JUDUL SKRIPSI: PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) ARGOPURO (SERBA USAHA) KRUCIL - PROBOLINGGO.

Admin

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) ARGOPURO (SERBA USAHA) KRUCIL - PROBOLINGGO 

BAB I 
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG MASALAH
Suatu organisasi atau lembaga harus mampu mengelola sumber
daya yang dimilikinya, termasuk sumber daya manusia. Karena
sumber daya manusia merupakan asset utama yang besar pengaruhnya
terhadap kemajuan organisasi. Seperti yang diketahui selama ini,
organisasi lebih banyak menghadapi masalah-masalah yang
berhubungan dengan sumber daya manusia apabila dibandingkan
dengan sumber daya ekonomi lainnya, karena dalam mengelola
sumber daya manusia tidak bisa disamakan dengan mesin, material
dan dana yang sifatnya hanya masalah teknis saja.
Hal ini menjadi suatu masalah yang cukup rumit, sehingga
organisasi mengalami kesulitan dalam menetapkan kebijakan terutama
yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Sumber daya
manusiamerupakan perangkat utama atas kelancaran aktivitas suatu
organisasi, karena manusia merupakan faktor tenaga kerja yang dapat
tumbuh dan berkembang, agar tenaga kerja dapat berkembang maka
tenaga kerja tersebut perlu motivasi, sebab motivasi merupakan bagian
dari sumber daya manusia dalam rangka pembinaan, pengembangan
2
dan pengarahan tenaga kerja dalam suatu organisasi. Sumber dari
motivasi kerja yang merupakan salah satu faktor penentu dalam
pemberian pelayanan oleh seorang pegawai, diantaranya adalah
adanya perasaan bangga menjadi bagian dari organisasi dimana
mereka bekerja. Disamping itu motivasi kerja juga dipengaruhi oleh
perasaan aman dalam bekerja, gaji yang adil dan kompetitif serta
lingkungan kerja yang menyenangkan.
Menurut Wahjosumidjo (Teguh, 2004:201) motivasi adalah
pertemuan antara pengaruh internal dan pengaruh external. Motivasi
merupakan suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi
antara sikap, kebutuhan, persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri
seseorang (faktor intrinsik) dan itu sangat rentan terhadap pengaruh
pemimpinan, kolega dan faktor-faktor luar lainnya (faktor ekstrinsik).
Motivasi karyawan berarti memberikan dorongan pada karyawan
sehingga mau bekerja dengan baik. Pemberian motivasi kepada tenaga
kerja yang dapat meningkatkan kedisiplinan tenaga kerja tersebut.
Menurut Hasibuan (2005:146) tujuan motivasi yaitu dapat
meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan meningkatkan
produktifitas, mempertahankan kestabilan karyawan
perusahaan,meningkatkan kedisiplinan tenaga kerja, mendptakan
suasana dan hubungan kerja yang baik, meningkatkan loyalitas,
3
kreatifitas, partisipasi karyawan, mempertinggi rasa tanggung jawab
karyawanterhadap tugas-tugasnya serta meningkatkan alat-alat dan
bahan baku.
Kinerja merupakan kerja yang dilakukan oleh karyawan yang
biasanya dipakai dasar terhadap karyawan. Menurut Handoko
(1992:135), kinerja adalah suatu alat untuk mencapai ketahanan
bersama melalui apa yang harus dicapai dan bagaimana mengatur
orang agar meningkatkan usaha tersebut.
KUD Argopuro Krucil adalah sebuah koperasi agrobisnis yang
berbasis agri , yaitu pertanian dan peternakan(usaha inti: susu sapi
perah) yang ditunjang dengan kegiatan perdagangan dan simpan
pinjam. Unit usaha susu merupakan unit usaha yang sangat
diprioritaskan karena aspirasi RAT karena pola unit usaha inti ini
mandiri sejak awal tahun 1992. Kualitas susu segar yang diproduksi
oleh unit usaha susu mendapatkan perhatian penting dari PT. Nestle
Indonesia. Semua ini juga berkat para karyawan yang turut membantu.
Oleh karena itu, perlu adanya motivasi untuk memberikan
dorongan kepada karyawan agar mereka bekerja lebih giat, lebih
semangat lagi dan untuk meningkatkan kinerja karyawan untuk
mencapai tujuan yang diinginkan KUD Argopuro Krucil.
Dengan kata lain salah satu persoalan yang mendapatkan
4
perhatian dalam setiap perusahaan adalah bagaimana memahami
kebutuhan dan dorongan dari setiap individu yang menjadi salah satu
penentu keberhasilan suatu perusahaan. Dalam kenyataannya,
dorongan dari setiap individu bukanlah hal yang mudah untuk di
mengerti , hal ini merupakan suatu tantangan bagi setiap pimpinan
untuk memahami perilaku mereka.
Seorang pimpinan yang baik dituntut untuk dapat menanamkan
motivasi ada dirinya sendiri, tetapi juga mampu menumbuhkan
motivasi pada karyawannya. Hal ini dimaksudkan untuk
meningkatkan kinerja karyawan sehingga karyawan mampu
menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Pemberian
motivasi ini merupakan salah satu tanggung jawab dari pimpinan
untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Dengan kinerja yang baik
maka pekerjaan akan lebih cepat terselesaikan.
Berdasarkan pendapat Hasibuan tersebut, tujuan motivasi yaitu
dapat meningkatkan kinerja karyawan, dengan demikian motivasi
merupakan salah satu faktor yang penting bagi suatu organsasi untuk
meningkatkan kinerja karyawan.
Dari uraian diatas, penulis memandang begitu pentingnya faktor
motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan KUD Argopuro (serba
usaha) Krucil Probolinggo. Maka dari uraian diatas peneliti tertarik
5
untuk memilih judul "PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA
KARYAWAN PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) ARGOPURO
(SERBA USAHA) KRUCIL - PROBOLINGGO.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan pada pemikiran di atas, maka untuk penelitian yang
lebih lanjut peneliti dapat merumuskan masalah yaitu:
1. Apakah variabel motivasi berpengaruh secara simultan terhadap
kinerja karyawan di KUD Argopuro (serba usaha) Krucil
Probolinggo?
2. Apakah variabel motivasi berpengaruh secara parsial terhadap
kinerja karyawan di KUD Argopuro (serba usaha) Krucil
Probolinggo?
3. Variabel manakah yang berpengaruh dominan terhadap kinerja
karyawan di KUD Argopuro (serba usaha) Krucil Probolinggo?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi secara simultan
terhadap kinerja karyawan di KUD Argopuro (serba usaha) Krucil.
2. Untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi yang terjadi secara
6
parsial terhadap kinerja karyawan di KUD Argopuro (serba
usaha)Krucil.
3. Untuk mengetahui variabel motivasi mana yang berpengaruh
dominan terhadap kinerja karyawan di KUD Argopuro (serba usaha)
Krucil.
D. BATASAN PENELITIAN
Untuk menyederhanakan permasalahan agar nantinya masalah
mengarah pada tujuan yang akan di capai, maka peneliti memberikan
batasan masalah pada penelitian ini. Pengaruh motivasi yang diteliti
adalah motivasi internal dan motivasi eksternal.
E.MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Peneliti
a. Dapat memperluas wawasan, pengaturan dan pengolahan ke
dalam bidang sesungguhnya.
b. Sebagai aplikasi dari ilmu yang diperoleh peneliti selama
perkuliahan.
c. Untuk memperoleh pengalaman yang sifatnya praktis, menambah
pengetahuan dan wawasan.
7
2. Bagi Lembaga
a. Sebagai sumber informasi dikemudian hari bagi mereka yang
mengadakan penelitian.
b. Sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sejauh mana
kurikulum yang diberikan mampu memahami kebutuhan tenaga
kerja yang terampil di bidangnya.
3. Bagi KUD Argopuro (serba usaha) Krucil.
Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan sebagai bahan
masukan untuk mengevaluasi karyawan tentang motivasi serta
memperhatikan unsur-unsur apa yang membuat karyawan,
termotivasi dalam meningkatkan kinerja, sehingga nantinya tidak
merugikan KUD.
8
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
NAMA JUDUL PENELITIAN HASIL
1.Umi
Kholidah
Skipsi(2006)
Pengaruh
Motivasi
Terhadap
Produktivitas
Kerja
Karyawan
Pada Yayasan
Pendidikan
Sunan Gunung
Jati Gurah
Kediri.
Kuantitatif
Dengan populasi
60 orang dan
mengambil sampel
metode proposif
sampel (sampel
bertujuan). Tehnik
analisa yang
digunakan adalah
analisis regresi
berganda, uji F,
dan uji t.
Motivasi ini
berpengaruh
secara simultan
dan parsial
terhadap
produktivitas kerja
karyawan dengan
F hitung > F tabel
sebesar (117,298 >
4,21) dan untuk t
hitung {X1 (66,01),
X2 (77,25), X3
(71,62), X4 (72,87),
X5 (71,43), X6
(57,11) } > t tabel
(1,960).
2.Endah
Kurniawati
Tesis(2001)
Universitas
Brawijaya
Malang
Pengaruuh
kompensasi
Terhadap
Komitmen dan
Kinerja
Karyawan PT.
Gudang
Garam Tbk.
Kediri.
Kuantitatif
Dengan jumlah
populasi 726 dan
sampel 88 dengan
menggunakan
teknik proposional
random sampling.
Dan
menggunakan
analisis data
validitas,
reliabilitas, analisis
regresi berganda
dengan uji F dan
uji determinasi.
Kompensasi
berpengaruh baik
secara simultan
maupun parsial
terhadap
komitmen
organisasi dengan
nilai F hitung
sebesar 80.64
dengan R2 sebesar
55.90.
Sumber : Data Diolah
9
B. Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa Latin "Movere" yang merupakan
"Dorongan atau Daya penggerak". Motivasi ini hanya diberikan kepada
manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut.
Menurut Hasibuan (1999:95) Motivasi adalah pemberian daya
penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka
mau bekerja sama bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya
upaya untuk mencapai kepuasan.
Menurut Manulang (1985:391) Motivasi merupakan proses untuk
mencoba mempengaruhi seseorang agar manusia melakukan sesuatu
yang kita inginkan. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mendorong
gairah atau semangat kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras
dengan segala kemampuan, kecakapan dan keterampilan yang dimiliki
untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Motivasi ini sangat penting,
karena dengan adanya motivasi diharapkan setiap individu karyawan
memiliki semangat untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi.
Memotivasi bukanlah hal yang mudah, karena sulit untuk mengetahui
dan menentukan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) dari para
karyawan.
Pada dasarnya kebutuhan setiap orang adalah sama,sedangkan
keinginan dari setiap orang tidak sama antara yang satu dengan yang lain,
10
karena dipengaruhi oleh selera, kebiasaan, kemampuan, pendidikan dan
lingkungannya.
1. Pola motivasi
Menurut David Mc. Clelland ada 4 pola motivasi seperti yang
dikemukakan oleh Hasibuan (1999: 95) antara lain:
a. Achievement motivation, yaitu suatu keinginan untuk mengatasi
atau mengalahkan suatu tantangan, untuk kemajuan dan
pertumbuhan.
b. Affiliation motivation, yaitu dorongan untuk melakukan hubungan
dengan orang lain.
c. Competence motivation, yaitu dorongan untuk berpartisipasi
aktif dengan melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi.
d. Power motivation, yaitu dorongan untuk dapat mengendalikan
suatu keadaan dan adanya kecenderungan mengambil risiko dalam
menghancurkan rintangan yang terjadi.
2. Tujuan motivasi
Menurut Hasibuan (1999:95) pemberian motivasi kepada para
bawahan atau karyawan oleh pimpinan atau manajer bertujuan untuk:
1) Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan.
2) Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
11
3) Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan di perusahaan.
4) Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan absensi karyawan.
5) Mengefektifkan pengadaan karyawan.
6) Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
7) Meningkatkan kreativitas dan prestasi keja karyawan.
8) Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
9) Mempertinggi tanggungjawab karyawan terhadap tugasnya.
10) Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.
3. Jenis motivasi
Menurut Heidjrahcman dan Husnan (1997:204205) ada 2 jenis motivasi
yaitu:
1) Motivasi positif yaitu proses untuk mencoba mempengaruhi orang
lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan

Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar