SKRIPSI BAGAIMANA UPAYA RSUD JOMBANG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS JASA / PELAYANANYA SEHINGGA DAPAT MEMENUHI KEPUASAN PASIENNYA (1)

Admin

JUDUL SKRIPSI BAGAIMANA UPAYA RSUD JOMBANG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS JASA / PELAYANANYA SEHINGGA DAPAT MEMENUHI KEPUASAN PASIENNYA (lengkap sampai daftar pustaka) 


2.1.       Rumah Sakit

Pada hakikatnya, rumah sakit adalah salah satu jenis industri jasa, dalam hal ini industri jasa kesehatan. Pada kenyataannya rumah sakit mempunyai beberapa ciri khas yang membedakannya dengan industri lainnya. Karenanya, rumah sakit memerlukan pendekatan yang berbeda pula.
2.1.1.         Konsep Rumah Sakit
Samsi Jacobalis (1991) mengutarakan .”….. persepsi mutu yang paling utama bagi pasien adalah  kepuasan  (patient stisfaction), baik phisik maupun psikologik dari definisi tersebut diatas dapat kita interprestasikan bahwa pelayanan di rumah sakit juga menjadi  salah satu komponen  penting dalam  permasalahan manajemen, karena mengangkat masyarakat banyak.
American Hospital  Association (1974) mendefinisikan “Rumah Sakit sebagai suatu organisasi  yang melalui tenaga medis profesional  yang terorganisir serta saran kedokteran yang permanen yang menyelenggarakan pelayanan  kedokteran, asuhan  perawatan  yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan  yang diderita oleh pasien “. Sementara  itu Wolper dan Pena (1987) menyatakan  bahwa “ Rumah Sakit  merupakan tempat  di mana orang sakit mencari dan menerima  pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan  klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat, dan berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya”.  Dan rumah sakit adalah pusat di mana pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan serta penelitian kedokteran  diselenggarakan (Association Hospital Care, 1947).
Sesuai dengan perkembangan zaman Rumah Sakit mengalami perkembangan pula. Perkembangan yang dimaksud dapat dibedakan atas 4 macam yaitu :
1.         Perkembangan pada fungsi yang dimiliki jika dahulu fungsi rumah sakit hanya untuk menyembuhkan orang sakit (Nasococium / Hospital) maka pada saat ini telah berkembang menjadi suatu pusat kesehatan (Health Center). Dengan munculnya kebutuhan atau kesinambungan pelayanan serta perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran , maka Rumah Sakit pada saat ini telah mencakup pula pendidikan dan penelitian.
2.         Perkembangan pada ruang lingkup kegiatan yang dilakukan. Jika dahulu ruang lingkup kegiatannya hanya merupakan tempat beristirahat pada musafir (Xenodocium), tempat mengasuh anak yatim (Phanotropium), maka pada saat ini telah berkembang menjadi suatu institusi kesehatan (Health Institution). Dengan munculnya diversifikasi dalam kehidupan masyarakat maka ruang lingkup kegiatan rumah sakit yang semula mencakup berbagai aspek sosial, pada saat ini telah membatasi diri hanya pada aspek kesehatan saja.
3.         Perkembangan pada masing-masing fungsi yang dimiliki oleh Rumah Sakit, kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran. Maka fungsi pelayanan, pendidikan,dan penelitian yang diselenggarakan rumah sakit tidak lagi mencakup pada hal-hal yang sederhana saja, tetapi telah mencakup hal-hal spesialistik.
4.         Perkembangan pada kepemilikan Rumah Sakit jika dahulu hanya didirikan badan-badan keagamaan, bahkan badan-badan social (Charitable Hospital) dan ataupun oleh pemerintah (Public Hospital) maka saat ini telah didirikan pula berbagai badan-badan swasta (Private Hospital). Dulu, yang tidak pernah memikirkan masalah untung rugi karena semata-mata didirikan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan (non profit). Pada saat ini telah berubah menjadi salah satu usaha mencari keuntungan (profit making).
5.         Organisasi yang responsive terhadap tuntutan masyarakat harus memenuhi persyaratan minimal yakni mempunyai misi utama yang didukung oleh dana / modal yang cukup. Pangsa pasar yang luas, yaitu tidak untuk satu atau dua segmen masyarakat, dan mempunyai program kerja yang memuaskan masyarakat.

2.1.2.         Ciri Khas Mutu Pelayanan Kesehatan
            Rachael Massie dalam buku Essential of Management mengemukakan 3 ciri khas rumah sakit dengan industri lainnya; (Tjandra Yoga Aditama, 2003,170 – 171)
1 .       Kenyataan bahwa “bahan baku” dari industri jasa kesehatan adalah manusia. Tujuan utama dalam industri rumah sakit adalah melayani kebutuhan manusia, bukan semata-mata menghasilkan produk dengan proses dan biaya yang seefisien mungkin. Unsur manusia perlu mendapatkan perhatian dan tanggung jawab utama pengelola rumah sakit. Perbedaan ini mempunyai dampak penting dalam manajemen, khususnya menyangkut pertimbangan etika dan nilai kehidupan manusia.
2 .       Kenyataan bahwa dalam industri rumah sakit yang disebut sebagai pelanggan tidak selalu mereka yang menerima pelayanana. Pasien adalah mereka yang diobati di rumah sakit. Akan tetapi, kadang-kadang bukan mereka sendiri yang menentukan rumah sakit mana mereka harus dirawat. Berbeda dengan bisnis restoran, dimana setelah masuk restoran, maka si pelangganlah yang menentukan menu yang akan dibelinya di restoran itu. Perbedaan mendasar inilah yang perlu mendapatkan perhatian yang amat penting bagi para pengelola rumah sakit.
3 .       Kenyataan menunjukkan bahwa pentingnya peran para professional, termasuk dokter, perawat, ahli farmasi, fisioterapi, radiographer, ahli gizi dll. Maka dari itu perlu hubungan dengan para professional perlu dipelihara dengan baik, karena hubungan antara dokter dengan rumah sakit adalah hubungan simbiosis.
James Wilan dalam buku Hospital Management menyebutkan bahwa Nursing Department di rumah sakit mempunyai beberapa tugas, seperti : (Tjandra Yoga Aditama, 2003,81-82)
a.          Memberikan pelayanan keperawatan pada pasien, baik untuk kesembuhan ataupun pemulihan status fisik dan mentalnya.
b.         Memberikan pelayanan lain bagi kenyamanan dan keamanan pasien, seperti penataan tempat tidur dll.
c.          Melakukan tugas administrative.
d.         Menyelenggarakan pendidikan keperawatan berkelanjutan.
e.          Melakukan berbagai penelitian/riset untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
f.          Berpartisispasi aktif dalam program pendidikan bagi para calon perawat.

2.1.3.         Konsep Nilai Konsumen
Nilai atau value punya beberapa arti. Dalam hal ini, customer value diartikan sebagai summation lof benefits and sacrifices that result as a consequence of a customer using a product/service to meet certain needs.
Sebagian besar organisasi tidak hanya punya satu jenis customer baik di luar maupun di dalam organisasinya, masing-masing dengan kebutuhannya sendiri-sendiri. Karena itu, diperlukan pengenalan segmentasi pasar dengan baik. Segmentasi pasar ini dapat ditentukan berdasar status sosio-ekonomik, demografik, psikografik, geografik dan gaya hidup. Konsep nilai pelanggan diartikan sebagai kecocokan antara produk dengan kebutuhan pelanggan tersebut. (Tjandra Yoga Aditama, 2003,179).
Milton Roemer dan Friedmen dalam buku Doctors in Hospital menyatakan bahwa rumah sakit setidaknya punya lima fungsi. Pertama, harus ada pelayanan rawat inap dengan fasilitas diagnostic dan terapeutiknya. Berbagai spesialisasi, baik bedah maupun non bedah, harus tersedia. Pelayanan rawat inap ini juga meliputi palayanan keperawatan gizi, farmasi, laboratorium, radiology dan berbagai pelayanan diasnotok serta terapeutik lainnya. Kedua, rumah sakit harus memiliki pelayanan rawat jalan. Ketiga, rumah sakit juga punya tugas untuk melakukan pendidikan dan latihan. Keempat, rumah sakit perlu melakukan penelitian di bidang kedokteran dan kesehatan, karena keberadaan pasien di rumah sakit merupakan modal dasar untuk penelitian ini. Kelima, rumah sakit juga punya tanggung jawab untuk program pencegahan penyakit dan penyuluhan kesehatan bagi populasi di sekitarnya.(Tjandra Yoga Aditama, 2003,6)

2.2.       Jasa
Jasa adalah produk yang tak berwujud. Apabila seseorang membeli jasa, hal itu sama artinya dengan menukarkan uang yang dimilikinya dengan suatu produk yang tidak berwujud. Jasa berbeda dengan barang, dimana pembuatan barang dilakukan melewati proses produksi. Jasa dihasilkan dari pemberian manfaat suatu atau beberapa sarana maupun prasarana kepada pengguna jasa, dengan penyampaian ketrampilan tertentu dari pihak pemberi jasa.
Menurut Kotler (1995), jasa adalah berbagai tindakan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak lain yang pada dasarnya tidak dapat dilihat dan tidak dapat menghasilkan kepemilikan hak milik terhadap sesuatu. Proses produksinya dapat berkaitan dengan produk fisik ataupun tidak.
Jasa menurut American Marketing Association (1981) didefenisikan sebagai berikut :
“Servis are those separately identifiable, essential intangible activities which provide want satisfaction and that is not necessarily tied to the sales of a product or another service. To produce a service may or may not require the use of tangible goods. However when such use required, there is no transfer of title (permanent ownership) to these tangible goods”.
Selanjutnya Rohit Ramaswany (1996) definisi jasa adalah :
“ Service is business transaction that take place between a donor (service provider) and a receiver (customer) in order to produce an outeame that satisfied the customer”.






Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar