ANALISIS MANAJEMEN KREDIT PEMILIKAN RUMAH TERHADAP PENURUNAN TERJADINYA KREDIT BERMASALAH ( Studi pada PT Bank Tabungan Negara Cabang Malang) [48]

Admin

JUDUL SKRIPSI ANALISIS  MANAJEMEN KREDIT PEMILIKAN RUMAH TERHADAP PENURUNAN TERJADINYA  KREDIT BERMASALAH (LENGKAP SAMPAI DAFTAR PUSTAKA)


Nur Farika (2008) dalam penelitian yang berjudul Aplikasi Pembiayaan pemilikan Rumah Syariah pada BMT Ahmad Yani Malang. Menjelaskan bahwa  pelaksanaan kongsi pemilikan rumah syariah pada BMT Ahmad Yani menggunakan 2 pola yaitu Chaneling dan executing. Laili (2004) UNIBRA dalam penelitian yang berjudul Implementasi Sistem dan Prosedur Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dalam Rangka Peningkatan Pengendalian Intern. Menjelaskan bahwa Pada proses pelaksanaan sistem dan prosedur pengajuan kredit pada PT.BTN tugas dan wewenang bagi penyelia loan service lebih banyak melakukan proses kegiatan operasional mulai dari pengajuan kredit, analisa kredit sampai dengan akad kredit.
Dyanrosi (2005) UNIBRAW dalam penelitian yang berjudul Analisa Sistem dan Prosedur Pemberian KPR Griya Utama Dalam Usaha Mencegah Kemacetan Kredit. Menjelaskan bahwa pada sistem dan prosedur pemberian KPR, Khusunya KPR Griya Utama Pada BTN Cabang Malang belum terdapat pengendalian intern yang baik dengan demikian masih memungkinkan terjadinya praktek penyelewengan yang dapat mengakibatkan kemacetan kredit, hal ini disebabkan karena: Dalam proses pelaksanaan system dan prosedur pemberian KPR pada BTN cabang Malang wewenang loan service lebih dominan yaitu loan service lebih banyak mengoperasionalkan proses pemberian kredit mulai pemeriksaan kelengkapan data calon debitur sampai realisasi kredit. Hal tersebut tidak sesuai dengan unsure pengendalian intern, di mana suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap transaksi
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu

No
Nama
Judul
Variabel
Metode
Hasil
1.
Nur Farika
(2008)


Aplikasi Pembiayaan Kongsi Pemilikan Rumah Syariah pada BMT Ahmad Yani Malang
Pembiayaan
Analisis teknik dianalisis data deskriptif kualitatif
Bahwa pelaksanaan kongsi pemilikan rumah syariah pada BMT Ahmad Yani menggunkan 2 pola yaitu Chaneling dan executing.
2
Laili
(2004)
UNIBRAW
Implementasi
Sistem Dan
Prosedur
Kredit
Kepemilikan
Rumah
 (KPR) Dalam
Rangka
Peningkatan
Pengendalian
Intern
Prosedur dan sistem
Jenis
penelitian
deskriptif
pendekatan
kualitatif,

Pada proses pelaksanaan sistem dan
prosedur pengajuan kredit pada
PT.BTN tugas dan wewenang bagi
penyelia loan service lebih banyak
melakukan proses kegiatan operasional
mulai dari pengajuan kredit, analisa kredit sampai dengan akad kredit.
3.





























4.
Dyanrosi
(2005)
UNIBRAW


























Normalia Pratiwi

Analisa
Sistem Dan
Prosedur
Pemberian
KPR Griya
Utama
Dalam Usaha
Mencegah
Kemacetan
Kredit




















Analisis Manajemen Kredit Pemilikan Rumah Terhadap Penurunan Kredit Macet

Kredit Macet




























Manajemen Kredit



Jenis
penelitian
deskriptif
pendekatan
studi kasus
analisis
deskriptif
kualitatif






















Analisis analisis data deskriptif kualitatif
Bahwa Pada Sistem Dan Prosedur
Pemberian KPR, Khusunya KPR Griya
Utama Pada BTN Cabang Malang
belum terdapat pengendalian intern
yang baik dengan demikian masih
memungkinkan terjadinya praktek
penyelewengan yang dapat
mengakibatkan kemacetan kredit, hal
ini disebabkan karena:
Dalam proses pelaksanaan sistem
dan prosedur pemberian KPR pada
BTN cabang Malang wewenang loan
service lebih dominan yaitu loan service
lebih banyak mengoperasionalkan
proses pemberian kredit mulai
pemeriksaan kelengkapan data calon
debitur sampai realisasi kredit. Hal
tersebut tidak sesuai dengan unsur
pengendalian intern, di mana suatu
fungsi tidak boleh diberi tanggung
jawab penuh untuk melaksanakan
semua tahap transaksi


Manajemen Kredit yang diterapakan oleh PT Bank Tabugan Negara sudah mampu dan efektif dalam mengelola kredit dan menurunkan kredit bermasalah dengan analisis 5C,7P, dan 3R
Sumber: Diolah peneliti
Persamaan dalam penelitian terdahulu adalah membahas tentang kredit pemilikan rumah
Perbedaan dalam penelitian terdahulu adalah variabelnya, yang di mana diantara 3 peneliti terdahulu berbeda-berbeda variable, yang di mana dari penelitiaannya Nur Farika (2008), yang di mana peneliti menjelaskan tentang pembiayaan, Laili (2004) yang menjelaskan tentang prosedur dan system KPR yang ada di BTN, dan peneliti terdahulu yang ketiga Dyanrosi (2005) yang menjelaskan tentang analisa sistem dan prosedur pemberian KPR Griya Utama dalam usaha mencegah kemacetan kredit di BTN perbedaaan peneliti yang sekarang ini adalah peneliti meneliti manajemen kredit terhadap penurunan kredit bermasalah di Bank Tabungan Negara.


2.1  Kajian Teori.
2.1.1   Bank
Pengertian bank menurut undang-undang RI NO. 7 tahun 1992 tentang perbankan, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang NO 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 pasal 1 ayat 1  menyebutkan bank adalah “Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.
Menurut Kasmir (2002:11) Menjelaskan pengertian bank dari sudut pandang yang sederhana “Lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya”.
Menurut Ajuha yang dikutip dalam Hasibuan (2004:2) memberi pendapat bahwa: “Bank menyalurkan modal dari mereka yang tidak dapat menggunakan secara menguntungkan kepada mereka yang dapat membuatnya lebih produktif untuk keuntungan masyarakat. Bank juga berarti saluran untuk menginvestasikan tabungan secara aman dan dengan tingkat suku bunga yang menarik.
Dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh Kasmir dan Ajuha ada sedikit persamaan yang dapat disimpulkan bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkan kembali kepada masyarakat atau juga dapat dikatakan sebagai lembaga perantara antara pihak yang berlebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
Berbeda dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kasmir dan Ajuha Menurut Abdurahman yang dikutip dari Dendawijaya dan Hasibuan, Bank merupakan tempat penyimpanan barang-barang berharga dan juga sebagai tempat penukaran alat- alat pembanyaran giral dan kartal.
Dapat disimpulkan dari berbagai pendapat di atas bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan utama:
1. Menghimpun dana
2. Menyalurkan dana
3. Memberikan jasa bank lainnya.
Seperti tersirat dalam namanya Bank Tabungan Negara, bank ini memusatkan kegiatan pada pengumpulan deposito dan tabungan kecil di seluruh Indonesia. Dana-dana bank terdiri rekening tabungan lain serta dana dari bank sentral, moral, dan cadangan umum maupun cadangan lain. Sumber dana utama terbesar berasal dari tabanas dan dana dari bank sentral. Yang terakhir ini terutama diberikan pada tahun 1976 yaitu sejak pelaksanaan pemberiaan kredit perumahan kecil atau murah oleh BTN. Lapangan investasi atau penggunaan dana yang utama adalah pinjaman pada bank-bank lainnya. Pinjaman-pinjaman jangka pendek serta investasi pada surat-surat berharga relative kecil dan terus turun.


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar