16. Implementasi Strategi Pemasaran pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang

Admin

JUDUL SKRIPSI : Implementasi Strategi Pemasaran pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang




A.    PENDAHULUAN
Didalam era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak pada semakin ketatnya persaingan dan semakin cepatnya terjadi perubahan pada lingkungan usaha. Tidak hanya itu pada jaman globalisasi dan liberalisasi seperti sekarang ini membawa dampak yang sangat besar dalam berbagai aspek terutama dalm dunia bisnis, di antaranya pelanggan (Customer), persaingan (Compotition). Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang sebagai salah satu sistem perekonomian yang berbasis kerakyatan dan penopang dari kekuatan perekonomian nasional di tuntut untuk menjawab tuntutan dan permintaan pasar di tengah persaingan bisnis yang semakin kompleks tersebut.
Bagi dunia usaha yang bergerak dalam perekonomian yang semakin sulit akibat persaingan yang ketat, baik tingkat nasional maupun internasioanl dewasa ini, bahwa pemasaran memegang peranan yang sangat fital bagi kelangsungan operasi perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil karena untuk menanggapi proses pemasaran melalui perbuatan atau pertukaran produk dan ketrampilan (Bambang Tri Cahyono, 1999: 25).
Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dalam menggunakan strategi pemasaran dirasa belum maksimal untuk mengimplementasikannya di saat kondisi posisi persaingan yang semakin ketat, ini terbukti ketika melakukan pemasaran suatu produk kepada konsumen dengan cara berhubungan dengan para konsumen yang menjadi sasarannya, tanpa melakukan strategi  pemasaran, menggunakan media-media baik media elektronik maupun media massa yang ada disekitar perusahaan ini. Walaupun dengan kondisi riil yang seperti ini, tidak membuat perusahaan kalah berkompetisi dengan perusahaan lain yang menjadi pesaing dan sekaligus merupakan tantangannya, akan tetapi perusahaan masih mampu  bertahan dalam suatu posisi persaingan pasar yang begitu ketat. Kalau melihat dari perkembangannya perusahaan ini bisa dikatakan berkembang dengan melihat data pemberian kredit yang  berupa KCA (Kredit Cepat Aman) meningkat  dari tahun. Hal ini terlihat dari hasil Perkembangan pemberian kredit dan Jumlah Pinjaman nasabah yang dimiliki Perum Perum Pegadaian Cabang Kepanjen  dari tahun Juli 2003 – Agustus 2008.

Tabel: 1.1
Perkembangan Jumlah Pinjaman dan Nasabah  Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dari Tahun 2003 – 2008
Tahun
Jumlah Kredit
Jumlah Nasabah
1-7-2003
3.962.659.400
5.151
2004
11.795.177.300
7.798
2005
13.376.386.000
7.097
2006
17.267.620.500
7.177
2007
23.450.404.500
7.772
31-8-08
22.662.367.500
6.710
Sumber  : Buku Kerja Perum Pegadaian Cabang Kepanjen, Tahun 2003-2008
Dari tabel diatas dapat dilihat adanya perkembangan jumlah nasabah dan jumlah pinjaman kredit yang disalurkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen dari bulan Juli 2003 sampai dengan Agustus 2008. Pada tahun 2003 jumlah kredit yang diberikan oleh perum pegadaian adalah sebesar Rp. 3.962.659.400 dengan jumah nasabah  sebanyak 5.151 orang. Sedangkan pada tahun 2004 mengalami peningkatan yang signifikan  dengan jumlah kredit sebesar Rp. 11.795.177.300 dengan jumlah nasabah sebanyak 7.798. perkembangan selama dua tahun ini dikarenakan Perum Pegadaian Cabang Kepanjen masih menerima barang jaminan seperti baju sehingga dengan barang jaminan yang seperti ini mempengaruhi minat para nasabah untuk menggadaikan barangnya. Memasuki tahun 2005 mengalami penurunan jumlah nasabah secara signifikan dengan jumlah pemberian kredit sebesar Rp. 13.376.386.000 dengan jumlah nasabah sebanyak 7.097 orang. Hal ini dikarenakan adanya suatu kebijkan yang ditetapkan oleh  Perum Pegadaian pusat bahwa tidak menerima lagi barang yang berupa pakaian sebagai suatu barang jaminan. Pada tahun 2006 sampai 2008 mengalami peningkatan kembali dengan jumlah pemberian kredit sebesar Rp. 17.267.620.500 dikarenakan adanya promosi yang dilakukan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen untuk mengenalkan produknya kepada para calon nasabah yang belum mengetahui dan memahami tentang produk yang ditawarkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen.
Strategi secara eksplisit meruapakan kunci keberhasilan dalam menghadapi peruabahan lingkungan bisnis. Strategi memberikan satu kesatuan arah bagi semua anggota organisasi. Bila konsep strategi tidak jelas, maka keputusan yang diambil akan bersifat subjektfitas atau berdasarkan intuisi belaka dan mengabaikank keputusan yang lain (Fandi Tjiptono, 1997: 5).
Untuk menyusun strategi yang tepat, maka benar-benar harus dilakukan secara cermat dan seksama. Oleh karena itu, langkah terpenting dalam menyusun strategi adalah pemahaman terhadap bagaimana cara menyusun strategi itu sendiri, khususnya bagaimana analisis terhadap bisnis kita dan posisi bisnis para pesaing, analisis perubahan lingkungan yang tengah dan akan terjadi serta analisis SWOT pada umumnya. Disamping itu analisis SWOT ini juga dapat diartikan sebagai analisis eksternal yang merupakan bisa peluang dan bisa ancaman, analsiis internal yang merupakan bisa kekuatan dan bisa kelemahan dari suatu perusahaan yang harus dihadapi untuk mencapai tujuan organisasi (Bambang Tri Cahyono, 1999: 253).
Dari latar belakang di atas maka penulis akan mengekspolarasikan sejauh mana mekanisme atau pelaksanaan dan pemilihan strategi pemasaran yang ditetapkan oleh Perum pegadaian Cabang Kepanjen Malang. Oleh sebab itu Penulis tertarik mengambil judul: Implementasi Strategi Pemasaran pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang
 


Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI A. METODE PENELITIAN a. Lokasi Penelitian Penelitian ini di lakukan di Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang yang berlokasi di jalan Panji No. 178 Kepanjen Dengan beberapa pertimbangan pertama, Produk Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang membutuhkan strategi-strategi khusus dalam proses pemasaran. Kedua, Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang yang mana dianggap perlu membutuhkan strategi khusus dalam hal pemasaran. b. Jenis dan Pendekatan Penelitian Karena data-data yang ingin di kumpulkan adalah tentang langkah-langkah perusahaan dalam penerapan strategi untuk melakukan proses pemasaran dan untuk menghadapi pesaingnya, maka dari itu peneliti ini mengguankan metode penelitian kualitatif deskripsi. Mengingat sifat dari penelitian ini mempunyai perspektif (Emik) artinya data di paparkan dalam bentuk deskripsi menurut bahasa, cara pandang subjek penelitian. Hamidi (2004 : 70) Secara umum riset kualitatif dapat menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan secara langsung (direct approach) dan pendekatan secara tidak langsung (indirect approach). Freddy (1997:35) Setiap penelitian mempunyai karakteristik tertentu dimana pada penelitian kali ini karakteristik kualitatif di antaranya adalah sebagai berikut Moleong (1990:4) : 1) Berlangsung dalam latar belakang ilmiah. 2) Peneliti merupakan instrumen atau alat pengumpul data yang utama. 3) Analisa datanya di lakukan induktif. 4) Sifatnya deskriptif. 5) Menggunakan metode kualitatif. c. Subyek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah peneliti sendiri. Berkenaan dengan hal ini, Nasution (1998) menyatakan : “dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrument penelitian utama. Alasannya ialah, bahwa segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya”. Sugiyono (2006 : 251) d. Data dan Sumber Data Menurut sumbernya, data dalam penelitian di golongkan atas dua primer dan data sekunder yang di klasifikasikan sebagai berikut (Indriantoro dan Supomo, 2002: 146) : 1. Data primer (data tangan pertama) adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambil data langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari (Indriantoro dan supomo, 2002: 146). 2. Data sekunder (data tangan kedua) adalah data yang diperoleh dari pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subyek penelitiannya. Data ini berupa dokumen, laporan yang telah tersedia dan sebagainya (Indriantoro dan supomo, 2002: 147). e. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang di pergunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Arikunto (1998:119) f. Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data adalah dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan melakukan wawancara, pengamatan secara mendalam, dan mengumpulkan dokumen-dokumen serta laporan-laporan yang ada pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang itu sendiri. Hal ini dispesifikasikan oleh (Sugiyono, 2008: 224) sebagai berikut : a) Pengumpulan data dengan observasi Alat pengumpulan data yang di lakukan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki. Observasi ini dapat digolomgkan lagi atas : Observasi partisipasif : peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Observasi terus terang atau tersamar : peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan dengan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Observasi tak berstruktur : observasi dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak berstruktur, karena fokus penelitiannya belum jelas. b) Metode wawancara (interview) Proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan antara dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan. Wawancara terstruktur: teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Wawancara semiterstruktur : pelaksanaan wawancara ini lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara tak berstruktur : wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. c) Teknik pengumpulan data dengan dokumen Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. d) Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang besifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. Dari teknik pengumpulan data tersebut maka data yang peneliti inginkan diantaranya hasil wawancara (interview), dokumen-dokumen atau arsip-arsip, serta data pemberian Kredit. g. Analisis Data Analisis data akan dilakukan setelah peneliti mengumpulkan semua data-data yang diperlukan. Maka peneliti menganalisis menggunakan metode analisis SWOT dan analisis IFAS (Internal Strategic Factors Analysis) dimana analisis ini meliputi Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness). EFAS meliputi strategi eksternal yaitu Peluang (Oportunities) dan Ancaman (Threats) sebagai bagian dari analisis SWOT tersebut, yang berdasarkan pada kondisi objektif lingkungan internal maupun eksternal sebagaimana yang dikatakan Sondang (1995:175) bahwa dengan analisis SWOT manajer mampu dan mengetahui kondisi objektif perusahaan dan akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat. Kemudian peneliti melakukan suatu proses sebagai brikut : 1). Reduksi Data Reduksi data dapat diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data "kasar" yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. 2). Penyajian Data Diantara hal yang terpenting dalam proses analisa data pada penelitian kualitatif adalah penyajian data, dimana penyajian data ini langkah ke dua setelah data di lakukan penyeleksian atau pemilihan data-data mana saja yang ada hubungannya dengan penelitian atau tema dari penelitian. Kemudian hasil penelitian disajikan apa adanya sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Matthew dan Michael (1992:16) Metode tersebut dipilih peneliti karena kajian yang ada pada kali ini mengenai strategi pemasaran yang diterapkan Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang. Maka di rasa perlu untuk menggunakan analisis SWOT yang mana pada alat analisis tersebut mencakup analisis internal diantaranya tentang keungan, ekonomi, SDM, pemasaran, operasional dan analisis eksternal diantaranya ekonomi, sosial, budaya dan politik. B. KAJIAN TEORITIS 1. Pengertian Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos=militer; dan ag= memimpin), yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jenderal. Konsep ini relevan dengan situasi zaman dulu yang sering diwarnai dengan perang, dimana jenderal dibutuhkan untuk memimpin suatu angkatan perang agar dapat selalu memenangkan perang. Strategi juga bisa diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu (Fandi Tjiptono, 1997: 3). Menurut Husen Umar, (2005:31) mengatakann bahwa strategi adalah merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Strategi (strategy) adalah pola fundamental dari tujuan sekarang dan yang direncanakan, pengarahan sumber daya, dan interaksi dari organisasi dengan pasar, pesaing, dan faktor-faktor lingkungan lain, (Boyd, Walker dan Larreche, 2000:29) Menurut Irwan (1990:67), bahwa strategi adalah suatu rencana yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan Gluek dan Jauch (1994:9) mengatakan bahwa strategi adalah rencana yang distatuskan, luas dan terintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan itu dapat di capai melalui perencanaan yang tepat oleh organisasi. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya, konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi selama 30 tahun terakhir (Freddy Rangkuti, 1997: 3). 2. Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah sebuah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain, (Kotler, 2000:10). Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh bebebrapa faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan mencipatakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas, (Freddy Rangkuti, 1997:48) Menurut Kotler, yang diterjemahkan oleh Hendra Teguh: Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. (Kotler, 1997 : 13) Dalam bukunya Malcolm Mcdonald (2002:1) mengatakan bahwa segala sesuatu tentang penyediaan barang dan jasa/layanan karena adanya permintaan pelanggan, bukan menjual sesuatu yang ingin diproduksi oleh perusahaan. 3. Pemasaran Dalam Prespektif Syariah Menurut Hermawan Kertajaya (2006:26-27) mengatakan bahwa” pemasaran adalah sebuah displin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stakeholder-nya. Maka Syariah marketing adalah sebuah displin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stakeholder-nya yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah (bisnis) dalam islam. Dari beberapa pandangan di atas oleh Muslich (2004:32-33) juga dikatakan landasan Tauhid atau Ilahiyah bertitik tolak pada keridlaan Allah. Tata cara yang dilakukan sesuai dengan syari'ah-Nya. Kegiatan bisnis seperti aspek produksi, konsumsi, perdagangan pertukaran dan distribusi diikatkan pada prinsip dan tujuan Ilahiyah. Landasan normativ dari hal tersebut dijabarkan seperti dibawah ini a) Manusia muslim berproduksi karena memenuhi perintah Allah. (QS. Al-Mulk 15)                 Artinya: Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan Hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Al-Qur'an Al-Mulk 15) b) Manusia berkonsumsi dengan konteks niat beribadah melaksanakan perintah Allah. (QS. Al-Mu’minun: 51)       •       Artinya: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Mu’minun:51) 4. Strategi Pemasaran Dalam Prespektif Syariah Awal dari segala ide diselenggarakannya kegiatan bisnis sebenarnya ide dasarnya adalah diketahui dan diyakini tersedianya potensi pasar yang cukup besar dan menguntungkan. Dalam pengertian lain jika perusahaan mampu membuat produk atau jasa dan melakukan apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, atau perusahaan mampu meyakinkan konsumen bahwa barang atau jasa yang di buat adalah penting dan bermanfaat maksimal bagi konsumen, maka berarti team work di dalam perusahaan memiliki kemampuan untuk menjadikan konsumen sebagi lahan yang menghidupi dan memajukan perusahaan. Dalam kaitan itu kegiatan pemasaran yang dilakukan sebenarnya ditentukan oleh serangkaian cara pandang melihat potensi pasar sebagai berikut (Muslich, 2007:150): a. Ada kebutuhan dan keinginan bernilai positif di masyarakat. b. Ada kemampuan daya beli di masyarakat. c. Ada prediksi kepastian keinginan dan keputusan untuk melakukan transaksi pembeli dari masyarakat. Barang komoditi atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat calon konsumen harus jelas-jelas dipahami dan diproyeksikan laku di pasar. Pelaku bisnis harus yakin benar bahwa barang atau jasa yang dijual oleh bisnis adalah barang yang bernilai positif atau bermanfaat positif bagi masyarakat konsumen dan berguna bagi pengembangan budaya masyarakat, yakni barang atau jasa yang menimbulkan kesejahteraan, kesehatan dan kebahagiaan masyarakat konsumen, mak dari itu Muslich (2007:151). Pelaku bisnis tidak boleh hanya semata mempertimbangkan faktor yang menguntungkan secara finansial saja melainkan harus juga menilai bahwa barang atau jasa di butuhkan dan diinginkan oleh masyarakat konsumen, tetapi jika barang atau jasa ini merugikan bagi keselamatan, kesejahteraan dan kesehatan masyarakat konsumen, maka tidak layak dibuat atau dijual dan diperdagangkan. Seperti barang yang memabukkan, barang yang merusak kesehtan badan dan jiwa masyarakat, meski barang tersebut menjadi barang yang cukup laris di masyarakat namun pada hakekatnya barang tersebut dapat berakibat merusak kesehatan (Muslich, 2007: 151). 5. Perencanaan Pemasaran Perencanaan pemasaran merupakan unsur yang mendasar dalam rangka melaksanakan fungsi pemasaran itu sendiri. Di antara unsur-unsur perencanaan pemasaran terdapat beberapa bentuk dalam pengambilan keputusan diantamya yaitu pemasaran korporat, dan bauran produk, dari hal tersebut diklasifikasikan sebagai berikut: 1). Pemasaran korporat atau yang dikenal dengan strategi korporat (corporate strategy), mengidentifikasi bisnis atau bidang usaha yang ingin digeluti di masa depan melalui upaya merumuskan Chandra (2002:23): a. Rentang pasar (dalam konteks kebutuhan, pelanggan, atau keduanya) yang ingin dilayani b. Jenis produk yang ingin ditawarkan 2). Bauran produk (product mix) atau disebut juga (product assortment) sebagaimana dikenal dengan strategi bauran produk (product mix strategy) bermanfaat dalam menentukan prioritas strategi bauran produk diantaranya Chandra (2002:34): a. Tujuan yang harus ditetapkan untuk masing-masing produk atau bisnis agar bisa mewujudkan tujuan perusahaan b. Prioritas produk atau bisnis dalam kaitannya dengan alokasi sumber daya yang langka, lihat gambar dibawah ini: 6. Proses Perencanaan Pemasaran Implementasi filosofis orentasi pasar membutuhkan serangkaian alat analisis dan rerangka pengambilan keputusan guna mengumpulkan dan memproses intelejensi pemasaran (Fandy Tjiptono dkk. 2008: 127): a. Memutuskan peluang bisnis yang dapat memberikan kesempatan terbaik bagi perusahaan untuk menciptakan pelanggan yang puas. b. Menganalisis proses keputusan pelanggan dan mengidentifikasi berbagai pola preferensi di pasar spesifik. c. Menilai keunggulan kompetitif dan posisi pesaing dalam pasar bersangkutan. d. Mengukur peluang pasar dan menilai dampak rencana peningkatan kepuasaan pelanggan atau keunggulan kompetitif pada profitabilitas. e. Menerapkan pengetahuan yang didapat dari intelejensi pemasaran pada perancangan penawaran pasar. 7. Perencanaan Strategi Pemasaran Adapun perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan manajer pemasaran dalam melakukan fungsi pemasarannya adalah dengan menganalisa kondisi lingkungan internal maupun ekstemal pada perusahaan itu sendiri yang biasa dikenal dengan analisis SWOT yang meliputi lingkungan internal perusahaan diantaranya kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) dari perusahaan itu sendiri. Lingkungan ekstemal perusahaan diantaranya peluang (oportunities) dan ancaman (threats) bagi perusahaan. Analisis SWOT adalah identifkasi berbagai factor secra sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Anasiis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (oportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan penagmbilan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor –faktor strategis perusahaan kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman dalam kondisi saat ini. Hal ini disebut dengan analsis situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah analisis SWOT. (Freddy, Rangkuti, 1997:18). 8. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu. Chandra (2002:93) mekanisme tentang cara dan bagaimana perusahaan dalam melakukan sebuah usaha pemasaran agar bisa sejalan dan terintegrasi dengan sinergistik. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran, Cahyono (1999:33). Hal senada juga dikatakan dalam bukunya, Kotler dan Armstrong (1997:54) bahwa strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dilaksanakan dengan harapan bahwa unit bisnis akan mencapai sasaran pemasaran. Strategi pemasaran terdiri dari strategi spesifik untuk pasar sasaran. Penentu posisi produk, bauran pemasaran, dan tingkat pengeluaran pemasaran. 9. Berbagai Bentuk Strategi Pemasaran Dari beberapa teori yang ada, diklasifikasikan beberapa bentuk strategi pemasaran diantaranya: 1) Strategi Permintaan Primer Strategi ini dirancang untuk menaikkan tingkat permintaan terhadap bentuk produk (product form) atau kelas produk (product class). Pada prinsipnya, ada dua sumber permintaan baru untuk bentuk atau kelas produk, yaitu bukan pengguna (non-users) dan pengguna yang berpotensi memperbesar tingkat penggunaannya. 2) Strategi Permintaan Selektif Strategi permintaan selektif ini terbagi menjadi tiga bagian diantaranya: (Chandra, 2002:97) a. Strategi memperluas pasar yang dilayani b. Strategi merebut pelanggan dari pesaing c. Strategi mempertahankan atau meningkatkan permintaan dari basis pelanggan saat ini. 10. Strategi Bersaing di Pasar Strategi ini cenderung digunakan untuk produk lama-konsumen lama. Strategi bersaing ada 4 cara sebagai berikut (Irawan dkk.1996:72-77): 1) Strategi Pemimpin Pasar Kebanyakan industri memiliki satu perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin pasar. Ia memiliki pangsa pasar terbesar dalam pasar produk yang relevan. Keunggulanya dari perusahaan lain. Pada umumnya mencakup perubahan harga, pengenalan produk baru, pencakupan saluran distribusi, dan intensitas promosi. 2) Strategi Penantang Pasar Langkah awal yang harus dilakukan penantang pasar adalah menetapkan sasaran strategis. Sasaran strategis dari kebanyakan penantang di pasar ialah peningkatan pangsa pasar. Mereka menuju sasaran tersebut dengan harapan bahwa hal itu akan menghasilkan kemampuan laba yang lebih tinggi. 3) Strategi Pengikut Pasar Tidak semua perusahaan nomor dua berniat menantang perusahaan pemimpin pasar. Mereka lebih suka menawarkan hal-hal yang serupa biasanya dengan meniru produk. Perusahaan pengikut menjalankan usaha tanpa strategi. Memang harus ada strategi pertumbuhan perusahaan dan berusaha agar upayanya tidak mengundang pembalasan dari perusahaan lain. 4) Strategi Menggarap Relung Pasar Dalam hampir setiap industri, selalu terdapat perusahaan-perusahaan kecil yang mengkhususkan diri pada sebagian pasar dan menghindari bentrok dengan perusahaan besar. Mereka menempati relung-relung pasar yang mereka layani dengan efektif melalui spesialisasi yang cenderung diabaikan perusahaan-perusahaan besar. C. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN a) Pembahasan 1. Strategi Pemasaran Yang Digunakan Oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen. Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang mengklasifikasikan para pesaing dalam dua bagian yaitu pertama persaingan di internal perusahaan sendiri, dan yang kedua adalah lembaga keuangan non bank lainnya yang berada disekitar daerah Kepanjen. Berkaitan dengan hal tersebut maka Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang menggunakan strategi pemasaran yang bertitik pada kwalitas pelayanan terhadap konsumen dan personal selling. Salah satu kunci kesuksesan dari sebuah fungsi manajemen pemasaran adalah ketika pada revisi ini mampu dan berhasil merumuskan dan mengimplementasikan serta mengetahui posisi perusahaan tersebut melalui produk-produknya diantara para pesaingnya. Bahwa Sebagaimana lembaga non bank lainya, Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang juga memiliki segementasi dan pangsa pasar yang cukup jelas baik disekitar masyarakat sekitar wilayah Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang maupun masyarakat yang bukan disekitar Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang. Kondisi seperti ini bisa dilihat ketika masyarakat yang bukan di daerah kepanjen melakukan proses kredit di Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang padahal di daerah itu sudah mempunyai kantor Perum Pegadaian Cabang tersendiri. Kondisi konsumen seperti ini bisa mempengaruhi langsung terhadap perkembangan perusahaan. Oleh sebab itu langkah Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dalam memasarkan produknya perlu adanya langkah untuk mengenalkan produknya ke masyarakat luas, hal tersebut dilakukan dengan langkah pengenalan melalui promosi melalui penyebaran brosur-brosur didaerah yang merupakan sasaran untuk melakukan proses pemasaran produknya. 2. Kendala-Kendala Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang Mengaplikasikan Strategi Pemasaran. Dari wawancara yang telah dilakukan dan dari data-data yang telah di peroleh peneliti ada beberapa faktor yang mempengaruhi di antaranya: a. Tidak ada tenaga pemasaran yang secara khusus. Dengan tidak adanya tenaga khusus untuk menangani masalah pemasaran atau bagian marketing. Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang merasa kesulitan untuk membagi wilayah kerja masing-masing karyawan untuk berkonsentrasi pada bagian pemasaran, sehingga mengharuskan setiap karyawan bertanggung jawab secara bersama untuk memasarkan produk b. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Secara umum bahwa Tingkat pendidikan masyarakat yang ada di wilayah kepanjen maupun sekitarnya adalah rata-rata tingkat pedidikannya rendah. Sehingga menjadi kendala bagi Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang produk dan jenis produk yang akan ditawarkan kepada masyarakat tersebut. 3. Problematika Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang Bahwa srategi pemasaran yang selama ini digunakan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dalam memasarkan baik produk maupun jasa kepada masyarakat, dari beberapa hal tersebut penulis menemukan beberapa problematika yang berkaitan dengan judul skripsi yang akan saya susun ini. Adapun problematika yang muncul yang ditemukan oleh peneliti di Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang di atas, dikarenakan atas dua faktor diantaranya sebagai berikut: a. Factor Intern Sebagai badan usaha milik negara yang berbasis kerakyatan Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dengan tujuan Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah pada bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui pengeluaran uang pinjaman atas dasar hukum gadai. sudah menggunakan system manajemen dalam kegitan usahanya terutama dalam aspek pemasaran (marketing), akan tetapi system tersebut masih banyak penulis menemukan permasalahan dalam implementasinya dalam suatu lapangan diantaranya proses pengenalan produk yang di tawarkan kepada masyarakat seperti (promosi), dan program pemasaran dan lain sebagainya Masih kurang maksimal. b. factor Ekstern Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dengan potensi wilayah kerja yang ada, di mana terdapat perusahaan-perusahaan serupa yang memberikan pelayanan yang sama menuntut Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang untuk mempergunakan strategi-strategi khusus dalam hal proses pemasaran misalnya dalam promosi. Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dirasa kurang menggunakan pola promosi untuk mengenalkan produk-produknya, walaupun mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu dalam produknya tersebut. 4. Landasan Permasalahan Pola penerapan strategi pemasaran yang tepat pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang sangat mempengaruhi dari tingkat pemberian kredit. Pada saat ini Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dalam hal promosi masih menggunakan pola personal selling, dan memberikan kwalitas pelayanan yang baik artinya produk-produk yang dihasilkan dapat dikenal dari para masyarakat secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari hasil Perkembangan pemberian kredit dan Jumlah Pinjaman nasabah yang dimiliki Perum Perum Pegadaian Cabang Kepanjen dari tahun Juli 2003 – Agustus 2008. Tabel: 4.1 Perkembangan Jumlah Pinjaman dan Nasabah Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Tahun 2003 – 2007 Tahun Jumlah Kredit Jumlah Nasabah 1-7-2003 3.962.659.400 5.151 2004 11.795.177.300 7.798 2005 13.376.386.000 7.097 2006 17.267.620.500 7.177 2007 23.450.404.500 7.772 31-8-08 22.662.367.500 6.710 Sumber : Buku Kerja Perum Pegadaian Cabang Kepanjen, Tahun 2003-2008 Dari tabel diatas dapat dilihat adanya perkembangan jumlah nasabah dan jumlah pinjaman kredit yang disalurkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen dari bulan Juli 2003 sampai dengan Agustus 2007. Pada tahun 2003 jumlah kredit yang diberikan oleh perum pegadaian adalah sebesar Rp. 3.962.659.400 dengan jumah nasabah sebanyak 5.151 orang. Sedangkan pada tahun 2004 mengalami peningkatan yang signifikan dengan jumlah kredit sebesar Rp. 11.795.177.300 dengan jumlah nasabah sebanyak 7.798. perkembangan selama dua tahun ini dikarenakan Perum Pegadaian Cabang Kepanjen masih menerima barang jaminan seperti baju sehingga dengan barang jaminan yang seperti ini mempengaruhi minat para nasabah untuk menggadaikan barangnya. Memasuki tahun 2005 mengalami penurunan jumlah nasabah secara signifikan dengan jumlah pemberian kredit sebesar Rp. 13.376.386.000 dengan jumlah nasabah sebanyak 7.097 orang. Hal ini dikarenakan adanya suatu kebijkan yang ditetapkan oleh Perum Pegadaian pusat bahwa tidak menerima lagi barang yang berupa pakaian sebagai suatu barang jaminan. Pada tahun 2006 sampai 2008 mengalami peningkatan kembali dengan jumlah pemberian kredit sebesar Rp. 17.267.620.500 dikarenakan adanya promosi yang dilakukan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen untuk mengenalkan produknya kepada para calon nasabah yang belum mengetahui dan memahami tentang produk yang ditawarkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kepanjen. 5. Kondisi Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang Dalam Analisis SWOT A. Analisis Peluang dan Ancaman Lingkungan Usaha dan 1. Faktor-faktor peluang Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang 1) Perpindahan kator pemerintahan Bagi Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang ketika terjadi perpindahan kantor pemerintahan dari daerah yang lain menuju di daerah yang baru dimana posisi kantor pemerintahan yang baru sangat dekat dengan posisi kantor Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang sehingga berdampak positif dan di nilai sangat strategis. 2) Kenaikan harga komoditas emas Melihat harga komoditas emas yang sering mengalami kenaikan dan penurunan sesuai dengan harga komoditas emas dunia. 3) Hand phone dan Comcoder sebagai barang jaminan Selama ini Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang belum ada kebijakan untuk menerima Hand phone dan comcoder sebagai barang jaminan. 4) Kondisi Demografis Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dewasa ini terutama yang ada di wilayah kepanjen akan berpotensi terhadap bertambahnya nasabah Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang 5) Permintaan Pasar Produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat merupakan kebutuhan yang sangat krusial bagi masyarakat sekitar terutama produk yang berbentuk KCA (Kartu Kredit Cepat Aman), bahwa produk ini banyak diminati oleh masyrakat. 2. Fakor-faktor ancaman Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang 1) Penurunan daya beli masyarakat pedagang kurangi persediaan. 2) Agresifitas perbankan dalam pengelolaan kredit mikro. 6. Analisis Kekuatan dan Kelemahan 1. Faktor-faktor Kekuatan 1) Pangsa Pasar 2) Pelayanan 3) Potensi SDM ( usia < 50 thn ) 4) Tingkat bunga rendah 5) Manajemen 6) Produk 2. Faktor-faktor Kelemahan 1) Image perusahaan terhadap Masyarakat 2) Kurangnya hubungan personal dengan nasabah 3) Fleksibilitas tidak sama terhadap nasabah utama kurang 4) Lokasi bukan jalan utama 5) Kebijakan Harga 7. Analisis Perusahaan Ditinjau dari Kondisi Internal-Eksternal (IE). Untuk mengetahui posisi serta kondisi Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang, maka dapat dilakukan dengan menganalisis perusahaan baik ditinjau dari aspek internal (IFAS) maupun (EFAS) Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang. Hal tersebut dapat dilakukan berdasarkan hasil observasi dan didukung dengan data-data berupa dokumen-dokumen yang ada. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan seperti di bawah ini: Tabel : 4.2 Tabel IFAS Faktor Strategi Internal (IFAS) Bobot Rating Skor Bobot x rating Kekuatan :  Pangsa Pasar  Pelayanan  Produk  Potensi Sdm ( usia < 50 thn )  Tingkat bunga rendah 0.10 0.15 0.10 0.10 0.15 3 4 4 3 4 0.30 0.60 0.40 0.30 0.60 Kelemahan :  Image perusahaan  Kurangnya hubungan personal  Fleksibilitas terhadap nasabah  Lokasi bukan jalan utama 0.10 0.05 0.10 0.15 3 2 3 3 0.30 0.10 0.30 0.45 Total 1.00 3.35 Sumber: Data Primer dan Sekunder yang sudah diolah Berdasarkan hasil analisis kondisi lingkungan intenal Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang di atas, maka dari faktor-faktor kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) diketahui bobotnya 1.00 yang mana menghasilkan skor 3.35, angka tersebut hasil formulasi dari dokumen-dokumen yang ada dengan hasil observasi yang berkenaan dengan kondisi lingkungan internal perusahaan. Tabel : 4.3 Tabel EFAS Faktor Strategi Eksternal (EFAS) Bobot Rating Skor Bobot x Rating Peluang :  Perpindahan kantor pemerintahan  Kenaikan harga komoditas emas  Hand phone dan comcoder sebagai barang jaminan  Permintaan Pasar 0.15 0.15 0.20 0.10 3 4 4 3 0.45 0.60 0.80 0.30 Ancaman :  Penurunan daya beli masyarakat pedagang kurangi persediaan  Agresifitas perbankan dalam pengelolaan kredit mikro 0.05 0.03 2 1 0.01 0.03 Total 0.68 2.19 Sumber: Data Primer dan Sekunder yang sudah di olah Berdasarkan hasil analisis kondisi lingkungan eksternal Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang di atas, maka dari faktor-faktor peluang (oportunities) dan ancaman (threats) di ketahui bobotnya 0.68 yang mana menghasilkan skor 2.19, angka tersebut hasil formulasi dari dokumen-dokumen yang ada dengan hasil observasi dengan kondisi lingkungan eksternal perusahaan. 8. Alternatif Strategi Untuk dapat menentukan alternatif strategi pemasaran yang tepat guna dan berhasil guna, maka manajemen pemasaran dapat menggunakan matrik SWOT sebagai bahan referensi dalam pengambilan keputusan. Dari hasil analisis lingkungan internal-eksternal maka dapat di rumuskan sebuah alternatif-alternatif strategi yang dapat di ambil sebagaimana berikut : a. Strategi (SO) Kondisi ini dapat dipergunakan Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang untuk memperluas wilayah layanan perusahaan mengingat kondisi lingkungan internal dan eksternal pada posisi ini sangat mendukung untuk melakukan ekspansi pasar. b. Strategi (WO) Pada kondisi (WO) Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang di harapkan meningkatkan strategi promosi, karena promosi yang di pergunakan selama ini hanya bersifat Personal Selling dan penyebaran brosur-brosur dengan kata lain dapat di pergunakan alternatif-alternatif promosi lainnya. c. Strategi (ST) Pada kondisi (ST) Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dapat mempergunakan strategi penetapan harga dapat melalui suku bunga yang relatif rendah Serta kwalitas pelayanan yang baik, untuk meningkatkan loyalitas para konsumen pada perusahaan. d. Strategi (WT) pada kondisi (WT) Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang dapat memanfaatkan strategi-strategi di atas untuk meningkatkan kwalitas pelayanan. Guna menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan, sehingga tercipta konsumen yang loyal pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang. Untuk mengetahui posisi perusahaan, Perum Pegadaian Cabang Kepanjen Malang diantara para pesaingnya maka dapat di lakukan dengan melakukan analisis yang membandingkan hasil analisis lingkungan internal maupun lingkunga eksternal. Hal tersebut dapat terlihat pada tabel di bawah ini : Tabel : 4.5 Analisis Internal dan Eksternal Matrik Total Skor Strategi Internal 1 Growth Konsentrasi melalui integrasi vertikal 2 Growth Konsentrasi Melalui integrasi horizontal 3 Retrenchment "Turnaround" 4 Stability Hati-hati 5 Growth Melalui Integrasi Horizontal Stability Tak ada perubahan profit strategi 6 Retrenchment Cative Company Atau Divestasment 7 Growth Difersifikasi Konsentrik 8 Growth Melalui Diversifikasi Konglomerat 9 Retrenchment Bangrut Likuiditas Sumber : data primer dan sekunder yang sudah diolah Dari tabel tersebut posisi Perum Pegadaian Cabang Kepanj KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar