SKRIPSI : ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) PERIODE TAHUN 2005-2007 (Studi pada PT.Telekomunikasi Indonesia,Tbk.)

Admin

JUDUL SKRIPSI : 24. ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) PERIODE TAHUN 2005-2007 (Studi pada PT.Telekomunikasi Indonesia,Tbk.) 


A. LATAR BELAKANG 


Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan
dituntut untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan baik yang
ada didalam negeri maupun di luar negeri. Persaingan antar perusahaan
maupun antar negara tersebut berlangsung secara bebas dan ketat
karena banyak bermunculan perusahaan asing didalam negeri yang
disebabkan oleh semakin tipisnya batas antar negara. Dalam kondisi
seperti ini perusahaan harus mampu meningkatkan kinerjanya. Kinerja
suatu perusahaan sangat tergantung pada bagaimana manajemen
mengelola keuangan dan melaksanakan aktivitas perusahaan tersebut.
Oleh karena itu, pihak manajemen dituntut untuk mampu meningkatkan
kemampuan dan profesionalismenya. Hal ini bertujuan agar manajemen
perusahaan mampu mencapai tujuan-tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan,
pihak manajemen harus memperhatikan kinerja keuangan perusahaan,
dimana kinerja keuangan perusahaan menggambarkan kondisi
keuangan dan perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuan
perusahaan (Fabozzi, 2000:775).

Industri telekomunikasi merupakan salah satu jenis industri
yang mempunyai pengaruh besar terhadap kelancaran kegiatan ekonomi
terutama di Indonesia. Komunikasi merupakan kebutuhan utama dalam
dunia bisnis. Jarak membuat mereka tidak dapat bertatap muka terlebih
lagi dengan letak Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam pulau.
Oleh karena itu media komunikasi merupakan salah satu sarana yang
memudahkan mereka berkomunikasi tanpa harus melakukan tatap
muka.
Di Indonesia sendiri pemerintah memiliki industri
telekomunikasi yang merupakan Badan Usaha Milik Negara BUMN
yaitu PT. Telkom. seperti yang kita ketahui bahwa dalam pengelolaan
serta pengembangan usaha BUMN mendapatkan berbagai fasilitas dan
keistimewaan dari pemerintah. Monopoli Yang diberikan kepada BUMN
menyebabkan tidak adanya persaingan yang berarti dan karenanya para
pengelola BUMN tidak menekankan efisiensi dalam operasi
manajemennya (Yacob & Jaka, 2001:37). Apakah dalam hal ini PT.
Telkom juga menerapkan haI tersebut? Mari kita lihat melalui kinerja
keuangan yang dimiliki PT. Telkom.
Sesuai dengan visi dari PT. Telkom yaitu menjadi penyedia jasa
infokom terkemuka di kawasan regional, serta mewujudkan Telkom Goal
3010 yakni membukukan kapitalisasi pasar sebesar US$ 30 miliar
ditahun 2010, maka mau tidak mau kinerja yang selama ini sudah
terlaksanakan dengan baik harus dapat dipertahankan bahkan
ditingkatkan. PT. Telkom dituntut untuk bisa menentukan strategi yang
tepat agar bisa menghasilkan kinerja manajemen yang bagus, karena
penetapan tujuan yang benar akan sangat berpengaruh pada proses
pencapaian tujuan dan pengukuran kinerja nantinya. Dengan
mengetahui posisi dan kinerja keuangan perusahaan maka dapat
diketahui kekuatan dan kelemahan perusahaan. Kekuatan perlu
diketahui agar dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan,
sedangkan kelemahan perlu diketahui untuk diperbaiki.
Ukuran yang dipakai untuk melakukan penilaian terhadap
perusahaan sangat beragam dan terkadang berbeda dari masing-masing
industri. Ukuran yang lazim dipakai dalam penilaian perusahaan
dinyatakan dalam rasio finansial yang dibagi dalam tiga kategori.
Pertama, ukuran kinerja yang meliputi; rasio profitabilitas, rasio
pertumbuhan, dan rasio penilaian. Kedua, ukuran efisiensi yang
meliputi; manajemen aktiva dan investasi serta manejemen biaya. Ketiga,
ukuran kebijakan keuangan yang meliputi; rasio leverage dan rasio
likuiditas (Husnan & Pudjiastuti, 2004:69).
Alat untuk menilai kinerja dan menganalisa laporan keuangan
perusahaan yang lazim dipakai selama ini adalah analisis rasio finansial
yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas dan rasio
profitabilitas. Penggunaan alat analisis rasio finansial ini belum dapat
memuaskan keinginan pihak ketiga yaitu pihak investor atau para
penyandang dana (kreditur dan pemegang saham). Pihak manajemen
dengan analisis rasio finansial tersebut belum cukup untuk mengetahui
apakah telah terjadi nilai tambah pada perusahaannya, sedang bagi para
penyandang dana belum cukup mempunyai keyakinan, apakah modal
yang telah ditanamkan dimasa yang akan datang akan dapat
memberikan tingkat hasil seperti yang diharapkan.
Dalam penelitian ini peneliti mengukur kinerja keuangan
perusahaan dengan menggunakan pendekatan Economic Value Added
(EVA) dimana EVA sebagai pengukur kinerja dapat mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah. Selain itu
EVA merupakan pengukur kinerja yang memuat total faktor kinerja
karena memasukkan semua unsur dalam laporan laba/rugi dan neraca
perusahaan. Berbeda dengan pendekatan-pendekatan yang telah
disebutkan diatas (rasio finansial), kinerja dan prestasi manajemen yang
diukur dengan pendekatan rasio-rasio keuangan tidak dapat
dipertanggung-jawabkan, karena rasio keuangan yang dihasilkan sangat
bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan.
Dengan adanya distorsi akuntansi ini maka pengukuran kinerja
berdasarkan laba per saham (earning per share), tingkat pertumbuhan laba
(earning growth) dan tingkat pengembalian (rate of return) tidak efektif
lagi. Karena pengukuran berdasarkan rasio ini tidak dapat diandalkan
dalam mengukur nilai tambah yang tercipta dalam periode tertentu
(Rudianto, 2006:340).
Konsep EVA mempunyai prinsip bahwa keberhasilan
manajemen diukur berdasarkan nilai tambah ekonomis yang diciptakan
selama periode tertentu Husnan & Pudjiastuti (2004:66). Selain EVA
ada pendekatan lain yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja
keuangan perusahaan, pendekatan tersebut adalah pendekatan Market
Value Added (MVA).
Market Value Added (MVA) merupakan perbedaan antara nilai
pasar perusahaan (termasuk ekuitas dan utang) dan modal keseluruhan
yang diinvestasikan dalam perusahaan (Brigham & Houston, 2006:66).
Kemakmuran pemegang saham dapat dimaksimumkan dengan
memaksimumkan perbedaan antara nilai pasar ekuitas dengan ekuitas
(modal sendiri) yang diserahkan ke perusahaan oleh para pemegang
saham (Husnan & Pudjiastuti, 2004:65).
Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk., dikarenakan PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk. adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta
penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia.
Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di
Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 12,4 juta
dan pelanggan telepon seluler sebanyak 23,5 juta. Telkom merupakan
salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah
Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagian besar
kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan
sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri. Telkom juga menjadi
pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT
Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Disamping itu, Telkom merupakan
perusahaan yang sudah go public yang sahamnya masuk di LQ45.
(Adbrite, 30 Desember 2007).
PT. Telkom memiliki tanggung jawab yang besar kepada pemilik
dan para stakeholdernya PT. Telkom harus benar-benar mengamati
bagaimana kinerja keuangannya sehingga bisa menentukan langkah
yang tepat dalam mengatur keuangan di perusahaannya. PT Telkom
sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah go
public memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengelolaan kinerja
keuangannya, Kinerja keuangan yang dimiliki oleh PT. Telkom nantinya
dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan-keputusan
strategis perusahaan sehingga dapat sukses dalam persaingan di dalam
maupun diluar negeri dan sebagai bahan pertimbangan investor ketika
akan menanamkan modalnya.
Berdasarkan uraian di atas maka pada penelitian ini penulis
menggunakan pendekatan EVA dan MVA dalam menilai kinerja
keuangan PT. Telkom Tbk. Dengan penelitian yang berjudul "ANALISIS
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN
PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET
VALUE ADDED (MVA) PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA,
Tbk. (PERIODE TAHUN 2005-2007)".


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar