APLIKASI TRANSAKSI PRODUK VALUTA ASING PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG

Admin

APLIKASI TRANSAKSI PRODUK VALUTA ASING PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG


ABSTRAK


Valuta asing atau Foreign exchange merupakan salah satu alat untuk benda          
ekonomi yang berpengaruh atas pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan manusia
modern dan global pada saat ini, baik secara perorangan maupun berkelompok. Saat
ini tidak hanya pasar valuta asing saja yang menyediakan valuta asing tetapi dengan
perkembangan globalisasi banyak lembaga-lembaga dan bank devisa yang mempunyai
produk valuta asing. Salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri Cabang malang.
Bank Syariah Mandiri Cabang Malang Sebagai bank syariah dimana dalam kegiatan
opresionalnya harus sesuai dengan pripsip syariah yakni harus terhindar dari unsur
riba, gharar dan maysir.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Yang bertujuan mendeskripsikan aplikasi penerapan transaksi produk valuta asing
pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dan kesesuaian aplikasi produk valuta
asing dengan prinsip syariah . Dari data yang diperoleh, baik yang diperoleh melalui
observasi, wawancara maupun data yang berupa dokumentasi dianalisis untuk
mencapai tujuan akhir penelitian dengan mengunakan pemikiran logis untuk
mengambarkan, menjelaskan dan menguraikan secara mendalam dan sistematis
tentang keadaan yang sebenar-benarnya baru kemudian ditarik suatu kesimpulan
sehingga dapat diperoleh suatu pemecah masalah.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kegiatan valuta asing yang ada
pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang meliputi transaksi jual beli bank note dan
transaksi jasa-jasa valuta asing yang berupa Giro wadiah valuta asing, Deposito
berjangka valuta asing dan telegraphic transfer. Dan jenis transaksi forex yang ada pada
bank syariah mandiri cabang malang yakni jenis transaksi today (tod). kontribusi dari
pendapatan transaksi valuta asing terhadap total pendapatan bank syariah mandiri
cangat kecil kalau dibandingkan dengan kontribusi pendapatan dari kegiatan
operasional produk lain bank syariah mandiri jauh lebih besar. Dalam aplikasi
kegiatan operasionalnya adanya kesesuaian antara penerapan transaksi produk valuta
asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan fatwa DSN-MUI

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI Aplikasi Transaksi Produk Valuta Asing Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang Anik ulikah 04610037 ABSTRAK Anik Ulikah, 2008 SKRIPSI. Judul : “Aplikasi Transaksi Produk Valuta Asing Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang” Pembimbing : H. Ahmad Djalaluddin LC., MA Kata Kunci: Transaksi Valuta asing Valuta asing atau Foreign exchange merupakan salah satu alat untuk benda ekonomi yang berpengaruh atas pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan manusia modern dan global pada saat ini, baik secara perorangan maupun berkelompok. Saat ini tidak hanya pasar valuta asing saja yang menyediakan valuta asing tetapi dengan perkembangan globalisasi banyak lembaga-lembaga dan bank devisa yang mempunyai produk valuta asing. Salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri Cabang malang. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang Sebagai bank syariah dimana dalam kegiatan opresionalnya harus sesuai dengan pripsip syariah yakni harus terhindar dari unsur riba, gharar dan maysir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Yang bertujuan mendeskripsikan aplikasi penerapan transaksi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dan kesesuaian aplikasi produk valuta asing dengan prinsip syariah . Dari data yang diperoleh, baik yang diperoleh melalui observasi, wawancara maupun data yang berupa dokumentasi dianalisis untuk mencapai tujuan akhir penelitian dengan mengunakan pemikiran logis untuk mengambarkan, menjelaskan dan menguraikan secara mendalam dan sistematis tentang keadaan yang sebenar-benarnya baru kemudian ditarik suatu kesimpulan sehingga dapat diperoleh suatu pemecah masalah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kegiatan valuta asing yang ada pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang meliputi transaksi jual beli bank note dan transaksi jasa-jasa valuta asing yang berupa Giro wadiah valuta asing, Deposito berjangka valuta asing dan telegraphic transfer. Dan jenis transaksi forex yang ada pada bank syariah mandiri cabang malang yakni jenis transaksi today (tod). kontribusi dari pendapatan transaksi valuta asing terhadap total pendapatan bank syariah mandiri cangat kecil kalau dibandingkan dengan kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional produk lain bank syariah mandiri jauh lebih besar. Dalam aplikasi kegiatan operasionalnya adanya kesesuaian antara penerapan transaksi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan fatwa DSN-MUI. ABSTRACT Anik Ulikah, 2008 THESIS, the Title: “Transaction Application of Foreign Currency Product of Mandiri Syariah Bank of Branch of Malang” Advisor: H. Ahmad Djalaluddin LC., MA The Key Word: Transaction Foreign. Foreign currency is one of appliances for economic need that influences on fundamental need accomplishment for modern and global human being in recent year, not only for individual but also for community. Nowadays, not only foreign currency market but also many institutions and foreign exchange bank provide foreign currency. One of them is Syariah Mandiri Bank of Branch of Malang that, in the management operation, has to follow the Syariah principle, which is it has to not be riba, gharar, and maysir unsure. This research is a descriptive qualitative research with descriptive approach. It is used for describing the applying application of foreign currency transaction in Mandiri Syariah of Branch of Malang and for balancing foreign currency product application with Syariah principle. From data that has been taken, that is from observation, interview, and documentation that is formed as analysis document for get the final purpose by using logic thought for drawing, explaining, and describing deeply and systematically about the new real condition. Then, the researcher take the conclusion, so that, it is able to get the problem solving. Based on the result, the researcher know that foreign currency activity that has been in Mandiri Syariah Bank of Branch of Malang includes sales transaction of bank note and transaction on foreign currency services that are foreign currency of Giro Wadiah, deposit expecting foreign currency, and telegraphic transfer. Kind of forex transaction of Mandiri Syariah Bank of Branch of Malang is today transaction type (tod) the contribution from foreign currency transaction income toward total Mandiri Syariah Bank income is smaller than income contribution from operational activity of another product of Mandiri Syariah Bank. In application activity, there is a balance between transaction displays of foreign currency product of Mandiri Syariah Bank of Branch of Malang by DSN-MUI recommendation. أنيك أوليكاه, ٢٠٠٨ البحث الجامعي. الموضوع: "تطبيق صفقة بيع العملات الأجنبية في المصرف الإسلامي "مانديري" فرع مالانج المشرف: الحاج. أحمد جلال الدين, الماجستير كلمة الرئييسة: صفقة البيع, العملات الأجنبية عملية أجنبية أو Foreign Exchange هي إحدى الآلة لمادة الإقتصادية المؤثر على تملئ حجاة الرئيسة حياة الانسان العصر والمحمل في هذا الوقت, بشخصية او الجماعة. هذا الوقت ليس سوق عملية الأجنبية فقط التي تعد عملية الأجنبية ولكن بتطور المحملية المؤسسات ومصرف الدفيسا التي تملك المنتوج عملية الأجنبية. احدها هي المصرف الشريعة مستقل بنفسه الفرع مالانج. المصرف الشريعة مستقل بنفسه الفرع مالانج هي المصرف الشريعة في أنشطة على استعداد للعمل لابد مطابقة بالمبادئ الشريعة هي ينبغي سليم من عناصر الربا, الغرر والميسير. هذا البحث هو البحث الكيفي او النوعي بمدخل الوصفية. التى يهدف ليصفية التطبيق عملية مالية منتوج الاجنبية في المصرف الشريعة مستقل بنفسه الفرع مالانج ومطابق التطبيق منتوج عملية الاجنبية بالمبادئ الشريعة. من حاصل البيانات, تنال بالمراقبة, المحادثة أو البيانات من الوثائق تحلل لتنال هدف الاخير البحث باستخدام فكرة المعقول لتصوير, التوضح والتفسير بالعميق والمنظمة عن الحال الصحية الجديدة ثم تأخذ الملاخص حتى تنال ااء المشكلة. بناء على نتيجة البحث تنال أن أنشطة عملية الاجنبية التى كانت في المصرف الشريعة مستقلة بنفسه فرع مالانج تشمل عملية مالية البيوع bank note وعملية مالية الفضول عملية الاجنبية مثل الجيرو الوادية عملية الاجنبية, الواديعة المنسق عملية الاجنبية و telegraphic transfer ومن جنس عملية مالية .forex التى كانت في المصرف الشريعة مستقل بنفسه فرع مالانج يعني جنس عملية مالية today (tod) المساعدة من حاصل عملية مالية عملية الاجنبية على جملة الحاصل المصرف الشريعة مستقل بنفسه أصغر إذا مقارنة بالمساعدة الحاصل عن أنشطة على اتعداد للعمل المنتوج الآخر المصرف الشريعة مستقل بنفسه أكبر جدا. في تطبيق الانشطة على استعداد للعملها وجود مطابق بين تطبيق عملية مالية منتوج عملية الاجنبية في المصرف الشريعة مستقل بنفسه فرع مالانج بالفتوى .DSN-MUI APLIKASI TRANSAKSI PRODUK VALUTA ASING PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG A. PENDAHULUAN Dengan perkembangan globalisasasi saat ini dapat dikatakan bahwa hampir semua aspek perekonomian suatu negara tidak terlepas dari pengaruh transaksi ekonomi internasional dan transaksi keuangan internasional. Begitu pula di dalam kegiatan hubungan internasional baik dalam kepentingan individu, kelompok maupun organisasi (perusahaan atau negara) di dalam transaksi pembayaran sangat di perlukan adanya suatu instrument yang sesuai dengan negara lain. Hal ini sangat mendukung kelancaran suatu kegiatan. Valuta asing atau Foreign exchange adalah mata uang asing dan alat pembayaran lainya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan yang mempunyai catatan kurs resmi pada bank sentral Valuta asing atau Foreign exchange merupakan salah satu alat untuk benda ekonomi yang berpengaruh atas pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan manusia modern dan global pada saat ini, baik secara perorangan maupun berkelompok. Perdagangan valuta asing (Forex Trading) mulai berkembang pada era 1970-an dan diangap menjadi salah satu bisnis alternatif karena dapat mendatangkan keuntungan bagi pelakunya. Perkembangan pesat transaksi valuta asing ini dimulai dengan peralihan sebagian besar sistem nilai tukar Negara-negara besar didunia menjadi sistem Free Floating (mengambang bebas), setelah sebelumnya menganut system Fixed Rate (nilai tukar tetap) . Perekonomian dunia tidak akan dapat dipisahkan dari perdagangan valuta asing. Setiap transaksi perdagangan internasional antar Negara pasti melibatkan pertukaran nilai mata uang (Valuta asing) dan dengan adanya pertukaran ini, akan menimbulkan permintaan serta penewaran terhadap mata uang tertentu. Sebagaimana uang valas mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai alat pembayaran, tukar-menukar , kesatuan hitung, penyimpan dan pengukur kekayaan (Hady, 2001: 11) Dalam perkembangannya, perdagangan valuta asing tidak hanya digunakan dalam kegiatan perdagangan antarnegara atau ekspor –impor, tetapi juga digunakan sebagai instrument investasi atau sarana untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya Mutual Fund (Reksa Dana), Hedge Funds, Investment Bankers, selalu melibatkan perdagangan valuta asing. Saat ini hampir seluruh aspek perekonomian masyarakat berhubungan sangat erat dengan dunia perbankan yang menyebabkan semakin pesatnya perkembangan industri perbankan, begitu juga dengan bank syariah. Di Indonesia keberadaan Bank Syariah Mandiri sudah ada sejak tahun 1999. Gubernur Bank Indonesia mengukuhkan perubahan kegiatan usaha PT. BSB (PT. Bank Susila Bakti) menjadi bank umum syariah melalui SK Gubernur BI No. 1/24/KEP.BI/1999 pada tanggal 25 Oktober . Selanjutnya melalui surat keputusan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No1/1/KEP.DGS/1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT. Bank Syariah Mandiri. Hingga tahun 2006, BSM masih memegang pangsa pasar bank syariah terbesar di Indonesia. Aset BSM Rp9,22 triliun atau mencapai 36,58 persen pangsa pasar bank syariah, pembiayaan Rp7,448 triliun (36,74 persen) dan pendanaan Rp7,892 triliun (42,11 persen). (www.syariahmandiri.com) Keberadaan PT. Bank Syariah Mandiri sebagai bank syariah dengan asset terbesar saat ini telah memberikan kontribusinya bagi perbankan nasional khususnya perbankan syariah. Selain sebagai pelopor berdirinya bank umum berdasarkan prinsip syariah juga sebagai lembaga mediator yang menjalankan fungsiya berdasarkan prinsip syariah. Sampai saat ini PT. Bank Syariah Mandiri telah memiliki 88 jaringan kantor yang terdiri dari 41 kantor cabang,14 kantor cabang pembantu dan 33 kantor kas yang tersebar di 19 propinsi (prospectus PT. Bank Syariah Mandiri 2001-2003, 2003:2) Pesatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia tidak hanya ditandai dengan banyaknya bank syariah yang ada, tetapi juga semakin beragamnya jenis produk-produk bank syariah yang ditawarkan kepada masyarakat. Saat ini tidak hanya pasar valuta asing saja yang menyediakan valuta asing tetapi dengan perkembangan globalisasi banyak lembaga-lembaga dan bank devisa yang mempunyai produk valuta asing. Salah satunya adalah Bank syariah mandiri cabang malang. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang Sebagai bank syariah dimana dalam kegiatan opresionalnya harus sesuai dengan prinsip syariah yakni harus terhindar dari unsur riba, gharar dan maysir. Keikut sertaan bank syariah mandiri dalam kegiatan transaksi valuta asing salah satunya adalah dengan adanya produk transaksi valuta asing pada bank syariah mandiri. Berikut merupakan tabel pendapatan bagi hasil dana pihak ke tiga produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri. Tabel 1.1 Tabel distribusi pendapatan bagi hasil Dana Pihak Ke Tiga Bulan November 2007 Jenis Simpanan Posisi Saldo Akhir Saldo Rata-Rata Distribusi Bagi Hasil Giro BSM Valas 205.319.843.003,10 1.726.469.887.109,02 2.009.883.034,99 Giro BSM SDG 471.352.245,94 589.835.969,25 6.236.897,49 Giro BSM EUR 490.633.980,00 497.514.733,84 5.260.697,14 Syariah Mandiri Valas 89.690.043.378,50 105.875.025.119,32 1.119.517.481,18 Deposito BSM 1 bln valas 1.599.760.546.658,58 1.512.053.301.766,35 15.988.379.713,69 Sumber : Laporan keuangan November 2007 bank syariah mandiri Dari seluruh kegiatan operasional pada Bank Syariah Mandiri kontribusi dari pendapatan transaksi produk valuta asing terhadap total pendapatan sebesar 5,8 %, sedangkan kontribusi pendapatan transaksi valuta asing terhadap laba bersih sebesar sebesar 6,8% . Dengan melihat keikut sertaan bank syariah dalam perdagangan valuta asing ini, maka penulis ingin mengetahui secara jelas praktik dan aplikasi maupun sistem yang dilaksanakan dalam transaksi perdagangan valuta asing, maupun kendala yang ada dalam praktik perdagangan valuta asing. Apakah sistem dalam perdangangan valas yang diterapkan oleh bank syariah sudah sesuai dengan syariah islam yang harus menghindari unsur riba, gharar dan maysir. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik dan mengambil judul “ Aplikasi Transaksi Produk Valuta Asing Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang” B. TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mendeskripsikan aplikasi transaksi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang. Malang. 2. Untuk mendeskripsikan kendala yang timbul dalam aplikasi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang. 3. Untuk mendeskripsikan kesesuaian antara aplikasi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan prinsip Syariah? C. METODE PENELITIAN 1. LOKASI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Bank Syariah Mandiri Cabang Malang Jl. Basuki Rahmad No.10 Malang. 2. JENIS DAN PENDEKATAN PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak mengunakan prosedur analisis statistik atau penelitian yang didasarkan pada upaya membangun pandangan yang diteliti dengan rinci, dibentuk dengan katakata atau gambaran holistik dan rumit (Moleong, 2005: 6) Dikatakan juga bahwa metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan atau melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Soejono,1999:23) Dengan kata lain penelitian deskriptif bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan saat ini, dan melihat kaitan antara variablevariabel yang ada (Mardalis,1999:26) Dalam penelitian ini tidak menguji hipotesa, melainkan hanya mendeskripsikan informasi apaadanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang aplikasi pelaksanaan perdagangan valas pada perbankan syariah. 3. DATA DAN SUMBER DATA Sumber data penelitian terdiri dari sumber data primer dan sekunder (Indriantoro,dkk, 2002: 146). Penelitian yang dilaksanakan sangat berkaitan erat dengan data yang diperoleh sebagai dasar dalam pembahasan dan analisis. Dalam penelitian ini peneliti mengunakan sumber data primer dan sekunder. Diharapkan dari hasil penelitian ini, didapatkan data yang valid dan relevan dengan obek yang diteliti. Sehinga Sumber data pada penelitian ini adalah: 1. Data Primer (Primary Data) Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer secara khusus dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian (Indriantoro dan Supomo,2002:146). Data ini diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pihak terkait. Dalam hal ini peneliti langsung meminta informasi atau keterangan dari Branch Manager PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang atau karyawan Bank Syariah Mandiri Cabang Malang yang melaksanakan perdagangan valuta asing. 2. Data Sekunder (secondary Data) Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (Indriantoro,dkk, 2002:147). Data ini diperoleh dari dokumen-dokumen yang umumnya berupa bukti, catatan atau laporan histories yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Dalam penelitian ini, data sekunder diperoleh dari arsip-arsip dan dokumen yang dimiliki PT. Bank Syariah Mandiri Cabang. Malang seperti company profile, prospektus (pernyataan/informasi tertulis yang digunakan untuk penawaran produk valuta asing), data transaksi valuta asing, data jumlah valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang 4. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data merupakan bagian dari proses pengujian data yang berkaitan dengan sumber dan cara untuk memperoleh data penelitian. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1. Observasi/pengamatan Observasi adalah proses pencatatan pola perilaku subjek (orang), objek (benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti (Indriantoro,dkk, 2002: 157). Peneliti melakukan pengamatan secara langung dalam kegiatan pelaksanaan perdagangan valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cab. Malang. 2.Wawancara/ Interview Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada si peneliti (Mardalis, 1999:64). Peneliti melakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait yaitu Branch Manager dan karyawan Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan maksud untuk mendapatkan informasi dan melengkapi data yang diperoleh melalui observasi. Data ini dapat berupa: data tentang gambaran umum Bank Syariah Mandiri Cabang Malang, faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan valuta asing pada bank syariah mandiri. 3. Dokumentasi/ Kepustakaan Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengumpulkan literaturliteratur yang relevan dengan pembahasan penelitian. Menurut (Indriantoro, dkk, 2002: 146) Data ini berupa: faktur, jurnal, surat-surat, notulen hasil rapat, memo atau dalam bentuk laporan progam. Dari dokumen-dokumen yang ada peneliti akan memperoleh data tentang: Sejarah berdirinya Bank Syariah Mandiri , struktur organisasi, job description, visi dan misi, kegiatan operasionalya serta bukti-bukti transaksi perdagangan valuta asing (valas) 5. MODEL ANALISIS DATA Setelah data-data diperoleh, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Semua data yang diperoleh baik dengan observasi, wawancara dan dokumentasi diolah / dianalisis untuk mencapai tujuan akhir penelitian.(Indriantoro,dkk,2002:11), mendefinisikan analisis data sebagai bagian dari proses pengujian data yang hasilnya digunakan sebagai bukti yang memadai untuk menarik kesimpulan penelitian Model analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian secara kualitatif, yaitu tidak mengunakan perhitungan statistik (non uji statistik) dengan mengunakan pemikiran logis untuk mengambarkan, menjelaskan dan menguraikan secara mendalam dan sistematis tentang keadaan yang sebenar-benarnya baru kemudian ditarik suatu kesimpulan sehingga dapat diperoleh suatu pemecah masalah. Sedangkan langkah-langkah atau proses analisis data secara umum yang dikatakan Moleong (2002: 190) adalah sebagai berikut: “Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia diberbagai sumber yaitu dari hasil wawancara, pengamatan yang sudah di tuliskan dalam catatan laporan dan dari dokumen yang telah dipelajari dan ditelaah, langkah selanjutnya mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan cara membuat rangkuman inti kemudian menyusunya kedalam satuan-satuan. Satuan-satuan tersebut kemudian dikategorikan dengan membuat koding atau pengkodean, langkah berikutnya mengadakan keabsahan data. Setelah tahap tersebut selesai, baru penafsiran data atau interprestasi data”. Pembahasan penelitian dimulai dari pengumpulan data terlebih dahulu kemudian akan dilakukan pembahasan secara berulang-ulang mengenahi masalah yang dimaksud. Dan untuk dapat memberikan pembahasan yang logis, sistematis dan menyakinkan maka analisis yang dilakukan akan dibagi berdasarkan pada permasalahan yang disampaikan di atas, dimulai dengan mencari jawaban atas permasalahan pertama akan dicoba diselesaikan dengan mengambarkan dan memaparkan sistem penerapan aplikasi praktek dalam kegiatan transaksi valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang. Setelah dipaparkan dan dijawab permasalahan yang pertama maka akan dicari ataupun ditemukan kendala-kendala yang ada dalam aplikasi transaksi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang. Setelah semua data terkumpul dan diolah maka akan dapat menjawab permasalah yang ketiga yakni dengan membandingkan kenyataan yang ada dalam aplikasi di Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan prinsip syariah yang telah ditentukan oleh Dewan Syariah Nasional. Apakah ada kesesuaian ataupun ada ketidak sesuaian . Diakhir proses ini, peneliti berusaha menyajikan hasil penelitian dengan cara menguraikan, memaparkan dan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata dan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. D. KAJIAN TEORITIS 1. Pengertian Uang Uang adalah alat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sejak peradaban kuno, mata uang logam sudah menjadi alat pembayaran biasa walaupun belum sesempurna sekarang. Kebutuhan menghendaki adanya alat pembayaran yang memudahkan pertukaran barang agar pekerjaan lebih mudah (Suprayitno, 2005:187) Menurut Karim (2002: 22 ) di dalam ekonomi islam , fungsi uang hanya dikenal sebagai berikut: 1. Alat Pertukaran (Medium of exchange for transaction) Fungsi ini menjadi sangat penting dalam ekonomi maju, dimana pertukaran terjadi oleh banyak pihak. Seseorang tidak memproduksi setiap apa yang dibutuhkan, tetapi terbatas pada barang tertentu, tang dijual kepada orang-orang untuk selanjutnya digunakan untuk mendapatkan barang atau jasa apa yang ia butuhkan. Orang memproduksi barang dan menjualnya dengan bayaran uang, selanjutnya dengan uang itu ia gunakan untuk membayar pembelian apa yang ia butuhkan. Dengan demikian, uang membegi proses pertukaran ke dalam dua macam: a. proses penjualan barang atau jasa dengan bayaran uang. b. Proses pembelian barang atau jasa dengan mengunakan uang. 2. Satuan nilai (Unit of Account) Yang dimaksud dengan satuan nilai yakni nilai uang dalam daya tukar terhadap seluruh komoditi dan jasa. Sesunguhnya Dalam Islam uang hanya berfungsi sebagai alat pertukaran (medium of exchange) yaitu media untuk mengubah barang dari satu bentuk kepada bentuk lain. Dan fungsi yang kedua adalah sebagai satuan nilai (Unit of account) 2. Valuta Asing Valuta asing atau yang disingkat dengan kata “Valas” secara bebas dapat diartikan sebagai mata uang yang dikeluarkan dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dinegara lain. (Berlianta, 2005: 1) Valuta asing (Valas) atau foreign exchange (forex) diartikan sebagai mata uang asing dan alat pembayaran lainya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan yang mempunyai catatan kurs resmi pada bank sentral (Hady,2001:15) 3. Jenis-jenis transaksi dalam pasar valuta asing Menurut Handaru (2005: 84), Transaksi di pasar valuta asing dapat dilakukan dengan basis spot, forward, dan swap. 1. Transaksi spot Transaksi spot adalah transaksi yang melibatkan dua jenis mata uang yang berbeda dengan nilai yang telah disepakati. Penyelesaian transaksi ini biasanya memakan waktu dua hari kerja satelah tanggal tyransaksi. Misalnya sebuah bank menetapkan nilai tukar EURO terhadap US Dollar adalah 1.2320/1.2325. ini berarti bahwa bank tersebut bersedia membeli pada harga 1.2320 dan bersedia menjual pada harga 1.2325, atau bank tersebut bersedia membelu US $1 pada harga 1.2320 EURO dan menjual US $1 dengan harga 1.2325 Euro. Perbedaan harga jual dan beli ini dikenal dengan istilah spread dari nilai tukar EUR/USD adalah sebesar 1.2325-1.2320=5 poin. Dengan demikian, jika ada konsumen yang ingin membeli USD melalui bank tersebut, maka bank tersebut akan menjual pada harga 1.2325 Euru untuk setiap US$1. dan apabila konsumen tersebut ingin menjual USD, maka bank akan membeli pada harga 1.2320 Euro per US$1. Dilakukan berdasarkan nilai tukar saat transaksi terjadi, transaksi spot antara bank dan klien (di pasar eceran) dapat diselesaikan saat itu juga. Sementara itu, transaksi spot antar bank umumnya terselesaikan dua hari kerja setelah kesepakatan. 2. Transaksi forward Transaksi forward dilakukan dengan menentukan kapan pembayaran dan penyerahan valuta asing dilakukan di masa yang akan datang. Nilai tukar mata uang ditentukan pada saat kontrak disepakati. Transaksi forward mengunakan nilai tukar forward yang umumnya mempunyai rentang waktu 1,2,3,6, dan 12 bulan. Rentang waktu tersebut menunjukan kapan transaksi forward akan diselesaikan. Misalnya, Suatu perusahaan Indonesia memerlukan dana untuk membayar kontrak pembelian bahan baku dari jerman senilai DEM 1.000.000,00 dalam jangka waktu 120 hari atau 4 bulan. Spot rate pada saat ini tanggal 22 februari 2008 adalah Rp3.100/DEM. Karena fluktuasi kurs yang tidak menentu, dimana diperkirakan DEM akan apresiasi terhadap rupiah, maka pimpinan perusahaan malakukuan forward contract dengan bank atau forex dealer dengan kurs forward untuk 120 hari Rp.3.200/DEM Pada waktu jatuh tempo pada tanggal 22 februari 2008 (setelah 120 hari), pimpinan perusahaan akan mendapat kepastian memperoleh dana sebesar DEM 1,000,000.00 x Rp3.200/DEM= Rp.3.200.000.000,00 Pembayaran ini dilakukan dengan forward premium sebesar: = x 3.100 3.200 - 3.100 120 360 x100 =0,032258 x 3 x 100 =9,6774% per tahun Perhitungan forward premium/ discount ini dapat dilakukan dengan mengunakan rumusan sebagai berikut: Forward Premium/ Discount = X SR FR - SR 100 360 X N Keteranagn: FR=Forward rate SR= Spot rate N= Hari untuk 360/N atau N= bulan untuk 12/N Berdasarkan rumus di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. c. Bila FR > SR atau valas yang di-forward contract-kan mengalami apresiasi, perhitungan dengan rumusan diatas akan menghasilkan bilangan positif yang berarti bahwa forward contract valas tersebut dilakukan dengan forward premium. d. Bila FR < SR atau valas yang di Forward contract-kan mengalami depresiasi, perhitungan dengan rumus diatas akan menghasilkan bilangan negative yang berarti forward contract valas tersebut dilakukan dengan forward discount. Transaksi forward antar bank umumnya dilakukan untuk membatasi risiko bank karena menjalin kontrak forward dengan klien non bank. 3. Transaksi swap Transaksi swap adalah pembelian dan penjualan mata uang asing secara bersama. Transaksi swap banyak terjadi di pasar antar bank dimana penyelesaian transaksi beli dan jual dilakukan pada tanggal yang berbeda. Tanggal penyelesaian transaksi disebut value date. Baik pembelian maupun penjualan dilaksanakan dengan bank yang sama. Tipe transaksi swap yang umum dilakukan adalah membeli valuta asing di pasar spot dan pada waktu yang sama menjualnya di pasar forward (disebut spot against forward type)kedua transaksi dilakukan dengan bank yang sama melalui transaksi ini resiko terhadap perubahan nilai tukar dapat dibatasi . 4. Valuta Asing Berbasis Syariah (Islamic Money Market) Pasar valuta asing disebut juga dengan jual beli mata uang asing telah dikenal dalam kajian fiqih klasik dengan akad sharf. Penjualan dengan cara sharf berarti mengunakan transaksi emas dan perak sebagai alat tukar untuk memperoleh emas dan perak. Sehinga perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dengan pertukaran antara emas dan perak (sharf) atau pengunaan transaksi dimana emas dan perak dipakai sebagai alat tukar untuk memperoleh emas dan perak. Harga atas pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli pasar . Pasar Valuta asing (Forein exchange market) adalah pasar dimana diperdagangkan surat-surat berharga dalam satu mata uang dengan melibatkan mata uang lain. (Antonio, 2001: 183) Diriwayatkan oleh Abu Ubadah Ibnush-shamit bahwa Rosulullah SAW. Telah bersabda. () ُ ْ ِ (' ُ وَاْ $ِ% &ِ ْ ِ $ِ% &ِ وَاْ ! هَ ِ # ِ ! هَ ُ # : ا وَ َ ِ ْ َ َ ا َ ْلُ ا ِ لَ رَ ُ َ ِ ِ ا ِ دَةَ ْ َ ْ ُ َ ْا *ُ ْ ِ8 فُ ََ =َ ْ اَْ ;ِ# هَ ِ 9َ َ-ِ: ذَا اِ ْ ِ8 َ 4ٍ َ ا ِ 4ً 5 اءِ َ َ 3ِ اءً ِ َ َ 1ِ 0ْ,ِ ِ ً0ْ ِ .ِ ْ,ِ ْ ِ .ُ ْ,ِ وَاْ (ِ ,ْ - ِ (ُ ,ْ - وَا (ِ ْ*ِ + ِ (ُ ْ*ِ + وَا 4ٍ َ ا َ 4ً 5 نَ َ ْ اِذَا آَ -ُ?ْ@ ِ 9َ آَْ “ Emas (hendaklah dibayar) dengan emas, perak dengan perak, bur (jewawut) dengan bur (jewawut), sya’ir (gandum) dengan sya’ir (gandum), kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, sama dan sejenis haruslah dari tangan ke tangan (cash). Maka apabila berbeda jenisnya, jualah sekehendak kalian dengan syarat kontan” (HR Muslim, dalam kitab al-Masaqah) 5. Norma-norma Syariah dalam Pasar Valuta Asing Aktivitas perdagangan valuta asing harus terbebas dari unsur riba, maisir, dan gharar. Dalam pelaksanaanya haruslah memperhatikan beberapa batasan, (Antonio, 2001: 197)sebagai berikut: a. Pertukaran tersebut harus dilakukan secara tunai (spot), artinya masing-masing pihak harus menerima/menyerahkan masing-masing mata uang pada saat yang bersamaan. b. Motif pertukaran adalah dalam rangka mendukung transaksi komersial, yaitu transaksi perdagangan barang dan jasa antar bangsa, bukan dalam rangka spekulasi. c. Harus dihindari jual beli beryarat. Misalnya, A setuju membeli barang dari B hari ini dengan syarat B harus membelinya kembali pada tanggal tertentu di masa mendatang. d. Transaksi berjangka harus dilakukan dengan pihak-pihak yang diyakini mampu menyediakan valuta asing yang dipertukarkan. e. Tidak dibenarkan menjual barang yang belum dikuasai atau dengan kata lain tidak dibenarkan jual beli tanpa hak kepemilikan (bai’ alfudhuli ). Dengan memperhatikan batasan tersebut, terdapat beberapa tingkah laku perdagangan yang dewasa ini biasa dilakukan di pasar valuta asing konvensional harus dihindari Apakah aplikasi produk valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang sesuai dengan Prinsip Syariah, yaitu antara lain: a. Perdagangan tanpa penyerahan (future non-delivery trading atau margin trading) b. Jual beli valas bukan transaksi komersial (arbitrage), baik spot maupun forward c. Melakukan penjualan melebihi jumlah yang dimiliki atau dibeli (oversold). d. Melakukan transaksi swap. E. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1. Kegiatan Bank Syariah Mandiri dalam valuta asing Transaksi valuta asing yang dilakukan Bank Syariah Mandiri dapat dibedakan: 1. Transaksi jual beli Bank Notes 2. Transaksi jasa-jasa valuta asing 3. Transaksi ekspor/ impor/ SKBDN Kegiatan valuta asing (Valas) pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang meliputi: 1. Tansaksi jual beli Bank Note 2. Transaksi jasa-jasa valuta asing Transaksi jasa-jasa valuta asing yang berupa Giro wadiah valuta asing, Deposito berjangka valuta asing dan Telegraphic transfer . Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang tidak memfasilitasi transaksi ekspor/impor/SKBDN karena keterbatasan alat operasional sehinga untuk transaksi eksor/impor/SKBDN terdapat pada Bank Syariah Mandiri pusat. (Wawancara dengan Bapak M. Khusnul Fuad, Back office PT Bank Syariah Mandiri Cabang Malang, pada tanggal 26 Februari 2008, pukul 16.30) 2. Penetapan nilai tukar atau Kurs pada Bank Syariah Mandiri Bank Indonesia selaku bank sentral juga ikut serta dalam transaksi perdagangan valuta asing, dimana Bank Indonesia berperan dalam menentukan kurs valuta asing terhadap bank-bank devisa atau yang disebut BI- Forex Rate, karena Bank Indonesia mempunyai tujuan menca pai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tetapi dalam pergerakan pertukaran mata uang tersebut harganya ditentukan oleh pasar, berdasarkan jumlah permintaan dan penawaran. Kurs yang ada pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang merupakan ketentuan dari Bank Syariah Mandiri Pusat. Dan Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dapat mengambil keuntungan kurs atau transaksi valuta asing dari nasabah. Dan Bank syariah Mandiri Pusat telah mengambil keuntungan dari selisih kurs yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Kemudian keuntungan tersebut disebut fee base income. Tetapi Bank Syariah Mandiri Pusat tidak mengambil keuntungan dari kurs yang ditetapkan untuk cabang, sehinga Bank Syariah Mandiri Pusat hanya mendapatkan keuntungan dari selisih kurs yang ditentukan oleh Bank Indonesia. (Wawancara dengan Bapak M. Khusnul Fuad, Back office PT Bank Syariah Mandiri Cabang Malang, pada tanggal 26 Februari 2008, pukul 16.30) 3. Kegiatan Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dalam Valas: 1. Bank Notes/ Jual Beli Valas pada Bank Syariah Mandiri Bank Notes adalah Pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing atau mata uang asing dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri dengan nasabah. 2. Transaksi jasa-jasa valuta asing pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang a. Deposito berjangka mudharobah valuta asing: Menurut undang-undang pokok perbankan no.10 tahun 1998, deposito adalah simpanan pihak III (deposan) yang penarikanya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara deposan yang penarikanya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara deposan dengan bank yang dimaksud dengan pihak ke III adalah perorangan, perusahaan, firma/CV, badan organisasi/ badan dan lain-lainya. Setiap pembukuan deposito baru, bank akan menerbitkan bilyet deposito atas nama deposan dan bank akan membukukan penempatan dana tersebut dalam buku besar deposito, serta buku besar pembantu deposito. Deposito valuta asing adalah deposito valuta asing untuk sementara diset dalam mata uang USD dengan sistem mudharabah/bagi hasil . Bank akan memberikan hasil pemanfaatan dana deposito kepada deposan melalui mekanisme nisbah Setiap penarikan nominal deposito hanya dapat dilakukan oleh deposan atau kuasa dari deposan secara tertulis dengan menunjukan asli bilyet deposito pada saat/ setelah jatuh tempo penarikan sebelum waktu yang ditetapkan hanya dapat dilakukan melalui persetujuan tertulis dari pihak berwenang. Semua deposito yang ditempatkan pada bank diberikan pilihan perpanjangan deposito secara otomatis atau automatic Roll over (ARO) dengan ketentuan sbb: a. Jangka waktu sama artinya deposito diperpanjang dengan jangka waktu yang sama b. Nominal sama artinya deposito diperpanjang dengan tidak terjadi penambahan/pengurangan nominal c. Jangka waktu sama dengan nominal bertambah yang penambahanya berasal dari dana eks bagi hasil (khusus untuk deposito satu bulan) Atas perpanjangan secara otomatis tidak diterbitkan bilyet deposito valuta asing baru dan untuk itu akan diterbitkan advis perpanjangan. Perpanjangan secara otomatis tersebut dilakukan dengan dikenakan nisbah bagi hasil yang berlaku pada saat deposito tersebut diperpanjang. Apabila terdapat permohonan perpanjangan dengan kondisi yang berbeda dengan ketentuan-ketentuan diatas diperlakukan seperti penempatan deposito valuta asing baru. b. Giro wadiah valuta asing Giro wadiah valuta asing dapat diartikan sebagai titipan dalam mata uang asing dari satu pihak lain. Baik individu maupun golongan yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat bila pemilik menghendakinya. Secara umum wadiah dapat dapat dibagi 2 yaitu: 1. Wadiah yad al amanah Artinya penerimaan simpanan tidak bertanggung jawab atas kehilangan/kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal itu bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut. 2. Wadiah yad al dhamanah Artinya penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat sipemilik menghendaki. Dari pengertian diatas, bank Syariah Mandiri Cabang Malang sebagai penerima simpanan dapat memenfaatkan prinsip al wadiah untuk produk current account(rekening giro). Karakteristik Rekening Giro valuta asing Bank Syariah Mandiri adalah sebagai berikut: 1. Merupakan titipan murni (wadiah yad al dhamanah) yang dengan seizin penitip dapat digunakan oleh bank. 2. Merupakan salah satu penyimpanan dana dan bukan sebagai alat pembayaran giral 3. Penarikan mengunakan media slip penarikan/ perintah bayar lainya. 4. Penyetor dapat dilakukan secara tunai, pemindah bukuan/ hasil income transfer 5. Pembukaan rekening dapat secara: a. Perorangan Yaitu rekening atas nama pribadi/ yang mengunakan nama dagang seperti toko, restoran, bengkel, warung dan sebagainya. b. Badan hukum/badan usaha/lembaga Yaitu rekening atas nama: Instansi-instansi pemerintah/ lembaga Negara dan organisasi masyarakat yang tidak merupakan perusahaan. c. Beberapa orang secara bersama (join account)yaitu rekening atas nama beberapa orang (pribadi) 6. Catatan transaksi nasabah dapat berupa statemen rekening Koran/bentuk buku yang berisi gambaran transaksi nasabah. 7. Bank sebagai penerima titipan sekaligus sebagai pihak yang telah memanfaatkan dana wadiah tidak dilarang untuk memberikan bonus, dengan catatan tidak disyaratkan dan jumlahnya tidak ditetapkan dalam nominal atau persentase didepan bank. 8. Bank syariah mandiri sebagai penerima titipan berhak membuat ketentuanketentuan terhadap titipan tersebut. Misalnya bank berhak menentukan minimum saldo, biaya administrasi dan lain sebagainya dengan catatan ketentuan tersebut disepakati kedua belah pihak. c.Transfer (Telegraphic transfer) Dalam hal ini yang dimaksud dengan transfer adalah pengiriman atau penerimaan valuta asing antara cabang Bank Syariah Mandiri . Pelaksanaan transfer lainya atau dengan bank lain (Bank itu bank depository correspondent/ bank koresponden) baik yang lokasinya didalam/luar negeri sesuai permintaan pengiriman pemberi amanat transfer Telegraphic transfer adalah transfer valuta asing yang dilaksanakan melalui swift atau telex/telepon. 4. Kontibisi dari pendapatan transaksi valuta asing terhadap pendapatan bank syariah mandiri Hal ini dapat dibuktikan dan dijelaskan dari analisis perhitungan dibawah ini: 1. kontribusi transaksi valuta asing terhadap pendapatan transaksi lainya = 100% tan tan X pendapa transaksi lainya pendapa transaksi valas Σ Σ = 100% 190.837.786 6.792.746 X = 3.5% 2. Kontribusi valuta asing terhadap total pendapatan = 100% tan tan X total pendapa pendapa transaksi valas Σ Σ = 100% 1.259.659.865 6.792.746 X = 5.4% 3. Kontribusi valuta asing terhadap laba bersih = 100% tan sin X lababersih pendapa transaksi valuta a g Σ Σ = 100% 1.000.060.408 6.792.746 X = 6.8% Kalau dibandingkan dengan kontribusi pendapatan dari jual beli Murabahah terhadap total pendapatan dan laba bersih sangat berbeda. Hal ini dapat dibuktikan: 1. Kontribusi pandapatan dari jual beli murabahah terhadap total pendapatan = 100% tan tan X total pendapa pendapa dari jual beli murobahah Σ Σ = 100% 1.259.659.865 490.107.801 X =38% 2. Kontribusi pendapatan dari jual beli murobahah terhadap laba bersih = 100% tan X laba bersih pendapa dari jual beli murobahah Σ Σ = 100% 100.060.408 490.107.801 X = 489% Dari analisis data yang kami peroleh bahwa kontribusi pendapatan transaksi valuta asing terhadap pendapatan operasional lainya hanya 3.5%, sedangkan kontribusi pendapatan transaksi valuta asing terhadap total pendapatan hanya 5.4% dan kontribusi pendapatan transaksi valuta asing terhadaplaba bersih hanya 6.8%. Hal ini bisa dikatakan sangat kecil dan berbeda jauh kalau dibandingkan dengan kontribusi pendapatan dari jual beli murobahah terhadap total pendapatan yaitu sebesar 38%, dan kontribusi pendapatan dari jual beli murabahah terhadap laba bersih jauh lebih besar yakni 489%. Dalam kegiatan transaksi valuta asing Bank Syariah mandiri Cabang Malang mengikuti pedoman yang telah ditentukan oleh Bank Syariah Mandiri Pusat, yangmana pada Bank Syariah Mandiri Pusat masih mengikuti pedoman-pedoman yang diberikan oleh Bank Indonesia, karena memang belum ada ketentuan khusus tentang kegiatan transaksi perdagangan valas pada bank syariah hanya saja ada batasan-batasan yang harus dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri yaitu dalam melaksanakan transaksi valuta asing harus merujuk fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN), apakah jenis transaksi tersebut hukumnya haram, dalam artian dilarang dalam islam dan manakah transaksi yang boleh dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri. F.KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan berupa data-data observasi dan dengan didukung wawancara sehinga diperoleh hasil seperti yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Bahwa kegiatan valuta asing (Valas) pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang meliputi: a. Tansaksi jual beli Bank Note b. Transaksi jasa-jasa valuta asing yang berupa Giro wadiah valuta asing, Deposito berjangka valuta asing dan telegraphic transfer 2. Kurs yang ada pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang merupakan ketentuan dari Bank Syariah Mandiri Pusat. Dan Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dapat mengambil keuntungan kurs atau transaksi valuta asing dari nasabah dengan ketentuan selling + 20 dan Buying -20 dari kurs yang ditentukan oleh Bank Syariah Mandiri Pusat. 3. Jenis transaksi forex yang ada pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang yakni jenis transaksi today (Tod) yang mana transaksi pembelian atau penjualan valuta asing dengan penyerahan pada hari yang sama. Karena pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang selalu mempunyai cadangan valuta asing max sebesar USD 10.000dan hal itupun tidak pernah kehabisan karena setiap hari transaksi valas pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar