ANALISIS PERSEPSI NASABAH TERHADAP PENGELOLAAN DANA MURABAHAH DI BMT-MMU SIDOGIRI PASURUAN JAWA TIMUR

Admin

SKRIPSI : ANALISIS PERSEPSI NASABAH TERHADAP PENGELOLAAN DANA MURABAHAH DI BMT-MMU SIDOGIRI PASURUAN JAWA TIMUR


 BAB I
PENDAULUAN

A.    Latar Belakang

Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia memberikan dampak bagi lembaga keuangan khususnya koperasi di Indonesia yaitu penurunan laba bahkan tidak sedikit yang mengalami kebangkrutan, keadaan ini ditandai dengan penurunan aktivitas ekonomi, kesulitan likuiditas,sehingga kondisi ini mempengaruhi pihak-pihak yang berkepentingan baik baik intern maupun ekstern pada suatu lembaga koperasi.
Perkembangan perekonomian Islam di Indonesia ditandai dengan banyaknya didirikan Bank Umum Syariah, seperti: BNI Syari’ah, Bank Muamalat Indonesiadan sebagainya, dengan disertai didirikannya anak cabang yang tersebar hampir di saeluruh kota besar di Indonesia. Ditambah pula dengan BPR Syaria’ah yang juga banyak didirikan beserta kantor cabangnya. Lembaga keuangan Syari’ah lainnya pun seperti tak mau ketinggalan untuk ikut berperan di dalamnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya pula didirikannya BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), Pegadaian Syari’ah, Asuransi Syari’ah beserta kantor cabangnya. Selain itu Pasar Modal Syari’ah pun juga ikut ambil bagian dalam pengembangan perekonomian Islam di Indonesia.



Fenomena diatas menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia telah menyadari bahwa lembaga keuangan yang dikelola secara syari’ah lebih dapat dipercaya serta menguntungkan dan terjamin keselamatan dunia-akhirat karena menggunakan sistem bagi hasil. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Islam khususnya perbankan juga lembaga keuangan syari’ah yang telah berdiri sejak tahun 1995 mampu bersaing dengan sistem perbankan dan lembaga keuangan konvensional yang telah lama berdiri dan beroperasi di Indonesia.
BMT merupakan satu jenis lembaga keuangan syari’ah yang berbadan hukum koperasi. Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa landasan struktural koperasi adalah UUD 1945 pasal 33 ayat 1 ytang mengandung pengertian :
  1. Segala kegiatan usaha koperasi atas usaha bersama dan berdasarkan kekeluargaan.
  2. Mengutamakan kesejahteraan seluruh anggotanya khususnya masyarakat umumnya dan bukan kemakmuran orang per orang.
Pada dasarnya lembaga keuangan dalam hal ini koperasi selalu menginginkan dapat bekerja selektif mungkin, pengelolaan koperasi-koperasi tersebut juga mengharuskan yang optimal. Namun manajemen koperasi tidak cukup puas hanya mencapai hal itu saja, mereka juga menginginkan koperasi dapat bertahan juga sukses.
Supaya koperasi tetap bertahan, koperasi tersebut harus meningkatkan mutu pelayanannya juga mengembangkan usahanya serta menetapkan kebijakan yang terbaik bagi koperasi tersebut, dalam mencapai hal yang lebih baik tentu membutuhkan dana yang banyak dilain pihak seringkali koperasi dihadapkan pada masalah tersebut jarang sekali ada yang memenuhi dananya sendiri tanpa turut campur pihak lain.
Dana yang dihimpun dari masyarakat disebut dengan dana pihak ketiga. Dan pihak ketiga dapat berupa simpanan, pinjaman dan setoran serta harus dapat dimanfaatkan oleh bank secara optimal. Tetapi di sisi lain pihak perbankanpun harus pandai menginvestasikan sebagian dananya pada kegiatan-kegiatan yang menguntungkan. Untuk itu diperlukan kemampuan menghimpun dana masyarakat yang sedang diinvestasikan bank pada saat yang tepat.
Untuk keperluan pengelolaan koperasi dalam situasi dan kondisi dimana terdapat persaingan yang sangat tajam tersebut maka sangat banyak diperlukan sarana manajemen yang dapat menekan biaya seefisien mungkin dan dapat mengembangkan  earning assets (aktiva produktif) masing-masing secara penuh agar dapat diperoleh margin yang diharapkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari bank yang bersangkutan.
Untuk mengetahui titik keseimbangan antara input dan output, maka diperlukan sistem pengelolaan dana yang efektif. Alat analisis yang dipergunakan berupa perbandingan antara jumlah dana yang disalurkan dengan besarnya dana yang diperoleh. Perbandingan-perbandingan tersebut juga dapat dipakai sebagai sistem peringatan awal terhadap kemunduran dari kondisi finansial / kemajuan yang diperoleh koperasi dalam operasinya.
            Persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi, dimana pengertian sensasi adalah aktifitas merasakan atau penyebab keadaan emosi yang menggembirakan. Dengan adanya itu semua maka akan timbul persepsi. Pengertian dari persepsi ialah proses bagaimana stimulus-stimulus itu diseleksi, diorganisasikan, dan diinterprestasikan.
            Menurut  Stanton :
“ Persepsi dapat difenisikan sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui lima indera.”
Sedangkan, menurut Webster (1993) :
“ Persepsi adalah proses stimulus-stimulus itu diseleksi, diorganisasi, dan diinterpretasikan.”
Murabahah merupakan salah satu konsep islam yang melakukan perjanjian jual beli. Murabahah didefinisikan oleh para fuqaha sebagai penjualan barang seharga biaya/ harga pokok (cost) barang tersebut ditambah mark-up atau margin keuntungan yang disepakati. Menurut Wiroso (2005:13) , menyebutkan karakteristik murabahah ialah bahwa para penjual harus memberitahu pembeli mengenai harga pembelian produk dan menyatakan jumlah keuntungan yang ditambahkan pada biaya (cost) tersebut.
Di dalam daftar istilah buku himpunan fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan murabahah (DSN, 2003:311)adalah menjual suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih sebagai laba.
Baitul Maal Watttamwil (BMT) adalah salah satu lembaga keuangan yang berupaya mengembangkan usaha – usaha produktif dan investasi dengan sistem bagi hasil, untuk meningkatkan ekonomi menengah kebawah dalam rangka upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BMT-MMU Sidogiri Pasuruan lahir pada tahun 1997 pada saat perekonomian Indonesia mengalami krisis, dilatarbelakangi untuk menghilangkan banyaknya peminjaman atau pembiayaan dengan sistem buga atau riba yang sangat memberatkan masyarakat.BMT-MMU Sidogiri Pasuruan menjadikan kegiatan sosial dan bisnis sebagai kegiatan utama yang artinya kegiatan sosial juga bisnis berjalan bersama sama sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menggunakan sistem syari’ah.
Berangkat dari paparan latar belakang di atas, peneliti mengambil judul “Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Pengelolaan Dana Murabahah Di BMT-MMU Sidogiri Pasuruan”






Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar