84. ANALISIS PENGARUH UKURAN KINERJA TERHADAP PREDIKSI LABA PERUSAHAAN PADA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA (lengkap sampai daftar pustaka)

Admin

JUDUL SKRIPSI : ANALISIS PENGARUH UKURAN KINERJA TERHADAP PREDIKSI LABA PERUSAHAAN PADA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA 




BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Seiring semakin derasnya arus globalisasi, yang didalamnya
dituntut adanya pertukaran informasi yang semakin cepat antar
daerah dan negara, membuat peranan telekomunikasi sangat penting.
Telekomunikasi sebagai wahana bagi pertukaran informasi akan
semakin memperhatikan segala aspek teknologi informasi. Bisnis
pertelekomunikasian merupakan bisnis unik, menarik, multi aspek
dan pelopor dalam ekspasi global. Selain itu perkembangan dibidang
dunia informasi juga sangat cepat, baik dilihat dari isi atau teknologi
yang digunakan untuk menyampaikan informasi.
Dilihat dari pertumbuhan industri telekomunikasi di dunia,
termasuk di Indonesia hingga saat ini tercatat paling tinggi dibanding
industri yang lain. Telekomunikasi merupakan salah satu pilar
pertumbuhan ekonomi, perangsang dan pelumas berputarnya roda
ekonomi. Sehingga saham telekomunikasi menjadi digemari karena
saham yang dimiliki oleh industri telekomunikasi mengalami
pergolakan. Pertumbuhan seperti itu biasanya terjadi seiring dengan
masih dikuasainya semua bidang kehidupan oleh telekomunikasi itu
sendiri (www.pikiran-rakyat.com).
Berbagai dinamika yang harus diadaptasi, seperti
perkembangan teknologi, regulasi, dan pasar, maka selama lebih dari
30 tahun berkiprah dalam bidang telekomunikasi, industri
telekomunikasi telah mengalami berbagai perubahan dan
perkembangan. Pada tahun 1974 1984 industri telekomunikasi
menjadi standar perumtel (sekarang telkom) karena fasilitas produksi
yang dimiliki oleh industri telekomunikasi masih belum terlengkapi
sehingga melakukan kerja sama dengan teknologi yang sudah maju.
Dengan semakin bertambahnya tahun menjadikan teknologi pun
semakin canggih hal ini yang menyebabkan fasilitas produksi terbaru
yang sudah dapat dimiliki industri telekomunikasi pada masa ini yaitu
pada tahun 19841994. Sedangkan Selama 20 tahun sejak berdiri,
kegiatan utama industri telekomunikasi adalah murni manufaktur.
Namun dengan adanya perubahan dan perkembangan kebutuhan
teknologi, regulasi dan pasar, industri telekomunikasi mulai
melakukan transisi ke bidang jasa engineering. selama kerjasama
dengan teknologi masih berlangsung, situasi pasar yang berubah,
kompetisi yang makin ketat dan regulasi telekomunikasi yang makin
terbuka menjadikan posisi industri telekomunikasi di pasar bergeser
sehingga tidak lagi sebagai market leader. Kondisi ini mengharuskan
industri telekomunikasi memiliki kemampuan sales force dan
networking yang lebih baik.
Pada era 2000-2004 kerjasama teknologi tidak lagi bersifat single
source, tetapi dilakukan secara multi source dengan beberapa
perusahaan multinasional yang bertujuan untuk merintis kerja sama
dengan beberapa perusahaan multinasional yang memiliki kapabilitas
memadai dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Sedangkan pada
tahun 2005 sampai sekarang serangkaian tahapan restrukturisasi yang
telah dilakukan oleh industri telekomunikasi kini telah memantapkan
langkah transformasi mendasar dari kompetensi berbasis manufaktur
ke engineering solution. Hal ini akan membentuk industri
telekomunikasi menjadi semakin adaptif terhadap kemajuan teknologi
dan karakteristik serta perilaku pasar. Dari pengalaman panjang
industri telekomunikasi sebagai pendukung utama penyediaan
infrastruktur telekomunikasi nasional dan dengan kompetensi
sumberdaya manusia yang terus diarahkan sesuai proses transformasi
tersebut, saat ini industri telekomunikasi bertekad untuk menjadi
mitra terpercaya di bidang penyediaan jasa profesional dan solusi total
yang fokus pada Infocom System & Technology Integration (ISTI)
http://www.inti.co.id/id/modules/aboutus/print.php?id=10 .
Sekarang ini pada Industri Telekomunikasi banyak terjadi
persaingan yang sangat ketat. Hal ini disebabkan tingkat kebutuhan
manusia yang semakin tinggi menuntut layanan komunikasi yang
cepat pula serta tidak terbatas oleh ruang dan jarak. Oleh sebab itulah
layanan komunikasi oleh industri telekomunikasi menjadi kebutuhan
yang tidak terelakan. Hal ini mau tidak mau menuntut industri
telekomunikasi untuk terus mengembangkan usaha dan menambah
modal. Salah satu cara untuk menambah modal tersebut adalah
dengan listing di BEJ yang sering dikenal dengan istilah go public.
Suatu Industri dikatakan maju atau berkembang apabila dapat
mencapai atau melebihi target yang telah ditetapkan. Untuk melihat
kemajuan tersebut dapat dilakukan dengan melihat kinerja laporan
keuangannya, karena laporan keuangan terdapat informasi
berjalannya perusahaan industri. Sebagai alat uji kinerja laporan
keuangan juga perlu dianalisa agar dapat dijadikan dasar bagi seluruh
perusahaan industri dalam menentukan posisi keuangan serta prediksi
laba.
Untuk mengukur manajemen dan kinerja sebuah perusahaan
tidak cukup memakai penghargaan yang diperoleh akan tetapi
diperlukan suatu ukuran yang logis dan sistematik. Menganalisis
kinerja operasi saja juga tidak cukup, sehingga diperlukan sebuah
analisis keuangan yang harus juga mencakup pertimbangan tentang
perkembangan strategis dan ekonomis yang harus diikuti perusahaan
demi keberhasilan jangka panjangnya. Dalam hal ini maka diperlukan
adanya analisis rasio keuangan dengan standar-standar untuk
perbandingan. Adapun untuk membandingkan tersebut, ada salah
satu pendekatan yaitu membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan
pola untuk industri atau lini usaha dimana perusahaan secara
dominan beroperasi. Analisis rasio keuangan tidak boleh dilakukan
secara mekanis, akan tetapi pertimbangan ekonomis dan strategis yang
luas harus dimasukkan untuk menilai kemungkinan kinerja masa
depan perusahaan. Dalam hal ini ukuran kinerja sangat penting
digunakan untuk dianalisis karena ukuran-ukuran kinerja tersebut
mencerminkan keputusan-keputusan strategis, operasi, dan
pembiayaan. Dilihat dari segi ukuran kinerja yang dianalisis maka ada
tiga kelompok yaitu rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan, dan
ukuran nilai. (Weston, 1995:235-237).
Salah satu item dalam laporan keuangan adalah laba, laba
menjadi item analisis pusat ketika manajemen mengukur kinerja
secara global karena laba merupakan suatu pos dasar yang sangat
penting dan memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks.
Laba pada umumnya dipandang sebagai dasar bagi perpajakan,
penentuan kebijakan pembayaran deviden, pedoman investasi dan
pengambilan keputusan dan unsur prediksi kinerja keuangan
perusahaan. (www.mail-archive.com).
Laba tidak muncul secara otomatis, melainkan membutuhkan
perencanaan yang baik untuk memprediksi laba tersebut. Oleh sebab
itu laba dipandang sebagai suatu alat prediksi yang dapat membantu
dalam peramalan laba mendatang dan peristiwa ekonomik yang akan
datang (Iwan dkk, 2001 : 02). Untuk memprediksi laba tersebut dapat
digunakan perubahan laba satu tahun dan dua tahun yang akan
datang. Dalam hal ini ukuran kinerja keuangan sebagai prediktor
dalam perubahan laba karena ukuran kinerja keuangan cukup berguna
bagi para pemakai laporan keuangan yang secara riil maupun
potensial berkepentingan dengan suatu perusahaan.
Berdasarkan pemaparan diatas penelitian ini mengangkat judul
ANALISIS PENGARUH UKURAN KINERJA TERHADAP PREDIKSI LABA
PERUSAHAAN PADA INDUSTRI DI INDONESIA
 


Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSIABSTRACT Ulikah, Anik. 2008. Thesis. Title: “The Implementation of Foreign Exchange Product Transaction at the Bank Syariah Mandiri of Malang Branch” Advisor : H. Achmad Djalaluddin, LC., MA. Keywords : Transaction, Foreign Exchange Foreign exchange is an economic instrument for acquiring economic objects necessary to satisfy the needs of people, may it an individual or collective need, in this modern and global era. Today, not only foreign exchange market that provides foreign exchange products and services, but, as the effect of globalization, many other institutions and foreign trade/exchange banks provide such products and services, as well. One of such banks is Bank Syariah Mandiri of Malang Branch. As a syariah bank, it runs its operation in line with the syariah principals whose business practices should be free from riba, gharar and maysir. The design of the study is a qualitative research with a descriptive method which aims at describing the implementation of foreign exchange products trades at the Bank Syariah Mandiri of Malang Branch, and whether the business practices are kept in line with or have followed the syariah principles. To get the data needed in the study, the research conducted observation, interviews and document analysis. Through logical thinking, these data were identified, analyzed and described elaborately and systematically in a bid to give the true and complete description of the situation in order to allow a clear conclusion and possible solution be made to solve the problem effectively. From the study, it was found that the activities related to foreign exchange at the Bank Syariah Mandiri of Malang Branch include bank note trades transactions, and other foreign exchange services transactions such as foreign exchange demand deposit, time deposit, and telegraphic transfer. The type of foreign exchange transaction which is applied at the Syariah Mandiri bank is a today transaction type. The foreign exchange transaction income has contributed very little to the total income of the Syariah Mandiri bank if compared with the income contributed by other products of the bank. In the operational implementation of the foreign exchange transactions, Bank Syariah Mandiri of Malang Branch has run their practices based on the syariah principals recommended by the DSNMUI’s edict. 1 B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah ukuran kinerja yang meliputi: rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan dan ukuran penilaian berpengaruh terhadap prediksi laba perusahaan Industri Telekomunikasi di Indonesia? 2. Dari ukuran kinerja yang meliputi: rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan dan ukuran penilaian manakah yang dominan mempengaruhi prediksi laba perusahaan pada Industri Telekomunikasi di Indonesia? 7 C. TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mengetahui pengaruh ukuran kinerja yang meliputi: rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan dan ukuran penilaian terhadap prediksi laba perusahaan pada Industri Telekomunikasi di Indonesia. 2. Untuk mengetahui komponen ukuran kinerja yang meliputi: rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan dan ukuran penilaian yang dominan pengaruhnya terhadap prediksi laba perusahaan pada Industri Telekomunikasi di Indonesia. D. BATASAN MASALAH Untuk menjaga ketajaman analisis, maka peneliti membatasi kajian penelitian ini adalah : 1. Laporan tahunan (annual report) yang digunakan adalah laporan keuangan pada tahun 2000-2006. Adapun perusahaan yang dianalisis adalah perusahaan industri telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 2000-2006. 2. Suatu tinjauan atas hubungan analisis keuangan telah dibedakan menjadi 3 yaitu ukuran kinerja, ukuran efisiensi operasi, dan ukuran kebijakan (Weston, 1995:237). Maka dalam penelitian ini peneliti hanya menganalisis ukuran kinerja keuangan. 8 E. MANFAAT PENELITIAN 1. Peneliti Dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan juga dapat menerapkan teori-teori yang telah didapat selama dibangku kuliah. 2. Perusahaan Bermanfaat bagi bahan pertimbangan dan evaluasi untuk mengambil suatu keputusan 3. Pihak-pihak Lain Sebagai bahan informasi tentang kondisi perusahaan, sehingga bagi pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENELITIAN TERDAHULU Penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu adalah mengkaji beberapa aspek yang berkaitan dengan rasio keuangan perusahaan dan laba. Abidowo (2000) melakukan penelitian mengenai pengaruh modal, Kualitas Aktiva Produksi, Rentabilitas, dan Likuiditas terhadap Rasio Laba bersih Industri Perbankan yang Go Public di Indonesia dengan menggunakan 8 rasio CAMEL yang meliputi Equity to total Asset, CAR, Loan to Asset, RORA, ROA, BOPO, LDR, Loan to total Deposit. Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa kedelapan variabel bebas secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan. Sedangkan secara parsial dari kedelapan variabel bebas itu hanya Loan to Asset dan Loan to total Deposit yang tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Atiek Setyo Rini (2006) melakukan penelitian pengaruh kinerja perbankan berdasarkan analisa CAMEL terhadap prediksi laba, mengemukankan bahwa secara simultan, CAR, ROA, ROE, OER, dan LDR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Dari hasil uji regresi, diperoleh bukti empirisbahwa dari komponen 1 0 analisis CAMEL, ternyata aspek earning dan liquidity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Tabel. 2.1 Penelitian Terdahulu dan Sekarang No Nama Judul Penelitian Metode Analisa Variabel Penelitian Populasi & sampel Hasil Penelitian 1 Abidowo , (2000) Pengaruh modal, Kualitas Aktiva Produksi, Rentabilitas, dan Likuiditas terhadap Rasio Laba bersih Industri Perbankan yang Go Public di Indonesia Regresi Linier Bergan da Equity to total Asset, CAR, Loan to Asset, RORA, ROA, BOPO, LDR, Cash and Bank to total Deposit Seleruh bank yang go public di BEJ kedelapan variabel secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap rasio laba bersih industri perbankan yang go public di indonesia. 2 Atiek Setyo Rini, (2006) Pengaruh Kinerja Perbankan Berdasarkan Analisis CAMEL Terhadap Prediksi Laba (Studi Kasus pada Bank-Bank yang terdaftar di BEJ) Regresi Linier Bergan da CAMEL (CAR, ROA, ROE, OER, LDR) Seleruh bank yang go public di BEJ tahun 2003- 2005 Analisis CAMEL memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. 1 1 No Nama Judul Penelitian Metode Analisa Variabel Penelitian Populasi & sampel Hasil Penelitian 4 Umdatul Mufidah, (2007) Analisis Pengaruh Ukuran Kinerja Keuangan Terhadap Prediksi Laba Perusahaan Pada Industri Telekomunikasi di Indonesia Regresi Linier Bergan da Profitabilit as, pertumbuh an, penilaian Industri telekomu nikasi yang terdaftar di BEJ tahun 2000- 2006 Ukuran kinerja yang terdiri dari rasio profitabilitas, pertumbuhan , penilaian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba pada industri telekomunika si dan rasio pertumbuhan berpengaruh dominan terhadap prediksi laba pada PT. Telkom, rasio profitabilitas berpengaruh dominan terhadap prediksi laba pada PT. Indosat Sumber: Penelitian Terdahulu, 2008 Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah: a. Pada penelitian sebelumnya variabel bebas yang digunakan adalah CAMEL, dan pada penelitian ini alat analisis yang digunakan adalah rasio ukuran kinerja (profitabilitas, pertumbuhan, ukuran penilaian). b. Pada peneliti sebelumnya menggunakan objek perbankan dan pada penelitian ini menggunakan objek perusahaan Industri Telekomunikasi di Indonesia. 1 2 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut : a. Pada penelitian sebelumnya meneliti prediksi laba dan begitu juga penelitian ini meneliti prediksi laba. b. Alat analisis yang digunakan juga sama yaitu regresi linier berganda. B. KAJIAN TEORI 1. Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan keuangan Laporan keuangan (Financial Statement) merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Laporan keuangan secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) macam yaitu laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan aliran kas. Dari keempat macam laporan tersebut dapat diringkas lagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu laporan neraca dan laporan laba rugi. Karena pada akhirnya laporan perubahan modal dan aliran kas akan diikhtisarkan dalam laporan neraca laba rugi (Martono dan Harjito, 2003:51). Menurut Darsono dan Ashari (2005:04), laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data 1 3 keuangan atau aktivitas keuangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data tersebut. Selain itu juga laporan keuangan juga menunjukkan kinerja perusahaan yang ditunjukkan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dengan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan. Weston dan Copeland (1995:24) mendefinisikan laporan keuangan sebagai informasi yang melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar bersama analisis bisnis dan ekonomi untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan. Dari beberapa pengertian diatas dapat dilihat bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses akutansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas perusahaan. b. Tujuan Laporan keuangan Menurut Prastowo (2005:05) Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. 1 4 Di dalam Islam Allah memerintahkan adanya pencatatan untuk memperkuat dan memelihara, apabila timbul suatu pertanyaan dan permasalahan dalam sebuah transaksi. Seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ; 282 sebagai berikut : $y㕃r'‾≈tƒ šI%c!$# (#tθaΖtΒ#u #sOEI) ΛaΖtƒ#y‰s? Aoy‰I/ #’nu'tƒ e=I?%x. βr& |=cFo3tƒ$yϑŸ2cμyϑ‾=tã a!$# 4 o=cGo6u‹u=sù E≅I=oϑaŠo9uρ “I%c!$# Iμo‹n =t ã ‘,yso9$# E,−Gu‹o9uρ c!$# …cμ−/u‘ Ÿωuρ o§y‚o7tƒ cμ÷ΖIΒ $\↔o‹x© 4 βI*sù tβ%x.“I%c!$# Iμo‹n=tã ‘,yso9$# $.γŠI%y™ ÷ρr& $,%‹Iè|Ê÷ρr& Ÿω sì‹IÜtGo¡o„βr& ¨≅Iϑaƒ uθeδ o≅I=oϑaŠu=sù …cμ•‹I9uρ EΑo‰yèo9$$I/ 4 (#ρs‰Iηo±tFo™$#uρ Eoy‰‹Iκy− IΒ oΝa6I9%y`Ih‘ ( βI*sù oΝc9 $tΡθa3tƒ E÷n=a_u‘ ×≅a_tsù Eβ$s?r&z÷o6$#uρ £ϑIΒ tβoθ|Êos? zIΒ I!#y‰pκ’¶9$# βr& ¨≅AÒs? $yϑsγ1y‰÷nI) tAe2x‹cFsù$yϑsγ1y‰÷nI) 3“t÷zW{$# 4 Ÿωuρ z>u'tƒ a!#y‰pκ’¶9$# #sOEI) $tΒ (#θaãsŠ 4 Ÿωuρ (#tθsϑt↔o¡s? βr& cνθc7cFo3s? #..Eó|¹ ÷ρr& #..I7Ÿ2#’nox« OΟŠI=tæ ∩⊄∇⊄∪ Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan 1 5 menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun dari pada hutangnya. jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, Maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). jika tak ada dua oang lelaki, Maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa Maka yang seorang mengingatkannya. janganlah saksisaksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, Maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. jika kamu lakukan (yang demikian), Maka Sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu” (Al- Baqarah : 282). Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya (1993:488) dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman agar melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah dalam setiap melakukan perjanjian perserikatan yang tidak tunai, yaitu melengkapinya dengan alat bukti. Sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul dikemudian hari. Adapun alat bukti itu berupa : 1) Bukti tertulis, yang ditulis oleh seorang juru tulis, yang menuliskan isi perjanjian yang disepakati oleh kedua belah 1 6 pihak. Juru tulis ini hendaklah orang yang adil dan ia mengetahui hukum-hukum Allah terutama yang berhubungan dengan hukum perjanjian. 2) Saksi, yaitu orang yang melihat dan mengetahui terjadinya sesuatu kejadian atau peristiwa. Persaksian termasuk salah satu alat bukti (bayyinah) yang dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan suatu perselisihan. Persaksian dalam muamalah sekurang-kurangnya dilakukan oleh dua orang laki-laki atau jika tidak ada boleh seorang laki-laki dan dua perempuan. Adapun syarat dari saksi ini diantaranya adalah seorang muslim dan orang yang adil. c. Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan yang melibatkan neraca dan laba rugi (Martono, 2003:51). Sedangkan menurut Prastowo (2005:56) laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu untuk mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang daan masa lalu, dengan tujuan utama untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. 1 7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan kedalam unsur-unsurnya untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan sehingga prestasi dimasa yang akan datang dapat diprediksi. d. Tujuan Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan keuangan tujuannya dalah untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni,terkaan dan intuisi, mengurangi dan mempersempit lingkup ketidak pastian yang tidak bisa dielakkan pada setiap pengambilan keputusan (Prastowo, 2005:31). Dengan demikian analisis laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari perkembangan financial perusahaan yang bersangkutan. Selain itu juga analisis laporan keuangan adalah untuk memberikan dasar pertimbangan yang lebih layak dan sistematis dalam rangka memprediksi apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang mendatang, mengingat data yang telah disajikan oleh laporan keuangan menggambarkan apa yag telah terjadi. 1 8 2. Analisis Rasio Keuangan a. Pengertian Rasio Keuangan Menurut Prastowo (2005:80) rasio keuangan merupakan teknik analisis yang paling banyak digunakan untuk analisis yang dapat memberikan jalan keluar dan menggambarkan gejala-gejala yang tampak suatu keadaan. Rasio keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interpretasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan. Hakikat pengertian rasio adalah alat yang dinyatakan dalam “Aritmatikal Terms” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam keuangan (Munawir, 2004:63). Dari dua pengertian diatas disimpulkan bahwa analisis rasio keuangan merupakan alat untuk mengukur kinerja keuangan dan juga mengetahui posisi serta kegiatan perusahaan. b. Jenis-jenis Rasio Keuangan Menurut Weston (1995:301-310) bahwa berdasarkan suatu tinjauan atas hubungan analisis keuangan dikelompokan menjadi 3 yang didalamnya mencakup beberapa jenis rasio adalah: 1) Ukuran Kinerja yaitu ukuran kinerja yang mencerminkan keputusan-keputusan strategis, operasi dan pembiayaan 1 9 pada perusahaan. Adapun ukuran kinerja ini meliputi : a) Rasio Profitabilitas yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari penjualan dan investasi . rasio ini terdiri dari : 1. Laba Operasi Bersih terhadap penjualan Penjualan LabaOperasiBersih 2. Laba Operasi Bersih Terhadap Total Aktiva (Hasil Pengembalian atas Total Aktiva) = TotalAktiva LabaOperasiBersih 3. Laba Operasi Bersih terhadap Total Modal Hasil Pengembalian = TotalModal LabaOperasiBersih 4. Laba Bersih terhdap penjualan Marjin Laba = Penjualan LabaBersih 5. Tingkat Profitabilitas Marjinal = PerubahanTotalModal PerubahanLabaOperasiBersih 6. Hasil Pengembalian Marjinal atas Ekuitas = PerubahanEkuitas PerubahanLabaBersih 2 0 b) Rasio pertumbuhan yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonomisnya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri atau pasar produk tempatnya beroperasi. Rasio ini terdiri dari : 1. Penjualan 2. Laba Operasi Bersih 3. Laba Bersih 4. Laba Per Saham 5. Dividen Per Saham c) Ukuran Penilaian yaitu mengukur kemampuan manajemen untuk mencapai nilai-nilai pasar yang melebihi pengeluaran kas. Rasio ini terdiri dari : 1. Harga terhadap Laba Harga terhadap laba = labaperSaham H arg aPasarPerSaham 2. Harga Pasar Tehadap Nilai Buku Harga Pasar = NilaiBukuEkuitas H arg aPasarPerSaham 3. Hasil Deviden di tambah Kentungan Modal = HasilDividen KeuntunganModal 2 1 2) Ukuran Efisiensi Operasi yaitu ukuran untuk menganalisis sumber kinerja yang superior dalam mempertahankan pemeriksaan terhadap faktor yang penting yang ikut berperan menuju efisiensi operasi perusahaan tersebut. Adapun ukuran tersebut adalah : a) Manajemen Aktiva dan Investasi yaitu mengukur kemampuan perusahaan dalam efektivitas keputusankeputusan investasi perusahaan dan pemanfaatan sumber dayanya. Rasio ini terdiri dari : 1. perputaran persediaan 2. periode penaihan rata-rata 3. perputaran aktiva tetap 4. perputaran total aktiva 5. perputaran total modal 6. tingakat investasi b) Manajemen Biaya yaitu untuk mengukur bagaimana masing-masing elemen biaya dikendalikan. Rasio ini terdiri dari : 1. margin Laba Kotor 2. Beban Pemasaran dan Administrasi terhadap Penjualan 2 2 3. Biaya Tenaga Kerja 4. Tingkat Pertumbuhan Karyawan 5. Biaya Persiun per Karyawan 6. Beban Riset dan Pengembangan 3) Ukuran Kebijakan yaitu ukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melakukan keputusan-keputusan untuk embayar kewajiban hutangnya. Adapun ukuran tersebut meliputi : a) Rasio Leverage yaitu : rasio yang mengukur tingkat sejauh mana aktiva perusahaan telah dibiayai oleh pengguna hutang. Rasio ini terdiri dari : 1. Faktor Leverage 2. Hutang Berbeban Bunga 3. Hutang Bebeban Bunga dengan Nilai Pasar 4. Penutupan Bunga 5. Penutupan Beban Tetap 6. Hutang Berbeban Bunga terhadap Dana dari Operasi b) Rasio Likuiditas yaitu mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo. Rasio ini terdiri dari : 1. Rasio Lancar 2. Rasio Cepat (Quik Rasio) 2 3 3. Pembiayaan Investasi c. Keunggulan dan keterbatasan rasio keuangan Menurut Sofyan (2004:298) ada beberapa keunggulan dalam analisis rasio antara lain : 1) Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan. 2) Merupakan pengganti yang lebih sederhana dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit. 3) Mengetahui posisi keuangan perusahaan ditengah industri lain. 4) Sangat bermanfaat untuk mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi. 5) Menstandarisir ukuran perusahaan. 6) Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan secara periodik atau time series. 7) Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang. Disamping keunggulan yang dimiliki, analisis rasio juga mempunyai keterbatasan yang harus disadari suatu pengunaannya agar tidak mengalami kesalahan adapun 2 4 keterbatasan tersebut antara lain : 1) Didasarkan pada data historis yang dapat menyebabkan distorsi dalam pengukuran prestasi. 2) Bahwa bila kospos ditaksir (seperti penyusustan dan amortisasi) jumlahnya besar, rasio laba kehilangan beberapa kreditabilitas. 3) Masalah yang sulit untuk mencapai keterbandingan diantara perusahaan-perusahaan industri tertentu. 3. Laba a. Definisi Laba Menurut Iwan (2001:01) dalam Belkaoui (1997:330) Laba adalah suatu pos dasar dan penting dalam laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan, penentuan kebijakan pembayaran deviden, pedoman investasi dan pengambilan keputusan dan unsure prediksi kinerja perusahaan. Laba pada umumnya dianggap sebagai suatu investasi dan pedoman pengambilan keputusan. Ada sebuah hipotesa umum yang menyatakan bahwa investor berusaha untuk memaksimalkan pengembalian atas modal yang diinvestasikan, yang sepadan dengan tingkat resiko yang diterima. Laba pada umumnya juga dianggap sebagai ukuran 2 5 efisiensi, dimana laba merupakan ukuran kepengurusan (stewardship) manajemen atas pengelolaan sumber daya suatu kesatuan dan ukuran efisiensi manajemen dalam menjalankan usaha perusahaan (www.mail-archiveEkonominasonal.com). Dalam bahasa Arab, laba berarti pertumbuhan dalam dagang. Jadi laba merupakan kelebihan atas modal pokok atau pertambahan pada modal pokok yang diperoleh dari proses dagang. b. Konsep Laba Menurut Konvensional Tujuan setiap perusahaan adalah mendapatkan laba (net Profit), yaitu suatu keuntungan yang berhubungan dengan tanggung jawab perusahaan, baik terhadap karyawan, pelanggan maupun pemilik. Laba tidak muncul secara otomatis, melainkan membutuhkan perencanaan yang baik untuk memprediksi profit tersebut. Profit atau laba berasal dari keberhasilan manajemen dalam mengorganisasikan kekuatan perusahaan ke dalam suatu tim yang bertujuan mencari laba (Manullang, 2005:171). Penentuan laba merupakan salah satu fungsi penting dalam akuntasi konvesional, dimana transfer kesejahteraan bagi pihak-pihak yang berkaitan sangat ditentukan. Laba juga merupakan ukuran usaha dan prestasi manajemen, dimana 2 6 mereka diberi imbalan atas dasar kinerja pekerjaannya. Konsep laba secara sintaksis yaitu melalui aturan-aturan yang mendefinisikannya secara sistematis yaitu melalui hubungan realitas ekonomi yang mendasari dan secara pragmatis yaitu melalui penggunaannya oleh investor tanpa memperhatikan bagaimana halnya itu diukur. Sedangkan menurut Kam (1990:194) bahwa Konsep laba memiliki tiga unsur penting yaitu nilai (Value), modal (Capital), dan skala (scale). Nilai (value) berkaitan dengan konsep nilai ekonomis, dimana preferensi seseorang terhadap suatu komoditas berlainan dengan orang lain karena adanya harapan akan adanya keuntungan pada masa yang akan datang. Capital (modal) merupakan aset bersih yang merupakan selisih antara seluruh aset dengan seluruh kewajiban. Modal itu sendiri mempunyai dua arti yaitu modal uang dan modal fisik. Sedangkan skala (scale) diperlukan dalam proses pengukuran agar dapat memberikan arti atas obyek yang diukur. (www.mail-archiveWanitamuslimah.com). Dalam konsep laba menurut konvensional terdapat laba akuntansi dan laba ekonomik. Laba akuntansi adalah perbedaan antara revenue yang direlisasi yang timbul dari transaksi pada periode tertentu dihadapkan dengan biaya-biaya yang 2 7 dikeluarkan pada periode tersebut. Adapun laba ekonomik adalah sebuah deretan peristiwa yang dihubungkan dengan tahapan-tahapan berbeda, yaitu penikmatan laba praktis, laba nyata, dan laba uang. Perbedaan antara laba akuntansi dan laba ekonomik adalah pada tabel berikut ini : Tabel. 2.2 Perbedaan laba akuntansi dan laba ekonomik Aspek Pembeda Laba Akuntansi Laba Ekonomik Sudut Pandang Perekayasa, penyusun standar dan statemen Pemegang saham Dasar Pengukuran Kos historis Kos kesempatan, nilai pasar, nilai likuidasi Makna ”Ekonomik” Kelayakan ekonomik jangka panjang Kelayakan ekonomik jangka pendek Makna depresiasi Alokasi kos Penurunan nilai ekonomik Unit pengukur Rupiah nominal Daya beli Sasaran pengukuran Laba uang/nominal Laba real Konsep Pelandas Kontinuitas, akrual Likuidasi, nilai tunai Aspek Pembeda Laba Akuntansi Laba Ekonomik Fungsi aset Sisa potensi jasa Simpanan/sediaan nilai Sumber : Suwardjono 2007 2 8 c. Konsep Laba Dalam Islam Agama Islam sebagai agama yang universal, dimana ajarannya mencakup segala aspek kehidupan, termasuk masalah muamalah. Dalam hal ini Allah mewajibkan kepada tiap-tiap hambanya untuk bekerja sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya dan menentukan nilai pribadi atau harga diri setiap muslim. Dalam surat Al-Ahqaaf ayat 19 juga telah dijelaskan pada ayat berikut ini : 9e≅a6I9uρ ×M≈y_u‘yŠ $−ΙEeΕ (#θe=IΗxå ( oΝaκuŽIjùuθa‹I9uρ oΝsγn=≈uΗuår& oΝeδuρ Ÿω tβθcΗs ∩⊇∪ >oàaƒ Artinya : ”Dan setiap mereka mendapat derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah SWT mencakupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tidak dirugikan” (QS.Al-Ahqaaf 46:19). Selain itu, diharapkan dari bekerja seseorang bisa memberikan manfaat sebaik mungkin kepada orang lain sebagai upaya untuk mencapai perkembangan dan kemajuan perekonomian masyarakat pada umumnya. Adapun salah satu jenis pekerjaan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perdagangan atau bisa disebut dengan melakukan aktivitas bisnis (Hidayah, 2006:39). 2 9 Dalam konsep Islam laba diartikan sebagai pertambahan pada modal pokok perdagangan atau dapat juga dikatakan sebagai tambahan nilai yang timbul karena barter (Taqlib) dan ekspedisi dagang (Mukhatarah). Berikut ini beberapa aturan tentang laba dalam konsep Islam : 1. Adanya harta (uang) yang dikhususkan untuk perdagangan. 2. Mengoperasikan modal tersebut secara interaktif dengan unsur-unsur lain yang terkait untuk produksi, seperti usaha dan sumber-sumber alam. 3. Memposisikan harta sebagai obyek dalam perputarannya karena adanya kemungkinan-kemungkinan pertambahan atau pengurangan jumlahnya. 4. Selamatnya modal pokok yang berarti modal bisa dikembalikan. d. Kaidah laba 1. Halal Islam mengakui hak setiap orang untuk memiliki semua harta benda yang diperolehnya dengan cara yang halal. Akan tetapi Islam tidak membenarkan penggunaan harta yang diperoleh itu dengan cara sewenang-wenang. Sedangkan dalam sebuah modal, produk, proses, sarana dan alat yang digunakan untuk meghimpun unsur-unsur 3 0 produk kehalalan harus dijaga, sehingga tidak akan ada unsur riba (Misbahul dkk, 2006:190). Telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raaf ayat 157 sebagai berikut: tI%c!$# šχθaèI7−Ftƒ tΑθs™§9$# ¢E<¨Ζ9$# \_IhΓW{$# “I%c!$# …cμtΡρs‰Ags† $1/θcGo3tΒ oΝeδy‰ΨIã ’Iû Iπ1u‘oθ−G9$# E≅‹AgΥM}$#uρ ΝeδaaΒu'tƒ A∃ρa÷èyϑo9$$I/ oΝsγ8pκ÷]tƒuρ Ctã Ix6Ψsϑo9$# ‘≅Ita†uρ TΟsγs9 IM≈t6Ih‹cÜ9$# aΠIhpta†uρ TΟIγoŠn=tæ y]I.‾≈t6y‚o9$# sìŸÒtƒuρ oΝsγ÷Ζtã oΝeδu.nÀI) Ÿ≅≈n=oñF{$#uρ ELc9$# oMtΡ%x. oΟIγoŠn=tæ 4 šI%c!$$sù (#θaΖtΒ#u IμI/  cνρa‘¨“tãuρ cνρa|ÁtΡuρ (#θaèt7¨?$#uρ u‘θ‘Ζ9$# u“I%c!$# tΑI“Ρe& y…cμyètΒ € y7I.‾≈s aΝeδ 9'ρe& ∩⊇∈∠∪ šχθssI=o%sϑo9$# Artinya : ”(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggubelenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung”. 2. Adil Menurut Rahman (1995:75) Islam melarang umatnya menggunakan aturan yang tidak adil terhadap orang lain dalam mencari harta, tetapi mendukung penggunaan semua cara yang adil dan jujur dalam mendapatkan harta dan 3 1 kekayaannya. Setiap orang Islam harus bekerja keras menurut kadar usaha dengan upaya untuk mendapatkan laba yang maksimal, karena bertujuan untuk mengembangkan modal pokoknya. Akan tetapi keuntungan yang dikehendaki hendaknya dibingkai dengan adil (Misbahul dkk, 2006:193). Dalam surat Al-Hadiid ayat 25 yang berbunyi : o‰s )s 9 $uΖu=y™o‘r& $oΨn=s™a‘ IM≈uΖEit7o9$$I/ $uΖo9t“Ρr&u šχ#u”Iϑo9$#uρ |=≈tGA3o9$# TΟsγyètΒ ρ tΠθa)u‹I9 a¨$¨Ψ9$# AÝo¡E)o9$$I/ ( $uΖo9t“Ρr&uρ y‰ƒI‰pto:$# IμŠIù O¨u't/ O‰ƒI‰x© sìI%≈o Ψt Βuρ A¨$¨Ζ=I9 zΝn=÷èu‹I9uρ a!$# tΒ …cνc.YÇΖtƒ …a&s#s™a‘uρ I=o‹t c!$# ¨βI) 4 óo9$$I/ ;“Eθs% O“ƒI“t ∩⊄∈∪ ã Artinya : ”Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. 3. Bersih Islam mengakaui hak individu untuk mencari sumber kehidupan di bumi Allah menurut kekuatan dan kadar 3 2 usahanya terhadap sumber alam yang telah dianugerahkan Allah. Bagaimanapun juga Islam tidak memberi individu hak untuk menggunakan cara-cara pengumpulan harta kekayaan yang mendorong kepada jatuhnya ahlaqul karimah serta mengganggu masyarakat (Rahman, 1995:77). Dalam hal ini sesama manusia tidak boleh saling merugikan hanya untuk mendapatkan harta kakayaan. Oleh sebab itu Islam menentukan dengan jelas cara-cara yang bersih untuk mendapatkan harta. 3 3 Gambar 2.1 KERANGKA BERPIKIR Industri Telekomunikasi Di Indonesia Laporan Keuangan Tahun 2000-2006 Variabel Independen : X1=Profitabilitas X 2 =Pertumbuhan X3 =Ukuran penilaian Variabel Dependen : Y = EC (perubahan laba) Analisis Regresi Berganda Y= a + b1X1+b 2 X2 + b 3X3 + e i Hasil Ukuran Kinerja Prediksi Laba Δ Y i , t = , 1 , , 1   i t i t i t Y Y Y 3 4 C. HIPOTESIS Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data (Sugiyono, 2006 :71). Dengan mengacu pada rumusan masalah, ditinjau secara teoritis serta beberapa penelitian terdahulu yang diuraikan sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : H1 =diduga rasio ukuran kinerja yaitu rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan dan ukuran penilaian berpengaruh yang signifikan terhadap prediksi laba perusahaan pada Industri Telekomunikasi di Indonesia. H2 =diduga bahwa rasio profitabilitas yang dominan mempengaruhi prediksi laba pada perusahaan Industri Telekomunikasi di Indonesia. 3 5 BAB III METODE PENELITIAN A. LOKASI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada Industri Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). B. JENIS PENELITIAN Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian dan pengamatan terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah. Penelitian pada dasarnya merupakan penyelidikan sistematis dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan atau pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Indriantoro, 2002:16). Penelitian ini diformulasikan dalam bentuk penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka-angka. Pada penelitian kuantitatif lebih menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variable-variabel penelitian dengan angka (Indriantoro, 1999:12). Jadi dengan jenis penelitian kuantitatif ini maka peneliti akan memperoleh gambaran tentang pengaruh ukuran kinerja yang ditunjukkan oleh rasio-rasio keuangan yang terdiri dari rasio 3 6 profitabilitas, rasio pertumbuhan, rasio penilaian dengan perubahan laba (Earning Change) untuk memprediksi laba perusahaan pada Industri Telekomunikasi di Indonesia. C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2006:242). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut(Sugiyono, 1999:73). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan industri telekomunikasi yang terdaftar di BEJ. Tabel. 3.3 Perusahaan Industri Telekomunikasi yang terdaftar di BEJ Tahun 2000-2006 No Kode Perusahaan Tahun Terdaftar Di BEJ 1 ISAT Indosat Tbk 1998 2 TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 1997 Sumber : Bursa Efek Jakarta (2007) Dengan demikian, maka penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga tidak memerlukan sampel. 3 7 D. SUMBER DAN JENIS DATA Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 2006:129). Dalam hal ini sumber data yang diperoleh peneliti adalah sumber data internal berupa laporan keuangan dan sumber data eksternal dari perusahaan industri telekomunikasi yang terdaftar di BEJ. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung yaitu melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan histories yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan (Indriantoro dan Supomo, 1999:147). Dalam penelitian ini jenis data yang diperoleh yaitu berupa laporan keuangan Industri Telekomunikasi tahun 2000 sampai 2006 dan juga histories Industri Telekomunikasi di Indonesia. E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan cara mencari data, mengumpulkan, mempelajari, mengklasifikasi, dan menggunakan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 3 8 2003:26). Dalam hal ini pendokumentasian adalah mencari data, mengumpulkan, mempelajari, mengklasifikasi, dan menggunakan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, prasasti, notulen rapat, tentang Industri Telekomunikasi di Indonesia. F. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL Definisi operasional variabel menjelaskan cara tertentu yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalkan construct sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau pengembangan construct yang lebih baik (Indriantoro dan Supomo, 1999:69). Menurut Sugiyono, (2006:42) bahwa variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang menjadi definisi operasional variabel adalah : a. Varibel Bebas (Independent Variabel) Menurut Sugiyono (2006:42) Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). 3 9 Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Rasio profitabilitas yaitu rasio yang mengukur efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari penjualan dan investasi. Adapun rasio profitabilitas meliputi : a. Laba Operasional Bersih terhadap penjualan b. Laba Operasional Bersih terhadap total aktiva c. Laba Operasional Bersih terhadap total modal d. Laba bersih terhadap penjualan e. Laba bersih terhadap ekuitas f. Perubahan laba opreasional bersih terhadap perubahan total modal g. Perubahan laba bersih terhadap perubahan ekuitas 2) Rasio Pertumbuhan (Growth) yaitu rasio yang menggambarkan persentasi pertumbuhan pos-pos perusahaan dari tahun ke tahun. Adapun rasio pertumbuhan tersebut meliputi : a. Kenaikan Penjualan Yaitu rasio yang menunjukkan persentasi kenaikan penjualan tahun ini dibanding dengan tahun lalu. 4 0 b. Kenaikan Laba Bersih Yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan meningkatkan laba bersih dibandingkan tahun lalu. c. Erning Per Share (EPS) Yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan meningkatkan EPS dati tahun lalu. d. Kenaikan Deviden Per Share Yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan meningkatkan deviden per share dari tahun lalu. 3) Ukuran penilaian yaitu mengukur kemampuan manajemen untuk mencapai nilai-nilai pasar yang melebihi pengeluaran kas. Adapun ukuran penelian tersebut adalah sebagai berikut : a. Harga terhadap laba b. Nilai pasar ekuitas terhadap nilai buku ekuitas c. Hasil deviden yang ditambahkan keuntungan modal b. Variabel Terikat (Variable Dependen) Variable terikat merupakan varibel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono , 2006:42). Dalam penelitian ini variable terikatnya 4 1 adalah perubahan laba atau Earning Change (EC) yang dihitung dengan memakai rumus yang digunakan sebagai berikut : Δ Y i,t = , 1 , , 1   i t i t i t Y Y Y Keterangan : Δ Y i,t = perubahan laba pada periode t Yi,t = Laba pada periode t Yi,t1 = Laba pada periode sebelum t Sedangkan laba yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah eaning after tax atau laba setelah pajak. G. TEKNIK ANALISA DATA Analisa data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode penelitian karena dapat memberikan arti dan makna yang berguna untuk memecahkan rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian. Karena datanya kuantitatif maka teknik analisa data menggunakan metode statistik yang sudah tersedia (Sugiyono, 2006 : 273). Adapun dalam penelitian ini analisa data yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : 4 2 1. Analisis regresi linear berganda Dari variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 3 variabel bebas maka analisis yang digunakan secara tepat untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat adalah analisis regresi linier berganda. Perhitungan analisis berganda serta pengujian hipotesis digunakan program SPSS. Menurut Gujarati (1999:91) model yang digunakan adalah sebagai berikut : Y = + 1  Profitabilitas + 2 pertumbuhan + 3 ukuran penilaian + e i Keterangan : Y = Perubahan laba = Konstanta = Koefisien regresi e i = Faktor Penganggu 2. Koefisien Beta ( i  ) Merupakan regresi linear berganda yang menunjukkan pengaruh antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) secara parsial. 4 3 3. Menghitung determinasi (R2 ) Determinasi (R2 ) digunakan untuk mengetahui proporsi variasi dalam Y yang dijelaskan secara bersama-sama (gabungan). Posisi R2 terletak antara 0 dan 1. bila R2 = 1 berarti garis regresi tersebut menjelaskan 100% variasi dalam Y. Dan bila R2 = 0 maka regresi tersebut tidak menjelaskan variasi dalam Y sama sekali. Sedangkan yang paling baik adalah bila mendekati 1. adapun model yang digunakan adalah sebagai berikut : R2 = b1 Σ X1Y + b 2 Σ X2 Y + ....+b 4 Σ X4 Y Σ Y 2 i 4. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 5%. a. Uji f (Sigifikan) Uji f ini ditujukan untuk memastikan apakah variabel bebas yang terdapat pada persamaan secara bersama-sama berharap variabel tetap. Statistik uji F ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel terikat secara simultan yang dalam hal ini adalah pengaruh ukuran kinerja terhadap 4 4 prediksi laba perusahaan pada Industri Telekonikasi di Indonesia. 1) Nilai Kritis Nilai Kritis ini dapat dari tabel distribusi F dengan menggunakan tingkat signifikan 5%. F tabel = F│(a;k-1).k(n-1)│ 2) Nilai Hitung F = (1 )( 1) 2 / R n k  r k Keterangan : R= Koefisien regresi N= Banyaknya smpel H2 diterima jika F hitung > F tabel atau nilai probabilitas (sign) < 5% berarti H1 ditolak. H2 diterima jika F hitung < tabel atau nilai probalitas (sign) > 5% berarti H1 diterima. b. Uji t (parsial) Uji t adalah uji signifikan hipotesis secara parsial dengan menggunakan formula sebagai berikut : t hitung = i i SDb KoefisienRe gresiBergandab 4 5 Hipotesis : H0 : b1 = 0 Artinya bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. Hi : bi 0 Artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. Dari perhitungan diatas, jika : -t tabel < t hitung < t tabel berarti H0 diterima dan Hi ditolak. t hitung > t tabel atau t hitung < -t tabel berarti Hi diterima dan H0ditolak. 5. Uji Normalitas Uji kenormalan data dilakukan sebelum dilakukan pengujian hipotesis. Uji ini dilakukan untuk menentukan jenis statistik yang digunakan. Apabila dari hasil pengujian menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, maka statistik parametrik yang digunakan. Namun, jika data tidak terdistribusi normal, maka statistik non parametik yang digunakan. 4 6 Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test, dengan membandingkan Asymptotic Significance dengan alpa 0,05. dasar penarikan kesimpulan data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai asymptotic Significance-nya > 0,05 (santoso, 2004:212). 6. Uji asumsi klasik Agar model yang disajikan dapat dianalisis dan memberikan hasil yang repsentatif maka model tersebut harus memenuhi asumsi dasar klasik yaitu tidak terjadi gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, maka harus melalui pengujian klasik sebagai berikut (Santoso, 2004:204) . a) Multikolinearitas Menurut Santoso (2004:203) uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah ada kolerasi antara variabel independen. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinearitas, dalam penelitian ini dengan menggunakan tolerance and value inflation factor (VIF). Pengujian dilakukan dengan melihat nilai VIF (varians iflation factor), jika kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas dan besarnya nilai toleransinya lebih dari 4 7 0,05 (mardani, 2001:29). b) Heteroskedastisitas Metode ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidak samaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Santoso, 2004:208). Jika terdapat perbedaan varians, maka dijumpai gejala heteroskedastisitas. Menurut Santoso (2004:208) deteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot disekitar nilai X dan Y. Jika ada pola tertentu, maka telah terjadi gejala heteroskidastisitas. c) Autokolerasi Metode uji ini digunakan apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t, dengan kesalahan pada periode t-1. Jika terjadi korelasi, berarti dijumai problem autokorelasi (Santoso, 2004:216). Deteksi ada tidaknya gejala autokorelasi dengan cara melihat besarnya nilai D-W (Durbin-Waston). Patokan yang umum dapat dijadikan batasan adalah : 4 8 - Angka D-W dibawah -2, berarti ada autokorelasi positif. - Angka D-W diantara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi. - Angka D-W diatas +2, berarti ada autokorelasi negatif. 4 9 BAB IV PAPARAN DAN DATA HASIL PENELITIAN A. PAPARAN DATA HASIL PENELITIAN 1. Gambaran Umum Industri Telekomunikasi ini berdiri sejak tahun 1970an dan mempunyai sistem informasi yang baik, sehingga industri telekomuikasi ini lebih unggul dibandingkan industri lain. Hal ini dapat terbukti pada tahun 2004 yang menunjukkan peningkatan kebutuhan telekomunikasi yang sudah tidak terelakan lagi. Industri telekomunikasi merupakan suatu badan usaha yang tiada henti dipergunakan karena telekomunikasi adalah suatu alat pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat , tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat. Sedangkan didalam industri telekomunikasi terdapat beberapa perusahaan yang sudah trdaftar diBEJ mulai tahun 1974 sampai sekarang antara lain adalah telkom, indosat, bakri telcom, infoasia teknologi global, excelcomindo, mobile-8. 5 0 a. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk 1) Sejarah Singkat Perusahaan PT. Telekomunimasi Indonesia Tbk, yang selanjutnya disebut TELKOM atau perseroan, merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and newwork provider) yang terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan jasa telepom terap kabel (fixed ware line), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data dan internet jasa multimedia lainnya, dan network serta interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui perusahaan aosiasi. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jalan Japati No.1, Bandung, Jawa barat. Perusahaan perseroan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “post and telegraafdienst”, yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan keputusan Gubenur Jendral Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan di umumkan dalam berita Negara Hindia Belanda No. 25 tanggal 3 April 1884. Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status perusahaan diubah menjadi 5 1 Perseroan Terbatas Milik Negara (persero). Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah SH. No. 128 tanggal 24 September 1991. akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C2-6870.HT.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan di umumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris A. Partomuan Pohan, SH., LLM. No. 4 tanggal 6 April 2006 dan telah di umumkan dalam berita Negara Ri No. 51 tanggal 27 Juni 2006, antara lain mengubah kewenangan dan tanggung jawab direksi dan komisaris perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang No. 3 tahun 1989 mengenai Telekomunikasi, yang berlaku sejak tanggal 1 April 1989, badan usaha Indonesian di izinkan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar dalam bentuk kerja sama dengan perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. Peraturan Pemerintah no. 8 tahun 1993 mengenai penyelenggaraan telekomunikasi mengatur lebih lanjut bahwa kerjasama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dasar tersebut dapat dilakukan dalam 5 2 bentuk perusahaan patungan, kerja sama operasi, atau kontrak manajemen dan bahwa badan usaha yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri harus menggunakan jaringan telekomunikasi badan penyelenggara tersebut. Jika jaringan telekomunikasi tersebut tidak tersedia, Peraturan Pemerintah tersebut mengharuskan kerja sama dilakukan dalam bentuk perusahaan patungan yang dapat membangun jaringan telekomunikasi yang diperlukan. Kegiatan perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri, meliputi telepon, teleks, telegram, satelit, sikrit langganan, surat elektronik dan jasa telekomunikasi bergerak dan selular. Dalam rangka mempercepat pembangunan sarana telekomunikasi dan menjadikan perusahaan sebagai operator bertaraf internasional, serta meningkatkan teknologi, pengetahuan dan keahlian para karyawan, pada tahun 1995, perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra dalam pembangunan, pengelolaan dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional melalui pola kerja sama operasi. 5 3 Menteri Pariwisata, Pos, dan telekomunikasi Republik Indonesia melalui dua surat keputusan, yang keduanya tertanggal 14 Agustus 1995, menegaskan kembali status perusahaan sebagai badan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri. Selanjutnya, terhitung sejak tanggal 1 Januari 1996, perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa jaringan tetap local dan jaringan tetap nirkabel (local wireline dan fixed wireless) untuk jangka waktu minimum 15 tahun dan hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh dalam negeri (SLJJ) untuk jangka waktu minimum 10 tahun. Hak eksklusif tersebut juga termasuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi untuk dan atas nama perusahaan melaui KSO. Pemberian hak tersebut tidak mempengaruhi hak perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri lainnya. Berdasarkan Undang-Undang No. 36 tahun 1999 mengenai telekomunikasi, yang berlaku efektif pada bulan September 2000, kegiatan telekomunikasi meliputi : a) Jaringan Telekomunikasi b) Jasa Telekomunikasi c) Telekomunikasi Khusus 5 4 Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Swasta dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi . sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan, instansi pemerintah dan badan huukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Pada tanggal 13 Maret 2004, berdasarkan Keputusan Menteri perhubunhan No. KP. 162/2004, perusahaan telah memperoleh ijin untuk menyelenggarakan jasa Sambungan Langsung Internasional (SLI). Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah RI melakukan penjualan saham perusahaan melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering atau IPO) di Bursa Efek Jakarta. 2) Struktur Organisasi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan, S.H, LLM., No. 45/II/2007 pada tanggal 28 Februari 2007, susunan dewan komisaris dan dewan direksi adalah sebagai berikut : Komisaris Utama : Tanri Abeng Komisaris :Anggito Abimanyu 5 5 Komisaris : Gatot Trihargo Komisaris Independen : Arif Arryman Komisaris Independen : Petrus Sartono Direktur Utama :Rinaldi Firmansyah Direktur Keuangan : Sudiro Asno Direktur Jaringan dan Solusi : I Nyoman Gede iryanata Direktur Enterprise &Wholesale : Arief Yahya Direktur Sumber Daya Manusia : Faisal Syam Direktur Konsumer : Ermady Dahlan Direktur Teknologi Informasi : Indara Utoyo Direktur Compliane & Risk Manajemen : Prasetio Secara umum, organisasi telkom terdiri dari dewan komisaris, dewan direksi, dan unit divisi. Adapun uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut : (1) Dewan Komisaris Bertugas mengawasi jalannya operasional perusahaan yang dipimpin oleh direksi. Dalam menjalankan tugasnya, dewan komisaris dibantu oleh : 5 6 a) Komite Audit Komite audit memiliki 7 (tujuh) anggota yang terdiri dari 2 (dua) orang komisaris Independent, 1 (satu) orang komisaris, dan 4 (empat) orang anggota Independen dari luar perseroan. Tugas dan tanggung jawab komite audit antara lain : 1. Menelaah informasi keuangan yang akan dipublikasikan 2. Mengawasi pekerjaan auditor independent 3. Memantau efektivitas pengendalian internal 4. Memantau kepatuhan perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. b) Komite Nominasi dan Renumerisasi Komite Nominasi dan Renumerisasi terdiri dari 3 (tiga) anggota dengan kualifikasi akuntansi, hukum, dan manajemen. Tugasnya adalah sebagai berikut : 1. Menyusun system nominasi dan seleksi untuk jabatanjabatan strategis dilingkungan perseroan. 2. Menyusun system renumerisasi direksi perseroan c) Komite Pengkajian dan Perencanaan Perusahaan Komite Pengkajian dan Perencanaan Perusahaan memiliki 9 (sembilan) anggota dengan kualifikasi akuntansi, ekonomi, hukum, dan teknik. Tugasnya adalah sebagai berikut : 5 7 1. Melakukan pengkajian secara komprehensif atas usulan Rencana Jangka Panjang Perusahaaa (RJPP) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yang diajukan oleh dewan direksi. 2. Menelaah pelaksanaan RJPP dan RKAP agar sesuai dengan sasaran RJPP dan RKAp yang di syahkan oleh komisaris. (2) Dewan Direksi Dewan diraksi yang terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama dan 4 (empat) orang direksi masing-masing membidangi : (3) Direksi Bisnis Jaringan (4) Direksi Bisnis Jasa (5) Direktur keuangan (6) Direktur SDM dan Bisnis Pendukung Adapun tugas dan tanggung jawab dari dewan direksi adalah : a. Melaporkan jalannya perusahaan serta hasil-hasil yang dicapai kepada dewan komisaris b. Sebagai pertanggung jawaban atas pengelolaan perusahaan, dewan direksi melaporkan hasil kerjanya kepada pemegang saham dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham. 5 8 (7) Unit Devisi Pada unit devisi ini terdapat 12 (dua belas) anggota devisi antara lain : a) Devisi- I Sumatera b) Devisi- II Jakarta c) Devisi- III Jawa Barat dan Banten d) Devisi- IV Jawa tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta e) Devisi-V Jawa Timur f) Devisi-VI Kalimantan g) Devisi-VII Kawasan Indonesia Timur h) Devisi-Long Distance i) Devisi- Multi Media j) Devisi-Fixed Wareles k) Devisi- Carrier and Interconnection Service l) Devisi- Enterprise Service Jumlah karyawan perusahaan masing-masing adalah 27.658 orang dan 28.179 orang, sedangkan jumlah karyawan di anak perusahaan-anak perusahaan masing-masing adalah 6.363 orang dan 5.825 orang. 5 9 Gambar 4.1 STRUKTUR ORGANISASI Group of assistants •Supervise & pengembangan unit bisnis jartel •Kebijakan jaringan •Kebijakan •Interkoneksi & tarif jaringan •Secretariat Group of assistants •Supervisor & Bang UBIS CC & PO Jastel •Supervisi & Bang UBIS PC & KS •Optimalisasi akses •Kebijakan tarif jastel •Marketing •Secretariat Group of assistants •Pembinaan Perusahaan asosiasi •Investasi & pendanaan •Akuntansi •Perbendaharaan •Anggaran •Secretariat Group Of Assistants •Supervise & Unit Bisnis Pendukung •Kebijakan SDM •Pengembangan Eksekutif •Hubungan Industrial •Kebijakan Logistik •Kebijakan Bang Teknologi Teknologi •Secretariat •Divisi Long Distance •Divisi Carrier and Interconnection Service •PROBIS (temporer) •Unit Bisnis lainnya yang akan dibentuk kemudian •Divisi Regional •Divisi Enterprise Service •Divisi Multimedia •Divisi Fixed Wireless •PROBIS (temporer) •Unit Bisnis lainnya yang akan dibentuk kemudian •PT. Telkomsel •PT. Infomedia Nusantara •PT. Indonesia Telemedia •PT. Napsindo Primatel Internasional •PT. Multimedia Nusantara •PT. Pro Infokom Indonesia •PT. Pramindo Ikat Nusantara •PT. Daya Mitra Telekomunikasi •PT. Ana West Internasional •PT. Graha Sarana Duta •Training Center •Carrier Development Support Center •Management Consulting Center •Construction Center •I / S Center •R & D Center Teknologi •Community Development Center •Maintenance Service Center •Yayasan-Yayasan DEWAN KOMISARIS DIREKSI CORPORATE PLANNING GROUP CORPORATE TRANSFORMATION GROUP INTERNAL AUDITOR GROUP CORPORATE SECRETARY CORPORATE PLANNING GROUP DIREKTUR BISNIS JARINGAN DIREKTUR BISNIS JASA DIREKTUR KEUANGAN/CFO DIREKTUR SDM DAN BISNIS PENDUKUNG/CIO UNIT USAHA UNIT BISNIS UNIT BISNIS UNIT BISNIS 6 0 •Perusahaan Asosiasi Lainnya •Unit Bisnis lainnyaz yang akan dibentuk kemudian * Berkonsolidasi TELKOM DIVISI PUSAT PROYEK BISNIS PERUSAHAAN ASOSIASI Divisi – I Sumatera Divisi – II Jakarta Divisi – III Jawa Barat dan Banten Divisi – IV Jawa Tengah dan DIY Divisi – V Jawa Timur Divisi – VI Kalimantan Divisi – VII Kawasan Indonesia Timur Divisi – Long Distance Divisi – Multimedia Divisi – Fixed Warales Divisi – Carrier and Interconnection Service Training Center Information System Center Contruction Center Research & Development Center Community Development Center Maintenance Service Center Managemen Consulting Center Career Development Support Center TV Kabel Aria West* Dayamitra* Graha Sarana Duta* Indonesia* Infomedia* Telkomsel* Pramindo* Citra Sari Makmur Mandara Multimedia Nusantara* Napsindo* Pasifik Satelit Nusantara Patrakon Pro Infokom Indonesia* Bebintel Bangtelindo 6 1 3) Produk dan Layanan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Ada beberapa produk yang telah dihasilkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Diantaranya : 1) Telepon Tetap Kabel (fixed wire line) a) Telkom lokal Adalah merupakan layanan komunikasi telepon antar pelanggan dalam jarak di bawah 30 km atau di dalam satu wilayah local. b) Telkom SLJJ ( Sambungan Langsung Jarak Jauh) Adalah layanan komunikasi jarak jauh antar pelanggan yang masih dalam satu wilayah Negara. c) TIC 007 (TelecomunicationInternational Calling) Adalah layanan telekomunikasi internasional, dimana dengan kode ini pelanggan dapat menghubungi semua Negara tujuan diseluruh dunia. d) Telkom Speedy Adalah layanan internet berkecepatan tinggi yang menggunakan telepon rumah. Saluran telepon tersebut dapat digunakan untuk pembicaraan telepon dan akses internet secara bersamaan. e) Kartu Prabayar atau Panggil Merdeka Adalah salah satu produk PT Telkom yang berfungsi 6 2 sebagai kartu telepon prabayar. Prabayar adalah system pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan pemakai. Artinya, pemakai dapat mengatur dan mengkontrol pemakaian pulsa telepon sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, tanpa dikenakan biaya abonemen. 2) Telepon Tetap Nirkabel (fixed wireless) Telkom flexi adalah layanan telepon tetap nirkabel yang menggunakan teknologi CDMA, yaitu layanan terbatas pada satu kode area tertentu. 3) Fitur a) Lacak (Call Forwarding) Adalah fasilitas untuk mengalihkan panggilan telepon ke nomor yang dikehendaki oleh pemakainya. Pengalihan biasa ke telepon biasa, interlokal, maupun telepon selluler. Panggilan dialihkan jika tidak dijawab atau sedang sibuk. b) Nada Sela (Call Waiting) Adalah fasilitas pada layanan telepon yang memungkinkan untuk mengetahui panggilan telepon lain yang hendak masuk pada saat sedang melakukan pembicaraan, juga untuk mengadakan pembicaraan 6 3 dengan penelepon ke dua secara bergantian. c) Trimitra (Three Party Calling) Adalah fasilitas yang memungkinkan untuk melakukan panggilan lain pada saat sedang berbicara lewat telepon, juga fasilitas yang memungkinkan untuk melakukan pembicaraan tiga arah pada saat atau waktu yang bersamaan dengan dua rekan atau keluarga anda lainnya. d) Sandi Nada (Abbreviated Dialling) Adalah fasilitas layanan telepon untuk mensandikan nomor telepon yang dipanggil menjadi nomor yang singkat dan mudah diingat. e) KLIP (kenali Langsung Identitas Pelanggan) Adalah layanan tambahan bagi pelanggan telepon (extanded product PTOS) yang memberikan informasi berupa identitas nomor telepon pemanggil. f) Andara Adalah fitur sentral yang memungkinkan pesawat telepon secara otomatis terhubung ke nomor tertentulangsung setelah Hand Set diangkat. Dengan adanya fitur ini, maka untuk pemakaiannya pesawat telepon tersebut tidak memerlukan proses dial dan hanya 6 4 dapat terhubung ke nomor telepon tujuan, dan akan terhindar dari kemungkinan salah sambung. Fitur ini tidak memerlukan aktivasi dan deaktivasi oleh pelanggan, tapi sudah ditangani oleh operator sentral. g) Free Call atau 0800 Adalah pelayanan bebas pulsa dimana pemanggil melakukan panggilan ke pelanggan free call tanpa dikenakan biaya pulsa. Pulsa (tariff normal) dibebankan kepada pemanggil. h) Premium Call Adalah layanan informasi yang disediakan oleh penyedia jasa informasi kepada pemanggil sebagai pengguna jasa, dimana biaya pemakai pulsa premium seluruhnya dibebankan kepada pemanggil. 4) Data dan Internet berupa SMS a) Telkom save (VoIP) Adalah layanan internet telepon two stage dialing untuk komunikasi domestik jarak jauh dan internasional yang dikemas dalam PIN registered (akses 17017). Kelebihan layanan ini buat pelanggan adalah kemudahan pengendalian pemakaian karena pelanggan dapat membatasi dan mengetahui jumlah tagihan maximal 6 5 setiap bulan. b) Telkom Global (VoIP) Adalah layanan intenet one stage dialing untuk komunikasi internasional yang dikemas dalam bentuk postpaid. Pelanggan dapat menggunakan layanan ini setelah terlebih dahulu melakukan registrasi melalui customer service telkom (tanpa biaya aktivasi maupun abonemen). Biaya penggunaan layan ini lebih ekonomis disbanding layanan SLI melalui telepon tetap. c) Telkom Net Instan Adalah layanan akses internet dengan kecepatan rendah (Dial-UP) dan layanan akses internet dengan kecepatan tertinggi (dedicated link). Pelanggan dapat memilih berbagai layanan Telkom Net seperti, Telkom Net Instant, Telkom Net ISDN, Telkom Net ASTINET turbo, DSL, dan Telkom Net Whole Sale. 5) Network dan Interkoneksi Telkom a) Telkom intercarrier Adalah layanan inetrkoneksi untuk penyelenggara jasa dan atau penyelenggara jaringna lainnya. 6 6 b) Telkom Satellite Adalah semua prodk pelayanan untuk pelanggan korporasi berupa sewa akanal atau saluran pada satelit telkom-1 maupun palapa B-4 yang berbasis teknologi satelit. Kelompok layanan ini mencakup antara lain : jasa sewa transponder, TV Uplink, Satellite Data Communication (VSAT) dll. 6) Selluler a) Kartu Halo (pasca bayar) Adalah subscriber identity module card GSM telkomsel. Kartu halo menjamin penggunanya memperoleh keunggulan GSM berarti keamanan (bebas dari penyadapan dan penggandaan), aksebilitas, harga yang terjangkau, mutu yang prima, dan jangkauan yang luas. b) Kartu Simpati Nusantara (prabayar) Adalah produk telkomsel yang merupakan pengembangan dari simpati yang ada sebelumnya. Simpati nusantara muncul sebagai jawaban atas kebutuhan pasar terhadap kartu prabayar dengan tariff terjangkau, pengisian ulang yang mudah, serta bias digunakan dimana saja diseluruh wilayah nusantara. 6 7 c) Kartu AS (prabayar) Adalah merupakan kartu prabayar seluler berjangakauan paling luas dengan harga starter pack yang sangat terjangkau. Dengan adanya teknologi maju yang dimiliki PT Telakomunikasi Indonesia, memungkinkan fasilitas-fasilitas yang terdapat pada kartu seluler GSM, PT. Telkomsel selalu selangkah lebih maju dibandingkan perusahaan sejenis lainnya, fasilitas-fasilitas tersebut antara lain : a. Veronika (voice Mail Service) Merupakan fasilitas mesin penjawab yang menapung pesan yang masuk jika pelanggan berada diluar area atau tidak bisa dihubungi atau ponsel sedang di nonaktifkan. b. SMS (Short Massage Service) Memungkinkan pelanggan mengirim dan menerima pasan singkat berupa data huruf dan nomor antar pemakai kartu. c. CLI (Calling Line Identification) Fasilitas ini memungkinkan pelanggan untuk mengenali nomor telepon yang masuk, bahkan nama, bila nama dan nomor telpon sudah disimpan dalam memory. d. Multi Pary Calling/Call Waiting dan Call Holding e. FARIDA (Fax Respon and Interactive Data) 6 8 Fasilitas jelajah internet dan cyberfase yang memungkinkan pelanggan mengakses aneka informasi baik local maupun global dimana saja berada. f. Roaming (Nasional Dan Internasional) Fasilitas komunikasi lebih dari 400 kota diseluruh Indonesia dan lebih dari 50 Negara di dunia, termasuk Amerika Serikat. g. Call Forwarding Merupakan fasilitas yang memungkinkan telepon pengguna diallihkan ke nomor yang lain yang dikehendaki. Pelanggan juga dapat mengalihkan semua telepon yang masuk ke nomor lain tanpa tergantung pada status telepon. h. Ring Bagk Tone (NSP-Nada Sambung Pribadi) Nada Sambung Pribadi adalah inovasi baru dari telkomsel yang memungkinkan pelanggan menganti suara tuut…tuut…tuut… dari nada sambung yang bias didengar dengan berbagai jenis musik sesuai dengan selera pelanggan. Sehingga siapapun yang menelepon pelanggan bisa mendengar lagu-lagu asyik saat menunggu panggilannya diangkat. Selain itu masih banyak lagi produk telkom yang lainnya. Tapi karena keterbatasan tempat, maka penulis 6 9 hanya menyebutkan seperti diatas. Untuk pelayanan, PT Talakomunikasi Indonesia memiliki prinsip keikhlasan dan kejujuran adalah inti dai pelayanan yang paling dinantikan oleh setiap pelanggan dan penguna jasa informasi komunikasi (Infokom). Credo baru telkom Commite 2 U meneguhkan semangat pelayanan telkom untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. 1. PT Indosat Tbk a. Sejarah Singakat Perusahaan PT indosat Tbk (dahulu PT Indonesian Satellite Corporation Tbk) (“perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 berdasarkan akta notaries Mohammad Said Tadjoedin, S.H. No. 55 tanggal 10 November 1967 di Negara Republik Indonesia. Kantor pusat perusahaan berlokasi di jalan Medan Merdeka Barat No. 21 Jakarta. Pada tahun 1980, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1980, status perusahaan dijual kepada pemerintah Repulik Indonesia dan diubah menjadi Perseroan Terbatas Milik Negara (persero). Anggaran dasar perusahaan telah mengalami perubahan. Perubahan terakhir diaktakan dengan akta notaries Aula Taufani, S.H. (sebagai notaries pengganti Sutjipto, S.H.), 7 0 No. 145 tanggal 30 September 2004 mengenai perubahan nama perusahaan dari PT Indonesian Satellite Corporation Tbk menjadi PT ndosat Tbk. Perubahan terakhir anggaran dasar Perusahaan ini telah dilaporkan dan disetujui olehMenteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. C-29270 HT.01.04 TH 2004 tanggal 2 Desember 2004. Berdasarkan Undang-Undang No. 36 tahun 1999 mengenai telekomunikasi, yang berlaku efektif pada tanggal 8 September 2000, kegiatan telekomunikasi meliputi : 1) Jaringan Telekomunikasi 2) Jasa Telekomunikasi 3) Telekomunikasi Khusus Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Swasta dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi . Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan, instansi pemerintah dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Pada tanggal 14 Agustus 2000, berdasarkan Keputusan Menteri perhubungan telah memberikan izin untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi Digital Communication 7 1 System (DCS). b. Struktur Organisasi PT. Indosat Tbk Berdasarkan keputusan pada rapat umum pemegang saham luar biasa yang dinyatakan dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 175/VI/2006 pada tanggal 29 Juni 2006, susunan dewan komisaris dan dewan direksi adalah sebagai berikut : Komisaris Utama : Peter Seah Lim. H Komisaris : Lee Theng Kiat Komisaris : Sio Tat Hiang Komisaris : Sum Soon Lim Komisaris : Roes Arwijaya Komisaris : Setyanto P.Santosa Komisaris Independen : Lim Aah Doo Komisaris Independen : Eva Riyanti. H Komisaris Independen : Soeprapto S.IP Direktur Utama : Kaizad Bomi. H Direktur Keuangan : Wong Heang Tuck Direktur Coprate Service : WimboS. Hardjito Direktur Teknologi Informasi : Joseh Chan Lam. S Direktur Jabotabek dan Penjualan Korporat : Johnny Swandy. S Direktur Penjualan Regional :Widyasmoro Sih. H 7 2 Direktur Pemasaran : Wahyu Wijayadi Direktur Jaringan :RamondTanKim.M Secara umum, organisasi telkom terdiri dari dewan komisaris, dewan direksi, dan unit divisi. Adapun uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut : 1) Dewan Komisaris Bertugas mengawasi jalannya operasional perusahaan yang dipimpin oleh direksi. Dalam menjalankan tugasnya, dewan komisaris dibantu oleh : a) Komite Audit Komite audit memiliki 8 (tujuh) anggota yang terdiri dari 3 (tiga) orang komisaris Independent, 5 (lima) orang komisaris. Tugas dan tanggung jawab komite audit antara lain : 1. Menelaah informasi keuangan yang akan dipublikasikan 2. Mengawasi pekerjaan auditor independent 3. Memantau efektivitas pengendalian internal 4. Memantau kepatuhan perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7 3 b) Komite Nominasi dan Renumerisasi Komite Nominasi dan Renumerisasi terdiri dari 3 (tiga) anggota dengan kualifikasi akuntansi, hukum, dan manajemen. Tugasnya adalah sebagai berikut : 1. Menyusun system nominasi dan seleksi untuk jabatan-jabatan strategis dilingkungan perseroan. 2. Menyusun system renumerisasi direksi perseroan c) Komite Pengkajian dan Perencanaan Perusahaan Komite Pengkajian dan Perencanaan Perusahaan memiliki 9 (sembilan) anggota dengan kualifikasi akuntansi, ekonomi, hukum, dan teknik. Tugasnya adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pengkajian secara komprehensif atas usulan Rencana Jangka Panjang Perusahaaa (RJPP) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yang diajukan oleh dewan direksi. 2. Menelaah pelaksanaan RJPP dan RKAP agar sesuai dengan sasaran RJPP dan RKAp yang di syahkan oleh komisaris. 2) Dewan Direksi Dewan diraksi yang terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama dan 4 (empat) orang direksi masing-masing 7 4 membidangi : a) Direksi Bisnis Jaringan b) Direksi Pemasaran c) Direktur keuangan d) Direktur Teknologi Informasi dan Bisnis Pendukung Adapun tugas dan tanggung jawab dari dewan direksi adalah : 1. Melaporkan jalannya perusahaan serta hasil-hasil yang dicapai kepada dewan komisaris 2. Sebagai pertanggung jawaban atas pengelolaan perusahaan, dewan direksi melaporkan hasil kerjanya kepada pemegang saham dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham. 3) Unit Devisi Pada unit devisi ini terdapat 13 (dua belas) anggota devisi antara lain : a) Devisi- I Jakarta b) Devisi- II Medan c) Devisi- III Pelembang d) Devisi-IV Bandung e) Devisi-V Semarang f) Devisi-VI Surabaya g) Devisi-VII Balik Papan 7 5 h) Devisi-VIII Makasar i) Devisi-Long Distance j) Devisi- Multi Media k) Devisi-Fixed Wareles l) Devisi- Carrier and Interconnection Service m) Devisi- Enterprise Service Jumlah karyawan perusahaan dan anak perusahaan pada tahun 2004 adalah 7.820 orang dan pada tahun 2005 berjumlah 8.137 orang, sedangkan jumlah karyawan pada tahun 2006 adalah 7.786 orang. c. Produk dan Layanan PT Indosat Tbk Ada beberapa produk yang telah dihasilkan oleh PT Indosat Tbk. Diantaranya : 1) Telepon Tetap Kabel (fixed wire line) a) Telkom lokal Adalah merupakan layanan komunikasi telepon antar pelanggan dalam jarak di bawah 30 km atau di dalam satu wilayah local. b) Telkom SLJJ ( Sambungan Langsung Jarak Jauh) Adalah layanan komunikasi jarak jauh antar pelanggan yang masih dalam satu wilayah Negara. c) TIC 007 (Telecomunication International Calling) 7 6 Adalah layanan telekomunikasi internasional, dimana dengan kode ini pelanggan dapat menghubungi semua Negara tujuan diseluruh dunia. d) Kartu Prabayar atau Panggil Merdeka Adalah salah satu produk PT Indosat Tbk yang berfungsi sebagai kartu telepon prabayar. Prabayar adalah system pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan pemakai. Artinya, pemakai dapat mengatur dan mengkontrol pemakaian pulsa telepon sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, tanpa dikenakan biaya abonemen. 2) Telepon Tetap Nirkabel (fixed wireless) Telkom flexi adalah layanan telepon tetap nirkabel yang menggunakan teknologi CDMA, yaitu layanan terbatas pada satu kode area tertentu. 3) Fitur a) Lacak (Call Forwarding) Adalah fasilitas untuk mengalihkan panggilan telepon ke nomor yang dikehendaki oleh pemakainya. Pengalihan biasa ke telepon biasa, interlokal, maupun telepon selluler. Panggilan dialihkan jika tidak dijawab atau sedang sibuk. 7 7 b) Nada Sela (Call Waiting) Adalah fasilitas pada layanan telepon yang memungkinkan untuk mengetahui panggilan telepon lain yang hendak masuk pada saat sedang melakukan pembicaraan, juga untuk mengadakan pembicaraan dengan penelepon ke dua secara bergantian. c) Trimitra (Three Party Calling) Adalah fasilitas yang memungkinkan untuk melakukan panggilan lain pada saat sedang berbicara lewat telepon, juga fasilitas yang memungkinkan untuk melakukan pembicaraan tiga arah pada saat atau waktu yang bersamaan dengan dua rekan atau keluarga anda lainnya. d) Sandi Nada (Abbreviated Dialling) Adalah fasilitas layanan telepon untuk mensandikan nomor telepon yang dipanggil menjadi nomor yang singkat dan mudah diingat. e) KLIP (kenali Langsung Identitas Pelanggan) Adalah layanan tambahan bagi pelanggan telepon (extanded product PTOS) yang memberikan informasi berupa identitas nomor telepon pemanggil. 7 8 f) Andara Adalah fitur sentral yang memungkinkan pesawat telepon secara otomatis terhubung ke nomor tertentu langsung setelah Hand Set diangkat. Dengan adanya fitur ini, maka untuk pemakaiannya pesawat telepon tersebut tidak memerlukan proses dial dan hanya dapat terhubung ke nomor telepon tujuan, dan akan terhindar dari kemungkinan salah sambung. Fitur ini tidak memerlukan aktivasi dan deaktivasi oleh pelanggan, tapi sudah ditangani oleh operator sentral. g) Free Call Adalah pelayanan bebas pulsa dimana pemanggil melakukan panggilan ke pelanggan free call tanpa dikenakan biaya pulsa. Pulsa (tarif normal) dibebankan kepada pemanggil. h) Premium Call Adalah layanan informasi yang disediakan oleh penyedia jasa informasi kepada pemanggil sebagai pengguna jasa, dimana biaya pemakai pulsa premium seluruhnya dibebankan kepada pemanggil. 7 9 4) Selluler a) Star One (pasca bayar) Adalah subscriber identity module card CDMA Indosat. Kartu Star One menjamin penggunanya memperoleh keunggulan CDMA berarti keamanan (bebas dari penyadapan dan penggandaan), aksebilitas, harga yang terjangkau, mutu yang prima, dan jangkauan yang luas. b) IM3 (prabayar) Adalah produk indosat yang merupakan kartu prabayar dengan tarif terjangkau, pengisian ulang yang mudah, serta bisa digunakan dimana saja diseluruh wilayah nusantara. c) Kartu Mentari (prabayar) Adalah merupakan kartu prabayar seluler berjangakauan paling luas dengan harga murah yang sangat terjangkau. Dengan adanya teknologi maju yang dimiliki PT. Indosat, memungkinkan fasilitas-fasilitas yang terdapat pada kartu seluler GSM, PT. Indosat selalu selangkah lebih maju dibandingkan perusahaan sejenis lainnya, fasilitas-fasilitas tersebut antara lain : 8 0 a. Veronika (voice Mail Service) Merupakan fasilitas mesin penjawab yang menapung pesan yang masuk jika pelanggan berada diluar area atau tidak bisa dihubungi atau ponsel sedang di nonaktifkan. b. SMS (Short Massage Service) Memungkinkan pelanggan mengirim dan menerima pasan singkat berupa data huruf dan nomor antar pemakai kartu. c. CLI (Calling Line Identification) Fasilitas ini memungkinkan pelanggan untuk mengenali nomor telepon yang masuk, bahkan nama, bila nama dan nomor telpon sudah disimpan dalam memory. d. Multi Pary Calling/Call Waiting dan Call Holding e. Roaming (Nasional Dan Internasional) Fasilitas komunikasi lebih dari 400 kota diseluruh Indonesia dan lebih dari 50 Negara di dunia, termasuk Amerika Serikat. f. Call Forwarding Merupakan fasilitas yang memungkinkan telepon pengguna di alihkan ke nomor yang lain yang dikehendaki. Pelanggan juga dapat mengalihkan semua telepon yang masuk ke nomor lain tanpa tergantung pada status telepon. 8 1 g. Ring Bagk Tone (NSP-Nada Sambung Pribadi) Nada Sambung Pribadi adalah inovasi baru dari indosat yang memungkinkan pelanggan menganti suara tuut…tuut…tuut… dari nada sambung yang bias didengar dengan berbagai jenis musik sesuai dengan selera pelanggan. Sehingga siapapun yang menelepon pelanggan bisa mendengar lagu-lagu asyik saat menunggu panggilannya diangkat. Selain itu masih banyak lagi produk indosat yang lainnya. Tapi karena keterbatasan tempat, maka penulis hanya menyebutkan seperti diatas. Untuk pelayanan, PT Indosat memiliki prinsip keikhlasan dan kejujuran adalah inti dari pelayanan yang paling dinantikan oleh setiap pelanggan dan penguna jasa informasi komunikasi (Infokom). 8 2 Gambar 4.2 STRUKTUR ORGANISASI Group of assistants •Supervise & pengembangan unit bisnis jartel •Kebijakan jaringan •Kebijakan •Interkoneksi & tarif jaringan •Secretariat Group of assistants •Supervisor & Bang UBIS CC & PO Jastel •Supervisi & Bang UBIS PC & KS •Optimalisasi akses •Kebijakan tarif jastel •Marketing •Secretariat Group of assistants •Pembinaan Perusahaan asosiasi •Investasi & pendanaan •Akuntansi •Perbendaharaan •Anggaran •Secretariat Group Of Assistants •Supervise & Unit Bisnis Pendukung •Kebijakan SDM •Pengembangan Eksekutif •Hubungan Industrial •Kebijakan Logistik •Kebijakan Bang Teknologi Teknologi •Secretariat •Divisi Long Distance •Divisi Carrier and Interconnection Service •PROBIS (temporer) •Unit Bisnis lainnya yang akan dibentuk kemudian •Divisi Regional •Divisi Enterprise Service •Divisi Multimedia •Divisi Fixed Wireless •PROBIS (temporer) •Unit Bisnis lainnya yang akan dibentuk kemudian •Training Center •Carrier Development Support Center •Management Consulting Center •Construction Center •I / S Center •R & D Center Teknologi •Community Development Center •Maintenance Service Center •Yayasan-Yayasan DEWAN KOMISARIS DIREKSI CORPORATE PLANNING GROUP CORPORATE TRANSFORMATION GROUP INTERNAL AUDITOR GROUP CORPORATE SECRETARY CORPORATE PLANNING GROUP DIREKTUR BISNIS JARINGAN DIREKTUR BISNIS JASA DIREKTUR KEUANGAN/CFO DIREKTUR SDM DAN BISNIS PENDUKUNG/CIO UNIT USAHA UNIT BISNIS UNIT BISNIS UNIT BISNIS 8 3 •Unit Bisnis lainnyaz yang akan dibentuk kemudian * bergabung dengan Perusahaan pada tahun 2003 ** bergabung dengan IMM pada Tahun 2003 INDOSAT DIVISI PUSAT PROYEK BISNIS PERUSAHAAN ASOSIASI Divisi – I Jakarta Divisi – II Medan Divisi – III Bandung Divisi – IV palembang Divisi – V Semarang Divisi – VI Surabaya Divisi – VII Balik Papan Devisi VIII Makasar Divisi – Long Distance Divisi – Multimedia Divisi – Fixed Warales Divisi – Carrier and Interconnection Service Training Center Information System Center Contruction Center Research & Development Center Community Development Center Maintenance Service Center Managemen Consulting Center Career Development Support Center TV Kabel Indosat Finance Company PT. Satellit Palapa Indonesia Satelindo International Finance PT. Indosat Multi Media Mobile* PT. Bimagraha Telekomindo* PT. Aplikasinusa Lintasarta PT. Artajasa Pembayaran Elektronis PT. Indosat Mega Media PT. Sisindosat Lintas Buana PT. Asitelindo Data Buana PT. Indosatcom Adimarga** 8 4 B. PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN 1. Analisis Dan Relevansinya Terhadap Teori a. Rasio profitabilitas (X1 ) Berdasarkan tabel 4.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: rata-rata rasio profitabilitas yang dicapai industri telekomunikasi tertinggi pada hasil pengembalian marjinal atas ekuitas yaitu sebesar 503,704%, sedangkan terendah pada hasil pengembalian marjinal atas total modal yaitu sebesar -193,282%. Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja industri telekomunikasi dalam menghasilkan laba dari hasil penjualan sudah cukup baik, namun masih perlu adanya perbaikan pada hasil pengembalian marjinal atas total modal yang masih kurang baik cenderung bernilai negatife hal ini disebabkan karena kenaikan rata-rata laba operasi bersih sebesar Rp 2.231.434,86 lebih besar dibanding dengan rata-rata kenaikan total modal yang hanya sebesar Rp1.1349.080,71. Pada PT. telekomunikasi indonesia nilai yang diperoleh dari hasil analisis rasio profitabilitas mulai tahun 2000 sampai 2006 mengalami kenaikan dan pada tahun 2002 PT. Telekomunikasi Indonesia ini mencapai nilai 8 5 profitabilitas tertinggi karena pada tahun sebelumnya telah mengalami penurunan, sehingga pada tahun 2002 ini mengalami kenaikan sebesar 301.516%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa dalam pengembalian hasil dari penjualan dan investasi sudah cukup efektivitas. Pada PT. Indosat nilai yang diperoleh dari tingkat rasio profitabilitas mulai tahun 2000-2006 telah mengalami penuruan, akan tetapi penurunan tersebut yang paling terendah pada tahun 2006 dan profitabilitas tertinggi pada tahun 2002 sebesar 503.252% dikarenakan pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2001 telah mengalami penurunan banyak sekali dibandingkan dengan tahun yang sebelumnya yaitu pada tahun 2000. Pada tahun 2002 PT. Telekomunikasi Indonesia dengan PT. Indosat sama-sama memperoleh hasil yang tinggi karena pada tahun sebelumnya telah mengalami penurun dengan nilai yang rendah. Oleh sebab itu PT. teleomunikasi Indonesia dengan PT. indosat lebih menekakan lagi untuk memperoleh hasil profitabilitas yang tinggi pada tahun kedepannya. Rasio profiabilitas ini dipergunakan berhubungan dengan penilaian terhadap kinerja perusahaan dalam mengahasilkan laba. 8 6 Pengukuran pada rasio profitabilitas masing-masing dihubungkan dengan total aktiva, modal sendiri maupun penjuaan yang dicapai. Setelah kita lihat hasil tersebut diatas maka PT. Telekomunikasi Indonesia dan PT. Indosat pada tingkat earning dalam hubungannya dengan penjualan, jumlah aktiva dan investasi tertentu sudah cukup baik. Dalam hal ini harus diperhatikan dalam sebuah perusahaan karena untuk mendapat kelangsungan hidupnya, maka perusahaan haruslah dalam keadaan menguntungkan. Hal ini berkaitan dengan pendapat Weston (1995: 237) rasio profitabilitas adalah untuk mengukur efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari penjualan dan investasi. Pada industri telekomunikasi di Indonesia ini hasil profitabilitasnya sebesar 1.304.189%, karena dalam hal ini industri telekomunikasi selama tahun 2000 sampai tahun 2006 dalam pengembalian yang dihasilkan dari penjualan dan investasi sudah efektif, perusahaan bisa mengambil sebuah keputusan dalam opresasi, pembiayaan maupun strategi untuk kedepannya. 8 7 Islam mengakui peran laba dan membolehkan individu mencari laba, meskipun harus berada dalam ikatan nilai-nilai moral dan batasan-batasan kemaslahatan umum. Juga telah diperlihatkan bahwa alokasi sumbersumber daya akan cenderung lebih efisien dan adil dalam sebuah perekonomian Islam dari pada sistem berbasis bunga. Sehingga dalam hal ini profitabilitas atau keuntungan dalam sebuah perusahaan itu diperbolehkan dengan batasan-batasan tertentu. Telah disebutkan dalam Al-Qur`an surat Al-Hadid ayat 25 sebagai berikut : o‰s )s 9 $uΖu=y™o‘r& $oΨn=s™a‘ IM≈uΖEit7o9$$I/ $uΖo9t“Ρr&uρ TΟsγyètΒ |=≈t šχ#u”Iϑo9$#uρ GA3o9$# tΠθa)u‹I9 a¨$¨Ψ9$# AÝo¡E)o9$$I/ ( $uΖo9t“Ρr&uρ y‰ƒI‰pto:$# IμŠIù O¨u't/ O‰ƒI‰x© sìI%≈oΨtΒuρ A¨$¨Ζ=I9 zΝn=÷èu‹I9uρ a!$# tΒ …cνc.YÇΖtƒ …a&s#s™a‘uρ I=o‹t O“ƒI“tã ;“Eθs% c!$# ¨βI) 4 óo9$$I/ ∩⊄∈∪ Artinya :”Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa”(al-hadiid:25). 8 8 8 9 b. Rasio Pertumbuhan (X2 ) Berdasarkan tabel 4.2 dapat dijelaskan sebagai berikut: rata-rata rasio pertumbuhan yang dicapai industri telekomunikasi tertinggi pada laba per saham yaitu sebesar 7,924%, sedangkan terendah pada laba operasional bersih yaitu sebesar -501%. Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja industri telekomunikasi dalam mempertahankan posisi ekonomisnya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri atau pasar produk tempatnya beroperasi kurang optimal, disebabkan karena rata-rata penjualan, laba operasi bersih dan deviden per saham pada industri telekomunikasi menghasilkan nilai yang rendah sehingga mengakibatkan eksistensinya dalam pasar pertelekomunikasian Indonesia mengalami sedikit penurunan. Pada PT. Telekomunikasi Indonesia rasio pertumbuhan dari tahun ketahun semakin menurun hal ini disebabkan oleh tingkat pertumbuhan laba bersih perusahaan lebih rendah dibandingkan laba per saham. Pada PT. Indosat rasio pertumbuhan yang diperoleh sangat rendah sekali dibandingkan dengan hasil dari rasio yang lain karena PT. Indosat masih kurang menekankan 9 0 pada tingkat pertumuhannya. Oleh sebab itu rasio pertumbuhan harus lebih ditingkatkan lagi karena akan mempengaruhi pada pertahankan posisi ekonomisnya dalam pertumbuhan ekonomi untuk dimasa mendatang. Hal ini sesuai dengan pendapat Weston (1005:237) bahwa rasio pertumbuhan adalah rasio yang mengukur kemampua perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonomisnya dalam pertumbuhan perekenomian dan dalam industri atau pasar produk tempatnya beroperasi. Sedangkan menurut pandangan Islam mengenai pengembangan ataupun pertumbuhan perekonomian pada industri telekomunikasi selama tidak melampui batas-batas kadar dan ukurannya masih diperbolehkan pertumbuhan ekonominya. Oleh sebab itu apabila suatu perusahaan dalam melakukan usahanya tidak mengalami pertumbuhan maka perekonomian ini akan terhenti dan mengakibatkan masyarakat menjadi resah. Hal ini dapat dijelaskan dalam AlQur’an surat Al-Hasyr ayat 19 yang berbunyi : Ÿωuρ (#θcΡθa3s? tI%c!$% x. (#θY¡nΣ c!$# oΝsγ9|¡Σr'sù oΝaκ|¦a%Ρr& 4 šI.‾≈s aΝeδ 9'ρe& šχθa)A¡≈x ∩⊇∪ %o9$# 9 1 Artinya : Dan Kami telah menghamparkan bumi dan mnjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran (Qs. Al-hasyr:19). Menurut Chapra (2000:79) mengemukakan bahwa pertumbuhan akan redup dalam sebuah perekonomian Islam sesudah penghapusan bunga. Adapun isi utama bagi pertumbuhan yang berkesinambungan adalah tabungan, investasi, kerja keras dan sepenuh hati, kemajuan teknologi, dan manajemen kreatif. 9 2 9 3 c. Rasio Penilaian (X3 ) Berdasarkan tabel 4.3 dapat dijelaskan sebagai berikut: rata-rata rasio penilaian yang dicapai industri telekomunikasi tertinggi pada hasil deviden yang ditambah dengan keuntungan modal yaitu sebesar 310.162.650,30%, sedangkan terendah pada harga pasar persaham terhadap nilai buku ekuitas yaitu sebesar 717,846%. Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja industri telekomunikasi dalam mencapai nilai-nilai pasar sudah baik, karena mampu menghasilkan nilai rasio yang cukup besar dari tahun 2000-2006. Pada PT. Telekomunikasi Indonesia, rasio penilaian yang diperoleh selama tahun 2000 sampai tahun 2006 mengalami terus peningkatan. Hal ini disebabkan pada PT. Telekomunikasi Indonesia terus menakankan pada harga saham. Sehingga hasil tertinggi yang diperoleh PT. Telekomunikasi Indonesia pada tahun 2006 yaitu sebesar 28.198.032. Pada PT. Indosat, rasio penilaian pasar yang diperoleh selama tahun 2000 sampai tahun 2006 mengalami peningkatan. Dalam hal ini PT. Indosat berbeda dengan PT. telekomunikasi Indonesia yang mengalami peningkatan secara terus-menerus 9 4 pada rasio penilaian, dan PT. Indosat ini terjadi penurunan selama satu tahun yaitu ada tahun 2003 setelah terjadi penurunan tersebut. Pada tahun 2004 mulai ada peningkatan terus sampai tahun 2006. sehingga dalam hal ini rasio penilaian yang tertinggi terjadi pada tahun 2002 yaitu sebesar 18.477.250. Hal ini terkait dengan pendapatnya Weston (1995:37) bahwa rasio penilaian adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk mencapai nilai-nilai pasar yang melebihi pengeluaran arus kas. Oleh sebab itu pada industri telekomunikasi ini, rasio penilaian pasar juga lebih ditekankan karena untuk mencapai nilai-nilai pasar lebih besar maka industi telekomunikasi meminimalis pengeluran kas. Sedangkan nilai-nilai pasar diperoleh dari aktiva (harta) yang diukur berdasarkan harga dasarnya yang menjadi subjek dalam pengalokasian harga perolehan untuk dibebankan dalam penyusutan. Dari uraian diatas, terkait dengan pendapat Iwan (2001:48) bahwa penilaian-penilaian pasar dapat diukur pada dasar penilaian harta (aktiva). Sedangkan dasar penilaian harta didalam Islam terdapat nilai-nilai dasar ekonomi yang berfalsafah tauhid adalah sebagai berikut : 9 5 1. Kepemilikan Dalam pemilikan ini penilaian dapat dilihat dari letak pada kemanfaatannya dan bukan mengusai mutlak terhadap sumber-sumber ekonomi. Seorang muslim yang tidak memproduksi manfaat dari sumber-sumber yang diamanatkan Allah padanya akan kehilangan hak atas sumber-sumber tersebut. Hadist Nabi Muhammad SAW: barang siapa menghidupkan sebidang tanah mati, maka tanah itumenjadi miliknya. Dan tidak berha memilikinya orang yang sekedar memagarinya degan tembok setelah tiga tahun. 2. Kesimbangan dalam keseimbangan ini penilaiannya dapat dilahat pada berbagai aspek tingkah laku ekonomi muslim. Dalam hal ini keseimbangan,kesederhanaan berlaku dalam tingkah laku ekonomi terutama dalam menjauhi konsumerisme. 3. Keadilan Islam telah mengharamkan setiap hbungan bsinis yang mengandung kedzaliman dan mewajibkan sepenuhnya keadilan yang teraplikasikan dalam setiap hbungan dagang dan kontrak-kontrak bisnis. Oleh karena itu, Islam melarang ba’I al-gharar (jual beli yang tidak jelas sifat-sifat barangyang ditransaksikan) karena megandng unsure ketidak jelasan 9 6 yang membahayakan salah satu pihak yang melakukan transaksi (Yusuf Qardhawi, 1997:85). Dalam hal ini maka dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang ada didunia maupun diakhirat yang telah dilakukannya maka dinilai oleh Allah dan mereka harus mempertanggung jawabkan di akhirat nantinya. 9 7 9 8 d. Perubahan Laba atau Earning Change (EC) Diperoleh dari earning change after tax pada periode tersebut dikurangi earning after tax pada periode sebelumnya di bagi dengan earning after tax periode sebelumnya. Hal ini tampak pada variabel berikut : Tabel 4.7 Perubahan Laba N o Nama Perusahaan 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1. PT Telekomuni kasi Indonesia 0.471 0.948 -0.142 0.129 0.290 0.352 -1.000 2. PT Indosat 0.037 -0.670 1.798 0.041 -0.002 -0.126 -1.000 Rata-rata 0.0182 8 0.13887 9 0.28798 1 0.08512 5 0.1140 6 0.11323 7 -500,500 Tertinggi 0.471 0.948 1.798 0.129 0.290 0.352 -1.000 Terendah 0.037 -0.670 -0.142 0.041 -0.002 -0.126 -1.000 Sumber : Lampiran 2 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa perubahan laba setelah pajak (prediksi laba) pada PT Telekomunikasi Indonesia selama tujuh tahun terakhir yaitu tahun 2000-2006 rata-rata sebesar 1,11% lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata yang diperoleh PT Indosat yaitu sebesar 14,98%. Sedangkan rata-rata perubahan laba setelah pajak (prediksi laba) pada industri telekomunikasi sebesar 8,045%. 9 9 Terkait dengan pendapat Manullang (2005: 171) laba tida muncul secara sistematis, melainkan membutuhkan perencanaan yang baik untuk memprediksi laba tersebut. Laba berasal dari keberhasilan manajemen dalam mengorganisasikan kekuatan perusahaan dalam suatu tim yang bertujuan mencari laba. Dalam Al-Qur’an disebutkan pada surat Al-Baqarah ayat 16: y7I.‾≈s9'ρe& tI%c!$# (#aρu .t Io©$# s's#≈n=āÒ9$# 3“y‰sγo9$$I/ $yϑsù Mpt.2u‘ oΝsγe?t≈p $tΒuρ gkIB (#θcΡ%x ∩⊇∉∪ šI‰tGoγaΒ . Artinya: Mereka Itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Islam mengakui hak setiap orang untuk memiliki semua harta benda yag diperolehnya dengan cara halal. Akan tetapi islam tidak membenarkan pengunaan harta yang diperoleh itu dengan cara sewenang-wenang. Sedangkan dalam sebuah modal, produk, proses, sarana, dan alat yang digunakan untuk menghimpun unsur-unsur produk kehalalan harus dijaga, sehingga tidak akan ada unsur riba (Misbahul dkk, 2006: 190). Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa laba yang diperoleh dairi sebuah 10 0 perdagang diperbolehkan dan tidak oleh merugikan orang lain karena di dalam ajaran Islam tujuan dan perekonoian ini adalah untuk keaslahatan orang banyak. 2. Analisis Regresi Linier Berganda a. PT. Telekomunikasi Indonesia 1) Uji Asumsi Klasik Beberapa masalah sering timbul pada saat analisis regresi digunakan untuk mengestimasi suatu model dengan sejumlah data. Masalah tersebut dikategorikan dalam asumsi klasik yaitu ada tidaknya masalah multikolonieritas, autokorelasi, heterokedastisitas, dan normalitas. Berikut akan membahas satu persatu masalah-masalah tersebut : (a) Uji Multikolinieritas Pada dasarnya, multikolinieritas yang sempurna antara beberapa atau semua variabel bebas. Gejala multikolinieritas dapat dideteksi dengan melihat besaran Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance serta matriks korelasi. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai VIF, jika kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinieritas dan besarnya nilai tolerance lebih dari 0.05. dari perhitungan regresi didapat nilai VIF dan Tolerance sebagai berikut : 10 1 Tabel 4.8 Deteksi Multikolinieritas Coefficientsa ,435 ,368 1,181 ,323 -1,06E-06 ,000 -,119 -,638 ,569 ,886 1,129 ,000 ,000 ,723 3,860 ,031 ,882 1,134 5,576E-08 ,000 ,436 2,430 ,093 ,959 1,043 (Constant) X1 X2 X3 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Tolerance VIF Collinearity Statistics a. Dependent Variable: Y Dari output SPSS 11.5 diatas, pada variabel profitabilitas (X1) didapatkan nilai VIF 1.129% dan tolerance 0.886%, untuk variabel pertumbuhan (X2) mempunyai nilai VIF 1.134 dan tolerance 0.882%, sedangkan untuk variabel penilaian (X3) didapatkan nilai VIF 1.043% dan tolerance 0.959%. Nilai VIF untuk ketiga variabel tersebut semuanya lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas diantara ketiga variabel tersebut. (b) Uji Autokorelasi Autokorelasi muncul dikarenakan residual tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya, yang sering timbul bila kita menggunakan data runtut waktu (time series). Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi adalah dengan cara mendeteksi 10 2 apakah suatu model terkena masalah serial correlation, digunakan uji Durbin-Watson. Adapun hipotesis yang diuji adalah : H0 : tidak ada autokorelasi dalam model H1 : ada autokorelasi dalam model empiris Pedominannya yaitu menolak Ho yang menyatakan ada masalah autokorelasi dalam model bila dhitung
4-dL. Menerima Ho yang menyatakan tidak ada masalah autokorelasi dalam model bila dU< dhitung <4-du data-blogger-escaped--0="" data-blogger-escaped--1="" data-blogger-escaped--2="" data-blogger-escaped--4="" data-blogger-escaped--="" data-blogger-escaped-.="" data-blogger-escaped-0.05.="" data-blogger-escaped-0.05="" data-blogger-escaped-0.262.="" data-blogger-escaped-0.275="" data-blogger-escaped-0.904="" data-blogger-escaped-0="" data-blogger-escaped-1.106="" data-blogger-escaped-10="" data-blogger-escaped-11="" data-blogger-escaped-19="" data-blogger-escaped-1="" data-blogger-escaped-2001="" data-blogger-escaped-2="" data-blogger-escaped-3.633="" data-blogger-escaped-3.824="" data-blogger-escaped-3="" data-blogger-escaped-4-dl="" data-blogger-escaped-4-du="" data-blogger-escaped-4.10="" data-blogger-escaped-4.11="" data-blogger-escaped-4.18="" data-blogger-escaped-4.3="" data-blogger-escaped-4.9="" data-blogger-escaped-4="" data-blogger-escaped-5="" data-blogger-escaped-6="" data-blogger-escaped-7="" data-blogger-escaped-8="" data-blogger-escaped-97="" data-blogger-escaped-9="" data-blogger-escaped-:="" data-blogger-escaped-a.="" data-blogger-escaped-a3s="" data-blogger-escaped-a="" data-blogger-escaped-ada="" data-blogger-escaped-adalah="" data-blogger-escaped-adapun="" data-blogger-escaped-adj.="" data-blogger-escaped-adjusted="" data-blogger-escaped-agar="" data-blogger-escaped-akan="" data-blogger-escaped-al-hasyr:19="" data-blogger-escaped-al-hasyr="" data-blogger-escaped-alat="" data-blogger-escaped-allah="" data-blogger-escaped-alqur="" data-blogger-escaped-an="" data-blogger-escaped-analisis="" data-blogger-escaped-angka="" data-blogger-escaped-antar="" data-blogger-escaped-antara="" data-blogger-escaped-apabila="" data-blogger-escaped-apakah="" data-blogger-escaped-arning="" data-blogger-escaped-artinya="" data-blogger-escaped-asumsi="" data-blogger-escaped-atas="" data-blogger-escaped-atau="" data-blogger-escaped-atson="" data-blogger-escaped-autokorelasi.="" data-blogger-escaped-autokorelasi="" data-blogger-escaped-ayat="" data-blogger-escaped-b.="" data-blogger-escaped-b="" data-blogger-escaped-bagi="" data-blogger-escaped-bahwa="" data-blogger-escaped-baik="" data-blogger-escaped-banyaknya="" data-blogger-escaped-bebas.="" data-blogger-escaped-bebas="" data-blogger-escaped-beberapa="" data-blogger-escaped-berarti="" data-blogger-escaped-berbunyi="" data-blogger-escaped-berdasarkan="" data-blogger-escaped-berganda="" data-blogger-escaped-bergelombang="" data-blogger-escaped-berikut:="" data-blogger-escaped-berikut="" data-blogger-escaped-berpengaruh="" data-blogger-escaped-bertujuan="" data-blogger-escaped-berupa="" data-blogger-escaped-besar="" data-blogger-escaped-besaran="" data-blogger-escaped-besarnya="" data-blogger-escaped-beta="" data-blogger-escaped-bila="" data-blogger-escaped-bumi="" data-blogger-escaped-c="" data-blogger-escaped-cara="" data-blogger-escaped-change="" data-blogger-escaped-coefficients="" data-blogger-escaped-coefficientsa="" data-blogger-escaped-collinearity="" data-blogger-escaped-correlation="" data-blogger-escaped-d-w="1,254" data-blogger-escaped-d="" data-blogger-escaped-daerah="" data-blogger-escaped-dalam="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-dapat="" data-blogger-escaped-dari:="" data-blogger-escaped-dari="" data-blogger-escaped-dasar="" data-blogger-escaped-dasarnya="" data-blogger-escaped-data.="" data-blogger-escaped-data="" data-blogger-escaped-dengan="" data-blogger-escaped-dependent="" data-blogger-escaped-deteksi="" data-blogger-escaped-dhitung="" data-blogger-escaped-di="" data-blogger-escaped-diakhirat="" data-blogger-escaped-diantara="" data-blogger-escaped-diatas="" data-blogger-escaped-dibawah="" data-blogger-escaped-didalam="" data-blogger-escaped-didapat="" data-blogger-escaped-didapatkan="" data-blogger-escaped-dideteksi="" data-blogger-escaped-digunakan="" data-blogger-escaped-dijelaskan="" data-blogger-escaped-dikarenakan="" data-blogger-escaped-dikategorikan="" data-blogger-escaped-dilakukan="" data-blogger-escaped-dilakukannya="" data-blogger-escaped-dilihat="" data-blogger-escaped-dimana="" data-blogger-escaped-dipakai="" data-blogger-escaped-diperbolehkan="" data-blogger-escaped-diperoleh="" data-blogger-escaped-diprediksi="" data-blogger-escaped-disimpulkan="" data-blogger-escaped-distudentized="" data-blogger-escaped-diuji="" data-blogger-escaped-dl="" data-blogger-escaped-dominan="" data-blogger-escaped-du="" data-blogger-escaped-dua="" data-blogger-escaped-durbin-w="" data-blogger-escaped-durbin-watson.="" data-blogger-escaped-durbin="" data-blogger-escaped-e="" data-blogger-escaped-ekonominya="" data-blogger-escaped-empiris="" data-blogger-escaped-error="" data-blogger-escaped-estimasi="" data-blogger-escaped-estimate="" data-blogger-escaped-f-stat="9,777" data-blogger-escaped-f="" data-blogger-escaped-factor="" data-blogger-escaped-faktor="" data-blogger-escaped-gambar="" data-blogger-escaped-gejala="" data-blogger-escaped-grafik="" data-blogger-escaped-guna="" data-blogger-escaped-gunung-gunung="" data-blogger-escaped-h0="" data-blogger-escaped-h1="" data-blogger-escaped-hal="" data-blogger-escaped-hambatan="" data-blogger-escaped-hasil="" data-blogger-escaped-heterokedastisitas.="" data-blogger-escaped-heterokedastisitas="" data-blogger-escaped-heteroskesdastisitas.="" data-blogger-escaped-heteroskesdastisitas="" data-blogger-escaped-hipotasis="" data-blogger-escaped-hipotesis="" data-blogger-escaped-hitung="" data-blogger-escaped-hitungan="" data-blogger-escaped-ho="" data-blogger-escaped-indonesia.="" data-blogger-escaped-indonesia="" data-blogger-escaped-indosat="" data-blogger-escaped-inflation="" data-blogger-escaped-informasi="" data-blogger-escaped-ini="" data-blogger-escaped-islam="" data-blogger-escaped-itu="" data-blogger-escaped-jawabkan="" data-blogger-escaped-jelas="" data-blogger-escaped-jika="" data-blogger-escaped-jumlah="" data-blogger-escaped-kami="" data-blogger-escaped-karena="" data-blogger-escaped-ke="" data-blogger-escaped-kecil="" data-blogger-escaped-kedua="" data-blogger-escaped-kegiatan="" data-blogger-escaped-kemaslahatan="" data-blogger-escaped-kemudian="" data-blogger-escaped-keputusan="" data-blogger-escaped-ketiga="" data-blogger-escaped-keuntungan="" data-blogger-escaped-kinerja="" data-blogger-escaped-kita="" data-blogger-escaped-klasik="" data-blogger-escaped-koefisien="" data-blogger-escaped-komunikasi="" data-blogger-escaped-konstanta="" data-blogger-escaped-korelasi.="" data-blogger-escaped-kritis="" data-blogger-escaped-kurang="" data-blogger-escaped-laba="" data-blogger-escaped-lain.="" data-blogger-escaped-lainnya="" data-blogger-escaped-lampiran="" data-blogger-escaped-lebih="" data-blogger-escaped-linier="" data-blogger-escaped-maka="" data-blogger-escaped-makin="" data-blogger-escaped-masalah-masalah="" data-blogger-escaped-masalah="" data-blogger-escaped-masingmasing="" data-blogger-escaped-masyarakat.="" data-blogger-escaped-masyarakat="" data-blogger-escaped-matriks="" data-blogger-escaped-maupun="" data-blogger-escaped-melakukan="" data-blogger-escaped-melebar="" data-blogger-escaped-melihat="" data-blogger-escaped-membahas="" data-blogger-escaped-membentuk="" data-blogger-escaped-mempertahankan="" data-blogger-escaped-memprediksi="" data-blogger-escaped-mempunyai="" data-blogger-escaped-menanggulangi="" data-blogger-escaped-mendeteksi="" data-blogger-escaped-mengakibatkan="" data-blogger-escaped-mengalami="" data-blogger-escaped-mengenai="" data-blogger-escaped-mengestimasi="" data-blogger-escaped-mengetahui="" data-blogger-escaped-menggunakan="" data-blogger-escaped-menghamparkan="" data-blogger-escaped-menguji="" data-blogger-escaped-menilai="" data-blogger-escaped-menjadi="" data-blogger-escaped-menolak="" data-blogger-escaped-menunjukkan="" data-blogger-escaped-menurut="" data-blogger-escaped-menyatakan="" data-blogger-escaped-menyebar="" data-blogger-escaped-menyempit="" data-blogger-escaped-mereka.="" data-blogger-escaped-merugikan="" data-blogger-escaped-merupakan="" data-blogger-escaped-mnjadikan="" data-blogger-escaped-model="" data-blogger-escaped-multikolinieritas="" data-blogger-escaped-multikolonieritas="" data-blogger-escaped-muncul="" data-blogger-escaped-n="" data-blogger-escaped-namun="" data-blogger-escaped-negara.="" data-blogger-escaped-nilai="" data-blogger-escaped-normalitas.="" data-blogger-escaped-o9="" data-blogger-escaped-o="" data-blogger-escaped-observasi="" data-blogger-escaped-of="" data-blogger-escaped-oleh="" data-blogger-escaped-onstant="" data-blogger-escaped-output="" data-blogger-escaped-pada="" data-blogger-escaped-padanya="" data-blogger-escaped-paling="" data-blogger-escaped-pandangan="" data-blogger-escaped-parsial="" data-blogger-escaped-pedomannya="" data-blogger-escaped-penelitian="" data-blogger-escaped-pengamatan="" data-blogger-escaped-pengambilan="" data-blogger-escaped-pengaruh="" data-blogger-escaped-pengembangan="" data-blogger-escaped-pengganggu="" data-blogger-escaped-pengujian="" data-blogger-escaped-penilaian.="" data-blogger-escaped-penilaian="" data-blogger-escaped-perbolekan="" data-blogger-escaped-perdagangan="" data-blogger-escaped-perekonomian="" data-blogger-escaped-perhitungan="" data-blogger-escaped-persamaan="" data-blogger-escaped-persatu="" data-blogger-escaped-pertama="" data-blogger-escaped-pertanggung="" data-blogger-escaped-pertukaran="" data-blogger-escaped-pertumbuhan.="" data-blogger-escaped-pertumbuhan="" data-blogger-escaped-perubahan="" data-blogger-escaped-perusahaan.="" data-blogger-escaped-perusahaan="" data-blogger-escaped-plot="" data-blogger-escaped-pola="" data-blogger-escaped-pont-point="" data-blogger-escaped-posisi="" data-blogger-escaped-predicted="" data-blogger-escaped-predictors:="" data-blogger-escaped-prediksi="" data-blogger-escaped-probabilitas="" data-blogger-escaped-profitabilitas="" data-blogger-escaped-pt.="" data-blogger-escaped-r="" data-blogger-escaped-rasio="" data-blogger-escaped-regresi="" data-blogger-escaped-resah.="" data-blogger-escaped-residual="" data-blogger-escaped-rror="" data-blogger-escaped-runtut="" data-blogger-escaped-s.="" data-blogger-escaped-s="" data-blogger-escaped-saat="" data-blogger-escaped-salah="" data-blogger-escaped-sama="" data-blogger-escaped-sangat="" data-blogger-escaped-satu="" data-blogger-escaped-scatter="" data-blogger-escaped-sebab="" data-blogger-escaped-sebagai="" data-blogger-escaped-sebesar="" data-blogger-escaped-sebuah="" data-blogger-escaped-secara="" data-blogger-escaped-sedangkan="" data-blogger-escaped-segala="" data-blogger-escaped-sehingga="" data-blogger-escaped-sejumlah="" data-blogger-escaped-seluruh="" data-blogger-escaped-semakin="" data-blogger-escaped-sempurna="" data-blogger-escaped-semua="" data-blogger-escaped-semuanya="" data-blogger-escaped-seperti="" data-blogger-escaped-serial="" data-blogger-escaped-series="" data-blogger-escaped-sering="" data-blogger-escaped-serta="" data-blogger-escaped-sesuatu="" data-blogger-escaped-sesungguhnya="" data-blogger-escaped-sig-t="" data-blogger-escaped-sig.="" data-blogger-escaped-sig="" data-blogger-escaped-signifikan="" data-blogger-escaped-simultan.="" data-blogger-escaped-singnifikan="" data-blogger-escaped-sisanya="" data-blogger-escaped-spss11.5="" data-blogger-escaped-square="" data-blogger-escaped-squire="0,907" data-blogger-escaped-standardized="" data-blogger-escaped-standart="" data-blogger-escaped-statistics="" data-blogger-escaped-std.="" data-blogger-escaped-studentized="" data-blogger-escaped-suatu="" data-blogger-escaped-sumber="" data-blogger-escaped-sumbu="" data-blogger-escaped-summaryb="" data-blogger-escaped-surat="" data-blogger-escaped-swt="" data-blogger-escaped-t-stat="" data-blogger-escaped-t="" data-blogger-escaped-tabel="" data-blogger-escaped-tbk="" data-blogger-escaped-telah="" data-blogger-escaped-telekomunikasi="" data-blogger-escaped-tepat="" data-blogger-escaped-teratur="" data-blogger-escaped-terdapat="" data-blogger-escaped-terdiri="" data-blogger-escaped-terhadap="" data-blogger-escaped-terhambat="" data-blogger-escaped-terhenti="" data-blogger-escaped-terikat.="" data-blogger-escaped-terjadi="" data-blogger-escaped-terjadinya="" data-blogger-escaped-terkena="" data-blogger-escaped-terletak="" data-blogger-escaped-tersebut.="" data-blogger-escaped-tersebut="" data-blogger-escaped-tertentu="" data-blogger-escaped-tetap="" data-blogger-escaped-the="" data-blogger-escaped-tidak="" data-blogger-escaped-tidaknya="" data-blogger-escaped-timbul="" data-blogger-escaped-time="" data-blogger-escaped-tingkat="" data-blogger-escaped-titik-titik="" data-blogger-escaped-titik="" data-blogger-escaped-tolerance="" data-blogger-escaped-tumbuhkan="" data-blogger-escaped-u="" data-blogger-escaped-ujarati="" data-blogger-escaped-uji="" data-blogger-escaped-ukuran="" data-blogger-escaped-unstandardized="" data-blogger-escaped-untuk="" data-blogger-escaped-usaha="" data-blogger-escaped-usahanya="" data-blogger-escaped-value="" data-blogger-escaped-variabel-variabel="" data-blogger-escaped-variabel="" data-blogger-escaped-variable:="" data-blogger-escaped-variance="" data-blogger-escaped-vif="" data-blogger-escaped-waktu="" data-blogger-escaped-watson.="" data-blogger-escaped-watson="" data-blogger-escaped-x.="" data-blogger-escaped-x1="" data-blogger-escaped-x2="" data-blogger-escaped-x3="" data-blogger-escaped-x="" data-blogger-escaped-y.="" data-blogger-escaped-y="" data-blogger-escaped-yaitu="" data-blogger-escaped-yang="">4-dL. Menerima Ho yang menyatakan tidak ada masalah autokorelasi dalam model bila dU< dhitung <4-du data-blogger-escaped--0="" data-blogger-escaped--1="" data-blogger-escaped--4="" data-blogger-escaped--="" data-blogger-escaped-.="" data-blogger-escaped-0="" data-blogger-escaped-1.="" data-blogger-escaped-11="" data-blogger-escaped-13="" data-blogger-escaped-1="" data-blogger-escaped-2.="" data-blogger-escaped-2001="" data-blogger-escaped-2="" data-blogger-escaped-3="" data-blogger-escaped-4-dl="" data-blogger-escaped-4-du="" data-blogger-escaped-4.12="" data-blogger-escaped-4.13="" data-blogger-escaped-4.18="" data-blogger-escaped-4="" data-blogger-escaped-5="" data-blogger-escaped-6="" data-blogger-escaped-93="" data-blogger-escaped-:="" data-blogger-escaped-a.="" data-blogger-escaped-a="" data-blogger-escaped-ada="" data-blogger-escaped-adalah="" data-blogger-escaped-adj.="" data-blogger-escaped-adjusted="" data-blogger-escaped-agar="" data-blogger-escaped-akan="" data-blogger-escaped-alat="" data-blogger-escaped-allah="" data-blogger-escaped-analisis="" data-blogger-escaped-angka="" data-blogger-escaped-antar="" data-blogger-escaped-antara="" data-blogger-escaped-apabila="" data-blogger-escaped-apakah="" data-blogger-escaped-arning="" data-blogger-escaped-atas="" data-blogger-escaped-atau="" data-blogger-escaped-atson="" data-blogger-escaped-autokorelasi.="" data-blogger-escaped-autokorelasi="" data-blogger-escaped-b.="" data-blogger-escaped-bagi="" data-blogger-escaped-bahwa="" data-blogger-escaped-baik="" data-blogger-escaped-banyaknya="" data-blogger-escaped-bebas.="" data-blogger-escaped-bebas="" data-blogger-escaped-berarti="" data-blogger-escaped-berdasarkan="" data-blogger-escaped-berganda="" data-blogger-escaped-bergelombang="" data-blogger-escaped-berikut="" data-blogger-escaped-berpengaruh="" data-blogger-escaped-bertujuan="" data-blogger-escaped-berupa="" data-blogger-escaped-c.="" data-blogger-escaped-cara="" data-blogger-escaped-change="" data-blogger-escaped-d-w="1,633" data-blogger-escaped-d.="" data-blogger-escaped-d="" data-blogger-escaped-daerah="" data-blogger-escaped-dalam="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-dapat="" data-blogger-escaped-dari:="" data-blogger-escaped-dari="" data-blogger-escaped-dasar="" data-blogger-escaped-data="" data-blogger-escaped-dengan="" data-blogger-escaped-dependent="" data-blogger-escaped-deteksi="" data-blogger-escaped-dhitung="1.254." data-blogger-escaped-di-studentized="" data-blogger-escaped-di="" data-blogger-escaped-diakhirat="" data-blogger-escaped-diantara="" data-blogger-escaped-diatas="" data-blogger-escaped-dibawah="" data-blogger-escaped-didapatkan="" data-blogger-escaped-dideteksi="" data-blogger-escaped-digunakan="" data-blogger-escaped-dijelaskan="" data-blogger-escaped-dilakukan="" data-blogger-escaped-dilakukannya="" data-blogger-escaped-dilihat="" data-blogger-escaped-dimana="" data-blogger-escaped-dipakai="" data-blogger-escaped-diperbolehkan="" data-blogger-escaped-diperoleh="" data-blogger-escaped-diprediksi="" data-blogger-escaped-disimpulkan="" data-blogger-escaped-dl="" data-blogger-escaped-dominan="" data-blogger-escaped-du="" data-blogger-escaped-dua="" data-blogger-escaped-durbin-w="" data-blogger-escaped-durbin="" data-blogger-escaped-ekonominya="" data-blogger-escaped-error="" data-blogger-escaped-estimasi="" data-blogger-escaped-estimate="" data-blogger-escaped-f-stat="13,410" data-blogger-escaped-f="" data-blogger-escaped-faktor="" data-blogger-escaped-gambar="" data-blogger-escaped-gejala="" data-blogger-escaped-grafik="" data-blogger-escaped-hal="" data-blogger-escaped-hasil="" data-blogger-escaped-heterokedastisitas.="" data-blogger-escaped-heterokedastisitas="" data-blogger-escaped-heteroskesdastisitas.="" data-blogger-escaped-heteroskesdastisitas="" data-blogger-escaped-hipotasis="" data-blogger-escaped-hipotesis="" data-blogger-escaped-hitung="" data-blogger-escaped-hitungan="" data-blogger-escaped-indosat.="" data-blogger-escaped-indosat="" data-blogger-escaped-informasi="" data-blogger-escaped-ini="" data-blogger-escaped-islam="" data-blogger-escaped-jawabkan="" data-blogger-escaped-jelas="" data-blogger-escaped-jika="" data-blogger-escaped-jumlah="" data-blogger-escaped-karena="" data-blogger-escaped-ke="" data-blogger-escaped-kecil="" data-blogger-escaped-kedua="" data-blogger-escaped-kegiatan="" data-blogger-escaped-kemaslahatan="" data-blogger-escaped-kemudian="" data-blogger-escaped-keputusan="" data-blogger-escaped-keuntungan="" data-blogger-escaped-kinerja="" data-blogger-escaped-koefisien="" data-blogger-escaped-komunikasi="" data-blogger-escaped-konstanta="" data-blogger-escaped-kritis="" data-blogger-escaped-kunta="" data-blogger-escaped-laba="" data-blogger-escaped-lain="" data-blogger-escaped-lampiran="" data-blogger-escaped-lebih="" data-blogger-escaped-linier="" data-blogger-escaped-maka="" data-blogger-escaped-makin="" data-blogger-escaped-masing-masing="" data-blogger-escaped-masyarakat.="" data-blogger-escaped-masyarakat="" data-blogger-escaped-maupun="" data-blogger-escaped-melebar="" data-blogger-escaped-melihat="" data-blogger-escaped-membentuk="" data-blogger-escaped-mempertahankan="" data-blogger-escaped-memprediksi="" data-blogger-escaped-mempunyai="" data-blogger-escaped-mengakibatkan="" data-blogger-escaped-mengetahui="" data-blogger-escaped-menguji="" data-blogger-escaped-menilai="" data-blogger-escaped-menunjukkan="" data-blogger-escaped-menurut="" data-blogger-escaped-menyebar="" data-blogger-escaped-menyempit="" data-blogger-escaped-merugikan="" data-blogger-escaped-merupakan="" data-blogger-escaped-model="" data-blogger-escaped-namun="" data-blogger-escaped-nbsp="" data-blogger-escaped-negara.="" data-blogger-escaped-nilai="" data-blogger-escaped-of="" data-blogger-escaped-oleh="" data-blogger-escaped-onstant="" data-blogger-escaped-pada="" data-blogger-escaped-paling="" data-blogger-escaped-pandangan="" data-blogger-escaped-penelitian="" data-blogger-escaped-pengamatan="" data-blogger-escaped-pengambilan="" data-blogger-escaped-pengaruh="" data-blogger-escaped-pengganggu="" data-blogger-escaped-pengujian="" data-blogger-escaped-penilaian.="" data-blogger-escaped-penilaian="" data-blogger-escaped-perbolekan="" data-blogger-escaped-perdagangan="" data-blogger-escaped-persamaan="" data-blogger-escaped-pertama="" data-blogger-escaped-pertanggung="" data-blogger-escaped-pertukaran="" data-blogger-escaped-pertumbuhan="" data-blogger-escaped-perubahan="" data-blogger-escaped-perusahaan="" data-blogger-escaped-plot="" data-blogger-escaped-pola="" data-blogger-escaped-pont-point="" data-blogger-escaped-posisi="" data-blogger-escaped-predicted="" data-blogger-escaped-predictors:="" data-blogger-escaped-prediksi="" data-blogger-escaped-pro="" data-blogger-escaped-probabilitas="" data-blogger-escaped-profitabilitas.="" data-blogger-escaped-profitabilitas="" data-blogger-escaped-pt.="" data-blogger-escaped-r="" data-blogger-escaped-rasio="" data-blogger-escaped-regresi="" data-blogger-escaped-residual="" data-blogger-escaped-rror="" data-blogger-escaped-sama="" data-blogger-escaped-sangat="" data-blogger-escaped-scatter="" data-blogger-escaped-sebagai="" data-blogger-escaped-sebesar="" data-blogger-escaped-sebuah="" data-blogger-escaped-secara="" data-blogger-escaped-sedangkan="" data-blogger-escaped-segala="" data-blogger-escaped-sehingga="" data-blogger-escaped-seluruh="" data-blogger-escaped-semakin="" data-blogger-escaped-seperti="" data-blogger-escaped-serta="" data-blogger-escaped-sesuatu="" data-blogger-escaped-sesungguhnya="" data-blogger-escaped-sig-t="" data-blogger-escaped-sig="" data-blogger-escaped-signifikan="" data-blogger-escaped-simultan.="" data-blogger-escaped-simultan="" data-blogger-escaped-singnifikan="" data-blogger-escaped-sisanya="" data-blogger-escaped-span="" data-blogger-escaped-square="" data-blogger-escaped-squire="0,931" data-blogger-escaped-standardized="" data-blogger-escaped-standart="" data-blogger-escaped-std.="" data-blogger-escaped-studentized="" data-blogger-escaped-suatu="" data-blogger-escaped-sumber="" data-blogger-escaped-sumbu="" data-blogger-escaped-summaryb="" data-blogger-escaped-swt="" data-blogger-escaped-t-stat="" data-blogger-escaped-t="" data-blogger-escaped-tabel="" data-blogger-escaped-telah="" data-blogger-escaped-tepat="" data-blogger-escaped-teratur="" data-blogger-escaped-terdiri="" data-blogger-escaped-terhadap="" data-blogger-escaped-terhambat="" data-blogger-escaped-terhenti="" data-blogger-escaped-terikat.="" data-blogger-escaped-terjadi="" data-blogger-escaped-terletak="" data-blogger-escaped-tersebut="" data-blogger-escaped-tertentu="" data-blogger-escaped-tetap="" data-blogger-escaped-the="" data-blogger-escaped-tidak="" data-blogger-escaped-tidaknya="" data-blogger-escaped-tingkat="" data-blogger-escaped-titik-titik="" data-blogger-escaped-titik="" data-blogger-escaped-ujarati="" data-blogger-escaped-uji="" data-blogger-escaped-ukuran="" data-blogger-escaped-untuk="" data-blogger-escaped-usaha="" data-blogger-escaped-value="" data-blogger-escaped-variabel-variabel="" data-blogger-escaped-variabel="" data-blogger-escaped-variable:="" data-blogger-escaped-watson.="" data-blogger-escaped-watson="" data-blogger-escaped-x1="" data-blogger-escaped-x2="" data-blogger-escaped-x3="" data-blogger-escaped-x="" data-blogger-escaped-y.="" data-blogger-escaped-y="-0,754" data-blogger-escaped-yaitu="" data-blogger-escaped-yang="">
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar