Perangkat Lunak Simulasi Pengontrolan Kesalahan dengan Metode ARQ ( Dengan source code)

Admin

Perangkat Lunak Simulasi Pengontrolan Kesalahan dengan Metode ARQ (lengkap sampai daftar pustaka) 

BAB I


PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Dalam komunikasi data, pengontrolan kesalahan berkaitan dengan mekanisme untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada pentransmisian frame. Data dikirim sebagai deretan frame, frame tiba sesuai dengan perintah yang sama saat dikirim, dan masing – masing frame yang ditransmisikan mengalami perubahan dan sejumlah variabel penundaan sebelum mencapai receiver (penerima). Kesalahan yang mungkin terjadi adalah hilangnya frame (sehingga frame gagal diterima receiver) dan rusaknya frame (frame diakui telah tiba, namun beberapa bit mengalami kesalahan, sehingga dibuang oleh receiver).

            Secara umum, teknik yang paling umum untuk mengontrol kesalahan adalah pendeteksian kesalahan, balasan positif (mengembalikan balasan positif untuk frame bebas-kesalahan yang diterima dengan baik), retransmisi setelah waktunya habis (sumber melakukan retransmisi frame yang belum dibalas setelah beberapa saat tertentu) dan balasan negatif dan retransmisi (mengembalikan balasan negatif kepada frame yang dideteksi mengalami kesalahan. Sumber melakukan retransmisi terhadap frame yang rusak). Mekanisme pengontrolan kesalahan ini disebut sebagai Automatic Repeat Request (ARQ). Efek ARQ ini adalah mengubah jalur data yang tidak andal menjadi andal. Tiga metode ARQ yang sudah distandarisasikan adalah Stop-and-Wait ARQ, Go-Back-N ARQ dan Selective-Reject ARQ.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk merancang suatu perangkat lunak yang mampu mensimulasikan proses kerja metode ARQ. Oleh karena itu, penulis mengambil tugas akhir (skripsi) dengan judul ‘Perangkat Lunak Simulasi Pengontrolan Kesalahan dengan Metode ARQ’.

1.2       Perumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang pemilihan judul, maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana membuat simulasi pengontrolan kesalahan dengan metode ARQ dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.

1.3       Tujuan dan Manfaat
            Tujuan penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang mampu mensimulasikan metode ARQ dalam mengontrol kesalahan pada proses pengiriman data.
Manfaat dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mempelajari dan membantu pemahaman tentang metode ARQ dalam mengontrol kesalahan pada proses pengiriman data.




1.4       Pembatasan Masalah
Karena keterbatasan waktu dan pengetahuan penulis, maka ruang lingkup permasalahan dalam merancang perangkat lunak ini antara lain :
  1. Metode ARQ yang disimulasikan dibatasi 3 buah, yaitu Stop-and-Wait ARQ, Go-Back-N ARQ dan Selective-Reject ARQ.
  2. Satuan yang digunakan di dalam perangkat lunak adalah tick, yang merupakan satuan waktu terkecil di dalam komputer.
  3. Input perangkat lunak berupa,
    1. Waktu transmisi satu frame (dalam tick).
    2. Waktu transmisi / balasan (dalam tick).
    3. Kecepatan perambatan (lambat, sedang atau cepat).
    4. Interval waktu ‘timeout’ pada pencatat waktu sumber (dalam tick).
    5. Jumlah frame yang akan ditransmisikan.
    6. Gangguan yang muncul pada proses pentransmisian frame atau balasan (berupa opsi yang dapat dipilih).
  4. Skala waktu perangkat lunak dapat diatur (1 tick dalam perangkat lunak mewakili x milisekon dalam kenyataan).
  5. Perangkat lunak mencatat setiap proses yang terjadi ke dalam sebuah log / history. Log dapat dicetak ke printer atau disimpan dalam bentuk file.
  6. Pada Go-Back-N ARQ dan Selective-Reject ARQ, perangkat lunak juga mensimulasikan flow control jendela penggeseran baik dari perspektif pengirim maupun dari perspektif penerima.
  7. Sistem pengiriman frame akan dimatikan apabila terjadi ‘time-out‘ sebanyak 10 kali berturut-turut.

1.5       Metodologi Penyelesaian
            Langkah – langkah pembuatan perangkat lunak ini antara lain :
a.                   Membaca dan mempelajari buku – buku yang berhubungan dengan metode ARQ.
b.                  Mempelajari prosedur pengontrolan kesalahan pada Stop-and-Wait ARQ, Go-Back-N ARQ dan Selective-Reject ARQ.
c.                   Mempelajari teknik – teknik dasar pemrograman dengan menggunakan Visual Basic 6.0.
d.                  Merancang interface untuk perangkat lunak simulasi.
e.                   Merancang perangkat lunak simulasi pengontrolan kesalahan dengan metode ARQ dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.
f.                   Melakukan pengujian dan pengetesan terhadap perangkat lunak hasil rancangan.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1       Model Komunikasi
Kegunaan dasar dari sistem komunikasi adalah menjalankan pertukaran data antara 2 pihak. Contohnya adalah pertukaran sinyal-sinyal suara antara 2 telepon pada suatu jaringan yang sama. Elemen-elemen kunci model komunikasi adalah:
  1. Source (Sumber)
Alat ini membangkitkan data sehingga dapat ditransmisikan, contoh: telepon dan PC (Personal Computer).
  1. Transmitter (Pengirim)
Biasanya data yang dibangkitkan dari sistem sumber tidak ditransmisikan secara langsung dalam bentuk aslinya. Sebuah transmitter cukup memindah dan menandai informasi dengan cara yang sama seperti menghasilkan sinyal-sinyal elektro-magnetik yang dapat ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi berurutan. Sebagai contoh, sebuah modem tugasnya menyalurkan suatu digital bit stream dari suatu alat yang sebelumnya sudah dipersiapkan misalnya PC, dan mentransformasikan bit stream tersebut menjadi suatu sinyal analog yang dapat melintasi melalui jaringan telepon.



  1. Transmission System (Sistem Transmisi)
Berupa jalur transmisi tunggal (single transmission line) atau jaringan kompleks (complex network) yang menghubungkan antara sumber dengan destination (tujuan).
  1. Receiver (Penerima)
Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan. Sebagai contoh, sebuah modem akan menerima suatu sinyal analog yang datang dari jaringan atau jalur transmisi dan mengubahnya menjadi suatu digital bit stream.
  1. Destination (Tujuan)
Menangkap data yang dihasilkan oleh receiver.
Gambar 2.1 Gambaran Umum Model Komunikasi
Source (sumber) dan transmitter (pengirim) merupakan bagian dari sistem sumber, sedangkan receiver (penerima) dan destination (tujuan) merupakan bagian dari sistem tujuan.



Proses transmisi / pengiriman data secara terperinci dapat dilihat pada gambar di bawah ini,
Gambar 2.2 Rincian proses transmisi data
Keterangan :
1.      Informasi yang di-input.
2.      Data yang di-input.
3.      Signal yang akan ditransmisikan berupa signal analog.
4.      Signal yang diterima berupa signal analog.
5.      Data output.
6.      Informasi output.
Sebagai contoh komunikasi data, diambil ilustrasi transmisi data pada surat elektronik (electronic mail) seperti berikut,
Anggap saja perangkat input dan transmitter merupakan komponen dari suatu PC, user bermaksud mengirim suatu pesan m ke user yang lain. User mengaktifkan program electronic mail di dalam PC dan memasukkan pesan melalui keyboard (perangkat input). String karakter secara singkat ditahan di dalam memori utama. PC dihubungkan dengan beberapa media transmisi, misalnya sebuah local network atau jaringan telepon, lewat suatu perangkat I/O (transmitter), dalam hal ini berupa local network transceiver atau modem. Data yang masuk ditransfer ke transmitter sebagai rangkaian dari perubahan tegangan yang menunjukkan bit – bit pada communication bus atau kabel. Transmitter dihubungkan secara langsung ke media dan merubah aliran yang masuk menjadi sinyal yang mampu untuk ditransmisikan.
Sinyal yang ditransmisikan yang diserahkan ke media menjadi subyek untuk sejumlah gangguan, sebelum mencapai receiver. Jadi, sinyal yang diterima dapat saja berbeda dari sumbernya. Receiver akan berupaya menganalisis keaslian data sumber, didasarkan atas sinyal yang diterima dan pengetahuannya atas media dan menghasilkan rangkaian bit. Bit – bit ini dikirim ke komputer output, di mana bit – bit tersebut secara singkat ditahan di dalam memori. Dalam beberapa kasus, sistem tujuan akan berupaya untuk memperingatkan bila terjadi error, dan untuk selanjutnya bekerja sama dengan sistem sumber sampai akhirnya mendapatkan data yang bebas dari error (error-free data). Data – data ini kemudian diberikan kepada user melalui suatu perangkat output, seperti printer atau layar monitor. Pesan atau message yang dilihat oleh user biasanya merupakan salinan dari pesan aslinya. [2]

 

 

Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar