SKRIPSI ANALISIS DAMPAK STRUKTUR MODAL OPTIMAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN ENERGI DAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI YANG TERCATAT DI INDEKS LQ 45

Admin

JUDUL SKRIPSI ANALISIS DAMPAK STRUKTUR MODAL OPTIMAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN ENERGI DAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI YANG TERCATAT DI INDEKS LQ 45

 

A. Pendahuluan
Pasar modal merupakan tempat kegiatan perusahaan mencari
dana untuk membiayai kegiatan usahanya. Selain itu, pasar modal juga
merupakan suatu usaha penghimpunan dana masyarakat secara langsung
dengan cara menanamkan dana ke dalam perusahaan yang sehat dan baik
pengelolaannya. Fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana
pembentukan modal dan akumulasi dana bagi pembiayaan suatu
perusahaan atau emiten. Dengan demikian pasar modal merupakan salah
satu sumber dana bagi pembiayaan pembangunan nasional pada umumnya
dan emiten pada khususnya di luar sumber-sumber yang umum dikenal,
seperti tabungan pemerintah, tabungan masyarakat, kredit perbankan dan
bantuan luar negeri.

Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut
keputusan tentang pembiayaan kegiatan usaha. Sumber pembiayaan ini
dapat diperoleh dari dalam dan dari luar perusahaan. Keputusan
pembiayaan akan mempengaruhi struktur modal perusahaan termasuk
biaya modalnya. Biaya modal perusahaan akan semakin menurun dengan
makin besarnya komposisi hutang yang dipergunakan. Penggunaan hutang
akan menurunkan biaya modal dan meningkatkan nilai perusahaan. Tetapi,
semakin tinggi tingkat hutang akan meningkatkan risiko yang harus
ditanggung perusahaan. Dengan proporsi hutang yang yang makin besar
akan berpengaruh pula pada kemungkinan perolehan rating perusahaan.
Prinsip pokok atas penggunaan hutang adalah keseimbangan antara
keuntungan dan kerugian penggunaan hutang, yaitu diperolehnya nilai
perusahaan yang maksimal dengan biaya modal yang minimal. Penentuan
struktur modal yang optimal merupakan masalah yang sulit dan hingga
saat ini, kepustakaan akademis masih belum menyajikan cara pemecahan
yang lengkap. Dalam kasus ini, penggunaan hutang diupayakan untuk
mencapai struktur modal yang optimal juga memperhitungkan
kemungkinan perolehan rating perusahaan.

Struktur modal adalah perbandingan atau imbangan pendanaan
jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang
jangka panjang terhadap modal sendiri. Pemenuhan kebutuhan dana
perusahaan dari sumber modal sendiri berasal dari modal saham, laba
ditahan, dan cadangan. Jika dalam pendanaan perusahaan yang berasal dari
modal sendiri masih memiliki kekurangan (deficit) maka perlu
dipertimbangkan pendanaan perusahaan yang berasl dari luar, yaitu dari
hutang (debt financing). Namun dalam pemenuhan kebutuhan dana,
perusahaan harus mencari alternative-alternatif pendanaan yang efisien.
Pendanaan yang efisien akan terjadi bila perusahaan mempunyai struktur
modal yang optimal. Struktur modal yang optimal dapat diartikan sebagai
struktur modal yang dapat meminimalkan biaya penggunaan modal
keseluruhan atau biaya modal rata-rata, sehingga memaksimalkan nilai
perusahaan.

Dalam teori struktur modal menjelaskan apakah ada pengaruh
perubahan struktur modal terhadap nilai perusahaan, kalau keputusan
investasi dan kebijakan dividen dipegang konstan. Dengan kata lain,
seandainya perusahaan mengganti sebagian modal sendiri dengan hutang
(atau sebaliknya) apakah harga saham akan berubah, apabila perusahaan
tidak merubah keputusan-keputusan keuangan lainnya. Dengan kata lain,
kalau perubahan struktur modal tidak merubah nilai perusahaan, berarti
bahwa tidak ada struktur modal yang terbaik (Husnan dan Pujiastuti,
2004:263). Menurut Arifin (2005:77) struktur modal (capital structure)
merupakan kombinasi hutang dan ekuitas dalam struktur keuangan jangka
panjang perusahaan. Tidak seperti debt ratio atau leverage ratio yang hanya
menggambarkan rasio hutang dan ekuitas pada suatu saat tertentu, struktur
modal lebih menggambarkan target komposisi hutang dan ekuitas dalam
jangka panjang pada suatu perusahaan.

Portofolio investasi pada kelompok saham LQ 45 cenderung
menguntungkan, jika keadaan pasar membaik. Dengan sifat sensitif pada
perubahan, jenis saham yang tergolong growth stock akan menikmati
keuntungan lebih dulu kalau pasar membaik. Sebaliknya, apabila pasar
cenderung menurun, maka harga sahamnya juga akan cenderung turun
lebih dulu dibandingkan dengan jenis saham lain. Kedudukan jenis saham
pada kelompok LQ 45 tidak bersifat tetap.

Dari deskripsi tentang perusahaan yang tercatat di LQ 45 peneliti
tertuju pada perusahaan energi yaitu Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
(PGAS) dan perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi yaitu Energi
Mega Persada Tbk. (ENRG) dan Medco Energi International Tbk. (MEDC)
dimana perusahaan tersebut tercatat di LQ 45, di mana saham tersebut
merupakan saham yang tergolong saham pilihan yang baik, hal ini
menunjukkan perlu adanya analisis tentang perusahaan tersebut sehingga
keputusan investasi pada perusahaan tersebut menjadi pilihan bagi para
investor untuk menginvestasikan modalnya, sehingga keputusan investasi
yang dilakukan adalah baik dan benar. Perusahaan tersebut memiliki
prospek yang menguntungkan karena kuatnya pasar gas di Indonesia serta
perluasan distribusi bisnis yang dilakukan yang bisa mendorong
pertumbuhan laba. Prospek permintaan gas yang terus tumbuh juga akan
membuat saham pada perusahaan energi yaitu Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk. (PGAS) dan perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi
yaitu Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan Medco Energi International
Tbk. (MEDC) menjadi menarik karena perseroan akan melakukan
penambahan jaringan seiring dengan tingginya permintaan gas.
Dari deskripsi tentang struktur modal dan deskripsi tentang
perusahaan energi dan perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi
perlu adanya kajian tentang pentingnya struktur modal yang optimal bagi
perusahaan terutama perusahaan yang sangat erat kaitannya dengan
kebutuhan masyarakat yang mana selalu dibutuhkan dalam kurun waktu
yang panjang. Selanjutnya perlu dikaji bagaimana pengaruh perubahan
struktur modal tersebut terhadap nilai perusahaan dan apakah ada
pengaruh struktur modal terhadap harga saham perusahaan sebagai
pencerminan nilai perusahaan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk
mengambil judul ”ANALISIS DAMPAK STRUKTUR MODAL
OPTIMAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN
ENERGI DAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS
BUMI YANG TERCATAT DI INDEKS LQ 45.”


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar