jumlah aset yang terus mengalami peningkatan dari tahun - tahun sebelumnya 13 . Pada tahun 2014 aset yang dimiliki oleh KSP P S BMT B IF sebesar Rp. 60.024.724.110, - dan meningkat pada tahun 201 5 sebesar Rp. 69.597.242.345, - kemud ian mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2016 sebesar Rp. 78.573.907.018 , - Atas hasil kerja kerasnya BMT BIF mendapatkan Award keuangan tersehat se - Indonesia dari Menteri Koperasi pada tahun 2014 yang diselenggarakan di Jakarta

Ibu Fitri selaku bagian IT BMT BIF Cabang Rejowinangun 6 Strategi baur an pemasaran yang diterapkan di KSPPS BMT BIF juga telah diterapkan diberbagai produk yang dimiliki, salah satunya yaitu penerapan bauran pemasaran pada tabungan SiArif. . Hal ini dibuktikan dengan peningkatan saldo tabungan dan jumlah nasabah . Penjelasan ini diperkuat dengan hasil interview bersama Bapak Manager tentang terbentuknya loyalitas nasabah lama