1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kecil dikawasan Makam Bung Karno di Blitar (Studi Pada Lokasi Wisata Makam Bung Karno di Blitar)

Admin
SKRIPSI (Lengkap sampai daftar pustaka) : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KECIL DI KAWASAN MAKAM BUNG KARNO DI BLITAR




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
      Makam Bung Karno merupakan makam Proklamator Indonesia, dan merupakan tempat rekreasi yang bertemakan pendidikan karena disana terdapat bangunan perpustakaan yang megah dan lengkap, disamping itu kita juga bisa mengetahui sejarah dan dapat mengenang jasa para pahlawan dengan berziarah ke makam Bung Karno. Selama ini belajar dan rekreasi dianggap dua aktifitas yang bertolak belakang, yang satu menuntut serius dan konsentrasi, sedangkan yang lain identik santai dan bersenang-senang.
      Keberadaan pariwisata  dan pedagang kecil sangat memegang peranan yang penting. Disebut penting terutama dalam perciptaan kesempatan kerja seperti yang diungkapkan oleh Hidayat (1988) sebagai berikut: pertama, bahwa sektor ini mempunyai daya serap tenaga kerja, terutama unskilled, yang relatif besar. Kedua, bahwa sektor ini juga memberi kontribusi  terhadap regional kota bahkan juga pendapatan nasional.
      Dari pendapatan tersebut, dapat dipastikan bahwa keberadaan sektor informal pedagang kecil mempunyai andil yang cukup berarti dalam memberikan penghasilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kota. Dalam sektor informal pedagang berkembang dengan pesat, tidak terkecuali tumbuhnya pedagang kecil, yang secara kuantitatif jumlahnya semakin hari semakin banyak, meskipun menghadapi era perdagangan modern. 
Menurut C. Supartomo dan Edi Rusdiyanto, (2001) pendapatan pada sektor informal khususnya pendapatan PKL sangat heterogen dan berkaitan erat dengan jenis barang yang diperdagangkan serta modal yang dimiliki oleh pedagang tersebut.
Disini Henry Simons mendefinisikan pendapatan secara luas yang dipengaruhi oleh transfer, pendapatan dari harta kekayaan yang dimiliki dan pendapatan dari jasa-jasa yang diberikan. Dengan demikian berarti bahwa pendapatan seseorang berasal dari berbagai sumber yang diperoleh melalui pengorbanan sumber-sumber produktif.
Menurut Poerwadarminta (1986) yang dimaksud dengan pendapatan adalah:
1)      Hasil pencaharian (usaha dan sebagainya).
2)      Suatu yang didapatkan (dibuat dan sebagainya yang sedianya belum ada).
            Penjelasan mengenai pendapatan menurut Abdurrahman (1991) adalah:
   ”Uang, barang-barang materi atau jasa-jasa yang diterima selama suatu jangka waktu tertentu biasanya merupakan hasil dari pemakaian kapital, pemberian jasa-jasa perseorangan atau kedua-duanya”.   

Permasalahan pokok yang dihadapi sebagian besar pedagang kecil di kota Blitar merupakan sebuah persoalan yang kini menjadi fenomena sosial. Banyak kendala, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari internal pedagang kecil, seperti kondisi fisik yang tidak memungkinkan, keterbatasan modal,  keterbatasan pendidikan maupun minimnya pendapatan yang diperoleh, tetapi permasalahan yang dihadapi pedagang kecil seperti banyaknya pesaing, kondisi krisis yang tidak kunjung usai, maupun musibah yang akhir-akhir ini bertubi-tubi melanda negara, sehingga dalam hal ini mempengaruhi para pedagang kecil dalam mengembangkan usahanya yang secara langsung mempengaruhi pada pendapatan yang mereka terima. Selain itu para PKL juga harus menghadapi bentuk-bentuk kebijakan pemerintah daerah Blitar.
Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai masalah pendapatan yang dihasilkan pedagang-pedagang kecil di kawaan makam bung karno di kawasan Blitar. Oleh karena itu peneliti mengambil judul.”Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kecil di Kawasan Makam Bung Karno di Blitar.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

B. Rumusan Masalah.
      Dari latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya  dapat ditarik adanya beberapa permasalahan yang akan dibahas dan diteliti lebih lanjut. Masalah-masalah tersebut anatara lain:
1.   Apakah Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kecil (usia, tingkat pendidikan, jam kerja, pengalaman kerja), di kawasan Wisata Makam Bung Karno  Ada pengaruh secara simultan.
2.   Faktor-faktor manakah (usia, tingkat pendidikan, jam kerja, pengalaman kerja), berpengaruh dominan secara dominan secara parsial.

C. Tujuan penelitian.
            Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah:
1.   Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan   pedagang kecil  . (usia, tingkat pendidikan, jam kerja, pengalaman kerja), berpengaruh secara simultan.
2.      Untuk mengetahui Faktor-faktor (usia, tingkat pendidikan, jam kerja, pengalaman kerja), berpengaruh dominan secara secara parsial.


D. Batasan Penelitian.
            Penelitian ini difokuskan pada pedagang kecil yang berupa pedagang sovvenir dan pedagang makanan, karena peneliti menganggap pedagang tersebut yang paling banyak populasinya di kawasan tersebut.

E. Manfaat Penelitian .
            Adapun manfaat yang diharapkan dalam peneliti ini adalah:
1.    Pemerintah setempat.         
       Sebagai sambungan pemikiran dan informasi bagi pembuat kebijakan terutama pemerintah daerah sehubungan dengan keberadaan pedagang kecil.
2.    Bagi Pedagang Kecil.         
       Sebagai sumbangan pemikiran terhadap pihak pedagang kecil terutama mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan PKL, agar pendapatannya lebih bisa ditingkatkan.
3.    Bagi  Akademi.                                  
       Sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya baik dari segi pandangan maupun pengetahuan yang berhubungan  dengan masalah  yang serupa.
4.    Bagi peneliti.
Diharapkan dapat membawa keilmuan, khususnya mengenai faktor-faktor pendapatan.





BAB II
KAJIAN TEORI
A. PENELITIAN TERDAHULU
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan untuk mengetahui relevansi dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan, dapat dilihat pada tabel berikut:                                              TABEL 2.1
                                    Tabel Penelitian Terdahulu
No
Keterangan
Dony Wahyu Indrianto
Tulus Haryono dan Supriono
Salehuddin Riyadi dan Imam Subekti
1
Tahun
2001
2001
1998
2
Judul
Analisis Beberapa Variabel Yang Berpengaruh Pada Tingkat Kinerja Pedagang Kecil di Pasar Johor Jember Kabupaten Jember
Ketergantungan Usaha Pedagang-Pedagang Kecil dengan Lembaga Terkait di Kotamadya Surakarta
Analisa Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Usaha                                 Pedagang Eceran di Kota Blitar
3
Metode Penelitian
Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif
Tekanik analisis data yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif
Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif
5
Sampel
33 Responden
70 Responden
40 Responden
4
Hasil
Hasil Analisisnya Sebagai Berikut:
Pekerja PKL di pasar johor kabupaten jember dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan dan modal.
Hasil analisisnya sebagai berikut:
Pendapatan PKL dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah biaya produksi dan ketergantungan usaha dengan lembaga
Hasil analisisnya sebagai berikut:
Kinerja PKL pedagang eceran di kota Blitar dipengaruhi oleh usia, status perkawinan, jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, jam kerja, pengalaman kerja dan jumlah pegawai
Sumber: Dony Wahyu Indrianto (2001), Tulus Haryono dan Supriono (2001), Salehuddin Riyadi dan Imam Subekti (1998)

Penelitian terdahulu pada tabel di atas menjadi acuan penelitian yang akan dilakukan. Dengan persamaan diantaranya sebagai berikut:
  1. Alat analisis yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda,  varian hasil yang diharapkan dari hasil pengamatan, jenis penelitian yang dipakai yaitu eksplanatori (penjelasan), Teknik Pengumpulan Data : Metode Kepustakaan, Metode Observasi, Metode Wawancara, metode pengambilan sampel adalah purposive proportional non random sampling.
  2. Populasi yang digunakan adalah para pedagang kecil disekitar tempat objek penelitian, anlisis data menggunkan kuantitatif.
Perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu yaitu  terletak pada jumlah sampel yang diteliti dan pada obyek penelitian, yang membuat unik pada penelitian ini adalah obyek yang diteliti yaitu  makam seorang Presiden RI yang pertama.

B. KAJIAN TEORI
1. Pengertian Pariwisata
            Kalau ditinjau dari sudut bahasa atau dikaji secara etimologis, maka kata pariwisata berasal dari bahasa sanskerta, sebagaimana dikemukakan oleh Yoeti (1996:112) bahwa :
            “Pariwisata berasal dari dua suku kata yaitu Pari dan Wisata, pari yang berarti banyak, berkali-kali berputar-putar lengkap, dan wisata yang berarti: perjalanan atau bepergian. Atas dasar itulah maka pariwisata dapat diartikan sebagai suatu perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari satu tempat ketempat lainnya”.

            Sejalan dengan pendapat diatas Pendit(1987:10) menyatakan bahwa:
“Pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ketempat lainnya yang bersifat sementara, yang dilakukan secara perorangan atau kelompok sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dalam lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu”.

Pada dasarnya pariwisata tersebut selalu terkait dengan aspek-aspek atau faktor-faktor lain, seperti aspek-aspek kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan konsep Dirjen Pariwisata (1989:3) yang dikaitkan dengan aspek-aspek kehidupan masyarakat, yaitu:
“Pariwisata merupakan seluruh kegiatan wisatawan dalam perjalanan dan persinggahan, sementara dengan motivasi yang beraneka ragam yang menimbulkan permintaan akan barang, jasa dan seluruh kegiatan yang dilakukan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat di daerah atau Negara tujuan wisata, yang dalam proses secara keseluruhan menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik, dan hankam nasional untuk dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa dan Negara”.

Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait dengan bidang tersebut. Sesuai dengan Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam: 
 a. Usaha Jasa Pariwisata terdiri dari:
1.      Jasa Biro Perjalanan Wisata
2.      Jasa Agen Perjalanan Wisata
3.      Jasa Pramuwisata
4.      Jasa Konvensi,Perjalanan Insentif dan Pameran
5.      Jasa Impresariat
6.      Jasa Konsultan Pariwisata
7.      Jasa Informasi Pariwisata
b. Usaha Obyek dan Daya Tarik Wisata dikelompokkan dalam:
1. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam
2. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya
3. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus
            c. Usaha Saran Pariwisata dikelompokkan dalam:
   1. Penyediaan Akomodasi
   2. Penyediaan Makanan dan Minuman
   3. Penyediaan Angkutan Wisata
   4. Penyediaan Sarana Wisata Tirta
   5. Penyediaan Kawasan Pariwisata
            Sesuai Ketentuan, batasan pengertian dari masing-masing bidang usaha:
a.       Usaha Jasa Pariwisata
1.      Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk melakukan perjalanan dengan tujuan utama berwisata
2.      Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang menyelengarakan    usaha perjalanan yang bertindak sebagai perantara didalam menjual atau mengurus jasa untuk mengurus perjalanan.
3.      Usaha jasa Pramuwisata adalah kegiatan usaha  bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinir, dan menyediakan tenaga pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata.
4.      Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah usaha dengan pokok memberikan jasa pelayanan bagi satu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan, usahawan dan cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
5.      Jasa Impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun mengembalikan atau menentukan tempat, waktu dan jenis hiburan.
6.      Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang mulai timbul dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang telah diakui serta disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli profesional
7.      Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi, penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.
b.      Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata:
1. Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata.
2.   Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan usaha seni budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata



Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar