68. EFEKTIFITAS PENERAPAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE PADA PT. INDOSAT MATARAM

Admin




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………i
HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………………........iii
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………......iv
HALAMAN PERSEMBAHAN………………..…………………………………….….v
MOTTO ………………………………………………………………………………...vi
KATAPENGANTAR ……………………………………………………………….…vii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….....ix
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………………xi
DAFTAR TABEL……………………………………………………………………...xiii
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………...xiv
ABSTRAK………………………………………………………………………….…...xv

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………………………………………………..1
B. Rumusan Masalah………………………………………………………………..9
C. Tujuan Penelitian………………………………………………………………...9
D. Manfaat Penelitian……………………………………………………………….10

BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Peneliti Terdahulu……………………………………………………………….11
B. Kajian Teori…………………………………………………………..………….13
1. Pemasaran dan Konsep Pemasaran…………………………………………..13
2. Tinjauan Mengenai Corporate Social Responsibility…………...…………...15
a. Pengertian Corporate Social Responsibility...……………………………15
b. Bentuk Kegiatan dan Penerapan Corporate Social Responsibility………18
c. Manfaat Corporate Social Responsibility………………………………...25
3. Merek (Brand)………………………………………………………………..28
a. Manfaat Merek……………………………………………………………31
b. Citra Merek (Brand Image)………………………………………………32
1) Pengertian Brand Image…………………………………………….32
2) Peranan Citra………………………………………………………..34
3) Pengembangan Citra………………………………………………...35
4) Pembentukan Brand Image………………………………………….36
4. Stakeholders………………………………………………………………..…37
C. CSR Dalam Perspektif Islam……………………………………………………..39
D. Penerapan CSR di PT. Indosat.…………………………………………………..46
E. Kerangka Berpikir………………………………………………………………..55

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Sifat Penelitian ………………………………………………………………......56
B. Fokus Penelitian……………..…………………………………………………...57
C. Lokasi Penelitian…………………………………...…………………………….58
D. Teknik Pengumpulan Data…….……………………...………………………….58
E. Jenis dan Sumber Data….…………………..……………………………………59
F. Metode Analisis Data……..………………..…………………………………….64

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan……………………………………………………65
B. Implementasi Program CSR Pada PT. Indosat ………………………………….79
C. Deskripsi Hasil Penelitian ………………………….………………………...91
1. Implementasi Program CSR pada PT. Indosat Malang..........................……..93
2. Efektifitas Penerapan Program CSR PT. Indosat Malang Dalam
Membangun Brand Image ………………………….………………………89
3. Daftar Hasil Wawancara Formal Dengan Responden ………………104

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan…….……………………………………………………………….111
B. Saran…………….…………...…………………………………………………111

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR
1. CSR Frame Work ……………………………………………………………….. 23
2. Kerangka Berfikir …………………………..……………………………………25

DAFTAR TABEL
1. Nama dan jenis kelamin Responden ……………………………………………….. 92
2. Tingkat Pendidikan.…………………………..……………………………...………92
3. Umur, masa kerja, jabatan di instansi………..……………………………...…….…93

DAFTAR LAMPIRAN
1. Pedoman Wawancara
2. Surat Ijin Penelitian
3. Struktur Organisasi




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada saat industri berkembang setelah terjadinya revolusi industri,
kebanyakan perusahaan masih memfokuskan dirinya sebagai organisasi
yang hanya mencari keuntungan. Untuk menjalankan usahanya, banyak
perusahaan-perusahaan besar yang mengeksploitasi sumber-sumber
kekayaan alam. Memang diakui, bahwa di satu sisi sektor industri dan
korporasi-korporasi skala besar telah mampu memberikan kontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi di sisi lain eksploitasi
sumber-sumber daya alam oleh sektor industri seringkali menyebabkan
terjadinya penurunan lingkungan yang parah. Kebakaran hutan, banjir, tanah
longsor, adalah serangkaian bencana yang terjadi akibat terlalu di
eksploitasinya sumber-sumber daya alam. Di satu sisi ekonomi,
perekonomian tumbuh secara modern dan sangat pesat, tapi di sisi
masyarakat, perekonomian justru berjalan lambat bahkan tidak berjalan sama
sekali (B. Tamam Achda:2006).

Kehidupan ekonomi masyarakat semakin menurun, disertai dengan
marginalisasi tenaga kerja lokal. Hal ini terjadi karena basis teknologi tinggi
menuntut perusahan-perusahaan besar lebih banyak menyerap tenaga kerja
terampil dari luar masyarakat sekitar, sehingga tenaga-tenaga kerja lokal
yang umumnya berketerampilan rendah menjadi terbuang
(www.kompas.co.id/mas/ind).

Keterpisahan inilah yang menyebabkan hubungan antara perusahaan
dengan masyarakat dilingkungan setempat menjadi tidak harmonis dan
diwarnai berbagai konflik dan ketegangan. Berbagai tuntutan seperti ganti
rugi atas kerusakan lingkungan, pemekerjaan, pembagian keuntungan, dan
lain-lain jarang sekali mendapat solusi yang mendasar dan memuaskan
masyarakat. Situasi ini diperparah oleh kultur perusahaan yang didominasi
cara berpikir dan perilaku ekonomi yang hanya bersifat profit-oriented.

Namun saat ini telah terjadi banyak perubahan yang secara tidak
langsung mengubah cara pandang perusahaan maupun masyarakat.
Masyarakat kini menginginkan suasana keterbukaan, termasuk dalam kaitan
pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan ekonomi pada umumnya. Pola
hubungan antara masyarakat dan perusahaan juga secara total berubah.
Masyarakat kini semakin berpengetahuan luas, sehingga daya kritis dan
keberanian mereka untuk mengemukakan aspirasinya secara lebih terbuka
semakin meningkat, termasuk tuntutannya terhadap perusahaan yang
beroperasi di lingkungan mereka.

Karena itu, perusahaan juga dituntut akan pentingnya sebuah
hubungan yang baik dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Dengan
membangun hubungan yang lebih baik, maka akan terbentuk sebuah
hubungan yang harmonis antara perusahaan atau industri dengan
lingkungannya. Adanya hubungan tersebut akan menimbulkan prinsipprinsip
simbiosis mutualistik, saling pengertian dan saling memberi manfaat.
Dan dari hubungan ini masyarakat diharapkan dapat berperilaku santun dan
kooperatif terhadap eksistensi perusahaan, sementara perusahaan tetap
dapat beroperasi secara sehat dalam mengejar keuntungannya disamping itu
juga tetap meningkatkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungannya.
Perubahan tingkat kesadaran masyarakat itulah yang kemudian
memunculkan kesadaran baru tentang melaksanakan tanggung jawab sosial
yang biasa dikenal Corporate Social Responsibility (CSR). Pemahaman ini
memberi tuntunan bahwa perusahaan bukan hanya sebuah entitas yang
hanya mementingkan diri sendiri, melainkan sebuah entitas usaha yang perlu
melakukan adaptasi dengan lingkungan sosialnya.

CSR adalah sebuah konsep tentang perlunya sebuah perusahaan
membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. CSR dapat
didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu perusahaan terhadap
stakeholdersnya, terutama komunitas atau masyarakat disekitar wilayah kerja
operasinya.

Menurut Garriaga dan Mele (2004) teori-teori CSR dapat digolongkan
ke dalam empat kelompok teori yang berdimensi profit; mencapai tujuan
untuk mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan, politis; menggunakan
kekuatan bisnis secara bertanggung jawab, sosial; mengintegerasikan
kebutuhan-kebutuhan sosial, nilai-nilai etis; berkontribusi ke dalam
masyarakat dengan melakukan hal-hal yang beretika.

Dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya, perusahaan
memfokuskan perhatiannya pada tiga hal, yaitu profit, lingkungan, dan
masyarakat atau yang lebih dikenal dengan Triple Bottom Line. Selain
mengejar profit, perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada
pemenuhan kesejahteraan masyarakat dan turut berkontribusi aktif dalam
menjaga kelestarian lingkungan hidup (Elkington:1997).

Program CSR sangat penting diterapkan dalam perusahaan, karena
nantinya akan muncul keseimbangan antara perusahaan, masyarakat, dan
lingkungan sekitar. Berbagai keuntungan dan manfaat dapat diperoleh dari
aktifitas CSR. salah satunya yaitu, perusahaan yang menjalankan tanggung
jawab sosialnya secara konsisten akan mendapat dukungan luas dari
komunitas yang telah merasakan manfaat dari berbagai aktifitas yang
dijalankanya. CSR akan mendongkrak citra perusahaan, yang dalam rentang
waktu panjang akan meningkatkan reputasi perusahaan.

Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang menerapkan program
CSR sebagai sarana untuk menyalurkan kegiatan sosial perusahaan. Begitu
pula dengan perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. PT.
Telkomsel merupakan operator seluler nomor satu di Inonesia
(www.telkomsel.com/csr). Telkomsel mulai menerapkan program CSR
tepatnya pada tahun 2000. Telkomsel melakukan kegiatan-kegiatan CSR
yaitu salah satunya dengan SMS Infaq. SMS Infaq merupakan bagian dari
program Telkomsel Siaga berupa suatu bentuk ajakan kepada seluruh
pelanggan Telkomsel untuk beramal melalui SMS dengan cara yang mudah
dan nyaman, yakni dengan cara ketik INFQ dan kirim ke nomor 4000 dengan
begitu secara otomatis pelanggan berinfaq RP. 4000 yang seluruhnya akan
disalurkan sesuai ketentuan syari’ah.

Keseluruhan hasil SMS infaq yang terkumpul akan disalurkan dengan
peruntukan pada bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi,
dan prasarana/sarana ibadah. Penyaluran infaq ini akan dikoordinasikan
oleh Majelis Ta’lim Telkomsel dengan 13 mitra LAZIS dan lembaga dakwah
(Yayasan As-Syifa, LAZIS Muhammadiyah, DPU Daarut Tauhid, LAZ ALAzhar,
Yayasan Al-Huda, LAZIS Dewan Da’wah Islam Indonesia, Pesantren
Yatim Baitu Qur’an, Yyasan Anak Cendikia, Kreative TV, Rumah Zakat
Indonesia, LAZIS Nahdatul Ulama, PKPU, dan BAZNAS Dompet Dhuafa).
Pada tahun 2007 Telkomsel berhasil meraih empat dari sembilan award
kategori operator dan salah satunya kategori Best CSR, dari award inilah
Telkomsel berhasil menjadi operator seluler nomor satu di Indonesia. Hal ini
secara tidak langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan
(http://www.telkomsel.com/web/corporate_news?cnid=NDA5)

Dari sini kita bisa melihat bagaimana pentingnya CSR dalam sebuah
perusahaan. Pengembangan program CSR yang baik, akan menciptakan
kaitan emosional antara masyarakat dengan perusahaan yang nantinya akan
berdampak pada brand awarness, dan lama kelamaan bekembang menjadi
brand loyality yang akan menciptakan ekuitas merek yang menguntungkan
bagi perusahaan (Temporal & Trott, 2005:37).

Dalam menjalankan program CSR ini, banyak perusahaan yang
mengimplementasikannya dalam bentuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan
masyarakat. Mengingat sebagian besar masyarakat di Indonesia yang berada
di lingkungan industri kita dalam kondisi kemiskinan. Karena itu, program
CSR direkomendasikan untuk didedikasikan pada peningkatan pendapatan
(ekonomi) atau kesejahteraan masyarakat, masalah pemekerjaan,
peningkatan pendidikan, kesehatan masyarakat, dan penguatan
kelembagaan lokal.

Menurut Hamann dan Acutt (2003) mengkritisi keberadaan CSR
sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan dan pelsaku bisnis.
Menurut mereka, ada dua hal yang membuat pelaku bisnis mau menerima
konsep CSR. Pertama, akomodasi, yaitu kebijakan bisnis yang hanya bersifat
kosmetik, superficial, dan parsial. CSR dilakukan untuk memberi citra
sebagai korporasi yang tanggap terhadap kepentingan sosial. Kedua,
legitimasi, yaitu motivasi yang bertujuan untuk mempengaruhi wacana.
Motivasi ini berdasar pada argumentasi bahwa wacana CSR mampu
memenuhi fungsi utama yang memberikan keabsahan pada sistem kapitalis,
khususnya kiprah pada korporasi raksasa.

Memang banyak yang menyalahartikan bahkan menyalahgunakan
program CSR, motif perusahaan dalam menyumbang seringkali tidak
sepenuhnya didasarkan atas panggilan tanggung jawab moral, melainkan
dalam bentuk pemberian dengan motif; charity (amal atau derma),
imagebuilding (promosi), tax-facility (fasilitas pajak), dan security-prosperity
(keamanan dan peningkatan kesejahteraan). Padahal jika program CSR ini
dilaksanakan sejalan dengan konsep dan teori-teori yang berlaku, maka tidak
hanya profit yang didapat, tapi juga akan memberikan keuntungan bagi
perusahaan dalam jangka panjang.

Penerapan program CSR dapat memberikan citra positif bagi
perusahaan itu sendiri. Brand image yang tinggi dapat dibangun melalui
kegiatan-kegiatan yang terangkum dalam CSR. Kegiatan ini memang tidak
secara langsung akan menaikkan penjualan akan tetapi dilakukan secara
tepat, jitu, menyentuh kepentingan-kepentingan sosial dari masyarakat yang
sedang mengalami kesulitan, maka brand image akan cepat meroket. Dengan
image yang baik, secara tidak langsung akan memberi dampak bagi
penjualan.

Selain PT. Telkomsel, ada beberapa perusahaan yang bergerak
dibidang telekomunikasi yang menerapkan program CSR, yaitu PT. Indosat.
Indosat merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak dibidang
telekomunikasi dan informasi yang terkemuka di Indonesia yang
memberikan layanan jasa seluler dengan beberapa produk yang terkenal
yaitu, Mentari, Matrix, IM3, serta layanan jasa SLI.

Dua tahun belakangan ini, indosat sedang giat menjalankan program
CSR. Dengan mengusung tema “Indonesia Belajar”, Indosat telah mampu
memberi sumbangsih terhadap masyarakat dalam dunia pendidikan. Indosat
mengadakan kerjasama dengan berbagai instansi pendidikan dalam
menjalankan programnya. Salah satu kegiatannya yaitu program
peningkatan kompetensi guru IPA dan Matematika dengan tujuan turut serta
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegiatan CSR juga
dilakukan pada beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi
Swasta, tujuannya untuk membagi ‘soft skill’ dan aspek teknologi yang
dipunyai Indosat kepada dosen dan terutama pada mahasiswamahasiswanya
agar siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Terbukti PT. Indosat meraih penghargaan Selular Award 2006 dalam
bidang program CSR dan layanan M-Banking. Penghargaan Best CSR
diberikan kepada Indosat, khususnya program CSR sepanjang tahun 2006
yang difokuskan pada bidang pendidikan dengan tema Indonesia Belajar,
dengan salah satu program unggulan yaitu ajang kompetisi Indosat Wireless
Innovation Contest (I-WIC) dan berbagai program pengembangan pendidikan
lain seperti beasiswa pendidikan, pembangunan sekolah unggulan di Aceh,
serta program pembinaan kepada guru IPA. Program-program ini di
fokuskan di daerah, karena peningkatan kualitas siswa di daerah sangat
dibutuhkan dengan berbagai keterbatasan fasilitas belajar dan mengajar
(Sony Teguh T.:2007).

Melihat fenomena yang ada saat ini, program CSR dari Indosat sangat
membantu pemberdayaan masyarakat, dan pemekerjaan, sehingga
masyarakat lebih terampil dan tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan
tenaga kerja dari luar. Mengingat banyak perusahaan saat ini yang
menggunakan basis teknologi tinggi yang membutuhkan tenaga kerja
terampil. Masyarakat banyak terbantu dengan adanya program CSR dari
Indosat. Dan tak hanya pada dunia pendidikan, Indosat juga mengadakan
program CSR untuk bantuan kepada masyarakat yang belakangan ini banyak
mengalami musibah bencana alam.

Selain bermanfaat bagi masyarakat, diharapkan program CSR dapat
berdampak positif pada Indosat yaitu dengan meningkatnya brand image
Indosat dimata masyarakat, sehingga mampu menarik minat masyarakat
untuk mengkonsumsi produk-produk dari Indosat (www.indosat.com/csr).
Selain itu, melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, banyak
terjadi persaingan diantara provider atau operator seluler di Indonesia dalam
menarik minat konsumen. Salah satunya dengan ”perang tarif”, para
provider menggunakan cara ini untuk bersaing dalam menarik konsumen
dengan memasang biaya telepon dan SMS semurah-murahnya.
Dari latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui sejauh
mana efektifitas program CSR tersebut mampu meningkatkan brand image
Indosat ditengah persaingan jasa telekomunikasi di Indonesia. Dengan
permasalahan tersebut, maka peneliti mengambil judul Efektifitas
Penerapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam
Membangun Brand Image pada PT. Indosat Malang.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana implementasi program CSR pada PT. Indosat Malang?
2. Bagaimana efektifitas penerapan program CSR dalam membangun
brand image pada PT. Indosat Malang?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana implementasi program CSR pada PT.
Indosat Malang.
2. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penerapan program CSR
dalam membangun brand image pada PT. Indosat Malang.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran
bagi PT. Indosat dalam penerapan dan pengembangan CSR. Selain itu,
dapat memberikan motivasi bagi perusahaan lainnya untuk
menerapkan Program CSR di perusahaannya.

2. Bagi Peneliti
Sebagai sarana mngaplikasikan teori-teori yang didapat selama masa
perkuliahan. Serta menambah wawasan mengenai dunia bisnis.

3. Bagi Akademisi
Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan
informasi yang dapat digunakan bagi peneliti selanjutnya.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Peneliti Terdahulu
1. Shanker Sen dan Bhattacharya, C. B., 2001, Consumer Reaction to Corporate
Social Responsibility, Journal of Marketing Research (2001:225).
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh corporate social
responsibility pada perilaku pembelian produk perusahaan. Peneliti
menggunakan variable fit, motivation, coherence dan distinctiveness sebagai
variable attitude, awareness, attributions, attachment purchase, price premium,
loyality, serta resilience sebagai variable output. Analisis dilakukan melalui
 Anova dan Ancova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
a. Efek dari CSR terhadap evaluasi perusahaan.
Dengan menggunakan informasi tentang CSR dan produk perusahaan,
didapatkan hasil bahwa evaluasi total terhadap perusahaan dipengaruhi
oleh evaluasi konsumen terhadap atribut produk perusahaan secara
keseluruhan, akan tetapi aktifitas CSR memberikan nilai tambah pada
penilaina masyarakat terhadap perusahaan.
b. Efek CSR terhadap perilaku pembelian produk perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh CSR pada keinginan
masyarakat untuk membeli produk perusahaan lebih kompleks daripada
pengaruh langsung pada evaluasi perusahaan. Aktifitas CSR perusahaan
dapat mempengaruhi keinginan konsumen untuk membeli produk
perusahaan secara langsung dan tidak langsung. Apabila harga dan
kualitas produk dianggap relative sama, konsumen lebih memilih produk
dari perusahaan yang menerapkan CSR.

2. Ronald Paul Hill dan Karen L. Becker-Olsen, 2005, The Impact of Preceived
Corporate Social Responsibility on Consumer Behavior. Journal of Business
Research (2005:46)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku pembelian konsumen
atas produk perusahaan yang melakukan inisiatif CSR yaitu Toy’s R Us,
Ford Motor Company dan Home Depot. Penelitian dilakukan dengan
menyelidiki persepsi konsumen atas motivasi fit (kesesuaian program
CSR dengan kebutuhan masyarakat) dan waktu pelaksanaan program

CSR dibandingkan dengan kegiatan promosi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif CSR yang dilakukan
dengan baik tidak selalu memberikan kontribusi positif pada sikap,
kepercayaan, persepsi dan keinginan untuk membeli. Inisiatif CSR yang
memiliki kesesuaian rendah dengan kebutuhan masyarakat
mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kredibilitas dan posisi
perusahaan serta keinginan membeli secara negative. Sedangkan
konsumen tidak peduli dengan motivasi perusahaan melakukan inisiatif
CSR, misalnya hanya untuk meningkatkan profit, kepercayaan konsumen
terhadap kredibilitas perusahaan tidak terpengaruh. Kesimpulannya,
tidak ada perubahan persepsi konsumen terhadap kemampuan
perusahaan dilihat dari inisiatif CSR yang mereka lakukan.

Berdasarkan dari hasil peneliti terdahulu, dapat disimpulkan bahwa
penerapan program CSR dapat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen.
Sedangkan pada penelitian kali ini, peneliti akan meneliti tentang seberapa
efektif penerapan program CSR dalam membangun brand image.

B. Kajian Teori
1. Pemasaran dan Konsep Pemasaran
Definisi pemasaran menurut Stanton dalam Swasta (1996:10)
mengemukakan “sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan
barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada
maupun pembeli potensial”. Jadi, berdasarkan dari pengertian tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa pemasaran merupakan suatu hubungan interaksi.

Pendapat lain dalam mendefinisikan pemasaran, kita dapat membedakan
antara definisi sosial dan definisi manajerial (Kotler, 2002:9). Definisi sosial
menunjukkan peran yang dimainkan oleh pemasaran di masyarakat. Berikut
adalah definisi pemasaran berdasarkan definisi sosial, “Pemasaran adalah suatu
proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara
bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”. Untuk definisi
manajerial, pemasaran sering digambarkan sebagai “seni menjual produk”.

Sedangkan American Marketing Association (AMA) memberikan suatu
definisi yaitu, (Manajemen) pemasaran adalah proses perencanaan, dan
pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan
barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran
individu dan organisasi.

Konsep pemasaran di definisikan sebagai sebuah falsafah bisnis yang
menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi
dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Swasta, 1996:17).
Pendapat lain menyebutkan, konsep pemasaran menegaskan bahwa
kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahan
tersebut harus menjadi lebih efektif dibanding para pesaing dalam menciptakan,
menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran
yang terpilih (Kotler, 2002:22).

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa konsep pemasaran
menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan konsumen serta kepuasan
konsumen melalui produk hingga pada pengkonsumsian produk tersebut.

2. Seputar Corporate Social Responsibility
a. Pengertian Corporate Social Responsibility
Konsep CSR kini menjadi semakin populer dan ditempatkan diposisi
yang penting. Banyak dari kalangan dunia usaha yang mulai merespon konsep
ini, untuk itu dibutuhkan pemahaman yang penting tentang konsep CSR. Dan
sampai saat ini CSR belum memiliki definisi yang tunggal.

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kegiatan-kegiatan sosial yang
dilakukan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap
masyarakat luas dan lingkungan. Corporate social responsibility menurut Murray
dan Vogel (1997) adalah “Prosocial corporate endeavors or corporate social
performance has traditionally been conceptualized rather broadly as the
managerial obligation to take action to protect and improve both the welfare of
society as the whole and the interest of organizations.”

Usaha sosial perusahaan atau performa sosial perusahaan telah
dikonsepkan lebih luas sebagai tugas manajerial untuk mengambil tindakan
untuk melindungi dan mengembangkan kesejahteraan sosial dan sekaligus
mendapatkan keuntungan bagi perusahaan.

Jadi kegiatan corporate social responsibility ini pada dasarnya merupakan
bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekaligus sebagai sarana
untuk membangun reputasi dan meningkatkan keunggulan bersaing
perusahaan.

Pengertian corporate social responsibility menurut Bank Dunia (Swa,
Desember 2005) adalah “CSR is the commitment of business to contribute to
sustainable economic development working with employees and their
representatives, the local community and society at large to improve quality of
life, in ways that are both good for business and good for development.”
Corporate social responsibility adalah janji bisnis untuk menyumbang
pembangunan ekonomi yang berkesinambungan bersama dengan karyawan dan
perwakilan mereka, untuk komunitas lokal dan masyarakat luas untuk
meningkatkan kualitas kehidupan, yang saling menguntungkan untuk bisnis
dan pembangunan.

Sedangkan pengertian corporate social responsibility menurut Uni Eropa
(Swa, Desember 2005) adalah: “CSR is a concept where by companies integrate
social and environmental concerns in their business operation and in their
interaction with their stakeholders on a voluntary basisi.”
CSR adalah sebuah konsep dimana perusahaan memberikan perhatian
terhadap masyarakat dan lingkungan secara terintegrasi dalam operasi bisnisnya
dan didalam interaksi mereka dengan stakeholders yang sifatnya sukarela.
“Corporate social responsibility means that a corporation should be held
accountable for any of its action than affects people, their communities and their
environment” (Post et al, 1999:58). CSR berarti bahwa sebuah perusahaan harus
dijalankan dengan bertanggung jawab pada setiap kegiatan yang mempengaruhi
orang-orang, masyarakat dan lingkungannya.

Sedangkan definisi CSR versi Indonesia dilihat dari sisi etimologis, CSR
kerap diterjemahkan sebagai “Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”. Memang
masih diperlukan kajian tersendiri untuk mencari padanan kata yang tepat
dalam bahasa Indonesia. Sampai saat ini belum ada kesepakatan bakunya,
karena pada umumnya, definisi itu masih merujuk pada definisi yang umum
digunakan pada negara lain. Walaupun tidak memiliki definisi tunggal, konsep
ini menawarkan sebuah kesamaan, yaitu keseimbangan antara perhatian
terhadap aspek ekonomis dan perhatian pada terhadap aspek sosial dan
lingkungan.

Menurut Moir (2001), perusahaan mempunyai tanggung jawab tidak
hanya terbatas pada stakeholders, tetapi pada cakupan yang lebih luas yaitu
meliputi
a. Workplace (tenaga kerja)
b. Marketplace (konsumen dan pemasok)
c. Lingkungan hidup
d. Masyarakat
e. Etika bisnis
f. Hak asasi manusia

b. Bentuk Kegiatan dan Penerapan Corporate Social Responsibility
Sen dan Bhattacharya (2001) mengidentifikasi ada enam hal pokok yang
termasuk dalam corporate social responsibility, yaitu:
a. Community support, antara lain dukungan pada program-program
pendidikan, kesehatan, kesenian, dan sebagainya.
b. Diversity, merupakan kebijakan perusahaan untuk tidak membedakan
konsumen dan calon pekerja dalam hal gender, fisik (cacat), atau kedalam
ras-ras tertentu.
c. Employee support, berupa perlindungan kepada tenaga kerja, insentif dan
penghargaan serta jaminan keselamatan kerja.
d. Environment menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, mengelola
limbah dengan baik, menciptakan produk-produk yang ramah
lingkungan dan lain-lain.
e. Non-U.S operations, perusahaan bertanggung jawab untuk memberikan


 KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar