PENGARUH KELOMPOK ACUAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE NOKIA (SURVEI PADA KONSUMEN HANDPHONE GLOBAL TELESHOP CABANG MALANG)

Admin
PENGARUH KELOMPOK ACUAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE (lengkap Sampai daftar pustaka)

ABSTRAK
Ainur Rohmah, 2008 Skripsi. Judul : Pengaruh Kelompok Acuan Terhadap
Keputusan Pembelian handphone Nokia (Survei pada konsumen Handphone
Global Teleshop cabang Malang)
Pembimbing : M. Fatkhur Rozi, SE.,MM
Key Words : kelompok acuan, keputusan pembelian
Kelompok acuan merupakan kelompok atau individu yang memiliki
pengaruh secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau
perilaku seseorang. Seorang anak sebagai konsumen akan memperoleh sosialisasi dan
pengaruh baik dari anggota keluarga maupun teman-temannya, mereka akan
mempengaruhi seorang anak dalam membeli produk dan jasa, dan pemilihan merek
maupun selera terhadap suatu produk dan jasa. Sebagai obyek dalam penelitian ini
adalah Global Teleshop cabang Malang. Global Teleshop merupakan salah satu outlet
resmi Nokia yang didirikan untuk menjamin ketersediaan (availability) barang dan
untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian exploratory research atau penelitian
penjelasan. Dalam pelaksanaannya, explanatory research menggunakan metode
penelitian survei. Pengambilan sampel dalam analisa faktor adalah minimal empat kali
atau lima kali jumlah instrumen pertanyaan yaitu sebanyak 19 X 4 = 76 responden,
dengan teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner, wawancara, dan
dokumentasi. sedangkan metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui kelompok acuan secara
simultan mempunyai pengaruh sebesar 9,8% sedangkan yang 80,2% dipengaruhi
variabel lain yang tidak diteliti. Secara parsial variabel keluarga mempunyai pengaruh
sebesar 7,1%, variabel kelompok persahabatan sebesar 1,5% dan variabel kelompok
kerja sebesar 18,5%.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kelompok acuan
mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap keputusan pembelian handphone
Nokia.

ABSTRACT
Ainur Rohmah, 2008, Thesis. Title: “The Influence of Reference Group in Making
Decision to buy Nokia handphone (Survey to the Handphone Consumers
of Global Teleshop, branch of Malang)”
Advisor : M. Fatkhur Rozi, SE., MM
Keywords : The Reference Group, deciding to buy
The group of reference is a set of people or an individual who has the direct
or indirect influence to the attitude of the person. A child as the consumer obtains
the good persuasion from someone else; they could persuade a child to buy such
kind of the product or service. The object of this research is Global Teleshop, branch of
Malang. It is one of legal Nokia’s offices which are established to provide the
availability goods and serve the best service to the consumers.
This research is including to exploratory research and used survey method.
The samples are taken for about four or five times of the question instruments; it is
19 x 4 = 76 respondents. The techniques of collecting data are questionnaires,
interviews, and documentations. The method to analyze the data used double
regressions.
The result of analysis showed that the group of reference has influences 98%
simultaneously. While 80,2 % is influenced by others variable which are not analyzed.
Partially, the family influences 7,1%, the group of friendship influences 1,5% and the
group of the work influences 18,5%.
The researcher inferred that the group of reference has no significant
influence in buying Nokia handphone.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia saat ini sangat pesat.
Dimana alat komunikasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk saling
berkomunikasi satu sama lain. Selain itu, alat komunikasi sangat dibutuhkan untuk
mendapatkan informasi dari berbagai pihak seperti dalam kegiatan akademik,
wirausaha, bisnis dan sebagainya.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, berbagai merek ponsel ikut beredar
di pasaran elektronik seperti Nokia, Sony Erricson, Samsung, Motorola dan lain-lain.
Merek-merek tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar masing-masing
dengan menerapkan berbagai strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik
konsumen yang akan dibidik.
Nokia merupakan salah satu merek handphone yang ikut meramaikan pasaran
elektronik. Merek tersebut telah berhasil menjadi pemimpin produk dengan inovasi
yang selalu dilakukannya. Menurut data yang diperoleh dari Wikipedia hingga 30
januari 2008, Nokia telah berhasil meluncurkan beberapa produk, diantaranya (1)
telepon seluler seperti seri klasik-The Mobira Series, Seri Original, dan lain-lain, (2)
ponsel dengan fungsi khusus yang terdiri dari Nokia E Series, Nokia N series dan lain
lain, dan (3) produk pranala luar yang terdiri dari Nokia- phone Software Update dan
Nokia Museum. Pada Mei 2008, tipe Nokia yang paling diminati yaitu tipe N73 dan
N 2630. Khusus kalangan menengah ke bawah, tipe N2630 yang paling diminati
sementara untuk High Class adalah tipe N73 karena desainnya ramping dan fiturnya
lengkap.
Dengan beberapa produk yang telah diluncurkan tersebut, Nokia telah
berhasil melakukan inovasi produk. Menurut Yuswohady konsultan MarkPlus & Co,
merek Nokia dapat meraih sukses karena berhasil di kepemimpinan produk. Menurut
beliau “Nokia cerdik memimpin inovasi baru dan membangun image terdepan,
sehingga akhirnya dialah yang menang.”
Selain inovasi produk yang dilakukan, Nokia berhasil merebut pangsa pasar
yang cukup besar di industri ponsel. Munurut laporan dari lembaga riset IDC
(International Data Corp) menyebutkan pada tahun 2007, produk Nokia berhasil
menduduki peringkat pertama dengan pangsa pasar sebesar 51%. Nokia mampu
mencapai posisi ini dengan mempertahankan keseimbangan portofolio dan fokus
pada ponsel-ponsel yang mampu memberi keuntungan yang tinggi.
Produk teknologi termasuk salah satu produk keterlibatan tinggi, dimana
untuk mendapatkannya dibutuhkan informasi mengenai produk tersebut dari
berbagai pihak, baik iklan maupun seseorang yang mempunyai kecenderungan
memberikan pengaruh terhadap konsumen. Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard
(1994:166), variabel penentu yang penting di dalam mempengaruhi pribadi adalah
keterlibatan. Keterlibatan produk yang tinggi dan pengaruh sosial berhubungan
dengan dua cara. Pertama, keterlibatan meningkat bila pilihan yang dibuat
mempengaruhi status sosial seseorang dan penerimanya. Yang sama pentingnya,
keterlibatan yang tinggi kerap mencetuskan pencarian informasi dari orang yang
dapat dipercaya. Oleh karena itu, pengaruh pribadi merupakan sebab sekaligus hasil
dari keterlibatan yang tinggi dan jarang menjadi sangat penting bila keterlibatannya
rendah.
Dalam hal ini, kelompok acuan menjadi salah satu pertimbangan konsumen
dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk. Hal ini dilakukan oleh
konsumen karena kelompok acuan mempunyai hubungan yang dekat dan lebih sering
berinteraksi dengan konsumen. Menurut Kotler (2004: 187), kelompok acuan
merupakan seseorang yang memiliki pengaruh secara langsung (tatap muka) atau
tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang.
Menurut Sciffman dan Kanuk (2000) dalam Sumarwan (2004: 246),
mengemukakan seorang anak sebagai konsumen akan memperoleh sosialisasi dan
pengaruh baik dari anggota keluarga maupun teman-temannya, mereka akan
mempengaruhi seorang anak dalam membeli produk dan jasa, dan pemilihan merek
maupun selera terhadap suatu produk dan jasa.
Sedangkan jika kita lihat karakteristik konsumen Indonesia saat ini, dimana
pasar Indonesia masih dikuasai oleh impulse buying, yaitu pembelian yang tidak
terencana, peran kelompok acuan dalam keputusan pembelian tidak mempunyai
berpengaruh yang signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frontier
Education Division (2008), menyatakan bahwa salah satu karakter unik konsumen
Indonesia adalah tidak memiliki perencanaan dalam pembelian, sehingga dalam
mengambil keputusan untuk membeli suatu produk seorang konsumen cenderung
tergesa-gesa.
Menurut Sujoko (2005), dalam penelitian mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian bahwa kelompok acuan (teman dan keluarga)
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan pemakaian jasa
Warnet.
Sebagai obyek dalam penelitian ini adalah Global Teleshop cabang Malang.
Global Teleshop merupakan salah satu outlet resmi Nokia yang didirikan untuk
menjamin ketersediaan (availability) barang dan untuk memberikan pelayanan yang
terbaik bagi pelanggannya. Hal ini dilakukan sebagai usaha Nokia untuk lebih
mendekatkan diri pada para pengguna dan calon pengguna ponsel Nokia.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengambil judul
“PENGARUH KELOMPOK ACUAN TERHADAP KEPUTUSAN
PEMBELIAN HANDPHONE NOKIA (Survei pada Konsumen Handphone Global
Teleshop Cabang Malang)”.
B. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk menganalisis pengaruh secara simultan dari keluarga, kelompok
persahabatan dan kelompok kerja terhadap pengambilan keputusan pembelian
handphone Nokia.
2. Untuk menganalisis pengaruh secara parsial dari keluarga, kelompok
persahabatan dan kelompok kerja terhadap pengambilan keputusan pembelian
handphone Nokia.
3. Untuk menganalisis manakah keluarga, kelompok persahabatan dan kelompok
kerja yang berpengaruh dominan dalam pengambilan keputusan pembelian
handphone Nokia.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teoritis
1. Perilaku Konsumen
a. Pengertian Perilaku Konsumen
Menurut Swasta dan Handoko (2000:10), perilaku konsumen adalah
kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan
dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa termasuk didalamnya proses
pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut.
Menurut Setiadi (2005:3), perilaku konsumen adalah tindakan yang
langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan
produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli
tindakan ini.
Definisi tersebut menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah
tindakan-tindakan yang dilakukan konsumen baik individu maupun organisasi
dalam mendapatkan produk untuk dikonsumsi, yang mana tindakan tersebut
terdapat proses pengambilan keputusan yang mendahului tindakan
mengkonsumsi. Perilaku konsumen ditinjau dari tingkat keterlibatan seseorang
pada situasi pembelian. Pada keterlibatan yang berbeda akan menimbulkan
perilaku berbeda pula.
b. Kelompok Acuan
Menurut Sumarwan (2004:250), kelompok acuan (reference group) adalah
seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi
perilaku seseorang. Kelompok acuan digunakan oleh seseorang sebagai dasar
untuk perbandingan atau referensi dalam membentuk respon afektif dan
kognitif dan perilaku. Kelompok acuan akan memberikan standar dan nilai
yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam perspektif pemasaran,
kelompok acuan adalah kelompok yang berfungsi sebagai referensi bagi
seseorang dalam keputusan pembelian dan konsumsi.
Menurut Solomon (1999) dalam Prasetijo dan Ihalauw (2004:151),
kelompok acuan adalah individu atau sekelompok orang yang dianggap
memiliki relevansi yang signifikan pada seseorang dalam hal mengevaluasi,
memberikan aspirasi, atau dalam berperilaku.
Dari pernyataan di atas dapat dikatakan, kelompok acuan merupakan
individu atau kelompok yang memberikan pengaruh terhadap keputusan
pembelian produk.
2. Pengaruh Kelompok Acuan
Terdapat tiga cara dasar dimana kelompok acuan mempengaruhi pilihan
konsumen, yaitu:
a. Pengaruh Utilitarian (Normatif)
Menurut Sumarwan (2004:252), pengaruh normatif adalah pengaruh
dari kelompok acuan terhadap seseorang melalui norma-norma sosial yang
harus dipatuhi dan diikuti. Pengaruh normatif akan semakin kuat terhadap
seseorang untuk mengikuti kelompok acuan, jika ada (1) tekanan kuat untuk
mematuhi norma-norma yang ada, (2) penerimaan sosial sebagai motivasi
sosial, (3) produk atau jasa yang dibeli akan terlihat sebagai simbol dari norma
sosial.
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1994:170), pengaruh
kelompok acuan dapat diekspresikan melalui tekanan untuk tunduk pada
norma kelompok. Norma kelompok adalah harapan stabil yang dicapai
melalui konsensus berkenaan dengan kaidah perilaku untuk anggota
individual. Tekanan konformitas menjadi potensial bila ada motivasi positif
untuk mempertahankan identitas kelompok melalui kepatuhan dan motivasi
dari ancaman kekuasaan pemberian sanksi dalam bentuk ganjaran dan
hukuman.
b. Pengaruh Nilai Ekspresif
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1994:172), kelompok acuan
juga dapat melaksanakan fungsi nilai-ekspresif, di mana suatu kebutuhan akan
hubungan psikologis dengan suatu kelompok tampak jelas dengan
penerimaan norma, nilai, atau kelompok tersebut dan respon penyesuaian diri
dibuat, walaupun tidak ada motivasi untuk menjadi seorang anggota. Satu
hasil yang dikehendaki adalah menaikkan citra di mata orang lain. Hasil yang
lain adalah identifikasi dengan orang yang dikagumi dan dihormati.
c. Pengaruh Informasi
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1994:174), konsumen kerap
menerima opini orang lain sewaktu memberikan bukti yang dapat dipercaya
dan dibutuhkan mengenai realitas. Ini adalah yang paling nyata ketika sulit
untuk menilai karakter merek atau produk melalui observasi. Mereka
kemudian akan merasa pemakaiana atau rekomendasi oleh orang lain
sebagai hal yang bijaksana dan absah.
Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa seorang konsumen dapat
dipengaruhi dengan tiga cara dasar dalam pemilihan produk handphone. Pertama,
pengaruh utilitarian (normatif) yaitu pengaruh yang diberikan kelompok acuan
melalui norma sosial, pengaruh tersebut menjadi penting bagi konsumen
handphone ketika memiliki motivasi untuk mengikuti kelompok acuannya, karena
adanya keinginan untuk diterima oleh kelompok acuannya. Kedua, pengaruh nilai
ekspresif yaitu merupakan pengaruh yang diberikan kelompok acuan melalui
fungsinya, seorang kensumen membeli handphone dengan tujuan orang dapat
memandang hebat karena dapat mengoperasikannya. Dan ketiga, pengaruh
informasi adalah kelompok acuan akan mempengaruhi konsumen handphone,
karena kelompok acuan


 
Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar