SKRIPSI ANALISIS BIAYA PROMOSI (COST PROMOTION) TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN (Studi Kasus Pada Perusahaan Konveksi PT Pesona Remaja Malang)

Admin
JUDUL SKRIPSI : ANALISA BAIAYA PROMOSI (COST PROMOTION) TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN ( Studi kasus pada perusahaan konveksi)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
                Dalam era persaingan perusahaan seperti sekarang ini laju persaingan antar perusahaan semakin tajam. Persaingan merupakan masalah yang timbul dari luar perusahaan dimana persaingan akan timbul dari perusahaan lain yang sejenis. Salah satu cara untuk memenangkan persaingan itu adalah dengan mendapatkan konsumen yang sebanyak-banyaknya yaitu dengan cara mempromosikan produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Pada dasarnya suatu perusahaan didirikan adalah untuk mencapai tujuan yang diharapkan, baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Salah satu faktor penunjang dalam pencapaian usaha tersebut adalah dalam bidang “analisis biaya promosi”. Biaya promosi adalah semua beban yang dikeluarkan guna keperluan promosi. Biaya promosi adalah unsur dari laporan keuangan sehingga apabila kita ingin menganalisis biaya promosi maka kita harus menelaah laporan keuangan dahulu. membedah laporan keuangan kedalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur tersebut dan menelaah hubungan antara unsur-unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan itu sendiri, sehingga kita temukan unsur biaya promosi dan hubungannya dengan unsur lain.
Kemampuan perusahaan dalam mengatur keuangannya dapat mendatangkan keuntungan yang tak sedikit bagi perusahaan. Dalam mengeluarkan biaya perusahaan harus berusaha menyesuaikan dengan kebutuhan tanpa meninggalkan norma-norma perdagangan.
Secara teknis hal ini dapat dicapai apabila perusahaan dapat menentukan strategi pemasarannya dengan cara menganalisa tepat terhadap kegiatan pada marketing mix yaitu mengadakan analisa terhadap produk, harga, saluran distribusi maupun promosi.
Promosi merupakan salah satu bidang dari kegiatan pemasaran yang pada umumnya dapat digunakan bagi perusahaan dalam usaha memperbesar volume penjualannya. Hal ini dilakukan apabila produk harga saluran distribusi telah ditetapkan secara tepat oleh perusahaan, maka promosi akan berperan sangat penting.
Dalam melakukan kegiatan produksi, perusahaan memerlukan suatu pengorbanan biaya yang cukup besar. Dengan biaya promosi yang besar diharapkan juga kegiatan promosi akan semakin luas dalam menjangkau konsumen dan dapat mencapai jumlah permintaan yang lebih besar pula, besarnya volume penjualan dipengaruhi oleh faktor promosi, sedangkan besar kecilnya biaya promosi tergantung pada pihak marketing yang melakukannya.
Sebagai perusahaan yang sedang berkembang, PT Pesona Remaja Malang selaku perusahaan yang bergerak dalam industri garmen yang memproduksi celana panjang dengan merk AKO dan CAESAR menghadapi banyak tantangan. Tantangan tersebut bisa berasal dari perusahaan garmen sejenis atau perusahaan lain dengan merk dagang yang lebih terkenal. Maka itu promosi merupakan hal yang efektif dalam menunjang pemasaran maka penulis mengambil judul “Analisis biaya Promosi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Pada Perusahaan Konveksi PT Pesona Remaja Malang”.

 B.    Rumusan Masalah
Dalam melakukan kegiatan produksi, perusahaan memerlukan suatu pengorbanan biaya yang cukup besar. Dengan biaya promosi yang besar diharapkan juga kegiatan promosi akan semakin luas dalam menjangkau konsumen dan dapat mencapai jumlah permintaan yang lebih besar pula, besarnya volume penjualan dipengaruhi oleh faktor promosi, sedangkan besar kecilnya biaya promosi tergantung pada pihak marketing yang melakukannya.
Berdasarkan keadaan yang ada PT Pesona Remaja yang hanya menggunakan media promosi satu jenis saja dalam satu tahunnya, hal ini lebih  disebabkan asumsi perusahaan bahwa dengan meminimalisasikan biaya promosi dapat mengurangi pengeluaran, yang berarti keuntungan dari omset penjualannya tidak berkurang banyak guna biaya promosi.
 Berdasarkan ruang lingkup penelitian diatas maka perumusan masalah yang diajukan adalah
  1. Bagaimana hubungan biaya promosi terhadap volume penjualan pada PT. Pesona Remaja?
  2. Seberapa besar pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan pada PT. Pesona Remaja?



C.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.      Hubungan dan tingkat pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan pada PT. Pesona Remaja Malang.
2.      Seberapa besar pengaruh biaya penyebaran pamflet, biaya bursa pasar murah, biaya iklan radio (biaya promosi) terhadap volume penjualan pada perusahaan konveksi PT Pesona Remaja Malang.

D.    Ruang lingkup dan batasan penelitian
1.      Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan perusahaan konveksi PT Pesona Remaja Malang”.
periode tahun 2004-2006 meliputi laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi.
2.      Batasan Penelitian
Batasan penelitian menujukan suatu keadaan yang tidak bisa dihindari, dalam penelitian ini adalah :
a.       Hasil penelitian ini berlaku khusus untuk PT. Pesona Remaja Malang.
b.      Laporan keuangan PT. Pesona Remaja Malang periode tahun 2004 - 2006.

 E.    Kegunaan Penelitian
1.       Bagi perusahaan
  1. Dapat mengetahui perubahan-perubahan biaya promosi perusahaan dari waktu ke waktu dan perkembangan penjualan perusahaan.
  2.  Dapat digunakan sebagai alat pengambil keputusan terhadap besarnya biaya yang akan dianggarkan sebagai biaya promosi untuk masa datang
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan perusahaan untuk menentukan langkah   langkah selanjutnya khususnya berkenaan dengan upaya untuk meningkatkan volume penjualan
2.       Bagi Peneliti
  1. Untuk menambah wawasan dan mengembangkan pengetahuan dan pangalaman ke dalam bidang sesungguhnya.
  2. Sebagai aplikasi ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan.
3.       Bagi pihak lain
  1. Sebagai sumber informasi dikemudian hari bagi mereka yang mengadakan penelitian
  2. Sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sejauh mana kurikulum yang diberikan mampu memahami kebutuhan tenaga kerja yang terampil dibidangnya.

 F.    Asumsi penelitian
Asumsi penelitian adalah suatu anggapan-anggapan dasar tentang sesuatu hal yang di jadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian.
Mengingat begitu pentingnya asumsi dalam penelitian yang digunakan, maka ada beberapa asumsi sebagai berikut :
1.      Informasi yang di sediakan oleh PT. Pesona Remaja Malang  yang dijadikan acuan dianggap valid.
2.      Biaya promosi  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan penjualan.

G.    Definisi Operasional
Untuk dapat mengetahui konsep-konsep yang diteliti, maka perlu ditetapkan terlebih dahulu definisi operasional variabel-variabelnya. Adapun definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengaruh adalah hubungan fungsional anatara dua variable, yaitu variable bebas (X) adalah biaya promosi penjualan, sedangkan variable terikatnya (Y)  adalah omzet / volume penjualan.
2.      Biaya Promosi adalah suatu beban biaya yang digunakan untuk pemenuhan promosi dalam pemasaran produk.
3.      Omzet penjualan adalah jumlah produk yang dapat terjual dalam satuan rupiah pertahun.









BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.                Penelitian Terdahulu yang Relevan
Dalam penelitian ini, terlebih dahulu penulis mencantumkan hasil penelitian terdahulu oleh Ali Zainal Abidin (2004) dalam penelitian tersebut terdapat hipotesis sebagai berikut:
1.      Diduga bahwa saluran distribusi dan promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penjualan pada perusahaan industri sepatu home pienk malang
2.      Diduga bahwa biaya promosi memberikan pengaruh paling dominan terhadap penjualan pada perusahaan industri sepatu home pienk malang.
Sedangkan Cahyo DP (2005) berjudul “Pengaruh Biaya Periklanan dan promosi Penjualan Terhadap Omzet Penjualan Pada Perusahaan Rokok sawo Manis Adi Bungsu” Malang, variabel bebasnya adalah biaya peiklanan promosi penjualan, sedangkan variable terikatnya adalah omzet penjualan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
1)      Periklanan dan promosi penjualan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap  omzet penjualan, dimana F hitung = 72,787 dan angka signifikan    F = 0,000    
2)      Promosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi omzet penjualan.
Ada beberapa persamaan  dan perbedaan antara penelitian yang dilakukan Cahyo dengan penelitian yang dilakukan saat ini. Persamaannya adalah pada variabel yang diteliti yaitu biaya promosi penjualan sebagai variabel bebas dan omzet penjualan sebagai variabel terikat. Perbedaannya adalah pada waktu dan lokasi obyek penelitian.
Berdasarkan penelitian sebelumnya maka perbadaan penelitian ini dengan penelitian-penelitia terdahulu antara lain :
No.
Hal
Ali Zainal Abidin
Cahyo DP
Budi Hartoyo
1.
Sasaran
Industri Sepatu Home Pienk Malang
Perusahaan Rokok sawo Manis Adi Bungsu” Malang
PT. Pesona Remaja Malang
2.
Variabel
- Saluran distribusi
- biaya promosi
- Omzet Penjualan
- Biaya Periklanan
- Omzet Penjualan
- Biaya promosi
- Volume penjualan
3.
Waktu Pengamatan
2 tahun
3 tahun
3 tahun
4.
Tahun Penelitian
2004
2005
2006
5.
Analisis
- Analisis Regresi
- Analisis Regresi
-Analisis korelasi
- Analisis Regresi
6.
Hasil
- saluran distribusi dan promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penjualan
- biaya promosi memberikan pengaruh paling dominan terhadap penjualan
-Periklanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap  omzet penjualan
- Promosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi omzet penjualan
- biaya promosi memiliki hubungan yang sangat erat dengan volume perusahaan
- Biaya promosi memiliki pengaruh yang siknifikan terhadap volume penjualan



B.     Landasan Teori
1.      Promosi
  1. Pengertian Promosi
Promosi adalah merupakan salah satu sarana pemasaran perusahaan yang bertujuan agar produk yang dipasarkan dapat dikenal secara luas oleh pihak konsumen dengan jangkauan promosi yang luas tersebut sehingga diharapkan volume penjualan dapat lebih ditingkatkan. Sedangkan keefektifan dari sarana promosi yang dilakukan tergantung dari media promosi yang digunakan dan jenis produk yang dipasarkan.
Sebagaimana firman Allah yang menggambarkan golongan kaum muslim yang beruntung :
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
Artinya: ”Dan orang orang yang memelihara amanat amanat (yang dipikulnya) dan janjinya”. (Q.S al-Mu’minun:8)
Maksud amanat adalah menyampaikan hak ataupun apa saja kepada pemiliknya dengan tidak ada pengurangan. Allah berfirman dalam surat An Nisa’, 58:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
Artinya: ”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya”. (Q.S An-nisa’:58)
Pengertian promosi menurut Tjiptono (1997:291) promosi merupakan aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi / membujuk dan meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan layak pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan
Swasta (1996:349) memberikan pengertian promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Adapun arti penting promosi  secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1)      Usaha untuk memodifikasi tingkah laku para konsumen agar merubah tingkah laku dan pendapat untuk pembelian barang dan jasa perusahaan.
2)      Usaha untuk meningkatkan konsumen agar tahu ada suatu produk tertentu dipasar mereka.
3)      Usaha untuk memberitahu pasar yang dituju didalam siklus kehidupan produk untuk meningkatkan permintaan primer
4)      Usaha untuk membujuk konsumen agar melakukan pembelian serta dapat memberi pengaruh dalam waktu yang lama terhadap perilaku pembeli.
Dalam mengembangkan saluran promosi pada perusahaan dapat menggunakan salah satu variabel atau kombinasi yang dikoordinir dengan strategi produk, harga, dan distribusi. Secara bersama-sama variabel-variabel tersebut membentuk marketing mix yang ditujukan untuk mencari pasar. Adapun didalam bauran promosi terdapat empat kiat utama:
  1. Periklanan
Menurut Kotler dan Amstrong (1994 : 111). Periklanan didefinisikan sebagai bentuk presentasi bukan perorangan dan promosi tentang produk yang dibayar oleh sponsor tertentu. Penggunaan periklanan sebagai komponen bauran promosi memberikan keuntungan sebagai berikut:
1)      Dapat mengingatkan kembali pembeli, karena terdapatnya bauran tulisan atau suara yang setiap saat dapat didengar, dilihat atau di baca.
2)      Membentuk produk motif yang mengarahkan seseorang untuk membeli produk tersebut.
3)      Menghemat biaya, karena iklan dapat sekaligus menjangkau banyak konsumen.
Adapun kerugian dari periklanan adalah:
a)        Sifatnya tidak fleksibel, karena itu sudah dibentuk dan dijalankan sesuai rencana sehingga sulit untuk menyelesaikan dengan reaksi konsumen. Masyarakat tidak mudah mempercayai iklan karena mereka tahu bahwa iklan dirancang untuk mempengaruhinya.
b)      Periklanan membantu dalam memperkenalkan suatu produk, tetapi untuk efektifitasnya iklan tersebut harus diulang-ulang dan ini membutuhkan biaya besar.
c)      Iklan tidak langsung menimbulkan reaksi dari konsumennya untuk membeli namun adalah reaksi yang ditunda yang timbul pada saat iklan diulang. Diharapkan iklan mampu mengingatkan konsumen akan produk perusahaan pada proses pembelian.
Secara umum dapat dikatakan periklanan bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Namun ada beberapa tujuan dari periklanan seperti dikemukakan oleh Swasta (1996:252) yaitu:
1)      Mendukung program personal selling dan kegiatan yang lain.
2)      Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh penjualan/ salesman dalam jangka waktu tertentu.
3)      Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
4)      Memasuki daerah pemasaran Memperkenalkan produk baru.
5)      Menambah penjualan industri.
6)      Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.
7)      Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan baru/ menarik langganan baru.
Menurut Stanton (1995:194) ada beberapa faktor yang perlu dikembangkan oleh perusahaan dalam penggunaan media periklanan yaitu:
1)      Sasaran periklanan; Pemilihan media dipengaruhi oleh tujuan iklan yang bersangkutan serta tujuan umum kampanye ialah menimbulkan kesempatan bertemu bagi tenaga-tenaga penjualan atau menghimbau diambilnya suatu tindakan dalam satu, dua hari berikutnya, maka perusahaan periklanan menggunakan surat kabar atau radio, majalah kurang tepat untuk maksud ini, karena iklan harus masuk berminggu-minggu sebelum tanggal terbit.
2)      Persyaratan pesan; Media harus cocok dengan pesan yang ingin disampaikan, hendaknya pesan tersebut dapat menonjolkan nilai produk baik manfaat, karakteristik, keunggulan tersendiri sehingga menarik calon pelanggan untuk melakukan pembelian.
3)      Biaya media; Biaya media iklan harus mempertimbangkan dalam hubungannya dengan tersedianya dana perusahaan dan pemilihan sarana media. Dalam hal pertama dengan dana yang tersedia dapat saja menutup kemungkinan memilih televisi sebagai media atau mungkin pemasang iklan hanya dapat menyiarkan lewat siaran televisi lokal akan tetapi harus dapat menetapkan suatu perbandingan tertentu antara biaya media dan jumlah pembaca dan pemirsa yang hendak dicapai.
  1. Promosi penjualan
Promosi penjualan merupakan kegiatan promosi yang tidak termasuk periklanan, publisitas dan penjualan pribadi. Perusahaan menggunakan promosi penjualan untuk mendapatkan tanggapan yang lebih kuat dan lebih cepat. Promosi penjualan lebih fleksibel karena dapat dilakukan setiap saat dengan biaya yang relatif murah dibandingkan dengan periklanan dan personal selling, juga mendorong penjualan yang sedang lesu. Kegiatan promosi dapat dibedakan atas:
1)      Promosi konsumen; Misalnya dengan memberikan sampel, premi, kupon, penawaran uang kembali, pengurangan harga, hadiah barang, kontes stiker dagang, peragaan. Tujuan promosi ini adalah untuk mendorong konsumen agar lebih banyak menggunakan produk, membeli dalam unit yang lebih besar, mencoba merk yang dipromosikan dan menarik merk lain yang bersaing dengan merk produk yang sedang dipromosikan.
2)      Promosi dagang; Misalnya jaminan membeli, hadiah barang, iklan kerja sama, kontes penjualan para penyalur. Promosi ini bertujuan membujuk pengecer untuk menjual produk baru dan menimbun lebih banyak persediaan barang, menggiatkan pembelian ketika sedang tidak musim, membujuk agar menimbun barang-barang yang dipromosikan, mengurangi promosi para pesaing, membuat para pengecer agar tetap setia terhadap merk yang dipromosikan dan memperoleh jalur pengeceran yang baru.
3)      Promosi wiraniaga (misalnya kontes reli penjualan); Tujuan dari promosi ini adalah berusaha untuk memberi dukungan atas produk atau model baru dan mendorong penjualan dimusim sepi.
Adapun kekuatan dari promosi penjualan adalah sebagai berikut:
a)      Menimbulkan peranan antara midlemen dan konsumen bahwa mereka mendapatkan sesuatu yang gratis dan ini mendorong sikap positif bagi produk baru yang dipromosikan.
b)      Apabila berhasil maka penjualan akan meningkat pada saat itu juga.
c)      Sifat yang fleksibel, sehingga dapat digunakan pada setiap tahap dari suatu produk.
Sedangkan keterbatasan dari promosi penjualan adalah sebagai berikut:
a)      Sifat sementara, sehingga tidak fleksibel untuk menanamkan pilihan produk jangka panjang.
b)      Terlalu banyak promosi penjualan bagi suatu produk akan merusak citra tersebut dan menganggap bahwa produk tersebut berkualitas rendah atau produk kurang populer.





Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar