72.. PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE NOKIA Survei Pada Pengunjung Nokia Care Bimasakti Malang

Admin

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Semakin cepatnya perubahan dan perkembangan teknologi dan

informasi menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat.

Hal tersebut dapat dilihat dengan semakin maraknya muncul produkproduk

baru dengan inovasi yang cemerlang. Dunia bisnis yang

semakin kompetitif ini ditanggapi oleh sejumlah industri maupun

perusahaan yang sudah pada level global. Salah satunya adalah

industri dalam bidang telekomunikasi.


Seiring dengan pertumbuhan industri telekomunikasi telah

membawa dampak bagi munculnya bisnis baru yakni berupa telepon

seluler atau handphone (HP). Handphone adalah perangkat

telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang

sama dengan telpon fixed line konvensional, namun dapat dibawa

kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telpon

menggunakan kabel (wireless). Selain berfungsi untuk malakukan dan

menerima panggilan telepon, handphone umumnya juga mempunyai

fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat atau short message

service (SMS).


Mengikuti perkembangan teknologi digital, ponsel juga

dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur seperti bisa menangkap

siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan

video, kamera digital, game, dan layanan internet. Adapula yang

menyediakan layanan generasi ketiga (3G).


Dengan banyaknya fitur yang disediakan oleh ponsel dan

kemudahan dalam pengoperasiannya serta mudah dibawa kemanamana

apalagi bagi orang-orang yang mempunyai tingkat mobilitas

tinggi, menjadikan handphone dalam perkembangannya beberapa

dekade terakhir ini telah menjelma menjadi suatu alat komunikasi

yang mutlak untuk dimiliki oleh setiap orang. Dengan menggunakan

keunggulan dalam bidang teknologi, semakin menjadikan handphone

sebagai salah satu alat komunikasi yang paling cepat berkembang dan

diminati oleh masyarakat di dunia. (http://the-yoki.blogspot.com/

2009/03/17).


Hal ini menandakan telah terjadi perubahan dalam pola

perilaku masyarakat. Dahulu, Handphone hanya digunakan oleh

kalangan tertentu misalnya, orang-orang kaya atau para pengusaha,

namun sekarang hampir seluruh golongan masyarakat baik tua

maupun muda, laki-laki maupun perempuan, pejabat maupun pekerja

buruh termasuk para pelajar bergantung pada handphone setiap

harinya. Sehingga dapat dilihat betapa banyaknya handphone yang

telah beredar di lingkungan sekitar.


Keadaan seperti itu menuntut para pemasar untuk terus

mengikuti perkembangan perilaku konsumen khususnya faktor-faktor

yang mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan oleh

konsumen. Menurut Kartajaya (2005: 241) keputusan konsumen untuk

membeli atau tidak ini dipengaruhi oleh sejumlah variabel internal

dan eksternal yaitu pengaruh lingkungan, perbedaan individu, strategi

pemasaran, dan proses psikologi. Dalam hal ini, Ferrinadewi (2008: 8)

mengungkapkan bahwa psikologi yang berasal dari kata “psyche”

(jiwa) merupakan daya penggerak dan pengatur yang bersifat abstrak

terhadap perilaku konsumen. Sifat jiwa yang abstrak ini tidak dapat

dilihat secara langsung, namun dapat dilihat melalui gejala-gejalanya.

Gejala-gejala gerakan jiwa tersebut dapat dipelajari oleh pemasar

seperti motivasi, sikap, keyakinan, kepribadian, persepsi dan

pembelajaran.


Sikap merupakan salah satu bentuk dari psikologi konsumen

yang turut mempengaruhi keputusan konsumen. Menurut Sumarwan

(2004: 136) sikap adalah ungkapan perasaan konsumen tentang suatu

objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga menggambarkan

kepercayaan kosumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari

objek tersebut. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk

(Ferrinadewi, 2008: 94) sikap merupakan respon yang konsisten baik

itu respon positif maupun negatif terhadap suatu objek sebagai hasil

dari proses belajar. Hawkins juga mengemukakan bahwa sikap adalah

proses pengorganisasian motivasi, emosi, persepsi, dan kognitif yang

bersifat jangka panjang dan berkaitan dengan aspek lingkungan

disekitarnya. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap

bersifat menetap karena sikap memiliki kecenderungan berproses

dalam kurun waktu panjang hasil pembelajaran.


Secara sadar maupun tidak, tindakan konsumen dipengaruhi

oleh sikap. Kenyataan yang ada telah membuktikan bahwasannya

sikap konsumen turut mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil

penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni (2008) menunjukkan bahwa

terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap keputusan

pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Selain itu, penelitian yang

dilakukan oleh Syafril (2008) menunjukkan bahwa sikap konsumen

juga mempengaruhi loyalitas merek.


Berkaitan dengan perubahan sikap konsumen dalam memilih

produk ponsel juga dipicu dangan banyaknya kemunculan ponselponsel

baru yang turut meramaikan persaingan ponsel di pasar

elektronik. Banyak produsen ponsel baru bermunculan, mulai dari

Nokia, Siemens, Samsung, Sony Ericsson, BlackBerry dan sebagainya.

Menurut Strategy Analytics, pangsa pasar Nokia sebesar 40,2 persen,

pangsa pasar Samsung sebesar 14 persen, Motorola 12,3 persen, Sony

Ericsson sebesar 9,3 persen, dan LG sebesar 7,1 persen. Nokia yang

menyandang sebagai market leader, sekarang ini mengalami penurunan

penjualan. Pada kuartal pertama tahun 2009 Nokia mengurangi

produksi akibat penurunan penjualan. Penjualan Nokia menurun 19,3

persen dengan 93,2 juta unit ponsel. Pangsa pasarnya juga turun

menjadi 38 persen. Hal ini tidak lepas dari kerasnya persaingan di

kelas ponsel pintar oleh Apple dan BlackBerry. Kedua ponsel pintar ini

menyebabkan penurunan hingga 22 juta unit ponsel Nokia

http://teknologi.vivanews.com/Diakses pada 17 Juni 2009.

Walau dalam hal penjualan Nokia mengalami penurunan,

namun Nokia sebagai market leader ponsel di Indonesia selalu berusaha

untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan ponsel yang tidak hanya

mengedepankan fitur produk namun juga memberikan layanan

menarik yang sesuai dengan gaya hidup konsumennya. Nokia

memberikan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk

segmen pasar yang luas dan mengembangkan ponsel untuk semua

standar penting dan segmen pasar di lebih daru 130 negara. Nokia

bergerak berbasis pada teknologi WCDMA, GSM, CDMA dan TDMA.

Dari sisi produk, Nokia juga memiliki ragam ponsel yang sangat luas

untuk berbagai segmen pasar dari low end hingga high end. Dari segi

multimedia, Nokia menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan

dalam bentuk perangkat lanjutan dan aplikasi. Produk-produknya

mempunyai fitur dan fungsionalitas seperti imaging, game, musik,

media dan bermacam-macam konten menarik, seperti perangkat

tambahan mobile dan solusi yang inovatif.


Realita tersebut merupakan salah satu pendukung penulis

untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan sikap konsumen

atas keputusan pembelian handphone Nokia. Bagaimana sikap

konsumen bisa mempengaruhi keputusan pembelian sehingga

mengakibatkan terjadi perubahan penjualan Nokia yang tidak

menentu. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sikap

konsumen yang terdiri dari persepsi, perasaan, dan kepercayaan.


Pemilihan variabel-variabel tersebut didasarkan akan

pentingnya tiga variabel dalam membentuk suatu sikap. Sebagaimana

yang diungkapkan oleh Schiffman dan Kanuk (Ferrinadewi, 2004: 113)

bahwa strategi untuk mengubah sikap konsumen itu meliputi

mengubah keyakinan, menambah atribut, dan mengubah persepsi.

Menurut Ambler et. al (Ferrinadewi, 2004: 2) bahwa aktivitas

pemasaran harus bisa mempengaruhi alam pikir manusia yang

meliputi perasaan, pengalaman, citra, persepsi, keyakinan, sikap.

Sedangkan Engel (1994: 339) mengemukakan bahwa sifat yang penting

dari sikap adalah kepercayaan dalam memegang sikap tersebut.

Dari uraian di atas penting untuk dilakukan penelitian, agar

diperoleh kepastian bahwa sikap konsumen berpengaruh terhadap

keputusan pembelian. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Sikap Konsumen

Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Nokia” (Survei pada

Pengunjung Nokia Care Bimasakti Malang).


B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah ada pengaruh antara variabel sikap konsumen yang terdiri

dari persepsi, perasaan, dan kepercayaan terhadap keputusan

pembelian Handphone Nokia?

2. Seberapa besar keeratan hubungan antara persepsi, perasaan, dan

kepercayaan terhadap keputusan pembelian Handphone Nokia?


C. TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sikap konsumen dari

persepsi, perasaan, dan kepercayaan terhadap keputusan

pembelian Handphone Nokia.

2. Untuk mengetahui keeratan hubungan antara persepsi, perasaan,

dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian Handphone

Nokia.


D. MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi peneliti

Sebagai wahana untuk mengaplikasikan teori yang telah diperoleh

selama belajar di bangku kuliah, serta menambah pengetahuan

tentang sikap konsumen yang cenderung berubah-ubah.

2. Bagi perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi

pimpinan perusahaan untuk lebih mengefektifitaskan komunikasi

pemasarannya.

3. Bagi pihak lain

Sebagai suatu karya ilmiah, maka hasil penelitian ini bisa

digunakan sebagai suatu tambahan pengetahuan bagi pihak lain

guna menambah wawasan keilmuan.



BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. PENELITIAN TERDAHULU

Kajian ini berguna untuk memberikan gambaran dan

memperjelas kerangka berpikir pembahasan. Disamping itu juga

bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Maka

dalam kajian pustaka ini peneliti mencantumkan hasil penelitian

terdahulu yang relevan mengenai pengaruh sikap konsumen terhadap

keputusan pembelian handphone Nokia.


a. Mokhamad Syafril (2008)

Pada judul penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Sikap

Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Gitar Fender Stratocaster

(Studi pada Studio Musik dan Workshop Bo Diddley di Malang)”.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan

menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Jenis

penelitiannya adalah penelitian explanatory research dengan

menggunakan regresi linear berganda sebagai alat analisis.

Dari hasil analisis yang dilakukan, menunjukkan adanya

pengaruh yang signifikan antara variabel keyakinan (X1), kesukaan

(X2), dan tindakan (X3) terhadap loyalitas merek produk gitar

Fender Stratocaster (Y), dengan nilai F hitung sebesar 37,521

dengan nilai F tabel 2,80.


Sementara itu sumbangan yang diberikan oleh variabelvariabel

bebas terhadap variabel terikat yaitu untuk variabel

keyakinan (X1) mempunyai nilai t hitung nilai t hitung sebesar

3,479, untuk variabel kesukaan (X2) mempunyai nilai t hitung

sebesar 4,450, dan untuk variabel tindakan (X3) mempunyai nilai t

hitung sebesar 7,431. Masing-masing nilai tersebut lebih besar dari t

tabel 1,68, artinya ketiga variabel memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap loyalitas merek produk gitar Fender

Stratocaster (Y). Sedangkan untuk variabel yang dominan adalah

variabel tindakan (X3) dengan nilai sebesar 7,431.


b. Dwi Urip Wahyuni (2008)

Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Motivasi, Persepsi

dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda

Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”. Penelitian ini

termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan kuesioner

sebagai alat pengumpul data. Jenis penelitiannya adalah penelitian

explanatory research dengan menggunakan regresi linear berganda

sebagai alat analisis.


Dari analisis data ternyata secara bersama-sama variabel

motivasi (X1), persepsi (X2), dan sikap konsumen (X3) berpengaruh

secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai F

hitung lebih besar dari F tabel (730,302 > 2,427) dengan tingkat

signifikansi 0,000. Sedangkan secara parsial melalui uji t yang mana

masing-masing t hitung dari variabel bebas lebih besar dari t tabel

dengan rincian, variabel motivasi (X1) sebesar 2,072, persepsi (X2)

sebesar 2,159, dan persepsi (X3) sebesar 2,153 lebih besar dari t

tabel 1,975. Hal ini berarti bahwa variabel motivasi, persepsi, dan

sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pada sepeda

motor Merek Honda di kawasan Surabaya Barat.


c. Saiful Muslim (2007)

Judul penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Internal

terhadap Keputusan Nasabah Beransuransi (Studi pada PT

Asuransi Tafakul Keluarga Malang)”. Penelitian ini termasuk

dalam penelitian survei dengan menggunakan regresi linear

berganda sebagai alat analisis.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi (X1),

belajar (X2), sikap (X3), dan persepsi (X4) secara bersama-sama

mempunyai hubungan dan pengaruh signifikan terhadap

keputusan nasabah beransuransi di Tafakul Keluarga Malang (Y)

dengan koefisien regresi berganda (R) sebesar 0,575 (57,5%) dan

tingkat signifikan 0,000 serta nilai F hitung sebesar 11,750. Variabel

yang berpengaruh dominan terhadap keputusan nasabah

beransuransi di Tafakul Keluarga Malang (Y) yaitu sikap (X3)

dengan angka koefisien regresi (B) sebesar 0,350 dan nilai t hitung

sebesar 2,008.

 KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Semakin cepatnya perubahan dan perkembangan teknologi dan informasi menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Hal tersebut dapat dilihat dengan semakin maraknya muncul produkproduk baru dengan inovasi yang cemerlang. Dunia bisnis yang semakin kompetitif ini ditanggapi oleh sejumlah industri maupun perusahaan yang sudah pada level global. Salah satunya adalah industri dalam bidang telekomunikasi. Seiring dengan pertumbuhan industri telekomunikasi telah membawa dampak bagi munculnya bisnis baru yakni berupa telepon seluler atau handphone (HP). Handphone adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telpon fixed line konvensional, namun dapat dibawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telpon menggunakan kabel (wireless). Selain berfungsi untuk malakukan dan menerima panggilan telepon, handphone umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat atau short message service (SMS). Mengikuti perkembangan teknologi digital, ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet. Adapula yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G). Dengan banyaknya fitur yang disediakan oleh ponsel dan kemudahan dalam pengoperasiannya serta mudah dibawa kemanamana apalagi bagi orang-orang yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi, menjadikan handphone dalam perkembangannya beberapa dekade terakhir ini telah menjelma menjadi suatu alat komunikasi yang mutlak untuk dimiliki oleh setiap orang. Dengan menggunakan keunggulan dalam bidang teknologi, semakin menjadikan handphone sebagai salah satu alat komunikasi yang paling cepat berkembang dan diminati oleh masyarakat di dunia. (http://the-yoki.blogspot.com/ 2009/03/17). Hal ini menandakan telah terjadi perubahan dalam pola perilaku masyarakat. Dahulu, Handphone hanya digunakan oleh kalangan tertentu misalnya, orang-orang kaya atau para pengusaha, namun sekarang hampir seluruh golongan masyarakat baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, pejabat maupun pekerja buruh termasuk para pelajar bergantung pada handphone setiap harinya. Sehingga dapat dilihat betapa banyaknya handphone yang telah beredar di lingkungan sekitar. Keadaan seperti itu menuntut para pemasar untuk terus mengikuti perkembangan perilaku konsumen khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Menurut Kartajaya (2005: 241) keputusan konsumen untuk membeli atau tidak ini dipengaruhi oleh sejumlah variabel internal dan eksternal yaitu pengaruh lingkungan, perbedaan individu, strategi pemasaran, dan proses psikologi. Dalam hal ini, Ferrinadewi (2008: 8) mengungkapkan bahwa psikologi yang berasal dari kata “psyche” (jiwa) merupakan daya penggerak dan pengatur yang bersifat abstrak terhadap perilaku konsumen. Sifat jiwa yang abstrak ini tidak dapat dilihat secara langsung, namun dapat dilihat melalui gejala-gejalanya. Gejala-gejala gerakan jiwa tersebut dapat dipelajari oleh pemasar seperti motivasi, sikap, keyakinan, kepribadian, persepsi dan pembelajaran. Sikap merupakan salah satu bentuk dari psikologi konsumen yang turut mempengaruhi keputusan konsumen. Menurut Sumarwan (2004: 136) sikap adalah ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga menggambarkan kepercayaan kosumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk (Ferrinadewi, 2008: 94) sikap merupakan respon yang konsisten baik itu respon positif maupun negatif terhadap suatu objek sebagai hasil dari proses belajar. Hawkins juga mengemukakan bahwa sikap adalah proses pengorganisasian motivasi, emosi, persepsi, dan kognitif yang bersifat jangka panjang dan berkaitan dengan aspek lingkungan disekitarnya. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap bersifat menetap karena sikap memiliki kecenderungan berproses dalam kurun waktu panjang hasil pembelajaran. Secara sadar maupun tidak, tindakan konsumen dipengaruhi oleh sikap. Kenyataan yang ada telah membuktikan bahwasannya sikap konsumen turut mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni (2008) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Syafril (2008) menunjukkan bahwa sikap konsumen juga mempengaruhi loyalitas merek. Berkaitan dengan perubahan sikap konsumen dalam memilih produk ponsel juga dipicu dangan banyaknya kemunculan ponselponsel baru yang turut meramaikan persaingan ponsel di pasar elektronik. Banyak produsen ponsel baru bermunculan, mulai dari Nokia, Siemens, Samsung, Sony Ericsson, BlackBerry dan sebagainya. Menurut Strategy Analytics, pangsa pasar Nokia sebesar 40,2 persen, pangsa pasar Samsung sebesar 14 persen, Motorola 12,3 persen, Sony Ericsson sebesar 9,3 persen, dan LG sebesar 7,1 persen. Nokia yang menyandang sebagai market leader, sekarang ini mengalami penurunan penjualan. Pada kuartal pertama tahun 2009 Nokia mengurangi produksi akibat penurunan penjualan. Penjualan Nokia menurun 19,3 persen dengan 93,2 juta unit ponsel. Pangsa pasarnya juga turun menjadi 38 persen. Hal ini tidak lepas dari kerasnya persaingan di kelas ponsel pintar oleh Apple dan BlackBerry. Kedua ponsel pintar ini menyebabkan penurunan hingga 22 juta unit ponsel Nokia http://teknologi.vivanews.com/Diakses pada 17 Juni 2009. Walau dalam hal penjualan Nokia mengalami penurunan, namun Nokia sebagai market leader ponsel di Indonesia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan ponsel yang tidak hanya mengedepankan fitur produk namun juga memberikan layanan menarik yang sesuai dengan gaya hidup konsumennya. Nokia memberikan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk segmen pasar yang luas dan mengembangkan ponsel untuk semua standar penting dan segmen pasar di lebih daru 130 negara. Nokia bergerak berbasis pada teknologi WCDMA, GSM, CDMA dan TDMA. Dari sisi produk, Nokia juga memiliki ragam ponsel yang sangat luas untuk berbagai segmen pasar dari low end hingga high end. Dari segi multimedia, Nokia menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan dalam bentuk perangkat lanjutan dan aplikasi. Produk-produknya mempunyai fitur dan fungsionalitas seperti imaging, game, musik, media dan bermacam-macam konten menarik, seperti perangkat tambahan mobile dan solusi yang inovatif. Realita tersebut merupakan salah satu pendukung penulis untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan sikap konsumen atas keputusan pembelian handphone Nokia. Bagaimana sikap konsumen bisa mempengaruhi keputusan pembelian sehingga mengakibatkan terjadi perubahan penjualan Nokia yang tidak menentu. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sikap konsumen yang terdiri dari persepsi, perasaan, dan kepercayaan. Pemilihan variabel-variabel tersebut didasarkan akan pentingnya tiga variabel dalam membentuk suatu sikap. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Schiffman dan Kanuk (Ferrinadewi, 2004: 113) bahwa strategi untuk mengubah sikap konsumen itu meliputi mengubah keyakinan, menambah atribut, dan mengubah persepsi. Menurut Ambler et. al (Ferrinadewi, 2004: 2) bahwa aktivitas pemasaran harus bisa mempengaruhi alam pikir manusia yang meliputi perasaan, pengalaman, citra, persepsi, keyakinan, sikap. Sedangkan Engel (1994: 339) mengemukakan bahwa sifat yang penting dari sikap adalah kepercayaan dalam memegang sikap tersebut. Dari uraian di atas penting untuk dilakukan penelitian, agar diperoleh kepastian bahwa sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Nokia” (Survei pada Pengunjung Nokia Care Bimasakti Malang). B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah ada pengaruh antara variabel sikap konsumen yang terdiri dari persepsi, perasaan, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian Handphone Nokia? 2. Seberapa besar keeratan hubungan antara persepsi, perasaan, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian Handphone Nokia? C. TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sikap konsumen dari persepsi, perasaan, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian Handphone Nokia. 2. Untuk mengetahui keeratan hubungan antara persepsi, perasaan, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian Handphone Nokia. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi peneliti Sebagai wahana untuk mengaplikasikan teori yang telah diperoleh selama belajar di bangku kuliah, serta menambah pengetahuan tentang sikap konsumen yang cenderung berubah-ubah. 2. Bagi perusahaan Sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi pimpinan perusahaan untuk lebih mengefektifitaskan komunikasi pemasarannya. 3. Bagi pihak lain Sebagai suatu karya ilmiah, maka hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai suatu tambahan pengetahuan bagi pihak lain guna menambah wawasan keilmuan. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENELITIAN TERDAHULU Kajian ini berguna untuk memberikan gambaran dan memperjelas kerangka berpikir pembahasan. Disamping itu juga bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Maka dalam kajian pustaka ini peneliti mencantumkan hasil penelitian terdahulu yang relevan mengenai pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian handphone Nokia. a. Mokhamad Syafril (2008) Pada judul penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Sikap Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Gitar Fender Stratocaster (Studi pada Studio Musik dan Workshop Bo Diddley di Malang)”. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Jenis penelitiannya adalah penelitian explanatory research dengan menggunakan regresi linear berganda sebagai alat analisis. Dari hasil analisis yang dilakukan, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel keyakinan (X1), kesukaan (X2), dan tindakan (X3) terhadap loyalitas merek produk gitar Fender Stratocaster (Y), dengan nilai F hitung sebesar 37,521 dengan nilai F tabel 2,80. Sementara itu sumbangan yang diberikan oleh variabelvariabel bebas terhadap variabel terikat yaitu untuk variabel keyakinan (X1) mempunyai nilai t hitung nilai t hitung sebesar 3,479, untuk variabel kesukaan (X2) mempunyai nilai t hitung sebesar 4,450, dan untuk variabel tindakan (X3) mempunyai nilai t hitung sebesar 7,431. Masing-masing nilai tersebut lebih besar dari t tabel 1,68, artinya ketiga variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas merek produk gitar Fender Stratocaster (Y). Sedangkan untuk variabel yang dominan adalah variabel tindakan (X3) dengan nilai sebesar 7,431. b. Dwi Urip Wahyuni (2008) Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Jenis penelitiannya adalah penelitian explanatory research dengan menggunakan regresi linear berganda sebagai alat analisis. Dari analisis data ternyata secara bersama-sama variabel motivasi (X1), persepsi (X2), dan sikap konsumen (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (730,302 > 2,427) dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan secara parsial melalui uji t yang mana masing-masing t hitung dari variabel bebas lebih besar dari t tabel dengan rincian, variabel motivasi (X1) sebesar 2,072, persepsi (X2) sebesar 2,159, dan persepsi (X3) sebesar 2,153 lebih besar dari t tabel 1,975. Hal ini berarti bahwa variabel motivasi, persepsi, dan sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pada sepeda motor Merek Honda di kawasan Surabaya Barat. c. Saiful Muslim (2007) Judul penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Internal terhadap Keputusan Nasabah Beransuransi (Studi pada PT Asuransi Tafakul Keluarga Malang)”. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan regresi linear berganda sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi (X1), belajar (X2), sikap (X3), dan persepsi (X4) secara bersama-sama mempunyai hubungan dan pengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah beransuransi di Tafakul Keluarga Malang (Y) dengan koefisien regresi berganda (R) sebesar 0,575 (57,5%) dan tingkat signifikan 0,000 serta nilai F hitung sebesar 11,750. Variabel yang berpengaruh dominan terhadap keputusan nasabah beransuransi di Tafakul Keluarga Malang (Y) yaitu sikap (X3) dengan angka koefisien regresi (B) sebesar 0,350 dan nilai t hitung sebesar 2,008. KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar