38. ANALISIS MANAJEMEN PENGEMBANGAN KUALITAS SANTRI DI PESANTREN AL-HIKAM MALANG (LENGKAP SAMPAI DAFTAR PUSTAKA)

Admin

JUDUL SKRIPSI ANALISIS MANAJEMEN PENGEMBANGAN KUALITAS SANTRI DI PESANTREN AL-HIKAM MALANG 




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pembicaraan mengenai SDM (Sumber Daya Manusia) dewasa ini
semakin mendapat perhatian. Hal tersebut dapat diketahui dari seberapa
besar pentingnya sumber daya manusia sebagai penggerak utama dalam
pembangunan dan mempunyai arti yang sangat penting dimana sumber
daya manusia adalah merupakan sumber dari kekuatan yang berasal dari
manusia yang dapat didayagunakan oleh organisasi atau lembaga dimana
sumber daya manusia tersebut merupakan sebuah aset (modal) bagi
sebuah organisasi atau lembaga dalam menentukan keberhasilan atau
kegagalan organisasi atau lembaga dalam merealisasikan visi misi
strateginya (Ruki, 2006:9). Sehingga perlu disadari oleh bangsa Indonesia
sendiri perlunya peningkatan sumber daya manusia dimana peningkatan
sumber daya manusia disatu pihak dimaksudkan untuk meningkatkan
ketrampilan/kemampuan bekerja manusia dalam melakukan berbagai
kegiatan dalam masyarakat. Sedangkan dilain pihak pengembangan
sumberdaya manusia berhubungan erat dengan usaha meningkatkan
taraf hidupnya.
Apalagi jumlah penduduk Indonesia yang besar sebenarnya
merupakan modal dasar pembangunan yang cukup potensial. Hal ini
akan dapat dirasakan apabila jumlah penduduk yang besar tersebut dapat
didayagunkan menjadi aset pembangunan, namun apabila tidak
didayagunakan maka jumlah penduduk yang besar tersebut akan
menimbulkan banyak masalah bagi negara. Dengan demikian untuk
mengatasi jumlah penduduk yang besar namun tidak menunjang
pembangunan, maka perlu upaya pendayagunaan potensi dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia. Apalagi di era globalisasi ini
sumber daya manusia tidak hanya dilihat dari segi keberadaanya namun
lebih ditetapkan pada kualitas kedayagunaannya dalam menghadapi
masalah masa depan.

Pondok pesantren sebagai salah satu bentuk lambaga pendidikan
Islam yang juga tidak terlepas dari tujuan pendidikan nasional yang
tecantum dalam Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional Nomor 20
tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional bahwasannya pendidikan
nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang
beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan budi pekerti
luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan
rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan. Merupakan sistim nasional yang telah
hidup dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan tersebar
luas di seluruh bangsa Indonesia sehingga lembaga pondok pesantren ini
telah banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia.
Sejalan dengan peranan tersebut, maka pondok pesantren kini telah
mengalami perubahan bentuk dari keadaan semula, hal ini harus diakui,
karena pondok pesantren kini tengah berada di dunia modern. Untuk
mengatakan bahwa umat Islam mampu memimpin peradaban dunia,
maka lembaga pondok pesantren harus menguasai sains dan teknologi,
dan ini bukanlah masalah kecil yang bisa dilihat dengan perasaan tanpa
adanya sebuah realisasi, apalagi disaat kemelut problematika yang
melanda umat islam secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum.
Tantangan seperti ini harus mampu dihadapi oleh pondok
pesantren diera globalisasi ini. Kita bisa memulai dari lingkungan yang
dekat dengan kita untuk membentuk kecintaan kepada ilmu harus
disosialisasikan kepada keluarga kita, saudara-saudara kita seagama atau
sekepercayaan. Kegiatan-kegiatan semacam ini mungkin bisa dimulai dari
sikap positif untuk mencapai informasi, mempermasalahkannya,
mengoreksinya dan menelitinya, ini berarti kita harus terbiasa bersikap
terbuka, mendidik dan berfifkir luas.
Menurut Rofiq A (2005:1) Pesantren adalah lembaga pendidikan
tradisional islam untuk mepelajari, memahami, menghayati dan
mengamalkan ajaran agama islam dengan menekankan pentingnya moral
keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari.
Mengkaji tentang posisi dan eksisitensi pondok pesantren sangat
menarik, pada sisi lain pondok pesantren harus mengakui adanya
problema eksnternal berupa kelemahan yang dialaminya, yaitu
pandangan miring dan kesan negatif terhadap lembaga pondok
pesantren.
Disamping pandangan yang negatif diatas, adapula beberapa yang
memberikan pandangan yang positif terhadap eksistensi pondok
pesantren dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia untuk
menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi. sehingga pondok
pesantren sebagai salah satu lembaga yang kaya akan khazanah agama
yang dapat meningkatkan beberapa aspek antara lain, kognitif santri yaitu
upaya peningkatan penetahuan santri baik pengetahuan umum maupun
pengetahuan agama. efektif santri yaitu upaya penanaman sikap dalam
kehidupan sehari-hari dari apa yang telah diperoleh dari kognitif tersebut
dan psikomotorik santri yaitu upaya peningkatan kualitas santri agar
mempunyai ketrampilan yang bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri
maupun orang lain sehingga eksisitensinya tetap dibutuhkan oleh
masyarakat sebab pondok pesantren merupakan pusat pengkajian dan
pengembangn doktrin agama. Dan untuk menjaga keberadaan pondok
pesantren, ia dituntut untuk berbenah diri dalam upaya sosialisasi
terhadap perkembangan zaman, sehingga keberadaan pondok pesantren
tetap diminati dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Salah satu dari sekian banyak pondok pesantren yang ada di
Malang yang senantiasa mengacu pada relevansi kemasyarakatan dan
perubahan adalah pondok pesantren Al-Hikam Malang yang diasuh oleh
KH. Hasyim Muzadi dimana seluruh santri adalah sebagai mahasiswa di
perguruan tinggi di kota Malang karena kelompok mahasiswa adalah
sekelompok pelajar terdidik dimasyarakat dengan harapan akan mampu
menjadi kader masyarakat yang terdidik dan pioner dimasyarakat
nantinya. Hal ini terlihat pada sistim pendidikan dimana sistem
pendidikan pesantren dilakukan untuk mengembangkan potensi fitrah
manusia : fikriyah, ruhaniyah, jasmaniah. Di Pesantren Mahasiswa Al
Hikam tiga potensi fitrah tersebut didekati dengan tiga bidang
pendidikan yakni : bidang pengajaran melalui kegiatan belajar mengajar
di kelas oleh santri dan ustadz dalam serangkaian mata dirasah. Selain itu
juga ditunjang dengan kegiatan-kegiatan keilmuan (seminar, diskusi
kelompok) yang diselenggarakan oleh organisasi santri dan kelompokkelompok
kajian yang ada, bidang kepengasuhan yang memberikan
tekanan pada pembentukan mental dan rasa santri mahasiswa melalui
kegiatan-kegiatan ubudiyah dan bidang kesantrian adalah bidang
pendidikan di Pesantren Mahasiswa Al Hikam yang lebih banyak
menekankan pada sisi kreatifitas, inisiatif, kepekaan, keberanian dan
kecakapan santri dalam bidang-bidang yang diminati. yang ketiganya
dilakukan secara bersama-sama, sehingga dengan itu santri diharapkan
mampu dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan mendalam
dalam iman dan taqwa (wawancara sementara).
Melihat fenomena ini, maka pondok pesantren dituntut untuk
bertindak berani dalam upaya perubahan sistim sepanjang tidak merusak
substansinya atau keorisinilannya, sehingga pondok pesantren mampu
menghadapi perkembangan zaman. Terobosan-terobosan harus selalu
dilakukan, pondok pesantren tidak hanya memberikan atau mentransfer
doktrin agama kepada santrinya, tetapi mentransfer ilmu-ilmu
pengetahuan umum, ketrampilan dan skill, sehingga pondok pesantren
akan menghasilkan output yang disamping mahir dalam penerapan ilmu
agama akan tetapi juga mampu menganalisis tentang problem yang
dihadapi masyarakat dewasa ini dan memiliki keilmuan yang luas serta
ketrampilan yang praktis yang dapat disosialisasikan dalam kehidupan
sehari-hari sehingga output yang dihasilkan akan mempunyai
kepribadian yang utuh dan bulat yang dikembangkan dalam dirinya
unsur-unsur keimanan yang kuat dan penguasaan pengetahuan umum
yang berimbang.
Oleh karena itu sebagai masyarakat yang hidup di negara
berkembang, indonesia sangat memerlukan manusia-manusia yang
memiliki kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan sosial,
kecerdasan intelektual untuk mendukung pembangunan yang makin
berat, kompleks dan berkesinambungan, sehingga perlu wadah dimana
potensi-potensi yang ada dalam diri manusia itu bisa dikembangkan dan
ditingkatkan.
Berangkat dari pemikiran diatas maka saya ingin menelaah lebih
jauh mengenai kegiatan yang dilakukan oleh pesantren terkait bagaimana
upayanya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan
judul “ANALISIS MANAJEMEN PENGEMBANGAN KUALITAS
SANTRI DI PESANTREN AL-HIKAM MALANG”
B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka dapat dirumuskan bahwa masalah pokok dalam
penelitian ini adalah:
1. Apa tujuan pengembangan kualitas santri di pesantren Al-Hikam
Malang?
2. Bagaimana upaya pengembangan kualitas santri di pesantren Al-
Hikam Malang?
3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam
mengembangkan kualitas santri di pesantren Al-Hikam Malang?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apa tujuan pengembangan kualitas santri di pesantren
Al-Hikam Malang.
2. Mengetahui bagaimana upaya pengembangan kualitas santri di
pesantren Al-Hikam Malang.
3. Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat yang
dihadapi dalam mengembangkan kualitas santri di pesantren Al-
Hikam Malang.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Pesantren
Sebagai sarana untuk mengambil inisiatif dalam rangka
penyempurnaan program pengembangan pesantren ke depan sehingga
antara pesantren dan masyarakat sekitar dapat bekerja sama dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
2. Bagi Masyarakat
Sebagai bahan masukan dalam mengambil kebijaksanaan yang
tepat dan memberikan saran, kritik konstruktif ataupun berupa sarana
prasarana dalam rangka memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh
pihak pesantren.
3. Bagi Penulis
Sebagai bahan latihan dalam penulisan karya ilmiah, sekaligus
sebagai tambahan informasi mengenai pesantren dan eksistensinya dalam
mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Peneliti Terdahulu
Penelitian yang dilakukan sebelumnya sangat penting untuk
diungkapkan, karena dapat dipakai sebagai bahan informasi dan bahan
acuan yang sangat berguna.
1. Penelitian dilakukan oleh M. Isrorouddin (2005) dengan judul
”Upaya pondok pesantren Hikmatusyarief NW Salut dalam
meningkatkan Sumber Daya Manusia”. Dalam penelitiannya,
peneliti menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: dalam mengembangkan sumbr daya
manusia yaitu dengan mengembangkan beberapa sektor yaitu
meningkatkan mutu pendidikan, pembangunan fisik, pengendalian
dan pengembangan desa dan masyarakat, memiliki kemantapan
akidah, sikap ilmiah, kreatifitas profesional, kepemimpinan dan
kader masyarakat.
2. Penelitian dilakukan oleh Maktum Djauhari (2004) dengan judul
”Upaya pondok pesantren An-Nuqayyah Kec. Guluk-guluk Kab.
Sumenep dalam mengembangkan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Dalam penelitiannya peneliti menggunakan metode deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dalam upaya
mengembangkan kualitas sumber daya manusia yaitu dengan
mengembangkan keilmuan hal ini sangat penting karena ini
bertujuan untuk memberikan bekal ilmu kepada diri sendiri
sehingga yang diutamakan adalah pada ilmu keislaman.
3. Penelitian dilakukan oleh Ainul Mufidah (2002) dengan judul
Optimalisasi Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Dalam
Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di pesantren Nurul
Jadid. Dalam penelitiannya peneliti menggunakan metode
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dalam
meningkatkan sumber daya manusia melalui optimalisasi LPBA
diharapkan akan melahirkan kader-kader pembangunan yang
memiliki kualitas tinggi baik dalam aspek profesionalitas
personalitas maupun produktifitasnya, akan tetapi masih perlu
dioptimalkan lagi dalam manajemen organisasi, proses belajar
mengajar, tenaga pendidik, fasilitas dan yang lainnya agar output
yang dihasilkan benar berkualitas
Adapun ditinjau dari hasil penelitian terdahulu dengan penelitian
kali ini terdapat persamaan yaitu dalam hal upaya pesantren dalam
mengembangkan atau meningkatkan sumber daya manusia. Sedangkan
perbedaannaya adalah penelitian sekarang dilakukan di Pesantren Al-
Hikam Malang yang semua santri adalah menempuh pendidikan di
berbagai perguruan tinggi/sebagai mahasiswa di Malang.


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar