Kompresi File Wave Dengan Algoritma Huffman (Dengan Source Code)

Admin

Kompresi File Wave Dengan Algoritma Huffman (Lengkap sampai daftar pustaka) 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Salah satu file format suara yang banyak dipakai dalam sistem operasi Windows adalah format Wave (*.WAV). Format ini banyak digunakan untuk keperluan game dan multimedia. Wave sebenarnya merupakan format kasar (raw format) dimana signal suara langsung direkam dan dikuantisasi menjadi data digital. Format dasar dari file ini secara default tidak mendukung kompresi dan dikenal dengan nama PCM (Pulse Code Modulation).
Jika direkam suatu lagu sekualitas CD Audio menggunakan sampling rate 44,1 kHz, 16 bit per sample, 2 kanal (stereo), maka total media yang diperlukan untuk menyimpan data audio ini per detik adalah 176.400 byte sehingga untuk durasi 1 menit diperlukan 10,584 MB. Jika rata-rata durasi satu lagu selama 5 menit, maka dibutuhkan tempat lebih dari 50 MB untuk menyimpan data audio lagu tersebut. Ini tentunya sangat memboroskan media penyimpanan seperti hard disk meskipun saat ini telah tersedia kapasitas hard disk yang besar. Masalah tersebut dapat diatasi bila file Wave tersebut dikompresi untuk mengurangi ukurannya.
Beranjak dari masalah ini, maka akan dibuat sebuah perangkat lunak yang dapat melakukan kompresi pada file Wave sekaligus mampu memainkan kembali file Wave terkompresi tersebut. Maka dalam Tugas Akhir ini penulis mengambil judul “Kompresi File Wave Dengan Algoritma Huffman
1. 2      Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang pemilihan judul di atas, maka yang menjadi masalah dalam Tugas Akhir ini adalah merancang suatu perangkat lunak yang dapat melakukan kompresi pada file Wave dengan algoritma Huffman dan bagaimana cara memainkan kembali file Wave yang telah terkompresi tersebut.

1. 3      Tujuan Dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah:
1.         Untuk mengetahui cara kerja dari algoritma Huffman yang dipakai dalam kompresi  dan dekompresi  file Wave.
2.         Untuk menghasilkan sebuah perangkat lunak yang dapat melakukan kompresi dan dekompresi pada  file Wave dengan input berupa sebuah  file Wave serta sebagai player file Wave.
Manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini adalah
1.                  Output dari perangkat lunak ini meliputi file Wave yang terkompresi sehingga menghemat kapasitas media penyimpan karena pada suatu file Wave banyak terdapat redudansi data serta untuk mempersingkat waktu transmisi sewaktu file tersebut dikirim atau di-download melalui jaringan Internet.
2.                  Perangkat lunak ini dapat berfungsi sebagai player alternatif untuk file Wave yang terkompresi karena player audio yang umum tidak mendukung  file Wave yang terkompresi.


1. 4      Pembatasan Masalah
Oleh karena besarnya permasalahan dan keterbatasan waktu serta pengetahuan penulis maka agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan  dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut:
1.         File Input hanya berupa file format Wave.
2.         Program tidak dapat melakukan pengubahan jumlah kanal (channel), bit per sample, dan sampling rate file Wave
3.         Program dapat memainkan kembali file Wave terkompresi tersebut dengan pilihan Play, Stop, dan Pause.
4.         Perancangan dan pembuatan perangkat lunak ini menggunakan bahasa Microsoft Visual Basic 6.0

1. 5      Metodologi Penyelesaian Masalah
Untuk menyelesaikan masalah yang ada, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu:
1.   Melakukan pengumpulan berbagai data dan informasi yang berkaitan dengan struktur file Wave dan algoritma Huffman untuk mendukung perangkat lunak yang akan dirancang penulis
2.   Merancang antarmuka pemakai (user interface)
3.   Langkah penyelesaian program dimulai dari membaca file Wave untuk mengambil informasi dari file tersebut, mengambil chunk data pada file Wave, melakukan kompresi pada chunk data tersebut dan terakhir menulis kembali hasil data terkompresi tersebut beserta informasi file Wave tersebut ke dalam bentuk file Wave tersebut.
4.   Menulis kode  program dalam bahasa Visual Basic
5.   Melakukan berbagai pengujian pada perangkat lunak yang dirancang dan memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam aplikasi


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Pengertian Audio Digital
            Suara yang kita dengar sehari-hari adalah merupakan gelombang analog. Gelombang ini berasal dari tekanan udara yang ada di sekeliling kita, yang dapat kita dengar dengan bantuan gendang telinga. Gendang telinga ini bergetar, dan getaran ini dikirim dan diterjemahkan menjadi informasi suara yang dikirimkan ke otak, sehingga kita dapat mendengarkan suara. Suara yang kita hasilkan sewaktu berbicara berbentuk tekanan suara yang dihasilkan oleh pita suara. Pita suara ini akan bergetar, dan getaran ini menyebabkan perubahan tekanan udara, sehingga kita dapat mengeluarkan suara.
            Komputer hanya mampu mengenal sinyal dalam bentuk digital. Bentuk digital yang dimaksud adalah tegangan yang diterjemahkan dalam angka “0” dan “1”, yang juga disebut dengan istilah “bit”. Tegangan ini berkisar 5 volt bagi angka “1” dan mendekati 0 volt bagi angka “0”. Dengan kecepatan perhitungan yang dimiliki komputer, komputer mampu melihat angka “0” dan “1” ini menjadi kumpulan bit-bit dan menerjemahkan kumpulan bit-bit tersebut menjadi sebuah informasi yang bernilai.
            Bagaimana caranya memasukkan suara analog ini sehingga dapat dimanipulasi oleh peralatan elektronik yang ada? Alat yang diperlukan untuk melakukan ini adalah transducer. Dalam hal ini, transducer adalah istilah untuk menyebut sebuah peralatan yang dapat mengubah tekanan udara (yang kita dengar sebagai suara) ke dalam tegangan elektrik yang dapat dimengerti oleh perangkat elektronik, serta sebaliknya. Contoh transducer adalah mikrofon dan speaker. Mikrofon dapat mengubah tekanan udara menjadi tegangan elektrik, sementara speaker melakukan pekerjaan sebaliknya.
            Tegangan elektrik diproses menjadi sinyal digital oleh sound card. Ketika Anda merekam suara atau musik ke dalam komputer, sound card akan mengubah gelombang suara (bisa dari mikrofon atau stereo set) menjadi data digital, dan ketika suara itu dimainkan kembali, sound card akan mengubah data digital menjadi suara yang kita dengar (melalui speaker), dalam hal ini gelombang analog. Proses pengubahan gelombang suara menjadi data digital ini dinamakan Analog-to-Digital Conversion (ADC), dan kebalikannya, pengubahan data digital menjadi gelombang suara dinamakan Digital-to-Analog Conversion (DAC).
            Proses pengubahan dari tegangan analog ke data digital ini terdiri atas beberapa tahap yang ditunjukkan pada Gambar 2.1, yaitu:
1.   Membatasi frekuensi sinyal yang akan diproses dengan Low Pass Filter.
2.      Mencuplik sinyal analog ini (melakukan sampling) menjadi beberapa potongan waktu.
3.      Cuplikan-cuplikan ini diberi nilai eksak, dan nilai ini diberikan dalam bentuk data digital.



 



Gambar 2.1  Konversi Sinyal Analog ke Digital
Proses sebaliknya, yaitu pengubahan dari data digital menjadi tegangan analog  juga terdiri atas beberapa tahap, yang ditunjukkan pada gambar 2.2, yaitu:
1.      Menghitung data digital menjadi amplitudo-amplitudo analog.
2.      Menyambung amplitudo analog ini menjadi sinyal analog.
3.      Memfilter keluaran dengan Low Pass Filter sehingga bentuk gelombang keluaran menjadi lebih mulus.


 




Gambar 2.2   Konversi Sinyal Digital ke Analog
Proses pengubahan sinyal analog menjadi digital harus memenuhi sebuah kriteria, yaitu kriteria Nyquist. Kriteria ini mengatakan bahwa untuk mencuplik sebuah sinyal yang memiliki frekuensi X Hertz, maka harus mencupliknya minimal dua kali lebih rapat, atau 2X Hertz. Jika tidak, sinyal tidak akan dapat dikembalikan ke dalam bentuk semula.
 
 


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar