62. APLIKASI MANAJEMEN RISIKO PADA INVESTASI FOREIGN EXCHANGE STUDI PADA PT. VICTORY INTERNATIONAL FUTURES KANTOR CABANG MALANG. (SAMPAI DAFTAR PUSTAKA)

Admin

APLIKASI MANAJEMEN RISIKO PADA INVESTASI FOREIGN EXCHANGE STUDI PADA PT. VICTORY INTERNATIONAL FUTURES KANTOR CABANG MALANG.




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas yang semakin
berkembang pesat dan menuju kepersaingan ekonomi yang semakin
kompeten dengan kecanggihan tekhnologi yang semakin hari semakin
berkembang pesat akan menyaingi kemampuan manusia, menuntut
manusia agar berpikir dan berusaha dengan selalu berkompetensi dan
bersaing dengan yang lainnya. Karena jika tidak, maka akan ketinggalan
jauh dengan yang lain, baik dari segi pemikiran, informasi maupun dalam
bidang ekonomi. Tekhnologi yang dimaksud di sini adalah sistem
informasi dan tranformasi melalui media internet. Sehingga saat ini
banyak orang yang mengembangkan bisnisnya melalui media ini, ada
pula yang menggunakan media ini sebagai tempat dan alat untuk
berbisnis atau investasi bagi mereka.
Investasi merupakan salah satu alternatif bisnis yang terus
berkembang sampai saat ini, mulai dari investasi tanah dan bangunan
sampai pada investasi surat-surat berharga (saham, obligasi, dana reksa,
profitabilitas) dan lain sebagainya. Investasi merupakan sebuah bisnis
yang memberikan keuntungan (Return) tetapi juga berisiko (Risk).
Semakin tinggi keuntungan yang ingin dicapai dalam berinvestasi maka
semakin tinggi pula risiko yang akan dihadapi (http://valasedu.
blogspot.com). Salah satu alternatif investasi yang memberikan return
tinggi adalah ivestasi yang bergerak dibidang perdagangan valuta asing
Foreign Exchange (FOREX).
Forex Trading atau FX Trading (kependekan dari Foreign Exchange
atau pertukaran Valuta Asing-Valas) merupakan perdagangan mata uang
kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu kewaktu. Perbedaan nilai
mata uang kedua negara yang berubah dari waku ke waktulah yang
menjadi dasar diperolehnya keuntungan. Sebenarnya keberadaan Forex
Trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata
uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara
kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak
berjangka (Futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Marketdidirikan
tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago
Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities).
Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures
Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dan
sebagainya (www.Belajar-Forex.com).
Perputaran uang yang terjadi pada pasar Forex mencapai US$ 1.8
triliun per harinya (survey BIS Bank For International Settlement pada
bulan April 2004). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan
perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar
3
saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun. Artinya dengan
volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (Liquid),
dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa
pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya
bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di Forex
Trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol
pergerakan kurs valuta asing (www.Belajar-Forex.com).
Adapun mata uang yang sering diperdagangkan dalam
perdagangan Forex ini adalah mata uang negara-negara maju seperti:
Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling
Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang
ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut Pairs),
contohnya: USD/ GBP, USD/ JPY atau EUR/ GBP dan biasanya sebagai
acuan atau dasar nilainya adalah US Dollar.
Saat memulai investasi, hal pertama yang harus diketahui adalah
apakah investasi tersebut memiliki legalitas dan dasar hukum yang jelas,
terutama dalam Forex Trading. Legalitas (terutama mengenai perizinan
pialang dan wakil pialang) menjadi isu yang sangat penting karena tanpa
adanya legalitas dari pemerintah, maka artinya keberadaan dana investor
tidak dijamin keberadaannya oleh pemerintah dan tidak ada
perlindungan untuk hak investor .
4
Di Indonesia, badan pemerintahan yang mengatur perizinan dan
kegiatan investasi Forex dipegang oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi), BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) dan KBI
(Kliring Berjangka Indonesia).
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti
dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang
Perdagangan Berjangka Komoditi merupakan salah satu unit eselon I
berada di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Secara praktis Bappebti berfungsi sebagai pengawas keamanan
bertransaksi dalam semua perdagangan berjangka di Indonesia, termasuk
di dalamnya Forex . Secara aktif Bappebti mengeluarkan berbagai regulasi
dan peraturan dengan tujuan menjaga keamanan investor dalam
bertransaksi di bidang perdagangan komoditi berjangka
(http://www.bappebti.go.id).
Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Didirikan pada tanggal 21 November
2000. Adapun fungsi utama dari BBJ adalah menyediakan fasilitas bagi
anggota untuk bertemu dan bertransaksi Kontrak Berjangka di Indonesia.
BBJ Memiliki peran yang sama dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada
dunia saham, hanya saja BBJ merupakan Floor untuk setiap perdagangan
produk-produk berjangka seperti Indeks, Komoditi, dan Forex
(http://www.bbj-jfx.com)
5
PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) adalah suatu perusahaan
negara (BUMN) yang telah mendapat izin usaha dari Bappebti untuk
melakukan penyelesaian dan penjaminan transaksi perdagangan
berjangka di bursa berjangka. Didirikan pada tanggal 25 Agustus 1984 dan
merupakan Salah satu otoritas pada Industri Berjangka dan Derivatif di
Indonesia yang saat ini dimiliki secara penuh oleh Pemerintah Republik
Indonesia. Adapun fungsi dari KBI adalah untuk mendukung kegiatan
perdagangan berjangka secara teratur, wajar dan efisien.
Dari sisi investor, keberadaan KBI menjamin bahwa setiap dana yang
diinvestasikan melalui pialang tidak disalah gunakan untuk kegiatan
perusahaan pialang secara pribadi dengan menunjuk Bank penyimpan
yaitu Segregated Account dari Pialang untuk menampung dana Nasabah
(http://www.kjbk.co.id/). Adapun definisi dari Segregated Account adalah
rekening terpisah dari perusahaan pialang yang menampung dana
nasabah sehingga jika pialang mengalami kebangkrutan, dana nasabah
dapat diamankan dan dipertahankan. Jadi jika broker atau pialang
mengalami kerugian maka dana nasabah akan tetap aman sampai batas
waktu yang tidak ditentukan(http://www.bappebti.go.id/edukasi/glossary.asp).
Adapun struktur industri dari BAPPEBTI (Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi) adalah sebagai beriku



Pengolahan SPSS Penelitian, Pengolahan SPSS Statistik, Olah SPSS, JASA Pengolahan SPSS Statistik, Jasa Pengolahan SPSS Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS SPSS, Analisis SPSS Penelitian Gambar 1.1 Struktur Industri BAPPEBTI Sumber : Data diperoleh dari internet ( Struktur Industri BAPPEBTI). CATATAN Semua pihak tersebut wajib memiliki: 1. Izin usaha bagi bursa berjangka, lembaga kliring dan penjaminan, pialang berjangka, pengelola sentra dana berjangka dan penasihat. 2. Izin bagi orang perseorangan yang bertindak sebagai wakil pialang berjangka, wakil pengelola sentra dana berjangka, dan wakil penasihat. 3. Tanda terdaftar bagi pedagang. 4. Persetujuan bagi pialang berjangka penyalur amanat ke luar negeri, bank, sentra dana berjangka, dan bursa luar negeri yang terkait dengan kegiatan perdagangan berjangka di indonesia perizinan ini diperlukan dalam rangka pembinaan dan pengawasan. Dalam dunia investasi kita mengenal istilah high risk, high return . sebuah investasi apapun jenisnya, memiliki risiko selain juga profit yang diharapkan. Manjemen risiko digunakan untuk penanggulangan risiko 7 (Djojosoedarso, 1999), untuk mengetahui dan menganalisis risiko (Darmawi, 2006), dan untuk mengantisipasi dan meminimalisasi adanya risiko-risiko yang terjadi dalam dunia investasi (Fitriasari, 2007). Dengan adanya manajemen risiko dan berbagai analisis yang ditawarkan. Kemudian permasalahan yang timbul adalah banyaknya nasabah yang masih mengeluh tentang investasi Forex ini. Pernah diadakan sebuah poling yang diadakan oleh salah satu forum Forex terkenal di dunia, Moneytec. Poling tersebut ditujukan kepada para trader yang masih aktif bertrading. Pertanyaan pada poling tersebut hanya satu: selama mereka aktif bertrading apakah mereka mengalami keuntungan atau sebaliknya mengalami kerugian. Hasilnya 60% mengaku bahwa mereka masih mengalami kerugian dalam bertrading. Sisanya 40% telah berhasil mengembangkan investasinya dari 10% hingga 40% perbulannya. Namun yang menyedihkan dari 60% yang mengalami kerugian/ Loss, 90% diantaranya adalah para pendatang baru (http://valasedu. blogspot.com). Dalam kasus yang telah diterangkan sebelumnya 90% yang mengalami kerugian/ Loss diantaranya adalah para pendatang baru dimana dalam berinvestasi Forex segala sesuatu bisa terjadi dan bagi pendatang baru harus benar-benar memahami tekhnik-tekhniknya dalam melakukan Forex Trading. Sehingga mereka tidak hanya tergiur dengan keuntungan (return) saja tetapi juga memperhatikan risiko yang ditimbulkan. 8 Adapun peneliti mengambil subjek penelitian pada PT. Victory International Futures adalah karena PT. VIF merupakan salah satu commission house yang bergerak dalam bidang perdagangan Forex dan PT.VIF ini juga menerapkan manajemen risiko untuk mengantisipasi adanya risiko yang akan terjadi dalam melakukan Forex Trading. Adapun keunggulan lainnya adalah PT. VIF ini menggunakan tekhnologi informasi Meta Trader (META 4) sebagai software yang berstandar internasional, sehingga memudahkan investor dalam melakukan transaksi dalam bursa. Selain itu kantor cabang yang berada di kota Malang semakin memudahkan peneliti untuk memperoleh data-data yang di perlukan. Berkaitan dengan permasalahan di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul APLIKASI MANAJEMEN RISIKO PADA INVESTASI FOREIGN EXCHANGE STUDI PADA PT. VICTORY INTERNATIONAL FUTURES KANTOR CABANG MALANG. B. Rumusan Masalah Dari pemaparan di atas maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana mekanisme transaksi Forex di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang? 9 2. Bagaimana aplikasi manajemen risiko yang diterapkan di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang, dalam melakukan transaksi Forex ? C. Tujuan Penelitian Dari rumusan masalahan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendiskripsikan mekanisme transaksi Forex di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang. 2. Mendiskripsikan aplikasi manajemen risiko yang diterapkan di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang, dalam melakukan transaksi Forex. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis. Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan pengetahuan penulis mengenai investasi Forex dan analisis manajemen risiko yang dipakai sehingga penulis dapat menerapkan teori yang diperoleh selama kuliah terhadap kenyataan dilapangan. 2. Bagi Akademisi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan pengetahuan bagi akademisi mengenai konsep-konsep perdagangan valuta asing (Forex) dan juga manajemen strateginya. 10 Sehingga secara simultan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan praktek perdagangan valuta asing (Forex). 3. Bagi Praktisi. Hasil penelitian ini diharapkan juga bermanfaat bagi praktisi, yakni menjadi bahan masukan berupa informasi tentang memanajemeni risiko yang ada jika kita terjun dalam investasi Forex. 4. Pihak Lain. Manfaat penelitian ini bagi pihak lain adalah untuk memberi informasi atau pengetahuan tentang investasi Forex pada PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang, serta dapat memberi masukan dan referensi untuk mengambil keputusan pemilihan investasi Forex. 11 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Empiris Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu Irawati (2007) dalam skripsinya yang berjudul Foreign Exchange (FOREX) Market Dalam Perspektif Keuangan Islam Dan Praktik Ekonomi Konvensional (Studi Komparasi Pada Bank Syari ah Mandisri (BSM) Dan Bank Indonesia Cabang Malang. Mendiskripsikan perbandingan antara sistem valuta asing (VALAS) dalam perspektif keuangan Islam dan praktek ekonomi konvensional. Kemudian menyimpulkan bahwa dalam aplikasinya, transaksi valas yang dilakukan oleh Bank Syari ah meliputi today, tomorrow, dan spot. Dalam praktek yang terjadi di Bank Syari ah, selain menggunakan tiga jenis tersebut transaksi valas yang diluar jual beli bank notes hanya dapat dilakukan untuk tujuan headging (lindung nilai) dan tidak dibenarkan untuk tujuan spekulasi. Fitriasari (2007) dalam skripsinya yang berjudul Headging Pada Harga Emas Supaya Untuk Memanajemeni Risiko Di Pasar Komoditi (Studi Kasus Pada PT. Millennium Penata Futures KUP Malang ), dengan analisis tekhnikal dan analisis fundamental mencoba mendiskripsikan headging sebagai sarana lindung nilai pada harga emas dan untuk memanajemeni risiko di pasar komoditi. Dan menyimpulkan bahwa dalam melakukan headging diperlukan analisis dan observasi. 12 Qomariyah (2007) dalm skripsinya yang berjudul Perdagangan Berjangka Komoditi (Kajian Literature Terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi Dalam Perspektif Bisnis Islam) juga mendiskripsikan tentang konsep dan sistem pada perdagangan berjangka komoditi yang didalamnya terdapat Foreign Exchange (FOREX), Stock Indek (STODEX) dan Billion (Emas) ditinjau dari konsep dan sistem bisnis Islam. Untuk lebih jelasnya penulis menyajikan perbedaan penelitian terdahulu tersebut dalam bentuk tabel: Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Nama Judul Metode Penelitian Metode Pengumpulan Data Hasil Penelitian 1) Irawati, Nanik (Malang: UIN, 2007). Foreign Exchange (FOREX) Market Dalam Perspektif Keuangan Islam Dan Praktek Ekonomi Konvensional (Studi Komparasi Pada Bank Syari ah Mandiri Dan Bank Indonesia Cabang Malang). - Deskriptif komparatif. - Menganalisis data yang tersedia dari berbagai sumber. - Membandingka n FOREX dalam perspektif keuangan Islam - Interview. - Dokumentasi. - Transaksi FOREX yang dilakukan oleh bank syari ah meliputi today, tomorrow, dan spot. - Transaksi valasyang diluar jual beli bank notes 13 dan praktek ekonomi konvensional. hanya dapat dilakukan untuk tujuan headging (lindung nilai). - Tidak dibenarkan untuk tujuan spekulasi. 2) Fitriasari, Fika (Malang: UIN, 2007). Headging Pada Harga Emas Sebagai Upaya Memanajemeni Risiko Di Pasar komoditi (Studi Kasus Pada PT. Millennium Penata Futures KUP Malang) - Deskriptif . - Mendiskripsika n Headging pada harga emas sebagai upaya manajemen risiko. - - Analisis data yang berbentuk analisis tekhnikal dan fundamental dalam headging. - Observasi. - Wawancara. - Dokumentasi. - Dalam melakukan headging dibutuhkan analisis dan observasi. - Hedging yang digunakan pada harga emas adalah analisis tekhnikal dan fundamental. 3)Qomariya h,Nur Perdagangan Berjangka Komoditi - Deskriptif . - Mengolah data - Studi Kepustakaan - Perdagangan yang berlaku 14 (Malang: UIN, 2007). (Kajian Literature Terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi Dalam Perspektif Bisnis Islam) yang diperoleh, dianalisis dan disesuaikan dengan konsep dan sistem bisnis dalam Islam. (Library Research). - Studi Lapangan (Dokumentasi). saat ini adalah tidak adanya penyerahan komoditas. Produk bersifat abstrak, tidak semata-mata untuk tujuan headging melainkan juga sebagai spekulasi. - Perdagangan berjangka komoditi yang berlaku saat ini adalah tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syari ah, karena produk tidak nyata dan tidak dapt diserahkn & mengandung spekulasi. 15 4) Indrawati, Nanik (Malang: UIN, 2009). Aplikasi Managemen Risiko Pada Investasi Forex (Studi Kasus Pada PT. Victory International Future KC Malang). - Deskriptif. - Mendeskripsika n analisis yang dipakai untuk memanagemeni risiko dalam investasi FOREX termasuk di dalamnya analisis tekhnikal dan fundamental. - Observasi. - Wawancara. - Dokumentasi. - Mekanisme transaksi di bursa forex dapat digambarkan yaitu penjual dan pembeli bertemu di lantai bursa dengan sistem transaksi lewat layar monitor (trading screen atau price quotation board) yang digunakan untuk mengetahui running harga. - Manajemen risiko yang diterapkan di PT. VIF, yaitu Cut loss, 16 Switching, Locking, Averaging, dan pemasangan stop loss dan take profit. - Di samping analisis tekhnikal dan fundamental ada analisis tambahan lagi yang disebut dengan indicator. Sumber : Data diolah oleh peneliti. Berdasarkan pada penelitian terdahulu tersebut, maka perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah dari segi judul Aplikasi Managemen Risiko Pada Investasi Foreign Exchange (Studi Pada PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang) . Penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan aplikasi managemen risiko pada investasi Foreign Exchange (FOREX) yang didalamnya terdapat analisis fundamental dan analisis tekhnikal dan juga indikator-indikator dalam memanajemeni risiko yang ada. Penelitian menggunakan metode analisis 17 deskriptif karena bertujuan untuk mendeskripsikan analisis yang dipakai dalam memanagemeni risiko dalam investasi FOREX. B. Kajian Teoritis 1. Investasi a.Pengertian Investasi Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan atas sejumlah dana (Halim 2005:4), atau komitmen sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang (Tandelilin 2001: 3). Umumnya investasi dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu investasi pada asset-aset riil (Real Asset) dan investasi pada asset-aset finansial (Financial Assets). Investasi pada asset-aset finansial dilakukan di pasar uang, misalnya berupa sertifikat deposito, commercial paper, surat berharga dan lainnya. investasi juga bisa dilakukan di pasar modal, misalnya berupa saham, obligasi, waran, opsi, dan lain-lain. Sedangkan, investasi pad asset-aset riil dapat berbentuk pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya (Halim 2005:4). Adapun pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual (individual/retail investors) dan investor institusional 18 (institutional investors) . investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktifitas investasi. Sedangkan, investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana (bank dan lembaga simpan-pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi (Tandelilin 2001: 4) . Untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk manganalisis efek-efek yang mana yang akan di beli, mana yang akan dijual, dan mana yang tetap dimilki. Mereka yang ingin berkecimpung dalam jual beli saham atau yang sejenisnya harus meninggalkan budaya ikut-ikutan, berjudi, dan sebagainya yang tidak rasional (Halim 2005:4). Bagi calon investor yang tidak mempunyai keterampilan untuk melakukan hal itu, mereka dapat meminta pendapat kepada lembaga penunjang pasar modal (Ahmad 1996:3), seperti: (a) Pedagang efek (Dealer), yaitu orang atau badan yang atas tanggung jawabnya sendiri melakukan usaha di bidang pembelian dan penjualan efek (surat berharga). (b) Perantara perdagangan efek (Broker), yaitu orang yang atau badan yang melakukan usaha jual beli efek untuk kepentingan dan atas nama orang lain dan keuntungan yang diperoleh berupa komisi. 19 Kedua lembaga ini, di samping melakukan jual beli efek, juga melakukan efek-efek yang dapat dipilih untuk dibeli. b. Jenis-Jenis Investasi Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya. Ada banyak jenis-jenis instrumen investasi yang ada di pasar, diantaranya adalah (http://listiaji.wordpress.com): 1) Tabungan dan deposito Memiliki tabungan di bank adalah cara investasi yang paling sederhana, praktis dan mudah, didukung dengan likuiditas dan kemudahan pengambilan sewaktu-waktu, bank juga relatif sangat aman, karena hingga kini simpanan di bank dijamin oleh pemerintah. Bank juga memberikan bunga, besar dari bunga tergantung pada jenis simpanan dengan prinsip semakin besar dan lama orang menyimpan dana di bank umumnya semakin besar pula bunganya. Deposito sendiri mirip dengan tabungan namun dengan jangka waktu tertentu, bunga yang di tawarkan di deposito relatif lebih tinggi dari bunga tabungan, namun bila deposito diambil sebelum jangka waktunya maka akan dikenakan penalti. 20 2) Obligasi Obligasi adalah surat hutang dengan jangka waktu tertentu,. Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah ataupun lembaga lainnya. Imbalan dari obligasi adalah modal pokok investasi plus kupon bunga, kupon bunga ini besarnya sudah ditentukan sekian persen dan umumnya lebih tinggi dari suku bunga bank ataupun surat berharga lainya yang dianggap aman, mengingat resiko obligasi yang relatif lebih tinggi. Pembayaran kupon bunga dilakukan secara berkala, misalnya 3 bulan atau 6 bulan atau tahunan. Pembayaran pokok investasi sendiri dilakukan saat obligasi jatuh tempo, yaitu tanggal dimana obligasi habis masa berlakunya. 3) Saham Saham merupakan bukti kepemilikan (ekuitas) bukan surat utang. Membeli saham berarti memiliki sebagian dari perusahaan, artinya juga anda berbagi resiko dengan emiten (penerbit saham). Bila emiten mendapat laba, sebagian akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Meski tingkat keuntungan bermain saham ini bisa jadi sangat tinggi, tapi resiko penurunan nilai saham juga cukup tinggi. Dalam bermain saham, diperlukan pengetahuan yang luas mengenai fundamental saham-saham yang akan dikoleksi, keberanian dalam mengambil keputusan, dan mempunyai dana yang cukup besar utuk bermain dan yang paling penting kesiapan mental dalam melihat harga21 harga saham yang naik dan turun dalam waktu yang singkat. Apalagi pada kondisi krisi keuangan global pada saat ini yang juga berimbas pada Bursa Efek Indonesia. 4) Pasar Berjangka Pasar ini muncul dari timbulnya transaksi forward, yaitu transaksi dilakukan hari ini tetapi pembayaran dan penyerahan komoditas dilakukan di kemudian hari yang telah ditetapkan. Transaksi ini melindungi pembeli dan penjual dari fluktuasi harga yang tidak diharapkan. Perbedaan waktu antara transaksi dengan penyerahan komoditas yang bisa sampai berbulan-bulan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk memperdagangkan kontrak forward tersebut. Spekulan ini tidak memproduksi / mengkonsumsi produk tersebut, kontrak diperdagangkan dengan harapan keuntungan dari fluktuasi harga dimasa datang akibat perubahan pasokan. Pasar berjangka ini semula hanya diproduk komoditas, namun kemudian meluas ke pasar modal, pasar uang dan valas. 5) Reksa Dana Bagi seseorang yang ingin investasi di pasar uang atau pasar modal tetapi tidak mempunyai keahlian atau tidak mempunyai waktu dapat berinvestasi di reksa dana. Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen investasi. Instrumen investasi yang bisa dipilih ada 22 bermacam-macam misalnya obligasi, saham atau campuran antara obligasi dan saham. Selain itu reksa dana berbasis instrumen hutang jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun yaitu reksa dana pasar uang. Bermacam-macam jenis reksadana ditawarkan oleh banyak pula pengelola, dengan berbagai variasi instrument investasi yang dimainkan. Untuk lebih detailnya, sebelum memasukan investasi ke reksadana, mintalah dan pelajarilah prospektus reksadana tersebut dengan teliti, sehingga tidak dirugikan di kemudian hari. c. Tujuan Investasi Menurut (Ahmad 1996:5), Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain adalah: 1) Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang. Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya bagaimana berusaha untuk mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang. 2) Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam pemilihan perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan risiko agar kekayaan 23 atau harta miliknya tidak merosot nilainya karena digerogoti oleh inflasi. 3) Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa Negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang sifatnya mendorong timbulnya investasi di masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu. d. Proses Investasi 1) Dasar Keputusan Investasi Menurut (Tandelilin 2001:6), dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return yang diharapkan, tingkat risiko, serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing-masing dasar keputusan investasi tersebut. a) Return. Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Dalam konteks manajemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Suatu hal yang sangat wajar jika investor menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya. Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan resiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. 24 Dalam konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return yang diharapkan (expectet return) dan return yang terjadi (realized return). Return yang diharapkan merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi atau actual return merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu. Ketika investor menginvestasikan dananya, dia akan mensyaratkan tingkat return tertentu dan jika periode investasi telah berlalu, investor tersebut akan dihadapkan pada tingkat return yang sesungguhnya diterima. Antara tingkat return yang diharapkan dan tingkat actual return yang diperoleh investor dari investasi yang dilakukan mungkin saja berbeda. Perbedaan antara return yang diharapkan dengan return yang benar-benar diterima (actual return) merupakan risiko yang harus selalu dipertimbangkan dalam proses investasi. Sehingga dalam berinvestasi, di samping memperhatikan tingkat return, investor harus selalu mempertimbangkan tingkat risiko suatu investasi. b) Risiko. Sudah sewajarnya jika investor mengharapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi, ada hal penting yang harus selalu dipertimbangkan, yaitu berapa 25 besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingkat return yang diharapkan. Risiko bisa diartikan sebagai kemungkinan actual return yang berbeda dengan return yang diharapkan. Sikap investor terhadap risiko akan sangat tergantung kepada preferensi investor tersebut terhadap risiko. Investor yang lebih berani akan memilih risiko investasi yang lebih tinggi, yang diikuti oleh harapan tingkat return yang tinggi pula. Demikian pula sebaliknya, investor yang tidak mau menanggung risiko yang terlalu tinggi, tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat return yang lebih tinggi. c) Hubungan Tingkat Risiko dan Return yang Diharapkan. Seperti telah dijelaskan di atas, hubungan antara risiko dan return yang diharapkan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya, semakin besar risiko suatu asset, semakin besar pula return yang diharapkan atas asset tersebut, demikian pula sebaliknya. 26 Gambar 2.2 Hubungan Tingkat Risiko dan Return yang Diharapkan Kontrak futures Opsi put & call Ekuitas Tingkat bunga Internasional bebas risiko Saham Obligasi Obligasi perusahaan pemerintah RF Risiko Risiko Risiko Risiko diatas Risiko Rendah Moderat Sedang rata-rata tinggi Sumber : Tandelilin, (2001: 7) . 2. Proses Keputusan Investasi Proses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang berkesinambungan (on going process), proses keputusan investasi terdiri dari lima tahap keputusan terus menerus sampai mencapai keputusan investasi yang terbaik (Tandelilin 2001: 8). Tahap-tahap keputusan investasi meliputi lima tahap keputusan, yaitu (lihat Gambar 1.3): 27 Gambar 2.3 Tahapan-tahapan Kepeutusan Investasi Sumber : Tandelilin, (2001:10) 1) Penentuan tujuan investasi Tahap pertama dalam proses keputusan investasi adalah penentuan tujuan investasi yang akan dilakukan. Tujuan investasi masing-masing investor bisa berbeda-beda tergantung pada investor yang membuat keputusan tersebut. Misalnya, lembaga dana pension yang bertujuan untuk memperoleh dana untuk membayar dana pensiun nasabahnya di masa depan mungkin akan memilih investasi pada portofolio reksadana. Sedangkan bagi institusi pengyimpan dana seperti bank misalnya, mempunyai tujuan untuk memperoleh return yang lebih tinggi di atas biaya investasi yang dikeluarkan. 1. Penentuan tujuan investasi 2. Penenruan kebijakan investasi 3. Pemilihan strategi portofolio 4. Pemilihan aset 5. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio Benchmarking terhadap indeks portofolio pasar. Strategi portofolio aktif. Strategi portofolio pasif. Keputusan alokasi aset Batasan jumlah dana, pajak. Dan biaya pelaporan. 28 2) Penentuan kebijakan investasi Tahap kedua ini merupakan tahap penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan investasi yang lebih ditetapkan. Tahap ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset (asset allocation decision). Keputusan ini juga menyangkut pendistribusian dana yang dimiliki pada bagian klas-klas aset yang tersedia (saham, obligasi, real estet ataupun sekuritas luar negeri). Investor juga harus memperhatikan berbagai batasan yang mempengaruhi kebijakan investasi seperti besarnya dana yang dimiliki dan porsi pendistribusian dana tersebut serta beban pajak dan pelaporan yang harus ditanggung. 3) Pemilihan strategi portofolio Strategi portofolio yang dipilih harus konsisten dengan dua tahap sebelumnya. Ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih, yaitu strategi portofolio aktif dan portofolio pasif. Strategi portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan tekhnik-tekhnik peramalan secara aktif dan kombinasi portofolio yang lebih baik. Strategi portofolio pasif meliputi aktifitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar pasar. Asumsi strategi pasif ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia akan diserap pasar dan direfleksikan pada harga saham. 29 4) Pemilihan asset Setelah strategi portofolio ditentukan, tahap selanjutnya adalah pemilihan aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio. Tahap ini memerlukan pengefaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukkan dalam portofolio. Tujuan tahap ini adalah untuk mencari kombinasi portofolio yang efisien, yaitu portofolio yang menawarkan return terhadap yang tertinggi dengan tingkat resiko tertentu atau sebaliknya menawarkan return diharapkan tertentu dengan tingkat risiko rendah. 5) Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio Tahap ini merupakan tahap paling akhir dari proses keputusan investasi. Meskipun demikian , adalah salah kaprah jika kita langsung mengatakan bahwa tahap ini adalah tahap terakhir, karena sekali lagi, proses investasi merupakan proses keputusan yang berkesinambungan dan terus menerus. Artinya, jika tahap pengukuran dan evaluasi kinerja telah dilewati dan ternyata hasilnya kurang baik, maka proses keputusan investasi harus dimulai lagi dari tahap pertama, demikian seterusnya sampai dicapai keputusan investasi yang paling optimal. 30 2. Risiko a. Pengertian Risiko Risiko adalah kerugian karena kejadian yang tidak diharapkan muncul (Sunaryo 2007:3). Risiko juga dapat diartikan dengan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian aktual (actual return) (Halim 2005:42). Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa risiko selalu berhubungan dengan ketidak pastian dengan kemungkinan terjadinya kerugian yang tidak terduga atau tidak diinginkan. b. Macam-Macam Risiko Ada beberapa macam risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi (Djojosoedarso 1999:3), antara lain: 1) Risiko yang tidak disengaja (risiko murni), Adalah risiko yang apabila terjadi tentu menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa disengaja, misalnya: resiko terjadinya kebakaran, bencana alam, pencurian, penggelapan, pengacuan dan sebagainya. 2) Risiko yang disengaja (risiko spekulatif), Adalah risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan, agar terjadiny ketidak pastian memberikan keuntungan kepadanya, seperti: risiko 31 utang-piutang, perjudian, perdagangan berjangka (hedging) dan sebagainya. 3) Risiko fundamental, adalah risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita tidak hanya satu atau beberapa orang saja, tetapi banyak orang, seperti banjir, angina topan dan sebagainya. 4) Risiko khusus, adalah risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal kandas, pesawat jatuh, tabrakan mobil dan sebagainya. 5) Risiko dinamis, adalah risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan (dinamika) masyrakat di bidang ekonomi, ilmu dan tekhnologi, seperti risiko keusangan, risiko penerbangan luar angkasa. Kebalikannya disebut risiko statis, seperti risiko hari tua, risiko kematian dan sebagainya. Adapun beberapa sumber risiko yang mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi (Tandelilin 2001:48), sumber-sumber tersebut antara: a) Risiko Suku Bunga. Perubahan suku bunga bisa mempengaruhi variabelitas return suatu investasi. Perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik (ceteris paribus). Artinya, jika suku bunga meningkat maka harga saham akan turun (ceteris paribus). 32 Demikian pula sebaliknya, jika suku bunga turun, maka harga saham akan naik. b) Risiko Pasar. Fluktuasi pasar secara keseluruhan yang mempengaruhi variabelitas return suatu investasi disebut sebagai risiko pasar. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh perubahannya indeks pasar saham secara keseluruhan. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti munculnya resesi ekonomi, kerusuhan, ataupun perubahan politik. c) Risiko Inflasi. Inflasi meningkat akan mengurangi kekuatan daya beli uang di tiap Negara yang akan diinvestasikan. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh perubahan indeks pasar secara keseluruhan. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti munculnya resesi ekonomi, kerusuhan, ataupun perubahan polotik. d) Risiko Nilai Tukar Mata Uang. Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestik (Negara perusahaan tersebut) dengan nilai mata uang Negara lainnya. Risiko ini juga dikenal sebagai risiko mata uang (currency risk) atau risiko nilai tukar (exchange rate risk). 33 e) Risiko Negara (country risk). Risiko ini juga disebut sebagai resiko politik, karena sangat bertkaitan dengan kondisi perpolitikan suatu Negara. Stabilitas politik dan ekonomi Negara yang bersangkutan sangat penting di perhatikan untuk menghindari risiko Negara yang terlalu tinggi. 3. Foreign Exchange (FOREX) Forex (kependekan dari Foreign Exchange atau pertukaran Valuta Asing-Valas) merupakan perdagangan mata uang kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu kewaktu (Budi 2008:36). Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan atau komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu uang yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul perbandingan nilai mata uang antar negara. Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu bursa atau pasar yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang 34 menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukarmenukar mata uang yang berbeda nilai (http://www.studiforex.com). Forex Trading merupakan suatu jenis perdagangan/ transaksi dengan produk berupa mata uang suatu Negara yang ditransaksikan dengan mata uang Negara lain (Budi 2008:36). Berikut beberapa kelebihan yang ditawarkan Forex Trading yang tidak dapat ditawarkan investasi lainnya (www.belajar-forex.com): a. Return on Investment tertinggi dibanding investasi lainnya Adakah investasi yang sanggup menawarkan return hingga tak terbatas. Hanya Forex dapat menawarkan pengembalian tak terbatas dibanding investasi lain. b.Likuiditas yang tinggi Ini berarti Anda selalu dapat membeli atau menjual mata uang yang hendak Anda transaksikan dan tidak ada istilah gagal serah disini. Ketika Anda melakukan aksi beli, selalu ada pihak lain yang akan menjualnya kepada Anda dan sebaliknya. Ini terjadi karena memang lingkup investasi Forex adalah bursa dunia yang saling terhubung satu sama lain. Berbeda dengan bursa lokal misalnya BEJ (Bursa Efek Jakarta) dimana transaksi hanya berlangsung pada bursa tersebut saja sehingga dapat terjadi peristiwa gagal serah. 35 c. Modal yang dibutuhkan relatif kecil Memang dahulu modal yang dibutuhkan bisa sangat besar (mencapai 100 Juta). Tapi kini dengan tingkat kemajuan menejemen risiko, modal yang dibutuhkan hanya Rp 5 juta saja. Bandingkan dengan investasi lain misalnya saham yang membutuhkan modal setidaknya Rp 20 Juta atau investasi sektor riil yang biasanya lebih dari Rp 50 Juta. d. Jam trading 24 jam sehari dan 5 hari seminggu Tidak ada kata malam atau siang hari dalam dunia Forex Trading. Pasar berlangsung selama 24 jam sehari dimulai dari pasar Asia hingga pasar Eropa dan Amerika. Bandingkan dengan Saham yang hanya buka pada Office Hours atau pasar komoditi yang hanya buka pagi hingga siang hari. Jika Anda seorang pekerja kantoran, Anda dapat bertransaksi Forex Trading pada malam hari dan tidak mengganggu jam kerja Anda. e. Di mana saja, kapan saja dan siapa saja bisa bergabung Investasi tidak mengenal kasta. Begitu juga dengan Forex Trading. Siapa pun Anda, pedagang, pekerja, seorang ibu rumah tangga atau bahkan seorang petani sekali pun dapat bergabung. Dan lebih hebatnya lagi dengan kemajuan dunia internet, Anda dapat bertrading dimana saja tanpa harus pergi ke bursa yang bersangkutan atau menelepon dealer Anda secara langsung. Ini jelas menghemat waktu dan biaya Anda. 36 f. Investor bertindak aktif dalam investasinya Tidak seperti investasi lain dimana investor hanya dapat mempercayakan dananya dikelola pihak ketiga (reksadana, asuransi, deposito, dan sebagainya), pada Forex Trading andalah yang menentukan sendiri kapan dan seberapa besar Anda hendak berinvestasi dengan melakukan aksi beli atau jual. Kini investasi Anda bergantung pada diri Anda sendiri dan tidak kepada orang lain. g. Harga Real Time Anda dapat mengakses setiap saat secara cuma-cuma. Kami rasa ini sudah cukup, tidak perlu dijelaskan kembali. Semuanya gratis. h. Tersedia demo Account Anda dapat memilikinya secara gratis tanpa membayar sepeser pun. Jika Anda orang baru dalam dunia Forex, ini akan sangat membantu Anda karena harga yang tertera pada demo account adalah sama dengan harga yang sesungguhnya terjadi di pasar. i. Leverage yang ditawarkan 1:100 Ini artinya dengan satu bagian yang Anda keluarkan, Anda dapat membeli atau menjual sebanyak 100 bagian. Inilah kelebihan dari margin trading dimana yang dibutuhkan hanyalah jaminan saja untuk membeli atau menjual barang yang dibutuhkan. Pada Forex Trading ini diimplementasikan dengan modal sebesar $100 maka Anda dapat membeli Dollar sebanyak $10.000 dan juga sebaliknya untuk aksi 37 jualnya. Leverage yang tinggi dan margin yang rendah pada dasarnya dapat memperbesar keuntungan atau sebaliknya kerugian anda. Dengan demikian anda harus mempertimbangkan risiko investasi dan rencana Investasi anda. j. Online Reporting and Transaction Memang dahulu Forex Trading dilakukan melalui telepon dan laporan tertulis hasil transaksi Anda akan dikirim melalui email atau bahkan pos setiap bulannya. Tetapi kini dengan akses internet, bahkan laporan transaksi anda pun dapat Anda akses kapan pun anda mau tanpa harus menunggu dari pihak pialang melaporkannya kepada anda. k. Keamanan dan kerahasiaan terjamin Meskipun transaksi dilakukan melalui internet bukan berarti kemanan dan kerahasiaan informasi serta dana anda tidak dijamin. Pihak pialang menyediakan enskripsi data yang ditransaksikan dan dana anda pun aman tersimpan pada segregated account apabila Anda melakukannya pada pialang yang legal. Dalam Perspektif Hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (Forex adalah termasuk bagian dari PBK) dapat di masukkan dalam kategori al-Masa il al Mu ashirah atau masalah-masalah hukum Islam Kontemporer. Oleh karena itu, status hukumnya dapat di kategorikan kepada masalah Ijtihadiyah. Klasifikasi Ijtihadiyah termasuk kedalam 38 wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti (http://borneo.blogsome.com). Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk pada teori perubahan hukum yang di perkenalkan oleh Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: niat, waktu, tempat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya, yaitu Ibn Taimiyyah yang menyatakan bahwa: al-Haqiqat fi alayan la fi al-adzhan . Artinnya kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik, bukan dalam alam pemikiran atau alam idea. Paradigma ini diturunkan dari Prinsip Hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al-Qur an digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan aladl (http://borneo.blogsome.com). Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukan kedalam bidang kajian fiqih al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dalam kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui Perdagangan Berjangka Komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas (http://borneo.blogsome.com). Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah 39 kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas. Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/ 1977 tentang PBK (http://herustan. blogspot.com). Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktik perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay al-salam ajl bi ajil (http://heru-stan.blogspot.com). Bay al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay ajl bi ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi iyah dan Hanafiyah mendefinisikannya dengan: Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad (http://borneo.blogsome.com). 40 Adapun hadits yang menjadi rujukan tentang transaksi jual beli mata uang (valas) adalah hadits Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari 'Ubadah bin Shamit, Rasulullah bersabda (Dalam Kitab jual-beli Bab As-Sarf, Riwayat Muslim 2970) sebagai berikut: "(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, bur (jerawut) dengan bur (jerawut), sya' ir (gandum) dengan sya' ir (gandum), kurma dengan kurma, dan garam dengan garam dengan syarat harus sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai" (H.R. Muslim 2970). Arahan Rasulullah SAW dalam hadits ini mengindikasikan: Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya (Rupiah ke Rupiah atau Dolar ke Dolar) kecuali sama jumlahnya. Bila berbeda jenisnya, misalnya Rupiah ke Dolar atau Dolar ke Yen, dapat ditukarkan (Exchange) sesuai dengan market rate dengan catatan harus naqdan (kontan) dan spot. Menurut prinsip muamalah syari ah, jual beli mata uang yang disetarakan dengan emas (dinar) dan perak (dirham) haruslah dilakukan dengan tunai. Kontan (naqdan), sebagaimana dijelaskan dalam hadits 41 mengenai jual-beli 6 macam barang yang dikategorikan berpotensi riba sebagaimana hadits di atas (Utomo 2003:72). Demikian pula dalam praktek perdagangan valas (foreign exchange), supaya terhindar dari penyimpangan syari ah maka dalam kegiatan transaksiknya harus terbebas dari unsur riba, maisir (spekulasi), dan gharar (ketidak jelasan, manipulasi maupun penipuan). Adapun keabsahan transaksi jual-beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut (http://borneo.blogsome.com): 1) Rukun Adapun rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi. Unsur-unsur utama dalam bay Al-Salam adalah: a) Pihak-pihak pelaku transaksi ( aqid) yang disebut dengan istilah Muslim atau Muslim ilaih. b) Objek transaksi ( ma qud ilahi ), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan nilai tukar ( ra s al-mal al-salam dan al-muslim fih ). c) Kalimat transaksi ( sighat a qad ), yaitu ijab dan qabul. Yang perlu di perhatikan dari unsur-unsur tersebut adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam kalimat dan bahasa yang jelas menunjukan transaksi berjangka. Karena itu Ulama Syafi iyyah menekankan penggunaan istilah Al-salam atau Al-salaf didalam kalimat transaksi 42 itu dengan alasan bahwa aqd Al-salam adalah bay al-ma dum dengan sifat dan cara berbeda dari aqad jual dan beli ( BUY). 2) Syarat- syarat Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut: a) Persyaratan menyangkut objek transaksi, yaitu bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: Jenisnya (an yakun fi jinsin ma lumin ), sifatnya, ukuran( kadar), Jangka penyerahan, harga tukar, dan tempat penyerahan. b) Persyaratan yang harus di penuhi oleh harga tukar ( al-tsaman). Yaitu: Pertama Kejelasan jenis alat tukar, yaitu Dirham, Dinar, Rupiah atau Dollar dan sebagainya atau barang-barang yang dapat di timbang, disukat dan sebagainya. Kedua kejelasan jenis alat tukar apakah Rupiah, USD, EUR, CHF atau sebagainya. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk Kilogram, pond, atau lainnya. c) Kejelasan dalam tentang kwalitas objek transaksi, apakah kwalitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan Jahalah fi al- aqd atau alasan ketidak tahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi. 43 d) Kejelasan Jumlah harga tukar. Penjelasan di atas nampaknya sudah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Klaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang di rugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yudrak kulluh , yaitu : apa yang tidak dapat digunakan semuanya, maka tidak perlu di tinggalkan keseluruhannya. Adapun fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang jual beli mata uang (Al-Sharf) di bagi menjadi 2 kategori, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut (http://www.mui.or.id) : Pertama : Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut: (1) Tidak untuk spekulasi (untung-untungan). (2) Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan). (3) Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh). (4) Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai. 44 Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing (a) Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional. (b) Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah). (c) Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi). 45 (d) Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh di nyatakan dapat diterima, atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay al-salam. 4. Manajemen Risiko a. Pengertian Manajemen Risiko Manjemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi atau perusahaan (Djojosoedarso 1999:4). Pengelolaan risiko dengan memanajemen risiko yang mantap, maka pengaturan potensi kerugian tersebut dapat dilakukan. Manajemen risiko di sini pada prinsipnya dilakukan dengan mengaktifkan fasilitas-fasilitas dalam Forex Trading, seperti stop loss (menghentikan kerugian) dan Locking (mengunci posisi dari kerugian/keuntungan) (Budi 2008:132). Ada beberapa cara untuk manajemen risiko diantaranya adalah sebagai berikut (Budi 2008:133) : 46 1) Cut Loss Cut loss adalah suatu tindakan di mana kita melakukan likuidasi atas posisi dalam keadaan rugi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Umumnya cut loss ini dilakukan pada kisaran kerugian 30 poin sampai 50 poin. 2) Switching Tindakan dimana kita melakukan liquidasi terhadap posisi pertama, kemudian masuk kembali dengan posisi yang berlawanan dari posisi pertama tadi. 3) Locking Tindakan ini sering dilakukan pada saat kita dalam keadaan floating profit/ loss. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian atau keuntungan tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama. Sistem ini sering juga disebut dengan hedging position. 4) Averaging Suatu tindakan mengulangi posisi yang sama pada saat kita dalam keadaan floating loss, dimana posisi pertama dibiarkan terbuka. b. Analisis Teknikal Perbedaan antara analisis fundamental dan teknikal terletak pada faktor yang mendasari analisis tersebut. Analisis teknikal mendasarkan 47 pada pola-pola pergerakan saham dari waktu ke waktu, sedangkan analisis fundamental secara top-down mendasarkan diri pada faktorfaktor fundamental perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan industri (Tandelilin 2001:247). Analisis teknikal ini pada prinsipnya mendasarkan pada kilas balik atas kronologi kejadian atas harga dan volume perdagangan histories, melihat arah kecenderungan harga, dan menganggap adanya pola yang dapat keselarasan tertentu antara aktivitas para investor dan tindakan pasar (Budi 2008:125). Pada prinsipnya metode untuk melakukan analisis teknikal ini adalah mengeplot data harga dan volume perdagangan histories hingga dapat membentuk grafik tertentu, dan pada akhirnya ditemukan pola tertentu ini dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan cara menggunakan software yang banyak tersedia di pasaran (Budi 2008:126). c. Analisis Fundamental. Analisa fundamental mengambil pendekatan berdasarkan berita atau pun rumor yang beredar di pasar. Seperti kita ketahui bersama, bursa finansial seperti saham dan pasar uang sangat sensitif dengan berita yang sedang beredar di market (belajar firex.com). 48 Prinsip-prinsip analisis fundamental terdiri atas reaksi berantai, jarak informasi, sumber berita, dan jenis berita dengan uraian sebagai berikut (Budi 2008:116): 1) Reaksi berantai. Semakin besar dampak berantai suatu informasi, maka akan semakin besara pengaruhnya terhadap nilai tukar suatu mata uang. 2) Jarak informasi. Semakin dekat informasi dengan suatu mata uang, maka semakin besar pengaruh informasi tersebut. Sebagi contoh: informasi yang berasal dari dalam negeri Indonesia akan lebih besar pengaruhnya terhadap nilai tukar rupiah dibandingkan informasi dari luar negeri. 3) Sumber berita. Semakin resmi sumber berita, semakin kuat pula pengaruhnya terhadap nilai tukar suatu mata uang. 4) Jenis berita. Berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap nilai tukar suatu mata uang dibanding berita lainnya. Seperti: politik, sosial, dan budaya. d. Perbandingan Analisis Teknikal dan Fundamental. Praktek kegiatan analisis untuk kepentingan prediksi harga dalam Forex cenderung memadukan antara analisis teknikal dengan analisis fundamental (Budi 2008:130). 49 Kaum teknikal lebih yakin bahwa mereka dapat mengetahui polapola pergerakan harga kurs dimasa mendatang dengan mendasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. History always repeats it self adalah filosofi dasar kaum tekhnikal. Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis di mana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik, dan moneter Negara yang bersangkutan (Budi 2008:130). Apakah analisa teknikal dan fundamental memiliki kelemahan. Tentu saja, tidak ada yang sempurna. Mari mari kita lihat kelemahan kedua analisa ini dalam bentuk tabel (http://belajarforex.com/analisateknikal/ analisa-teknikal.html) : Tabel 2.2 Kelemahan pada analisis fundamental dan teknikal Kelemahan pada Analisa Fundamental Kelemahan pada Analisa Teknikal Butuh waktu untuk memperoleh informasi. Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang. Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi. 50 Lebih cocok diterapkan pada long time period trading. Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien. Masih Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain. Sumber : Data ini diolah dari internet. Baik analisis fundamental maupun teknikal memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Keduanya tidak dapat diunggulkan satu lebih baik dari lainnya, melainkan justru harus disenergikan hingga hasil prediksinya mantap dan menjadi dasar diperolehnya keputusan-keputusan brilian dalam bertrading. C. Kerangka Berfikir Sumber: diolah oleh peneliti Resiko: Mengalami Kerugian Dana/ Loss Investasi FOREX Fundamental: Berdasar dari berita atau rumor yang beredar di pasar (TV, website, koran, dsb). Manajemen Risiko Teknikal: Berdasar dari perhitungan grafik (cart)/ pergerakan kurs di masa lalu (META 4). Cut Loss Switching Averagin g Locking 51 Keterangan: Dari pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam berinvestasi tidak akan terlepas dari risiko, dalam penelitian ini peneliti mengambil investasi Foreign Exchange (FOREX) sebagai objek penelitian. Dalam investasi Forex risiko yang harus ditanggung adalah kerugian dana atau Loss. Forex adalah salah satu investasi yang memiliki risiko tinggi tetapi juga menawarkan return yang tinggi. Adapun strategi untuk menekan terjadinya risiko adalah adanya manajemen risiko. Di dalam manajemen risiko memiliki dua analisis, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental adalah suatu analisis yang dilakukan berdasarkan dari berita atau rumor yang beredar di pasar (TV, website, koran, dsb). Sedangkan analisis tekhnikal adalah suatu analisis yang berdasarkan dari perhitungan grafik (cart)/pergerakan kurs di masa lalu. Ada beberapa cara manajemen risiko diantaranya adalah dengan menggunakan cut loss, switching, locking dan averaging . Dalam manajemen risiko antara analisis fundamental dan teknikal saling berhubungan dalam memanajemeni risiko yang terjadi karena risiko tidak dapat dihindari, tetapi risiko hanya dapat ditekan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini diambil pada sebuah perusahaan yang bernama PT. Victory International Futures (VIF), perusahaan ini bergerak dibidang jasa perdagangan Forex, Indeks Saham dan Komoditi (Perdagangan Emas dan Perak). Lokasi penelitian ini terletak di Jln. Terusan Dieng No. 34 Malang. Adapun pemilihan terhadap lokasi penelitian tersebut didasarkan atas pertimbangan dalam memperoleh hasil penelitian terhadap data-data yang diperlukan yaitu aplikasi manajemen risiko pada investasi Foreign Exchange (FOREX). Disamping itu dalam pengambilan data dalam penelitian ini secara tidak langsung juga melalui BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) untuk memudahkan penelitian. B. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (Moleong 2000:5). 53 Pembahasan ini disajikan dalam bentuk data deskriptif yang membahas tentang mekanisme transaksi Forex dan bagaimana aplikasi manajemen risiko pada investasi Foreign Exchange (Forex) dengan studi pada PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang. Metode kualitatif ini akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Metode ini bertujuan memberikan perolehan realitas yang diteliti sebagaimana adanya (Moleong 2000:3). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Menurut Indriarto (1999:26) studi kasus merupakan penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari obyek yang diteliti, serta interaksinya dengan lingkungan. Obyek yang diteliti dapat berupa individu, kelompok, lembaga atau komunitas tertentu. Tujuan studi kasus adalah melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai subyek tertentu. Lingkup penelitian kemungkinan terkait dengan suatu siklus kehidupan atau hanya mencakup bagian tertentu yang memfokuskan pada faktor-faktor tertentu atau unsur-unsur dan kejadian secara keseluruhan. Dari paparan di atas, dapat dilihat bahwa dalam penelitian ini tidak membuat dan menguji hipotesis melainkan hanya mendiskripsikan data dan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber, yaitu berusaha mendiskripsikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan 54 mekanisme transaksi Forex dan manajemen risiko pada investasi Foreign Exchange (FOREX) dan juga analisis yang dipakai dan selanjutnya data-ata tersebut digunakan untuk membuat suatu kesimpulan. Sedangkan datadata dan informasi yang ada hanya penulis gunakan sebagai informasi pendukung penelitian ini supaya kualitas penelitiannya dapat lebih baik. C. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini diarahkan untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab permasalahan yang telah disebutkan pada perumusan masalah. PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang, merupakan anak cabang dari PT. Victory International Futures Surabaya dengan alamat Wisma Dharmala, LT. 5 & 12 Jln. Panglima Sudirman 101-103 Surabaya 60271 dengan NPWP 02.062.619.8-021.000. Sedangkan keanggotaan bursa PT. Victory International Futures Surabaya di bawah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) melalui Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) BBJ dengan Nomor: SPAB-080/BBJ/08/04. D. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh dari obyek penelitian berasal dari wawancara secara langsung terhadap Branch Manager, wakil 55 pialang, Chief Manager, Marketing Manager dan para trader/ broker di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang, mengenai aplikasi manajemen risiko pada investasi foreign exchange (FOREX). 2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan tidak langsung yaitu melalui BBJ dan BAPPEBTI yang berhubungan manajemen risiko pada investasi foreign exchange (FOREX). E. Teknik Pengumpulan Data Dalam usaha pengumpulan data serta keterangan yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: 1. Metode Observasi Metode observasi adalah metode pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek. Metode observasi merupakan prosedur yang sistematis dan standar dalam pengumpulan data. Pemakaian cara ini didasarkan pada konsep, definisi, dan pengukuran variabelnya. Dengan observasi, peneliti memperoleh ukuran variabel yang bukti empirisnya dapat diambil melalui yang diajukan (Wahyuni 2006:92). Sedangkan menurut Mardalis (2004:62), observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam 56 suatu penelitian, merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya suatu rangsangan tertentu yang diinginkan atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan (fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat). Adapun observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi secara langsung seperti mengikuti training para investor, demo Trading Forex dan lain sebagainya yang berkaitan dengan mekanisme transaksi Forex dan aplikasi manajemen risiko dalam investasi Forex di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang. 2. Metode Wawancara. Wawancara adalah pengamatan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti (Mardalis 2004:64). Wawancara merupakan komunikasi atau pembicaraan dua arah yang dilakukan oleh pewawancara dan responden untuk menggali informasi yang relevan dengan tujuan penelitian (Wahyuni 2006:85). Wawancara dilakukan dengan Roy Febrianto,.SE selaku Brand Manager PT. VIF Kantor Cabang Malang, Imam Bukhari Muslim.,SE 57 selaku Manager Complain/ wakil pialang PT. VIF Cabang Malang, Yohanes Setiawan,.ST. selaku Chief Manager dan Wisnu., SE selaku Manager Marketing PT. Victory International Futures Cabang Malang, topik wawancara adalah tentang mekanisme transaksi Forex dan bagaimana aplikasi managemen risiko pada Forex. 3. Metode Dokumentasi Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapatan, dalil atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian (Zuriah 2006:191). Adapun dokumen yang digunakan dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan notulen rapat, catatan kasus dalam pekerjaan sosial dan dokumen lainnya (Hasan 2002:87). Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan mekanisme transaksi dan managemen risiko dalam investasi Forex, baik berupa catatan, transkip, surat kabar, media internet, dan sebagainya. F. Model Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, karena bertujuan untuk menggambarkan karakteristik (ciri-ciri) suatu obyek. Obyek yang dimaksud adalah mekanisme transaksi Forex dan aplikasi manajemen 58 risiko pada investasi Foreign Exchange (FOREX) di PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang. Analisis deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan dan menguji hipotesis (Zuriah 2006:47). Analisis data diskriptif banyak digunakan untuk mengkaji gambaran suatu variabel, misalkan profil perusahaan, kelompok kerja, kelompok konsumen dan subyek lain. Analisis deskriptif berguna pula untuk menunjukkan pengukuran kondisi atau posisi suatu subyek pada waktuwaktu tertentu (wahyuni 2006:101). Adapun pengukuran yang dipakai sebagai pengukur manajemen risiko di PT. VIF adalah analisis tekhnikal (META 4) dan analisis fundamental. Untuk pembahasan penelitian dimulai dari pengumpulan data terlebih dahulu kemudian dilakukan pembahasan secara berulang-ulang mengenai masalah yang dimaksud. Untuk dapat lebih memberikan pembahasan yang logis, sistematis, dan meyakinkan maka analisis yang dilakukan adalah dengan mencari jawaban atas permasalahan mengenai mekanisme transaksi Forex dan bagaimana aplikasi manajemen risiko yang diterapkan di PT. VIF dengan mendiskripsikan mekanisme transaksi 59 dan manajemen risiko yang diterapkan di PT. VIF dengan berbagai analisis yang dipakai dalam memanajemeni risiko pada Forex. G. Kerangka Penelitian. Sumber: diolah oleh peneliti Sumber: diolah oleh peneliti. Judul: Aplikasi Manajemen Risiko Pada Investasi Foreign Exchange (FOREX) Latar Belakang: Forex merupakan investasi yang mempunyai kriteria High risk, high return . Untuk itu diperlukan manajemen risiko. Untuk mengantisipasi adanya risiko.. Rumusan Masalah: 1. Bagaimana aplikasi manajemen risiko yang di terapkan pada PT. VIF Kantor Cabang Malang? 2. Bagaimana aplikasi manajemen risiko yang diterapkan di PT. VIF Kantor Cabang Malang? Teori investasi FOREX Manajemen risiko pada investasi FOREX: - Analisis teknikal - Analisis fundamental Teori risiko yang ditanggung dalam berinvestasi FOREX. FOREX dalam perspektif Islam = akad Al- Salam/ Sharf Analisis data: Primer dan skunder Pengumpulan data: Observasi, wawancara & dokumentasi. Metode Penelitian : Kualitatif deskriptif Landasan Teori Kesimpulan 60 BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Hasil Penelitian. 1. Profil Perusahaan a. Latar Belakang Berdirinya PT. Victory International Future. Investasi bukan hanya sekedar suatu bisnis yang yang dapat menghasilkan profitabilitas. Namun, investasi juga merupakan suatu ilmu di dunia bisnis. Oleh, karena itu, dalam berinvestasi seharusnya seorang calon investor mengetahui terlebih dahulu tentang investasi, walaupun hanya secara global. Artinya dalam berinvestasi terdapat pula suatu proses edukasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan investasi, baik di pasar uang maupun di pasar berjangka, seperti halnya di PT. VIF. Adapun latar belakang berdirinya PT. VIF di kota Malang adalah sebagai berikut: 1) Malang merupakan kota yang pendapatan perkapitanya setiap tahun mengalami peningkatan. 2) Penduduk malang sebagian besar adalah pengusaha, wira swasta (bukan pekerja). 3) Malang memiliki potensi dalam hal derivatif. 4) Semakin maraknya investasi sekuritas atau pasar modal yang ada di Malang. 61 5) Malang juga merupakan wilayah yang strategis untuk ekspansi bisnis. Selain itu, keberanian PT.VIF untuk berdiri di Malang disebabkan oleh pemahaman bahwa industri valuta asing (foreign exchange trading) merupakan bisnis yang hanya membutuhkan capital intensive, bukan labour intensive Karena pada dasarnya perdagangan valuta asing (valas) hanya membutuhkan modal dan juga rasa trauma masyarakat atas penipuan yang dilakukan sebuah instansi dengan mengatas namakan bisnis valuta asing yang bernama pohon mas . Adapun sistem yang dipakai oleh bisnis ini adalah dengan cara menghimpun dana masyarakat dengan sebanyak-banyaknya tanpa menjelaskan apapun tentang sebuah bisnis, misalnya risiko, return, dan legalitas bisnis. sehingga pada akhirnya semua dana yang sudah masuk hilang dan masyarakat merasa tertipu oleh bisnis yang berkedok investasi itu. Sehingga hal itulah yang menjadi tujuan PT. VIF Malang mendirikan cabang di Malang adalah untuk edukasi sebagai pelaksanaan sosialisasi tentang bisnis investasi, Terutama di bidang perdagangan berjangka yang merupakan bidang yang masih baru dikenal oleh masyarakat. Artinya, traumatis masyarakat bukan merupakan merupakan penghalang berdirinya PT.VIF di kota Malang. Selain itu pula, kota malang 62 merupakan kota pelajar dan finance education merupakan suatu strategi yang di rasa sangat bagus untuk mensosialisasikan bidang investasi. Finance education adalah memberikan wacana dan wawasan tentang dunia investasi kepada masyarakat pada umumnya dan mahasiswa sebagai kelompok intelektual akademis khususnya. Oleh karena itu, tidak salah jika PT. VIF Malang sedikit demi sedikit menjalin hubungan dengan PTS maupun PTN yang ada di kota Malang dengan melaksanakan kegiatan workshop dan dilanjutkan dengan proses magang. Dan hal ini juga dirasakan dapat membantu para mahasiswa untuk mencari pekerjaan. b. Visi Dan Misi PT. Victory Internarional Future. Adapun visi PT. VIF Malang adalah Perekonomian yang tumbuh dengan pesat di era perdagangan bebas ini menawarkan beberapa jenis peluang investasi kepada khayalak publik. Dengan memiliki perencanaan keuangan strategis yang sempurna dan memilih investasi yang tepat menjadi hal yang sangat diperlukan dengan menyadari kebutuhan investasi keuangan yang semakin berkembang pesat. PT. Victory International Futures berkomitmen untuk memenuhi permintaan perencaan strategis yang hanya didedikasikan untuk berbagai jenis investasi. 63 Sedangkan misi PT. VIF adalah berdedikasi secara total di pasar keuangan dan menjadi perusahaan terbaik dan melakukan investasi derivatif sebagai alternatif investasi jangka panjang dan mendidik investor tentang manajemen resiko dan memberikan analisis pasar keuangan. Sebagai salah satu perusahaan terkemuka dalam memberikan berbagai jenis layanan keuangan, PT. VIF memberikan upaya terbaik kami untuk secara pro aktif memutakhirkan layanan kami dalam memenuhi kebutuhan investor sebagai mitra solusi perdagangan. c. Bentuk-Bentuk Education Bentuk-bentuk education yang dilakukan oleh PT. VIF Malang antara lain sebagai berikut: 1) Direct Mechanism (mekanisme langsung), misalnya: a) Menjalin kerja sama dengan unuversitas-universitas yang ada di Malang dalam bidang tertentu (misalnya magang), di ataranya Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Merdeka (UNMER) baik dosen maupun mahasiswa. b) Study Group dengan investor maupun calon investor dengan melakukan pembelajaran-pembelajaran di bidangnya. c) Kerjasama dengan media massa, Stasiun televisi lokal maupun nasional, media cetak seperti koran jawa pos dan koran bisnis. 64 2) Indirect Mechanism (mekanisme tidak langsung), seperti: a) Broker selaku karyawan PT. VIF Malang dan finance advisor masyarakat, terutama calon investor. b) Menjalin kerjasama dengan insurance, korporasi, dan lain sebagainya. d. Ruang Lingkup Bidang Usaha Pada dasarnya, PT. VIF Malang bergerak di bidang komoditi (Comodity Trade). Komoditi ini meliputi: 1) Hard Comodity, meliputi hasil tambang, emas, dan lain sebagainya. 2) Spot Comodity, meliputi hasil pertanian misalnya beras, buahbuahan, dan lain sebagainya. 3) Financial Derivatif, meliputi seluruh mata uang di dunia misalnya Poundsterling (GBP), Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Euro (EUR), dain lain-lain. Namun dalam hal ini PT. VIF Malang menspesialisasikan pada financial derivatifnya, yakni perdagangan murni Forex (foreign exchange) atau lebih dikenal dengan finance trade. Perdagangan ini dilakukan dengan menggunakan IT berupa program soft ware (on line trading) yang di kenal dengan META 4 yang merupakan suatu soft ware yang biasa digunakan commision hose yang bonafit yang bertaraf internasional. 65 e. Legalitas (Hukum) PT. Victory International Future (VIF) Malang sebagai cabang, berdiri di bawah PT. VIF Surabaya yang beralamatkan di Wisma Dharmala, Lt. 5 dan 12, Jl. Panglima Sudirman No. 101-103, Surabaya. Dengan No. NPWP 02.113.750.0-611.000 Sedangkan keanggotaan bursa PT. VIF nomor SPAB- 080/BBJ/08/04. PT. VIF juga merupakan anggota PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dengan nomor 1/ AK-KBI/ II/ 2008 dan mendapat surat ijin usaha dari BAPPEBTI dengan nomor 18/BAPPEBTI/PN/4/2008 untuk menyelenggarakan kegiatan sebagai pialang berjangka berdasarkan UU No. 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka komoditi dan peraturan pelaksanaannya. Sedangkan penjaminan dana nasabah (Investor) yang masuk dilakukan oleh lembaga Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Dalam hal ini PT. VIF Surabaya mendapat sertifikat keanggotaan lembaga Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dengan Nomor 1/ AK-KBI/ II/ 2008. seluruh dana yang masuk secara langsung dalam pengawasan KBI tersebut dan KBI ini pula berada dalam pengawasan langsung dari pemerintah. 66 f. Struktur Organisasi dan Job Description 1) Struktur Organisasi Gambar 4.1 STRUKTUR ORGANISASI PT. Victory International Futures Cabang Malang Sumber: PT. Victory International Future Client Admint Alfonso Kondoy Restu Mustika Astri R Ahmad Asuro Chief MM Edom F Noerallie Marketing Manager Erning Eliyanto Marketing Manager Wisnu W Nugroho Marketing Manager Chaliq Ashary Marketing Manager Fitria Susan Area Manager Roy P Febrianto IT Doni Susanto HRD & GA Ferry Udianto Acc. & Fin Ika Kurniawati Ririn Wahyuningsih Secretary Elizabeth Trivia Chief MM Yohannes Setiawan Reception Dini Anggraeni Dwi Merina Erni Amelia Driver Satrio Elyazer Security Nonong Margono Sucipto Kasmarianto Abdul Madjid Office Boy Ari Junaedi Slamet Trisno Andi Irawan Eka Yuriawati Pudjiono Denny Agus 67 Gambar 4.2 STRUKTUR MARKETING PT. Victory International Futures Cabang Malang Sumber: PT. Victory International Futures Branch Manager Roy P Febrianto Chief MM Yohannes Setiawan Chief MM Edom F Noerallie Marketing Manager Chaliq Ashary A Marketing Manager Erning Erliyanto Marketing Manager Wisnu W Nugroho Marketing Manager Ftria Susan Broker Achmad Arifin Agus Wedi, SE Andry Wahyu F Nunik Indrawati Feri Junaidi Yertha Artanto Citra Alina Savita Hilta Puspa Lestari Agus Setyo Widodo Eko Nur Wahyudi Lailiyah Agustina Broker Sindu Pandu Winata Enricha Ratna Sari Mierdhasari Andhi G Broker Daniel Hendro Nur Aisyah Fatimah Al Hamid Rudi Harianto Suhartatik Yuli Kuswiyanti Lutfillah Antok Ruswiyanto Broker Anang Prihantono Yudianto Sunaryo 68 Tabel 4.1 DAFTAR NAMA KARYAWAN/KARYAWATI NO NAMA JABATAN LULUSAN 1 Roy Pudyo F Branch Manager SI 2 Ferry Udianto HRD & GA Manager SI 3 Alfonso Albertus Kondoy Chief Settlement SI 4 Elizabeth Trivia K Sekretaris SI 5 Ika Kurnia Accounting SI 6 Ririen Wahyuningsih Finance SI 7 Doni Susanto IT SI 8 Restu Mustika Sukma Staff Setllement SI 9 Astri Ramdhayani Staff Setllement SI 10 Dini Anggraeni Reception SLTA 11 Dwi Meirina Reception SLTA 12 Ahmad Asruro Robbani Reception SLTA 13 Ellyezer Alfons Driver SLTA 14 Satrio Witjanarko Driver SLTA 15 Cipto Security SLTA 16 Kasmarianto Security SLTA 17 Nonong Margono Security SLTA 18 Deny Agus P Cleaning Service SLTA 19 Andi Irawan OB SLTA 20 Ari Junaedi OB SLTA 21 Slamet Trisno OB SLTA 22 Pudjiono OB SLTA 23 Eka Yuriawati OB SLTA Sumber: PT. Victory International Futures 69 2) Job Deskription Branch Manager. a) Merencanakan, mengatur, mengontrol dan mengorganisasikan semua sumber-sumber daya yang ada di cabang untuk kemajuan cabang setempat. b) Staffing dan Directing. c) Bertanggung jawab penuh atas keuangan cabang dalam artian pemberian gaji karyawan, pengeluaran petty cash, pembayaran komisi-komisi broker dan nasabah, pengadaan perangkat kerja dan investasi, termasuk biaya perawatan dan biaya operasional cabang. d) Berwenang untuk memberhentikan dan mengangkat karyawan sesuai dengan kaidah-kaidah HRD dan ketenaga kerjaan (dibantu oleh HRD). e) Berwenang untuk memberikan scema salary/ komisi tertentu kepada marketing dengan segala macam bentuk pertimbangannya (dibantu oleh associate manager private client). f) Membuat peraturan dan tata tertib perusahaan. g) Bertanggung jawab atas perizinan dan aspek legal (di bantu oleh legal officer). h) Menjadi citra perusahaan untuk pihak luar. i) Mewakili kepentingan perusahaan dengan pihak luar dalam hal bernegosiasi untuk kerjasama. 70 j) Bertanggung jawab atas anggaran dan realisasi perusahaan atau cabang (dibantu oleh staf keuangan). k) Bertanggung jawab atas laporan keuangan cabang (dibantu staf accounting). l) Bertanggung jawab atas day to day cash flow perusahaan (dibantu oleh staf finance). m) Membuat perencanaan dan pengembangan usaha (dibantu oleh business delevopment manager). n) Menjadi perantara perusahaan dengan mitra kerjasama apabila ada permasalahan baik teknis maupun non-teknis. o) Memotivasi karyawan. p) Memimpin meeting internal manajemen setiap minggu. q) Memimpin meeting dengan para marketing dan account manager setiap 2 minggu. r) Membuat laporan kegiatan perusahaan beserta target dan realisasi kepada komisaris perusahaan (dibantu sekretaris). s) Kerjasama dengan pihak-pihak tertentu untuk keperluan promosi kegiatan termasuk ke media massa dan radio-radio setempat. Settlement. a) Pengurusan margin baru. b) Menyiapkan agreement dan kelengkapannya. c) Menanggapi setiap complain dari trader dan juga klien. 71 d) Memilih statement yang dibagikan untuk masing-masing marketing dan juga klien. e) Membuat dan melaporkan trading report dan Acc. Summary ke kantor pusat (Surabaya) dan accounting. f) Memeriksa statement dan pengirimannya kepada klien. g) Membuat laporan In-Out. h) Konfirmasi dengan klien untuk setiap margin baru dan wittdrawwal. i) Cross Chek semua transaksi dan laporan In-Out. j) Mencatat laporan In-Out dan setiap kasus di buku agenda. k) Merapikan dan mengarsipkan statement surat dokumen-dokumen dealing atau settlement. l) Menjalankan tugas operasional settlement seperti proses New Account, injection dan withdrawal. HRD Dan GA. a) Recruitment. b) Pemberian gaji karyawan yang berada langsung di bawah koordinasi HRD Dan GA. c) Promosi. d) Pembuatan tata tertib dan peraturan cabang. e) Pembuatan schedule pelatihan. f) Pembuatan materi pelatihan. g) Menjalankan absensi dan pemberian punishment (hukuman). 72 h) Pengadaan sarana dan prasarana kantor. i) Pengadaan perangkat maintenance (pemeliharaan). j) Maintenance building (pemeliharaan kantor). k) Maintenance perlengkapan kantor. l) Melakukan pembayaran biaya operasional seperti listrik, telepon, air, internal, dan lain sebagainya. Sekretaris a) Notulen rapat dan meeting. b) Pendistribusian pengumuman internal perusahaan dan pengumuman bursa-bursa. c) Pengurusan akomodasi. d) Client admint/ data nasabah dan agreement. e) Filling data-data penting perusahaan. f) Surat-menyurat dengan pihak luar. g) Publik reletion cabang. Information Technology. a) Hardware maintenance. b) Software maintenance. c) Network maintenance. d) Mobile device utility. 73 Accounting. a) Reporting. b) Controlling. c) Laporan keuangan (bulanan, profit/loss, neraca). d) Evaluasi. e) Pemberian gaji karyawan bersama HRD. f) Stok opname bersama HRD. g) Pembuatan anggaran keuangan cabang. Finance. a) Payment/ pembayaran rutin operasional bulanan. b) Schedule pembayaran rutin operasional bulanan. c) Perhitungan pembayaran komisi, bounty, overrioling, allowance, dan lain-lain. d) Controlling arus kas In-Out (cash flow management). e) Petty cash management. f) Perencanaan keuangan cabang. g) Pembuatan anggaran keuangan. h) Pembuatan laporan cash dan bank In-Out. i) Pembuatan penggunaan dan sumber dana. Associate Manager. a) perekrutan Account Officer baru secara berkala. b) Memotivasi bawahan. 74 c) Bertanggung jawab atas pemberian gaji untuk Account Officer yang menggunakan schema account. d) Berhak untuk mempromosikan bawahan (assistance) sesuai dengan pencapaian target yang bersangkutan. e) Handle complaint dari nasabah-nasabah di bawah timnya. f) Evaluasi pencapaian target kepada bawahan atau timnya. g) Melakukan promotion dan education, baik melalui media massa maupun radio-radio. h) Memberikan pelatihan dan kaidah-kaidah peraturan perundangundangan di pasar komoditi kepada Account Officer maupun investor. i) Bertugas untuk mengembangkan usaha cabang dengan perluasan pasar, memperbanyak turnover transaksi, memperbanyak jumlah nasabah dan lain-lain. j) Membuat rencana marketing dan rencana kerja untuk jangka menengah dan panjang demi kemajuan perusahaan. k) Berwenang untuk mengangkat dan memberhentikan Account Officer/ broker dengan berkoordinasi dengan HRD dan Branch Manager. l) Bertanggung jawab untuk membuat Marketing Channel, baik konvensional maupun online. 75 m) Mewakili kepentingan perusahan untuk bernegosiasi dengan pihak luar dalam hal bekerjasama untuk kemajuan perusahaan. n) Menetapkan target dan realisasi kepada marketing. o) Membuat strategi-strategi dan pendekatan marketing baru berdasarkan situasi dan kondisi lapangan. CRO (Customer Relation Officer). CRO berfungsi sebagai pendukung marketing dalam hal customer service bagi klien-klien perusahaan/ walking client, memberi informasi dan approach prospek client yang belum bergabung. Customer Relation Officer (CRO) a) Mem-file data-data klien yang langsung datang (walking client) dan mem Follow Up untuk berinvestasi. b) Tertib administrasi data klien yang sudah berinvestasi pada perusahaan. c) Membantu marketing dalam mem Follow Up klien. d) Bekerjasama dengan marketing manager dan associate manager untuk cross check client dari marketing. e) Memberi informasi dan membangun relationship kepada klien. f) Menerima kritikan/ complaint dari klien untuk disampaikan kepada pihak manajemen sebagai sarana koreksi kepada perusahaan. 76 g. Kondisi Sosial Perusahaan. Dalam hal kerja, PT.VIF Malang menerapkan sistem kerja tim (team work). Hal ini untuk memudahkan para karyawan untuk melakukan pekerjaan yang memang agak sulit, yaitu marketing dan trading. Dimana masing-masing dari job tersebut membutuhkan skill yang bagus. Jadi, dengan kerja tim pembagian job-job tersebut akan membantu kinerja dan tentunya mengharuskan masing-masing individu sesuai dengan pembagian job untuk bekerja secara fokus dan income yang didapat akan dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama dalam satu tim. Income tersebut bersal dari komisi perlot transaksi dan bonus-bonus lain dari perusahaan misalnya allowen dan bounty. Adapun durasi kerja di PT.VIF Malang selama 24 jam penuh, karena juga mengikuti pasar global (Internasional) dengan waktu GMT. Sedangkan untuk waktu indonesia hanya ditentukan, yakni: a) Pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB, untuk staf perusahaan dan asisten manajer (Asmen), dengan waktu istirahat pukul 12.00 WIB- 13.00 WIB. b) Pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB, untuk selain staf dan asmen, misalnya broker (trader) dan marketing, dengan waktu istirahat pukul 12.00-13.00 WIB. c) Hari sabtu dan minggu libur karena mengikuti open-close pasar global (dunia), yakni: Amerika, Eropa dan Asia. 77 B. Paparan dan Pembahasan Data Hasil Penelitian 1. Mekanisme Transaksi Forex di PT. VIF a. Forex Pada Pasar Berjangka Perdagangan valuta asing atau lebih dikenal dengan istilah Forex , merupakan perdagangan mata uang US Dollar terhadap hampir semua mata uang dunia lainnya. Adapun pengertian Forex itu sendiri ada berbagai pendapat. Investasi forex adalah menempatkan suatu dana yang dikelola dalam investasi forex dimana investasi mengharapkan tingkat gain yang sudah di rencanakan (Wawancara dengan Roy Febrianto. Senin, 24 November 2008,13:25-14:25 w.i.b) Forex menurut saya adalah investasi modern yang lebih spesifiknya adalah sebuah perdagangan nilai mata uang asing yang mempunyai kelebihan lavarage/ nilai daya ungkit dari nilai nominal keuntungan atau kerugian maksudnya adalah ada nilai lain. Maksudnya, two way opportunity yaitu dua jalan peluang (Wawancara dengan Imam M. Muslim. Senin, 24 November 2008, 10:35-12:25 w.i.b). Investasi: khususnya forex margin trading adalah sistem perdagangan komoditi keuangan khususnya kurs valuta asing dengan menggunakan sistem margin atau jaminan sebagai alat transaksinya. Jadi, investasi di forex margin trading bertujuan mendapatkan keuntungan dari selisih fluktuasi harga mata uang (Wawancara dengan Yohanes. Senin, 24 November 2008, 12:25-13:25 w.i.b). Dari pengertian tersebut di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa investasi forex adalah investasi atau perdagangan nilai mata uang asing (valas) yang mengambil keuntungan dari selisih nilai jual atau selisih nilai 78 beli. Pedagangan forex merupakan perdagangan yang bersifat global dan diikuti oleh bank-bank internasional dan juga perusahaan - perusahaan internasional di seluruh dunia. Transaksi forex dilakukan selama 24 jam dalam sehari dan dilakukan secara berkesinambungan, dimulai dari hari Senin pukul 05.00 WIB sampai hari Sabtu pukul 05.00 WIB. Mulai dari pasar New Zaeland dan Australia yang berlangsung pukul 05.00 - 14.00 WIB, terus kepasar Asia yaitu Jepang dan Singapura yang berlangsung pukul 13.00 - 22.00, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 20.30 - 10.30 WIB (Budi 2008:35). Adapun mekanisme perdagangan forex sama seperti Perdagangan lainnya ada jual dan ada beli. Tetapi yang membedakan adalah perdagangan forex bisa jual terlebih dahulu tanpa harus membeli terlebih dahulu. Kenapa demikian, Karena dalam investasi forex yang kita transaksikan hanya berupa perubahan nilai dari mata uang valas tersebut. (perubahan nilai disini adalah perubahan naik dan turunnya running atau pergerakan nilai). Di samping itu forex merupakan perdagangan yang sangat liquid dalam artian pada harga apapun investor dapat membeli ataupun menjual valas akan dilayani dan diserap oleh bursa, hal ini bisa terjadi karena mekanisme bursa yang menjamin akan menyerap semua transaksi serta sifat liquid atas mata uang tersebut (karena semua partisipan membutuhkan valas tersebut). Hal ini berbeda dengan mekanisme pada bursa saham biasa, dimana investor akan membeli pada 79 level harga yang dikehendaki harus melakukan antrian beli terlebih dahulu dan belum tentu ada yang mau jual, demikian pula sebaliknya. Di PT. Victory International Futures, dalam bertransaksi forex, membagi mata uang yang akan diperdagangkan menjadi dua kriteria, yaitu : Mayor Currency : 1. Poundsterling terhadap US Dollar : GBP/UU$ 2. Euro terhadap US Dollar : EUR/UU$ 3. Australian Dollar terhadap US Dollar : AUD/UU$ 4. US Dollar terhadap Japaness Yen : US $/ JPY 5. US Dollar terhadap Swiss French : UU$/CHF 6. US Dollar terhadap Canada Dollar : UU$/CAD Cross Currency : 1. Poundsterling terhadap Japaness Yen : GBP/JPY 2. Poundsterling terhadap Swiss French : EUR/ CHF 3. Australian Dollar terhadap Japaness Yen : AUD/ JPY 4. Euro terhadap Japaness Yen : EUR/ JPY 5. Euro terhadap Swiss French : EUR/ CHF 6. Euro terhadap Poundsterling : EUR/ GBP 7. Swiss French terhadap Japanes Yen : CHF/ JPY 80 Sedangkan, penentuan quatition nilai tukar diklasifikasikan dalam 2 sistem, yaitu: 1. Direct Exchange Quatition Adalah mata uang negara lain yang diukur nilainya dengan US Dollar. Quatition ini disebut dengan American term dengan penulisannya sebagai berikut: GBP/US$ artinya 1 GBP = US$..... AUD/US$ artinya 1 AUD = US$..... Euro/US$ artinya 1 Euro = US$ ..... 2. Indirect Quatition Adalah mata uang US$ yang diukur nilainya dengan mata uang negara lain. Quatition ini disebut dengan European term dengan penulisannya sebagai berikut: US$/Yen artinya 1 GBP = US$..... Euro US$ 1.800 High 1.900 Low 1700 US$ Melemah Euro Menguat US$ Menguat Euro Melemah 81 US$/SWF artinya 1 AUD = US$..... US$/CAD artinya 1 Euro = US$ ..... Dalam melakukan investasi khususnya dalam Forex kita pasti memikirkan tentang untung dan rugi (Profit Loss). Maksudnya adalah perhitungan atas keuntungan dan kerugian yang akan kita peroleh dari bertransaksi forex ini. Adapun cara perhitungan Profit Loss yang diterapkan di PT. VIF adalah sebagai berikut: Direct Quatition Rumus: Contoh : Currency EUR/USD Transaksi Buy (New) 1 lot : 1.8880 Sell (Liquidation/Close) : 1.9880 Profit poin : 100 US$/Yen 108.0 High 110.0 Low 110.0 US$ Menguat Yen Melemah US$ Melemah Yen Menguat (Sell - Buy) x Contract Size x Lot (Commission x Lot) 82 Perhitungannya: = (1.888 1.988) x 100.000 x 1 ($ 50 x 1) = 0,0100 x 100.000 x 1 ($ 50) = $ 1000 50 = $ 950 Profit. Indirect Quatation Rumus : Contoh: Currency USD/JPY Transaksi Buy (New) 1 lot : 115.00 Sell (Liquidation/Close) : 117.50 Profit poin : 250 Perhitungannya: ($50 1) 117.50 (117.50 115.00) 100.000 1 x x x = ($50) 117.50 250.000x1 = $2128 - $50 = $ 2078 ( ) Pr ( ) CommisioxLot Liquid ice Sell Buy xContractsizexLot 83 Perdagangan Berjangka Komoditi (Forex adalah termasuk bagian dari PBK) oleh pemerintah diatur dalam UU No. 32 Tahun 1997 Tanggal 5 desember 1997. Dalam Fitriasari, 2007 perdagangan berjangka berdasarkan dalil dari Hadits Nabi, serta pendapat para ulama fiqih, tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syari ah Islam (muamalah). Adapun dalil yang berkaitan dengan perdagangan berjangka komoditi adalah sebagai berikut, (Dalam Kitab Al-Bai Bab As-Salam, Riwayat Muslim no 3011) : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a Rasulullah datang pada saat orangorang melakukan salam, kemudian Rasulullah bersabda pada mereka barang siapa yang melakukan salam maka hendaknyan ia melakukan salam hanya dalam ukuran dan timbangan yang diketahui (resmi) (Hadits Riwayat Muslim, 3011). Perdagamgan Berjangka Komoditi menurut sebagian ulama tidak dibenarkan karena bertentangan dengan kaidah umum yaitu tentang obyek transaksi harus nyata. Namun, menurut Ibnu Taimiyah larangan menjual barang yang belum ada tersebut bukan karena tidak adanya barang itu, melainkan karena karena tidak jelas apakah barangnya nanti dapat diserahkan ataukah tidak. Apabila barangnya belum ada, tetapi ada jaminan dapat diadakan atau diserahkan kemudian, maka transaksi 84 tersebut dalam suatu perdagangan diperbolehkan. (http//www.swisscash.biz/web/.....) Dalam sistem hukum islam perdagangan berjangka (Forex) dapat dianalogikan dengan bay al-salam ajil bi ajil. Bay al-salam dapat diartikan sebagai Al-salam atau al-salaf adalah bay ajl bi ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahannya dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi iyah dan Hambaliyah mendefinisikannya dengan akad atas komoditas jual-beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad . (http://lusiana forex. Blogspot.com) Perdagangan berjangka yang dikembangkan pada masyarakat kontemporer atau modern mendapat dukungan kaidah fiqih, utamanya dari sisi istihsan dan atau mashalikul mursalah, yaitu tuntutan kebutuhan ekonomi modern (perdagangan) dan perlindungan para petani (masyarakat). Perdagangan Berjangka Komoditi tidak mengandung halhal yang bertentangan atau dilarang oleh Syari at Islam. Dalam perspektif fiqih kontemporer terhadap masalah bursa komoditi dan bursa berjangka tidak terlepas dari prinsip-prinsip syari ah dalam jual-beli sebagaimana dapat disimpulkan dari pendapat para 85 ulama dalam kitab-kitab fiqih seperti M. Rifa i dalam khifayatul akhyar (184) dan Wahbah az-zuhaili dalam al-fiqhul-ialami wadillatuhu yaitu sebagai berikut: 1) Pada dasarnya diperbolehkan transaksi jual-beli sebagai salah satu sarana yang baik dalam mencari rizki (al-Baqarah: 194, an-Nisa : 29). 2) Barang ataupun instrumen yang diperjualbelikan itu harus suci sehingga dilarang menjualbelikan barang najis dan haram seperti miras, narkoba, bunga bank ribawi (al-Maidah: 3,90). 3) Bermanfaat dan bermashlahat dengan adanya nilai guna bagi konsumen maupun pembeli surat tidak membahayakan. 4) Barang yang diperjualbelikan dapat diserahkan, baik secara langsung keseluruhan maupun secara simbolis. 5) Barang yang diperjualbelikan harus jelas keadaannya, sifatsifatnya, kualitasnya, jumlah atau satuannya dan karakteristik lainnya. 6) Penjual dan pembeli berhadapan langsung untuk melakukan ijabqobul . Namun berdasarkan prinsip masalah dan kebutuhan serta merespons perkembangan zaman, maka hal itu dapat diwakili paper trading yang menampilkan dokumen dagang berupa kertas maupun elektronik trading/ e Commerce yang menampilkan data komputer dan data elektronik lainnya (paperler trading) kedua 86 media tersebut subtansinya menunjukkan sifat barang, mutu , jenis jaminan, atas kebenaran data dan dokumen surat bukti kesempatan transaksi (dealing). 7) Transaksi dilangsungkan atas dasar saling suka rela (antarodhin). Kesepahaman dan kejelasan (an-Nisa : 29). 8) Tidak ada unsur penipuan maupun judi (gambling) (al-Baqarah: 278, al-Ma idah: 90). 9) Adil, jujur dan amanat (al-Baqarah: 278). Dengan demikian, beberapa hal harus dijadikan pedoman dalam konteks ini adalah menghindari unsur spekulasi yang cenderung berifat gambling (judi), data dan informasi komoditi yang jelas baik yang menyangkut satuannya, kualitasnya, kriterianya, jenisnya dan sifatsifatnya serta harga dan penyerahannya, dan juga adanya antarradhin oleh keduanya, nilai guna yang membawa maslahat pada komoditi dan tidak membahayakan. b. Mekanisme Transaksi Forex di PT. VIF Bursa berjangka merupakan kegitan jual-beli mata uang (forex) yang paling mendekati pasar yang bersaing sempurna. Para pelaku pasar bebas keluar masuk pasar sesuai pertimbangan rasionalnya untuk kepentingan bisnis mereka. Semua pihak memiliki kedudukan yang sama, karena harga yang terjadi di dalam pasar benar-benar mencerminkan 87 kekuatan permintaan dan penawaran yang sebenarnya. Untuk mewujudkan mekanisme pasar yang transparan dan kemungkinan terjadinya persaingan yang bebas, mekanisme transaksi yang jelas antar pelaku pasar sangat diperlukan. Secara sederhana mekanisme transaksi di bursa dapat digambarkan yaitu penjual dan pembeli bertemu di lantai bursa dengan sistem transaksi lewat layar monitor (trading screen atau price quotation board) yang digunakan untuk mengetahui harga -harga kontrak berjangka. Sekilas, sistem perdagangan itu agak rumit, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Semua proses perdagangan telah melewati proses perdagangan, keteraturan sistem perdagangan itu akan diketahui. a) Proses Transaksi Forex di PT. VIF Proses transaksi atau perdagangan forex berawal ketika calon nasabah mendiskusikan tujuan yang diinginkannya dengan wakil pialang yang memiliki izin (terdaftar) di BBJ. Pada saat itu, selain penjelasan tentang risiko yang berhubugan dengan perdagangan berjangka, wakil pialang harus benar-benar mengetahui pihak-pihak keadaan calon nasabahnya. Langkah berikutnya adalah membuka rekening setelah calon nasabah menyadari risiko yang dihadapi dan memenuhi persyaratan tertentu. Kemudian nasabah menandatangani beberapa dokumen legal mengenai tanggung jawabnya terhadap perusahaan yang bersangkutan. 88 Adapun persyaratan membuka rekening adalah sebagai berikut: a. Untuk perorangan terdiri dari: 1) Foto kopi kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) 2) Foto kopi No. Rekening bank bersangkutan (bank client). b. Untuk perusahaan terdiri dari: 1) Fotokopi kartu identitas (KTP/SIM/Paspor). 2) Foto kopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). 3) Foto kopi akte pendirian perusahaan dan perubahannya yang telah disetujui kementrian kehakiman. 4) Foto kopi No. Rekening bank (bank client). Sebelum membuka rekening atau melaksanakan transaksi kontrak berjangka, pialang wajib: a) Memberitahu dan menjelaskan keterangan perusahaan yang tercantum dalam dokumen keterangan perusahaan, risiko yang dihadapi dalam dokumen pemberitahuan adanya risiko, dan isi perjanjian pemberian amanat yang isi dan bentuknya ditetapkan BAPPEBTI. b) Memberikan informasi yang jelas dan tidak menyesatkan tentang prosedur perdagangan berjangka. c) Menjelaskan isi kontrak berjangka sesuai dengan yang ditransaksikan nasabah. 89 d) Menerima dokumen seperti disebutkan pada butir 1 yang telah ditandatangani dan diberi tanggal nasabah, seperti tanda bukti telah mengerti, serta telah menyetujui isi dokumen dan prosedur transaksi kontrak berjangka. Untuk rekening yang sudah dibuat, konfirmasi tertulis di semua transaksi harus dikirim ke nasabah. Untuk setiap penempatan amanat atau perintah bertransaksi, nasabah harus menempatkan margin. Setiap harinya margin itu di debet atau dikredit setelah berakhirnya transaksi (marking to the market). Nasabah juga harus menjaga jumlah minimum margin (margin maintenance) di dalam rekeningnya. Jika terjadi kerugian dalam transaksi dan dana di rekening nasabah menambah dananya untuk memulihkan rekening ke tingkat initial margin. Permintaan dana tambahan tersebut disebut margin call. Berikut merupakan flow cart pembukaan rekening (account) di PT. VIF. 90 Gambar 4.3 Flow Chart Pembukaan Account Sumber: PT. Victory International Futures Ket: - Investor membuka account dan melakukan transfer dana atas nama PT. VIF pada rekening tersebut di atas. - Bukti transfer tersebut dikirim/fax kepada PT. VIF. - Investor akan mendapatkan account number dan setiap hari akan dikirim statemen trading (rekening koran) yang berisikan posisi keuangan investor. - Setelah mendapatkan account number, investor dapat melakukan transaksi. Pada PT. VIF Kantor cabang Malang setelah client atau nasabah membuka rekening, maka sudah dapat memulai transaksi di posisi beli (buy) atau jual (sell). Bank Account: 1. BCA (Cab. Veteran - Surabaya) Account : Rupiah Account Name: VIF A / C No : 0101.61.6699 2. BCA (Cab. Veteran - Surabaya) Account : US $ Account Name : VIF A / C No : 0101.61.2588 Account Number Bukti slip transfer dari investor ke Account PT. VIF VIF Chanel Investor 91 Gambar 4.4 Posisi beli (buy) atau jual (sell). Sumber: PT. Victory International Futures Setelah proses pembukaan rekening dan telah mendapatkan account number maka client/investor dapat melakukan transaksi sendiri atau melalui agen/ broker/ trader yang sudah ditunjuk oleh client. Proses kewenangan untuk mengambil keputusan ada 2 macam, yaitu: a. kewenangan ada pada pada client untuk mengambil keputusan dan broker hanya sebagai perantara jual beli di bursa. b. Kewenangan ada pada client dan memberikan kuasa perdagangan untuk mengambil keputusan pada broker. b) Contrak Size Forex di PT. VIF Dalam pasar berjangka, khususnya forex yang ada di PT. VIF Kantor Cabang Malang memiliki prosedur seperti yang dijelaskan diatas, 92 maka forex juga memiliki contrac size. Adapun contrac size forex adalah sebagai berikut: a) Contrak Size Major Currency : Mata uang Euro = 100.000 Mata uang Pounsterling = £ 100.000 Mata uang Australian Dollar = Aud 100.000 Mata uang Japaness Yen = $ 100.000 Mata uang Swiss French = $ 100.000 Mata uang Canada Dollar = $ 100.000 Cross Currency : Euro/ CHF = 100.000 Euro/ JPY = 100.000 Euro/ GBP = 100.000 Poundsterling/ CHF = £ 100.000 CHF/ JPY = CHF 100.000 AUD/ JPY = AUS$ 100.000 Adapun syarat atau ketentuan yang harus dilakukan oleh client atau investor untuk bisa bertransaksi forex di PT. VIF adalah sebagai berikut: 93 1. Minimum pembukaan account sebesar US$ 10.000 dengan 2 pilihan rate, yaitu: a. Floating rate, yaitu mengikuti harga USD terhadap rupiah yang berlaku sat ini. b. Fixed rate, yaitu menggunakan rate tetap dengan pilihan, yaitu: Rp. 6000,-/US$ 1 atau 10.000,-/US$ 1. 2. selisih point dan komisi spread : Minimum selisih 6 point. Komisi : USD 50 per lot settlement. 1 Lot : $ 1000 2. Penerapan Manajemen Risiko Pada Forex Trading di PT. VIF Forex merupakan salah satu investasi yang bersifat high risk dan high return. Dana disini bisa dengan mudah bertambah (profit) dan juga bisa dengan mudah berkurang (loss). Manajemen risiko dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisasi adanya risiko-risiko yang terjadi dalam dunia investasi. Adapun pengertian manajemen risiko itu sendiri ada berbagai pendapat. Manajemen risiko pada Forex yaitu pengelolaan risiko agar dalam investasi maksimal risiko dapat dihilangkan, dan minimal tidak ada risiko yang terlalu besar (minimalisasi risiko) (Wawancara dengan Imam Bukhari Muslim. Rabu, 23 Desember 2008, 10:10-12:00 w.i.b) 94 Manajemen risiko pada Forex adalah suatu tekhnik matematis dimana suatu bentuk pengelolaan ketidak pastian dari fluktuasi market. Dan bisa juga diartikan sebagai suatu sistem pengelolaan manajemen risiko untuk meminimalis risiko yang ditimbulkan dari suatu bisnis atau investasi ataupun juga fluktuasi (Wawancara dengan Roy Febrianto. Rabu, 23 Desember 2008, 12:10-12:40 w.i.b) Manajemen risiko pada Forex merupakan usaha mengatur bagaimana risiko yang dihadapi kecil tetapi dengan hasil yang besar, mengarahkan risiko untuk dihilangkan atau minimalisasi (Wawancara dengan Yohanes Setiawan. Rabu, 23 Desember 2008, 12:40 -13:15 w.i.b) Dari pengertian tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa Manajemen Risiko adalah bagaimana kita dapat mengendalikan Risiko yang kita tanggung atau bagaimana meminimalisasi Risiko tersebut. Karena sebuah investasi apapun jenisnya, memiliki risiko selain juga profit yang diharapkan. Sedangkan pengertian dari risiko itu sendiri bisa diartikan sebagai berikut: Risiko adalah sesuatu yang ditimbulkan akibat dari berinvestasi, risiko itu ada 2, risiko loss dan risiko profit. Investasi bisa dikatakan berhasil apabila kita bisa memanajemen risiko tersebut (risiko loss/ risiko profit) (Wawancara dengan Wisnu W Nugroho. Senin, 21 Desember 2008, 15:00-16:00 w.i.b) Adapun pengertian tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa risiko merupakan hal yang melekat dari seseorang yang ingin berinvestasi. Sesuatu melekat ini maksudnya adalah jika seseorang sudah memilih untuk berinvestasi maka risiko pasti akan dihadapi, entah itu risiko profit 95 atau loss. Risiko profit ini sudah pasti artinya adalah kita mendapatkan keuntungan sedangkan Risiko loss ini bisa berupa kehilangan sebagian atau seluruh dana yang kita investasikan entah dalam waktu yang lama atau bahkan juga dalam waktu yang singkat. Risiko dalam dunia investasi sangat beragam, dan setiap orang yang masuk dalam dunia investasi khususnya forex harus siap menghadapi risiko tersebut dengan strategi yang dimilikinya. Risiko yang ada dalam dunia investasi forex ini sangat beragam dan risiko itu dibedakan menjadi 3, yaitu risiko market (pergerakan harga), risiko yang ditimbulkan oleh manusia sendiri (human error) dan risiko yang tidak bisa diantisipasi (force majeur) seperti bencana alam, kebakaran , banjir dan lain sebagainya (Wawancara dengan Wisnu W Nugroho. Rabu, 23 Desember 2008, 13:00-13:40 w.i.b) Dalam investasi forex ini risiko yang dihadapi hanyalah investasi market yaitu pergerakan harga (harga naik dan harga turun), dimana risiko seperti human error (seperti gagal bayar, dananya dibawa lari, perusahaan liquid) hal ini sudah diminimalisir dengan adanya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Sedangkan risiko (force majeur) seperti bencana alam, banjir, kebakaran dan lain sebagainya itu merupakan risiko yang sulit untuk diprediksi. Adapun aplikasi manajemen risiko yang ada di PT. VIF yang diberikan kepada para client (investor) selaku commision house adalah sebagai berikut: 96 1) Pertama kali yang diajarkan adalah mengenai risiko dibidang forex ini. 2) Cara-cara mengantisipasi risiko dengan analisa tekhnikal dan fundamental (beserta indikatornya) dan juga manajemen dananya. 3) Client (investor) akan diajarkan menggunakan sistem yang automaticly (META 4) secara Online Trading, dimana dengan menggunakan sistem ini mereka bisa mengantisipasi risiko sesuai dengan tekhnik atau sesuai dengan investor inginkan. Jadi, sistem automaticly ini tidak akan mengganggu aktivitas investor, karena manajemen risiko yang telah diterapkan dalam sistem ini bisa membatasi kerugian. Jadi, tidak melebihi dari kerugian yang telah disepakati. 4) Mengadakan pelatihan (training) khusus investor. Disini investor akan diberikan pelatihan berhubungan dengan manajemen risiko dan tekhnik-tekhniknya untuk menghadapi market, dibantu oleh para trader yang sudah berpengalaman dibidangnya. Pelatihan ini akan terus dilakukan sampai client tersebut bisa bertransaksi sendiri. Adapun fungsi dari broker sendiri hanya sebagai mediator para investor untuk melakukan transaksi (penasehat). Sebelum para investor atau trader melakukan transaksi forex, mereka dianjurkan untuk melakukan analisa. Analisa yang digunakan adalah analisa teknikal dan analisa fundamental. Adapun pengertian dari analisa teknikal ini adalah menganalisa berdasarkan histori. 97 Analisa teknikal mendasarkan analisanya dengan perhitungan matematis (biasanya menggunakan data statistik) dan menggunakan grafik (chart) itu sebabnya pelaku analisa teknikal biasa disebut chartist sebagai senjata utamanya (Wawancara dengan Roy Febrianto, Rabu 23 Desember 2008, 13:00-13:40 w.i.b) Analisis teknikal ini pada prinsipnya mendasarkan pada kilas balik atas kronologi kejadian atas harga dan volume perdagangan histories, melihat arah kecenderungan harga, dan menganggap adanya pola yang dapat keselarasan tertentu antara aktivitas para investor dan tindakan pasar (Budi 2008:125). Sedangkan, analisa fundamental adalah Analisa yang mengambil pendekatan berdasarkan berita (berita-berita ekonomi) ataupun rumor yang beredar di pasar, seperti: CPI (Consumer Price Index), tingkat inflasi, tingkat pengangguran serta harga minyak dunia dan juga peristiwa-peristiwa besar seperti pidato kenegaraan atau perang. Analisa teknikal dan fundamental adalah di ibaratkan sebagai kacamata kita. Kaca mata ini dalam artian adalah cara kita untuk merespon atau melihat kondisi market yang ada dan manajemen risiko itu adalah suatu fasilitas unrem dimana kita bisa mengerem suatu kerugian. Dengan alasan tekhnikal dan fundamental itu kita bisa menganalisa manajemen risiko mana yang baik untuk sistem transaksi mereka masing-masing (Wawancara dengan Roy Febrianto. Rabu, 23 Desember 2008, 13:00-13:40 w.i.b) Dalam transaksi forex perlunya analisa tekhnikal ataupun fundamental untuk menentukan posisi (buy or sell) dan juga panduan kita melaksanakan manajemen risiko. Karena tanpa menggunakan analisa 98 tersebut maka mustahil bagi seorang investor untuk melakukan transaksi meskipun seandainya melakukannya, itu merupakan kegiatan gambling (perjudian) karena posisi ini diambil dengan asal-asalan tanpa adanya analisa atau tekhnik yang matang. Di dalam manajemen risiko sendiri sebetulnya ada tambahan analisis lagi dan analisis ini bisa dibilang analisis baru yang disebut dengan indicator. Analisis ini digunakan untuk lebih mempermudah memprediksi kemungkinan atau kecenderungan harga akan bergerak (bergerak keatas (buy) atau bergerak kebawah (sell)). Indicator adalah tekhnik analisa menggunakan data statistikal dimana analisis ini merupakan teknik analisa terbaru (Wawancara dengan Roy Febrianto. Rabu, 23 Desember 2008, 13:00-13:40 w.i.b) Sebenarnya yang dimaksud dengan menggunakan data statistikal disini adalah lebih kepada penggunaan sistem automaticly (META 4) yang ada di PT.VIF. Jadi, indicator ini fungsinya adalah untuk membantu mempermudah para trader dan para investor untuk melakukan transaksi forex dan juga sebagai dasar untuk mengambil keputusan buy atau sell. Di dalam indicator ini sendiri ada 40 teknik analisa yang bisa dipergunakan trader untuk melakukan analisis market, tetapi tidak semua indicator bisa digunakan. Biasanya, penggunaan indicator ini sendiri disesuaikan dengan karakteristik market dan juga tergantung dari trader sendiri karena karakteristik dari masing-masing trader dalam melakukan transaksi itu 99 berbeda-beda. Di PT. VIF indicator yang sering dipergunakan oleh trader diantaranya adalah Moving Average, Stock Kastik, Fibonacci Petracement, Bollinger Bands dan Parabolic SAR. Adapun pengertian dari masing-masing indicator ini adalah sebagai berikut: Gambar 4.5 Cart Indicator-Indicator Sumber: PT. Victory International Futures Ket: : Moving Average : Bollinger Bands : Stochastic Oscillator : Fibonacci Retracement : Parabolic Sars 100 1. Mov ing Av erage: Arti dari MA sendiri adalah pergerakan rata-rata. Jadi, dengan menggunakan indikator ini kita bisa mencari pergerakan atau nilai rata-rata histori. Maksudnya adalah indikator ini menganalisis pergerakan harga melalui data history (periode kebelakang). Misalnya: 14 -100 candle kebelakang, karena karakteristik dari MA ini sendiri adalah semakin lama atau semakin panjang periode yang di analisa maka tingkat faliditasnya akan semakin tinggi. Cara bacanya adalah ketika ada harga tertembus oleh MA secara berulang-ulang maka harga tersebut akan berkecenderungan kembali pada harga semula (jual atau beli). 2. Stochast ic Oscillator: jika di cart dia mewakili pergerakan harga itu sendiri sedangkan Pergerakan Stock Kastik ini merupakan penggambaran dari pergerakan emosional atau pergerakan keinginan para pelaku pasar . adapun cara membacanya adalah: ada dua garis yang mewakili emosional para pelaku pasar, warna biru dan warna merah putus-putus. 1. - Jika garis hijau berada di bawah garis merah putus-putus itu menunjukkan adany sinyal sell. - Jika garis hijau berada di atas garis merah putus-putus itu menunjukkan adany sinyal buy. 101 2. Dilihat dari angka 80-20: - Jika garis hijau/ dan garis merah putus-putus berada dibawah 20 berarti posisi jenuh jual. - Jika garis hijau/ dan garis merah putus-putus berada dibawah 80 berarti posisi jenuh beli. 3. Fibonacci Retracement: Dalam Fibonacci ini untuk menentukan tariff Fibo trader memiliki kesenangan tersendiri atau ciri-ciri tersendiri misalkan trader Daniel dia menentukan tarif Fibo (prediksi perhitungan) adalah mengaca pada I hari yaitu kamaren dan sekarang. Caranya adalah kita melihat dulu kondisi running harga sekarang berada dimana, dia lebih cenderung ke low atau highnya. Jika, lebih dekat ke low kita tarik garis Fibonaccinya dari bawah ke yang paling atas. Fungsi dari Fibonacci ini adalah untuk menentukan posisi atau mengambil keputusan jual atau beli dan juga sebagai panduan kita keluar market menutup posisi. 4. Bollinger Bands: asal kat dari Bollinger bounds artinya adalah harga terpantul. Cara membacanya hamper sama seperti MA, jika garis menembus middle bands (garis tengah) jika dari atas ke bawah maka harga akan bergerak kebawah dan jika dari bawah ke atas maka harga akan bergerak ke atas. Di bollinger bands ini ada tiga garis biru, garis biru atas namanya up perbands, garis biru tengah namanya middle bands dan garis biru bawah namanya lower bands. Kecenderungannya adalah 102 ketika harga menyentuh up perbands maka dia akan kembali menyentuh middle bands. 5. Parabolic Sars: Dasarnya sama seperti MA, kita bias melihat trend tergantung dimana PS ini berada. Jika PS berada di bawah harga running berarti trend akan cenderung naik dan Jika PS berada di atas harga running berarti trend akan cenderung turun. Dalam penggunaan indicator ini untuk dasar pengambilan keputusan biasanya antara 3 atau 4 indicator saja dan dalam setiap transaksi masingmasing orang atau investor memakai indicator yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik pemakainya. Sebenarnya adanya indikator ini tidak mutlak 100% bisa menghilangkan risiko Cuma dari situ risiko bisa dikelola dengan baik berdasarkan dengan metode yang dipakai. Menurut masing-masing trader yang peneliti tanyakan keakuratan dari pemakaian indicator ini adalah 70% sampai dengan 80%. Berkaitan dengan analisis teknikal dan fundamental yang telah diterangkan di atas. Adanya analisis tersebut membantu kita untuk mengambil keputusan bertransaksi jual atau beli. Setelah keputusan jual atau beli selesai, kita masih dihadapkan pada risiko karena perubahan market tadi (buy or sell). Seandainya terjadi risiko yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan (risiko rugi), kita perlu melakukan yang namanya manajemen risiko. Manajemen risiko disini meliputi Cut loss, Switching, 103 Locking, Averaging ataupun stop loss dan take profit. Adapun pengertian dari masing-masing manajemen risiko tersebut adalah sebagai berikut: 1. Cut loss: Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Contoh: Jika kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.7080. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.7090 sehingga kita memperoleh untung. Tapi, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun dari 1.7080 menjadi 1.7070 dan masih menunjukkan tendensi turun. Daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian -10 point (1.7080 menjadi 104 1.7070 = -10 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar. 2. Switching : Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar. Contoh: Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, Kita membuka sebuah posisi baru 1.7080 dengan Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Ternayata harga berbalik ke atas mencapai level 1.7090, dengan demikian kita mengalami loss sebesar -10 point. Setelah itu kita masuk kembali mengikuti running pasar dengan Buy Open diposisi 1.7090 sebesar 2 lot, hasilnya running pasar terus naik mencapai level 1.7120 dan secara otomatis kita memperoleh profit sebesar 60 poin. Adapun perhitungan profitnya adalah sebagai berikut: Loss 1.7090 1.7080 = 10 poin. 105 Profit 1.7120 1.7090 = 30 poin x 2 lot = 60 poin. Jadi, keuntungan dari transaksi di atas adalah 60 - 10 = 50 poin. 3. Locking : Manajemen risiko ini sering dilakukan pada saat kita dalam keadaan floating profit/loss. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian atau keuntungan tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama. Sistem ini sering juga disebut dengan hedging position. Contoh 1: Kita bertransaksi GBP/ USD dengan membuka posisi buy di harga 1.7080 ternyata harga turun ke 1.7060, di posisi buy ini kita sudah loss sebanyak 20 poin. Di harga 1.7070 kita masuk lagi dengan posisi sell dan ditutup dengan di harga 1.7040 dan di posisi yang kedua ini kita profit sebanyak 30 poin. Contoh 2: Kita bertransaksi GBP/ USD dengan membuka posisi buy di harga 1.700 ternyata harga turun ke 1.7060, di posisi buy ini kita sudah loss sebanyak 20 poin. Di harga 1.7060 kita masuk lagi dengan posisi sell. Jadi, meskipun running itu berjalan kemanapun kerugiannya kita tetap 106 -20 poin, posisi itu terjadi karena dititup oleh posisi yang kedua. Dalam Locking ini kita melakukan transaksi sebanyak 2 kali, beda dengan switching yang mengcut loss posisi yang sudah rugi baru masuk lagi ke pisisi berlawanan. 4. Averaging : Adapun pengertian dari manajemen risiko ini sendiri adalah Suatu tindakan mengulangi posisi yang sama pada saat kita dalam keadaan floating loss, dimana posisi pertama dibiarkan terbuka. Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar. Contoh: kita bertransaksi GBP/ USD di harga 1.7090 dengan Open buy sebanyak 1 lot, pada saat harga turun, kita open position lagi dengan open buy di harga 1.7080 sebanyak 2 lot karena kita yakin posisi ini akan naik kembali . ternyata harga masih tetap turun, kita ambil posisi lagi open buy diharga 1.7050 dengan menambah lot lagi sebanyak 3 lot. Waktu harga 107 naik menjadi 17080 kita dapat melikuidasi ketiga posisi tersebut. Dengan demikian, perhitungannya adalah: 1. 1.7090 harga turun ke 1.7080 = - 10 poin 2. 1.7080 harga turun lagi ke 1.7050 = - 30 x 2 lot = -60 poin 3. 1.7050 harga naik ke 1.7080 = profit 30 x 3 lot = 90 lot Jadi, keuntungan dari transaksi di atas adalah ( -10 + -60) + 90 = 20 poin. Adapun manajemen risiko yang sering dipakai di PT. VIF adalah pemasangan stop loss dan take profit. Adapun pengertian dari stop loss adalah ketika kita memesan harga tertentu seandainya running menyentuh harga tersebut maka posisi kita akan tertutup secara otomatis dengan posisi rugi, adapun kelebihannya adalah kita bisa membatasi kerugian. Sedangkan pengertian dari take profit adalah memesan suatu harga tertentu, maka pada suatu saat jika harga tersebut bergerak dan kemudian menyentuh harga yang kita pesan maka akan tertutup secara otomatis dengan posisi profit dan kelebihannya adalah kita mempunyai target keuntungan tertentu. Investorpun yang ingin bertrading di PT. VIF selalu ditekankan adanya stop loss dan take profit karena dengan memasang stop loss dan take profit bisa mencerminkan ketenangan dan hal itu juga menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Misalnya mati lampu dan hal itu adalah langkah yang paling mudah dan aman dalam melakukan manajemen risiko dan juga merupakan salah satu manajemen risiko yang paling digemari oleh 108 investor, karena dengan melakukan stop loss dan take profit tersebut maka kerugian dan keuntungan yang kita peroleh bisa dibatasi dan hal itu juga merupakan salah satu etika berinvestasi di bidang ini karena dengan membatasi kerugian dan keuntungan kita akan terhindar dari sifat serakah. Dalam paradigma ekonomi Islam, risiko dipandang sebagai hal yang positif. Risiko usaha dikaitkan dengan konsep keadilan dimana setiap hasil keuntungan usaha harus dihasilkan dari keterlibatan didalam menghadapi risiko usaha. Hasil usaha yang tidak memiliki kaitan dengan keterlibatan menghadapi risiko usaha dianggap tidak mencerminkan keadilan (WWW.econis-alghani.com). Tapi, yang menjadi masalahnya disini adalah seberapa besar kita harus mananggung risiko (loss), sedangkan dalam segala usaha kita menginginkan hal yang terbaik. Manajemen risiko adalah mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat, dan tuntas agar mendapat hasil yang optimal, hal ini juga merupakan hal yang disyariatkan dalam Islam. Dalam ajaran islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teratur. Prosesnya harus diikuti dengan baik. Karena sesuatu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Hal ini merupakan prinsip utama dalam ajaran islam (Didin, dan Hendri, 2003;1). 109 Rasulullah SAW. Bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tabrani, Manajemen Syariah Dalam Praktik, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003): Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan, dilakukan secara Itqan (tepat, terarah, jelas dan tuntas) (HR. thabrani) Arah pekerjaan yang jelas, landasan yang mantap, dan cara mendapatkannya yang transparan merupakan amal perbuatan yang dicintai Allah SWT. Karena sebenarnya manajemen adalah mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat, dan tuntas merupakan hal yang disyariatkan dalam ajaran Islam. Sama halnya dengan seorang investor, yang melakukan manajemen risiko terlebih dahulu sebelum melakukan trading, adapun tujuannya untuk memprediksi harga dengan tepat agar memperoleh hasil yang optimal. Seperti dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Abi Ya la, Rasulullah bersabda, Manajemen Syariah Dalam Praktik, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003): Allah SWT. Mewajibkan kepada kita untuk berlaku ihsan dalam segala sesuatu (HR. Muslim) Kata Ihsan disini mempunyai arti melakukan sesuatu secara maksimal dan optimal . Tidak boleh seorang muslim melakukan sesuatu 110 tanpa perencanaan, tanpa adanya pemikiran, dan tanpa adanya penelitian atau analisa terlebih dahulu, kecuali sesuatu hal yang sifatnya emergency. Manajemen risiko ini sangat menentukan berhasil tidaknya sesuatu pengambilan keputusan investasi di bidang derivatif ini. Karena dengan analisis yang bagus maka investor akan percaya diri dan terbebas dari keragu-raguan. Maka kepastian ini, merupakan hasil dari analisis yang dilakukan, baik itu analisis tekhnikal ataupun fundamental. Islam juga melarang, ketika kita akan mengerjakan sesuatu hal, namun kita ragu. Karena sesuatu yang didasarkan pada keragu-raguan biasanya akan melahirkan hasil yang tidak optimal dan mungkin akhirnya tidak bermanfaat yang akan mengakibatkan kepada perbuatan maisir (ketidak pastian) dan gambling (judi). Dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Nasa I, Rasulullah SAW. Bersabda, Manajemen Syariah Dalam Praktik, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003): Tinggalkan oleh engkau perbuatan yang meragukan, menuju perbuatan yang tidak meragukan (HR Tirmidzi dan Nasa i). Proses-proses manajemen pada dasarnya adalah perencanaan segala sesuatu secara mantap untuk melahirkan keyakinan yang berdampak pada melakukan sesuatu sesuai dengan aturan atau metode serta memiliki manfaat. 111 Dengan melakukan analisis manjemen risiko terlebih dahulu, kita akan merasa yakin dengan keputusan yang kita ambil. Semua faktorfaktor yang akan berpengaruh terhadap harga dianalisis dan dengan melihat pergerakan pada grafik, investor dapat memprediksikan polapola dan trend yang sedang terjadi dan bagaimana kelanjutan dari trend tersebut. Dengan begitu kita akan mengetahui risiko-risiko yang akan kita hadapi, bagaimana cara meminimalkan risiko tersebut dan apa yang harus kita lakukan. Dalam Islam, juga menegaskan arti pentingnya proses berfikir sebelum bertindak atau belum mengerjakan sesuatu dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam hadits, Rasulullah bersabda, Manajemen Syariah Dalam Praktik, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003): Jika anda akan mengerjakan sesuatu, maka pertimbangkan akibatnya. Jika akan berakibat baik, teruskanlah pekerjaan tersebut. Tetapi sebaliknya, jika akan berakibat buruk, maka segera hentikan pekerjaan itu (HR Ibn Mubarak). Dalam manjemen risiko sendiri ada berbagai analisa yang harus ditempuh seperti halnya analisa teknikal dan fundamental dan ditambah lagi dengan adanya indikator-indikator. Sama halnya dengan perencanaan dalam Islam, dimana perencanaan dalam buku manajemen 112 syaria ah di artikan sebagai kegiatan awal dalam bentuk memikirkan halhal yang terkait dengan pekerjaan itu agar mendapat hasil yang optimal. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan perencanaan, antara lain: 1. Hasil yang ingin di capai. 2. Orang yang akan melakukan. 3. Waktu dan skala prioritas. 4. Dana (kapital). Begitu juga telah kita ketahui pada pembahasan manajemen risiko disitu dijelaskan bahwa analisis teknikal dan analisis fundamental saling membutuhkan. Karena untuk memprediksi berita-berita yang terjadi sampai pada respon pasar terhadap berita tersebut merupakan ruang lingkup analisa fundamental, sedangkan untuk kelanjutan setelah terbentuknya harga adalah tugas dari analisis tekhnikal dan indikatorindikatornya. Maka jelaslah bahwa dengan memanajemen risiko kita akan dapat memperkiraan hasil yang akan didapat, kapan melakukannya, dan risikonya. Dari penjelasan tersebut diatas, peneliti berkesimpulan bahwa adanya penerapan manajemen risiko di PT. VIF pada dasarnya telah sesuai dengan prinsip manajemen risiko Islam. Hal ini dapat dilihat dari langkah-langkah yang ditempuh oleh pihak PT. VIF dalam menanggulangi risiko yang mungkin terjadi dalam investasi forex. Hal ini 113 tidak bertentangan dengan syariat Islam selama manajemen risiko tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam (misalnya maisir dan gambling) yang hal itu sudah jelas merusak akad jual beli. Di dalam syari ah Islam adanya manajemen risiko tidak hanya memberikan artian bahwa memanage/ mengatur segala sesuatunya untuk memperoleh kesuksesan di masa yang akan datang tetapi juga memikirkan akibat yang akan ditimbulkan. Karena kesuksesan itu tidak hanya kita raih di dunia tetapi juga harus dipertanggung jawabkan kelak diakhirat. Adanya penerapan manajemen risiko di PT. VIF seperti cutt loss, switching, locking, averaging dan pemasangan stop loss dan take profit, hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko market dengan menganalisa terhadap risiko yang dapat menghambat keuntungan/ profit yang akan kita peroleh. Mengendalikan risiko juga ditempuh dengan cara pemasangan indicator, analisa ini digunakan untuk lebih mempermudah memprediksi kemungkinan atau kecenderungan harga akan bergerak hal ini juga ditempuh dalam rangka mengantisipasi risiko dan juga untuk menghindari tingkat loss yang tinggi. Dengan demikian tujuan yang hendak dicapai oleh pihak PT. VIF (dalam hal ini para investor) dalam menerapkan manajemen risiko untuk meminimalkan semua kemungkinan terjadinya kerungian/ loss, sehingga pada akhirnya tercapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya yaitu memperoleh keuntungan/ profit. Perihal pentingnya melakukan 114 perencanaan, sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah, (Departemen Agama RI, Al-Qur an dan Terjemahannya) sebagai berikut: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendalah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesunguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan . (QS. Al-Hasyr :18). Jelas sekali dalam ayat ini kita diperintahkan untuk merencanakan apa yang akan kita perbuat untuk masa depan, kita dianjurkan untuk berusaha menjaga kelangsungan hidup kita dengan memproteksi kemungkinan terjadinya kondisi yang buruk. Dan sangat jelas ayat diatas menyatakan bahwa dalam memanejemen segala sesuatunya tidak bertentangan dengan takdir, bahkan Allah menganjurkan adanya upayaupaya menuju kepada perencanaan masa depan yang baik. Misalnya kita dianjurkan untuk berinvestasi atau berMuamalah berarti dalam hal ini kita dianjurkan menjalankan tanggung jawab kita sebagai seorang muslim untuk mempersiapkan masa depan yang baik bukan hanya untuk kita sendiri tetapi juga untuk orang lain (keluarga). Perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan. Semakin baik perencanaan yang kita lakukan, maka hasilnyapun akan semakin baik. Begitu juga dalam investasi semakin tepat analisis yang digunakan, maka hasilnyapun akan optimal. 115 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Mekanisme transaksi forex di dapat digambarkan yaitu penjual dan pembeli bertemu di lantai bursa dengan sistem transaksi lewat layar monitor (trading screen atau price quotation board) yang digunakan untuk mengetahui running harga, dengan proses transaksi atau perdagangan forex berawal ketika calon nasabah mendiskusikan tujuan yang diinginkannya dengan wakil pialang/ commision house yang memiliki izin (terdaftar) di BBJ seperti PT. VIF. Pada saat itu, selain penjelasan tentang risiko yang berhubugan dengan perdagangan berjangka, wakil pialang harus benar-benar mengetahui pihak-pihak keadaan calon nasabahnya. Langkah berikutnya adalah membuka rekening setelah calon nasabah menyadari risiko yang dihadapi dan memenuhi persyaratan tertentu dan juga menandatangani beberapa dokumen legal mengenai tanggung jawabnya terhadap perusahaan yang bersangkutan. 2. Aplikasi manajemen risiko yang ada di PT. VIF yang diberikan kepada para client (investor) selaku commision house ada 2 kriteria, yaitu sebelum melakukan transaksi dan pada saat melakukan 116 transaksi. Pertama, sebelum investor melakukan transaksi adalah sebagai berikut: a. Pertama kali yang diajarkan adalah mengenai risiko dibidang forex ini. b. Cara-cara mengantisipasi risiko dengan analisa tekhnikal dan fundamental (beserta indikatornya) dan juga manajemen dananya. c. Client (investor) akan diajarkan menggunakan sistem yang automaticly (META 4) secara Online Trading, dimana dengan menggunakan sistem ini mereka bisa mengantisipasi risiko sesuai dengan tekhnik atau sesuai dengan investor inginkan. Jadi, sistem automaticly ini tid LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1: Jadwal Transaksi Forex Internasional. Lampiran 2: Daftar Wawancara Daftar Wawancara Untuk Roy Febrianto 1. Bagaimana perkembangan pasar berjangka pada saat ini? 2. Menurut bapak apa arti dari investasi dan keputusan apa saja yang mendasari seseorang untuk berinvestasi? 3. Menurut bapak apa arti risiko dalam investasi, khususnya investasi Forex? 4. Menurut bapak risiko apa saja yang mempengaruhi dalam berinvestasi, khususnya investasi Forex? 5. Menurut bapak apa yang dimaksud dengan investasi Forex? 6. Apa saja kelebihan yang ditawarkan olh investasi Forex? 7. Menurut bapak apa manajemen risiko itu? 8. Apa fungsi dari manjemen risiko itu. Khususnya dalam Forex trading? 9. Bagaimana aplikasi dalam bertransaksi Forex? 10. Aplikasi Manajmen risiko seperti apa yang diterapkan/ oleh PT. VIF dalam jika kita ingin masuk ke Forex Trading? . , 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar