39. SKRIPSI PERANAN MANAJER PERSONALIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA HOTEL HERLINGGA JAYA BLITAR (LENGKAP SAMPAI DAFTAR PUSTAKA)

Admin

JUDUL SKRIPSI PERANAN MANAJER PERSONALIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA HOTEL HERLINGGA JAYA BLITAR




BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG.
Manajer personalia mempuyai peranan penting untuk meningkatkan efektifitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuan adalah untuk memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini manajemen personalia di tempat menunjukkan upaya agar perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi dan memelihara karyawan dalam jumlah besar dan banyak dengan cara yang tepat Flipo (1984:10).


Keberadaan manusia sebagai individu yang melaksanakan pekerjaan didalam suatu organisasi perusahaan tidak dapat kita abaikan begitu saja, karena kualitas manusia merupakan faktor yang paling penting didalam suatu lingkungan perusahaan.
Dalam kaitannya dengan sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi, manajer personalia memegang peranan yang sangat penting dalam menggerakkan manusia agar dapat mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Dapat dikatakan berhasil atau tidaknya tujuan suatu organisasi adalah tergantung pada perananan itu sendiri. Sebagai pemimpin suatu organisasi perusahaan.
Kesuksesan suatu organisasi sangat tergantung dari aktivitas dan kreativitas sumber daya manusianya, tugas seorang manajer pesonali untuk selalu menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga para karyawan senantiasa bergairah dalam menjalankan dan melaksanakan pekerjaannya. Dengan kata lain, hal tersebut menunjukkan bahwa manajer personalia berhasil menjalankan fungsinya. Sering kali juga ditemui seorang manajer personali gagal memotivasi karyawan sikap, tindakan serta ucapannya justru menyebabkan karyawan dimotivasi.
Dalam kenyataanya, pandangan yang sederhana tersebut tidak mampu untuk memecahkan permasalahan manusia yang semakin komplek dalam kehidupan manajemen dewasa ini. Oleh karena itu, hal- hal yang perlu diperhatikan sebernarnya adalah hubungan antar manusia didalam manajemen suatu organisasi, baik hubungan formal maupun informal.
Hubungan antar manusia di dalam manajemen perlu dibina dan diciptakan dalam semua tingkatan organisasi, sebab manusia pada hakikatnya bukan hanya merupakan mahluk biologi tetapi juga merupakan mahluk yang memiliki hak-hak kemanusiaan dan mempunyai martabat tinggi diantara mahluk-mahluk yang lain serta tujuan kepribadian dan cita-cita.
Dalam perkembangan berikutnya, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah faktor-faktor yang mendorong manusia sebagai individu di dalam organisasi dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu didalam kehidupan dilingkungan organisasi sehingga perlu diperhatikan oleh seorang manajer personalia adalah cara-cara yang dapat dipakai untuk meningkatkan kegiatan karyawan sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dan lebih efektif dan efisien. Pada umumnya organisasi tidak dapat dipakai untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja karyawan, hal ini disebabkan karena manajer personalia yang masih belum bisa mempengaruhi sikap dan perilakunya karyawan agar mereka sejalan dengan usaha yang mereka laksanakan. Dengan seorang manajer personalia dituntut untuk memiliki suatu ketrampilan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan semula dengan menggerakkan orang-orang dibawahnya. Sehubungan dengan hal ini tersebut ini maka seseorang manajer personali harus dapat berperan secara aktiv terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi agar peran manajer personalia sebagai unsur motivator (penggerak) dapat terlaksana dengan baik.
Suatu organisasi akan berhasil bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh peran dari manajemen personalia sehingga tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan manajerlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Ungkapan ini membuktikan betapa kompleknya tugas dan tanggug jawab manajer personalia dalam membawa organisasi menuju arah yang lebih baik. Manajemen personalia adalah ahli strategi yang menempatkan visi dan misi orgaisasi serta memusatkan perhatian pada cara-cara agar organisasi mencapai tujuan. Dengan memusatkan perhatian kepada suatu visi manajer pesonalia dalam mengoperasikan sumber daya yang dimiliki baik fisik maupun maupun sumber daya emosional da spiritual organisasi, mengoperasikan nilai-nilai komitmen dan aspirasinya. kepuasan dalam bekerja. Para pemimpin berhasil biasanya seringkali menginspirasikan karyawannya utuk mencapai hasil yang lebih tinggi dengan menunjukkan pada mereka bagaimana pekerjaan mereka bisa memberikan sumbangan dan manfaat antar kepentingan pribadi.
Manajer personalia dituntut untuk mampu merencanakan dan mengkoordinasikan, mengorgaisasika sumber-sumber daya yang dimiliki agar berguna dan berhasil guna dalam meningkatkan daya saing perusahaan supaya perusahaan dapat bersaing dengan baik dan berkembang dan bertahan di tengah-tengah lingkungan yang sangat kompetatif. Dalam lingkungan yang sedemikian ketatnya sumber daya manusia sebagai aset utama yang merupakan tumpuan bagi kelangsungan hidup bagi perusahaan harus dapat dikelola dengan baik.
Masalah-masalah yang muncul dan menggangu efektivitas kerja karyawan sering kali muncul dan tidak jarag disebabkan oleh sikap seorang manajer personalia itu sendiri, dan peranan manajer personalia yang ada diperusahaan itu sendiri. Dan hal ini sering berkaitan dengan hilangnya motivasi kerja karyawan, sikap acuh tak acuh pada pekerjaan dan rasa kurang percaya diri kurangya komitme terhadap perusahaan.

Demikian halnya di Hotel Herlingga Jaya Blitar, sebagai salah satu hotel yang besar yang ada di kota Blitar dan salah satu Hotel yang menjadi kepercayaan kota Blitar harus bisa memberikan pelayanan yang sangat baik, dan semua ini juga berkaitan dengan peranan manajer personalia untuk memotivasi para karyawannya. Karena tanpa adanya peranan yang diberikan oleh manajer, karyawan tidak akan termotivasi. Dan ini merupakan bagian terpenting yang menjadi faktor organisasi.
Selain itu di Hotel Herlingga Jaya Blitar merupakan Hotel yang terkenal di luar kota Blitar dan sudah mengalami pekembangan usaha yang cukup meningkat. Banyak karyawan yang telah mempunyai masa kerja yang cukup lama dan berpengalaman dalam bidang kerjanya. Kenyataan seperti ini tentunya dapat menunjukkan bahwa mereka cocok dalam bekerja di Hotel Herlingga Jaya Blitar dan mereka telah menunjukkan sikap loyal dan kesetiaan mereka.
Pada sisi lainnya, setiap karyawan Hotel Herlingga Jaya Blitar tentunya mempunyai kinerja yang ulet, dan ini juga tidak terlepas dari peranan manajer yang ada di Hotel Herlingga Jaya Blitar.
Dari uraian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen personalia dalam sumber daya manusia adalah pengakuan terhadap pentingnya satuan kerja organisasi sebagai sumber daya manusia yang vital bagi pencapaian tujuan organisasi, dan pemanfaatan berbagai fungsi dan kegiatan personalia untuk menjamin bahwa mereka digunakan secara efektif dan efisien dan bijak agar bermanfaat bagi individu, organisasi dan masyarakat.
Memotivasi karyawan berarti memberikan dorongan pada karyawan, sehingga mereka mau bekerja dengan semangat dan bekerja dengan baik. Hal ini merupakan tugas manajer personalia seharusnya mampu memberikan motivasi terhadap para karyawan, sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dapat tercapai dengan baik. Malayu Hasibuan (2002:9).
Menyadari pentingnya peranan dari manajemen personalia dalam memotivasi karyawan, maka peneliti tertarik untuk meneliti dan menganalisa bagaimana peranan manajer personalia untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan pada hotel Herlingga Jaya Blitar.
B. Rumusan Masalah.
Dengan adanya metode serta peranan manajer personalia yang diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan yang bersangkutan dapat meningkatkan motivasi kerja bawahan. Dengan melihat uraian diatas, permasalahan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana peranan manajer personalia dalam memotivasi kerja karyawan?
2. Bagaimana manajer personalia dalam meningkatkan kinerja karyawan?
3. Bagaimana iplementasi keja dalam persepektif islam?

C. Tujuan Penelitian.
Adapun tujuan penelitian yang akan dicapai adalah sebagai berikut
1. Untuk mengetahui bagaimana peranan manajer personalia dalam merumuskan kebijakan, memberi pengarahan dan bimbingan, memberikan bimbingan kepada karyawan atas hasil prestasinya, pemberian pengawasan dan teguran, serta menciptakan pola kerja dan kesempatan berkembang bagi karyawan.
2. Untuk mengetahui sejauh mana peranan manajer personalia dalam meningkatkan kerja karyawan.
3. Untuk mengetahui implementasi kerja dalam persepektif islam.

D. Manfaat Penelitian
1. Implikasi Penelitian.

Penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya khususnya di bidang motivasi manajer terhadap bawahannya.
2. Implikasi praktis
Penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan motivasi sebagai penyemangat kerja karyawan.



Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar