Pengaruh Persepsi Konsumen Tentang Bioskop Matos 21 Malang Terhadap Keputusan Menonton

Admin

JUDUL SKRIPSI :PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN TENTANG BIOSKOP MATOS 21 MALANG TERHADAP KEPUTUSAN MENONTON






BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk terus berjuang
mempertahankan eksistensinya. Agar dapat terus bertahan maka tiap
perusahaan berlomba-lomba terus mencari solusi baru dalam menarik
minat konsumen. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk terus
melakukan perubahan baik secara internal dalam perusahaannya juga
secara eksternal melalui produk-produk dan jasa-jasa yang
ditawarkan.

Hiburan adalah gaya hidup yang menjadi kebutuhan primer
para remaja. Dengan strategi yang tepat mereka dapat membelokkan
remaja dari tempat konser musik atau pusat perbelanjaan menuju
bioskop dengan menghadirkan tontonan yang dapat dijadikan refleksi
dari kehidupan sebagian besar remaja itu.

Istilah persepsi adalah suatu proses aktivitas seseorang dalam
memberikan kesan, penilaian, pendapat, merasakan dan
menginterpretasikan sesuatu berdasarkan informasi yang ditampilkan
dari sumber lain (yang dipersepsi). Melalui persepsi kita dapat
mengenali dunia sekitar kita, yaitu seluruh dunia yang terdiri dari
benda serta manusia dengan segala kejadian-kejadiannya. Dengan
persepsi kita dapat berinteraksi dengan dunia sekeliling kita,
khususnya antar manusia. Dalam kehidupan sosial di dunia bisnis
tidak lepas dari interaksi antara konsumen dan produsen. Adanya
interaksi antar komponen yang ada di dunia bisnis menjadikan
masing-masing komponen (konsumen dan produsen) akan saling
memberikan tanggapan, penilaian dan persepsinya. Adanya persepsi
ini adalah penting agar dapat menumbuhkan komunikasi aktif,
sehingga dapat meningkatkan kapasitas bisnis. Persepsi adalah suatu
proses yang kompleks dimana kita menerima dan menyadap
informasi dari lingkungan. Persepsi juga merupakan proses psikologis
sebagai hasil penginderaan serta proses terakhir dari kesadaran,
sehingga membentuk proses berpikir. Persepsi seseorang akan
mempengaruhi proses pemilihan (minat) dan mendorong untuk
melaksanakan sesuatu (motivasi) mengkonsumsi.

Dari persepsi konsumen akan diketahui apakah persepsi
konsumen sudah sesuai dengan keinginan produsen atau justru
sebaliknya. Sehingga dengan persepsi konsumen nantinya produsen
dapat menerapkan strategi pemasaran.

Ries da Trout dalam Prasetijo (2005:67) mengatakan bahwa
Pemasaran adalah peperangan antar produsen untuk memperebutkan
persepsi konsumen. Karena pentingnya persepsi di benak konsumen,
sehingga bermacam-macam strategi dirancang perusahaan supaya
produknya bisa menjadi nomor satu dibenak konsumen.
Sehingga dalam dunia perbioskopan, sebagai pelaku pemasaran
(produser) harus bekerja ekstra keras agar dapat merubah aktifitas
menonton bioskop yang sebenarnya merupakan kebutuhan tersier
menjadi kebutuhan primer. Mereka dapat menggunakan berbagai
macam media promosi yang ada untuk mempengaruhi penonton agar
dapat “membeli” produknya. Membuat penonton butuh menonton
film adalah awal dari sebuah kesuksesan sebuah strategi pemasaran.

Movie theatre atau bioskop memang tempat yang selalu diminati
masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, sejak jaman dulu
hingga sekarang. Bayu Maitra menjelaskannya (hiburan dan wisata, 20
april, www.arthazone.com/)

Perkembangan bioskop di Indonesia ditandai dengan
munculnya bioskop konvensional. Sementara itu seiring dengan
serbuan film Hollywood, muncul jaringan bioskop berlogo 21 yang
terasa cukup menyemarakkan bisnis perbioskopan. Sementara bioskop
konvensional kini banyak yang gulung tikar, 21 tetap tegar karena
pasokan film-film Hollywood. (http://forum.kafegaul.com/). H
Djonny Syafruddin (kompas, 21 september 2006) Ketua Umum
Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (BPBSI), saat
ini setidaknya hanya 118 bioskop dengan 441 layar di Indonesia
yang masih bertahan.

Dengan adanya fenomena diatas dapat disimpulakan bahwa,
terdapat perubahan persepsi konsumen terhadap perbioskopan karena
adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa
seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak
senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung
bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya.

Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan
penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.
Konsumen yang dinamis dan interaksinya dengan aspek lain
dalam proses pengambilan keputusan dapat tercermin dari persepsi
konsumen. Keragaman ini menciptakan variasi dalam pemrosesan
informasi konsumen dan hasilnya setiap konsumen akan memiliki
perbedaan proses pengambilan keputusan pembelian produk.

Proses pengambilan keputusan konsumen didahului oleh tahap
pertama yaitu pengenalan kebutuhan (Kotler, 1996:250) Tahap ini
memberikan penjelasan bahwa manfaat terbesar yang dicari
responden dalam menonton film adalah untuk memperoleh hiburan.
Motivasi responden untuk menonton film di bioskop adalah
dikarenakan hobi atau kesenangan, sehingga ketika responden tidak
pergi menonton film di bioskop maka responden akan merasa biasa
saja.

Hubungan antara persepsi konsumen terhadap keputusan
pembelian adalah bahwasanya konsumen diasumsikan mampu
membuat peta pemikiran yang merupakan gambaran persepsi
konsumen. Persepsi konsumen terhadap suatu produk berpengaruh
pada perilaku pengambilan keputusan konsumen yaitu sebagai
penuntun dalam keputusan pemilihan objek hiburan.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mencoba melakukan
penelitian ini dengan judul “PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN
TENTANG BIOSKOP 21 MATOS MALANG TERHADAP
KEPUTUSAN MENONTON”



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk terus berjuang

mempertahankan eksistensinya. Agar dapat terus bertahan maka tiap

perusahaan berlomba-lomba terus mencari solusi baru dalam menarik

minat konsumen. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk terus

melakukan perubahan baik secara internal dalam perusahaannya juga

secara eksternal melalui produk-produk dan jasa-jasa yang

ditawarkan.

Hiburan adalah gaya hidup yang menjadi kebutuhan primer

para remaja. Dengan strategi yang tepat mereka dapat membelokkan

remaja dari tempat konser musik atau pusat perbelanjaan menuju

bioskop dengan menghadirkan tontonan yang dapat dijadikan refleksi

dari kehidupan sebagian besar remaja itu.

Istilah persepsi adalah suatu proses aktivitas seseorang dalam

memberikan kesan, penilaian, pendapat, merasakan dan

menginterpretasikan sesuatu berdasarkan informasi yang ditampilkan

dari sumber lain (yang dipersepsi). Melalui persepsi kita dapat

mengenali dunia sekitar kita, yaitu seluruh dunia yang terdiri dari

benda serta manusia dengan segala kejadian-kejadiannya. Dengan

persepsi kita dapat berinteraksi dengan dunia sekeliling kita,

khususnya antar manusia. Dalam kehidupan sosial di dunia bisnis

tidak lepas dari interaksi antara konsumen dan produsen. Adanya

interaksi antar komponen yang ada di dunia bisnis menjadikan

masing-masing komponen (konsumen dan produsen) akan saling

memberikan tanggapan, penilaian dan persepsinya. Adanya persepsi

ini adalah penting agar dapat menumbuhkan komunikasi aktif,

sehingga dapat meningkatkan kapasitas bisnis. Persepsi adalah suatu

proses yang kompleks dimana kita menerima dan menyadap

informasi dari lingkungan. Persepsi juga merupakan proses psikologis

sebagai hasil penginderaan serta proses terakhir dari kesadaran,

sehingga membentuk proses berpikir. Persepsi seseorang akan

mempengaruhi proses pemilihan (minat) dan mendorong untuk

melaksanakan sesuatu (motivasi) mengkonsumsi.

Dari persepsi konsumen akan diketahui apakah persepsi

konsumen sudah sesuai dengan keinginan produsen atau justru

sebaliknya. Sehingga dengan persepsi konsumen nantinya produsen

dapat menerapkan strategi pemasaran.

Ries da Trout dalam Prasetijo (2005:67) mengatakan bahwa

Pemasaran adalah peperangan antar produsen untuk memperebutkan

persepsi konsumen. Karena pentingnya persepsi di benak konsumen,

sehingga bermacam-macam strategi dirancang perusahaan supaya

produknya bisa menjadi nomor satu dibenak konsumen.

Sehingga dalam dunia perbioskopan, sebagai pelaku pemasaran

(produser) harus bekerja ekstra keras agar dapat merubah aktifitas

menonton bioskop yang sebenarnya merupakan kebutuhan tersier

menjadi kebutuhan primer. Mereka dapat menggunakan berbagai

macam media promosi yang ada untuk mempengaruhi penonton agar

dapat “membeli” produknya. Membuat penonton butuh menonton

film adalah awal dari sebuah kesuksesan sebuah strategi pemasaran.

Movie theatre atau bioskop memang tempat yang selalu diminati

masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, sejak jaman dulu

hingga sekarang. Bayu Maitra menjelaskannya (hiburan dan wisata, 20

april, www.arthazone.com/)

Perkembangan bioskop di Indonesia ditandai dengan

munculnya bioskop konvensional. Sementara itu seiring dengan

serbuan film Hollywood, muncul jaringan bioskop berlogo 21 yang

terasa cukup menyemarakkan bisnis perbioskopan. Sementara bioskop

konvensional kini banyak yang gulung tikar, 21 tetap tegar karena

pasokan film-film Hollywood. (http://forum.kafegaul.com/). H

Djonny Syafruddin (kompas, 21 september 2006) Ketua Umum

Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (BPBSI), saat

ini setidaknya hanya 118 bioskop dengan 441 layar di Indonesia

yang masih bertahan.

Dengan adanya fenomena diatas dapat disimpulakan bahwa,

terdapat perubahan persepsi konsumen terhadap perbioskopan karena

adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa

seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak

senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung

bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya.

Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan

penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.

Konsumen yang dinamis dan interaksinya dengan aspek lain

dalam proses pengambilan keputusan dapat tercermin dari persepsi

konsumen. Keragaman ini menciptakan variasi dalam pemrosesan

informasi konsumen dan hasilnya setiap konsumen akan memiliki

perbedaan proses pengambilan keputusan pembelian produk.

Proses pengambilan keputusan konsumen didahului oleh tahap

pertama yaitu pengenalan kebutuhan (Kotler, 1996:250) Tahap ini

memberikan penjelasan bahwa manfaat terbesar yang dicari

responden dalam menonton film adalah untuk memperoleh hiburan.

Motivasi responden untuk menonton film di bioskop adalah

dikarenakan hobi atau kesenangan, sehingga ketika responden tidak

pergi menonton film di bioskop maka responden akan merasa biasa

saja.

Hubungan antara persepsi konsumen terhadap keputusan

pembelian adalah bahwasanya konsumen diasumsikan mampu

membuat peta pemikiran yang merupakan gambaran persepsi

konsumen. Persepsi konsumen terhadap suatu produk berpengaruh

pada perilaku pengambilan keputusan konsumen yaitu sebagai

penuntun dalam keputusan pemilihan objek hiburan.

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mencoba melakukan

penelitian ini dengan judul “PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN

TENTANG BIOSKOP 21 MATOS MALANG TERHADAP

KEPUTUSAN MENONTON”

B. Rumusan Masalah

1. Apakah variabel persepsi konsumen tentang bioskop MATOS 21

Malang yang terdiri dari pelaku persepsi, target dan situasi

berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap keputusan

menonton?

2. Manakah pengaruh yang dominan diantara indikator persepsi

konsumen terhadap keputusan menonton pada bioskop MATOS 21

Malang?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Apakah variabel persepsi konsumen tentang

bioskop MATOS 21 Malang yang terdiri dari pelaku persepsi,

target dan situasi berpengaruh secara simultan dan parsial

terhadap keputusan menonton

2. Untuk mengetahui manakah pengaruh yang dominan diantara

variabel persepsi konsumen terhadap keputusan menonton pada

bioskop MATOS 21 Malang.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti

Sebagai wahana untuk mengaplikasikan teori yang telah diperoleh

selama belajar di bangku kuliah, serta menambah pengetahuan

tentang persepsi konsumen yang cenderung berubah-ubah.

2. Bagi perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi

pimpinan perusahaan untuk lebih mengefektifitaskan komunikasi

pemasarannya.

3. Bagi pihak lain

Sebagai suatu karya ilmiah, maka hasil penelitian ini digunakan

sebagai suatu tambahan pengetahuan bagi pihak lain guna

menambah wawasan keilmuan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Kajian ini berguna untuk memberikan gambaran dan

memperjelas kerangka berpikir pembahasan. Disamping itu juga

bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Maka

dalam kajian pustaka ini peneliti mencantumkan hasil penelitian

terdahulu yang relevan mengenai pengaruh persepsi konsumen

terhadap keputusan penentuan objek hiburan pada bioskop MATOS

21 Malang.

1. Imarotul Azizah

Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Persepsi dan

Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pemilihan Buah Lokal

(Studi Pada Lailai Market Buah Malang).” Penelitian menggunakan

kuesioner senbagai alat pengumpulan data. Jenis penelitiannya

adalah penelitian explanatory research dengan menggunakan regresi

linear berganda sebagai alat analisis. Dari analisis data diperoleh

hasil penelitian sebagai berikut: 1)Terdapat pengaruh tingkat

persepsi dan tingkat preferensi konsumen terhadap keputusan

pembelian buah lokal di Lailai Market Buah Malang. 2)Terdapat

pengaruh dominan diantara tingkat persepsi dan tingkat preferensi

konsumen terhadap keputusan pembelian buah lokal di Lailai

Market Buah Malang yaitu varibel kejiwaan karena diperoleh nilai

signifikansi sebesar 47 % yang memberikan kontribusi terbesar dari

pada variabel lain.

2. Dwi Urip Wahyuni (2008)

Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Motivasi, Persepsi

dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda

Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”. Penelitian ini

termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan kuesioner

sebagai alat pengumpul data. Jenis penelitiannya adalah penelitian

explanatory research dengan menggunakan regresi linear berganda

sebagai alat analisis. Dari analisis data ternyata secara bersamasama

variabel motivasi (X1), persepsi (X2), dan sikap konsumen (X3)

berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y)

dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (730,302 > 2,427) dengan

tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan secara parsial melalui uji t

yang mana masing-masing t hitung dari variabel bebas lebih besar

dari t tabel dengan rincian, variabel motivasi (X1) sebesar 2,072,

persepsi (X2) sebesar 2,159, dan persepsi (X3) sebesar 2,153 lebih

besar dari t tabel 1,975.

Hal ini berarti bahwa variabel motivasi, persepsi, dan sikap

konsumen berpengaruh terhadap keputusan pada sepeda motor

Merek Honda di kawasan Surabaya Barat.
1. Apakah variabel persepsi konsumen tentang bioskop MATOS 21
Malang yang terdiri dari pelaku persepsi, target dan situasi

berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap keputusan

menonton?

2. Manakah pengaruh yang dominan diantara indikator persepsi

konsumen terhadap keputusan menonton pada bioskop MATOS 21

Malang?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Apakah variabel persepsi konsumen tentang

bioskop MATOS 21 Malang yang terdiri dari pelaku persepsi,

target dan situasi berpengaruh secara simultan dan parsial

terhadap keputusan menonton

2. Untuk mengetahui manakah pengaruh yang dominan diantara

variabel persepsi konsumen terhadap keputusan menonton pada

bioskop MATOS 21 Malang.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti

Sebagai wahana untuk mengaplikasikan teori yang telah diperoleh

selama belajar di bangku kuliah, serta menambah pengetahuan

tentang persepsi konsumen yang cenderung berubah-ubah.

2. Bagi perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi

pimpinan perusahaan untuk lebih mengefektifitaskan komunikasi

pemasarannya.

3. Bagi pihak lain

Sebagai suatu karya ilmiah, maka hasil penelitian ini digunakan

sebagai suatu tambahan pengetahuan bagi pihak lain guna

menambah wawasan keilmuan.



BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Kajian ini berguna untuk memberikan gambaran dan

memperjelas kerangka berpikir pembahasan. Disamping itu juga

bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Maka

dalam kajian pustaka ini peneliti mencantumkan hasil penelitian

terdahulu yang relevan mengenai pengaruh persepsi konsumen

terhadap keputusan penentuan objek hiburan pada bioskop MATOS

21 Malang.


1. Imarotul Azizah

Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Persepsi dan

Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pemilihan Buah Lokal

(Studi Pada Lailai Market Buah Malang).” Penelitian menggunakan

kuesioner senbagai alat pengumpulan data. Jenis penelitiannya

adalah penelitian explanatory research dengan menggunakan regresi

linear berganda sebagai alat analisis. Dari analisis data diperoleh

hasil penelitian sebagai berikut: 1)Terdapat pengaruh tingkat

persepsi dan tingkat preferensi konsumen terhadap keputusan

pembelian buah lokal di Lailai Market Buah Malang. 2)Terdapat

pengaruh dominan diantara tingkat persepsi dan tingkat preferensi

konsumen terhadap keputusan pembelian buah lokal di Lailai

Market Buah Malang yaitu varibel kejiwaan karena diperoleh nilai

signifikansi sebesar 47 % yang memberikan kontribusi terbesar dari

pada variabel lain.


2. Dwi Urip Wahyuni (2008)

Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Motivasi, Persepsi

dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda

Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”. Penelitian ini

termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan kuesioner

sebagai alat pengumpul data. Jenis penelitiannya adalah penelitian

explanatory research dengan menggunakan regresi linear berganda

sebagai alat analisis. Dari analisis data ternyata secara bersamasama

variabel motivasi (X1), persepsi (X2), dan sikap konsumen (X3)

berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y)

dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (730,302 > 2,427) dengan

tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan secara parsial melalui uji t

yang mana masing-masing t hitung dari variabel bebas lebih besar

dari t tabel dengan rincian, variabel motivasi (X1) sebesar 2,072,

persepsi (X2) sebesar 2,159, dan persepsi (X3) sebesar 2,153 lebih

besar dari t tabel 1,975.


Hal ini berarti bahwa variabel motivasi, persepsi, dan sikap

konsumen berpengaruh terhadap keputusan pada sepeda motor

Merek Honda di kawasan Surabaya Barat.

 KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar