APLIKASI PERLINGAN HARDDISK

Admin

22. APLIKASI PERLINGAN HARDDISK 



BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Permasalahan
Pada hakikatnya dewasa ini komputer merupakan
sebuah alat bantu manusia untuk menyelesaikan suatu
permasalahan. Sehingga apabila alat bantu tersebut
mengalami suatu gangguan, maka sudah pasti pekerjaan
yang akan dilakukan akan tertunda. Dalam hal lain,
komputer juga merupakan suatu tempat penyimpanan data
elektronik misalnya; File-file program, documentdocument
yang akan sangat berarti bagi seorang User
(Pengguna Komputer) dalam menjalankan atau membantu
menyelesaikan permasalahannya.
Bagaimana keadaannya apabila ketika seorang
User yang sedang tidak berada di tempat, tiba-tiba
semua File, Document ataupun System dari Komputer
tersebut mengalami gangguan, hilang atau dikarenakan
oleh tangan-tangan Jahil ?
Atas dasar pemikiran diatas, maka Penulis
akan menyajikan suatu Aplikasi System Perlindungan
terhadap sebuah HardDisk untuk membantu mengurangi atau
mengahambat terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
atas PC ( Personal Computer ) dari seorang User. Salah
satu contoh singkat antara lain, mengurangi kesempatan
akses bebas bagi orang lain agar tidak dengan mudah
dapat mengubah atau menghapus isi dari HardDisk yang
2
bersangkutan dengan cara membelokkan Interupt 13H.
sehingga setiap kali terdapat pemanggilan terhadap
interupt 13H universal (untuk seluruh service),maka
akan dialihkan ke Program Boot Record Rancangan dulu
baru dialihkan kembali ke alamat interupt 13H
Pada penulisan Ilmiah ini, Penulis
menggunakan bahasa pemrograman Turbo Assembler sebagai
program dasar dalam pembuatan Software HardDisk
Protection ini yang juga sebagai pengimplementasian
langsung dari mata kuliah Bahasa Rakitan yang telah
didapat dari Kampus.
I.2 Batasan Masalah
Pada penyajian Sofware HardDisk Protection
ini, Penulis menitik beratkan pada System Proteksi yang
optimal pada sebuah HardDisk yaitu dengan cara
memberikan Password akses bagi User yang akan
menggunakan komputer yang bersangkutan. Sehingga tidak
mudah bagi User lain untuk melakukan akses terhadap
system yang ada dari HardDisk yang berada pada komputer
tersebut. Sehingga privacy/kerahasiaan terhadap sebuah
HardDisk benar-benar optimal.
3
I.3 Tujuan Dari Proteksi HardDisk
Setelah Penulis melakukan penelitian
terhadap system kerja dari beberapa BIOS IBM-PC, yang
menurut Penulis masih terdapat adanya kesempatan bagi
User lain untuk melakukan akses terhadap PC yang
bersangkutan walaupun sudah diberikannya suatu
Password Akses dengan menggunakan fasilitas Global
Password yang ada.
Dalam permasalahan ini Penulis menggunakan PC
Pentium 100 dengan BIOS Award_Software,Inc tahun 1994
sebagai acuan. Pada BIOS PC ini penulis menemukan suatu
hal yang kurang memuaskan yakni masih dapat ditembusnya
Password Akses dari BIOS tersebut sehingga tidak adanya
suatu privacy yang benar-benar terjamin dari suatu
Personal Computer.
Dikarenakan hal diatas, dengan adanya
Software HardDisk Protection ini diharapkan keamanan
dari sebuah Personal Computer dapat lebih dioptimalkan
dengan cara membelokkan Alamat Boot Record pada
HardDisk yang bersangkutan.
I.4 Metodologi Penulisan
Pada Penulisan Ilmiah ini Penulis menggunakan
2 buah metode yakni metode “Field Research” dan
“Teoritis”. Dimana penelitian dilakukan pada PC dengan
konfigurasi Pentium 100 dengan BIOS keluaran Award
4
Software,Inc tahun 1994. Dan Pengimplementasian
langsung mata kuliah Bahasa Rakitan yang didapat dari
Kampus.
I.5 Sistematika Penulisan
Pada Sub-Bab ini akan dipaparkan secara
singkat point-point penulisan yang dilakukan dan
semuanya itu dapat dilihat pada pemaparan dibawah ini:
Bab I : Pendahuluan
Bab ini menjelaskan Latar belakang
penulisan, Batasan masalah, Tujuan Penulisan,
Metodologi Penulisan dan Sistematika
Penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Bab ini membahas mengenai BIOS, Boot Sector,
dan Interupt 13H serta pembelokkan interput
13H dan Teori serta Aplikasi yang digunakan.
5
Bab III : Pembahasan
Bab ini akan menjelaskan secara khusus
tentang cara kerja serta kelebihan dan
kekurangan dari Aplikasi ini
Bab IV : Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan Saran Penulis
dari Software HardDisk Protection
6
BAB II
LANDASAN TEORI
II.1 Tinjauan umum dan hubungan antara BIOS, Booting
(Bootstrap), Bootsector dan interupt 13h
Untuk lebih mudah memahami cara kerja dari
Software HardDisk Protection ini, dapat dilihat cara
kerja serta keterkaitan antara BIOS, BootStrap, Boot
Sector dan Interupt 13H pada Flow Chart dibawah ini.
Karena hal ini merupakan hal utama yang paling mendasar
yang harus diketahui oleh Programer ataupun User.
FlowChart proses Bootstrap
(Gambar 1.1)
Lanjutan dari Gambar 1.1
Mulai
Nyalakan tombol On/Reset
Sinyal Reset dikirim ke UP8088
Register IP :0000
Register CS:FFFF
A
7
Lajutan dari Gambar 1.1
Kirim alamat Ke
ROM BIOS
ROM BIOS
melakukan POST
Pesan
Kesalahan
Stop dengan
pesan kesalahan
Periksa Disk (Drive:A)
Ya
Tidak
Ada
Disket ?
Tidak
Ya
Periksa alamat Fisik HardDisk
Alamat Fisik
HardDisk
O.K ?
Stop dengan
pesan kesalahan
Ya
Tidak
Else
A
B
8
Periksa Boot Sector
Boot Program
O.K ?
Stop dengan
pesan kesalahan
Tidak
Ya
Boot Program Ambil Alih
Kendali
Cari File System :
Command.COM
IO.SYS
MSDOS.SYS
File
System OK ?
Stop dengan
pesan kesalahan
Tidak
Ya
DOS Command.COM
Ambil alih kendali
Periksa File CONFIG.SYS
B
C
9
Akhir dari Flow Chart proses Boot Strap
Dengan mengerti cara kerja atau tahap-tahap apa saja
yang dilakukan pada proses BootStrap pada IBM-PC maka
akan memudahkan dalam memahami alur kerja dari aplikasi
yang akan dibuat
Karena pada Rancangan Software Proteksi HardDisk
ini erat hubungannya dengan BIOS, BootStrap, Boot
Periksa File
AUTOEXEC.BAT
File
Autoexec.BAT
O.K ?
Tidak
Ya
File
CONFIG.SYS
O.K ?
Tidak
Ya
Kompurter Siap Digunakan
SELESAI
C
10
Sector dan Interupt 13H, maka akan dijelaskan
pengertian dari masing-masing komponen tersebut seperti
terlihat pada penjelasan dibawah ini :
II.1.1 BIOS
BIOS adalah sekumpulan register-register yang
berfungsi untuk memantau keadaan keadaan tertentu pada
Micro Processor, seperti halnya; hasil operasi
perhitungan dan lain-lain.
II.1.2 BootStrap
BootStrap atau lebih dikenal dengan IPL pada
dekade 70-an ini, didalam istilah Komputerisasi sebagai
“Memuat Command Interpreter kedalam Memory” dan
letaknya berada diantara BIOS Control dan DOS Control.
II.1.3 Boot Sector
Boot Sector terdiri dari 1 sector, tempatnya
di Head:0, Track:0, Sector:1. Didalam Sector ini
berisikan program kecil yang bertugas untuk memuat
Operating System (DOS) ke memory. Pada HardDisk
terdapat dua buah alamat yaitu alamat fisik dimana
Track:1, Head:0 ,Sector:1 dan yang satunya adalah
11
alamat

Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar