JUDUL SKRIPSI : ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN INDUSTRI PARIWISATA PT. BUMI LAMONGAN SEJATI DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI LAMONGAN

Admin
ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN INDUSTRI PARIWISATA PT. BUMI LAMONGAN SEJATI DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI LAMONGAN (lengkap)



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Di Indonesia terdapat banyak daerah yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang potensial untuk dikembangkan dalam kerangka kepariwisataan, serta memiliki kemampuan untuk menjadi salah satu destinasi pariwisata kelas dunia.
Sektor pariwisata sangat tepat untuk dikembangkan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian, mengingat potensinya yang sangat besar untuk penciptaan lapangan kerja, penerimaan devisa, dan penanggulangan kemiskinan.
Menurut Soemardjan (Spillane,1987,133) menyatakan bahwa pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berencana secara menyeluruh, sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial dan cultural. Perencanaan tersebut harus mengintegrasikan pengembangan pariwisata ke dalam suatu program pembangunan ekonomi, fisik, dan sosial dari suatu Negara.
Pengembangan kepariwisataan yang baik memerlukan suatu sistem manajerial yang baik pula. Seperti yang didefinisikan oleh Stoner  (Handoko,1999,8) manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan-penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dengan demikian maka, proses pengembangan kepariwisataan yang dilakukan akan dapat terarah dan teratur sehingga efisien dan efektif program kerja akan tercapai.
Simamora (2004,4) mengatakan bahwa aset organisasi paling penting yang harus dimiliki oleh perusahaan dan sangat diperhatikan oleh manajemen adalah asset manusia dari organisasi tesebut.  Dimana Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam  setiap kegiatan organisasi karena menusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi.
Wisata Bahari Lamongan atau yang saat ini dikenal dengan sebutan Jatim Park II ini, dulunya adalah wisata tanjung kodok yang kemudian dikelola oleh PT Bumi Lamongan Sejati  untuk dijadikan obyek wisata yang penuh dengan dunia fantasi dan beberapa sarana untuk belajar.  (Anomius, 2006) Proyek ini tidak secara mudah dilaksanakan, namun berkat Bupati Lamongan Bapak Masfuk, sehingga obyek wisata senilai 55 miliar rupiah, diatas lahan seluas 17 hektar dapat terlaksana. Dengan didirikannya tempat pariwisata ini pemasukan pendapatan daerah yang semula hanya 200 juta per tahun akhirnya meningkat menjadi 4 miliar rupiah untuk tahun pertama.
Alasan peneliti memilih tempat Wisata Bahari Lamongan ini sebagai obyek penelitian adalah  tempat wisata ini merupakan tempat wisata yang baru didirikan, dalam industri yang baru didirikan diperlukan adanya manajemen yang baik agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan optimal.
Berdasarkan pemikiran tersebut, timbul keinginan penulis untuk mengkaji lebih dalam mengenai pengelolaan yang dilakukan oleh PT Bumi Lamongan Sejati. Maka penulis mengambil judul : “ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN  INDUSTRI PARIWISATA PT BUMI LAMONGAN SEJATI DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI LAMONGAN ”.

B. RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat di tarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :
1.   Bagaimana pelaksanaan manajemen  industri Pariwisata PT Bumi Lamongan Sejati dalam mengelola Wisata Bahari Lamongan?
2.   Bagaimana pelaksanaan pengembangan Wisata Bahari Lamongan?



C. BATASAN MASALAH
            Dalam penelitian ini agar permasalahan tidak meluas, maka penulis membatasi masalah pada ruang lingkup manajemen khususnya pada pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang dilakukan oleh PT. Bumi Lamongan Sejati dalam Pengelolaan Wisata Bahari Lamongan.

D. TUJUAN  PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan manajemen  industri pariwisata PT Bumi Lamongan Sejati dalam pengelolaan Wisata Bahari Lamongan.
2.      Untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan pengembangan Wisata Bahari Lamongan.

E. KEGUNAAN PENELITIAN
1.      Bagi Penulis
Dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dengan memadukan pengetahuan praktis yang ada di perusahaan dan teori atau pandangan ilmiah yang di peroleh di bangku kuliah.


2.      Bagi Instansi
Sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam mengelola perusahaan di masa yang akan datang.
3.      Bagi Almamater
Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang telah ada untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi, khususnya dalam mengadakan penelitian masalah sumber daya manusia.




















BAB II
KAJIAN  PUSTAKA


A.     Peneliti Terdahulu
1.      Penelitian dilakukan oleh Kamisah (2004) Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Ekonomi. Dengan judul: "Upaya Pengembangan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah". Dalam penelitiannya, Peneliti menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Kondisi obyek wisata di di kabupaten lombok tengah secara keseluruhan mempunyi prospek yang cukup potensial untuk dikembangkan 2) Sarana dan Prasarana cukup memadai  3) upaya yang dilakukan oleh Pemda dalam hal ini dinas paiwisata di kabupaten lombok tengah perlu terus ditingkatkan 4) adanya faktor pendukung berupa kekayaan alam dan letak yang strategis serta faktor penghambat berupa keterbatasan dana, sikap masyarakat dan kurangnya investor.
2.       Penelitian dilakukan oleh Hadi Latifa (2006) Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi, dengan judul: Manajemen Dinas Pariwisata dalam Pengembangan Obyek Wisata Selo Kabupaten Boyolali. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: bahwa manajemen yang dilakukan oleh Dinas pariwisata selo kabupaten Boyolali tidak selalu mulus. Dan faktor-faktor penghambat pun seringkali mewarnai jalannya proses pengembangan. Diantaranya masalah kesadaran masyarakat terhadap progran-program kepariwisataan yang sudah dan akan dilakukan oleh pemkab selo kabupaten Boyolali.
3.      Penelitian dilakukan oleh Siti Na’ima Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi, dengan judul:Pengembangan Kepariwisataan Daerah pada Kawasan Pantai Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian yang digunakan adalah  penelitian deskriptf, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kepariwisataan di kawasan pantai prigi banyak memberikan dampak positif dari pada dampak negatifnya, diantarannya adalah meningkatkan jumlah wisatawan, memberi peluang  kesempatan kerja pada masyarakat, meningkatkan pendapatan pedagang, memberikn kenyamanan, memperlancar arus perekonomian dan meningkatkan pendapatan asli daerah.




B.     Kajian Teori
1. Pengertian Manajemen
Manajemen menurut Hasibuan (2001,2) adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut G.R. Terry (Hasibuan,2001,2) managemen is a distinct prosess consisting of planning, organizing, actuating and controlling performed to determind and accomplish stated objectivies by the use of human being and other resources. Maksudnya manajemmen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
Mary Parker (Handoko,1998,8) mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan orang lain.
Stonner (Kusuma dan Ismail Yustanto, 2002,13) mengartikan manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan dari sumber-sumber organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Menurut Haiman (Manulang,1981,15) mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.
Sedangkan dalam Islam, Hafiduddin dan Hendri Tanjung, (2003,1) mengartikan manajemen merupakan suatu proses mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat, dan tuntas merupakan hal yang disyariatkan dalam ajara Islam. Dalam pandangan ajaran Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib dan teratur. Dan Allah sangat mencintai perbuatan-perbuatan yang termanaj dengan baik sebagimana dijelaskan dalam Al-Qur’n Surah Ash-Shaff Ayat 4 :
¨bÎ) ©!$# =Ïtä šúïÏ%©!$# šcqè=ÏG»s)ムÎû ¾Ï&Î#Î6y $yÿ|¹ Oßg¯Rr(x. Ö`»uŠ÷Yç/ ÒÉqß¹ö¨B ÇÍÈ
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses kerjasama antara orang-orang dalam suatu organisasi dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk menentukan menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
2. Sarana-Sarana Manajemen
Manajemen dalam mencapai tujuan sangatlah diperlukan adanya tools (sarana-sarana, alat-alat atau unsur-unsur manajemen). Banyak tokoh-tokoh yang menyebutkan dengan istilah-istilah lain, tetapi pada intinya sama. Menurut  Manulang (1981,17) menggunakan istilah saran manajemen, beliau menyebutkan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi maka para manajer menggunakan sarana atau alat manajemen yaitu :
a.  Man (Manusia)
Untuk melakukan berbagai aktivitas dalam organisasi kita perlukan manusia. Tanpa adanya manusia, manajer tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Harus diingat bahwa manajer adalah orang yang mencapai hasil melalui orang lain.
b.      Money (Uang)
Sarana manajemen yang kedua adalah uang. Untuk melakukan berbagai aktivitas diperlukan uang. Seperti uph atau gaji orang-orang yanmg mengadakan pengawasan, bekerja dalam proses produksi, membeli bahan-bahan peralatan, dan lain sebaginya. Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedemikian rupa. Karena kegagalan atau ketidaklancaran proses manajemen sedikit banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh perhitungan atau ketelitian dalam penggunaan uang
c.  Material (Bahan-Bahan)
Dalam proses pelaksanaan kegiatan, manusia menggunakan material atau bahan-bahan, karenanya dianggap pula sebagai alat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan.
d.     Methods (Cara)
Untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara berdaya guna dan hasil guna maka manusia dihadapkan pada berbagai alternatif method atau cara melakukan pekerjaan. Oleh karena itu metode atau cara dianggap pula sebagai sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan.
e. Market (Pasar)
Sarana manajemen yang penting lainnya adalah pasar atau market. Tanpa adanya pasar, maka tujuan tidak akan mungkin tercapai.
Sedangkan Soekarno (1986,45) menyebutkan unsur manajemen ada 6 yang biasanya disebut dengan 6 M. yaitu :
1.  Man       : Tenaga kerja Manusia
2. Money     : Uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan
3. Methods  : Cara atau sistem untuk mencapai tujuan
4. Materials : Bahan-bahan yang diperlukan
5. Machines : mesin-mesin yang diperlukan
6. Market     : Pasaran atau tempat untuk melemparkan hasil                       produksi.

3. Fungsi-fungsi Manajemen
Sule dan Saefullah (2004,08) Mengartikan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi-fungsi manajemen, sebagaimana diterangkan oleh G.R. Terry terdiri dari empat fungsi, yaitu :
a.      Perencanaan
1)      Pengertian Perencanaan
Menurut G.R Terry (Panglaykim, dan Hanzil Tanzil,1991,39) Planning (Perencanaan) adalah menentukan garis-garis besar untuk dapat memulai usaha. Kebijaksanaan ditentukan, rencana kerja disusun, baik mengenai saat bila, maupun mengenai cara bagaimana usaha itu akan dikerjakan.
Robbins dan Coulter(2002) (Sule dan Kurniawan Saefullah,2005,97) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.
Menurut Tunggal (1993,141) perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan-tujuan organisasi, dan kemudian mengartikulasi atau menyajikan dengan jelas strategi-strategi kritik-kritik dan operasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut).
Sedangkan Perencanaan atau planning dalam Islam Hafiduddin dan Tanjung, (2003,78) Mengemukakan bahwa perencanaan dalam Islam adalah  merupakan kegiatan awal sebuah pekerjaan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang terkait dengan  pekerjaan itu agar mendapat hasil yang optimal. Oleh karena itu, perencanaan merupakan sebuah keniscayaan, sebuah keharusan disamping sebagai sebuah kebutuhan.
Perencanaan sesungguhnya merupakan aturan dan kegunaan Allah. Allah SWT menciptakan alam semesta ini juga dengan perencanaan yang matang dan disertai dengan tujuan yang jelas. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Shaad ayat 27 :
$tBur $uZø)n=yz uä!$yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJåks]÷t/ WxÏÜ»t/ 4 y7Ï9ºsŒ `sß tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. 4 ×@÷ƒuqsù tûïÏ%©#Ïj9 (#rãxÿx. z`ÏB Í$¨Z9$# ÇËÐÈ  

Artinya : Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu Karena mereka akan masuk neraka.

Dari berbagai macam makna perencanaan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa perencanaan adalah pekerjaan mental untuk memilih sasaran, kebijakan, prosedur, dan program yang diperlukan untuk mencapai apa yang dinginkan pada masa yang akan datang. Jadi apapun macam dan bentuknya segala sesuatu yang dinyatakan itu, yang penting menggambarkan keinginan yang hendak dicapai maka dapat diartikan sebagai rencana.
2)       Fungsi dari Perencanaan
Robbins dan Coulter (2002), dalam Trisnwati dan Saefullah menjelaskan bahwa paling tidak ada empat fungsi dari perencanaan. Yaitu :
a)      Perencanaan sebagai pengarah
Perencanaan akan menghasilkan upaya untuk meraih sesuatu dengan cara yang lebih terkoordinasi.  Apabila perusahaan tidak menjalankan perencanaan sangat mungkin untuk mengalami konflik kepentingan, pemborosan sumber daya, dan ketidakberhasilan dalam pencapaian tujuan karena bagian-bagian dari organisasi bekerja secara sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang jelas dan terarah.
b)     Perencanaan sebagai minimalisasi ketidakpastian
Ketidakpastian yang coba diminimalkan melalui kegiatan perencanaan, diharapkan ketidakpastian yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang dapat diantisipasi jauh-jauh hari.
c)      Perencanaan sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya.
Jika perencanaan dilakukan dengan baik, maka jumlah sumber daya yang diperlukan, dengan cara bagaimana penggunaannya, dan untuk penggunaan apa saja dengan lebih baik dipersiapkan sebelum kegiatan dijalankan.
d)     Perencanaan sebagai penetapan standar dalam pengawasan   kualitas
Perencanaan berfungsi sebagai penetapan standar kualitas yang harus dicapai oleh perusahaan dan diawasi pelaksanaannya dalam fungsi pengawasan manajemen. Dalam perencanaan, perusahaan menentukan tujuan dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut.
3)      Proses Perencanaan
Menurut Louis A Allen (Siswanto,1989,55) menyatakan bahwa perencanaan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang dioperasikan oleh seorang manajer untuk berpikir ke depan dan mengambil keputusan saat ni, yang memungkinkan untuk mendahului serta menghadapi tantangan di waktu yang kan datang. Aktivitas-aktivitas dalam perencanaan yang dimaksudkan adalah :
a)       Prakiraan
                  Yaitu suatu usaha yang sistematis untuk menduga (meramalkan) waktu yang akan datang dengan penarikan konklusi atas fakta-fakta yang telah diketahui.
b)      Penetapan Tujuan
Yaitu suatu aktivitas untuk menetapkan sesuatu yang ingin dicapai (sesuatu yang ingin direalisasikan) atas pelaksanaan suatu pekerjaan tertentu.

b.     Pengorganisasian
1)      Pengertian Organisasi dan pengorganisasian
Keberadaan organisasi (Organization)  sebenarnya satu sejarah peradaban manusia di muka bumi ini. Sepanjang hidupnya manusia telah menggabungkan diri dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama mereka. Organisasi dapat di definisikan sebagai sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk merealisasikan tujuan bersama. Siswanto (1989:74)
Sedangkan dalam pandangan Islam organisasi bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi.
Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya- sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang melingkupinya. Menurut Hasibuan (2001,118) pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas.
Terry (Hasibuan, 2001,119) mengatakan bahwa  Organizing is the establishing of effective behavioral relationship among persons so that they may work together efficiently and gain personal satisfaction in doing selected tasks under given environmental conditions for the purpose of achieving some goal or objective. Yang artinya pengorganisasian tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
Pengertian lebih lengkap diberikan Kdermen,et.al (Kusuma, dan Ismail Yusanto,2002,127)menurutnya, pengorganisasian pada hakekatnya mengandung pengertian sebagai proses penetapan struktur peran-peran melalui penentuan aktivitas-aktivitas, penugasan kelompok-kelompok aktivitas kepada manajer-manajer, pendelegasian wewenang untuk melaksanakannya, penhkoordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi, baik horizontal maupun vertikal dalam struktur organisasi. Wujud dari pelaksanaan organizing ini, adalah tampaknya kesatuan yang utuh, kekompakan, kesetiakawan dan terciptanya mekanisme yang sehat, sehingga kegiatan lancer, stabil dan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam hal ini al-Qur’an telah menyebutkan betapa urgensinya tindakan kesatuan yang utuh, murni dan bulat dalam suatu kelompok kemasyarakatan. Firman Allah Surat Ali Imron ayat 103 :
(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $YèÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs? 4

Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat  disimpulkan bahwa pengorganisasian adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
2)       Prinsip Pengorganisasian
Menurut Hardjito, 1995; Kadarman,et.al, 1996 (Widjajakusuma,dkk. 2002,129) agar suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka diperlukan sejumlah prinsip sebagai pedoman pelaksanaan.  terdapat tujuh prinsip yang dinilai penting dalam organisasi adalah sebagai berikut:
a)      Perumusan Tujuan.
Organisasi haruslah memiliki tujuan yang jelas sebagai dasar pendiriannya. Tujuan yang jelas akan memberikan pedoman yang mantab bagi setiap anggotanya, terutama dalam menentukan aktivitas-aktivitas manajerial beserta tanggung jawabnya.
b)     Kesatuan Arah.
Setiap organisasi akan memiliki pemimpin /atasan dan anggota/bawahan. Setiap bawahan hanya akan memiliki satu atasan. Secara struktural, bawahan hanya menerima perintah dari atasannya dan hanya bertanggung jawab kepada atasannya. Kesatuan perintah yang semula sebagai penjabaran kesatuan visi organisasi ini akan membawa seluruh sumber daya manusia organisasi kepada kesatuan arah (Unity of direction) guna mewujudkan tujuan organisasi.
c)      Pembagian Kerja
Aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perlu dibagi dalam beberapa kelompok aktivitas, sehingga setiap bagian fungsional yang diadakan mengetahui secara jelas aktivitas dan tanggung jawab manajerial yang diembannya. Agar berjalan dengan baik, aktivitas pembagian kerja harus memenuhi syarat "the right man on the right place".
d)     Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab
Pendelegasian wewenang adalah prinsip berikutnya yang harus dilakukan setelah pembagian kerja. Hal ini dimaksudkan  agar setiap bagian dapat menjalankan segala aktivitas manajerial dan dapat dituntut tanggung jawabnya.
e)      Koordinasi
Pelaksanaan aktivitas beserta kewenangan setiap bagian tentu akan saling berpengaruh dan berkaitan satu dengan yang lain.
f)       Rentang Manajemen
Efektifitas dan efisiensi pengendalian bawahan langsung dipengaruhi oleh rentang manajemen, yakni beberapa bawahan langsung yang dapat diawasi secara efektif dan efisien yang jumlahnya bergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi.
g)     Tingkat Pengawasan
Guna memudahkan pengawasan penyusunan organisasi harus dilakukan dengan memperhatikan tingkat-tingkat pengawasan secara struktural.
3)      Langkah-langkah Pengorganisasian
Hasibuan (2001,127) mengemukakan bahwa langkah-langkah pengorganisasian adalah :
a)       Manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai, apakakah profit motive atau service motiv.
b)      Penentuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan, dan menspesifikasikan
c)      kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi dan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
  Pengelompokan kegiat


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar