ANALISIS ABNORMAL RETURN DAN AKTIVITAS VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI SEPUTAR PENGUMUMAN DEVIDEN (STUDY PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA)

Admin

ANALISIS ABNORMAL RETURN DAN AKTIVITAS VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI SEPUTAR PENGUMUMAN DEVIDEN (STUDY PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA) 

ABSTRAK

Kata Kunci: Abnormal Return, Aktivitas Volume Perdagangan Saham,
Deviden.

Deviden merupakan salah satu bentuk informasi publik dalam
pasar modal yang dianggap sebagai suatu signal dari perusahaan untuk
menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan di masa depan karena
deviden merupakan salah satu informasi yang dapat mempengaruhi
harga dari sekuritas. Di Indonesia sejumlah perusahaan yang telah go
public pembayaran deviden, merupakan cara klasik memberikan imbalan
dalam bentuk pemberian aset keuangan (financial asset) perusahaan
kepada para pemegang saham. Seperti halnya pengumuman devidenpada
tahun 2007 yang dilakukan oleh industri manufaktur. Dari pengumuman
deviden tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk menguji
kandungan informasi dari pengumuman deviden.

Adapun fokus penelitian ini adalah menganalisis Abnormal Return
dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham di Seputar Pengumuman
Deviden. Dengan menggunakan metode purposive sampling dalam
pengambilan sampel, dan menggunakan indikator Abnormal Return dan
Volume Perdagangan Saham, serta melalui uji paired two sample for means
dan uji t dengan α 0,05 untuk mengetahui signifikansi, yang dibantu
sistem komputerisasi program software SPSS Versi 12,0 for windows.

Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan
yang signifikan pada abnormal return dan aktivitas volume perdagangan
saham antara sebelum, saat dan sesudah pengumuman deviden. Dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengumuman deviden tidak
mempunyai kandungan informasi yang mengakibatkan pasar tidak
bereaksi terhadap pengumuman deviden tersebut.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI 1 ABSTRAK Devita Nurmala Octavina, 2008 SKRIPSI. Judul: ” Analisis Abnormal Return Dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham Di Seputar Pengumuman Deviden (Study Pada Industri Manufaktur Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia) Pembimbing: Drs. Agus Sucipto, MM Kata Kunci: Abnormal Return, Aktivitas Volume Perdagangan Saham, Deviden. Deviden merupakan salah satu bentuk informasi publik dalam pasar modal yang dianggap sebagai suatu signal dari perusahaan untuk menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan di masa depan karena deviden merupakan salah satu informasi yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas. Di Indonesia sejumlah perusahaan yang telah go public pembayaran deviden, merupakan cara klasik memberikan imbalan dalam bentuk pemberian aset keuangan (financial asset) perusahaan kepada para pemegang saham. Seperti halnya pengumuman devidenpada tahun 2007 yang dilakukan oleh industri manufaktur. Dari pengumuman deviden tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk menguji kandungan informasi dari pengumuman deviden. Adapun fokus penelitian ini adalah menganalisis Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham di Seputar Pengumuman Deviden. Dengan menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel, dan menggunakan indikator Abnormal Return dan Volume Perdagangan Saham, serta melalui uji paired two sample for means dan uji t dengan α 0,05 untuk mengetahui signifikansi, yang dibantu sistem komputerisasi program software SPSS Versi 12,0 for windows. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return dan aktivitas volume perdagangan saham antara sebelum, saat dan sesudah pengumuman deviden. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengumuman deviden tidak mempunyai kandungan informasi yang mengakibatkan pasar tidak bereaksi terhadap pengumuman deviden tersebut. 2 ABSTRACT Devita Nurmala Octavina, 2008. THESIS. Title: “Analysis of Abnormal Return and the Activity of Stock Commerce Volume around the Dividend Announcement (Study at the Go-Public Manufacture Industry in Indonesian Stock Exchange) Advisor: Drs. Agus Sucipto, MM. Keywords: Abnormal Return, the Activity of Stock Commerce Volume, and Dividend Dividend is one of public information forms in capital market that is assumed as one of signals in a company to show its performance and prospect in the future, because dividend is one of the information, which can influence the price of securities. In Indonesia, a number of go-public companies, dividend payment is classical way to give fee in the form of company’s financial asset to stakeholders. Just like dividend announcement in 2007, which is done by manufacture industry. The dividend announcement is a background of this research to test the information content from dividend announcement aspect. The research focus is to analyze the abnormal return and the activity of stock commerce volume around the dividend announcement. Sample intake uses purposive sampling method and abnormal return and stock commerce volume indicators, also through paired two samples for means test and T-test with a 0.05 to know its significance. It is complemented by computerized system of software program of SPSS version 12.0 for windows. The research result shows that there is now significant difference on abnormal return and stock commerce volume activity between pre-, during and post-dividend announcement. It can be concluded that dividend announcement has no information content that the market which does not respond the dividend announcement. 3 المستخلص تحليل" :الموضوع .الجامعي البحث 2008 أوكتافيا، نورملا دفيتا Abnormal Return ونشاط بورصة في العامة النتجات صناعة علي دراسة) بح الر إعلان حول في السهم تجارة حجم (الإندونسيا الماجستير سوجيفتو، أكوس .اندوس الدكتور :المشرف الرئيسية كلمة :Abnormal Return، .دفيدن السهم، الصناعية حجم نساط من الإشارة مثل يظن الذي العمل رأس سوق في الجمهور الإعلان شكل أحد هو دفيدن الإعلان أحد دفيدن لأن المقبل زمان في الصناعية وتوقع العمل كيفية ليدل التجارية مؤسسة دفع الجمهور إلى ذهبت التي التجارية مؤسسة جملة الإندوسي في .الدنياوية من ثمن يؤثر الذي المالية الغنية معط شكل في الأجرة يعطي القديم طريقق هو دفيدن، عن (financial asset) الصناعة يعمل الذي 2007 السنة إلى دفيدن الإعلان كما .السهم قبض إلى التجارية مؤسسة .دفيدن إعلان من الإتصال مضمون لتجريب التحليل هذ خلفية دفيدن الإعلان ذلك من .نتيجها يحلل هو التحليل هذ يركز Abnormal Return حول في السهم التجارية حجم ونشاط بطريقة التحليل هذا يستعمل .دفيدن الإعلان purposive sampling ويستعمل العينة، تأخذ في الدليل Abnormal Return تجريب مع السهم، التجارية وحجم uji paired two sample for means وتجريب t ب a البرنامج الحاسوبية النظامة يساعد الذي ذومعنى، لمعرفة 0,05 soffware SPSS 12,0 بخاصة for windows. إلى ذومعنى الذي الفرق توجد لا أن أثبتت التحليل نتيجة Abnormal Return ونشاط أن يستطيع التحليل هذا في .دفيدن الإعلان وبعد الوقت ذلك قبله، بين السهم التجارية حجم ذلك على تفاعل لا السوق يعاقب الذي الإعلان مضمون له ليس دفيدن إعلان أن تلخص .دفيدن الإعلان 4 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal merupakan tempat di mana para investor menanamkan dananya dalam berbagai bentuk investasi. Selain itu pasar modal juga merupakan tempat di mana pihak-pihak yang membutuhkan dana dan dapat memperoleh dana yang dibutuhkan dari pihak yang kelebihan dana. Pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan jangka panjang yang telah mengalami perkembangan sangat cepat. Maraknya perkembangan pasar modal saat ini tidak terlepas dari peran investor dalam melakukan transaksi di pasar modal. Sebagai instrumen ekonomi, pasar modal tidak terlepas dari berbagai pengaruh ekonomi. Adanya pengaruh tersebut akan mempengaruhi perubahan harga dari suatu sekuritas yang ada di pasar modal. Pengaruh ini terdiri dari pengaruh lingkungan ekonomi mikro seperti kinerja perusahaan, perubahan strategi perusahaan, pengumuman laporan keuangan, laporan deviden perusahaan, dan pengumuman 5 pendanaan yang berhubungan dengan pemecahan saham, pembelian saham, dan pengumuman joint venture (Jogiyanto, 2003: 373). Pengaruh yang kedua yaitu lingkungan ekonomi makro seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan pemerintah juga turut berpengaruh pada fluktuasi harga dan volume perdagangan di pasar modal (Suryawijaya dan Setiawan, 1998 : 137). Perkembangan aktivitas pasar modal yang pesat ini membawa perubahan besar terhadap tuntunan kualitas informasi. Informasi ini sangat diperlukan oleh investor untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan informasinya. Dengan adanya informasi yang relevan dan yang dipublikasikan, maka hal ini dapat mempengaruhi harga-harga sekuritas yang ada di pasar modal. Pengujian terhadap kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi pasar dari saat pengumuman jika pengumuman mengandung informasi maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima pasar. Salah satu informasi yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas yaitu adanya pengumuman deviden. Pada perusahaan yang telah go public pembayaran deviden, merupakan cara klasik memberikan imbalan dalam bentuk pemberian aset keuangan (financial asset) perusahaan kepada para pemegang saham. Deviden merupakan salah 6 satu bentuk informasi publik dalam pasar modal yang dianggap sebagai suatu signal dari perusahaan untuk menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan di masa depan. Apabila perusahaan meningkatkan pembayaran deviden, hal ini dapat ditafsirkan sebagai harapan manajemen akan membaiknya kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Lebih jauh lagi, perusahaan membayar deviden untuk mendorong investor lain untuk membeli saham baru dengan harga yang lebih tinggi (Sawitri, 2007: 248). Dividend Signaling Theory menyatakan bahwa pengumuman perubahan deviden merupakan pertanda bagi perkiraan manajemen atas laba perusahaan. Bird-in-the-Hand Theory menyatakan bahwa investor lebih menyukai deviden dari pada kenaikan nilai modal (capital gains) di masa depan, sehingga perusahaan mempertimbangkan reaksi pasar setelah pengumuman deviden tersebut (Weston dan Brigham, 1990:199). Pada umumnya suatu perusahaan membayarkan deviden yang relatif stabil dan terdapat sebuah kecenderungan bahwa perusahaan enggan menurunkan pembayaran deviden meskipun perusahaan tersebut telah mengalami penurunan laba. Dengan kata lain keputusan deviden merupakan sebuah keputusan yang aktif dan bukan keputusan yang pasif. Hal ini disebabkan karena deviden mempunyai isi informasi (informational content of dividend). 7 Beberapa kemungkinan dapat digunakan untuk mendeteksi apakah pasar secara individu merespon pengumuman deviden sebagai informasi untuk membuat keputusan investasi. Volume perdagangan saham dan abnormal return sebagai variabel indikator transaksi perdagangan efek di bursa efek yang dapat diamati dan diteliti untuk melihat reaksi pasar modal terhadap pengumuman deviden yang dilakukan oleh perusahaan yang sudah go public. Fluktuasi volume perdagangan saham merupakan suatu indikator yang penting untuk mempelajari tingkah laku pasar dalam melakukan aksi jual beli di pasar modal. Adanya keberadaan sebuah informasi tersebut akan mempengaruhi investor dalam melakukan transaksi jual beli saham. Semakin sering saham tersebut diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut (Anoraga dan Pakarti, 2006: 87). Pengujian kandungan informasi terhadap pengumuman deviden dapat digunakan untuk menguji efisiensi pasar dalam bentuk setengah kuat. Pasar dikatakan efisien dalam bentuk setengah kuat jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all publicly available information ) termasuk informasi yang berada di laporan keuangan perusahaan emiten. Pasar dikatakan efisien bentuk setengah kuat jika investor bereaksi dengan cepat (quickly) untuk menyerap abnormal return untuk menuju ke harga keseimbangan yang baru. Jika investor menyerap abnormal return dengan 8 lambat, maka pasar dikatakan tidak efisien bentuk setengak kuat secara informasi (Jogiyanto, 2003:412). Apabila pengumuman deviden tersebut mengandung sebuah informasi maka akan terjadi reaksi pasar yang ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari suatu sekuritas. Adanya reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan abnormal return. Jika pengumuman tersebut mempunyai kandungan informasi maka akan memberikan abnormal return kepada pasar (Jogiyanto, 2003: 411). Beberapa kemungkinan dapat digunakan untuk mendeteksi apakah pasar secara individu merespon pengumuman deviden sebagai informasi untuk membuat keputusan investasi. Volume perdagangan saham dan abnormal return sebagai variabel indikator transaksi perdagangan efek di bursa efek yang dapat diamati dan diteliti untuk melihat reaksi pasar modal terhadap pengumuman deviden yang dilakukan oleh perusahaan yang sudah go public. Penelitian yang membahas tentang abnormal return, volume perdagangan saham dan pengumuman deviden telah banyak dilakukan Afif Jaenuri (2006) melakukan penelitian tentang pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham, return dan abnormal return. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara return, aktivitas volume perdagangan saham perusahaan dan 9 abnormal return saham perusahaan sebelum dan sesudah pengumuman deviden. Penelitian yang dilakukan oleh Agus Sucipto (2006) yang mengkaji tentang likuiditas saham yang dikaitkan dengan pengumuman stock split Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara aktivitas volume perdagangan saham perusahaan sesudah pengumuman stock split. Hasil pengujian terhadap bid-ask spread saham untuk periode sebelum dengan sesudah pengumuman stock split menunjukkan tidak terdapat perbedaan. Sedangkan pengujian terhadap bid-ask spread saham periode sebelum dengan saat pengumuman stock split dan periode saat dan sesudah pengumuman stock split menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada bid-ask spread. Nurul Ilmasari (2007) pernah melakukan penelitian mengenai publikasi Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang dikaitkan dengan abnormal return, kinerja perusahaan dan volume perdagangan saham yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI. Hal ini juga berlaku pada volume perdagangan saham dan kinerja perusahaan yang tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI. Penelitian yang dilakukan Sawitri (2007) dengan judul “Studi Empiris Reaksi Pasar terhadap Publikasi Pembayaran Deviden”. Hasil 10 penelitian menunjukkan bahwa investor bereaksi positif terhadap publikasi perusahaan yang memutuskan untuk membayar deviden. Dari uraian yang telah dikemukakan di atas mendorong peneliti untuk mengamati dampak pengumuman deviden terhadap beberapa indikator yang biasa digunakan untuk melihat reaksi pasar. Pada tahun 2007 Bursa Efek Indonesia kembali mengumumkan perusahaan yang akan membagikan deviden. Industri manufaktur salah satu industri yang akan membagikan deviden pada tahun 2007. Pada tahun 2007, industri manufaktur mengalami perkembangan yang pesat yaitu sebesar 5-15% seiring dengan meningkatnya PDB dari 6,3 persen pada tahun 2006 menjadi 6,5 persen pada tahun 2007. Dari uraian di atas mendorong peneliti untuk kembali meneliti pengumuman deviden sehingga judul dari penelitian “Analisis Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham di Seputar Pengumuman Deviden ( Event Study pada Industri Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Indonesia)”. B. Rumusan Masalah 1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return saham sebelum, saat dan sesudah pengumuman deviden? 2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada volume perdagangan saham sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden? 11 C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada abnormal return saham sebelum, saat dan sesudah pengumuman deviden 2. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada volume perdagangan saham sebelum, saat dan sesudah pengumuman deviden. D. Batasan Penelitian Batasan penelitian berguna sebagai batasan terhadap suatu obyek penelitian agar obyek tidak meluas. Penelitian ini dibatasi pada industri manufaktur yang telah go public di Bursa Efek Indonesia yang telah mengumumkan deviden pada tahun 2007. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi investor 12 Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dari Bursa Efek sehingga seorang investor dapat memperoleh keuntungan yang berlebihan. 2. Bagi Emiten Bagi penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang diharapkan oleh pemegang saham untuk menentukan tingkat return. 3. Bagi Penulis Untuk mengaplikasikan pengetahuan yang selama diperoleh serta melatih dalam menganalisa masalah dengan berfikir secara sistematis dan rasional. 13 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Penelitian Terdahulu Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Peneliti Judul Metode Variabel 1 Afif Jaenuri (2006) Analisis Return, Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham atas Kolmogrow smirnov test dan paired sample t-test Return, Abnormal Return, Volume Perdagangan Saham dan Pengumuman Deviden. 14 Pengumuman Deviden pada Saham LQ 45 yang Tercatat di BEJ Tahun 2005. 2 Agus Sucipto (2006) Analisis Likuiditas Saham Sebelum, Saat dan Sesudah Pengumuman Stock Split (Study pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Jakarta). Paired two sample for means test dan uji t Stock Split, Bid –Ask Spread dan Volume Perdagangan Saham. 3 Nurul Ilmasari (2007) Perbedaan Abnormal Return, Volume Perdagangan Saham dan Paired two sample for means test. Abnormal Return, Volume Perdagangan Saham, Kinerja Perusahaan dan 15 Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Publikasi Corporate Governance Perception Index. Publikasi Corporate Governance Perception Index 4 Sawitri (2007) Studi Empiris Reaksi Pasar terhadap Publikasi Pembayaran Deviden Uji t Harga Saham, Abnormal Return, Cumulative Abnormal Return dan Pengumuman Deviden 5. Devita (2008) Analisis Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham di Seputar Pengumuman Paired two sample for means test dan uji t. Abnormal Return, Volume Perdagangan Saham dan Pengumuman Deviden 16 Deviden (Study pada Industri Manufaktur yang Telah Go Public di Bursa Efek Indonesia). Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2008 Penelitian yang telah dilakukan oleh Afif Jaenuri (2006) dengan judul “Analisis Return, Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham atas Pengumuman Deviden pada Saham LQ 45 yang Tercatat di BEJ Tahun 2005”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara return, aktivitas volume perdagangan saham perusahaan dan abnormal return saham perusahaan sebelum dan sesudah pengumuman deviden 2005. Hal ini terjadi karena nilai signifikan t masing-masing emiten lebih besar dari tarif signifikan 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Penelitian yang dilakukan oleh Agus Sucipto (2006) dengan judul “Analisis Likuiditas Saham Sebelum, Saat dan Sesudah Pengumuman Stock Split (Study pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Jakarta)”. Penelitian ini diteliti dengan memakai pendekatan studi peristiwa dan menghitung aktivitas volume perdagangan saham dan bid 17 ask spread sebagai metode penelitiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara aktivitas volume perdagangan saham perusahaan sesudah pengumuman stock split. Sedangkan untuk pengamatan yang diperpanjang yaitu pada periode sebelum dan sesudah diperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa pada periode sebelum sampai dengan sesudah terdapat ketidaksamaan informasi yang diterima oleh investor, sehingga menyebabkan adanya ketidaksamaan ekspektasi diantara investor. Hasil pengujian terhadap bid-ask spread saham untuk periode sebelum dengan sesudah pengumuman stock split menunjukkan tidak terdapat perbedaan. Sedangkan pengujian terhadap bid-ask spread saham periode sebelum dengan saat pengumuman stock split dan periode saat dan sesudah pengumuman stock split menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada bid-ask spread. Penelitian yang dilakukan oleh Nurul Ilmasari (2007) mengenai publikasi Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang dikaitkan dengan abnormal return, volume perdagangan saham dan kinerja perusahaan yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI. Hal ini juga berlaku pada volume perdagangan saham dan kinerja perusahaan yang tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI. 18 Penelitian yang dilakukan Sawitri dengan judul “Studi Empiris Reaksi Pasar terhadap Publikasi Pembayaran Deviden”. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di BEJ dari 40 hari sebelum publikasi deviden sampai sehari sesudah publikasi dilihat dari abnormal return perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor bereaksi positif terhadap publikasi perusahaan yang memutuskan untuk membayar deviden dan investor bereaksi negatif terhadap publikasi perusahaan yang memutuskan untuk tidak membayar deviden. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu terletak pada industri yang diamati yaitu pada industri manufaktur serta periode pengamatan pengumuman deviden yaitu pada tahun 2007 dan uji yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Paired two sample for means test dan uji t. B. Kajian Teori 1. Pasar Modal a. Pengertian Pasar Modal Di Indonesia pengertian pasar modal adalah sebagaimana tertuang dalam keputusan presiden (Kepres) No. 52 Tahun 1976 tentang pasar modal Bab 1 Pasal 1 dimana disebutkan “Pasar Modal adalah Bursa Efek seperti yang dimaksud dalam Undang- undang No 19 15 Tahun 1952 (Lembaran Negara, Tahun 1952 No 67)”. Jadi Pasar Modal adalah bursa - bursa perdagangan di Indonesia yang didirikan untuk perdagangan uang dan efek. Sedangkan bursa adalah gedung atau ruang yang ditetapkan sebagai kantor dan tempat kegiatan perdagangan efek. Lebih lanjut ditegaskan bahwa pengertian efek disini adalah setiap saham, obligasi, atau bukti lainnya termasuk sertifikat atau surat pengganti surat bukti sementara dari surat-surat tersebut, opsi, obligasi, bukti penyertaan dalam modal atau pinjaman lainnya. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI No. 1548/KMK/90 tentang peraturan pasar modal, pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan serta keseluruhan surat-surat yang berharga yang beredar (Sunaryah, 2006: 4). b. Manfaat Pasar Modal Pasar modal memiliki manfaat yang sangat besar, baik dari sisi investor, emiten, pemerintah, maupun lembaga penunjang (Anoraga dan Pakarti, 2006: 12-13). Manfaat pasar modal bagi emiten yaitu: 1) Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar. 20 2) Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai 3) Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar dari harga nominal perusahaan. Manfaat pasar modal bagi investor yaitu: a) Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain. b) Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham, mempunyai hak suara dalam RUPO bila diadakan bagi pemegang obligasi. c) Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi, misalnya dari saham A ke saham B sehingga dapat menigkatkan keuntungan atau mengurangi resiko. d) Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang mengurangi resiko. Manfaat pasar modal bagi lembaga penunjang yaitu: (1) Menuju arah yang profesional di dalam memberikan pelayanannya sesuai dengan bidang tugas masing-masing. (2) Sebagai pembentuk harga dalam bursa pararel. (3) Semakin memberi variasi pada jenis lembaga penunjang. (4) Likuiditas efek semakin tinggi. 21 Sedangkan manfaat pasar modal bagi pemerintah yaitu: (a) Mendorong laju pembangunan serta menciptakan lapangan pekerjaan. (b) Mendorong investasi . (c) Mengurangi beban anggaran bagi BUMN (Badan Usaha Milik Negara). 2. Saham a. Pengertian Saham Saham dapat didefinisikan sebagai surat berharga sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan (Anoraga dan Pakarti, 2001: 58). Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (stock) jika perusahaan hanya mengeluarkan satu saham saja, saham ini disebut dengan saham biasa (common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya, suatu perusahaan mungkin juga mengeluarkan kelas lain dari saham, yaitu yang disebut dengan saham preferent (preferent stock) (Jogiyanto, 2003: 67) b. Jenis Jenis Saham Berdasarkan atas cara peralihan, saham menurut Rusdin (2005: 69) dibedakan menjadi dua yaitu: 22 1) Saham atas unjuk (Bearer Stock), adalah saham yang tidak ditulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahkan dari satu investor ke investor lain. 2) Saham atas nama (Registered Stock), adalah saham yang ditulis dengan jelas siapa pemiliknya. Berdasarkan manfaat yang diperoleh pemegang saham, saham dibedakan menjadi : a) Saham biasa (common stock) Saham biasa (common stock) merupakan salah satu jenis efek yang paling banyak diperdagangkan di pasar modal. Saham biasa ada dua jenis, yaitu saham atas nama dan saham atas unjuk. Untuk saham atas nama, nama pemilik tertera diantara saham tersebut, sedangkan saham atas unjuk yaitu nama pemilik saham tidak tertera diatas saham, tetapi pemilik saham adalah yang memegang saham tersebut. b) Saham preferen (preferred stock) Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak yaitu hak atas deviden tetap dan hak untuk mendapatkan terlebih dahulu 23 aktiva perusahaan dibandingkan dengan saham biasa pada terjadi likuidasi. 3. Efisiensi Pasar a. Bentuk-Bentuk Efisiensi Pasar Pasar modal yang efisien didefinisikan pasar modal yang hargaharga sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relefan (Husnan, 1998: 269). Pada umumnya situasi pasar modal efisien menunjukkan hubungan antara harga pasar dan bentuk pasar. Pengertian harga pasar dalam hal ini adalah harga saham yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal. Efisiensi pasar modal ditentukan oleh seberapa besar pengaruh informasi yang relefan, yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi (Sunariyah, 2006: 184). Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaanya informasi (informationally efficient market) dan kecanggihan pelaku pasar dalam pengambilan keputusan informasi berdasarkan analisis dari informasi yang tersedia (decisionally efficient market). Fama (1970) 24 dalam Jogiyanto (2003: 271) mengklasifikasikan informasi menjadi tiga tipe yaitu informasi masa lalu, informasi sekarang yang sedang dipublikasikan, dan informasi privat sebagai berikut ini: 1) Efisiensi pasar bentuk lemah ( weak form) Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh informasi masa lalu. Jika pasar efisien dalam bentuk lemah, maka nilai-nilai masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang artinya investor tidak dapat menggunakan informasi masa lalu untuk mendapatkan keuntungan yang tidak normal. 2) Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semistrong form) Pasar dikatakan efisien dalam bentuk setengah kuat jika hargaharga dari sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all publicly available information ) termasuk informasi yang berada di laporan keuangan perusahaan emiten. Informasi yang dipublikasikan dapat berupa sebagai berikut : a) Informasi yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga dari sekuritas dari perusahaan yang mempublikasikan informasi tersebut. Informasi ini berhubungan dengan peristiwa yang terjadi di perusahaan emiten (corporate event). 25 Contoh dari informasi ini adalah pengumuman laba, pembagian deviden, merjer atau akuisisi, dan lain-lain. b) Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga dari sekuritas sejumlah perusahaan. Informasi yang dipublikasikan ini berupa peraturan pemerintah atau peraturan dari regulator yang hanya berdampak pada harga sekuritas perusahaan yang terkena regulasi tersebut. c) Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga dari sekuritas semua perusahaan yang tedaftar di pasar saham. Informasi yang dipublikasikan ini berupa peraturan pemerintah atau peraturan dari regulator yang berdampak pada semua harga sekuritas perusahaan. Contoh dari informasi ini adalah peraturan akuntansi untuk mencantumkan laporan arus kas yang harus dilakukan oleh semua perusahaan. 3) Efisiensi pasar bentuk kuat (strong form) Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang tersedia termasuk informasi yang privat. Jika pasar efisien dalam bentuk ini, maka tidak ada individual investor atau grup dari investor yang dapat memperoleh keuntungan tidak normal (abnormal return) karena mempunyai informasi privat. b. Karakteristik Pasar Efisien 26 Menurut kualifikasi pasar modal efisien, efisien pasar menunjukkan suatu tingkatan. Menurut Sunariyah ( 2006: 189) tingkatan-tingkatan karakteristik suatu pasar efisien juga akan bervariasi dari suatu pasar modal ke pasar modal yang lain. Berikut ini adalah karakteristik pasar modal efisien secara umum: 1) Harga saham akan merefleksikan secara cepat dan akurat terhadap semua bentuk informasi baru. 2) Harga saham bersifat random, jadi harga tidak mengikuti beberapa kecenderungan dan informasi masa lalu dan tidak digunakan untuk menentukan kecenderungan harga. 3) Saham-saham yang menguntungkan (profitable) tidak mudah untuk diprediksi. Jadi, para analisis dan investor mempunyai kesiapan informasi penting dalam menentukan harga saham. 4. Likuiditas Saham Likuiditas saham menunjukkan seberapa mudah suatu saham dikonversikan menjadi kas di pasar. Jika terdapat banyak penjual dan pembeli dalam aktivitas perdagangan di dalam pasar, maka dapat dikatakan bahwa saham tersebut memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Semakin sering diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut. Dengan demikian kita dapat dengan mudah 27 melakukan transaksi jual beli saham tersebut. Likuiditas saham di bursa sangat erat kaitannya dengan volume perdagangan saham. Beberapa indikator pasar saham yang likuid menurut Darmadji dan Fakhrudin (2001: 17) yaitu : a. Transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat b. Perbedaan harga permintaan dan penawaran sangat tipis. c. Transaksi dapat dilakukan dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga secara mendatar. d. Kedalaman dan keluasan pasar serta pergerakan harga merupakan reaksi yang cepat terhadap informasi. Likuiditas mengakibatkan sekuritas yang diperdagangkan cenderung memiliiki resiko yang rendah dan kecepatan perdagangan yang tinggi. Hal ini menimbulkan keterkaitan investor karena mereka dapat memaksimalkan profit dengan tidak harus menyimpan persediaan sekuritas tersebut. Dalam jangka waktu yang lama. Berinvestasi dalam saham dengan tingkat likuiditas yang rendah dapat beresiko, karena terdapat kemungkinan investasi tersebut tidak dapat dicairkan kembali. Tinggi rendahnya frekuensi perdagangan saham terkait dengan seberapa besar volume saham yang diperdagangkan pada saat tertentu. 5. Deviden 28 a. Pengertian Deviden Deviden adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang ditetapkan oleh direksi (dan disahkan oleh rapat pemegang saham) untuk dibagikan kepada pemegang saham (Halim, 2005: 21). Pembayarannya diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku pada jenis saham yang ada. Dalam proses pembayaran deviden diperlukan daftar para pemegang saham yang telah menerima deviden. Daftar pemegang saham ini dapat berubah karena adanya transaksi jual beli saham. Darmadji dan Fakhruddin (2006: 181) menjelaskan tentang prosedur pembagian deviden. Berikut ini merupakan prosedur pembagian deviden : 1) Tanggal pengumuman (declaration date) Tanggal pengumuman adalah tanggal pada saat direksi perusahaan mengumumkan rencana pembagian deviden. 2) Cum-dividend date Cum-dividend date merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak untuk mendapatkan deviden (baik tunai maupun saham). 3) Ex-dividend date Ex-dividend date merupakan tanggal dimana perdagangan saham tidak mempunyai hak untuk mendapatkan deviden. Apabila 29 membeli pada tanggal ini atau sesudahnya, maka saham tersebut sudah tidak lagi memberikan deviden. Sebaliknya jika seseorang ingin menjual saham dan masih ingin masih ingin mendapatkan hak deviden, maka ia harus menjual pada ex-dividend atau sesudahnya. 4) Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date). Tanggal pencatatan pemegang saham adalah hari terakhir untuk mendaftarkan diri sebagai pemegang saham agar berhak menerima deviden yang akan dibagikan perusahaan. 5) Tanggal pembayaran deviden (payment date) Tanggal pembayaran deviden adalah tanggal pada saat perusahaan mengirimkan cek deviden. b. Kebijakan Pemberian Deviden Kebijakan deviden menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak pemegang saham. Pada dasarnya laba tersebut bisa dibagi sebagai deviden dan laba ditahan untuk diinvestasikan kembali. Ada beberapa bentuk pemberian deviden secara tunai atau cash dividend yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. 30 Sutrisno (2001: 305) menjelaskan bentuk kebijakan deviden tersebut adalah : 1) Kebijakan pemberian deviden stabil 2) Deviden akan diberikan secara tetap per lembarnya untuk jangka waktu tertentu walaupun laba yang diperoleh perusahaan mengalami fluktuasi. Kebijakan pemberian deviden yang stabil ini banyak dilakukan oleh perusahaan karena dapat meningkatkan harga saham, sebab deviden yang stabil dan dapat diprediksi dianggap mempunyai resiko yang kecil. 3) Kebijakan deviden meningkat 4) Perusahaan akan memberikan deviden kepada pemegang saham dengan jumlah yang selalu meningkat dengan pertumbuhan yang stabil. 5) Kebijakan deviden dengan rasio konstan. 6) Kebijakan ini memberikan deviden yang besarnya mengikuti besarnya laba yang diperoleh perusahaan. Semakin besar laba yang diperoleh perusahaan maka semakin besar pula deviden yang dibayarkan kepada para pemegang saham. 7) Kebijakan pemberian deviden regular yang rendah ditambah ekstra. 8) Kebijakan pemberian deviden dengan cara ini perusahaan menentukan jumlah pembayaran deviden per lembar yang 31 dibagikan kecil, kemudian ditambahkan dengan ekstra deviden bila keuntungannya mencapai jumlah tertentu. Menurut Weston dan Brigham (1990:198) Teori Kebijakan Deviden : a) Teori Ketidakrelevanan Deviden Teori ini dikemukakan oleh Merton Miller dan Franco Modigliani. Teori ini menyatakan bahwa kebijakan deviden perusahaan tidak mempunyai pengaruh baik terhadap nilai perusahaan atau biaya modalnya. Jadi, nilai suatu perusahaan hanya tergantung pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya bukan pada bagaimana pendapatan tersebut di bagi diantara deviden dan laba yang ditahan. b) Teori Bird-in-the Hand Teori ini dikemukakan oleh Gordon dan Lintner. Teori ini menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimumkan oleh rasio pembagian deviden yang tinggi, karena investor menganggap bahwa deviden aktual lebih kecil resikonya dibanding dengan kenaikan nilai modal yang mungkin akan dicapai. c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden, Dalam melakukan pembayaran deviden diperlukan beberapa pertimbangan yang harus dilakukan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut harus disesuaikan dengan konsep teori pembayaran deviden 32 dan penilaian perusahaan. Van Horne dan Machowich (1999: 501) menjelaskan faktor-faktor dalam yang dianalisis perusahaan dalam memutuskan kebijakan deviden, adalah : 1) Peraturan Hukum Peraturan hukum ini penting dilakukan untuk menetapkan batasan-batasan hukum di mana kebijakan deviden perusahaan dapat digunakan. Peraturan hukum ini berhubungan dengan penurunan modal, ketidaksolvabilitas, dan laba ditahan yang tidak semestinya. 2) Kebutuhan Pendanaan Perusahaan Kebutuhan pendanaan perusahaan meliputi anggaran kas, proyeksi laporan sumber dan penggunaan dana, dan proyeksi laporan arus kas. Tujuan utamanya adalah menentukan arus kas dan posisi kas perusahaan yang mungkin terjadi tanpa adanya perubahan kebijakan deviden. 3) Likuiditas Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam keputuasan deviden. Karena deviden merupakan arus keluar kas, semakin besar posisi kas dan likuiditas perusahaan, semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar deviden. 4) Kemampuan untuk Meminjam 33 Suatu perusahaan yang mampu memperoleh pinjaman dalam waktu singkat, perusahaan dapat dikatakan memiliki fleksibilitas keuangan yang relatif baik. Fleksibilitas keuangan dapat berasal dari kemampuan perusahaan untuk menebus pasar modal dengan menerbitkan obligasi. Semakin besar kemampuan meminjam perusahaan, semakin besar fleksibilitas keuangan dan semakin besar kemampuan untuk membayar deviden. 5) Pengendalian Pengendalian dapat dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Jika perusahaan ingin diakuisisi oleh perusahaan lain, pembayaran deviden yang rendah merupakan keuntungan bagi pihak luar yang ingin memiliki kendali atas perusahaan. 6. Abnormal Return Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi yaitu return yang diharapkan oleh investor (Jogiyanto, 2003: 433). Abnormal return ini nantinya akan berperan dalam menguji kandungan informasi dari peristiwa pengumuman deviden. Abnormal return ini merupakan cerminan dari reaksi pasar terhadap suatu pengumuman. Jika terjadi abnormal return positif maka pasar menganggap bahwa peristiwa pengumuman 34 deviden tersebut sebagai good news namun apabila abnormal return tersebut bernilai negatif maka pasar tidak merespon terhadap informasi tersebut sehingga pasar dalam keadaan bad news. Abnormal return dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok (Samsul, 2006: 276), yaitu : a. Abnormal Return (AR) Abnormal return terjadi setiap hari pada setiap jenis saham, yaitu selisih antara return aktual dan return ekspektasi. Karena dihitung secara harian, maka dalam suatu window period dapat diketahui abnormal return tertinggi atau terendah dan dapat pula diketahui pada hari keberapa reaksi paling kuat terjadi pada masing-masing jenis saham. b. Average Abnormal Return (AAR) Average abnormal return merupakan rata-rata abnormal return dari semua jenis saham yang sedang dianalisis secara harian. AAR dapat menunjukkan reaksi paling kuat, baik positif maupun negatif, dari keseluruhan jenis saham pada hari-hari tertentu selama window period. c. Commulative Abnormal Return (CAR) Commulative abnormal return merupakan komulatif harian AR dari hari pertama sampai hari berikutnya. d. Commulative Average Abnormal Return (CAAR) 35 Commulative average abnormal return merupakan komulatif harian AAR mulai dari hari pertama sampai dengan hari-hari berikutnya. 7. Volume Perdagangan Saham Volume perdagangan merupakan suatu penjumlahan dari setiap transaksi yang terjadi di bursa saham pada waktu tertentu dan saham tertentu. Volume Perdagangan Saham merupakan merupakan salah satu faktor yang juga memberi pengaruh terhadap pergerakan saham. Zamroni (2003: 32) menyatakan bahwa “volume perdagangan merupakan unsur kunci dalam melakukan prediksi terhadap pergerakan harga saham”. Ia meyakini bahwa ketika volume perdagangan cenderung mengalami kenaikan saat harga turun, maka pasar diindikasikan dalam keadaan bearish. Sedangkan ketika volume perdagangan cenderung meningkat selama harga naik maka pasar diindikasikan dalam keadaan bullish, dan ketika volume cenderung mengalami penurunan selama harga mengalami kenaikan maka pasar dalam keadaan bearish. Fluktuasi aktivitas perdagangan saham dapat dianggap sebagai indikator bahwa trend harga yang sedang berlaku akan berubah. Menurut Sugianto (2003: 28) ada beberapa aturan dasar mengenai trading volume activity yang meliputi : a. Blowoffs An Selling Climaxes 36 Tindakan pasar berurutan yang biasanya terjadi market tops dan market bottoms yang disebut sebagai blowoffs an selling climaxes. Blowoffs terjadi pada puncak pasar (market tops) dimana harga saham bergerak lebih tinggi selama periode yang diperpanjang. Pada akhir kenaikan harga, harga saham akan terus bergerak naik secara tajam yang diikuti dengan kenaikan yang tajam pada volume perdagangan. Selling climaxes adalah kebalikan dari blowoffs yaitu terjadi pada market bottoms setelah harga saham turun selama periode yang panjang. b. On-Balance Volume On-Balance Volume merupakan salah satu teknik analisis aktivitas perdagangan yang dihitung dengan langkah; Pertama, total volume perdagangan harian yang ditentukan positif atau negativ berdasarkan apakah harga penutupan (closing price) lebih tinggi atau lebih rendah dibandngkan hari kemarin. Jika harga penutupan lebih tinggi maka total volume adalah positif, jika harga penutupan lebih rendah maka total volume adalah negatif. Kedua, nilai (arah) positif atau negatif harian merupakan total komulatif tekanan jual beli di pasar. c. Volume Reversal 37 Metode ini berdasarkan pada konsep yang mengatakan bahwa perubahan trading volume activity mengindikasikan perubahan trend harga saham seringkali ditandai dengan peningkatan dan penurunan volume perdagangan saham. 8. Event Study Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap studi peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Jogiyanto, 2003: 410). Event Study adalah penelitian yang mengamati dampak pengumuman informasi terhadap harga sekuritas. (Tandelilin, 2001: 126) Dari pengetian tersebut nampak bahwa event study dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal (dengan pendekatan pergerakan harga saham) terhadap suatu peristiwa tertentu. Event study pertama kali diperkenalkan oleh Fama, Fisher, Jensen dan Roll (1969) yang digunakan untuk menguji dampak dari pengumuman pemecahan saham (stock split) terhadap return atau perubahan harga saham perusahaan yang mengumumkan pemecahan saham tersebut. Hasil penelitian Fama tersebut menunjukkan bahwa tingkat return 38 disekitar pengumuman stock split relatif stabil sehingga hasil tersebut mendukung adanya efisiensi pasar. Pada umumnya peristiwa yang dijadikan obyek penelitian adalah peristiwa yang terkait langsung dengan aktivitas bisnis, misalnya pengumuman laba, pengumuman deviden, stock split, pengumuman merger dan akuisisi. Tandelilin (2001: 127) menjelaskan tentang langkah-langkah dalam desain event study biasanya meliputi beberapa tahapan : a. Mengumpulkan sampel, yaitu perusahaan–perusahaan yang mempunyai pengumuman yang mengejutkan pasar (event). Perubahan harga dapat terjadi jika ada event yang mengejutkan pasar. b. Menentukan hari pengumuman atau event. c. Menentukan periode pengamatan. Periode pengamatan biasanya dihitung dalam hari. d. Menghitung return masing-masing sampel setiap hari selama periode pengamatan. e. Menghitung abnormal return disekitar terjadinya suatu peristiwa. Jika actual return lebih besar dibandingkan expected return maka menghasilkan abnormal return yang positif. f. Menghitung rata-rata return abnormal semua sampel setiap hari. Dari data yang diperoleh, kita dapat menggambarkan adanya 39 pengaruh event terhadap perubahan harga selama periode pengamatan yang ditentukan. g. Menyimpulkan hasil yang diperoleh. Data-data yang diperoleh kemudian digambarkan dan disimpulkan untuk mengetahui dampak pengumuman terhadap perubahan harga yang terjadi. 9. Hukum Transaksi Saham Secara praktis, instrumen saham belum didapati pada masa Rasulullah SAW. dan para sahabat. Pada masa Rasulullah SAW. dan sahabat yang dikenal hanyalah perdagangan komoditas barang riil seperti layaknya yang terjadi pada pasar biasa. Pengakuan kepemilikan sebuah perusahaan (syirkah) pada masa itu belum direpresentasikan dalam bentuk saham seperti layaknya sekarang. Dengan demikian, pada masa Rasulullah SAW. dan para sahabat, bukti kepemilikan dan/atau jual beli atas sebuah aset hanya melalui mekanisme jual beli biasa dan belum melalui Intial Publik Offering dengan saham sebagai instrumennya. Pada saat itu yang terbentuk hanyalah pasar riil biasa yang mengadakan pertukaran barang dengan uang (jual beli) dan pertukaran barang dengan barang atau barter (Huda dan Nasution, 2007: 63). Dikarenakan belum adanya nash atau teks Al-Quran maupun Al-Hadits yang menghukumi secara jelas dan pasti tentang keberadaan 40 saham, maka para ulama dan fuqoha kontemporer berusaha untuk menemukan rumusan kesimpulan hukum tersendiri untuk saham yaitu dengan jalan melalui ijtihad, yaitu sebuah usaha untuk mendapatkan dan mengeluarkan hukum syariah yang belum dikemukakan secara jelas (Al-quran dan Al-hadits) dengan mengacu kepada sandaran dan dasar hukum yang diakui keabsahanya. Dari hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh para ulama terdapat dua pendapat yang saling bertentangan tentang hukum saham ini. Menurut Huda dan Nasution (2007: 64) para fuqaha kontemporer berselisih pendapat dalam memperlakukan dari aspek hukum (tahkim) khususnya dalam jual beli. Ada sebagian yang membolehkan transaksi jual beli dan ada juga yang tidak membolehkan. Beberapa para fuqaha yang tidak membolehkan transaksi jual beli diantaranya yaitu: a. Saham dipahami sebagaimana layaknya obligasi, dimana mereka mengatakan bahwa memperjualbelikan saham sama hukumnya dengan jual beli utang yang dilarang dalam syariah b. Banyaknya praktek jual beli najasy di Bursa Efek c. Para investor pembeli saham keluar masuk dan tanpa diketahui oleh seluruh pemegang saham d. Adanya unsur ketidaktahuan (jahalah) dalam jual beli saham Adapun menurut fuqaha yang membolehkan jual beli saham mengatakan bahwa saham sesuai dengan terminology yang melekat 41 padanya, maka saham yang dimiliki oleh seseorang menunjukkan sebuah bukti kepemilikan atas perusahaan tertentu yang berbentuk asset, sehingga merupakan cerminan kepemilikan atas asset tertentu. Bagi seorang investor muslim, investasi pada saham memang sudah menjadi preferensi untuk menggantikan investasi pada interest yielding bonds atau sertifikat deposito. Dalam fiqih modern menjelasakan bahwa saham dipandang sebagai penyertaan dalam mudharaba partnership yang merefleksikan kepemilikan perusahaan, bukan saham partnership pribadi. Kepemilikan perusahaan ini kemudian disamakan dengan kepemilikan asset pada perusahaan (http: //www.mui.or.id/mui_in). Saham jika ditinjau dari prinsip ekonomi islam merupakan konsep yang memiliki banyak persamaan dengan syirkah. Syirkah atau al musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan (Sumitro, 2004: 220). Kedua ayat diatas menunjukkan perkenaan dan pengakuan Allah akan adanya perserikatan dan kepemilikan harta. Jika ditinjau dari bentuk syirkah, maka saham adalah bentuk syirkah’inan, di mana masing-masing pihak memasukkan dana sebagai penyertaan modal dan pemilik yang jumlahnya tidak harus sama (Sumitro, 2004: 220). 42 Muhammad Syaltut dalam bukunya Aqidah Wasyariah menyatakan bahwa jual beli saham dibolehkan dalam islam sebagai akad mudharaba, yang ikut menanggung untung dan rugi (Zuhdi dalam Sumitro, 2004: 221). Aturan dan norma jual beli saham tetap mengacu kepada pedoman jual beli barang pada umumnya, yaitu terpenuhinya rukun, syarat, aspek ‘antaradhin, serta terhindar dari unsur maisir, gharar, riba, haram, dhulm, ghisy, dan najas. Praktik forward contract, short selling, option, insider trading, “Penggorengan” saham merupakan transaksi yang dilarang secara syariah dalam dunia pasar modal. Selain hal-hal tersebut, konsep preferent stock atau saham istemewa juga cenderung tidak diperbolehkan secara syariah karena dua alasan yang dapat diterima secara konsep syariah, dua alasan tersebut adalah: 1) Adanya keuntungan tetap (predeterminant revenue), yang dikategorikan oleh kalangan ulama sebagai riba. 2) Pemilik saham preferen mendapatkan hak istemewa terutama pada saat perusahaan dilikuidasi. Hal tersebut dianggap mengandung unsur ketidakadilan. Dengan melihat dari segi kinerja dan karakteristik investasinya maka satu-satunya saham yang dibolehkan hanyalah saham yang berbentuk saham biasa (common stocks/al-ashum al-‘adiyah). Dari segi 43 kinerja dan karakteristik investasinya, beberapa saham yang diharamkan adalah: a) Saham istimewa (al-ashum al-mumtazah/preferred stocks); saham jenis ini dilarang karena karakteristiknya yang menciptakan kesenjangan (ketidakadilan) di antara sesama pemegang saham. Di mana pemegang saham jenis ini mendapatkan keistimewaan baik dari segi hak suara di dalam perusahaan maupun dari segi penerimaan keuntungan bagi pemegangnya. b) Saham atas unjuk (al-sahmu lihamilihi/bearer stocks); saham jenis ini dilarang karena sesuai karakteristiknya yang menganggap setiap pembawa saham adalah sebagai pemiliknya (karena tidak disebutkan secara tegas siapa pemiliknya di atas lembar saham). Hal ini mengakibatkan adanya ketidak-jelasan siapa pemilik yang sesungguhnya sehingga dapat menciptakan penipuan dan pencurian. c) Saham kompensasi; saham jenis ini dilarang karena karakteristiknya yang tetap memberikan keuntungan (return) kepada pemegang saham pertama (pendiri) dalam bentuk kompensasi meskipun pada hakikatnya pemegang saham tersebut sudah tidak lagi memiliki saham pada perusahaan atau sudah 44 terputus hubungannya dengan perusahaan penerbit saham. d) Saham (apapun jenis dan karakteristik investasinya) yang diterbitkan oleh perusahaan yang tujuan usahanya tidak sesuai dengan syari’at, seperti saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang memproduksi minuman keras, daging babi, dan perusahaan lain yang bertentangan dengan syari’at (http://www.msi-uii.net). Adanya fatwa ulama kontemporer tentang jual beli saham semakin memperkuat landasan akan bolehnya jual beli saham. Dalam kumpulan Fatwa Dewan Syariah Nasional Saudi Arabia yang diketuai oleh Syekh Abdul Aziz Ibn Abdillah Ibn Baz jilid 13 (tiga belas) bab jual beli (JH9) halaman 320-321 fatwa nomor 4016 dan 5149 tentang hukum jual beli saham dinyatakan sebagai berikut: ÅÐÇ ßÇäÊ ÇáÃÓåã áÇÊãËøá äÞæÏÇ ÊãËíáÇ Ãæ ÛÇáÈÇ¡ æÅäøãÇ ÊãËøá ÃÑÖÇ Ãæ ÓíøÇÑÇÊ ÃÚãÇÑÇÊ Ãæ äÍæ Ðáß¡ ÌÇÒÇ ÈíÚåÇ æÔÑÄåÇ ÈËãä ÍÇá Ãæ ãÄÌá Úáì ÏÝÚå Ãæ ÏÝÚÇÊ¡ áÚãæã ÃÏáøÜÉ ÌæÇÒ ÇáÈíÚ æÇáÔÑÇÁ. Artinya: “Jika saham yang diperjualbelikan tidak serupa dengan uang secara utuh apa adanya, akan tetapi hanya representasi dari sebuah asset seperti tanah, mobil, pabrik, dan yang sejenisnya, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang telah diketahui oleh penjual dan pembeli, maka diperbolehkan hukumya untuk diperjulbelikan dengan harga tunai ataupun tangguh, yang dibayarkan secara kontan ataupun 45 beberapa kali pembayaran, berdasarkan keumuman dalil tentang bolehnya jual beli.” Dewan Syari’ah Nasional telah mengeluarkan fatwa tentang jual beli saham, yaitu Nomor : 40/DSN-MUI/X/2003 tanggal 4 Oktober 2003. Dasar dari dikeluarkannya fatwa MUI tersebut yaitu berdasarkan surat Al Baqarah 275 dan surat An Nisaa ayat 29: šÏ%©!$# tβθè=à2ù'tƒ (#4θt/Ìh9$# Ÿω tβθãΒθà)tƒ āωÎ) $yϑx. ãΠθà)tƒ ”Ï%©!$# çμäܬ6y‚tFtƒ ß≈sÜø‹¤±9$# zÏΒ Äb§yϑø9$# 4 y7Ï9≡sOE öΝßγ‾Ρr'Î/ (#þθä9$s% $yϑ‾ΡÎ) ßìø‹t7ø9$# ã≅÷WÏΒ (#4θt/Ìh9$# 3 ¨≅ymr&uρ ª!$# yìø‹t7ø9$# tΠ§ymuρ (#4θt/Ìh9$# 4 yϑsù …çνu!%y` ×πsàÏãöθtΒ ÏiΒ ÏμÎn/§‘ 4‘yγtFΡ$$sù …ã&s#sù $tΒ y#n=y™ ÿ…çνãøΒr&uρ ’n<Î) «!$# ( ï∅tΒuρ yŠ$tã y7Í×‾≈s9'ρé'sù Ü=≈ysô¹r& Í‘$¨Ζ9$# ( öΝèδ $pκŽÏù šχρà$Î#≈yz ∩⊄∠∈∪ Artinya : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah 46 diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q S Al Baqarah : 275). Allah telah berfirman dalam surat An Nisaa’ ayat 29 : $y㕃r'‾≈tƒ šÏ%©!$# (#θãΨtΒ#u Ÿω (#þθè=à2ù's? Νä3s9≡uθøΒr & Μà6oΨ÷t/ È≅ÏÜ≈t6ø9$$Î/ HωÎ) βr& šχθä3s? ¸οt≈pgÏB tã <Ú#ts? öΝä3ΖÏiΒ 4 Ÿωuρ (#þθè=çFø)s? öΝä3|¡à%Ρr& 4 ¨βÎ) ©!$# tβ%x. öΝä3Î/ $VϑŠÏmu‘ ∩⊄∪ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisaa’: 29) Adapun menurut fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor : 40/DSN-MUI/X/2003 tanggal 4 Oktober 2003 menetapkan fatwa tentang jual beli saham dengan kriteria : (1) Ketentuan tentang Pembayaran: (a) Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang, barang, atau manfaat. 47 (b) Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak disepakati. (c) Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang. (2) Ketentuan tentang Barang: (a) Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang. (b) Harus dapat dijelaskan spesifikasinya. (c) Penyerahannya dilakukan kemudian. (d) Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan berdasarkan kesepakatan. (e) Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya. (f) Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang sejenis sesuai kesepakatan. (3) Ketentuan tentang Salam Paralel Dibolehkan melakukan salam paralel dengan syarat: (a) Akad kedua terpisah dari akad pertama, (b) Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah. (4) Penyerahan Barang Sebelum atau pada Waktunya: (a) Penjual harus menyerahkan barang tepat pada waktunya dengan kualitas dan jumlah yang telah disepakati. (b) Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih tinggi, penjual tidak boleh meminta tambahan harga. 48 (c) Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih rendah, dan pembeli rela menerimanya, maka ia tidak boleh menuntut pengurangan harga (diskon). (d) Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari waktu yang disepakati dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan ia tidak boleh menuntut tambahan harga. (e) Jika semua atau sebagian barang tidak tersedia pada waktu penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah dan pembeli tidak rela menerimanya, maka ia memiliki dua pilihan yaitu membatalkan kontrak kemudian meminta kembali uangnya dan menunggu sampai barang tersedia. (5) Pembatalan Kontrak. Pada dasarnya pembatalan saham boleh dilakukan, selama tidak merugikan kedua belah pihak. Fatwa diatas telah menentukan bagaimana memilih sahamsaham yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam perkembangannya telah banyak negara–negara yang telah menentukan batasan suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah. Misalnya Malaysia, Amerika serikat melaui Dow Jones Islamic Index. Sementara itu beberapa institusi keuangan dunia telah membuat pula batasan49 batasan untuk kategori saham syariah antara lain : Citi Asset Management Group, Wellington Management Company, Islamic.com dan sebagainya. C. Kerangka Berfikir 50 D. Hipotesis Penelitian KAJIAN TEORI 1. Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. 2. Deviden 3. Abnormal Return 4. Volume Perdagangan Saham PENGUJIAN FAKTA 1. Pemilihan Data Popolasi terdiri dari semua industri manafaktur yang telah mengumumkan deviden pada tahun 2007. Metode pengumpulan secara purposive sampling. 2. Pengumpulan Data Metode dokumentasi. Pengumpulan data difokuskan pada harga saham,data deviden, dan jumlah saham yang diperdagangkan. 3. Analisis Data. Paired two sample for means test dan uji t. HIPOTESIS HASIL KESIMPULAN RUMUSAN MASALAH 1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return saham sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden ? 2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada volume perdagangan saham sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden ? 51 Dari uraian yang berdasarkan landasan teori di atas maka dapat diketahui bagaimana pengaruh pasar modal Indonesia terhadap pengumuman deviden, sehingga hipotesis yang dapat dirimuskan : 1. Hipotesis 1 · Ho : ARit = Aria Hi : ARit ≠ Aria Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap abnormal return · Ho : ARit = Arib Hi : ARit ≠ Arib Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return · Ho : ARia = Arib Hi : ARia ≠ Arib Keterangan : 52 Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return. 2. Hipotesis 2 · Ho : AVPit = AVPa Hi : AVPit ≠ AVPa Keterangan : Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi: Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham · Ho : AVPit = AVPb Hi : AVPit ≠ AVPb Keterangan : Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham 53 Hi: Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham · Ho: AVPa = AVPb Hi : AVPa ≠ AVPb Keterangan : Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi: Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham. 54 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini meneliti industri manufaktur yang telah ngumumkan deviden pada tahun 2007 dan telah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan mdel pasar disesuaikan (Market Adjusted Model.) yang menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi, karena return suatu sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar (Jogiyanto, 2003: 445). Periode jendela sebagai periode pengamatan merupakan periode yang akan dihitung abnormal returnnya yaitu 21 hari yang terbagi 10 hari pre event, 1 hari peristiwa, dan 10 hari pasca event. Periode tersebut dianggap layak karena menurut Jogiyanto (2003: 435) lama dari periode jendela adalah 3 hari sampai dengan 121 hari untuk data harian dan 3 bulan sampai dengan 121 bulan untuk data bulanan. 55 B. Jenis dan Pendekatan Penelitin Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian event study yaitu study yang mempelajari reaksi pasar terhadap sautu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman (Jogiyanto, 2003: 411). Pengumuman deviden merupakan salah satu event yang mengandung sumber informasi yang dapat menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. Peristiwa yang diuji dalam pengumuman ini adalah pengumuman deviden yang dilakukan oleh perusahaan manafaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah totalitas dari semua obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, jelas, lengkap, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Hasan , 2002: 160). Populasi dalam penelitian ini adalah semua saham-saham yang tergolong dalam industri manufaktur yang telah terdaftar di Bursa 56 Efek Indonesia pada tahun 2007. Industri manufaktur merupakan sebuah industri yang memiliki karakteristik perusahaan yang hampir sama sehingga dapat menghindari terjadinya kesalahan spesifikasi yang timbul karena adanya perbedaan karakteristik sampel yang diambil. Industri manufaktur terdiri dari industri dasar dan kimia, aneka industri, dan industri barang-barang konsumsi. Pada tahun 2007 industri manufaktur yang listing di BEI sebanyak 113 perusahaan. 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006: 131), atau sampel dapat dikatakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini semua industri manufaktur yang telah mengumumkan deviden pada tahun 2007. Dari proses pemilihan sampel terhadap saham industri manufaktur ini, menghasilkan 28 perusahaan sampel yang memenuhi persyaratan data dari 32 perusahaan manufaktur yang telah mengadakan pengumuman deviden pada tahun 2007. 57 Tabel 3.1 Jumlah Sampel Industri Manufaktur Yang Mengumuman Deviden Tahun 2007 No Nama Perusahaan No Nama Perusahaan 1 Astra International 15 Indocement Tunggal Praskarsa 2 Astra Otopart 16 Indofood Sukses Makmur 3 Bentoel International Investama 17 Kalbe Farma 4 Branta Mulia 18 Kimia Farma 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia 19 Malindo Feedmill 6 Budi Acid Jaya 20 Mandom Indonesia 7 Charoen Pokhpand Indonesia 21 Mayora Indah 8 Delta Djakarta 22 Medco Energi International 9 Ekadharma International 23 MERCK 10 Fash Food Indonesia 24 Multi Bintang Indonesia 11 Gajah Tunggal 25 Semen Gresik 12 Goodyear Indonesia 26 Sepatu Bata 13 Gudang Garam 27 SMART 14 HM Sampoerna 28 Sumi Indo Kabel Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2008 D. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara tidak acak (non random sampling). Metode pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling merupakan 58 pengambilan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan pertimbangan tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2002: 131). Pengambilan elemen – elemen yang dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja dengan catatan bahwa sampel tersebut representativ atau mewakili populasi. Kriteria pemilihan sampel adalah : 1. Sampel merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 2. Sampel merupakan perusahaan yang telah mengumumkan deviden pada tahun 2007 dan tergabung dalam industri manufaktur. 3. Pada saat pengumuman deviden tidak bertepatan dengan kejadian yang mempengaruhi harga dan volume perdagangan saham (right issue, pengumuman laba, merger, akuisisi) maka perusahaan tersebut dibatalkan menjadi sampel. Pada tahun 2007 terdapat 32 perusahaan yang telah mengumumkan deviden. Adapun perusahaan-perusahaan yang telah mengumumkan deviden pada tahun 2007 adalah sebagai berikut : 59 Tabel 3.2 Industri Manafaktur Yang Mengumuman Deviden Tahun 2007 No Nama Perusahaan No Nama Perusahaan 1 Alumindo Light Metal Industry 17 Indocement Tunggal Praskarsa 2 Aqua Golden Missisippi 18 Indofood Sukses Makmur 3 Astra International 19 Kalbe Farma 4 Astra Otopart 20 Kimia Farma 5 Bentoel International Investama 21 Malindo Feedmill 6 Branta Mulia 22 Mandom Indonesia 7 Bristol-Myers Squibb Indonesia 23 Mayora Indah 8 Budi Acid Jaya 24 Medco Energi International 9 Charoen Pokhpand Indonesia 25 MERCK 10 Delta Djakarta 26 Multi Bintang Indonesia 11 Ekadharma International 27 Mustika Ratu 12 Fash Food Indonesia 28 Semen Gresik 13 Gajah Tunggal 29 Sepatu Bata 14 Goodyear Indonesia 30 SMART 15 Gudang Garam 31 Sumi Indo Kabel 16 HM Sampoerna 32 Unilever Indonesia Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2008 Dari sampel tersebut, terdapat empat perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan sebagai sampel karena tidak adanya kecukupan data serta pada saat pengumuman deviden bertepatan dengan event yang lain. Empat perusahaan tersebut adalah Alumindo Light Metal Industry,Aqua Golden Missisipi, Mustika Ratu, dan Unilever Indonesia. Alumindo Light Metal Industry dan Mustika Ratu tidak memenuhi sebagai kriteria sampel karena pada saat pengumuman deviden 60 bertepatan dengan right issue. Aqua Golden Missisipi dan Unilever Indonesia juga bertepatan dengan adanya stock split. Dari 32 perusahaan terdapat 28 perusahaan yang telah memenuhi kriteria sampel. Adapun perusahaan tersebut : Tabel 3.3 Jumlah Sampel Industri Manufaktur Yang Mengumuman Deviden Tahun 2007 No Nama Perusahaan No Nama Perusahaan 1 Astra International 15 Indocement Tunggal Praskarsa 2 Astra Otopart 16 Indofood Sukses Makmur 3 Bentoel International Investama 17 Kalbe Farma 4 Branta Mulia 18 Kimia Farma 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia 19 Malindo Feedmill 6 Budi Acid Jaya 20 Mandom Indonesia 7 Charoen Pokhpand Indonesia 21 Mayora Indah 8 Delta Djakarta 22 Medco Energi International 9 Ekadharma International 23 MERCK 10 Fash Food Indonesia 24 Multi Bintang Indonesia 11 Gajah Tunggal 25 Semen Gresik 12 Goodyear Indonesia 26 Sepatu Bata 13 Gudang Garam 27 SMART 14 HM Sampoerna 28 Sumi Indo Kabel Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2008 61 E. Data dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut Indriantoro (2002: 147) data sekunder adalah data yang diperoleh oleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara, diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Adapun data dalam penelitian ini adalah : a. Tanggal pengumuman deviden b. Jumlah saham yang diperdagangkan Data diperlukan untuk melihat likuiditas saham dengan menggunakan alat analisa volume perdaganan saham c. Harga Saham Harga saham diperlukan untuk menghitung nilai abnormal return. F. Teknik Pengumpulan Data. Metode pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan adalah dokumentasi, yang mana data dokementasi memuat apa dan kapan suatu kejadian atau transaksi, serta siapa yang terlibat dalam suatu kejadian (Indrianto dan Supomo 1999: 40). Pengumpulan data untuk penelitian di fokuskan pada harga saham dan volume perdagangan saham untuk masing-masing saham yang menjadi sampel selama periode penelitian. 62 G. Definisi Operasional Variabel Adapun definisi operasional adalah : 1. Abnormal Return Saham Abnormal Return merupakan kelebihan dari return - return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Rumus Abnormal Return menurut Jogiyanto (2003: 434) : RTNi.t = Rit - E [R i.t ] Keterangan : RTN i.t = return tidak normal (abnormal return) sekuritas ke –i pada periode peristiwa ke –t. R i,t = return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke –i untuk periode peristiwa ke –t. E[Ri.t] = return ekspektasi sekuritas ke –i untuk periode peristiwa ke –t. 2. Actual Return Actual Return merupakan keuntungan yang dapat diterima atas investasi suatu saham pada suatu periode tertentu. Rumus Abnormal Return menurut Jogiyanto (2003: 434) : Rit = , 1 , , 1 - - - i t i t i t P P P 63 Keterangan : Rit = Actual Return untuk saham i pada haru ke t Pt = Harga saham pada saat t Pt-1= Harga saham pada hari sebelumnya 3. Average Abnormal Return Saham Average Abnormal Return merupakan rata rata abnormal return selama periode pengujian dari seluruh kelompok sampel. 4. Deviden Deviden adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang ditetapkan oleh direksi (dan disahkan oleh rapat pemegang saham) untuk dibagikan kepada pemegang saham (Halim, 2005: 21). 5. Volume Perdagangan Saham Volume perdagangan merupakan suatu penjumlahan dari setiap transaksi yang terjadi di bursa saham pada waktu tertentu dan saham tertentu. H. Model Analisis Data Tahapan-tahapan analisis data : 1) Analisis Abnormal Return a. Menghitung Return saham indivudual pada hari ke t 64 Rit = , 1 , , 1 - - - i t i t i t P P P b. Menghitung return market (pasar) pada hari ket Rmt = 1 1 - - - t t t IHSG IHSG IHSG c. Menghitung abnormal return saham individual pada hari ke t RTN i.t = Rit - E [R i.t ] d. Menghitung rata-rata abnormal return saham individual ARi sebelum = Σ = t i it t AR sebelum 1 ARi saat = Σ = t i it t AR saat 1 ARi sesudah = Σ = t i it t AR sesudah 1 e. Menghitung rata-rata abnormal return seluruh saham ARi sebelum = n AR sebelum t i i Σ =1 ARi saat = n AR saat t i i Σ =1 ARi sesudah = n AR sesudah t i i Σ =1 2) Analisis Volume Perdagangan Saham a. Menghitung AVP saham individu pada periode t 65 AVPi,t = Σ Σ t t SB SD Keterangan : AVP = Aktivitas Volume Perdagangan Saham SDt = Saham yang diperdagangkan perusahaan pada periode t SBt = Saham perusahaan yang beredar pada periode t b. Menghitung rata-rata AVP saham individu pada periode pengamatan AVPi sebelum = Σ = t i it t AVP sebelum 1 AVPi saat = Σ = t i it t AVP saat 1 AVPi sesudah = t AVP sesudah t i it Σ =1 c. Menghitung rata-rata AVP semua saham selama periode pengamatan AVPi sesudah = Σ = t i it n AVP sesudah 1 AVP sebelum = n AVPsebelum t i i Σ =1 AVP saat = n AVPsaat t i i Σ =1 66 3) Pengujian Hipotesis. a. Paired two sample for means test Pengujian ini menggunakan Paired two sample for means test yaitu dua populasi yang diamati secara berpasangan pada setiap pengamatan. Dimana dua populasi berpasangan ini dimiliki oleh suatu data yang sifatnya sebelum dan sesudah sehingga setiap obyek yang sama diamati sebelum treatmen dan sesudah treatmen. Menentukan hipotesis: a) Hipotesis 1 · Ho : ARit = Aria Hi : ARit ≠ Aria Keterangan : Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi: Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap abnormal return · Ho : ARit = Arib Hi : ARit ≠ Arib 67 Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return · Ho : ARia = Arib Hi : ARia ≠ Arib Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return. b) Hipotesis 2 · Ho : AVPit = AVPa Hi : AVPit ≠ AVPa 68 Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham · Ho : AVPit = AVPb Hi : AVPit ≠ AVPb Keterangan : Ho : Tidak trdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham · Ho : AVPa = AVPb Hi : AVPa ≠ AVPb Keterangan : 69 Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham b. Uji t Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variabel-variabel terikat. (Kuncoro, 2004: 81). Langkah-langkah : Menentukan Hipotesis. a) Hipotesis 1 · Ho : ARit = Aria Hi : ARit ≠ Aria Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap abnormal return 70 · Ho : ARit = Arib Hi : ARit ≠ Arib Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return. Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return. · Ho : ARia = Arib Hi : ARia ≠ Arib Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap abnormal return. b) Hipotesis 2 · Ho : AVPit = AVPa Hi : AVPit ≠ AVPa Keterangan : 71 Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sebelum pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham · Ho : AVPit = AVPb Hi : AVPit ≠ AVPb Keterangan : Ho : Tidak trdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham · Ho : AVPa = AVPb Hi : AVPa ≠ AVPb Keterangan : Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham 72 Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden terhadap volume perdagangan saham. Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel dengan taraf signifikan 5%. Dalam penelitian ini, untuk mencari t hitung digunakan SPSS for windows versi 12. Jika hasil perbandingan –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima dan Hi ditolak. Dan apabila t hitung > t tabel atau t hitung < -t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima. 73 BAB IV PAPARAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Industri Manufaktur Industri manufaktur merupakan sebuah industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Industri manufaktur ini terdiri dari beberapa industri yaitu industri dasar dan kimia, aneka industri, dan industri barang-barang konsumsi. Industri manufaktur merupakan industri yang dapat menggambarkan problematika perekonomian Indonesia dewasa ini. Di era dunia datar (flat world) yang dipicu oleh globalisasi dan liberalisasi, industri manufaktur berada di lini terdepan dalam pertarungan menghadapi persaingan mondial. Hal ini disebabkan industri manufaktur merupakan satu dari tiga sektor tradables. Dua sektor lainnya ialah pertanian serta pertambangan & galian 74 Pada tahun 2007, pertumbuhan industri manufaktur mengalami peningkatan sebesar 5-15% seiring dengan meningkatnya PDB dari 6,3 persen pada tahun 2006 menjadi 6,5 persen pada tahun 2007. Pada tahun 2003 sampai tahun 2007 pertumbuhan industri manufaktur mengalami peningkatan secara signifikan. Pada tahun 2003 pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4.05%, tahun 2004 sebesar 5.15%, tahun 2005 industri manufaktur tumbuh sekitar 5,85 %, tahun 2006 naik menjadi 7,7%, dan tahun 2007 indistri manufaktur tumbuh sebesar 8,1%. Berikut ini grafik pertumbuhan Industri Manufaktur. Grafik 4.1 Pertumbuhan Industri Manufaktur Tahun 2003-2005. 0.00% 1.00% 2.00% 3.00% 4.00% 5.00% 6.00% 7.00% 8.00% 9.00% 2003 2004 2005 2006 2007 Industri Manufaktur Pada tahun 2007 pemerintah memastikan sebagai tahun kebangkitan sektor manufaktur strategis karena pemulihan makro 75 ekonomi. Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan, sektor manufaktur strategis itu bakal tumbuh seiring pemulihan daya beli masyarakat (http://www.tempointeraktif.com). 2. Pengumuman Deviden Ada tiga kemungkinan reaksi pasar terhadap pengumuman pembagian deviden. Pertama, pengumuman pembagian deviden ditanggapi secara positif oleh investor di pasar modal sehingga berpengaruh positif terhadap harga saham. Pengaruh positif tersebut ditandai dengan kenaikan harga saham perusahaan, khususnya argumentasi tentang signaling bahwa manajer berusaha untuk menyediakan clear information mengenai prospek perusahaan dimasa datang dengan mengumumkan keputusan mereka untuk membayar deviden. Kedua, pengumuman pembagian deviden ditanggapi secara negatif oleh investor dengan melakukan penjualan saham sehingga harga saham-saham turun. Ketiga, pengumuman pembagian deviden tidak ada reaksi dari investor sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham ( Sawitri, 2007: 250). 3. Analisis Event Study 76 a. Abnormal Return Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi yaitu return yang diharapkan oleh investor (Jogiyanto, 2003: 433). Abnormal return ini nantinya akan berperan dalam menguji kandungan informasi dari peristiwa pengumuman deviden. Abnormal return ini merupakan cerminan dari reaksi pasar terhadap suatu pengumuman. Jika terjadi abnormal return positif maka pasar menganggap bahwa peristiwa pengumuman deviden tersebut sebagai good news namun apabila abnormal return tersebut bernilai negatif maka pasar tidak merespon terhadap informasi tersebut sehingga pasar dalam keadaan bad news. Abnormal return dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan model pasar disesuaikan (Market Adjusted Model ) menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi, karena return suatu sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar (Jogiyanto, 2003: 445). Berikut ini disajikan hasil perhitungan statistik terhadap rata – rata abnormal return seluruh saham yang dapat diperoleh dari para pemegang saham. 77 Tabel 4.1. Rata-rata Abnormal Return Seluruh Saham Average Abnormal Return ARit Sebelum ARit Saat ARit Sesudah 0.001103 -0.00312 -0.002228 Sumber: data Sekunder Diolah, 2008 Dari hasil perhitungan tersebut di atas diperoleh nilai ratarata abnormal return sebelum pengumuman menunjukkan nilai yang sangat tinggi yaitu sebesar 0,001103 atau 0,1% sedangkan pada saat dan sesudah pengumuman deviden nilai rata-rata abnormal return menunjukkan angka yang negatif. Nilai rata-rata abnormal return sebelum pengumuman deviden tersebut lebih tinggi dari saat dan sesudah pengumuman deviden. Pada saat terjadi pengumuman dan sesudah pengumuman nilai rata-rata abnormal return mengalami penurunan, bahkan nilai rata-rata abnormal return bernilai negatif. Adanya penurunan nilai rata-rata 78 abnormal return pada saat dan setelah pengumuman deviden mengindikasikan bahwa pasar tidak merespon pengumuman deviden karena pengumuman deviden dianggap sebagai bad news bagi para investor. Berikut ini rata-rata abnormal return saham harian selama dua puluh satu hari. Tabel 4.2 Rata-rata Abnormal Return Saham Individu Periode Pengamatan Rata-rata Abnormal Return -10 0.012659 -9 0.000916 -8 -0.003833 -7 -0.01109 -6 0.016283 -5 -0.014771 -4 0.002062 -3 0.009418 -2 -0.01424 -1 0.013626 0 -0.00312 1 -0.00155 2 -0.0028 3 -0.00128 4 -0.00503 5 -0.00924 6 0.0008041 79 7 0.000663 8 -0.00395 9 0.000406 10 -0.00031 Sumber: data Sekunder Diolah, 2008 Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa abnormal return tertinggi terjadi pada hari ke enam sebelum terjadinya peristiwa yaitu 0.016283 dan abnormal return terendah terletak pada hari ke empat. Selama periode pengamatan sebelum pengumuman deviden terjadi fluktuasi abnormal return yang sangat tajam. Grafik 4.2 Grafik Average Abnormal Return Saham Individu AAR -0.02 -0.015 -0.01 -0.005 0 0.005 0.01 0.015 0.02 -10 -7 -4 -1 2 5 8 Periode AAR AAR 80 Dari grafik tersebut menunjukkan bahwa abnormal return tertinggi terjadi pada hari ke enam sebelum terjadinya peristiwa yaitu 0.016283. Pada hari ke enam nilai abnormal return menunjukkan angka yang tertinggi karena pasar akan bereaksi secara cepat pada saat Cum dividend date. Cum dividend date merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak untuk mendapatkan deviden (baik tunai maupun saham). Apabila investor melakukan pembelian saham melewati cum dividend date maka investor tidak berhak untuk mendapatkan deviden. Pada saat cum dividend date transaksi pembelian saham cenderung mengalami kenaikan karena pada tanggal ini merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak untuk mendapatkan deviden. Pada saat cum dividend date ini harga saham akan mengalami kenaikan. Dengan semakin tingginya harga saham pada saat cum dividend date dibandingkan pada hari-hari sebelumnya mengakibatkan nilai actual return lebih besar dibandingkan dengan return ekspektasi sehingga investor akan memperoleh abnormal return yang tinggi. Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa terjadi perbedaan fluktuasi yang sangat besar antara sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden. Sebelum dan saat pengumuman deviden terjadi fluktuasi yang sangat besar terhadap nilai abnormal return karena para investor lebih banyak untuk melakukan transaksi 81 pembelian saham yang lebih besar dengan tujuan agar segera mendapatkan deviden sehingga memperoleh nilai abnormal return yang lebih besar. Keadaan ini berbeda setelah pengumuman deviden karena pergerakan rata-rata abnormal return relatif kecil karena pasar tidak lagi tertarik untuk membeli saham melainkan lebih tertarik untuk menjual saham karena jangka waktu pembagian deviden masih cukup lama. Kondisi tersebut disebut dengan Ex-dividend date merupakan tanggal dimana perdagangan saham sudah tidak mengandung hak untuk mendapatkan deviden. Apabila para investor tetap membeli saham pada tanggal ini maka investor tidak akan memperoleh pembagian deviden. Pada saat Ex-dividend date hargaharga saham akan cenderung mengalami penurunan sehingga investor lebih banyak untuk melakukan penjualan saham. b. Aktivitas Volume Perdagangan Pengukuran aktivitas volume perdagangan saham merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap suatu informasi dengan parameter pergerakan aktivitas volume perdagangan. Atau dengan kata lain, aktivitas volume perdagangan mengambarkan sentimen pasar disamping juga menggambarkan fluktuasi harga saham dan bisa mengetahui kondisi saham semakin likuid atau tidak. 82 Secara konseptual suatu aset disebut likuid dilihat dari aktivitas volume perdagangan saham (indikator sebagai pengukur likuidtias saham), apabila aset tersebut dapat ditransaksikan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat. Berikut ini disajikan hasil perhitungan statistik terhadap rata – rata aktivitas volume perdagangan saham. Tabel 4.3 Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan Seluruh Saham Rata-Rata AVP Seluruh Saham AVP sebelum AVP saat AVP sesudah 0.0017696 0.00205132 0.00142146 Sumber: data Sekunder Diolah, 2008 Dari hasil perhitungan statistik tersebut, dapat diketahui bahwa saat pengumuman deviden nilai aktivitas volume perdagangan menunjukkan nilai 0.00205132. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan nilai aktivitas volume perdagangan sebelum dan sesudah pengumuman deviden. Tingginya nilai aktivitas volume perdagangan pada saat pengumuman deviden menunjukkan bahwa pada saat pengumuman deviden harga saham mengalami peningkatan sehingga para investor lebih banyak untuk melakukan pembelian saham di bursa. 83 Aktivitas volume perdagangan saham perusahaan yang tergabung dalam Industri Manufaktur atas pengumuman deviden dapat dilihat pada tabel sebagai berikut; Tabel 4.4 Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan Seluruh Saham Periode Pengamatan Rata-rata AVP -10 0.00244592 -9 0.00172221 -8 0.00244395 -7 0.00122076 -6 0.00264424 -5 0.00137994 -4 0.00163337 -3 0.001134 -2 0.001157 -1 0.001914 0 0.002051 1 0.001767 2 0.000804 3 0.001076 4 0.001135 5 0.000931 6 0.002199 7 0.00261 8 0.001477 9 0.000871 10 0.001344 Sumber: data Sekunder Diolah, 2008 84 Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa aktivitas volume perdagangan tertinggi terjadi pada hari ke enam sebelum terjadinya peristiwa yaitu 0.00264424 dan aktivitas volume perdagangan terendah terletak pada hari kedua yaitu 0.00080433. Pada hari keenam sebelum terjadinya pengumuman deviden nilai aktivitas volume perdagangan menunjukkan nilai yang tertinggi karena bertepatan dengan cumdividend date. Grafik 4.3 Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan Saham Individu 0 0.0005 0.001 0.0015 0.002 0.0025 0.003 -10 -8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 AAR Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa selama periode pengamatan terjadi fluktuasi aktivitas volume perdagangan yang tajam. Dari grafik dapat dilihat bahwa pada hari keenam nilai aktivitas volume perdagangan menunjukkan nilai yang tertinggi karena pada saat itu bertepatan dengan Cum dividend date. 85 Cum dividend date merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak untuk mendapatkan deviden (baik tunai maupun saham). Pada saat cum dividend date akan terjadi penigkatan volume perdagangan saham karena apabila pada saat cum dividend date investor tidak melakukan transaksi pembelian saham maka investor tidak berhak untuk mendapatkan deviden. Pada saat cum dividend date ini harga saham cenderung mengalami kenaikan karena pada tanggal ini merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak untuk mendapatkan deviden. Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa setelah hari ke enam sebelum terjadinya pengumuman deviden nilai aktivitas volume perdagangan cenderung mengalami penurunan secara terus menerus walaupun pada hari ketujuh nilai aktivitas perdagangan saham kembali mengalami kenaikan. 4. Hasil Analisis a. Pengujian Hipotesis 1) Paired Sample T Test a) Abnormal Return Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji paired sample t test dengan menggunakan SPSS for windows versi 86 12 mengenai rata-rata abnormal return saham menghasilkan perhitungan statistik sebagai berikut : Tabel 4.5 Paired sample T test No Keterangan Mean T-hitung T-tabel Sig 2 tailed Taraf Signifikan Ket 1 Sebelum 0.00422 0.848 2.056 0.404 0.05 Tidak Signifikan 2 Saat -0.00089 0.198 2.056 0.560 0.05 Tidak Signifikan 3 Sesudah 0.00333 2.045 2.056 0.051 0.05 Tidak Signifikan Dari hasil pengujian uji paired sample t test dapat diketahui bahwa average abnormal return pada saat sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pada saat sebelum pengumuman deviden nilai average abnormal return sebesar 0.00422 karena sebelum pengumuman deviden investor cenderung akan melakukan pembelian saham dengan tujuan untuk memperoleh deviden. Pada saat sebelum pengumuman deviden harga-harga saham akan mengalami kenaikan sehingga para investor akan memperoleh return actual yang lebih tinggi dari pada return ekspektasi. Dengan semakin tingginya return actual dari pada return ekspektasi investor maka nilai abnormal return akan semakin tinggi. Kondisi ini berbeda pada saat dan sesudah pengumuman deviden. Nilai average abnormal return cenderung 87 mengalami penurunan karena para investor tidak lagi melakukan pembelian saham. Para investor lebih tertarik untuk melakukan penjualan saham karena apabila mereka tetap melakukan pembelian saham maka keuntungan yang mereka dapatkan akan tipis karena jangka waktu pembagian deviden masih sangat lama yaitu satu tahun kemudian. b) Aktivitas volume perdagangan saham Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji paired sample t test dengan menggunakan SPSS for windows versi 12 mengenai aktivitas volume perdagangan saham menghasilkan perhitungan statistik sebagai berikut : Tabel 4.6 Paired sample T test No Keterangan Mean T-hitung T-tabel Sig 2 tailed Taraf Signifikan Ket 1 Sebelum 0.00029 0.209 2.056 0.836 0.05 Tidak Signifikan 2 Saat -0.00065 0.629 2.056 0.535 0.05 Tidak Signifikan 3 Sesudah 0.000335 0.762 2.056 0.453 0.05 Tidak Signifikan Dari hasil pengujian uji paired sample t test dapat diketahui bahwa aktivitas volume perdagangan saham pada saat sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat 88 perbedaan yang signifikan. Pada saat sebelum pengumuman deviden nilai volume perdagangan saham sebesar 0.00029 dan sesudah pengumuman deviden sebesar 0.000335. Pada saat dan sesudah pengumuman deviden terjadi kenaikan pada aktivitas volume perdagangan saham pada saat itu para investor akan tertarik untuk melakukan pembelian saham pada saat menjelang pengumuman deviden. Pada saat sesudah pengumuman deviden para investor akan tertarik untuk melakukan penjualan saham karena apabila mereka tidak melakukan hal itu, investor akan mendapatkan keuntungan yang relatif sedikit karena jangka waktu pembagian deviden masin lama. 2) Uji T a) Abnormal Return Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji T mengenai rata-rata abnormal return saham menghasilkan perhitungan statistik sebagai berikut : Tabel 4.7 Uji T No Keteragan Thitung Ttabel Sig 2 tailed Taraf Signifikan Ket 1 Sebelum-Saat 0.848 2.056 0.404 0.05 Tidak Signifikan 2 Saat-Sesudah 0.198 2.056 0.844 0.05 Tidak Signifikan 3 Sebelum-Sesudah 2.045 2.056 0.051 0.05 Tidak Signifikan Sumber: data Sekunder Diolah, 2008 89 Dari hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat diketahui dari nilai Thitung < Ttabel yaitu T hitung sebesar 0.848 < 2.056 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Ketidaksignifikan sebelum dan sesudah pengumuman deviden tersebut karena informasi pengumuman deviden tersebut telah tersebar secara merata di pasar sehingga investor tidak akan ada yang memperoleh abnormal return dari pengumuman deviden tersebut. Pada saat pengumuman deviden dan sesudah pengumuman deviden dari hasil statistik, diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden. Adanya perbedaan yang tidak signifikan tersebut kemungkinan pengumuman deviden tersebut telah tersebar secara merata di masyarakat sehingga pasar merespon dengan kemampuan yang sama sehingga tidak memperoleh abnormal return. Dari hasil tersebut juga diketahui bahwa sebelum dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman deviden tidak mempunyai kandungan informasi 90 yang mengakibatkan pasar tidak bereaksi atas pengumuman tersebut atau dapat diartikan bahwa pasar telah mengantisipasi sebelumnya sehingga pada saat pengumuman informasi tersebut sudah tidak bermanfaat. b) Aktivitas volume perdagangan Tabel 4.8 Uji T No Keteragan Thitung Ttabel Sig 2 tailed Taraf Signifikan Ket 1 Sebelum-Saat 0.209 2.056 0.836 0.05 Tidak Signifikan 2 Saat-Sesudah 0.629 2.056 0.535 0.05 Tidak Signifikan 3 Sebelum-Sesudah 0.762 2.056 0.453 0.05 Tidak Signifikan Sumber: Data diolah Peneliti 2008. Dari hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan saat pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat diketahui dari nilai Thitung < Ttabel yaitu T hitung sebesar 0.836 < 2.056 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Ketidaksignifikan sebelum dan sesudah pengumuman deviden tersebut mengindikasikan bahwa kemungkinan pada saat pengumuman deviden tersebut para investor banyak yang tetap memegang saham mereka dari pada melakukan transaksi 91 perdagangan , sehingga aktivitas perdagangan tidak berubah. Akibatnya investor dalam jangka pendek maupun jangka panjang tidak merespon informasi tersebut dan tidak banyak yang melakukan perdagangan saham yang dapat mengakibatkan perubahan atau peningkatan terhadap volume perdagangan saham pada periode sebelum dan saat pengumuman deviden. Dari hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa aktivitas volume perdagangan saham saat dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil statistik diatas diketahui bahwa nilai Thitung < Ttabel yaitu T hitung sebesar 0.836 < 2.056 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Ketidaksignifikan sebelum dan sesudah pengumuman deviden tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman telah diantisipasi olah para investor sebelumnya sehingga pasar menganggap bahwa informasi tersebut telah bias. Hasil statistik perhitungan diatas juga menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah pengumuman deviden menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa investor mempunyai tingkat ekspektasi yang sama sehingga aktivitas volume perdagangan tidak mengalami perubahan. 92 B. Implikasi Hasil Penelitian Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap studi peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumunan dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Jogiyanto, 2003: 410). Studi peristiwa yang khususnya pengujian kandungan informasi terhadap suatu pengumuman untuk melihat reaksi pasar terhadap suatu pengumuman. Demikian juga dengan studi peristiwa tentang pengumuman deviden, jika informasi pengumuman deviden tersebut mempunyai kandungan informasi yang dapat mempengaruhi preferensi investor dalam pengambilan keputusan investor, maka semestinya terdapat perbedaan dalam hal harga saham dan aktivitas volume perdagangan saham di seputar pengumuman deviden. Dalam hipotesis informasi content (signaling hypotesis) diasumsikan bahwa deviden sebagai isyarat yang mempunyai kandungan informasi atau sinyal yang dapat mempengaruhi investor dalam melakukan investasi di pasar modal. Jika asumsi tersebut benar berarti terdapat perbedaan dalam abnormal return dan aktivitas volume perdagangan. 93 Dengan adanya perbedaan tersebut berarti terdapat asimetris informasi diantara pelaku pasar terhadap informasi tersebut. Kebijakan deviden merupakan sebuah isu yang masih diperdebatkan. Hal ini ditunjukkan oleh penelitian-penelitian tentang kebijakan deviden dengan hasil yang berbeda-beda. Hasil studi apakah informasi pengumuman deviden mengandung informasi yang berguna bagi pasar menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Watts (!973) seperti yang dikutip oleh Jogiyanto (!998) tidak menemukan bukti bahwa pengumuman deviden mengandung sebuah informasi. Hasil tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Asquith dan Mullins (1996) seperti dikutip oleh Bandi dan Jogiyanto Hartono (1999) menemukan bukti adanya kandungan informasi disekitar tanggal pengumuman deviden, sehingga deviden dapat memberikan sinyal bagi para investor. Hasil perhitungan statistik diatas, dengan mengamati abnormal return menjelaskan bagaimana abnormal return menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara periode sebelum, saat dan sesudah pengumuman deviden. Kondisi ini memberikan suatu makna bahwa informasi dari pengumuman deviden menyebabkan pasar bereaksi negatif, sehingga tidak dapat memberikan sinyal kuat dan positif kepada investor untuk membuat suatu keputusan dan pengharapan tentang prospek perusahaan di masa yang akan datang. 94 Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Aharony Dan Swary (1980), seperti dikutip Sujoko dan Jogiyanto (2001) Asquith dan Mullins (1986) seperti dikutip menyatakan bahwa return dan abnormal return diseputar pengumuman deviden dapat memberikan informasi positif kepada investor sehingga mempengaruhi preferensi investor dalam pengambilan keputusan. Adanya perbedaan tersebut mencerminkan adanya informasi diantara investor terhadap informasi deviden. Perubahan volume perdagangan saham di pasar modal menunjukkan aktivitas perdagangan saham di bursa dan mencerminkan keputusan investor. Aktivitas volume perdagangan dipergunakan untuk menguji dan mengukur apakah para pemodal individu mengetahui informasi yang dikeluarkan perusahaan dan menggunakannya dalam pembelian dan penjualan saham, sehingga akan mendapatkan keuntungan diatas normal (abnormal return). Analisis tentang reaksi pasar yang dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan saham mengalami perbedaan yang tidak signifikan pada periode sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden. Rata-rata perbedaan sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden menghasilkan analisis bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal ini berarti bahwa investor telah mengantisipasi informasi tersebut sehingga tidak mengakibatkan perubahan pada aktivitas volume perdagangan saham atau tidak mempengaruhi tingkat likuiditas, atau investor 95 kemungkinan kurang mendapat informasi atau kurang tepat dalam menanggapi informasi yang telah disyaratkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengumuman deviden tidak mempunyai pengaruh terhadap tingkat likuiditas saham perusahaan yang menjadi sampel. Hasil analisis diatas sependapat dengan Brooks seperti dikutip Doddy Setiawan dan Jogiyanto Hartono (2003), yang meneliti pengumuman deviden terhadap pada tahun 1998 dan menguji perubahan asimetris informasi, relative spread, dan volume perdagangan saham untuk melihat perubahan antara sebelum dan sesudah pengumuman deviden. Hasil penelitian Brooks (1996) menemukan asimetris informasi yang terjadi tidak mengalami perubahan yang signifikan begitu juga dengan relative spread dan volume perdagangan. Hasil analisis penelitian ini berlawanan dengan pendapat dari penelitian yang dilakukan oleh Mamduh Hanafi (1997) yang meneliti aktivitas volume perdagangan saham di seputar pengumuman laporan keuangan dan menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada periode sebelum dan sesudah pengumuman. Hal ini mengidentifikasikan bahwa kemungkinan adanya kandungan informasi dari pengumuman yang dapat mempengaruhi pelaku pasar dalam mengambil keputusan yang tercermin dari adanya perubahan aktivitas volume perdagangan saham. 96 Hasil penelitian ini mendukung teori ketidakrelevanan deviden yang telah dikemukakan oleh Merton Miller dan Franco Modligami (MM). Mereka berpendapat bahwa kebijakan deviden perusahaan tidak mempunyai pengaruh baik terhadap nilai perusahaan maupun biaya modalnya. Dengan kata lain pembagian deviden tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham karena pembayaran deviden tidak dapat mempengaruhi kekayaan para pemegang saham. Teori ini juga mengatakan bahwa nilai perusahaan sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan aktiva perusahaan dalam menghasilkan laba. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini mengemukakan bahwa pengumuman deviden di bursa Efek Indonesia pada sampel perusahaan manufaktur tahun 2007, tidak cukup memiliki kandungan informasi yang menyebabkan terjadinya perbedaan preferensi investor dalam mengambil keputusan investasinya. Kondisi terebut menunjukkan kemungkinan investor menganggap perusahaan-perusahaan tersebut (emiten) yang digunakan sebagai sampel, kebanyakan merupakan perusahaan yang tidak bertumbuh atau perusahaan yang tidak mempunyai prospek learning yang baik dimasa yang akan datang. Tabel 4.9 Uji T No Keteragan Thitung Ttabel Sig 2 tailed Taraf Signifikan Ket 97 1 AAR Sebelum-Saat 0.848 2.056 0.404 0.05 Tidak Signifikan 2 AAR Saat-Sesudah 0.198 2.056 0.844 0.05 Tidak Signifikan 3 AAR Sebelum- Sesudah 2.045 2.056 0.051 0.05 Tidak Signifikan 4 AVP Sebelum-Saat 0.209 2.056 0.836 0.05 Tidak Signifikan 5 AVP Sebelum- Sesudah 0.629 2.056 0.535 0.05 Tidak Signifikan 6 AVP Sesudah- Sebelum 0.762 2.056 0.453 0.05 Tidak Signifikan Sumber: data Sekunder Diolah, 2008 Dari hasil yang disajikan di atas, menunjukkan bahwa reaksi pasar yang dicerminkan dengan indikator abnormal return, dan AVP saham, memberikan hasil bahwa tidak terdapat perubahan atau perbedaan yang signifikan pada ketiga indikator pasar tersebut selama periode pengamatan. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tidak merespon informasi adanya pengumuman deviden atau kemungkinan mereka menganggap bahwa informasi yang dipublikasikan sehubungan dengan pengumuman deviden tidak mempunyai kandungan informasi. Dengan demikian nampaknya bahwa investor telah mengantisipasi informasi tersebut, sebab pengumuman deviden merupakan peristiwa yang rutin (corporate action) yang rutin setiap tahun terjadi. Sehingga pada saat informasi tersebut dipublikasikan mengakibatkan para pelaku pasar (investor) mengaggap bahwa informasi tersebut merupakan informasi yang tidak bermanfaat (bermakna ) bagi investor, terutama sebagai bahan acuan atau pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasinya. 98 Secara komulatif dapat disimpulkan bahwa pengumuman deviden menghasilkan keputusan bahwa pasar tidak bereaksi positif terhadap pengumuman deviden. Hal ini dikarenakan BEI tergolong pada bursa yang tipis (thin market). Pasar modal yang tipis mempunyai ciri dari pasar modal yang berkembang (emerging market). Dalam pasar modal ini informasi yang ada sebagian sudah bias, atau harga saham pada saat ini masih mencerminkan harga saham masa lalu, sehingga investor tidak dapat memanfaatkan harga masa lalu untuk mendapatkan keuntungan di atas normal. Dalam Islam dijelaskan bahwa didalam memperoleh sebuah berita untuk mengambil sebuah keputusan sebaiknya seseorang tidak melihat dari satu sisi saja, melainkan mencari informasi dari beberapa sumber yang jelas, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Dalam surat Al-Hujuraat ayat 6: $pκš‰r'‾≈tƒ tÏ%©!$# (#þθãΖtΒ#u βÎ) óΟä.u!%y` 7,Å™$sù :*t6t⊥Î/ (#þθãΨ¨t6tGsù βr& (#θç7ŠÅÁè? $JΒöθs% 7's#≈yγpg¿2 (#θßsÎ6óÁçGsù 4’n?tã $tΒ óΟçFù=yèsù tÏΒω≈tΡ ∩∉∪ Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui 99 keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS.Al-Hujarat:6) Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah telah memerintahkan agar benar-benar meneliti berita yang dibawa oleh orang fasik dalam rangka mewaspadainya, sehingga tidak ada seorangpun yang memberikan keputusan berdasarkan perkataan orang fasik tersebut, dimana pada saat itu orang fasik tersebut berpredikat sebagai seorang pendusta dan telah berbuat kekeliruan, sehingga orang yang memberikan keputusan berdasarkan ucapan orang fasik itu berarti ia telah mengikuti dari bekakang. Padahal Allah telah telah melarang untuk mengikuti jalan orang-orang untuk berbuat kerusakan. Disini pula, beberapa kelompok ulama telah melarang untuk menerima riwayat yang diperoleh dari orang yang tidak diketahui keadaannya karena adanya kemungkinan orang tersebut telah fasik. Dalam dunia investasi, para investor dalam mengambil keputusan harus melakukan beberapa analisis baik secara teknikal maupun secara fundamental. Informasi atau berita dalam analisis fundamental 100 merupakan salah satu alat analisis yang harus digunakan oleh investor dalam mengambil sebuah keputusan. Informasi atau berita merupakan alat analisis yang penting bagi para investor dalam mengambil keputusan, namun informasi atau berita tersebut harus diseleksi terlebih dahulu. Artinya investor tidak boleh mengabil keputusan hanya berdasarkan pada satu informasi atau berita, namun investor harus tetap melakukan seleksi terhadap informasi tersebut. Dalam islam juga dijelaskan yaitu pada surat Al Hujarat ayat 8 bahwa Allah telah memerintahkan agar benar-benar meneliti berita dalam mengambil sebuah keputusan. Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa dalam mengambil keputusan tidak boleh secara langsung mempercayai terhadap sebuah berita atau informasi tersebut namun berita teresbut harus diteliti terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan prinsip investasi dalam pengambilan sebuah keputusan. Dalam investasi, dalam mengambil keputusan harus dianalisis terlebih dahulu artinya informasi yang telah berkembang tersebut harus diteliti, apakah benar-benar akurat dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap dunia usaha sehingga tidak mengambil keputusan yang salah. 101 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan pengujian terhadap variabel-variabel dan juga dengan melakukan pengujian hipotesis, serta berbagai pembahasan yang telah dipaparkan dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Adanya pengumuman deviden tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap abnormal return sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden. Dari hasil pengujian statistik dengan menggunakan SPSS for windows versi 12 dengan menggunakan uji Paired Sample T Test dan uji T diperoleh pada saat pengumuman deviden dan sesudah pengumuman deviden dari hasil statistik 102 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden. Adanya perbedaan yang tidak signifikan tersebut karena pengumuman deviden tersebut telah tersebar secara merata di masyarakat sehingga pasar merespon dengan kemampuan yang sama sehingga tidak memperoleh abnormal return. Dari hasil pengujian statistik juga diketahui bahwa sebelum dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman deviden tidak mempunyai kandungan informasi yang mengakibatkan pasar tidak bereaksi atas pengumuman tersebut atau dapat diartikan bahwa pasar telah mengantisipasi sebelumnya sehingga pada saat pengumuman informasi tersebut sudah tidak bermanfaat. 2. Adanya pengumuman deviden tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap abnormal return sebelum, saat, dan sesudah pengumuman deviden. Dari hasil pengujian statistik dengan menggunakan SPSS for windows versi 12 dengan menggunakan uji Paired Sample T Test dan uji T diperoleh pada saat pengumuman deviden dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara saat dan sesudah pengumuman deviden. Dari hasil statistik diatas diketahui bahwa nilai Thitung < 103 Ttabel yaitu T hitung sebesar 0.836 < 2.056 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Ketidaksignifikan sebelum dan sesudah pengumuman deviden tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman deviden telah diantisipasi olah para investor sebelumnya sehingga pasar menganggap bahwa informasi tersebut telah bias. Hasil statistik perhitungan diatas juga menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah pengumuman deviden menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa investor mempunyai tingkat ekspektasi yang sama sehingga aktivitas volume perdagangan tidak mengalami perubahan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengumuman deviden secara tidak dapat mempengaruhi jumlah pemegang saham yang ditunjukkan dengan tidak adanya perubahan terhadap volume perdagangan saham yang signifikan. B. SARAN 1. Bagi investor Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa pengumuman deviden kurang mempunyai kandungan informsi sehingga diharap semua investor atau calon investor 104 mencari atau mendapatkan informasi dari perusahaan agar tidak terjadi asimetris informasi dalam pengambilan keputusan investasi. 2. Bagi Emiten Dari hasil pengujian dan analisis mengindikasikan bahwa dalam pengumuman deviden kurang mempengaruhi preferensi investor atau perusahaan (emiten) dalam melakukan pengumuman deviden kurang mampu memenuhi tujuan deviden yaitu meningkatkan likuiditas saham. Sehingga diharapkan juga dapat memberikan informasi tentang prospek yang baik dan bertumbuh agar informasi yang disampaikan direspon positif oleh investor. 105 DAFTAR PUSTAKA Alu Syaikh, Abdullah Bin Muhammad Bin’ Abdurrahman Bin Ishaq, 2007. Tafsir Ibnu Katsir. Jilid 7, Cetakan Keempat, Penerbit Mu-assasah Daar al-Hilaal, Kairo. Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti, 2006. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi, Cetakan Kelima, Penerbit PT. Rineka Cipta, Semarang. Darmaji, Tjipto dan Hendy M. Fakhrudin, 2001. Pasar Modal Di Indonesia (Pendekatan Tanya Jawab). Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Dewan Syariah Nasional, 2004. Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal, http://www.mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=48&pg=2. 12 Januari 2008. Halim, Abdul, 2005. Analisis Investasi. Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta. Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution, 2007. Investasi pada Pasar Modal Syariah. Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta. 106 Husnan, Suad, 1998. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Ketiga, Cetakan Kedua, Penerbit UPP-AMP YKPN, Yogyakarta. Ilmasari, Nurul, 2007. Perbedaan Abnormal Return, Volume Perdagangan Saham, Dan Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Publikasi Corporate Governance Perception Index (CGPI). Skripsi Tidak di Publikasikan, Universitas Brawijaya. Indiantoro, Nur dan Bambang Supomo, 1999. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Jaenuri, Afif, 2006. Analisis Return, Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham Atas Pengumuman Deviden Pada Saham LQ 45 Yang Tercatat Di BEJ Tahun 2005. Skripsi Tidak di Publikasikan.Universitas Muhammadiyah Malang. Jogiyanto, 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketiga, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Kuncoro, Mudrajat, 2004. Metode Kuantitatif Teori Dan Aplikasi Untuk Bisnis Dan Ekonomi. Edisi Kedua, Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta. Muhammad, 2007. Aspek Hukum dalam Muamalat. Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta. Rusdin, 2006. Pasar Modal. Penerbit Alfabeta, Bandung. Samsul, Muhammad, 2006. Pasar Modal. Penerbit Erlangga, Jakarta. Sawitri, 2007. Studi Empiris Reaksi Pasar Terhadap Publikasi Pembayaran Deviden. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Tahun XI (2): 248-259 Sucipto, Agus, 2006. Analisis Likuiditas Saham Sebelum, Saat, Dan Sesudah Pengumuman Stock Split (Kasus Pada Perusahaan Manafaktur Yang Go Publik Di Bursa Efek Jakarta). El-Harakah, Vol 63: 129-147. Sumitro, Warkum,2004. Asaa-Asas Perbankan Islam & Lembaga-Lembaga Terkait. Edisi Keempat, Penerbit PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. Sunaryah, 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Ketiga, Penerbit UPP-AMP YKPN, Yogyakarta. 107 Sundjaja, Ridwan S, 2003. Manajemen Keuangan. Edisi Keempat, Penerbit Literata, Klaten. Suryawijaya dan Setiawan, 1998. Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Politik Dalam Negeri (Event Study pada Peristiwa 27 Juli 1996). KELOLA. Gadjah Mada University Business Review. Vol VII, No.18. PP: 137 – 153. Sutrisno, 2001. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Penerbit Ekonisia, Yogyakarta. Tandelilin, Eduardos, 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Penerbit BPFE, Yogyakarta Van Horne, James C dan , John M Machowich. 1999. Prinsip – prinsip Manajemen Keuangan. Alih Bahasa Oleh Tim Penerjemah Salemba Empat, Jakarta. Warsono, 1999. Manajemen Keuangan Keputusan Keuangan Jangka Panjang. Penerbit UMM Press, Malang. Weston, J. Fred dan Eugena F Brigham. 1990. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi Kesembilan, Alih Bahasa Alfonsus Sirait, Penerbit Erlangga, Jakarta Widiarto, Muhammad, 2006. Resensi Buku: Mewujudkan Dhowabith Syar’iyah dalam Pasar Keuangan (Financial Market); Upaya Membangun Pasar Uang dan Pasar Modal yang Sesuai Syari’ah, http://www.msi-uii.net. 10 Januari 2007 Zamroni, Ahmad. 2003. Analisis Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Peledakan BOM Bali 12 Oktober 2002 (Pengamatan terhadap Return, Abnormal Return, Trading Volume Activity, dan Security Return Variability Saham). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri malang http://www.jsx.com. 10 Januari 2008. 108 Bangkitnya Industri Manufaktur. 2007. http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/01/16/brk,2007 0116-91387,id.html. 15 Maret 2008. Lampiran 1 Closing Price Closing Price No Nama Emiten Tanggal Pengumuman t-11 t -10 -9 -8 -7 -6 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 19000 19400 19500 19250 19300 20100 20450 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 3025 3050 3100 3050 3050 3125 3100 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 300 330 330 335 325 330 325 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 2000 2000 2000 2000 2000 2000 1500 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 59000 59000 59000 59000 59000 59000 59000 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 330 335 325 325 325 320 320 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 860 940 940 930 940 980 980 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 24300 24300 24300 24300 24300 24300 24300 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 2200 2200 2200 2200 2200 2200 2200 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 560 640 560 600 630 620 620 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 9400 9500 10000 10000 9800 9800 9500 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 11100 11400 11450 11300 11150 11450 11200 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 14000 14050 13300 13250 13650 13600 13650 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 5450 5550 5500 5550 5700 5900 5700 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 1680 1680 1690 1690 1690 1690 1780 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 1230 1230 1240 1220 1240 1230 1250 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 173 173 174 177 180 185 185 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 940 960 920 920 920 940 910 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 7800 7800 7800 7750 7750 7750 7750 109 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 1620 1620 1650 1650 1660 1660 1690 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 3525 3525 3575 3550 3550 3550 3525 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 52000 52000 52000 52000 52000 52500 52500 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 48100 48100 48100 48100 48100 48100 48500 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 315 325 380 385 400 400 390 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 43850 45000 46900 46700 46000 46500 47700 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 23000 23000 23000 23000 23000 23000 23000 27 SMART 21 Mei 2007 3550 3700 3825 3850 3750 3800 3850 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 1360 1400 1400 1400 1400 1400 1400 Closing Price No Nama Emiten Tanggal Pengumuman 1 2 3 4 5 6 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 22200 22500 23600 22950 22500 21550 22800 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 3175 3175 3250 3275 3300 3350 3325 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 360 355 360 370 370 370 375 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 59000 59000 59000 59000 59000 59000 59000 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 330 325 325 320 310 315 320 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 960 980 980 960 960 950 950 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 22300 22300 22300 22300 22300 22300 22300 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 2300 2300 2300 2300 2300 2300 2300 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 610 600 620 620 620 620 610 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 10200 10200 9900 9900 9600 9600 9600 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 11150 11000 11000 10900 11000 10950 11100 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 13900 14100 14200 14150 14200 14100 14100 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 5650 5600 5750 5700 5700 5600 5600 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 1880 1840 1880 1990 1980 2100 2050 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 1240 1230 1230 1240 1240 1230 1250 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 192 197 198 192 197 192 217 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 960 960 970 960 960 920 910 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 7350 7350 7350 7350 7350 7350 7350 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 1910 1940 1940 1960 1950 1950 1950 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 3600 3575 3550 3525 3525 3550 3550 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 54000 54000 54000 54000 53950 53950 53700 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 48000 48000 48000 48000 48000 48000 48000 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 400 400 400 400 400 415 425 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 50200 51000 51300 51300 52250 54500 52800 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 23000 23000 23000 23000 23000 23000 23000 27 SMART 21 Mei 2007 3700 3800 3850 3850 3850 3700 3700 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 1400 1400 1400 1400 1300 1300 1300 110 Lampiran 2 Indeks Harga Saham Gabungan IHSG No Nama Emiten Tanggal Pengumuman t-11 t -10 -9 -8 -7 -6 1 Astra International 9 Oktober 2007 2223.221 2239.862 2313.34 2304.631 2335.49 2399.456 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep 2209.931 2222.746 2225.61 2223.221 2239.86 2313.339 3 Bentoel International Investama 2 Oktober 2007 2223.221 2239.862 2313.34 2335.487 2704.66 2,353.63 4 Branta Mulia 3 Juli 2007 2,126.49 2,142.19 2,161.07 2,152.34 2,152.32 2,152.20 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia 29 Juni 2007 2,108.41 2,120.64 2,126.49 2,142.19 2,161.07 2,152.34 6 Budi Acid Jaya 14-Nov-07 2704.657 2710.617 2652.48 2681.902 2713.98 2678.224 7 Charoen Pokhpand Indonesia 4 Juli 2007 2,142.19 2,161.07 2,152.34 2,152.32 2,152.20 2,153.54 8 Delta Djakarta 5 Juni 2007 2,063.76 2,071.27 2,078.75 2,104.25 2,078.61 2,060.43 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 2,076.76 2,058.74 2,055.40 2,084.32 2,111.75 2,093.11 10 Gajah Tunggal 3 Juli 2007 2,126.49 2,142.19 2,161.07 2,152.34 2,152.32 2,152.20 11 Goodyear Indonesia 4 Mei 2007 1,918.35 1,968.73 1,986.73 1,981.57 1,986.67 2,016.03 12 Gudang Garam 28 Juni 2007 2,088.60 2,108.41 2,120.64 2,126.49 2,142.19 2,161.07 13 HM Sampoerna 29-Nov-07 2691.871 2705.82 2668.7 2646.813 2624.86 2563.621 14 Indocement Tunggal Praskarsa 7 Mei 2007 1,968.73 1,986.73 1,981.57 1,986.67 2,016.03 2,019.68 15 Indofood Sukses Makmur 5 Juni 2007 2,063.76 2,071.27 2,078.75 2,104.25 2,078.61 2,060.43 16 Kalbe Farma 25 Mei 2007 2,022.79 2,037.98 2,047.03 2,022.30 2,044.21 2,037.78 17 Kimia Farma 29 Mei 2007 2,047.03 2,022.30 2,044.21 2,037.78 2,063.76 2,071.27 18 Malindo Feedmill 2 Oktober 2007 2223.221 2239.862 2313.34 2335.487 2704.66 2,353.63 19 Mandom Indonesia 26-Apr-07 1,930.40 1,941.15 1,963.82 1,965.44 1,959.68 1,918.35 20 Mayora Indah 27 Juni 2007 2,108.58 2,088.60 2,108.41 2,120.64 2,126.49 2,142.19 21 Medco Energi International 25 Juni 2007 2,054.45 2,084.03 2,108.58 2,088.60 2,108.41 2,120.64 22 MERCK 25-Apr-07 1,931.04 1,930.40 1,941.15 1,963.82 1,965.44 1,959.68 23 Multi Bintang Indonesia 14-Sep-07 2150.715 2194.339 2213.57 2215.117 2214.62 2220.777 24 Selamat Sempurna 10 Oktober 2007 2239.862 2313.339 2304.63 2335.487 2399.46 2464.943 25 Semen Gresik 3 Juli 2007 2,126.49 2,142.19 2,161.07 2,152.34 2,152.32 2,152.20 26 Sepatu Bata 21-Nov-07 2681.902 2713.978 2678.22 2707.667 2671.9 2654.208 27 SMART 21 Mei 2007 2,008.56 2,025.64 2,033.37 2,037.04 2,022.79 2,037.98 28 Sumi Indo Kabel 6 Juni 2007 2,071.27 2,078.75 2,104.25 2,078.61 2,060.43 2,076.76 IHSG No Nama Emiten Tanggal Pengumuman 0 1 2 3 4 5 1 Astra International 9 Oktober 2007 2546.608 2591.48 2638.21 2641.59 2616.74 2563.752 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep 2,378.83 2,359.21 2399.46 2451.59 2473.16 2500.581 3 Bentoel International Investama 2 Oktober 2007 2464.943 2451.59 2473.16 2500.58 2523.7 2546.608 4 Branta Mulia 3 Juli 2007 2,189.12 2,196.11 2,220.93 2,227.05 2,271.34 2,282.38 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia 29 Juni 2007 2,139.28 2,167.82 2,189.12 2,196.11 2,220.93 2,227.05 6 Budi Acid Jaya 14-Nov-07 2691.871 2705.82 2668.7 2646.81 2624.86 2563.621 7 Charoen Pokhpand Indonesia 4 Juli 2007 2,196.11 2,220.93 2,227.05 2,271.34 2,282.38 2,273.42 111 8 Delta Djakarta 5 Juni 2007 2,093.11 2,102.44 2,054.45 2,084.03 2,108.58 2,088.60 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 2,108.41 2,120.64 2,126.49 2,142.19 2,161.07 2,152.34 10 Gajah Tunggal 3 Juli 2007 2,189.12 2,196.11 2,220.93 2,227.05 2,271.34 2,282.38 11 Goodyear Indonesia 4 Mei 2007 2,033.37 2,037.04 2,022.79 2,037.98 2,047.03 2,022.30 12 Gudang Garam 28 Juni 2007 2,112.85 2,139.28 2,167.82 2,189.12 2,196.11 2,220.93 13 HM Sampoerna 29-Nov-07 2699.817 2688.33 2726.93 2752.94 2755.73 2795.399 14 Indocement Tunggal Praskarsa 7 Mei 2007 2,037.04 2,022.79 2,037.98 2,047.03 2,022.30 2,044.21 15 Indofood Sukses Makmur 5 Juni 2007 2,093.11 2,102.44 2,054.45 2,084.03 2,108.58 2,088.60 16 Kalbe Farma 25 Mei 2007 2,060.43 2,076.76 2,058.74 2,055.40 2,084.32 2,111.75 17 Kimia Farma 29 Mei 2007 2,058.74 2,055.40 2,084.32 2,111.75 2,093.11 2,063.76 18 Malindo Feedmill 2 Oktober 2007 2464.943 2451.59 2473.16 2500.58 2523.7 2546.608 19 Mandom Indonesia 26-Apr-07 2,019.68 1,999.17 2,001.18 2,008.56 2,025.64 2,033.37 20 Mayora Indah 27 Juni 2007 2,125.34 2,112.85 2,139.28 2,167.82 2,189.12 2,196.11 21 Medco Energi International 25 Juni 2007 2,152.20 2,153.54 2,125.34 2,112.85 2,139.28 2,167.82 22 MERCK 25-Apr-07 2,016.03 2,019.68 1,999.17 2,001.18 2,008.56 2,025.64 23 Multi Bintang Indonesia 14-Sep-07 2225.607 2223.22 2239.86 2313.34 2335.49 2704.657 24 Selamat Sempurna 10 Oktober 2007 2591.483 2638.21 2641.59 2616.74 2563.75 2453.211 25 Semen Gresik 3 Juli 2007 2,189.12 2,196.11 2,220.93 2,227.05 2,271.34 2,282.38 26 Sepatu Bata 21-Nov-07 2563.621 2569.51 2584.35 2648.04 2627.95 2671.895 27 SMART 21 Mei 2007 2,071.27 2,078.75 2,104.25 2,078.61 2,060.43 2,076.76 28 Sumi Indo Kabel 6 Juni 2007 2,102.44 2,054.45 2,084.03 2,108.58 2,088.60 2,108.41 Lampiran 3 Actual Return Actual Return No Nama Emiten t -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 1 Astra International (ASII) 0.020618557 0.00513 -0.01299 0.002591 0.0398 0.017115 0.01683 2 Astra Otopart (AUTO) 0.008196721 0.01613 -0.01639 0 0.024 -0.00806 0 3 Bentoel International Investama (RMBA) 0.090909091 0 0.014925 -0.030769 0.01515 -0.01538 0.07143 4 Branta Mulia (BRAM) 0 0 0 0 0 -0.33333 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 0 0 0 0 0 0 0 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 0.014925373 -0.0308 0 0 -0.01563 0 -0.03226 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 0.085106383 0 -0.01075 0.010638 0.04082 0 0.0101 8 Delta Djakarta (DLTA) 0 0 0 0 0 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 0 0 0 0 0 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 0.125 -0.0159 -0.01613 0 -0.03333 0 0 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 0.010526316 0.05 0 -0.020408 0 -0.03158 0.01042 12 Gudang Garam (GGRM) 0.026315789 0.00437 -0.01327 -0.013453 0.0262 -0.02232 0.02183 13 HM Sampoerna (HMSP) 0.003558719 -0.0564 -0.00377 0.029304 -0.00368 0.003663 0.00727 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 0.018018018 -0.0091 0.009009 0.026316 0.0339 -0.03509 -0.02703 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 0 0.00592 0 0 0 0.050562 -0.02299 16 Kalbe Farma (KLBF) 0 0.00806 -0.01639 0.016129 -0.00813 0.016 -0.00806 112 17 Kimia Farma (KAEF) 0 0.00575 0.016949 0.016667 0.02703 0 -0.01093 18 Malindo Feedmill (MAIN) 0.020833333 -0.0435 0 0 0.02128 -0.03297 0.02151 19 Mandom Indonesia (TCID) 0 0 -0.00645 0 0 0 0 20 Mayora Indah (MYOR) 0 0.01818 0 0.006024 0 0.017751 0.0452 21 Medco Energi International (MEDC) 0 0.01399 -0.00704 0 0 -0.00709 0.01399 22 MERCK (MERK) 0 0 0 0 0.00952 0 0.00943 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 0 0 0 0 0 0.008247 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 0.030769231 0.14474 0.012987 0.0375 0 -0.02564 0.03704 25 Semen Gresik (SMGR) 0.025555556 0.04051 -0.00428 -0.015217 0.01075 0.025157 0.00625 26 Sepatu Bata (BATA) 0 0 0 0 0 0 0 27 SMART 0.040540541 0.03268 0.006494 -0.026667 0.01316 0.012987 0 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 0.028571429 0 0 0 0 0 0 Actual Return No Nama Emiten 1 2 3 4 5 6 1 Astra International (ASII) 0.042793 0.013333 0.04661017 -0.0283 -0.02 -0.0441 2 Astra Otopart (AUTO) 0.007874 0 0.02307692 0.00763 0.00758 0.01493 3 Bentoel International Investama (RMBA) 0 -0.01408 0.01388889 0.02703 0 0 4 Branta Mulia (BRAM) 0 0 0 0 0 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 0 0 0 0 0 0 6 Budi Acid Jaya (BUDI) -0.0303 -0.01538 0 -0.0156 -0.0323 0.01587 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) -0.03125 0.020408 0 -0.0208 0 -0.0105 8 Delta Djakarta (DLTA) 0 0 0 0 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 0 0 0 0 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 0.016393 -0.01667 0.03225806 0 0 0 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 0.019608 0 -0.030303 0 -0.0313 0 12 Gudang Garam (GGRM) 0.008969 -0.01364 0 -0.0092 0.00909 -0.0046 13 HM Sampoerna (HMSP) 0.010791 0.014184 0.00704225 -0.0035 0.00352 -0.0071 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) -0.0177 -0.00893 0.02608696 -0.0088 0 -0.0179 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 0.005319 -0.02174 0.0212766 0.05528 -0.0051 0.05714 16 Kalbe Farma (KLBF) 0.008065 -0.00813 0 0.00806 0 -0.0081 17 Kimia Farma (KAEF) -0.01042 0.025381 0.00505051 -0.0313 0.02538 -0.026 18 Malindo Feedmill (MAIN) -0.02083 0 0.01030928 -0.0104 0 -0.0435 19 Mandom Indonesia (TCID) -0.01361 0 0 0 0 0 20 Mayora Indah (MYOR) 0.005236 0.015464 0 0.0102 -0.0051 0 21 Medco Energi International (MEDC) 0.006944 -0.00699 -0.0070423 -0.0071 0 0.00704 22 MERCK (MERK) 0 0 0 0 -0.0009 0 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 0 0 0 0 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 0 0 0 0 0 0.03614 25 Semen Gresik (SMGR) -0.00498 0.015686 0.00584795 0 0.01818 0.04128 26 Sepatu Bata (BATA) 0 0 0 0 0 0 27 SMART 0 0.026316 0.01298701 0 0 -0.0405 113 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 0 0 0 0 -0.0769 0 Lampiran 4 Return Pasar Return Pasar No Nama Emiten 1 2 3 4 5 6 1 Astra International (ASII) 0.017316 0.01771275 0.00128 -0.0095 -0.0207 -0.04506 0.039388 2 Astra Otopart (AUTO) -0.00832 0.01677464 0.02126 0.00872 0.01097 0.00916 0.008995 3 Bentoel International Investama (RMBA) -0.00545 0.00872125 0.01097 0.00916 0.009 0.01732 0.017713 4 Branta Mulia (BRAM) 0.003181 0.0111782 0.00275 0.0195 0.00483 -0.00394 0.005033 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 0.013166 0.00972948 0.00318 0.01118 0.00275 0.0195 0.004835 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 0.005155 -0.0139079 -0.0083 -0.0084 -0.0239 0.00229 0.00574 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 0.011178 0.00274803 0.0195 0.00483 -0.0039 0.00503 0.007249 8 Delta Djakarta (DLTA) 0.00444 -0.023361 0.01419 0.01164 -0.0096 0.0094 0.005766 9 Fash Food Indonesia (FAST) 0.005766 0.00275242 0.00733 0.00874 -0.0041 -8.8E-06 -5.5 10 Gajah Tunggal (GJTL) 0.003181 0.0111782 0.00275 0.0195 0.00483 -0.00394 0.005033 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 0.001803 -0.0070452 0.00745 0.00442 -0.0122 0.01072 -0.00315 12 Gudang Garam (GGRM) 0.012353 0.01316622 0.00973 0.00318 0.01118 0.00275 0.019501 13 HM Sampoerna (HMSP) -0.00427 0.01415257 0.00945 0.00101 0.01419 -0.00592 0.004056 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) -0.00705 0.00745248 0.00442 -0.0122 0.01072 -0.00315 0.012589 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 0.00444 -0.023361 0.01419 0.01164 -0.0096 0.0094 0.005766 16 Kalbe Farma (KLBF) 0.00786 -0.0087539 -0.0016 0.01388 0.01299 -0.00891 -0.01422 17 Kimia Farma (KAEF) -0.00162 0.01387884 0.01299 -0.0089 -0.0142 -0.00453 0.014193 18 Malindo Feedmill (MAIN) -0.00545 0.00872125 0.01097 0.00916 0.009 0.01732 0.017713 19 Mandom Indonesia (TCID) -0.01026 0.00100491 0.00367 0.00843 0.0038 0.0018 -0.00705 20 Mayora Indah (MYOR) -0.00591 0.01235323 0.01317 0.00973 0.00318 0.01118 0.002748 21 Medco Energi International (MEDC) 0.000622 -0.0132704 -0.0059 0.01235 0.01317 0.00973 0.003181 22 MERCK (MERK) 0.001804 -0.0102588 0.001 0.00367 0.00843 0.0038 0.001803 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) -0.00107 0.00742948 0.03176 0.00948 0.13649 -0.14914 -0.00998 24 Selamat Sempurna (SMSM) 0.017713 0.0012784 -0.0095 -0.0207 -0.0451 0.03939 -0.01141 25 Semen Gresik (SMGR) 0.003181 0.0111782 0.00275 0.0195 0.00483 -0.00394 0.005033 26 Sepatu Bata (BATA) 0.002293 0.00573955 0.02405 -0.0076 0.01645 0.01034 -0.00427 27 SMART 0.003599 0.01211455 -0.0123 -0.0088 0.00786 -0.00875 -0.00162 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) -0.02336 0.01419318 0.01164 -0.0096 0.0094 0.00577 0.002752 Return Pasar No Nama Emiten Tanggal Pengumuman 1 2 3 4 5 6 1 Astra International 9 Oktober 2007 0.017316 0.01771275 0.00128 -0.0095 -0.0207 -0.04506 114 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep -0.00832 0.01677464 0.02126 0.00872 0.01097 0.00916 3 Bentoel International Investama 2 Oktober 2007 -0.00545 0.00872125 0.01097 0.00916 0.009 0.01732 4 Branta Mulia 3 Juli 2007 0.003181 0.0111782 0.00275 0.0195 0.00483 -0.00394 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia 29 Juni 2007 0.013166 0.00972948 0.00318 0.01118 0.00275 0.0195 6 Budi Acid Jaya 14-Nov-07 0.005155 -0.0139079 -0.0083 -0.0084 -0.0239 0.00229 7 Charoen Pokhpand Indonesia 4 Juli 2007 0.011178 0.00274803 0.0195 0.00483 -0.0039 0.00503 8 Delta Djakarta 5 Juni 2007 0.00444 -0.023361 0.01419 0.01164 -0.0096 0.0094 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0.005766 0.00275242 0.00733 0.00874 -0.0041 -8.8E-06 10 Gajah Tunggal 3 Juli 2007 0.003181 0.0111782 0.00275 0.0195 0.00483 -0.00394 11 Goodyear Indonesia 4 Mei 2007 0.001803 -0.0070452 0.00745 0.00442 -0.0122 0.01072 12 Gudang Garam 28 Juni 2007 0.012353 0.01316622 0.00973 0.00318 0.01118 0.00275 13 HM Sampoerna 29-Nov-07 -0.00427 0.01415257 0.00945 0.00101 0.01419 -0.00592 14 Indocement Tunggal Praskarsa 7 Mei 2007 -0.00705 0.00745248 0.00442 -0.0122 0.01072 -0.00315 15 Indofood Sukses Makmur 5 Juni 2007 0.00444 -0.023361 0.01419 0.01164 -0.0096 0.0094 16 Kalbe Farma 25 Mei 2007 0.00786 -0.0087539 -0.0016 0.01388 0.01299 -0.00891 17 Kimia Farma 29 Mei 2007 -0.00162 0.01387884 0.01299 -0.0089 -0.0142 -0.00453 18 Malindo Feedmill 2 Oktober 2007 -0.00545 0.00872125 0.01097 0.00916 0.009 0.01732 19 Mandom Indonesia 26-Apr-07 -0.01026 0.00100491 0.00367 0.00843 0.0038 0.0018 20 Mayora Indah 27 Juni 2007 -0.00591 0.01235323 0.01317 0.00973 0.00318 0.01118 21 Medco Energi International 25 Juni 2007 0.000622 -0.0132704 -0.0059 0.01235 0.01317 0.00973 22 MERCK 25-Apr-07 0.001804 -0.0102588 0.001 0.00367 0.00843 0.0038 23 Multi Bintang Indonesia 14-Sep-07 -0.00107 0.00742948 0.03176 0.00948 0.13649 -0.14914 24 Selamat Sempurna 10 Oktober 2007 0.017713 0.0012784 -0.0095 -0.0207 -0.0451 0.03939 25 Semen Gresik 3 Juli 2007 0.003181 0.0111782 0.00275 0.0195 0.00483 -0.00394 26 Sepatu Bata 21-Nov-07 0.002293 0.00573955 0.02405 -0.0076 0.01645 0.01034 27 SMART 21 Mei 2007 0.003599 0.01211455 -0.0123 -0.0088 0.00786 -0.00875 28 Sumi Indo Kabel 6 Juni 2007 -0.02336 0.01419318 0.01164 -0.0096 0.0094 0.00577 Lampiran 5 Abnormal Return Saham Individu Abnormal Return Saham Indivudual No Nama Emiten t -10 -9 -8 -7 -6 -5 1 Astra International (ASII) 0.013189081 -0.0266 -0.00921 -0.010621 0.01314 -0.00945 2 Astra Otopart (AUTO) 0.00243133 0.01484 -0.01532 -0.007429 -0.00776 -0.01755 3 Bentoel International Investama (RMBA) 0.083479615 -0.0318 0.005442 -0.167263 0.16429 -0.0054 4 Branta Mulia (BRAM) -0.007325694 -0.0087 0.004058 8.83E-06 5.5E-05 -0.33396 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) -0.005766184 -0.0028 -0.00733 -0.00874 0.00406 8.83E-06 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 0.012726612 -0.0089 -0.01097 -0.011819 -0.00228 -0.01317 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 0.076366284 0.00406 -0.01074 0.010693 0.04019 0.01327 115 8 Delta Djakarta (DLTA) -0.003625309 -0.0036 -0.01211 0.012336 0.00882 -0.00786 9 Fash Food Indonesia (FAST) 0.008753915 0.00162 -0.01388 -0.012988 0.00891 0.01422 10 Gajah Tunggal (GJTL) 0.117674306 -0.0246 -0.01207 8.83E-06 -0.03328 -0.00062 11 Goodyear Indonesia (GDYR) -0.015062757 0.04094 0.002602 -0.022976 -0.01456 -0.03338 12 Gudang Garam (GGRM) 0.016919618 -0.0014 -0.01603 -0.020779 0.01746 -0.01826 13 HM Sampoerna (HMSP) -0.001596465 -0.0425 0.004497 0.037667 0.02021 0.00137 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 0.008959904 -0.0065 0.006441 0.011752 0.03209 -0.02483 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) -0.003625309 0.00232 -0.01211 0.012336 0.00882 0.042701 16 Kalbe Farma (KLBF) -0.007452485 0.00364 -0.00416 0.005409 -0.00498 0.003411 17 Kimia Farma (KAEF) 0.012230647 -0.005 0.020104 0.004078 0.0234 -0.0036 18 Malindo Feedmill (MAIN) 0.013403858 -0.0752 -0.00948 -0.136494 0.17042 -0.02298 19 Mandom Indonesia (TCID) -0.005540524 -0.0115 -0.00727 0.00294 0.02154 -0.02559 20 Mayora Indah (MYOR) 0.009565733 0.00879 -0.00577 0.003272 -0.00733 0.009011 21 Medco Energi International (MEDC) -0.014193181 0.00234 0.002523 -0.009396 -0.00577 -0.00984 22 MERCK (MERK) 0.000335164 -0.0055 -0.01154 -0.000822 0.01246 0.021541 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) -0.019880246 -0.0087 -0.0007 0.000224 -0.00277 -0.00029 24 Selamat Sempurna (SMSM) -0.000993083 0.14852 -0.00022 0.01084 -0.02657 -0.02019 25 Semen Gresik (SMGR) 0.018229861 0.03177 -0.00022 -0.015209 0.01081 0.024535 26 Sepatu Bata (BATA) -0.011818814 0.01335 -0.01087 0.013386 0.00667 -0.01399 27 SMART 0.032106186 0.02888 0.00469 -0.019621 0.00571 0.008565 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 0.024972157 -0.0121 0.012336 0.008819 -0.00786 0.008754 No Nama Emiten 1 2 3 4 5 6 1 Astra International (ASII) 0.025476 -0.00438 0.04533177 -0.0188 0.00067 0.00098 2 Astra Otopart (AUTO) 0.016192 -0.01677 0.00181314 -0.0011 -0.0034 0.00576 3 Bentoel International Investama (RMBA) 0.005448 -0.02281 0.00292104 0.01787 -0.009 -0.0173 4 Branta Mulia (BRAM) -0.00318 -0.01118 -0.002748 -0.0195 -0.0048 0.00394 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) -0.01317 -0.00973 -0.0031811 -0.0112 -0.0027 -0.0195 6 Budi Acid Jaya (BUDI) -0.03546 -0.00148 0.0082707 -0.0073 -0.0084 0.01358 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) -0.04243 0.01766 -0.0195008 -0.0257 0.00394 -0.0156 8 Delta Djakarta (DLTA) -0.00444 0.023361 -0.0141932 -0.0116 0.00957 -0.0094 9 Fash Food Indonesia (FAST) -0.00577 -0.00275 -0.0073257 -0.0087 0.00406 8.8E-06 10 Gajah Tunggal (GJTL) 0.013212 -0.02784 0.02951004 -0.0195 -0.0048 0.00394 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 0.017805 0.007045 -0.0377555 -0.0044 -0.019 -0.0107 12 Gudang Garam (GGRM) -0.00338 -0.0268 -0.0097295 -0.0124 -0.0021 -0.0073 13 HM Sampoerna (HMSP) 0.015064 3.18E-05 -0.0024087 -0.0045 -0.0107 -0.0012 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) -0.01065 -0.01638 0.02166445 0.00346 -0.0107 -0.0147 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 0.00088 0.001622 0.00708342 0.04363 0.00452 0.04775 16 Kalbe Farma (KLBF) 0.000204 0.000624 0.00162499 -0.0058 -0.013 0.00078 17 Kimia Farma (KAEF) -0.00879 0.011502 -0.0079378 -0.0223 0.0396 -0.0215 18 Malindo Feedmill (MAIN) -0.01539 -0.00872 -0.0006586 -0.0196 -0.009 -0.0608 19 Mandom Indonesia (TCID) -0.00335 -0.001 -0.0036748 -0.0084 -0.0038 -0.0018 116 20 Mayora Indah (MYOR) 0.011146 0.003111 -0.0131662 0.00047 -0.0083 -0.0112 21 Medco Energi International (MEDC) 0.006323 0.006277 -0.0011322 -0.0194 -0.0132 -0.0027 22 MERCK (MERK) -0.0018 0.010259 -0.0010049 -0.0037 -0.0094 -0.0038 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 0.001073 -0.00743 -0.0317623 -0.0095 -0.1365 0.14914 24 Selamat Sempurna (SMSM) -0.01771 -0.00128 0.00949655 0.02067 0.04506 -0.0032 25 Semen Gresik (SMGR) -0.00816 0.004508 0.00309992 -0.0195 0.01335 0.04523 26 Sepatu Bata (BATA) -0.00229 -0.00574 -0.0240544 0.00764 -0.0164 -0.0103 27 SMART -0.0036 0.014201 0.02532269 0.00882 -0.0079 -0.0318 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 0.023361 -0.01419 -0.0116434 0.00957 -0.0863 -0.0058 Lampiran 6 Average Abnormal Return Saham Individual Periode Pengamatan Average Abnormal Return Saham Individual -10 0.012659436 -9 0.000916065 -8 -0.003833258 -7 -0.011085392 -6 0.016282608 -5 -0.014771028 -4 0.0020615 -3 0.00941777 -2 -0.0142405 -1 0.013626426 0 -0.003121267 1 -0.001549573 2 -0.002796073 3 -0.001276368 4 -0.005031225 5 -0.009237596 6 0.000804135 7 0.000663319 8 -0.003951114 9 0.000405902 10 -0.000308308 Lampiran 7 Average Abnormal Return Seluruh Saham Individual Average Abnormal Return ARit Sebelum Arit Saat Arit Sesudah 0.0011034 -0.003121267 -0.0022277 117 No Nama Emiten Tanggal Penggumuman -10 -9 -8 -7 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 3,739,000 2,898,500 2,406,000 2,442,500 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 845,500 4,294,500 12,077,000 4,207,000 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 5,833,500 3,929,000 4,438,500 600,000 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 0 0 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 891,500 601,000 381,500 643,500 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 28,250,500 7,648,000 6,910,500 1,944,500 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 14,479,000 8,394,000 3,857,000 4,617,000 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 0 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 45,625,000 33,121,500 78,988,000 6,959,000 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 3,000 11,500 0 1,500 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 722,500 180,000 402,500 515,000 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 46,000 169,000 5,000 2,000 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 367,500 200,500 746,500 1,960,000 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 4,121,500 18,816,000 15,329,500 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 8,028,000 21,451,500 8,959,500 17,209,000 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 375,000 1,410,000 48,400,000 20,206,000 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 9,111,000 21,193,000 18,392,000 23,872,500 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 0 0 0 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 2,076,000 1,515,000 1,594,500 1,363,500 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 3,991,500 4,721,000 2,076,000 1,515,000 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0 0 0 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 0 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 500 277,500 49,000 172,000 118 Lampiran 8 Jumlah Saham Yang Diperdagangkan No Nama Emiten Tanggal Penggumuman -2 -1 0 1 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 7,297,000 4,335,000 7,414,500 5,970,000 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 129,500 20,000 81,000 151,000 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 2,262,500 855,500 4,839,500 1,482,000 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 0 500 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 523,500 689,000 415,000 1,001,500 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 7,581,500 5,953,500 51,531,500 37,343,500 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 1,932,000 8,560,500 3,721,500 2,094,000 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 0 2,500 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0 50,000 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 654,000 3,016,500 6,487,000 6,631,500 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 5,000 1,000 2,000 500 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 329,500 145,000 380,500 275,500 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 0 0 0 25,000 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 1,391,500 4,031,000 635,500 179,000 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 23,084,000 126,890,000 29,622,500 15,382,000 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 19,271,500 12,707,500 11,476,500 6,717,500 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 39,308,000 7,731,000 2,216,500 1,045,500 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 4,054,000 16,344,000 3,612,000 9,160,000 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 2,500 3,500 10,000 5,000 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 1,106,000 11,049,000 64,000 1,319,500 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 12,826,500 4,114,500 1,106,000 11,049,000 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0 0 500 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 3,000 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 12,500 0 10,000 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 1,081,000 2,022,000 202,000 204,000 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 173,000 26,000 6,500 1,000 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 0 0 0 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 3,962,000 4,017,500 995,500 5,148,000 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 627,000 363,500 500 340,500 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 101,000 500 0 119 No Nama Emiten Tanggal Penggumuman 6 7 8 9 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 3,116,000 6,454,000 4,824,000 6,073,000 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 599,000 79,500 41,000 911,000 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 7,800,500 13,256,500 1,847,000 2,461,500 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 0 0 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 1,148,000 1,116,500 1,069,000 1,083,000 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 40,635,000 50,187,500 12,219,500 7,388,000 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 5,226,500 8,316,500 6,783,000 5,104,500 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 0 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 12,904,500 5,155,500 5,244,000 2,466,000 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 0 0 0 9,500 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 207,500 224,500 358,000 234,000 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 9,500 9,000 2,500 1,500 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 814,500 1,130,000 741,500 1,123,000 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 67,424,500 12,878,000 18,638,000 6,074,500 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 7,313,500 49,715,000 11,618,500 8,662,500 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 1,171,000 31,856,000 58,135,500 7,483,000 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 18,427,000 9,140,500 3,448,500 3,223,000 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 0 0 0 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 62,000 677,000 15,500 9,500 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 5,688,000 2,270,000 8,675,500 3,348,500 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0 500 10,000 500 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 0 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 82,500 66,000 45,000 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 833,000 504,000 241,000 213,000 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 500 0 0 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 0 0 0 Lampiran 9 Saham Yang Beredar No Nama Emiten Tanggal Penggumuman Saham yang beredar 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 4,048,355,314 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 771,157,280 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 6,733,125,000 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 450,000,000 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 180,000,000 120 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 1,231,500,000 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 1,407,669,175 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 16,013,181 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 446,250,000 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 3,168,000,000 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 41,000,000 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 1,924,088,000 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 4,383,000,000 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 3,681,231,699 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 9,444,189,000 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 10,156,014,422 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 5,554,000,000 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 288,150,000,000 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 180,960,000 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 766,584,000 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 3,332,451,450 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 22,400,000 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 21,070,000 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 1,439,668,860 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 593,152,000 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 13,000,000 27 SMART 21 Mei 2007 2,872,193,366 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 306,000,000 Lampiran 10 AVP Saham Individu No Nama Emiten Tanggal Penggumuman -10 -9 -8 -7 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 0.000923585 0.00071597 0.00059432 0.00060333 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 0.001096404 0.0055689 0.01566088 0.00545544 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 0.000866388 0.00058353 0.0006592 8.9112E- 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 0 0 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 0.004952778 0.00333889 0.00211944 0.003575 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 0.022939911 0.00621031 0.00561145 0.00157897 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 0.010285797 0.00596305 0.00273999 0.00327989 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 0 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 0.014401831 0.01045502 0.02493308 0.00219665 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 7.31707E-05 0.00028049 0 3.6585E- 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 0.000375503 9.3551E-05 0.00020919 0.00026766 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 1.04951E-05 3.8558E-05 1.1408E-06 4.5631E- 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 9.98307E-05 5.4465E-05 0.00020279 0.00053243 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 0.000436406 0.00199234 0.00162317 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 0.000790468 0.0021122 0.00088219 0.00169446 121 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 6.75189E-05 0.00025387 0.00871444 0.0036381 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 3.16189E-05 7.3548E-05 6.3828E-05 8.2847E- 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 0 0 0 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 0.002708118 0.0019763 0.00208001 0.00177867 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 0.001197767 0.00141667 0.00062296 0.00045462 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0 0 0 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 0 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 3.47302E-07 0.00019275 3.4036E-05 0.00011947 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 0.006679569 0.00677314 0.00167832 0.00867906 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 0.0002183 0.00012656 1.7408E-07 0.00011855 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 0.000330065 1.634E-06 0 No Nama Emiten Tanggal Penggumuman -2 -1 0 1 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 0.00180246 0.001070805 0.001831484 0.001474673 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 0.000167929 2.5935E-05 0.000105037 0.00019581 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 0.000336025 0.000127058 0.00071876 0.000220106 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 0 1.11111E-06 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 0.002908333 0.003827778 0.002305556 0.005563889 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 0.006156313 0.004834348 0.041844499 0.030323589 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 0.001372482 0.006081329 0.002643732 0.001487565 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 0 0.000156121 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0 0.000112045 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 0.000206439 0.000952178 0.002047664 0.002093277 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 0.000121951 2.43902E-05 4.87805E-05 1.21951E- 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 0.00017125 7.53604E-05 0.000197756 0.000143185 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 0 0 0 5.70386E- 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 0.000377998 0.001095014 0.000172632 4.8625E- 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 0.002444254 0.013435775 0.003136585 0.001628726 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 0.001897546 0.001251229 0.00113002 0.000661431 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 0.007077422 0.00139197 0.000399082 0.000188243 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 1.40691E-05 5.67205E-05 1.25351E-05 3.1789E- 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 1.38152E-05 1.93413E-05 5.52608E-05 2.76304E- 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 0.001442764 0.014413293 8.34873E-05 0.001721273 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 0.003848968 0.001234677 0.000331888 0.003315577 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0 0 2.23214E-05 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 0.000142383 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 8.68255E-06 0 6.94604E-06 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 0.001822467 0.003408907 0.000340554 0.000343925 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 6.02327E-05 9.05232E-06 2.26308E-06 3.48166E- 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 0 0 0 122 No Nama Emiten Tanggal Penggumuman 6 7 8 9 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 0.0007697 0.001594228 0.001191595 0.0015001 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 0.00077675 0.000103092 5.31668E-05 0.0011813 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 0.00115853 0.001968848 0.000274315 0.0003656 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 0 0 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 0.00637778 0.006202778 0.005938889 0.0060167 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 0.03299635 0.040753147 0.009922452 0.0059992 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 0.00371288 0.005907993 0.004818604 0.0036262 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 0 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 0 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 0.00407339 0.001627367 0.001655303 0.0007784 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 0 0 0 0.0002317 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 0.00010784 0.000116679 0.000186062 0.0001216 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 2.1675E-06 2.05339E-06 5.70386E-07 3.422E- 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 0.00022126 0.000306962 0.000201427 0.0003051 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 0.00713926 0.00136359 0.001973489 0.0006432 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 0.00072012 0.004895129 0.001144002 0.0008529 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 0.00021084 0.005735686 0.010467321 0.0013473 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 6.3949E-05 3.17213E-05 1.19677E-05 1.119E- 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 0 0 0 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 8.0878E-05 0.000883139 2.02196E-05 1.239E- 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 0.00170685 0.00068118 0.002603339 0.0010048 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0 2.23214E-05 0.000446429 2.232E- 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 0 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 5.7305E-05 4.58439E-05 3.12572E-05 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 0.00140436 0.000849698 0.000406304 0.0003591 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 1.7408E-07 0 0 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 0 0 0 Lampiran 11 Rata-Rata AVP Saham Individu No Nama Emiten Tanggal Penggumuman AVPi sebelum AVPi saat AVPi sesudah 1 Astra International (ASII) 9 Oktober 2007 0.001162744 0.00183148 0.00120088 2 Astra Otopart (AUTO) 27-Sep-07 0.005112641 0.00010504 0.00038844 3 Bentoel International Investama (RMBA) 2 Oktober 2007 0.000712663 0.00071876 0.00059756 4 Branta Mulia (BRAM) 3 Juli 2007 6.66667E-07 0 0 5 Bristol-Myers Squibb Indonesia (SOBI) 29 Juni 2007 0.003220833 0.00230556 0.00554556 6 Budi Acid Jaya (BUDI) 14-Nov-07 0.006099513 0.0418445 0.01451868 123 Periode Pengamatan Rata-rata AVP -10 0.002445924 -9 0.001722205 -8 0.00244395 -7 0.001220761 -6 0.002644243 -5 0.001379941 -4 0.001633374 -3 0.001134164 -2 0.001156921 -1 0.001914444 0 0.002051316 1 0.001767413 2 0.000804329 3 0.001076324 4 0.001135008 5 0.000930624 6 0.002199299 7 0.002610409 8 0.001476668 9 0.000870697 10 0.001343811 7 Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) 4 Juli 2007 0.007255682 0.00264373 0.0041601 8 Delta Djakarta (DLTA) 5 Juni 2007 3.12243E-05 0 0 9 Fash Food Indonesia (FAST) 14 Juni 2007 1.12045E-05 0 0 10 Gajah Tunggal (GJTL) 3 Juli 2007 0.006743324 0.00204766 0.00219228 11 Goodyear Indonesia (GDYR) 4 Mei 2007 6.95122E-05 4.878E-05 3.6585E-05 12 Gudang Garam (GGRM) 28 Juni 2007 0.000252795 0.00019776 0.00012892 13 HM Sampoerna (HMSP) 29-Nov-07 5.24755E-06 0 3.217E-06 14 Indocement Tunggal Praskarsa (INTP) 7 Mei 2007 0.000493517 0.00017263 0.00025705 15 Indofood Sukses Makmur (INDF) 5 Juni 2007 0.003670882 0.00313658 0.00292097 16 Kalbe Farma (KLBF) 25 Mei 2007 0.001327105 0.00113002 0.00169306 17 Kimia Farma (KAEF) 29 Mei 2007 0.002928988 0.00039908 0.00221506 18 Malindo Feedmill (MAIN) 2 Oktober 2007 4.11695E-05 2.1764E-05 19 Mandom Indonesia (TCID) 26-Apr-07 9.11804E-06 5.5261E-05 2.763E-06 20 Mayora Indah (MYOR) 27 Juni 2007 0.004990582 8.3487E-05 0.00067775 21 Medco Energi International (MEDC) 25 Juni 2007 0.001143332 0.00033189 0.00269815 22 MERCK (MERK) 25-Apr-07 0.000488839 2.2321E-05 5.5804E-05 23 Multi Bintang Indonesia (MLBI) 14-Sep-07 1.89843E-05 0 0 24 Selamat Sempurna (SMSM) 10 Oktober 2007 5.03935E-05 6.946E-06 1.3441E-05 25 Semen Gresik (SMGR) 3 Juli 2007 0.003618971 0.00034055 0.00046008 26 Sepatu Bata (BATA) 21-Nov-07 0 0 0 27 SMART 21 Mei 2007 5.54977E-05 2.2631E-06 8.9653E-06 28 Sumi Indo Kabel (IKBI) 6 Juni 2007 3.31699E-05 0 3.7582E-06 124 Lampiran 12 Rata-Rata AVP Seluruh Saham AVPi sebelum AVPi saat AVPi sesudah 0.001769593 0.002051316 0.001421458 Lampiran 13 Abnormal Return T-Test 125 Paired Samples Statistics .001103 28 .0072426 .0013687 -.003121 28 .0227553 .0043003 -.003121 28 .0227553 .0043003 -.002228 28 .0063554 .0012011 .001103 28 .0072426 .0013687 -.002228 28 .0063554 .0012011 Sebelum Saat Pair 1 Saat Sesudah Pair 2 Sebelum Sesudah Pair 3 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Paired Samples Correlations 28 -.376 .049 28 -.037 .853 28 .202 .303 Pair 1 Sebelum & Saat Pair 2 Saat & Sesudah Pair 3 Sebelum & Sesudah N Correlation Sig. Paired Samples Test .0042246 .0263465 .0049790 -.0059915 .0144407 .848 -.0008936 .0238502 .0045073 -.0101417 .0083546 -.198 .0033311 .0086178 .0016286 -.0000106 .0066727 2.045 Pair 1 Sebelum - Saat Pair 2 Saat - Sesudah Pair 3 Sebelum - Sesudah Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper 95% Confidence Interval of the Difference Paired Differences t Volume Perdagangan Saham T-Test 126 Paired Samples Statistics .0011 28 .00724 .00137 -.0031 28 .02276 .00430 -.0031 28 .02276 .00430 -.0022 28 .00636 .00120 .0011 28 .00724 .00137 -.0022 28 .00636 .00120 Sebelum Saat Pair 1 Saat Sesudah Pair 2 Sebelum Sesudah Pair 3 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Paired Samples Correlations 28 -.376 .049 28 -.037 .853 28 .202 .303 Pair 1 Sebelum & Saat Pair 2 Saat & Sesudah Pair 3 Sebelum & Sesudah N Correlation Sig. Paired Samples Test .00422 .02635 .00498 -.00599 .01444 .848 -.00089 .02385 .00451 -.01014 .00835 -.198 .00333 .00862 .00163 -.00001 .00667 2.045 Pair 1 Sebelum - Saat Pair 2 Saat - Sesudah Pair 3 Sebelum - Sesudah Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper 95% Confidence Interval of the Difference Paired Differences t KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar