30.PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN KONTRAK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG (LENGKAP SAMPAI DAFTAR PUSTAKA)

Admin
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN KONTRAK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG



BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Pada dasarnya hubungan antara perusahaan dengan karyawan
adalah hubungan yang saling menguntungkan. Di satu sisi perusahaan
ingin mendapatkan keuntungan yang besar, di sisi lain karyawan
menginginkan harapan dan kebutuhan tertentu yang harus terpenuhi.
Salah satu cara untuk mengetahui apa yang dibutuhkan dan diharapkan
oleh karyawan adalah dengan mengetahui tingkat kepuasan kerja
karyawan. Hal ini di dukung oleh pernyataan dari Mangkunegara (2002:
121) dimana pegawai akan merasa puas apabila ia mendapatkan apa
yang dibutuhkannya. Makin besar kebutuhan pegawai terpenuhi, makin
puas pula pegawai tersebut. Begitu pula sebaliknya makin sedikit
kebutuhan pegawai yang tidak terpenuhi, pegawai tersebut akan merasa
tidak puas. Oleh sebab itu organisasi perlu mengetahui kondisi yang
bagaimana yang dapat memberikan kepuasan kerja pada karyawannya.
Hal ini bertujuan agar organisasi tersebut dapat melakukan prioritas
dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kepuasan kerja karyawan.
Handoko (2001: 193194)
mengemukakan kepuasan kerja itu dapat
terjadi dapat dilihat dari keadaan emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan dengan mana karyawan memandang pekerjaan


mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap
pekerjaannya. Ini nampak dalam sikap positif karyawan terhadap
pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.
Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja
(Hasibuan, 2002: 199).
Kepuasan kerja itu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
menurut Luthans (1995) dalam Husein (1998: 36) mengemukakan bahwa
faktorfaktor
yang mempengaruhi kepuasan kerja dapat digunakan
sebagai job descriptive index (JDI) yang terdiri atas pembayaran seperti gaji,
pekerjaan itu sendiri, promosi pekerjaan, kepenyeliaan (Supervisi), dan
hubungan rekan sekerja. Dengan diterimanya perlakuanperlakuan
tersebut oleh karyawan maka akan timbul perasaan puas yang pada
gilirannya akan timbul sikap komitmen pada diri karyawan terhadap
organisasinya sebagaimana dikemukakan juga oleh Mathis dan Jackson
dalam Sadeli (2001: 99):
Komitmen organisasional adalah tingkat kepercayaan dan
penerimaan tenaga kerja terhadap tujuan organisasi dan
mempunyai keinginan untuk tetap ada di dalam oerganisasi
tersebut. Orangorang
yang relatif puas dengan pekerjaannya akan
lebih berkomitmen terhadap organisasi lebih mungkin untuk
mendapatkan kepuasan yang lebih besar.
Adapun konsep penentu dari komitmen menurut Lincoln (1989:
106) dalam Setyowati (1997: 15) meliputi:
Kemauan karyawan, kebanggaan karyawan dan kesetiaan
karyawan terhadap organisasi, dimana apabila ada kemauan dalam
21
diri karyawan untuk bekerja demi tercapainya tujuan organisasi
mencerminkan tingginya tingkat komitmen karyawan, disisi lain,
kebanggaan berkaitan dengan kepuasan diri atas suatu keunggulan
yang dimiliki oleh organisasi.
Lebih lanjut Mathis dan Jackson dalam Sadeli (2001: 98)
mengemukakan:
Tidak ada rumusan sederhana untuk memperkirakan kepuasan
tenaga kerja. Lagi pula, hubungan antara produktivitas dan
kepuasan kerja tidak jelas seluruhnya. Faktor kritisnya adalah apa
yang diharapkan tenaga kerja dari pekerjaannya dan apa yang
mereka terima sebagai penghargaan dari pekerjaan mereka.
Meskipun kepuasan kerja itu sendiri menarik dan penting, hal yang
penting mendasar adalah pengaruh kepuasan kerja terhadap
komitmen organisasi yang akan mempengaruhi tujuan
produktivitas, kualitas, dan pelayanan.
Pendapat para ahli mengenai hubungan antara kepuasan kerja
dengan komitmen organisasi menyatakan bahwa High job satisfaction
contributes to organizational comitment...” (Northercraft and Neale, 1993:
281). Selain itu ada juga pendapat yang menyatakan bahwa common sense
seems to suggest that high level of job satisfaction, maintained overtime, should
tend to generate feelings of organizational commitment” (Baron, 1990: 174).
Hal ini juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Sasanti
(2002) yang menemukan bahwa kepuasan kerja karyawan memberikan
kontribusi positif terhadap peningkatan komitmen organisasi sebesar
73,3%, sehingga dari temuan ini tampak bahwa kepuasan kerja yang
diperoleh karyawan di lingkungan kerjanya berhubungan erat pada
komitmen organisasi. Penelitian ini penting dilakukan karena peneliti
22
ingin melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada
keterkaitan seperti yang diungkapkan terkait dengan isuisu
yang
berkenaan dengan kepuasan kerja khususnya kepuasan kerja pada
karyawan kontrak Universitas Islam Negeri Malang yang pada tahun 2008
mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen maupun
karyawan yang dibuktikan dengan penghargaan ISO 2001:9000 sebagai
lembaga yang telah memiliki sistem yang baik dan standar khususnya
berhubungan dengan program kepuasan karyawan yang bermuara pada
terciptanya komitmen organisasi pada diri tiaptiap
karyawan.


Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar