ANALISIS PENGARUH VARIABEL EARNING PER SHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER) DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM (Studi pada Saham Perusahaan Jasa Telekomunikasi Pemerintah yang Go Public di BEI tahun 2004 -2008)

Admin

ANALISIS PENGARUH VARIABEL EARNING PER SHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER) DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM  (Studi pada Saham Perusahaan Jasa Telekomunikasi Pemerintah  yang  Go Public di BEI tahun 2004 -2008)



ABSTRAK


Perusahaan Jasa Telekomunikasi adalah salah satu industri yang ikut berperan serta dalam pasar modal. Perusahaan Jasa Telekomunikasi telah memberikan sumbangan yang berarti dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat luas. Dalam dunia pasar modal, kinerja perusahaan dapat diapresiasikan dengan naik turunnya harga saham perusahaan. Salah satu analisis yang digunakan untuk digunakan memprediksi mengenai harga saham adalah analisis fundamental. 
ANALISIS PENGARUH VARIABEL EARNING PER SHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER) DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM  (Studi pada Saham Perusahaan Jasa Telekomunikasi Pemerintah  yang  Go Public di BEI tahun 2004 -2008)
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI dari tahun 2004 – 2008, terdapat dua perusahaan yang tergolong dalam sektor telekomunikasi Pemerintah yang go public di BEI, yaitu Indosat Tbk. (ISAT) dan Telekomunikasai Indonesia Tbk. (TLKM). Dan sampel yang digunakan  purposive sampling. Variabel penelitian dalam penelitian ini terdapat empat variabel yaitu: EPS (X1), PER (X2), dan ROA (X3) sebagai variabel bebas dan harga saham  (Y) sebagai variabel terikat. Data yang diperoleh dalam penelitian menggunakan metode dokumentasi dan analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan mempertimbangkan asumsi klasik yaitu multikoliniaritas, hesteroskedastisitas, autokorelasi dan uji normalitas.
Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% variabel EPS, PER, dan ROA secara signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah. Variabel EPS, PER, dan ROA dalam penelitian ini mampu menjelaskan perubahan harga saham Sebesar 89,2% dan sisanya sebesar 10,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Secara parsial dengan level of significant 5% variabel EPS dan PER mempengaruhi secara signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah. Sedangkan ROA tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah. Adapun variabel yang dominan mempengaruhi harga saham adalah variabel EPS, hal ini ditunjukkan koefisien determinasi secara parsial (r2) sebesar 83,36%



BAB I
PENDAHULUAN



1.1.  LATAR BELAKANG
Saham merupakan sertifikat yang menunjukan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan. Tempat untuk menjual dan membeli saham di Indonesia adalah di Bursa Efek Indanesia (BEI), karena semua saham yang menangani adalah BEI. Peningkatan kinerja Bursa Efek Indonesia tidak lepas dari kinerja efek-efek dalam hal ini Perusahaan Jasa Telekomunikasi telah memberikan sumbangan yang berarti dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat luas. Dimana menurut Kamar Dagang dan Industri (kadin) Indonesia, pada tahun 2008 sektor telekomunikasi yang merupakan bagian teknologi dan komunikasi, ini mampu memberikan kontribusi hingga 1,8 persen terhadap produk domistik bruto (www.Antara News.co.id).
      Harus diakui dampak multiplier Perusahaan Jasa Telekomunikasi di Indonesia sangat luar biasa, karena menjadi infrastruktur penggerak seluruh sektor mulai Perusahaan Jasa Telekomunikasi itu sendiri, juga mendorong sektor perdagangan, manufaktur, sektor usaha kecil menengah sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Sebelum melakukan investasi, investor perlu mengetahui dan memilih perusahaan mana yang berprestasi atau saham-saham mana yang memberikan keuntungan yang optimal bagi dana yang menginvestasikan. Analisis fundamental merupakan salah satu cara untuk mengetahui prospek dari suatu perusahaan atau industri. Analisis fundamental menyatakan bahwa investor bersifat rasional dalam mengambil keputusan investasi dalam saham. Analisis ini meliputi analisis ekonomi, analisis industri dan analisis perusahaan.
Dalam melakukan analisa perusahaan, investor harus mendasarkan kerangka pikirnya pada dua komponen utama yaitu Variabel Earning Per Share (EPS) merupakan informasi yang menunjukan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham (Tandelilin, 2001:241).  Dan Price Earning Ratio (PER) merupakan informasi yang mengindikasikan besarnya rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu rupiah earning perusahaan (Tandelilin, 2001:184).
Untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang pertumbuhan profitabilitas juga menjadi indikator yang penting sehingga investor mengetahui sejauh mana perusahaan mampu memberikan return (pengembalian) yang sesuai dengan tingkat yang disyaratkan investor. Maka dari itu digunakan rasio profitabilitas yaitu Return On Assets (ROA) merupakan menggambarkan sejauhmana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba (Tandelilin, 2001:24).
Hasil penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan variabel fundamental terhadap harga saham adalah Sugeng Mulyono (2000), hasil dari penelitiannya secara simultan Earning Per Share (EPS) dan tingkat suku bunga bisa berpengaruh terhadap perubahan harga saham sebesar 9,6% sedangkan sisanya 90,4% dipengaruhui variabel lain. Sedangkan secara parsial EPS berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Joko Santoso (2003), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa variabel fundamental yang terdiri dari EPS, PER, ROA, DER, LDR, IRR, Credit Risk, CAR secara bersama-sama mempengaruhi harga saham pada perusahaan perbankan yang listing di BEJ. Dan secara parsial variabel ROE, ROA, Capital Adequancy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Sadangkan variabel lainnya EPS, IRR, dan Credit Risk tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Edi Subiyantoro (2003), dalam penelitiannya Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham (return on assets, return on equity, book value aquity per share, debt to equity ratio, return saham dan return market) secara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Dan secara parsial book velue equity per share dan return on equity berpengaruh terhadap harga saham. Dan Reiza Fahrani (2004), dalam penelitiannya Variabel Earning Per share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Equity (ROE) secara simultan mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham, dengan adjusted  sebesar 65,1%. Dari uji t yang dilakukan diperoleh variabel bebas yang berpengaruh secara parsial terhadap harga saham adalah PER dengan probabilitas 0,000 (dibawah 0,05), sedangkan variabel Earning Per share (EPS) dan Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap harga dalam penilaian saham. Dari hasil penelitian sebelumnya tersebut dapat diketahui bahwa hasil variabel fundamental serta pengaruhnya terhadap harga saham memiliki hasil yang berlainan, sehingga berdasarkan penelitian sebelumnya dalam penelitian ini akan dikaji lebih lanjut kebenaran yang ada sehingga apa yang menjadi hasil pada penelitian nanti diharapkan dapat mempertegas persepsi dan memperkuat teori yang sudah ada.
Penelitian ini mengambil pada Perusahaan Jasa Telekomunikasi milik Pemerintah yang Go Public  di BEI, yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). dan PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat). Perusahaan tersebut dipilih sebagai objek penelitian didasari oleh beberapa alasan. Pertama karena Laba bersih (keuntungan) per Tahunnya tinggi, yaitu: Rp. 6.087.227.000.000; untuk PT. Telkom  dan Rp. 6.081.971.000.000; untuk PT Indosat per Desember 2003 (www.idx.co.id), Kedua, perusahaan telekomunikasi adalah perusahaan khusus, hal ini ditunjukkan dengan adanya standar akuntansi pendapatan jasa telekomunikasi yang diatur khusus dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.35. Tujuan pernyataan ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi  dan cara pengukuran pendapatan jasa telekomunikasi  Indonesia (Telkom) Tbk. dan PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat). 
Berdasarkan uraian diatas, dirasa perlu untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul ”Analisis Pengaruh Variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dan Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham (Studi Pada Saham Perusahaan Jasa Telekomunikasi Pemerintah Yang  Go Public Di BEI Tahun 2004 -2008)”.



1.2.  RUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan tersebut di atas, maka permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Apakah ada pengaruh yang signifikan EPS, PER, dan ROA secara simultan terhadap harga saham?
2.    Apakah ada pengaruh yang signifikan EPS, PER, dan ROA secara parsial terhadap harga saham?
3.    Dari EPS, PER, dan ROA, variabel mana yang berpengaruh dominan terhadap harga saham?

1.3.  TUJUAN PENELITIAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
1.3.1.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk menganalisis pengaruh Variabel EPS, PER, dan ROA secara simultan terhadap harga saham.
2.      Untuk menganalisis pengaruh Variabel EPS, PER, dan ROA secara parsial terhadap harga saham.
3.      Untuk menganalisis dari Variabel EPS, PER, dan ROA, Variabel mana yang berpengaruh dominan terhadap harga saham.



1.3.2.      Kegunaan penelitian
Dari hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberi kegunaan atau manfaat bagi berbagai pihak, yaitu:
1.  Bagi Peneliti
Manfaat bagi peneliti yaitu untuk  melatih berfikir secara ilmiah dan kreatif dengan mencoba menganalisa data yang diperoleh guna memecahkan masalah yang berkaitan dengan faktor-faktor fundamentalis dan harga saham  yang nantinya berguna apabila diperlukan dalam pekerjaan di bidang akuntansi.
2. Bagi Investor
Bagi investor, sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan pilihan investasi yang tepat sehingga dapat mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko atas investasi dananya. Dan juga dapat memberikan gambaran tentang saham-saham dalam pengambilan keputusan investasi saham di Bursa efek Indonesia.
3. Bagi Akademis
Bagi Akademis, penelitian ini diharapkan akan menjadi tambahan pengetahuan dan acuan bagi penelitian berikutnya.
1.4.  BATASAN MASALAH
Penelitian ini dilakukan sebatas hanya pada Saham  Perusahaan Jasa Telekomunikasi Pemerintah yang  Go Public di BEI yang Berturut-turut mengeluarkan laporan keuangan selama periode 2004 sampai 2008, agar lebih terarah dan tidak terlalu melebar.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA



2.1.  Kajian Empiris Hasil-hasil Penelitian Terdahulu
Sugeng Mulyono (2000), dalam penelitiannya mengenai Pengaruh Earning Per share (EPS) dan Tingkat Suku Bunga terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Aneka Industri yang Go Public di BEJ Tahun 1992-1997).
a.       Dari nilai Adjusted  sebesar 0,096 secara simultan bebas Earning Per Share (EPS) dan tingkat suku bunga bisa menjelaskan perubahan harga saham sebesar 9,6% sedangkan sisanya 90,4% dipengaruhui variabel lain yang tidak masuk model. Dengan demikian pengaruh Earning Per Share (EPS) dan tingkat suku bunga terhadap harga saham perusahaan Aneka Industri tidak begitu kuat.
b.      Dari hasil uji t menunjukkan nilai 2,479 untuk EPS dan -2,830 untuk suku bunga. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial EPS mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dengan  >  (2,479>2,326).
c.       Dari hasil regresi, koefisien regresi EPS menunjukkan nilai yang positif (0,991) sedangkan suku bunga mempunyai hubungan yang negatif (-128,954).
Joko Santoso (2003), dalam penelitiannya mengenai Analisis Beberapa Variabel Fundamental yang Berpengaruh Terhadap Harga Saham (Studi kasus pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEJ).
a.       Terdapat hubungan positif antara variabel Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA)  dan Interest Rate Risk (IRR) dengan  harga saham dan terdapat hubungan negatif variabel Earning Per Share (EPS), Credit Risk dan Capital Adequancy Ratio () dengan harga saham.
b.      Menurut uji F dan dari persamaan regresi BLUE bahwa variabel independent DER dan LDR dikeluarkan dari analisis regresi. Dari uji F menerima bahwa variabel fundamental yang terdiri dari EPS, PER, ROA, DER, LDR, IRR, Credit Risk, CAR secara bersama-sama mempengaruhui harga saham pada perusahaan perbankan yang listing di BEJ.
c.       Secara individual variabel ROE, ROA, Capital Adequancy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Sadangkan variabel lainnya EPS, IRR, dan Credit Risk tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Dan variabel paling dominan berpengaruh terhadap harga saham adalah ROA.
Edi Subiyantoro (2003), dalam penelitiannya tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham (Kasus Perusahaan Jasa Perhotelan yang Terdaftar di Pasar Modal Indonesia).
a.       Berdasarkan pendekatan constan growth of dividend discount model  maka faktor-faktor yang diduga mempengaruhi harga saham mencakup return market sebagai variabel bebas sedangkan variabel terikatnya adalah harga saham. Setelah melalui kaidah-kaidah analisis regresi maka faktor-faktor yang membentuk model penelitian adalah return on assets, return on equity, book value aquity per share, debt to equity ratio, return saham dan return market sebagai variabel bebasnya sedangkan variabel terikatnya adalah harga saham.
b.      Dengan nilai sig F sebesar 0,038 atau dengan kata lain memiliki nilai F < 0,05, bisa dikatakan bahwa model persamaan dalam penelitian itu cukup signifikan meskipun hubungan yang terjadi antar harga saham dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bersifat relatif lemah yang ditunjukan oleh besarnya koefisien determinasi  = 0,434. hal ini menunjukan bahwa secara umum faktor-faktor tersebut tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk mengekspektasi variasi harga saham. Selanjutnya jika dikaji secara parsial yang berpengaruh signifikan terhadap variasi harga saham adalah book velue equity per share dan return on equity.
Reiza Fahrani (2004), dalam penelitiannya tentang Analisis Pengaruh Variabel Earning Per share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Equity (ROE) terhadap Harga Saham (Studi pada perusahaan foot and baverage yang listing di BEJ Tahun 2000-2002).
KLIK INI UNTUK BACA SELENGKAPNYA
 
Previous
Next Post »
0 Komentar