Pengaruh Metode Bercerita Dengan Gambar Terhadap Kemampuan Prabaca

Admin Add Comment

PENGARUH METODE BERCERITA DENGAN GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN PRABACA



PENDAHULUAN 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan sebagai suatu proses, baik berupa pemindahan maupun penyempurnaan akan melibatkan dan mengikut sertakan bermacam-macam komponen dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Pendidikan dilakukan seumur hidup sejak usia dini sampai akhir hayat, pentingnya pendidikan diberikan pada anak usia dini terdapat di dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Anak Usia Dini pasal 1 ayat 1, dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini yang selanjutnya disebut PAUD, adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai berusia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 

Bagi anak usia dini, selain bermain sebagai bentuk kehidupan dalam kecakapan memperoleh keterampilannya, anak-anak juga sudah dapat menerima berbagai pengetahuan dalam pembelajaran secara akademis untuk persiapan mereka memasuki pendidikan dasar selanjutnya. Pada masa ini, anak-anak mengalami masa peka atau masa sensitif dalam menerima berbagai upaya pengembangan seluruh potensi yang dimilikinya. Masa peka merupakan masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon rangsangan yang diberikan oleh lingkungan. Hal ini dinyatakan pula oleh Piere Duqueta children who does not draw is an anomally, and particulary so in the years between 6 an 0, which is outstandingly the golden age of creative expression. Pada rentang usia lahir sampai enam tahun, anak mulai peka untuk menerima berbagai upaya perkembangan potensi yang dimilikinya. 

Bahasa sebagai salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada usia dini merupakan media komunikasi agar anak dapat menjadi bagian dari kelompok sosialnya. Bahasa dapat berbentuk lisan, gambar, tulisan, isyarat, dan bilangan. Membaca merupakan bagian dari perkembangan bahasa yang dapat diartikan menterjemahkan simbol atau gambar ke dalam suara yang dikombinasikan dengan katakata, kata-kata disusun agar orang lain dapat memahaminya. Anak yang menyukai gambar, huruf, buku cerita dari sejak awal perkembangannya akan mempunyai keinginan membaca lebih besar karena mereka tahu bahwa membaca memberikan informasi baru dan menyenangkan. 

Dumile Johanes Ndita (NSAD: 2004) melakukan penelitian mengenai metode bercerita di Afrika Selatan karena mempunyai perbedaan ras yang sangat mencolok. Dumile mengajarkan pendekatan metode bercerita kepada muridnya yang bertujuan untuk mengilustrasikan bagaimana metode ini berfungsi bagi muridnya untuk mentransfer pengalaman hidupnya ke dalam gambar. Seorang guru di sekolahnya akan memberikan informasi berupa cerita yang mendasar tentang kebudayaan dalam suatu komunitas yang diberikan melalui metode bercerita, sedangkan setiap murid akan menggambarkan dan menceritakan kembali arti gambar yang sedang dibuatnya. 

Metode ini sangat berhasil dikenalkan di Afrika Selatan di mana murid dan guru dapat menggambarkan berbagai cerita yang dialaminya dan digunakan untuk salah satu komunikasi antar ras yang satu dengan lainnya. Dari penelitian Dumile dapat dilihat hubungan antara bahasa kata atau cerita dengan metode bercerita dengan gambar. Gambar dapat mengembangkan aspek bahasa dan menjadi salah satu media komunikasi. Tuntutan pendidikan yang semakin tinggi cenderung mengacu pada ‘pemaksaan’ dalam penerapan metode pembelajaran terhadap anak didik. 

Pendidikan awal di sekolah dasar mulai menuntut agar anak-anak sudah dapat membaca, sehingga di lembaga PAUD pun banyak yang menjanjikan lulusannya dapat membaca. Membaca pada anak yang biasa disebut prabaca boleh dilakukan melalui metode yang tepat dan sesuai dengan perkembangan usia anak.Pada kenyataannya, masih banyak guru di lembaga PAUD yang mengajarkan anak-anak membaca dengan cara memaksakan atau tidak mengikuti tahap perkembangan bahasa anak. Anak-anak langsung dikenalkan dan ‘terpaksa’ mengingat huruf-huruf yang diajarkan dan merangkai hurufhuruf tersebut menjadi kata ataupun kalimat yang tidak mereka pahami. 

Mengajar anak agar dapat memahami bahwa huruf merupakan simbol dan baru akan bermakna setelah terangkai menjadi beberapa huruf, misalnya “m-a-m-a” akan bermakna menjadi sebutan untuk ibunya setelah dirangkai utuh menjadi “mama”. Proses memberikan pemahaman itu merupakan tantangan bagi guru karena walaupun tampak sederhana, ternyata guru dituntut kembali untuk memahami apa hubungan antara bahasa kata (bahasa lisan) dengan bahasa gambar di tengah maraknya metode-metode cepat membaca yang ternyata tidak sesuai untuk anak usia dini. 

Bahasa sebagai salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada usia dini merupakan media komunikasi agar anak dapat menjadi bagian dari kelompok sosialnya. Bahasa dapat berbentuk lisan, gambar, tulisan, isyarat, dan bilangan. Kemampuan berbahasa meliputi kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesiaedisi ke-3 (2005: 88) adalah “sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri”. Badudu (Dhieni et al, 2005: 1.8) menyatakan bahwa bahasa adalah ‘alat penghubung atau komunikasi antara anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Model Pembelajaran Artikulasi Berbantuan Media Kartu Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Tk

Admin Add Comment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI BERBANTUAN MEDIA KARTU GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK TK


PENDAHULUAN 


Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling fundamental untuk dasar-dasar pendidikan berikutnya, sehingga apapun yang kita berikan kepada anak pada usia ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya. Dimana hal ini dituangkan didalam Undang- Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional dinyatakan bahwa: Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiaspan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 

Taman Kanak-kanak untuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia empat tahun sampai enam tahun sebagai jenis layanan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada, baik dalam jalur pendidikan formal,non formal dan informal. Muba (2009) menyatakan “Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pelayanan pendidkan bagi anak usia dini (0-6) yang dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah, lembaga atau tempat pengasuhan anak yang berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak, agar dapat berkembang secara optimal dan memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan dasar”. 

Sejalan dengan yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2009 bahwa“ tujuan pendidikan Taman Kanakkanak adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi ruang lingkup perkembangan nilai agama dan moral, fisik/motorik, kognitif, bahasa, serta social emosional kemandirian”. Dari beberapadefinisi PAUD yang dijabarkan diatas sudah sangat jelas menggambarkan betapapentingnya pendidik anak usiadini sebagai langkah awal untuk menapaki dunia pendidikan. Untuk itu kita sebagai seorang pendidik harus mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh anak usia dini secara umum. 

Adapun beberapa karakteristik umum yang muncul pada anak usia dini tersebut antara lain: rasa ingin tahu yang besar, merupakan pribadi yang unik, suka berfantas idan berimajinasi, masa paling potensial untuk belajar, menunjukkan sikap egosentris, mempunyai rentang daya konsentrasi yang pendek, sebagai bagian dari makhluk sosial (Us, 2013) Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pada usia tersebut bisa dikatakan sebagai the golden age, yaitu masa keemasan pada manusia seutuhnya yang membuat anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya. Tugas utama seorang pengajar adalah menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. 

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan umpan balik pembelajaran. Selanjutnya anak akan mencapai tingkat perkembangan yang optimal apabila pembelajaran dilakukan memenuhi prinsipprinsip pembelajaran anak usia dini. Hartati (dalam Partana) mengungkapkan prinsipprinsip pembelajaran tersebut sebgai berikut. Berangkat dari yang dimiliki anak, Belajar harus menantang pemahaman anak, Belajar dilakukan sambil bermain, Menggunakan alam sebagai sarana belajar, Belajar dilakukan melalui sensori, belajar membekali keterampilan hidup, dan belajar sambil melakukan. 

Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan tingkah laku atau kompetensi pada anak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Salah satu perkembangan anak yang sedang berkembang saat usia Taman Kanak-Kanak adalah kemampuan bahasa karena sebelum anak belajar pengetahuanpengetahuan lain, anak perlu menggunakan bahasa agar dapat memahaminya dengan baik. Bahasa merupakan alat komunikasi berupa lambang bunyi yang dihasilkan oleh

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Sistem Dan Prosedur Pembayaran Gaji Karyawan Guna Mendukung Pengendalian Internal

Admin Add Comment

SISTEM DAN PROSEDUR PEMBAYARAN GAJI KARYAWAN GUNA MENDUKUNG PENGENDALIAN INTERNAL



1. PENDAHULUAN 


Setiap perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tertentu, pada umumnya tujuan tersebut meliputi laba operasi, pertumbuhan yang baik dan manajemen organisasi yang sehat. Semua tujuan tersebut tentunya akan dapat dicapai dengan adanya sumber daya manusia. Karyawan memegang peran penting dalam menjalankan kegiatan baik operasional maupun administratif. Kontribusi karyawan dalam perusahaan hendaknya mendapat balas jasa yang sesuai dengan kinerja yang diberikan atau berdasarkan perjanjian antara perusahaan dengan karyawan. Balas jasa atau kompensasi dalam bentuk gaji atau upah merupakan penghargaan kepada karyawan atas kinerja yang diberikan kepada perusahaan selama satu hari, satu minggu, atau satu bulan. Tujuan dari pemberian gaji atau upah selain sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawan juga untuk mempertahankan karyawan yang kompeten agar tetap berada dalam perusahaan tersebut. 

Pemberian gaji yang tepat sesuai dengan proporsi dan kinerja karyawan akan berdampak pada loyalitas yang diberikan oleh karyawan kepada perusahaan karena karyawan atau tenaga kerja merupakan aset perusahaan. Tenaga kerja memegang peran penting dalam proses produksi maupun dalam membantu manajer menjalankan kegiatan perusahaan. Gaji atau upah yang diberikan merupakan bentuk penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Apabila perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan kinerja maupun kemampuan, para karyawan akan bekerja secara maksimal untuk membalas apa yang telah diberikan oleh perusahaan. 

Pemberian gaji atau upah secara intensif dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan mempertahankan karyawan yang berprestasi untuk tetap berada dalam perusahaan. Pembayaran gaji dilakukan perusahaan dalam berbagai macam bentuk, ada yang dilakukan setiap satu hari, setiap minggu dan setiap bulan. 
Dalam penelitian ini akan membahas sistem pembayaran gaji karyawan guna mendukung pengendalian. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen hal ini untuk mengetahui sistem dan prosedur pembayaran gaji karyawan guna mendukung pengendalian internal pada Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen. Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen adalah suatu bidang perusahaan yang bergerak pada bidang kesehatan, kegiatan produksi yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut adalah memberikan jasa atau kualitas pelayanan yang berkompeten. Salah satu kegiatan manajemen yang dikelola sendiri oleh Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen Malang adalah pembayaran gaji pada karyawan yang diberikan secara rutin, hal ini perusahaan memerlukan sistem dan prosedur yang kuat dan mampu mengatur pembayaran gaji pada karyawan dengan baik. 

Suatu sistem memerlukan pengendalian internal didalamnya untuk menghindari tindak kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait. Pengendalian internal yang kurang dalam suatu sistem dikhawatirkan menimbulkan kekacauan seperti tidak tercatatnya transaksi dalam jurnal, pemegang otorisasi sistem ditangani oleh satu orang, terdapatnya perangkapan fungsi dan lain-lain yang dapat memunculkan kesempatan untuk melakukan kecurangan. 

Manfaat dari hasil penelitian ini juga dapat digunakan untuk menjaga harta kekayaan, mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dalam penggajian. Alasan yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen, dikarenakan rumah sakit tersebut memiliki citra yang baik dan positif dari masyarakat. 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem dan prosedur pembayaran gaji karyawan yang diterapkan pada Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen, dan untuk mengetahui sistem dan prosedur pembayaran gaji karyawan yang diterapkan pada Rumah Sakit Teja Husada Kepanjen sudah mendukung dalam pengendalian internal

2. KAJIAN PUSTAKA 

2.1. Sistem dan Prosedur 

Mulyadi (2010:5) menyatakan bahwa: “Sistem adalah jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Prosedur adalah urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang”. 

2.2. Sistem Akuntansi 

”Sistem pada dasarnya sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahap yaitu input, proses dan output Widjajanto (2001 : 1). Kusnadi (2000 : 7) mengemukakan bahwa akuntansi adalah suatu seni atau keterampilan mengolah transaksi atau kejadian yang setidaktidaknya dapat diukur dengan uang menjadi laporan keuangan dengan cara sedemikian rupa sistematisnya berdasarkan prinsip yang diakui umum sehingga para pihak yang berkepentingan atas perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan dan hasil operasinya pada setiap waktu diperlukan dan daripadanya dapat diambil keputusan maupun pemilihan berbagai alternatif dibidang ekonomi. 

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi merupakan suatu prosedur yang digunakan dalam menyampaikan data kegiatan perusahaan terutama yang berhubungan dengan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan. Adapun unsur dari sistem akuntansi adalah formulir, catatan, peralatan yang digunakan untuk mengolah data dalam menghasilkan informasi keuangan yang diperlukan oleh manajemen. Unsur sistem akuntansi adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu. Faktor–faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan sistem akuntansi adalah prinsip cepat, prinsip aman dan prinsip murah.



KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Admin Add Comment

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK



BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 

Karyawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang optimal. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama perusahaan adalah kepuasan kerja para karyawannya, karena karyawan yang dalam bekerja mereka tidak merasakan kenyamanan, kurang dihargai, tidak bisa mengembangkan segala potensi yang mereka miliki, maka secara otomatis karyawan tidak dapat fokus dan berkonsentrasi secara penuh terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja pegawai menurut Hariadja (2002:291) dapat dilihat bahwa “ pekerjaan tidak hanya sekedar melakukan pekerjaan, tetapi terkait juga dengan aspek lain seperti melakukan interaksi dengan teman sekerja, atasan, mengikuti aturan - aturan dan lingkungan kerja tertentu yang seringkali tidak memadai atau kurang disukai. ”

 Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan hal yang bersifat individual, setiap individual memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda – beda sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianutnya. (Handoko, 2000:192). Semakin banyak aspek dalam pekerjaannya yang sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianut individu, semakin tinggi tingkat kepuasan yang didapat. Demikian pula sebaliknya, semakin banyak aspek dalam pekerjaannya yang tidak sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianut individu, semakin rendah tingkat kepuasan yang didapat. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan bagaimana para pekerja memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya yang dapat terlihat dari sikap karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu di lingkungan pekerjaannya. 

Semua jenis perusahaan sebenarnya membutuhkan suatu sistem kerja yang secara serius memperhatikan hal kepuasan kerja para karyawannya. Sebagaimana yang dikemukakan Handoko (1995:196) “ Karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan pernah mencapai kematangan psikologis dan pada gilirannya akan menjadi frustasi.” 

Aspek – aspek yang dapat membentuk kepuasan kerja karyawan antara lain : faktor individual (umur, jenis kelamin, sikap pribadi terhadap pekerjaan), faktor hubungan antar karyawan (hubungan antar manajer dan karyawan, hubungan sosial antara sesama karyawan, sugesti dari teman sekerja, faktor fisik dan kondisi tempat kerja, emosi dan situasi kerja) faktor eksternal (keadaan keluarga, rekreasi, pendidikan). Aspek tersebut memberikan motivasi agar kepuasan kerja tercapai bagi karyawan. Dan yang berkewajiban memenuhi tercapainya kepuasan kerja tersebut adalah setiap pimpinan perusahaan, karena kepuasan kerja merupakan faktor yang diyakini dapat memotivasi semangat kerja karyawan agar karyawan dapat memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat ditingkatkan. 

Selain itu kepuasan kerja juga mempunyai arti penting untuk aktualisasi diri karyawan. Karyawan yang tidak mendapatkan kepuasan kerja tidak akan mencapai kematangan psikologis. Karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja yang baik biasanya mempunyai catatan kehadiran, perputaran kerja dan prestasi kerja yang baik dibandingkan dengan karyawan yang tidak mendapatkan kepuasan kerja. Kepuasan kerja memiliki arti yang sangat penting untuk memberikan situasi yang kondusif dilingkungan perusahaan. 

Kepuasan kerja akan diamati karena manfaat yang didapat, baik untuk karyawan maupun untuk perusahaan, bagi karyawan diteliti tentang sebab dan sumber kepuasan kerja, serta usaha yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan, Sedangkan bagi perusahaan penelitian dilakukan untuk tercapainya tujuan perusahaan. Disamping itu akan diteliti apakah motivasi juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 

Selain kepuasan kerja, perusahaan juga harus memperhatikan mengenai bagaimana menjaga dan mengelola motivasi pegawai dalam bekerja agar selalu tinggi dan fokus pada tujuan perusahaan. Menjaga motivasi karyawaan itu sangatlah penting karena motivasi itu adalah motor penggerak bagi setiap individu yang mendasari mereka untuk bertindak dan melakukan sesuatu. Orang tidak akan melakukan sesuatu hal secara optimal apabila tidak mempunyai motivasi yang tinggi dari dalam dirinya sendiri untuk melalukan hal tersebut. 

Robin dan Judge (2008:222) , mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Dari definisi tersebut dapat dicermati bahwa motivasi menjadi bagian yang sangat penting yang mendasari individu atau seseorang dalam melakukan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Masalah motivasi pada perusahaan haruslah dijadikan sebagai perhatian yang serius dalam Manajemen Sumber Daya Manusianya. 

Perusahaan -perusahaan modern dewasa ini haruslah menjadikan karyawan sebagai aset, bukan lagi hanya sebagai alat produksi semata. Untuk itu perusahaan perlu menciptakan suatu kondisi yang kondusif yang dapat membuat karyawan merasa nyaman, terpenuhi kebutuhannya, sehingga diharapkan motivasi mereka juga tetap terjaga untuk bersama sama mencapai visi dan misi perusahaan. 

Kondisi - kondisi kondusif itu bisa bermacam - macam, tergantung pada karakteristik perusahaan itu masing masing. Tapi secara umum diantaranya dapat berupa fasilitas yang disediakan, tingkat kesejahteraan yang memadai, jenjang karir yang jelas, peluang aktualisasi diri, kenyaman dan keamanan dalam bekerja, jaminan hari tua dan lain lain. Kepuasan kerja dan motivasi kerja juga akan diteliti apakah mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Simammora mengungkapkan dalam buku Sumber Daya Manusia (1995:327) kinerja karyawan adalah tingkat terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan – persyaratan pekerjaan. 

Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Makassar sebagian dari kondisi - kondisi kondusif dalam menjaga motivasi karyawan itu juga sudah jadi perhatian oleh Divisi Sumber Daya Manusia / HRD nya. Diantaranya kesempatan untuk seleksi karir untuk jenjang yang lebih tinggi, program reward untuk karyawan berprestasi. Namun dalam beberapa hal tertentu ternyata juga masih ditemukan kondisi yang kontradiktif, yang bila diamati, juga akan dapat berpotensi menurunkan bahkan mematikan motivasi. Misalnya adanya pembedaan usia pensiun yang lebih dini bagi karyawan frontliners serta penempatan karyawan yang hanya pada posisi / bagian yang sama dalam waktu yang relatif lama.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Peran Kepemimpinan Dalam Memotivasi Kerja Karyawan Di Bank Syariah Mandiri Tahun 2018 (lengkap sampai daftar Pustaka)

Admin Add Comment

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MEMOTIVASI KERJA KARYAWAN DI BANK SYARIAH MANDIRI


BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Perkembangan hidup perbankan syariah tidak hanya ditentukan dari keberhasilan dalam mengelola keuangan semata, tetapi juga ditentukan dari keberhasilan mengelola sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Pengelola sumber daya mnausia yang dimaksud adalah perusahaan mampu untuk menyatukan karyawan dengan pemimpin dalam rangka mencapai suatu tujuan perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia usaha.

Dalam suatu organisasi, faktor kepemimpinan memegang peranan yang penting karena pemimpin itulah yang akan menggerakkan dan mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuan dan sekaligus merupakan tugas yang tidak mudah. Tidak mudah, karena harus memahami setiap perilaku bawahan yang berbeda-beda. Bawahan dipengaruhi sedemikian rupa sehingga bisa memberikan pengabdian dan partisipasinya kepada organisasi secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, bahwa sukses tidaknya usaha pencapaian tujuan organisasi ditentukan oleh kualitas kepemimpinan. Mengingat bahwa apa yang digerakkan oleh seorang pemimpin bukan benda mati, tetapi manusia yang mempunyai perasaan dan akal, serta beraneka ragam jenis dan sifatnya, maka masalah kepemimpinan tidak dapat dipandang mudah.

Kemauan seorang pemimpin merupakan suatu sarana untuk mencapai tujuan. Hal ini berarti bawahan dalam memenuhi kebutuhannya tergantung pada keterampilan dan kemampuan pemimpin.2 Jadi, kepemimpinan mengacu pada perilaku yang ditunjukkan seseorang atau banyak orang dalam suatu kelompok dengan maksu Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan, proses, atau fungsi yang digunakan dalam memengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pada suatu kegiatan, kepemimpinan merupakan upaya membantu diri sendiri atau orang lain mencapai suatu tujuan. 

Berdasarkan hal di atas, maka fungsi pemimpin adalah mengarahkan, membina, mengatur, dan menunjukkan orang-orang yang dipimpin supaya mereka senang, serta terbina dan menurut terhadap kehendak dan tujuan pemimpin. Kegagalan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya menunjukkan kegagalan pemimpin sendiri, mengingat pemimpin yang mampu membina, mengarahkan, menunjukkan, serta mengatur yang dipimpinnya, maka segala tugas pekerjaan yang dipimpinnya itu akan berjalan secara efektif dan terarah terhadap sasarannya.3 Untuk dapat menjalankan fungsi kepemimpinan ini dengan baik, maka seorang pemimpin harus memiliki sifat kreatif, inovatif, dan komunikatif yaitu kemampuan untuk mentransfer dan menerapkan gagasan serta praktik pembauran yang berdaya guna dan berhasil guna bagi kepentingan lembaga dan orang banyak.

Dalam menjalankan fungsinya, pemimpin mempunyai tugas-tugas tertentu, yaitu mengusahakan agar kelompoknya dapat mencapai tujuan dengan baik, dalam kerja sama yang produktif, dan dalam keadaan yang bagaimana pun yang dihadapi kelompok. Tugas utama pemimpin adalah: (1) memberi struktur yang jelas terhadap situasi-situasi rumit yang dihadapi kelompok, (2) mengawasi dan menyalurkan tingkah laku kelompok, dan (3) merasakan dan menerangkan kebutuhan kelompok pada dunia luar, baik mengenai sikap-sikap, harapan, tujuan, dan kekhawatiran kelompok. 

Pemimpin dalam suatu organisasi memiliki peranan yang sangat penting, tidak hanya secara internal bagi organisasi yang bersangkutan, akan tetapi juga dalam menghadapi berbagai pihak di luar organisasi yang kesemuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan organisasi mencapai tujuannya. Peran tersebut dapa dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu yang bersifat interpersonal, informasional, dan dalam pengambilan keputusan.

Masalah kepemimpinan merupakan cabang ilmu pengetahuan yang sangat menarik dan banyak diperbincangkan orang. Hal ini dapat dimengerti sebab kepemimpinan mempunyai peranan sentral dalam kehidupan organisasi, di mana terjadi interaksi kerja saam antardua orang atau lebih dalam mencapai tujuan, akan selalu memerlukan kepemimpinan. Itulah sebabnya

kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi, sebab keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pemimpin itu di dalam menciptakan motivasi di dalam diri setiap orang bawahan, maupun atasan pemimpin itu sendiri.

Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki suatu faktor yang mendorong aktivitas tersebut. 

Oleh karena itu, faktor pendorong dari seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu pada umumnya adalah kebutuhan serta keinginan orang tersebut. Apabila ia membutuhkan serta menginginkan sesuatu, maka ia terdorong untuk melakukan aktivitas tertentu untuk memperoleh apa yang dibutuhkannya. Kebutuhan serta keinginan seseorang berbeda dengan kebutuhan serta keinginan orang yang lain. Kebutuhan dan keinginan seseorang yang berbeda-beda itu terjadi karena proses mental yang telah terjadi dalam diri seseorang tersebut. Proses mental itu merupakan pembentukan persepsi pada diri orang yang bersangkutan dan proses pembentukan persepsi diri ini pada hakikatnya merupakan proses belajar seseorang terhadap segala sesuatu yang dilihat dan dialaminya dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Dengan sikap yang berbeda itu, maka motivasi untuk melakukan aktivitas dalam memanfaatkan sesuatu yang dihadapinya itu pun juga berbeda pula. Tiap perbuatan senantiasa berkat adanya motivasi. Timbulnya motivasi dikarenakan seseorang merasakan suatu kebutuhan tertentu dan karenanya perbuatan tersebut terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Apabila tujuan telah dicapai, maka akan merasa puas. Tingkah laku yang telah memberikan kepuasan terhadap suatu kebutuhan cenderung untuk diulang kembali, sehingga menjadi lebih kuat dan lebih mantap. 

Pemberian motivasi kepada para karyawan merupakan kewajiban para pemimpin, agar para karyawan tersebut dapat lebih meningkatkan volume dan mutu pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Untuk itu, seorang pemimpin perlu memerhatikan hal-hal berikut agar pemberian motivasi dapat berhasil seperti yang diharapkan, yaitu: (a) Memahami perilaku bawahan, (b) Harus berbuat dan berperilaku realistis, (c) Tingkat kebutuhan setiap orang berbeda, (d) Pemberian motivasi harus mengacu pada orang, (e) Harus dapat memberi keteladanan.

Berdasarkan fakta di Bank Syariah Mandiri pemimpin memiliki pengaruh yang sangat dominan terhadap efektivitas kinerja dan produktivitas karyawan, semua kegiatan atau pekerjaan yang ada di Bank Syariah Mandiri ACF Medan mengacu pada komando dari pimpinan. Pada Bank Syariah Mandiri ACF Medan, ketika pemimpin memberikan motivasi kepada karyawan tidak semua karyawan mampu menerima dan menjalankan motivasi yang diberikan karena adanya perbedaan sifat dan karakter dari masing-masing karyawan. Selain itu ditemukan beberapa karyawan yang terlambat datang sehingga menimbulkan


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

Penerapan Media Pembelajaran Kartu Angka Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak (lengkap sampai daftar pustaka)

Admin Add Comment

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU ANGKA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK


BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 

Anak usia dini merupakan usia yang sangat menentukan dalam bentuk karakter dan kepribadiannya. Pada masa ini sering disebut masa “Golden Age”. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan sesuai pemberian rangsangan pendidikan untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Menurut Suyadi bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. PAUD memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kepribadian dan potensi secara maksimal. Lembaga PAUD perlu menyediakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan seperti kognitif, bahasa, sosial emosional, fisik, dan motorik.

Teori perkembangan kognitif menurut Piaget dalam Santrock menyatakan bahwa anak secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia dan melalui empat tahapan perkembangan kognitif. Adapun empat tahapan perkembangan kognitif tersebut adalah (1) tahap sensori motor (usia 0-2 tahun), (2) tahap praoperasional (usia 2-7 tahun), (3) tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun), (4) tahap operasional formal (usia 11 keatas).

Pada masa sensori motor (0-2 tahun) pada tahap ini bayi mengembangkan pemahaman tentang dunia melalui koordinasi antara pengalaman sensoris dengan gerakan motorik fisik. Tahap praoperasional (2-7 tahun) anak mulai mampu melakukan tindakan mental yang diinternalisasikan yang memungkinkan anak melakukan secara mental hal-hal yang dahulu dilakukan secara fisik. Pada masa ini anak mengembangkan anak mengembangkan yang dinamakan Piaget sebagai fungsi simbolik. 

Tahap operasional konkrit (usia 7-11 tahun) anak-anak mulai mampu berfikir logis untuk menggantikan cara berfikir sebelumnya yang masih bersifat intuitif-primitif, namun membutuhkan contoh-contoh. Tahap praoperasional formal (usia 11 tahun keatas) pada tahap ini individu melewati dunia nyata dan pengalaman konkret menuju cara berfikir yang lebih abstrak dan logis, sistematis

Menurut Caphin kemampuan kognitif adalah suatu proses berfikir, daya menghubungkan, kemampuan menilai dan mempertimbangkan. Sedangkan menurut Susanto berpendapat, kognitif merupakan “suatu proses berfikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa”

Sementara itu, F.J. Monkse, dkk., mengungkapkan bahwa perkembangan kognisi adalah pengertian yang luas mengenai berfikir dan mengamati, jadi tingkah laku yang mengakibatkan orang memperoleh pengetahuan atau yang dibutuhkan untuk menggunakan pengetahuan






KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA

PENGARUH RETURN ON INVESTMENT (ROI) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK

Admin Add Comment
Untuk dapat menjalankan usaha setiap perusahaan membutuhkan dana. Dana diperoleh dari pemilik perusahaan atau dari hutang. Dana yang diterima oleh perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap untuk memproduksi barang atau jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan, untuk piutang dagang, untuk mengadakan persediaan kas dan membeli surat berharga yang sering disebut efek atau sekuritas baik untuk kepentingan transaksi maupun untuk menjaga likuiditas perusahaan.

Dengan demikian maka untuk melakukan bisnis setiap perusahaan selalu memerlukan aktiva riil (real asset), baik yang berujud (tangible assets) seperti mesin, pabrik, kantor, kendaraan, maupun yang tidak berujud (intangible assets) seperti keahlian teknis (tehnical expertise), merek dagang (trade-Mark) dan patent. Untuk memperoleh aktiva riil tersebut, perusahaan harus mencari uang untuk membayarnya antara lain dengan menjual saham, obligasi bagi perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) maupun sekuritas lain atau mencari kredit dari bank. Sekuritas tersebut yang berupa sepotong kertas itu disebut aktiva keuangan (Financial assets). 

Kertas-kertas yang merupakan aktiva keuangan itu mempunyai nilai sehingga dapat diperjual belikan karena kertas-kertas tersebut mempunyai tuntutan atau hak (claims) atas aktiva riil dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut. Perusahaan yang menerbitkan sahamnya di pasar modal, kinerja keuangannya akan selalu di pantau oleh masyarakat luas terutama investor. Investor akan melihat performa perusahaan dari laporan keuangan tahunan dan tengah tahunan perusahaan, serta deviden sebagai acuan memprediksi perkembangan perusahaan. Saham-saham yang menjanjikan tingkat pengembalian investasi yang tinggi akan lebih diminati oleh investor. Karena investor yang rasional akan memilih saham yang memberikan return maksimum dengan resiko tertentu atau return tertentu dengan resiko minimum.


Harga saham di pasar modal itu sendiri selalu mengalami fluktasi, naik dan turun dari satu waktu ke waktu lainnya. Seperti komoniti pada umumnya, fluktasi harga tersebut tergantung pada harga permintaan dan penawaran. Faktor-faktor yang menjadikan harga saham dapat berubah setiap saat antara lain: komoditi pasar, kondisi fundamental perusahaan termasuk kondisi financial perusahaan (internal perusahaan) dan kondisi non fundamental perusahaan termasuk tingkat bunga, pergerakan harga, persepsi investor terhadap perusahaan, informasi yang berkembang atau isu lain yang menerpa pasar modal. Return on nvestment (ROI) adalah merupakan salah satu bentuk rasio Profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
.

Keuntungan yang diperoleh dari investasi tidak terlepas dari fluktuasi harga saham. Fluktuasi harga saham di bursa sangat berkaitan erat dengan permintaan dan penawaran saham, dengan kata lain berkaitan dengan keputusan investasi yang sehat memerlukan serangkaian kegiatan yang sistematis dari mulai mengidentifikasi informasi, memilah-milah informasi yang relevan, menggunakan informasi tersebut untuk memprediksi suatu trend, memperhitungkan resiko dan lain-lain sebelum menentukan pilihan yang dianggap sesuai.

Disini penulis mencoba untuk meneliti pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dimana perusahaan ini merupakan produsen atau penghasil mie instant, yang meliputi pembuatan mie dan pembuatan bumbu mie instant. Bersama-sama dengan anak perusahaan. Indofood Group merupakan produsen mkanan olahan terkemuka di indonesia. Perusahaan ini memperoduksi berbagai jenis produk mie, termasuk mie instant (Instant noodles) dan mie segar (Fresh noodles). Indofood Group juga menghasilkan berbagai produk makanan olahan lainnya, seperti penyedap makanan (Food Seasonings), mkanan ringan (snack foods), makanan bayi (baby foods) dan kopi.

Berdasarkan data-data laporan keuangan yang penulis dapatkan melalui bursa efek jakarta (BEJ), dilihat bahwa laporan keuangan pada PT. Indofood sukses Makmur Tbk. Periode tahun 2001 sampai dengan 2005 berkaitan dengan perhitungan Return on investment perusahaan, yang meliputi laba bersih perusahaan dan total aktiva perusahaan. bahwa laba bersih (Net profit) perusahaan pada tahun 2001 sebesar Rp. 746.329.723.584 kemudian sampai dengan tahun 2005 laba bersih (Net profit) perusahaan mengalami penurunan sebesar Rp. 124.017.962.994 dan Pada tahun 2001 total aktiva (Total assets) perusahaan sebesar Rp. 12.979.101.584.102 kemudian sampai dengan tahun 2005 total aktiva (total assets) perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp. 14.786.084.242.855 setelah penulis lihat data-data laporan keuangan perusahaan tersebut secara garis besar, bahwa diperkirakan ada indikasi akan terjadinya pergerakan harga saham atau berubahnya harga saham PT. Indofood Sukses makmur Tbk. yang diperkirakan cenderung mengalami penurunan terhadap harga sahamnya, karena dipengaruhi oleh berubahya Return on Investment (ROI) Perusahaan. Dimana ROI perusahaan tersebut diperkirakan cenderung mengalami penurunan berdasarkan dari data-data laporan keuangan yang telah dilihat dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 yang meliputi laba bersih dan total aktiva perusahaan yang mengalami trend penurunan.

Data laporan keuangan PT. Indofoood Sukses Makmur Tbk. Diatas dapat menjadi bahan informasi dan pertimbangan bagi seorang investor yang ingin menanamkan modalnya di PT. indofoood Sukses Makmur Tbk karena dalam melakukan investasi yang sehat, pertama seorang investor dan calon investor sebelumnya harus mempertimbangkan berbagai faktor yaitu faktor internal eksternal emiten. Informasi kedua adalah faktor-faktor teknis yang harus diketahui oleh para pelaku bursa berupa fluktuasi kurs, volume transaksi, kondisi bursa dan lain-lain. Informasi ketiga berkaitan dengan faktor lingkungan yang mencakup kondisi ekonomi, sosial politik dan stabilitas nasional suatu negara. Informasi yang terakhir ini tidak kalah pentingnya adalah prospek perusahaan dan perdagangan efek. Bertitik tolak dari permasalahan diatas, penulis meneliti dan membahas masalah tersebut dalam bentuk skripsi, dengan judul “Pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap Perubahan Harga Saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.


 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI PENGARUH RETURN ON INVESTMENT (ROI) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat ujian Sarjana (SI) Pada program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten Oleh : Nama : ADE JANUARI IKHLAS NIM : JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA BANTEN 2006 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk dapat menjalankan usaha setiap perusahaan membutuhkan dana. Dana diperoleh dari pemilik perusahaan atau dari hutang. Dana yang diterima oleh perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap untuk memproduksi barang atau jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan, untuk piutang dagang, untuk mengadakan persediaan kas dan membeli surat berharga yang sering disebut efek atau sekuritas baik untuk kepentingan transaksi maupun untuk menjaga likuiditas perusahaan. Dengan demikian maka untuk melakukan bisnis setiap perusahaan selalu memerlukan aktiva riil (real asset), baik yang berujud (tangible assets) seperti mesin, pabrik, kantor, kendaraan, maupun yang tidak berujud (intangible assets) seperti keahlian teknis (tehnical expertise), merek dagang (trade-Mark) dan patent. Untuk memperoleh aktiva riil tersebut, perusahaan harus mencari uang untuk membayarnya antara lain dengan menjual saham, obligasi bagi perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) maupun sekuritas lain atau mencari kredit dari bank. Sekuritas tersebut yang berupa sepotong kertas itu disebut aktiva keuangan (Financial assets). Kertas-kertas yang merupakan aktiva keuangan itu mempunyai nilai sehingga dapat diperjual belikan karena kertas-kertas tersebut mempunyai 2 tuntutan atau hak (claims) atas aktiva riil dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut. Perusahaan yang menerbitkan sahamnya di pasar modal, kinerja keuangannya akan selalu di pantau oleh masyarakat luas terutama investor. Investor akan melihat performa perusahaan dari laporan keuangan tahunan dan tengah tahunan perusahaan, serta deviden sebagai acuan memprediksi perkembangan perusahaan. Saham-saham yang menjanjikan tingkat pengembalian investasi yang tinggi akan lebih diminati oleh investor. Karena investor yang rasional akan memilih saham yang memberikan return maksimum dengan resiko tertentu atau return tertentu dengan resiko minimum. Harga saham di pasar modal itu sendiri selalu mengalami fluktasi, naik dan turun dari satu waktu ke waktu lainnya. Seperti komoniti pada umumnya, fluktasi harga tersebut tergantung pada harga permintaan dan penawaran. Faktor-faktor yang menjadikan harga saham dapat berubah setiap saat antara lain: komoditi pasar, kondisi fundamental perusahaan termasuk kondisi financial perusahaan (internal perusahaan) dan kondisi non fundamental perusahaan termasuk tingkat bunga, pergerakan harga, persepsi investor terhadap perusahaan, informasi yang berkembang atau isu lain yang menerpa pasar modal. Return on nvestment (ROI) adalah merupakan salah satu bentuk rasio Profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. 3 Keuntungan yang diperoleh dari investasi tidak terlepas dari fluktuasi harga saham. Fluktuasi harga saham di bursa sangat berkaitan erat dengan permintaan dan penawaran saham, dengan kata lain berkaitan dengan keputusan investasi yang sehat memerlukan serangkaian kegiatan yang sistematis dari mulai mengidentifikasi informasi, memilah-milah informasi yang relevan, menggunakan informasi tersebut untuk memprediksi suatu trend, memperhitungkan resiko dan lain-lain sebelum menentukan pilihan yang dianggap sesuai. Disini penulis mencoba untuk meneliti pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dimana perusahaan ini merupakan produsen atau penghasil mie instant, yang meliputi pembuatan mie dan pembuatan bumbu mie instant. Bersama-sama dengan anak perusahaan. Indofood Group merupakan produsen mkanan olahan terkemuka di indonesia. Perusahaan ini memperoduksi berbagai jenis produk mie, termasuk mie instant (Instant noodles) dan mie segar (Fresh noodles). Indofood Group juga menghasilkan berbagai produk makanan olahan lainnya, seperti penyedap makanan (Food Seasonings), mkanan ringan (snack foods), makanan bayi (baby foods) dan kopi. Berdasarkan data-data laporan keuangan yang penulis dapatkan melalui bursa efek jakarta (BEJ), dilihat bahwa laporan keuangan pada PT. Indofood sukses Makmur Tbk. Periode tahun 2001 sampai dengan 2005 berkaitan dengan perhitungan Return on investment perusahaan, yang meliputi laba bersih perusahaan dan total aktiva perusahaan. bahwa laba bersih (Net profit) perusahaan pada tahun 2001 sebesar Rp. 746.329.723.584 kemudian sampai dengan tahun 4 2005 laba bersih (Net profit) perusahaan mengalami penurunan sebesar Rp. 124.017.962.994 dan Pada tahun 2001 total aktiva (Total assets) perusahaan sebesar Rp. 12.979.101.584.102 kemudian sampai dengan tahun 2005 total aktiva (total assets) perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp. 14.786.084.242.855 setelah penulis lihat data-data laporan keuangan perusahaan tersebut secara garis besar, bahwa diperkirakan ada indikasi akan terjadinya pergerakan harga saham atau berubahnya harga saham PT. Indofood Sukses makmur Tbk. yang diperkirakan cenderung mengalami penurunan terhadap harga sahamnya, karena dipengaruhi oleh berubahya Return on Investment (ROI) Perusahaan. Dimana ROI perusahaan tersebut diperkirakan cenderung mengalami penurunan berdasarkan dari data-data laporan keuangan yang telah dilihat dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 yang meliputi laba bersih dan total aktiva perusahaan yang mengalami trend penurunan. Data laporan keuangan PT. Indofoood Sukses Makmur Tbk. Diatas dapat menjadi bahan informasi dan pertimbangan bagi seorang investor yang ingin menanamkan modalnya di PT. indofoood Sukses Makmur Tbk karena dalam melakukan investasi yang sehat, pertama seorang investor dan calon investor sebelumnya harus mempertimbangkan berbagai faktor yaitu faktor internal eksternal emiten. Informasi kedua adalah faktor-faktor teknis yang harus diketahui oleh para pelaku bursa berupa fluktuasi kurs, volume transaksi, kondisi bursa dan lain-lain. Informasi ketiga berkaitan dengan faktor lingkungan yang mencakup kondisi ekonomi, sosial politik dan stabilitas nasional suatu negara. Informasi yang terakhir ini tidak kalah pentingnya adalah prospek perusahaan dan 5 perdagangan efek. Bertitik tolak dari permasalahan diatas, penulis meneliti dan membahas masalah tersebut dalam bentuk skripsi, dengan judul “Pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap Perubahan Harga Saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.” 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembahasan yang telai diuraikan diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah yang akan diteliti yaitu: 1) Seberapa besar perkembangan Return on Investment (ROI) pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Selama Lima tahun terakhir yaitu terhitung dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005? 2) Seberapa besar perkembangan harga saham pada PT.Indofood Sukses Makmur Tbk. Selama lima tahun terakhir yaitu terhitung dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005? 3) Seberapa besar pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk? 1.3 Pembatasan Masalah Penalitian ini dibatasi hanya pada pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham selama lima tahun terakhir pada PT. Indofood Sukses makmur Tbk. yang berkedudukan di Jakarta. 6 1.4 Tujuan Penelitian Sesuai dengan masalah yang dihadapi, maka tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui perkembangan Return on Investment (ROI) selama lima tahun terakhir terakhir terhitung dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk? 2) Untuk mengetahui perkembangan harga saham Pada PT. Indofood Sukses makmur Tbk. selama lima tahun terakhir terhitung dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005? 3) Untuk mengetahui pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga Saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk? 1.5 Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1) Bagi perusahaan, dengan penelitian ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan PT. Indofood Sukses makmur Tbk. Untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan perusahaan yang baik sehingga dapat memberikan keuntungan yang maksimum. 2) Bagi penulis sendiri dapat menambah pengetahuan mengenai Pengembalian Investasi (Return on Investment) dan pengetahuan mengenai saham-saham, dimana materi tersebut dipergunakan dalam penelitian ini. 3) Bagi pihak lain, dengan penelitian ini dapat memberikan referensi bagi peneliti lainnya yang berminat melakukan penelitian lebih lanjut. 7 1.6 Kerangka Pemikiran Anlisa Return on Investment (ROI) dalam analisa keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik analisa keuangan yang bersifat menyeluruh (Komprehensif). Analisa ROI ini sudah merupakan teknik analisa yang lazim digunakan oleh pimpinan perusahan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Return on investment (ROI) itu sendiri adalah salah satu bentuk dari ratio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunankan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian ratio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasinya perusahaan (Net operating income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut (Net operating assets). Sebutan lain dari rasio ini adalah “Net operating profit rate of return” atau “Operating earning power”. Besarnya ROI dipengaruhi oleh dua faktor pertama, yaitu turnover dari operating assets merupakan rasio antara jumlah aktiva yang digunakan dalam operasi (Oprating assets) terhadap jumlah penjualan yang diperoleh selama periode tersebut. Rasio ini merupakan ukuran tentang sampai seberapa jauh aktiva ini telah dipergunakan di dalam kegiatan perusahaan atau atau menunjukkan berapa kali operating assets berputar dalam satu periode tertentu, biasanya satu tahun. Dalam menganalisa dengan rasio ini sebaliknya diperbandingkan selama beberapa tahun sehingga di ketahui trend dari pada penggunaan operating assets. Suatu trend angka rasio yang cenderung naik memberiakan gambaran bahwa 8 perusahaan semakin efisien dalam menggunakan aktiva. yang kedua merupakan Profit margin yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam prosentase dan jumlah penjualan bersih setelah dipotong biaya-biaya dan pajak. Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualannya. Besarnya ROI akan berubah kalau ada perubahan profit margin asssets turnover, Baik masing-masing atau kedua-duanya. Dengan demikian maka pimpinan perusahaan dapat menggunakan salah satu atau kedua-duanya dalam rangka usaha memperbesar ROI. Usaha memprediksi ROI dengan memperbesar profit margin adalah bersangkutan dengan usaha untuk mempertinggi efisiensi di sektor produksi, penjualan dan administrasi. Usaha mempertinggi ROI dengan memperbesar assets turnover adalah kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap. Besar kecilnya Return on Investment (ROI) pun diperkirakan berpengaruhi terhadap berubahnya harga saham perusahaan. karena jika Return on Investment (ROI) suatu perusahaan naik maka diperkirakan harga saham perusahaan itu pun akan cenderung naik akan tetapi sebaliknya jika Return on Invesatment (ROI) suatu perusahaan menurun maka diperkirakan ada indikasi bahwa harga saham perusahaan itu pun akan cenderung menurun pula. Harga saham di pasar modal itu sendiri selalu mengalami fluktuasi, naik dan turun dari satu waktu ke waktu lainnya. Seperti komoniti pada umumnya, fluktasi harga tersebut tergantung pada harga permintaan dan penawaran. Faktor-faktor yang menjadikan harga saham dapat berubah setiap saat antara lain: komoditi 9 pasar, kondisi fundamental perusahaan (Internal perusahaan) termasuk kondisi financial perusahaan dan kondisi non fundamental perusahaan termasuk tingkat bunga, pergerakan harga, persepsi investor terhadap perusahaan, informasi yang berkembang atau isu lain yang menerpa pasar modal. Sehingga diperkirakan akan berpengaruh terhadap Return on Investment (ROI) Perusahaan pula. Gambar I.I Kerangka Pemikiran Pengaruh Return on Investmen Tehadap Perubahan Harga Saham Return on Investment (ROI) Perubahan harga saham Net Profit/ Profit margin 􀂉 Kondisi fundamental perusahaan 􀂉 Kondisi non fundamental perusahaan Asset turnover 􀂉 Volume penjualan 􀂉 Cost 􀂉 Pajak 􀂉 Penjualan 􀂉 Total asset 10 1.7 Hipotesis Berdasarkan kerangkan pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis dari penelitian ini yaitu,” ada pengaruh yang signifikan antara Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.” 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Keuangan Individu mungkin dihadapkan pada masalah bagaimana kelebihan penghasilan mereka akan disimpan. Tersedia berbagai alternatif yang mungkin dipilih. karena mereka dihadapkan akan pada berbagai pilihan, mereka harus mengambil keputusan. Keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan keuangan. Sebagian besar mungkin memilih untuk mrenyimpannya dalam bentuk deposito rupiah, yang lain menyimpannya dalam bentuk deposito dollar, sedangkan lainnya lagi menggunakannya untuk membeli sebidang tanah. Mengapa mereka memilih jenis penggunanaan dana tertentu? Pertimbangannya tentu saja adalah penggunaan dana tersebut diharapkan akan paling menguntungkan. Bagi perusahaan, masalah yang sama juga dihadapi. Perusahaan memerlukan berbagai kekayaan (mesin, gedung, kendaraan bermotor, persediaan bahan baku , dan sebagainya) untuk menjalankan opersinya. Untuk itu perusahaan perlu mencari sumber dana untuk membiayai kebutuhan untuk operasi tersebut dalam suatu organisasi, pengaturan kegiatan keuangan sering disebut sebagai Manajemen Keuangan. Untuk melaksankan manajemen keuangan tersebut perlu dipahami teori keuangan. Teori keuangan menjelaskan mengapa suatu phenomena dibidang 2 keuangan terjadi, dan mengapa keputusan keuangan tertentu perlu diambil dalam menghadapi persoalan keuangan tertentu. dengan kata lain, teori keuangan mencoba menjelaskan alasan pengambilan keputusan di bidang keuangan dan pemahaman mengenai teori manajemen keuangan akan memudahkan bagi kita untuk memahami berbagai masalah keuangan yang mungkin kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. 2.1.1 Pengertian Manajemen Keuangan Tujuan Perusahaan yaitu, memaksimalisasi keuntungan perusahaan perusahaan dan memaksimalisasi kesejahteraan para pemegang sahamnya. Hal ini mengharuskan terjadinya sinkronisasi atas kinerja manajemen terutama manajemen keuangan, agar setiap keputusan yang diambil oleh manajer keuangan selaras dengan pencapaian tujuan perusahaan. Karena linkup keuangan demikian luas dan dinamis. Keuangan berpengaruh langsung terhadap kehidupan organisasi baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan, umum maupun pribadi, besar atau kecil, mencari laba atau tidak mencari laba. Berikut ini disajikan beberapa pendapat mengenai definisi keuangan. Menurut Riyanto manajemen keuangan adalah: Keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut disebut pembelanjaan perusahaan dalam arti yang luas (Business finance) atau manajemen keuangan (Financial management). (Riyanto, 2001 : 4) 3 Kemudian menurut Sartono manajemen keuangan adalah: Dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk membiayai investasi atau pembelanjaan secara efisien. (Sartono, 2001 : 6) Pengertian manajemen keuangan juga di kemukakan oleh Van Horne dan Wachowicz. JR. yang mengatakan bahwa Segala aktivitas berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. (Van Horne dan Wachowicz. JR, 1997 : 2) Pendapat lain dikemukakan oleh Sundjaja dan Barlian: Manajemen keuangan dalam banyak hal berkaitan dengan pembuatan keputusan. Keputusan yang dibuat berkaitan dengan keuangan yaitu berapa besar asset yang dibutuhkan oleh suatu usaha, bagaimana sebaiknya komposisi dari masing-masing asset tersebut, serta darimana sumber pembiayaan atas Investasitersebut. (Sundjaja dan Barlian, 2002 : 34) Selanjutnya menurut Tampubolon manajemen keuangan yaitu suatu ilmu yang tidak dapat dilepaskan dari bagian proses pengambilan keputusan oleh hampir semua korporasi atau perusahaan. (Tampubolon, 2005 : 1) Sedangkan menurut Atmaja Manajemen keuangan adalah Suatu disiplin ilmu yang memperhatikan dan mempelajari dua hal yakni penilaian dan pengambilan keputusan. (Atmaja, 2002 : 1) Dan menurut Husnan manajemen keuangan yaitu menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian keuangan. (Husnan, 1997 : 4) Dari pengertian-pengertian yang telah di dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keuangan merupakan keseluruhan aktivitas 4 yang ada dalam perusahaan yang berhubungan dengan upaya untuk mendapatkan sumber pembiayaan perusahaan, menetapkan komposisi sumber pembiayaan yang dibutuhkan serta mengalokasikan sumber pembiayaan tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu memaksimalisasi keuntungan perusahaan dan memeksimalisasi keuntungan pemegang saham. 2.1.2 Fungsi Manajemen Keuangan Menurut Husnan dan Pudjiastuti Fungsi manajemen keuangan yaitu: menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian , kegiatan keuangan. Sehingga dapat di kelompokkan menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan menggunkan dana dan mencari pendanaan. (Husnan dan Pudjiastuti, 2004 : 4) Pendapat lain dikemukakan oleh Weston dan E. Copeland bahwa fungsi pokok manajemen keuangan adalah Menyangkut keputusan tentang pendanaan, modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden pada suatu perusahaan. (Weston dan E. Copeland ; 1999 : 3) Sedangkan pendapat lain juga dikemukakan oleh Van Horne dan Wachowicz bahwa Fungsi manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga area utama (Van Horne dan Wachowicz. JR, 2000 : 2) : 5 1. Keputusan Investasi Keputusan investasi merupakan keputusan terpenting yang dibuat dalam perusahaan. Langkah awal adalah menentukan jumlah keseluruhan aktiva yang dibutuhkan perusahaan. Bayangkan neraca perusahaan di benak anda. Kewajiban dan kelayakan modal di sisi kanan neraca, sedangkan aktiva di sisi kiri. Manajer keuangan harus menentukan jumlah uang muncul diatas dua garis pada bagian kiri dari neraca, yang menunjukkan ukuran perusahaan. Walaupun jumlah tersebut telah berhasil ditentukan apakah suatu investasi perlu dikurangi. Aktiva yang secara ekonomis sudah tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti. 2. Keputusan Pendanaan Keputusan utama yang kedua adalah keputusan pendanaan. Disini manajer keuangan berhubungan dengan pembuatan sisi kanan neraca. Jika kita melihat pendanaan gabungan untuk perusahaan-perusahaan dari berbagai macam industri, akan terlihat perbedaan yang jelas. Beberapa perusahaan memiliki utang yang lebih besar dari perusahaan-perusahaan lain. 3. Keputusan Investasi Keputusan ketiga dalam perusahaan adalah keputusan manajemen aktiva. Jika aktiva telah diperoleh dan pendanaan yang tepat telah tersedia, aktiva-aktiva yang ada tetap memerlukan pengelolaan yang efisien. Manajer keuangan bertanggung jawab terhadap bermacam-macam tingkatan dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap aktiva-aktiva 6 yang ada. Tanggung jawab ini menurut manajer keuangan untuk lebih memperhatikan manajemen aktiva lancar dari pada aktiva tetap. 2.1.3 Tujuan Manajemen Keuangan Sundjaja dan Barlian mengemukakan bahwa aktiva yang umumnya dilakukan oleh manajer keuangan adalah sebagai berikut (Sundjaja dan Barlian, 2003 : 67) : 1. Membuat perencanaan dan analisis keuangan 2. Membuat keputusan investasi yang berhubungan dengan pengelolaan asset. 3. Membuat keputusan pembiyayaan investasi melalui pengelolaan kewajiban dan pengelolaan kekayaan/modal. Aktivitas yang dilakukan oleh menajemen keuangan itu tidak boleh bertentangan dengan tujuan perusahaan artinya aktivitas yang dilakukan oleh manajer keuangan harus selaras dengan tujuan perrusahaan. Untuk bisa mengambil keputusan-keputusan keuangan yang benar, manajer keuangan perlu menentukan tujuan yang harus dicapai. Secara normatif tijian manajemen keuangan adalah identik dengan pencapaian tujuan perusahaan yaitu memeksimalkan laba serta memaksimalkan kekayaan pemegan saham. Sedangkan menurut Sartono tujuan manajemen keuangan adalah (Sartono, 2001 : 6) : 1. Maksimisasi Profit Sangat mudah untuk menjelaskan bahwa tujuan pokok yang ingin dicapai manajer keuangan adalah memaksimumkan profit. Namun demikian perlu 7 disadari bahwa tujuan ini mengandung banyak kelemahan. Pertama, standar ekonomi dengan memaksimumkan profit adalah bersifat statis. Kedua, pengertian profit itu sendiri bisa menyesatkan. Ketiga, adalah menyangkut resiko yang berkaitan dengan setiap alternatif keputusan. 2. Memaksimumkan Kemakmuran Pemegang Saham Melihat kelemahan-kelemahan tersebut, maka seharusnya tujuan yang harus dicapai oleh manajer keuangan adalah bukan memaksimumkan profit melainkan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. 2.2 Return On Investment (ROI) Rasio tingkat pengembalian investasi atau ROI adalah rasio yang digunakan untuk membandingkan banyaknya laba bersih yang di peroleh dari kekayaan perusahaan. Dimana Rasio itu sendiri menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Anlisa Return on Investment (ROI) dalam analisa keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik analisa keuangan yang bersifat menyeluruh (Komprehensif). Analisa ROI ini sudah merupakan teknik analisa yang lazim digunakan oleh pimpinan perusahan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. 8 Pengertian Return on Investment (ROI) Menurut Muawir Return on Investment (ROI) adalah: salah satu bentuk dari ratio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunankan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. (Muawir, 2002 : 89) Pengerian Return on Investment (ROI) Juga dikemukakan oleh Sartono bahwa Return on Investment (ROI) adalah Rasio antara laba setelah pajak (EAT) dengan total aktiva dimana rasio ini mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi total. (Sartono, 2000 : 65-69) Sedangkan menurut Husnan Return on Investment (ROI) yaitu: Menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Karena itu dipergunakan angka laba setelah pajak dan (rata-rata) kekayaan perusahaan. (Husnan,1998 : 74) Dari pengertian- pengertian tersebut yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan bahwa Return on Investment merupakan teknik analisa keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan dengan menghubungkan keuntungan atau laba bersih yang diperoleh dari operasinya perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut. 9 Kegunaan dari analisa Return on Investment (ROI) Menurut Munawir terdapat lima kegunanan dari analisa ROI diantaranya adalah sebagai berikut (Munawir, 2002 : 91-92) : 1) Sebagai salah satu kegunaanya yang prinsipil ialah sifatnya yang menyeluruh. Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek akuntansi yang baik maka management dengan menggunakan teknik analisa ROI dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja , efisiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan. 2) Apabila perusasahaan dapat mempunyai data industri sehingga dapat diperoleh rasio industri, maka dengan analisa ROI ini dapat dibandingkan efisiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis, sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada dibawah, sama, diatas rata-ratanya. Dengan demikian akan dapat diketahui diman kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut ibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis. 3) Analisa ROI-pun dapat digunakan untuk mengukur efisiensi tindakantindakan yang dilakukan oleh divisi/bagian, yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal kedalam bagian yang bersangkutan. 4) Analisa ROI juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan. 5) ROI selain berguna untuk keperluan Kontrol, juga berguna untuk keperluan perencanaan. Misalnya ROI dapat digunakan sebagai dasar 10 untuk pengambilan keputusan apabila perusahaan akan mengadakan expansi. Indikator-indikator yang mempengaruhi besarnya Return on Investment (ROI) Menurut Munawir besarnya ROI dipengaruhi oleh dua faktor yaitu (Munawir, 2002 : 88-89) : 1) Trnover dari operating assets merupakan rasio antara jumlah aktiva yang digunakan dalam operasi (Oprating assets) terhadap jumlah penjualan yang diperoleh selama periode tersebut. Rasio ini merupakan ukuran tentang sampai seberapa jauh aktiva ini telah dipergunakan di dalam kegiatan perusahaan atau atau menunjukkan berapa kali operating assets berputar dalam satu periode tertentu, biasanya satu tahun. Dalam menganalisa dengan rasio ini sebaliknya diperbandingkan selama beberapa tahun sehingga di ketahui trend dari pada penggunaan operating assets. Suatu trend angka rasio yang cenderung naik memberiakan gambaran bahwa perusahaan semakin efisien dalam menggunakan aktiva. 2) Profit margin yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam prosentase dan jumlah penjualan bersih setelah dipotong biaya-biaya dan pajak. Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualannya. Besarnya ROI akan berubah kalau ada perubahan profit margin asssets turnover, Baik masing-masing atau kedua-duanya. Dengan demikian maka 11 pimpinan perusahaan dapat menggunakan salah satu atau kedua-duanya dalam rangka usaha memperbesar ROI. Usaha memprediksi ROI dengan memperbesar profit margin adalah bersangkutan dengan usaha untuk mempertinggi efisiensi di sektor produksi, penjualan dan administrasi. Usaha mempertinggi ROI dengan memperbesar assets turnover adalah kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap agar mencapai apa yang menjadi tujuan utama perusahaan yaitu memperoleh laba sebesar-besarnya. dimana hasil dari laba itu akan menjadi salah satu tolak ukur untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi perusahaan. Tujuan perusahaan juga di jelaskan oleh Brigham dan Houston bahwa tujuan utama perusahaan adalah: memaksimalkan kekayaan pemegang saham, atau dapat diartikan memaksimalkan harga saham biasa perusahaan. Disamping itu perusahaan juga memiliki tujuan lain yaitu: Kepuasan Pribadi Manajemen perusahaan, kesejahteraan karyawan, lingkungan dan masyarakat yang baik. (Brigham dan Houston, 2001 : 16) Pendapat lain juga dikemukakan oleh Sukarno bahwa yang dimaksud dengan tujuan perusahaan yaitu: merupakan pernyataan bermakna keinginan yang dijadikan pedoman manajemen puncak perusahaan untuk meraih hasil tertentu atas kegiatan yang dilakukan dalam dimensi waktu tertentu. (Sukarno, 2002 : 28) Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimalisasi kesejahteraan pemilik perusahaan. Banyaknya saham yang dimiliki menunjukkan bukti kepemilikan dalam perusahaan. yang juga 12 merupakan refleksi dari keputusan investasi, pendanaan dan aktivitas manajemen. 2.3 Saham Saham menunjukkan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). pemilik saham suatu perusahaan, disebut sebagai pemegang saham, merupakan pemilik perusahaan. Tanggung jawab pemilik perusahaan yang berbentuk PT terbatas pada modal yang disetorkan. 2.3.1 Pengertian Saham Menurut Widoatmodjo saham secara sederhana dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. (Widoatmodjo, 1996 : 43) Kemudian menurut Dahlan Saham adalah surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbats. (Dahlan, 2001 : 268) Sedangkan menurut Alwi Saham adalah Surat Bukti kepemilikan perusahaan. (Alwi, 2003 : 33) Dari pengertian-pengertian mengenai saham yang telah di jelaskan tersebut maka penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik (berapapun porsinya) dari suatu perusahaan yang menerbitkan kertas (saham) tersebut, sesuai porsi kepemilikannya yang tertera pada saham. 13 2.3.2 Penggolongan Saham Apabila ditinjau dari segi manfaat pada dasarnya saham dapat digolongkan menjadi saham biasa dan saham istimewa. Saham biasa adalah kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Para investor berharap memperoleh deviden sebagai bagian dari keuntungan dan berharap harga saham naik sehingga investasi mereka akan bertambah nilainya. sedangkan saham istimewa adalah saham yang berbentuk gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). 2.3.3 Jenis-jenis Saham Saham terdiri dari saham biasa (Common Stock) dan saham istimewa (Preferred Stock). Saham biasa adalah saham kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Sedangkan saham istimewa adalah saham yang berbentuk gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Widoatmodjo membedakan Saham biasa kedalam lima jenis diantaranya adalah (Widoatmodjo,1996 : 55-58) : 􀂾 Blue-chip Stocks, yaitu saham biasa perusahaan yang memiliki pendapatan stabil dan konsisten dalam membayar deviden. 􀂾 Income Stocks, yaitu saham dari suatu emiten dimana emiten yang bersangkutan dapat dibayar deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden yang di bayar pada tahun sebelumnya. 14 􀂾 Growth Stocks (well-known), yaitu suatu saham jika emitennya merupakan pimpinan didalam industrinya, dan beberapa tahun berturut-turut mampu mendapatkan hasil diatas rata-rata. 􀂾 Grow Stocks (lesser-known), yaitu saham dari emiten yang menjadi pimpinan dalam industinya akan tetadi emiten saham ini umumnya tidak menjadi pimpinan dalam ndustrinya, namun demikian saham ini tetap mempunyai cirri-ciri seperti Growth Stocks (well-known) yaitu mampu mendapatkan hasil yang lebih dari penghasilan rata-rata tahun terakhir. 􀂾 Speculative Stocks, yaitu saham yang emiten tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ketahun akan tetapi mempunyai kemampuan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang, meskipun belum pasti. 􀂾 Cyclical Stocks, yaitu saham yang mengikuti pergerakan situasi ekonomi makro atau kondisi bisnis secara umum, 􀂾 Counter Cyclical Stocks, yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. 2.3.4 Harga Saham Menurut Jogiyanto harga saham dapat didefinisikan: harga yang terjadi di pasar modal pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaransaham yang bersangkutan di pasar bursa. (Jugiyanto, 2003 :8) 15 Saham yang biasanya di perdagangkan di lantai bursa dengan harga pasar (market value), juga mempunyai nilai-nilai lainnya.menurut Subardi terdapat berbagai jenis nilai saham yaitu (Subardi,1994 : 76) : a. Nilai pari atau nialai nomianal (par value/face value) adalah nilai yang tercantum dalam sertifikat saham itu. Jadi nilai nominal adalah ditentukan pada waktu saham itu diterbitkan. b. Nilai buku (book value) Menurut Weston dan copeland Mengemukakan bahwa Nilai buku per saham menunjukkan sumber daya dalam perusahaan per saham dari investasi pemegang saham. (Weston dan Copeland, 1989 : 275) c. Nilai Intrinsik/niali riil (fair value/reasonable value) Niali intrinsik adalah harga yang ditetapkan untuk sebuah saham biasa jika faktor-faktor utama dari nilai perusahaan dipertimbangkan. d. Nilai pasar (market value) Nilai pasar merupakan nilai suatau saham berdasarkan harga yang terjadi di pasar modal yang terbentuk oleh penjual dan pembeli ketika mereka melakukan transakksi. Saham yang diperjualbelikan di pasar yaitu di Bursa Efek, adalah harga ketiga yaitu harga pasar atau harga bursa. Harga ini sering disebut kurs harga saham. Pengertian nilai (value) dan harga (price) dalam proses penilaian saham perlu dibedakan. Nilai adalah nilai intrinsik (Intrinsic value), yaitu yang mengandung unsur kekayaan perusahaan pada masa sekarang dan unsur 16 potensi perusahaan untuk menghimpun laba dimasa yang akan datang. Harga diartikan sebagai harga pasar (market value). Clark mengemukakan bahwa nilai (value) sebuah saham akan mempengaruhi harganya. (Clark ; 1991 : 208) : Clark memberi pedoman dalam memberi pedoman dalam membeli atau menjual saham di pasar karena nilai saham mempengaruhi harganya, sebagai berikut: a. Apabila harga saham melampaui nilai intrinsik saham, sebaiknya dilakukan penjualan saham, sebab kondisi seperti ini pada masa yang akan dating besar kemungkinan terjadi koreksi pasar. b. Apabila sama denga nilai intrinsiknya maka transaksi pembelian atau penjualan tidak dilaksanakan. c. Apabila harga saham lebih rendah dalam nilai intrinsiknya maka sebaiknya dilakukan transaksi pembelian, sebab besar kemungkinan dimasa yang akan datang terjadi kenaikan harga. Dengan demikian akan terbuka kesempatan untuk memperoleh capital gain. Penjelasan diatas mengisyaratkan bahwa faktor penting yang selalu mendapat perhatian dalam harga saham adalah faktor nilai intrinsik saham itu sendiri. Resiko saham juga turut mempengaruhi harga sahamnya. Resiko investasi daham menggambarkan variabilitas pendapatan yang diterima. Semakin besar resiko, semakin bervariasi arus pendapatan yang diharapakan akan diterima. 17 Proses perubahan (fluktuasi) harga secara teoritis berawal dari aktivitas revaluasi para pemodal. Proses revaluasi dilaksanakan dengan jalan mengestimasi harapan perolehan pendapatan dan resikonya guna menentukan nilai intrinsik saham menggunkan data yang paling akhir. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan harga pasar yang terjadi untuk mengetahui wajar atau tidaknya harga saham tersebut. Dari penilaian kewajaran tersebut diambil keputusan membeli atau menjual saham. Kondisi tersebut menyebabkan adanya dua pihak yang memiliki tujuan yang bertentangan, yaitu membeli saham yang menghendaki kenaikan harga saham setelah proses pembelian dan penjual saham yang menghendaki penurunan setelah proses penjual saham. Tujuan yang bertentangan ini melatar belakangi revaluasi yang pada akhirnya akan mengakibatkan perubahan atau fluktuasi harga saham. Clark dalam Random Walk Theory mengemukakan bahwa harga saham akan berubah-ubah mendekati nilai intrinsiknya karena adanya informasi yang baru setiap hari, dimana informasi tersebut menyebabkan para analisis selalu mengestimasi kembali nilai saham akibat adanya informasi baru tersebut. 2.3.5 Teknik Analisis Harga Saham Dalam melakukan investasi di pasar modal, investor harus benar-benar menyadari bahwa disamping memperoleh keuntungan ia juga mungkin mengalami kerugian. Tidak ada jaminan bila ia bermain di pasar modal bahwa ia kan mendapat capital gain, yaitu selisis lebih dari harga beli saham dengan 18 harga jual saham. Sehubungan dengan hal tersebut investor harus secara cermat menganalisis harga suatu saham dimasa yang akan datang Keberhasilan dan ketepatan memprediksi perkembangan harga saham merupakan tujuan yang diharapkan oleh para investor yang bermain di pasar modal terutama investor yang merupakan spekulan. yulianti, Prasetyo dan Tjipto mengemukakan bahwa ada dua pendekatan analisis yang sering digunakan dalam analisis sekururitas, yaitu (yulianti, Prasetyo dan Tjipto (1996 : 130) : 1) Analisis Fundamental Dasar dari pendekatan fundamental adalah bahwa harga sekuritas akan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan dan kinerja perusahaan itu sendiri akan dipengaruhi oleh keadaan keseluruhan industri yang berhubungan dengan perusahaan tersebut dan juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi secara menyeluruh. Analisis fundamental akan bergerak dari keadaan yang umum ke keadaan yang lebih khusus. Analisis akan dimulai dari keadaan perekonomian secara luas yang kemudian bergerak kedalam keadaan perusahaan yang akan dianalisis. Analisis fundamental juga bermula dari anggapan dasar bahwa setiap investor adalah makhluk rasional. Keputusan investasi saham dari seorang pemodal yang rasional didahului oleh suatu proses analisis terhadap variabel yang secara fundamental diperkirakan akan mempengaruhi harga suatu efek. Argumentasi dasarnya jelas yaitu bahwa nilai saham mewakili nilai perusahaan, tidak hanya nilai intrinsik pada suatu saat, bahkan lebih penting lagi harapan akan kemampauan 19 perusahaan dalam meningkatkan nilainya dikemudian hari. Husnan menerangkan bahwa: analisis fundamental merupakan model yang mencoba memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan mengestimasai nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham dimasa yang akan datang , menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham. (Husnan, 1994 : 285) Model-model analisis fundamental diatas diarahkan untuk menjawab pertanyaan dasar, apakah harga suatu saham undervalued atau overvalued. 2) Analisis Teknikal Berbeda dengan analisis fundamental, analisis teknikal bermula dari anggapan bahwa investor ialah makhluk irasional. Bursa mencerminkan mass behavior (tingkah laku bersama). Sekarang yang bergabung dalam suatu masa, bukan hanya kehidupan rasionalitasnya, tetapi sering kali melebur identitas kolektif. Harga selalu ditentukan oleh penawaran dan permintaan di pasar dan analisis memfokuskan perhatian pada waktu, yaitu perkiraan trend naik atau trend turun. Harga saham sebagai komoditas perdagangan dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang merupakan manifestasi dari kondisi psikologi pemodal. Satu perbedaan utama diperingkat analisis finasial adalah antara mereka yang menggunakan analisis fundamental (fundamentalis) dan mereka yang menggunakan analisis teknikal (teknikalis). Fundamentalis cenderung melihat kedepan sedangkan teknikalis cenderung melihat masa lalu. 20 Menurut Sharpe, Alexander dan Bialey mengemukakan bahwa analisis teknis adalah: Studi mengenai informasi internal pasar saham. Kata teknis berimplikasi suatu studi pasar. Semua faktor yang relevan, apapun faktor itu dapat dikurangkan kevolume transaksi bursa saham dan tingkat harga saham atau secara lebih umum jumlah informasi stastik yang dihasilkan oleh pasar. (Sharpe, Alexander dan Bialey, 1997 : 410) Berdasarkan keterangan diatas seorang investor harus dapat menggunakan kedua analisis tersebut karena harga saham selalu mengalami fluktuasi, sehingga tidak mengalami kerugian seketika atau lepasnya kesempatan meraih keuntungan. 2.3.6 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Harga saham dari waktu ke waktu dapat naik turun, atau juga tetap. Ini merupakan satu hal yang harus diperhatikan oleh pemodal yang terlibat dalam kegiatan pasar modal, karena indikasi harga saham dapat pula dijadikan ukuran nilai perusahaan. Harga saham di bursa juga dipengaruhi oleh banyak faktir baik yang berifat kualitatif maupun kuantitatif, antara lain pengaruh perdagangan saham, ketat atau tidaknya pengawasan atas pelanggaran oleh pelaku bursa, psikologi pemodal secara massal yang berubah-rubah dan pesimis dan optimis dan sebaliknya. Harga pasar akan terbentuk melalui jumlah penawaran dan permintaan terhadap suatu efek. Jumlah penawaran dan permintaan akan mencerminkan kekuatan pasar. Jika jumlah penawaran lebih besar dari jumlah permintaan, 21 maka kurs harga saham akan turun. Sebaliknya, jika jumlah permintaan lebih besar dari jumlah penawaran terhadap suatu efek, maka harga cenderung naik. Disamping itu kondisi fundamental atau kondisi internal perusahaan termasuk kondisi financial perusahaan didalamnya dan kondisi non fundamental perusahaan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi berubahnya suatu harga saham. Dalam penentuan harga saham mengacu pada beberapa pendekatan teori penilaian, diman dalam perkembangannya dengan persepsi pemodal yang menanamkan modalnya di suatu perusahaan. Pemodal akan memperhatikan apakah perusahaan penerbit saham (emiten) dalam keadaan kontinu usaha, baru didirikan, atau dalam keadaan menghadapi resiko likuiditas. Pemodal yang bijaksana akan memperhatikan resiko usaha dari perusahaan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham menurut Bapepam, yaitu (Bapepam, 1997 : 50) : 1. Permintaan dan Penawaran Saham sebagai salah satu surat berharga yang ditransaksikan di pasar modal,harga saham selalu mengalami fluktuasi, naik dan turun dari satu waktu ke waktu yang lain. Seperti komoditi pada umumnya fluktuasi harga saham tersebut tergantung pada kekuatan penawaran dan permintaan. Apabila suatu saham mengalami kelebihan permintaan maka harga akan cenderung mengalami kenaikan. Hukum peramintaan dan penawaran berlaku sepenuhnya untuk perdagangan saham di bursa. 22 2. Perilaku Investor pemodal yang masuk ke pasar modal berasal dari bermacam-macam kalangan masyarakat dan dengan berbagai tujuan dari pemodal tersebut. menurut Usman ditinjau dari segi tujuannya maka pemodal dapat di kelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu (Usman, 1990 : 33-34): a. Pemodal yang bertujuan memperoleh deviden Kelompok ini mengincar perusahaan-perusahaan yang sudah stabil. Keadaan perusahaan yang demikian, menjamin kepastian adanya keuntungan yang relatif stabil. Harapan utama kelompok ini adalah untuk memperoleh deviden yang cukup dan terjamin setiap tahun. Pembagian deviden lebih penting dari pada keinginan untuk memperoleh capital gain. b. Pemodal yang bertujuan berdagang Harga saham di bursa tidak tetap, dapat bergerak naik maupun turun, tergantung pada kekuatan penawaran dan permintaan terhadap saham tersebut. Perubahan harga itu menarik bagi kalangan pemodal yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari selisih positif harga beli dengan harga jual. Pendapatan mereka bersumber dari keuntungan jual beli saham tersebut. c. Kelompok yang berkepentingan dalam kepemilikan saham perusahaan Bagi kelompok ini yang penting adalah ikut sertanya mereka sebagai pemilik perusahaan yang punya nama baik. Pemodal ini cenderung memilih saham perusahaan yang punya nama baik. Perubahan23 perubahan harga saham yang kurang berarti tidak membuat mereka gelisah untuk menjualnya, kelompok ini tidak aktif dalam perdagangan bursa. d. Kelompok spekulator Kelompok ini lebih menyukai saham-saham perusahaan yang belum berkembang, tetapi diyakini akan brkembang dengan baik. Pada umumnya pada setiap kegiatan pasar modal spekulator mempunyai peranan meningkatkan aktivitas pasar sekaligus meningkatkan likuiditas saham. 3. Tingkat Efisiensi Pasar Modal Pasar modal dikatakan efisien jika informasi dapat diperoleh dengan mudah dan murah oleh para pemodal, sehingga semua informasi yang relevan dan terpercaya telah tercermin dalam harga saham. Sahan sebagian besar dihargai dengan tepat dan pemodal dapat memperoleh imbalan normal dengan memilih secara acak saham-saham dalam kelompok resiko tertentu. Karena penyampaina informasi begitu sempurna, tidak mungkin bagi para pemodalmaupun untuk memperoleh laba ekonomi (imbalan abnormal) dengan memanipulasi informasi yang teredia khususnya bagi dirinya. Ciri penting efisiensi pasar adalah gerakan acak (random walk) dari harga pasar sahamkarena pasar modal efisien, maka harga pasar secara cepat bereaksi terhadap berita-berita baru yang tidak terduga, sehingga gerakannya pun tidak dapat diduga, kejadian itu sudah tercermin pada harga saham. 24 Pasar modal akan semakin memiliki efisiensi internal apabila biaya transaksi dalam perdagangan sekuritas (transaction cost) semakin rendah. Jadi efisiensi ini dikaitkan dengan besarnya biaya untuk melakukan pembelian atau penjualan sekuritas. Sementara itu derajat efisiensi eksternal akan ditentukan oleh kecepatan penyesuaian harga sekuritas di psar modal terhadap informasi baru. Dengan kata lain, apabila harga sekuritas-sekuritas di pasar modalmencerminkan semua informasi yang ada (dan berhubungan dengan sekuritas-sekuritas tersebut), maka pasar modal akan memiliki efisiensi eksternal semakin tinggi. 2.4 Hubungan Return on Investment (ROI) Dengan Harga Saham Menurut Fabozzi dalam bukunya Manajemen Investasi menjelaskan bahwa: Terdapat hubungan antara Return on Investment (ROI) dengan Harga Saham dimana ROI atau tingkat pengembalian atas investasi juga dapat diartikan sama dengan pengembalian atas total aktiva yang merupakan penentu utama juga untuk pengembalian atas ekuitas pemilik. Dua penentu dasar laba per lembar saham adalah pengambilan atas ekuitas pemegang saham dan nilai buku saham, diamana dua penentu atas ekuitas pemegang saham adalah pengembalian atas total aktiva dan proporsi aktiva yang didanai. dimana perhitungan laba per lembar saham di peroleh dari membagi keseluruhan keuntungan dari harga saham yang di jual dengan jumlah saham yang beredar dengan demikian akan diketahui jumlah keuntungan untuk setiap harga per lembar saham. Pengembalian atas total akiva atau tingkat pengembalian atas investasi dan perilaku dari komponen, menawarkan statistik yang mungkin paling bermanfaat dalam mempelajari efisiensi operasi perusahaan dengan demikian perusahaan akan dapat memperoleh laba atau keuntungan yang lebih besar. (Fabozzi, 2000 : 885) Dari penjelasan yang telah di kemukakan oleh Fabozzi mengenai hubungan Return on Investment (ROI) dengan harga saham, maka dapat penulis simpulkan 25 bahwa terdapat hubungan yang signfikan antara Return on Investment (ROI) dengan Harga Saham dimana Return on Investment (ROI) adalah penentu dasar laba per lembar saham dimana laba per lembar saham diperoleh dari membagi keseluruhan keuntungan dari harga saham yang di jual dengan jumlah saham yang beredar, dengan demikian akan dapat diketahui jumlah keuntungan untuk setiap harga per lembar sahamnya. 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Berdasarkan latar belakang dan kerangka pemikiran yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka objek penelitian yang akan di analisis asalah mengenai Return on Investment (ROI) dan perubahan Harga Saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Selama periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. 3.2 Lokasi Penelitian Penulis melakukan penelitian di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berlokasi di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) tower II lantai 1 jalan Sudirman Kav.52-53, Jakarta Selatan. 3.3 Metode Pelitian 3.3.1 Disain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif yaitu berbentuk hubungan kausal atau hubungan sebab akibat. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui variabel X terhadap variabel Y. Dimana Return on Investment (ROI) adalah sebagai variabel X dan perubahan harga saham sebagai variabel Y. Secara ringkas hubungan 2 kausal atau sebab akibat, bila X dan Y dalam metode penelitian berbentuk asosiatif dapat digambarkan sebagai berikut (Sugiyono, 2004 : 12) Gambar 3.1 Penelitian asosiatif yang berbentuk hubungan kausal atau sebab akibat X mempengaruhi Y 3.3.2 Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang didapat dari Bursa Efek Jakarta (BEJ). Data-data yang digunakan dalam proses perhitungan ini merupakan data kuatitatif, yaitu data berupa laporan keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Yang terdiri dari laporan neraca dan laporan laba rugi perusahaan periode 2001-2005. 3.3.3 Operasionalisasi Variabel Sesuai dengan judul penelitian yaitu Pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham (Studi kasus pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.), maka permasalahan yang akan diteliti ada dua (2) variabel yang meliputi: X Y 3 Variabel Independent : X : Return on Investment (ROI) Variabel Dependent : Y : Perubahan Harga Saha Tabel 3.1 Operasinalisasi Variabel Varibel Konsep Variabel Inikator Variabel Skala Return on Investment (ROI) Salah satu bentuk dari ratio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunankan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. 􀂾 Laba bersih (Net profit) 􀂾 Total aktiva (Total assets) Rasio Perubahan Harga Saham Besarnya selisih perubahan harga saham yang diperoleh dari harga saham rata-rata per tahun 􀂾 Jumlah permintaan saham 􀂾 Jumlah penawaran saham Rasio 4 3.3.4 Metode Pengumpulan Data Dalam penulisan skripsi ini diupayakan untuk memperoleh data dan informasi yang cukup memadai sesuai dengan permasalahan yang ada. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah: 1. Riset Kepustakaan (Library Research) Riset kepustakaan adalah salah satu jenis riset yang dilakukan untuk memperoleh literatur-literatur yang berhubungan dengan objek penelitian dengan bantuan buku-buku, majalah-majalah, artikel, dokumen-dokumen dan bahan-bahan dari kepustakaan maupun perkuliahan yang merupakan dasar teori yang dapat membantu dalam penyusunan skripsi ini. 2. Riset Lapangan (Field Research) Metode riset lapangan yang diterapkan adalah melalui pengamatan diluar kegiatan objek yang diteliti dimana data yang diperlukan yaitu prospektus perusahaan seperti profil perusahaan, struktur organisasi, kebijaksanaan perusahaan dan laporan keuangan tahunan perusahaan yang dalam hal ini berakaitan dengan objek penelitian skripsi ini yaitu Return on Investment (ROI) dan perubahan harga saham yang di diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) PT. Bursa Efek Jakarta. 5 3.3.5 Metode Analisis Data Setelah data yang diperlukan diolah maka dilakukan analisis sehingga data tersebut menjadi lebih berarti. Teknik perhitungan dan analisis data yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah: 1. Analisis Financial A. Analisis Return on Investment (ROI) PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Analisisis Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Net Profit) yang diperoleh dari selururuh kekayaan yang dimiliki perusahaan dimana perhitungannya dilakukan dengan menggunakan rumus (Munawir, 2002 : 105): ROI = Jumlah aktiva Laba bersih x 100% B. Analisis Perubahan harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Analisis perubahan harga saham digunakan untuk mengetahui perubahan harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. selama periode 2001- 2005 dimana perhitungannya dilakukan dengan menggunakan rumus (Jogiyanto, 2003 : 110) : Capital Gain atau Capital Loss = t t t P P P −1 − 6 Jika diprosentasekan maka: Capital Gain atau Capital Loss = t t t P P P −1 − x 100% Dimana: Capital Gain (Loss) Merupakan selisih untung (Rugi) dari harga ivestasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. (Jogiyanto, 2003 : 110) Pt = Harga saham rata-rata sekarang (saat ini) dan, Pt = Harga saham rata-rata periode yang lalu. Atau: arg ( ) arg ( 1) arg ( ) h a sahamrata rata tahun n h a saham rata rata tahun n h a saham rata rata tahun n − − + − − X 100% 2. Analisis statistik A. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis koefisien regresi linier sederhana dimana analisis koefisien regresi linier sederhana menurut Sugiyono adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel dependen dengan satu variabel dependen.(Sugoyono, 2005 : 243) dimana variabel X yaitu Return on Investment (ROI) dan variabel Y yaitu perubahan harga saham. Bentuk umum persamaan regresi adalah : Y = a + bx 7 Nilai a dan b dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Sugiyono, 2005: 245) a = n ΣY − b.ΣX b = ( )( ) Σ 2 (Σ )2 Σ Σ Σ − − n X X n XY X Y Dimana: X = Variabel bebas yaitu Return on Investment (ROI) Y = Variabel tidak bebas yaitu perubahan harga saham a = Y bila X = 0 (Harga konstan) b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angaka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen (Perubahan harga saham) yang didasarakan pada variabel independen (Return on Investment). Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan n = Jumlah data 8 B. Rancangan Uji Hipotesis 1) Perumusan Hipotesis a. Perumusan variabel konstanta (Supranto, 2001 : 188) Ho : A = 0, (Variabel konstanta tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham) Ha : A ≠ 0, (Variabel konstanta berpengaruh terhadap perubahan harga saham. b. Perumusan variabel Return on Investment (Supranto, 2001: 188) Ho : B = 0, (Return on Investment tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham) Ha : B ≠ 0, (Return on Investment berpengaruh terhadap perubahan harga saham) 2) Uji Hipotesis Uji hipotesis merupakan pengujian yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk menguji hipotesis, maka terlebih dahulu mencari nilai baku atau standar error (Se), kesalahan baku dari b (Sb) dan kesalahan baku dari a (Sa). Adapun rumus daripada kesalahan-kesalahan baku tersebut adalah (Supranto, 2001 : 184,185 dan 187): 9 Catatan: perlu diingat perbedaan antara x dan X. (huruf x kecil mewakili X besar). X besar langsung mewakuli nilai observasi, sedangkan x kecil mewakili x -X. Begitu juga untuk y kecil dan Y besar. (Supranto, 2001 : 185) Rumus mencari nilai baku atau standar error (Se): Se 2 = 2 2 2 2 − Σ − Σ n y b x atau: Se 2 = ( ( ) ) ( ( ) ) 2 2 2 2 2 2 − Σ − Σ − Σ − Σ n Y Y n b X X n Rumus mencari kesalahan baku dari b (Sb): Sb 2 = Se 2 Σx2 atau: Sb 2 = ( ) ΣX − ΣX n Se 2 2 Jadi: Sb = 2 b S Rumus mencari kesalahan baku dari a (Sa): Sa 2 = Se 2 Σ Σ 2 2 n x X atau: Sa 2 = Se 2 Σ (Σ ) Σ n X − X n X 2 2 2 10 Jadi: Sa = 2 a S Sehingga dari rumus kesalahan-kesalahan baku tersebut, maka dapat di peroleh (Supranto, 2001 : 188) : a. Uji variabel konstanta: t0 = a S a atau: t0 = a S a A0 − = ( ) Σ − Σ 2 2 0 S X a A n X e b. Uji Return on Investment (ROI): to = b S b atau: to = b S b B0 − 3) Kriteria Pengujian Hipotesis Kriteria ini digunakan untuk menguji atau menetukan ditrima atau tidaknya hipotesis yang dalam hal ini dinyatakan bahwa ROI berpengaruh terhadap Perubahan harga saham. Kriteria pengujian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kriteria uji dua belah pihak yang mengacu kepada tingkat keyakinan 5% dan derajat kebebasan (dk = n – 2). Pengujian ini dilakukan dengan cara 11 membandingkan nilai t hitung yang diperoleh dari perhitungan uji hipotesis dengan nilai t tabel yang terdapat dalam abel –t dengan tingkat keyakina atau level of confident sebesar 5% atau 0,05 dan derajat kebebasan (dk) senilai 5-1 = 4 Adapun kriteria pengujian tersebut adalah (Supranto, 2001 :188) : Jika to < −tα /2 (n-2) atau to > tα/2 (n-2) berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh antara Return On Investment (ROI) terhadap perubhan harga saham, sedangkan jika to ≤ tα/2 (n-2) atau to ≥ −tα/2 (n-2) berarti Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham Gambar 3.2 Kurva uji t dua pihak daerah Ho ditolak daerah Ho ditolak -tα/2 Daerah Ho t α/2 diterima 12 C. Analisis Determinasi Analisis ini digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi perubahan variabel X atau Return on Investment (ROI) terhadap variabel Y atau perubahan harga saham. Sedangkan sisanya atau selebihnya perubahan variabel Y disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam variabel penelitian ini. Analisis ini dinyatakan dengan koefisien determinasi (Kd). (Supranto, 2001 : 205): Kd = r2 x 100% Dimana untuk mengetahui koefisien determinasi mka diperlukan nilai koefisien korelasi (r). Adpun bentuk rumus daripada koefisien korelasi tersebut adalah (Supranto, 2001 : 201): r = ( )( ) ( ) 2 ( )2 2 Σ 2 Σ Σ Σ Σ Σ Σ − − − n X X n Y Y n XY X Y Sedangkan untuk mengetahui tinggi atau rendahnya korelasi antara variabel X dan variabel Y, maka dapat dilihat pada tabel berikut ini: 13 Tabel 3.2 Pedoman untuk memberikan Interprestasi terhadap koefisien korelasi Besarnya Nilai r Tingkat Hubungan Antara 0,00 – 0,199 Antara 0,20 – 0,399 Antara 0,40 – 0,599 Antara 0,60 – 0,799 Antara 0,80 – 0,1000 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber: Sugiyono, 2005:216 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perseroan ini berkedudukan di jakarta dan didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990, dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma, berdasarkan akta pendirian No. 228, tanggal 14 Agustus 1990. selanjutnya diubah dengan akta No. 249, tanggal 15 November 1990 dan akta No. 171, tanggal 20 juni 1991, yang kesemuanya dibuat dihadapadan Benny Kristianto, SH, notaris dijakarta, dan telah disetujui oleh menteri kehakiman Republik indonesia berdasarkan surat keputusan No. C2-2915 HT.01.01. Tahun 1991. tanggal 12 Juli 1991 diumumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No. 12, tanggal 11 Februari 1992, tambahan No. 611. Anggaran dasar perseroan selanjutnya kembali diubah dengan Akta No. 395, tanggal 30 Mei 1992 yang dibuat oleh indrawila Parmata, SH pengganti Benny Kristianto, notaris di jakarta yang telah disetujui oleh menteri kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. C2-7284 HT. 01.04 Tahun 1993 tanggal 19 Agustus 1993 Pada tanggal 5 Februari, perseroan mengubah namanya dari PT. Panganjaya Intikusuma menjadi PT. Indofoood Sukses Makmur dan meningkatkan modal dasar perseroan menjadi Rp. 11.651.000.000,00,- dengan 2 modal ditempatkan sebesar RP. 2.400.000.000,00,- dan modal disetor sebesar Rp. 1.200.000.000,00,- Perubahan nama dan peningkatan modal perseroan dilakukan berdasarkan Akta No. 51 tanggal 5 Februari 1994 yang dibuat oleh Benny Kristianto, SH notaris di jakartadan telah disetujui oleh menteri kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2048. HT.01.04. Tahun 1994 tanggal 9 Februari 1994 didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 360/A/NOT/HKM/1994 tanggal 22 Februari 1994. Pada tanggal 12 Februari 1994, perseroan melakukan penggabungan usaha (merger) dengan 18 perusahaan lain yang juga bergerak dalam bidang usaha industri makanan olahan dan merupakan perusahaan-perusahaan anak dan afiliasi dari perseroan. Sebelum penggabungan usaha, perseroan terutama bergerak dalam bidang usaha industri, disamping menjadi salah asatu perusahaan induk Indofood Group. Setelah penggabungan usaha perseroan mengelola secara langsung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan industri mie instan ternasuk penelitian dan pengembangan. Disamping itu perseroan juga mempunyai kepemilikan saham secara langsung pada perusahaan anak yang memproduksi berbagai produk indofoof group lainnya. Pada tanggal 7 Maret 1994 perseroan telah mendapatkan peretujuan untuk mengubah statusnya dari Perusahaan Penanam Modal Dalam Negeri menjadi Perusahaan Penanam Modal Asing berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 3 1976 jungto Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang penanam Modal Asing. Perseujuan ini diperoleh berdasarkan surat Persetujuan dari Badan Koordinasi Penanam Modal No. 08/V/PMA/1994 tanggal 7 Maret 1994 tentang Surat Pemberitahuan tentang persetujuan presiden atas pengalihan Status PMDN menjadi PMA. Perseroan selanjutnya berdasarkan Akta No. 85 tanggal 7 Maret 1994, yang dibuat oleh Benny Kristianto, SH. Notarios di jakarta kembali mengubah anggaran dasarnya guna mengubah status Perseroan menjadi suatu Perseroan yang didirikan sesuai UU PMA UU No. 1 Tahun 1967 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 11 Tahun 1970 dan meningkatkan modal dasar perseroan menjadi Rp. 1.000.000.000.000,00,- dengan modal disetor sebasar Rp. 433.651.000.000,00,-. Akta ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. C2-4416. HT. 01. 04. Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994. Pada tahun 1995 perseroan mengakuisisi semua aktiva, pasiva dan usaha Divisi Bogasari milik PT. Indocement Tunggal Perkasa. Sehubungan dengan akuisisi tersebut , maka berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat UmumLuar Biasa Para Pemegang No. 1 tanggal 1 Juli 1995, yang dibuat oleh notaris Benny Kristianto, SH. Disetujui perubahan-perubahan Pasal 2, Pasal 9 Ayat (2) dan Ayat (3) dan Pasal 12 Ayat (1) dan Ayat (2) dari Anggaran Dasar Perseroan. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-5144. HT. 01. 04. 4 Tahun 1996 pada tanggal 6 Maret 1996 diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 13 Agustus 1996, Tambahan No. 7062. Pada tahun 1996, Perseroan kemudian mengubah nilai nominal saham dari Rp. 1.000,00,- menjadi Rp. 500,00,- sebagaimana ternyata dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 170 tanggal 27 Juni 1996 yang dibuat oleh notaris Benny Kristianto, SH. Dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 61, tanggal 30 Juli 1996, Tambahan No. 2 Perseroan telah mendapatkan persetujuan untuk mengubah statusnya dari perusahaan PMA menjadi PMDN berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 1968, Jungto No. 12 Tahun 1970, tentang PMDN berdasarkan Surat Persetujuan dari BKPM No. 01/V/PMDN/1997, Tanggal 6 Januari 1997. 4.1.2 Profil Perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Merupakan produsen mie instant, yang meliputi pembuatan mie dan pembuatan mie instant. Bersama-sama dengan anak perusahaan, Indofood group merupakan produsen makanan olahan terkemuka di indonesia. Perseroan memproduksi berbagai jenis produk mie, termasuk mie instant (instant noodles), mie segar (fresh noodles) dan mie snack (snack noodles), dan perkirakan menguasai 90% pangsa pasar produk mie instant di Indonesia, angka ini merupakan hasil survey SRI Retail Audit. Selain itu , Indofood Group juga menghasilkan berbagai produk makanan olahan lainnya, seperti penyedap makanan (food seasonings), makanan ringan 5 (snack foods), makanan bayi (baby foods), dan kopi. Menurut laporan keuangan konsolodasi secara performa untuk tahun 1993, kontribusi penjualan bersih masing-masing produk terhadap total penjualan bersih seluruhnya adalah sebaai berikut: mie instant 82,91%, makanan ringan 4,17%, penyedap makanan 2,08% dan makanan bayi 3,60%. Indofood Group beroperasi di seluruh Indonesia dan saat ini mengoperasikan 22 (dua puluh dua) pabik yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Empat pabrik tambahan telah diselesaikan pada tahun 1994. jumlah karyawan saat inisekitar 14.862 orang dan produk-produknya didistribusikan ke lebih dari 150.000 pengecer. • Produk Perseroan menghasilkan berbagai macam produk mie instant, dengan harga jual yang mencakup seluruh segmen konsumen pasar yang ada. Perseroan juga memiliki sepuluh dari dua puluh merek yang beredar di Indonesia, termasuk Indomie, Sarimi dan Supermi nama yang cukup dikenal di kalangan rumah tangga di Indonesia. Perseroan menjual produk mie instant pada tiga segmen pasar yang berbeda; (i) segmen bawah, yaitu dengan harga dibawah Rp. 200 per bungkus, (ii) segmen menengah, yaitu dengan harga antara Rp. 200 hingga Rp. 300 per bungkus, dan (iii) segmen atas, yaitu denganharga diatas Rp. 300 per bungkus. Selain itu perseroan juga memproduksi mie segar (fresh noodles) dan mie snack (snack noodles). 6 Melalui anak perusahaan juga dihasilkan produk-produk lainnya yaitu: penyedap makanan, makanan ringan, makanan bayi dan kopi bubuk. Produk penyedap makanana berupa kecap dipasarkan dengan merek Piring Lombok dari indofood dimana merek piring lombok mempunyai pasar yang cukup besar di Jawa Tengah. Produk-produk lainya seperti saos sambal dan saos tomat, di pasarkan dengan merek Indofood. Pemasaran produk-produk ini dilakukan oleh PT. Indosentra Pelangi, yaitu perusahaan anak yang 70% modal sahamnya dimiliki perseroan. Produk-produk makanan ringan dijual dalam berbagai merek diantaranya Chiki, Jetz, Chitato, dan Chetos yang di produksi oleh PT. Indofood Frito-lay Corporation, yaitu perusahaan anak yang 51% modal sahamnya dimiliki perseroan, dan merupakan sebuah perusahaan patungan yang bekerjasama dengan seven-up, Nederland BV, salah satuanak perusahaan dari Pepsico. Inc Untuk produk makanan bayi, Indofood Group adalah salah satu produsen pertama yang memproduksi makanan bayi dengan memakai bahan baku tradisional yamg berselera Indonesia. Produk ini, yangmenggunakan merek Proina dan SUN, dihasilkan oleh PT Gizindo Prima Nusantara, yaitu perusahaan anak yang seluruh sahamnya dimiliki perseroan produk Indofood Group lainnya adalah kopi bubuk yang dipasarkan dengan merek tugu luwak dan Cafela. Produk kopi bubuk merupakan hasil produksi PT 7 Artahnugrah Mandiri, yaitu perusahaan anak yang 51% modal sahamnya dimiliki perseroan. Pada tabel berikut dapat dirinci produk makanan olahan Indofood Group menerurut nama-nama perusahaan pemilik/pembuatnya. Tabel 4.1 Produk-produk olahan Indofood Group No Nama Perusahaan Divisi Merek yang dikenal 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. PT. Indofood Sukses Makmur PT. Indosentra Pelangi PT. Indofood Frito-lay Corp PT. Gizindo Prima Nusantara PT Artahnugraha Mandiri PT. Prima Intipangan Sejati PT. SuryaPangan Indonesia PT. Cipta Kemas Abadi PT. Intranusa Citra PT. Tristara makmur PT. Cemako Mandiri Corporation PT. Cereko Reksa Corporation PT. Putri Daya Usaha Mie Instant Penyedap makanan Makanan Ringan Makanan Bayi Kopi Perdangan Ekspor Nie Instant (Kontrak) Kemasan Fleksibel Distribusi Distribusi Distribusi Distribusi Distribusi Indomie, Supermie, Sarimi, Pop Mie, dll Bumbu penyedap Indofood, Kecap Indofood, Kecap Piring Lombok, dll Chiki, Chitato, Cheetos, jetz, dll Promina, SUN, dll Tugulawak, Cafela, dll - - - - - - - Sumber: Prospektus Indofood Group (1997) 8 • Prospek Usaha a. Mie Instant Indonesia merupakan negara dengan konsumsi mie instant nomor dua terbesar di dunia, setelah jepang. Berdasarkan penelitian majalah Far Eastern Economic Review, 6 januari 1994, dan hasil riset sendiri yang telah dipublikasikan. Manajemen Indofood Group pada tahun 1993 telah berhasil mencapai angka total konsumsi mie instant di Indonesia kira-kira 5,6 miliar bungkus atau mencangkup kira-kira 25% dari total konsumsi dunia. Jepang pada tahun yang sama diperkirakan mengkonsumsi sebanyak 6,2 miliar bungkus atau kira-kira 28% dari total konsumsi dunia. Laju pertumbuhan konsumsi mie insant di Indonesia cukup pesat. Selama sepuluh tahun terakhir,diperkirakan laju pertumbuhan konsumsi mie instant adalah rata-rata20% per tahun, sedangkan dalam lima tahun terakhir laju pertumbuhan konsumsi bahkan lebih tinggi yaitu sebesar 27% per tahun. Tingginya laju pertumbuhan tersebut merupakan hasil positif dari pertumbuhan ekonomi domestik dalam 10 tahun terakhir mski sempat terganggu dengan krisis moneter di tahun 1996. Dari analisa kecendrungan tersebut, Indofood Group melihat adanya peluang pasaran mie instant jenis khusus segmen pasar tertentu di dalam negeri. Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan mie instant 9 jenis khusus itu, Indofood Group merencanakan membuka sebuah perusahaan patungan baru di Indonesia dengan salah satu produsen mie instant dari jepang. Pada saat ini bentuk kerja sama itu sedang dalam proses negoisasi. Indofood Group berharap dalam waktu dekat kerjasama itu dapat diiplementasikan. b. Penyedap Makanan Produk-produk ini termasuk kecap, saos sambal dan saos tomat. Merupakan produk makanan yang paling banyak di jual di Indonesia. Manajemen Indofood Group telah mengamati paar produk-produk penyedap makanan di Indonesia pada tahun 1993 adalah lebih dari Rp. 400 miliar. Kehadiran Indofood Group untuk pasar ini masih kecil, dengan nilai penjualan kira-kira diatas Rp. 20 miliar tahun lalu, atau meningkat sekitar 52,12% dibandingkan dengan tahun 1998. Tingginya laju pertumbukhan ini disebabkan peningkatan penjualan kecap manis yang merupakan salah satu penyedap makanan yang populer di Indonesia. Karena itu, untuk mengantisipasi meningkatnya pangsa pasar, Indofood Group merencanakan untuk menambah kapasitas produksi kecap dengan selesainya pembanguna sebuah pabrik baru pada bulan April 1994. produksi ecap ini juga digunakan dalam produksi bumbu mie instant oleh perseroan. Pasar produk makanan cukup terpecah pecah dan karenanya mudah mengundang kompetisis dari pesaing baru. Manajemen berharap 10 dapat mencapai penetrasi pasar yang cukup besar. Selain menaruh perhatian yang besar terhadap rasa, kemasan dan harga jual yang merupakan tiga faktor utamakeberhasilan dalam pasar ini. Manajemen yakin dapat memanfaatkan kekuatannya dalam bidang distribusi untuk mencapai pangsa pasar yangdiinginkan. c. Makanan Ringan Pasar untuk makanan ringan di indonesia saat ini masih didominasi oleh makanan ringan tradisonal, seperti kerupik udang, emping melinjo dan lain-lain. Dan diperkirakan jenis makanan ringan tradisional ini mencakup sekitar 70% dari seluruh pasar makanan ringan di Indonesia. Manajemen memperkirakan bahwa penjualan makanan ringan modern diroduksi secara massal dengan teknik produksi dan pembukusan yang mutakhir, akan meningkat dengan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan makanan ringan tradisionil. d. Makanan Bayi Dengan masih stabilnya pendapatan per kapita masyarakat di Indonesia, kesadaran akan pentingnya makanan yang bergizi akan meningkat konsumsi makanan bayi dimasa yang akan datang. Indofood Group telah memperkenalkan produk-produk makanan bayi lanjutan, baik berupa bubur maupun biskuit, yang mempunyai prospek pertumbuhan yang cukup baik. Untuk memenuhi permintaan pasar di tahun-tahun yang akan datang. Divisi makanan bayi Indofood Group 11 akan meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun sebuah pabrik baru di Bandung. 12 4.1.3 Struktur Organisasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Rapat Umum Pemegang Saham Dewan Komisaris Direksi Divisi-divisi Penunjang Divisi-Divisi Operasi Usaha Kepala Divisi Penelitian dan Pengembanagan Kepala Divisi Penyedap Makanan Kepala Divisi Kemasan Fleksibel Kepala Divisi Minuman Kepala Divisi Makanan Bayi Kepala Divisi Distribusi Kepala Divisi Internasional Kepala Divisi Pengembangan Usaha Kepala Divisi Personalia Kepala Divisi Makanan Ringan Kepala Divisi Pelayanan Pemasaran Kepala Divisi Keuanagan Kepala Divisi Mie Instant 13 Anggota dewan komisaris dan direksi perusahaan pada tanggal 30 september 2005 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Manuel V. Pangilinan Komisaris : - Benny Setiawan Santoso - Edward A. Tortorici - Ibrahim Risjad - Albert del Rosario - Robert Charles Nicholsosn - Graham L. Pickles Komisaris (Independen) : - Utomo Josodirjo - Torstein Stephansen - Wahjudi Prakarsa 14 Dewan direksi Direktur Utama : - Anthoni Salim Wakil Direktur Utama : - Cesar M. dela Cruz - Franciscus Welirang - Darmawan Sarsito Direktur : - Aswan Tukiaty - Tjhie Tje Fie - Taufik Wiraatmaja - Philip Suwardi purnama - C. M. Djoko Wibowo - M. P. Sibarani Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2005, penunjukkan Graham L. Pickles untuk menggantikan Juan Bernal Santos Sebagai salah satu anggota Dewan Komisaris Perusahaan disetujui oleh para Pemegang Saham Pda tanggal 30 September 2005, perusahaan dan anak perusahaan memiliki 46.290 karyawan tetap. 15 4.2 Kondisi Keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Kondisi keuangan perusahaan dapat menggambarkan baik atau buruknya suatu perusahaan didalam menjalankan usahanya, kondisai keuangan yang baik dapat berwujud apabila ada kerjasama dari berbagai pihak baik antara pihak intern sendiri maupun pihak Laporan keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Pada dasarnya terdapat tiga macam laporan kaeuangan yaitu diantranya laporan neraca konsolidasi, laporan laba rugi dan laporan perubahan odal. Namun dari laporan yang ada hanya dua laporan keuangan saja yang dapat dipakai dalam penelitian ini yaitu neraca konsolidasi dan laporan laba (rugi) yang digunakan sebagai data untuk mengetahui informasi terutama yang ada kaitannya dengan Return on Investment (ROI) dan perubahan harga saham. Dari neraca konsolidasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Maka kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan jumlah aktiva, jumlah kewajiban dan modal yang terjadi yaitu selama 5 (lima) tahun berturut-turut antara tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. sedangkan dari laporan laba (rugi) dapat mengetahui perkembangan jumlah laba (rugi) usaha, laba (rugi) sebelum pajak dan laba (rugi) bersih yang dihasilkan setiap tahunnya yaitu salama 5 (lima) tahun dari tahun 2001 samapai dengan 2005. apakah setiap tahunnya mengalami perubahan atau tidak. 16 4.2.1 Perkembangan Neraca Konsolidasi PT. Indofood Sukses Makur Tbk. a. Perkembangan Jumlah Aktiva PT. Indofood Sukses Makur Tbk. Berikut ini akan disajikan perkembangan dari jumlah aktiva, jumlah kewajiban dan jumlah modal perusahaan yang kesemuanya itu dapat kita ketahui dari neraca konsolidasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Tabel 4.2.1.1 Perkembangan jumlah aktiva PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Periode 2001-2005 (Dalam rupiah) Tahun Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Jumlah Aktiva Varians 2001 2002 2003 2004 2005 5.246.996.500.510 7.147.003.162.168 6.994.333.662.106 6.415059.882.481 6.471.590.183.301 7.732.105.083.592 8.104.512.791.095 8.314.520.797.805 9.253.947.747.271 8.314.494.059.554 12.979.101.584.102 15.251.515.953.263 15.308.854.459.911 15.669.007.629.752 14.786.084.242.855 - 17.51% 0,38% 2,35% -5,63% Sumber: Neraca Konsolidasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dari tabel diatas maka dapat kita lihat bagaimana perkembangan jumlah ativa pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dari tahun ketahun yaitu dari 17 tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Jumlah aktiva pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp. 12.979.101.584.102 diamana pada tahun ini jumlah aktiva lancar sebesar Rp. 5.246.996.500.510 ini menunjukkan lebih besar dari pada jumlah aktiva tidak lancarnya yaitu sebesar Rp. 7.732.105.083.592. Pada tahun 2002 jumlah aktiva perusahaan berubah yaitu menjadi Rp. 15.251.515.953.263 ini berarti jumlah aktiva perusahaan mengalami kenaikan sebesar 17, 51% di bandingkan dengan tahun 2001 hal ini disebabkan karena jumlah aktiva lancar dan aktiva tidak lancar mengalami kenaikan dengan demikian perusahaan mengalami perubahan jumlah aktiva yang baik sehingga jumlah aktiva di tahun ini mengalami penungkatan yang cukup signifikan Pada tahun 2003 jumlah aktiva yang dihasilkan perusahaan mengalami kenaikan yang tidak terlalu tinggi yaitu sebesar Rp. 15.308.854.459.911 ini berarti perusahaan mengalami kenaikan jumlah aktiva sebesar 0,38%. hal ini disebabkan jumlah aktiva lancar mengalami penurunan sehingga berpengaruh terhadap jumlah aktiva perusahaan akan tetapi aktiva tidak lancar perusahaan mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2002. Pada tahun 2004 jumlah aktiva yang dihasilkan perusahaan sebesar Rp. 15.669.007.629.752 di lihat dari jumlahnya perusahaan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 2,35%. Hal ini di sebsbkan jumlah aktiva tidak lancar mengalami kenaikan walupun jumlah aktiva lancar perusahaan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2003. 18 Sedangkan pada taun 2005 jumlah aktiva yang dihasilkan perusahaan hanya sebesar Rp. 14.786.084.242.855 dengan demikian pada tahun ini perusahaan mengalami penurunan jumlah aktiva sebesar 5,63% dibandingkan pada tahun 2004. Hali ini disebabkan terjadinya penururnan jumlah aktiva lancar dan aktiva tidak lancar dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kenaikan pada jumlah aktivanya. b. Perkembangan Jumlah Kewajiban PT. Indofood Sukses Makur Tbk. Tabel 4.2.1.2 Perkembangan Jumlah kewajiban PT. Indofood Sukses Makur Tbk. Periode 2001-2005 (Dalam rupiah) Tahun Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajban Varians 2001 2002 2003 2004 2005 6.055.345.891.414 4.341.302.234.186 3.664.192.739.756 4.364.101.872.262 4.412.546.510.662 2.603.358.937.792 6.371.837.761.256 6.888.137.600.978 6.289.648.884.750 5.630.036.052.339 8.658.704.829.206 10.713.139.995.442 10.552.330.340.734 10.653.750.757.012 10.042.582.563.001 - 23,73% -1,50% 0,96% -5,74% Sumber: Neraca Konsolidasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 19 Dari tabel diatas maka kita dapat melihat bagaiman perkembangan jumlah kewajiban atu hutang setiap tahunnya pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dari tahun ketahun yaitu dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. dan untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut: Pada tahun 2001 jumlah Kewajiban atau hutang yang harus dibayar PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Yaitu sebesar Rp. 8.658.704.829.206 dimana jumlah kewajiban lancar lebih lebih besar dibandingkan kewajiban tidak lancar. Pada tahun 2002 jumlah kewajiban yang harus dibayar atau ditanggung oleh perusahaan yaitu sebesar Rp. 10.713.139.995.442 hal ini berarti jumlah kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan sebesar 23,73%. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah kewajiban lancar lebih kecil dari tahun sebelumnya akan tetapi sebaliknya jumlah kewajiban tidak lancar lebih besar dibandingkan jumlah mewajiban tidak lancar pada tahun sebelumnya yaitu di tahun 2001. Di tahun 2003 jumlah kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan yaitu sebesar Rp. 10.552.330.340.734 dan ini berarti jumlah kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan mengalami penurunan sebesar 1,50% hal ini dikarenakan jumlah kewajiban lancar lebih kecil dibandingkan jumlah kewajiban tidak lancarnya, dimana pada tahun ini jumlah kewajiban tidak lancarnya lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Kemudian pada tahun 2004 jumlah kewajiban atau hutang yang harus dibayar perusahaan mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan yaitu 20 sebesar Rp. 10.653.750.757.012 dengan demikian perusahaan mengalami kenaikan jumlah kewajiban sebesar 0,96% hal ini di karenakan jumlah kewajiban lancar lebih besar dari pada tahun sebelumnya walaupun jumlah kewajiban tidak lancar mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya namun hal tersebut masih belum cukup dapat mengurangi jumlah kewajiban atau hutang yang harus ditanggung oleh perusahaan. Sedangkan pada tahun 2005 jumlah kewajiban yang harus dibayar perusahaan mengalami penurunan yang cukup berarti bagi perusahaan. Diamana jumlah kewajiban yang harus dibayar perusahaan yaitu sebesar Rp. 10.042.582.563.001 hal ini berarti terjadi penurunan sebesar 5,74% dibandingkan pada tahun 2004. hal ini dikarenakan jumlah kewajiban lancar dan jumlah kewajiban tidak lancar perusahaan kedua-duanya mengalami penurunan sehingga jumlah kewajiban yang harus dibayar atau ditanggung perusahaan tidak terlalu tinggi dibandingkan pada tahun 2004. 21 c. Perkembangan jumlah Modal (ekuitas) PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Tabel 4.2.1.3 Perkembangan Jumlah Modal PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Periode 2001-2005 (Dalam rupiah) Tahun Jumlah Modal Varians 2001 2002 2003 2004 2005 3.561.580.555.072 3.662.697.503.150 4.093.880.900.390 4.256.053.153.009 4.308.448.464.683 - 2,84% 11,77% 3,96% 1,23% Sumber: Neraca konsolidasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dari tabel diatas maka kita dapat mengetahui perkembangan jumlah modal atau ekuitas yang dimiliki PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005, apakah mengalami perubahan atau tidak. Berikut akan di jelaskan perkembangan tiap tahunnya jumlah modal atau ekuitas yang dimikliki PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Di tahun 2001 jumlah modal yang dimiliki PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yaitu sebesar Rp. 3.561.580.555.072. pada tahun 2002 jumlah 22 modal yang dimiliki perusahaan sedikit bertambah sebesar Rp. 3.662.697.503.150 hal ini berarti jumlah modal yang dimiliki perusahaan mengalami kenaikan sebesar 2,84%. Dan pada tahun 2003 jumlah modal yang dimiliki perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp. 4.093.880.900.390 atau mengalami kenaikan sebesar 11,77%. Kemudian jumlah modal yang dimiliki perusahaan mengalami kenaikan kembali yaitu sebesar Rp. 4.256.053.153.009 hal ini berarti perusahaan mengalami kenaikan jumlah modal sebesar 3,96%. Hal ini sangat baik sekali bagi perusahaan dalam menjalankan usahanya. Dan terakhir pada tahun 2005 untuk sekali lagi perusahaan mengalami kenaikan jumlah modal sebesar Rp. 4.308.448.464.683 atau mengalami kenaikan jumlah modal sebesar 1,23%. walaupun kenaikannya tidak terlalu tinggi namun hal tersebut dapat setidaknya membantu perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan dengan jumlah modal yang dimilki perusahaan. 23 4.2.2 Perkembangan laporan Laba Rugi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Tabel 4.2.2.1 Perkenbangan Laporan Laba Rugi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Periode 2001-2005 (Dalam rupiah) Tahun Jumlah Laba (rugi) Usaha Jumlah Laba (Rugi) Sebelum Pajak Jumlah Laba (Rugi) Bersih Varians 2001 2002 2003 2004 2005 2.034.459.662.892 1.880.135.685.451 2.008.794.942.339 2.087.390.883.835 1.662.497.192.466 1.276.339.853.937 1.418.083.913.906 1.031.135.171.786 852.380.462.805 425.761.094.142 746.329.723.584 802.632.827.816 603.481.302.847 378.056.338.230 124.017.962.994 - 7,54% -24,81% -37,35% -67,20% Sumber: Neraca konsolidasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dari laporan Laba (Rugi) PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Yang telah di uraikan dalam tabel diatas maka kita dapat melihat perkembangan laporan laba (rugi) yang dialami oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Selama periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Dapat kita lihat pada tahun 2001 jumlah laba bersih yang diperoleh perusahaan yaitu sebesar Rp. 746.329.723.584 dengan jumlah laba usaha yang diperoleh sebesar 24 Rp. 2.034.459.662.892 dan jumlah laba sebelum pajak sebesar Rp. 1.276.339.853.937 pada tahun 2001. Ditahun 2002 jumlah laba bersih yang diperoleh poerusahaan sebesar Rp. 802.632.827.816 hal ini berarti perusahaan mengalami peningkatan dalam perolehan laba bersih sebesar 7,54%. Pada tahun 2003 jumlah laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar Rp. 603.481.302.847 ini berarti perusahaan mengalami penurunan laba bersih sebesar 24,81% hal ini di pengaruhi oleh jumlah laba sebelum pajak yag diperoleh perusahaan mengalami penurunan walaupun jumlah laba usaha mengalami peningkatan. Kemudian pada tahun 2004 jumlah laba bersih yang diperoleh perusahaan mengalami penurunan kembali yaitu sebesar Rp. 378.056.338.230 hal ini berarti perusahaan mengalami penurunan laba bersih sebesar 37,35%. Hal tersebut dikarenakan perusahaan memperoleh laba sebelum pajak yang tidak begitu besar walupun laba usaha yang diperoleh perusahaan mengalami kenaikan yang relatif sedikit. Dan terakhir pda tahun 2005 sekali lagi perusahaan mengalami penurunan laba bersih yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 124.017.962.994 bisa dikatakan untuk tahun 2005 ini penururnan jumlah laba bersih lebih dari setengahnya perolehan laba bersih yang dihasilkan perusahaan pada tahun 2004 atau penurunannya sebesar 67,20%. 25 4.3 Analisis Return on Investment (ROI) PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Pada bagian ini akan dibahas mengenai analisis Return on Investment (ROI) dimana analisis Return on Investment (ROI) bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Net Profit) yang diperoleh dari selururuh kekayaan yang dimiliki perusahaan. ROI = Jumlah aktiva Laba bersih x 100% Tahun 2001 ROI = 100% 12.979.101.584.102 746.329.723.584 x = 0,0575 x 100% = 5.75% Tahun 2002 ROI = 100% 15.251.515.953.263 802.632.827.816 x = 0,0526 x 100% = 5,26% Tahun 2003 ROI = 100% 15.308.854.459.911 603.481.302.847 x = 0,0394 x 100% = 3,94% 26 Tahun 2004 ROI = 100% 15.669.007.629.752 378.056.338.230 x = 0,0241 x 100% = 2,41% Tahun 2005 ROI = 100% 14.786.084.242.855 124.017.962.994 x = 0,0083 x 100% = 0,83% Tabel 4.3.1 Hasil perhitungan Return on Investment (ROI) Periode 2001-2005 No. Periode Return on Investment 1. 2. 3. 4. 5. 2001 2002 2003 2004 2005 5,75% 5,26% 3,94% 2.41% 0.83% 27 ROI selama periode 2001 sampai dengan 2005 mengalami penurunan yang cukup banyak dimana pada atahun 2001 kondisi ROI perusahaan sebesar 5,75% yang berarti bahwa dengan menggunakan Rp. 1000, jumlah aktiva, laba bersih setelah pajak yang dihasilkan sebesar Rp. 575. Pada tahun 2002 perushaan mengalami penurunan ROI sebesar 5,26% yang artinya bahwa dari Rp. 526 laba bersih setelah pajak dihasilkan dari Rp.1000 jumlah aktiva. Pada tahun 2003 kondisi ROI perusahaan mengalami penurunan kembali sebesar 3,94% yang berarti bahwa dengan menggunakan Rp. 1000 jumlah aktiva, laba bersih setelah pajak yang dihasilkan sebesar Rp. 394. kemudian pada tahun 2004 kembali kondisi ROI perusahaan mengalami penurunan sebesar 2,41% ini berarti bahwa Rp. 241 laba bersih setelah pajak diperoleh dari Rp. 1000 jumlah aktiva. Dan terakhir pada tahun 2005 perusahaan mengalami penurunan ROI yang cukup tinggi yaitu sebesar 0,83% yang artinya dengan menggunakan Rp. 1000 jumlah aktiva, laba bersih setelah pajak yang dihasilkan adalah Rp 83. 4.4 Analisis Perubahan harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Analisis perubahan harga saham digunakan untuk mengetahui perubahan harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. selama periode 2001-2005 dimana perhitungannya dilakukan dengan menggunakan rumus Capital Gain atau Capital Loss = t t t P P P −1 − 28 Jika diprosentasekan maka: Capital Gain atau Capital Loss = t t t P P P −1 − x 100% Tahun 2001 Capital Gain/Loss = 100 1275 550 1275 x − % = -56,86% Tahun 2002 Capital Gain/loss = 100% 1250 475 1250 x − = -62% Tahun 2003 Capital Gain/loss = 100% 950 550 950 x − = -42,10% Tahun 2004 Capital Gain/loss = 100% 925 600 925 x − = -35.14% Capital Gain/loss = 100% 1360 670 1360 x − = -50,74% 29 Tabel 4.4.1 Analisis perubahan harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. No Periode Harga saham 1. 2. 3. 4. 5. 2001 2002 2003 2004 2005 -56,86% -62% -42,10% -35,14% -50,74% Harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Mengalami penurunan perubahan dari tahun ketahun dimana pada tahun 2001 perubahan harga saham perusahaan sebesar -56,86% hal ini disebabkan permintaan investor terhadap saham perusahaan yang menurun, pada tahun 2002 perubahan harga saham menurun sebesar -62% hal ini disebabkan oleh menurunnya permintann inverstor terhadap saham perusahaan. Selanjutmya pada tahun 2003 perubahan harga saham menurun sebesar - 42,10% hal ini disebabkan menurunnya permintaan investor terhadap saham perusahaan. Kemudian pada tahun 2004 perubahan harga saham menurun kembali sebesar -35,14% namun penurunan pada tahun ini tidak sebesar pada tahun 2003, hal ini kembali disebabkan menurunnya permintaan investor terhadap saham perusahaan. Dan terakhir pada tahun 2005 perubahan harga saham mengalami penurunan kembali 30 sebesar -50,74% hal ini disebabkan menurunnya permintaan akan saham perusahaan tersebut. Dengan demikian dapat dilihat bahwa dari tahun ketahun harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Mengalami perubahan yang cenderung menurun dari tahun ketahunnya hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya informasi yang menyeluruh mengenai kondisi keuangan perusahaan kepada pihak luar terutama kepada pihak investor yang ingin menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. 4.5 Pengaruh Return on Investment (ROI) Terhadap Perubahan Harga Saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Pada bagian ini akan dibahas mengenai analisis statistik yang terdiri dari Analisis Regresi Linier Sederhana yaitu analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel dependen dengan satu variabel dependen. Dalam analisis Riegresi bertujuan untuk meneliti pengaruh perubahan harga saham akibat perubahan Return on Investment (ROI) pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Kemudian setelah ditentukan persamaan regresi dari Return on Investment (ROI) dan perubahan harga saham, selanjutnya dilakukan analisis koefisien deteminasi untuk mengukur besarnya kontribusi perubahan variabel X atau Return on Investment (ROI) terhadap variabel Y atau perubahan harga saham. Sedangkan sisanya atau selebihnya perubahan variabel Y disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam variabel penelitian ini. Dan terakhir adalah Uji Hipootesis yaitu merupakan pengujian yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang 31 telah dirumuskan sebelumnya. Untuk menguji hipotesis, maka terlebih dahulu mencari nilai baku atau standar error (Se), kesalahan baku dari b (Sb) dan kesalahan baku dari a (Sa). 4.5.1 Analisis Regresi Linier Sederhana Proses ini dimulai dengan menggunakan penyususnan data berupa Return on Investment (ROI) PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dinyatakan dengan variabel X dan Perubahan Harga Saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Dinyatakan sebagai variabel Y, kemudian disusun dalam tabel untuk mencari persamaan garis regresi yang sesuai secara statistik Tabel 4.4.1.1 Worksheet untuk perhitungan analisis regresi Tahun X Y X2 Y2 XY 2001 2002 2003 2004 2005 5,75 5,26 3,94 2,41 0,83 -56,86 -62 -42,10 -35,14 -50,74 33,06 27,67 15,52 5,81 0,69 3233,03 3844 1772,41 1234,82 254,55 -326,94 -326,12 -165,87 -84,69 -42,11 Σ 18,19 -246,84 82,75 12658,84 -945,73 32 Berdasarkan hasil pada tabel tersebut, maka dapat diukur besarnya nilai parameter persamaan regresinya. Adapun parameter koefisien regresi tersebut dihitung berdasarkan persamaan: a = n ΣY − b.ΣX = 5 − 246,84 − (2,88) (18,19) = 5 − 246,84 − (−52,3872) = 5 −194,4528 = -38,89056 = -39 (dibulatkan) b = ( )( ) Σ 2 (Σ )2 Σ Σ Σ − − n X X n XY X Y = 5 (82,75) (18,19)2 5 (−945,73) − (18,19) (−246,84) = 413,75 330,88 4728,65 ( 4490,02) − − − − = 82,87 − 238,63 = 2,879570411 = -2,88 (dibvulatkan) 33 Sehingga a dan b diperoleh a = --39 b = -2,88 dan persamaan regresinya menjadi Y = a + bx Y = -39 -2,88x Dari persamaan regresi tersebut, dapat diketahui bahwa untuk a = -39 berarti nilai tersebut merupakan nilai pada perubahan harga saham apabila ROI = 0 sedangkan b = -2,88 apabila Return on Investmet (ROI) meningkat sebesar 1% maka perubahan harga saham akan turun sebesar -2,88% 4.5.2 Analisis Koefisien Determinasi Return on Investment (ROI) dan Perubahan Harga Saham Selanjutnya akan dilakukan perhitungan nilai koefisien determinasi dimana Analisis ini digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi perubahan variabel X atau Return on Investment (ROI) terhadap variabel Y atau perubahan harga saham. Sedangkan sisanya atau selebihnya perubahan variabel Y disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam variabel penelitian ini. Analisis ini dinyatakan dengan koefisien determinasi (Kd). Kd = r2 x 100% 34 Dimana untuk mengetahui koefisien determinasi maka diperlukan nilai koefisien korelasi (r). Adpun bentuk rumus daripada koefisien korelasi tersebut adalah: r = ( )( ) ( ) 2 ( )2 2 Σ 2 Σ Σ Σ Σ Σ Σ − − − n X X n Y Y n XY X Y r = 5 (82,75) (18,19)2 . 5 (12658,84) ( 246,84)2 5 ( 945,73) (18,19) (246,84) − − − − − = (82,87) (2364,21) − 4728,65 − (−4490,02) = 195922,08 − 238,63 = 442,63 − 238,63 r = -0,539 maka dapat disimpulkan sementara bahwa terdapat korelasi negatif antara variabel X yaitu Return on Investment (ROI) dan variabel Y Perubahan Harga Saham. Dengan nilai r sebesar = -0,539 Jadi, koefisien korelasi antara Return on Investment (ROI) dengan perubahan harga saham mempunyai hubunngan negatif atau hubungan berbanding terbalik. 35 Dan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham, maka digunakan uji koefisien determinasi (Kd) dengan rumus: Kd = r2 x 100% = (-0,539)2 x 100% = 0,290521 x 100% = 29, 0521% = 29,1% (dibulatkan) Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka diperoleh hasil koefisien determinasi sebesar 29,1% Ini berarti bahwa Return on Investment (ROI) memberikan kontribusi terhadap perubahan harga saham sebesar 29,1% Sedangkan 70,9% lagi dipengaruhi oleh faktor lain. 4.5.3 Analisis Uji Hipotesis Untuk mengetahui hipotesis pengaruh Return on Investment (ROI) terhadap perubahan harga saham, maka terlebih dahulu mencari nilai baku atau standar error (Se), kesalahan baku dari a (Sa) dan kesalahan baku dari b (Sb). Rumus mencari nilai baku atau standar error (Se): 36 Se 2 = ( ( ) ) ( ( ) ) 2 2 2 2 2 2 − Σ − Σ − Σ − Σ n Y Y n b X X n = 2 (12658,84) ( 246,84)2 /5) ( 2,88)2 (82,75 (18,19)2 /5) − − − − − − n = 3 472,84 − 8,29 (16,57) = 3 472,84 −137,37 = 3 335,47 Se 2 = 111,82 Se = 111,82 Se = 10,57 Jadi, kesalahan baku atau satndar error (Se) adalah sebesar 10,57% Rumus mencari kesalahan baku dari a (Sa): Sa 2 = Se 2 Σ (Σ ) Σ n X − X n X 2 2 2 = 111,82 5 (82,75) (18,19) /5 82,75 2 x − = 111,82 413,75 66,18 82,75 x − = 111,82 347,57 82,75 x Sa 2 = 26,62 37 Sa = 26,62 Sa = 5.16% Jadi, kesalahan baku dari a (Sa) sebagai penduga A adalah sebesar 5,16% Rumus mencari kesalahan baku dari b (Sb): Sb 2 = ( ) ΣX − ΣX n Se 2 2 Sb 2 = (82,75 (18,19) 5 111,82 − 2 = 16,57 111,82 Sb 2 = 6,75 Sb = 6,75 = 2,598076211 Sb = 2,6 (dibulatkan) Jadi, kesalahan baku dari b (Sb) sebagai penduga B adalah sebesar 2,6% a. Uji Variabel Konstanta Ho : A = 0, (Variabel konstanta tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham) Ha : A ≠ 0, (Variabel konstanta berpengaruh terhadap perubahan harga saham). 38 Dengan uji dua (2) pihak, pada taraf nyata 0,05 (α = 5%) atau tingkat kemungkinan 95% dan derajat kebebasan sebesar (dk=n-2) maka dapat diperoleh t tabel atau to 0,025 (3)= 3,182 Jika to < −tα /2 (n-2) atau to > tα/2 (n-2) : berarti Ho ditolak jika to ≤ tα/2 (n-2) atau to ≥ −tα/2 (n-2) : berarti Ho diterima atau jika thitung < ttabel maka Ho diterima Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak t = a S a = 5.16 − 39 = -7,56 Jadi, to = -7,56 < -t 0,025 (3) = -3,182 dan juga to = -7,56 < t 0,025 (3) = 3,182 sehingga Ho Diterima, artinya variabel konstanta tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Atau t = -7,56 < 3,182 maka Ho diterima. 39 daerah Ho ditolak daerah Ho ditolak Ho Diterima -7,56 -3,182 0 3,182 b.Uji Variabel Return on Investment (ROI) Ho : B = 0, (Return on Investment tidak berpengaruh terhadap perubahan arga saham) Ha : B ≠ 0, (Return on Investment berpengaruh terhadap perubahan harga saham) Dengan uji dua pihak, pada taraf nyata 0,05 (α = 5%) atau tingkat keyakinan 95% dan derajat kebebasan sebesar (dk= n-2) maka dapat diperoleh t tabel atau to 0,025 (3) = 3,182 Jika to < −tα /2 (n-2) atau to > tα/2 (n-2) : berarti Ho ditolak jika to ≤ tα/2 (n-2) atau to ≥ −tα/2 (n-2) : berarti Ho diterima 40 atau jika thitung < ttabel maka Ho diterima Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak to = b S b = 2,6 − 2,88 = -1,107692308 = -1,11 (dibulatkan) jadi, Jadi, to = -1,11 > -t 0,025 (3) = -3,182 dan juga to = -1,11 < t 0,025 (3) = 3,182 sehingga Ho Diterima, artinya Return on Investment tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Atau t = -1,11 < 3,182 maka Ho diterima. Sb 2 41 daerah Ho ditolak daerah Ho ditolak Ho Diterima -3,182 -1,11 0 3,182 1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu prestasi yang harus dicapai oleh suatu perusahaan guna memperoleh kepercayaan dari masyarakat, investor dan pemerintah. Kepercayaan tersebut biasanya diperoleh dari laba yang didapat dari perusahaan. Dari analisis dan pembahasan tentang Return on Investment (ROI) Terhadap Perubahan Harga Saham (Studi kasus pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.) maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. ROI selama periode 2001 sampai dengan 2005 mengalami penurunan yang cukup banyak dimana pada atahun 2001 kondisi ROI perusahaan sebesar 5,75% yang berarti bahwa dengan menggunakan Rp. 1000, jumlah aktiva, laba bersih setelah pajak yang dihasilkan sebesar Rp. 575. Pada tahun 2002 perushaan mengalami penurunan ROI sebesar 5,26% yang artinya bahwa dari Rp. 526 laba bersih setelah pajak dihasilkan dari Rp.1000 jumlah aktiva. Pada tahun 2003 kondisi ROI perusahaan mengalami penurunan kembali sebesar 3,94% yang berarti bahwa dengan menggunakan Rp. 1000 jumlah aktiva, laba bersih setelah pajak yang dihasilkan sebesar Rp. 394. kemudian pada tahun 2004 kembali kondisi ROI perusahaan mengalami penurunan sebesar 2,41% ini berarti bahwa Rp. 241 laba bersih setelah pajak diperoleh dari Rp. 1000 2 jumlah aktiva. Dan terakhir pada tahun 2005 perusahaan mengalami penurunan ROI yang cukup tinggi yaitu sebesar 0,83% yang artinya dengan menggunakan Rp. 1000 jumlah aktiva, laba bersih setelah pajak yang dihasilkan adalah Rp 83. 2. Harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Mengalami penurunan perubahan dari tahun ketahun dimana pada tahun 2001 perubahan harga saham sebesar -56,86% hal ini disebabkan permintaan investor terhadap saham perusahaan menurun, pada tahun 2002 perubahan harga saham menerun sebesar -62% hal ini disebabkan oleh menurunnya permintann inverstor terhadap saham perusahaan. Pada tahun 2003 perubahan harga saham menurun sebesar -42,10% hal ini disebabkan menurunnya permintaan investor terhadap saham perusahaan. Kemudian pada tahun 2004 perubahan harga saham menurun sebesar -35,14% namun pada tahun ini penurunan tidak sebesar pada tahun 2003, hal ini disebabkan menurunnya permintaan investor terhadap saham perusahaan. Dan terakhir pada tahun 2005 perubahan harga saham mengalami penurunan kembali sebesar -50,74%. Dapat dilihat bahwa dari tahun ketahun harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.. Mengalami perubahan yang cenderung menurun dari tahun ketahunnya hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya informasi yang menyeluruh mengenai kondisi keuangan perusahaan kepada pihak luar terutama kepada pihak investor yang ingin menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. 3 3. Pada perhitungan regresi tersebut, diperoleh hasil untuk a sebesar -39 berarti nilai tersebut merupakan nilai pada perubahan harga saham apabila ROI = 0 sedangkan untuk b diperoleh hasil sebesar -2,88 ini berarti apabila Return on Investmet (ROI) meningkat sebesar 1% maka perubahan harga saham akan turun sebesar -2,88%. kemudian pada perhitungan Koefisien korelasi antara Return on Investment (ROI) dengan perubahan harga saham diperoleh nilai r sebesar = -0,539 ini berarti terdapat hubungan negatif atau hubungan berbanding terbalik. sedangkan pada perhitungan koefisien determinasi diperoleh hasil sebesar 29,1% Ini berarti bahwa Return on Investment (ROI) memberikan kontribusi terhadap perubahan harga saham sebesar 29,1% Sedangkan 70,9% lagi dipengaruhi oleh faktor lain. Kemudian pada Uji Variabel Konstanta Dengan uji dua (2) pihak, pada taraf nyata 0,05 (α = 5%) atau tingkat kemungkinan 95% dan derajat kebebasan sebesar (dk=n-2) maka dapat diperoleh t tabel atau to 0,025 (3)= 3,182 dengan hasil to = -7,56 < t 0,025 (3) = 3,182 sehingga Ho Diterima, artinya variable konstanta tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham atau t= -7,56 < 3,182 sehingga Ho diterima. Dan terakhir pada uji variabel ROI didapat hasil to = -1,11 < t 0,025 (3) = 3,182 sehingga Ho Diterima, artinya Return on Investment tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham atau t = -1,11 < 3,182 sehingga Ho diterima. 4 Saran Berdasarkan pada hasil penelitian, pembahasan dan analisis terhadap pengaruh Return on Investment terhadap Perubahan Harga Saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Maka penulis mencoba memberikan saran yang mungkin dapat digunakan sebagai masukan dalam mempertimbangkan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Adapun saran-saran tersebut adalah 1. dalam menjalankan kinerja keuangan diharapkan perusahaan lebih berorientasi pada tujuan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik saham yang akan tercermin dalam harga pasar sahamnya. 2. perusahaan diharapkan melandasi kebijakannya dengan teori-teori yang ada sebagai pemandu sehingga dampak-dampak yang tidak diharapkan seperti menurunnya harga saham dapat dihindari. 3. bagaimanapun kondisi perusahaan diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang. Akan tetapi tumbuhnya perusahaan disatu pihak tidak harus berdampak merosotnya kekayaan pemilik saham yang tercermin dengan jatuhnya harga pasar sahamnya. Dengan demkian diperlukan cara yang lebih bijak yang akan memberikan keuntungan bagi semua pihak dengan cara mempertahankan harga saham yang stabil, karena menurunnya harga saham akan direaksi secara negatif oleh pasar dan masyarakat dalam hal ini para pemodal yang akan beranggapan bahwa menurunnya harga saham merupakan pertanda bahwa perusahaan tidak dapat mempertahankan keuntungannya akibatnya laba perlembar saham akan turun. Oleh karena itu apabila 5 perusahaan sangat memerlukan dana untuk investasi demi pertumbuhan usaha maka perlu dipertimbangkan sumber lain pendanaan sehingga perusahaan dapat meningkatkan keuntungannya dan didukung pula oleh informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan kepada pihak luar dalam hal ini para investor dengan demikian pasar akan beranggapan positif terhadap perusahaan tersebut sehingga permintaan akan saham perusahaan akan naik. 4. adanya penelitian lanjutan dengan periode waktu yang lebih lama dan tambahan faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga saham sehingga dapat menjelaskan lebih rinci faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham. KUNTA, 

.