ANALISIS PENGARUH AGRESI MILITER ISRAEL KE LIBANON TERHADAP REAK SI HARGA SAHAM (STUDI PADA INDEKS LQ-45 DI BURSA EFEK JAKARTA)

Admin

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH AGRESI MILITER ISRAEL KE LIBANON TERHADAP REAK SI HARGA SAHAM (STUDI PADA INDEKS LQ-45 DI BURSA EFEK JAKARTA 


A. Pendahuluan

1.  Latar Belakang
            Kondisi perekonomian nasional selama semester pertama 2006 merupakan yang terberat dibanding masa-masa sebelumnya. Sebagian besar industri bekerja jauh di bawah kapasitas terpasang (under capacity), sekadar bertahan hidup (survival strategy). Pengusaha mengeluh karena tingginya suku bunga, lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), gangguan keamanan dan anjloknya daya beli masyarakat. (Kiryanto:2006)

            Salah satu kodisi ini terkait dengan adanya konflik Timur Tengah yang terjadi antara Israel dengan Libanon yang terjadi pada pertengahan Juli 2006 yaitu tepat pada tanggal 12 Juli 2006. Adanya konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi sosial politik saja tetapi lebih pada sektor ekonomi. Karena dampak yang ditimbulkan adanya ekskalasi Timur Tengah tersebut yaitu dengan adanya kenaikan harga minyak dunia. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap perekonomian global tidak terkecuali perekonomian nasional.
             Selama ini, kenaikan harga minyak telah menjadi ancaman paling menakutkan bagi ekonomi dunia. Pun negara penghasil minyak yang sangat besar seperti Indonesia tidak luput dari dampak buruk kenaikan tersebut.
Dari sudut pandang ekonomi, harga minyak di dalam negeri harus mengikuti perkembangan harga minyak dunia karena pentingnya peran harga dalam menentukan arah perekonomian. Namun dari pertimbangan bisnis dan sosial politik di dalam negeri, kenaikan harga minyak mempunyai implikasi besar dalam menekan kegiatan bisnis dan dapat memicu masalah sosial politik yang serius.
            Dilihat dari segi aktivitas pasar modal tingginya harga minyak juga menjadi penghalang bagi masuknya investasi ke indonesia. Sebelum krisis, salah satu alasan kuat masuknya investasi ke indonesia adalah relatif murahnya harga energi. Dengan harga BBM yang setaraf dengan pasar internasional untuk kebutuhan industri, maka pendorong untuk masuknya investasi menjadi berkurang besar. (Juoro. Juli, 2006)
            Salah satu Instrumen yang ada di Bursa Efek yang terkena dampak dari kenaikan harga minyak minyak adalah saham. Karena saham dalam Bursa Efek merupakan salah satu instrumen terpenting yang beroperasi dalam pasar modal. Saham juga merupakan tonggak berkembangnya perekonomian suatu negara. Salah satu pergerakan harga saham ditentukan oleh adanya suatu informasi, dimana informasi memuat berbagai berita salah satunya yang berkaiatan dengan kondisi perekonomian baik perekonomian nasional maupu global. Karena kondisi perekonomian sangat mempengaruhi kondisi suatu pasar, maka pada akhirnya kondisi pasar akan mempengaruhi para pemodal.  Sulit bagi para pemodal untuk memperoleh hasil investasi yang berkebalikan dengan kecenderungan pasar. Apabil pasar membaik atau memburuk, umumnya saham-saham juga akan terpengaruh dengan arah yang sama. Berdasarkan realita diatas, maka dalam penelitian ini peneliti mengambil judul ”Analisis Pengaruh Peristiwa Agresi Militer Israel ke Libanon terhadap Reaksi Harga Saham”

2. Rumusan Masalah
1. Apakah ada pengaruh sebelum dan sesudah peristiwa agresi militer Israel ke Libanon terhadap variabel terikat (Abnormal Return) ?
2. Apakah ada pengaruh yang signifikan  dari peristiwa agresi militer Israel ke Libanon terhadap variabel terikat (Return, Abnormal Return, AAR, CAAR)?

3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah:
1.    Untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah agresi militer Israel ke Libanon terhadap variabel terikat (Abnormal Return)
2.    Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan  dari peristiwa agresi militer Israel ke Libanon terhadap variabel terikat (Return , Abnormal Return, AAR, CAAR)

B. Kajian Teori
1.  Gambaran Umum Investasi
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa datang. Istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasikan sejumlah dana pada asset riil (tanah, emas, mesin dan bangunan), maupun asset financial (deposito, saham ataupun obligasi) merupakan aktivitas investasi yang umumnya dilakukan (Tandelilin 2001: 3).

3.      Pasar Modal
      Pasar modal secara umum dapat diartikan sebagai pasar yang memperjualbelikan produk berupa dana yang bersifat abstrak. Sedangkan dalam bentuk konkritnya, produk yang diperjualbelikan dipasar modal berupa lembar surat-surat berharga dibursa efek. Bursa efek dalam arti sebenarnya adalah suatu system yang terorganisir dengan mekanisme resmi untuk mempertemukan penjual dan pembeli sekuritas secara langsung atau melalui wakil-wakilnya. Menurut Panji, Anoraga (1992 : 02) pasar modal adalah salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dananya. Menurut Tandelilin (2001: 13) pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.

2. Efisensi Pasar
a.       Efisiensi Pasar berdasarkan Distribusi Informasi
            Beaver (1989) yang dikutip Jogianto (2001: 385) memberikan definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada ditribusi informasi sebagai berikut. ”pasar dikatakan efisiensi terhadap suatu sistem informasi, jika dan hanya jika harga-harga sekuritas bertindak-tindak seakan-akan setiap orang mengamati sistem informasi tersebut”.
b.      Bentuk-Bentuk Efisiensi Pasar secara Informasi
1).    Efisiensi Pasar Bentuk Lemah (weak form)
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lamah jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh (full reflect) informasi masa lalu.
2).    Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat (semistrong form)
Pasar dikatakan efisien setengah kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan (full reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all publicly available information) termasuk informasi yang berada di laporan-laporan keuangan perusahaan emiten.
3).    Efisiensi Pasar Bentuk Kuat (strong form)
Pasar dikatakan efisiensi dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informais yang tersedia termasuk informasi yang privat. Jika pasar eefisien dalam bentuk ini, maka tidak ada individual investor atau grup dari investor yang dapat memperoleh keuntungan tidak normal (abnormal return) karena mempunyai informasi privat.


3.   Reaksi Harga Saham
a.  Abnormal Return
Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi, sebagai berikut
RTNi.t = Ri.t – E [Ri.t]
Notasi:
RTNi,t   = Return tidak normal (abnormal return) sekuritas ke-i pada   periode peristiwa ke-t.
Ri,t       = Return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t
E [Ri,t]      = Return ekspektasi sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t
Return sesungguhnya merupakan return yang terjadi pada waktu ke-t yang merupakan selisih harga sekarang relatip terhadap harga sebelumnya atau dapat dihitung dengan rumus (Pi,t – Pi,t-1)/ Pi,t-1.
b.  Average Abnormal Return
Pengujian adanya abnormal return tidak dilakukan untuk tiap-tiap sekuritas, tetapi dilakukan secara agregat dengan menguji rata-rata return tidak normal seluruh sekuritas secara cross section untuk tiap-tiap hari di periode peristiwa. Rata-rata return tidak normal (average abnormal return) untuk hari ke-t dapat dihitung berdasarkan rata-rata aritmatik sebagai berikut:
Notasi:
RRTNt   = Rata-rata return tidak normal (Average Abnormal Return) pada hari ke-t
RTNi,t  = Return tidak normal (Abnormal Return) untuk sekuritas ke-i pada hari ke-t
K               = Jumlah sekuritas
c.  Cumulative Average Abnormal Return
Akumulasi rata-rata return tidak normal merupakan penjumlahan rata-rata return tidak normal (Average Abnormal Return), yang dihitung dengan rumus:
Notasi :
ARRTNt   = rata-rata return tidak normal (Average Abnormal Return) pada hari ke-t
RRTNa      = rata-rata return tidak normal pada hari ke-a yaitu mulai tx (hari awal periode jendela) sampai hari ke-1

4. Event Study
Menurut Jogianto (2000:410) studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang infomasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi ( information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat.

5. Hukum Transaksi
Menurut Huda dan Nasution (2007: 64) para fuqaha kontemporer berselisih pendapat dalam memperlakukan dari aspek hukum (tahkim) khususnya dalam jual beli. Ada sebagian yang membolehkan transaksi jual beli dan ada juga yang tidak membolehkan. Beberapa para fuqaha yang tidak membolehkan transaksi jual beli diantaranya yaitu:
1)   Saham dipahami sebagaimana layaknya obligsi, dimana mereka mengatakan bahwa memperjualbelikan saham sama hukumnya dengan jual beli utang yang dilarang dalam syariah
2)      Banyaknya praktek jual beli najasy di Bursa Efek
3)      Para investor pembeli saham keluar masuk dan tanpa diketahui oleh seluruh pemegang saham
4)      Adanya unsur ketidaktahuan (jahalah) dalam jual beli saham
Adapun menurut fuqaha yang membolehkan jual beli saham mengatakan bahwa saham sesuai dengan terminologi yang melekat padanya, maka saham yang dimiliki oleh seseorang menunjukkan sebuah bukti kepemilikan atas perusahaan tertentu yang berbentuk asset, sehingga merupakan cerminan kepemilikan atas asset tertentu. Para ahli fiqih berpendapat bahwa suatu saham dapat dikatergorikan memenuhi prinsip syariah apabila kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak tidak bergerak dalam industri miniman keras, makanan nonhalal, bank/lembaga keuangan konvensional, perjudian, senjata, hotel, dan pornografi tercakup pada hal-hal yang dilarang dalam syariah islam (Ngapon,April 2005).


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar