RESPONSI WISATAWAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH HOTEL METROPOLE KOTA BATU (SUATU ANALISIS DENGAN PENDEKATAN LOGIT MODEL)

Admin
RESPONSI WISATAWAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH HOTEL METROPOLE KOTA BATU (SUATU ANALISIS  DENGAN PENDEKATAN LOGIT MODEL)

A.     Pendahuluan
Menjamurnya perhotelan di Kota Batu mulai dari skala kecil (melati 1) sampai pada hotel berbintang yang didukung oleh UU OTODA 1999, tidak dapat dielakkan lagi. Hotel tidak hanya sebagai salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan, tetapi juga dapat dijadikan sebagai suatu objek pariwisata.
Saat ini, telah berdiri sedikitnya 63 hotel yang berada dan sedang bersaing di Kota Batu (Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Batu; 2006). Pada kondisi lingkungan yang bersaing secara global menuntut semua organisasi atau perusahaan melakukan serangkaian kegiatan pemasaran agar dapat memiliki daya saing yang tinggi. Selain itu organisasi atau perusahaan yang akan survive dalam bisnisnya dituntut juga untuk melakukan operasi atau kegiatan secara lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan para pesaingnya.
Hotel Metropole merupakan salah satu dari sekian banyak hotel berbintang di Kota Batu yang terletak di jalan Panglima Sudirman 93 Kota Batu dengan klasifikasi hotel berbintang satu. Sebagai hotel berbintang satu, baik dari segi kualitas maupun fasilitas dan pelayanan yang ada didalamnya, tentunya masih kalah atau kurang dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang diatasnya seperti Hotel Asida yang tergolong dalam klasifikasi hotel berbintang dua dan Hotel Kartika Wijaya yang mempunyai klasifikasi hotel berbintang tiga dan masih banyak hotel-hotel berbintang yang lain yang letaknya tidak jauh dari hotel Hotel Metropole.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Metropole, sangat menarik untuk dilakukannya sebuah penelitian. Sebagaimana menurut Kotler (2002:183) bahwa untuk meraih keberhasilan dalam suatu usaha, pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mampengaruhi masyarakat atau konsumen dan mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana  masyarakat atau konsumen melakukan keputusan pembelian.
Dari latar belakang permasalahan tersebut yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Responsi Wisatawan Terhadap Keputusan Memilih Hotel Metropole Kota Batu (Suatu Analisis  Dengan Pendekatan Logit Model)”
B.     Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah:
1.      Memberikan informasi mengenai faktor-faktor atau variabel perilaku konsumen (wisatawan) yang memiliki peluang pengaruh terhadap minat konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Metropole Kota Batu
2.      Mengetahui faktor-faktor dominan yang peluang pengaruh pada minat konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Metropole Kota Batu.
C.     Metode Penelitian
1.       Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Hotel Metropole yang terletak di Jl. Panglima Sudirman no. 93 Kota Batu.
2.      Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Suharsimi Arikunto (2002), penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Selain data yang berupa angka, dalam penelitian kuantitatif juga ada data berupa informasi kualitatif.
Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Menurut Singarimbun dan Effendi (1995:3) penelitian survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.
3.      Populasi dan Sampel
a.      Populasi
Populasi adalah kumpulan semua anggota dari obyek yang diteliti.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tamu hotel yang berada di Hotel  Metropole.
b.      Sampel
Sampel adalah kumpulan sebagian anggota dari obyek yang diteliti.
Berdasarkan pemahaman teori diatas, maka sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari tamu Hotel Metropole.
4.      Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini jumlah populasi tidak diketahui, untuk itu pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pertimbangan sesuai alat analisis yang digunakan yaitu Analisis Faktor yang mensyaratkan jumlah sampel setidaknya 4 atau 5 kali jumlah variabel yang diteliti (Malhotra 1996), sehingga dalam penelitian ini sampelnya berjumlah 52 responden.
5.      Data dan Sumber Data
Dalam penelitian ini data dan sumber data yang digunakan, yaitu:
a.       Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, yang diperoleh secara langsung dari tempat  penelitian (lokasi penelitian) yaitu diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada pengunjung atau tamu hotel Metropole yang dipilih sebagai sampel atau sebagai responden.
b.      Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer, misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram, serta diperoleh dari pihak lain yang bersifat saling melengkapi dengan data primer yang berupa dokumen-dokumen hotel, bahan-bahan kepustakaan yang terkait dengan judul penelitian. 

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
 
Pengolahan OLAH SKRIPSI Penelitian, Pengolahan DAFTAR CONTOH SKRIPSI Statistik, Olah SKRIPSI SARJANA, JASA Pengolahan SKRISPI LENGKAP Statistik, Jasa Pengolahan SKRIPSI EKONOMI Skripsi, Jasa Pengolahan SPSS CONTOH SKRIPSI , Analisis JASA SKRIPSI RINGKASAN SKRIPSI ABSTRAK Rijal, Faishol El. (02220113) 2007. “Responsi Wisatawan Terhadap Keputusan Memilih Hotel Metropole Kota Batu (Suatu Analisis Dengan Pendekatan Logit Model)”. Pembimbing : Dr. Masyhuri Kata Kunci : Keputusan Memilih, Responsi Wisatawan, Logit Model. Meskipun dalam kenyataannya hotel dipandang sebagai “sarang ma’siyat”, Saat ini telah berdiri sedikitnya 63 hotel yang berada dan sedang bersaing di Kota Batu (Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Batu;2006). Pada kondisi lingkungan yang bersaing secara global menuntut semua organisasi atau perusahaan melakukan serangkaian kegiatan pemasaran agar dapat memiliki daya saing yang tinggi. Selain itu organisasi atau perusahaan yang akan survive dalam bisnisnya dituntut juga untuk melakukan operasi atau kegiatan secara lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan para pesaingnya. Hotel Metropole adalah salah satu dari sekian banyak hotel yang berada di Kota Batu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih hotel Metropole. Although hotels are considered immoral places in reality and nowadays have been established 63 hotels in Batu, they compete one another (Information and Communication Official of Batu at 2006). In condition of environment competition globally demands all of organizations or firms to do some marketing activities in order to have high competitive capacity. Besides, an organization or a firm which will survive in their business are also demanded to operate or to have more efficient and effective activities than their rivals. “Metropole” hotel is one of many hotels in Batu.This research is aimed to know what factors that can influence consumers’ decision of choosing “Metropole” hotel. ولو في الظاهرة، ينظر أنّ فندق "وكر للمعصية"، الآن كان يبنى فندق قليله ثلاثة وستين فنادق الذي ينافس في المدينة باتوا (وظيفة الإعلام والاتصال باتوا: 2006 ). في تلك البيئة التى تنافس بالمجمل وأن يطالب جميع المنظمة أو المؤسسة أن يعمل عقرد الأنشاط في تسويق لكي يحتصل أن يملك قوة المنافس طويل. إلا ذلك المنظمة أو المؤسسة التى ستبقي على قيد الحياة في عمله وأن يطالب ايضا ليعمل عملية أو انشاط بالكفاءة ومؤثر وأن يقارن مع المنافسون. فندق مترافالي هو احدى من فنادق الذي يكون في المدينة باتوا. هداف هذا البحث ليعرف العوامل التى تحتصل أن تؤثر قرر المستهلك لإختيار فندق مترافالي A. Pendahuluan Menjamurnya perhotelan di Kota Batu mulai dari skala kecil (melati 1) sampai pada hotel berbintang yang didukung oleh UU OTODA 1999, tidak dapat dielakkan lagi. Hotel tidak hanya sebagai salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan, tetapi juga dapat dijadikan sebagai suatu objek pariwisata. Saat ini, telah berdiri sedikitnya 63 hotel yang berada dan sedang bersaing di Kota Batu (Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Batu; 2006). Pada kondisi lingkungan yang bersaing secara global menuntut semua organisasi atau perusahaan melakukan serangkaian kegiatan pemasaran agar dapat memiliki daya saing yang tinggi. Selain itu organisasi atau perusahaan yang akan survive dalam bisnisnya dituntut juga untuk melakukan operasi atau kegiatan secara lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan para pesaingnya. Hotel Metropole merupakan salah satu dari sekian banyak hotel berbintang di Kota Batu yang terletak di jalan Panglima Sudirman 93 Kota Batu dengan klasifikasi hotel berbintang satu. Sebagai hotel berbintang satu, baik dari segi kualitas maupun fasilitas dan pelayanan yang ada didalamnya, tentunya masih kalah atau kurang dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang diatasnya seperti Hotel Asida yang tergolong dalam klasifikasi hotel berbintang dua dan Hotel Kartika Wijaya yang mempunyai klasifikasi hotel berbintang tiga dan masih banyak hotel-hotel berbintang yang lain yang letaknya tidak jauh dari hotel Hotel Metropole. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Metropole, sangat menarik untuk dilakukannya sebuah penelitian. Sebagaimana menurut Kotler (2002:183) bahwa untuk meraih keberhasilan dalam suatu usaha, pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mampengaruhi masyarakat atau konsumen dan mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana masyarakat atau konsumen melakukan keputusan pembelian. Dari latar belakang permasalahan tersebut yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Responsi Wisatawan Terhadap Keputusan Memilih Hotel Metropole Kota Batu (Suatu Analisis Dengan Pendekatan Logit Model)” B. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah: 1. Memberikan informasi mengenai faktor-faktor atau variabel perilaku konsumen (wisatawan) yang memiliki peluang pengaruh terhadap minat konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Metropole Kota Batu 2. Mengetahui faktor-faktor dominan yang peluang pengaruh pada minat konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Metropole Kota Batu. C. Metode Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Hotel Metropole yang terletak di Jl. Panglima Sudirman no. 93 Kota Batu. 2. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Suharsimi Arikunto (2002), penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Selain data yang berupa angka, dalam penelitian kuantitatif juga ada data berupa informasi kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Menurut Singarimbun dan Effendi (1995:3) penelitian survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. 3. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah kumpulan semua anggota dari obyek yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tamu hotel yang berada di Hotel Metropole. b. Sampel Sampel adalah kumpulan sebagian anggota dari obyek yang diteliti. Berdasarkan pemahaman teori diatas, maka sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari tamu Hotel Metropole. 4. Teknik Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini jumlah populasi tidak diketahui, untuk itu pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pertimbangan sesuai alat analisis yang digunakan yaitu Analisis Faktor yang mensyaratkan jumlah sampel setidaknya 4 atau 5 kali jumlah variabel yang diteliti (Malhotra 1996), sehingga dalam penelitian ini sampelnya berjumlah 52 responden. 5. Data dan Sumber Data Dalam penelitian ini data dan sumber data yang digunakan, yaitu: a. Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, yang diperoleh secara langsung dari tempat penelitian (lokasi penelitian) yaitu diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada pengunjung atau tamu hotel Metropole yang dipilih sebagai sampel atau sebagai responden. b. Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer, misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram, serta diperoleh dari pihak lain yang bersifat saling melengkapi dengan data primer yang berupa dokumen-dokumen hotel, bahan-bahan kepustakaan yang terkait dengan judul penelitian. 6. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. Metode Kuesioner 2. Metode Wawancara 3. Metode Dokumentasi 7. Definisi Operasional Variabel dan Skala Pengukuran Mengacu pada tujuan penelitian, faktor/variabel yang akan diambil adalah faktor/variabel dari konsep-konsep tentang berbagai variabel perilaku konsumen yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam menggunakan jasa hotel Metropole, meliputi: 1. Variabel Dependen (Y), merupakan variabel yang mengukur keputusan konsumen untuk menggunakan jasa hotel Metropole. 2. Variabel Independen, merupakan variabel tentang perilaku masyarakat yang berdasarkan teori-teori perilaku konsumen terkait dengan keputusan konsumen dalam menggunakan jasa hotel Metropole. 8. Metode Analisis Data Untuk menjawab tujuan tentang pengaruh persepsi wisatawan/konsumen mengenai sistem pariwisata menggunakan analisis berganda Model Logit dengan menggunakan bantuan program SPSS V 14. Menurut Kuncoro (2001) Model logit adalah suatu cara untuk mengkuantitatifkan hubungan antara probabilitas dua pilihan dengan beberapa karakteristik yang dipilih. Sebelum menganalisis secara parsial, terlebih dahulu dilakukan beberapa pengujian antara lain: 1. Uji Signifikansi Model Dan Parameter (Uji G) 2. Uji Kelayakan Model (Hosmer and Lemeshow Test) 9. Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Suatu instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta dapat mengungkap data dari hasil variabel yang diteliti dengan tepat. Dengan kata lain instrument dapat dikatakan valid, apabila data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud, maka seorang peneliti harus bertindak hati-hati sejak awal penyusunannya Uji validitas dihitung dengan cara mengkorelasikan setiap skor item (indikator) dengan total skor item dalam setiap variabel, kemudian hasilnya dibandingkan dengan nilai kritik pada tingkat signifikan 5% (a=0,05). Jika nilai koefisien korelasi setiap item pertanyaan lebih besar dari nilai kritis maka item tersebut bisa dinyatakan valid. (Singarimbun dan Effendi,1995 :137) r = Dimana : r = Korelasi Product Moment N = Banyaknya Sampel X = Variabel Bebas ( variabel yang mempengaruhi) Y = Variabel Terikat (variabel yang dipengaruhi) b. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah merupakan indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. (Ancok dalam Singarimbun dan Effendi, 1995:140) Untuk pengujian reliabilitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor antar item-item variabel dalam instrument penelitian tersebut. Dengan rumus yang sama dengan pengujian validitas yaitu dengan rumus korelasi Product Moment. Menurut Singarimbun instrument dikatakan valid atau reliabel, jika hasil perhitungan memiliki koefisien keandalan (reliabilitas) sebesar α = 0,3 atau lebih. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach. (Arikunto, 1998:193) Dimana : r = Reliabilitas Instrument k = banyaknya pertanyaan atau banyaknya soal = Jumlah Varian Total (butir) σt2 = Varian Total D. Kajian Teoritis 1. Penelitian Terdahulu Penelitian ini dilakukan oleh Ahmad Nur Kholili dengan judul “Responsi Wisatawan Terhadap Pemilihan Bus Pariwisata P.O Samijaya, Tumpang-Malang (Suatu Analisis Dengan Pendekatan Logit Model)". Yang dilakukan pada tahun 2007. Adapun persamaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu adalah Variabel tak bebas (Y), merupakan variabel yang mengukur responsi wisatawan terhadap keputusan penggunaan jasa, serta didukung variabel bebas untuk mengetahui variabel tak bebas tersebut. Dan juga persamaan berikutnya adalah sama-sama dalam penggunakan alat analisis, yaitu menggunakan analisis dengan pendekatan Logit Model. Adapun perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu adalah variabel bebas. Jika pada penelitian terdahulu menggunakan variabel bebas seperti daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung, untuk mengetahui Responsi Wisatawan terhadap P.O Bus pariwisata Samijaya, maka pada penelitian sekarang mengggunakan variabel tujuh (7) P, yaitu produk, price , promotion, place, physical effidence, participant dan process, sosio cultural environment, family, Informal sources, other non commercial sources, social class dan yang terakhir adalah culture. Penelitian ini pada dasarnya sama dengan penelitian terdahulu yaitu sama-sama meneliti tentang perilaku konsumen, sehingga tema yang diambilpun sama yaitu penelitian tentang perilaku konsumen yang berkaitan dengan respon konsumen. Hanya saja terdapat beberapa hal yang membedakan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang sekarang. 2. Perilaku Konsumen a. Pengertian Perilaku Konsumen Berdasarkan dari beberapa pendapat yang mendefinisikan tentang perilaku konsumen dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan. b. Model Faktor Perilaku Konsumen Ada beberapa model yang diungkapkan para ahli tentang pengelompokan faktor perilaku yang ikut mempengaruhi keputusan membeli konsumen. 1) Faktor Perilaku Sciffman and Kanuk Sciffman and Kanuk (2000:7) dalam Amirullah (2002), mengungkapkan bahwa “ The decision making process can be viewed as three distinct but interlocking stages: the input stage, the process stage, and the output stage ” Jadi proses pengambilan keputusan konsumen dapat dipandang sebagai bentuk tiga bagian yang berbeda-beda, akan tetapi masing-masing bagian saling terkait. 2) Model Faktor Perilaku Kotler Sehubungan dengan perilaku konsumen, kotler membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam empat kelompok besar, yaitu budaya, social, kepribadian, dan kejiwaan. 3) Model Faktor Perilaku Engel, Blackwell, Miniard Engel, dkk., (1994:46-60) menyebutkan variasi di dalam proses keputusan konsumen dengan sebutan determinan. Determinan yang dimaksud dibagi kedalam tiga kategori sebagai berikut : pengaruh lingkungan, perbedaan individu dan proses psikologis. c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Konsumen Dari uraian sebelumnya, bahwa minat masyarakat (konsumen) terbentuk dalam suatu proses keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh berbagai variabel atau faktor-faktor perilaku konsumen. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen antara lain: 1) Faktor Kebudayaan Perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian antara lain dipengaruhi oleh faktor budaya yang meliputi:  Kultur (budaya)  Sub-Kultur (sub-budaya)  Kelas Sosial 2) Faktor Sosial Selain dipengaruhi oleh faktor budaya, perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, yang meliputi:  Kelompok Acuan (Referensi)  Keluarga  Peranan dan Status 3) Faktor Kepribadian Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi:  Usia dan Tingkat Kehidupan  Jabatan  Kondisi Ekonomi  Gaya Hidup  Kepribadian dan Konsep Diri 4) Faktor Kejiwaan Pilihan pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh faktor kejiwaan (psikologis) yang terdiri dari:  Motivasi  Pandangan (persepsi)  Pembelajaran  Keyakinan dan Sikap 3. Jasa a. Pengertian Dalam suatu sistem pemasaran terdapat dua macam jenis pemasaran yaitu pemasaran barang dan pemasaran jasa. Dalam sebuah penawaran, barang dan jasa bisa saling melengkapi satu sama lain atau bisa juga berdiri sendiri. Ini menyebabkan pembedaan secara tegas antara pembelian barang atau jasa kadang sulit dilakukan. Penelitian ini memfokuskan pada pemasaran jasa yaitu jasa atau layanan informasi yang dikemas di dalam program acara perhotelan. Untuk lebih memahami mengenai jasa atau pelayanan sebelumnya akan diuraikan definisi jasa atau pelayanan sebagai berikut : Dari beberapa definisi para ahli tentang pengertian jasa, dapat disimpulkan bahwa jasa adalah suatu kegiatan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk memuaskan kebutuhan dimana aktivitas tersebut tidak berwujud yang dapat atau tidak menyertai suatu produk fisik. b. Klasifikasi Jasa Menurut Fitzsimmons dan Sullivan dalam Tjiptono (2000:14) bila dilihat dari sudut pandang konsumen, jasa dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama yaitu : 1) For consumer ( facilitating services) yaitu jasa yang dimanfaatkan sebagai sarana atau media untuk mencapai tujuan tertentu. 2) To consumer (human service) yaitu jasa yang ditujukan kepada konsumen.  People procesing, dibedakan lagi menjadi: Voluntary (misalnya pusat ketenagakerjaan dan fasilitas sinar X) dan Involuntary (seperti klinik diagnosis dan pengadilan anak-anak).  People changing, terdiri atas: Voluntary (seperti perguruan tinggi dan tempat ibadah) dan Involuntary (seperti rumah sakit dan penjara). c. Jasa Perhotelan 1) Pengertian Hotel Salah satu jenis atau macam jasa atau pelayanan adalah hotel service (pelayanan hotel). Hotel bukan merupakan suatu objek pariwisata melainkan merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan, saat ini kebutuhan jasa atau pelayanan perhotelan sangat banyak dibutuhkan oleh banyak orang, sehingga bisnis jasa yang satu ini berkembang dengan cepat. Pada intinya hotel bertujuan menyediakan tempat untuk sementara waktu dengan memberikan pelayanan bagi para pelanggan atau konsumen dengan harapan pelanggan atau konsumen menjadi puas. Dari definisi hotel yang dikemukakan para pakar dapat diambil kesimpulan Bahwa hotel adalah suatu bentuk akomodasi dengan produk utamanya adalah jasa penginapan (hunian kamar) beserta makan dan minum termasuk jasa lainnya yang dikelola secara parsial. Hotel juga merupakan sebagai suatu usaha komersial yang harus memiliki fasilitas yang termasuk akomodasi, makan dan minum. 2) Jenis Hotel Jenis hotel seperti yang telah dijelaskan oleh Sulastiyono, (1999:6) jenis hotel ini terdiri dari tiga yaitu :  business hotel atau transient hotel yaitu hotel yang dirancang untuk orang-orang yang mempunyai kepentingan usaha atau dagang, biasanya jenis hotel ini terletak di pusat kota atau pusat perdagangan dan lama tinggal antara satu atau dua hari.  Residental hotel adalah hotel jenis ini biasanya dirancang untuk tamu yang akan tinggal lama, dan biasanya berada di tengah lingkungan masyarakat dengan tarif khusus sesuai dengan lama tamu tinggal seperti: rumah berbentuk apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan dalam waktu relatif lama dan biasanya secara bulanan atau tahunan.  Resort Hotel adalah hotel yang pada umumnya dirancang untuk tamu yang mempunyai tujuan khusus letak hotel biasanya berlokasi dtempat-tempat wisata dan menyediakan tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konfrensi untuk tamu-tamunya. 3) Klasifikasi hotel Klasifikasi hotel menurut Agustinus, (1995:2-3) klasifikasi hotel didasarkan atas beberapa hal yaitu sebagai berikut: Pertama didasarkan atas jumlah kamar yaitu hotel kecil, hotel menengah, hotel sedang, dan hotel besar Kedua didasarkan sesuai dengan jumlah tamu hotel yang terdiri dari tiga yaitu yang disebut dengan Walk In Guest, Reg Guest, Very lmpperson, Returning Guest, serta Individu Guest. Ketiga didasarkan atas lama tamu tinggal yaitu Transient hotel, Residental hotel, dan Semi residental hotel. Keempat didasarkan atas Tarif Kamar yaitu European plan hotel, American plan hotel, De-luxe hotel, First class hotel, dan Economy hotel. Kelima didasarkan sesuai dengan Bintang yaitu hotel berbintang satu (*), hotel berbintang Dua (**), hotel berbintang tiga (***), hotel berbintang empat (****), hotel berbintang lima (*****), Keenam, berdasarkan lama bulan dalam setahun terdiri dari Seasonal Hotel dan Year Around Hotel. Ketujuh, didasarkan atas Lokasi yaitu: City hotel, High way hotel (Suburb hotel), Beach hotel dan Montain hotel. 4) Fungsi Hotel Menurut Sulastiyono, (1999:63), Peranan dan fungsi utama dari hotel adalah pada bagian kantor depan hotel atau lebih dikenal dengan Front Office adalah menjual dalam arti menyewakan kamar kepada para tamu. Oleh karena fungsinya itu, maka letak atau lokasi kantor depan hotel adalah berada ditempat yang mudah dilihat atau diketahui oleh tamu. 5) Cara pemasaran Hotel Menurut Alma (1992 : 236), cara pemasaran jasa dibagai menjadi dua yaitu outside selling dan insde selling yang akan diuraikan sebagai berikut  Penjualan Keluar atau Outside Selling adalah kegiatan penjualan yang dilakukan diluar hotel yang bertujuan untuk menawarkan produk atau mencari tanggapan konsumen agar menginap di hotel, bersifat impersonal yaitu bisa dilaksanakan melalui advertensi, surat kabar, majalah, traveling guide, radio dan lain-lain.  Penjualan Didalam Hotel atau Inside Selling adalah kegiatan penjualan yang dilakukan didalam hotel yang bertujuan untuk mendorong tamu-tamu yang menginap untuk memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan oleh hotel dan juga agar mereka betah atau lebih lama tinggal di hotel tersebut, kemudian menceritakan kepada teman tentang fasilitas yang diberikan oleh hotel. E. Analisis dan Pembahasan A. ANALISIS HASIL PENELITIAN Responden dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna jasa hotel, dalam hal ini adalah tamu hotel Metropole yang berjumlah 52 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian kepada 52 orang responden melalui kuesioner yang disebarkan telah didapat gambaran karakteristik responden sebagai berikut : a. Berdasarkan Jenis Kelamin Tamu hotel yang mengunakan jasa hotel Metropole yang terbanyak adalah berjenis kelamin perempuan. b. Berdasarkan Usia / Umur Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tamu yang menggunakan jasa hotel Metropole yang terbanyak adalah berusia antara 31 –40 tahun. c. Berdasarkan Pendidikan Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tamu yang menggunakan jasa hotel Metropole yang terbanyak adalah berpendidikan terakhir pada perguruan tinggi yaitu sebanyak 33 responden. d. Berdasarkan Pekerjaan Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa konsumen atau tamu di hotel Metropole yang terbanyak adalah mempunyai pekerjaan sebagai karyawan/wiraswasta. e. Berdasarkan Pendapatan Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa konsumen atau tamu di hotel Metropole yang terbanyak adalah berpendapatan perbulan di atas Rp 1.250.000. 1. Uji Validitas Pengujian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Produt Moment Pearson dan dianggap Valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel (r hitung > r tabel). Uji validitas dihitung dengan cara mengkorelasikan setiap skor item (indikator) dengan total skor item dalam setiap variabel, kemudian hasilnya dibandingkan dengan nilai kritik pada tingkat signifikan 5% (a=0,05). Jika nilai koefisien korelasi setiap item pertanyaan lebih besar dari nilai kritis maka item tersebut bisa dinyatakan valid. (Singarimbun dan Effendi,1995 :137) Tabel 4.19 : Validitas Korelasi Product Moment Pearson No. Variabel Item r hitung r tabel keterangan 1 Produk (X1) X1 0.481 0.296 Valid 2 Price (X2) X2 0.519 0.296 Valid 3 Promotion (X3) X3 0.587 0.296 Valid 4 Place (X4) X4 0.588 0.296 Valid 5 Participant (X5) X5 0.385 0.296 Valid 6 Phisical Effidence (X6) X6 0.495 0.296 Valid 7 Process (X7) X7 0.502 0.296 Valid 8 Socio Culture Environment (X8) X8 0.325 0.296 Valid 9 Family (X9) X9 0.380 0.296 Valid 10 Informal Sources (X10) X10 0.409 0.296 Valid 11 Other non Commercial Sources (X11) X11 0.769 0.296 Valid 12 Social Class (X12) X12 0.594 0.296 Valid 13 Culture (X13) X13 0.589 0.296 Valid Sumber : Data Primer diolah Nilai r tabel untuk N=52 dan taraf kesalahan 5% adalah 0.296 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua Item pertanyaan dinyatakan Valid karena nilai r hitung > r tabel. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukkan konsistensi alat ukur yang digunakan atau sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Tabel 4.20 : Uji Reliabilitas No. Variabel Alpha Keterangan 1 Produk (X1) 0.640 reliabel 2 Price (X2) 0.678 reliabel 3 Promotion (X3) 0.839 reliabel 4 Place (X4) 0.740 reliabel 5 Participant (X5) 0.653 reliabel 6 Phisical Effidence (X6) 0.626 reliabel 7 Process (X7) 0.642 reliabel 8 Sociocultural Environment (X8) 0.692 reliabel 9 Family (X9) 0.893 reliabel 10 Informal Sources (X10) 0.645 reliabel 11 Other Non Commercial Sources (X11) 0.655 reliabel 12 Social Class (X12) 0.745 reliabel 13 Culture (X13) 0.715 reliabel Sumber : data primer diolah Menurut Singarimbun instrument dikatakan valid atau reliabel, jika hasil perhitungan memiliki koefisien keandalan (reliabilitas) sebesar α = 0,05 atau lebih (Arikunto, 1998:193). Hasil Uji Reliabilitas dinyatakan reliabel jika diatas (0.05) dan semua variabel dinyatakan reliabel. 1. Pengujian Signifikansi Model dan Parameter Hasil pengujian signifikansi model dan parameter pada output hasil SPSS adalah sebagai berikut: Tabel 4.21: Uji Signifikansi Model dan Parameter Model Summary Ste -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square 1 30.152 .480 .678 Sumber : data primer yang diolah Berdasarkan hasil uji keseluruhan model (Uji G) diperoleh nilai –2 Log likelihood seperti terlihat dalam tabel 4.22 adalah sebesar 30.152 dan df = 8, maka ( tab adalah 15,5). Dari keterangan ini maka dapat disimpulkan bahwa G 22.275 > tab, karena nilai tersebut lebih besar dari  tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya semua Variabel dapat dimasukkan kedalam model. 2. Uji Kelayakan Model (Hosmer and Lemeshow Test) Uji ini diperlukan untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang nyata antara klasifikasi yang diamati. Jika tidak ada perbedaan yang nyata. Maka model probabilitas logit ini layak pakai untuk analisis selanjutnya. 3. Hasil Uji Kelayakan Model (Hosmer and Lemeshow Test) pada Output hasil SPSS adalah sebagai berikut : Tabel 4.22: Hasil Uji kelayakan model (Hosmer and Lemeshow Test) Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square df Sig. 1 2.439 8 .965 Sumber : data primer yang diolah Ada 2 dasar pengambilan keputusan untuk menilai model ini layak dipakai atau tidak yaitu: 1. Berdasarkan Perbandingan Chi-Square Uji dan Tabel Pada tabel 4.23 diperoleh nilai Chi-Square sebesar 2.439 sedangkan nilai Chi-square tabel yang dapat dilihat pada tabel Chi-square dengan = 5% dan df= 8 adalah 0.965. Hal ini berarti Chi-square tabel > Chi-square hitung. Sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya model probabilitas logit ini layak dipakai untuk Analisis selanjutnya. 2. Berdasarkan Perbandingan Tingkat Signifikansi Syarat diterimanya H0 adalah jika probalitas > 0.05. dari tabel 4.23 dapat dilihat bahwa nilai Sig adalah sebesar 0.965 > 0.05 sehingga h0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti model probabiltas logit layak dipakai untuk analisis selanjutnya. Karena tidak ada perbedaan yang nyata antara klasifikasi yang diprediksi dan klasifikasi yang diamati. 3. Analisis Responsi Wisatawan Terhadap Hotel Metropole Hasil analisis dengan menggunakan analisis regresi model probabilitas Logit dapat dilihat pada tabel 4.23. Tabel 4.23 : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Responsi Wisatawan B S.E. Wald df Sig Exp(B) Step X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 Constant 5.511 -2.432 5.019 -3.104 2.042 -.530 4.698 1.559 1.786 6.172 -.447 .826 .295 -73.190 2.321 1.610 2.284 2.003 2.099 3.229 3.180 1.467 .937 3.341 .798 1.158 .987 26.716 5.638 2.283 4.829 2.400 .947 .027 2.182 1.129 3.629 3.411 .314 .509 089 7.505 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 .018 .131 .028 .121 .331 .870 .140 .288 .057 .065 .575 .476 .765 .006 247.287 .088 151.229 .045 7.710 .588 109.720 4.754 5.963 478.987 .640 2.284 1.343 .000 Sumber : Analisis Data Primer. 2007 Keterangan : Signifikan Secara Statistik Pada  = < 0.05 Signifikan Secara Statistik Pada  = < 0. 1 Penelitian terdiri dari 13 variabel. Dimana terdapat 2 variabel yang koefisiennya signifikan pada  = < 0.05 (5%), yaitu Produk (X1) yang mempunyai nilai 0.018 (1.8%) dan Promotion (X3) mempunyai nilai 0.028 (2.8%), serta 2 variabel yang koefisiennya signifikan pada  = < 0. 1 (10%), yaitu Family (X9) mempunyai nilai 0.057 (5.7%) dan Informal Sources (sumber informasi) (X10) mempunyai nilai 0.065 (6.5%). dari keempat varibel tersebut mempunyai pengaruh nyata terhadap Responsi Wisatawan Terhadap Hotel Metropole Kota Batu. Sehingga dapat diartikan dalam responsi wisatawan terhadap Hotel Metropole, hal-hal yang menjadi prioritas utama yang diperhatikan konsumen adalah Produk, Promosi, Family dan Informal Sources. Dari hasil analisis diatas dapat dibuat persamaan untuk peluang probabilitas model Logit. Y = a + b1 X1 + b2 X2 +………………………..b10 D6 + u Dimana : Y= Responsi wisatawan terhadap Hotel Metropole adalah puas (Y=1), atau tidak puas (Y=0). Persamaan tersebut dapat juga ditulis sebagai berikut : Puas= -73.190+5.511produk -2.432Price +5.019Promotion -3.104Place +2.042Participant -0.530Phisical Effidence +4.698Process +1.559Sosio Cultural Enviroment +1.786Family +6.172Informal Sources -0.447Other Non Commercial Sources +0.826Social Class +0.295Culture. Dari hasil analisis diatas diperoleh nilai konstanta sebesar -73.190 yang berarti bahwa pada saat semua Item yang signifikan yaitu Produk, Promosi, Family dan Informal Sources. Dengan nilai konstanta –73.190 berarti bahwa pada saat Responsi Wisatawan bernilai 1 yang berarti puas, Overal Percentage bernilai 86.5%, Nilai tersebut menunjukkan bahwa kecenderungan Responsi Wisatawan Puas adalah cukup besar yaitu mencapai 86.5%. dari 34 orang yang berkecenderungan baik hanya 2 orang yang tidak baik, sebaliknya dari 11 orang yang cenderung tidak Baik, 5 orang tidak menutup kemungkinan cenderung ke Baik. Hal ini dibuktikan dengan tabel 4.24 dibawah ini. Tabel 4.24 : Klasifikasi Tabel Observed Predicted y Percentage Correct Respon jelek Respon baik Step 1 y Respon jelek Respon baik Overal Percentage 11 2 5 34 68.8 94.4 86.5 Sumber: data primer yang diolah B. PEMBAHASAN HASIL DATA PENELITIAN 1. Pengaruh Produk terhadap Responsi Wisatawan Produk merupakan salah satu hal yang paling utama dalam sebuah bisnis. Ini di karenakan dalam sebuah perdagangan, produk merupakan sesuatu yang dapat menghasilkan atau dapat memberi keuntungan pada pemilik produk dan dapat dijadikan sebagai menu utama dalam sebuah bisnis. Seperti yang terjadi pada hotel Metropole, produk yang mereka unggulkan antara lain fasilitas beberapa macam kamar yang dapat memanjakan konsumen. Dalam hal ini produk mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap keputusan konsumen memilih hotel Metropole. Ini juga diperkuat dengan teori yang menyebutkan bahwa sebuah produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan. Didalamnya sudah termasuk warna, kemasan, prestise, pabrik dan pelayanan yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai suatu yang bisa meningkatkan keinginan (Asri; 1996). Dalam Islam, dunia dan seisinya diciptakan oleh Allah SWT untuk kemaslahatan manusia. Banyak ayat Al Qur’an yang secara khusus mendorong manusia untuk mengambil manfaat dari setiap partikel yang ada di alam semesta ini. Maka pengambilan manfaat ini merupakan tujuan ideologik umat Islam. Dan salah satu di antara ayat-ayat Allah SWT tersebut dinyatakan dalam Al Qur’an surat Ibrahim : 32-34             •                         •                    32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. 33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. 34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). 2. Pengaruh Price terhadap Responsi Wisatawan Pada dua item ini menunjukkan bahwa price sangat berpengaruh dan mempunyai nilai yang cukup signifikan terhadap responsi tamu hotel Metropole Kota Batu. Dan hal ini dinyatakan juga dalam sebuah teori Asri (1996) harga adalah suatu nilai tukar untuk manfaat yang ditimbulkan oleh barang atau jasa tertentu bagi seseorang. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan dati barang atau jasa, maka semakin tinggi pula nilai tukar barang atau jasa tersebut dan semakin besar pula alat penukar yang bersedia dikorbankan. 3. Pengaruh Promotion terhadap Responsi Wisatawan Pada penelitian ini, promotion juga mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap responsi tamu hotel Metropole Kota Batu. Dari item tersebut terbukti bahwa promosi mempunyai efektifitas yang cukup tinggi. Hal ini pun diperkuat dengan teori Asri (1996) yang menyatakan promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh penjual untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumenyang bertujuan untuk membujuk mereka agar mau membeli dan mengingatkan konsumen lama agar melakukan pembelian ulang. Kemudian Kotler (1997) juga mengatakan dalam teorinya bahwa promosi penjualan yang dilakukan oleh produsen mempunyai fungsi: 1) Mencari dan mendapatkan perhatian calon pembeli, 2) Menciptakan dan menumbuhkan minat pembeli, dan 3) Mengembangkan rasa ingin calon pembeli untuk memiliki barang yang ditawarkan. Islam sendiri telah mengajarkan bagaimana cara menawarkan barang agar mendapatkan konsumen dengan semaksimal mungkin. Diantaranya adalah dengan tidak memaksakan kehendak atau keinginan orang lain. Karena bagaimanapun juga kebutuhan dan keinginan setiap manusia tentu berbeda. Karenanya dalam Al-Qur’an telah disebutkan pada surat Al Anfal : 63           •             63. Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[622]. walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. [622] Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Medinah dan mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang. 4. Pengaruh Place terhadap Responsi Wisatawan Dalam hal ini place ternyata mempunyai pengaruh pada responsi wisatawan terhadap hotel Metropole Kota Batu. Hal ini di buktikan dengan nilai efektifitas yang cukup tinggi. Kemudian didukung dengan teori yang menyatakan bahwa salah satu tujuan dari place adalah agar konsumen dengan mudah memperoleh dan membeli produk atau jasa perusahaan (Kotler: 1997). 5. Pengaruh Participant terhadap Responsi Wisatawan Dalam hal ini Paricipant ternyata mempunyai pengaruh pada responsi wisatawan terhadap hotel Metropole Kota Batu. Hal ini di buktikan dengan nilai efektifitas yang cukup tinggi. Dan hal ini di perkuat dengan sebuah teori yang dikemukakan oleh Smith (2001: 165) menyatakan bahwa manusia atau karyawan yang memberikan pelayanan, sesungguhnya merupakan pemasar terdepan sebagaimana bagian produksi. 6. Pengaruh Physical Effidence terhadap Responsi Wisatawan Physical Effidence dalam hal ini juga berpengaruh pada responsi wisatawan terhadap hotel Metropole Kota Batu. Pada item penataan taman dan kebersihan serta sarana bermain bagi anak-anak memiliki efektifitas yang cukup signifikan terhadap responsi tamu hotel Metropole Kota Batu. Hal ini diperkuat dengan teori yang dikemukakan oleh Lerbin (2005:25) bahwa Bukti Langsung dalam hal ini mencakup kondisi Fisik, Peralatan, Penampilan Pekerja. Karena jasa tidak dapat dilihat/ diamati secara langsung, maka pelanggan berpedoman pada kondisi yang terlihat mengenai jasa dalam melakukan evaluasi. Dimensi ini terdiri dari dimensi yang berkaitan dengan peralatan, dan fasilitas yang digunakan, serta personil dan materi komunikasi yang digunakan. 7. Pengaruh Process terhadap Responsi Wisatawan Faktor ini juga mempunyai pengaruh nyata pada responsi wisatawan terhadap kepputusan pemilihan hotel Metropole Kota Batu. Dalam hal ini, variable yang memiliki item proses check in dan kemudahan dalam bertransaksi mempunyai efektifitas yang cukup signifikan pada responsi wisatawan terhadap hotel Metropole. Dan hal ini juga diperkuat dengan teori yang dikemukakan oleh Siti Khotijah (2004: 29) menyatakan bahwa proses adalah rangkaian setelah mampu memberikan perbedaan, pelayanan yang memuaskan akan mempermudah proses penciptaan kepada pelanggan. Nilai yang diharapkan dari taktik proses ini menjadikan produk terus menjadi pilihan konsumen. 8. Pengaruh Sosio culture Environment terhadap Responsi Wisatawan Variabel sosio culture environment ini mempunyai pengaruh yang nyata pada responsi wisatawan terhadap hotel Metropole Kota Batu. Variabel ini juga terbukti menunjukkan nilai efektifitas yang cukup tinggi. Dan hal ini didukung dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Elizabeth C. Hirschman dalam Engel menyebutkan bahwa sosio culture adalah tingkat dimana orang didalam kelompok etnis berbagi persepsi dan kognisi yang sama yang berbeda dengan persepsi serta kognisi kelompok etnis yang lain atau masyarakat yang lebih besar, mereka merupakan kelompok etnis dan pangsa pasar yang berbeda. 9. Pengaruh Family terhadap Responsi Wisatawan Faktor keluarga ternyata mempunyai pengaruh yang nyata pada responsi wisatawan terhadap Hotel Metropole Kota Batu. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai koefisien konstanta 0.057 atau yang berarti <0 class="" data-blogger-escaped-.1.="" data-blogger-escaped-0.018="" data-blogger-escaped-0.028="" data-blogger-escaped-0.057="" data-blogger-escaped-0.05="" data-blogger-escaped-0.065="" data-blogger-escaped-0.="" data-blogger-escaped-1.="" data-blogger-escaped-10.="" data-blogger-escaped-11.="" data-blogger-escaped-12.="" data-blogger-escaped-13.="" data-blogger-escaped-13="" data-blogger-escaped-1="" data-blogger-escaped-2.="" data-blogger-escaped-2="" data-blogger-escaped-36.="" data-blogger-escaped-36="" data-blogger-escaped-3="" data-blogger-escaped-46="" data-blogger-escaped-7.="" data-blogger-escaped-7="" data-blogger-escaped-:="" data-blogger-escaped-a="" data-blogger-escaped-ada="" data-blogger-escaped-adalah="" data-blogger-escaped-akan="" data-blogger-escaped-al="" data-blogger-escaped-allah="" data-blogger-escaped-amati="" data-blogger-escaped-amirullah="" data-blogger-escaped-analisis="" data-blogger-escaped-antara="" data-blogger-escaped-apa="" data-blogger-escaped-asosiasi="" data-blogger-escaped-at="" data-blogger-escaped-atas="" data-blogger-escaped-atau="" data-blogger-escaped-atribut="" data-blogger-escaped-aturan-aturan="" data-blogger-escaped-b="" data-blogger-escaped-bagaimana="" data-blogger-escaped-bagi="" data-blogger-escaped-bahasa="" data-blogger-escaped-bahwa="" data-blogger-escaped-baik="" data-blogger-escaped-barang.="" data-blogger-escaped-batu.="" data-blogger-escaped-batu.pada="" data-blogger-escaped-beban="" data-blogger-escaped-beberapa="" data-blogger-escaped-bentuk="" data-blogger-escaped-berada="" data-blogger-escaped-berbeda="" data-blogger-escaped-berbicara="" data-blogger-escaped-berbuat="" data-blogger-escaped-berikan="" data-blogger-escaped-berpengaruh="" data-blogger-escaped-berperilaku="" data-blogger-escaped-berpikir="" data-blogger-escaped-berpindah="" data-blogger-escaped-berprilaku="" data-blogger-escaped-bersama-sama="" data-blogger-escaped-bersifat="" data-blogger-escaped-bisa="" data-blogger-escaped-blackwell="" data-blogger-escaped-bohong="" data-blogger-escaped-budaya="" data-blogger-escaped-bukan="" data-blogger-escaped-bukti="" data-blogger-escaped-bygrave="" data-blogger-escaped-c="" data-blogger-escaped-cara="" data-blogger-escaped-cenderung="" data-blogger-escaped-citra="" data-blogger-escaped-comercial="" data-blogger-escaped-cukup="" data-blogger-escaped-culture="" data-blogger-escaped-dalam="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-dapat="" data-blogger-escaped-dari="" data-blogger-escaped-dasar="" data-blogger-escaped-dengan="" data-blogger-escaped-di="" data-blogger-escaped-diamati="" data-blogger-escaped-diartikan="" data-blogger-escaped-diatas="" data-blogger-escaped-diberikan="" data-blogger-escaped-didalam="" data-blogger-escaped-digunakan="" data-blogger-escaped-dikemukakan="" data-blogger-escaped-diketahui="" data-blogger-escaped-dimana="" data-blogger-escaped-diminta="" data-blogger-escaped-dinyatakan="" data-blogger-escaped-dipandang="" data-blogger-escaped-diperbaiki="" data-blogger-escaped-diperhatikan="" data-blogger-escaped-diperkuat="" data-blogger-escaped-diri="" data-blogger-escaped-disebutkan="" data-blogger-escaped-disempitkan="" data-blogger-escaped-disimpulkan="" data-blogger-escaped-ditampilkan="" data-blogger-escaped-ditarik="" data-blogger-escaped-diterima="" data-blogger-escaped-ditunjukkan="" data-blogger-escaped-ditutup-tutupi="" data-blogger-escaped-diyakini.="" data-blogger-escaped-dua="" data-blogger-escaped-dunia="" data-blogger-escaped-efektifitas="" data-blogger-escaped-ekonomi="" data-blogger-escaped-ekspresif="" data-blogger-escaped-empat="" data-blogger-escaped-engel="" data-blogger-escaped-f.="" data-blogger-escaped-faktor="" data-blogger-escaped-family="" data-blogger-escaped-firman="" data-blogger-escaped-gaya="" data-blogger-escaped-hal-hal="" data-blogger-escaped-hal="" data-blogger-escaped-hanya="" data-blogger-escaped-harta="" data-blogger-escaped-harus="" data-blogger-escaped-hasil="" data-blogger-escaped-hati="" data-blogger-escaped-hendaklah="" data-blogger-escaped-hidup="" data-blogger-escaped-hidupnya.="" data-blogger-escaped-hotel.="" data-blogger-escaped-hotel="" data-blogger-escaped-hubungan="" data-blogger-escaped-informal="" data-blogger-escaped-informasi="" data-blogger-escaped-ini="" data-blogger-escaped-islam="" data-blogger-escaped-ismail="" data-blogger-escaped-isro="" data-blogger-escaped-item="" data-blogger-escaped-itqan="" data-blogger-escaped-itu="" data-blogger-escaped-janganlah="" data-blogger-escaped-janji="" data-blogger-escaped-jawabnya="" data-blogger-escaped-juga="" data-blogger-escaped-kajian="" data-blogger-escaped-kamu="" data-blogger-escaped-karakteristik="" data-blogger-escaped-kata="" data-blogger-escaped-kebutuhan="" data-blogger-escaped-keempat="" data-blogger-escaped-keinginan="" data-blogger-escaped-kejujuran="" data-blogger-escaped-kekuasaan="" data-blogger-escaped-kekurangan="" data-blogger-escaped-kelak="" data-blogger-escaped-kelapangan="" data-blogger-escaped-kelas="" data-blogger-escaped-kelemahan="" data-blogger-escaped-kelompok="" data-blogger-escaped-keluarga.="" data-blogger-escaped-keluarga="" data-blogger-escaped-kelurga="" data-blogger-escaped-kemampuannya.="" data-blogger-escaped-kemudian="" data-blogger-escaped-kenyamanan="" data-blogger-escaped-kepada="" data-blogger-escaped-kepadanya.="" data-blogger-escaped-kepercayaan="" data-blogger-escaped-kepuasan="" data-blogger-escaped-keputusan="" data-blogger-escaped-kerja="" data-blogger-escaped-kesediaan="" data-blogger-escaped-kesempitan="" data-blogger-escaped-kesimpulan="" data-blogger-escaped-kesungguhan="" data-blogger-escaped-ketepatan="" data-blogger-escaped-ketiga="" data-blogger-escaped-khusus="" data-blogger-escaped-kita="" data-blogger-escaped-koefisiennya="" data-blogger-escaped-konsumen.="" data-blogger-escaped-konsumen="" data-blogger-escaped-kota="" data-blogger-escaped-kotler="" data-blogger-escaped-kunta="" data-blogger-escaped-lain="" data-blogger-escaped-lingkungan.="" data-blogger-escaped-logit="" data-blogger-escaped-luar="" data-blogger-escaped-mampu="" data-blogger-escaped-manfaat="" data-blogger-escaped-masa="" data-blogger-escaped-masyarakat="" data-blogger-escaped-maupun="" data-blogger-escaped-melainkan="" data-blogger-escaped-memahami="" data-blogger-escaped-membeli="" data-blogger-escaped-membentuk="" data-blogger-escaped-memberi="" data-blogger-escaped-memberikan="" data-blogger-escaped-memikulkan="" data-blogger-escaped-memiliki="" data-blogger-escaped-mempengaruhi="" data-blogger-escaped-mempunyai="" data-blogger-escaped-menarik="" data-blogger-escaped-mencerminkan="" data-blogger-escaped-mendapat="" data-blogger-escaped-menerima="" data-blogger-escaped-menerus="" data-blogger-escaped-mengakui="" data-blogger-escaped-mengenai="" data-blogger-escaped-menggunakan="" data-blogger-escaped-mengikuti="" data-blogger-escaped-mengkonsumsi="" data-blogger-escaped-menipu="" data-blogger-escaped-menjadi="" data-blogger-escaped-menjauhkan="" data-blogger-escaped-menunjukkan="" data-blogger-escaped-menurut="" data-blogger-escaped-menyebutkan="" data-blogger-escaped-menyesuaikan="" data-blogger-escaped-merupakan="" data-blogger-escaped-metropole="" data-blogger-escaped-miniard="" data-blogger-escaped-mitra="" data-blogger-escaped-model="" data-blogger-escaped-mungkin="" data-blogger-escaped-nafkah="" data-blogger-escaped-nbsp="" data-blogger-escaped-nilai="" data-blogger-escaped-non="" data-blogger-escaped-noncommercial="" data-blogger-escaped-normal="" data-blogger-escaped-normatif="" data-blogger-escaped-nyata="" data-blogger-escaped-oang="" data-blogger-escaped-obyektif="" data-blogger-escaped-oleh="" data-blogger-escaped-orang-orang="" data-blogger-escaped-orang="" data-blogger-escaped-orientasi="" data-blogger-escaped-other="" data-blogger-escaped-pada="" data-blogger-escaped-pandang="" data-blogger-escaped-pekerjaan="" data-blogger-escaped-pelaporan="" data-blogger-escaped-pelayanan="" data-blogger-escaped-peluang="" data-blogger-escaped-pemahaman="" data-blogger-escaped-pemasar="" data-blogger-escaped-pemasaran="" data-blogger-escaped-pembahasan="" data-blogger-escaped-pemilihan="" data-blogger-escaped-pendapat="" data-blogger-escaped-pendapatan="" data-blogger-escaped-pendengaran="" data-blogger-escaped-pendidikan="" data-blogger-escaped-penelitian="" data-blogger-escaped-pengaruh="" data-blogger-escaped-pengetahuan="" data-blogger-escaped-penglihatan="" data-blogger-escaped-penilaian="" data-blogger-escaped-penting.="" data-blogger-escaped-peran="" data-blogger-escaped-perhotelan="" data-blogger-escaped-perilaku="" data-blogger-escaped-perluasan="" data-blogger-escaped-pernyataan="" data-blogger-escaped-persepsi="" data-blogger-escaped-perspon="" data-blogger-escaped-pertanggungan="" data-blogger-escaped-perusahaan.="" data-blogger-escaped-perusahaan="" data-blogger-escaped-pihak="" data-blogger-escaped-pilihan="" data-blogger-escaped-pola="" data-blogger-escaped-posisi="" data-blogger-escaped-prioritas="" data-blogger-escaped-probabilitas="" data-blogger-escaped-produk.="" data-blogger-escaped-produk="" data-blogger-escaped-promosi="" data-blogger-escaped-promotion="" data-blogger-escaped-proses="" data-blogger-escaped-psikologis="" data-blogger-escaped-pula="" data-blogger-escaped-realita.="" data-blogger-escaped-referensi="" data-blogger-escaped-regresi="" data-blogger-escaped-respon="" data-blogger-escaped-responsi="" data-blogger-escaped-rezkinya="" data-blogger-escaped-saja="" data-blogger-escaped-salah="" data-blogger-escaped-sama="" data-blogger-escaped-sangat="" data-blogger-escaped-satu="" data-blogger-escaped-sebagai="" data-blogger-escaped-sebagaimana="" data-blogger-escaped-sebelumnya="" data-blogger-escaped-sebuah="" data-blogger-escaped-secara="" data-blogger-escaped-sehingga="" data-blogger-escaped-sejawat="" data-blogger-escaped-sejumlah="" data-blogger-escaped-sekedar="" data-blogger-escaped-seluruh="" data-blogger-escaped-semua="" data-blogger-escaped-semuanya="" data-blogger-escaped-seperti="" data-blogger-escaped-serta="" data-blogger-escaped-seseorang:="" data-blogger-escaped-seseorang="" data-blogger-escaped-sesuai="" data-blogger-escaped-sesuatu="" data-blogger-escaped-sesudah="" data-blogger-escaped-sesungguhnya="" data-blogger-escaped-signifikan.="" data-blogger-escaped-signifikan="" data-blogger-escaped-social="" data-blogger-escaped-sosial:="" data-blogger-escaped-sosial="" data-blogger-escaped-sosialnya="" data-blogger-escaped-sources.="" data-blogger-escaped-sources="" data-blogger-escaped-sourcs="" data-blogger-escaped-span="" data-blogger-escaped-strategi="" data-blogger-escaped-struktur="" data-blogger-escaped-suatu="" data-blogger-escaped-subyektif="" data-blogger-escaped-sudut="" data-blogger-escaped-sumber="" data-blogger-escaped-surat="" data-blogger-escaped-swt="" data-blogger-escaped-tamu="" data-blogger-escaped-tanpa="" data-blogger-escaped-tekanan="" data-blogger-escaped-teman="" data-blogger-escaped-tempat="" data-blogger-escaped-tentangnya.="" data-blogger-escaped-teori="" data-blogger-escaped-terbukti="" data-blogger-escaped-terdapat="" data-blogger-escaped-terdiri="" data-blogger-escaped-terhadap="" data-blogger-escaped-ternyata="" data-blogger-escaped-tersebut="" data-blogger-escaped-terus="" data-blogger-escaped-tetap="" data-blogger-escaped-tetapi="" data-blogger-escaped-tholaq:="" data-blogger-escaped-tholaq="" data-blogger-escaped-tiap="" data-blogger-escaped-tidak="" data-blogger-escaped-tiga="" data-blogger-escaped-tinggi.="" data-blogger-escaped-tinggi="" data-blogger-escaped-tingkat="" data-blogger-escaped-ujahadah="" data-blogger-escaped-uji="" data-blogger-escaped-unsur="" data-blogger-escaped-untuk="" data-blogger-escaped-usaha="" data-blogger-escaped-utama="" data-blogger-escaped-utilitarian="" data-blogger-escaped-valid.="" data-blogger-escaped-validitas="" data-blogger-escaped-variabel="" data-blogger-escaped-varibel="" data-blogger-escaped-waktu="" data-blogger-escaped-wisatawan="" data-blogger-escaped-yaitu:="" data-blogger-escaped-yaitu="" data-blogger-escaped-yang="" data-blogger-escaped-yusanto="">
widget by : http://www.rajakelambu.com
Previous
Next Post »
0 Komentar