33.HUBUNGAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DAN PASAR TERHADAP PROFITABILITAS INDUSTRI KERAJINAN BUBUT KAYU DI BLITAR [33]

Admin
JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DAN PASAR TERHADAP PROFITABILITAS INDUSTRI KERAJINAN BUBUT KAYU DI BLITAR (Lengkap sampai daftar pustaka)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Era globalisasi dan liberalisasi ekonomi mengakibatkan pembaharuan yang
sangat cepat dan luas pada perekonomian dalam Negeri dan internasional. Di
sektor industri persaingan sangat ketat, supaya mampu bersaing dan menjadi
motor penggerak perekonomian dimasa depan, maka sektor industri harus
memiliki daya saing yang tinggi.
Daya saing yang tinggi dapat dicapai apabila industri tersebut memiliki
struktur, nilai tambah dan produktifitas industri yang berkelanjutan menciptakan
landasan ekonomi yang kuat berbentuk stabilitas makro ekonomi, iklim usaha dan
investasi yang sehat.

Kebijakan perdagangan memasuki era globalisasi dan liberalisasi ekonomi
diarahkan pada pencitraan dan pemantapan kerangka landasan perdagangan, yaitu
dengan meningkatkan efisiensi perdagangan dalam Negeri dan perdangan luar
Negeri dengan tujuan memperlancar arus barang dan jasa, mendorong
pembentukan harga yang layak dalam iklim persaingan yang sehat, menunjang
usaha dalam peningkatan efisiensi produksi, mengembangkan ekspor, memperluas
kesempatan berusaha dan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan rakyat serta
memantapkan stabilitas ekonomi.

Peran industri baik dari sektor mikro maupun makro semakin
dikembangkan. Ekonomi industri mempelajari tentang kebijakan perusahaan
menghadapi pesaing dan pelanggan termasuk didalamnya penetapan harga,
advertensi, penelitian dan pengembangan.
Ekonomi industri mempunyai unsur ekonomi makro, khususnya membahas
kebijakan publik yang berkaitan dengan maksimalisasi kesejahteraan masyarakat
(welfare economic), dan mempelajari hubungan perusahaan dengan pemerintah
dan bisnis.Organisasi industri berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah dalam
usaha mencapai tujuan yaitu tercapainya efisiensi ekonomi nasional.
Persaingan usaha saat ini sangat kompleks dengan meningkatnya harapanharapan
pelanggan dari waktu ke waktu, sehingga berdampak terhadap toleransi
waktu yang sangat sempit dimana pelanggan mengharapkan produk yang
berkualitas, murah dan baik.
Industri adalah semua kegiatan manusia yang bersifat produktif untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya berbentuk barang dan jasa, dengan jalan
menstranformasikan faktor-faktor produksi untuk mendapatkan nilai tambah
(added value) yang lebih tinggi.Kegiatan industri sangat mengandalkan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Sedangkan faktor-faktor produksi adalah sumber daya
alam, sumber daya manusia, modal dan teknologi serta ketrampilan manajemen
(skill).(Tiktik Sartika Partomo,2008:1)
Industri kerajinan bubut kayu adalah salah satu industri komoditi andalan
kota Blitar. Industri kerajinan bubut kayu menghasilkan berbagai macam produk,
diantaranya adalah gendang jimbe dengan berbagai ukuran, yoyo, dan ketapel.

Usaha kerajinan bubut kayu menggunakan bahan baku kayu mahoni dan berbahan
bakar solar, serta bahan pembantu yaitu pirtus dan bensin.
Sentra industri bubut kayu tersebut berada di Kecamatan Kepanjen Kidul
Desa Tanggung Lingkungan Santren.Jumlah Industri kerajinan kayu terus
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Hal ini dikarenakan Industri kerajinan
tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan, selain itu Industri kerajinan bubut
kayu yang berada di Lingkungan Tanggung merupakan industri rumah tangga
yang dikelola secara turun temurun sehingga industri kerajinan bubut kayu sudah
menjadi ciri khas masyarakat Tanggung Santren serta menjadi sumber penggerak
ekonomi di Desa Tanggung
Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan
memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan
sebagaimana diatur dalam undang-undang.Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala
kecil adalah kegiatan ekonomi yang dimiliki dan menghidupi sebagian besar
rakyat. Usaha kecil tersebut mencangkup usaha kecil formal, informal dan usaha
kecil tradisional.(Tohar, 2000:15)
Penjualan kerajinan kayu telah tersebar ke luar kota. Penjualan kerajinan ini
dikirim ke berbagai kota misalnya Bali, Malang, Jogjakarta dan sekitarnya.
Potensi industri kecil di Blitar memang patut diunggulkan. Terutama barang
kerajinan kayu telah mencapai pasar ekspor. Diantaranya menembus pasar Eropa,
Asia, dan Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan kerajinan bubut kayu disukai
kolektor-kolektor seni mancanegara.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menyebabkan meningkatnya
harga-harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
membawa dampak kurang bagus terhadap semua sektor industri. Terutama
industri kerajinan kayu di kota Blitar yang menggunakan bahan bakar solar.
Naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) menyebabkan meningkatnya biaya
operasional sehingga menyebabkan naiknya biaya bahan baku, biaya produksi,
biaya tenaga kerja, biaya transportasi dan sebagainya.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat para wirausahawan
di Jawa Timur mengambil posisi menahan diri untuk tidak melakukan ekspansi.
Persaingan industri dan perdagangan dalam Negeri dan luar Negeri menyebabkan
para pengusaha kecil kerajinan kayu mempertahankan harga jual yang
mengakibatkan penurunan laba usaha. Akan tetapi sebagian besar industri
pengrajin kayu meningkatkan harga jual untuk memperoleh keuntungan, hal
tersebut berdampak pada penurunan penjualan yang pada akhirnya juga
menurunkan laba. Berikut adalah daftar harga Bahan Bakar Minyak dari kenaikan
harga Bahan Bakar Minyak sampai turunya harga Bahan Bakar Minyak






Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar