SKRIPSI PENGARUH JUMLAH DANA PIHAK KETIGA, INFLASI, DAN TINGKAT MARGIN TERHADAP ALOKASI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia) {45}

Admin

JUDUL SKRIPSI : PENGARUH JUMLAH DANA PIHAK KETIGA, INFLASI, DAN TINGKAT MARGIN TERHADAP ALOKASI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH  (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia)


Di zaman ekonomi pasar bebas yang akan di hadapi Indonesia ini memberikan dampak pada para masyarakat  untuk beralih profesi sebagai wirausaha atau paling tidak mempunyai profesi sebagai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karena disadari bahwa pekerjaan ini memberi hidup yang layak, Permodalan bagi UKM menjadi salah satu tema pokok didalamnya untuk membentuk suatu bentuk usaha dalam merintis usaha.
Di Indonesia, salah satu keistimewaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terlihat ketika berguncangnya krisis ekonomi tahun 1997-1998 yang melemahkan hampir semua sektor ekonomi. Saat itu, UKM mampu bertahan menghadapi goncangan dibandingkan dengan usaha besar. UKM ini juga sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan UKM juga sangat produktif dalam menghasilkan tenaga kerja baru dan juga dapat menambah jumlah unit usaha baru yang mendukung pendapatan rumah tangga dari usaha tersebut. UKM juga memiliki fleksibilitas jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas besar. (www.usaha-kecil.com)
       Penggerak utama perekonomian di Indonesia selama ini pada dasarnya adalah sektor UKM. Berkaitan dengan hal ini, paling tidak terdapat beberapa fungsi utama UKM dalam menggerakan ekonomi Indonesia, yaitu (1) Sektor usaha kecil dan menengah sebagai penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang yang tidak


tertampung di sektor formal, (2) Sektor usaha kecil dan menengah mempunyai kontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), dan (3) Sektor usaha kecil dan menengah sebagai sumber penghasil devisa negara melalui ekspor berbagai jenis produk yang dihasilkan sektor ini. (www.infoukm.wordpress.com)
       Sebagian besar usaha bisnis di Indonesia berbentuk UKM yang memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan realitas perekonomian Indonesia. Usaha yang mereka jalankan mampu berdiri di sendiri dan bersifat mandiri tanpa memiliki grup atau di bawah grup perusahaan lain. Modal mereka juga terbatas dan yang pasti usahanya pun sangat susah mendapatkan pinjaman kredit atau pembiayaan dari bank, dengan kata lain termasuk kategori unbankable.
       Berdasarkan data Usaha Kecil dan Menengah (UKM) 2006-2009 perkembangan unit usaha UKM terus mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari data statistik UKM tentang jumlah unit yang berkembang tiap tahunnya di Indonesia.
Tabel 1.1
Jumlah Unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia
Tahun 2006-2008

2006
2007
2008
Unit
509.365
536.847
559.878
                    Sumber: BPS data diolah

Dari Tabel diatas perkembangan unit UKM berkembang sangat baik dan hampir dalam tiap tahunnya selalu mengalami perubahan, perkembangan unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak terlepas dari bank di Indonesia baik bank umum maupun bank syariah yang turut berperan andil dalam mendukung perkembangan UKM, hal ini dapat dilihat dengan perkembangan alokasi UKM pada bank syariah yang khusus diperlakukan untuk UKM yang semakin lama semakin besar kucuran dana yang diberikan. (SEKI:BI)
Menurut Kasmir (2004: 29), kebutuhan akan dana ini baik diperlukan baik untuk modal investasi atau modal kerja dan dapat dilakukan pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan (lembaga keuangan). Dalam Praktiknya lembaga keuangan dikelompokkan dalam 2 golongan besar yaitu: Lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan lainnya, sedangkan menurut Suhardjono (2003: 46), Pada pembiayaan alokasi dana usaha kecil dan menengah (UKM) maka dapat dilakukan berbagai alternatif lembaga Pembiayaan, terdapat 3 (tiga) alternatif pembiayaan yang dapat dipilih, yaitu kredit dari perbankan, pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dan modal ventura.
Peran ini juga tidak lepas dari perbankan syariah yang pertama kali berdiri pada tahun 1992, tercatat hingga tahun 2009 terdapat 5 (lima) Bank Umum Syariah (Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank BTN Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Negara Indonesia Syariah), dan jumlah BPR Syariah sebanyak 137 buah. (www.SEKI-BI.com).
Berdasarkan bentuk pembiayaan yang ditawarkan pada bank syariah menurut Suhardjono (2003: 22-23), yaitu pembiayaan berdasarkan jual beli (ba’i), sewa beli (ijarah waiqtina), bagi hasil (syirkah) dan pembiayaan lainnya. Macam-macam bentuk pembiayaan yang diberikan bank-bank syariah kepada usaha kecil menjadi sangat berarti bagi berkembangnya UKM. Pembiayaan UKM diharapkan menjadi solusi bagi masalah perekonomian saat ini. Tanpa kredit atau pembiayaan UKM akan kehilangan potensi untuk tumbuh dan berkembang dikarenakan dukungan utama berdirinya UKM adalah pembiayaan UKM, jadi keduanya tidak terlepas.
Pembiayaan yang diberlakukan untuk UKM pada bank syariah ini juga tidak lepas dari penghimpunan dana yang dilakukan bank syariah dari dari pihak ketiga. Menurut Heri Sudarsono (2007: 56-61) Perkembangan jumlah dana dari pihak ketiga berasal melalui sumber dana Al-wadiah, Mudharabah, Mudharabah Mutlaqah atau Mudharabah Muqayyadah. Berdasarkan data SEKI tahun 2007-2009 penghimpunan dana dari pihak ketiga dari tahun ke tahun mengalami perkembangan, hal ini dapat dilihat pada gambar 1.1
Gambar 1.1
Sumber: SEKI BI

Penghimpunan dana dari pihak ketiga sangat dibutuhkan dunia usaha dan investasi, jika orang sudah enggan menabung, maka dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang, karena berkembangnya dunia usaha membutuhkan dana dari masyarakat. (Nurul Huda: 2008:176)
Variabel Makro baik inflasi maupun tingkat margin pembiayaan merupakan komponen penting yang harus diperhatikan setelah jumlah dana pihak ketiga. Tingkat margin pembiayaan juga mempengaruhi UKM karena semakin tinggi tingkat margin pembiayaan maka akan menimbulkan keengganan masyarakat yaitu UKM untuk meminjam dana jika tidak sebanding  dengan keuntungan yang diperoleh UKM, karena tingkat margin yang diberlakukan bank syariah lazimnya menggunakan going rate pricing, yaitu menggunakan tingkat suku bunga pasar sebagai rujukan. (Muhammad, 2005: 137). Inflasi juga berpengaruh terhadap UKM karena jika terjadi inflasi maka bank sentral akan menaikan bunga kemudian berdampak pada penaikan bunga oleh bank-bank umum yang akhirnya juga berdampak pada bank syariah sehingga bunga UKM ikut naik, juga dikarenakan jika terjadi inflasi dunia usaha akan mengalami kelesuan sebab permintaan agregat akan turun.
Keadaan seperti yang dijelaskan diatas, diilhami peneliti – peneliti terdahulu dalam melakukan penelitian, diantaranya Ningrum Muliyana (2002) melakukan penelitian tentang pengaruh peningkatan pendapatan, modal usaha, jumlah tanggungan, jumlah tenaga kerja, usia, gender, dan karakter terhadap alokasi pembiayaan usaha kecil pada BMT Mitra Sarana periode 2002. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketujuh variabel berpengaruh simultan terhadap harga pembiayaan usaha kecil, secara parsial hanya modal usaha atau dana pihak ketiga yang berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan usaha kecil. Cokro Wahyu Sujati (2007) melakukan penelitian tentang pengaruh jumlah dana pihak ketiga, inflasi, dan mergin pada bank-bank umum terhadap alokasi kredit usaha kecil (KUK) pada bank-bank umum di Indonesia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jumlah dana pihak ketiga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi KUK, tingkat inflasi mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap alokasi KUK, sedangkan pada tingkat margin pembiayaan juga mempunyai pengaruh negative dan signifikan terhadap alokasi KUK.
Dengan adanya variabel – variabel yang mempengaruhi alokasi pembiayaan usaha kecil seperti tersebut diatas, penelitian ini akan difokuskan pada pengaruh variabel jumlah dana pihak ketiga, inflasi, dan tingkat margin terhadap alokasi pembiayaan UKM yang pada bank-bank syariah di Indonesia periode 2007-2009. Faktor-faktor apa saja yang menyebakan atau mempengaruhi pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari bank syariah layak untuk diteliti serta apakah ketentuan pembiayaan juga menjadi prioritas UKM untuk melakukan pembiayaan terhadap usahanya.
Berdasarkan kepentingan di atas Penulis berkeinginan untuk meneliti dan menganalisis pengaruh alokasi pembiayaan UKM dari bank syariah. Penelitian diharapkan dengan penelitian ini semua pihak yang terkait dan berkepentingan dengannya dapat memanfaatkan hasil yang sebesar-besarnya. Penelitian ini oleh penulis dijadikan sebagai skripsi dengan judul “Pengaruh Jumlah Dana, Inflasi, dan Tingkat Margin Terhadap Alokasi Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia)”.



1.1.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.    Apakah jumlah dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin secara simultan  mempunyai pengaruh signifikan terhadap alokasi pembiayaan UKM  pada bank-bank syariah di Indonesia?
2.    Apakah jumlah dana pihak ketiga, inflasi, dan tingkat margin secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap alokasi pembiayaan UKM pada bank-bank syariah di Indonesia?
3.    Manakah dari variabel jumlah dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin yang berpengaruh dominan terhadap alokasi pembiayaan UKM pada bank-bank syariah di Indonesia?

1.2.  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui pengaruh signifikansi jumlah dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin secara simultan terhadap alokasi pembiayaan UKM  pada bank-bank syariah di Indonesia.
2.    Untuk mengetahui pengaruh signifikansi dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin secara parsial terhadap alokasi pembiayaan UKM pada bank-bank syariah di Indonesia.
3.    Untuk mengetahui dari variabel jumlah dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin yang berpengaruh dominan terhadap alokasi pembiayaan UKM pada bank-bank syariah di Indonesia.

1.3.  Batasan Masalah
Dalam penelitian ini, peneliti hanya akan membahas pengalokasian dana dari bank syariah yang telah terdaftar pada SEKI untuk perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sedangkan yang menjadi obyek data pada penelitian ini adalah
1.    Laporan pada statistik SEKI (Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia) keuangan selama 4 tahun yakni pada bulan Januari 2007 sampai dengan Desember 2009.
2.    Dalam penelitian ini dibatasi pada variabel jumlah dana dari pihak ketiga, laju inflasi, dan tingkat margin (pinjaman) dan pengaruhnya yakni, jumlah pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai variabel independen.

1.4.  Manfaat Penelitian
Beberapa manfaat yang akan dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagi penulis
a.    Menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti kuliah.
b.    Menambah wawasan bagi penulis mengenai penghimpunan dana pada bank syariah untuk mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan pemberian pembiayaan pada UKM serta mengetahui faktor yang mempengaruhi akan alokasi pembiayaan yang dihimpun bank syariah.
2.    Bagi bank syariah
a.    Manfaat bagi bank syariah adalah untuk sumber referensi dan informasi bagaimana membuat kebijakan yang berkaitan dengan alokasi UKM serta strategi peningkatan UKM.
3.    Bagi pemerintah dan masyarakat
a.    Manfaat bagi pemerintah dan masyarakat adalah untuk informasi bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan sektor usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta berguna bagi pembanding bagi penelitian yang serupa.
4.    Bagi jurusan ekonomi
a.    Manfaat bagi jurusan manajemen ekonomi yakni sebagai tambahan dan perbandingan dalam penelitian selanjutnya.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1.  Penelitian Terdahulu
Ada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya tentang UMKM, penelitian tersebut adalah:
1.    Ningrum Muliyana (2002) “Pengaruh Pembiayaan Produktif Terhadap Peningkatan dan Pengembangan Usaha Kecil (Studi pada Pedagang Kecil di Pasar Induk Gadang Malang)”
       Penelitian tersebut ditulis dengan tema usaha kecil yang terdapat pada pasar Induk Gadang Malang. Tentang penyaluran dana usaha kecil pada BMT “Mitra Sarana” Malang yang dilakukan pada tahun 2002. Variabel dependen dalam penelitian tersebut adalah Pembiayaan Usaha Kecil di BMT “Mitra Sarana”, sedangkan variabel independen penelitian tersebut yaitu modal usaha, jumlah tanggungan, jumlah tenaga kerja, dan usia pedagang dengan Menggunakan OLS dengan mencari tahu hubugan variabel independen tersebut terhadap variabel dependennya. Dalam penelitian tersebut juga menganalisis hubungan peningkatan usaha kecil setelah menggunakan jasa pembiayaan pada BMT “Mitra Sarana”
Penelitian tersebut kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:


a.    Dengan metode yang digunakan diketahui bahwa pemberian pembiayaan produktif memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan pedagang kecil dengan persamaan:
X = 591687 + 0,0584 X1 – 19909 X2 – 56010 X3 – 464,74 X4 – 7834,6 X5 + 33724 X6+ 64187 X7
  Dimana :       X1= Peningkatan Pendapatan    X5 = Usia
X2 = Modal Usaha                    X6 = Gender
X3 = Jumlah Tanggungan          X7 = Karakter
X4 = Jumlah Tenaga Kerja
b.    Secara simultan tujuh variabel diatas secara signifikan berpengaruh terhadap variabel terikat (peningkatan pendapatan) sebesar 14,239 satuan.
c.    Pembiayaan produktif tersebut terbukti mampu meningkatkan pendapatan usaha kecil yang diwakili oleh besarnya jumlah modal usaha dan berdasarkan hasil responden hampir 80% menyatakan bahwa pembiayaan yang relatif kecil, mempermudah mereka untuk melunasinya.

2.    Cokro Wahyu Sejati (2004) “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alokasi KUK Pada Bank-Bank Umum di Indonesia (Pada tahun 2004:02-2005:12)
Penelitian tersebut ditulis dengan tema KUK dan UKM, tentang penyaluran KUK di Indonesia yang dilakukan dengan sampel yang diambil tahun 2004 sampai tahun 2007. Variabel dependen dalam penelitian tersebut adalah alokasi KUK di Indonesia, sedangkan variabel independen penelitian tersebut yaitu jumlah dana yang dihimpun bank, Tingkat suku bunga. Menggunakan OLS dengan mencari tahu hubugan variabel independen tersebut terhadap variabel dependennya. Dalam penelitian tersebut juga menganalisis hubungan antara inflasi dengan tingkat suku bunga deposito.
Penelitian tersebut kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
a.    Variabel independen Jumlah dana yang dihimpun bank berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen alokasi KUK
b.    Pada tingkat suku bunga deposito ternyata variabel inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil (KUK)
c.    Tingkat laju Inflasi di Indonesia ternyata berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil (KUK)

       Dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh ningrum muliyana dengan menggunakan variabel-variabel yang pernah diteliti oleh ningrum yaitu peningkatan pendapatan, modal usaha, jumlah tanggungan, jumlah tenaga kerja, usia, gender, dan karakter peminjam, maka  Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu:
a.    Variabel-variabel yang dipilih dalam penelitian ini yaitu peningkatan pendapatan, jumlah tanggungan, jumlah tenaga kerja, usia, gender, dan karakter peminjam.
b.    Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu Baitul Maal Wattamwil (BMT) Mitra Sarana Malang.
c.     Periode yang digunakan yaitu 2002.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu digunakannya variabel terikat yang sama yaitu alokasi pembiayaan Usaha Kecil dan metode  analisis yang digunakan yaitu regresi linear berganda dengan asumsi uji multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokodestisitas.

       Sedangkan penelitian dari cokro wahyu sujati menggunakan variabel- variabel yang pernah diteliti oleh cokro yaitu jumlah dana pihak ketiga, inflasi, tingkat suku bunga bank umum yang mempengaruhi alokasi Kredit usaha kecil (KUK), maka  Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu:
a.    Variabel terikat yang tidak sama yaitu alokasi pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
b.    Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu Bank-Bank Syariah di Indonesia.
c.    Periode yang digunakan yaitu 2004-2007.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu digunakannya variabel bebas yang sama yaitu jumlah dana pihak ketiga, inflasi, tingkat margin pembiayaan pada bank syariah dan metode analisis yang digunakan yaitu regresi linear berganda dengan asumsi uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokodestisitas.
Dengan mengadakan penelitian yang serupa tetapi pada area yang berbeda yakni bank syariah diharapkan dapat melihat perbedaan serta memperbaharui informasi tentang penyaluran pembiayaan kredit usaha kecil dan menengah pada bank syariah, karena pada saat ini bank syariah yang melayani nasabah dengan macam-macam bentuk akad pembiayaan dapat menjadi pilihan masyarakat atas macam-macam pembiayaan bank syariah termasuk kebutuhan pembiayaan masyarakat usaha kecil.






Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar