JUDUL SKRIPSI : 25.PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA KPRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

Admin

PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA KPRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG   


ABSTRAK

Disiplin kerja karyawan merupakan unsur penting dalam
perusahaan. Kedisiplinan karyawan akan berpengaruh terhadap
produktivitas yang selanjutnya dapat membantu tercapainya tujuan
perusahaan. Dalam rangka meningkatkan disiplin kerja karyawan, banyak
cara yang dapat dilakukan oleh manajer. Salah satunya dengan cara
mengintensifkan komunikasi, baik antar atasan ke bawahan atau
sebaliknya, maupun antar karyawan.
Penelitian ini menganalisis komunikasi yang terjadi di KPRI
Universitas Brawijaya Malang dalam kaitannya dengan disiplin kerja
karyawan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan regresi linear
berganda, dimana variabel dependen (Y) adalah disiplin kerja karyawan,
sedangkan variabel independen (X) adalah komunikasi yang didentifikasi
dengan item komunikasi ke bawah (X1), komunikasi ke atas (X2) dan
komunikasi ke samping (X3). Sampel yang digunakan adalah keseluruhan
karyawan yang jumlahnya sebanyak 34 karyawan.
Dari hasil analisis dengan menggunakan metode regresi linear
berganda, diperoleh hasil perhitungan bahwa secara simultan variabel
komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, dan komunikasi ke samping
berpengaruh terhadap disiplin kerja karyawan. Karena nilai Fhitung 5.421
lebih besar dari Ftabel 2.88 untuk taraf 5% dan 1.70 untuk taraf 1% dengan
nilai R Square (R2) sebesar 60%. Sedangkan secara parsial variabel
komunikasi ke bawah berpengaruh terhadap disiplin kerja karyawan
karena nilai thitung 3.980  ttabel 2.04. Komunikasi ke atas berpengaruh
terhadap disiplin kerja karyawan karena nilai thitung 3.774  ttabel 2.04.
Komunikasi ke samping berpengaruh terhadap disiplin kerja karyawan
karena thitung 2.241  ttabel 2.04. Dan variabel komunikasi yang paling
dominan pengaruhnya adalah variabel komunikasi ke bawah dengan B
sebesar 0.324.

A. PENDAHULUAN
Saat ini dalam perkembangan dunia perkoperasian dirasakan
semakin pesat. Hal tersebut dilihat dari banyaknya koperasi-koperasi
yang bermunculan, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat
disektor perkoperasian. Kunci sukses didunian perkoperasian adalah
semuanya kembali kepada manusia yang mengerjakannya. Dengan
adanya kemajuan kemajuan teknologi diharapkan manusia dapat menjadi
sumber daya manusia yang ahli dan terampil dalam bidangnya.
Devinisi Koperasi Indonesia menurut UU No. 25 / 1992 tentang
Perkoperasian adalah sebagai berikut: ”Koperasi adalah badan usaha
yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat, yang berdasar atas azas kekeluargaan”. (Sitio
dan Tamba, 2001:18).
Peranan manajemen semakin penting artinya dalam upaya
meningkatkan efisiensi usaha untuk perusahaan. Salah satu cara untuk
mencapai efisiensi ini adalah dengan membina dan memanfaatkan
sumber daya manusia agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang
berkualitas tinggi, sehat fisik dan mental, serta memiliki ketrampilan yang
tinggi.
Pengelolaan sumber daya manusia yang menjadi tugas manajemen
pada intinya tidak terlepas dari komunikasi antara manajemen puncak
dan karyawan bawahannya, baik komunikasi secara langsung maupun
tidak langsung dalam arti kata secara lisan maupun tulisan, karena
komunikasi tersebut berguna untuk mengarahkan tenaga kerja agar dapat
bekerja sesuai dengan prosedur organisasi agar tujuan organisasi dapat
tercapai. Banyak faktor baik lingkungan sosial, dan individu personal
yang turut mempengaruhi komunikasi yang dalam pelaksanaan
pengelolaan Sumber Daya Manusia yang harus di perhatikan manajemen,
karena tujuan akhir dari pengelolaan Sumber Daya Manusia adalah
kedisiplinan kerja karyawan pada perusahaan tersebut.
Dalam kondisi dan organisasi apapun, kedisiplinan kerja sangat
penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Argumentasi
pentingnya kedisiplinan kerja dalam mencapai tujuan organisasi, adalah
bahwa kedisiplinan kerja akan membentuk perilaku kerja yang efektif dan
efisien. Apabila dalam suatu perusahaan tenaga kerjanya kurang disiplin
terhadap ketentuan–ketentuan yang ditetapkan perusahaan, maka
kemungkinan adanya kesalahan kerja.
Faktor komunikasi juga mempunyai peran yang penting dalam
menjaga kedisipilinan kerja karyawan, komunikasi merupakan suatu hal
yang sangat penting di dalam manajemen perusahaan. Sebagaimana yang
dijelaskan oleh Handoko (1995:271) ; “Manajemen sering mempunyai
masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif
5
adalah penting bagi manajer, paling tidak untuk dua alasan. Pertama,
komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat
tercapai. Kedua, komunikasi adalah kegiatan untuk mana para manajer
mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka”.
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh
seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap,
pendapat atau perilaku, baik secara lisan maupun tidak langsung secara
media.
Komunikasi juga akan menimbulkan sikap saling terbuka yang
akan menumbuhkan suatu ikatan batin yang kuat antara semua orang
yang terlibat dalam perusahaan dan pada akhirnya akan menimbulkan
kekompakan kerja sama dalam suatu perusahaan. Kekompakan tersebut
secara psikologis akan menumbuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi.
Secara umum, manajemen sumber daya manusia, dapat diartikan
sebagai Manajemen sumber daya manusia yang meliputi suatu
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan
pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka
mencapai tujuan organisasi. Manajemen sumber daya manusia dapat
didefinisikan pula sebagai suatu pengelolaan dan pendayagunaan sumber
daya yang ada pada individu (pegawai), pengelolaan dan pendayagunaan
tersebut dikembangkan secara maksimal di dalam dunia kerja untuk
mencapai tujuan organisasi“ . (Mangkunegara, 2001:2).
Dalam kondisi dan organisasi apapun, kedisiplinan kerja sangat
penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Argumentasi
pentingnya kedisiplinan kerja dalam mencapai tujuan organisasi, adalah
bahwa kedisiplinan kerja akan membentuk perilaku kerja yang efektif dan
efisien. Apabila dalam suatu perusahaan tenaga kerjanya kurang disiplin
terhadap ketentuan–ketentuan yang ditetapkan perusahaan, maka
kemungkinan adanya kesalahan kerja.
Seperti yang dijelaskan oleh Hasibuan (2003:193) : “Kedisiplinan
merupakan fungsi operatif MSDM yang terpenting karena semakin baik
disiplin karyawan maka semakin tinggi prestasi kerja yang dicapainya”.
Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi perusahaan mencapai hasil
yang optimal.
Komunikasi juga akan menimbulkan sikap saling terbuka yang
akan menumbuhkan suatu ikatan batin yang kuat antara semua orang
yang terlibat dalam perusahaan dan pada akhirnya akan menimbulkan
kekompakan kerja sama dalam suatu perusahaan. Kekompakan tersebut
secara psikologis akan menumbuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi.
6
B. TUJUAN PENELITIAN
Dalam setiap penelitian ilmiah, tujuan merupakan suatu bagian
yang sangat penting. Sebab tujuan dapat berkaitan dengan masalan pokok
yang akan dicapai, serta diwujudkan melalui hasil suatu penelitian yang
ilmiah sekaligus sistematis tersebut. Adapun tujuan yang ingin dicapai
dalam penelitian ini, sebagaimana rumusan masalah diatas sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui apakah faktor-faktor komunikasi berpengaruh
secara simultan terhadap disiplin kerja karyawan pada KPRI
Universitas Brawijaya Malang.
2. Untuk mengetahui apakah faktor-faktor komunikasi berpengaruh
secara parsial terhadap disiplin kerja karyawan pada KPRI
Universitas Brawijaya Malang.
3. Untuk mengetahui faktor komunikasi manakah yang berpengaruh
dominan terhadap disiplin kerja karyawan pada KPRI Universitas
Brawijaya Malang.
C. METODE PENELITIAN
1. Lokasi Penelitian
Lokasi merupakan faktor penting dalam setiap usaha,
pemilihan lokasi terkait dengan berbagai faktor diantaranya adalah
pangsa pasar, fasilitas dan biaya transportasi, tersedianya tenaga
kerja, tujuan usaha koperasi, perluasan usaha dan perkembangan
koperasi dimasa depan, atas pertimbangan tersebut maka KPRI
Universitas Brawijaya memilih lokasi yang beralamat di jalan
Mayjend Haryono 169, Desa Ketawanggede Kec. Lowokwaru
Malang Jawa timur.
2. Jenis Penelitian
Menurut Singarimbun dan Effendi (1989:5) mengemukakan
bahwa penelitian eksplanatory adalah suatu penelitian yang
menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui
pengujian hipotesa.
Penelitian jenis ini, hipotesis yang telah dirumuskan akan
diuji untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel-variabel
yang ada dalam penelitian yaitu mengenai penyebab komunikasi
terhadap disiplin kerja karyawan KPRI Universitas Braweijaya
Malang.
3. Sumber Data
Kuncoro (2007:23) menjelaskan Data kuantitatif dalam
penelitian adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik
(angka), yang dapat dibedakan menjadi:
7
a. Data interval, yaitu data yang diukur dengan jarak di antara
dua titik pada skala yang sudah diketahui.
b. Data rasio, yaitu

Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar