JUDUL SKRIPSI :PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK MEREK POND’S DI RATU SWALAYAN, MALANG

Admin

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK MEREK POND’S DI RATU SWALAYAN, MALANG (lengkap)


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam menghadapi persaingan pemasaran yang semakin tajam, seorang produsen tidak boleh terpaku bentuk produk yang menawarkan manfaat dasarnya saja. “Persaingan sekarang bukanlah apa yang diproduksi perusahaan dalam pabrik akan tetapi antara apa yang mereka tambahkan pada hasil pabrik tersebut dalam bentuk pengemasan, iklan, konsultan bagi pelanggan, pendanaan, pengiriman, pergudangan dan hal-hal lainnya yang dipandang perlu. Dengan demikian keberhasilan menjual suatu produk sangat ditentukan oleh keterampilan mengelola produk inti (core product), produk tambahan (Augmented product) dan produk yang disempurnakan yang berbeda dari pesaingnya”. Sebagaimana diungkapkan Levitt dalam Kotler (2000:449).
Layaknya sebuah peperangan, persaingan bisnis juga menuntun keberadaan senjata yang unggul. Bentuknya bisa berupa produk yang berkualitas, strategi distribusi yang tepat atau penetapan harga yang jitu. Harga merupakan instrumen pemasaran yang paling fleksibel dan mudah dimainkan dibanding instrumen pemasaran yang lain. Hal ini berarti ada titik lemah dan sekaligus kekuatan yang dimilikinya. Kelemahannya, jika tidak waspada bisa mendorong nilai produk merosot ke bawah, atau bahkan tak tersentuh pembeli. Sebaliknya menjadi kekuatan kalau sampai pada tahap dianggap sebagai bagian dari nilai produk itu sendiri. 
Daya tarik produk tidak dapat dilepaskan dari harga seperti uang, waktu, aktivitas kognitif, upaya prilaku, nilai dan penetapan harga (Peter dan Amstrong, 2000:221) dan kualitas produk seperti kinerja, ciri-ciri atau keistemewaan tambahan (karakteristik produk), keandalan, kesesuaian dengan spesifikasi, daya tahan, pelayanan, estetika dan hasil akhir (Gavin dan Tjiptono, 2001:27).  Harga akan cenderung menjelaskan kualitas produk barang tersebut. Kini konsumen cenderung menuntut harga yang sesuai dengan kualitas produk, apalagi konsumen wanita. Mereka lebih memperhatikan unsur harga dan kualitas produk. Kemampuan pengetahuan konsumenpun sekarang ini semakin berkembang. Konsumen akan tetap mempertimbangkan manfaat terbesar yang akan diterimanya yang selanjutnya bersedia membayar lebih banyak untuk kenyamanan, penampilan, kehandalan dan prestise yang dirasakan dari kualitas produk yang baik untuk dibelinya.  
Dari pengamatan sehari-hari dapat diketahui bahwa wanita mendominasi konsumsi produk kosmetik, meskipun hal ini tidak berarti bahwa kaum laki-laki tidak mengkonsumsinya sama sekali. Secara alamiah, wanita ingin selalu tampil cantik dan menarik dalam setiap kesempatan. Kosmetik merupakan alat bantu untuk mewujudkan kebutuhan akan kecantikan tersebut. Secara umum masyarakat biasanya mendefinisikan kosmetik sebagai suatu alat atau bahan yang digunakan untuk mempercantik, memperindah, bahkan untuk menyehatkan tubuh yang diinginkan. Kapan sebuah produk kosmetik menjadi lebih dari sekedar alat untuk kosmetik ? Tidak dipungkiri bahwasannya kesuksesan pond’s yang paling penting adalah produk yang bermutu tinggi. Namun kenapa pond’s dan bukan viva ataupun nivea, yang juga menghasikan produk bermutu tinggi ?
Pond’s merupakan salah satu produsen produk-produk kecantikan yang berada dibawah naungan Unilever. Yang memproduksi pelembab, pembersih, hands body, lipstik dll. Pilihan jenis yang beraneka ragam sejatinya sebagai strategi untuk memenuhi keinginan konsumen yang beragam.
Bahkan baru-baru ini pond’s mengeluarkan salah satu produk pelembab Pond’s produk perawatan Pond’s Complete Care’ yang dilengkapi dengan vit.E, vit.B3, AHA dan tabir surya. Salah satu manfaatnya adalah untuk mempertahankan elastisitas kulit wajah sekaligus mencegah penuaan dini (http://www.conectique.com/get_ updated/article.php?article_id=4077, diakses pada 20 Agustus 2007, pukul 02.00 WIB)
 Selain itu pula, pond’s juga mempunyai program yang dinamai pond’s beutiful  yaitu semacam organisasi pengguna pond’s yang disitu para pengguna pond’s bisa melakukan konsultasi kecantikan, kewanitaan, kepribadian dan yang lainnya terkait wanita. Yang akan dibimbing oleh para ahli dan pakar (http://www.tabloidnova. Com /articles.asp?id=12441, diakses pada 9 Agustus 2007, pukul 05.00 WIB). Yang ini juga digunakan sebagai sarana komunikasi antara produsen dan pengguna pond’s selain suara layanan dan pengaduan konsumen.
Pond’s juga pernah masuk peringkat kedua dalam ISCA (Indonesian Custumer Satisfaction Award), dalam kategori Personal Care pada sabun pembersih wajah, peringkat ke empat pada produk hand body lotion, peringkat ke enam pada produk bedak muka, serta peringkat ke delapan pada produk lipstik. Yang kesemuanya itu diperoleh dalam satu tahun yakni tahun 2005 (Majalah SWA, 2005). 
Berbeda dari produk kosmetik kebanyakan yang dijual dipasar modern, Pond’s sejak awal memilih konsep direct selling (penjualan langsung) yang juga termasuk yang menjadi kelebihan Pond’s dalam menarik konsumen. Serangkaian trik untuk memenuhi kepuasan pelanggan, baik dari sisi harga maupun kualitas produk, terus dilakukan oleh manajemen untuk mencapai sasaran konsumen yang dibidik. Untuk menyiasati  persaingan dan memuaskan konsumen dari sisi harga, pond’s menciptakan harga yang standart. Hal ini sesuai dengan pasar Indonesia yang masih sensitif terhadap harga dan rata-rata daya beli masyarakat kita masih terbatas. (http://www.tabloidnova. Com /articles.asp?id=12441, diakses pada 9 Agustus 2007, pukul 05.00 WIB).
Apalagi akhir-akhir ini banyak terjadi kasus pemalsuan  produk dan penggunaan bahan berbahaya sebagai campuran bahan pembuatan kosmetik. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan pada bulan September 2006 pihaknya menemukan 27 merek kosmetik impor ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti Merkuri (Hg), Rhodamin B, Hidroquinon >2% dan pewarna Merah K.3. Selain itu, BPOM juga menemukan 693 produk Dove palsu, 3.605 produk Ponds palsu dan 10 produk Biore palsu (http://www.detikhot.com/index. php/style.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/28/time/150054/idnews/724941/idkanal/248, diakses 9 Agustus 2007, pukul 09.39 WIB). Sehingga ini akan sangat merugikan konsumen yang mengharapkan kualitas produk yang bagus sesuai dengan uang sebagai pengganti harga yang mereka keluarkan.
Melihat dari pemaparan diatas maka peneliti ingin mengetahui Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Merek Pond’s dan untuk lebih menspesifikasikan maka ditunjuklah lokasi penelitian yakni di Ratu Swalayan, Malang. Adapun pertimbangan yang digunakan adalah bahwa outlet tersebut dirasa cukup potensial untuk mewakili seluruh pengguna produk kosmetik merek pond’s di Malang, selain itu, outlet tersebut mempunyai omzet penjualan terbesar khususnya pada produk kosmetik merek pond’s serta penetapan harga paling  murah sewilayah Malang Raya (SPG Unilever, 24 Mei 2007). Sehingga penulis mengambil judul penelitian sebagai berikut : “Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Merek Pond’s Di Ratu Swalayan, Malang”.

B.     Rumusan  Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan tersebut diatas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah variabel harga dan variabel kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kosmetik merek Pond’s di Ratu Swalayan, Malang?
2.      Variabel manakah yang dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian produk kosmetik  merek Pond’s di Ratu Swalayan, Malang?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian diatas maka tujuan yang akan diteliti adalah :
1.      Untuk melihat pengaruh variabel harga dan variabel kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk kosmetik merek Pond’s di Ratu Swalayan, Malang.
2.      Untuk melihat pengaruh variabel yang dominan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik  Pond’s di Ratu Swalayan, Malang.

D. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel harga, dan variabel kualitas produk. Penelitian ini hanya dilakukan pada konsumen yang membeli produk kosmetik merek Pond’s di Ratu Swalayan, Malang.


E.  Manfaat Penelitian
1. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan sebagai aplikasi ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dan penerapan teori yang berkaitan dengan pemasaran dalam meningkatkan mutu produk yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian suatu produk.
2. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi perusahaan sebagai bahan masukan yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan perusahaan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, terutama mengenai pengaruh harga, dan kualitas produk terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk tersebut guna meningkatkan omset penjualan.
3. Bagi Pihak Lain
Hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi pihak lain yang membutuhkan dalam menghadapi permasalahan yang sama khususnya bidang pemasaran dalam meningkatkan mutu produk melalui harga, dan kualitas produk terhadap keputusan konsumen dalam pembelian suatu produk dan juga dapat dijadikan sebagai acuan atau salah satu sumber informasi bagi semua pihak yang ingin mengadakan penelitian serupa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA



A.    Hasil Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1
Hasil Penelitian Terdahulu

No
Nama
( Tahun)
Judul Skripsi
Tempat Penelitian
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
1
Anna Nur’aidah (2002)
Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Konsumen Columbia Dinoyo Cabang malang
· Kuantitatif
· Teknik sampling yang digunakan adalah sampel random sampling
· Korelasi Linear berganda
· Regresi linier berganda
· Uji t
  (uji parsial)
Variabel harga diskon merupakan variabel yang  dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen  dari pada variabel lainnya
2
Indah Mitayani (2005)
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian sepatu pada House Of MR. Pink
Konsumen di House Of MR. Pink di Kota Malang
· Kuantitatif
· Teknik sampling yang digunakan adalah non random sampling
· Korelasi Linier berganda
· Regresi linier berganda
· Uji t
  (uji parsial)
Variabel Kualitas Produk yaitu Durability (daya tahan) mempunyai pengaruh paling besar dari variabel lainnya



Tabel 2.2
Penelitian  Sekarang

Nama
(Tahun)
Judul
Skripsi
Tempat Penelitian
Metode
Penelitian
Hasil
Penelitian
Rina Sho’imatul Munfarida
(2007)
Pengaruh Harga, Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Pemakai Produk Kosmetik Pond’s di Ratu Swalayan
- Kuantitatif
-Sampel yang digunakan adalah dengan rumus Malhotra dan Accidental Sampling
-Untuk skala pengukuran menggunakan Skala likert
-Regresi linier berganda
- Uji F
(uji simultan)
- Uji t
(uji parsial)
Variabel Kualitas Produk mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan pembelian.

A.    Kajian Teori
1.      Harga (Price)
1.1. Pengertian Harga
Harga suatu produk juga dipertimbangkan dalam pembelian, oleh karena itu penetapan harga harus tepat. Kesan terlalu mahal atau terlalu murah akan menghambat pembelian. Dari sudut pandang konsumen, harga sering kali digunakan sebagai indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa.
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat. Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya yang ditukarkan agar memperolah hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa (Tjiptono, 1997:151).
Menurut Asri (1986:279) harga adalah suatu nilai tukar untuk manfaat yang ditimbulkan oleh barang atau jasa tertentu bagi seseorang. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan seseorang dari barang atau jasa tertentu, maka makin tinggi nilai tukar barang atau jasa tersebut dimatanya dan makin besar pula alat penukar yang bersedia dikorbankan. Sedangkan menurut Swastha (1999:147) harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan suatu produk atau jasa dengan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Harga adalah “Jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan barang atau jasa” (Kotler dan Amstrong, 1997:340). Karena kita percaya bahwa harga adalah elemen yang sangat penting dalam proses pertukaran, maka Peter dan Olson (1996:220) menawarkan pandangan konseptual tentang harga yang lebih dari sekedar jumlah rupiah atau keuangan bagi konsumen. Gambar 2.1 berikut ini akan memberikan sebuah model umum sifat-sifat pertukaran pemasaran dan menegaskan peran harga dalam proses tersebut.
Gambar 2.1
Peran Penting Harga dalam Proses Pertukaran

 

Produksi
Promosi
Distribusi
Penelitian Pemasaran
 
Uang
Waktu
aktifitas Kognitif
Upaya Perilaku
 
                     Biaya Konsumen                                           Biaya Bisnis    
                                                                                                        

                                                                                                  
Laba
 
Nilai
 
                                 +                                                                +
                                                                                    
                                =                                                                 =
Harga Yang Ditawarkan
 
Harga Jual Yang Diingkan
 
                                                                                            

     Sumber : Peter dan Olson (1996:221)
1.2. Peran Penting Harga Dalam Proses Pertukaran         
Berikut ini adalah penjelasan mengenai biaya-biaya atau komponen-komponen yang terkandung dalam harga suatu barang (Peter dan Olson, 2000:222) :



a.   Uang
Jumlah rupiah yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan, memiliki atau mengkonsumsi suatu barang atau jasa.
b.  Waktu
Waktu yang dibutuhkan untuk mengenal suatu produk atau jasa dan berkeliling untuk membelinya, sama seperti halnya waktu yang diluangkan didalam toko, dapat menjadi biaya yang cukup besar bagi konsumen.
c.   Aktifitas Kognitif
Salah satu biaya pembelian yang sering terabaikan adalah aktifitas kognitif (cognitive activity). Memikirkan dan memutuskan apa yang akan dibeli dapat menjadi suatu pekerjaan yang sangat berat, misalnya, jika semua pilihan seperti gaya, warna dan komponen-komponen lain ikut dipertimbangkan.
d.   Upaya Prilaku
Setiap orang yang pernah menghabiskan waktunya berjam-jam berkeliling dimall dapat membuktikan fakta bahwa pembelian itu memang melibatkan upaya perilaku (behavior effor). Ketika pusat-pusat perbelanjaan besar pertama kali dibangun, salah satu masalah yang mereka hadapi adalah bahwa konsumen membutuhkan waktu yang lama untuk berjalan dari tempat parkir kedalam toko, serta jarak yang cukup jauh yang harus mereka jalani didalam mall itu sendiri. Sebagian konsumen secara fisik merasa kurang nyaman dengan besarnya upaya yang harus dikeluarkan tersebut, dan sebagian lagi langsung mengabaikan pergi ke mall atau berbelanja hanya disejumlah toko-toko kecil yang tersedia.
e.   Nilai
Kita telah mendiskusikan empat aspek harga dari sudut pandang konsumen. Dan kadangkala konsumen dapat mengurangi dari biaya-biaya tersebut diatas, tapi upaya ini biasanya berdampak pada meningkatnya paling tidak salah satu biaya lainnya. Pembelian dapat dipandang dari sudut elemen yang dianggap paling penting untuk suatu pembelian tertentu, mana yang paling dianggap penting untuk suatu pembelian tertentu. Namun demikian, terlepas dari tawar menawar biaya mana yang



Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar