PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN KARTU PRA BAYAR IM3, Study Kasus pada Mahasiswa STAIN Surakarta

Admin

4. PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN KARTU PRA BAYAR IM3, Study Kasus pada Mahasiswa STAIN Surakarta




BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Manusia mempunyai banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, baik kebutuhan yang bersifat biogenetik seperti rasa lapar dan haus maupun kebutuhan yang bersifat psikogenetik, yaitu kebutuhan akan pengakuan, penghargaan dan rasa kepemilikan. Kebutuhan adalah keadaan merasa tidak memliki kepuasan dasar dan bersifat naluriah sedangkan keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut, sehingga keinginan merupakan kebutuhan buatan yaitu kebutuhan yang dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Keinginan terhadap suatu produk yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya akan menciptakan permintaan.
               Strategi pemasaran untuk menciptakan permintaan melalui Loyalitas konsumen dipengaruhi oleh barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen, harga barang atau jasa,  upaya mendistribusikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen dan kegiatan memperkenalkan kepada konsumen (promosi ). Jelasnya bahwa kegiatan memasarkan suatu produk dipengaruhi oleh interaksi dari keempat hal tersebut diatas, dalam buku teks bahasa inggris hal tersebut dinyatakan dengan istilah marketing mix, marketing mix merupakan campuran (mix) yakni interaksi dari empat hal tersebut, yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion) dan distribusi (place). Masing-masing variabel tersebut berinteraksi satu sama lain guna menciptakan suatu permintaan terhadap barang atau jasa yang ditawarkan memberikan manfaat, diterima baik oleh konsumen yang pada ujungnya pelanggan akan menjadi loyal (Sutisna, 2003: 41)
            Loyalitas adalah suatu komitmen yang mendalam untuk membeli kembali atau berlangganan suatu produk atau jasa secara konsisten dimasa yang akan datang. Sehingga dapat menyebabkan pengulangan pembelian merek yang sama walaupun ada pengaruh situasi dan berbagai usaha pemasaran yang berpotensi untuk menyebabkan tindakan perpindahan merek, perusahaan untuk mendapatkan loyalitas atau kesetiaan konsumen perlu strategi pemasaran yang tepat dan komplek. Konsumen akan menjadi loyal pada merek-merek yang berkualitas dan menawarkannya dengan harga yang wajar selain itu para penjual juga beranggapan bahwa konsumen akan menjadi loyal pada suatu produk jika produk tersebut mudah didapatkan saat dibutuhkan, dan yang tidak kalah penting loyalitas terbentuk melalui promosi yang ditawarkan perusahaan dengan mengkomunikasikan kebaikan-kebaikan produknya (Sutisna, 2003: 40)
            Kartu prabayar IM3 merupakan salah satu produk dari PT Indosat Tbk yang bergerak melayani pelanggan di bidang jasa telekomunikasi, produk ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, mempunyai pelanggan yang banyak dan cukup diperhitungkan oleh para pesaingnya. kita ketahui bersama persaingan diantara produk sejenis akhir-akhir ini sangat ketat, baik dalam produk, harga, distribusi, promosi   dan lain sebagainya, hal ini menuntut perusahaan untuk lebih kreatif dalam menarik perhatian konsumen.
            Salah satu upaya yang dilakukan dalam menghadapi persaingan ini PT Indosat Tbk dengan produk IM3 memberikan kualitas pelayanan yang terbaik kepada konsumen, kualitas pelayanan tersebut terdiri dari kualitas produk, harga, distribusi dan promosi. Hal ini dilakukan semata-mata bertujuan untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan konsumen, sehingga konsumen itu menjadi loyal dalam menggunakan produk yang dihasilkan.
            Kemampuan produk untuk memberikan kepuasan pada pemakainya akan menguatkan kedudukan atau posisi produk dalam benak konsumen, sehingga memungkinkan konsumen menjadikan pilihan pertama bilamana akan terjadi pembelian diwaktu yang akan datang. kualitas produk yang ditawarkan dan dari kartu prabayar IM3 diantaranya dengan memberikan fitur dan layanan yang tersedia di dalam kartu yaitu mulai dari sms, i-ring, transfer pulsa, IM3-access, GPRS, MMS, slir, Confirence Call dan lain-lain.
            Harga suatu produk dapat menunjukkan dan mempengaruhi bagaimana konsumen itu loyal, jika suatu produk ditawarkan dengan harga yang wajar dan mampu mempengaruhi konsumen agar melakukan pembelian secara konsisten bukan tidak mungkin konsumen akan menjadi loyal.
            Kualitas pelayanan dalam harga yang diberikan melalui produk IM3 yaitu dengan memberikan nominal pengisian pulsa dari lima ribu rupiah hingga jutaan rupiah, hal ini dimaksudkan memberikan banyak pilihan kepada konsumen agar harga nominal pulsa isi ulang IM3 terjangkau oleh semua lapisan. Kartu perdana IM3 dijual dengan harga relatif murah menyediakan vocer sms dengan nominal limaribu, limabelas ribu dan paket sms untuk pelayanan yang 100% sms.
            Peran distribusi juga sangat besar dalam menjadikan konsumen itu loyal, seorang pemasar harus selalu siap menyediakan produk kepada konsumen, selalu menyediakan produk di outlet outlet hal ini dilakukan agar konsumen tidak lari ke merek lain.
            Distribusi dari kartu IM3 ini selalu ditingkatkan, diperluas dan menjangkau keberbagai wilayah hingga ke pedesaan untuk menunjang kelancaran distribusi produk IM3, PT Indosat Tbk menambahkan tower atau antena untuk memberikan kemudahan sinyal sehingga ditribusi kartu IM3 itu dapat lebih lancar.
            Promosi juga berperan penting dalam menjadikan konsumen itu loyal, dalam melakukan promosi produk hendaknya ditampilkan sesering mungkin di media, promosi yang menarik berkesan dan mudah dipahami. Untuk mendapatkan perhatian dan tanggapan dari calon konsumen kartu IM3 melakukan promosi di berbagai media, memilih bintang film, artis penyanyi sebagai bintang iklannya, hal ini bertujuan untuk menerik perhatian dan menaruh minat kepada calon konsumen untuk memakainya.
            Penelitian ini sengaja dilakukan dengan mengambil sampel pada mahasiswa STAIN Surakarta, karena mahasiswa merupakan orang yang selalu tanggap dengan teknologi serta orang yang relatif banyak membawa ponsel. Sekarang ponsel tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi sekarang digunakan sebagai gaya. Untuk itu fitur yang lengkap pada suatu kartu pasti akan mendapat respon baik dari konsumen dalam penelitian ini adalah mahasiswa STAIN Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menjelaskan dan mengetahui bahwa strategi marketing mix yang dilakukan oleh PT Indosat Tbk benar-benar dapat menjadikan konsumen itu loyal dalam memakai produk kartu IM3 serta mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap loyalitas konsumen.
            Berdasarkan paparan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Marketing Mix Terhadap Loyalitas Konsumen Kartu Pra Bayar IM3”( Studi Kasus Pada Mahasiswa Stain Surakarta )
B.   Identifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka identifikasi masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut
1.    Kegiatan memasarkan suatu produk dipengaruhi oleh interaksi empat hal yang biasa disebut marketing mix yaitu produk, harga, distribusi dan promosi.
2.    Perusahaan menghadapi persaingan di pasar perlu strategi pemasaran perusahaan yang tepat, upaya ini dilakukan dengan maksud untuk mencari informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian suatu produk.
3.    Konsumen bisa dikatakan loyal pada  suatu produk bila mana konsumen tersebut mempunyai komitmen untuk membeli kembali atau berlangganan suatu produk atau jasa sehingga dapat menyebabkan pengulangan pembelian di lain kesempatan. Konsumen mungkin juga tidak loyal dengan produk yang ditawarkan dengan melihat produk lain yang sejenis.
4.    Untuk mendapatkan kepuasan atau loyalitas konsumen memang bukan perkara mudah, hal yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan strategi dari marketing mix itu dengan hati-hati.
C.   Batasan Masalah
1.    Subjek penelitian disini adalah Mahasiswa STAIN Surakarta yang menggunakan atau pernah menggunakan kartu prabayar IM3, hal ini diketahui dengan melakukan wawancara secara langsung terhadap calon responden sebelum melakukan penelitian
2.    Variabel yang akan diteliti hanya terbatas pada produk, harga, distribusi dan promosi. serta loyalitas konsumen kartu prabayar IM3
D.   Rumusan Masalah
         Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka pokok permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah :
1.    Apakah terdapat pengaruh signifikan antara produk terhadap loyalitas konsumen kartu prabayar IM3.
2.    Apakah terdapat pengaruh signifikan antara harga terhadap loyalitas konsumen kartu prabayar IM3.
3.    Apakah terdapat pengaruh signifikan antara distribusi terhadap loyalitas konsumen kartu prabayar IM3
4.    Apakah terdapat pengaruh signifikan antara promosi terhadap loyalitas konsumen kartu prabayar IM3.
E.    Tujuan Penelitian
         Tujuan penelitian ini adalah Untuk menguji pengaruh produk, harga, distribusi dan promosi terhadap loyalitas konsumen kartu prabayar IM3
F.    Manfaat Penelitian
1.    Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah referensi bagi penelitian berikutnya.


2.    Bagi Praktisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi yang positif untuk memahami karakteristik pembeli kepada perusahaan yang diteliti sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam rangka menentukan strategi perusahaan terhadap pembentukan layanan konsumen yang berkualitas sehingga pada akirnya akan terbentuk loyalitas konsumen terhadap produk IM3.
G.   Jadwal Rencana Penelitian
No
Kegiatan
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Penyusunan proposal
X
X














2
Konsultasi dengan DPS
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
3
Seminar proposal





X










4
Revisi proposal





X
X









5
Pengumpulan data primer






X
X
X
X






6
Processing data









X
X





7
Penulisan skripsi





X
X
X
X
X
X
X
X
X


8
Pendaftaran Munaqosah














X

9
Munaqosah















X
10
Revisi skripsi















X

H.   Sistematika Penulisan Penelitian
BAB I     : Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian.
BAB II    : Landasan Teori
Dalam bab ini akan diuraikan beberapa teori yang dapat digunakan sebagai kerangka pemikiran teori atau landasan penelitian dan hipotesis.
BAB III   : Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan tentang populasi, sampel, dan sampling, data dan sumber data, metode pengumpulan data, teknik pengukuran variabel, teknik analisis data.
BAB IV   : Analisis dan Pembahasan
Bab ini membahas profil objek penelitian, pengujian, dan hasil analisa data, pembuktian hipotesis, pembahasan hasil dan jawaban dalam penelitian ini.
BAB V    : Penutup
Bab ini berisi kesimpulan yang dapat diambildari penelitian ini, keterbatasan penelitian dan saran-saran yang ditujukan untuk penelitian berikutnya.





BAB II
LANDASAN TEORI

A.   Kajian Teori
1.    Pengertian Marketing Mix
         Untuk membahas lebih lanjut mengenai masalah marketing mix maka terlebih dahulu perlu kita pahami pengertian dari marketing mix itu sendiri. Marketing mix merupakan kombinasi empat besar pembentuk inti pemasaran sebuah perusahaan, hal ini sesuai dengan definisi berikut.
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni produk struktur harga, kegiatan promosi dan system distribusi ( Basu swastha DH dan Irwan, 2003: 78)
         Devinisi tersebut berarti marketing mix merupakan kegiatan yang diarahkan dan ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui sarana dan proses pertukaran, termasuk didalamnya upaya menjaga mutu produk sesuai rencana dan menunjang pengiriman barang atau jasa dari produsen ke konsumen secara efektif dan efisien dengan mutu yang baik.
         Proses kegiatan marketing atau kegiatan pemasaran seyogianya dimulai sejak barang atau jasa itu belum diproduksi, artinya tidak dimulai pada saat produksi selesai, tetapi tidak juga saat penjualan. semua kegiatan yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran harus dirancang sejak dini dan ditujukan untuk menentukan produk apa, berapa luas pasarnya, berapa harganya dan bagaimana promosinya hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Produk
         Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memperoleh perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan meliputi benda fisik, jasa, tempat, ide atau gagasan kualitas pelayanan produk kepada konsumen perlu dilakukan oleh perusahaan, hal ini diarahkan agar produk yang diterima sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan yang ujungnya konsumen akan merasa loyal atas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
         Kualitas adalah faktor yang ada dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai dengan tujuan produksi. Mutu ditentukan oleh kegunaan atau fungsinya termasuk didalamnya daya tahan kenyamanan, warna bentuk kemasan dan sebagainya ( Hani Handoko, 1992: 83)
         Ketika seeorang mempunyai kebutuhan akan suatu produk, konsumen akan mencari suatu produk yang dapat memuaskan kebutuhanya, setelah mereka mengetahui kualitas produk tersebut, mereka akan cenderung melakukan pembelian ulang pada produk yang sama jika mereka memperoleh kepuasan atas produk yang dibelinya atau melakukan perpindahan merek jika mereka tidak memperolah kepuasan pada produk yang dibelinya.
         Faktor penting yang dapat membuat konsumen puas adalah kualitas produk, hal ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi pemasar untuk mengembangkan loyalitas merek dari konsumennya. Jika pemasar menaruh perhatian dan lebih mengutamakan kualitas, maka akan mudah mendapatkan loyalitas konsumen pada merek yang ditawarkan. Kualitas produk merupakan faktor kunci untuk menciptakan loyalitas jangka panjang (Sutisna, 2003: 41)
b.    Harga
         Kata harga sudah dikenal dan diketahui masyarakat secara umum harga adalah sebuah tawaran atau sebuah eksperimen untuk mengukur denyut nadi pasar, untuk mengadakan pertukaran barang atau jasa digunakan satuan sebagai ganti atas barang atau jasa yang diperolehnya yang dikenal dengan istilah harga. dengan demikian setiap perusahaan hendaknya dapat menetapkan harga yang paling tepat dalam arti yang dapat memberikan keuntungan yang paling baik, kualitas pelayanan terhadap harga adalah kebijaksanaan perusahaan yang diberikan kepada konsumen dan retailer dalam hal harga. Basu Swasta (1990: 241) mengajukan definisi harga sebagai berikut:
         Harga adalah jumlah uang ( kemungkinan ditambah beberapa barang ) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dengan beserta pelayanannya.
         Ada beberapa tujuan akhir dalam penetapan harga antara lain : berorientasi pada laba, berorientasi pada volume penjualan, berorientasi pada citra atau image perusahaan, stabilisasi harga, mencegah masuknya pesaing, mempertahankan pelanggan, mendukung penjualan dan menghindari campurtangan pemerintah.
         Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumen akan menjadi loyal pada beberapa merek berkualitas tinggi jika produk-produk itu ditawarkan dengan harga yang wajar, selain itu kepekaan pembeli terhadap harga akan berkurang jika produk lebih bermutu lebih bergengsi dan lebih eksklusif (kotler, 1996: 126)
         Kesimpulan dari beberapa teori diatas bahwa konsumen akan tetap loyal pada produk yang ditawarkan jika produk tersebut berkualitas. Bergengsi atau eksklusif apabila ditawarkan dengan harga yang wajar.
c.    Distribusi
         Saluran distribusi adalah unit organisasi seperti produsen, pedagang besar, pengecer dan sebagainya yang melaksanakan semua kegiatan yang diperlukan untuk menyampaikan suatu produk dari produsen atau penjual kepada konsumen (Swasta, 1990: 243). Jika kualitas pelayanan distribusi dapat dilakukan oleh perusahaan dengan baik maka loyalitas toko akan terbentuk. terdapat tipe konsumen yang loyal kepada suatu tempat pembelanjaan tertentu. mereka merupakan konsumen yang selalu membeli produk dengan merek yang sama karena mereka mudah mendapatkannya di tempat tersebut. konsumen akan menjadi loyal terhadap merek suatu produk apabila mereka mudah mendapatkan produk tersebut saat dibutuhkan dan produk tersebut selalu tersedia di pasar. Hal ini mengurangi efek perpindahan merek yang merupakan kebalikan dari loyalitas konsumen (Sutisna, 2003: 41)
d.    Promosi
         Promosi adalah arus informasi atau persuasif satu arah yang dibuat untuk mengarah seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Promosi adalah semua jenis kegiatan pemasaran yang ditujukan untuk mendorong permintaan (Swasta, 1996: 237) Tujuan dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta mengingatkan pelanggan terhadap suatu produk Adapun kegiatan yang termasuk dalam promosi adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas. Iklan dan promosi penjualan merupakan suatu bentuk dari promosi yang dapat mempengaruhi loyalitas konsumen, selain kualitas periklanan juga menjadi faktor kunci untuk menciptakan loyalitas merek jangka panjang jika pemasar sangat memperhatikan kualitas bahkan di perkuat dengan periklanan yang intensif, loyalitas konsumen pada suatu merek tertentu yang ditawarkan akan lebih mudah diperoleh.
2.    Loyalitas Konsumen
a.    Pengertian Loyalitas.
            Loyalitas merupakan perilaku konsumen yang akan dapat diketahui jika konsumen telah melakukan pembelian kepada produk yang ditawarkan di pasar, konsumen yang loyal adalah suatu komitmen yang mendalam untuk membeli kembali dan berlangganan suatu produk atau jasa secara konsisten dimasa yang akan datang, sehingga dapat menyebabkan pengulangan pembelian merek yang sama walaupun ada pengaruh situasi dan berbagai usaha pemasaran yang berpotensi untuk menyebabkan tindakan perpindahan merek ( swasta, 1999, 82 )
            Loyalitas konsumen dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu loyalitas merek (Brand Loyalty) dan loyalitas toko ( Store Loyalty ) berikut ini penjelasan atas dua jenis loyalitas konsumen.
1.    Loyalitas merek adalah sikap komitmen yang dilakukan oleh seorang konsumen untuk membeli kembali suatu produk tanpa ada lagi pertimbangan untuk membeli produk lain.
2.    Loyalitas toko adalah seperti Brand Loyalty, Store Loyalty ditunjukkan oleh perilaku konsisten, tetapi dalam store loyalty perilaku konsisten adalah dengan mengunjungi toko dimana di situ konsumen bisa membeli merek produk yang diinginkan, oleh karena hal itu konsumen yang loyal terhadap merek akan juga loyal terhadap toko, jika konsumen menjadi loyal terhadap merek tertentu karena kualitas produk yang memuaskan dalam store loyalty. Penyebabnya adalah kualitas pelayanan yang diberikan oleh pengelola dan karyawan toko (Sutisna, 2003: 42)
b.    Pendekatan yang dipakai untuk mempelajari loyalitas merek
1.    Pendekatan instrumental conditioning yang memandang bahwa pembelian yang konsisten sepanjang waktu adalah menunjukkan loyalitas merek.
2.    Pendekatan atas dasar teori kognitif menurut pendekatan ini menyatakan bahwa perilaku pembelian berulang tidak merefleksikan oleh perilaku pembelian yang terus menerus. Konsumen mungkin sering membeli merek tertentu karena harganya murah dan ketika harga naik konsumen beralih ke merek lain
c.    Prisip Loyalitas
         Pada dasarnya loyalitas itu mempunyai enam prinsip ( Pearson dalam Nurul Fitriani, 2003: 23) yaitu :
1.    Loyalitas mengacu pada konsumen bukan merek. Beberapa konsumen loyal kepada suatu merek, tetapi sebagian lagi terpaksa loyal pada merek tertentu karena harga atau karena adanya kebijakan-kebijakan tertentu.
2.    Loyalitas bukan berasal dari pembelian produk dengan harga yang murah, konsumen bisa saja membeli produk dari pesaing dengan harga yang lebih murah. Untuk itu penting sekali bagi perusahaan untuk memberikan harga khusus bagi pelanggannya sehingga dapat meningkatkan loyalitas.
3.    Loyalitas membutuhkan keterlibatan positif pelanggan, bukan hanya pembelian berulang saja.
4.    Loyalitas merupakan pengalaman total pada merek, bukan hanya pada periklanan atau komunikasi perusahaan pada konsumen.
5.    Loyalitas terjadi setiap saat dan loyalitas merupakan dukungan timbal balik antara perusahaan dengan pelanggan.
6.    Loyalitas adalah hasil hubungan total antara perusahaan dengan pelanggannya dan loyalitas staff perusahaan merupakan faktor utama untuk membangun loyalitas konsumen.
d.    Karakter Konsumen Loyal.
         Secara umum beberapa karakter pelanggan yang loyal dijelaskan pada hal-hal berikut ini (Assael,2001:133):
1.    Konsumen yang loyal cenderung untuk lebih percaya diri pada pilihannya.
2.    Konsumen yang loyal lebih memiliki untuk mengurangi resiko dengan melakukan pembelian berulang terhadap merek yang sama.
3.    Konsumen yang loyal lebih mengarah pada kesetiaan terhadap suatu toko.
4.    Kelompok konsumen minor cenderung untuk loyal.
e.    Pendekatan Perilaku Konsumen
            Perilaku konsumen yang loyal menurut Mowen dan Minor (2001:110) adalah dengan menggunakan dua pendekatan. Yaitu pendekatan perilaku pembelian ulang (repeat purchase behavior) dan pendekatan komitmen merek (brand commitment)
1.    Pendekatan perilaku pembelian ulang (repeat purchase behavior) bahawa konsumen hanya membeli produk secara berulang, tanpa mempunyai perasaan khusus terhadap apa yang dibelinya.
2.    Komitmen merek (brand commitment) di definisikan sbagai hubungan emosional/psikologis dengan merek dalam suatu golongan produk. Komitmen merek cenderung untuk lebih terfokus pada komponen emosional/perasaan. komitmen terjadi karena keterlibatan ego seperti itu terjadi bila suatu produk berhubungan dengan nilai, kebutuhan, dan konsep dari konsumen yang penting.
f.     Pengukuran Loyalitas
            Menurut Basu Swasta (1999:82) secara umum loyalitas merek dapat diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan keprilakuan(behavioral approach) dan dengan menggunakan pendekatan attudinal( attudinal approach ).
1.    Pendekatan keprilakuan ( behavioral approach ) dapat dilakukan dengan dua cara.
a.    Runtutan pilihan merek ( brand choice sequence )
Sebagai contoh, apabila A,B, C, D, E dan F merupakan merek-merek dalam sebuah kelompok produk tertentu, maka keempat kategori loyalitas merek dapat dijelaskan dalam runtutan pembelian sebagai berikut.
1.    Loyalitas yang tak terpisahkan ( undivided loyalty ), dapat  ditunjukan dengan runtutan AAAAAA
2.    Loyalitas yang terpisahkan ( divided loyalty ), dapat ditunjukan dengan runtutan ABABAB.
3.    Loyalitas tak stabil ( unstable loyalty ), dapat ditunjukan dengan runtutan AAABBB
4.    Tanpa loyalitas ( no loyalty ) dapat ditunjukan dengan runtutan ABCDEF
         Klasifikasi seperti ini disebut klasifikasi Brown dan dapat dimodifikasi seperti yang ditunjukan oleh Mowen dan Minor   ( 1998 : 109 ) sebagai berikut :
1.    undivided loyalty ( loyalitas yang tak terpisahkan ) yang ditunjukan dengan runtutan AAAAAAAA
2.    divided royalty ( loyalitas yang terpisahkan atau bercabang ) yang ditunjukan dengan runtutan AAAABBAABBB.
3.    occasional swich ( sesekali berpindah merek ) yang ditunjukan dengan runtutan AABAACAADAA.
4.    swich loyalty ( perpindahan loyalitas dari merek terteentu ) ditunjukan dengan runtutan ABDCBACD.
5.    brand indiference ( tidak teguh pada merek tertentu ) yang ditunjukan dengan runtutan ABDCBACD
               Metode runtutan pilihan merek atau juga pola pembelian ulang ini memerlukan data pembelian. Hal ini dikarenakan metode runtutan pilihan merek memfokuskan pada pola pembelian ulang. Pengukuran dengan pendekatan keprilakuan ini tidak mengidentifikasikan alasan-alasan mengapa konsumen itu melakukan pembelian.
b.Proporsi pembelian
            Metode proporsi pembelian ini, berbeda dengan runtutan pilihan merek. Proporsi pembelian menguji proporsi pembelian total dari sebuah kelompok produk tertentu yang ditunjukan ke satu merek atau kombinasi beberapa merek



Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar