ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN (PADA PEDAGANG BUAH DI SEPANJANG JL. SERSAN HARUN PASAR BESAR MALANG

Admin

ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN (PADA  PEDAGANG BUAH DI SEPANJANG JL. SERSAN HARUN PASAR BESAR MALANG
 

RINGKASAN SKRIPSI
 

Kata Kunci    : Lokasi usaha, penjualan

            Tempat/lokasi usaha merupakan salah satu unsur dari bauran pemasaran yang sangat penting bagi kelangsungan suatu usaha, terutama bagi para PKL disepanjang Jl. Sersan Harun pasar besar Malang. Keberadaannya yang cenderung bertahan di lokasi tersebut menarik untuk  diteliti. Padahal kita ketahui tempat/lokasi tersebut dilarang oleh pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel pemilihan lokasi usaha berpengaruh terhadap penjualan para pedagang tersebut sehingga mereka tetap bertahan.
            Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan pendekatan surve. Jumlah sampel sebanyak 64 orang , sedangkan teknik pengambilan menggunakan Acak Sederhana. Variabel bebasnya terdiri dari kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), kesesuaian dengan sarana jual (X3) dan variabel terikatnya adalah realisasi penjualan (Y). Pengujian instrumen menggunakan uji validitas, uji reliabelitas. Sedangkan metode analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji F dan uji t.
            Hasil penelitian menunjukan variabel kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), serta kesesuaian dengan sarana jual (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap realisasi penjualan. Dari penghitungan uji F di peroleh F hitung 16,968 > F tabel 2,75. selain itu nilai Adjusted R Square yang sebesar 0,432 yang berarti besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 43,2 %. Dan uji t diketahui bahwa secara parsial variabel kemudahan untuk dikunjungi (X2) dan kesesuaian dengan sarana jual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya sedangkan variabel kemudahan untuk dilihat (X1) tidak berpengaruh secara signifikan dengan t hitung variabel kemudahan untuk dikunjungi (X1) sebesar -0,771 < t tabel 2,000, kemudahan untuk dikunjungi (X2) sebesar 2,522 > tabel 2,000, kesesuaian dengan sarana jual (X3) sebesar 3,237 > t tabel 2,000. Diduga ada variabel lain yang mempengrauhi dalam pemilihan lokasi usaha selain ketiga variabel diatas. Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk mencari dan menyempurnakan penelitian sebelumnya.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN (Pada Pedagang Buah di Sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang) SKRIPSI Diajukan Kepada : Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Oleh ETY MASLAHAH NIM : 03220052 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG 2007 HALAMAN PERSETUJUAN ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN (Pada Pedagang Buah di Sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang) SKRIPSI Oleh ETY MASLAHAH NIM : 03220052 Telah Disetujui 19 September 2007 Dosen Pembimbing, DR. MASYHURI, Ir., MP Mengetahui : Dekan , Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP.150231828 LEMBAR PENGESAHAN ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN (Pada Pedagang Buah di Sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang) SKRIPSI Oleh ETY MASLAHAH NIM : 03220052 Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Pada 28 September 2007 Susunan Dewan Penguji Tanda Tangan 1. Ketua Drs. Surjadi, SE., MM : ( ) NIP. 2. Sekretaris/Pembimbing DR. Masyhuri, Ir., MP : ( ) NIP. 3. Penguji Utama Drs. Nur Asnawi, MA : ( ) NIP. 150295491 Disahkan Oleh : Dekan, Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP. 150231828 SURAT PERNYATAAN Yang bertandatangan di bawah ini saya : Nama : Ety Maslahah NIM : 03220052 Alamat : Mertojoyo Selatan Gg I, No 21 Malang Menyatakan bahwa “SKRIPSI” yang saya buat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri ( UIN) Malang, dengan judul: ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN (Pada Pedagang Buah di Sepanjang Jl Sersan Harun Pasar Besar Malang) Adalah hasil karya sendiri, bukan “Duplikasi” dari karya orang lain. Selanjutnya apabila kemudian hari ada “klaim” dari pihak lain, bukan menjadi tanggung jawab Dosen Pembimbing dan atau pihak Fakultas Ekonomi, akan tetapi menjadi tanggungjawab saya sendiri. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan dari siapapun. Malang, 19 September 2007 Hormat saya, ETY MASLAHAH NIM ; 03220052 PERSEMBAHAN Kupersembahkan karyaku kepada orang-orang yang berjasa dalam hidupku Kedua orangtuaku yang telah bekerja keras demi aku Bapak dan ibu dosen yang telah membimbing dan mendidikku Teman-temanku semua dimanapun berada MOTTO •      Artinya : Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS AL-Baqoroh : 275) KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Nikmat, dan Hidayah-Nya, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW pembawa kebenaran yang patut kita ikuti jejaknya sampai ahkir hayatnya. Dengan petunjuk-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN “ (Pada Pedagang Buah di sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang). Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga penulis bisa menyelesaikan penulisan skripsi ini. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat, penulis menyampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada : 1. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo selaku Rektor UIN Malang. 2. Bapak Drs. HA. Muhtadi Ridwan, MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang. 3. Bapak DR. Masyhuri, Ir., MP selaku dosen pembimbing berkat kesabaran beliau dalam membimbing dan memberi arahan serta masukan yang amat berguna bagi penulis sehingga terselesaikannya penulisan skripsi ini. 4. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi yang telah mengajarkan ilmunya kepada penulis selama belajar di universitas ini. 5. Seluruh staf Fakultas Ekonomi yang telah membantu bagian administrasi. 6. Bapak, Ibu, dan adiku tercinta, atas dukungan dan doa selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 7. Kak sham yang telah memotivasi, membantu dan berbagi baik suka maupun duka. 8. Seluruh teman-temanku angkatan 2003 dan semua yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini, atas perhatian dan masukan kami ucapkan terimakasih. Malang, 19 September 2007 Penulis ( ETY MASLAHAH ) DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL……………………………………………………….... i HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………... ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………..………… iii HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………..…...v MOTTO…………………………………………………………………………vi KATA PENGANTAR………………………………………..………………. vii DAFTAR ISI…………………………………………………………..…….… ix DAFTAR TABEL……………………………………………………….…….. xi DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………. xii DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………….... xiii ABSTRAK………………………………………………………………… .... xiv BAB I : PENDAHULUAN A. Latar belakang………………………………………………….. 1 B. Rumusan masalah……………………………...……………..... 4 C. Tujuan penelitian………………………………………………. 5 D. Manfaat penelitian …………………………………………...... 5 BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian terdahulu…………………………………………… 6 B. Kajian teori……………………………………………………… 8 1. Lokasi usaha………………………………………………... 8 2. Memilih lokasi bisnis eceran……………………………. . 10 3. Pedagang kaki lima…………………………………..…… 13 4. Karakteristik pedagang kaki lima……………….............. 15 5. Faktor penyebab timbulnya PKL…………………........... 17 6. Penjualan……………………………………… ………..… 18 7. Tujuan penjualan………………………………………...... 19 8. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan penjualan. 19 9. Proses penjualan……………………………………...…… 21 10. Hubungan lokasi usaha dengan penjualan…………….. 22 11. Lokasi dan penjualan dalam perspektif islam…………. 23 12. Kerangka pikir……………………………………...……... 24 13. Model hipotesa……………………………………………. 26 14. Hipotesa………………………………………………….… 26 BAB III : METODE PENELITIAN A. Lokasi penelitian…………………………………………….. . 28 B. Jenis penelitian………………………………………………... 28 C. Sumber data…………………………………………………… 29 D. Metode pengumpulan data………………………………….. 30 E. Definisi operasional variabel ………………………………... 31 F. Skala Pengukuran…………………………………………….. 33 G. Instrumen Penelitian………………………………………….. 32 1. Validitas……………………………………………………. 34 2. Reliabelitas………………………………………………… 35 H. Tehnik Analisis Data…………………………………………. 36 1. Analisisdeskriptif…………………………………………. 36 2. Analisis regresi linier berganda……………………….… 36 BAB IV : PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran umum lokasi penelitian………………………… 40 B. Hasil Penelitian……………………………………………….. 41 1. Karakteristik responden…………………………………. 41 2. Gambaran distribusi item……………………………….. 45 3. Uji validitas……………………………………………….. 51 4. Uji reliabilitas……………………………………………… 52 5. Analisis regresi linier berganda…………………………. 53 C. Pembahasan hasil penelitian ………………………………... 54 1. Analisis dan interpretasi secara simultan……………… 54 2. Analisis dan interpretasi secara parsial………………… 55 3. Analisis dan interpretasi variabel dominan…………… 57 BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan……………………………………………………. 60 B. Saran……………………………………………………………. 62 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel.3.1 : Konsep, variabel, indikator dan item……………………….. 32 Tabel.4.2 : Tabel karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin.. 42 Tabel.4.3 : Tabel karakteristik responden berdasarkan perkawinan… 42 Tabel.4.4 : Tabel karakteristik responden berdasarkan pendidik…….. 43 Tabel.4.5 : Tabel karakteristik responden berdasarkan usia……...…… 44 Tabel.4.6 : Tabel karakteristik sarana jual responden………………….. 44 Tabel.4.7 : Tabel distribusi frekuensi item variabel kemudahan untuk dilihat………………………………………………………...… 45 Tabel.4.8 : Tabel distribusi frekuensi item variabel kemudahan untuk dikunjungi…………………………………………………........ 47 Tabel.4.9 : Tabel distribusi frekuensi item variabel kesesuaian dengan sarana jual……………………………………………………... 48 Tabel.4.10 : Tabel distribusi frekuensi item variabel realisasi ……. …. 50 Tabel.4.11 : Tabel hasil uji validitas……………………………………...… 51 Tabel.4.12 : Tabel hasil uji reliabilitas………………………………...……. 52 Tabel.4.13 : Rekapitulasi hasil regresi linier berganda…………...……… 54 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Kerangka pikir…………………………………….…………. 25 Gambar 2.2 : Model hipotesa…………………………………...……….…. 26 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Data jawaban responden Lampiran 2 : Frekuensi jawaban responden Lampiran 3 : Uji validitas dan uji reliabilitas Lampiran 4 : Analisis regresi linier berganda Lampiran 5 : Daftar kuesioner ABSTRAK Maslahah, Ety. 2007, SKRIPSI. Judul: Analisis Lokasi Usaha Terhadap Penjualan (Pada Pedagang Buah di Sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang. Pembimbing : DR. Masyhuri, Ir., MP Kata Kunci : Lokasi usaha, penjualan Tempat/lokasi usaha merupakan salah satu unsur dari bauran pemasaran yang sangat penting bagi kelangsungan suatu usaha, terutama bagi para PKL disepanjang Jl. Sersan Harun pasar besar Malang. Keberadaannya yang cenderung bertahan di lokasi tersebut menarik untuk diteliti. Padahal kita ketahui tempat/lokasi tersebut dilarang oleh pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel pemilihan lokasi usaha berpengaruh terhadap penjualan para pedagang tersebut sehingga mereka tetap bertahan. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan pendekatan surve. Jumlah sampel sebanyak 64 orang , sedangkan teknik pengambilan menggunakan Acak Sederhana. Variabel bebasnya terdiri dari kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), kesesuaian dengan sarana jual (X3) dan variabel terikatnya adalah realisasi penjualan (Y). Pengujian instrumen menggunakan uji validitas, uji reliabelitas. Sedangkan metode analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukan variabel kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), serta kesesuaian dengan sarana jual (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap realisasi penjualan. Dari penghitungan uji F di peroleh F hitung 16,968 > F tabel 2,75. selain itu nilai Adjusted R Square yang sebesar 0,432 yang berarti besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 43,2 %. Dan uji t diketahui bahwa secara parsial variabel kemudahan untuk dikunjungi (X2) dan kesesuaian dengan sarana jual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya sedangkan variabel kemudahan untuk dilihat (X1) tidak berpengaruh secara signifikan dengan t hitung variabel kemudahan untuk dikunjungi (X1) sebesar -0,771 < t tabel 2,000, kemudahan untuk dikunjungi (X2) sebesar 2,522 > tabel 2,000, kesesuaian dengan sarana jual (X3) sebesar 3,237 > t tabel 2,000. Diduga ada variabel lain yang mempengrauhi dalam pemilihan lokasi usaha selain ketiga variabel diatas. Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk mencari dan menyempurnakan penelitian sebelumnya. ABSTRACT Maslahah, Ety. 2007. Thesis. Title : “ Location Analysis Effort to sale (at merchant of Fruit Alongside Sergeant Harun Street Malang) Advistor: DR. Masyhuri, Ir., MP. Key Words: Location Effort, Selling. Business location or place is one of the very important elements of the mixture marketing that is important for the existence of a business, especially for all merchants of cloister (PKL)alongside Sergeant Harun street, Malang.Its existence that tend to stay in that location is intetesting to be researched. Eventhough we know that its location or place is forbidden by the government. Therefore, this research aim is to know whether the choosing of business location variabel influences the sale of all the merchants, so that they are keen to stay. This research is a Explanatory research by using survey approach. The numer of sampel was 64 people, while the data collection used is simple random sampling. The free variables consist of the amenity to be seen (X1), the amenity to be visited (X2) and the approprianteness to the selling medium (X3) and the bound variable is the selling realization (Y0. The instrument testing used are validity test and reliability test. While the data analysis method used is double linier regression with F and t . The result of this research indicated that the amenity to be seen variable (X1), the amenity to be visited (X2) and the approprianteness to the selling medium simultaneously influence significantly to selling realization. From the accounting of F , it is found that F 16,968 F 2,75. Besides, the value of Adjusted R Square is 0,432 that means the influence level of the free variable to the bound variable is 43,2%. And from t , it is found that partially the amenity to be visited (X2) and the appropriateness to the selling medium have significance influence to the bound variable, while the amenity to be seen (X1) has no influence significantly to t to the amenity to be seen variable (X2) is -0,771 t 2,000, the amenity to be visited (X2) is 2,522 t 2,000, the appropriateness to the selling medium (X3) is 3,237 t 2,000. it is assumed that there are other variables which influence in the choosing of business location besides those three variables above. It is suggested for the next researcher to find and complete this research. المتخلص مصلحة، أيتى، 2007، البحث الجامعي، الموضوع: دراسة تحليلية فى المحلات التجارية واثرها فى شراء المبيعات عند تجار الفواكه فى شارع سرسان هارون، سوق مدينة مالانج الكبرى. المشرف: الدكتور مشهوري محفوظ، الماجستير. الكلمات: المحلات التجارية فى هذا المعمل هو أحد من الإختلاط الترويج مهم فى نفوذ العمل، لاسيما تاجر متجول فى مطو الطريق سرسان هارون كبير السوق مالانج. حالتها تميل التمسك يجذب للفحص. مع أن نعرف فى ذلك المعمل يمنع الحكومة. فلذلك، يهدف الفحص أن يعرف ما انتخاب أو قابل التغيير المعمل وتجار البيع تأثير حتى صامدون إليها. هذا الفحص كمية بقرب التحطيط. كل العينة بقدر أربع وستون شحصا، وأما تأخيذ البينة يستعمل العشوائيّ البسيط. حرية أو قابل التغيير يحاط بسهولة النظر (X1) سهولة ليزار (X2) مناسبة بوسيلة اليبيع (X3) والربيطة أو قابل التغيير هو بيع حيز الحقيقة (Y). كيفية ألة يستعمل تجربة الصحة وطبقة القدرة. وأما التحليل الحقائق يعني تجربة الرتدادلينير إضعافا بتجربة F وتجربة t . هذا لبحث يدل بسهولة النظر (X1) ليزار سهولة (X2) بمناسبة الوسيلة اليبيع (X3) متواقتا لهم معترى النفوذ ليبيع الحقيقة. من محاسبة تجربة ف يتحصل إحصاء ف 16،968 < تغليظ ف 2،75. إصالة التوثيق كثير ما 0،432 المعنى تأثير حرية أو قابل التغيير للربيطة أو قابل التغيير كثير ما 43،2%. وتجربة ت يعرف مغزولا سهولة ليزار (X2) ومناسبة بوسيلة اليبيع (X3) معترى النفوذ لاوقابل التغيير. وأما أوقابل التغيير سهولة النظر(X1) ليس معترى النفوذ بإحصاء ت أوقابل التغيير سهولة النظر (X1) كثيرا ما – 0،771 < تغليظ ت 2،000. سهولة ليزار(X2) يعنى 2،522 < تغليظ ت 2،000. مناسبة بوسيلة اليبيع (X3) 3،237 > تغليظ ت 2،000. سوى الثالثة من أوقابل التغيير تأثير الإختار فى المعمل. يقترح الفحص ليبحث عن قبل الإكتمال به. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Marketing mix (bauran pemasaran) adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan tempat, (Swastha, 2001 : 193). Lokasi atau tempat usaha yang merupakan salah satu unsur dalam bauran pemasaran yang memegang peranan penting dalam menjalankan kelangsungan usaha. Ketepatan dalam pemilihan lokasi usaha merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dengan matang dalam menjalankan suatu usaha. Sebagai salah satu unsur dari bauran pemasaran, lokasi atau tempat usaha diharapkan dapat mendukung keberhasilannya tujuan dari program pemasaran. Lokasi yang tepat bagi bidang usaha merupakan modal untuk mencapai tujuan demikian juga sebaliknya pemilihan lokasi yang salah akan menghambat segala gerak gerik usaha sehingga akan membatasi kemampuan memperoleh keuntungan maupun kelangsungan usaha. Seperti diketahui bahwa sebuah produk yang berkualitas baik dan ditambah dengan promosi yang gencar, kemudian dijual dengan harga yang menarik tidak akan dapat mencapai keuntungan yang optimal apabila produksen kurang memperhatikan lokasi tempat usahanya dalam artian lokasi itu mudah dijangkau, terletak ditempat ramai yang juga merupakan faktor kunci dalam kemampuan pengusaha menarik pelanggan. Dengan demikian banyaknya bentuk usaha yang dilakukan maka setiap usaha juga membutuhkan lokasi tersendiri bagi usahanya. Salah satu bentuk usaha yang memerlukan adanya lokasi usaha yang tepat adalah sektor informal pedagang kaki lima. Hampir disetiap pusat keramaian kota banyak dijumpai pedagang kaki lima, keberadaan pedagang kaki lima sering kali tidak sejalan dengan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kota setempat, karena kehadiran pedagang kaki lima sering kali mengakibatkan kekotoran dan merusak pemandangan tata kota. Keberadaanya pedagang kaki lima memang sering tidak sejalan dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Hal ini sebagai akibat adanya ketidaksamaan antara keinginan pemerintah daerah untuk mengatur dan memperindah kota dengan kebutuhan ekonomi para pedagang kaki lima. Bagi pedagang kaki lima dengan menempati lokasi usaha yang strategis maka mereka akan memperoleh pendapatan yang cukup besar. Sehingga dalam praktek kebijakan tata kota sektor ini sering kali mendapat perlakuan yang kurang baik. Begitu pula yang terjadi di Pasar Besar Malang yang situasinya tidak jauh berbeda dengan pasar pada umumnya. Pasar besar banyak dipilih oleh para pedagang sebab selain lokasinya strategis juga memiliki bangunan permanen bertingkat dua yang cukup besar dan layak sebagai tempat untuk membuka usaha. Para pedagang disini dibedakan menjadi dua, yaitu pedagang yang menetap didalam bangunan dan diluar bangunan pasar atau yang disebut pedagang kaki lima. Para pedagang kaki lima yang berjualan diluar gedung khususnya di sepanjang Jl. Sersan Harun sangat mengganggu jalannya transpotasi yang kerap kali mengakibatkan macet. Lokasi dijalan ini sebenarnya dilarang oleh pemerintah kota namun para pedagang cendrung bertahan ditempat ini. Kebanyakan pedagang di Pasar Besar ini memang tidak memiliki tempat atau ruang untuk berjualan. Sebagian besar mereka hanya berjualan di emperan dan di pinggir jalan, dan alat atau sarana jual merekapun sederhana seperti meja, kereta dorong, plastik, tikar, dan lainnya, begitu juga barang yang mereka jualpun bervariasi misalnya: makanan, minuman, buah-buahan, alat rumah tangga, sayur mayur, asesoris dan masih banyak lagi. Dari pengamatan yang peneliti lakukan mayoritas pedagang kaki lima dipasar besar menjual buah-buahan sehingga dalam penelitian ini hanya pedagang buah saja yang akan di teliti. Walaupun demikian para pedagang diharapkan tetap harus mempertimbangkan sekali mengenai hal pemilihan lokasi demi kelangsungan usahanya. Dengan demikian kebutuhan akan lokasi bagi aktivitas pedagang kaki lima merupakan hal yang logis, mengingat perdagangan fisik sebagai tumpuan kegiatan pedagang kaki lima serta dengan segala keterbatasan kemampuan yang dimiliki, tidaklah mengherankan bila pedagang kaki lima mengambil lokasi yang strategis dalam arti demi kelancaran pemasaran produknya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Dari keadaan tersebut mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian dengan judul "ANALISIS LOKASI USAHA TERHADAP PENJUALAN" (Pada Pedagang Buah di Sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang). B. Rumusan Masalah Dari persoalan umum diatas, maka secara spesifik dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah variabel pemilihan lokasi usaha yang meliputi Kemudahan untuk dilihat (X1), Kemudahan untuk dikunjungi (X2), Kesesuaian dengan sarana jual (X3) berpengaruh terhadap variabel realisasi penjualan secara parsial maupun simultan ? 2. Dari variabel diatas manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap penjualan ? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui apakah variabel pemilihan lokasi usaha yang meliputi Kemudahan untuk dilihat (X1), Kemudahan untuk dikunjungi (X2), Kesesuaian dengan sarana jual (X3) berpengaruh terhadap variabel realisasi penjualan secara parsial maupun simultan . 2. Untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan berpengaruhnya terhadap penjualan. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis a. Menambah wawasan para pedagang kaki lima dalam menentukan lokasi usahanya. b. Untuk aplikasi ilmu yang didapat penulis selama kuliah. 2. Bagi Dunia Pendidikan a. Menambah koleksi dan khasanah pengetahuan dibidang manajemen pemasaran. b. Sebagai salah satu bahan rujukan dalam penelitian manajemen pemasaran selanjutnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Penelitian serupa dilakukan oleh : Ana Lutfia (2000) dengan judul "Pengaruh Tempat Usaha Terhadap Penjualan" (Studi pada pedagang kaki lima di sepanjang JL H. Agus Salim Malang ). Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory (penjelasan) dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, tehnik data yang digunakan adalah Simple Rondom Sampling dan penelitian ini dibatasi pada pedagang kaki lima yang berpindah sebelum akhirnya berdagang dilokasi. Dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 86 orang dan metode analisisnya menggunakan metode bevariat dan multibevariat. Pada penelitian ini menggunakan tiga variable bebas yaitu Kemudahan untuk dilihat orang X1, Kemudahan utnuk dikunjungi orang X2, dan Kesesuaian dengan sarana jual X3. Sedangkan variable terikatnya (Y) adalah variabel realisasi penjualan. Dari hasil penelitiannya dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara variable terikat (Y) terhadap variable bebas(X1) dengan koefisien regresi berganda sebesar 0,262, t hitung 3,888, p sebesar 0,000 terhadap variable bebas (X2) koefisien regresi linier berganda 0,313, t hitung sebesar 2,735, p sebesar 0,008 terhadap variable bebas (X3) koefisien regresi linier berganda sebesar 0,219, t hitung sebesar 2,664, p sebesar 0,009. Dinawati, (2002) dengan judul "Pengaruh Lokasi Usaha Terhadap Penjualan " (Studi pada Rumah Makan Minang dikelurahan Lowokwaru dan Blimbing Malang) dengan sampel yang diteliti dari 45 orang pemilik rumah makan minang dengan menggunakan penelitian Explanatory diketahui dari variable bebasnya adalah variable Kemudahan lokasi usaha (X1), Situasi lokasi usaha (X2), Biaya lokasi (X3) mempunyai pengarugh yang signifikan secara bersama sama terhadap variable terikatnya realisasi penjualan (Y) dan varibel kemudahan lokasi usaha yang mempunyai terhadap vareabel realisasi penjualan. Analisa pada penelitan ini menggunakan uji korelasi berganda, uji regresi berganda, dan uji parsial. Berdasarkan data secara statistik dari pengolahan computer SPSS versi windows dapat dibuktikan bahwa ketiga variable bebas diatas mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama sama terhadap variabel terikat realisasi penjualan dan dari ketiga vareabel tersebut yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap penjualan adalah variabel kemudahan lokasi usaha. Perbedan penelitian ini dengan dahulu adalah terletak pada empat, obyek dan jumlah sampel yang diambil (untuk diteliti), sedangkan untuk analisis datanya menggunakan uji t hitung, f hitung dan regresi linier ganda yang datanya dari hasil kuesioner yang diolah. B. Kajian Teori 1. Lokasi Usaha Berkenaan dengan unsur bauran pemasaran yang keempat yaitu place, tempat dapat diartikan sebagai segala hal yang menunjukan pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran (Kotler, 1997 : 82). Place berkaitan dengan upaya menyampaikan produk yang tepat ketempat pasar sasaran produk yang baik dan berkualitas tidak akan banyak artinya apabila yang baik dan berkualitas tidak akan benyak artinya apabila tidak tersedia pada saat dan tempat yang diinginkan. Place dalam bauran pemasaran ini adalah lokasi usaha, kebanyakan pihak percaya bahwa keuntungan dari lokasi yang baik dapat menjadi suatu kelemahan apabila penenpatannya salah. Lokasi yang baik dipilih untuk usaha sangat mempengaruhi biaya dan laba. Faktor lokasi yang tepat juga merupakan cara untuk bersaing dalam usaha menarik pelanggan. Lokasi perlu diseleksi karena keberhasialan usaha sangat tergantung pada pemilihan lokasi usaha yang tepat. Pentingnya pemilihan lokasi usaha juga dikemukakan dalam bukunya Hermawan Kertajaya (1998 : 229) bahwa ada tiga unsur penting dalam bisnis yaitu lokasi, lokasi, lokasi. Sebuah usaha yang terletak dijalan utama menjadi pertimbangan bagi pedagang dikarenakan arus pejalan kaki menjadi faktor yang menentukan kelangsungan usaha terutama yang berkecimpung dalam sektor informal. Pejalan kaki merupakan salah satu sumber pemasokan yang besar karena kebanyakan dari pejalan kaki memanfaatkan kehadiran pedagang dan sebaliknya pedagang mendapat pendapatan dari pejalan kaki. Lokasi usaha memiliki pengaruh yang nyata terhadap pilihan konsumen, hal ini dikarenakan konsumen lebih memilih membeli didekat tempat tinggalnya, selain faktor dekat dengan tempat tinggalnya konsumen yang melihat segi lokasi usaha diperlukan suatu kejelian dan kecermatan dari pedagang agar tepat dalam menentukannya. Dalam masalah penentuan lokasi toko pengecer, manajer harus berusaha menentukan suatu lokasi yang dapat memaksimumkan penjualan dan labanya, hal ini dimaksudkan untuk memdapatkan lokasi yang strategis yang dapat menarik para konsumen dari pesaingnya (Swastha, 2003 : 335). Dari pernyataan diatas dapatlah dijelaskan bahwa lokasi usaha merupakan hal yang cukup penting dan harus dipertimbangkan dengan matang oleh produksen dalam upaya untuk memperoleh keuntungan maupun demi kelangsungan usaha 2. Memilih Lokasi Bisnis Eceran. Lokasi atau tempat melakukan usaha sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran penjualan dalam menyampaikan barang dagangan dari produksen kekonsumen. Lokasi yang strategis sangat menentukan keberhasilan suatu usaha dagang namun untuk menentukannya bukan hal mudah apabila ditengah laju pembangunan. Pengusaha yang berhasil adalah yang paling dapat menyesuaikan barang dan jasanya dengan permintaan pasar secara tepat, oleh karena itu pengusaha harus memperhatikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan pemilihan lokasi usaha. Menurut Swastha dan Irawan (1997 : 339) faktor yang harus mempertimbangkan dalam menentukan daerah perbelanjan adalah: a. Luas daerah perdagangan b. Dapat dicapai dengan mudah c. Pontensi pertumbuhannya d. Lokasi toko-toko saingan Selain itu menurut Carthy dan Parreault (1993 : 270 - 271) dalam memasarkan barang dagangan sebaiknya memilih lokasi seperti: a. Pusat pembelanjaan yang terencana yaitu perkumpulan toko toko yang direncanakan sebagai suatu unit untuk memenuhi kebutuhan pasar karena toko toko tersebut biasanya melakukan promosi bersama. b. Pusat pembelanjaan yang dekat dengan perumahan yang terdiri dari beberapa toko kebutuhan sehari hari. c. Pusat pembelanjaan masyarakat, karena disini pedagang kaki lima bisa mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menarik konsumen karena padatnya populasi. Selain faktor tersebut diatas pilihan utama dalam memilih lokasi adalah yang berada dipusat kota dan pusat perniagaan. Karena daerah yang memiliki kepadatan yang besar memiliki kesempatan lebih besar mendapat perhatian konsumen untuk menarik minat mereka untuk melihat dan akhirnya timbul keinginan membeli. Menurut Yazid (2001 : 188) kriteria yang perlu diperhatikan dalammemilih lokasi adalah: a. Karakteristik dan ukuran populasi b. Ketersediaan tenaga kerja c. Kedekatan dengan sumber produksi d. Promosi e. Basis ekonomi f. Kesesuaian dengan sarana g. Situasi persaingan h. Kemudahan lokasi toko Sedangkan menurut Lamb, Hair and Mc Daniel (2002 : 101) faktor-faktor yang penting dalam pemilihan sebuah lokasi adalah: a. Karakteristik sosial ekonomis sekitarnya b. Arus lalu lintas c. Biaya tanah d. Peraturan kawasan e. Transportasi pablik f. Keberadaan pesaing g. Kemungkinan terlihat h. Tempat parkir i. Lokasi masuk dan keluar j. Kemudahan akses k. Keselamatan dan keamanan Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil beberapa alternatif kesimpulan bahwa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi adalah sebagai berikut: a. Kemudahan untuk dilihat b. Kemudahan untuk dikunjungi c. Kesesuaian dengan sarana jual 3. Pedagang Kaki Lima Pertumbuhan sektor informal didaerah perkotaan biasanya tersebar dan mudah dijumpai dipusat kegiatan perdagangan kota yang memberikan peluang permintan terhadap produk yang mereka tawarkan seperti terminal, stasiun, trotoar, alun alun, tempat hiburan, perkotaan dan sekitar pusat perbelanjaan. Unit usaha informal yang banyak dijumpai dikota besar meliputi penarik becak, pemulung, kuli angkut, tukang ojek, tukang servis, perdagang asongan, pedagang kaki keliling, pedagang kaki lima dan sebagainya. Pedagang kaki lima adalah orang ekonomi golongan lemah, yang berjualan barang-barang kebutuhan sehari hari, makanan atau juga dengan modal yang relativ kecil, modal sendiri atau orang lain, baik berjualan ditempat terlarang ataupun tidak (Alma, 2003 : 64). Sedangkan pengertian PKL menurut Bromley dalam Manning dan Noer (1996 : 229). Pedagang kaki lima digambarkan sebagai perwujudtan pengangguran tersembunyi atau setengah pengangguran yang luas dan pertumbuhan yang biasa dari jenis pekerjaan sektor tersier yang sederhana dikota didunia ketiga. Sebagai bagian dari sector informal PKL mempunyai ciri ciri tidak jauh berbeda dari ciri ciri sektor informal supaya dapat lebih menjelaskan pengertian konsep PKL, berikut adalah ciri-ciri umum yang dijumpai pada PKL. Menurut (Firdausi 1995 : 145) yaitu : a. PKL umumnya sebagai mata pencaharian pokok b. Para PKL umumnya tergolong angkatan kerja produtif c. Tingkat pendidikan rendah d. Sebagian besar pedagang kaki lima adalah pendatang dari daerah dan belum memiliki status kependudukan yang sah dikota e. Sebelum berdagang kaki lima mereka adalah buruh f. Kemampuan wirausaha mereka umumnya lemah dan kurang mampu menumpuk modal g. Umumnya memperdagangkan bahan pangan, sandang dan kebutuhan hidup dikota Dikemukakan pula oleh Winardi (1986 : 163 - 167) ada ciri-ciri umum yang dijumpai pada pedagang kaki lima diantaranya: a. Perkataan kaki lima memberi konotasi bahwa mereka umumnya menjajakan barang-barang dagangan mereka diatas gelaran tikar atau plastik dipinggir jalan, yang biasanya dimuka toko atau tempat lain yang dianggab strategis b. Para pedagang kaki lima pada umumnya menjajakan bahan makanan, minuman, barang-barang konsumsi baik tahan lama maupun tidak tahan lama secara eceran c. Para pedagang kakai lima umumnya bermodal kecil d. Kwalitas barang yang dijual relatif lebih rendah. e. Tawar menawar f. Para pedagang kaki lima pada umumnya berusaha dalam kondisi ketidakpastian dan ketidaktenagaan g. Kelompok pedagang kaki lima ini sering dibebani dengan aneka macam pungutan (baik pungutan resmi maupun pungutan liar) h. Masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa kelompok pedagang kaki lima merupakan kelompok yang menduduki status sosial yang relatif rendah i. Menginggat pula bahwa kelompok pedagang kaki lima ini naluri untuk bertahan amat kuat, maka pada umumnya mereka bersedia dan siap melanggar segala macam peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan kepentingan mereka 4. Karakteristik Pedagang Kaki Lima Karakteristik pedangang kaki lima berdasarkan cara melakukan kegiatan menurut Ernawati, Tanjung, Subekti (1995 : 17-18) dapat dikelompokan menjadi tiga macam : a. Pedagang kaki lima menetap Merupakan pola kegiatan pedagang kaki lima yang dalam tata cara pelaksanaan kegiatannya dilakukan dengan menetap pada suatu lokasi yang tertutup atau tetap. Kegiatan dalam kelompok ini mempunyai sifat yang hampir sama dengan tata cara yang dijumpai pada kegiatan pedagang formal. Dengan kata lain setiap konsumen yang membutuhkan pelayanannya akan datang kelokasi penjualan. b. Pedagang kaki lima berpindah Merupakan bentuk kegiatan yang dalam tata cara pelaksanaan kegiatannya hanya akan meetap pada suatu waktu tertentu saja selama menurut mereka lokasi tersebut masih mengguntungkan begitu seterusnya, mereka akan mencari tempat lain bila lokasi tersebut mulai dirasa sepi dari pembeli. c. Pedagang kaki lima berkeliling Pola kegitan pedagang kaki lima yang dalam tata cara pelaksanaan kegiatannya selalu berusaha mendatangi konsumen untuk menawarkan barang atau jasa jasa yang diperdagangkan. Sedangkan karakteristik pedagang kaki lima berdasarkan sarana jual yang digunakan menurut Ernawati, Tanjung, Subekti (1995 : 19) terdapat empat tipe dasar yaitu: a. Hamparan dilantai Pedagang kaki lima disini dalam melakukan kegiatan berjualannya biasanya menggunakan alas seperti tikar, kain, plastik, bakul atau meja untuk menjual barangnya. b. Pikulan Pedagang biasanya menggunakan sebuah atau dua keranjang denagn cara dipikul, kelompok kegiatan dengan sarana jual pikulan merupakan bentuk aktifitas perdagangan yang masih menunjukan ciri ciri tradisional. Keranjang yang dipikul menggunakan pikulan dan keranjang untuk menjual barangnya. c. Meja Pedangang dalam menjual dagangannya disini menggunakan meja sebagai sarana jualnya. Pada kelompok yang menggunakan meja ada yang diberi pelengkap atap dan ada yang tidak beratap, fungsi atap tersebut adalah untuk melindungi barang maupun pedagang itu sendiri dari cuaca hujan atau panas dan dari pengaruh debu. d. Kereta dorong Pedagang yang disini menggunakan kios sebagai sarana jualannya. Bentuk kios ini dapat dikatakan mempunyai tingkatan yang lebih maju dibanding dengan sarana jual yang lain. Kios yang dipergunakan ada yang berupa kios permanent ataupun kios semi permanent. 5. Faktor Penyebab Timbulnya PKL Timbulnya sektor informal, adalah akibat adanya dualisme dalam kegiatan ekonomi pada negara yang sedang berkembang (Alma, 2004 : 65). Diantara jenis usaha di sektor informal yang paling menojol diperkotan saat ini usaha kaki lima, keberadan PKL telah mengalami perkembangan yang cukup padat dan sekaligus menjadi masalah dikota besar di Indonesia. Seperti yang telah disebutkan para PKL banyak yang dari luar daerah dan banyak yang belum menjadi penduduk kota yang sah. Sebelum menjadi PKL, banyak dari mereka yang bekerja hanya mengandalkan kekuatan fisik saja dengan bekerja sebagai buruh (Firdausy, 1995 : 140). Dalam upaya mempertahankan hidup diperkotaan, PKL berusaha dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, keberadaan mereka dalam kelompok yang berasal dari daerah yang sama dapat dikatakan sebagai arena “pelatihan” mengenai strategi menghadapi kehidupan perkotaan melalui kerabat dan kenalan tersebut mereka mendapatkan akses untuk dapat masuk ke sektor informal. 6. Penjualan Menurut Swastha (1990 : 10) penjualan merupakan interaksi antar individu saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa menjual merupakan usaha untuk menimbulkan kegiatan transaksi antara pembeli dan satuan mata uang rupiah ataupun satuan moneter lainnya yang diakui secara global diseluruh dunia. 7. Tujuan Penjualan Pada umumnya semua pengusaha atau pedagang mempunyai tujuan yang sama yaitu mendapatkan laba yang sebanyak banyaknya. Namun hal ini bisa terjadi bila semua sesuai dengan semua yang sudah direncanakan. Menurut Swastha dan Irawan (2003 : 404) pada umumnya perusahaan mempunyai tiga tujuan umun dalam penjualan yaitu: a. Mencapai volume penjualan tertentu b. Mendapatkan laba tertentu c. Menunjang pertumbuhan perusahaan Tujuan diatas bukan hanya dilakukan oleh pelaksana penjualan atau para penjual tapi juga perlu adanya kerja sama yang baik antar fungsionaris dalam perusahaan tersebut. 8. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan Menurut Swastha dan Irawan (2003 : 406-408) penjualan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: a. Kondisi dan kemampuan penjual Disini penjual harus mampu menyakinkan kepada pembelinya agar dapat mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. b. Kondisi pasar Mengetahui kondisi pasar yang akan menjadi sasaran dalam penjualan sangatlah penting. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti: 1) Jenis pasarnya apakah pasar konsumen, pasar industri, pasar pemerintah atau pasar penjual 2) Segmentasi pasar 3) Daya beli 4) Frekuensi pembelian 5) Kegiatan dan kebutuhan pasar c. Modal Modal adalah sumber dana untuk membiayai promosi dan lain-lain agar produksi dapat dikenali oleh para calon pembelinya. j. Kondisi organisasi perusahaan Biasanya dalam perusahaan besar mempunyai struktur organisasi yang mana didalamnya ditempatkan orang-orang yang memang menguasai dalam bidangnya. Tapi lain halnya dengan perusahaan kecil semua kegiatannya dilakukan sendiri. k. Faktor lain Dalam penjualan tidak mungkin terlepas dari periklanan, peragaan pemberian sering dan semua yang berkaitan dengan penjualan barang. 9. Proses Penjualan Menurut Swastha dan Irawan (2003 : 410-413) tahap-tahap didalam proses penjualan terdiri dari: a. Persiapan sebelum penjulan Sebelum melakukan penjualan tenaga penjualan harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan memberikan pengertian tentang barang yang akan mereka jual. b. Penentuan pembelian potensial. Lokasi atau tempat usaha merupakan salah satu alat ukur utnuk mengetahui segmen pasar yang akan kita tuju untuk menentukan karakteristik konsumen yang tepat untuk produk kita. c. Pendekatan pendahuluan Disini penjual harus mampu mempelajari semua masalah tentang individu atau perusahaan yang dapat kita harapkan sebagai pembeli. d. Melakukan penjualan Suatu usaha untuk memikat konsumen kemudian diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka. e. Pelayanan sesudah penjulan Untuk mencapai kesan yang baik kepada konsumen produksen harus mampu menekankan penjualan pada pencapaian target yang diinginkan tetapi harus juga memberi jaminan seperti garansi, pemberian jasa reparasi, penghantaran barang ke rumah agar konsumen semakin nyakin. 10. Hubungan antara Lokasi Usaha dengan Penjulan Lokasi adalah merupakan salah satu faktor yang penting dalam melakukan kegiatan ekonomi yaitu perdagangan maupun usaha sejenisnya. Pemilihan lokasi usaha yang salah akan berakibat fatal dan sangat merugikan, karena ketika kita menjual suatu barang di suatu tempat tanpa kita mengetahui lingkungan dan keinginan konsumen kemungkinan besar barang yang kita tawarkan tidak akan laku. Ini bisa saja terjadi jika apa yang kita jual tidak sesuai dengan selera konsumen dan kurang diminati. Masalah semacam ini bisa dijadikan pertimbangan juga oleh para produksen sebelum menjual barang atau mendirikan suatu usaha. Pemilihan tempat usaha yang tepat dan strategis kemungkinan besar akan memberikan laba yang maksimum bagi para pengusaha. Karena barang yang kita tawarkan sesuai dengan keinginan konsumen di sekitar tempat kita mendirikan usaha. Oleh karena itu produksen dituntut untuk lebih peka terhadap apa yang diinginklan oleh konsumennya sehingga mereka bisa memberikan pelayanan yang sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Dari uraian diatas terlihat sekali hubungan antara penjualan dan pemilihan tempat usaha yang tepat, karena pemilihan tempat usaha yang tepat dan strategis akan lebih menjajikan laba yang banyak di timbang kesalahan pemilihan tempat usaha yang salah. Maka dari itu sangat penting sekali perencanaan dan pertimbangan pertimbangan sebelum mendirikan suatu usaha. 11. Lokasi (tempat) dan Penjualan dalam Perspektif islam من يشفع شفعةحسنة يكن له نصيب منها ومن يشفع شفعة سيئة يكن له كفل منها وكا ن الله على كل شىء مقيتا Artinya: Barang siapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafaat yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (AN-NISA: 85). واوفوا بعهد الله ادا عهدتم ولا تنقضوا الايمن بغد تو كيد ها وقد جعلتم الله عليكم كفيلا ان الله يعلم ما تفعلون Artinya : Dan tepatilah Perjajian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat (AN-NAHL : 91) Merujuk dari kedua ayat diatas bahwa suatu perbuatan yang memberikan kebaikan kepada orang lain maka seseorang yang melakukannya akan mendapatkan pahala dari Allah, begitu juga sebaliknya jika seseorang atau hamba itu memberikan sesuatu atau manfaat yang buruk kepada orang lain maka hamba tersebut juga akan menanggungnya. Ketika kita melakukan jual beli ditempat yang dilarang bahkan menganggu orang lain maka itu tidak akan membawa kebaikan karena ada yang merasa dirugikan dan hal tersebut lebih baik dihindari. Selain itu, dalam jual beli terdapat perjanjian dimana seorang penjual akan berusaha menyakinkan pembelinya agar membeli barangnya. Dalam islam diajarkan agar kita mengatakan yang sebenar-benarnya tanpa ada unsur penipuan yang dapat merugikan orang lain. 12. Kerangka Berfikir Volume penjualan besar kecilnya tergantung pada aktivitas produksi, keberadan tempat, tingkat harga, dan pelaksanaan promosi. Pada penelitian ini titik poinnya pada tempat, ada dugaan kuat bahwa tempat dipengaruhi oleh 3 variabel yaitu, kemudahan untuk dilihat, kemudahan untuk dikunjungi dan kesesuaian dengan sarana jual. Tiga variable tersebut masing masing akan dianalisa kontribusi pengaruhnya terhadap volume penjualan dengan alat analisi regresi ganda. Secara lengkap dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Gambar 2.1 Pola Pikir 13. Model Hipotesa Gambar 2.2 Model hipotesa Realisasi penjualan 14. Hipotesa Hipotesa merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2006 : 71). Adapun hipotesa dalam penelitian ini adalah : a. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kemudahan untuk dilihat (X1), Kemudahan untuk dikunjungi (X2), Kesesuaian dengan sarana jual (X3) sebagai variabel pemilihan lokasi usaha terhadap variabel realisasi penjualan (Y), baik secara simultan maupun parsial. b. Dari ketiga variabel tersebut terdapat pengaruh variabel yang paling dominan terhadap variabel realisasi penjualan. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang. Adapun maksud memilih lokasi disitu karena banyaknya pedagang kaki lima yang memilih lokasi disini untuk berjualan, selain itu Pasar Besar juga merupakan salah satu pasar terbesar yang mempunyai letak strategis di pusat kota. B. Jenis Penelitian Sejalan dengan tujuan penelitian yang telah dibicarakan sebelumnya maka penelitian tentang Analisis Lokasi Usaha Terhadap Penjualan ini menggunakan penelitian explanatory. Penelitian explanatory menurut Singarimbun (1995 : 5) merupakan penelitian yang menjelaskan hubunga kausal antara variable penelitian dan pengujian hipotesa. Didalam penelitian explanatory, pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey seperti yang dikatakan Effendi (1995 : 16) bahwa survey merupakan penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta fakta mengenai fenomena yang ada didalam masyarakat dan mencari keterangan secara aktual dan sistematis. 1. Populasi Populasi menurut Arikunto (2003 : 120) yaitu merupakan keseluruhan subyek penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah Pedagang Kaki Lima (PKL) khususnya pedagang buah yang berjualan di luar bangunan pasar yang tepatnya disepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang. Dalam menentukan populasi, peneliti mengambil data dari Dinas Kota Pasar Malang. 2. Sampel Sampel menurut Djarwanto dan Pangestu (2002 108) adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit dari populasinya). Menurut Singarimbun (1995 : 155) sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satu elemeter dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Dalam menentukan jumlah sampel menurut (Arikunto,1998 : 120) bahwa jika jumlah populasi lebih dari 100 orang maka dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. C. Sumber Data Jenis data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. 1. Data Primer, adalah data yang diperoleh dari sumbernya yaitu responden atau obyek yang diteliti. Dalam penelitian adalah pedagang kaki lima. 2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari keterangan yang telah dikumpulkan dan diperoleh melalui dokumen-dokumen dari instansi yang terkait. D. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode penelitian data yaitu: 1. Metode Kuesioner, merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyan data tertulis kepada responden dengan tujuan untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian. a. Tipe Isian. Daftar pertanyaan ini digunakan untuk mendapatkan jawaban tentang nama, jenis kelamin, umur dan pendidikan terakhir responden. b. Tipe Pilihan. Pada tipe ini responden diminta untuk menulis salah satu jawaban dari alternative jawaban yang telah disediakan dengan bentuk Multiple Choice Question. 2. Metode Wawancara, metode ini untuk mendapatkan data yang diperlukan dengan cara tanya jawab langsung dengan responden. 3. Dokumentasi, menurut Sanusi (2003 : 102) biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber baik secara pribadi, maupun kelembagaan. E. Definisi operasional variabel Selanjutnya agar konsep dapat di teliti secara tepat maka konsep yang ada harus dioperasionalkan menjadi suatu variabel yaitu obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian variabel bebas atau independen variabel (X), sedangkan variabel akibat disebut variabel tidak bebas, variable tergantung, terikat atau dependen variabel (Y). (Ari Kunto 1998 : 101). Variabel variabel yang sudah ada selanjutnya dioperasionalkan lebih lanjut menjadi item dan indikator-indikator sebagai berikut : Tabel. 1 KONSEP, VARIABEL, INDIKATOR, ITEM Konsep Variabel Indikator Item Lokasi Usaha 1. Kemudahan untuk dilihat (X1) Tingkat ketepatan lokasi usaha 1.1 Lokasi berada dipingir jalan 1.2 Lokasi berada pada pusat kota 1.3 Lokasi banyak dilewati pejalan kaki 2. Kemudahan untuk dikunjungi (X2) Tingkat kemudahan lokasi usaha 2.1 Mudah dijangkau transportasi 2.2 Berada pada tempat terbuka 2.3 Dekat dengan permukiman 3. Kesesuaian dengan sarana jual (X3) Macam-macam alat jual 3.1 Jenis alat berupa meja 3.2 Jenis alat berupa kereta dorong 3.3 Jenis alat berupa hamparan tikar Penjualan Realisasi Penjualan Volume Penjualan Penjualan per hari dalam rupiah Laba per hari F. Skala Pengukuran Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran interval. Menurut Effendi dalam Singarimbun dan Effendi (1995 : 103) ukuran interval adalah pengurutan orang atau obyek berdasarkan atribut. Selain itu ukuran ini juga memberikan informasi tentang interval antara satu atau obyek dengan orang atau obyek yang lainnya. Ukuran ini merupakan salah satu ukuran yang paling sering dipakai dalam penelitian sosial karena skala dan indeks sikap biasanya menghasilkan ukuran interval. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Effendi dalam Singarimbun dan Effendi (1995 : 111) mengemukakan bahwa: Salah satu cara yang paling penting digunakan dalam menentukan skor adalah menggunakn Skala Likert, cara pengukuran adalah dengan menghadapkan seorang responden dengan sebuah pertanyaan dan kemudian diminta untuk memberi jawaban sangat setuju, setuju, ragu ragu, tidak setuju, sangat setuju. Jawaban itu diberi skor satu sampai lima. Secara garis besar, gambarannya adalah sebagai berikut: 1. Sangat setuju, diberi skor 5 2. Setuju,diberi skor 4 3. Ragu ragu, diberi skor 3 4. Tidak setuju, diberi skor 2 5. Sangat tidak setuju 1 G. Instrumen Penelitian Instrumen pengumpulan data yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reilabel. 1. Validitas Menurut Ancok dalam Singarimbun dan Effendi (1995 : 124), validitas menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin di ukur sekiranya peneliti menggunakan kuesioner didalam pengumpulan data penelitian maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kesyahihan dari Instrumen kuisioner dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment. r = Dimana : r = Korelasi produk moment N = Jumlah responden/sampel X = Jumlah jawaban variabel x Y = Jumlah variabel jawaban y Jika nilai r 0,60 maka instrumen tersebut dapat dikatakan valid, dan apabbila nilai r 0,60 maka instrumen tersebut dapat dikatakan tidak valid. Singarimbun dan Effendi, (1995 : 124), mengatakan jika 0,05 maka pertanyaan tersebut dikatakan valid dan apabila 0,05 maka pertanyaan tersebut dapat dikatakan tidak valid. Tingkat validitas diperoleh dengan membandingkan nilai hitung dengan probabilitas. Bila 0,05 berarti item-item dalam setiap variabel tersebut valid. 2. Relibilitas Menurut Arikunto (1993 : 142) reliabilitas menunjukan pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabilitas artinya dapat dipercaya jadi dapat diandalkan. Yang diusahakan dapat dipercaya adalah datanya bukan semata-mata instrumennya. Sesuatu instrumen harus reliabilitas mengandung arti bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkapkan data yang bisa dipercaya. Untuk menguji tingkat reliabilitas, dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach. r = Dimana : r = Reliabelitas instrumen K = Banyaknya pertanyaan = Jumlah varians butir = Varians total Menurut Singarimbun instrumen dikatakan reliabel, jika hasil penelitian memiliki koefisien keandalan sebesar alpha = 0,05 atau lebih. H. Tehnik Analisis Data Untuk menjawab tujuan penelitian diatas dalam penelitian ini menggunakan diskriptif statistik dengan melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Analisis deskriptif Analisis ini digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan obyek penelitian yang terdiri dari gambaran penelitian, keadaan responden yang diteliti serta item-item yang didistribusikan dari masing-masing variabel. Setelah keseluruhan data telah terkumpul maka kegiatan selanjutnya mengolah data kemudian mentabulasikan ke dalam tabel dan membahas data yang diolah secara deskriptif. 2. Analisis regresi linier berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk memeriksa kuatnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Maka dalam penelitian ini regresinya sebagai berikut (Sugianto, 2005 : 250). Y = a+b x +b x +b x + e Dimana: Y = Variabel terikat yaitu realisasi penjualan a = Konstanta b = Koefisien regresi variabel bebas ke -1 X1 = Kemudahan untuk dilihat X2 = Kemudahan untuk dikunjungi X3 = Kesesuaian dengan sarana jual e = Standar error Untuk mengetahui hipotesis yang diajukan bermakna atau tidak maka digunakan perhitungan uji statistik, sebagai berikut : a. Uji F (Uji simultan) Digunakan untuk mengetahui apakah secara simultan koefisien variabel bebas mempunyai pengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat, (Sugiono, 2005 : 250 ). F = Dimana : F = Harga F R = Koefisien korelasi berganda K = Banyaknya variabel bebas N = Ukuran sampel Adapun langkah-langkah uji F atau uji simultan adalah: 1) Perumusan hipotesis Ho = variabel pemilihan lokasi usaha tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel realisasi penjualan Ha = variabel pemilihan lokasi usaha ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel realisasi penjualan 2) Nilai kritis distribusi F dengan level of signifikan = 0,05 F = F 3) Kriteria penolakan atau penerimaan Ho diterima jika : F ≤ F maka Ho diterima dan Hi ditolak, ini berarti tidak terdapat pengaruh simultan oleh variable X dan Y. F ≥ F maka Ho ditolak dan Hi diterima, hal ini berarti terdapat pengaruh yang simultan terhadap variabel Y. b. Uji t (uji parsial) Digunakan untuk mengetahui masing-masing sumbangan variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat, menggunakan uji masing-masing koefisien regresi variabel bebas apakah mempunyai pengaruh yang bermakna atau tidak terhadap variabel terikatnya, Sugiono (2005 : 223). t = Dimana : r = Koefisien regresi n = Jumlah responden t = Uji hipotesa Adapun langkah-langkah untuk uji t atau uji parsial adalah : 1) Perumusan hipotesa nol (Ho) dan hipotesa alternatifnya (Ha) - Ho = variabel kemudahan untuk dilihat ada pengaruh terhadap realisasi penjualan. - Ha = variabel kemudahan untuk dilihat ada pengaruh terhadap realisasi penjualan. - Ho = variabel kemudahan untuk dikunjungi tidak berpengaruh terhadap realisasi penjualan. -Ha = variabel kemudahan untuk dikunjungi ada pengaruh terhadap realisasi penjualan. - Ho = variabel kesesuaian dengan sarana jual tidak berpengaruh terhadap realisasi penjualan. - Ha = variabel kesesuaian dengan sarana jual ada pengaruh terhadap realisasi penjualan. 2) Menentukan nila kritis dengan nilai lefel of signifikan 0,05 t = t 3) Penentuan kriteria penerimaan dan penolakan. t t maka Ho diterima dan Ha di tolak, itu berarti tidak ada pengaruh yang bermakna oleh variabel X dan Y t t maka Ho ditolak ha diterima, itu berarti ada pengaruh yang bermakna oleh variabel X dan Y. BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A . Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pasar Besar Malang dibangun pada jaman penjajahan Hindia Belanda pada tahun 1914, pasar besar selalu tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan sebagian pusat perdagangan maka pada tahun 1938 dan 1973 diadakan renovasi. Pada tahun 1985 terjadi musibah kebakaran pada bagian dalam timur, pada tahun tersebut bagian yang terbakar diganti dengan bangunan kerangka besi dan atap asbes gelombang. Bangunan pasar besar terdiri dari 4 (empat) lantai, lantai dasar dan satu untuk pedagang pasar besar, lantai dua untuk Departemen store Matahari dan parkir, sedangkan lantai tiga untuk parkir. Fasilitas tempat berjualan untuk pedagang dalam pasar besar yang telah selesai di bangun berupa : 1. Toko : 718 Unit 2. Kios : 2.666 Unit 3. Konter : 1.040 Unit Jumlah : 4.424 Unit Pasar Besar merupakan pasar yang berada di pusat kota malang, letaknya strategis sehingga banyak pedagang yang memilih menjual barangnya disana mesti harus berjualan di luar bangunan bahkan dijalanan yang sebenarnya oleh pemerintah dilarang namun mereka tetap bertahan demi kelangsungan hidupnya. Terutama di sepanjang Jalan Sersan Harun banyak terdapat pedagang kaki lima yang berjual dagangannya. Barang yang mereka jualpun juga bervariasi seperti makanan, minuman, buah buahan, asesoris dan masih banyak lagi. Begitu juga alat jualnya pun juga sangat sederhana seperti meja, keranjang, tikar dan lain-lain. Untuk mengetahui keadaan penduduk didaerah ini secara diskriptif akan dijelaskan dengan melihat data yang kami dapat dari penelitian dengan bantuan kuesioner yang diolah dengan komposisi mengenai jenis kelamin responden, tingkat pendidikan responden, kategori usia responden, status perkawinan responden, dan kategori sarana jual yang digunakan responden dalam menjual dagangannya B. Hasil Penelitian 1. Karakteristik responden Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 64 pedagang buah di sepanjang Jl Sersan Harun pasar besar malang melalui kuesioner didapat karakteristik responden berdasar jenis kelamin responden, status perkawinan responden, tingkat pendidikan responden, kategori usia responden, dan kategori sarana jual yang dipakai responden adalah sebagai berikut: a. Jenis kelamin responden Tabel 2 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Frekuensi Prosentase Laki-laki 28 43,8 % Wanita 36 56,3 % Jumlah 64 100 % Sumber : Data Primer diolah 2007 Dari tabel 2 dapat diketahui bahwa responden dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 28 orang dan responden dengan jenis kelamin wanita berjumlah 36 orang. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar pedagang kaki lima di sepanjang jalan Sersan Harun adalah wanita. b. Status perkawinan responden Tabel 3 Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan Status perkawinan Frekuensi Prosentase Kawin 52 81,3 % Belum 12 18,8 % Jumlah 64 100 % Sumber : Data Primer diolah 2007 Dari tabel 3 dapat diketahui bahwa dari 64 responden pedagang kaki lima yang diteliti, 52 responden telah menikah dan 12 responden belum menikah. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar pedagang di daerah tersebut sudah menikah atau berkeluarga. c. Tingkat pendidikan responden Tabel 4 Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat pendidikan Frekuensi Prosentase Tidak sekolah 3 4,7 % SD 21 32,8 % SLTP 24 37,5 % SLTA 14 21,9 % AKADEMI 2 3,1 % Jumlah 64 100 % Sumber : Data Primer diolah 2007 Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa sebagian besar pedagang kaki lima didaerah ini berpendidikan SLTP dengan jumlah responden sebanyak 24. Kemudian urutan kedua adalah berpendidikan SD yaitu sebanyak 21 responden, di ikuti 14 responden berpendidikan SLTA, 2 responden berpendidikan Akademi dan 3 orang responden yang tidak pernah sekolah. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pendidikan tidak terlalu berpengaruh terhadap pekerjaan yang mereka jalani, karena pekerjaan sebagai pedagang kaki lima khususnya menjual buah bisa dilakukan oleh siapa saja dengan berbagai tingkat pendidikan yang mereka miliki. d. Kategori usia responden Tabel 5 Karakteristik responden berdasarkan usia responden Kategori usia Frekuensi Presentase Dibawah 30 th 14 21,8 % 30 – 40 th 28 43,8 % 40 – 50 th 19 29,7 % Diatas 50 th 3 4,6 % Jumlah 64 100 % Sumber : Data Primer diolah 2007 Dari tabel 5 dapat diketahui bahwa dari 64 responden yang diteliti sebagian besar usia mereka antara 30 – 40 tahun yaitu sebanyak 28 responden. Kemudian usia 40 – 50 tahun sebanyak 19 responden, dibawah 30 tahun sebanyak 14 responden dan diatas 50 tahun berjumlah 3 orang. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata pedagang kaki lima di daerah ini berjualan dalam usia yang produktif e. Kategori sarana jual yang di gunakan responden Tabel 6 Karakteristik sarana jual yang di gunakan responden Sarana jual Frekuensi Prosentase Meja 34 53,1 % Kereta dorong 12 18,8 % Keranjang 14 21,8 % Tikar 4 6,2 % Jumlah 64 100 % Dari tabel 6 dapat diketahui bahwa sebagian besar pedagang kaki lima disepanjang jalan Sersan Harun menggunakan meja untuk berjualan yaitu sebanyak 34 responden. Kemudian keranjang 14 responden, kereta dorong 12 responden dan alas tikar atau plastik sebanyak 4 orang. Hal ini menunjukan semakin layak sarana jual yang mereka gunakan maka dagangan yang dapat mereka jual semakin banyak karena mampu memuat banyak dagangan. 2. Gambaran distribusi item Pada bagian ini akan di sajikan distribusi item masing-masing variabel dari jawaban responden secara keseluruhan baik dalam jumlah responden maupun dalam prosentase. a. Distribusi frekuensi variabel kemudahan untuk dilihat Dalam variabel kemudahan untuk dilihat terdapat 3 item, yaitu lokasi yang terletak dipinggir jalan, lokasi yang terletak dipusat kota dan lokasi yang banyak dilalui pejalan kaki. Jawaban dari responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 7 Variabel kemudahan untuk dilihat (X1) Item 1 2 3 4 5 Total Statistik STS TS RR S SS F % f % f % F % f % F % Mean X1.1 - - - - 6 9.4 30 46.9 28 43.8 64 100 4.34 X1.2 - - - - 2 3.1 25 39.1 37 57.8 64 100 4.55 X1.3 - - - - 8 12.5 20 31.3 36 56.3 64 100 4.44 Sumber : Data primer diolah 2007 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa variabel kemudahan untuk dilihat orang (X1), item lokasi yang terletak di pinggir jalan (X1.1) diketahui ada orang 30 (46,9%) yang menjawab setuju, sementara 28 orang (43,8%) menjawab sangat setuju dan 6 orang (9,4%) menjawab ragu-ragu. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas pedagang kaki lima memilih lokasi yang terletak dipinggir jalan. Pada item lokasi terletak di pusat kota (X1.2) diketahui 37 orang (57.8%) menjawab sangat setuju untuk memilih lokasi yang terletak di pusat kota, 25 orang (39,1%) menjawab setuju. Kemudian diikuti oleh 2 orang (3,1%) menjawab ragu-ragu. Hal ini menunjukan bahwa banyak pedagang kaki lima memilih lokasi usaha yang terletak di pusat kota. Pada item lokasi yang banyak dilalui pejalan kaki (X1.3) diketahui 36 orang ( 56,3%) menjawab sangat setuju, sementara 20 orang (31,3%) menjawab setuju dan 8 orang (12,5%) menjawab ragu-raggu. Hal ini menunjukan bahwa banyak pedagang kaki lima yang memilih lokasi usaha yang banyak dilalui pejalan kaki b. Distribusi frekuensi variabel kemudahan untuk dikunjungi Dalam variabel kemudahan untuk dikunjungi orang (X2) terdapat tiga item yaitu lokasi mudah dicapai dengan alat transportasi (X2.1), lokasi yang berada ditempat terbuka (X2..2), dan lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk (X2.3). dari hasil penyebaran kuesioner dan diolah dapat dilihat hasilnya sebagai berikut : Tabel 8 Variabel kemudahan untuk dikunjungi (X2) Item 1 2 3 4 5 Total Statistik STS TS RR S SS F % f % f % F % F % f % Mean X2.1 - - 4 6,3 2 3,1 24 37,5 34 53,1 64 100 4.38 X2.2 - - 2 3,1 14 21,9 31 48,4 17 17 64 100 3.98 X2.3 - - 5 7,8 18 28,1 35 54,7 5 9,4 64 100 3.66 Sumber : Data primer diolah 2007 Berdasarkan jawaban responden yang tertera pada tabel 8 dapat diketahui bahwa untuk item lokasi yang mudah dicapai alat trasportasi (X2.1) sebagian besar responden menyatakan sangat setuju yang didukung oleh 34 orang (53,1%), kemudian sebanyak 24 orang (37,5%) menyatakan setuju, 2 orang (3,1%) menyatakan ragu-ragu dan 4 orang (6,3%) menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa banyak PKL yang memilih lokasi yang mudah dicapai alat trasportasi dalam menjual barang dagangannya. Untuk item lokasi berada ditempat terbuka (X2.2). Kebanyakan responden memilih jawaban setuju sebanyak 31 orang (48,4%) kemudian sebanyak 17 orang (17%) menyatakan sangat setuju, 14 orang (21,9%) menyatakan ragu-ragu, 2 orang (3,1%) menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa banyak pedagang kaki lima yang memilih lokasi ditempat terbuka karena lebih leluasa dan ramai. Untuk item lokasi dekat dengan pemukiman penduduk (X2.2) mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 35 orang (54,7%), 18 orang lainnya (17,1%) menyatakan sangat setuju, sedangkan 14 orang (28,1%) menyatakan ragu-ragu, 6 orang (9,4%) menjawab sangat setuju dan 5 orang (7,8%). Hal ini menunjukan baha banyak PKL yang memilih lokasi usaha yang dekat dengan pemukiman penduduk karena membuat mereka semakin dekat dengan konsumen. c. Distribusi frekuensi variabel kesesuaian dengan sarana jual Dalam variabel kesesuaian dengan sarana jual (X3) terdapat tiga item yaitu pengunaan alat jual meja (X3.1), penggunaan jenis alat jual berupa kereta dorong (X3.2) dan penggunaan jenis alat jual berupa hamparan tikar dilantai (X3.3). Jawaban dari responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 9 Variabel kesesuaian dengan sarana jual(X3) Item 1 2 3 4 5 Total Statistik STS TS RR S SS F % f % f % f % f % f % Mean X3.1 - - 3 4.7 3 4.7 42 65.6 16 25.0 64 100 4.11 X3.2 - - 3 4.7 19 29.7 34 53.1 8 12.5 64 100 3.73 X3.3 5 7.8 12 18.8 32 50.0 14 21.9 1 1.6 64 100 2.91 Sumber : Data primer diolah 2007 Berdasarkan atas jawaban responden pada tabel 9 dapat diketahui bahwa untuk penggunan alat jual berupa meja sebagian besar responden menyatakan setuju sebanyak 42 orang (65,6%). Kemudian 16 orang (25,0%) menjawab sangat setuju, 3 orang (4,7%) menjawab ragu-ragu dan 3 orang (4,7%) menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa banyak PKL yang menggunakan jenis alat jual berupa meja dalam menjajakan dagangannya. Untuk item penggnaan jenis alat jual berupa kereta dorong sebagian besar responden menyatakan setuju sebanyak 34 orang (53,1%). Sementara 19 orang (29,7%) menjawab ragu-ragu lalu 8 orang (12,5%) sangat setuju dan terakhir 3 orang (4,7%) menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa banyak PKL yang menggunakan jenis alat jual berupa kereta dorong. Untuk item penggunaan jenis alat jual berupa hamparan tikar dilantai sebagian responden menyatakan ragu-ragu sebanyak 32 orang (50,0%). Kemudian 14 orang (21,9%) menjawab setuju, 12 orang (18,8%) menyatakan tidak setuju, 5 orang (7,8%) sangat tidak setuju dan 1 orang (1,6) sangat setuju. Hal ini menunjukan bahwa banyak PKL yang ragu-ragu menggunakan jenis alat jual berupa hamparan tikar di lantai karena daya muatnya kecil, jadi kurang bisa memberi keuntungan yang banyak. d. Distribusi frekuensi variabel realisasi penjualan Dalam variabel realisasi penjualan ini terdapat dua item yaitu penjualan yang diperoleh per hari (dalam rupiah) dan laba penjualan yang diperoleh perhari (dalam rupiah). Jawaban responden dapat dilihat dalm tabel dibawah ini : Tabel 10 Variabel realisasi penjualan Item 1 2 3 4 5 Total Statistik STS TS RR S SS F % f % f % f % f % f % Mean Y.1 1 1.6 3 4.7 18 28.1 29 45.3 13 20.3 64 100 3.78 Y.2 1 1.6 3 4.7 18 28.1 33 51.6 9 14.1 64 100 3.72 Sumber : Data primer diolah 2007 Berdasarkan distribusi frekuensi variabel realisasi penjualan (Y) tersebut terlihat untuk item penjulan per hari (dalam r upiah) (Y1) diketahui bahwa mayoritas 29 orang (45,3%) menjawab sesuai yang berarti penjualan yang diperoleh per hari dalam rupiah sudah sesuai dengan yang diharapkan apa bila dibandingkan dengan kebutuhan hidup mereka. Sementara 18 orang (28,1%) menjawab kurang sesuai, 13 orang (20,3%) menjawab sangat sesuai, 3 orang (4,7%) menjawab tidak sesuai dan terkhir 1 orang (1,6%) menjawab sangat tidak sesuai. Hal ni menunjukan bahwa pekerjaan sebagai pedagang kaki lima sudah menjajikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. Untuk item penjualan per hari (Y2) diketahui sebanyak 33 orang (51,6%) menjawab sesuai yang berarti laba yang diperoleh sudah sesuai dengan harapan mereka sebagai sekedar penyambung hidup dan untuk menutupi kebutuhan hidup mereka. Sedangkan 18 orang (28,1%) menjawab kurang sesuai, 9 orang (14,1%) menjawab sangat sesuai, 3 orang (4,7%) menjawab tidak sesuai dan 1 orang (1,6%) menjawab sangat tidak sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa penghasilan sebagai pedagang buah sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup para pedagang setiap harinya. 3. Uji validitas Pengujian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Product Moment Person dan dianggap valid jika nilai r 0,60 maka dapat dikatakan valid dan apabila nilai r 0,60 maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid atau jika 0,05 maka pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid dan apabila 0,05 maka pertanyaan tersebut dapat dikatakan tidak valid. Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 12.0 for Windows. Tabel 11 Hasil Uji Validitas No Variabel Item r Probabilitas Keterangan 1 Kemudahan untuk dilihat (X1) X1.1 0.742 0,000 Valid X1.2 0.813 0,000 Valid X1.3 0.810 0,000 Valid 2 Kemudahan untuk dikunjungi (X2) X2.1 0.867 0,000 Valid X2.2 0.797 0,000 Valid X2.3 0.730 0,000 Valid 3 Kesesuaian dengan sarana jual (X3) X3.1 0.865 0,000 Valid X3.2 0.810 0,000 Valid X3.3 0.823 0,000 Valid 4 Realisasi penjualan (Y) Y1 0.864 0,000 Valid Y2 0.844 0,000 Valid Sumber : Data primer diolah 2007 Dari tabel 11 dapat diketahui bahwa seluruh variabel pemilihan lokasi usaha yang terdiri dari kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), kesesuaian dengan sarana jual (X3) dan realisaasi penjualan (Y) mempunyai nilai r 0,60. ini berarti bahwa seluruh item masing-masing variabel pemilihan lokasi usaha dinyatakan valid. 4. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Hasil uji reliabelitas dinyatakan reliabel jika hasil perhitungan memiliki koefisien keandalan sebesar 0,05. Tabel 12 Hasil uji reliabilitas No Variabel Alpha Keterangan 1 Kemudahan untuk dilihat (X1) 0.688 Reliabel 2 Kemudahan untuk dikunjungi (X2) 0.717 Reliabel 3 Kesesuaian dengan sarana jual (X3) 0.768 Reliabel 4 Realisasi penjualan (Y) 0.629 Reliabel Sumber : Data primer diolah 2007 Dari tabel 12 dapat diketahui bahwa seluruh variabel pemilihan lokasi usaha yang terdiri dari kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), kesuaian dengan sarana jual (X3) dan realisasi penjualan mempunyai koefisien keandalan sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwa seluruh variabel pemilihan lokasi usaha dinyatakan reliabel untuk diteliti. 5. Analisis regresi linier berganda Uji regresi linier berganda digunakan digunakan utnuk mengetahui pengaruh variabel antara beberapa variabel secara bersama-sama dengan satu variabel terikat atau dalam penelitian ini adalah variabel pemilihan lokasi usaha dan variabel terikatnya realisasi penjualan. Berdasarkan hipotesa dalam penelitian ini, yaitu: a. Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kemudahan untuk dilihat (X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), kesesuaian dengan sarana jual (X3) sebagai variable pemilihan tempat usaha terhadap variabel realisasi penjualan (Y), baik secara simultan maupun parsial. b. Diduga dari ketiga variable tersebut terdapat pengaruh variable yang paling dominan terhadap variabel realisasi penjualan. Maka untuk menguji hipotesa di atas diperlikan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 12.0 for windows. Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam perhitungan korelasi linier berganda adalah 95% atau dengan tingkat signifikan 0,05 ( = 0,05). Pada analisis regresi linier berganda dilakukan uji F untuk simultan dan uji t untuk parsial. Berikut adalah rekapitulasidari hasil uji dari analisis regresi linier berganda. Tabel 13 Rekapitulasi hasil uji regresil linier berganda Variabel B (koofisien regresi Beta t hitung t tabel Sig t Alpha Hipotesis Konstanta 1.897 - 1.438 - 0.156 - - X1 -0.082 -0.085 -0.771 2,000 0.443 0,05 di tolak X2 0.277 0.360 2.522 2,000 0.014 0,06 di terima X3 0.314 0.415 3.237 2,000 0.002 0,07 di terima N= 64 F hitung= 16,968 R= 0,677 F Tabel= 2,75 R Square= 0,459 Sig F= 0,000 Adjusted R Square= 0,432 Alpha= 0,05 Sumer : Data primer dilah 20007 C. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Analisis dan interpretasi data secara simultan Dari hasil tabel 13 dapat dilihat bahwa F 16,968 dengan = 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian hipotesa dengan membandingka F didapat 2,75 untuk taraf 5%. Maka dari tabel diatas membuktikan bahwa F 16,968 lebih besar dari pada F 2,75, sedangkan tingkat signifikasi (0,000) lebih kecil dari pada taraf 5% atau 0,05. Sehingga Ha yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel kemudahan untuk dilihat, kemudahan untuk dikunjungi dan kesesuaian dengan sarana jual terhadap realisasi penjualan diterima. Sedangkan Ho yang berbunyi tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel kemudahan untuk dilihat, kemudahan untuk dukunjungi dan kesesuaian sarana jual dengan realisasi penjualan ditolak. Hal ini berarti variabel bebas berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Koefisien determinan (Ajusted R Square) sebesar 0,432 atau 43,2%, koefisien determinan ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase pengaruh variabel bebas kemudahan untuk dilihat(X1), kemudahan untuk dikunjungi (X2), dan kesesuaian dengan sarana jual (X3) terhadap perubahan variabel terikatnya realisasi penjualan (Y), artinya bahwa keempat variabel secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 43,2%. Sedangkan sisanya (100% - 43,2%) sebesar 56,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. 2. Analisis dan interpretasi data secara parsial Y = 1,897 - 0,082 X + 0,277 X + 0,314 X + e Pengaruh masing-masing variabel diinterpretasikan sebagai berikut: a. Hasil analisis regresi antara variabel kemudahan untuk dilihat (X1) terhaadap realisasi penjualan (Y) menunjukan t sebesar -0,771 dan nilai 0,443 0,05. Ini berarti bahwa secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel kemudahan untuk dilihat terhadap realisasi penjualan. Nilai koefisien (bi) yang diperoleh adalah negatif yaitu -0,082, yang dapat diartikan bahwa jika nilai kemudahan untuk dilihat dinaikan sebesar satu kesatuan maka penjualan akan menurun dengan asumsi variabel bebas lainnya yang bersifat konstan. b. Hasil analissi regresi antara variabel kemudahan untuk dikunjungi (X2) terhadap realisasi penjualan (Y) menunjukan sebesar 2,522 dan (0,014) 0,05. Ini berarti bahwa secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara variabel kemudahan untuk dikunjungi terhadap realisasi penjualan. Nilai koefisien regresi parsial (bi) yang diperoleh positif yaitu 0,277, yang dapat diartikan bahwa jika nilai kemudahan untuk dikunjungi dinaikan sebesar satu kesatuan maka penjualan akan meningkat dengan asumsi variabel lainnya bersifat konstan. c. Hasil analisis regresi antara variabel kesesuaian dengan sarana jual menujukan t sebesar 3,237 dan (0,002) 0,05. ini berarti bahwa secara parsial ada pengaruh yang yang signifikan antara variabel kesesuaian dengan sarana jual terhadap realisasi penjualan. Nilai koefisien regresi parsial (bi) yang diperoleh positif sebesar 0,314, yang berarti jika nilai kemudahan unuk dikunjungi dinaikan sebesar satu kesatuan maka penjulaan akan meningkat dengan asumsi variabel bebas lainnya yang bersifat konstan. Dari hasil analisis parsial terlihat bahwa nilai p untuk variabel kemudahan untuk dilihat lebih besar dari 0,05. Dengan demikian hipotesa yang mengatakan ada pengaruh secara parsial variabel pemilihan lokasi usaha terhadap penjualan ditolak. 3. Analisis dan interpretasi data variabel dominan Dari tabel 13 juga dapat diketahui bahwa dari ketiga variabel bebas tersebut menjunjukan bahwa variabel kesesuaian dengan sarana jual memiliki nilai t tertinggi yaitu sebesar 3,237 dan nilai yang paling tinggi 0,413. ini berarti variabel kesesuaian dengan sarana jual paling dominan pengaruhnya terhadap variabel realisasi penjalan. D. PEMBAHASAN 1. Kemudahan untuk dilihat (X1) Dalam penelitian variabel kemudahan untuk dilihat terbukti juga memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap realisasi penjualan. Namun secara analisis parsial variabel kemudahan untuk dilihat tidak berpengaruh terhadap realisasi penjualan sehingga secara parsial ditolak. Lokasi yang terletak di pinggir jalan, dipusat kota maupun lokasi yang banyak dilewati pejalan tidak menjamin konsumen akan datang dan membeli barang yang mereka butuhkan mesti itu ada di dekat mereka. Terkadang dalam membeli seorang konsumen dibagung juga dari rasa kecokan terhadap penjual mesti lokasinya jauh dan nggak langsung terlihat. 2. Kemudahan untuk dikunjungi (X2) Dalam penelitian ini terbukti juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap realsasi penjualan. Kemudahan untuk dikunjungi disisni lebih fokus pada tingkat kemudahan dalam menjangkau lokasi usaha, apabila usaha mudah dicapai alat transportasi, berada ditempat terbuka dan dekat dengan pemukiman penduduk maka dapat dipastikan konsumen yang datang mengunjungi lokasi tersebut akan semakin bertambah karena konsumen tidak memenuhi kesulitan untuk datang ke lokasi usaha. 3. Kesesuaian dengan sarana jual (X3) Dalam penelitian ini ternyata variabel kesesuaian dengan sarana jual (X3) memiliki t hitung paling besar yaitu 3,237 dibandingkan dengan variabel bebas lainnya, sehingga disimpulkan dari ke tiga variabel yang diteliti, yang memiliki pengaruh paling dominan adalah variabel kesesuaian dengan sarana jual (X3). Variabel ini mempunyai pengaruh yang penting untuk dipertimbangkan oleh pelaku usaha khususnya pedagang kaki lima. Sebab pedagang kaki lma mempunyai keterbatasan pada sarana jual mereka, padahal penjualan sedikit banyak tergantung pada sarana jual yang digunakan. Semakin layak alat yang digunakan maka penjualan yang diperoleh juga akan meninggkat sebab apabila pedagang menggunakan meja atau kereta dorongmaka dia dapat memuat banyak buah atau barang yang akan mereka jual dan apabila pedagang hanya menggunakan hamparan tikar atau bakul sebagai alat jual tentu juga mempengaruhi penjualan karena barang yang dijual lebih sedikit sehingga keuntungan yang diperoleh juga berkurang. Jadi keterlibatan sarana jual sangat mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian analisis lokasi usaha terhadap penjualan dengan obyek pedagang kaki lima di sepanjang Jl Sersan Harun pasar besar malang adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan hasil dari analisis regresi linier berganda menunjukan bahwa variabel kemudahan untuk dilihat, kemudahan untuk dikunjungi, dan kesesuaian dengan sarana jual mempunyai pengaruh terhadap realisasi penjualan. Dari hasil perhitungan uji F, dapat dilihat bahwa F > F . Berdasarkan hasil analisis secara parsial variabel kemudahan untuk dilihat memiliki t t , maka Ha ditolak dan Ho diterima, ini berarti tidak ada pengaruh yang signifikan oleh variabel kemudahan untuk dilihat terhadap realisasi penjualan. 2. Atas dasar uji secara parsial, variabel yang paling dominan terhadap realisasi penjualan adalah kesesuaian dengan sarana jual, kemudian kemudahan untuk dikunjungi dan kemudahan untuk dilihat. Hal ini di indikasikan dengan selang kepercayaan yang lebih kecil. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka peneliti perlu memberikan saran-saran, diantaranya adalah : 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel pemilihan lokasi usaha dengan realisasi penjualan maka merupakan tindakan yang wajar bila para pedagang kaki lima ( PKL) sangat mempertimbangkan variabel-variabel diatas dalam menentukan lokasi usahanya. 2. Tingginya kepadataan penduduk mengakibatkan perdagangan dalam sektor ini semakin marak oleh sebab itu bagi pemerintah daerah hendaknya mengupayakan sistem izin bagi para pedagang yang akan berjualan didaerah ini dan merumuskan peraturan daerah yang dapat mengakomodasikan semua yang dikeluhkan oleh para PKL. 3. Pemerintah perlu mengupayakan alokasi pasar yang sesuai dengan faktor pendukung realisasi penjualan dengan mendirikan memberikan tempat yang strategis khusus bagi para pedagang kaki lima sehingga bisa menertipkan para pedagang kaki limass, selain itu tata kota dan jalur transportasi tetab terkendali dan baik. 4. Karena memiliki Adjusted R Square= 0,432 diduga ada variabel lain selain variabel kemudahan untuk dilihat, kemudahan untuk dikunjungi dan kesesuaian dengan sarana jual yang mempengaruhi dalam pemilihan lokasi usaha, variabel tersebut seperti variabel keamanan dan resiko penjualan. Untuk itu dianjurkan peneliti selanjutnya untuk mencari variabel yang lain dan lebih menyempurnakan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Alma, Buchari. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Cetakan keenam: CV.Alvabeta Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi revisi Jakarta : Rieke Cipta Charty E, Jerome MC dan William P. Parreault. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran diterjemahkan Agus Dharma: Edisi kelima. Jakarta. Erlangga Djarwanto dan Subagyo, Pangestu. 2002. Statistik Idukatif. Cetakan Pertama Edisi Keempat. Yogyakarta : BPFE Effendi, Rustam. 1995. Marketing Management. Malang : IKIP Ernawati, Jenny; Subekti, Harini; Suharso, Tanjung. W . 1995. Preferensi Pedagang Kaki Lima Terhadap Faktor Faktor Lokasi Tempat Usaha Mangkal dalam Melakukan Aktivitas Perdagangan Dikotamadya Malang. Fakultas Tehnik Universitas Brawijaya Firdaus, Carunia Mulya. 1995. Pengembangan sector Informal Pedagang Kaki Lima dan Kontrol. Alih bahasa oleh Acella Aniwati. H . Jakarta : Salemba Empat Hermawan, Kartajaya. 1998. Marketing Plus 2000 ;Siasat Memenangkan Persaingan Global. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran. Alih bahasa oleh Wihelmus W. Bakuwatun. Jakarta: Intermedia Sabiq, Sayyid. 1993. Fiqih Islam. Alih bahasa oleh Kamalludin A. Marzuki dkk. Syamsudin Manaf (Ed.) 1993 : Bandung Shihab, M Quraish. 2001. Wawasan Al- Quran. Bandung Mizan Singarimbun, Masri dan, Effendi, Sofyan. 1995. Metode Penelitian Survei : LP3ES Swastha, Basu. 1990. Manajemen Penjualan. Yogyakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Winardi. 1991. Marketing dan Perilaku Konsumen. Edisi II. Cetakan Ketiga : Madar maju Yazid. 2001.. Edisi Kedua. Yogyakarta : Ekonomi FE UI Pemasaran Jasa: Konsep implementasi DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG FAKULTAS EKONOMI Jl. Gajayana 50 Malang 65144 Telp. 0341 551354, Fax. 0341 558881, Homepage : www.uin-malang.ac.id BUKTI KONSULTASI Nama : Ety Maslahah NIM : 03220052 Pembimbing : Dr. Mashuri Ir.,MP Judul : Analisis Lokasi Usaha Terhadap Penjualan (Pada pedagang buah di sepanjang Jl. Sersan Harun Pasar Besar Malang) No Tanggal Materi konsultasi Tanda tanggan 1. 6 September 2006 Pengajuan proposal 2. 7 Februari 2007 Revisi proposal 3. 15 Juni 2007 ACC proposal 4. 1 Juli 2007 Pengajuan BAB I, II, III 5. 12 Juli 2007 Revisi BAB I, II, III 6. 19 Juli 2007 ACC BAB I, II, III 7. 28 Agustus 2007 Pengajuan BAB IV, V 8. 16 September 2007 Revisi BAB IV dan V 9. 19 September 2007 ACC BAB IV dan V (ACC Skripsi) Mengetahui : Dekan, Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP. 150231828 Lampiran 1 : Data jawaban responden NO X1.1 X1.2 X1.3 X 1 X2.2 X2.2 X2.3 X 2 X3.1 X3.2 X3.3 X 3 Y1 Y2 Y 1 3 4 4 11 4 5 4 13 4 4 3 11 4 3 7 2 5 4 5 14 5 4 3 12 4 4 3 11 5 3 8 3 5 4 4 13 4 3 4 11 4 4 3 11 3 3 6 4 4 5 5 14 5 5 4 14 5 5 3 13 4 4 8 5 5 5 5 15 5 4 4 13 5 5 4 14 4 4 8 6 5 5 4 14 4 4 4 12 4 4 2 10 4 4 8 7 5 4 3 12 5 4 4 13 5 5 5 15 5 4 9 8 4 4 3 11 5 4 5 14 5 4 3 12 4 5 9 9 3 3 4 10 4 3 4 11 4 4 3 11 4 4 8 10 5 5 5 15 5 5 4 14 5 5 3 13 5 5 10 11 5 4 4 13 4 5 4 13 5 5 3 13 4 4 8 12 5 5 5 15 4 4 4 12 4 4 4 12 3 4 7 13 5 4 5 14 4 3 3 10 5 4 3 12 5 3 8 14 4 4 5 13 2 3 3 8 2 3 1 6 2 2 4 15 4 4 3 11 4 4 4 12 5 4 4 13 3 3 6 16 4 5 4 13 4 4 3 11 4 4 2 10 4 4 8 17 4 4 3 11 4 4 3 11 4 4 3 11 3 4 7 18 3 4 4 11 4 4 3 11 3 3 2 8 4 4 8 19 3 4 4 11 5 4 3 12 4 3 2 9 3 3 6 20 5 5 5 15 5 5 4 14 4 3 3 10 4 4 8 21 4 5 3 12 5 5 3 13 4 3 4 11 3 4 7 22 4 4 5 13 4 4 3 11 4 4 3 11 3 3 6 23 4 4 4 12 4 4 3 11 4 3 3 10 5 3 8 24 4 4 5 13 4 4 4 12 4 4 4 12 3 4 7 25 4 4 5 13 4 4 4 12 4 4 3 11 4 5 9 26 4 4 4 12 4 3 2 9 4 3 2 9 3 4 7 27 5 4 4 13 4 3 3 10 4 4 2 10 3 4 7 28 4 5 5 14 4 4 4 12 5 4 4 13 4 4 8 29 5 5 5 15 5 4 4 13 4 3 4 11 5 4 9 30 5 5 5 15 5 5 4 14 5 4 4 13 5 3 8 31 4 4 3 11 2 3 2 7 2 2 1 5 2 2 4 32 4 5 5 14 5 4 4 13 5 4 3 12 3 4 7 33 4 4 5 13 4 4 4 12 4 3 2 9 5 4 9 34 3 4 4 11 3 2 3 8 4 3 1 8 4 3 7 35 5 5 4 14 4 4 4 12 5 4 3 12 5 5 10 36 5 5 5 15 5 4 2 11 4 4 2 10 3 3 6 37 4 5 4 13 5 3 4 12 4 4 3 11 4 3 7 38 4 4 4 12 4 3 2 9 4 4 3 11 3 3 6 39 4 5 5 14 5 5 4 14 5 5 3 13 4 4 8 40 5 5 4 14 5 4 3 12 5 4 2 11 5 4 9 41 4 5 5 14 4 4 4 12 4 3 3 10 4 4 8 42 5 5 5 15 4 5 3 12 4 4 3 11 4 5 9 43 4 5 5 14 5 5 5 15 4 4 3 11 4 4 8 44 4 3 3 10 3 3 4 10 4 3 4 11 4 5 9 45 5 4 4 13 5 5 4 14 4 3 3 10 4 4 8 46 4 5 5 14 5 5 3 13 5 4 3 12 4 4 8 47 5 5 5 15 5 4 3 12 4 3 3 10 3 4 7 48 5 5 5 15 5 4 5 14 4 4 3 11 5 4 9 49 4 5 5 14 5 5 4 14 4 4 3 11 4 3 7 50 4 5 5 14 5 4 4 13 5 4 4 13 4 4 8 51 5 5 5 15 5 3 5 13 4 4 2 10 3 3 6 52 5 5 5 15 5 3 4 12 4 4 3 11 4 5 9 53 4 5 4 13 2 3 2 7 3 2 1 6 2 1 3 54 5 5 5 15 5 4 4 13 4 3 2 9 4 3 7 55 5 5 5 15 5 5 4 14 4 3 3 10 4 4 8 56 4 5 5 14 5 5 3 13 4 3 4 11 3 4 7 57 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 3 11 3 3 6 58 5 5 5 15 5 4 4 13 3 4 3 10 5 3 8 59 4 5 5 14 5 5 4 14 4 4 4 12 5 4 9 60 5 5 4 14 5 4 5 14 4 5 2 11 4 5 9 61 4 4 4 12 2 2 3 7 2 2 1 5 1 2 3 62 4 5 5 14 5 4 4 13 4 3 3 10 3 4 7 63 5 5 5 15 5 4 4 13 4 5 4 13 4 4 8 64 3 4 3 10 4 3 4 11 4 3 4 11 4 5 9 Lampiran 2 : Frekuensi jawaban responden Frequencies Statistics X1.1 X1.2 X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X3.1 X3.2 X3.3 Y1 Y2 N Valid 64 64 64 64 64 64 64 64 64 64 64 Missing 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Mean 4.34 4.55 4.44 4.38 3.98 3.66 4.11 4.11 2.91 3.78 3.72 Frequency Table X1.1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Netral 6 9.4 9.4 9.4 Setuju 30 46.9 46.9 56.3 Sangat setuju 28 43.8 43.8 100.0 Total 64 100.0 100.0 X1.2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Netral 2 3.1 3.1 3.1 Setuju 25 39.1 39.1 42.2 Sangat setuju 37 57.8 57.8 100.0 Total 64 100.0 100.0 X1.3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Netral 8 12.5 12.5 12.5 Setuju 20 31.3 31.3 43.8 Sangat setuju 36 56.3 56.3 100.0 Total 64 100.0 100.0 X2.1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak setuju 4 6.3 6.3 6.3 Netral 2 3.1 3.1 9.4 Setuju 24 37.5 37.5 46.9 Sangat setuju 34 53.1 53.1 100.0 Total 64 100.0 100.0 X2.2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak setuju 2 3.1 3.1 3.1 Netral 14 21.9 21.9 25.0 Setuju 31 48.4 48.4 73.4 Sangat setuju 17 17 26.6 100.0 Total 64 100.0 100.0 X2.3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak setuju 5 7.8 7.8 7.8 Netral 18 28.1 28.1 35.9 Setuju 35 54.7 54.7 90.6 Sangat setuju 6 9.4 9.4 100.0 Total 64 100.0 100.0 X3.1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak setuju 3 4.7 4.7 4.7 Netral 3 4.7 4.7 9.4 Setuju 42 65.6 65.6 75.0 Sangat setuju 16 25.0 25.0 100.0 Total 64 100.0 100.0 X3.2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak setuju 3 4.7 4.7 4.7 Netral 19 29.7 29.7 34.4 Setuju 34 53.1 53.1 87.5 Sangat setuju 8 12.5 12.5 100.0 Total 64 100.0 100.0 X3.3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Sangat tidak setuju 5 7.8 7.8 7.8 Tidak setuju 12 18.8 18.8 26.6 Netral 32 50.0 50.0 76.6 Setuju 14 21.9 21.9 98.4 Sangat setuju 1 1.6 1.6 100.0 Total 64 100.0 100.0 Y1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Sangat tidak setuju 1 1.6 1.6 1.6 Tidak setuju 3 4.7 4.7 6.3 Netral 18 28.1 28.1 34.4 Setuju 29 45.3 45.3 79.7 Sangat setuju 13 20.3 20.3 100.0 Total 64 100.0 100.0 Y2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Sangat tidak setuju 1 1.6 1.6 1.6 Tidak setuju 3 4.7 4.7 6.3 Netral 18 28.1 28.1 34.4 Setuju 33 51.6 51.6 85.9 Sangat setuju 9 14.1 14.1 100.0 Total 64 100.0 100.0 Lampiran 3 : Uji validitas dan Uji reliabilitas Correlations Correlations X1.1 X1.2 X1.3 Kemudahan untuk dilihat X1.1 Pearson Correlation 1 .435(**) .324(**) .742(**) Sig. (2-tailed) . .000 .009 .000 N 64 64 64 64 X1.2 Pearson Correlation .435(**) 1 .545(**) .813(**) Sig. (2-tailed) .000 . .000 .000 N 64 64 64 64 X1.3 Pearson Correlation .324(**) .545(**) 1 .810(**) Sig. (2-tailed) .009 .000 . .000 N 64 64 64 64 Kemudahan untuk dilihat Pearson Correlation .742(**) .813(**) .810(**) 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 . N 64 64 64 64 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid 64 100.0 Excluded(a) 0 .0 Total 64 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .688 3 Correlations Correlations X2.1 X2.2 X2.3 kemudahan untuk dikunjungi X2.1 Pearson Correlation 1 .595(**) .461(**) .867(**) Sig. (2-tailed) . .000 .000 .000 N 64 64 64 64 X2.2 Pearson Correlation .595(**) 1 .309(*) .797(**) Sig. (2-tailed) .000 . .013 .000 N 64 64 64 64 X2.3 Pearson Correlation .461(**) .309(*) 1 .730(**) Sig. (2-tailed) .000 .013 . .000 N 64 64 64 64 kemudahan untuk dikunjungi Pearson Correlation .867(**) .797(**) .730(**) 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 . N 64 64 64 64 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid 64 100.0 Excluded(a) 0 .0 Total 64 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .717 3 Correlations Correlations X3.1 X3.2 X3.3 Kesesuaian dengan sarana jual X3.1 Pearson Correlation 1 .646(**) .560(**) .865(**) Sig. (2-tailed) . .000 .000 .000 N 64 64 64 64 X3.2 Pearson Correlation .646(**) 1 .422(**) .810(**) Sig. (2-tailed) .000 . .001 .000 N 64 64 64 64 X3.3 Pearson Correlation .560(**) .422(**) 1 .823(**) Sig. (2-tailed) .000 .001 . .000 N 64 64 64 64 Kesesuaian dengan sarana jual Pearson Correlation .865(**) .810(**) .823(**) 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 . N 64 64 64 64 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid 64 100.0 Excluded(a) 0 .0 Total 64 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .768 3 Correlations Correlations Y1 Y2 Realisasi penjualan Y1 Pearson Correlation 1 .459(**) .864(**) Sig. (2-tailed) . .000 .000 N 64 64 64 Y2 Pearson Correlation .459(**) 1 .844(**) Sig. (2-tailed) .000 . .000 N 64 64 64 Realisasi penjualan Pearson Correlation .864(**) .844(**) 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 . N 64 64 64 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid 64 100.0 Excluded(a) 0 .0 Total 64 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .629 2 Lampiran 4 : Analisis regresi linier berganda Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Realisasi penjualan 7.50 1.458 64 Kemudahan untuk di lihat 13.33 1.512 64 Kemudahan untuk di kunjungi 12.02 1.898 64 Kesesuaian dengan sarana jual 10.75 1.927 64 Correlations Realisasi penjualan Kemudahan untuk di lihat Kemudahan untuk di kunjungi Kesesuaian dengan sarana jual Pearson Correlation Realisasi penjualan 1.000 .198 .593 .632 Kemudahan untuk di lihat .198 1.000 .496 .252 Kemudahan untuk di kunjungi .593 .496 1.000 .665 Kesesuaian dengan sarana jual .632 .252 .665 1.000 Sig. (1-tailed) Realisasi penjualan . .058 .000 .000 Kemudahan untuk di lihat .058 . .000 .022 Kemudahan untuk di kunjungi .000 .000 . .000 Kesesuaian dengan sarana jual .000 .022 .000 . N Realisasi penjualan 64 64 64 64 Kemudahan untuk di lihat 64 64 64 64 Kemudahan untuk di kunjungi 64 64 64 64 Kesesuaian dengan sarana jual 64 64 64 64 Variables Entered/Removed(b) Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Kesesuaian dengan sarana jual, Kemudahan untuk di lihat, Kemudahan untuk di kunjungi(a) . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: Realisasi penjualan Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .677(a) .459 .432 1.099 .459 16.968 3 60 .000 a Predictors: (Constant), Kesesuaian dengan sarana jual, Kemudahan untuk di lihat, Kemudahan untuk di kunjungi ANOVA(b) Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 61.505 3 20.502 16.968 .000(a) Residual 72.495 60 1.208 Total 134.000 63 a Predictors: (Constant), Kesesuaian dengan sarana jual, Kemudahan untuk di lihat, Kemudahan untuk di kunjungi b Dependent Variable: Realisasi penjualan Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.897 1.319 1.438 .156 Kemudahan untuk di lihat -.082 .106 -.085 -.771 .443 Kemudahan untuk di kunjungi .277 .110 .360 2.522 .014 Kesesuaian dengan sarana jual .314 .097 .415 3.237 .002 a Dependent Variable: Realisasi penjualan Coefficient Correlations(a) Model Kesesuaian dengan sarana jual Kemudahan untuk di lihat Kemudahan untuk di kunjungi 1 Correlations Kesesuaian dengan sarana jual 1.000 .120 -.643 Kemudahan untuk di lihat .120 1.000 -.454 Kemudahan untuk di kunjungi -.643 -.454 1.000 Covariances Kesesuaian dengan sarana jual .009 .001 -.007 Kemudahan untuk di lihat .001 .011 -.005 Kemudahan untuk di kunjungi -.007 -.005 .012 a Dependent Variable: Realisasi penjualan Lampiran 5 : Kuesioner KUESIONER Kepada Yang terhormat Bapak/Ibu/Saudara pedagang buah di pasar besar Malang Kabupaten Malang. Demi terlaksananya penelitian yang berjudul “Analisis Lokasi Usaha Terhadap Penjualan” maka kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk meluangkan waktu mengisi angket dengan lengkap dan sejujurnya. Angket ini semata mata untuk kepentingan ilmiah, karena itu kami akan merahasiakan semua jawaban Bapak/Ibu/Saudara karena jawaban tersebut merupakan bahan informasi bagi penelitian yang dilaksanakan dan tidak untuk dipublikasikan. Atas perhatian, bantuan dan kerja sama Bapak/Ibu/Saudara kami ucapkan terima kasih. Petunjuk Pengisian: Pada daftar pertanyan silahkan menjawab daftar pertanyaan dengan memilih yang bapak /Ibu/Saudara anggap paling benar, kemudian beri tanda silang (X) Pene KUESIONER Nomer kuesioner Identitas Responden 1. Nama (inisial) : …………………………………………. 2. Jenis Kelamin responden a. Laki-laki b. Wanita 3. Status perkawinan responden a. Kawim b. Belum Kawin 4. Usia responden a. Dibawah 30 th c. 40 – 50 th b. 30 – 40 th d. Diatas 50 th 5. Pendidikan Terakhir a. Tidak pernah seklh c. SLTA b. SD d. Akademis c. SLTA 6. Alat apa yang Bapak/Ibu/Saudara gunakan untuk berjualan a. Meja c. Keranjang b. Kereta dorong d. Hamparan tikar Daftar Pertanyaan Variabel Kemudahan Untuk Dilihat (X1) 1. Menurut Bapak/Ibu/Saudara, lokasi yang berada dipinggir jalan ikut menentukan tempat usaha yang anda pilih. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragu 2. Menurut Bapak/Ibu/Saudara, lokasi yang dekat dengan pusat kota ikut menentukan tempat usaha yang anda pilih. b. Sangat Setuju d. Tidak Setuju c. Setuju e. Sangat Tidak Setuju d. Ragu ragu 3. Menurut Bapak/Ibu/Sdr, Lokasi yang banyak dilewati pejalan kaki ikut menentukan tempat usaha yang anda pilih. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragu Variabel Kemudahan Untuk Dikunjungi (X2) 1. Menurut Bapak/Ibu/Sdr, Lokasi usaha yang mudah dikunjungi dengan alat transportasi ikut menentukan lokasi usaha yang anda pilih sekarang. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragus 2. Menurut Bapak/Ibu/Sdr, lokasi yang berada pada tempat terbuka menentukan dalam memilih tempat usaha. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak setuju c. Ragu ragu 3. Menurut Bapak/Ibu/Sdr, lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk ikut menentukan dalam memilih lokasi usaha. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragu Variabel Kesesuaian Dengan Sarana Jual (X3) 1. Menurut Bapak/Ibu/Sdr penggunaan jenis alat jual meja ikut menentukan lokasi usaha yang anda pilih. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragu 2. Menurut Bapak/Ibu/Sdr penggunaan alat jual berupa kereta dorong ikut menentukan lokasi usaha yang anda pilih. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragu 3. Menurut Bapak/Ibu/Sdr penggunaan jenis alat jual berupa tikar ikut menentukan lokasi usaha yang anda pilih. a. Sangat Setuju d. Tidak Setuju b. Setuju e. Sangat Tidak Setuju c. Ragu ragu Realisasi Penjualan (Y) 1. Apakah penjualan yang Bapak/Ibu/Sdr dapat per hari sudah sesuai dengan harapan apabila dibandingkan dengan biaya yang anda keluarkan. a. Sangat sesuai d. Tidak sesuai b. Sesuai e. Sangat tidak sesuai c. Kurang sesuai 2. Apakah laba yang diperoleh Bapak/Ibu/Sdr per hari sudah sesuai dengan harapan apabila dibandingkan dengan biaya yang anda keluarkan . a. Sangat sesuai d. Tidak sesuai b. Sesuai e. Sangat tidak sesuai c. Kurang sesuai KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar