ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM, SAAT DAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT (STUDI PADA PERUSAHAAN ENERGI YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA)

Admin
ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM, SAAT DAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT (STUDI PADA PERUSAHAAN ENERGI YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA)


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................iii
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................iv
LEMBAR PERSEMBAHAN .......................................................................v
MOTTO.................................................................................................vi
HALAMAN PERNYATAAN ................................ ................................ ....vii
KATA PENGANTAR ............................................................................v. iii
DAFTAR ISI .............................................................................ix
DAFTAR GAMBAR.....................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................xi
ABSTRAK.........................................................................................xii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................4
C. Batasan Masalah ..............................................................................5
D. Tujuan Penalitian.............................................................................5
E. Manfaat Penelitian ...........................................................................6
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu .......................................................................7
B. Kajian Teoritis....................................................................................23
1. Pasar Modal...................................................................................24
a. Pengertian Pasar Modal.....................................................2. 9
b. Bentuk Pasar Modal ............................................................3. 0
c. Instrumen Pasar Modal .......................................................3. 0
d. Pasar Modal yang Efisien..................................................30
2. Saham .............................................................................................31
a. Pengertian Saham...............................................................32
b. Harga Saham dan Jenis Saham........................................33
c. Penilaian dan Analisis Saham.........................................33
3. Studi Peristiwa ........................................................................
4. Tinjauan Syari ah ........................................................................7
C. Kerangka Berfikir..........................................................................23
D. Pengujian Hipotesis .........................................................................24
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian ......................................................................30
B. Jenis dan Pendekatan Penelitian .................................................3. 0
C. Populasi.......................................................................................3. 0
D. Sumber dan Teknik Pengumpulan .............................................31
E. Devinisi Operasional ..................................................................32
F. Model Analisis Data....................................................................33
BAB IV : PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL
PENELITIAN
A. Paparan Data Hasil Penelitian......................................................3.0
B. Pembahasan Data Hasil Penelitian ..............................................30
BAB V : PENUTUP......................................................................................30
A. Kesimpulan .....................................................................................3. 1
B. Saran................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI 1 ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA (STUDI PADA PERUSAHAAN ENERGI YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA) S K R I P S I Oleh, F I T R I A NIM:04610046 JURUSAN MANAJEMAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG April 2009 LEMBAR PERSETUJUAN ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA (STUDI PADA PERUSAHAAN ENERGI YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA) S K R I P S I Oleh FITRIA NIM:04610046 Telah Disetujui 21 Maret 2009 Dosen Pembimbing, Indah Yuliana, SE., MM NIP. 150327250 Mengetahui: Dekan, Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP. 150231828 LEMBAR PENGESAHAN ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM, SAAT DAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA (Studi Pada Perusahaan Energi Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia) SKRIPSI OLEH F I T R I A NIM : 04610046 Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Pada 03 April 2009 Susunan Dewan Penguji Tanda Tangan 1. Ketua Umrotul Khasanah, S.Ag., M.Si NIP. 150287782 : ( ) 2. Sekretaris/Pembimbing Indah Yuliana, SE., MM NIP. 150327250 : ( ) 3. Penguji Utama Prof. Dr. H.Muhammad Djakfar, SH., M.Ag NIP. 150327250 : ( ) Mengetahui : Dekan , Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA NIP. 150231828 PERSEMBAHAN Bismillahirrohmanirrohim.. Karya ini, saya persembahkan pada: 1. Bapakku H. Achmad Fauzi (Alm) dan Ibuku tercinta Hj. Chusnul Laila. 2. Guru-guruku yang telah memberikan ilmunya kepadaku dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. 3. Saudaraku Evi Sofia, sepupu-sepupuku Adit, Saifuddin, Indra, Irsyad, dan Faisal. 4. Teman-teman kost Sumber Sari Gg. 01 (Marisa, dan farida) temanteman kos Kashu (Nanik, Hilya, Mas udah, Dina dan Riska). 5. Teman-temanku, sahabat-sahabatku Fakultas Ekonomi angkatan 2004. 6. Sahabat-sahabati PMII khususnya Rayon Hatta. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dapat meraih Kesuksesan dan kebahagiaan dunia-akhirat. Amieeen . MOTTO Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu . (Q.S Al-Hujarat : 5) SURAT PERNYATAAN Yang bertandatangan dibawah ini saya : Nama : Fitria Nim : 04610046 Alamat : Dusun Lampe an RT.004/ RW 001 Jatirejo Lekok Pasuruan 67186 Menyatakan bahwa Skripsi yang saya buat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, dengan judul : ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM, SAAT, dan SETELAH PEMILHAN PRESIDEN AMERIKA (Studi Pada Perusahaan Energi yang Listing Di BEI) Adalah hasil karya saya sendiri, bukan duplikasi dari pihak lain, bukan menjadi tanggung jawab Dosen Pembimbing dan atau pihak Fakultas Ekonomi, tetapi menjadi tanggung jawab saya sendiri. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari siapapun. Malang, 06 April 2009 Hormat saya, Fitria Nim : 04610046 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillahirobbil alamin, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya yang telah melimpahkan hidayah serta anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan skripsi untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi SI dengan judul Analisis Harga Saham Sebelum, Saat, Dan Setelah Pemilihan Presiden Amerika (Studi Pada Perusahaan Yang Listing Di BEI) . Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita asyrafurruslil athaib Muhammad SAW yang telah mengajarkan kita tentang arti kehidupan yang sesungguhnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat syafa at beliau di hari akhir kelak. Amien Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik berkat jasajasa, motivasi, dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan penuh ta dhim, dari lubuk hati yang paling dalam penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, terutama kepada: 1. Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. 2. Drs. HA. Muhtadi Ridwan, MA (Dekan Fakultas Ekonomi), Ahmad Fahrudin Alamsyah, SE., MM (Pembantu Dekan Bidang Akademik), Dr. Nur Asnawi, M.Ag. (Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum), dan Dr. H. Muhammad Djakfar, SH. M.Ag. (Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan). 3. Indah Yuliana, SE., MM Selaku pembimbing penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Atas bimbingan, arahan, saran, dan motivasinya, penulis sampaikan Jazakumullah Ahsanal Jaza . 4. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi UIN Malang, yang telah mendidik, membimbing mengajarkan dan mencurahkan ilmuilmunya kepada penulis. Semoga Allah melipat gandakan amal kebaikan mereka. 5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu karena keterbatasan ruang yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Penulisan skripsi ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan kepada beliau atas semua kebaikan, bimbingan dan pengarahan yang telah diberikan kepada penulis. Terakhir, penulis juga sadar bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena di dalam penulisannya banyak sekali terdapat kekurangan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah yang berbentuk skripsi ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua, terutama bagi diri penulis sendiri. Amin Malang, 21 Maret 2009 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................i LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................iii LEMBAR PENGESAHAN........................................................................iv LEMBAR PERSEMBAHAN .......................................................................v MOTTO..........................................................................................................vi HALAMAN PERNYATAAN ................................ ................................ ....vii KATA PENGANTAR ............................................................................v. iii DAFTAR ISI ..................................................................................................ix DAFTAR GAMBAR.....................................................................................x DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................xi ABSTRAK..................................................................................................xii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................................1 B. Rumusan Masalah...........................................................................4 C. Batasan Masalah ..............................................................................5 D. Tujuan Penalitian.............................................................................5 E. Manfaat Penelitian ...........................................................................6 BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu .......................................................................7 B. Kajian Teoritis....................................................................................23 1. Pasar Modal...................................................................................24 a. Pengertian Pasar Modal.....................................................2. 9 b. Bentuk Pasar Modal ............................................................3. 0 c. Instrumen Pasar Modal .......................................................3. 0 d. Pasar Modal yang Efisien..................................................30 2. Saham .............................................................................................31 a. Pengertian Saham...............................................................32 b. Harga Saham dan Jenis Saham........................................33 c. Penilaian dan Analisis Saham.........................................33 3. Studi Peristiwa ........................................................................ 4. Tinjauan Syari ah ........................................................................7 C. Kerangka Berfikir..........................................................................23 D. Pengujian Hipotesis .........................................................................24 BAB III : METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ......................................................................30 B. Jenis dan Pendekatan Penelitian .................................................3. 0 C. Populasi.......................................................................................3. 0 D. Sumber dan Teknik Pengumpulan .............................................31 E. Devinisi Operasional ..................................................................32 F. Model Analisis Data....................................................................33 BAB IV : PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Hasil Penelitian......................................................3.0 B. Pembahasan Data Hasil Penelitian ..............................................30 BAB V : PENUTUP......................................................................................30 A. Kesimpulan .....................................................................................3. 1 B. Saran................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Fitria, 2009 SKRIPSI. Judul: Analisis Harga Saham Sebelum, Saat dan Setelah Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Studi pada Perusahaan Energi Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia) Pembimbing : Indah Yuliana SE.,MM Kata Kunci : Event Pemilihan Presiden Amerika, Reaksi Harga Saham Pemilihan presiden Amerika Serikat yang dilaksanakan pada tanggal 4 November 2008 menyita perhatian dunia. Pemilihan yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali ini berlangsung pada saat Negara Amerika bergejolak dengan krisis Global. Sehingga tidak sedikit yang berharap pada Presiden terpilih dalam menyelesaikan krisis global , krisis ini timbul dari Negara Amerika, dan tidak menutup kemungkinan krisis ini juga mempengaruhi perekonomian Indonesia, pasalnya sebagian besar tujuan ekspor Indonesia adalah Amerika. Amerika tergolong Negara yang masih sangat tergantung pada minyak mengingat konsumsi yang sangat tinggi, kebutuhan energinya dipasok oleh minyak. Kemungkinan besar adanya event ini akan memberikan reaksi tersendiri bagi pasar modal Indonesia. Situasi tersebut dapat dianalisis secara sederhana dengan membandingkan rata-rata return harian antara sebelum peristiwa terjadi dan setelah peristiwa pemilihan terjadi. Sehingga untuk melihat reaksi tersebut menggunakan Abnormal Return (AR), Average Abnormal Return (AAR), dan Cummulative Average Abnormal Return (CAAR), sebagai variable-veriabel. Dan pengujian dilakukan dengan menggunakan pairet sampleT test uji T, yaitu dua populasi yang diamati secara berpasangan, dimiliki oleh suatu data yang sifatnya sebelum dan setelah. Hasil analisis dengan level signifikan 5% variable CAAR mempengaruhi secara signifikan, berbeda dengan varisbel AAR tidak terdapat pengaruh secara signifikan. Akan tetapi berdasarkan hasil pengujian Uji T terdapat banyak nilai positif pada Abnormal Return baik sebelum maupun setelah adanya event. Ini dikarenakan informasi adanya pemilihan Presiden ini tetap direspon oleh pasar terbukti dengan Abnormal Return. Secara umum dapat disimpulkan peristiwa pemilihan Presiden Amerika berpengaruh terhadap harga saham industri Energi di pasar modal Indonesia. ABSTRACT Fitria, 2009 THESIS. Title: Analysis of Market Prices Before, at Time and After American Presidential Election (Study on Listing Energy Company in Indonesia Bursary Effect) Advisor: Indah Yuliana Se.,MM Keywords : American Presidential Election Event, Reaction of Market Price The election of American Presidential which was hold at November 4th 2008 attracted a whole words attention. It is conducted once at 4 year and was happened when America faced Global crisis. Therefore not a few who hopes to the elected President in solving global crisis caused it arises from America itself and influences Indonesian economical crisis because the majority export of Indonesia is sending to America. America is one country that depends on oil because of having high consumption and the need of energy is using oil. This crisis event may be react the capital market of Indonesia. The situation can be simply analyzed with comparing daily return mean between before and after the even of election was hold. To examine its reaction, it can be observed using Abnormal Return (AR), Average Abnormal Return (AAR), dan Cummulative Average Abnormal Return (CAAR), as variables. To verify the data is done by pairet sample of T test, two population analyzed collectively are had by the previous and next data. The result shows that significant level 5% of CAAR variable influences significantly. It is different from AAR variable that does not influence significantly. However, based on verification of T test, there are many positive values in Abnormal Return whether it is done before or after the event. The information of Presidential election is always responded by the market by Abnormal Return. Generally, the conclusion is that American Presidential election influences market price of Enegy industri in the capital market of Indonesia. Listing Event Event return Abnormal Return (AR), Average Abnormal Return (AAR), and Commulative Average Abnormal Return (CAAR) pairet sample T tes uji T CAAR Uji T AAR Event Abnormal Return Abnormal Return BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG Pada umumnya investor yang banyak mempelajari dampak suatu peristiwa terhadap harga saham akan bertindak cepat mengambil keputusan jual atau beli saham begitu peristiwa terjadi.( Samsul ,2006:274) Bursa-bursa dunia mengantisipasi dan merespon positif atas pemimpin baru AS yang diharapkan bisa membawa perubahan bagi AS terutama pada perekonomiannya yang saat ini tengah terpuruk. Perolehan suara sementara Barrack Obama yang mengungguli McCain direpon positif oleh dunia. Pada perdagangan Senin (27/ 11) indeks bursa Asia secara umum menguat signifikan ini dikarenakan dalam kampanye Obama menjanjikan untuk perbaikan Ekonomi. IHSG naik 96,012 poin (+7.6% dan bahkan sempat +8% dalam transaksi hariannya). Laju inflasi bulan Oktober 2008 sebesar 11,77% YoY atau 0,45% mtm lebih rendah dari inflasi September mtm sebesar 0,97% atau dari ekspektasi analis yang sebesar 0,5%- 0,7% turut memberi sentimen positif ke bursa. Apresiasi indeks berlanjut hingga Selasa (4/ 11) saat Obama dinyatakan terpilih sebagai Presiden AS yang baru, meski penghitungan keseluruhan belum selesai (valbury, 2008:1) Terpilihnya Obama membawa respon yang berbeda-beda pada setiap bursa di dunia, begitu juga dengan respon pasar modal yang ada di Indonesia, IHSG juga sempat menguat hingga 1432,55 meski akhirnya tutup melemah tipis. Saham BUMI yang diumumkafn unsuspensinya sejak I justru dibatalkan pada detik-detik mejelang sesi I dibuka. Muncul pertanyaan dan spekulasi di bursa Indonesia. Intervensi pemerintah karena tekanan pihak Bakrie Group mencuat. Unsuspensi baru dilakukan pada Kamis (6/ 11). Dan seperti diduga, saham BUMI langsung jatuh hingga batas bawah autoreject. IHSG bergerak fluktuatif di 2 arah pada perdagangan Jumat (7/ 11). Tekanan jual di awal sesi masih dipicu oleh aksi jual BUMI yang kembali turun hingga autoreject. (valbury, 2008:2) Berbagai belahan dunia lain juga merasakan krisis, termasuk Indonesia yang harus mengalami melemahnya rupiah terhadap dollar AS. Apa yang terjadi di AS tak dapat dipungkiri akan berpengaruh ke belahan dunia lainnya. Krisis ekonomi 2008 menegaskan teori domino ini. Dalam kondisi tersebut, peranan Obama sebagai presiden terpilih AS dan tim ekonominya merupakan sebuah poin krusial dalam menyelesaikan seluruh krisis ekonomi ini. Ketika Obama sudah unggul terhadap McCain, pasar modal menunjukkan sentimen positif dengan naikknya nilai Dow Jones. Tentunya hal itu tidak dapat dijadikan sebagai rujukan membaiknya kondisi ekonomi, karena sifatnya yang masih sangat labil. Dalam kampanyenya, Obama menjanjikan akan memperbaiki kondisi ekonomi AS, dengan berbagai paket kebijakan ekonomi yang akan dia terapkan seperti salah satunya pemotongan pajak. (Nababan, 2008:2) Banyak peristiwa yang dapat mempengaruhii harga saham di pasar saat peristiwa tersebut terjadi. Peristiwa-peristiwa itu memeliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada peristiwa yang dapat berpengaruh lamban terhadap harga saham, disebut peristiwa coorporate actione Tapi ada peristiwa yang berdampak drastis dan seketika terhdap harga saham dipasar, karena peristiwa ini tidak berulang setiap tahun akan tetapi dapat terjadi sewaktu-waktu peristiwa ini disebut peeristiwa insidentil. Peristiwa pemilihan presiden Amerika merupakan salah satu peristiwa insidentil yang tidak berulang setiap tahunnya tapi dapat terjadi sewaktu-waktu. Peristiwa pemilihan presiden ini merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi harga saham. Menurut Samsul (2006:271) analisis variabel-variabel yang berpengaruh terhadap saham sangatlah penting dilakukan, yang termasuk dalam variabel yang berpengaruh terhadap harga saham adalah peristiwa politik internasional. Bukti empiris lainnya berdasarkan hasil penelitian Roihanah (2007:87) bahwa suatu peristiwa insidentil dan mengandung unsur politik internasional akan dijadikan informasi tersendiri oleh pasar, dan peristiwa tersebut akan bereaksi terhadap saham. Permasalahan Energi bagi kelangsungan hidup manusia merupakan masalah besar yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia ini. Tidak lagi ditemukannya cadangan dalam jumlah yang besar pada rentang waktu terakhir ini membuat hampir seluruh dunia menjadikan permasalahan energi menjadi problem besar yang perlu ditangani secara serius. Amerika Serikat tergolong negara yang masih sangat tergantung pada minyak mengingat konsumsi yang sangat tinggi, kebutuhan energinya dipasok oleh minyak. Terpilihnya presiden Obama memberikan harapan bagi investasi bidang energi di Indonesia karena pada kampanye, Obama menjanjikan perbaikan ekonomi yang antara lain adalah permasalahan di bidang gas dan non migas. Jika janji Obama dalam kampennye dilaksanakan, maka akan berimbas pada investasi sektor gas dan non migas dalam negeri (Indonesia) mengingat Indonesia merupakan mitra kerja sama di bidang minyak dan gas bagi Amerika Serikat, sekaligus penerima investasi di bidang pertambangan yang cukup besar dari Amerika Serikat. Kuatnya pengaruh Amerika Serikat pada negara-negara produsen minyak dan gas bumi membuat kebijakan energi dari negara ini memberikan reaksi tersendiri pada investasi lokal. Dalam penelitian ini, peneliti menggambil obyek penelitian pada industri energi. Dengan alasan minyak di pasar internasional diperkirakan lebih stabil karena AS merupakan salah satu negara yang membutuhkan energi dan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah yang sangat besar, sedangkan harga minyak mentah dipengaruhi oleh dollar di Amerika, dan juga sebagian industri Energi (pertambangan migas dan non migas ) mengekspor barang tambangnya ke Amerika Serikat , antara lain : PT. Medco Energi Internasional Tbk, PT. Elnusa Tbk, PT. Energi Mega Persada Tbk, PT Citatah Tbk, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kontrak kerja dengan perusahaan Amerika Serikat. Peristiwa pemilihan presiden Amerika, berdasarkan data respon bursa dunia menunjukkan bahwa, peristiwa ini memberikan informasi yang berarti terhadap pasar dunia. Di Indonesia berdasarkan data bursa menunjukkan respon yang serupa akan tetapi ini masih dalam sekala IHSG, sedangkan dalam setiap emiten yang terdaftar data-data yang menunjukkan respon terhadap peristiwa belum diketahui, sehingga pentingnya penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh peristiwa pemilihan presiden Amerika terhadap industri energi dalam negeri. Berkaitan dengan perihal yang telah dipaparkan, maka peneliti memberikan judul penelitian Analisis Harga Saham Sebelum, Saat, dan Setelah Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Studi Pada Perusahaan Energi yang Listing Di Bursa Efek Indonesia ) B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah terdapat pengaruh sebelum, saat, dan sesudah peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat terhadap Abnormal Return? 2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat terhadap AAR, dan CAAR? C. TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah tersebut, peneliti memiliki tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Ingin mengetahui pengaruh sebelum, saat, dan sesudah peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat terhadap Abnormal Return! 2. Ingin mengetahui pengaruh yang signifikan dari peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat terhadap AAR, dan CAAR! D. BATASAN MASALAH Agar dalam pembahasan karya ilmiah ini sesuai dengan yang diinginkan, maka peneliti memberikan batasan masalah. Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah peneliti akan menganalisis reaksi harga saham sebelum, saat dan sesudah pemelihan presiden Amerika Serikat pada tanggal 4 november 2008. Harga saham yang digunakan adalah harga saham penutupan setiap hari dari masing-masing perusahaan. Karena pada harga saham penutupan tersebut sudah dapat mewakili fluktuasi harga saham yang terjadi dalam 1periode ( harian). Saham yang dipilih oleh peneliti adalah saham yang tergabung dalam industri energi. Periode pengamatan yang diambil adalah 10 hari (t-10) sebagai periode pengamatan sebelum peristiwa, 1 hari (t 0) saat peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 25 Oktober 2008 sampai 3 November 2008 adalah sebelum peristiwa, tanggal 4 November adalah periode pengamatan saat peristiwa dan 5 November sampai 14 november 2008 adalah periode pengamatan sesudah peristiwa. Pengambilan periode pengamatan untuk menghindari adanya peristiwa lain pada periode pengamatan. E. MANFAAT PENELITIAN 1.Bagi Akademis Diharapkan penelitian ini sebagai media pemahaman lebih lanjut mengenai investasi pasar modal serta metode analisis. 2.Bagi Investor dan Calon Investor Diharapkan dengan penelitian ini memberikan tambahan informasi tentang investasi pasar modal sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi 3.Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan menjadi sarana peneliti untuk berlatih dan menambah keterampilan peneliti dalam bidang investasi pasar modal yang kemudian dapat dijadikan dasar untuk penelitianpenelitian berikutnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Terdahulu Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelttian ini, disertai dengan beberapa persamaaan dan perbedaan dengan penelitian ini, sebagai berikut : Table 1.1 Kajian penelitian terdahulu No Peneliti Judul Metode Variabel Hasil 1 Nafisatul Millah (2005) Pengaruh peristiwa JW Marriot Terhadap Abnormal Return saham Industri Manufacturing yang go public pada Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, data digali dengan menggunakan metode observasi dan dianalisis dengan metode Kolmogrow AAR, CAAR, JW Marriot 5 Agustus 2005 Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perhitungan AAR dan CAAR. 9 smirnov Test, Paired Sample t- Tes, Uji t 2 Dwi Agustina sari (2006) Analisis Reaksi Harga Saham Terhadap News And Rumors (Event Study ; Kenaikan BBM Dan Bom Bali 1 Oktober 2006 pada JII ) Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif data digali dengan menggunakan metode observasi dan data dianalisis dengan metode Kolmogrow smirnov Test, Paired Sample t-Tes, Uji F Abnormal return, AAR, CAAR, kenaikan BBM dan Bom Bali 1 Oktober 2006 Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah event terhadap CAR dan CAAR , sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah event terhadap return dan AAR. 3 Luluk Roihana Analisis Pengaruh Penelitian ini menggunakan Abnormal Return, Tidak terlalu signifikan (2007) Agresi Militer Israel Ke Libanon Terhadap Reaksi Harga Saham (studi pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Jakarta) pendekatan kuantitatif data digali dengan menggunakan metode observasi dan data dianalisis dengan metode Paired sample t-tes, uji T AAR, CAAR, dan Return perbedaan abnormal return AAR, CAAR, dan return saham LQ45 4 Moham mad Hamidi (2008) Analisis Likuiditas Saham Sebelum, Saat,Dan Sesudah Bencana Banjir Antara Tahun 2007 Dan 2008 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif data digali dengan observasi dan diaanalisis dengan Volume perdagan gan saham, bid-Ask Spred, Widt dan Resilienc y. Banjir di ibu kota Jakarta tidak berpengaruh secara signifikan terhadap saham tapi terdapat perbedaan pada Di Ibu Kota Jakarta (Studi Kasus Pada Industri Dasar Dan Kimia Di Bursa Efek Jakarta) metode Paired sample ttes, uji T likuiditas pada beberapa saham perusahaan 5 Fitria peneliti sekarang Analisis Harga Saham Sebelum, Saat Dan Setelah Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Study Pada Perusahaan Energi Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia) Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, data digali dengan menggunakan observasi dan dianalisis dengan metode Paired sample t-tes, uji T Return, abnormal return, AAR, CAR dan CAAR Peristiwa pemilihan presiden berdasarkan hasil penelitian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Abnormal Return, Average Abnormal Return, dan CAAR Sumber: diolah, 2008 Persaamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan pendekatan studi peristiwa, yang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi reaksi harga saham, dan dengan menggunakan variabel Abnormal Return sebagai analisis reaksi harga saham Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan peneliti terdahulu, terdapat perbedaan event (peristiwa penelitian ) peneliti terdahulu dan peneliti, begitu juga dengan hari pengamatan peneliti terdahulu dengan peneliti. Perbedaan selanjutnya dengan penelitian Hamidi (2007), peneliti mengunakan Volume perdagangan saham, bid-Ask Spred, Widt dan Resiliency sebagai indikator likuiditas saham. Sedangkan peneliti menggunakan Abnormal Return, Average Abnormal Return, dan Cummulative Average Abnormal Return sebagai indikator reaksi saham. B. KAJIAN TEORITIS 1. Pasar Modal a. Pengertian Pasar Modal Secara formal pasar modal dapat didevinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka yang bisa diperjual belikan baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri yang diterbitkan pemerintah public autories maupun perusahaan swasta. (Husnan,1994:3) Dalam arti sempit pasar modal merupakan kegiatan yang mempertemukan penjual dan pembeli jangka panjang. Sedangkan dalam arti luas pasar modal dapat diartikan menjadi dua bagian: 1) Pasar modal adalah keseluruhan sitem keuangan yang terorganisasi termasuk bank-bank komersil dan semua perantara di bidang keuangan serta surat-surat berharga jangka panjang dan pendek. 2) Pasar modal adalah semua pasar yang terorganisir dan lembagalembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya yang berjangka waktu lebih dari satu tahun) termasuk saham-saham, obligasi, hipotik tabungan serta deposito berjangka.(Ridwan, 2001:375) Dari berbagai pengertian pasar modal diatas dapat disimpulkan adalah kegiatan yang mempertemukan penjual dan pembeli berupa dana berjangka. Tempat penawan atau penjualan dana ini dilaksanakan dalam suatu lembaga resmi yang disebut Bursa Efek . b. Bentuk Pasar Modal Menurut Samsul (2006:46), pengertian pasar modal dapat dikategorikan menjadi 4 pasar, yaitu : 1). Pasar Perdana Pasar Perdana adalah tempat atau sarana bagi perusahaan yang untuk pertama kali menawarkan saham atau obligasi ke masyarakat umum. Di sini dikatakan tempat karena secara fisik masyarakat pembeli dapat bertemu dengan penjamin emisi ataupun agen penjual untuk melakukan pesanan sekaligus membayar uang pesanan. Dikatakan sarana karena pembeli dapat memesan melalui telepon dari rumah dan membayar dengan cara mentransfer uang melalui bank ke rekening agen penjual. Berikut ini adalah ciri-ciri pasar perdana : a) Emiten menjual saham kepada masyarakat luas melalui penjamin emisi dengan harga yang telah disepakati antara emiten dan penjamin emisi. b) Pembeli tidak dipungut biaya transaksi c) Pembeli belum pasti memperoleh jumlah saham sebanyak yang dipesan, apabila terjadi over subscribed. d) Investor membeli melalui penjamin emisi ataupun agen penjual yang ditunjuk e) Masa pesanan terbatas f) Penawaran melibatkan profesi seperti akuntan publik,notaris, konsultan hukum, dan perusahaan penilaian. g) Pasar perdana disebut juga dengan istilah pasar primer (primary market) dan pasar kesatu (first market) 2). Pasar Sekunder Pasar Kedua adalah tempat atau sarana transaksi jual beli efek antar investor dan harga dibentuk oleh investor melalui perantara efek. Dikatakan tempat karena secara fisik para perantara efek berada dalam satu gedung dilantai perdagangan (trading floor), seperti bursa efek Jakarta. Dikatakan sarana karena para perantara efek tidak berada dalam satu gedung,tetapi dalam satu jaringan sistem perdagangan (seperti Bursa Efek Surabaya) dan kantor perantara efek tersebar dibeberapa kota. Berikut ini adalah ciri-ciri pasar kedua : a) Harga terbentuk oleh investor (order driven) melalui perantara efek yang berdagang dibursa efek. b) Transaksi dibebani jual dan beli c) Pesanan dapat berjumlah tak terbatas d) Anggota bursa memasukkan tawaran jual-beli investor kedalam komputer perdagangan yang disediakan oleh pihak bursa. e) Anggota bursa beli menyelesaikan pembayaran dana kepada sentral kliring, kemudian menerima sahamnya dengan cara pemindah bukuan oleh sentral kustodian dengan menunjukkan buku pembayaran dari sentral kliring. f) Anggota bursa jual menyelesaikan penyerahan saham kepada sentral kustodian, kemudian menerima dana dengan cara pemindah bukuan oleh sentral kliring dengan menunjukkan bukti penyerahan efek dari sentral kustodian . g) Pasar kedua disebut juga dengan istilah bursa efek atau secondary market. 3). Pasar Ketiga Pasar Ketiga adalah sarana transaksi jual beli efek antara market maker serta investor dan harga dibentuk oleh market maker, investor dapat memilih market maker yang yang memberi harga terbaik. Berikut adalah ciri-ciri pasar ketiga, yaitu : a) Harga dibentuk oleh market maker b) Investor membeli dan menjual dari dan kemarket maker c) Jumlah market maker banyak sehingga investor dapat memilih harga terbaik d) Perdagangan dilaksanakan dikota-kota besar dalam satu jaringan nasional e) Market maker berdagang dari kantor masing-masing melalui jaringan komputer. 4). Pasar Keempat Pasar Keempat adalah sarana transaksi jual-beli antara investor jual dan investor beli tanpa melalui perantara efek. Transaksi secara tatap muka antara investor jual dan investor beli untuk saham atas pembawa. Mekanisme ini pernah terjadi pada awal-awal perdagangan efek di abad ke 17 . berikut ini adalah ciri-ciri pasar keempat : a) Investor beli dan investor jual bertransaksi langsung b) Harga terbentuk dalam tawar menawar langsung antara investor beli dan investor jual c) Investor menjadi anggota Electronic Communication Network (ECN), Central Custodian, dan Central Clearing. d) ECN, Central Custodian, dan Central Clearing terjalin dalam satu sistem jaringan perdagangan e) ENC terdaftar sebagai bursa efek c. Instrumen Di Pasar Modal Menurut Samsul (2006:45) bentuk instrumen di pasar modal disebut efek, yaitu surat berharga yang berupa; 1. Saham Saham adalah tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya disebut juga sebagai pemegang saham (shareholder atau stockholder). Bukti bahwa seseorang atau suatu pihak dapat dianggap sebagai pemegang saham adalah apabila mereka sudah tercatat sebagai pemegang saham dalam buku yang disebut Daftar Pemegang Saham (DPS), bukti lain adalah dapat dilihat di belakang lembar saham apakah namanya sudah diregistrasi oleh perusahaan (emiten ) atau belum. 2. Obligasi Obligasi adalah tanda bukti perusahaan memiliki utang jangka panjang kepada masyarakat yaitu diatas tiga tahun. Pihak yang membeli obligasi disebut pemegang obligasi (bondholder) dan pemegang obligasi akan menerima kupon sebagai pendapatan dari obligasi yang dibayarkan setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali. Pada saat pelunasan obligasi oleh perusahaan, pemegang obligasi akan mnerima kupon dan pokok obligasi. 3. Bukti Right Adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu . Hak membeli itu dimiliki oleh pemegang saham lama. Harga tertentu disini berarti harganya sudah ditetapkan dimuka dan biasa disebut harga pelaksanaan atau harga tebusan (strike price atau exercise price). Pada umumnya, strike price dari bukti right berada dibawah harga pasar pada saat diterbitkan. Sementara jangka waktu tertentu berarti waktunya kurang dari 6 bulan sejak diterbitkan sudah harus dilaksanakan. Apabila pemegang saham lama yang menerima bukti right tidak mampu atau tidak berniat menukarkan bukti right dengan saham, maka bukti right tersebut dapat dijual di bursa efek melalui broker efek. 4. Waran Waran adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Waran tidak saja dapat diberikan kepada pemegang saham lama, tetapi juga sering diberikan kepada pemegang obligasi sebagai pemanis pada saat perusahaan menerbitkan obligasi . Harga tertentu berarti harganya sudah ditetapkan dimuka sebesar diatas harga pasar pada saat diterbitkan. Jangka waktu tertentu berarti setelah 6 bulan, atau dapat setelah 3 tahun, 5 tahun atau 10 tahun . d. Pasar Modal Yang Efisien Pasar modal dapat dikatakan efisien bila informasi diperoleh dengan mudah dan murah oleh pemakai modal, sehingga semua informasi yang relevan dan terpercaya tercermin dalam harga-harga saham. Dari beberapa pendapat pakar keuangan dapat diketahui bahwa yang dimaksud pasar modal yang efisien adalah : 1). Pasar dapat menyediakan informasi yang akurat, lengkap, relevan dan jujur. 2). Infestor tidak dimungkinkan mendapat abnormal return 3). Harga sekuritas tidak dapat diprediksi 4). Informasi untuk keputusan tidak ada biaya dan digunakan untuk semua infestor. 5). Pasar cukup besar sehingga jumlah saham yang ditawarkan mencukupi untuk semua investor, jika mereka berminat maka, portofolio seimbang sempurna. Secara formal pasar modal yang efisisen didevinisiskan sebagai pasar yang harga sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan. Semakin cepat informasi baru tercermin pada haga sekuritas, semakin efisien pasar modal tersebut. (Suad Husnan, 1996: 256) Sunariyah (2000: 171), membagi bentuk pasar yang efisien menjadi tiga bentuk yaitu : a). Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Lemah (the from efficient market hipotethesys) Adalah, suatu pasar modal dimana harga saham merefleksikan semua informasi harga histories. Harga saham sekarang dipenuhi oleh harga saham masa lalu dihubungkan dengan harga saham untuk membantu menentukan harga saham sekarang. Bagi kecenderungan harga saham dapat ditentukan oleh analisis kecenderungan informasi masa lalu, misalnya kenaikan harga saham pada setiap akhir bulan. Banyaknya saham yang diminta diharapkan menguatkan (kenaikan) setiap akhir bulan. Kadang-kadang harga saham akan menguat pada harga tertentu dikarenakan kekuatan lain. b). Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Setengah Kuat (Semistrong From Efficient Market Hypothesis) Harga saham pada suatu pasar modal menggambarkan semua informasi yang di publikasikan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan ketidak tahuan mengenai operasi perusahaan, dan dimaksudkan untuk menjelaskan dan menggambarkan nilai dari suatu efek yang telah dikeluarkan oleh suatu intuisi. Jenis informasi yang dipublikasikan termasuk semua informasi dalam laporang keuangan, laporan tahunan, informasi mengenai perusahaan pesaing, maupun harga saham histories. c). Hipotasis Pasar Modal Efisisensi Kuat (Strong From Efficient Market Hypothesis) Pasar modal yang efisien dalam bentuk kuat merupakan tingkat efisien pasar yang paling tinggi. Konsep pasar efisien bentuk kuat mengandung arti bahwa semua informasi direfleksikan dalam harga saham, baik informasi yang dipublikasikan maupun informasi yang tidak dipublikasikan Non Public (Privat Information), adalah informasi yang hanya diketahui oleh orang dalam dan bersifat rahasia karena alasan strategi. Bentuk pasar semacam ini akan sulit dicapai, bahkan di Negara maju sekalipun . 2 Saham a. Pengertian Saham Menurut Sunariah (2003: 101) saham adalah surat berharga sebagai bukti peyertaan atau pemilikan individu maupun institusi yang dikeluarkan oleh sebuah perusahan yang berbentuk perseroan terbatas. Dahlan Siamat (2001: 268) memberikan devinisi saham atau stocks sebagai surat tanda bukti atau kepemilikan bagian modal pada suatu perusahaan. Dari peryataan diatas dapat disimpulkan bahwa saham merupakan penyertaan modal kedalam suatu perusahaan dan sebagai bukti kepemilikan atas perusahaan. b. Harga Saham dan Jenis Harga Saham Menurut Widoatmojo (2005:56) nilai saham adalah nilai penyertaan seseorang dalam suatu perusahaan. Sedangkan harga saham adalah harga jual dari investor yang satu dengan lainnya. Sedangkan harga pasar terjadi setelah saham tersebut dicatat kebursa efek pada pasar sekunder. Jadi harga saham yang diterbitkan setiap harinya adalah harga pasar. Menurut Mulyono (2000: 108) menyebutkan bahwa naik turunnya harga saham yang diperdagangkan dilantai bursa ditentukan oleh kekuatan pasar. Jika pasar menilai bahwa perusahaan penerbit saham dalam kondisi baik, maka biasanya harga saham peruahaan yang bersangkutan akan naik. Demikian pula sebaliknya, jika perusahaan dinilai rendah oleh pasar, maka harga saham perusahaan juga akan ikut turun bahkan bisa lebih rendah dari harga dipasar perdana. Dengan demikian, kekuatan tawar menawar dipasar sekunder antara investor yang satu dengan investor yang lain sangat menentukan harga saham perusahaan. Dalam Nur Diansyah (2006:34), disebutkan enam (6) jenis saham, yaitu: 1). Harga Nominal Adalah harga per value yang besarnya tergantung dari keinginan emiten 2). Harga Perdana Adalah harga saham sebelum dicatatkan atau didaftarkan di Bursa Efek. 3). Harga pasar adalah harga jual saham antar investor. 4). Harga Pembukaan Terjadi setelah saham tersebut tercatat pada Bursa Efek dan diperdagangkan setiap hari terkecuali terdapat hal-hal yang melarang saham tersebut diperdagangkan, seperti suspend dan pemalsuan saham. 5). Harga Penutup Merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada akhir bursa. 6).Harga tertinggi dan harga terendah Merupakan harga penawaran tertinggi selama transaksi, sedangkan harga terendah merupakan harga penawaran terendah selama transaksi. Indeks Harga Saham Indeks harga saham, menurut Sunariah (2003:138) adalah catatan terhadap perubahan-perubahan maupun pergerakan harga saham sejak mulai pertama kali beredar sampai pada suatu saat tertentu. Penyajian indeks harga saham dilantai bursa berdasarkan satuan angka dasar yang telah disepakati .metodologi pencatatan dan penyajian informasi berdasarkan angka indeks tersebut dapat dikembangkan dengan berbagai variasi, sesuai dengan tujuan masing-masing. Dalam kerangka itulah dikenal indeks harga saham individual, indeks harga saham gabungan dan lain-lainnya. Berbagai penyajian informasi indeks bersifat spesifik agar investor dapat memanfaatkannya dalam strategi investasi dibursa saham. c. Faktor-Faktor Mampengaruhi Harga Menurut Usman (1990:161) faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah faktor fundamental, faktor teknisi, faktor ekonomi, sosial budaya dan politik. Faktor fundamental merupakan informasi yang berkaitan dengan kondisi perusahaan berupa kondisi internal perusahaan, industri sejenis dan prospek perusahaan terdiri dari : 1). Kemampuan menejemen perusahaan Investor harus mempunyai kemampuan mengenai kemampuan manajemen perusahaan karena keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan, integritas dan rofesionalisme manajemen. 2). Prospek dan perkembangan perusahaan Investor harus mengetahui sejauh mana peranan perusahaan dalam perekonomian nasional serta prospek pertumbuhannya, yang dapat dilihat dari persaingan dengan industri sejenis. 3). Rentabilitas perusahaan Investor perlu mengetahui rentabilitas atu kemampuan menghasilkan keuntungan perusahaan mengingat beban resiko yang melekat pada investasi yang dapat dilihat dari informasi yang termuat dari informasi yang termuat dari laporan keuangan. 4). Hak dan kewajiban investor Bila investor telah membeli salah satu perusahaan maka ia harus tetap siap menjadi salah satu pemilik perusahaan dan siap menanggung resiko atas investasinya. Faktor teknis adalah faktor yang berkaitan dengan informasi yang mencerminkan kondisi perdagangan surat berharga dan volume transaksi. Faktor tersebut antara lain: a). Keadaan dan Kekuatan Pasar Pemilihan surat berharga yang paling tepat dan jangka waktu investasi dibutuhkan oleh keadaan pasar. Apabila pasar dalam keadaan optimistis, maka tidak ada masalah lagi bagi investor untuk memilih berbagai macam surat berharga. Sebaliknya dalam keadaan kondisi pasr yang lesu. Maka investor jangka pendek perlu mempertimbangkan pemilihan saham. b). Frekuensi Kurs Surat Berharga Hal ini berkaitan dengan keadaan surat berharga di masa lalu, dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari pergerakan harga saham dari waktu ke waktu dapat dipakai untuk memprediksi pergeseran harga saham di masa mendatang. c) Volume Dan Frekuensi Transaksi Berkaitan dengan aktif dan tidaknya saham di perdagangan di Bursa, dengan melihat aktif atau tidaknya saham dapat di ketahui likuiditas saham tersebut. d. Penilaian dan Analisis Saham Menurut Tandelilin (2001: 183) untuk menggambarkan saham atau investasi dapat menggunakan 3 (tiga) jenis penilaian yaitu: a) Pendekatan Nilai Buku Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbitan saham (emiten) b) Pendekatan nilai pasar Nilai pasar adalah nilai saham dipasar, yang ditujukan oleh harga saham tersebut dipasar. c) Pendekatan nilai instrinsik Pendekatan ini juga dikenal sebagai nilai teoritis yakni nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi. Tujuan dilakukannya analisis saham terhadap saham-saham adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas terhadap kemampuan perusahaan yang bersangkutan untuk tumbuh dan berkembang dimasa mendatang. Menurut Husnan (2001: 315) untuk melakukan analisis dan penilaian saham terdapat dua penilaian dasar yaitu analisis teknikal dan fundamental. a) Analisis Teknikal Merupakan suatu teknik analisis sekuritas dengan menggabungkan data histories perkembangan harga saham dan volum perdagangan sebagai elemen utama. Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dengan pengamatam perubahan harga diwaktu lalu, dengan asumsi bahwa harga saham mencerminkan informasi yang ditunjukkan oleh perubahan harga lalu sebagai perubahan harga saham dan mempunyai pola tertentu dan pola tersebut akan berulang karena analisis ini mendasarkan atas perubahan harga saham dimasa lalu sebagai alat analisis utamanya adalah grafik atau chart yang akan membantu untuk mengetahui trend harga saham. b) Analisis Fundamental Analisis fundamental digunakan untuk mengevaluasi prospek masa mendatang, pertumbuhan kemampuan laba perusahaan dengan kaitannya perekonomian secara makro, ekonomi nasional, perkembangan bidang industri perusahaan dan kondisi perusahaan itu sendiri. Menurut Tandelilin (2001: 208) analisis fundamental dilakukan secara Top Down untuk menilai prospek perusahaan yaitu : Analisis Ekonomi Analisis ekonomi perlu dilakukan karena adanya kecenderungan hubungan yang kuat antara peristiwa yang terjadi dilingkungan ekonomi makro dan kinerja pasar modal. Sebagaimana nilai investasi ditentukan oleh nilai kas yang diharapkan dan tingkat return yang disyaratkan atas investasi tersebut yang nantinya juga akan mencerminkan harga dari saham. Selain itu investor dalam meramalkan perubahan pasar modal kedepan perlu mempelajari perubahan-perubahan ekonomi yang telah terjadi dan perubahan variabel-variabel ekonomi makro sebagai dasar bagi investor dalam membuat keputusan investasi yang tepat dan menguntungkan. (Tandelilin, 2001:216) Analisis Industri Dalam analisis industri, investor mencoba membandingkan kinerja dari berbagai industri untuk bisa mengetahui jenis industri apa saja yang memberikan prospek paling menjanjikan atau sebaliknya. Dengan mengetimasi tingkat keuntungan industri melalui perhitungan nilai akhir yang berasal dari hasil perkalian EPS dan PER suatu industri. Etimasi tingkat penjualan suatu industri melalui daur hidup industri, analisis input-output serta hubungan antara industri dengan ekonomi secara keseluruhan, mempelajari persaingan dan return industri yang diharapkan serta mempelajari hubungan antara earning multiplier untuk pasar. (Tandelilin, 2001:219) Analisis Perusahaan Tujuan analisis perusahaan ini adalah untuk mengetahui sahamsaham manakah dalam industri terpilih yang paling menguntungkan atau saham manakah yang harga pasarnya lebih rendah dari nilai intrinsiknya, sehingga layak untuk dibeli. Serta saham-saham manakah yang harga pasarnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya , sehingga menguntungkan untuk dijual. Dalam melakukan analisis perusahaan, investor mendasarkan pada 2 komponen utama dalam analisis fundamental yakni Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) selain itu juga untuk menilai prospek perusahaan dimasa mendatang adalah dengan melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan untuk itu digunakan rasio profitabilitas yakni Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE), jika nilai intrinsik saham sudah dietimasi selanjutnya dibandingkan dengan harga pasarnya.(Tandelilin, 2001:231) 3. Studi Peristiwa (Event Study) Event Study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipuplikasikan sebgai suatu pengumuman (Jogianto, 2003:392). Pengujian reaksi pasar terhadap adanya suatu peristiwa dapat dilakukan untuk menguji efisiensi pasar . pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi pasar dari suatu peristiwa. Jika peristiwa mengandung informasi ekonomi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada saat pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. Reaksi pasar dapat diukur dengan menggunakan return sebagai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return. Jika pasar modal memberikan abnormal return, maka dapat dikatakan bahwa peristiwa tersebut mengandung informasi ekonomi, dan sebaliknya jika pasar modal tidak memberikan abnormal return , berarti informasi yang diberikan ke pasar tersebut tidak mengandung informasi ekonomi (Anggin, 2006:231) Dengan demikian dikatakan bahwa suatu peristiwa akan direspon positif oleh pasar jika peristiwa tersebut dapat memberikan return kepada pasar. Tampak bahwa sebenarnya event study dapat dikatakan untuk melihat reaksi pasar modal (dengan pendekatan harga saham) terhadap suatu peristiwa tertentu.(Hamidi, 2008:43) Langkah-langkah dalam desain event study, meliputi beberapa tahapan berikut : 1. Identifikasi peristiwa atau pengumuman yang kemungkinan memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga saham 2. Merumuskan hipotesis berdasarkan tinjauan literatur 3. Menentukan perusahaan yang akan dijadikan sampel 4. Menentukan rentang waktu pengamatan 5. Menghitung variabel diukur disekitar terjadinya suatu peristiwa 6. Menguji signifikan variabel diukur disekitar peristiwa atau pengumuman dengan menggunakan T-test (Supramono, 2003:221) 4. Tinjauan Islam Mengenai Investasi Pada Bursa Saham Harta sebagai salah satu titipan Allah yang harus dikelola dengan baik dan profesional berdasarkan pengetahuan sebagaimana firman Allah pada Q.S An-Nisa :5 Artinya : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik . (Q.S An-Nisa : 5) Berdasarkan firman Allah, hendaknya manusia dapat mengelola dengan baik harta yang di amanahkan Allah kepadanya dikelola secara baik dan dengan pengetahuan sehingga tidak menyalahi anjuran agama. Pasar modal merupakan salah satu tonggak penting dalam perekonomian dunia saat ini. Banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Menurut Dewan Syariah Nasioanal (DSN), saham adalah suatu bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memenuhi kriteria syariah dan tidak termasuk saham yang memiliki hak-hak istimewa. Bagi perusahaan yang modalnya diperoleh dari saham merupakan modal sendiri. Dalam struktur permodalan khususnya untuk perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), pembagian modal menurut undangundang terdiri: 1. Modal dasar, yaitu modal pertama sekali perusahaan didirikan. 2. Modal ditempatkan, maksudnya modal yang sudah dijual dan besarnya 25% dari modal dasar. 3. Modal disetor, merupakan modal yang benar-benar telah disetor yaitu sebesar 50% dari modal yang telah ditempatkan. 4. Saham dalam portepel yaitu modal yang masih dalam bentuk saham yang belum dijual atau modal dasar dikurangi modal ditempatkan. (Wawan, 2007:3) Transaksi efek yang Dilarang berdasarkan keputusan dewan syari ah nasional BAB V pasal 5 NO: 40/ DSN-MUI/ X/ 2003 adalah sebagi berikut: 1. Pelaksanaan transaksi harus dilakukan menurut prinsip kehatihatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur dharar, gharar, riba, maisir, risywah, maksiat dan kezhaliman. 2. Transaksi yang mengandung unsur dharar, gharar, riba, maisir, risywah, maksiat dan kezhaliman sebagaimana dimaksud yaitu melakukan penawaran palsu; 3. Bai al-ma dum, yaitu melakukan penjualan atas barang (Efek Syariah) yang belum dimiliki (short selling); 4. Insider Trading, yaitu memakai informasi orang dalam untuk memperoleh keuntungan atas transaksi yang dilarang; 2. Menimbulkan informasi yang menyesatkan; 3. Margin trading, yaitu melakukan transaksi atas Efek Syariah dengan fasilitas pinjaman berbasis bunga atas kewajiban penyelesaian pembelian Efek Syariah tersebut; dan 4. Ihtikar (penimbunan), yaitu melakukan pembelian atau dan pengumpulan suatu Efek Syariah untuk menyebabkan perubahan harga Efek Syariah, dengan tujuan mempengaruhi Pihak lain; 5. Dan transaksi-transaksi lain yang mengandung unsur-unsur diatas. Secara umum syari ah menghendaki kegiatan ekonomi yang halal baik dari produk yang menjadi investasi. Sehingga menurut Syahatah dan Fayyad (2004:17) dari segi boleh tidaknya , bertransaksi saham terbagi menjadi tiga macam : 1) Saham perusahaan yang beroperasi dalam hal-hal yang halal dan baik, modalnya bersih dari riba dan pencucian harta kotor serta tidak memberikan salah satu pemengang sahamnya keistimewaan materi atas pemegang saham lainnya. Menanam saham pada perusahaan seperti ini adalah boleh secara syar i, bahkan sangat dianjurkan dan disenangi (sunnah), karena adanya manfaat yang diraih dan kerusakan bisa dihindari dengan saha tersebut. Perdagangan (jual-beli) saham-saham perusahaan tersebut, publikasi saham dan pendaftaran serta keuntungannya adalah diperbolehkan. 2) Saham perusahaan yang beroperasi dalam hal yang diharamkan atau menjijikkan, atau modalmya merupakan harta haram dari manapun asalnya, atau perusahaan tersebut memberikan keistimewaan materi bagi sebagian pemengang saham seperti keistimewaan dalam bentuk pengambilan modal lebih dulu ketika perusahaan silikuidasi atau keistimewaan atas hak tertentu dalam keuntungan (deviden). Semua yang disebutkan diatas diharamkan secara syar i, sehingga tidak boleh menanamkan saham dalam perusahaan-perusahaan seperti itu. 3) Saham perusahaan yang bercampur anrtara halal dan haram, seperti jika aktivitas dan modal tersebut halal, hanya saja perusahaan tersebut menggunakan pinjaman ribawi unruk mendanai sebagian aktivitasnya, atau operasional perusahaan tersebut berdasarkan akad-akad yang haram. Jenis saham ini menimbulkan perbedaaan dikalangan fuqaha kontemporer yang akhirnya menetapkan : a) Haram bagi pengelola dan penanggung jawab perusahaan tersebut sengaja bermuamalah dengan sesuatu yang haram tanpa ada darurat yang hakiki. Jika ada darurat maka muamalah tersebut dilakukan dengan kadar daruratnya. b) Boleh bertransaksi dalam saham perusahaan jika mayoritas hartanya halal dan aktivitasnya halal, walaupun yang lebih hati-hati adalah menjauhkan diri darinya. c) Shadaqah atas keuntungan dari perusahaan tersebut unruk kemaslahatan umum sesuai dengan kadar harta haramnya. d) Membeli saham dengan tujuan merubahnya kearah halal murni dengan keikutsretaannya dalam operasional perusahaan. e) Bagi orang islam tidak boleh ikut serta dalam saham perusahaan yang diharamkan. Terbentuknya Harga Saham Harga saham menurut Karim (2001:160) yang dikutip oleh Jirjis (2006:36) Ibnu Taimyyah berpendapat bahwa harga ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan dipasar. Karena naik turunnya harga tidak selalu disebabkan oleh tindakan tidak adil dari sebagian orang yang terlibat dalam transaksi, intensitas besarnya permintaan, kelangkaan atau melimpahnya barang, kondisi kepercayaan, serta diskonto dari pembayaran akan tetapi bisa jadi akibat inefisiensi jumlah permintaan atau tekanan pasar . Berkaitan dengan hal produk atau obyek investasi maka jual beli saham dapat dilakukan berdasarkan prinsip musyarokah sebagaimana keputusan Dewan Syaria ah Nasional No.08/ DSN-MUI/IV/2000. dan jual beli saham dikatakan sah apabila dzat dari saham tersebut adalah tidak haram dan pemindahan sertifikat atau saham kepada pihak lain haruslah melalui persetujuan semua pihak yang terlibat dalam melakukan akad syirkah. Adapun prinsip-prinsip dasar saham secara syari ah adalah : 1. Bersifat musyarakah jika saham ditawarkan secara private 2. Bersifat mudharabah jika saham ditawarkan pada public 3. Tidak boleh ada pembedaan jenis saham karena risiko harus ditanggung semua pihak 4. Seluruh keuntungan akan dibagi hasil, dan jika terjadi kerugian akan dibagi rugi setelah dilikuidasi 5. Investasi pada saham tidak dapat dicairkan dari usaha atau proyek yang bersangkutan kecuali dalam keadaan bangkrut atau dialihkan lewatb jual beli investasi C. Kerangka Berpikir Reaksi Harga Saham Saat Pemilihan Indikator 1. Abnormal Return 2. Average Abnormal Return 3. Cummulative Average Abnormal Return Pemilihan Presiden Amerika Serikat Sebelum Pemilihan Setelah Pemilihan Analisis Reaksi Saham Pengujian Hipotesis Dengan menggunakan paired sample t test, uji t Hasil dan pembahasan D. Pengujian Hipotesis Penelitian in menggunakan Paired sample t-tes, uji T, yaitu dua populasi yang diamati secara berpasangan pada setiap pengamatan, dimana dua populasi berpasangan itu dimiliki oleh suatu data yang sifatnya sebelum dan sesudah sehingga setiap obyek yang diamati sebelum event dan setelah event Menentukan hipotesis Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari peristiwa pemilihan presiden terhadap variable abnormal return, AAR, dan CAAR Ha: Ada, terdapat perbedaan yang signifikan dari peristiwa pemilihan presiden terhadap variable abnormal return, AAR, dan CAAR BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini meneliti industri energi yang telah listing di Bursa Efek Indonesia(BEI), periode penelitian yang digunakan adalah Oktober, November, dan Desember 2009. Data saham harian diakses dari Financial Laboratory, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Negeri Malang. Data yang diperoleh kemudian diolah peneliti. B. Jenis Dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan studi peristiwa (event study). Menurut Jogiyanto (2003:410), studi peristiwa merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat digunakan untuk menguji efisiensi pasar berbentuk setengah kuat. Dalam penelitian ini studi peristiwa yang akan diuji kandungan informasinya adalah pemilihan presiden Amerika Serikat, 4 November 2009 terhadap reaksi harga saham perusahaanperusahaan energi yang listing di Bursa Efek Indonesia.Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif, dimana peneliti mencoba untuk 41 mejelaskan hubungan yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent melalui uji statistik.(Jogiyanto, 2003: 35). C. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian, jika meneliti semua elemen yang ada diwilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Penelitian populasi dilakukan apabila peneliti ingin melihat semua liku-luku yang ada dalam populasi. (Suharsimi, 2002 :108) Berikut ini adalah populsi yang digunakan sebagai obyek penelitian ini : Tabel 3.1 Perusahaan Energi yang listing di Bursa Efek Indonesia Pada tahun 2008 No Industri Kode Emiten 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara Pertambangan Batu Bara ADRO ATPK BYAN KKGI PKPK PTRO PTBA ITMG PGAS Adaro Energy Tbk ATPK Resources Tbk Bayan Resources Tbk Resources Alam Indonesia Tbk Perdana Karya Perkasa Tbk Petrosea Tbk Tambang Batu Bara Bukit Asam Indo tambang Raya Megah Tbk Perusahaan Gas Negara Tbk 10 11 12 13 Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi ELSA RUIS MEDC ENRG Elnusa Tbk Radiant Utama Interinsco Tbk Medco Energi Internasional Tbk Energi Mega Persada Tbk 14 15 16 17 Pertambangan Logam Dan Mineral Lainnya Pertambangan Logam Dan Mineral Lainnya Pertambangan Logam Dan Mineral Lainnya Pertambangan Logam Dan Mineral Lainnya CITA INCO TINS BUMI Cita Mineral Investindo Tbk International Nickel Ind Tbk PT Timah Tbk Bumi Resources Tbk 18 19 20 Pertambangan Ba tu-Batuan Pertambangan Ba tu-Batuan Pertambangan Ba tu-Batuan CNKO CTTH DWA Central Korporindo Int I Tbk Citatah Industri Marmer PT Darma Henwa Tbk Sumber ; KOMPAS, 27 November 2008, hal 22 D. Sumber Data Dan Teknik Pengumpulannya 1) . Sumber Data Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat pihak lain (Indriantoro Dan Supomo, 2002:147). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa jumlah volume saham yang beredar untuk masing-masing saham yang menjadi populasi selama periode penelitian dan harga saham penutup untuk menghitung return ekspektasi. 2) Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini data diperoleh dengan mengamati dokumendokumen yang terkait dengan obyek penelitian. Selain dengan mengumpulkan data berupa dokumen-dokumen, peneltian ini juga menggunakan referensi pustaka atau buku-buku yang menjadi landasan teori yang berkaitan dengan proses penelitian. E. Definisi Operasional Variabel Devinisi operasional variabel adalah suatu devinisi yang diberikan pada suatu fariabel dengan cara memberikan arti ataupun memberikan operasional yang diperlukan untukmengukur variabel tersebut. 1). News adalah semua berita yang beredar di tengah masyarakat yang menyangkut berbagai berita ekonomi, sosial, politik , keamanan dan lain-lain. 2). Harga saham adalah harga jual dari investor yang satu dengan lain sedangkan harga pasar terjadi setelah saham tersebut dicatat di bursa efeek pada pasar sekunder . Jadi harga saham yang diterbiitkan setiap harinya adalah harga pasar. 3). Abnormal Return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. 4). Average Abnormal Return (AAR) merupakan abnormal return dari semua jenis saham yang sedang dianalisis secara harian. AAR dapat menunjukkan reaksi paling kuat, baik positif maupun negatif dari keseluruhan jenis saham pada hari-hari tertentu selama window period. 5). Cummulative Average Abnormal Return (CAAR) merupakan kumulatif harian Average Abnormal Return mulai dari hari pertama sampai dengan hari-hari berikutnya. F. Model Analisis Data Analisis data merupakan bagian terpenting dalam penelitian dimana data yang telah diperoleh akan dianalisis untuk mendapatkan kemudahan dalam pemahaman dan interprestasi data . analisis kuantitatif digunakan dalam serangkaian kegiatan anaisis data yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka dengan cara mengklasifikasikan, melakukan perhitungan dan membandingkan data-data tersebut untuk kemudian disimpulkan (Suharsimi, 2002:213) Tahapan-tahapan dalam penelitian ini adalah 1). Abnormal Return adalah merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return yang diharapkan investor. Adapun rumus abnormal return adalah: RTNit = Ri.t E (Ri.t) Keterangan : RTNit : return tidak normal pada sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke T E(Ri.t) :return ekpektasi sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke t Ri.t : return sesungguhnya pada periode ke t 2). Average Abnormal Return Menguji rata-rata return tidak normal seluruh sekuritas untuk tiaptiap hari di periode peristiwa. Rata-rata return tidak normal untuk hari ke-t dapat dihitung berdasarkan : RRTNt = k i t RTNi,t k Keterangan : RRTNt = Rata-rata return tidak normal (Average Abnormal Return) pada hari ke-t RTNI,t = Return tidak normal (Abnormal Return) untuk sekuritas ke-i pada hari ke-t K = Jumlah Sekuritas 3). Cummulative Average Abnormal Return Akumulasi rata-rata return tidak normal merupakan penjumlahan rata-rata return tidak normal (Average Abnormal Return) , dapat dihitung dengan rumus : ARRTNt = t c t RRTNa Keterangan : ARRTNt = Rata-rata return tidak normal (Average Abnormal Return) pada hari ke-t RRTNa = Rata-rata return tidak normal pada hari ke-a yaitu mulai t (hari awal window period) sampai hari ke-i BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Hasil Penelitian Analisis Event Study a.Abnormal Return dan Average Abnormal return Abnormal Return dapat terjadi pada setiap jenis saham, yakni selisih antara return aktual dan return ekspektasi yang dihitung secara harian. Sedangkan. Average abnormal Return merupakan rata-rata Abnormal Return dari semua jenis saham yang dianalisis harian. AAR akan menunjukkan reaksi paling kuat, baik positif maupun negatif dari keseluruhan jenis saham. Dalam penelitian ini terdapat 7 hari sebelum adanya peristiwa menunjukkan angka positif yaitu pada t-1 sampai dengan t-5, angka positif juga terjadi pada t-7 dan t-9, bahkan pada saat terjadinya peristiwa (t0) angka AAR menunjukkan angka positif sampai setelah peristiwa terpilihnya presiden Obama (t+1) . sedangkan angka negatif hanya terjadi dalam 7 hari saja mulai sebelum, saat maupun setelah peristiwa pemilihan presiden yaitu t-6, t-8 , t-10, t+2, t+5 dan t+6. Selebihnya seperti yang terlihat pada tabel. Selebihnya seperti yang terlihat pada tabel berikut : 46 Tabel 4.1 Hasil Perhitungan AAR T Nilai Event T Nilai -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 -0.02077 0.008794 -0.03009 0.008496 -0.01963 0.029738 0.007133 0.036529 0.013063 0.01909 0.003668 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0.010967 -0.02215 0.024833 -0.02435 -0.0023 -0.02494 0.007898 0.058113 0.002671 0.05872 0.000524 0.000895 Sumber: data diolah peneliti, 2009 Berdasarkan tabel tersebut AAR tertinggi terjdi pada terjadi pada t+10 yaitu sebesar 0,05872 dan angka terendah selama periode penelitian yaitu t-6 -0.01963. b. Cummulative Abnormal Return (CAAR) Cummulative Abnormal Return (CAAR) merupakan kumulatif harian AAR mulai dari hari pertama sampai dengan hari-hari berikutnya. Dari CAAR harian ini dapat diketahui kenaikan atau penurunan yang terjadi, sehingga dampak positif maupun negatif dapat diketahui. Tabel 4.2 Hasil perhitungan CAAR T Nilai Event T Nilai -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0.145477 0.166249 0.157454 0.187546 0.17905 0.198677 0.168939 0.161806 0.125277 0.112214 0.093124 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0.089455 0.078489 0.10064 0.075807 0.100157 0.10246 0.127402 0.119504 0.061391 0.05872 0.016027 0.00914 Sumber : datadiolah peneliti, 2009 Berdasarkan tabel terlihat perbedaan sebelum, saat dan setelah peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat , dimana sebelum peristiwa pasar bereaksi positif 0,112214 menjadi positif 0,093124 pada saat pemilihan presiden dan CAAR terus menurun sampai t+2, hingga akhir peristiwa CAAR bergerak secara fluktuatif. 4. Uji Hipotesis Paired Sample T Test Yaitu dua populasi yang diamati secara berpasangan pada setiap pengamatan, dimana dua populasi berpasangan itu dimiliki oleh suatu data yang sifatnya sebelum dan sesudah sehingga setiap obyek yang diamati sebelum event dan setelah event. Menentukan hipotesis : Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari peristiwa pemilihan Presiden Amerika Serikat terhadap AAR dan CAAR Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan dari peristiwa pemilihan Presiden Amerika Serikat terhadap AAR dan CAAR Jika signifikan T<0 data-blogger-escaped--0.330="" data-blogger-escaped-.05="" data-blogger-escaped-0.000524="" data-blogger-escaped-0.000895="" data-blogger-escaped-0.000="" data-blogger-escaped-0.05="" data-blogger-escaped-0.749="" data-blogger-escaped-0.794="" data-blogger-escaped-1.="" data-blogger-escaped-10="" data-blogger-escaped-12.0="" data-blogger-escaped-2.="" data-blogger-escaped-2009="" data-blogger-escaped-2tailed="" data-blogger-escaped-4.3="" data-blogger-escaped-4.4="" data-blogger-escaped-9.178="" data-blogger-escaped-:="" data-blogger-escaped-a.average="" data-blogger-escaped-aar="" data-blogger-escaped-abnormal="" data-blogger-escaped-adalah="" data-blogger-escaped-amerika="" data-blogger-escaped-artinya="" data-blogger-escaped-bantuan="" data-blogger-escaped-begitu="" data-blogger-escaped-berikut="" data-blogger-escaped-besar="" data-blogger-escaped-besarnya="" data-blogger-escaped-caar="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-dari="" data-blogger-escaped-data="" data-blogger-escaped-dengan="" data-blogger-escaped-dibagi="" data-blogger-escaped-dilakukan="" data-blogger-escaped-diolah="" data-blogger-escaped-diperoleh="" data-blogger-escaped-diterima="" data-blogger-escaped-ditolak="" data-blogger-escaped-event="" data-blogger-escaped-for="" data-blogger-escaped-ha="" data-blogger-escaped-hari="" data-blogger-escaped-hasil="" data-blogger-escaped-ho="" data-blogger-escaped-jadi="" data-blogger-escaped-juga="" data-blogger-escaped-keterangan="" data-blogger-escaped-lebih="" data-blogger-escaped-maka="" data-blogger-escaped-memperoleh="" data-blogger-escaped-menggunakan="" data-blogger-escaped-menjumlahkan="" data-blogger-escaped-nilai="" data-blogger-escaped-no="" data-blogger-escaped-pairet="" data-blogger-escaped-parametrik="" data-blogger-escaped-pemilihan="" data-blogger-escaped-peneliti="" data-blogger-escaped-pengujian="" data-blogger-escaped-penjumlahan="" data-blogger-escaped-perbedaan="" data-blogger-escaped-peristiwa.="" data-blogger-escaped-peristiwa="" data-blogger-escaped-presiden="" data-blogger-escaped-rata-rata="" data-blogger-escaped-return="" data-blogger-escaped-sample="" data-blogger-escaped-sebagai="" data-blogger-escaped-sebelum="" data-blogger-escaped-sehingga="" data-blogger-escaped-seluruh="" data-blogger-escaped-serikat.="" data-blogger-escaped-sesudah="" data-blogger-escaped-setelah="" data-blogger-escaped-sig.t="" data-blogger-escaped-sig="" data-blogger-escaped-signifikan="" data-blogger-escaped-spss="" data-blogger-escaped-statistik="" data-blogger-escaped-sumber:="" data-blogger-escaped-sumber="" data-blogger-escaped-t="" data-blogger-escaped-tabel="" data-blogger-escaped-taraf="" data-blogger-escaped-terdapat="" data-blogger-escaped-terhadap="" data-blogger-escaped-test="" data-blogger-escaped-thitung="" data-blogger-escaped-tidak="" data-blogger-escaped-ttabel="" data-blogger-escaped-uji="" data-blogger-escaped-untuk="" data-blogger-escaped-variabel="" data-blogger-escaped-versi="" data-blogger-escaped-windous="" data-blogger-escaped-yaitu="" data-blogger-escaped-yang="">0.05 dan Thitung -0.330 < Ttabel , maka AAR menerima hipotesis Ho yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari periode sebelum dengan periode sesudah peristiwa. b.Cummulativ Average Abnormal Return Nilai rata-rata CAAR sebelum peristiwa diperoleh dari menjumlahkan nilai CAAR sebelum peristiwa dan dibagi 10 hari, begitu juga untuk memperoleh rata-rata CAAR sesudah peristiwa , menggunakan penjumlahan seluruh CAAR setelah peristiwa dan dibagi 10 hari sehingga diperoleh nilai rata-rata sebelum dan sesudah event sebagai berikut ; Tabel 4.5 Rata-rata CAAR sebelum dan setelah Sebelum Setelah 0.016027 0.00914 Sumber : data diolah peneliti, 2009 Jadi rata-rata sebelum peristiwa lebih besar dibandingkan dengan rata-ratasesudah peristiwa. Rata-rata yang diperoleh sebelum peristiwa yaitu 0.01627 sedangkan sesudah 0.00914. dengan Sig.T 0.000<0 data-blogger-escaped-.05="" data-blogger-escaped-9.178="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-thitung=""> Ttabel , maka CAAR menolak Ho dan menerima Ha berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada CAAR sebelum dan sesudah peristiwa pemilihan Presiden Amerika. Dengan demikian informasi ini diserap oleh pasar secara bertahap. Pengujian Uji T Dengan menentukan hipotesis Ho : Tidak adanya pengaruh yang signifikan dari peristiwa pemilihan Presiden terhadap abnormal return Ho : Tidak adanya pengaruh yang signifikan dari peristiwa pemilihan Presiden terhadap abnormal return Jika Ho ditolak atau Ha diterima bila thitung> ttabel, dengan signifikan 0.05 hasil dari perhitungan diatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.6 Abnormal return dan Thitung T AAR Thitung Ttabel Keterangan -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 -0.02077 0.008794 -0.03009 0.008496 -0.01963 0.029738 0.007133 0.036529 0.013063 0.01909 0.003668 0.010967 -0.02215 0.024833 -0.02435 -0.0023 -0.02494 0.007898 0.058113 0.002671 0.05872 -3.7894 0.4336 -5.7223 0.9874 -2.0345 3.6752 0,8298 3.2002 2.0452 2.1029 0,9544 2.0062 -4.7662 3.0452 -3.8667 -0.4899 -3.7552 0.9667 6.2322 0.8997 7.5432 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 2.7040 Sig. Negatif Tidak sig. Sig. Negatif Tidak sig Tidak sig Sig positif Tidak sig Sig positif Tidak sig Tidak sig Tidak sig Tidak sig Sig negatif Sig positif Sig negatif Tidak sig Tidak sig Tidak sig Sig positif Tidak sig Sig positif Sumber : data diolah peneliti, 2009 Dari uji yang digunakan dengan menggunakan uji T ,Abnormal Return terdapat beberapa hari signifikan positif yaitu 2 hari pada sebelum event dan 2 hari sesudah event, itu menandakan bahwa dengan adanya peristiwa pemilihan presiden pasar sudah mengetahui informasi akan terpilihnya Obama sebagai presiden. Sementara itu signifikan negatif terhadap Abnormal Return juga terjadi beberapa kali pada sebelum maupun setelah peristiwa ini menandakan para pelaku pasar dalam posisi menunggu sehingga mereka masih mempertimbangkan keputusan yang akan diambil untuk melakukan transaksi jual maupun beli untuk jangka waktu panjang. B. Pembahasan Hasil Penelitian Hubungan pemistiwa pemilihan presiden Amerika sebelum, saat dan setelah terhadap Abnormal Return Temuan penelitian menunjukkan bahwa peristiwa pemilihan Presiden memiliki pengaruh terhadap Abnormal Return, baik sebelum peristiwa, saat peristiwa maupun setelah terjadi peristiwa. Sebelum terjadinya peristiwa terdapat beberapa hari yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan negatif dan signifikan positif, begitu juga setelah peristiwa pemilihan presiden nilai Abnormal Return masih menunjukkan nilai signifikan negatif, karena dalam peristiwa ini pasar sudah mengetahui informasi. Temuan penelian ini menguatkan temuan peneliti terdahulu Roihana (2007) bahwa dengan adanya peristiwa-peristiwa yang insidentil akan memberikan informasi kepada pelaku pasar, sehingga pelaku pasar sudah mengantisipasi kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan terhadap suatu peristiwa tersebut. Pada saat terjadinya peristiwa Abnormal Return menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, temuan ini menguatkan peneliti terdahulu Roihana (2007) bahwa pada posisi ini (saat terjadinya peristiwa) pelaku pasar banyak yang melakukan wait and see (menunggu dan melihat), dengan tidak melakukan transaksi dalam jangka panjang. Pada peristiwa pemilihan presiden Amerika berdasarkan hasil penelitian memiliki nilai ekonomis terbukti dengan adanya Abnormal Return disekitar peristiwa pemilihan. Temuan ini mendukung pernyataan Anwar (2004) bahwa, dalam pasar yang efisien, harga akan berubah pada saat informasi di umumkan yang ditandai dengan Abnormal Return, dan selanjutnya harga akan kembali menuju harga keseimbangan yang baru, yang berarti tidak ada satu investor yang dapat memeperoleh Abnormal Return. Apabila itu terjadi, maka informasi yang di umumkan akan memiliki kandungan informasi dan merupakan informasi yang bernilai ekonomis. Hubungan peristiwa pemilihan Presiden Amerika terhadap Average Abnormal Return Analisis AAR ,Berdasarka hasil penelitian menunjukkan peristiwa pemilihan Presiden Amerika berpengaruh tidak secara signifikan terhadap Average Abnormal Return (AAR), karena jauh-jauh hari sebelum peristiwa ini terjadi pelaku pasar sudah mengantisipasi adanya reaksi yang akan ditimbulkan terhadap peristiwa tersebut. Ini dibuktikan dengan adanya AAR yang terdapat pada t-10 , untuk hari-hari selanjutnya terdapat penurunan AAR , hal ini berkaitan dengan penghitungan suara yang masih belum selesai sampai pada t+7 sehingga pada posisi ini investor biasanya melakukan window dressing atau wait and see, pasar kembali bergairah dengan semakin naiknya AAR sampai dengan t+10 disaat pengumuman terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika. Hasil pengujian terhadap Average Abnormal Return , menunjukkan secara signifikan tidak berpengaruh, ini dikarenakan sebelum adanya peristiwa para pelaku pasar sudah antisipasi dan mereka lebih suka berinvestasi dengan dollar, karena kekhawatiran pelaku pasar atas krisis finansial global mendorong mereka membeli dollar AS. Temuan ini juga memperkuat temuan peneliti terdahulu Roihanah (2007) dan Dwi (2006) bahwa, sebelum adanya peristiwa insidentil para pelaku pasar sudah memiliki antisipasi untuk tidak bertransaksi secara besar-besaran karena mereka memiliki alternative lain untuk investasinya, dikarenakan mereka masih menunggu kelanjutan dari peristiwa tersebut. Hubungan peristiwa pemilihan Presiden terhadap Cummulative Average Abnormal Return Abnormal terjadi karena pasar menanggapi informasi dengan sentimen positif sehingga hanya beberapa hari saja terjadi Abnormal Return, terbukti hasil dari variabel-variabel penelitian menunjukkan secara signifikan tidak terdapat pengaruh. Tetapi salah satu variabelvariabel tersebut yaitu variabel CAAR (Cummulativ Average Abnormal Return) terdapat pengaruh, ditunjukkan dengan sebelum adanya peristiwa menunjukkan angka yang positif, sementara pada saat tejadinya event CAAR terus menurun hingga sesudah adanya event nilai CAAR menunjukkan penurunan. Sedangkan hasil pengujian Cummulative Average Abnormal Return (CAAR) menunjukkan sebaliknya, variabel ini menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan, walaupun para pelaku pasar sudah memiliki antisipasi jauh-jauh hari sebelum adanya peristiwa ini dengan memiliki alterrnatif lain dalam berinvestasi akan tetapi dengan adanya pemilihan presiden ini pasar menunjukkan adanya respon negatif, biasanya kondisi yang demikian disebabkan oleh pelaku pasar yang menginginkan keuntungan yang lebih dengan adanya peristiwa yang bersifat insidentil. Temuan ini menguatkan temuan penelitian Millah (2005) dan Dwi (2006) bahwa dengan adanya peristiwa insidentil pasar biasanya selalu memeberikan respon negatif yang kemungkinan ini hanya dilakukan oleh spekulan yang menginginkan adanya capital gain yaitu mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dalam waktu yang singkat dengan melakukan aksi short selling. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Secara umum peristiwa pemilihan presiden Amerika berpengaruh karena peristiwa tersebut tetap saja direspon oleh pasar sehingga menimbulkan reaksi. Terbukti ditemukannya Abnormal Return sebelum peristiwa ini , hal ini menunjukkan pasar cukup sensitif dengan informasi yang ada dan memberikan kepercayaan pada tindakan para pelaku pasar dalam pengambilan keputusan. Menurut Dewan Syariah Nasioanal (DSN), saham adalah suatu bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memenuhi kriteria syariah dan tidak termasuk saham yang memiliki hak-hak istimewa. pelaksanaan transaksi saham harus dilakukan menurut prinsip kehati-hatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur dharar, gharar, riba, maisir, risywah, maksiat dan kezhaliman. Tindakan-tindakan yang melanggar syariah seperti adanya spekulasi, sehingga menyebabkan harga saham menjadi tidak wajar secara langsung praktek jual-beli saham dilakukan dengan unsur gharar atau penipuan. fluktuasi harga saham yang dipengaruhi oleh adanya pelaku pasar yang menginginkan keuntungan yang lebih dengan melalakukan aksi short selling termasuk perbuatan menipu karena para pelaku pasar melakukan penjualan efek yang belum dimilikimya. Dalam Islam spekulasi dilarang, bukan karena ketidak pastian yang ada dihadapannya, melainkan cara pelaku pasar yang memanfaatkan ketidak pastian itu. Di Pasar modal, larangan syari ah di atas seharusnya diimplementasikan, sehingga dapat mencegah praktek spekulasi, riba, gharar, dan maysir. Salah satunya adalah dengan menetapkan jangka waktu memegang saham minimum, dengan demikian saham tidak bisa dijual setiap saat. dalam hadist Rasulullah SAW : ) ( Artinya : Dari abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah melarang jual-beli hashah dan jual beli gharar (HR.Muslim) BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan pengujian hipotesis terhadap variabel-variabel dengan uji T dan pairet sample T test, serta berbagai pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Hubungan Abnormal Return sebelum, saat dan setelah pemilihan presiden Amerika. a) Sebelum dan Sesudah Peristiwa Baik sebelum maupun sesudah peristiwa hasil penelitian menunjukkan peristiwa pemilihan presiden menunjukkan pengaruh terhadap Abnormal Return. Sebelum terjadinya peristiwa terdapat beberapa hari yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan negatif dan signifikan positif, begitu juga setelah peristiwa pemilihan presiden nilai Abnormal Return masih menunjukkan nilai signifikan negatif, karena dalam peristiwa ini pasar sudah mengetahui informasi. b) Saat peristiwa Pada saat terjadinya peristiwa Abnormal Return menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, karena pada posisi ini pelaku pasar banyak yang melakukan wait and see (menunggu dan melihat), dengan tidak melakukan transaksi dalam jangka panjang. 2. Hubungan CAAR dan AAR sebelum dan setelah pemilihan presiden a) Besarnya rata-rata AAR sesudah peristiwa yaitu 0.000895, dengan Sig.T 0.794>0.05 dan Thitung -0.330 < Ttabel , maka AAR menerima hipotesis Ho yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari periode sebelum dengan periode sesudah peristiwa. Hal ini dikarenakan pelaku pasar sudah mengantisipasi dengan adanya peristiwa pemilihan presiden. b) Rata-rata CAAR yang diperoleh sebelum peristiwa yaitu 0.01627 sedangkan sesudah 0.00914. dengan Sig.T 0.000<0 data-blogger-escaped-.05="" data-blogger-escaped-9.178="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-thitung=""> Ttabel , Maka CAAR menolak Ho dan menerima Ha berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada CAAR sebelum dan sesudah peristiwa pemilihan Presiden Amerika. Dengan demikian informasi ini direspon pasar secara positif. B. SARAN 1) Bagi pemerintah hendaknya mengantisipasi dengan adanya peristiwa-peristiwa insidetil apalagi jika peristiwa itu menyangkut ekonomi secara global dengan cara pemberian jangka waktu memegang saham minimum dengan aturan ini saham tidak dapat dijual setiap saat, sehingga dapat mencegah adanya motiv mencari untung . 2) Bagi investor, sebaiknya dalam menghadapi adanya peristiwa pemilihan presiden investor menanggapi informasi dengan respon positif sehingga dapat menghindari adanya spekulan yang menginginkan keuntungan dengan adanya suatu peristiwa, dan menghindari transaksi besar-besaran pada peristiwaperistiwa tertentu, sehingga akan berdampak buruk terhadap perekonomian nasional. 3). Bagi penelitian selanjutnya, penting kiranya penelitian selanjutnya untuk menggunakan periode estimasi dalam pengamatannya dan menggunakan CAPM untuk memperoleh abnormal return sebagai pembanding metode market price. DAFTAR PUSTAKA Agustinasari, Dwi.2006. Analisis Reaksi Harga Saham Terhadap News And Rumors (Event Study ; Kenaikan BBM Dan Bom Bali 1 Oktober 2005 pada JII ).skripsi .FE.UIN Malang Dahlan, Siamat.1999.Manajemen Lembaga Keuangan .Edisi Kedua . UPP AMP YPKN. Yogyakarta Hamidi.2008.Analisis Likuiditas Saham Sebelum, Sesaat, Dan Sesudah Bencana Banjir Antara Tahun 2007-2008 Di Ibu Kota Jakarta Studi Pada Industri Dasar Dan Kimia di BEJ.Skripsi. FE UIN Husnan, Suad.1994.Dasar-Dasar Teori Portofolio Dan Analisis Sekuritas. UPP AMP YKNP.Yogyakarta Husnan, Suad.1996.Menejemen Keuangan Teori Dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang).Buku I. UPP AMP YKNP .Yogyakarta Indriantoro, nur dan Bambang supomo.Metodologi Penelitian Bisnis. Edisi pertama. BPFE. Yogyakarta Jogianto,2003.Portofolio Dan Analisis Infestasi Edisi III. BPFE. Yogyakarta Marzuki, Usman.1990.ABC Pasar Modal Indonesia. LPPI/BI-ISEI .Jakarta Millah, Nafisatul.2005. Pengaruh peristiwa JW Marriot Terhadap Abnormal Return Saham Industri Manufacturing Yang Go Public Pada Bursa Efek Jakarta.FE.UIN Malang Mulyono, Sugeng.2000.Pengaruh Earning Per Share (EPS) Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi Dan Menejemen. Vol 2. 99-116 Nurdiansyah, Jirris.2006. Analisis Pengaruh Hasil Pengumuman Informasi Laba Terhadap Harga Saham Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.Skipsi. FE UIN Malang Nababan,Mohammad.2008. Karisma Obama pasca kemenanga.http://pirhotnababan. blogspot.com. 5 November 2008. Samsul, Mohammad.2006.Pasar Modal Dan Manajemen Portofolio. Erlangga .Surabaya Research Team.2008.http://www.valbury.com Roihanah, Luluk.2007. Analisis Pengaruh Agresi Militer Israel Ke Libanon Terhadap Reaksi Harga Saham (studi pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Jakarta).FE.UIN Malang Sawiji,Widoatmojo.2005. Cara Sehat Investasi Di Pasar Modal .PT Media Kompetindo .Jakarta Setiawan,Budi.2008.http://Cakwawan.Wordpress.Com/2007/12/09/Ma najemen-Investasi-Syariah-Bagian-2/.6 nofember 2008 Suharsimi,Arikunto.2002.Prosedur penelitian(Suatupendekatan).Edisi kelima. Rineka Cipta. Jakarta Sunjaya, Ridwan Dan Inge, Berlian.2001.Manajen Keuangan Dua.Edisi Tiga. PT Prehalindo .Jakarta Sunariyah.2000.Manajemen Keuangan Teori, Konsep Dan Aplikasi. Ekonisia .Yogyakarta Sunariah .2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. UPP AMP YPKN yogyakarta Tandelilin,Eduardus. 2001.Analisis Inventasi Dan Manajemen Portofolio. BPFE. Yogyakarta . CURRICULLUM VITAE Nama : FITRIA Alamat :Dsn. Lampe an Rt 001 Rw.004 Jatirejo Lekok Pasuruan Tempat/tanggal lahir : Pasuruan/ 31 Januari 1987 Pendidikan yang ditempuh : - TK Aisyah Muhammadiyah Lekok (1991-1992) - SD Negeri Tambak Lekok I (1992- 1998) - MTs Negeri Pasuruan (1998-2001) - MA Negeri Rejoso Jombang (2001-2004) - Universitas Islam Negeri (UIN) Malang (2004-2009) LAMPIRAN-LAMPIRAN T-Test - car Paired Samples Statistics .0628 10 .26540 .08393 2.5147 10 7.48026 2.36547 SBLM SSDH Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Paired Samples Correlations Pair 1 SBLM & SSDH 10 .059 .871 N Correlation Sig. Paired Samples Test Pair 1 SBLM - SSDH -2.4519 7.46928 2.36199 -7.7951 2.8913 -1.038 Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper 95% Confidence Interval of the Difference Paired Differences t df T-Test - aar Paired Samples Statistics .0052 10 .02212 .00699 .2096 10 .62336 .19712 aar aar Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Paired Samples Correlations Pair 1 aar & aar 10 .059 .871 N Correlation Sig. T-Test - caar Paired Samples Statistics 2.1664 10 .02676 .00846 .8939 10 1.03165 .32624 caar caar Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Paired Samples Correlations Pair 1 caar & caar 10 .139 .702 N Correlation Sig. Harga saham harian dan IHSG 125 1280 1750 230 4100 5550 7500 1180.36 ATPK BYAN KKGI PKPK PTRO PTBA ITMG IHSG 138 1420 2100 240 3800 5900 8100 1189.86 153 1570 1800 265 3800 5950 8300 1236.93 170 1740 1800 270 3700 6300 8650 1264.38 170 1740 2100 240 4200 5850 8350 1259.71 170 1750 1800 250 4000 6350 9100 1326.62 170 1740 1800 250 3900 6200 9350 1336.56 153 1720 1800 225 3550 6250 8700 1340.68 155 1740 1800 240 4450 6150 8600 1338.36 160 1720 1800 250 3525 5500 8550 1307.9 170 1720 1790 260 4000 6100 9450 1366.28 175 1680 1750 260 3525 6650 9700 1369.79 170 1670 1800 270 3900 6550 9200 1352.72 175 1640 1750 270 3900 5475 7700 1256.7 175 1620 1800 300 4000 4575 6500 1173.86 165 1550 1930 325 3750 4175 5950 1113.62 165 1570 1950 355 3750 4150 6600 1111.39 170 1670 1750 360 3700 4150 7300 1166.41 180 1850 1800 355 3900 4600 8100 1244.86 174 2020 1950 355 3900 5100 9000 1337.2 179 1850 1800 390 4200 5400 9950 1379.74 190 1690 1800 360 4650 5850 10400 1440.15 Return Saham ATPK BYAN KKGI PKPK PTRO PTBA ITMG 10 137 1419 2099 239 3799 5899 8099 9 152 1569 1799 264 3799 5949 8299 8 169 1739 1799 269 3699 6299 8649 7 169 1739 2099 239 4199 5849 8349 6 169 1749 1799 249 3999 6349 9099 5 169 1739 1799 249 3899 6199 9349 4 152 1719 1799 224 3549 6249 8699 3 154 1739 1799 239 4449 6149 8599 2 159 1719 1799 249 3524 5499 8549 1 169 1719 1789 259 3999 6099 9449 0 174 1679 1749 259 3524 6649 9699 -1 169 1669 1799 269 3899 6549 9199 -2 174 1639 1749 269 3899 5474 7699 -3 174 1619 1799 299 3999 4574 6499 -4 164 1549 1929 324 3749 4174 5949 -5 164 1569 1949 354 3749 4149 6599 -6 169 1669 1749 359 3699 4149 7299 -7 179 1849 1799 354 3899 4599 8099 -8 173 2019 1949 354 3899 5099 8999 -9 178 1849 1799 389 4199 5399 9949 -10 189 1689 1799 359 4649 5849 10399 Abnormal return ATPK BYAN KKGI PKPK PTRO PTBA ITMG 10 -1051.86 230.14 910.14 -949.86 2610.14 4710.14 6910.14 9 -1083.93 333.07 563.07 -971.93 2563.07 4713.07 7063.07 8 -1094.38 475.62 535.62 -994.38 2435.62 5035.62 7385.62 7 -1089.71 480.29 840.29 - 1019.71 2940.29 4590.29 7090.29 6 -1156.62 423.38 473.38 - 1076.62 2673.38 5023.38 7773.38 5 -1166.56 403.44 463.44 - 1086.56 2563.44 4863.44 8013.44 4 -1187.68 379.32 459.32 - 1115.68 2209.32 4909.32 7359.32 3 -1183.36 401.64 461.64 - 1098.36 3111.64 4811.64 7261.64 2 -1147.9 412.1 492.1 -1057.9 2217.1 4192.1 7242.1 1 -1196.28 353.72 423.72 - 1106.28 2633.72 4733.72 8083.72 0 -1194.79 310.21 380.21 - 1109.79 2155.21 5280.21 8330.21 -1 -1182.72 317.28 447.28 - 1082.72 2547.28 5197.28 7847.28 -2 -1081.7 383.3 493.3 -986.7 2643.3 4218.3 6443.3 -3 -998.86 446.14 626.14 -873.86 2826.14 3401.14 5326.14 -4 -948.62 436.38 816.38 -788.62 2636.38 3061.38 4836.38 -5 -946.39 458.61 838.61 -756.39 2638.61 3038.61 5488.61 -6 -996.41 503.59 583.59 -806.41 2533.59 2983.59 6133.59 -7 -1064.86 605.14 555.14 -889.86 2655.14 3355.14 6855.14 -8 -1163.2 682.8 612.8 -982.2 2562.8 3762.8 7662.8 -9 -1200.74 470.26 420.26 -989.74 2820.26 4020.26 8570.26 -10 -1250.15 249.85 359.85 - 1080.15 3209.85 4409.85 8959.85 CAR AAR CAAR 10 969.5566667 80.79639 80.79639 9 1930.96 80.11694 160.9133 8 2954.08 85.26 246.1733 7 3982.786667 85.72556 331.8989 6 5042 88.26778 420.1667 5 6101.606667 88.30056 508.4672 4 7075.51 81.15861 589.6258 3 8103.316667 85.65056 675.2764 2 8987.833333 73.70972 748.9861 1 10006.05333 84.85167 833.8378 0 11047.59667 86.79528 920.6331 -1 12092.96 87.11361 1007.747 -2 12966.51 72.79583 1080.543 -3 13723.56667 63.08806 1143.631 -4 14419.69667 58.01083 1201.641 -5 15190.05667 64.19667 1265.838 -6 15981.73 65.97278 1331.811 -7 16870.87 74.095 1405.906 -8 17836.25333 80.44861 1486.354 -9 18896.43 88.34806 1574.703 -10 20020.11333 93.64028 1668.343 This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only. KUNTA, 
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar