ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE TBK (LENGKAP SAMPAI DAFTAR PUSTAKA)

Admin

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE TBK



ABSTRAK
Kata Kunci: Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, Kontinuitas Operasional, Pelayanan.

Pengelolaan modal kerja merupakan hal yang berkaitan dengan pengelolaan pihak
manajemen terhadap aktiva lancar dengan hutang lancar perusahaan. Hal ini selalu
dipengaruhi oleh tinggi rendahnya intensitas kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
Dengan pengelolaan modal kerja yang kurang baik akan berakibat terhambatnya atau bahkan terhentinya kegiatan operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk
mendeskripsikan pengelolaan modal kerja pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk
untuk menjaga kontinuitas operasional perusahaan dan tingkat pelayanan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dengan sumber data sekunder
yaitu laporan keuangan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk tahun 2004 sampai
dengan tahun 2008. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis
penentuan besarnya modal kerja, analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis
pengelolaan modal kerja, dan analisis likuiditas dengan melihat current ratio dan cash ratio. 

Dari hasil analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan pengelolaan modal kerja
bahwa aktiva lancar mampu membiayai hutang lancar dan biaya operasional perusahaan
pada tahun 2004-2007, sedangkan pada tahun 2008 aktiva lancar perusahaan kurang mampu
membiayai hutang lancar dan biaya operasional karena perusahaan kekurangan modal kerja
sebesar Rp 1.173.721.252 sehingga pada tahun 2008 kontinuitas operasional kurang terjamin
dan akan mengakibatkan pelayanan yang kurang maksimal. Dari analisis current ratio bahwa
rata-rata current ratio perusahaan diketahui sebesar 139%, dan dapat dikatakan likuid dan
optimal dalam menggunakan aktiva lancar untuk membiayai hutang lancarnya, namun dari
analisis cash ratio bahwa perusahaan dikatakan kurang likuid karena selama lima tahun
(tahun 2004-2008) rata-rata cash ratio adalah 79%, kas dan setara kas serta efek tidak dapat
menjamin semua hutang lancar perusahaan.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk S K R I P S I Oleh ELIS HERAWATI NIM : 05610099 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2009 ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk S K R I P S I Diajukan Kepada : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Oleh ELIS HERAWATI NIM: 05610099 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2009 SURAT PERNYATAAN Yang bertandatangan di bawah ini saya : Nama : Elis Herawati NIM : 05610099 Alamat : Jl. Cenger Ayam Dalam 56 Malang – Jawa Timur menyatakan bahwa “Skripsi” yang saya buat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan judul : ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk adalah hasil karya saya sendiri, bukan “duplikasi” dari karya orang lain. Selanjutnya apabila di kemudian hari ada “klaim” dari pihak lain, bukan menjadi tanggungjawab Dosen Pembimbing dan atau pihak Fakultas Ekonomi, tetapi menjadi tanggungjawab saya sendiri. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari siapapun. Malang, 22 Juni 2009 Hormat saya, Elis Herawati NIM : 05610099 LEMBAR PERSETUJUAN ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk S K R I P S I Oleh ELIS HERAWATI NIM : 05610099 Telah disetujui 14 Juli 2009 Dosen pembimbing, Drs. H. Abdul Kadir Usri, MM., Ak Mengetahui: Dekan, Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP 150231828 LEMBAR PENGESAHAN ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk S K R I P S I Oleh ELIS HERAWATI NIM : 05610099 Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Pada 24 Juli 2009 Susunan Dewan Penguji Tanda Tangan 1. Ketua H. Ahmad Djalaluddin, Lc., MA : ( ) NIP 150368783 2. Sekretaris/Pembimbing Drs. H. Abdul Kadir Usri, MM., Ak : ( ) 3. Penguji Utama : ( ) Prof. Dr. H. Muhammad Djakfar, SH., M.Ag NIP 150203742 Mengetahui : Dekan, Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP 150231828 PERSEMBAHAN Teriring rasa syukur kepada Allah SWT skripsi ini ku persembahkan Kepada Bapak dan Ibuku Yang dengan jerih payahnya mengasuh dan mendidikku mulai dari kecil hingga sekarang ini, yang selalu menyayangiku setulus hati, serta berkat doa dan restunya aku bisa menyelesaikan skripsiku ini. Semoga annda bisa menjadi anak yang berbakti. Kakak-kakakku Tercinta Yang selalu mendoakan, memotivasi, memberikan nasehat serta menyayangiku. Semoga aku bisa menjadi adik yang dapat kakak banggakan. MOTTO ms9 Mt7)yB .`B t/ myt `Bur m=yz mtRqxts `B Br& !$# 3 c) !$# w t $tB BQqs)/ 4Lym (#rt $tB NkRr'/ 3 !#s)ur yur& !$# 5Qqs)/ #[q xs ttB ms9 4 $tBur Ogs9 `B mRr `B @A#ur  “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (Ar-Ra’ad 13: 11) KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikannya Laporan Akhir ini dengan judul: “Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja untuk Menjaga Kontinuitas Operasional dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk”. Tujuan utama dari Laporan Akhir ini adalah sebagai salah satu syarat kelulusan dari S1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Selama penyusunan Laporan Akhir ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan, dukungan, bantuan dan doa dari berbagai pihak, maka seiring dengan terselesaikannya Laporan Akhir ini, penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. H. Imam Suprayogo selaku Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Malang. 2. Drs. HA. Muhtadi Ridwan, MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi. 3. Drs. H. Abdul Kadir Usri, MM., Ak sebagai dosen pembimbing yang sabar dan penuh pengertian, Prof. Dr. H. Muhammad Djakfar, SH., M.Ag dan H. Ahmad Djalaluddin , Lc., MA sebagai dewan penguji. Terimakasih atas masukan, dan kepercayaannya. 4. Semua dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah mentransfer ilmu-ilmu pamungkasnya pada saya. 5. Semua staf Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. 6. Segenap karyawan pojok BEJ UMM yang telah membantu dalam pengambilan data perusahaan. 7. Ayah, Ibu, kakak, ipar, adikku Sofiah Sari dan keluarga besarku yang selalu mencurahkan kasih sayang, dukungan dan doa. 8. Sahabat-sahabatku, Muh. Ishak S., Darnawati, Siti Nursalam, Nur Saban, Nilasartika, Jamila Rejeb, Alhidayah, Titin Sumarni, Bahar Arifin, Iradat Taqwa, Saban M., Muh. Murdani, Ali Akbar, Nukra dan semua teman-temanku yang selalu memberikan semangat serta dukungannya serta sahabat-sahabat IPPMI-Muna Malang. Penulis menyadari bahwa Laporan Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan Laporan Akhir ini. Semoga karya kecil ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Malang, 14 Juli 2009 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................................................................................i LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................iii LEMBAR PENGESAHAN................................................................................iv HALAMAN PERNYATAAN..............................................................................v HALAMAN PERSEMBAHAN.........................................................................vi MOTTO ..........................................................................................................vii KATA PENGANTAR.......................................................................................viii DAFTAR ISI..........................................................................................................x DAFTAR TABEL................................................................................................xii DAFTAR GAMBAR.........................................................................................xiii DAFTAR LAMPIRAN.....................................................................................xiv ABSTRAK ..........................................................................................................xv BAB I : PENDAHULUIAN.........................................................................1 A.Latar Belakang............................................................................1 B. Rumusan Masalah......................................................................4 C. Tujuan Penelitian........................................................................4 D.Batasan Penelitian......................................................................4 E. Manfaat Penelitian.....................................................................5 BAB II : KAJIAN PUSTAKA........................................................................6 A.Penelitian Terdahulu..................................................................6 B. Landasan Teori.........................................................................11 1. Modal Kerja…………… …...…………………………......11 2. Rasio Likuiditas …………………..…………………….…22 3. Keterkaitan Modal Kerja dan Tingkat Likuiditas dengan Kontinuitas Operasional……………………..…24 4. Pelayanan ……..…………………..…………………….…25 5. Modal dan Likuiditas Menurut Prespektif Islam..…..…27 C. Kerangka Berpikir....................................................................33 BAB III : METODE PENELITIAN.............................................................34 A.Lokasi Penelitian......................................................................34 B. Jenis dan Pendekatan Penelitian............................................34 C. Data dan Jenis Data.................................................................35 D.Teknik Pengumpulan Data.....................................................35 E. Instrumen Pengumpulan Data...............................................36 F. Model Analisa Data.................................................................38 BAB IV : PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN 39 A.Paparan Data Hasil Penelitian................................................39 1. Sejarah Singkat dan Perkembangan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk........................................................................................39 2. Transaksi Permodalan Perusahaan...................................40 3. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk .............................................................41 4. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan ......................42 B. Analisis dan Pembahasan Data Hasil Penelitian.................41 1. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja..............43 2. Analisis Modal Kerja............................................................60 3. Analisis Rasio Likuiditas.....................................................69 4. Keterikatan Modal Kerja, Kontinuitas Operasional Perusahaan dan Tingkat Pelayanan...............................................................................75 BAB V : PENUTUP........................................................................................78 A.Kesimpulan ..............................................................................78 B. Saran...........................................................................................79 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..…….80 LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel 1.1 : Kunjungan Wisatawan di Indonesia Tahun 2004-2008............1 Tabel 2.1 : Perbedaan dan Persamaan Penelitian Terdahulu.....................6 Tabel 3.1 : Instrumen Pengumpulan Data..................................................37 Tabel 4.1 : Laporan Perubahan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2004-2005) 45 Tabel 4.2 : Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2005) 47 Tabel 4.3 : Laporan Perubahan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2005-2006) 49 Tabel 4.4 : Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2006) 51 Tabel 4.5 : Laporan Perubahan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2006-2007) 53 Tabel 4.6 : Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2007) 55 Tabel 4.7 : Laporan Perubahan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2007-2008) 57 Tabel 4.8 : Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (31 Desember 2008) 59 Tabel 4.9 : Perputaran Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004- 2008 61 Tabel 4.10: Total Biaya Operasional PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004- 2008 62 Tabel 4.11: Kebutuhan Modal Kerja 1 Kali Operasional PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004-2008 63 Tabel 4.12: Kebutuhan Modal Kerja Minimum PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004-2008 63 Tabel 4.13: Rasio dan Kelebihan/Kekuranan Modal Kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004-2008 64 Tabel 4.14: Rekapitulasi Current Ratio PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004-2008 70 Tabel 4.15: Rekapitulasi Current Ratio Optimal PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004-2008 70 Tabel 4.16 : Rekapitulasi Cash Ratio PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tahun 2004- 2008 73 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Kerangka Berpikir......................................................................33 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Neraca Konsolidasi PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Per 31 Desember 2005-2004 Lampiran 2 : Neraca Konsolidasi PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Per 31 Desember 2006-2005 Lampiran 3 : Neraca Konsolidasi PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Per 31 Desember 2008-2007 Lampiran 4 : Laporan Perubahan Ekuitas PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dan Anak Perusahaan 31 Desember 2005-2004 Lampiran 5 : Laporan Perubahan Ekuitas PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dan Anak Perusahaan 31 Desember 2006-2005 Lampiran 6 : Laporan Perubahan Ekuitas PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dan Anak Perusahaan 31 Desember 2008-2007 Lampiran 7 : Laporan Laba Rugi Konsolidasi PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tanggal 31 Desember 2005-2004 Lampiran 8 : Laporan Laba Rugi Konsolidasi PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tanggal 31 Desember 2006-2005 Lampiran 9 : Laporan Laba Rugi Konsolidasi PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Tanggal 31 Desember 2008-2007 Lampiran 10 : Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi Per 31 Desember 2005-2004 Lampiran 11 : Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi Per 31 Desember 2006-2005 Lampiran 12 : Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi Per 31 Desember 2008-2007 ABSTRAK Elis Herawati, 2009 SKRIPSI. Judul: “Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Untuk Menjaga Kontinuitas Operasional Dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk” Pembimbing: Drs. H. Abdul Kadir Usri, MM., Ak Kata Kunci: Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, Kontinuitas Operasional, Pelayanan. Pengelolaan modal kerja merupakan hal yang berkaitan dengan pengelolaan pihak manajemen terhadap aktiva lancar dengan hutang lancar perusahaan. Hal ini selalu dipengaruhi oleh tinggi rendahnya intensitas kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Dengan pengelolaan modal kerja yang kurang baik akan berakibat terhambatnya atau bahkan terhentinya kegiatan operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan pengelolaan modal kerja pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk untuk menjaga kontinuitas operasional perusahaan dan tingkat pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dengan sumber data sekunder yaitu laporan keuangan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis penentuan besarnya modal kerja, analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis pengelolaan modal kerja, dan analisis likuiditas dengan melihat current ratio dan cash ratio. Dari hasil analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan pengelolaan modal kerja bahwa aktiva lancar mampu membiayai hutang lancar dan biaya operasional perusahaan pada tahun 2004-2007, sedangkan pada tahun 2008 aktiva lancar perusahaan kurang mampu membiayai hutang lancar dan biaya operasional karena perusahaan kekurangan modal kerja sebesar Rp 1.173.721.252 sehingga pada tahun 2008 kontinuitas operasional kurang terjamin dan akan mengakibatkan pelayanan yang kurang maksimal. Dari analisis current ratio bahwa rata-rata current ratio perusahaan diketahui sebesar 139%, dan dapat dikatakan likuid dan optimal dalam menggunakan aktiva lancar untuk membiayai hutang lancarnya, namun dari analisis cash ratio bahwa perusahaan dikatakan kurang likuid karena selama lima tahun (tahun 2004-2008) rata-rata cash ratio adalah 79%, kas dan setara kas serta efek tidak dapat menjamin semua hutang lancar perusahaan. ABSTRACT Herawati, Elis. 2009 THESIS. Title: “An Analysis on Working Capital to Keep the Operational Continuity in Order to Increase the Services at PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk”. Advisor: Drs. H. Abdul Kadir Usri, MM., Ak Keywords: Source and Usage of Working Capital, Operational Continuity, Service The management of working capital is related to the management maintenance toward the circulating assets and circulating debt of the company. This is influenced by the intensity of daily operational activities of the company. The poor management of working capital will restrict or even block the company’s operational activities. This study aims to describe the working capital management at PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk to maintain the operational continuity of the company and its service quality. The description is done using working capital determination analysis, source analysis and the working capital usage, working capital management analysis, and liquidity analysis on the basis of current ratio and cash ratio. The result of the analysis showed that the circulating assets could cover the circulating assets and the operational cost of the company in 2004-2007. In a 2008, however, the circulating assets could not cover those circulating debt and the operational cost because the company was lack of working capital as much as was less guaranteed resulting is the ratio average was 139% and it could be considered liquid and optimal in using circulating assets to cost its circulating debt. However, based on the cash ratio analysis the company was less liquid because the cash ratio average was 79% for five years (2004-2008); cash and equal cash could not guarantee the company’s circulating debt. المستخلص هراواتي إيليس ، 2009 البحث الجامعي. الموضوع : " مصد ر رأس المال الفعال استخدامه ة الخدمات ف L استمرارية العمل في ترقي PT. Anta Ekspress Tour & Travel Service Tbk. " المشرف : الدكتورندوس الحاج عبد القادر اسري ، MM., Ak ل، qq ة العم L تمراري qq تعماله ، اس qq غلية و اس qq ل رأس الش qq ية: اص qq ات الرئيس qq الكلم ىqq ق بادارة قسم الدارة عل L ادارة رأس الشغلية كان من اشياء الذي يتعل ثرة q دار ك q ا بمق q ق دائم qL ذا تتعل q ة. وه q سسL المال الطلقة مع الدين الطلقة للمؤ . فمن ادارة رأس الشغلية القبيحة سيسبب الى ظهور L سسة يوميا L الشغل للمؤ ن إدارة q ر ع L وq ه ليص q سسة. هذا البحث يقصد ب L العوائق بل سيواقف عملية المؤ ة في سعي L رأس الشغلي PT.Anta Ekspress Tour & Travel Service Tbk لحراسة لq ة ، تحلي L غلي q دار رأس الش q ن مق q ن تعيي q ل ع q وهذا التصوير بواسطة تحلي لqq ة و تحلي L غلي qq ة رأس الش qqL ل اداري qq ة ، تحلي L غلي qq تعمال رأس الش qq ل و اس qq الص ال q ن الم L ه ا q تعماله و ادارت q ة و اس L غلي q ل رأس الش q الحاصل من تحليل اص يq ة ف q ة المؤسس qL اريف عملي q ة و مص q الطلقة يقدر ان ينفق على الدين الطلق 2007 . لكن في سنة 2008 المال الطلقة ل يقدر ان ينفق على - سنة 2004 يqq ان ف qq ة النقص qq سسة لملقات المؤسس L ة المؤ L الدين الطلقة و مصاريف عملي نة 2008 q ي س q ك ف q ل ذل q ة وتتص q رأس الشغلية مقدار 1.173.721.252 روبي ل. q ر كام q ة غي q دا ويسبب الى خدم L يعاقب الستمرارية الشغلية غير مضمون جي ح ان L q در 139 % و ص q تويته ق q ن مس L لنا ا q الى حص q فمن التحليل على النسبة الح دين q ى ال q اق عل q ة لبف q ال الطلق q تعمال الم q ي اس q امل ف q يولية و ك q ه س q نقول ان نq م تك q ة ل q ل ان المؤسس q دي حص q بة النق q ى نس q ل عل q الطلقة. لكن من التحلي BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi seperti sekarang ini, setiap potensi negara harus dapat dipacu secara optimal agar bisa menggerakkan perekonomian negara itu sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi wisata. Potensi wisata ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah wisatawan mancanegara dan wisataan nusantara. Untuk memperjelas perkembangan wisatawan tahun 2004 sampai tahun 2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 1.1 Kunjungan Wisatawan di Indonesia Tahun 2004-2008 Tahun Jumlah Wisatawan Mancanegara Jumlah Wisatawan Nusantara 2004 5.321.165 111.353.000 2005 5.002.101 112.701.000 2006 4.871.351 114.270.000 2007 5.505.759 115.335.000 2008 6.429.027 117.213.000 Sumber: www.budpar.go.id, 2009 Untuk menunjang potensi ini salah satunya diperlukan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan dalam bidang pariwisata. Salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam bidang ini adalah PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk. .PT Anta Express Tour & Travel merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang telah listing di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang telah listing di Bursa Efek Indonesia tentunya tidak menginginkan perusahaannya dilikuidasi dan mengalami kebangkrutan. Agar perusahaan ini dapat bertahan hidup atau tidak mengalami kebangkrutan dan dapat menghadapi perubahan yang terjadi, perusahaan tentu saja perlu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang diantaranya meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian secara baik sehingga sasaran utama perusahaan dapat tercapai. Dalam ajaran Islam dikatakan pula bahwasanya Allah sangat mencintai perbuatanperbuatan yang termanajemen dengan baik, sebagai mana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah ash-Shaf: 4,  b) !$# =t %!$# cq=Gs)  &#6y $y| OgRr(x. `uY/ q B  “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. Dalam menjalankan manajemen perusahaan salah satunya harus mampu memanfaatkan sumber modal kerja dan yang akan digunakan secara efektif dan efisien sebagai modal kerja sehingga mampu mempertahankan kontinuitas operasional dan tingkat pelayanan perusahaan. Pengelolaan modal kerja merupakan hal yang berkaitan dengan pengelolaan pihak manajemen terhadap aktiva lancar dengan hutang lancar perusahaan. Hal ini selalu dipengaruhi oleh tinggi rendahnya intensitas kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Dengan pengelolaan modal kerja yang kurang baik akan berakibat terhambatnya atau bahkan terhentinya kegiatan operasional perusahaan. Dari tahun ke tahun jumlah modal kerja ini relatif berubah-ubah sesuai dengan kondisi perusahaan yang bersangkutan. Modal kerja merupakan aspek penting untuk mencapai tujuan perusahaan baik jangka pendek mapun jangka panjang. Jika pihak manajemen dapat mengelola dengan cermat, maka tujuan perusahaan yang ditentukan dapat tercapai. Pemenuhan modal kerja harus ada pada batas tertentu dari rasio likidutas, sehingga perusahaan tidak berada dalam keadaan “Technicaly Insolved” (ketidak mampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajibannya yang telah jatuh tempo) dan tetap berada pada posisi aman. Berawal dari hal-hal di atas maka penulis memilih judul “ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENJAGA KONTINUITAS OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana mengelola modal kerja yang baik untuk menjaga kontinuitas operasional dan tingkat pelayanan pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan modal kerja pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk untuk menjaga kontinuitas operasional perusahaan dan tingkat pelayanan. D. Batasan Penelitian Agar penelitian ini tidak terlalu melebar dan menyebabkan kerancuan dalam pengertian, maka masalah-masalah dalam penelitian ini dibatasi dalam hal berikut: 1. Pokok pembahasan pada laporan ini hanya dibatasi pada masalah sumber dan penggunaan modal kerja serta pengelolaan modal kerja bersih (Net Working Capital) yaitu selisih antara aktiva lancar atas hutang lancar yang dapat digunakan untuk operasi perusahaan dan memenuhi tiap-tiap hutang lancar. Dengan demikian dapat diketahui bahwa dana atau modal kerja yang ada benar-benar telah dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga tercapai suatu tingkat likuiditas yang terjamin. E. Manfaat Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah serta tujuan penelitian, maka manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk membantu manajemen perusahaan dalam mengelola penggunaan modal kerja, 2. Sebagai pertimbangan bagi perusahaan dalam menentukan penggunaan modal kerja secara efektif dalam menjalankan kontinuitas operasional perusahaan. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Penelitian dalam bidang modal kerja dan rasio keuangan telah dilakukan beberapa peneliti terdahulu yang menjadi dasar acuan pada penelitian ini. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya untuk mempermudah dalam pengumpulan data, metode, dan analisis data yang digunakan untuk pengelolaan data. Berikut persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu, sebagai berikut: Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu Peneliti Eni Ismiati Lili Dwi Suryani Fatmawatul Aini Elis Herawati Tahun 2005 2006 2007 2009 Judul Analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan tingkat profitabilitas “KAN JABUNG” Malang Analisis laporan keuangan perusahaan (Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Tahun 2000- 2005) Analisa rasio keuangan sebagai salah satu alat untuk menilai kinerja keuangan perusahaan (Studi pada PT Telkom Tbk) Analisis Sumber Dan penggunaan modal kerja untuk menjaga kontinuitas operasional dalam rangka meningkatkan pelayanan pada PT Anta Express Tuor & Travel Service Tbk Variabel Sumber dan penggunaan modal kerja, likuiditas, dan profitabilitas Rasio likuiditas, rasio laverage, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas Rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas Sumber dan penggunaan modal kerja dan likuiditas Pendekatan , Penggalian Data dan Analisis Kualitatif deskriptif, Dokumentasi, Analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis rasio likuiditas dan rasio profitabilitas Kualitatif deskriptif, Dokumentasi, Analisis rasio likuiditas, rasio laverage, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas Kualitatif deskriptif, Dokumentasi, Analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas Kualitatif deskriptif, Dokumentasi, Analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis modal kerja bersih, analisis rasio likuiditas Hasil Pengelolaan modal kerja KAN JABUNG Malang dari tahun ke tahun semakin baik namun kurang maksimal dalam perolehan tingkat profitabilitasnya dan perusahaan kurang likuid Kinerja Keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk kurang baik, hal ini dilihat dari rasio likuiditas, rasio laverage, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dalam 6 tahun terakhir (2002-2005) cenderung menurun Pada tahun 2004- 2006 rasio likuiditas PT Telkom Tbk kurang baik, rasio solvabilitas perusahaan dikatakan baik, rasio aktivitas perusahaan dikatakan baik dan dari analisis rasio profitabilitas perusahaan dikatakan baik Pada tahun 2004-2007 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk mampu membiayai hutang lancar dan biaya operasional dengan aktiva lancarnya, sedangkan pada tahun 2008 perusahaan tidak mampu. Dari analisis rasio likuiditas dengan current ratio maka perusahaan dikatakan likuid dan dengan cash ratio perusahaan dikatakan kurang likuid Sumber: UIN (Skripsi) tidak diterbitkan, (data diolah 2009) 1. Eni Ismiati Eni Ismiati dalam skripsinya yang berjudul Analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan tingkat profitabilitas “KAN JABUNG” Malang menjelaskan bahwa sumber modal kerja adalah sumber dana yang dapat menaikan kas sebagai modal kerja. Dari hasil penelitiannya diketahui bahwa berdasarkan analisa rasio likuiditas menunjukkan perusahaan kurang mampu menjaga tingkat likuiditasnya karena KAN JABUNG Malang tidak dapat menjaga tingkat likuiditasnya sesuai standar industri yang ada. Current ratio KAN JABUNG Malang periode tahun 2000-2004 dianggap kurang likuid karena tingkat likuiditasnya yang diperoleh secara berturut-turut adalah 128,98%, 158,08%, 133,75%, 135,63%, 145,86%. Angka ini menunjukkan bahwa current ratio perusahaan berada di bawah standar industri (200%). Quick ratio diperoleh KAN JABUNG Malang dari periode 2000-2004 sebesar 117,72%, 126,45%, 115,48%, 122,56%, 1333,69%. Ini menunjukkan bahwa perusahaan dianggap likuid karena quick ratio yang diperoleh di atas standar industri (100%). Cash ratio KAN JABUNG Malang periode 2000-2004 sebesar 10,76%, 17,975, 9,775, 11,33%, 15,24% ini menunjukkan bahwa KAN JABUNG Malang mampu membayar kewajiban lancarnya dengan kas yang dia miliki. Bila dilihat perkembangan dari tahun ke tahun KAN JABUNG Malang dapat dikatakan semakin baik pengelolaan modal kerjanya. Dari hasil perhitungan rasio profitabilitas menunjukkan bahwa KAN JABUNG Malang kurang maksimal dalam perolehan tingkat profitabilitasnya, hal ini disebabkan karena pengelolaan modal kerja oleh KAN JABUNG Malang kurang efektif, sumber modal kerja lebih besar dari pada penggunaannya. 2. Lili Dwi Suryani Penelitian yang dilakukan Lili Dwi Suryani berjudul Analisa laporan keuangan perusahaan (pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk, tahun 2000-2005) menunjukkan hasil analisis bahwa kondisi likuiditas perusahaan dilihat dari current ratio, quick ratio dan cash ratio selama enam tahun terakhir cenderung menurun dan hal ini berarti perusahaan kurang baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pendanaan modal berdasarkan hutang atau laverage perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang ditandai dengan debt ratio yang cenderung menurun, nilai total debt to equity ratio berfluktuasi dan cenderung meningkat, dan pada tingkat long term debt to equity ratio serta nilai times interest earned ratio berfluktuasi dan cenderung menurun. Aktivitas perusahaan yang terlihat dalam perhitungan rasio aktivitas menunjukkan bahwa aktivitas PT Indofood Sukses Makmur Tbk kurang efisien dalam mengelola keseluruhan aktivanya yang dimiliki untuk meningkatkan volume penjualan. PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam menghasilkan pendapatan atau laba kurang efektif karena nilai masing-masing rasio profitabilitas nilainya cenderung mengalami penurunan secara signifikan pada tahun 2001- 2005. Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan tersebut, kinerja keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk kurang baik. 3. Fatmawatul Aini Penelitian yang dilakukan Fatmawatul Aini (2007), dengan judul Analisa rasio keuangan sebagai salah satu alat untuk menilai kinerja keuangan perusahaan (Studi pada PT Telkom Tbk), hasil analisis menunjukkan bahwa dari hasil analisis rasio likuiditas perusahaan Telkom pada tahun 2004-2006 dalam kondisi yang kurang sehat. Hal ini dapat dilihat dari nilai current ratio, quick ratio dan cash ratio yang trata-rata nilainya masih berada di bawah standar penilaian kinerja perusahaan 150% yang menyebabkan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya relatif rendah. Dari hasil analisis rasio solvabilitas PT Telkom Tbk tahun 2004-2006 dalam kondisi yang baik, apabila dilihat dari hasil analisis pertahun. Namun apabila dibandingkan dengan standar penilaian kinerja perusahaan Telkom dikatakan tidak sehat karena nilainya masih berada di bawah standar penilaian kinerja BUMN. Dari hasil analisis rasio aktivitas perusahaan Telkom dapat dikatakan dalam mengelola perputaran persedianannya sudah dapat dikatakan baik. Dari hasil analisis profitabilitas perusahaan Telkom dapat dikatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam kondisi sehat, hal ini dapat diketahui dari nilai keseluruhan rasionya yang rata-rata berada di atas standar penilaian kinerja BUMN 12%. Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu sama-sama menggunakan metode kualitatif deskriptif dan penggalian data dengan dokumentasi. Sedangkan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah selain tempat yang berbeda, judul, juga berbeda dalam model analisis. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana tingkat likuiditas dan penggunaan modal kerja yang baik untuk menjaga kontinuitas operasional perusahaan. B. Landasan Teori 1. Modal Kerja Perusahaan merupakan salah satu bentuk lembaga yang bergerak dalam dunia usaha yang tidak bisa terlepas dari kebutuhan baik dalam rangka untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari maupun untuk membiayai investasi jangka panjangnya. Dana yang dikeluarkan diharapkan akan dapat segera kembali masuk ke perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui penjualan atas hasil produksinya, dan dana yang berasal dari penjualan hasil produksi akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai kegiatan operasionalnya kembali sehingga dana tersebut akan berputar secara terus-menerus sepanjang kelangsungan hidup perusahaan. Setiap perusahaan selalu memerlukan modal kerja yang akan digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari misalnya untuk membeli bahan baku, membayar upah buruh, membayar hutang dan lain-lain. a. Pengertian Modal Kerja “Definisi modal kerja yaitu aktiva lancar yang mewakili bagian dari investasi yang berputar dari satu bentuk ke bentuk lainnya dalam melaksanakan suatu usaha atau modal kerja adalah kas/bank, surat-surat berharga yang mudah dituangkan (misal giro, cek, deposito), piutang dagang dan persediaan yang tingkat perputarannya tidak melebihi 1 tahun atau jangka waktu operasi normal perusahaan” (Sundjaja dan Barlian, 2003: 187). Bambang Riyanto dalam Manullang (2005: 13) mengemukakan tiga konsep pengertian modal kerja, yaitu; 1) Konsep Kuantitatif Konsep ini didasarkan atas kualitas dana yang ditanam dalam unsur-unsur aktiva lancar, yaitu aktiva yang dipakai sekali dan akan kembali menjadi bentuk semula, atau aktiva dengan dana tertanam di dalamnya yang akan bebas lagi dalam waktu singkat. Konsep ini sering disebut Gross Working Capital. 2) Konsep Kualitatif Konsep ini didasarkan pada aspek kualitatif, yaitu kelebihan aktiva lancar dari hutang lancarnya. Modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar digunakan untuk membiayai operasi perusahaan yang bersifat rutin tanpa mengganggu likuiditasnya. Konsep ini disebut sebagai Net Working Capital. 3) Konsep Fungsional Konsep ini didasarkan pada fungsi dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang digunakan dalam perusahaan dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan, dengan kalkulasi sebagian dana digunakan untuk menghasilkan pendapatan pada periode tersebut (current income) dan sebagian lagi digunakan untuk menghasilkan pendapatan pada periode-periode berikutnya (future income). b. Jenis-Jenis Modal Kerja Bambang Riyanto dalam Manullang (2005: 14) menggolongkan jenis-jenis modal kerja sebagai berikut: 1) Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital) yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan agar dapat menjalankan fungsinya. Dengan kata lain, modal kerja permanen adalah modal kerja yang terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Modal Kerja Permanen dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : a) Modal Kerja Primer (Primary Working Capital) yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usaha atau operasinya. b) Modal Kerja Normal (Normal Working Capital) yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal. 2) Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya. Modal kerja variabel dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : a) Modal Kerja Musiman (Seasonal Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim. b) Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konjungtur. c) Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital) yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, banjir perobahan keadaan ekonomi yang mendadak). c. Penentuan Besarnya Modal Kerja Dalam pengelolaan Modal Kerja yang sering menjadi masalah penting yaitu berapa besar kebutuhan Modal Kerja yang efisien bagi perusahaan. Penentuan besarnya kebutuhan modal kerja merupakan masalah karena apabila besarnya Modal Kerja yang telah diterapkan terlalu besar akan menyebabkan adanya sebagian dana yang menganggur, sehingga dana yang mengganggur ini akan menyebabkan menurunnya tingkat profitabilitas bagi perusahaan. Selain itu apabila besarnya Modal Kerja yang telah ditetapkan terlalu kecil masalah yang ditimbulkan adalah terganggunya proses produksi. Menurut Bambang Riyanto dalam http://one.indoskripsi.com besar kecilnya kebutuhan modal kerja tergantung kepada dua faktor yaitu: 1) Metode keterikatan dana Dalam metode keterikatan dana perlu diketahui adanya dua faktor yang mempengaruhi yaitu: a) Periode terikatnya Modal Kerja adalah jangka waktu yang diperlukan mulai kas ditanamkan ke dalam elemen-elemen Modal Kerja sampai kas menjadi kas lagi. Semakin lama periode terikatnya Modal Kerja akan semakin memperbesar jumlah kebutuhan Modal Kerja, demikian sebaliknya bila periode terikatnya modal kerja semakin cepat maka kebutuhan modal kerja juga semakin kecil. b) Periode pengeluaran kas per hari merupakan pengeluaran kas rata-rata setiap harinya yang digunakan untuk keperluan pembelian bahan baku, bahan penolong, pembayaran upah, pembayaran biaya pemasaran, dan pembayaran tunai lainnya. 2) Metode perputaran modal kerja Metode ini menjelaskan bahwa besarnya modal kerja ditentukan dengan cara menghitung perputaran elemen-elemen pembentuk modal kerja seperti perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan. Makin pendek periode tersebut berarti makin cepat perputarannya atau makin tinggi tingkat perputarannya (turnover rate-nya). Berapa lama periode perputaran modal kerja adalah tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari masing-masing komponen modal kerja tersebut. Periode perputaran barang yang mengalami proses produksi lebih panjang dari pada perputaran barang dagangan. d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Modal Kerja Menurut Jumingan (2006: 69-71) untuk menentukan modal kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan terdapat sejumlah faktor yang perlu dianalisis. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1) Sifat umum atau tipe dari perusahaan itu sendiri Kebutuhan modal kerja pada perusahaan kepentingan umum/perusahaan jasa (public utility) adalah relatif rendah, karena persediaan dan piutang dalam persediaan tersebut cepat beralih menjadi uang. Berbeda dengan perusahaan industri , investasi dalam aktiva lancar dibutuhkan dan lebih besar dengan tingkat perputaran persediaan dan piutang yang relatif rendah. Perusahaan industri memerlukan modal kerja yang cukup besar karena untuk melakukan investasi dalam bahan baku, barang dalam proses serta barang jadi. 2) Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan barang dan ongkos produksi per unit/harga beli barang itu. Jumlah modal kerja berkaitan langsung dengan waktu yang dibutuhkan mulai dari bahan baku atau barang jadi dibeli sampai barang-barang dijual kepada konsumen. Semakin lama waktu yang diperlukan untuk memperoleh barang, jumlah modal kerja yang diperlukan juga makin besar. 3) Syarat pembelian dan penjualan Syarat kredit pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. Syarat kredit pembelian yang menguntungkan akan memperkecil kebutuhan uang kas yang harus ditanamkan dalam persediaan, sebaliknya bila pembayaran harus dilakukan dengan segera setelah barang diterima maka kebutuhan uang kas untuk membelanjai volume perdagangan menjadi lebih besar. Untuk mengurangi kebutuhan modal kerja dan mengurangi resiko kerugian resiko kerugian akibat adanya piutang yang tak terbayar, biasanya perusahaan memberikan rangsangan berupa potongan tunai (cash discount). 4) Tingkat perputaran persediaan Semakin sering perseediaan diganti dan dijual kembali maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan akan semakin rendah. Pengendalian persediaan yang efektif diperlukan untuk memelihara jumlah, jenis dan kualitas barang yang sesuai dan untuk mengatur investasi dan persediaan. 5) Tingkat perputaran piutang Kebutuhan modal kerja juga bergantung pada periode waktu yang dibutuhkan untuk mengubah suatu piutang menjadi bentuk kas. Bila piutang dapat terkumpul dalam jangka waktu yang relatif pendek maka kebutuhan modal kerja akan relatif lebih rendah/kecil. Untuk mencapai tingkat perputaran piutang yang tinggi diperlukan suatu pengawasan piutang yang efektif dan kebijaksanaan yang tepat sehubungan dengan perluasan kredit, syarat kredit penjualan, maksimum kredit bagi pelanggan serta sistem penagihan piutang. 6) Pengaruh konjungtur Dalam masa “prosperity” (konjungtur tinggi) aktivitas perusahaan diperluas dan ada kecenderungan bagi perusahaan untuk membeli barang mendahului kebutuhan agar dapat memanfaatkan harga rendah dan untuk memastikan diri akan adanya persediaan yang cukup. Dalam hal demikian diperlukan Modal Kerja yang besar. 7) Risiko kemungkinan penurunan harga aktiva lancar Suatu penurunan harga dibandingkan dengan nilai buku dari aktiva lancar seperti suratsurat berharga, persediaan, serta piutang akan menurunkan tingkat modal kerja. Sehubungan dengan itu makin besar resiko kerugian semacam itu makin besar modal kerja yang diperlukan. 8) Musim Apabila perusahaan tidak terpengaruh oleh musim maka penjualan tiap bulan rata-rata sama. Tetapi dalam hal ada musim, maka terdapat perbedaan; di dalam musim maka terjadi aktivitas yang besar, sedangkan di luar musim aktivitas adalah rendah. e. Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Menurut Jumingan (2006: 72-75) sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut: Modal kerja dapat berasal dari berbagai sumber, yaitu: 1) Pendapatan bersih 2) Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga 3) Penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan aktiva tidak lancar lainnya. 4) Penjualan obligasi dan saham serta kontribusi dana dari pemilik. 5) Dana pinjaman dari bank dan pinjaman jangka pendek lainnya 6) Kredit dari suplier atau tarde creditor. Penggunaan modal kerja yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar adalah sebagai berikut: 1) Pengeluaran biaya jangka pendek dan pembayaran utang-utang jangka pendek termasuk utang deviden. 2) Adanya pemakaian prive yang berasal dari keuntungan (pada perusahaan perseorangan dan persekutuan). 3) Kerugiaan usaha atau kerugian insidentil yang memerlukan pengeluaran kas. 4) Pembentukan dana untuk tujuan tertentu seperti dana pensiun pegawai, pembayaran bunga obligasi yang telah jatuh tempo, penempatan kembali aktiva tidak lancar. 5) Pembelian tambahan aktiva tetap, aktiva tidak berwujud dan investasi jangka panjang. 6) Pembayaran utang jangka panjang dan pembelian kembali saham perusahaan. Transaksi-transaksi yang mengakibatkan perubahan bentuk aktiva lancar tetapi tidak mengubah jumlah aktiva lancar adalah: 1) Pembelian tunai surat-surat berharga, 2) Pembelian tunai barang-barang dagangan, 3) Perubahan suatu bentuk piutang ke bentuk piutang lainnya, misalnya piutang dagang menjadi piutang wesel. f. Pentingnya Modal Kerja yang Cukup Modal kerja sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak mengalami kesulitan keuangan, misalnya dapat menutup kerugian dan mengatasi keadaan krisis atau darurat tanpa membahayakan keadaan keuangan perusahaan. Menurut Jumingan (2006: 67-68) manfaat lain dari tersedianya modal kerja yang cukup adalah sebagai berikut: 1) Melindungi perusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar, seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot. 2) Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya. 3) Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga. 4) Menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian, dan sebagainya. 5) Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya. 6) Memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada pelanggan. 7) Memungkinkan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa dan suplai yang dibutuhkan. 8) Memungkinkan perusahaan mampu bertahan dalam periode resesi atau depresi. 2. Rasio Likuiditas Perusahaan-perusahaan yang ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya tentu harus mampu membayar kewajiban-kewajibannya yang segera harus dipenuhi. Hal ini penting guna menunjang kemampuan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. “Rasio likuiditas, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya” (Weston dan Brigham, 1981 dalam Jumingan, 2006: 122). “Rasio likuiditas menunjukkan tingkat kemudahan relatif suatu aktiva untuk segera dikonversikan ke dalam kas dengan sedikit atau tanpa penurunan nilai serta tingkat kepastian tentang jumlah kas yang dapat diperoleh” (Muslich, 2003: 47-48). Menurut Munawir (2004: 31) dalam Arumdati (2006: 47) likuiditas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Definisi tersebut menunjukkan bahwa apabila perusahaan meminjam dana dari pihak luar, jangan sampai perusahaan tidak mampu untuk dapat membayarnya, itu berarti perusahaan dikatakan “ilikuid”, atau jangan sampai suatu saat perusahaan dilikuidir (bangkrut). Menurut Agnes Sawir (2001: 8) dalam Arumdati (2006: 48) rasio-rasio yang tergolong dalam rasio likuiditas adalah: a. Current Ratio (Rasio Lancar) Digunakan untuk menganalisa posisi modal kerja perusahaan dengan membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar. Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar b. Quick Ratio/Rasio Acid Test (Rasio Cepat) Digunakan untuk menganalisa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan dengan membandingkan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan hutang lancar. Quick Ratio = (Aktiva Lancar - Persediaan) Hutang lancar c. Cash Ratio (Rasio Kas) Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya yang segera harus dibayar dengan menggunakan kas yang yang tersedia atau surat berharga yang dapat segera diuangkan atau diubah menjadi bentuk kas. Cash rasio ini lebih cenderung kepada hal yang sifatnya sangat mendadak atau darurat. Cash Ratio = (Kas + Efek) Hutang lancar 3. Keterkaitan Modal Kerja dan Tingkat Likuiditas dengan Kontinuitas Operasional Menurut Munawir (2004: 114) dalam Arumdati (2006) tentang pentingnya modal kerja yaitu adanya modal kerja yang cukup sangat penting bagi suatu perusahaan karena dengan modal kerja yang cukup itu memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi dengan seekonomis mungkin dan perusahaan tidak mengalami kesulitan atau menghadapi bahayabahaya yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangan. Akan tetapi adanya modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif, dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan. Masalah modal kerja sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan operasional perusahaan. Modal kerja sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar perusahaan dapat beroperasi secara efisien dan tidak mengalami kesulitan finansial, misalnya suatu kondisi untuk dapat menutup kerugian-kerugian dan mengatasi krisis atau keadaan darurat tanpa membahayakan keadaan keuangan perusahaan. Keterkaitan Tingkat Likuiditas dengan kontinuitas operasional adalah tingkat likuiditas yang cukup akan memungkinkan perusahaan untuk membayar semua hutang lancarnya tepat pada waktunya, dan hal ini mencerminkan kontinuitas perusahaan dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh hutang lancar. 4. Pelayanan “Pelayanan adalah produk-produk yang tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang melibatkan usaha-usaha manusia dan menggunakan peralatan” (Ivancevich, dkk. dalam Ratminto dan Atik Septi Winarsih, 2007: 2). “Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya intetraksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan unutk memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan” (Gronroos, 1990: 27 dalam Ratminto dan Atik Septi Winarsih, 2007: 2). Untuk dapat menyelengaarakan pelayanan dengan baik dan berkualitas salah satu faktor yang harus ada adalah adanya budaya pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan pelanggan atau pengguna jasa dan perlu memperhatikan prinsip-prinsip manajemen pelayanan. Prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah sebagai berikut (Viljoen, 1997: 253-255 dalam Ratminto dan Atik Septi Winarsih, 2007: 87-88): a. Identifikasi kebutuhan konsumen yang sesungguhnya. b. Sediakan pelayanan yang terpadu. c. Buat sistem yang mendukung pelayanan konsumen. d. Usahakan agar semua orang atau karyawan bertanggung jawab terhadap kualitas pelayanan. e. Layanilah keluhan konsumen secara baik. f. Terus berinovasi. g. Karyawan adalah sama pentingya dengan konsumen. h. Bersikap tegas tetapi ramah terhadap konsumen. i. Jalin komunikasi dan interaksi khusus dengan pelanggan. j. Selalu mengontrol kualitas. “Tingkatan dalam sebuah layanan sendiri menurut Yuli Fajar Susetyo diklasifikasikan dalam 3 tingkatan, yakni sekedar memenuhi kebutuhan dasar dari pengguna produk/jasa, memenuhi harapan pengguna produk/jasa dan melebihi harapan pengguna produk/jasa, yakni dengan mengerjakan lebih dari apa yang mereka harapkan sebelumnya“ (http://fpscs.uii.ac.id). 5. Modal dan Likuiditas Menurut Prespektif Islam a. Modal Menurut Prespektif Islam “Dalam pandangan Al-Quran, uang merupakan modal serta salah satu faktor produksi yang penting, tetapi bukan yang terpenting dan "Uang" antara lain diartikan sebagai "harta" kekayaan, dan "nilai tukar bagi sesuatu” (Shihab, http://media.isnet.org). Dari kutipan ini maka dapat dikatakan bahwa modal adalah uang atau harta kekayaan. Harta dalam pandangan Islam pada hakikatnya adalah milik Allah SWT. Maka dari itu, seorang muslim wajib menggunakan cara-cara yang dibenarkan syariat dalam mengelola harta miliknya. Menurut Muhammad Shiddiq Al-Jawi pengelolaan kepemilikan mencakup dua kegiatan. Pertama, pembelanjaan harta (infaqul mal). Kedua, pengembangan harta (tanmiyatul mal). Menurut Nabilah Akrom aturan dalam memperoleh harta dan membelanjakan harta, didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Prinsip Sirkulasi dan perputaran. Artinya harta memiliki fungsi ekonomis yang harus senantiasa diberdayakan agar aktifitas ekonomi berjalan sehat. Maka harta harus berputar dan bergerak di kalangan masyarakat baik dalam bentuk konsumsi atau investasi. Sarana yang diterapkan oleh syari’at untuk merealisasikan prinsip ini adalah dengan larangan menumpuk harta, monopoli terutama pada kebutuhan pokok, larangan riba, berjudi, menipu. 2. Prinsip jauhi konflik. Artinya harta jangan sampai menjadi konflik antar sesama manusia. Untuk itu diperintahkan aturan dokumentasi, pencatatan/akuntansi, al-isyhad/saksi, jaminan (rahn/gadai). 3. Prinsip Keadilan. Prinsip keadilan dimaksudkan untuk meminimalisasi kesenjangan sosial yang ada akibat perbedaan kepemilikan harta secara individu. Terdapat dua metode untuk merealisasikan keadilan dalam harta yaitu perintah untuk zakat infak shadaqah, dan larangan terhadap penghamburan (Israf/mubazir). Dengan demikian, syara' melarang perputaran kekayaan hanya di antara orang-orang kaya namun mewajibkan perputaran tersebut terjadi di antara semua orang sebagai mana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr: 7:  B u!$sr& !$# 4n?t &!qu `B @dr& 3t)9$# Ts$! Aq=9ur %!ur 4n1)9$# 4yJtGu9$#ur 3|yJ9$#ur $#ur @ 69$# s1 w tbq3t P's!r tt/ !$uYF{$# N3ZB 4 !$tBur N39s?#u Aq9$# nrs $tBur N39pktX mYt (#qgtFR$$s 4 (#q) ?$#ur !$# ( b) !$# x >$s)9$#  “Harta rampasan fai-i yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya”. Di samping itu syara' juga telah mengharamkan penimbunan emas dan perak (harta kekayaan) meskipun zakatnya tetap dikeluarkan sebagai mana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah:34: pkr't t%!$# (#qZtB#u b) #ZW2 B t6mF{$#$ b$t7d9$#ur tbq=.'us9 tAuqBr&   Y9$# @t69$$/ crtur `t @ 6y !$# 3 %!$#ur cr\3t |=yd%!$# sp9$#ur wur $pktXq)Z  @ 6y !$# Ndt7s A>#xy/ 5O 9r&  “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih”. Harta atau modal tidak boleh diabaikan, manusia berkewajiban menggunakannya dengan baik, agar ia terus produktif dan tidak habis digunakan. Nabi SAW telah bersabda ن ع باح ص ال ن نى ب ث م ال ن ع م ل س م ن ب يد ل و ا ال ن دث ى ح وس م ن ب يم اه ر ب ا إ ن دث ح يل ع م س إ ن ب مد ح ا م ن ث د ح ا& يم ت ي ي ل و ن ا م ل أ ال ق ف ناس ال ب ط خ لم س و ه ي ل ع له لى ال ي ص نب ن ال أ ده7 ج ن ع يه ب أ ن ع ب ي ع ش ن و ب ر م ع ة ق صد ال ه ل ك أ تى ت ح ه ك ر ت ا ي ل و يه ف ر تج ي ل ل ف @ ا م ه ل “Ingatlah, barang siapa yang mengurus anak yatim yang mempunyai harta, maka hendaklah ia memperdagangkannya dan janganlah ia membiarkannya sehingga dimakan oleh zakat”. Islam memerintahkan untuk menggunakan uang pada tempatnya dan secara baik, serta tidak memboroskannya. Bahkan memerintahkan untuk menjaga dan memeliharanya sampai-sampai Al-Quran melarang pemberian harta kepada pemiliknya sekalipun, apabila sang pemilik dinilai boros, atau tidak pandai mengurus hartanya secara baik. Karena itu seorang wali yang menguasai harta orang-orang yang tidak atau belum mampu mengurus hartanya, diperintahkan untuk mengembangkan harta yang berada dalam kekuasaannya itu dan membiayai kebutuhan pemiliknya yang tidak mampu itu, dari keuntungan perputaran modal, bukan dari pokok modal. Dalam konteks ini, A1-Qur’an berpesan kepada mereka yang diberi amanat memelihara harta seseorang sebagai mana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nisaa’: 5 : wur (#q?s? u!$ygx9$# N3s9uqBr& L9$# @yy_ !$# /3s9 $VJu% Ndq%$#ur $pk Ndq.$#ur (#q9q%ur Nlm; Zwqs% $]r B  “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik”. b. Likuiditas Menurut Prespektif Islam Menurut Munawir (2004: 31) dalam Arumdati (2006: 47) likuiditas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Dalam ajaran Islam (hukum syara’) telah mewajibkan penunaian hak secara penuh kepada para pemiliknya tanpa boleh dikurangi sedikit pun. Nabi SAW telah bersabda: د e ي ب أ ن ع ث ي غ ي ال ب أ ن ع د ي ز ن ب ر و ث ن ع ال ل ب ن ب ان م ي ل ا س ن دث ي ح j س ي و أ ال له ال د ب ع ن ب يز ز ع ال د ب ا ع ن ث د ه ل دى ال ا أ ه اء د أ يد ر ي ناس ال ال و م أ ذ خ أ ن م ال ق لم س و ه ي ل ع له لى ال ي ص 7 نب ال ن ع ه ن ع له ال ي ض ر ة ر ي ر ه له ال ه ف ل ت ا أ ه اف ل ت إ يد ر ي ذ خ أ ن م و ه ن ع “Siapa saja yang mengambil harta orang dan bermaksud untuk melunasinya, maka Allah akan menolongnya untuk melunasinya. Dan siapa saja yang mengambil harta orang dan bermaksud merusak nya, maka Allah akan merusak orang itu”. (Imam Bukhari-2212) ه ل لى ال ي ص 7 نب ال ن ع ة ر ي ر ي ه ب أ ن ع يه ب أ ن ع دث7 ح ي اء ل ع ال ت ع م س ة ب ع ا ش ن دث ح ر ف ع ج ن ب مد ح ا م ن ث د ح ا حه ط ن ت اء ن ر ق ال ن م اء ح ل ج ال شاة ل ل اد ق تى ي ح ة ام ي ق ال م و ا ي ه ل ه ى أ ل إ وق ق ح ن ال دj ؤ ت ل ال ق نه أ لم س و ه ي ل ع “Sungguh hak-hak itu pasti akan ditunaikan kepada para pemiliknya pada Hari Kiamat nanti, hingga seekor domba betina tak bertanduk akan mendapat kesempatan membalas karena pernah ditanduk oleh domba betina bertanduk”. (Imam Ahmad-7655) Jelaslah, Rasulullah SAW sangat menekankan kewajiban menunaikan hak secara penuh di dunia. Dan barang siapa tidak menunaikan hak tersebut, pasti dia akan menunaikannya pada Hari Kiamat nanti. Ini merupakan peringatan kepada orang yang melalaikan hak-hak orang lain. Rasulullah SAW juga menegaskan, bahwa tindakan orang kaya yang menunda-nunda pelunasan utangnya adalah suatu kezhaliman. Rasulullah SAW bersabda: ن أ ه ن ه ع ل ال ي ض ر ة ر ي ر ي ه ب أ ن ع ج ر ع أ ال ن ع اد زن7 ي ال ب أ ن ك ع @ ال ا م ن ر ب خ أ ف وس ي ن ب له ال د ب ا ع ن ث د ح ع ب ت ي ل ي ف „ ل ى م ل ع م ك د ح أ ع ب أت ا ذ إ م ف @ ل ي ظ 7 ن غ ال ل ط م ال ق لم س و ه ي ل ع له لى ال ص له ال ول س ر “Perbuatan orang kaya menunda-nunda pembayaran utangnya adalah suatu kezhaliman”. (Imam Bukhari-2125) Islam telah menekankan tentang seseorang lebih baik tidak boleh menunda-nunda pembayaran utang, jadi likuiditas perusahaan dalam hal ini juga perlu dijaga agar hutang perusahaan dapat dibayar tepat pada waktunya. C. Kerangka Berpikir Secara umum kerangka berpikir penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Kebutuhan Modal Kerja 1. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja 2. Perhitungan Modal Kerja 3. Analisis Rasio Likuiditas a. Current Ratio = Aktiva Lancar : Hutang Lancar b. Cash Ratio = (Kas + Efek) : Hutang Lancar Kontinuitas Operasional BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dengan mengambil data dari pojok BEI UMM Malang. B. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. “Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya dan penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah” (Moleong, 2005: 6). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. “Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian (seorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya“ (Soejono dan Aburrahman, 1999: 23). C. Data dan Jenis Data “Data adalah bentuk-bentuk ungkapan, kata-kata, angka, simbol, dan apa saja yang memberikan makna, yang memerlukan proses lebih lanjut. Jenis data pada umumnya ada 2 (dua)” (Muhtadi Ridwan, dkk., 2009: 17-18) yaitu: 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari responden atau informan. 2. Data sekunder, merupakan data yang diperoleh melalui pihak kedua. Pihak kedua yang memperoleh secara langsung data-data aslinya, misalnya laporan BPS, laporan keuangan perusahaan, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini memakai sumber data sekunder dengan jenis data eksternal dalam bentuk data yang dipublikasikan oleh PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk yaitu laporan keuangan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk berupa neraca, laporan perubahan ekuitas, laporan Laba-Rugi, koran, literatur serta sumber-sumber data lain yang dianggap relevan dengan topik penelitian. D. Teknik Pengumpulan Data “Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dalam penelitian” (Arikunto, 2002: 212). Dalam usaha untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi. “Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal/variabel yang berhubungan dengan masalah yang diteliti yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah dan sebagainya yang berkaitan dengan perusahaan” (Arikunto, 2002: 206). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan PT Anta Ekspress Tour & Travel Service Tbk periode 2004 sampai dengan 2008. E. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen merupakan alat yang digunakan sebagai pengumpul data dalam suatu penelitian. Dalam suatu penelitian, kita dapat menggunakan instrumen yang sudah tersedia dan dapat pula menggunakan instrumen yang dibuat sendiri. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut: Tabel 3.1 Instrumen Pengumpulan Data No. Variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Instrumen Pengumpulan 1. Sumber dan penggunaan modal kerja - Sumber ekstern -Saldo laba - Penggunaan aktiva lancar - Cadangancadangan - Penyusutan aktiva tetap Dokumen Dokumentasi - Sumber modal kerja ekstern - Penggunaan/ pembelian - Hutang jangka panjang - Penuruna hutang jangka panjang - Biaya operasional - Kenaikan modal kerja - Kenaikan aktiva tetap 2. Likuiditas - Aktiva lancar - Hutang lancar - Kas, bank, piutang, cadangan piutang, biaya dibayar dimuka, persediaan - Hutang, biaya yang harus dibayar, simpanan Dokumen Dokumentasi Sumber: Data diolah F. Model Analisis Data Dari data-data yang terkumpul, maka data tersebut dianalisis agar dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah yang diteliti. Tujuan analisis dalam penelitian ini adalah untuk mengelola data agar mudah dipahami serta dapat diinterprestasikan dan dipahami dengan baik. Dalam penelitian ini digunakan analisis kualitatif deskriptif. Adapun tahap-tahap dalam analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Tahapan dalam analisis sumber dan penggunaan modal kerja, sebagai berikut: Unsur-Unsur Modal Kerja 31 Desember Perubahan Modal Kerja 20A 20B Bertambah Berkurang Aktiva Lancar Kas Xxx Xxx xxx Xxx Bank Xxx Xxx xxx Xxx Pinjaman yang diberikan Xxx Xxx xxx Xxx Cad. penghapusan pinjaman (xxx) (xxx) --- Xxx Jumlah Aktiva Lancar Xxxx Xxxx --- --- Hutang Lancar Tabungan Xxx Xxx xxx --- Hutang lancar lainnya Xxx Xxx xxx --- Deposito berjangka Xxx Xxx xxx --- Pinjaman yang diterima Xxx Xxx xxx --- Hutang lain-lainnya Xxx Xxx --- Xxx Jumlah Hutang Lancar Xxxx Xxxx --- --- Modal Kerja Xxx Xxx --- --- Bertambahnya Modal Kerja xxx Xxx --- Xxx xxxx Xxxx Laporan Perubahan Modal Kerja Sumber Modal Kerja Laba usaha xxxx Penyusutan xxxx xxxx Penggunaan Modal Kerja Pembelian inventaris kantor xxxx Pembayaran hutang xxxx Pembayaran aktiva lain-lain xxxx xxxx Penurunan Modal Kerja xxxx Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja 2. Perhitungan pengelolaan modal kerja Kebutuhan Modal Kerja Minimum = Kebutuhan 1 kali operasional + Hutang Lancar Kelebihan/Kekurangan Modal Kerja = Aktiva Lancar - Modal Kerja Minimum Rasio Modal Kerja = Aktiva Lancar / Modal Kerja Minimum 3. Analisa likuiditas Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar Cash Ratio = (Kas + Efek) Hutang Lancar BAB IV PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Hasil Penelitian 1. Sejarah Singkat dan Perkembangan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta yang dibuat dihadapan notaris Lody Herlianto, S.H., notaris pengganti John Leonard Waworuntu, S.H., No.21 tanggal 10 Mei 1972. Akte pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/405/16 tanggal 22 November 1974. Berdasarkan akta notaris John Leonard Waworuntu, S.H., No. 81 tanggal 25 Maret 1976 yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/197/7 tanggal 9 April 1976, nama Perusahaan diubah dari PT. China Travel Service menjadi PT Anta Express Tour & Travel Service. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H, Msi, No. 149 tanggal 20 Oktober 2008 mengenai perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris Perseroan, yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0124146.AH.01.09.Tahun 2008 tertanggal 22 Desember 2008. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan usaha Perusahaan meliputi jasa pelayanan dalam bidang pariwisata antara lain penjualan tiket pesawat, penjualan voucher hotel, menyelenggarakan tour baik domestik maupun internasional, pengurusan dokumen perjalanan, penyelenggaraan perjalanan insentif, serta jasa penyelenggaraan konferensi, pameran dan lain-lain. Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat di Jalan Hayam Wuruk No. 88 dengan 4 cabang yang berlokasi di Jakarta, 1 cabang masing-masing terdapat di Cikarang, Tangerang, Bandung, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1971. Perusahaan merupakan agen dari IATA (International Air Transport Association) dan anggota beberapa asosiasi perusahaan wisata dari ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies), (www.idx.com). 2. Transaksi Permodalan Perusahaan Pada tanggal 28 Desember 2001, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No.S-4070/PM/2001 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sejumlah 80.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp125 per saham melalui Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). Pada tanggal 16 Januari 2004, Perusahaan telah menghapus pencatatan saham dari Bursa Efek Surabaya (www.idx.com). 3. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Perusahaan mempunyai anak perusahaan sebagai berikut: a. PT Vayatour Anak perusahaan yang dimiliki 98,16 % sejak tahun 1994 yang bergerak dibidang jasa pariwisata sama dengan kegiatan induk perusahaan yakni di bidang penjualan tiket penerbangan, penyelenggaraan paket wisata, pemanduan perjalanan, pemesanan akomodasi pengurusan dokumen perjalanan. Perusahaan beroperasi sejak tahun 1965. Per 31 Desember 2005 jumlah aktiva yang dimliki PT Vayatour sebesar Rp 137.634.378.880 dengan jumlah cabang sebanyak 13 unit yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. b. PT Vaya Micetama Servindo Anak perusahaan yang dimiliki 0,80 % sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Vayatour. Perusahaan bergerak di bidang penyelenggaraan pertemuan, konferensi dan berlokasi di Jakarta. Perusahaan beroperasi sejak tahun 1993. PT Vaya Micetama Servindo berkantor pusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor cabang dengan jumlah aktiva per 31 Desember 2005 sebesar Rp 4.545.846.373. c. PT Vaya Transport Anak perusahaan yang dimiliki 0,09 % sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Vayatour. Perusahaan bergerak di bidang penyewaan kendaraan bus dan minibus kepada agen perjalanan wisata dan berlokasi di Denpasar. Perusahaan beroperasi sejak tahun 1995. PT Vaya Transport berkantor pusat di Denpasar dan tidak memiliki kantor cabang dengan jumlah aktiva per 31 Desember 2005 sebesar Rp 1.808.664.254 (www.idx.com). 4. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Pada tanggal 31 Desember 2008, susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dengan Akta No. 148 tanggal 20 Oktober 2008 dari Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,Msi., adalah sebagai berikut: Komisaris Chairal Tanjung : Komisaris Utama Rustiyan Oen : Komisaris Prastowo : komisaris Independen Direksi Henry Cratein Suryanaga : Direktur Utama Ratih Prabandari : Direktur Muslimin : Direktur Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki 914 karyawan tetap pada tanggal 31 Desember 2008 (826 orang pada tahun 2007), (www.idx.com). B. Analisis dan Pembahasan Data Hasil Penelitian 1. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Analisis sumber dan penggunaan modal kerja adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. Untuk menganalisis ini maka akan disusun laporan perubahan modal kerja terlebih dahulu dan akan disusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja. Laporan perubahan modal kerja menunjukkan perubahan yang terjadi untuk setiap jenis atau elemen modal kerja (perubahan masing-masing pos aktiva lancar dan hutang lancar) dan perubahan modal kerja secara total. Untuk melihat perubahan ini yaitu dengan cara membandingkan neraca 2 periode. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja digunakan untuk mengetahui hasilhasil aktivitas keuangan pada perusahaan dalam 1 periode tertentu dan untuk melihat penyebab-penyebab terjadinya perubahan modal kerja serta untuk mengetahui darimana sumber modal kerja diperoleh dan untuk apa modal kerja tersebut digunakan. Untuk analisis laporan perubahan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk periode 2004-2008 data yang digunakan adalah laporan keuangan berupa neraca PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk periode 2004-2008 (lihat lampiran 1, 2, dan 3), sedangkan untuk melakukan analisis sumber dan penggunaan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk periode 2005-2008 data yang digunakan adalah laporan perubahan modal kerja, laporan laba/rugi dan laporan perubahan ekuitas PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk periode 2004-2008 (lihat lampiran 4, 5, 6, 7, 8, dan 9). Berikut ini disajikan laporan perubahan modal kerja serta laporan sumber dan penggunaan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk selama periode 2004- 2008. Tabel 4.1 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Perubahan Modal Kerja 31 Desember 2004 - 31 Desember 2005 (Dalam Rupiah) 31 Desember Perubahan Modal Kerja 2004 2005 Naik Turun Aktiva Lancar Kas dan setara kas 60.728.329.439 43.429.053.149 17.299.276.290 Investasi jangka pendek 1.632.095.001 1.009.934.201 622.160.800 Piutang usaha pihak ketiga 71.512.154.478 94.735.686.403 23.223.531.925 Piutang usaha hubungan istimewa 1.568.010.312 2.321.361.639 753.351.327 Pitang lain-lain pihak ketiga 404.823.030 392.474.147 12.348.883 Pajak dibayar di muka 1.888.556.448 691.187.200 1.197.369.248 Biaya di bayar di muka 2.358.453.269 2.860.498.719 502.045.450 Uang muka 17.677.567.677 20.958.146.084 3.280.578.407 Jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun 13.726.032.009 19.494.922.075 5.768.890.066 Hutang Lancar Hutang usaha pihak 83.943.403.106 87.498.121.729 3.554.718.623 ketiga Hutang usaha hubungan istimewa 1.229.887.709 - 1.229.887.709 Hutang lain-lain pihak ketiga 18.681.625.223 21.608.324.619 2.926.699.396 Biaya yang masih harus dibayar 1.369.829.030 1.671.138.760 301.309.730 Hutang pajak 2.928.185.161 2.357.546.864 570.638.297 Pendapatan diterima di muka 19.483.239.968 20.415.744.806 932.504.838 Hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahu 254.806.849 1.195.199.524 940.392.675 Total 35.328.923.181 27.786.780.483 Peningkatan Modal Kerja 7.542.142.698 Total 35.328.923.181 35.328.923.181 Sumber: Data lampiran 1 diolah Dari tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa pada periode 2004-2005 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk terjadi peningkatan modal kerja sebesar Rp7.542.142.698. Peningkatan modal kerja ini disebabkan oleh pos-pos yang dapat meningkatkan modal kerja lebih besar dari pos-pos yang dapat menurunkan modal kerja. Pos-pos yang meningkatkan modal kerja adalah meningkatnya piutang usaha pada pihak ketiga sebesar Rp 23.223.531.925, meningkatnya piutang usaha karena hubungan istimewa sebesar Rp 753.351.327, meningkatnya biaya dibayar dimuka sebesar Rp502.045.450, meningkatnya uang muka sebesar Rp3.280.578.407, meningkatnya jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 5.768.890.066, menurunnya hutang usaha hubungan istimewa sebesar Rp 1.229.887.709, dan menurunkan hutang pajak sebesar Rp 570.638.297. Pos-pos yang menurunkan modal kerja adalah menurunnya kas dan setara kas sebesar Rp 17.299.276.290, menurunnya investasi jangka pendek sebesar Rp 622.160.800, menurunkan piutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 12.348.883, menurunnya pajak dibayar dimuka sebesar Rp 1.197.369.248, meningkatnya hutang usaha pihak ketiga sebesar Rp3.554.718.623, meningkatnya hutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp2.926.699.396, meningkatnya biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp 301.309.730, meningkatnya pendapatan diterima dimuka sebesar Rp932.504.838, dan meningkatnya hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 940.392.675. Tabel 4.2 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Periode yang berakhir 31 Desember 2005 (Dalam Rupiah) Sumber-sumber Modal Kerja Laba bersih (2005) 7.351.152.516 Bertambahnya hutang tidak lancar 2.589.511.973 Bertambahnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan 562.444.911 Total Sumber Modal Kerja 10.503.109.400 Penggunaan Modal Kerja Pembayaran deviden 570.000.000 Bertambahnya aktiva tidak lancar 2.390.966.702 Total Penggunaan Modal Kerja 2.960.966.702 Peningkatan Modal Kerja 7.542.142.698 Sumber: Data Lampiran 1, lampiran 4, dan lampiran 7 diolah Berdasarkan perhitungan sumber dan penggunaan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk pada tabel 4.2 terlihat bahwa pada periode 2004-2005 total penggunaan modal kerja adalah sebesar Rp2.960.966.702 dan sumber modal kerja sebesar Rp 10.503.109.400, sehingga terjadi peningkatan modal kerja perusahaan yaitu sebesar Rp7.542.142.698. Pada tahun berakhir 31 Desember 2005 (periode 2004-2005) modal kerja digunakan untuk pembayaran deviden sebesar Rp 570.000.000 dan penambahan aktiva tidak lancar sebesar Rp 2.390.966.702 berasal dari perolehan laba bersih tahun 2005 sebesar Rp 7.351.152.516, penambahan hutang tidak lancar sebesar Rp 2.589. 511.973 dan bertambahnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan yaitu sebesar Rp 562.444.911, dan jumlahnya telah tercukupi sehingga modal kerja bertambah atau meningkat pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 7.542.142.698. Tabel 4.3 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Perubahan Modal Kerja 31 Desember 2005 - 31 Desember 2006 (Dalam Rupiah) 31 Desember Perubahan Modal Kerja 2005 2006 Naik Turun Aktiva Lancar Kas dan setara kas 43.429.053.149 62.620.376.111 19.191.322.962 Investasi jangka pendek 1.009.934.201 - 1.009.934.201 Piutang usaha pihak ketiga 94.735.686.403 97.304.081.844 2.568.395.441 Piutang usaha hubungan istimewa 2.321.361.639 4.820.699.684 2.499.338.045 Pitang lain-lain pihak ketiga 392.474.147 22.211.899 370.262.248 Pajak dibayar di muka 691.187.200 4.607.800 686.579.400 Biaya di bayar di muka 2.860.498.719 3.341.978.261 481.479.542 Uang muka 20.958.146.084 19.913.726.696 1.044.419.388 Jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun 19.494.922.075 25.849.843.363 6.354.921.288 Hutang Lancar Hutang usaha pihak ketiga 87.498.121.729 100.579.576.035 13.081.454.306 Hutang usaha hubungan istimewa - - - Hutang lain-lain pihak 21.608.324.619 25.240.720.030 3.632.395.411 ketiga Biaya yang masih harus dibayar 1.671.138.760 2.875.796.872 1.204.658.112 Hutang pajak 2.357.546.864 3.237.106.217 879.559.353 Pendapat diterima di muka 20.415.744.806 22.471.697.729 2.055.952.923 Hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahu 1.195.199.524 1.551.301.425 356.101.901 Total 31.095.457.278 24.321.317.243 Peningkatan Modal Kerja 6.774.140.035 Total 31.095.457.278 31.095.457.278 Sumber: Data lampiran 2 diolah Dari tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa pada periode 2005-2006 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk terjadi peningkatan modal kerja sebesar Rp 6.774.140.035. Peningkatan modal kerja ini disebabkan oleh pos-pos yang dapat meningkatkan modal kerja lebih besar dari pos-pos yang dapat menurunkan modal kerja. Pos-pos yang meningkatkan modal kerja adalah meningkatnya kas dan setara sebesar Rp19.191.322.962, meningkatnya piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp2.568.395.441, meningkatnya piutang usaha hubungan istimewa sebesar Rp2.499.338.045, meningkatnya biaya dibayar dimuka sebesar Rp481.479.542, dan meningkatnya jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 6.354.921.288. Pos-pos yang menurunkan modal kerja adalah menurunnya investasi jangka pendek sebesar Rp 1.009.934.201, menurunnya piutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 370.262.248, menurunnya pajak dibayar di muka sebesar Rp 686.579.400, menurunnya uang muka sebesar Rp1.044.419.388, meningkatnya hutang usaha pihak ketiga sebesar Rp13.081.454.306, meningkatnya hutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp3.632.395.411, meningkatnya biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp1.204.658.112, meningkatnya hutang pajak sebesar Rp 879.559.353, meningkatnya pendapatan diterima di muka sebesar Rp 2.055.952.923 dan meningkatkan hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 356.101.901. Tabel 4.4 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Periode yang berakhir 31 Desember 2006 (Dalam Rupiah) Sumber-sumber Modal Kerja Laba bersih 8.786.715.203 Bertambahnya hutang tidak lancar 1.453.402.156 Bertambahnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan 122.285.287 Total Sumber Modal Kerja 10.362.402.646 Penggunaan Modal Kerja Pembayaran deviden 1.710.000.000 Bertambahnya aktiva tidak lancar 1.878.262.611 Total Penggunaan Modal Kerja 3.588.262.611 Peningkatan Modal Kerja 6.774.140.035 Sumber: Data Lampiran 2, lampiran 5, dan lampiran 8 diolah Berdasarkan perhitungan sumber dan penggunaan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk pada tabel 4.4 terlihat bahwa pada periode 2005-2006 total penggunaan modal kerja adalah sebesar Rp3.588.262.611 dan sumber modal kerja sebesar Rp 10.362.402.646, sehingga terjadi peningkatan modal kerja perusahaan yaitu sebesar Rp6.774.140.035. Pada tahun berakhir 31 Desember 2006 (periode 2005-2006) modal kerja digunakan untuk pembayaran deviden sebesar Rp 1.710.000.000 dan penambahan aktiva tidak lancar sebesar Rp 1.878.262.611 berasal dari perolehan laba bersih tahun 2006 sebesar Rp 8.786.715.203, penambahan hutang tidak lancar sebesar Rp 1.453.402.156 dan bertambahnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan yaitu sebesar Rp 122.285.287, dan jumlahnya telah tercukupi sehingga modal kerja bertambah atau meningkat pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 6.774.140.035. Tabel 4.5 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Perubahan Modal Kerja 31 Desember 2006 - 31 Desember 2007 (Dalam Rupiah) 31 Desember Perubahan Modal Kerja 2006 2007 Naik Turun Aktiva Lancar Kas dan setara kas 62.620.376.111 84.326.017.360 21.705.641.249 Investasi jangka pendek - - - Piutang usaha pihak ketiga 97.304.081.844 143.300.481.019 45.996.399.175 Piutang usaha hubungan istimewa 4.820.699.684 7.190.792.906 2.370.093.222 Pitang lain-lain pihak ketiga 22.211.899 2.483.803.232 2.461.591.333 Pajak dibayar di muka 4.607.800 - 4.607.800 Biaya di bayar di muka 3.341.978.261 3.681.199.601 339.221.340 Uang muka 19.913.726.696 39.129.482.705 19.215.756.009 Jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun 25.849.843.363 12.075.942.375 13.773.900.988 Hutang Lancar Hutang usaha pihak ketiga 100.579.576.035 145.217.489.198 44.637.913.163 Hutang usaha hubungan istimewa - - - Hutang lain-lain pihak ketiga 25.240.720.030 31.825.605.033 6.584.885.003 Biaya yang masih harus dibayar 2.875.796.872 2.969.166.902 93.370.030 Hutang pajak 3.237.106.217 3.619.331.585 382.225.368 Pendapat diterima di muka 22.471.697.729 28.483.603.495 6.011.905.766 Hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahu 1.551.301.425 1.137.045.976 414.255.449 Total 92.502.957.777 71.488.808.118 Peningkatan Modal Kerja 21.014.149.659 Toatal 92.502.957.777 92.502.957.777 Sumber: Data lampiran 2 dan lampiran 3 diolah Dari tabel 4.5 di atas dapat dilihat bahwa pada periode 2006-2007 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk terjadi peningkatan modal kerja sebesar Rp 21.014.149.659. Peningkatan modal kerja ini disebabkan oleh pos-pos yang dapat meningkatkan modal kerja lebih besar dari pos-pos yang dapat menurunkan modal kerja. Pos-pos yang meningkatkan modal kerja adalah meningkatnya kas dan setara sebesar Rp21.705.641.249, meningkatnya piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp45.996.399.175, meningkatnya piutang usaha hubungan istimewa sebesar Rp2.370.093.222, meningkatnya piutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 2.461.591.333, meningkatnya biaya dibayar dimuka sebesar Rp339.221.340, meningkatnya uang muka sebesar Rp 19.215.756.009 dan menurunnya hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 414.255.449. Pos-pos yang menurunkan modal kerja adalah menurunnya investasi jangka pendek sebesar Rp 1.009.934.201, menurunnya pajak dibayar di muka sebesar Rp 4.607.800, menurunnya jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 13.773.900.988, meningkatnya hutang usaha pihak ketiga sebesar Rp 44.637.913.163, meningkatnya hutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 6.584.885.003, meningkatnya biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp 93.370.030, meningkatnya hutang pajak sebesar Rp 382.225.368, dan meningkatnya pendapatan diterima di muka sebesar Rp 6.011.905.766. Tabel 4.6 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Periode yang berakhir 31 Desember 2007 (Dalam Rupiah) Sumber-sumber Modal Kerja Laba bersih 11.139.917.592 Bertambahnya hutang tidak lancar 1.315.808.332 Bertambahnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan 147.144.856 Berkurangnya aktiva tidak lancar 8.411.278.879 Total Sumber Modal Kerja 21.014.149.659 Penggunaan Modal Kerja Pembayaran deviden 0 Total Penggunaan Modal Kerja 0 Peningkatan Modal Kerja 21.014.149.659 Sumber: Data Lampiran 2, lampiran 3, lampiran 6, dan lampiran 9 diolah Berdasarkan perhitungan sumber dan penggunaan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk pada tabel 4.6 terlihat bahwa pada periode 2006-2007 total penggunaan modal kerja adalah sebesar Rp 0 dan sumber modal kerja sebesar Rp 21.014.149.659, sehingga terjadi peningkatan modal kerja perusahaan yaitu sebesar Rp 21.014.149.659. Pada tahun berakhir 31 Desember 2007 (periode 2006-2007) modal kerja tidak digunakan untuk pembayaran deviden dan lainnya namun hanya terdapat sumber modal kerja yang berasal dari perolehan laba bersih tahun 2007 sebesar Rp 11.139.917.592, penambahan hutang tidak lancar sebesar Rp 1.315.808.332, penambahan hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan dan bertambahnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan yaitu sebesar Rp 147.144.856 dan berkurangnya aktiva tidak lancar sebesar Rp 8.411.278.879, sehingga modal kerja bertambah atau meningkat pada tahun 2007 adalah sebesar Rp21.014.149.659. Tabel 4.7 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Perubahan Modal Kerja 31 Desember 2007 - 31 Desember 2008 (Dalam Rupiah) 31 Desember Perubahan Modal Kerja 2007 2008 Naik Turun Aktiva Lancar Kas dan setara kas 84.326.017.360 107.168.792.821 22.842.775.461 Investasi jangka pendek - 13.000.000.000 13.000.000.000 Piutang usaha pihak ketiga 143.300.481.019 135.863.518.269 7.436.962.750 Piutang usaha hubungan istimewa 7.190.792.906 4.003.186.787 3.187.606.119 Pitang lain-lain pihak ketiga 2.483.803.232 2.306.151.613 177.651.619 Pajak dibayar di muka - - Biaya di bayar di muka 3.681.199.601 4.337.202.461 656.002.860 Uang muka 39.129.482.705 18.110.017.467 21.019.465.238 Jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun 12.075.942.375 - 12.075.942.375 Hutang Lancar Hutang usaha pihak ketiga 145.217.489.198 131.763.084.710 13.454.404.488 Hutang usaha hubungan istimewa - - Hutang lain-lain pihak ketiga 31.825.605.033 32.178.043.582 352.438.549 Biaya yang masih harus dibayar 2.969.166.902 2.362.445.821 606.721.081 Hutang pajak 3.619.331.585 2.507.363.880 1.111.967.705 Pendapat diterima di muka 28.483.603.495 21.128.145.216 7.355.458.279 Hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahu 1.137.045.976 249.456.644 887.589.332 Total 59.914.919.206 44.250.066.650 Peningkatan Modal Kerja 15.664.852.556 Total 59.914.919.206 59.914.919.206 Sumber: Data lampiran 3 diolah Dari tabel 4.7 di atas dapat dilihat bahwa pada periode 2007-2008 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk terjadi peningkatan modal kerja sebesar Rp 15.664.852.556. Peningkatan modal kerja ini disebabkan oleh pos-pos yang dapat meningkatkan modal kerja lebih besar dari pos-pos yang dapat menurunkan modal kerja. Pos-pos yang meningkatkan modal kerja adalah meningkatnya kas dan setara sebesar Rp22.842.775.461, meningkatnya investasi jangka pedek sebesar Rp13.000.000.000, meningkatnya biaya dibayar di muka sebesar Rp656.002.860, menurunnya hutang usaha pihak ketiga sebesar Rp13.454.404.488, menurunnya biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp 606.721.081, menurunnya hutang pajak sebesar Rp 1.111.967.705, menurunnya pendapatan diterima di muka sebesar Rp 7.355.458.279 dan menurunnya hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 887.589.332. Pos-pos yang menurunkan modal kerja adalah menurunnya piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp 7.436.962.750, menurunnya piutang usaha hubungan istimewa sebesar Rp 3.187.606.119, menurunnya piutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 177.651.619, menurunnya uang muka sebesar Rp 21.019.465.238, menurunnya jaminan IATA yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 12.075.942.375, dan meningkatnya hutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 352.438.549. Tabel 4.8 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Periode yang berakhir 31 Desember 2008 (Dalam Rupiah) Sumber-sumber Modal Kerja Laba bersih 11.601.114.914 Bertambahnya hutang tidak lancar 2.505.429.055 Berkurangnya aktiva tidak lancar 2.532.588.015 Total Sumber Modal Kerja 16.639.131.984 Penggunaan Modal Kerja Pembayaran deviden Berkurangnya hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan 974.279.428 Total Penggunaan Modal Kerja 974.279.428 Peningkatan Modal Kerja 15.664.852.556 Sumber: Data Lampiran 3, lampiran 6, dan lampiran 9 diolah Berdasarkan perhitungan sumber dan penggunaan modal kerja PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk pada tabel 4.8 terlihat bahwa pada periode 2007-2008 total penggunaan modal kerja adalah sebesar Rp974.279.428 dan sumber modal kerja sebesar Rp 16.639.131.984, sehingga terjadi peningkatan modal kerja perusahaan yaitu sebesar Rp15.664.852.556. Pada tahun berakhir 31 Desember 2008 (periode 2007-2008) modal kerja digunakan untuk pengurangan hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan sebesar Rp 974.279.428 berasal dari perolehan laba bersih tahun 2008 sebesar Rp 11.601.114.914, penambahan hutang tidak lancar sebesar Rp 2.505.429.055, dan berkurangnya aktiva tidak lancar sebesar Rp2.532.588.015, sehingga modal kerja bertambah atau meningkat pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 15.664.852.556. 2. Analisis Modal Kerja Masalah modal kerja sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan operasional perusahaan. Modal kerja sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar perusahaan dapat beroperasi secara efisien dan tidak mengalami kesulitan finansial, misalnya suatu kondisi untuk dapat menutup kerugian-kerugian dan mengatasi krisis atau keadaan darurat tanpa membahayakan keadaan keuangan perusahaan. Penentuan besarnya kebutuhan modal kerja merupakan masalah karena apabila besarnya modal kerja yang telah diterapkan terlalu besar akan menyebabkan adanya sebagian dana yang menganggur, sehingga dana yang mengganggur ini akan menyebabkan menurunnya tingkat profitabilitas bagi perusahaan. Selain itu apabila besarnya Modal Kerja yang telah ditetapkan terlalu kecil masalah yang ditimbulkan adalah terganggunya proses produksi. Berikut ini dalam menentukan besarnya modal kerja dengan menggunakan metode perputaran modal kerja. Perputaran modal kerja = Pendapatan Bersih Modal Kerja Toal biaya operasioanl = Beban Pokok Pendapatan + (Beban usaha – penyusutan) Kebutuhan Modal Kerja 1 kali Operasional = Total Biaya Operasional Perputaran Modal Kerja Kebutuhan Modal Kerja Minimum = Kebutuhan 1 kali Operasional + Hutang Lancar Kelebihan Modal Kerja = Aktiva Lancar – Modal Kerja Minimum Rasio Modal kerja = Aktiva Lancar Modal Kerja Minimum Adapun perhitungan kebutuhan modal kerja pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk adalah sebagai berikut: Tabel 4.9 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Perputaran Modal Kerja (Dalam Rupiah) Tahun 2004-2008 Keterangan 2004 2005 2006 2007 2008 Aktiva Lancar 171.496.021.663 185.893.263.617 213.877.525.658 292.187.719.198 284.788.869.418 Hutang Lancar 127.890.977.047 134.746.076.302 155.956.198.308 213.252.242.189 190.188.539.853 Modal Kerja 43.605.044.616 51.147.187.315 57.921.327.350 78.935.477.009 94.600.329.565 Pendapatan Bersih 1.219.330.396.078 1.413.607.895.801 1.544.505.342.150 1.820.717.342.344 2.222.965.925.76 1 Perputaran modal Kerja 28 kali 28 kali 27 kali 23 kali 23 kali Periode Perputaran modal Kerja 13 hari 13 hari 13 hari 16 hari 16 hari Sumber: Lampiran 1, 2, 3, 7, 8, dan 9 diolah Tabel 4.10 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Total Biaya Operasional (Dalam Rupiah) Tahun 2004-2008 2004 2005 2006 2007 2008 Beban pokok pendapatan Tiket 920.520.683.177 1.110.272.970.873 1.190.339.866.165 1.418.262.197.301 1.742.126.059.971 Tur 171.520.028.276 157.317.872.979 197.090.803.924 226.205.520.499 267.289.603.934 Hotel 57.945.059.089 63.958.919.225 69.702.883.268 80.321.896.077 100.126.345.020 Dokumen 10.314.600.311 13.587.621.356 15.257.132.662 17.361.253.974 19.241.418.614 Beban Usaha Promosi dan iklan 2.314.988.224 2.555.364.052 2.936.672.144 4.210.069.538 3.186.110.040 Gaji dan tunjangan 30.005.204.959 35.580.020.827 38.920.772.005 38.264.142.157 47.907.700.561 Paket, pos dan jasa telekomunik asi 5.078.710.331 4.603.112.827 4.096.514.481 3.513.578.881 4.420.489.122 Estimasi cadangan imbalan kerja 3.638.087.711 4.517.438.242 2.708.718.510 3.474.045.218 3.706.049.226 Penyustan (3.650.846.148) (4.162.689.049) (3.892.803.404) (4.528.343.308) (5.052.118.278) Sewa gedung dan rumah 1.843.939.783 2.772.744.112 2.691.953.726 2.570.040.295 3.010.991.119 Pemeliharaa n 3.113.146.492 2.488.084.341 2.275.176.147 BBm & Parkir 1.352.645.283 1.589.577.763 1.979.762.814 1.729.671.605 2.489.617.502 Listrik, air dan gas 914.559.363. 1.041.067.868 1.154.612.947 1.142.819.060 1.577.959.068 Jamuan dan representasi dan sumbangan 607.088.770 782.274.780 805.988.285 691.112.144 824.025.487 Rumah tangga kantor keamana dan kebersihan 1.089.470.495 790.537.655 545.382.639 444.949.915 558.361.723 Transportasi dan perjalanan dinas 328.637.747 709.474.474 861.071.075 789.190.644 1.785.041.250 Foto copy dan cetaka 444.859.304 416.987.177 469.088.585 570.330.563 678.019.152 Adimistrasi bank 331.317.650 413.148.853 381.242.637 653.665.204 488.922.995 Perijinan dan jasa operasional 456.348.722 393.677.148 465.341.021 555.226.398 694.246.868 Asuransi 225.783.206 249.724.212 370.661.835 233.879.674 429.189.607 Perlengkapa n kantor 299.435.404 234.268.613 171.859.534 369.620.478 485.577.108 Iuran dan keanggotaan 217.735.789 169.329.151 223.024.628 388.030.411 398.339.957 Pelatihan dan lokakrya 177.272.620 145.745.956 147.804.600 411.343.487 121.981.392 Renovasi gedung 93.644.270 201.240.623 684.061.484 Pajak bumi dan bangunan 56.682.681 55.084.891 Koran dan majalah 17.342.250 18.541.252 16.976.176 28.452.975 17.912.091 Lain-lain 0 39.917.635 325.747.220 1.184.122.102 Total biaya operasional 1.211.936.029.863 1.404.849.661.994 1.534.297.371.292 1.802.573.466.399 2.202.803.168.800 Sumber: Data lampiran 10, 11, dan 12 diolah Tabel 4.11 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Kebutuhan Modal Kerja 1 Kali Operasional (Dalam Rupiah) Tahun 2004-2008 Keterangan 2004 2005 2006 2007 2008 Perputaran Modal Kerja 28 kali 28 kali 27 kali 23 kali 23 kali Total biaya operasional 1.211.936.029.863 1.404.849.661.994 1.534.297.371.292 1.802.573.466.399 2.202.803.168.800 Kebutuhan Modal Kerja 1 kali Operasional 43.283.429.638 50.173.202.214 56.825.828.566 78.372.759.409 95.774.050.817 Sumber: Data tabel 4.9 dan 4.10 diolah Tabel 4.12 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Kebutuhan Modal Kerja Minimum (Dalam Rupiah) Tahun 2004-2008 Keterangan 2004 2005 2006 2007 2008 Kebutuhan Modal Kerja 1 kali Operasional 43.283.429.638 50.173.202.214 56.825.828.566 78.372.759.409 95.774.050.817 Hutang Lancar 127.890.977.047 134.746.076.302 155.956.198.308 213.252.242.189 190.188.539.853 Kebutuhan Modal Kerja Minimum 171.174.406.68 5 184.919.278.51 6 212.782.026.87 4 291.625.001.59 8 285.962.590.67 0 Sumber: Data lampiran 1, 2, 3 dan tabel 4.10 diolah Tabel 4.13 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Rasio dan Kelebihan/Kekurangan Modal Kerja Tahun 2004-2008 (Dalam Rupiah) Tahun Aktiva Lancar Modal Kerja Minimum Kelebihan/ Kekurangan Modal Kerja Rasio Modal Kerja 2004 171.496.021.663 171.174.406.685 321.614.978 100,2% 2005 185.893.263.617 184.919.278.516 973.985.101 100,5% 2006 213.877.525.658 212.782.026.874 1.095.498.784 100,5% 2007 292.187.719.198 291.625.001.598 562.717.600 100,2% 2008 284.788.869.418 285.962.590.670 -1.173.721.252 99,6% Sumber: Data lampiran 1, 2, 3, dan tabel 4.12 diolah Dari tabel 4.9, 4.10, 4.11, 4.12 dan tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2004 aktiva lancar perusahaan adalah sebesar Rp171.496.021.663, hutang lancar sebesar Rp 127.890.977.047, modal kerja perusahaan adalah sebesar Rp 43.605.044.616. Perputaran modal kerja adalah 28 kali dalam satu tahun dan memerlukan 13 hari untuk satu kali putaran. Total biaya operasional perusahaan adalah sebesar Rp1.211.936.029.863, sehingga pada tahun 2004 perusahaan memerlukan modal kerja minimum sebesar Rp 171.174.406.685. Rasio modal kerja perusahaan adalah sebesar 100,2%. Ini berarti bahwa aktiva lancar mampu atau cukup untuk membayar hutang lancar dan biaya operasional perusahaan bahkan perusahaan mengalami kelebihan modal kerja sebesar Rp 321.614.978. Dari tabel 4.9, 4.10, 4.11, 4.12 dan tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2005 aktiva lancar perusahaan adalah sebesar Rp185.893.263.617, hutang lancar sebesar Rp 134.746.076.302, modal kerja perusahaan adalah sebesar Rp 51.147.187.315. Perputaran modal kerja adalah 28 kali dalam satu tahun dan memerlukan 13 hari untuk satu kali putaran. Total biaya operasional perusahaan adalah sebesar Rp1.404.849.661.994, sehingga pada tahun 2005 perusahaan memerlukan modal kerja minimum sebesar Rp 184.919.278.516. Rasio modal kerja perusahaan meningkat menjadi sebesar 100,5%. Ini berarti bahwa aktiva lancar mampu atau cukup untuk membayar hutang lancar dan biaya operasional perusahaan, dan pada periode ini perusahaan mengalami peningkatan kelebihan modal kerja menjadi sebesar Rp 973.985.101. Peningkatan rasio dan kelebihan modal kerja ini disebabkan oleh peningkatan aktiva lancar lebih besar dari peningkatan hutang lancar dan biaya operasional perusahaan. Dari tabel 4.9, 4.10, 4.11, 4.12 dan tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2006 aktiva lancar perusahaan adalah sebesar Rp213.877.525.658, hutang lancar sebesar Rp 155.956.198.308, modal kerja perusahaan adalah sebesar Rp 57.921.327.350. Perputaran modal kerja adalah 27 kali dalam satu tahun dan memerlukan 13 hari untuk satu kali putaran. Total biaya operasional perusahaan adalah sebesar Rp1.534.297.371.292, sehingga pada tahun 2006 perusahaan memerlukan modal kerja minimum sebesar Rp212.782.026.874. Rasio modal kerja perusahaan tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar 100,5%. Ini berarti bahwa aktiva lancar mampu atau cukup untuk membayar hutang lancar dan biaya operasional perusahaan, dan pada periode ini perusahaan mengalami peningkatan kelebihan modal kerja menjadi sebesar Rp 1.095.498.784. Peningkatan kelebihan modal kerja ini disebabkan oleh peningkatan aktiva lancar lebih besar dari peningkatan hutang lancar dan biaya operasional perusahaan. Dari tabel 4.9, 4.10, 4.11, 4.12 dan tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 aktiva lancar perusahaan adalah sebesar Rp292.187.719.198, hutang lancar sebesar Rp 213.252.242.189, modal kerja perusahaan adalah sebesar Rp 78.935.477.009. Perputaran modal kerja adalah 23 kali dalam satu tahun dan memerlukan 16 hari untuk satu kali putaran. Total biaya operasional perusahaan adalah sebesar Rp1.802.573.466.399, sehingga pada tahun 2007 perusahaan memerlukan modal kerja minimum sebesar Rp291.625.001.598. Rasio modal kerja perusahaan menurun menjadi sebesar 100,2%. Ini berarti bahwa aktiva lancar mampu atau cukup untuk membayar hutang lancar dan biaya operasional perusahaan, dan pada periode ini perusahaan mengalami penurunan kelebihan modal kerja menjadi sebesar Rp 562.717.600. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan hutang lancar dan biaya operasional lebih besar dari peningkatan aktiva lancar perusahaan. Dari tabel 4.9, 4.10, 4.11, 4.12 dan tabel 4.13 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2008 aktiva lancar perusahaan adalah sebesar Rp284.788.869.418, hutang lancar sebesar Rp 190.188.539.853, modal kerja perusahaan adalah sebesar Rp 94.600.329.565. Perputaran modal kerja adalah 23 kali dalam satu tahun dan memerlukan 16 hari untuk satu kali putaran. Total biaya operasional perusahaan adalah sebesar Rp2.202.803.168.800, sehingga pada tahun 2008 perusahaan memerlukan modal kerja minimum sebesar Rp 285.962.590.670. Rasio modal kerja perusahaan kembali menurun menjadi sebesar 99,6%%. Ini berarti bahwa aktiva lancar tidak mampu atau tidak cukup untuk membayar hutang lancar dan biaya operasional perusahaan, dan pada periode ini perusahaan mengalami kekurangan modal kerja sebesar Rp 1.173.721.252. Penurunan rasio modal kerja dan perusahaan mengalami kekurangan modal kerja ini disebabkan oleh penurunan aktiva lancar lebih besar dari penurunan hutang lancar dan biaya operasional perusahaan. Dari analisis ini dapat disimpulakn bahwa modal kerja perusahaan tahun 2004-2007 cukup untuk membiayai hutang lancar dan biaya operasional perusahaan bahkan mengalami kelebihan modal kerja, namun pada tahun 2008 modal kerja tidak cukup untuk membiayai hutang lancar dan biaya operasional perusahaan. Dari tabel 4.13 di atas dapat dilihat pula kelebihan dan kekurangan modal kerja perusahaan. Dalam Islam harta atau modal tidak boleh diabaikan, manusia berkewajiban menggunakannya dengan baik agar modal tersebut dapat terus produktif dan tidak habis digunakan. Nabi SAW bersabda: “Ingatlah, barang siapa yang mengurus anak yatim yang mempunyai harta, maka hendaklah ia memperdagangkannya dan janganlah ia membiarkannya sehingga dimakan oleh zakat”. Dari hadits tersebut dapat dikatakan bahwasanya harta itu tidak diperbolehkan menganggur sehingga harta atau modal harus diputar agar terus produktif. Sehingga bila melihat kelebihan modal kerja perusahaan pada tahun 2004-2007, sebaiknya perusahaan menginvestasikan kelebihan modal kerja ini pada hal-hal yang dapat menambah produktivitas perusahaan yang akan berimbas baik pula pada perusahaan. Kekurangan modal kerja yang terjadi pada perusahaan tahun 2008 dapat dikatakan tidak perusahaan dapat mengelola modal kerjanya dengan baik dan perusahaan dinilai boros. Sedangkan dalam ajaran Islam juga memerintahkan untuk menggunakan uang atau modal pada tempatnya dan secara baik, serta tidak memboroskannya. Bahkan memerintahkan untuk menjaga dan memeliharanya sampai-sampai Al-Quran melarang pemberian harta kepada pemiliknya sekalipun, apabila sang pemilik dinilai boros, atau tidak pandai mengurus hartanya secara baik. Dalam konteks ini, A1-Qur’an berpesan kepada mereka yang diberi amanat memelihara harta seseorang sebagai mana dijelaskan dalam Al- Qur’an surah An-Nisaa’: 5 : wur (#q?s? u!$ygx9$# N3s9uqBr& L9$# @yy_ !$# /3s9 $VJu% Ndq%$#ur $pk Ndq.$#ur (#q9q%ur Nlm; Zwqs% $]r B  “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik”. 3. Analisis Rasio Likuidtas Alat yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan hasil pengelolaan modal kerja menggunakan analisa rasio. Analisa rasio yang digunakan adalah Analisis Rasio Likuiditas yaitu: a. Current Ratio Current Ratio = Aktiva Lancar x 100% Hutang Lancar Current Ratio yang Optimal =Aktiva Lancar – Kelebihan Modal Kerja x 100% Hutang Lancar b. Cash Ratio Cash Ratio = Kas + Efek x 100% Hutang Lancar Adapun perhitungan Rasio Likuiditas pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk adalah sebagai berikut : Perhitungan Current Ratio dan Current Ratio Optimal pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk : Tabel 4.14 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Rekapitulasi Current Ratio Tahun 2004 – Tahun 2008 Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio Perubahan Antar Tahun 2004 171.496.021.6 63 127.890.977.0 47 134,1% 2005 185.893.263.6 17 134.746.076.3 02 138% 3,9% 2006 213.877.525.6 58 155.956.198.3 08 137,1% (0,9%) 2007 292.187.719.1 98 213.252.242.1 89 137% (0,1%) 2008 284.788.869.4 18 190.188.539.8 53 149,1% 12,1% Total Current Ratio Rata-Rata Current Ratio tiap tahun 695,3% 139,1% Sumber: Data lampiran 1, lampiran 2 dan lampiran 3 diolah Tabel 4.15 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Rekapitulasi Current Ratio Optimal Tahun 2004 – Tahun 2008 Tahun Aktiva Lancar Kelebihan/ Kekurangan Modal Kerja Hutang Lancar Current Ratio Optimal 2004 171.496.021.6 63 321.614.978 127.890.977.04 7 133,8% 2005 185.893.263.6 17 973.985.101 134.746.076.30 2 137,2% 2006 213.877.525.6 58 1.095.498.784 155.956.198.30 8 136,4% 2007 292.187.719.1 98 562.717.600 213.252.242.18 9 136,8% 2008 284.788.869.4 18 - 1.173.721.252 190.188.539.85 3 150,4% Total Current Ratio Optimal Rata-Rata Current Ratio Optimal tiap tahun 694,6% 1,39% Sumber: Data lampiran 1, 2, 3 dan tabel 4.13 diolah Pada tabel 4.14 dan tabel 4.15 di atas dapat dilihat current ratio dan current ratio yang optimal bagi perusahaan. Pada tahun 2004 kemampuan Current Ratio perusahaan adalah sebesar 134,1%. Ini berarti bahwa setiap hutang lancar Rp 1,- dijamin Rp 1,341,- dari aktiva lancar. Sedangkan current ratio yang optimal bagi perusahaan adalah sebesar 133,8%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar dijamin Rp 1,338,- dari aktiva lancar. Dari perbandingan current ratio dengan current ratio yang optimal bagi perusahaan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan pada tahun 2004 telah melebihi 0,3% batas optimal dalam membiayai hutang lancar dari aktiva lancarnya. Pada tahun 2005 current ratio perusahaan adalah sebesar 138%. Ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar akan dijamin Rp 1,38,- dari aktiva lancar. Pada tahun 2005 ini current ratio mengalami peningkatan sebesar 3,9%, hal ini disebabkan oleh peningkatan komponen aktiva lancar. Sedangkan current ratio yang optimal bagi perusahaan adalah sebesar 137,2%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar dijamin Rp 1,372 dari aktiva lancar. Dari perbandingan current ratio dengan current ratio yang optimal bagi perusahaan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan pada tahun 2005 telah melebihi 0,8% batas optimal dalam membiayai hutang lancar dari aktiva lancarnya. Pada tahun 2006 current ratio adalah sebesar 137,1%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar akan dijamin Rp 1,371,- dari aktiva lancar. Pada tahun 2006 ini kemampuan current ratio mengalami penurunan sebesar 0,9%. Penurunan yang tidak signifikan ini disebabkan oleh peningkatan hutang lancar dapat diikuti oleh peningkatan aktiva lancar. Sedangkan current ratio yang optimal bagi perusahaan adalah sebesar 136,4%, ini berarti bahwa setiap Rp1,- hutang lancar dijamin Rp1,364,- dari aktiva lancar. Dari perbandingan current ratio dengan current ratio yang optimal bagi perusahaan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan pada tahun 2006 telah melebihi 0,7% batas optimal dalam membiayai hutang lancar dari aktiva lancarnya. Pada tahun 2007 current ratio perusahaan adalah sebesar 137,1%. Ini berarti setiap Rp 1,- Hutang lancar akan dijamin Rp 1,371,- dari aktiva lancar. Sedangkan current ratio yang optimal bagi perusahaan adalah sebesar 136,8%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar dijamin Rp1,368,- dari aktiva lancar. Dari perbandingan current ratio dengan current ratio yang optimal bagi perusahaan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan pada tahun 2007 telah melebihi 0,2% batas optimal dalam membiayai hutang lancar dari aktiva lancarnya. Pada tahun 2008 current ratio perusahaan adalah meningkat 12,1% yaitu menjadi sebesar 149,1%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar akan dijamin Rp 1,491,- dari aktiva lancar. Peningkatan current ratio perusahaan ini disebabkan oleh menurunnya komponen hutang lancar. Sedangkan current ratio yang optimal bagi perusahaan adalah sebesar 150,4%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar dijamin Rp 1,504,- dari aktiva lancar. Dari perbandingan current ratio dengan current ratio yang optimal bagi perusahaan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan pada tahun 2008 kurang 1,3% dari batas optimal dalam membiayai hutang lancar dari aktiva lancarnya. Dari analisa current ratio di atas dapat disimpulkan bahwa PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk rata-rata tahun 2004 sampai 2008 dinyatakan likuid, karena dari tahun 2004 sampai tahun 2008 rata-rata tingkat likuiditas perusahaan mencapai 139% setiap tahunnya. Ini berarti bahwa setiap hutang lancar Rp 1,- dijamin dengan seluruh aktiva lancar sebesar Rp 1,39,- Sedangkan rata-rata current ratio yang optimal bagi perusahaan adalah sebesar 138,9%, ini berarti bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar dijamin Rp 1,389,- dari aktiva lancar. Dari perbandingan rata-rata current ratio dengan rata-rata current ratio yang optimal bagi perusahaan maka dapat dikatakan bahwa PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk rata-rata pada tahun 2004 sampai tahun 2008 dinyatakan telah optimal dalam pengelolaan atau pembiayaan hutang lancar dengan menggunakan aktiva lancar perusahaan. Perhitungan Cash Ratio pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk : Tabel 4.16 PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk Rekapitulasi Cash Ratio (Tahun 2004 – Tahun 2008) Tahun Kas + Efek Hutang Lancar Cash Ratio Perubahan Antar Tahun 2004 117.728.329.4 39 127.890.977.0 47 92% 2005 100.429.053.1 49 134.746.076.3 02 75% (17%) 2006 119.620.376.11 1 155.956.198.3 08 77% 2% 2007 141.326.017.3 60 213.252.242.1 89 66% (11%) 2008 164.168.792.8 21 190.188.539.8 53 86% 20% Total Cash Ratio 396% Rata-rata Cash Ratio tiap tahun 79% Sumber: Lampiran 1, lampiran 2, lampiran 3 diolah Dari tabel 4.16 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2004 cash ratio menunjukkan nilai 92%, yang berarti bahwa aktiva berupa kas dan setara kas serta Efek tidak dapat menjamin setiap Rp 1,- hutang lancar. Pada tahun 2005 cash ratio mengalami penurunan sebesar 17%, hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah kas dan setara kas sebesar Rp17.299.276.290 dan bertambahnya komponen hutang lancar pada rekening hutang usaha pihak ketiga, rekening biaya yang masih harus dibayar, pendapatan diterima di muka, dan rekening hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahun. Panda tahun 2006 cash ratio ini mengalami pengingkatan sebesar 2%, yaitu menjadi 77%. Namun peningkatan ini tidak menyebabkan aktiva berupa kas dan setara kas serta efek dapat menjamin setiap Rp 1,- hutang lancar. Pada tahun 2007 cash ratio menunjukkan penurunan kembali menjadi 66%, penurunan ini disebabkan oleh bertambahnya hutang lancar lebih besar dari pada bertambahnya kas dan setara kas serta efek. Ini berarti bahwa aktiva berupa kas dan setara kas serta Efek tidak dapat menjamin setiap Rp 1,- hutang lancar. Pada tahun 2008 cash ratio perusahaan menunjukkan peningkatan 20% menjadi sebesar 86%, peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas serta efek dan menurunnya hutang lancar. Ini berarti bahwa aktiva berupa kas dan setara kas serta Efek tidak dapat menjamin setiap Rp 1,- hutang lancar. Dari analisis cash ratio di atas menunjukkan bahwa PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dinyataakan tidak likuid, hal ini dapat diartikan bahwa kas dan setara kas serta Efek tidak dapat membayar untuk setiap Rp 1,- hutang lancar. 4. Keterikatan Modal Kerja, Kontinuitas Operasional Perusahan dan Tingkat Pelayanan Dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan bentuk sumber dan penggunaan modal kerja, jika dilakukan dengan tepat, akan dapat menjelaskan akibat-akibat dari perubahan rekening (pos) dalam laporan keuangan perusahaan. Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja selain dapat melihat besarnya perubahan modal kerja tersebut, juga dapat berguna untuk dijadikan sebagai acuan dalam merencanakan penggunaan modal kerja untuk periode berikutnya sehingga diharapkan modal kerja yang ada dalam perusahaan tersedia dengan jumlah yang cukup sehingga dapat digunakan untuk melunasi kewajiban-kewajibannya dan dapat membiayai kegiatan operasinya sehari-hari. Dengan demikian, perusahaan tidak akan berada dalam keadaan illikuid dan bahkan dilikuidir. Modal kerja yang cukup sangat penting bagi suatu perusahaan karena dengan modal kerja yang cukup itu memungkinkan bagi perusahaan untuk menjaga kontinuitas operasional dan perusahaan tidak mengalami kesulitan atau menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangan. Akan tetapi adanya modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif, dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan. Setelah dilakukan perhitungan modal kerja, PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dari tahun 2004 sampai tahun 2007 dinyatakan dapat membayar hutang lancar dan biaya operasional dengan menggunakan aktiva lancarnya dan bahkan memiliki modal kerja yang menganggur atau kelebihan modal kerja. Sedangkan pada tahun 2008 perusahaan tidak dapat membayar hutang lancar dan biaya operasionalnya hanya dengan aktiva lancar perusahaan. Dilanjutkan dengan analisis likuiditas pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk. Berdasarkan analisis likuiditas terbukti bahwa PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dinyatakan likuid bila dilihat dari current ratio dan optimal dalam pengelolaan hutang lancar dengan aktiva lancarnya serta kurang likuid bila dilihat dari cash ratio yang tentunya akan mempengaruhi kelancaran kontinuitas operasional perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa dengan keseluruhan aktiva lancar perusahaan mampu menjamin hutang lancar dan operasional perusahaan yang pada akhirnya akan menjamin kontinuitas operasional perusahaan, namun bila hanya dengan aktiva lancar berupa Kas dan setara kas serta Efek maka perusahaan kurang mampu menjamin hutang lancarnya. Jika kontinuitas operasional perusahaan terjamin maka diharapkan pelayanan terhadap konsumen akan terjamin pula. BAB V PENUTUP Pada bab terakhir ini akan dikemukakan kesimpulan mengenai analisa modal kerja pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk berdasarkan hasil perhitungan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, dan saran-saran. A. Kesimpulan Modal kerja bersih (Net Working Capital) pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dari tahun 2004-2008 terus mengalami peningkatan. Kebutuhan modal kerja minimum perusahaan terus mengalami peningkatan dari tahun 2004 sampai 2007, dan mengalami penurunan dari tahun 2007 ke tahun 2008. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya hutang lancar perusahaan. Dari tahun 2004 sampai tahun 2007 perusahaan mengalami kelebihan modal kerja dan pada periode ini modal kerja mampu atau cukup untuk membiayai hutang lancar dan biaya operasional perusahaan sehingga kontinuitas operasional dapat terjamin yang akan berpengaruh positif pada pelayanan perusahaan. Sedangkan pada tahun 2008 perusahaan mengalami kekurangan modal kerja dan perusahaan tidak mampu membayar semua hutang lancar dan biaya operasional sehingga pada periode ini kontinuitas operasional kurang terjamin yang juga akan berpengaruh negatif terhadap tingkat pelayanan perusahaan. Analisis rasio likuiditas pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk rata-rata selama tahun 2004-2008 dinyatakan likuid dengan current ratio, rata-rata current ratio sebesar 139% dan perusahaan dinyatakan optimal dalam penggunaan aktiva lancar dari tahun 2004- 2007 dalam pembiayaan hutang lancar perusahaan, namun kurang optimal pada tahun 2008 sehingga pada tahun 2008 kontinuitas operasional kurang terjamin kelancarannya. Analisis dengan cash ratio PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk dinyatakan kurang likuid, ratarata cash ratio tahun 2004 sampai tahun 2008 sebesar 79%. B. Saran 1. Dalam memenuhi kebutuhan modal kerjanya perusahaan harus mempertimbangkan keseimbangan antara aktiva lancar dengan hutang lancar dan biaya operasional sehingga modal kerja dapat menjamin kontinuitas operasional perusahaan. 2. Menghindari penanaman investasi berlebih pada aktiva lancar guna menghindari terjadinya inefisiensi pengelolaan modal kerja. DAFTAR PUSTAKA Aini, Fatmawatul. 2007. Analisa Rasio Keuangan Sebagai Salah Satu Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi pada PT Telkom Tbk). Skripsi. Malang: FE-UIN. Al-Jawi, Muhammad Shiddiq. 2005. Asas-asas Sistem Ekonomi Islam. http://khilafah.org.com. 02 Agustus 2009. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja pada Perusahaan Rokok yang Terdaftar Bursa Efek Indonesia. http://one.indoskripsi.com. 11 April 2009. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta, Jakarta. Arumdati, Galuh Putri. 2006. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja dan Tingkat Likuiditas Perusahaan. (Studi Perbandingan pada Perusahaan Rokok yang Go Public di Bursa Efek Jakarta). Skripsi. Bandung: FE-Universita Widyatama. FPSB UII gelar Pelatihan Layanan Prima Bagi Karyawan. 23 Maret 2009. http://fpscs.uii.ac.id. 21 April 2009. Ismiati, Eni. 2005. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja untuk Menjaga Tingkat Likuiditas dan Meningkatkan Tingkat Profitabilitas KAN JABUNG Malang. Skripsi. Malang: FE-UIN. Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan. Bumi Aksara, Jakarta. Manullang, M. 2005. Pengantar Manajemen Keuangan. Ed. I. Andi, Yogyakarta. Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Ed. Revisi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Muslich, Mohamad. 2003. Manajemen Keuangan Modern: Analisis, Perencanaan, dan Kebijaksanaan. PT Bumi Aksara, Jakarta. Ratminto dan Atik Septi Winarsih. 2007. Manajemen Pelayanan (Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Ridwan, HA. Muhtadi, dkk. 2009. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Ed. Revisi. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an. http://media.isnet.org. 11 April 2009. Soejono dan Aburrahman. 1999. Metode Pemelitian Suatu Pemikiran dan Penerapan. Rineka Cipta, Jakarta. Sundjaja, Ridwan S. dan Inge Barlian. 2003. Manajemen Keuangan Satu. Ed. V. Literata Lintas Media, Jakarta. Suryani, Lili Dwi. 2006. Analisis Laporan Keuangan Perusahaan (Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Tahun 2000-2005). Skripsi. Malang: FE-UIN. www.budpar.go.id www.idx.com DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG FAKULTAS EKONOMI Terakreditasi ”A” SK BAN-PT Depdiknas Nomor : 005/BAN-PT/ Ak-X/S1/II/2007 Jalan Gajayana 50 Malang 65144 Telepon (0341) 558881, Faksimile (0341) 558881 E-mail: feuin@yahoo.com Bukti Konsultasi Nama : Elis Herawati NIM/Prodi : 05610099/Manajemen Pembimbing : Drs. H. Abdul Kadir Usri, MM., Ak Judul Skripsi :Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Untuk Menjaga Kontinuitas Operasional Dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Pada PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk No. Tanggal Materi Konsultasi Tanda Tangan Pembimbing 1 16 April 2009 Proposal 1. 2 27 April 2009 Revisi Proposal 2. 3 5 Mei 2009 Acc Proposal 3. 4 23 Mei 2009 Seminar Proposal 4. 5 17 Juni 2009 Judul 5. 6 2 Juli 2009 BAB I, II, III 6. 7 5 Juli 2009 Revisi BAB I, II, III, IV 7. 8 6 Juli 2009 Revisi BAB I, II, III, IV 8. 9 10 Juli 2009 Revisi BAB I, II, III, IV, V 9. 10 13 Juli 2009 Revisi BAB I, II, III, IV, V 10. 11 14 Juli 2009 Acc Keseluruhan 11. Malang, 14 Juli 2009 Mengetahui: Dekan, Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP 150231828 KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar