JUDUL SKRIPSI : APLIKASI MANAJEMEN ORGANISASI PADA KOMUNITAS SUPORTER UNTUK MENUJU SUPORTER TELADAN PADA AREMANIA KORWIL KAMPUS PUTIH UMM

Admin
APLIKASI MANAJEMEN ORGANISASI PADA KOMUNITAS SUPORTER UNTUK MENUJU SUPORTER TELADAN PADA AREMANIA KORWIL KAMPUS PUTIH UMM (LENGKAP SAMPAI DP)

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kompetisi sepak bola tanah air berkembang semakin signifikan dan
menjadi olah raga paling digemari oleh mayoritas penduduk Indonesia yang
berjumlah lebih dari 200 juta jiwa. Sepak bola saat ini tidak hanya menjadi
bagian dari cabang olah raga saja, melainkan telah menjelma sebagai suatu
entertainment atau hiburan dan juga lahan bisnis potensial. Berbagai macam
perusahan seakan-akan berlomba menjadi penyandang dana bagi sebuah klub
sepak bola ataupun hanya sekedar ikut berkecimpung di dalamnya dengan
harapan produk atau perusahaan mereka dapat dikenal oleh konsumen yang
tidak lain adalah suporter, dimana hal ini merupakan promosi yang dapat
memberikan keuntungan.
Lahirnya Ligina menunjukkan klub-klub yang berasal dari perserikatan
ternyata lebih dominan. Terlebih setelah lahirnya otonomi daerah yang memberi
kesempatan kepada daerah untuk mengelola keuangannya sendiri secara lebih
mandiri. Terbukti klub-klub yang disokong oleh APBD cenderung mendominasi
Liga Indonesia. Banyak kecenderungan kepala daerah dijadikan sebagai ketua
umum tim yang berasal dari Pemda sehingga terjadi proses simbiosis
mutualisme. Di satu sisi klub bisa memperoleh dana APBD lewat ’jalan tol’, di
sisi lain kepala daerah bisa memperoleh peningkatan popularitas di kalangan
suporter sebagai modal untuk pemilu terlebih bila klub-nya meraih prestasi yang
menggembirakan (Radar Banten, 2006).
Harus diakui klub sepakbola bagi pemerintah daerah lebih dianggap
sebagai unit cost dibandingkan unit profit oleh karenanya dibutuhkan biaya
yang tidak sedikit. Banyak jalan yang bisa dilakukan berupa pembiayaan lewat
APBD, penyertaan dana dari perusahaan, swastanisasi maupun penjualan saham
seperti banyak dilakukan oleh negara yang telah menjadikan sepakbola sebagai
industri. Dari 36 tim yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia (LI) XIII 2007,
sebanyak 32 tim didanai APBD. Sedang empat tim yang pendanaannya murni
dari swasta adalah Arema Malang, PKT Bontang, Semen Padang, dan Pelita Jaya
Purwakarta (Radar Banten, 2006).
Keberadaan klub sepak bola yang ikut meramaikan iklim sepak bola
nasional juga diikuti oleh dukungan dari pihak masyarakat daerah dimana
kesebelasan itu berasal atau lebih dikenal degan sebutan suporter. Setiap klub
pasti memiliki suporter fanatik yang siap memberikan dukungan baik moril
maupun materiil kepada tim pujaannya. Dengan adanya suporter dapat
memberikan suasana pertandingan lebih hidup, semarak, dan nuansa gregetnya
jadi lebih seru. Bisa diibaratkan keberadaan suporter adalah bumbu dari suatu
masakan, tanpa adanya bumbu yang tercampur maka rasa masakan itu akan
menjadi hambar. Begitu pula pertandingan sepak bola, jika tidak ada yang
menonton yaitu disaksikan suporter maka dapat dipastikan nuansa
pertandingan jadi kurang menarik.
Banyaknya klub peserta liga di negeri ini tentu berdampak pada pada
jumlah komunitas suporter yang ada. Tidak jarang hal ini dapat menimbulkan
adanya gesekan antar suporter diakibatkan rasa fanatik berlebihan yang
diberikan kepada klub kesayangannya. Kadang hanya bermula dari masalah
sepele yaitu saling membalas sautan justru dapat timbul perkelahian ataupun
kerusuhan yang bisa terjadi di dalam maupun luar stadion tempat jalannya
pertandingan.
Telah banyak contoh kasus bentrokan antar suporter maupun tindakan
holiganisme atau anarkisme yang mewarnai hampir di setiap pertandingan Liga
Indonesia. Holiganisme sendiri diartikan sebagai suatu tindakan kerusuhan
suporter sepak bola diwarnai dengan tindakan-tindakan kriminal yang dapat
terjadi sebelum ataupun sesudah sebuah pertandingan bola (Brontakzine.com).
Salah satu contoh perilaku buruk suporter tanah air adalah aksi brutal suporter
Persebaya Surabaya yang mengatasnamakan dirinya Bonek pada lanjutan
kompetisi Copa Indonesia II tahun 2006, dimana pertandingan second leg antara
tuan rumah Persebaya Surabaya menghadapi Arema Malang terpaksa harus
dihentikan akibat ketidakpuasan Bonek terhadap hasil pertandingan yang mana
tim pujaannya gagal lolos dan tersingkir dari Copa Indonesia.
Anarkisme Bonek sangat disayangkan karena tidak hanya mereka
merusak fasilitas yang ada di dalam stadion Tambak Sari Surabaya tetapi juga
membakar beberapa mobil, seperti mobil Suzuki APV milik stasiun ANTV,
sebuah kijang milik Marinir TNI AL dan sebuah Daihatsu mereka bakar habis.
Bahkan truk pembawa parabola satelit untuk siaran langsung TV milik Telkom
tak luput dari aksi pembakaran (Husnun, 2007:107). Ini merupakan kasus
kerusuhan suporter terbesar diakhir tahun 2006 yang memaksa badan otoritas
tertinggi sepak bola Indonesia (PSSI) memberikan sanksi cukup tegas terhadap
Bonek maupun Persebaya Surabaya. PSSI melarang Persebaya menggelar
pertandingan di Surabaya untuk beberapa pertandingan pada kompetisi
berikutnya. Begitu pula dengan suporternya yang dilarang menonton jika
Persebaya Surabaya bertanding baik di dalam ataupun di luar Surabaya dan
memakai atribut Bonek jika mendukung tim kesayangannya.
Justru yang menjadi fenomena suporter di Indonesia adalah adanya salah
satu kelompok suporter yang menjadi perbincangan hangat dan diakui menjadi
pelopor suporter terbaik tanah air, bahkan pujianpun dilontarkan oleh beberapa
media cetak atau elektronik di luar negeri. Kelompok itu tidak lain adalah
Aremania yaitu pendukung klub sepak bola Arema Malang. “Aremania tidak
kemana-mana tetapi ada dimana-mana”, itulah salah satu semboyan kelompok
ini. Keunikan, kekreatifitasan, kekompakan, dan kedewasaan Aremania dalam
mendukung tim kesayangannya memberikan gaya tersendiri yang menimbulkan
pengaruh positif kelompok suporter lain di Indonesia.
Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darusalam Tabusalam
mengatakan bahwa jika berbicara pendukung (suporter), tidak ada satupun tim
di Indonesia yang memiliki pendukung setia seperti Arema dengan
Aremanianya. Para Aremania memiliki kesetiaan yang tinggi kepada tim
kesayangannya. Kemana saja tim kesayangannya main, meraka berusaha untuk
menyaksikan (Husnun, 2007:xii).
Walaupun Aremania pernah menyandang predikat suporter terbaik,
bukan berarti tanpa melalui ujian ataupun cobaan. Dimana noda hitam kembali
mencoreng wajah sepak bola Indonesia pada saat terjadi aksi kerusuhan yang
dilakukan oknum suporter Aremania pada saat laga Arema melawan Persiwa
Wamena pada tanggal 16 Januari 2008, dalam pelaksanaan delapan besar Liga
Djarum Indonesia (LDI) grup A di Stadion Brawijaya Kediri.
Aksi brutal oknum Aremania ini bermula dari ketidakpuasan terhadap
kepemimpinan wasit yang menganulir tiga gol Arema Malang. Aremania
merasa tim kesayangannya dipermainkan sehingga berakibat meletusnya
kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur stadion yang berada di
Kota Kediri.
Hal ini berdampak dengan Aremania yang dikenal sangat sportif juga
kena getah. Gara-gara oknum suporter liar, Aremania yang sangat menjunjung
fair play dihukum selama tiga tahun dilarang mendukung dan memakai atribut
pada saat mendukung tim Arema Malang, meskipun hukuman ini masih dapat
dikurangi menjadi sanksi paling ringan yaitu tiga bulan dengan masa percobaan
enam kali pertandingan. Artinya, bila dalam enam kali pertandingan suporter
tidak melakukan kerusuhan, maka suporter tersebut dapat dibebaskan dari Namun, bila dalam masa percobaan suporter kembali melakukan
kerusuhan, hukuman tiga bulan plus sanksi tambahan bisa diterapkan (Jawa
Pos, 2008).
Atas kejadian di atas, maka diperlukan manajemen organisasi bagi
kelompok suporter agar pengaturan dan pengorganisasian terhadap para
suporter dapat menjadi lebih baik. Manajemen sendiri mempunyai arti ilmu dan
seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber
lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu (Hasibuan,
2001:2). Jika kelompok suporter memiliki manajemen organisasi yang baik, maka
akan lebih mudah mengatur ratusan atau bahkan ribuan anggotanya yang
berada di dalam maupun di luar stadion karena segala bentuk informasi telah
mereka dapatkan dari koordinasi yang telah dilakukan.
Terlepas terjadinya insiden ‘Brawijaya Membara’, Kapolresta Kediri,
AKBP Putu Jayan DP memuji Aremania. Menurut dia, Aremania tetap pantas
mendapat apresiasi karena mereka tidak memusuhi polisi (Malang Pos, 2008).
Keunikan dari Aremania tercermin dari tidak adanya ketua formal dan
merupakan satu-satunya komunitas suporter Liga Indonesia yang tidak
memiliki ketua. Jumlah Aremania yang mancapai puluhan ribu ternyata mampu
dikoordinir dengan baik baik oleh beberapa korwil atau koordinator wilayah
yang ada dibeberapa kecamatan atau kelurahan di Malang Raya. Aremania
sendiri memiliki kekreatifitasan dan kekompakan yang luar biasa dalam
mendukung tim Arema di setiap laganya, apalagi jika laga tersebut dimainkan di
kandang sendiri, maka hukumnya Arema wajib memenangkan pertandingan
tersebut.
Kekreatifitasan dan kekompakan Aremania dalam mendukung tim
kesayangannya sudah tidak diragukan lagi, bahkan Aremania mendapatkan
apresiasi khusus dari PSSI dengan memberikan penghargaan pada kelompok
suporter ini. Penghargaan ini merupakan kali kedua yang diterima Aremania.
Sebelumnya mereka mendapat penghargaan sebagai suporter terbaik dari Ketua
Umum PSSI kala itu, Agum Gumelar. Dengan demikian, Aremania merupakan
satu-satunya kelompok suporter di Indonesia yang mendapatkan penghargaan
terbaik sampai dua kali (Husnun, 2007:92).
Bahkan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, Adhyaksa Dault sampai
memberikan himbauan dan masukan agar para pengurus klub dan supoternya
bisa belajar dari Aremania, bagaimana mengelola suporter yang baik (Husnun,
2007:ix).
Tabel 1.1
Rekomendasi Korwil Aremania
NAMA ALAMAT TELP
PS. Arema
Cak Noer
Amin
Jl. Panderman 2 A Malang
Jl. Karanglo Sekar Gadung 5 No.
20 Malang
Jl. Jodipan Wetan GG I/24
551462
475457/ 7807966
356543
Hadi Ponco Jl. Kol. Sugiono III C No. 30 RT
12/RW 04
346402
Dari beberapa hal di atas, peneliti ingin meneliti ”APLIKASI
MANAJEMEN ORGANISASI PADA KOMUNITAS SUPORTER UNTUK
MENUJU SUPORTER TELADAN PADA AREMANIA KORWIL KAMPUS
PUTIH UMM” sebagai judul karena Korwil Kampus Putih UMM dianggap
sebagai salah satu korwil terbaik dan tidak semua korwil Aremania yang
berjumlah lebih dari 125 korwil yang tersebar di wilayah Malang Raya memiliki
organisasi yang jelas. Hal ini berdasarkan saran dan rekomendasi dari beberapa
ketua koordinator wilayah (korwil) seperti tercantum pada tabel di atas.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, tentang Aremania yang
mampu menjadi suporter teladan di tanah air Indonesia, maka dapat
diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana penerapan manajemen organisasi Aremania pada Korwil
Kampus Putih UMM ?
2. Bagaimana peranan Aremania Korwil Kampus Putih UMM dalam
mendukung tim Arema Malang ?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mendeskripsikan penerapan manajemen organisasi Aremania pada
Korwil Kampus Putih UMM.
2. Untuk mendeskripsikan peranan Aremania Korwil Kampus Putih UMM
dalam mendukung tim Arema Malang.
D. BATASAN PENELITIAN
Penerapan manajemen organisasi yang akan diteliti dan dibahas adalah
mengenai fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian) Aremania Korwil Kampus Putih UMM,
dimana merupakan salah satu korwil yang mendukung kelompok suporter
Aremania mampu memperoleh prestasi menjadi suporter teladan.
E. MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Penulis
Sebagai sarana dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu
pengetahuan yang di dapat dalam bidang sumber daya manusia,
khusunya mengenai manajemen organisasi.
2. Bagi Dunia Akademis
Memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dalam bidang sumber daya manusia, khususnya mengenai
manajemen organisasi.
3. Bagi Lembaga/ Instansi/ Organisasi
Memberikan masukan tentang manajemen organisasi, terutama
pada Aremania agar mampu menjaga dan meningkatkan kekreatifitasan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. KAJIAN EMPIRIS
1. Hasil Penelitian Terdahulu
Di dalam hasil penelitian yang dilakukan Haris Thofly, SH Mhum pada
tahun 2007 dengan judul “Aremania Pelopor Penciptaan Multi Peran Suporter
Indonesia”, mengungkapkan bahwa sejak suporter Aremania memperoleh
predikat sebagai suporter terbaik di tanah air, daya tarik atau pesona pesta olah
raga rakyat ini tidak lagi hanya ingin menyaksikan kehebatan para pemain di
tengah lapangan. Tetapi lebih dari itu, mereka juga ingin menonton kreativitas
dan apresiasi seni suporter.
Aksi atraktif suporter Aremania sungguh menarik dan indah. Tidak
hanya menyanyi, tetapi gerakan-gerakan atraktif berupa konfigurasi tarian dan
dekorasi spanduk warna-warni. Artinya, kehebatan Aremania adalah mampu
merubah makna tontonan bola, yang sebelumnya hanya sekedar ingin
menyaksikan keindahan teknik dan strategi pemain di lapangan, sekarang
merupakan alat pemenuhan kebutuhan psikologi berupa kepuasan menikmati
suatu pagelaran aksi kreativitas dan atraksi para suporter di stadion.
Penilaian di atas bukan
sanksi.

Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar