SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SWALAYAN INDOMARET KLAKAH KABUPATEN LUMAJANG

Admin
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SWALAYAN INDOMARET (lengkap sampai daftar pustaka).

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Era globalisasi yang kini kita hadapi menimbulkan dampak tersendiri dalam tatanan perekonomian pada seluruh lapisan masyarakat. Sebagai konsekuensinya kita harus siap menghadapi perkembangan dan tuntutan era global tersebut secara bijak dan jeli, baik dalam bentuk peningkatan aktifitas perdagangan maupun jasa, sehingga bisa terus survive dalam menghadapi persaingan. dimana tingkat persaingan usaha sangat inggi bahkan tidak terbatas hanya dalam satu negara. Dalam kondisi demikian, semua produk yang dihasilkan harus bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar yang sudah sangat terbuka (Suparjo, tth).
Sebagai sebuah usaha dalam mengembangkan perekonomian, pasar memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dimana ketergantungan masyarakat pada mekanisme pasar sangat tinggi baik dari sisi pedagang maupun pembeli. Potensi pasar di Indonesia yang sangat besar mendorong antusiasme dan agresifitas para pemain mini market, super market, dan hypermarket. Dengan jumlah penduduk sekitar 220 juta jiwa dan kenyataan pasar tradisional yang masih dominan (73%), menunjukkan bahwa peluang ritel modern terbuka lebar (Sudarmadi, 2004).
1
2
Sebagai sebuah produk usaha, bisnis ritel di Indonesia juga mengalami proses persaingan yang sangat tinggi. Semua pengelola berusaha agar usaha ritelnya dikunjungi orang sebanyak mungkin, karena salah satu ukuran keberhasilan suatu ritel adalah banyak-sedikitnya pengunjung berbelanja. Untuk menghadapi iklim persaingan demikian, siapapun harus mampu menciptakan competitive advantage.
Tak jarang berbagai strategi dilakukan dalam meningkatkan keunggulan daya saing tersebut dan diuji dengan menggunakan berbagai penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian-pelitian itu pun menyebutkan berbeda-beda tentang penyebab konsumen berbelanja. Salah satu riset pada bisnis ritel yang menunjukkan bahwa jumlah pelanggan yang berkunjung ke toko dalam satu periode dan berbelanja satu atau lebih item yang tidak direncanakan sebelumnya mencapai 48 % dari total pelanggan. Sebanyak 50 % dari mereka mengatakan bahwa penyebabnya adalah karena mereka teringat akan kebutuhannya setelah masuk dan melihat barang ditoko dan 27 % timbul karena tertarik dengan barang yang bagus (Triyono, 2006).
Data diatas merupakan salah satu contoh yang menunjukkan bahwa penilaian-penilaian yang dipaparkan para peneliti lebih banyak diperoleh dari penilaian subjektif para konsumen yang disebut persepsi konsumen terhadap stimuli-stimuli yang disajikan pihak produsen, mulai
3
dari stimuli pemasaran yang disajikan produsen sampai dengan stimuli terdapat pada lingkungan.
Dengan demikian strategi yang disajikan perusahaan(produk) dalam memenuhi kepuasan pelanggannya guna meningkatkan keunggulan bersaing ditentukan oleh persepsi konsumen pada apa yang dilihat dan diartikan. Sehingga peneliti ingin meneliti lebih detail tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun maupun secara simultan, sehingga dapat diketahui pula pengaruh yang paling dominan dari faktor-faktor tersebut terhadap keputusan pembelian.
Menurut Amirullah (2002:42) persepsi diartikan sebagai proses dimana individu memilih, mengelola, dan menginterpretasikan stimulus kedalam bentuk arti dan gambar. Persepsi di bentuk oleh tiga pasang pengaruh, yaitu karakteristik fisik dari stimuli, hubungan stimuli dengan sekelilingnya, dan kondisi-kondisi di dalam diri kita sendiri. Sutisna (2001) mengemukakan “Dalam perilaku konsumen, stimuli yang paling berpengaruh adalah stimuli pemasaran dan stimuli lingkungan. Dalam bisnis ritel, banyaknya konsumen yang berbelanja merupakan suatu keberhasilan, namun banyak perusahaan yang belum mengetahui secara langsung stimuli mana yang mempengaruhi persepsi konsumen untuk membeli.
4
Sehingga, untuk mengetahui keadaan usaha, perlu dilakukan studi terhadap persepsi masyarakat/ pelanggan, apalagi usaha itu merupakan hal yang baru bagi suatu lingkungan masyarakat.
Indomaret adalah salah satu usaha bisnis dari Indomarco Prismatama yang berkecimpung pada bisnis ritel Indonesia. Pada akhir 2004, usaha ini telah memiliki cabang kurang lebih 1020 cabang di seluruh Indonesia. Walaupun telah memiliki lebih dari 1020 cabang (data akhir tahun 2004) (www.swa.co.id/primer/manajemen/strategi/details.php? cid=1&id=1666)
Indomaret masih menerima peluang dan gencar dalam membuka cabang-cabang baru. Seperti halnya di Kabupaten Lumajang, saat ini Indomaret telah membuka cabang sedikitnya 8 swalayan, dimana 5 diantaranya berada di daerah perkotaan dan 3 lainnya berada di daerah Kecamatan, seperti Klakah, Pasirian, dan Jatiroto. Di Klakah, sampai saat ini Indomaret merupakan satu-satunya swalayan. Adanya swalayan yang dibangun pada bulan maret 2005 merupakan hal yang baru bagi masyarakat disana, karena selama ini masyarakat Klakah setiap harinya hanya dapat berbelanja barang kebutuhan mereka ke pasar tradisional dan toko-toko grosir sekitar mereka. Indomaret memiliki konsep tampilan dan suasana toko yang telah disesuaikan dengan apa yang diinginkan konsumen untuk mencapai kepuasan dan kemudahan dalam berbelanja, dengan disain interior dan tampilan swalayan yang memakai kaca tembus
5
pandang diharapkan masyarakat dapat mengetahui apa saja yang dijual di swalayan, swalayan ini juga berusaha menyajikan segala kebutuhan konsumen dengan memperbanyak ragam barang yang dijual dengan membaca keinginan konsumen, disamping itu konsumen dapat bebas memilih dan mengambil sendiri barang yang diinginkannya. Dengan konsep inilah Indomaret dapat menarik perhatian banyak pengunjung. Apalagi masyarakat klakah tergolong masyarakat yang berkeinginan mengembangkan budayanya menjadi masyarakat modern menambah banyaknya pembelanja di swalayan Indomaret. Saat ini walaupun toko-toko besar dapat menyediakan berbagai barang kebutuhan, masyarakat cenderung lebih memilih berbelanja ke Indomaret.
Dari berbagai stimuli-stimuli yang ada dan strategi yang diluncurkan, tentunya pihak Indomaret perlu untuk mengetahui persepsi masyarakat yang merupakan konsumen utama bagi usahanya, sehingga dapat mengoreksi dan menindak lanjuti strategi yang telah diluncurkannya.”Udai Pareek (1996:13) mengemukakan “persepsi adalah sumber pengetahuan kita tentang dunia. Kita tentu ingin mengenali dunia dan lingkungan yang mengelilinginya. Pengetahuan adalah kekuasaan. Tanpa pengetahuan kita tidak dapat bertindak secara efektif. Dan persepsi adalah sumber utama pengetahuan itu.
Berangkat dari latar belakang yang telah dipaparkan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Faktor-
6
faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat terhadap Keputusan Pembelian pada Swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang”.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Faktor-faktor apakah yang menjadi pertimbangan dari persepsi masyarakat terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang?
2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel persepsi masyarakat terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang?
3. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel persepsi masyarakat terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang?
4. Variabel persepsi manakah yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang?
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
7
1. Mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dari persepsi masyarakat terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang.
2. Mengetahui pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel persepsi masyarakat terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang.
3. Mengetahui pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel persepsi masyarakat terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang.
4. Mengetahui variabel persepsi manakah yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian pada swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Aspek Teoritis
a. Sebagai bahan pustaka bagi pengembangan pengetahuan dalam bidang manajemen.
b. Sebagai bahan kajian dan informasi bagi penelitian di masa mendatang yang berkaitan dengan masalah ini.
2. Aspek Praktis
Bagi perusahaan, dapat membantu mengetahui keadaan usahanya dalam persepsi masyarakat yang merupakan pangsa pasarnya
8
sehingga dapat membuat kebijakan yang dapat memuaskan pelanggan dan menarik masyarakat menjadi konsumennya serta untuk meningkatkan strategi-strategi yang telah dilakukan

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. TEORI TENTANG PERSEPSI
1. Penelitian Terdahulu
Adapun penelitian terdahulu yang terkait dengan pembahasan penelitian ini, yang mana sebagai suatu komparasi atau perbandingan dengan penelitian sebelumnya, yaitu seperti tabel dibawah ini :
Tabel 2.1
Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang
Nama
Hal
Bank Indonesia dan Fakultas Ekonomi Brawijaya
Mukhtar Khoiruddin
Imam Hanafi
Judul
Potensi, Preferensi dan Perilaku Masyarakat terhadap Bank Syari’ah (Studi pada Wilayah Propinsi Jawa Timur).
Preferensi Masyarakat Kota Batuterhadap Program AcaraAgropolitan Televisi (ATV)
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat terhadap Keputusan Pembelian pada Swalayan Indomaret Klakah Kabupaten Lumajang
Sasaran
15 Dati II Jawa Timur; Malang, Tuban, Jember, Lumajang, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Kediri, Jombang, Pasuruan, Probolinggo,
Ponorogo, Pamekasan, Situbondo&Banyuwangi.
Wilayah Kota Batu (Kecamatan Junrejo, Kecamatan Bumiaji, dan Kecamatan Batu)
Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang
Variabel
Perilaku Pengambilan Keputusan, Karakteristik
Masyarakat (Aspek Sosial, Budaya, Personal, dan Psikologis), Stimuli Pemasaran (Produk, Harga, Lokasi, dan
Kebudayaan
Sosial
Kepribadian
Kejiwaan
Stimuli Pemasaran (Produk, Harga, Promosi, dan Tempat) dan Stimuli Lingkungan (Aspek Sosial dan Budaya).
9
10
Promosi), serta Stimuli Ekonomi.
Tahun
2000
2006
2006
Metode Analisa
Analisis Deskriptif dan
Analisis Kuantitatif (Analisis Faktor dan Analisis Logit/Probit).
Analisis Faktor.
Analisis Faktor dan Analisis Regresi Linier Berganda.
Adapun kaitannya penelitian ini dengan dua penelitian komparasi diatas adalah seperti halnya pada ketiga penelitian tersebut walaupun memiliki objek yang berbeda tetapi sama-sama menggunakan analisis factor sebagai metode analisa namun penelitian ini melanjutkan analisis datanya dengan analisis regresi linier berganda dimaksudkan untuk hasil penelitian lebih mengena pada rumusan masalah sebagaimana metode analisis data pada penelitian yang dilakukan oleh bank Indonesia dan fakultas ekonomi brawijaya yang bertema Potensi, Preferensi dan Perilaku Masyarakat terhadap Bank Syari’ah (Studi pada Wilayah Propinsi Jawa Timur), yaitu menggunakan metode analisa dengan analisis faktor dan dilanjutkan dengan analisis logit/probit.
2. Persepsi
Sebagian besar dari kita menyadari bahwa dunia sebagaimana kita lihat tidak selalu sama dengan dunia dalam “kenyataannya”. Jawaban kita tergantung pada apa yang kita dengar, bukan pada apa yang sesungguhnya telah dikatakan. Apakah kita merasa panas atau dingin tergantung pada kita, bukan pada thermometer. Pekerjaan yang sama
11
mungkin merupakan suatu pekerjaan yang baik bagi seseorang, tetapi bagi orang lain pekerjaan tersebut tidak menarik. (Leavitt, 1978:28)
Konsumen ada kalanya memiliki berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan, hal ini disebabkan adanya perbedaan persepsi yang berawal dari bagaimana mereka mengumpulkan dan menafsirkan informasi yang didapat dari lingkungan sekitar mereka. Kita semua belajar melalui arus informasi yang melewati kelima alat indera kita; penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap. Namun, masing-masing dari kita menerima, mengatur, dan menginterpretasikan informasi sensor syaraf ini dengan cara kita sendiri-sendiri. (Kotler dan Amstrong, 2001:218)
John C Mowen dan Michael Minor (2003:133) mengemukakan bahwa Lingkungan fisik merupakan aspek fisik dan tempat yang konkrit dari lingkungan yang meliputi kegiatan konsumen. Lingkungan fisik mempengaruhi persepsi konsumen melalui sensor penglihatan, pendengaran, penciuman, dan bahkan sentuhan. Seperti halnya persepsi keamanan merupakan faktor lain yang dikendalikan oleh lingkungan fisik. Lahan parkir yang luas, dan penerangan luar yang cukup dan ruang terbuka menambah rasa aman bagi orang berbelanja. Di kota, adanya atribut seperti itu dapat meningkatkan berbelanja di malam hari, khususnya orang tua yang sadar dan peka akan tindakan kejahatan. Sehingga berbagai upaya guna mengetahui persepsi konsumen
12
merupakan langkah awal yang jitu untuk menjadikannya pertimbangan bagi pengambilan kebijakan yang baik.
3. Pengertian Persepsi
Persepsi (perception) dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. (Leavitt, 1978:27)
Menurut Amirullah (2002:42) persepsi diartikan sebagai proses dimana individu memilih, mengelola, dan menginterpretasikan stimulus kedalam bentuk arti dan gambar. Persepsi di bentuk oleh tiga pasang pengaruh, yaitu karakteristik fisik dari stimuli, hubungan stimuli dengan sekelilingnya, dan kondisi-kondisi di dalam diri kita sendiri.
Schifman dan Kanuk (1991:146) mengemukakan bahwa “perception is defined as the process by which an individual selects, organizes, and interprets stimuli into a meaningful and coherent picture of the word”. Jadi persepsi adalah proses dimana individu memilih, mengatur, dan menginterpretasikan rangsangan menjadi suatu gambaran dunia yang berarti dan logis.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001:218), persepsi (perception) adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan
13
menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Anorogo dan Widiyanti (1993:154) mengemukakan bahwa persepsi adalah proses seseorang individu memilih, mengorganisasi, dan menafsirkan masukan-masukan informasi untuk menciptakan sebuah gambar yang bermakna tentang dunia.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan suatu proses pemilihan, pengorganisasian dan penginteprestasian atas stimuli yang diterima oleh konsumen melalui lima indra, menjadi sesuatu yang bermakna untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang berarti.
4. Proses Pembentukan Persepsi
Bagaimana proses pembentukan persepsi itu terjadi, Solomon (1996) dalam Amirullah (2002:44) menggambarkannya dalam suatu pola seperti yang nampak pada gambar berikut :
14
Gambar 2.1
Proses Pembentukan Persepsi
STIMULI
Penglihatan, Suara, Bau, Rasa dan Texture
Indera Penerima
Pemberian Arti
Sensai
Perhatian
Interpretasi
Tanggapan
Persepsi
Sumber : Amirullah (2002:44)
Kotler dan Amstrong (2001:218), menyatakan bahwa seseorang dapat membentuk persepsi-persepsi yang berbeda mengenai rangsangan yang sama karena ada tiga macam proses penerimaan indra; perhatian selektif, distorsi selektif, dan retensi selektif.
Perhatian selektif, merupakan kecenderungan seseorang untuk menyaring sebagian besar informasi yang dihadapi. Setiap orang mengatur informasi yang datang sesuai pola pikir yang terbentuk di dalam dirinya. Hal ini membuat seorang pemasar harus bekerja sangat keras untuk menarik perhatian konsumen.
15
Distorsi selektif, menguraikan kecenderungan orang untuk menginterpretasi informasi dengan cara yang akan mendukung apa yang telah mereka yakini. Distorsi selektif berarti bahwa orang pemasaran harus mencoba memahami pola pikir pelanggan dan pengaruhnya terhadap cara mengiterpretasikan iklan dan informasi penjualan.
Retensi selektif, menguraikan seseorang akan melupakan sebagian besar yang telah mereka pelajari. Mereka cenderung mempertahankan informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan mereka.
Berkaitan dengan persepsi, Rasulullah SAW memberi isyarat dalam sebuah hadist riwayat Abu Sa’id ra, yaitu : “Takutlah kalian kepada firasat orang mukmin. Karena sesungguhnya orang mukmin melihat dengan cahaya Allah Ta’aala.” Kemudian beliau membaca ayat, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.”



Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar