Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap Volume Penjualan Unit Genset Pada PT Hartech Primalistrindo

Admin
Kebutuhan akan pembangkit listrik secara mandiri (captive power) atau yang lebih dikenal dengan istilah genset di Indonesia sangat tinggi. Dalam kehidupan sehari – hari, kita dapat dengan mudah menemukan penggunaan genset baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri kecil maupun industri berskala besar. Salah satu faktor penyebab semakin tingginya penggunaan genset adalah keterbatasan pasokan daya listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam memasok kebutuhan listrik. Sampai akhir tahun 2013, kota medan mengalami defisit listrik sebesar 350 – 400 megawatt sehingga PLN melakukan pemadaman listrik secara bergilir.
 

Tingkat kebutuhan akan genset yang tinggi ini tentunya merupakan sebuah kesempatan yang bagus bagi perusahaan yang bergerak di bidang produksi genset.
Di kota Medan, hampir setiap individu maupun sekelompok orang yang akan memulai sebuah usaha harus mempunyai genset sebagai pemasok listrik cadangan agar usaha yang dijalankan tetap dapat berjalan lancar jika terjadi gangguan pasokan dari PLN.
Selama tahun 2013, kota Medan mengalami krisis kebutuhan listrik. Pemadaman bergilir terus dilakukan oleh PLN selama periode ini dan baru diperkirakan akan berakhir pada November 2013. Secara umum, kebutuhan akan genset akan semakin meningkat. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa kondisi yang tidak baik tersebut juga akan mendorong naiknya harga barang, termasuk harga genset. Harga genset yang tinggi juga dapat menjadi hambatan bagi penjualan genset. Universitas Sumatera Utara
 

Pada saat ini, semakin banyak pula bisnis produksi genset non resmi yang bermunculan, khususnya di kota Medan. Hal ini tentu saja merupakan suatu ancaman bagi PT Hartech Primalistrindo yang merupakan authorized dealer genset Hartech di Medan. Belum lagi ditambah dengan persaingan dari perusahaan sejenis yang telah lama ada sebelumnya. Oleh karena itu, perusahaan harus mewaspadai persaingan yang akan muncul dari pesaing baru maupun pesaing lama tersebut.

Perkembangan volume penjualan genset pada PT Hartech Primalistrindo di kota Medan periode 2010 – 2012 dapat dilihat pada Gambar 1.1 dan 1.2, dimana dapat diperhatikan bahwa dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir realisasi pencapaian atas jumlah penjualan unit genset yang telah ditetapkan oleh perusahaan tidak tercapai.

Pihak manejemen puncak yang merupakan produsen genset Hartech di Jakarta memiliki kewenangan untuk menetapkan target penjualan yang harus dicapai oleh setiap dealer di daerah. Dari 26 kantor cabang penjualan genset Hartech di seluruh Indonesia, hanya ada 5 cabang yang tidak berhasil mencapai target penjualan yang telah ditentukan, termasuk cabang penjualan di Medan. Hal ini dapat memberikan indikasi bahwa penentuan target penjualan oleh pusat sudah benar, hanya ada beberapa cabang yang tidak mampu mencapai angka penjualan seperti yang diharapkan. Universitas Sumatera Utara
 
Target penjualan ditetapkan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti estimasi pertumbuhan pangsa pasar, pengembangan bisnis yang ingin dicapai perusahaan, perkembangan dari perusahaan pesaing sejenis, besarnya biaya promisi yang akan diberikan.
Dalam kondisi ini, tentunya team sales dari PT Hartech Primalistrindo di Medan diharapkan dapat mencapai target penjualan tersebut, tidak hanya sekedar meningkatkan angka penjualan saja. Hal ini sangat penting agar pangsa pasar bagi perusahaan dapat terjaga dengan baik.
 

Pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam proses kegiatan perusahaan, di mana kegiatan pemasaran secara langsung mengarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan yang salah satunya adalah peningkatan volume penjualan yang akhirnya memperoleh sejumlah laba yang optimal, sehingga dapat dikatakan bahwa laba diperoleh suatu perusahaan merupakan pencerminan dari keberhasilan aktivitas pemasaran perusahaan itu sendiri.
 
McCarthy (1960) mengelompokkan fatktor – faktor penting dalam pemasaran yang meliputi product, price, promotion dan place. Booms & Bitner (1981) menambahkan 3 faktor penting lainnya yang lebih dikhususkan untuk perusahaan jasa (services marketing mix) yaitu people, process dan physical evidence.
Bauran Pemasaran menurut Kotler (1997) : “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market” yang dapat diartikan artinya bauran pemasaran adalah kumpulan dari faktor – faktor pemasaran yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
 
Dengan adanya strategi bauran pemasaran yang baik, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan merebut pangsa pasar. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan akan dapat memperoleh laba yang maksimal. Melihat kondisi di atas maka penting bagi PT Hartech Primalistrindo untuk mempunyai strategi pemasaran yang tepat. Selama ini, strategi pemasaran yang diterapkan masih bersifat pasif, yaitu menunggu permintaan dari beberapa toko maupun permintaan langsung dari customer. Team sales juga merangkap beberapa bidang kerja seperti service dan instalasi. Oleh karena itu, untuk melihat apakah strategi pemasaran yang ditetapkan oleh manajemen PT Hartech Primalistrindo sudah efektif atau tidak, maka perlu dilakukan penelitian yang akan menganalisis tentang bauran pemasaran yang telah ditetapkan selama ini.
 
1.2 Rumusan MasalahDari uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan tidak tercapainya target volume penjualan unit genset di PT Hartech Primalistrindo di Medan dalam 3 (tiga) tahun terakhir. Sehubungan dengan masalah di atas, maka beberapa pertanyaan mendasar yang perlu dicari jawabannya melalui penelitian ini adalah :
1. Faktor-faktor apa saja dari strategi bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap volume penjualan unit genset PT Hartech Primalistrindo di Kota Medan?
2. Alternatif strategi apa saja untuk membangun bauran pemasaran yang efektif untuk meningkatkan volume penjualan unit genset PT Hartech Primalistrindo di Kota Medan?
 
1.3 Tujuan PenelitianAdapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menemukan faktor bauran pemasaran yang mempengaruhi penjualan unit PT Hartech Primalistrindo Medan?
2. Merumuskan strategi untuk membangun bauran pemasaran yang efektif untuk meningkatkan volume penjualan genset PT Hartech Primalistrindo Medan?
 
1.4 Manfaat PenelitianManfaat yang bisa diambil dari penelitian ini adalah :
1. Bagi perusahaan, sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi pengaruh strategi bauran pemasaran untuk mendukung perkembangan volume penjualannya.
2. Bagi Program Studi Magister Manajemen USU, sebagai referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam analisis strategi bauran pemasaran jasa.
3. Bagi peneliti, sebagai sarana dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
4. Bagi peneliti lain, sebagai referensi ataupun acuan dalam pengembangan penelitian selanjutnya.

1.5 Batasan dan Ruang Lingkup Penelitian

Batasan dan ruang lingkup penelitian adalah : Universitas Sumatera Utara
1. Data penelitian ini merupakan penilaian dari konsumen mengenai produk, harga, distribusi dan promosi unit genset PT Hartech Primalistrindo.
2. Penelitian ini hanya membahas mengenai pengaruh persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran yang selama ini ditetapkan oleh manajemen PT Hartech Primalistrindo di Kota Medan sehingga dapat diketahui program bauran pemasaran yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan volume penjualan.
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI BAB II KERANGKA TEORITIS 2.1 Pasar dan Pemasaran 2.1.1 Defenisi Pasar Menurut Stanton (1993) pasar dapat didefinisikan sebagai tempat dimana orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Secara umum, pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, dimana penjual menyerahkan barang / jasa dan pembeli menyerahkan imbalan (biasanya berupa uang). Defenisi ini lebih memandang pasar sebagai tempat interaksi antara penawaran dan permintaan. Dalam sudut pandang pemasaran, istilah „pasar‟ berarti pelanggan potensial dan aktual untuk sebuah produk. Pelanggan potensial merupakan mereka yang saat ini belum membeli atau menggunakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan, namun memiliki kemampuan / potensi untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Sedangkan pelanggan aktual adalah mereka yang telah membeli dan menggunakan produk yang dihasilkan perusahaan. Kesuksesan pemasaran sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengidentifikasi pasar sasaran. Mereka yang menjadi pasar untuk produk tertentu memiliki empat karakteristik utama (Kotler, 2004), yaitu : Universitas Sumatera Utara 1. Minat 2. Pendapatan 3. Akses 4. Kualifikasi 2.1.2 Defenisi Pemasaran Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Mc Carthy (1960) mendefinisikan pemasaran sebagai pelaksanaan aktivitas bisnis yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen dalam rangka memuaskan konsumen sebaik mungkin dan mewujubkan tujuan perusahaan. Pemasaran juga dapat didefenisikan sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain (Kotler & Amstrong, 2008). Menurut Stanton (1993) pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. Kegiatan pemasaran tidak dapat dipisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan usaha perusahaan karena didalamnya terdapat banyak bagian-bagian yang harus dimengerti dan dilaksanakan khususnya oleh seorang pemasar. Semakin besar sebuah organisasi, maka orang – orang yang terlibat dalam bagian pemasarannya juga akan semakin besar. Secara umum, fungsi dari pemasaran adalah Universitas Sumatera Utara a. mengenali kebutuhan konsumen saat ini, b. memperkirakan kebutuhan konsumen di masa yang akan datang, c. memenuhi kebutuhan konsumen, d. membantu meningkatkan keuntungan bisnis. Jika bagian pemasaran dari sebuah organisasi berhasil mengenali kebutuhan konsumen dan memperkirakan kebutuhan konsumen di masa yang akan datang, maka tujuan dari pemasaran akan tercapai dengan baik. Adapun tujuan dari pemasaran adalah : a. meningkatkan penjualan dan tingkat profitabilitas perusahaan, b. meningkatkan atau menjaga pangsa pasar, c. mencari pasar baru atau segmentasi pasar d. menghasilkan produk baru atau meningkatkan kualitas produk yang telah ada sebelumnya. Peningkatan penjualan dan tingkat profitabilitas perusahaan merupakan tujuan paling utama dari pemasaran. Jika penjualan berhasil ditingkatkan, maka pangsa pasar perusahaan akan terjaga dengan baik. Dalam rangka untuk menjaga pangsa pasar tersebut, perusahaan harus selalu melakukan improvisasi terhadap produk dihasilkan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982). 2.2 Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Bauran pemasaran meruapakn strategi yang dijalankan oleh sebuah perusahaan yang berkaitan dengan penentuan keputusan bagaimana perusahaan akan menyajikan penawaran atas suatu produk tertentu pada segmen pasar tertentu. Universitas Sumatera Utara Bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel bauran pemasaran tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. Menurut Stanton (1993) pengertian bauran pemasaran sccara umum adalah sebagai berikut sebuah proses untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Dalam perkembangannya, tidaklah mudah membedakan antara produk dan jasa, karena sebagian produk cenderung merupakan kombinasi antara barang dan jasa. Di dalam penawaran fisik sering kali tidak bisa terlepas dari unsur layanan pelengkap. Booms & Bitner (1981) menambahkan 3 faktor lain sebagai pelengkap dalam sistem pemasaran sebuah perusahaan jasa yaitu participants, physical evidence dan process. Schiffman & Kanuk (2008) bauran pemasaran merupakan pelayanan dan penyediaan produk dari perusahaan untuk konsumen dengan pilihan – pilihan metoda dan alat untuk menghasilkan kepuasan konsumen. 2.2.1 Produk (Product) Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong (2001), adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha Universitas Sumatera Utara untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Menurut Kotler & Armstrong (2001) beberapa atribut yang menyertai dan melengkapi produk adalah: a. Merek Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Pemberian merek merupakan masalah pokok dalam strategi produk. Pemberian merek itu mahal dan memakan waktu, serta dapat membuat produk itu berhasil atau gagal. Nama merek yang baik dapat menambah keberhasilan yang besar pada produk (Kotler & Armstrong, 2001). b. Pengemasan Pengemasan adalah kegiatan merancang dan membuat wadah atau pembungkus suatu produk. Pengemasan harus disesuaikan dengan tipe produk di dalamnya. Salah satu fungsi penting pengemasan adalah memberikan perlindungan terhadap produk. Selain itu, pengemasan yang baik memungkinkan kemudahan dalam penggunaan produk tersebut. c. Kualitas Produk Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya. Universitas Sumatera Utara Menurut Tjiptono (2000) klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang. Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama yaitu barang dan jasa. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang, yaitu: a. Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods) Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya adalah sabun, minuman dan makanan ringan, kapur tulis, gula dan garam. b. Barang Tahan Lama (Durable Goods) Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun atau lebih). Contohnya antara lain TV, lemari es, mobil dan komputer. 2.2.2 Harga (Price) Menurut Lamb (2001) menyatakan bahwa “Harga adalah apa yang harus diberikan oleh konsumen untuk mendapatkan sebuah produk”. Perusahaan harus berhati – hati dalam menentukan harga untuk sebuah produk baru. Harga yang ditetapkan tersebut harus dapat sesuai dengan faktor – faktor lainnya dalam bauran pemasaran. Sebagai contoh, jika sebuah produk baru yang berkualitas tinggi, dikemas dalam kemasan yang mewah yang ditujukan kepada konsumen yang kaya, namun dijual pada harga yang rendah, konsumen akan meragukan kualitas produk tersebut sehingga tidak akan membelinya. Beberapa produk dijual dalam pasar yang sangat kompetitif dan harga jualnya ditetapkan seimbang dengan harga produk saingannya. Namun ada beberapa produk yang hanya ada satu jenis dalam pasarnya Universitas Sumatera Utara sendiri shingga produk tersebut dapat dijual pada harga yang tinggi dan tetap akan dibeli oleh konsumen. Menurut Kotler (2005), penetapan harga dan persaingan harga merupakan masalah utama yang dihadapi oleh para eksekutif pemasaran. Keputusan penentuan harga merupakan hal yang sangat penting karena hal ini akan mempengaruhi citra produk bagi konsumen. Kebijakan dalam penentuan harga juga akan mempengaruhi tingkat pendapatan perusahaan. Biong (1993) mengatakan bahwa produk yang mampu memberikan keuntungan, harga jual yang kompetitif dan skema pembayaran yang lunak akan memungkinkan perusahaan mendapatkan margin keuntungan yamg tinggi. 2.2.3 Tempat (Place) Setelah menghasilkan sebuah produk dan menentukan harga jual yang sesuai untuk produk tersebut, maka perusahaan harus mendistribusikan produk tersebut kepada konsumen. Produk harus dapat tersedia pada tempat dan waktu yang tepat dimana konsumen ingin membelinya. Tempat dimana konsumen dapat membeli produk tersebut akan mempengaruhi penjualan produk tersebut. Sebuah produk mahal yang berkualitas jika dijual pada sebuah toko / tempat dengan pelayanan yang buruk, akan memberikan citra yang buruk dari konsumen terhadap produk tersebut. Demikian juga jika sebuah produk berkualitas susah diperoleh konsumen, maka konsumen akan beralih pada produk saingan. Pemilihan saluran distribusi yang tepat sangat penting bagi perusahaan. Kesalahan dalam pemilihan saluran distribusi akan menghambat proses penjualan produk dari produsen ke konsumen. Kotler (2005) menyatakan bahwa saluran distribusi adalah beberapa organisasi yang saling bergantungan dan terlibat dalam proses mengupayakan agar produk atau jasa tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi. Universitas Sumatera Utara Adapun beberapa saluran distribusi yang dapat digunakan oleh perusahaan, anatar lain : 1. Penjual langsung. 2. Grosir. 3. Agen. 4. Distributor. Lupiyoadi (2006) menyatakan keputusan tentang lokasi penyampaian harus sejalan dengan strategi lembaga yang ada. Menurut Craven (2009) faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi, yaitu : 1. Pertimbangan penggunaan akhir. 2. Karakteristik Produk. 3. Kemampuan dan sumber daya pabrik. 4. Ketersediaan dan Keterampilan perantara. 2.2.4 Promosi (Promotion) Faktor promosi dapat memberikan informasi mengenai faktor – faktor lainnya dalam bauran pemasaran kepada konsumen. Stanton (1996) menyatakan promosi merupakan suatu kegiatan memberitahukan (information), membujuk (persuation) dan mempengaruhi (influence). Kegiatan promosi merupakan hal yang penting dalam membangun brand image. Promosi tidak selalu meningkatkan profit perusahaan. Banyak biaya yang mungkin ditimbulkan melalui kegiatan promosi. Promosi dalam meningkatkan penjualan, namun penjualan dapat terjadi pada harga yang lebih rendah sehingga tidak meningkatkan keuntungan perusahaan. Sebagai bagian dari bauran pemasaran, promosi meliputi : 1. Advertisements (iklan). Universitas Sumatera Utara 2. Sales Promotion (promosi penjualan). 3. Personal Selling (penjualan perorangan). 4. Public Relations (hubungan publik). Beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam menentukan proses promosi yaitu : 1. Penentuan tujuan promosi. 2. Penetapan budget promosi. 3. Penetepan tema promosi. 4. Pemilihan media promosi. 5. Evaluasi tingkat efektifitas promosi. 2.2.5 Orang (Participants) „Orang‟atau participants adalah orang – orang yang terlibat secara langsung dalam menjalankan segala aktifitas perusahaan dan merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam sebuah organisasi. Dalam perusahaan jasa, faktor ini bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional saja, tetapi juga terlibat dalam melakukan kontak langsung dengan konsumen. Perilaku orang – orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam mempengaruhi mutu jasa / produk yang ditawarkan dan image perusahaan yang bersangkutan. Participants atau „orang‟ dalam sebagai penyedia jasa penjualan sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan terutama dalam hal sistem penyampaian jasa yang pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Keputusan dalam „orang‟ ini berarti berhubungan dengan seleksi., pelatihan, motivasi, dan manajemen sumber daya manusia. Universitas Sumatera Utara Seorang pegawai yang baik harus menyadari pentingnya pekerjaan mereka yaitu memberikan konsumen kepuasan dan memenuhi kebutuhannya. „Orang‟ dalam pemasaran jasa terkait erat dengan pemasaran internal, merupakan interaksi setiap karyawan dan departemen dalam suatu perusahaan sebagai konsumen internal atau pemasok internal. Seorang pegawai / sales merupakan bagian perusahaan yang berhubungan secara langsung dengan calon pembeli. Kualitas „orang‟ yang baik akan sangat menentukan keberhasilan dalam proses penjualan produk/jasa sebuah perusahaan. Terdapat empat kriteria peranan atau pengaruh aspek „orang‟ yang mempengaruhi konsumen : 1. Contactors : berintaraksi langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. 2. Medifiers : tidak secara langsung mempengaruhi konsumen tetapi cukup sering berhubungan (contoh : resepsionis). 3. Influencers : mempengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi tidak secara langsung kontak dengan konsumen. 4. Isolateds : tidak secara langsung ikut serta dalam bauran pemasaran dan juga tidak sering bertemu dengan konsumen (contoh : bagian administrasi, SDM, bagian pemrosesan data). 2.2.6 Penampilan Fisik (Physical Evidence) Physical Evidence merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk / jasa yang ditawarkan. Unsur – unsur yang termasuk dalam physical evidence antara lain lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, perabotan, peralatan, perlengkapan, logo, warna, dan barang – barang lainnya yang disatukan dengan service / produk yang ditawarkan. Universitas Sumatera Utara Penampilan fisik suatu perusahaan sangat berpengaruh sekali terhadap keputusan nasabah untuk membeli atau menggunakan produk yand ditawarakan. Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (participants) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan sebagai hasil dari pemberian jasa yang dilakukan dengan baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinakan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin membeli produk dan meharapkan layanan dengan kualitas layanan yang sama. 2.2.7 Proses (Process) Proses merupakan upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya. Untuk perusahaan jasa, kerjasama antara marketing dan operasional sangat penting dalam elemen proses ini, terutama dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan pelanggan secara cepat dan tepat. Proses dibedakan dalam dua cara, yaitu : 1. Kompleksitas (complexity), berhubungan dengan langkah-langkah tahapan proses. 2. Keragaman (devergence), berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah-langkah atau tahapan proses. Sehubungan dengan dua cara di atas terdapat empat alternatif mengubah proses yang dapat dipilih oleh pemasar : 1. Mengurangi keragaman, berarti terjadi pengurangan biaya, peningkatan produktivitas dan kemudahan distribusi. 2. Menambah keragaman, berarti memperbanyak kustomisasi dan fleksibilitas dalam produksi yang dapat mengakibatkan naiknya harga. 3. Mengurangi kompleksitas, cenderung lebih terspesialisasi. 4. Menambah kompleksitas, lebih cenderung ke penetrasi pasar dengan cara menambah jasa yang diberikan. Universitas Sumatera UtaraKUNTA, 
Previous
Next Post »
0 Komentar