FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (Studi Empiris: Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ)

Admin
Pasar modal di Indonesia mengalami perkembangan yang ditandai dengan banyaknya jumlah perusahaan yang go-public dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Sejalan dengan itu, jumlah laporan yang disajikan oleh emiten juga semakin meningkat. Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk dasar pembuatan keputusan-keputusan ekonomi (Sutikno dan Sabeni, 2000:226). Banyak pihak yang percaya bahwa ketepatan waktu laporan (timeliness) merupakan karakteristik penting bagi laporan keuangan, pihak-pihak tersebut misalnya akuntan, manajer dan analis keuangan. Bahkan Asosiasi profesi akuntansi pada tahun 1954 telah melakukan penelitian, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ketepatan waktu pelaporan merupakan elemen pokok bagi catatan laporan keuangan yang memadai yang dikemukakan oleh Dyer dan McHugh (Bandi, 2000:67). Informasi yang disajikan tidak tepat waktu akan mengurangi atau bahkan menghilangkan kemampuannya sebagai alat bantu prediksi bagi pemakainya. Informasi yang tidak disajikan secara tepat pada saat dibutuhkan, tidak akan mempunyai nilai untuk dasar penentuan tindakan pada masa yang akan datang.

Informasi yang tidak tepat waktu memang tidak menjamin bahwa informasi tersebut pasti merupakan informasi yang relevan. Namun informasi dikategorikan relevan bila informasi mempunyai tiga unsur nilai, yaitu (a)informasi mempunyai nilai prediksi (predictive value), (b) informasi mempunyai umpan balik (feedback value), dan (c) tepat waktu (timelines). Jadi, suatu informasi mustahil merupakan informasi yang relevan tanpa tepat waktu dalam penyampaiannya. Oleh karena itu tepat waktu merupakan sebuah keharusan dalam publikasi laporan keuangan sehingga ada jaminan tentang relevansi informasi yang bersangkutan (Syafrudin, 2004:755).

Dari segi regulasi di Indonesia bahwa tepat waktu merupakan kewajiban bagi perusahaan terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala. Pada tahun 1996, BAPEPAM mengeluarkan lampiran keputusan Ketua BAPEPAM No.80/PM/1996, yang mewajibkan bagi setiap emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan auditor independennya kepada BAPEPAM selambat-lambatnya 120 hari setelah tanggal laporan tahunan perusahaan. Namun sejak tanggal 30 September 2003, BAPEPAM semakin memperketat peraturan dengan dikeluarkannya lampiran surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 yang menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan.

Ada beberapa penelitian yang merupakan suatu kajian literatur mengenai ketepatan waktu pelaporan dan hasilnya dikategorikan menjadi dua tipe (Saleh, 2004:898). Tipe pertama yang berkaitan dengan dampak ketepatan waktu pelaporan pada keragaman laba (Bandi, 2000; Syafrudin, 2004; Epriatin, 2002). Tipe kedua, yang berkaitan dengan pola keterlambatan laporan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pelaporan tepat waktu (Uliana, 1998; Na’im,1999; Saleh, 2004).

Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan, maka penulis tertarik tipe kedua dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan, sehingga mengambil judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (STUDI EMPIRIS: PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA)”.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka pertanyaan utama yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah “Apakah faktor rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan manufaktur pasca perubahan peraturan BAPEPAM“.

1.3.Motivasi Penelitian
Motivasi penulis adalah untuk menguji konsistensi penelitian Saleh (2004), dengan melakukan penelitian terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk tahun 2004. Dipilihnya perusahaan manufaktur dikarenakan mayoritas perusahaan yang terdaftar di BEJ adalah perusahaan manufaktur, sedangkan alasan dipilihnya periode waktu 2004 dalam penelitian ini adalah karena pada tahun tersebut telah terjadi pergantian peraturan batas waktu penyampaian laporan keuangan kepada BAPEPAM dari 120 hari menjadi 90 hari, sehingga penulis tertarik untuk mengukur kembali faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar di BEJ semenjak diberlakukannya peraturan yang baru tersebut.
1.4. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini pembatasan akan lebih terpusat pada ketepatan waktu pelaporan yang menitik beratkan pada:
1. Faktor-faktor yang diduga akan berpengaruh terhadap ketepatan waktu adalah rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan.
2. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember: 2004.
1.5. Tujuan penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
1.6. Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk:
1. Bagi Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wacana bagi perkembangan studi akuntansi yang berkaitan dengan ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan.
2. Bagi Praktisi
a. Bagi Manajemen Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya ketepatan waktu dalam melaporkan laporan keuangan perusahaan.
b. Bagi Investor
Hasil penelitian akan memberikan gambaran tentang pentingnya tepat waktu dalam melaporkan keadaan keuangan perusahaan.
3. Bagi Penelitian Yang Akan Datang
Dapat membantu memberikan referensi bagi kemungkinan mengadakan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel lain yang mendukung.






BAB II
TINJAUAN LITERATUR dan PENGEMBANGAN HIPOTESIS


2.1. Tinjauan Literatur
Teori yang mendukung penelitian ini yaitu teori agency dan teori kepatuhan.

2.1.1. Teori Keagenan (Agency Theory)
Jensen dan Meckling (1976) dalam Masdupi (2005, 59) mendefinisikan teori keagenan sebagai hubungan antara agen (manajemen suatu usaha) dan principal (pemilik usaha). Di dalam hubungan keagenan terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih (principal) memerintah orang lain (agen) untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal dan memberi wewenang kepada agen untuk membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal.

Informasi laporan keuangan yang disampaikan secara tepat waktu akan mengurangi asimetri informasi yang erat kaitannya dengan teori agency (Kim dan Verrechia, 1994) dalam (Saleh, 2004:897). Sehingga dalam hubungan keagenan, manajemen diharapkan dalam mengambil kebijakan perusahaan terutama kebijakan keuangan yang menguntungkan pemilik perusahaan. Bila keputusan manajemen merugikan bagi pemilik perusahaan maka akan timbul masalah keagenan (Ismiyanti dan Hanafi, 2004:176).

Laporan akuntansi berupa laporan keuangan memang dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai pihak, termasuk manajemen perusahaan sendiri. Namun yang paling berkepentingan dengan laporan keuangan sebenarnya adalah para pengguna eksternal (diluar manajemen). Informasi akuntansi ini penting bagipengguna eksternal terutama sekali karena kelompok ini berada dalam kondisi yang paling besar ketidakpastiannya. Para pengguna internal (para manajamen memiliki kontak langsung dengan entitas atau perusahaannya dan mengetahui peristiwa-peristiwa signifikan yang terjadi., sehingga tingkat ketergantungannya terhadap informasi akuntansi tidak sebesar pengguna eksternal (Irfan, 2002:88). Sehingga untuk mengurangi asimetri informasi dan mencegah terjadinya konflik keagenan, sudah menjadi kewajiban bagi pihak manajemen untuk melaporkan laporan keuangan secara tepat waktu.

2.1.2. Teori Kepatuhan
Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan waktu dalam penyampaian pelaporan keuangan perusahaan publik di Indonesia telah diatur dalam Surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala. Peraturan tersebut sesuai dengan teori kepatuhan (compliance theory) yang dikemukakan oleh Tyler (Saleh, 2004).

Teori kepatuhan telah diteliti pada ilmu-ilmu sosial khususnya di bidang psikologis dan sosiologi yang lebih menekankan pada pentingnya proses sosialisasi dalam mempengaruhi perilaku kepatuhan seorang individu. Menurut Tyler (Saleh, 2004) terdapat dua perspektif dalam literatur sosiologi mengenai kepatuhan pada hukum, yang disebut instrumental dan normatif. Perspektif instrumental mengasumsikan individu secara utuh didorong oleh kepentingan pribadi dan tanggapan terhadap perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perilaku. Perspektif normatif berhubungan dengan apa yang orang anggap sebagai moral dan berlawanan dengan kepentingan pribadi mereka.

Seorang individu cenderung mematuhi hukum yang mereka anggap sesuai dan konsisten dengan norma-norma internal mereka. Komitmen normatif melalui moralitas personal (normative commitment through morality) berarti mematuhi hukum karena hukum tersebut dianggap sebagai suatu keharusan, sedangkan komitmen normatif melalui legitimasi (normative commitment through legitimacy) berarti mematuhi peraturan karena otoritas penyusun hukum tersebut memiliki hak untuk mendikte perilaku.

2.2. Pengembangan Hipotesis
Hipotesis dikembangkan dari penelitian terdahulu yaitu berdasarkan enam (6) variabel independen antara lain: rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN).

2.2.1. Penelitian terdahulu
Penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ yang dilakukan oleh Saleh (2004), menggunakan satu variabel dependen yaitu ketepatan waktu pelaporan keuangan dan enam variabel independen yaitu rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontijensi, dan struktur kepemilikan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu:
1. Variabel EXTRA secara signifikan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur dan mempunyai hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori atau hipotesisnya negatif.
Tanda negatif tersebut memberikan indikasi bahwa perusahaan akan cenderung terlambat menyampaikan laporan keuangan jika melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontijensi.
2. Variabel GEAR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur tetapi dapat menunjukkan hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori hipotesisnya negatif. Tanda negatif tersebut memberikan indikasi bahwa perusahaan akan cenderung terlambat menyampaikan laporan keuangan jika mempunyai kondisi rasio gearing yang tinggi.
3. Variabel SIZE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur tetapi dapat menunjukkan hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori hipotesisnya positif. Tanda positif mengindikasi bahwa perusahaan besar akan lebih cenderung untuk tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya dibanding dengan perusahaan kecil.
4. Variabel OWN tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur tetapi dapat menunjukkan hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori atau hipotesisnya positif. Mengindikasi bahwa kepemilikan oleh outsider mempunyai kekuatan untuk menuntut dan mewajibkan pihak manajemen untuk menyampaikan informasi keuangan secara tepat
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (Studi Empiris: Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ) IG.A. Garindra Paniwinata 0210233039 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2006 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : IG.A. Garindra Paniwinata NIM : 0210233039 Tempat/Tanggal Lahir : Singaraja/ 27 Maret 1983 Alamat Asal : Jln Pulau Saelus II No. 18A Denpasar-Bali Telepon : (0361) 221525 Riwayat Pendidikan: a. SDK Swastiastu II Denpasar Tahun 1989 – Tahun 1995 b. SLTP Negeri I Denpasar Tahun 1995 – Tahun 1998 c. SMU Negeri I Denpasar Tahun 1998 – Tahun 2001 d. FE Universitas Brawijaya Jurusan Akuntansi Tahun 2002 – Tahun 2006 Kursus dan Pelatihan: a. Mengikuti Brevet Pajak A, B, dan C di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. b. Pernah KPK di Kantor Pelayanan Pajak Batu. c. Mengikuti Pelatihan Pasar Modal di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas asung kerta wara nugraha-Nya, penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi dengan judul FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (STUDI EMPIRIS: PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA) ini tepat pada waktunya. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Bambang Subroto SE, MM, Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. 2. Bapak Roekhudin SE, Msi, Ak selaku Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya. 3. Ibu Grace Widijoko, SE, MSA, Ak selaku dosen pembimbing. 4. Bapak Zaki Baridwan, SE, MSi, Ak selaku dosen penguji I. 5. Lilik Purwanti, SE, MSi, Ak selaku dosen penguji II. 6. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. 7. Seluruh staf pengajaran Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. 8. Seluruh staf Pojok BEJ Brawijaya. 9. Papa dan Mama yang selalu memberi semangat dan doa. 10. Semua teman-teman yang ikut mendorong dan membantu penulis. 11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah bersimpati membantu dan memberi bantuan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih mempunyai banyak kekurangan. Untuk itu saran dan kritik tetap penulis harapkan sehingga menjadi lebih sempurna. Malang, 4 juli 2006 Penulis DAFTAR ISI Halaman Abstract...........................................................................................................i Abstrak............................................................................................................ii Kata Pengantar..............................................................................................iii Daftar Isi.........................................................................................................v Daftar Tabel....................................................................................................viii Daftar Gambar...............................................................................................ix Daftar Lampiran............................................................................................x BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang..........................................................................................1 1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................3 1.3. Motivasi Penelitian...................................................................................3 1.4. Batasan Masalah.......................................................................................4 1.5. Tujuan penelitian.......................................................................................4 1.6. Manfaat penelitian.....................................................................................5 BAB II. TINJAUAN LITERATUR dan PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1. Tinjauan Literatur.....................................................................................6 2.1.1. Teori Keagenan (Agency Theory)....................................................6 2.1.2. Teori Kepatuhan...............................................................................7 2.2. Pengembangan Hipotesis..........................................................................8 2.2.1. Penelitian Terdahulu........................................................................8 2.2.2. Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan ...........................................11 2.2.3. Rasio Gearing...................................................................................11 2.2.4. Profitabilitas.....................................................................................12 2.2.5. Ukuran Perusahaan..........................................................................13 2.2.6. Umur Perusahaan ............................................................................14 2.2.7. Item-Item Luar Biasa dan/atau Kontinjensi ....................................14 2.2.8. Struktur Kepemilikan.......................................................................15 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian..........................................................................................17 3.2. Populasi dan Pemilihan Sampel................................................................17 3.3. Data Penelitian..........................................................................................19 3.3.1. Jenis dan Sumber Data.....................................................................19 3.3.2. Metode Pengumpulan Data..............................................................20 3.4. Pengukuran Variabel.................................................................................20 3.5. Metode Analisis Data................................................................................22 3.5.1. Uji Asumsi Klasik............................................................................22 3.5.2. Pengujian Hipotesis..........................................................................23 3.5.2.1. Analisis Logit.......................................................................23 3.5.2.2. Marginal Effect....................................................................24 3.5.2.3. Uji Regresi Logit Keseluruhan............................................25 3.5.2.4. Uji Regresi Logit Parsial......................................................26 3.5.2.5. Goodness of Fit (2R)...........................................................28 BAB IV. HASIL PENELITIAN 4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian.........................................................29 4.2. Statistik Deskriptif....................................................................................30 4.3. Pengujian Asumsi Klasik..........................................................................32 4.3.1. Uji Normalitas.................................................................................33 4.3.2. Uji Non-Autokorelasi.......................................................................34 4.3.3. Uji Non-Kolinieritas Ganda (Multicolinearity)...............................35 4.3.4. Uji Non-Heteroskedastisitas............................................................36 4.4. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan.......................................................38 4.4.1. Uji Regresi Logit Keseluruhan........................................................38 4.4.1.1. Uji G.....................................................................................38 4.4.1.2. Uji Loglikehood...................................................................38 4.4.2. Uji Regresi Logit Parsial..................................................................39 4.4.2.1. Uji Wald...............................................................................39 4.4.2.2. Uji Kontribusi Masing-Masing Faktor.................................40 4.4.3. Goodness of Fit (R2)........................................................................41 4.4.4. Regresi Logistik Berganda...............................................................41 4.4.5. Marginal Effect................................................................................42 BAB V.KESIMPULAN,KETERBATASAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan...............................................................................................46 5.2. Keterbatasan..............................................................................................47 5.3. Saran..........................................................................................................48 Daftar Pustaka DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1. Nama Perusahaan yang Terpilih Sebagai Sampel ..........................18 Tabel 4.1. Deskriptive Statistic.......................................................................31 Tabel 4.2. Uji Normalitas Distribusi...............................................................34 Tabel 4.3. Pengujian Asumsi Autokorelasi Variabel GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (X5) dan OWN (X6) terhadap Ketepatan pelaporan (Y) 35 Tabel 4.4. Uji Multikolinearitas Value Inflation Factor (VIF).......................36 Tabel 4.5. Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas Variabel GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (D1), dan OWN (X5) Terhadap Absolut Residual (ABSU) dengan Menggunakan Uji Glejser....................37 Tabel 4.6. Hasil Uji G.....................................................................................38 Tabel 4.7. Analisis Regresi Logistik...............................................................39 Tabel 4.8. Kontribusi Masing-Masing Faktor.................................................40 Tabel 4.9. Hasil Analisis Regresi Logistik......................................................42 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1. Kerangka Pemikiran Teoritis......................................................16 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun 2004..............................1 Lampiran 2. Statistik Deskriptif.......................................................................4 Lampiran 3. Hasil Analisis Regresi Logistik Berganda...................................5 Lampiran 4. Uji Asumsi Klasik.......................................................................11 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (STUDI EMPIRIS: PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA) By: IG.A. Garindra Paniwinata Abstract This research aims is to know factors influencing timeliness of financial reporting pasca decision BAPEPAM Number: KEP-36/PM/2003 that is with testing whether there is difference between factors influencing timeliness of financial reporting before and after specified by Decision BAPEPAM Number: KEP-36/PM/2003 specifying deadline of financial reporting from 120 day become 90 day. Population of Research is 156 manufacture firms listed in Jakarta Stock Exchange year 2004. Amount of Sampel 70 manufacture firms selected by using method of simple random sampling. This research use data of sekunder coming from annual report of manufacture firms for year of book ending 31 December 2004 publicized in Jakarta Stock Exchange . Method used in analysing data that is logistic regression multivariate model. Result after existence of Decision of BAPEPAM Number: KEP-36/PM/2003 at level signifikan 10%, variable of age of firm (AGE) have an effect on by signifikan to timeliness of financial reporting with direction which are positive that is excelsior of AGE hence the excelsior also the reporting timeliness. While variable of ratio gearing (GEAR), profitability (PROFIT), size of firm (SIZE), extra ordinary item and/or kontijensi (EXTRA), and structure of ownership (OWN) not have an effect on to timeliness of financial statement reporting. Keyword: timeliness, Decision BAPEPAM Number: KEP-36/PM/2003, ratio gearing (GEAR), profitability (PROFIT), SIZE, AGE, extraordinary item and/or kontijensi (EXTRA), and structure of ownership (OWN). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (STUDI EMPIRIS: PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA) Oleh: IG.A. Garindra Paniwinata Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan pasca keputusan BAPEPAM Nomor: KEP-36/PM/2003 yaitu dengan menguji apakah ada perbedaan antara faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan sebelum dan setelah ditetapkan Keputusan BAPEPAM Nomor: KEP-36/PM/2003 yang menetapkan batas waktu pelaporan keuangan dari 120 hari menjadi 90 hari. Populasi penelitian adalah 156 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2004. Jumlah sampel 70 perusahaan manufaktur yang dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari annual report perusahaan-perusahaan manufaktur untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2004 yang dipublikasikan Bursa Efek Jakarta. Metode yang digunakan dalam menganalisis data yaitu model regresi logistik berganda. Hasil menunjukan bahwa setelah adanya Keputusan BAPEPAM Nomor: KEP-36/PM/2003 pada level signifikan 10%, variabel umur perusahaan (AGE) berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan dengan arah yang positif yaitu semakin tinggi AGE maka semakin tinggi pula ketepatan waktu pelaporan. Sedangkan variabel rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan. Kata Kunci: ketepatan waktu, Keputusan BAPEPAM Nomor: KEP- 36/PM/2003, rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN). 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal di Indonesia mengalami perkembangan yang ditandai dengan banyaknya jumlah perusahaan yang go-public dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Sejalan dengan itu, jumlah laporan yang disajikan oleh emiten juga semakin meningkat. Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk dasar pembuatan keputusan-keputusan ekonomi (Sutikno dan Sabeni, 2000:226). Banyak pihak yang percaya bahwa ketepatan waktu laporan (timeliness) merupakan karakteristik penting bagi laporan keuangan, pihak-pihak tersebut misalnya akuntan, manajer dan analis keuangan. Bahkan Asosiasi profesi akuntansi pada tahun 1954 telah melakukan penelitian, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ketepatan waktu pelaporan merupakan elemen pokok bagi catatan laporan keuangan yang memadai yang dikemukakan oleh Dyer dan McHugh (Bandi, 2000:67). Informasi yang disajikan tidak tepat waktu akan mengurangi atau bahkan menghilangkan kemampuannya sebagai alat bantu prediksi bagi pemakainya. Informasi yang tidak disajikan secara tepat pada saat dibutuhkan, tidak akan mempunyai nilai untuk dasar penentuan tindakan pada masa yang akan datang. Informasi yang tidak tepat waktu memang tidak menjamin bahwa informasi tersebut pasti merupakan informasi yang relevan. Namun informasi dikategorikan relevan bila informasi mempunyai tiga unsur nilai, yaitu (a) 2 informasi mempunyai nilai prediksi (predictive value), (b) informasi mempunyai umpan balik (feedback value), dan (c) tepat waktu (timelines). Jadi, suatu informasi mustahil merupakan informasi yang relevan tanpa tepat waktu dalam penyampaiannya. Oleh karena itu tepat waktu merupakan sebuah keharusan dalam publikasi laporan keuangan sehingga ada jaminan tentang relevansi informasi yang bersangkutan (Syafrudin, 2004:755). Dari segi regulasi di Indonesia bahwa tepat waktu merupakan kewajiban bagi perusahaan terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala. Pada tahun 1996, BAPEPAM mengeluarkan lampiran keputusan Ketua BAPEPAM No.80/PM/1996, yang mewajibkan bagi setiap emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan auditor independennya kepada BAPEPAM selambat-lambatnya 120 hari setelah tanggal laporan tahunan perusahaan. Namun sejak tanggal 30 September 2003, BAPEPAM semakin memperketat peraturan dengan dikeluarkannya lampiran surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 yang menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Ada beberapa penelitian yang merupakan suatu kajian literatur mengenai ketepatan waktu pelaporan dan hasilnya dikategorikan menjadi dua tipe (Saleh, 2004:898). Tipe pertama yang berkaitan dengan dampak ketepatan waktu pelaporan pada keragaman laba (Bandi, 2000; Syafrudin, 2004; Epriatin, 2002). Tipe kedua, yang berkaitan dengan pola keterlambatan laporan dan faktor-faktor 3 yang mempengaruhi perilaku pelaporan tepat waktu (Uliana, 1998; Na’im,1999; Saleh, 2004). Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan, maka penulis tertarik tipe kedua dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan, sehingga mengambil judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36/PM/2003 (STUDI EMPIRIS: PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA)”. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka pertanyaan utama yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah “Apakah faktor rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan manufaktur pasca perubahan peraturan BAPEPAM“. 1.3.Motivasi Penelitian Motivasi penulis adalah untuk menguji konsistensi penelitian Saleh (2004), dengan melakukan penelitian terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk tahun 2004. Dipilihnya perusahaan manufaktur dikarenakan mayoritas perusahaan yang terdaftar di BEJ adalah perusahaan manufaktur, sedangkan alasan dipilihnya periode waktu 2004 dalam 4 penelitian ini adalah karena pada tahun tersebut telah terjadi pergantian peraturan batas waktu penyampaian laporan keuangan kepada BAPEPAM dari 120 hari menjadi 90 hari, sehingga penulis tertarik untuk mengukur kembali faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar di BEJ semenjak diberlakukannya peraturan yang baru tersebut. 1.4. Batasan Masalah Dalam penelitian ini pembatasan akan lebih terpusat pada ketepatan waktu pelaporan yang menitik beratkan pada: 1. Faktor-faktor yang diduga akan berpengaruh terhadap ketepatan waktu adalah rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan. 2. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember: 2004. 1.5. Tujuan penelitian Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. 5 1.6. Manfaat penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk: 1. Bagi Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wacana bagi perkembangan studi akuntansi yang berkaitan dengan ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan. 2. Bagi Praktisi a. Bagi Manajemen Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya ketepatan waktu dalam melaporkan laporan keuangan perusahaan. b. Bagi Investor Hasil penelitian akan memberikan gambaran tentang pentingnya tepat waktu dalam melaporkan keadaan keuangan perusahaan. 3. Bagi Penelitian Yang Akan Datang Dapat membantu memberikan referensi bagi kemungkinan mengadakan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel lain yang mendukung. 6 BAB II TINJAUAN LITERATUR dan PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1. Tinjauan Literatur Teori yang mendukung penelitian ini yaitu teori agency dan teori kepatuhan. 2.1.1. Teori Keagenan (Agency Theory) Jensen dan Meckling (1976) dalam Masdupi (2005, 59) mendefinisikan teori keagenan sebagai hubungan antara agen (manajemen suatu usaha) dan principal (pemilik usaha). Di dalam hubungan keagenan terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih (principal) memerintah orang lain (agen) untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal dan memberi wewenang kepada agen untuk membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal. Informasi laporan keuangan yang disampaikan secara tepat waktu akan mengurangi asimetri informasi yang erat kaitannya dengan teori agency (Kim dan Verrechia, 1994) dalam (Saleh, 2004:897). Sehingga dalam hubungan keagenan, manajemen diharapkan dalam mengambil kebijakan perusahaan terutama kebijakan keuangan yang menguntungkan pemilik perusahaan. Bila keputusan manajemen merugikan bagi pemilik perusahaan maka akan timbul masalah keagenan (Ismiyanti dan Hanafi, 2004:176). Laporan akuntansi berupa laporan keuangan memang dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai pihak, termasuk manajemen perusahaan sendiri. Namun yang paling berkepentingan dengan laporan keuangan sebenarnya adalah para pengguna eksternal (diluar manajemen). Informasi akuntansi ini penting bagi 7 pengguna eksternal terutama sekali karena kelompok ini berada dalam kondisi yang paling besar ketidakpastiannya. Para pengguna internal (para manajamen memiliki kontak langsung dengan entitas atau perusahaannya dan mengetahui peristiwa-peristiwa signifikan yang terjadi., sehingga tingkat ketergantungannya terhadap informasi akuntansi tidak sebesar pengguna eksternal (Irfan, 2002:88). Sehingga untuk mengurangi asimetri informasi dan mencegah terjadinya konflik keagenan, sudah menjadi kewajiban bagi pihak manajemen untuk melaporkan laporan keuangan secara tepat waktu. 2.1.2. Teori Kepatuhan Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan waktu dalam penyampaian pelaporan keuangan perusahaan publik di Indonesia telah diatur dalam Surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala. Peraturan tersebut sesuai dengan teori kepatuhan (compliance theory) yang dikemukakan oleh Tyler (Saleh, 2004). Teori kepatuhan telah diteliti pada ilmu-ilmu sosial khususnya di bidang psikologis dan sosiologi yang lebih menekankan pada pentingnya proses sosialisasi dalam mempengaruhi perilaku kepatuhan seorang individu. Menurut Tyler (Saleh, 2004) terdapat dua perspektif dalam literatur sosiologi mengenai kepatuhan pada hukum, yang disebut instrumental dan normatif. Perspektif instrumental mengasumsikan individu secara utuh didorong oleh kepentingan pribadi dan tanggapan terhadap perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perilaku. Perspektif normatif berhubungan dengan apa yang orang anggap sebagai moral dan berlawanan dengan kepentingan pribadi mereka. 8 Seorang individu cenderung mematuhi hukum yang mereka anggap sesuai dan konsisten dengan norma-norma internal mereka. Komitmen normatif melalui moralitas personal (normative commitment through morality) berarti mematuhi hukum karena hukum tersebut dianggap sebagai suatu keharusan, sedangkan komitmen normatif melalui legitimasi (normative commitment through legitimacy) berarti mematuhi peraturan karena otoritas penyusun hukum tersebut memiliki hak untuk mendikte perilaku. 2.2. Pengembangan Hipotesis Hipotesis dikembangkan dari penelitian terdahulu yaitu berdasarkan enam (6) variabel independen antara lain: rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN). 2.2.1. Penelitian terdahulu Penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ yang dilakukan oleh Saleh (2004), menggunakan satu variabel dependen yaitu ketepatan waktu pelaporan keuangan dan enam variabel independen yaitu rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontijensi, dan struktur kepemilikan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu: 1. Variabel EXTRA secara signifikan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur dan mempunyai hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori atau hipotesisnya negatif. 9 Tanda negatif tersebut memberikan indikasi bahwa perusahaan akan cenderung terlambat menyampaikan laporan keuangan jika melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontijensi. 2. Variabel GEAR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur tetapi dapat menunjukkan hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori hipotesisnya negatif. Tanda negatif tersebut memberikan indikasi bahwa perusahaan akan cenderung terlambat menyampaikan laporan keuangan jika mempunyai kondisi rasio gearing yang tinggi. 3. Variabel SIZE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur tetapi dapat menunjukkan hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori hipotesisnya positif. Tanda positif mengindikasi bahwa perusahaan besar akan lebih cenderung untuk tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya dibanding dengan perusahaan kecil. 4. Variabel OWN tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur tetapi dapat menunjukkan hubungan tanda yang sesuai dengan logika teori atau hipotesisnya positif. Mengindikasi bahwa kepemilikan oleh outsider mempunyai kekuatan untuk menuntut dan mewajibkan pihak manajemen untuk menyampaikan informasi keuangan secara tepat waktu. 5. Variabel PROFIT tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur dan mempunyai tanda yang tidak sesuai dengan logika teori. Kesimpulan yang 10 didapat yaitu profitabilitas tidak secara signifikan mempengaruhi keterlambatan pelaporan keuangan. 6. Variabel AGE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur dan mempunyai tanda yang tidak sesuai dengan logika teori. Kesimpulannya bahwa umur perusahaan yang diukur berdasarkan tanggal listed perusahaan dipasar modal, tidak signifikan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Keenam variabel independen ini akan diujikan kembali untuk tahun yang berbeda yaitu tahun 2004 dalam jenis perusahaan yang sama yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, alasan melakukan pengujian kembali karena adanya perubahan peraturan mengenai batas waktu pelaporan laporan keuangan. Pada tahun 1996, BAPEPAM mengeluarkan lampiran keputusan Ketua BAPEPAM No.80/PM/1996, yang mewajibkan bagi setiap emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan auditor independennya kepada BAPEPAM selambat-lambatnya 120 hari setelah tanggal laporan tahunan perusahaan. Namun sejak tanggal 30 September 2003, BAPEPAM semakin memperketat peraturan dengan dikeluarkannya lampiran surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 yang menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Sehingga peneliti tertarik untuk menguji kembali bagaimana konsistensi keenam varibel tersebut setelah adanya peraturan baru. 11 2.2.2. Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Variabel Dependen) Ikatan Akuntan Indonesia (2002) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi yang relevan akan bermanfaat bagi para pemakai apabila tersedia tepat waktu sebelum pemakai kehilangan kesempatan atau kemampuan untuk mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Ketepatan waktu menunjukkan rentang waktu antara penyajian informasi yang diinginkan dengan frekuensi pelaporan informasi. Apabila informasi tidak disampaikan dengan tepat waktu akan menyebabkan informasi tersebut kehilangan nilai di dalam mempengaruhi kualitas keputusan. Dalam Regulasi informasi keuangan di Indonesia, pemerintah telah menetapkan struktur pengaturan informasi melalui UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya Bapepam bersama Bursa Efek Jakarta menetapkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 yang menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan. 2.2.3. Rasio Gearing (Variabel Independen) Rasio gearing merupakan salah satu rasio financial leverage. Dalam Weston dan Copeland (1995:238) bahwa rasio leverage mengukur tingkat aktiva perusahaan yang dibiayai oleh penggunaan hutang. Analisis rasio gearing merupakan salah satu analisis solvabilitas yang mengukur posisi keuangan dalam jangka panjang dan hasil operasinya. 12 Rumus: Rasio Gearing = )()tan(riModalSendiEquitygTotalHuDebt = Z kali Jika hasil yang didapat misalnya Z kali, maka berarti total pinjaman adalah Z kali dari modalnya sendirinya. Semakin tinggi rasio gearingnya, semakin besar perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Struktur modal yang tidak baik salah satunya jika jumlah hutang lebih besar daripada modal sendiri (Uliana, 1998). Kesulitan keuangan yang diproksi dengan gearing, mempunyai arah hubungan negatif yang mengandung arti semakin rendah variabel gearing maka semakin tinggi probabilitas perusahaan untuk tidak patuh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan tahunan (Agrianti, 2003:1193). Ha1 : Rasio gearing berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 2.2.4. Profitabilitas (Variabel Independen) Berdasarkan kesimpulan yang dinyatakan oleh Ang (1997) dalam (Saleh, 2004:899) bahwa rasio profitabilitas menunjukan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Penelitian yang dilakukan oleh Dyer dan Hugh (1975) dalam (Epriatin, 2002), pada perusahaan publik di Australia yang menyimpulkan bahwa laporan keuangan yang berisi kenaikan laba (penurunan rugi) diumumkan lebih awal dan laporan keuangan yang berisi penurunan laba (kenaikan rugi) lebih banyak ditunda. Penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh Ekawati (1997) dalam Epriatin (2002) yang menghubungkan keterlambatan publikasi laporan keuangan dengan atribut perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tingkat profitabilitas berpengaruh terhadap keterlambatan laporan keuangan serta menunjukkan hubungan yang positif. Dengan demikian maka perusahaan yang 13 melaporkan laba cenderung memiliki waktu publikasi laporan keuangan lebih cepat, sebaliknya, perusahaan yang melaporkan rugi cenderung memiliki waktu publikasi laporan keuangan yang lebih lambat. Manajemen berorientasi pada laba. Mereka mempunyai persepsi jika laporan laba merupakan gambaran utama untuk pengukuran kinerja manajemen. Persepsi para manajemen ini didukung juga dengan sistem pemberian reward bagi manajemen puncak yang ditentukan oleh aktivitas laba, karena hal ini maka pihak manajemen akan menunda publikasi berita buruk karena pihak manajemen ingin melanjutkan atau menyelesaikan berbagai kesepakatan atau kontrak dengan pemegang saham. Penundaan publikasi berita buruk berakibat pada kepatuhan perusahaan untuk penyampaikan laporan keuangan (Agrianti, 2003:1189). Ha2 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 2.2.5. Ukuran Perusahaan (Variabel Independen) Dyer dan McHugh (1975) dalam Saleh (2004) menemukan bukti empiris bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dengan ketepatan waktu pelaporan keuangan. Schwartz dan Soo (1996) dalam Saleh (2004) menemukan bukti empiris bahwa ukuran perusahaan secara signifikan berpengaruh terhadap ketidakpatuhan dan keterlambatan pelaporan keuangan. Sedangkan hasil penelitian Na’im (1999) menemukan bukti empiris bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan. Ha3 : Ukuran perusahaan (Size) berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 14 2.2.6. Umur Perusahaan (Variabel Independen) Siklus hidup perusahaan secara eksplisit mempunyai tujuan jangka panjang yaitu dapat menghasilkan keuntungan financial dan meningkatkan kinerja perusahaan. Owusu dan Ansah (2000) dalam Saleh (2004) menyatakan ketika sebuah perusahaan berkembang dan para akuntannya belajar lebih banyak masalah pertumbuhan, menyebabkan penundaan yang luar biasa dapat diminimalisasikan. Akibatnya perusahaan mapan yang memiliki umur lebih tua cenderung untuk menjadi lebih terampil dalam pengumpulan, pemrosesan dan menghasilkan informasi ketika diperlukan karena pengalaman belajar. Ha4 : Umur perusahaan (age) berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 2.2.7. Item-Item Luar Biasa dan/atau Kontinjensi (Variabel Independen) Item-item luar biasa mencerminkan suatu kejadian material yang tidak berulang-ulang yang timbul dari aktivitas bisnis atau ekonomi yang bukan merupakan bagian dari operasi normal perusahaan. Sedangkan item-item kontinjensi berkaitan dengan kondisi atau situasi pada tanggal neraca (balance sheet date), yang berpengaruh financialnya akan ditentukan oleh kejadian mendatang yang mungkin terjadi ataupun tidak (Saleh, 2004). Perusahaan-perusahaan yang melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontijensi lebih cenderung mengeluarkan laporan keuangan tahunannya lebih lambat jika dibandingkan perusahaan yang tidak melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontijensi (Owusu dan Ansah, 2000) dalam Saleh (2004:900). Ha5 : Item-item luar biasa dan/atau kontijensi berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 15 2.2.8. Struktur Kepemilikan (Variabel Independen) Struktur kepemilikan merupakan prosentase saham yang dimiliki oleh insider shareholder dan prosentase saham yang dimiliki oleh outsider shareholder (Masdupi, 2005). Mello dan Pearson (Saleh, 2004) menyatakan bahwa struktur kepemilikan sangat penting dalam menentukan nilai perusahaan. Terdapat dua aspek kepemilikan yang perlu dipertimbangkan yaitu kepemilikan oleh pihak luar dan kepemilikan oleh pihak dalam. Pemilik dari pihak luar dianggap berbeda dengan manajer, dimana kecil kemungkinannya pemilik dari pihak luar untuk terlibat dengan urusan bisnis perusahaan sehari-hari (Niehaus, 1989) dalam (Saleh, 2004). Dalam struktur kepemilikan bahwa pemilik perusahaan dari pihak luar mempunyai kekuatan yang besar untuk menekan manajemen dalam menyajikan informasi secara tepat waktu, karena ketepatan waktu pelaporan keuangan akan mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi. Ha6 : Struktur kepemilikan (ownership structure) berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 16 Intisari yang dapat diperoleh dari telaah pustaka diatas dapat dibuat Gambar 1 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah explanatory research, yaitu penelitian yang menyoroti hubungan antar variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya dengan fokus terletak pada penjelasan hubungan antar variabel. Jadi penelitian ini mencoba menjelaskan fenomena yang ada (Jogiyanto, 2004:12). 3.2. Populasi dan Pemilihan Sampel Populasi penelitian adalah 156 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2004. Untuk menentukan jumlah minimal sampel yang dibutuhkan dari populasi, akan digunakan rumus Slovin (Umar, 2002:141) seperti berikut: 21NeNn+= Dimana: n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir, dalam perhitungan menggunakan 1 %. Berdasarkan rumus diatas, maka perhitungan jumlah sampel minimal, yaitu: )01.0(1561156+=n = 60.93 = 61 18 Untuk memenuhi standar jumlah sampel minimal 61 perusahaan, maka dalam penelitian ini diambil 70 sampel dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Tabel 3.1 Nama Perusahaan yang Terpilih Sebagai Sampel NO NAMA PERUSAHAAN 1 PT Ades Alfindo Putrasetia Tbk 2 PT Aqua Golden Mississippi Tbk 3 PT Indofood Sukses Makmur Tbk 4 PT Sari Husada Tbk 5 PT Daya Sakti Unggul Tbk 6 PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk 7 PT Surabaya Agung Ind Pulp&Kertas Tbk 8 PT Lautan Luas Tbk 9 PT Sorini Corporation Tbk 10 PT Ekadharma Tape Industries Tbk 11 PT Berlina Tbk 12 PT Dynaplast Tbk 13 PT Fatrapolindo Nusa Industri Tbk 14 PT Langgeng Makmur Plastik Industry Tbk 15 PT Siwani Makmur Tbk 16 PT Summiplast Interbenua Tbk 17 PT Trias Sentosa Tbk 18 PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk 19 PT Alakasa Industrindo Tbk 20 PT Lion Metal Works Tbk 21 PT Tembaga Mulia Semanan Tbk 22 PT Arwana Citramulia Tbk 23 PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk 24 PT GT Kabel Indonesia Tbk 25 PT Kabelindo Murni Tbk 26 PT Astra Graphia Tbk 27 PT Multi Agro Persada Tbk 28 PT Gajah Tunggal Tbk 29 PT Astra International Tbk 30 PT Hexindo Adiperkasa Tbk 31 PT Indomobil Sukses Internasional Tbk 32 PT Intraco Penta Tbk 33 PT Multi Prima Sejahtera Tbk 34 PT Astra Otoparts Tbk 35 PT Modern Photo Film Company Tbk 36 PT Perdana Bangun Pusaka Tbk 19 37 PT Dankos Laboratories Tbk 38 PT Indofarma Tbk 39 PT Kalbe Farma Tbk 40 PT Merck Tbk 41 PT Mustika Ratu Tbk 42 PT Ever Shine Textile Industry Tbk 43 PT Karwell Indonesia Tbk 44 PT Multi Bintang Indonesia Tbk 45 PT BAT Indonesia Tbk 46 PT Davomas Tbk 47 PT Fajar Surya Wisesa Tbk 48 PT Ultrajaya Milk Ind & Trad.co.Tbk 49 PT Suparma Tbk 50 PT Daeyu Orchid Indonesia Tbk 51 PT Intan Wijaya Internasional Tbk 52 PT Goodyear Indonesia Tbk 53 PT Darya Varia Laboratoria Tbk 54 PT Pyridam Farma Tbk 55 PT Fast Food Indonesia Tbk 56 PT Eratex Djaja Limited Tbk 57 PT Fortune Mate Indonesia Tbk 58 PT Sepatu Bata Tbk 59 PT Ryane Adibusana Tbk 60 PT Tira Austenite Tbk 61 PT Branta Mulia Tbk 62 PT Mandom Indonesia Tbk 63 PT Cahaya Akbar Tbk 64 PT Komatsu Indonesia Tbk 65 PT Mayora Indah Tbk 66 PT Siantar Top Tbk 67 PT Ricky Putra Globalindo Tbk 68 PT Unilever Indonesia Tbk 69 PT Semen Cibinong Tbk 70 PT Pelangi Indah Canindo Tbk 3.3. Data Penelitian Data penelitian disini meliputi jenis dan sumber data serta metode pengumpulan data itu sendiri 3.3.1. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dipublikasikan dan sumber data dari Pojok BEJ Universitas Brawijaya. Adapun data sekunder berasal 20 dari annual report perusahaan-perusahaan manufaktur untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember: 2004. 3.3.2. Metode Pengumpulan Data Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara acak sederhana (simple random sampling). Penentuan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa populasi yang ada dikategorikan bersifat homogen sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. 3.4. Pengukuran Variabel 1. Variabel Dependen : Ketepatan Waktu (Time). Berdasarkan UU No.8 tahun 1995 dan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-36/PM/2003 bahwa perusahaan wajib meyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit selambat-lambatnya 90 hari setelah tahun buku berakhir atau batas terakhir penyampaian laporan tanggal 31 Maret tahun berikutnya. Perusahaan dikategorikan tidak tepat waktu apabila melaporkan setelah tanggal 31 Maret dan yang tepat waktu adalah yang melaporkan mulai dari berakhirnya tahun buku sampai dengan tanggal 31 Maret. Ketepatan diukur dengan menggunakan variabel dummy, dimana kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan kategori 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu. 2. Variabel Independen a. Rasio Gearing (GEAR) Rasio gearing yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perbandingan antara total jangka panjang dengan modal sendiri. Rumus: Rasio Gearing = )()tan(riModalSendiEquitygTotalHuDebt 21 b. Profitabilitas (PROFIT) Profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan return on asset (ROA), yang diukur berdasarkan model yang digunakan oleh Weston dan Copeland (1995) yaitu perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva. Rumus : ROA = aTotalAktivLabaBersih c. Ukuran Perusahaan (SIZE) Ukuran perusahaan ini menggunakan market value yaitu harga pasar dikalikan dengan jumlah saham beredar. Rumus: Market Value = Harga saham x Jumlah saham beredar. d. Umur Perusahaan (AGE) Idealnya umur perusahaan harusnya diukur berdasarkan tanggal pada saat berdirinya perusahaan yang bersangkutan. Namun umur perusahaan dalam penelitian ini menggunakan tanggal listed-nya perusahaan di pasar modal. AGE = Tanggal listed e. Item-item Luar Biasa dan/atau Kontingensi (EXTRA) Item-item luar biasa dan/atau kontinjensi yang dimaksud dalam penelitian ini diukur dengan variabel dummy, dimana kategori 0, untuk perusahaan yang tidak melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan kategori 1 untuk perusahaan yang melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi. f. Struktur Kepemilikan (OWN) Konsentrasi kepemilikan pihak luar dalam penelitian ini diukur dengan prosentase kepemilikan saham terbesar yang dimiliki oleh outsider ownership. OWN = % Kepemilikan saham oleh pihak luar 22 3.5. Metode Analisis Data Analisis yang digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan (time) adalah Logit Model. Analisis ini digunakan karena variabel dependen (Y) yang akan diuji berupa dummy yang hanya terdiri dari dua nilai yaitu melaporkan laporan keuangan secara tepat waktu atau tidak tepat waktu. 3.5.1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji ini dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel bebas dan variabel terikat mempunyai atau berasal dari distribusi normal atau tidak. (Gujarat,1997:66). b. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model analisis regresi menunjukan adanya hubungan linear antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi (Gujarati,1997:157). c. Uji gejala Autokorelasi Autokorelasi berarti terjadi korelasi antara anggota serangkaian observasi yang tersusun dalam rangkaian waktu (Time series). Untuk menguji adanya Autokorelasi digunakan metode Durbin Watson (Uji DW) dalam Gujarati,1997:201-224. d. Uji gejala Heteroskedastesitas Adalah suatu keadaan dimana masing-masing kesalahan pengganggu dari variabel bebas mempunyai varian yang berbeda. Bila terjadi heteroskedastesitas sedangkan asumsi lain terpenuhi maka model tidak lagi efisien. 23 3.5.2. Pengujian Hipotesis 3.5.2.1. Analisis Logit Model logit adalah model yang menggambarkan pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dimana Y merupakan data kualitatif yang berupa dummy sedangkan X dapat berupa campuran antara data kategori (dummy) maupun non kategori. Model logit merupakan logaritma dari perbandingan probabilitas suatu peristiwa yang terjadi dengan tidak terjadi. Bentuk lain dalam regresi dikenal dengan regresi logistik (logistic regression). Regresi logistik mempunyai kelebihan dibanding regresi biasa, yaitu dapat memprediksi besarnya probabilitas atas suatu peristiwa. Sedangkan untuk penelitian ini, dimana variabel terikatnya merupakan variabel dummy sedangkan variabel bebasnya adalah campuran, maka persamaan regresi adalah sebagai berikut: =⎟⎟⎠⎞⎜⎜⎝⎛−=iippLi1ln561544332211XDXXXXββββββα++++++ Keterangan: Li adalah logit ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan, nama logit berasal dari logaritma probabilitas yang dapat ditulis sebagai berikut: ααeePi+=1 Pi adalah probabilitas bahwa perusahaan melaporkan laporan keuangan tepat pada waktunya. 1-Pi adalah probabilitas bahwa perusahaan melaporkan laporan keuangan secara tidak tepat waktu. 24 Dimana : Jika perusahaan menyampaikan pelaporan tepat waktu = 1 Jika perusahaan menyampaikan pelaporan tidak tepat waktu = 0 α = Konstanta 61−β = Koefisien regresi 1X = Rasio Gearing (GEAR) 2X = Return on Asset (PROFIT) 3X = Market Value (SIZE) 4X = Tanggal listed perusahaan di pasar modal (AGE) 1D = Dummy item-item luar biasa dan/atau kontinjensi (EXTRA) Dimana : Jika perusahaan tidak melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi = 0 Jika perusahaan melaporkan melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi = 1 5X = Struktur kepemilikan saham perusahaan (OWN) 3.5.2.2. Marginal Effect Setelah diketahui nilai dari parameter β, maka perlu diketahui juga nilai pengaruh dari perubahan pada setiap variabel (Marginal effect). Perhitungan Marginal Effect yaitu: )1(/iijiPPXijP−=∂∂β Dimana: =jβKoefisien regresi ααeePi+=1 25 Pi adalah probabilitas bahwa perusahaan melaporkan laporan keuangan tepat pada waktunya. 1-Pi adalah probabilitas bahwa perusahaan melaporkan laporan keuangan secara tidak tepat waktu. Nilai marginal effect menunjukkan besarnya probabilitas atau peluang ketepatan waktu pelaporan keuangan atau ketidaktepatan waktu pelaporan keuangan dari setiap variabel yang berpengaruh, yaitu rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontijensi dan struktur kepemilikan. 3.5.2.3. Uji Regresi Logit Keseluruhan a. Uji G Uji G adalah uji seluruh model yaitu apakah semua parameter dapat dimasukkan kedalam model dengan melihat nilai –2 Loglikelihoodnya. Jika nilainya lebih besar dari pada nilai χ2 pada tabel maka dapat disimpulkan bahwa semua parameter dapat dimasukkan dalam model. Hipotesis yang digunakan dalam uji G adalah sebagai berikut: 0H: 0...21====pβββ 1H: sekurang-kurangnya terdapat satu 0=jβ Statistik uji yang digunakan adalah : ⎥⎦⎤⎢⎣⎡−=)()(ln2ModelBlikelihoodModelAlikelihoodG Model B : model yang hanya terdiri dari konstanta saja Model A : model yang terdiri dari seluruh variabel 26 G berdistribusi Khi kuadrat dengan derajat bebas p atau G~ akan ditolak jika >; 02.HpχG02.Hpχα= tingkat signifikansi. Jika ditolak, artinya model A signifikansi pada tingkat signifikansi 0Hα. b. Uji Loglikehood Untuk melihat keseluruhan model atau overall model fit, selain dengan uji G dapat juga dengan memperhatikan Log Likelihood. • Bila Log Likelihood pada Block Number = 0 lebih besar dari nilai Log Likelihood pada Block Number = 1 maka dapat dikatakan model regresi tersebut baik dan begitu sebaliknya. • Bila Log Likelihood pada Block Number = 0 lebih kecil dari nilai Log Likelihood pada Block Number = 1 maka dapat dikatakan model regresi tersebut tidak baik. 3.5.2.3. Uji Regresi Logit Parsial a. Uji Wald Hipotesis yang digunakan dalam uji wald adalah: 0H:1β= 0 untuk semua j tertentu; j = 0,1,2,…,p 1H:1β≠ 0 Statistik uji yang dilakukan adalah: 2)(⎥⎥⎦⎤⎢⎢⎣⎡=jjjSEWββ ; j = 0,1,2,..p Statistik ini berdistribusi Khi Kuadrat dengan derajat bebas 1 atau secara simbolis ditulis ~ jW21χ 0H ditolak jika >; dengan jW21.αχα adalah tingkat signifikansi yang dipilih. 27 Bila ditolak artinya parameter tersebut signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0Hα. b. Uji Tingkat Signifikansi Untuk menguji koefisien regresi dapat juga dengan melihat angka signifikansi. Pengujian hipotesisnya dilakukan dengan cara membandingkan tingkat signifikansi dengan nilai α yang dipilih. Dasar pengambilan keputusannya adalah nilai signifikansi secara statistik pada masing-masing variabel independen, dengan α = tingkat signifikansi yang dipilih yaitu: • Jika signifikansi < α, maka variabel independen tersebut benar-benar berpengaruh terhadap variabel dependen, dan begitu sebaliknya; • Jika signifikansi > α, maka variabel independen benar-benar tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. c. Korelasi Parsial (R) Statistik yang digunakan untuk menilai kontribusi masing-masing variabel adalah korelasi parsial (Partial Corelation = R) antara variabel terikat dengan masing-masing variabel bebas. Besarnya berkisar antara -1 sampai dengan +1. Nilai positif menunjukkan bahwa kenaikan nilai dari variabel tersebut berdampak pada kenaikan likelihood terjadinya peristiwa tersebut, demikian sebaliknya. Nilai R yang rendah menunjukkan bahwa kontribusi variabel tersebut rendah. (Partial Corelation = R) dapat ditentukan dengan rumus: ⎟⎟⎠⎞⎜⎜⎝⎛−−=)0(22LLKticWaldstatisR 28 Dimana: R = Koefisien korelasi parsial K = Banyaknya variabel bebas LL(0) = Likelihood yang didasarkan pada model tanpa memasukan variabel bebas 3.5.2.4. Goodness of Fit (2R) Goodness of Fit (2R) digunakan untuk mengetahui ukuran ketepatan model yang dipakai, yang dinyatakan dengan beberapa persen variabel tidak bebas dijelaskan oleh variabel bebas yang dimasukan dalam model logit. Sedangkan rumus untuk goodness of fit yang berdasarkan likelihood function ini adalah sebagai berikut: 01021log2)log2(log2LLLR−−−−= Dimana: =0L nilai maksimum likelihood function (fungsi probabilitas) jika semua koefisien (β) kecuali intersep (α) bernilai 0 1L = nilai dari likelihood function untuk semua parameter (α dan β) di dalam model 29 BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian Penelitian ini menggunakan ketepatan waktu pelaporan keuangan sebagai variabel dependen dengan enam variabel independen yaitu rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN). Ketepatan waktu sebagai variabel dependen diukur dengan menggunakan variabel dummy, dimana kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan kategori 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu. Sedangkan untuk variabel-variabel independent yaitu rasio gearing adalah perbandingan antara total jangka panjang dengan modal sendiri, profitabilitas menggunakan return on asset (ROA) yaitu perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva, ukuran perusahaan menggunakan market value yaitu harga pasar dikalikan dengan jumlah saham beredar, untuk umur perusahaan menggunakan tanggal listed-nya perusahaan di pasar modal, sedangkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi diukur dengan variabel dummy, dimana kategori 0, untuk perusahaan yang tidak melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan kategori 1 untuk perusahaan yang melaporkan item-item luar biasa dan/atau kontinjensi, dan yang terakhir kepemilikan pihak luar dalam penelitian ini diukur dengan prosentase kepemilikan saham terbesar yang dimiliki oleh outsider ownership. 30 Adapun variabel dependen dan keenam variabel independent merupakan data sekunder yang berasal dari annual report perusahaan-perusahaan manufaktur untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember: 2004 yang dipublikasikan Pojok BEJ Universitas Brawijaya. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 perusahaan manufaktur yang listed di BEJ yang dipilih secara acak dari populasi yang ada sebanyak 156 perusahaan manufaktur. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh rasio gearing, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, item-item luar biasa dan/atau kontinjensi dan struktur kepemilikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. 4.2. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dalam penelitian pada dasarnya merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan. Statistik deskriptif umumnya digunakan untuk memberi informasi mengenai karakteristik dari variabel penelitian (Jogiyanto, 2004:163). Dalam penelitian ini ukuran dan deskriptif dari sampel penelitian terlihat dalam tabel 4.1 31 Tabel 4.1. Descriptive Statistics70.001.00.9286.2594070-218.60117.70.658930.5332170-1.4417.22.25792.06803701970.003831450335039.1588623.27724702.0027.0010.84295.3855370.001.00.1000.3021770.5678.6025.907415.7546770TIME (Y)GEAR (X1)PROFIT (X2)SIZE (X3)AGE (X4)EXTRA (D1)OWN (X5)Valid N (listwise)NMinimumMaximumMeanStd. Deviation sumber; data sekunder yang telah diolah, 2006 1. Jumlah Data Statistik (N) Jumlah data statistik adalah jumlah data yang dimasukan dan diolah dalam penelitian. Sedangkan dalam penelitian ini digunakan 70 buah data statistik yang diambil dari laporan tahunan perusahaan yang dijadikan sampel penelitian yaitu tahun 2004, terdiri atas variabel-variabel rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN). 2. Mean Mean merupakan suatu nilai untuk mengetahui suatu kecenderungan terpusat dari kelompok data. Mean disini adalah nilai total dibagi dengan jumlah kejadiannya. Dalam tabel 4.1. tampak bahwa rasio gearing (GEAR) memiliki rata-rata sebesar 0.6589, profitabilitas (PROFIT) memiliki rata-rata sebesar 0.2579, ukuran perusahaan (SIZE) memiliki rata-rata sebesar 335039.1, umur perusahaan (AGE) memiliki rata-rata sebesar 10.8429, item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA) memiliki rata-rata sebesar 0.1000, dan struktur kepemilikan (OWN) memiliki rata-rata sebesar 25.9074. 32 3. Deviasi Standar Deviasi standar merupakan pengukur rata-rata penyimpangan masing-masing item data terhadap nilai yang diharapkan. Deviasi standar masing-masing variabel adalah sebagai berikut: variabel rasio gearing (GEAR) sebesar 30.53321, profitabilitas (PROFIT) sebesar 2.06803, ukuran perusahaan (SIZE) sebesar 5888623.27724, umur perusahaan (AGE) sebesar 5.38553, item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA) sebesar 0.30217, dan struktur kepemilikan (OWN) sebesar 15.75467. 4. Nilai Minimum dan Maksimum Nilai minimum disini untuk mengetahui nilai terendah dari masing-masing variabel sedangkan nilai maksimum untuk mengetahui nilai tertinggi dari masing-masing variabel. Dari tabel 4.1. tampak bahwa nilai maksimum dan nilai minimum dari rasio gearing (GEAR) adalah 117.70 dan -218.60, nilai maksimum dan nilai minimum dari profitabilitas (PROFIT) adalah 17.22 dan -1.44, nilai maksimum dan nilai minimum dari ukuran perusahaan (SIZE) adalah 3831450 dan 1970.0, nilai maksimum dan nilai minimum dari umur perusahaan (AGE) adalah 27.00 dan 2.00, nilai maksimum dan nilai minimum dari item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA) adalah 1.00 dan 0.00, dan nilai maksimum dan nilai minimum dari struktur kepemilikan (OWN) adalah 78.6 dan 0.56. 4.3. Pengujian Asumsi Klasik Salah satu syarat untuk bisa menggunakan persamaan regresi berganda adalah terpenuhinya asumsi klasik. Untuk mendapatkan nilai pemeriksa yang 33 tidak bias dan efisien (Best Linear Unbias Estimator/BLUE) dari satu persamaan regresi berganda dengan metode kuadrat terkecil (Least Squares) perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui model regresi yang dihasilkan memenuhi persyaratan asumsi klasik. Persyaratan asumsi klasik yang harus dipenuhi adalah: 1. Uji Normalitas. Artinya, dalam sebuah model regresi, variabel bebas dan variabel terikat mempunyai atau berasal dari distribusi normal. 2. Non-multikolinearitas. Artinya, antara variabel independen yang satu dengan variabel yang lain dalam model regresi tidak saling berhubungan secara sempurna atau mendekati sempurna. 3. Homoskedastisitas. Artinya, varians variabel independen adalah konstan (sama) untuk setiap nilai tertentu variabel independen. 4. Non-autokorelasi. Artinya, bahwa kesalahan atau gangguan yang masuk ke dalam fungsi regresi populasi adalah random atau tak berkorelasi. Dalam penelitian ini digunakan empat buah alat uji yaitu : 4.3.1. Uji Normalitas Uji ini dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel bebas dan variabel terikat mempunyai atau berasal dari distribusi normal atau tidak. (Gujarat,1997:66). Untuk menguji apakah sampel penelitian merupakan jenis distribusi normal maka digunakan pengujian Kolmogorov-Smirnov Goodness of Fit Test terhadap masing-masing variabel. Hasil pengujian untuk membuktikan distribusi normal dapat dicermati pada tabel 4.2 berikut: 34 Tabel 4.2 Uji Normalitas Distribusi Variabel K-S Z* 2 tailed p.** Pengaruh GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (D1), dan OWN (X5) terhadap Ketepatan pelaporan (Y) 2.379 0.000 Keterangan: *K-S Z : Kolmogorov-Smirnov test Z **2 tailed p. : Asymp. Sig. 2-tailed Pada tabel Kolmogorov-Smirnov Test (lampiran 5) didapatkan nilai signifikansi residualnya sebesar 0.000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%), maka dapat disimpulkan bahwa model tersebut tidak normal, namun tetap bisa dilakukan dengan Model regresi logistik berganda. Asumsi distribusi normal berganda tidak dapat dipenuhi karena variabel bebas merupakan campuran antara variabel kontinyu (metrik) dan kategorial (nonmetrik). Dalam hal ini dapat dianalisis dengan model regresi logistik berganda karena tidak perlu asumsi normalitas pada variabel bebasnya. Jadi regresi berganda umumnya dipakai jika asumsi distribusi normal berganda tidak dipenuhi (Ghozali, 2001:120). 4.3.2. Uji Non-Autokorelasi Asumsi autokorelasi didefinisikan sebagai terjadinya korelasi diantara data pengamatan, dimana munculnya suatu data dipengaruhi oleh data sebelumnya (Gujarati,1997: 201). Adanya suatu autokorelasi bertentangan dengan salah satu asumsi dasar dari regresi berganda yaitu tidak adanya korelasi diantara galat acaknya. Artinya 35 jika ada autokorelasi maka dapat dikatakan bahwa koefisien korelasi yang diperoleh kurang akurat. Untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson yang bisa dilihat dari hasil uji regresi berganda. Secara konvensional dapat dikatakan bahwa suatu persamaan regresi dikatakan telah memenuhi asumsi autokorelasi jika nilai dari uji Durbin Watson mendekati dua atau lebih. Berikut hasil perhitungan DW dengan menggunakan regresi : Tabel 4.3 Pengujian Asumsi Autokorelasi Variabel GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (X5) dan OWN (X6) terhadap Ketepatan pelaporan (Y) dl du 4-du 4-dl dw Interprestasi Nilai 1.31 1.61 2.39 2.69 1.861 Tidak ada autokorelasi Sumber data : Data Primer yang diolah Keterangan : - Jumlah data (observasi) = 70 - Dependent Variabel Y - Nilai dl dan du pada level 5 % dengan K = 6, N=70 (Lihat Gujarati, 1997:401) Jika dilihat pada tabel 4.3. Pengujian Asumsi Autokorelasi (Lampiran 5), maka tidak ada korelasi serial diantara disturbance terms, sehingga variabel tersebut independen (tidak ada autokorelasi) yang ditunjukkan dengan du < dw< 4-du ( 1.61 < 1.861 < 2.39). 4.3.3. Uji Non-Kolinieritas Ganda (Multicolinearity) Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas dapat dilihat dari Value Inflation Factor (VIF). Apabila nilai VIF >10 maka terjadi multikolinearitas. Dan 36 sebaliknya apabila VIF<10 data-blogger-escaped--="" data-blogger-escaped-1.003="" data-blogger-escaped-1.005="" data-blogger-escaped-1.017="" data-blogger-escaped-1.034="" data-blogger-escaped-1.124="" data-blogger-escaped-1.135="" data-blogger-escaped-10.="" data-blogger-escaped-1997:177="" data-blogger-escaped-2000:27="" data-blogger-escaped-37="" data-blogger-escaped-4.3.4.="" data-blogger-escaped-4.4.="" data-blogger-escaped-4.4="" data-blogger-escaped-5="" data-blogger-escaped-70="" data-blogger-escaped-:="" data-blogger-escaped-ada="" data-blogger-escaped-adalah="" data-blogger-escaped-age="" data-blogger-escaped-akan="" data-blogger-escaped-antar="" data-blogger-escaped-asumsi="" data-blogger-escaped-atau="" data-blogger-escaped-aturan="" data-blogger-escaped-bahwa="" data-blogger-escaped-berikut:="" data-blogger-escaped-bertentangan="" data-blogger-escaped-bila="" data-blogger-escaped-dalam="" data-blogger-escaped-dapat="" data-blogger-escaped-dari="" data-blogger-escaped-dasar="" data-blogger-escaped-data="" data-blogger-escaped-dengan="" data-blogger-escaped-dependent="" data-blogger-escaped-digunakan="" data-blogger-escaped-dilakukan="" data-blogger-escaped-diolah="" data-blogger-escaped-diperoleh="" data-blogger-escaped-disebut="" data-blogger-escaped-disimpulkan="" data-blogger-escaped-ditunjukkan="" data-blogger-escaped-efisien.="" data-blogger-escaped-extra="" data-blogger-escaped-factor="" data-blogger-escaped-gear="" data-blogger-escaped-glejser.="" data-blogger-escaped-hasil="" data-blogger-escaped-heterosdastisitas="" data-blogger-escaped-heteroskedastisitas="" data-blogger-escaped-homoskedastisitas="" data-blogger-escaped-indikasi="" data-blogger-escaped-inflation="" data-blogger-escaped-ini="" data-blogger-escaped-jumlah="" data-blogger-escaped-kecil="" data-blogger-escaped-keterangan="" data-blogger-escaped-koefisien-koefisien="" data-blogger-escaped-kolinearitas="" data-blogger-escaped-kurang="" data-blogger-escaped-lampiran="" data-blogger-escaped-lebih="" data-blogger-escaped-liman="" data-blogger-escaped-linier="" data-blogger-escaped-lolos="" data-blogger-escaped-main="" data-blogger-escaped-maka="" data-blogger-escaped-melakukan="" data-blogger-escaped-mengakibatkan="" data-blogger-escaped-menguji="" data-blogger-escaped-menjadi="" data-blogger-escaped-multikolinearitas="" data-blogger-escaped-multikolineritas="" data-blogger-escaped-nilai="" data-blogger-escaped-non-heteroskedastisitas="" data-blogger-escaped-observasi="" data-blogger-escaped-own="" data-blogger-escaped-pada="" data-blogger-escaped-penaksiran="" data-blogger-escaped-penelitian="" data-blogger-escaped-pengamatan="" data-blogger-escaped-penjelas="" data-blogger-escaped-primer="" data-blogger-escaped-profit="" data-blogger-escaped-regresi="" data-blogger-escaped-residual="" data-blogger-escaped-salah="" data-blogger-escaped-sama="" data-blogger-escaped-satu="" data-blogger-escaped-sebagai="" data-blogger-escaped-semestinya.="" data-blogger-escaped-semua="" data-blogger-escaped-seperti="" data-blogger-escaped-size="" data-blogger-escaped-sumber="" data-blogger-escaped-t-hitung="" data-blogger-escaped-tabel="" data-blogger-escaped-telah="" data-blogger-escaped-terjadi="" data-blogger-escaped-terjadinya="" data-blogger-escaped-tidak="" data-blogger-escaped-ujarati="" data-blogger-escaped-uji="" data-blogger-escaped-untuk="" data-blogger-escaped-value="" data-blogger-escaped-variabel="" data-blogger-escaped-variasi="" data-blogger-escaped-varibel="" data-blogger-escaped-vif="" data-blogger-escaped-y="" data-blogger-escaped-yaitu="" data-blogger-escaped-yang=""> t-tabel berarti terjadi heterosdastisitas namun sebaliknya apabila nilai t-hitung < t-tabel maka akan terjadi homoskedastisitas. Tabel 4.5 Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas Variabel GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (D1), dan OWN (X5) Terhadap Absolut Residual (ABSU) Dengan Menggunakan Uji Glejser Variabel Bebas T hitung Sig Interprestasi GEAR (X1) -0.223 0.824 homoskedastisitas PROFIT (X2) -0.716 0.477 homoskedastisitas SIZE (X3) 1.244 0.218 homoskedastisitas AGE (X4) -1.024 0.204 homoskedastisitas EXTRA (D1) 0.954 0.344 homoskedastisitas OWN (X5) -1.580 0.119 homoskedastisitas Sumber data : Data Primer yang diolah Keterangan : - Jumlah data (observasi) = 70 - Nilai Ttabel : α = 5% = 1.98 (lihat Gujarati, 1997:392) - Dependent Variabel Absolut Residual (ABSU) Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (D1), dan OWN (X5)) Terhadap Absolut Residual (ABSU) tidak terjadi heterosdastisitas dengan ditunjukkan Thitung lebih kecil dari Ttabel.(lampiran 5). 38 4.4. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan 4.4.1. Uji Regresi Logit Keseluruhan 4.4.1.1. Uji G Uji G adalah uji seluruh model yaitu untuk mengetahui apakah semua parameter dapat dimasukkan kedalam model dengan melihat nilai –2 Loglikelihoodnya. Jika nilainya lebih besar dari pada nilai χ2 pada tabel maka dapat disimpulkan bahwa semua parameter dapat dimasukkan dalam model. Tabel 4.6 Hasil Uji G Step -2 Loglikehood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square 1 22.428 0.177 0.439 Sumber; Data Primer diolah, 2006 Tabel 4.6 (lampiran 4) menunjukkan bahwa nilai –2 Loglikelihoodnya adalah 22.428 dimana nilai tersebut lebih besar dari pada nilai χ2 pada tabel (22.428 > 10.828) sehingga Ho ditolak dan H1 diterima artinya semua variabel bisa dimasukan kedalam tabel. 4.4.1.2. Uji Loglikehood Menilai keseluruhan model (overall model fit) dapat juga dengan melihat nilai Log likelihood pada Block Number. Bila Log likelihood pada Block Number = 0 lebih besar dari nilai Log likelihood pada Block Number = 1, maka dapat dikatakan model regresi tersebut baik dan begitu juga sebaliknya jika Log likelihood pada Block Number = 0 lebih kecil dari nilai Log likelihood pada Block Number = 1, maka dapat dikatakan model regresi tersebut kurang baik. Pada lampiran 4, dapat diketahui bahwa nilai Log likelihood pada Block Number 39 = 0 adalah 36.025 sedangkan nilai Block Number = 1 adalah 22.428. ini berarti terjadi penurunan sehingga dapat dikatakan model regresi tersebut baik. 4.4.2. Uji Regresi Logit Parsial 4.4.2.1. Uji Wald Uji Wald ini digunakan untuk menguji signifikan koefisien logistik yang dilakukan dengan cara membandingkan atau melihat besarnya statistik wald yang diperoleh dari analisis regresi dengan tabel Chi-Square pada derajat bebas 1 dan taraf kepercayaan 95% seperti tabel dibawah ini. Tabel 4.7. Uji Analisis Regresi Logistik Variabel Wald signifikan Chi Square Pada α = 5% X1 0.952 0.329 X2 0.011 0.917 X3 1.796 0.180 X4 3.776 0.052 D1 0.509 0.476 X5 0.471 0.492 2.70 Sumber : Data Primer diolah, 2006 Tabel 4.7 (lampiran 4) menunjukkan variabel yang signifikan pada α = 10% adalah variabel AGE (X4). Dimana dari perhitungan diperoleh nilai statistik Wald yang lebih besar dari 2.70 sehingga Ho ditolak artinya parameter tersebut signifikan secara statistik pada α = 10% 40 4.4.2.2. Uji Kontribusi Masing-Masing Faktor Statistik yang digunakan untuk mengukur asosiasi antara sebuah variabel tak bebas dengan sebuah variabel bebas, dengan mempertimbangkan pengaruh variabel bebas lainnya, disebut korelasi parsial yang dinyatakan dengan simbol R. Tabel 4.8 Kontribusi Masing-Masing Faktor Variabel Wald -2 Log Likelihood R X1 0.952 0.496 X2 0.011 0.517 X3 1.796 0.477 X4 3.776 0.428 D1 0.509 0.506 X5 0.471 22.428 0.507 Sumber : Data Primer diolah, 2006 Tabel 4.8 menunjukkan hasil kontribusi dari masing-masing faktor yang signifikan terhadap ketepatan pelaporan. Untuk menentukan faktor yang paling dominan dari nilai koefisien korelasi yang paling kecil. Hal ini disebabkan hasil dari perhitungan sebelum diakarkan bernilai negatif, sehingga nilai negatif tersebut dijadikan nilai positif, baru diakarkan sehingga dihasilkan nilai koefisien korelasi (R), karena secara matematis kriteria pengambilan keputusan untuk mencari faktor yang paling dominan menjadi terbalik, maka faktor yang mempunyai nilai koefisien korelasi yang paling kecil merupakan faktor yang paling dominan terhadap ketepatan pelaporan. 41 Dari perhitungan diatas dapat dilihat bahwa kontribusi masing-masing variabel berbeda-beda. Dimana nilai koefisien korelasi yang paling kecil AGE (X4) sebesar 0.428. 4.4.3. Goodness of Fit (R2) Goodness of Fit (R2) digunakan untuk mengetahui ukuran ketepatan model yang dipakai, yang dinyatakan dengan beberapa persen variabel tak bebas dijelaskan oleh variabel bebas yang dimasukkan ke dalam model logit. Nilai R2 pada paket program SPSS ditunjukkan dengan nilai Negelkerke yaitu sebesar 0.439. Artinya variabel-variabel bebas yang berpengaruh terhadap keputusan variabel tak bebas sebesar 43.9 % dan sebesar 56.1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. 4.4.4. Regresi Logistik Berganda Pembahasan Hasil Penelitian pengaruh GEAR (X1), PROFIT (X2), SIZE (X3), AGE (X4), EXTRA (D1), dan OWN (X5) terhadap ketepatan pelaporan (Y). Dari hasil pendugaan fungsi logit ketepatan pelaporan (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut : 42 Tabel 4.9 Hasil Analisis Regresi Logistik Variabel Keterangan B S.E Wald sign X1 GEAR 0.052 0.053 0.952 0.329 X2 PROFIT 0.200 1.914 0.011 0.917 X3 SIZE -0.000 0.000 1.796 0.180 X4 AGE 0.391 0.201 3.776 0.052 D1 EXTRA -1.166 1.635 0.509 0.476 X5 OWN 0.038 0.055 0.471 0.492 α (Konstanta) -0.320 1.659 0.037 0.847 Keterangan : - Jumlah data = 70 * signifikan pada level 10 % Hasil koefisien regresi yang diperoleh dapat dibuat persamaan regresi logistik sebagai berikut : LnPP−1= -0.320 + 0.052X1 + 0.200X2 - 0.000002X3 + 0.391X4 -1.166D1 + 0.038X5 4.4.5. Marginal Effect Setelah diketahui nilai dari parameter β, dan juga probilitas dari keseluruhan variabel (P), maka perlu diketahui juga nilai pengaruh dari perubahan pada masing-masing variabel (marginal effect). Nilai marginal effect dari variabel Umur perusahaan (AGE) yaitu: 320.0320.0178.21178.2−−+=iP = 0.57921255 1-= 0.42078745 iP Marginal Effect = 0.391 x (0.42078745 x 0.57921255) = 0.226377 43 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan pelaporan : 1. GEAR Pada level signifikan 10 %, variabel GEAR memiliki nilai sign sebesar 0.329. Nilai ini lebih besar dari 0.1 (0.329 > 0.1). Dengan demikian pengujian menunjukkan H1o tidak ditolak dan H1a ditolak. Hasil ini memperlihatkan bahwa variabel GEAR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan pelaporan. 2. PROFIT Variabel PROFIT memiliki nilai sign sebesar 0.917, nilai ini lebih besar dari 0.1 (0.917 > 0.1). Hal ini menunjukkan bahwa H2o tidak ditolak dan H2a ditolak, hasil ini memperlihatkan bahwa variabel PROFIT tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan pelaporan. 3. SIZE Untuk faktor SIZE formal memiliki nilai sign sebesar 0.180, nilai ini lebih besar dari 0.1 (0.180 > 0.1), Hal ini menunjukkan bahwa H3o tidak ditolak dan H3a ditolak, berarti bahwa variabel SIZE formal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan pelaporan. 4. AGE Untuk variabel AGE memiliki nilai sign sebesar 0.052, nilai ini lebih kecil dari 0.1 (0.052 < 0.1), dari pengujian diatas menunjukkan H4o ditolak dan H4a tidak ditolak sehingga hasil ini memperlihatkan bahwa variabel AGE berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan pelaporan. Untuk perhitungan nilai marginal effect, dapat diketahui bahwa AGE memberikan pengaruh yang positif terhadap ketepatan pelaporan. Hal ini dapat dilihat dari nilai marginal effect yaitu sebesar 0.226377, dimana setiap 44 peningkatan AGE, maka akan menyebabkan ketepatan pelaporan meningkat sebesar 0.226377. Hal ini berarti semakin tinggi AGE maka semakin tinggi ketepatan pelaporan. 5.EXTRA Untuk variabel EXTRA memiliki nilai sign sebesar 0.476, nilai ini lebih besar dari 0.1 (0.476 > 0.1), dari pengujian diatas menunjukkan H5o tidak ditolak dan H5a ditolak sehingga hasil ini memperlihatkan bahwa variabel EXTRA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan pelaporan. 6.OWN Untuk variabel OWN memiliki nilai sign sebesar 0.492, nilai ini lebih besar dari 0.1 (0.492 > 0.1), dari pengujian diatas menunjukkan H6o tidak ditolak dan H6a ditolak sehingga hasil ini memperlihatkan bahwa variabel OWN tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan pelaporan. Dari interpretasi diatas, dapat disimpulkan bahwa dari keenam variabel yang diujikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan menghasilkan satu variabel yang berpengaruh secara signifikan yaitu variabel umur perusahaan (AGE) dengan arah yang positif yaitu semakin tinggi umur perusahaan maka semakin tinggi ketepatan pelaporan. Artinya disini semakin tua umur perusahaan maka cenderung untuk menjadi lebih terampil dalam pengumpulan, pemrosesan dan menghasilkan informasi ketika diperlukan karena pengalaman belajar. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Owusu dan Ansah (2000) yang menyatakan ketika sebuah perusahaan berkembang dan para akuntannya belajar lebih banyak masalah pertumbuhan, menyebabkan penundaan yang luar biasa dapat diminimalisasikan. Hal ini berarti tidak mendukung penelitian Saleh (2000) yang 45 menyatakan bahwa umur perusahaan (AGE) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan dengan arah negatif yaitu semakin tua umur perusahaan maka semakin tidak tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangan. 46 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Tujuan utama dari studi ini adalah membuktikan pengaruh variabel-variabel rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), ukuran perusahaan (SIZE), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN) terhadap ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan pasca keputusan BAPEPAM Nomor: KEP-36/PM/2003. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Logistik Berganda, uji G dan Uji Wald dalam pengujian hipotesis, dengan sampel 70 perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur menurut klasifikasi Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Hasil yang dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis tersebut dan setelah adanya keputusan BAPEPAM Nomor: KEP-36/PM/2003 mengenai perubahan batas waktu pelaporan laporan keuangan dari 120 hari menjadi 90 hari, bahwa variabel umur perusahaan (AGE) yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan sedangkan variabel rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan. 2. Angka Ajusted R Square (Koefisien determinan) sebesar 0.439 artinya variabel-variabel bebas yang berpengaruh terhadap keputusan variabel tak 47 bebas sebesar 43.9 % dan sebesar 56.1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. 3. Dari hasil analisis regresi logistik berganda diperoleh bahwa AGE berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan sesuai dengan penelitian Owusu dan Ansah (2000). Sedangkan variabel rasio gearing (GEAR), profitabilitas (PROFIT), umur perusahaan (AGE), item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA), dan struktur kepemilikan (OWN) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan sesuai dengan penelitian Saleh (2004). Untuk item-item luar biasa dan/atau kontijensi (EXTRA) yang tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan sesuai dengan penelitian owunu dan Ansah (2000). 4. Faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan adalah faktor umur perusahaan (AGE) yang dapat dilihat dari hasil kontribusi dari masing-masing faktor yang signifikan terhadap ketepatan pelaporan. Untuk menentukan faktor yang paling dominan dari nilai koefisien korelasi yang paling kecil. Dari perhitungan diatas dapat dilihat bahwa kontribusi masing-masing variabel berbeda-beda. Dimana nilai koefisien korelasi yang paling kecil AGE (X4) sebesar 0.428. 5.2. Keterbatasan Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain: 1. Penelitian ini hanya terbatas pada menguji konsistensi faktor-faktor sebelum dan sesudah adanya keputusan BAPEPAM Nomor: KEP-36/PM/2003 48 sehingga belum memasukan faktor-faktor lain seperti kompleksitas operasional perusahaan. 2. Penelitian ini hanya terbatas pada perusahaan-perusahaan manufaktur sehingga generalisasi hasil temuan dan rekomendasi penelitian ini kurang dapat diberlakukan untuk obyek penelitian di luar perusahaan manufaktur. 5.3. Saran Beberapa saran yang dapat disampaikan untuk penelitian-penelitian berikutnya yaitu: 1. Diharapkan penelitian mendatang dapat memperluas atau menambah sampel penelitian dari seluruh perusahaan yang terdaftar di BEJ dengan periode pengamatan yang lebih panjang. 2. Diharapkan penelitian mendatang dapat memasukkan faktor-faktor lain yang kiranya berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. 49 DAFTAR PUSTAKA Agrianti, (2003). Faktor-Faktor yang Menentukan Kepatuhan Perusahaan Publik terhadap Regulasi Informasi di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi VI. Pp. 1187-1196. Aliman. (2000). Modul Ekonometrika Terapan. Makalah disampaikan dalam Pelatihan Metodologi Empiris. PAU Studi Ekonomi UGM. Yogyakarta, 6- 10 Maret. Bandi, (2000). Ketepatan Waktu atas Laporan Keuangan Perusahaan Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi III. Pp.66-77. ______.(2004). “Indonesian Capital Market Directory”. Epriatin, L. (2002). Analisis Hubungan antara Kandungan Informasi dalam Laporan Keuangan dengan Waktu Publikasi Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Bursa Efek Jakarta. Skripsi (S1), Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. Ghozali, I.(2001). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Pertama. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gujarati, D. (1978). Ekonomika Dasar. Terjemahan Zain, S. (1997) Penerbit Erlangga. Indriantoro, N, dan Supomo. B. (1998). Metodologi Penelitian untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. BPFE. Irfan, A. (2002). Pelaporan Keuangan dan Asimetri Informasi dalam Hubungan Agensi. Lintasan Ekonomi. Vol. XIX, No.2, Pp. 83-93. Ismiyanti, F. dan Hanafi, M. (2004). Struktur Kepemilikan, Risiko, dan Kebijakan Keuangan: Analisis Persamaan Simultan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 19, No. 2, Pp. 176-196. Jogiyanto,H.M. (2004). Metodologi Penelitian Bisnis, Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Cetakan Pertama. BPFE.Yogyakarta. Masdupi, E. (2005). Analisis Dampak Struktur Kepemilikan pada Kebijakan Hutang dalam Mengontrol Konflik Keagenan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol.20. No.1. Pp. 57-69. Na’im, A. (1999). Nilai Informasi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan: Analisis Empirik Regulasi Informasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.14.No.2.Pp.85-100. 50 Saleh, R. (2004). Studi Empiris Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi VII. Pp.897-910. Sovie, M.R. (2005). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris: Perusahaan manufaktur dan Finansial). Skripsi (S1), Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. Sutikno, I dan Sabeni, A. (2000). Evaluasi terhadap Relevansi, Reabilitas, dan Komparabilitas Laporan Keuangan: Studi Empiris pada Perusahaan ‘Go Publik’ di BEJ. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol.2.No.3.Pp 225-229. Syafrudin. (2004). Pengaruh Ketidaktepatwaktuan Penyampaian Laporan Keuangan Pada Earning Response Coefisient: Studi di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi VII. Pp.754-776. Uliana, I. (1998). Analisis Hubungan Gearing Rasio dengan Laba yang Diraih Perusahaan Multifinance. Skripsi (S1), Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. Umar, H. (2002). Metode Riset Bisnis: Panduan Mahasiswa untuk Melaksanakan Riset Dilengkapi Contoh Proposal dan Hasil Riset Bidang Manajemen dan Akuntansi. PT.Gramedia Pustaka Utama. Weston, F dan Thomas, C. (1995). Manajemen Keuangan, Edisi Sembilan. Jilid 1. Binarupa Aksara. Jakarta. LAMPIRAN 1 SAMPEL PERUSAHAAN MANUFAKTUR TAHUN 2004 NO NAMA PERUSAHAAN GEAR PROFIT SIZE AGE EXTRA OWN TIME 1 PT Ades Alfindo Putrasetia Tbk 0.004892424 -1.440438156 149720 10 0 27.89% 0 2 PT Aqua Golden Mississippi Tbk 0.472952521 0.1751191 13162 7 0 9.01% 0 3 PT Indofood Sukses Makmur Tbk 2.577586158 0.03942039 944418 10 0 48.35% 0 4 PT Sari Husada Tbk 0.147125606 0.196764604 1970 21 0 21.28% 0 5 PT Daya Sakti Unggul Tbk 3.828148183 -0.058592285 100000 7 0 40.18% 0 6 PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk 25.44687187 0.140480509 782477 10 1 16.20% 0 7 PT Surabaya Agung Ind Pulp&Kertas Tbk -2.252339983 -0.17241229 294000 11 0 27.20% 0 8 PT Lautan Luas Tbk 1.966789895 0.036432971 780000 12 0 33.33% 0 9 PT Sorini Corporation Tbk 0.604953373 0.065780792 90000 12 0 35.33% 0 10 PT Ekadharma Tape Industries Tbk 0.178454009 0.073507168 22360 14 0 21.69% 0 11 PT Berlina Tbk 1.722881766 0.264774537 34500 18 0 25.24% 0 12 PT Dynaplast Tbk 1.344356021 0.047724818 157353 13 1 25.88% 0 13 PT Fatrapolindo Nusa Industri Tbk 1.79844196 -0.079676122 102550 2 0 24.62% 0 14 PT Langgeng Makmur Plastik Industry Tbk 117.7001632 -0.099741704 264237 10 0 31.88% 0 15 PT Siwani Makmur Tbk 0.4068851 0.036924161 46250 10 0 35.11% 0 16 PT Summiplast Interbenua Tbk 0.604058428 0.039188091 83500 4 0 7.16% 0 17 PT Trias Sentosa Tbk 1.000623704 0.015151507 280800 14 1 57.76% 0 18 PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk 1.205295854 0.011874205 1840615 18 0 21.83% 0 19 PT Alakasa Industrindo Tbk 27.72010963 0.011510843 73504 14 0 9.89% 0 20 PT Lion Metal Works Tbk 0.217341156 0.160548864 52016 11 0 42.12% 0 21 PT Tembaga Mulia Semanan Tbk 5.44814414 -0.005461604 18367 14 0 13.78% 0 22 PT Arwana Citramulia Tbk 1.011125354 0.084913725 90560 3 0 19.85% 0 23 PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk 6.966306448 0.002278665 225000 7 1 22.23% 0 24 PT GT Kabel Indonesia Tbk -23.25413461 -0.279148711 732700 12 0 0.56% 0 1 25 PT Kabelindo Murni Tbk 0.828520647 -0.108416297 252840 12 0 18.55% 0 26 PT Astra Graphia Tbk 0.724615445 0.06538182 134878 18 0 23.13% 0 27 PT Multi Agro Persada Tbk 1.058662937 0.088332323 56100 14 0 15.13% 0 28 PT Gajah Tunggal Tbk 2.764331683 0.075404696 1584000 7 1 29.63% 1 29 PT Astra International Tbk 1.178361633 0.138089122 2024178 14 0 52.70% 0 30 PT Hexindo Adiperkasa Tbk 1.246862516 0.143714589 84000 9 0 8.01% 0 31 PT Indomobil Sukses Internasional Tbk 18.99408019 -0.031136933 498251 11 1 3.92% 0 32 PT Intraco Penta Tbk 4.943729459 0.006974001 43500 11 0 23.72% 0 33 PT Multi Prima Sejahtera Tbk 0.735170061 -0.024935552 10625 14 0 70.29% 0 34 PT Astra Otoparts Tbk 0.256084492 0.091590289 383989 6 0 14.56% 0 35 PT Modern Photo Film Company Tbk 5.103583182 -0.056655211 133385 13 0 53.06% 0 36 PT Perdana Bangun Pusaka Tbk 1.968777877 -0.041930321 38000 9 0 22.06% 0 37 PT Dankos Laboratories Tbk 0.811278893 0.183837082 89302 18 0 19.13% 0 38 PT Indofarma Tbk 1.049372189 0.013816916 309927 3 0 19.27% 0 39 PT Kalbe Farma Tbk 1.260981649 0.123417894 406080 13 0 42.30% 0 40 PT Merck Tbk 0.301445907 0.285529716 22400 5 0 26.00% 0 41 PT Mustika Ratu Tbk 0.189025129 0.04466824 53500 9 0 19.29% 0 42 PT Ever Shine Textile Industry Tbk 0.574702188 -0.027225765 201520 12 0 27.42% 0 43 PT Karwell Indonesia Tbk 10.64664145 0.001149517 293576 7 0 42.27% 0 44 PT Multi Bintang Indonesia Tbk 1.112068509 0.154546659 21070 4 0 16.63% 0 45 PT BAT Indonesia Tbk 0.727017528 -0.025130666 66000 25 0 14.00% 0 46 PT Davomas Tbk 1.288195416 0.062713014 620185 10 0 6.17% 0 47 PT Fajar Surya Wisesa Tbk 1.464390122 0.001782823 1238944 10 0 22.30% 0 48 PT Ultrajaya Milk Ind & Trad.co.Tbk 0.605356212 0.003395527 577676 14 0 78.60% 0 49 PT Suparma Tbk 5.38825295 -0.058591695 496023 10 0 32.90% 0 50 PT Daeyu Orchid Indonesia Tbk 1.902803867 0.001080128 277790 3 0 19.24% 1 51 PT Intan Wijaya Internasional Tbk 0.172672046 0.065743983 90518 4 0 53.96% 0 52 PT Goodyear Indonesia Tbk 0.540674856 0.056687105 41000 3 0 8.39% 0 2 53 PT Darya Varia Laboratoria Tbk 0.351525106 0.115521808 280000 10 0 10.50% 0 54 PT Pyridam Farma Tbk 0.117662928 0.020332245 53508 3 0 23.70% 0 55 PT Fast Food Indonesia Tbk 0.658021449 0.1142425 44625 11 0 20.00% 0 56 PT Eratex Djaja Limited Tbk -218.6004415 -0.086863282 49118 14 0 30.39% 1 57 PT Fortune Mate Indonesia Tbk 0.000434567 -0.588269759 16000 4 0 20.63% 0 58 PT Sepatu Bata Tbk 0.503266664 0.133555526 13000 22 0 21.20% 0 59 PT Ryane Adibusana Tbk 0.189007815 -0.160244809 55000 3 0 27.59% 1 60 PT Tira Austenite Tbk 1.518455842 0.094531124 58800 11 0 3.51% 1 61 PT Branta Mulia Tbk 1.180676868 0.024803081 225000 14 0 32.56% 0 62 PT Mandom Indonesia Tbk 1.875736997 0.174636509 78000 11 0 18.98% 0 63 PT Cahaya Akbar Tbk 0.410166278 -0.079907142 148750 8 0 39.37% 0 64 PT Komatsu Indonesia Tbk 2.129300708 0.060164388 192780 9 0 15.11% 0 65 PT Mayora Indah Tbk 0.456727816 0.066456356 383292 14 0 59.45% 0 66 PT Siantar Top Tbk 0.478716077 17.21692482 131000 9 0 27.32% 0 67 PT Ricky Putra Globalindo Tbk 1.23029998 0.12738595 320859 6 0 30.88% 0 68 PT Unilever Indonesia Tbk 0.587256236 0.400808307 76300 23 0 15.00% 0 69 PT Semen Cibinong Tbk 2.492084491 -0.070891148 3831450 27 0 10.24% 0 70 PT Pelangi Indah Canindo Tbk 5.842031188 -0.008627864 265940 8 1 6.09% 0 3 LAMPIRAN 2 STATISTIK DESKRIPTIF Descriptive Statistics70.001.00.9286.2594070-218.60117.70.658930.5332170-1.4417.22.25792.06803701970.003831450335039.1588623.27724702.0027.0010.84295.3855370.001.00.1000.3021770.5678.6025.907415.7546770TIME (Y)GEAR (X1)PROFIT (X2)SIZE (X3)AGE (X4)EXTRA (D1)OWN (X5)Valid N (listwise)NMinimumMaximumMeanStd. Deviation 4 LAMPIRAN 3 HASIL ANALISIS REGRESI LOGISTIK BERGANDA Logistic Regression Case Processing Summary70100.00.070100.00.070100.0Unweighted CasesaIncluded in AnalysisMissing CasesTotalSelected CasesUnselected CasesTotalNPercentIf weight is in effect, see classification table for the totalnumber of cases.a. Dependent Variable Encoding01Original ValueTidak TepatTepatInternal Value Block 0: Beginning Block 5 Iteration Historya,b,c40.3261.71436.2712.34236.0262.54536.0252.56536.0252.565Iteration12345Step0-2 LoglikelihoodConstantCoefficientsConstant is included in the model.a. Initial -2 Log Likelihood: 36.025b. Estimation terminated at iteration number 5 becauseparameter estimates changed by less than .001.c. Classification Tablea,b05.0065100.092.9ObservedTidak TepatTepatTIME (Y)Overall PercentageStep 0Tidak TepatTepatTIME (Y)PercentageCorrectPredictedConstant is included in the model.a. The cut value is .500b. 6 Variables in the Equation2.565.46430.5451.00013.000ConstantStep 0BS.E.WalddfSig.Exp(B) Variables not in the Equationa10.8871.001.0951.758.0771.7811.9811.159.5981.439.3241.569X1X2X3X4X5X6VariablesStep0ScoredfSig.Residual Chi-Squares are not computed because of redundancies.a. Block 1: Method = Enter 7 Iteration Historya,b,c,d34.6181.220.014.016.000.044-.347.00426.3331.181.026.034.000.119-.737.01123.438.590.036.057.000.235-1.011.01922.560.027.046.084.000.334-1.118.02922.434-.260.051.123.000.381-1.154.03622.428-.317.052.167.000.390-1.164.03822.428-.319.052.194.000.391-1.166.03822.428-.320.052.200.000.391-1.166.03822.428-.320.052.200.000.391-1.166.038Iteration123456789Step1-2 LoglikelihoodConstantX1X2X3X4X5X6CoefficientsMethod: Entera. Constant is included in the model.b. Initial -2 Log Likelihood: 36.025c. Estimation terminated at iteration number 9 because parameter estimates changed by less than .001.d. Omnibus Tests of Model Coefficients13.5976.03413.5976.03413.5976.034StepBlockModelStep 1Chi-squaredfSig. Model Summary22.428a.177.439Step1-2 LoglikelihoodCox & SnellR SquareNagelkerkeR SquareEstimation terminated at iteration number 9 becauseparameter estimates changed by less than .001.a. 8 Hosmer and Lemeshow Test9.0658.337Step1Chi-squaredfSig. Contingency Table for Hosmer and Lemeshow Test32.76244.238711.05765.94370.59476.40670.26176.73970.14376.85771.10466.89670.05276.94870.02176.97970.00676.99470.00176.999712345678910Step1ObservedExpectedTIME (Y) = Tidak TepatObservedExpectedTIME (Y) = TepatTotal Classification Tablea2340.0065100.095.7ObservedTidak TepatTepatTIME (Y)Overall PercentageStep 1Tidak TepatTepatTIME (Y)PercentageCorrectPredictedThe cut value is .500a. 9 Variables in the Equation.052066.053.9521.3291.053.2001911.914.0111.9171.222-.000002.0001.7961.1801.000.390836.2013.7761.0521.478-1.1658731.635.5091.476.312.038015.055.4711.4921.039-.3195751.659.0371.847.726X1X2X3X4X5X6ConstantStep1aBS.E.WalddfSig.Exp(B)Variable(s) entered on step 1: X1, X2, X3, X4, X5, X6.a. Correlation Matrix1.000-.038.002.391-.688-.119-.744-.0381.000-.091-.015.138-.283-.055.002-.0911.000-.041.041-.029-.009.391-.015-.0411.000-.654-.286-.299-.688.138.041-.6541.000-.003.251-.119-.283-.029-.286-.0031.000.068-.744-.055-.009-.299.251.0681.000ConstantX1X2X3X4X5X6Step1ConstantX1X2X3X4X5X6 10 LAMPIRAN 4 HASIL UJI ASUMSI KLASIK Uji Autokorelasi Model Summaryb.474a.225.151.239051.861Model1RR SquareAdjustedR SquareStd. Error ofthe EstimateDurbin-WatsonPredictors: (Constant), OWN (X6), PROFIT (X2), GEAR (X1), SIZE (X3),EXTRA (X5), AGE (X4)a. Dependent Variable: TIME (Y)b. Uji Multikolinearitas Coefficientsa.805.0819.973.000.004.001.4263.807.000.9831.017.004.014.032.290.773.9971.003-4.9E-008.000-.112-.946.348.8811.135.011.006.2261.921.059.8891.124-.087.097-.101-.895.374.9671.034.001.002.064.577.566.9951.005(Constant)GEAR (X1)PROFIT (X2)SIZE (X3)AGE (X4)EXTRA (X5)OWN (X6)Model1BStd. ErrorUnstandardizedCoefficientsBetaStandardizedCoefficientstSig.ToleranceVIFCollinearity StatisticsDependent Variable: TIME (Y)a. 11 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test70.0000000.95553309.284.209-.2842.379.000NMeanStd. DeviationNormal Parametersa,bAbsolutePositiveNegativeMost ExtremeDifferencesKolmogorov-Smirnov ZAsymp. Sig. (2-tailed)StandardizedResidualTest distribution is Normal.a. Calculated from data.b. Lampiran Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa.301.0604.991.000.000.001-.026-.223.824-.007.010-.082-.716.4774.840E-08.000.1511.244.218-.013.004-.165-1.024.204.069.072.110.954.344-.002.001-.180-1.580.119(Constant)GEAR (X1)PROFIT (X2)SIZE (X3)AGE (X4)EXTRA (X5)OWN (X6)Model1BStd. ErrorUnstandardizedCoefficientsBetaStandardizedCoefficientstSig.Dependent Variable: ABSUa. 12 KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar