Aplikasi Produk Bank Muamalat Indonesia (Studi Pada BMI Cabang Malang)

Admin

SKRIPSI : Aplikasi Produk Bank Muamalat Indonesia (BMI) (Studi Pada BMI Cabang Malang) 


BAB I 

PENDAHULUAN 

A. LATAR BELAKANG 

Gagasan berdirinya bank Islam di Indonesia, tertuang pada saat
lokakarya ‘‘bunga bank dan perbankan’’ pada tanggal 18-20 Agustus 1990.
Bank yang kali pertama berdiri di Indonesia adalah Bank Muamalat
Indonesia (BMI), pada tanggal 1 Mei 1992. Bank Muamalat berdiri sejalan
dengan kebutuhan masyarakat akan bentuk bank yang bertransaksi
dengan menggunakan prinsip Islam, mengingat masyarakat di Indonesia
adalah mayoritas muslim yang sebagian besar masih meragukan hukum
bunga pada bank-bank konvensional. Keraguan ini berakibat pada sikap
mereka untuk memanfaatkan jasa perbankan yang ada secara tidak
maksimal. Hal ini tidak menunjang bagi sasaran pembangunan, bahwa
dalam replita V dan seterusnya diharapkan sumber pembiayaan berasal
dari sumber dana masyarakat dalam negeri (Sumitro, 2004: 74)

Pendirian bank Muamalat ini diikuti oleh bank-bank perkreditan
rakyat syariah (BPR syariah). Namun demikian, keberadaan dua lembaga
keuangan tersebut belum sanggup menjangkau masyarakat Islam bagian
bawah. Oleh karena itu, dibentuk lembaga-lembaga simpanan yang
disebut baitul maal wattamwil (BMT). Setelah dua tahun beroperasi, bank
Muamalat mensponsori berdirinya asuransi Islam, syarikat takaful

Indonesia (STI) dan menjadi salah satu pemegang sahamnya. Tiga tahun
kemudian, Bank Muamalat mensponsori lokakarya ulama tentang
reksadana syariah yang kemudian diikuti dengan beroperasinya
reksadana syariah oleh PT. Danareksa Invesment Management.
Perkembangan lembaga-lembaga keuangan syariah tergolong sangat
cepat. Salah satu alasannya adalah karena adanya keyakinan yang kuat di
kalangan masyarakat muslim bahwa perbankan konvensional
mengandung unsur riba yang dilarang agama Islam (Sudarsono, 2005: 32).

Sejak berdirinya BMI, tingkat pertumbuhan perbankan syari’ah di
tanah air sangat signifikan, rata-rata mencapai 70% setiap tahun. Pada
tahun 2005 telah hadir 3 bank umum syari’ah, 17 unit usaha syari’ah dari
bank umum konvensional, dan 90 bank perkreditan syari’ah yang tersebar
diseluruh wilayah Indonesia (Hadi, 2007: 2).

Bank Muamalat mengalami pertumbuhan yang pesat dari tahun-ke
tahun. Misalkan saja pada tahun 2002 bank syariah pertama di Indonesia
(bank Muamalat) hanya memiliki 13 cabang, dan pada tahun 2007
menjadi 52 cabang. Selain itu, bank Muamalat juga menambah jaringan
kantor kas yang sebelumnya berjumlah 47 unit bertambah menjadi 85
unit. Kantor cabang pembantu berjumlah 7 unit, bertambah menjadi 13
unit. Jaringan layanan ini ditambah pula dengan gerai bank Muamalat
yang bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia di 2000 kantor pos online.
(www.muamalatbank.com)

Bank Muamalat merupakan Bank yang selalu memberikan inovasi.
Inovasi yang pertama adalah penerbitan obligasi subordinas syariah,
kedua adalah Gerai Muamalat, ketiga ialah Outlet Permanent, keempat
adalah menyediakan tabungan Umat dengan Muamalat Card, dan inovasi
termutakhir adalah yang dikeluarkan pada tanggal 10 Maret 2004
dengan tagline: easy, everywhere, dan extraordinary.
Sama halnya dengan bank syariah pada umumnya, aplikasi produk
Bank Muamalat juga terbagi kedalam tiga kategori, yaitu: produk
penghimpunan dana (pendanaan), produk pembiayaan (penyaluran)
dana dan produk jasa (Muamalat Institute, 2007: 8).

Pada Bank Muamalat, secara garis besar terdapat dua macam
simpanan yaitu: dengan menggunakan sistem bagi hasil dan dengan
sistem titipan. Produk yang tergolong ke dalam sistem bagi hasil adalah:
tabungan shar-e, Tabungan Umat, Tabungan Haji Arafah, Deposito
Mudharabah, Deposito Fulinves. Sedangkan untuk sistem titipan adalah:
Giro Wadiah dan Tabungan Haji Arafah (non bagi hasil).
Shar-e muncul untuk mengatasi keterbatasan jaringan perbankan
syariah yang masih belum menjangkau seluruh wilayah potensial, guna
menyambut fatwa Majelis Ulama’ Indonesia No.1 Tahun 2004, Riba yang
berlaku pada bank yang beroperasi dengan sistem konvensional, adalah
riba yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Dalam fatwa disebutkan,

bahwa untuk daerah yang tidak ada jaringan bank syariah, maka
masyarakat masih boleh bertransaksi dengan menggunakan bank
konvensional karena sifatnya darurat
(http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=239294&kat_id=152)

Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah beragama
Islam, maka situasi yang seperti ini adalah modal yang sangat bagus, jika
dimanfaat secara baik. Potensi inilah yang dimanfaat bank Muamalat,
untuk menjawab fatwa MUI tentang riba dan juga keterbatasan jaringan
bank syariah. Sehingga lahirlah produk shar-e untuk menggugurkan
kemudharatan tersebut.

Menurut direktur utama bank Muamalat, A. Riawan Amin, shar-e
diluncurkan untuk dua tujuan. Yang pertama adalah tujuan jangka
pendek, yaitu memberikan solusi bagi fatwa MUI tentang haramnya
bunga bank. Dan yang ke dua adalah dari sisi stategisnya, yaitu bertujuan
untuk mengatasi masalah jaringan bank syariah yang masih kurang.
(http://www.muamalatbank.com/berita/berita_detail.asp?newsID=51)

Banyaknya produk syariah yang ditawarkan seperti: tabungan
umat, tabungan syariah plus, deposito mudharabah, dll. tidak membuat
shar-e lemah, ini terbukti dari jumlah nasabah pemegang kartu shar-e
yang terus bertambah dari tahun ke tahun, yaitu pada tahun 2005 nasabah
kartu shar-e masih berjumlah 132.669, pada tahun 2006 nasabahnya
berjumlah 663.877 nasabah, dan pada tahun 2007 per November jumlah

nasabah kartu Shar-e berjumlah 1,1 juta nasabah. Ini membuktikan bahwa
produk shar-e diminati oleh masyarakat.
(http://muamalatbank.com/berita/berta_detail.asp?newID=114)
adalah sejenis kartu tangan dan alat transaksi isi ulang yang
dikelola secara syariah. merupakan investasi syariah berupa
tabungan mudharabah yang dikemas khusus dalam bentuk paket instant
seharga Rp. 125.000,-. Produk shar-e memberikan jasa layanan investasi
syariah berbasis teknologi yang mengombinasikan akses investasi syariah,
ATM, dan debit card yang dapat diperoleh dengan mudah, aman, dan
tersedia pada jaringan kantor pos di Indonesia. Untuk layanan dan
pemasarannya, bank Muamalat telah bekerjasama dengan PT. Pos
Indonesia yaitu di 2000 kantor pos online di seluruh nusantara.

Fasilitas yang diperoleh adalah kartu ATM, phone banking 24 jam,
pembayaran zakat secara otomatis, dan pembayaran tagihan bulanan,
seperti listrik, telepon dan HP. Pada produk Shar-e ini tidak terdapat
fasilitas buku tabungan, hanya kartu ATM saja. Namun nasabah dapat
mengetahui historis transaksi mereka melalui SALAMUAMALAT dan
cetak statemen. Sedangkan hukum dan pengaturan kartu ATM yaitu
sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional NO: 54/DSNMUI/
X/2006, tentang syariah card.

dapat digunakan untuk penarikan tunai (bebas biaya) di
lebih dari 10.388 ATM yang dimiliki lebih dari 55 bank dan dapat
digunakan sebagai kartu debit di lebih dari 55.000 merchant. Cara
menabung ataupun membuka rekening pada produk ini sangat mudah
yaitu nasabah tidak harus datang ke kantor cabang bank Muamalat
setempat, karena dapat dilakukan dengan membeli starter pack shar-e di
kantor pos online atau SOPP (sistem online payment point) terdekat. Dengan
shar-e nasabah tidak perlu mengeluarkan biaya administrasi tiap
bulannya, apalagi saldo nasabah shar-e dapat ditarik sampai dengan nol
rupiah.

Malang merupakan wilayah potensial, karena selain merupakan
kota pendidikan juga merupakan daerah yang cukup agamis, karena
terdapat banyak pondok pesantren. Harga Shar-e yang relative murah
yaitu hanya Rp. 125.000,- tentunya dapat terjangkau oleh kalangan
mahasiswa dan juga santri. Ini selaras dengan perolehan total dana pihak
ke-tiga yang diperoleh BMI cabang Malang. BMI cabang Malang
memperoleh dana pihak ke-tiga sebesar Rp. 76.782.391.007,- pada tahun
2005, untuk tahun 2006 diperoleh Rp. 50.863.215.217,- sedangkan pada
tahun 2007, dana pihak ke-tiga yang diperoleh adalah sebesar Rp.
81.703.628.771,51. Angka ini tentunya merupakan angka yang cukup besar

jika dibandingkan dengan usia berdirinya BMI cabang Malang yang
masih menginjak usia lima tahun.

Oleh karena itu peneliti ingin meneliti bagaimana Aplikasi Produk
Bank Muamalat Indonesia (BMI) (Studi Pada BMI Cabang
Malang), sebagai sebuah produk instan baru dalam perbankan syariah di
Indonesia. Penelitian ini, merupakan penelitian yang kali pertama
dilakukan, karena belum ditemukan penelitian yang mengkaji
permasalahan ini.


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar