PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPEDA MOTOR MEREK SUZUKI (Studi Kasus Pada Suzuki Tlogo Mas Malang)

Admin
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPEDA MOTOR MEREK SUZUKI (Studi Kasus Pada Suzuki Tlogo Mas Malang)


BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG PENELITIAN
Secara umum perilaku konsumen mengambarkan mengapa seorang konsumen membeli suatu produk dan bagaimana konsumen memilih dan membeli produk. Kondisi tersebut menjadikan perusahaan harus mengetahui atribut-atribut dan unsur-unsur dari aspek produk yang dipertimbangkan dan menjadi pendukung konsumen dalam menentukan pilihannya. Atribut produk merupakan suatu komponen yang mempunyai sifat produk dan menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diharapkan oleh pembeli atau konsumen. Hal tersebut membuktikan bahwa atribut produk menjadi hal penting yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk yang akan dikonsumsi atau dibeli.
Atribut produk inilah yang akan membedakan antara produk sejenis yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dengan produk sejenis yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Perbedaan atribut kemudian bisa menimbulkan persepsi konsumen terhadap produk yang ditawarkan sehingga akhirnya mempengaruhi konsumen dalam proses keputusan pembelian. Kenyataan tersebut dapat membuktikan bahwa atribut produk merupakan faktor utama yang dipertimbangkan konsumen dalam rangka untuk menetapkan produk apa yang akan dikonsumsi atau dibeli oleh konsumen.
Atribut produk merupakan faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen. Menurut Yogi (2007), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atribut produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda Di  Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Hasil analisis juga membuktikan bahwa variabel kualitas produk mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda Di  Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.
Pada sisi yang lain atribut produk adalah faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh pelanggan pada saat membeli produk. Atribut produk meliputi merek, kemasan, kualitas, pemberian label (labelling), layanan pelengkap (supplementary services) dan jaminan (garansi) (Tjiptono, 1997:108). Kenyataan tersebut dapat membuktikan bahwa atribut produk merupakan unsur-unsur yang terdapat pada suatu produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa atribut produk merupakan kemampuan suatu produk yang digunakan dalam usaha memberikan jaminan kepuasan konsumen dan menjadi suatu keunggulan yang dimiliki oleh suatu produk.
Kenyataan tersebut dapat membuktikan sejauh mana peranan atribut produk dalam usaha untuk mempengaruhi keinginan konsumen untuk menetapkan pembelian suatu produk. Kondisi tersebut dikarenakan atribut produk merupakan unsur-unsur yang dipandang penting oleh konsumen dan digunakan sebagai dasar dalam penetapkan keputusan pembelian yang akan dilakukan. Keputusan pembelian pada seorang konsumen secara umum dapat diketahui dari perilaku pembeli dalam pasar. Perilaku konsumen yang mempengaruhi terhadap keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur yang terdapat pada perilaku pembelian. Untuk itu, suatu perusahaan harus mampu mengidentifikasi peran-peran pengambil keputusan, misalanya siapa yang mengambil inisiatif (initiator), yang mempengaruhi (influence), yang mangambil keputusan (decider), yang membeli (buyer) dan yang mengunakan (user), demikian pula pada pembelian suatu produk sepeda motor.
Indonesia sebagai pangsa pasar besar dalam hal pemasaran sepeda motor terdapat kelompok merek sepeda motor yang mendominasi pasar dan saling bersaing di dalam pemasarannya, yaitu: Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan Vespa. Dari masing-masing merek sepeda motor tersebut saling memberikan keunggulan teknologi sendiri-sendiri yang nantinya akan membedakan pasar sasaran yang akan diraih. Para pengusaha dibidang otomotif khususnya sepeda motor baik di kantor pusat maupun pada dealer-dealer, mereka berusaha untuk menarik konsumen dengan menawarkan produk dari perusahaan dengan mengandalkan kelebihan penggunaan teknologi dan modifikasi produk dilakukan untuk menyempurnakan peralatan, desain produk dan menambah asesori sehingga menambah kenyamanan dan keindahan dari bentuk sepeda motor.
Dari berbagai jenis sepeda motor masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan setiap jenis sepeda motor mempunyai keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda pula sehingga akan mempengaruhi perilaku pembelian sepeda motor. Keadaan dan kondisi tersebut mengakibatkan persaingan pada jenis sepeda motor  mengalami peningkatan yang signifikan pada akhir-akhir ini. Begitu pula untuk produk sepeda motor merek Suzuki di mana dalam mendukung penjualan atau volume penjulan dan untuk memunculkan sikap positif konsumen terhadap produk maka perusahaan menawarkan beberapa keunggulan yaitu meliputi mudah dalam perawatannya dan mengenai spare partnya (onderdilnya) juga mudah didapat dan irit dalam penggunaan bahan bakar.
Begitu juga yang di lakukan oleh PT Indomobil Sukses International (ISI) selaku induk perusahaan PT Indomobil Niaga International, agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil dan motor Suzuki. Untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan dan tantangan dalam industri otomotif, PT Indomobil Sukses International (ISI) berusaha untuk menyinergikan produknya dengan penjualan dan layanan purnajual.
Dalam persaingan penjualan sepeda motor di Indonesia menunjukkan bahwa penjualan Suzuki 47% pada tahun 2006 mengalami penurunan apabila dibanding tahun 2005 yaitu 1,069 juta unit menjadi 568.041 unit, kondisi tersebut dikarenakan tidak ada model terbaru pada merek Suzuki tersebut. Kenyataan ini membuat pangsa pasar Suzuki menunjukkan adanya penurunan dari 22% menjadi 12,83%, sehingga  Suzuki saat ini menempati peringkat ketiga dalam kancah penjualan sepeda motor di tanah air setelah Honda dan Yamaha (Koran SINDO 18 Juni 2008). Kenyataan tersebut menjadikan motivasi bagi PT Indomobil Sukses International (ISI) untuk melakukan inovasi atas atribut produk sepeda motor merek Suzuki.
Suzuki Tlogo Mas Malang merupakan dealer resmi sepeda motor merek Suzuki di Kota Malang. Dalam perkembangan usahanya dealer Suzuki Tlogo Mas Malang menunjukkan adanya pekembangan yang cukup baik, dimana kondisi tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah penjualan setiap tahunnya dan merupakan dealer terbesar Suzuki di Kota Malang (M. Rohmani, Spv. After Sale pada Suzuki Tlogo Mas Malang). Adapun untuk membuktikan kondisi tersebut maka akan disajikan data mengenai jumlah penjualan produk sepeda motor Suzuki pada delaer Suzuki Tlogo Mas Malang mulai tahun 2001 sampai 2008, yang secara lengkap disajikan pada tabel 1 berikut:
Tabel 1
Jumlah Penjualan Produk Sepeda Motor Suzuki Pada Delaer Suzuki
Tlogo Mas Malang Tahun 2001 Sampai 2008
(Dalam Unit)

Tahun
Penjualan
Peningkatan
Unit
%
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
845
870
877
903
924
1.095
1.123
-
43
25
7
26
21
171
28
-
5,36%
2,96%
0,80%
2,96%
2,32%
18,50%
2,56%
Jumlah
8.226
336
-
Sumber: Suzuki Tlogo Mas Malang, Tahun 2009

Berdasarkan data di atas maka dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah penjualan produk sepeda motor pada Suzuki Tlogo Mas Malang, dari data tersebut dapat diketahui bahwa produk sepeda motor merek Suzuki dapat diterima dengan baik oleh pasar dan mampu bersaing dengan produk sepeda motor sejenis. Selain itu Suzuki Tlogo Mas Malang juga melayani tukar tambah sepeda motor bekas segala merek dengan produk Suzuki yang baru (M. Rohmani, Spv. After Sale pada Suzuki Tlogo Mas Malang). Kebijakan tersebut merupakan langkah nyata dari Suzuki Tlogo Mas Malang dalam usaha untuk meningkatkan volume penjualan.
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Merek Suzuki (Studi Kasus Pada Suzuki Tlogo Mas Malang)”

B.  RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1.     Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan atribut produk yang meliputi merek, kualitas produk, layanan pelengkap dan jaminan produk terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang ?
2.     Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial atribut produk yang meliputi merek, kualitas produk, layanan pelengkap dan jaminan produk terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang ?
3.     Diantara variabel di atas, variabel apakah yang memberikan pengaruh terbesar terhadap pembelian produk sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang?


C.  TUJUAN PENELITIAN
1.     Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan secara simultan atribut produk yang meliputi merek, kualitas produk, layanan pelengkap dan jaminan produk terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang.
2.     Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan secara parsial atribut produk yang meliputi merek, kualitas produk, layanan pelengkap dan jaminan produk terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang.
3.     Untuk mengetahui variabel atribut produk yang memberikan pengaruh terbesar terhadap pembelian produk sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang.

D.  BATASAN MASALAH
Agar dalam pembahasan masalah tidak terlalu luas maka penelitian ini di batasi sebagai berikut:
1.     Atribut produk  dibatasi pada merek, kualitas, layanan pelengkap dan jaminan produk dari sepeda motor merek Suzuki di Tlogo Mas Malang.
2.     Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling  yaitu dengan alasan bahwa sebuah sampel yang akan diambil sedemikian rupa dari sebuah populasi akan mempunyai peluang yang sama dan bebas untuk dipilih ke dalam sampel.

E.  MANFAAT PENELITIAN
a.    Bagi perusahaan, diharapkan dapat sebagai informasi tambahan dalam rangka peningkatan jumlah penjualan berdasarkan analisis perilaku para konsumen dalam hal ini adalah mengenai atribut produk.
b.   Bagi pihak lain, dapat digunakan sebagai bahan acuan atau referensi untuk penelitian lebih lanjut.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.      Kajian Empiris Hasil Penelitian Terdahulu
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Suryani (2006) dengan judul: “Analisis Pengaruh Atribut Produk Pada Keputusan Pembelian Merek Rokok Sampoerna Mild Di Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu”. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisis regresi logistik dapat diketahui bahwa variabel atribut produk yang meliputi kualitas produk, kemasan produk, label dan citra produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian merek rokok di desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. Variabel kemasan produk merupakan variabel yang memberikan kontribusi paling signifikan terhadap keputusan pembelian merek rokok di desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Beny (2004) dengan judul penelitian yaitu: “Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk Honda di Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang”. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa variabel atribut produk yang meliputi merek, model dan jaminan produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk Honda di Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Sedangkan khususnya pada variabel jaminan produk mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk Honda di Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang.
Adapun persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang dapat dilihat pada tabel 2 berikut:
Tabel 2
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Sekarang
Nama Peneliti
Penelitian Terdahulu
Penelitian Sekarang
Suryani









Beny







a.   Judul: Analisis Pengaruh Atribut Produk Pada Keputusan Pembelian Merek Rokok Sampoerna Mild di Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu
b.   Obyek penelitian adalah konsumen rokok Sampoerna Mild.
c.     Alat analisis data yang digunakan adalah regresi logistik.
a.    Judul: Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek Honda di Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang
b.    Obyek penelitian adalah konsumen yang membeli sepeda motor merek Honda
c.    Alat analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik.
Perbedaan:
Judul:Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Merek Suzuki (Studi Kasus Pada Suzuki Tlogo Mas Malang)
a.    Obyek penelitian adalah pembeli sepeda motor merek Suzuki.
b.    Alat analisis data yang digunakan adalah regresi Linier berganda.
Persamaan:
a.    Sama-sama mengangkat topik permasalahan mengenai pengaruh atribut produk terhadap pembelian.
b.    Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan kuesioner.

B. Kajian Teoritis
1.    Pengertian Produk
Pengertian produk menurut Kotler dan Amstrong (2004:337) yaitu “Semua yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan pemakainya”.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa produk adalah suatu bentuk penawaran kepada calon pelanggan mengenai suatu barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian produk dapat berupa fisik atau jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan para pemakai atau konsumen sehingga dapat memenuhi segala inginkan.
2.      Karakteristik Produk
Dalam menganalisis hubungan konsumen dengan produk yang ditawarkan adalah penting juga mempertimbangkan karakteristik-karakterisitik produk, sedangkan  menurut Peter dan Olson (1996: 171) adalah:
  1. Kompatibilitas (compatibility).
Kompatibilitas adalah sejauh mana suatu produk konsisten dengan afeksi, kognisi, dan perilaku konsumen saat ini.


  1. Kemampuan untuk diujicoba (trialability)
Kemampuan sejauh mana suatu produk dicoba dalam jumlah yang terbatas, atau dipilih ke dalam jumlah-jumlah yang kecil jika untuk melakukan uji coba ternyata membutuhkan biaya yang tinggi.
  1. Kemampuan untuk diteliti (observability)
Mengacu sejauh mana produk atau dampak yang dihasilkan produk tersebut dapat dirasakan oleh konsumen lain. Produk baru yang dikenal masyarakat dan sering didiskusikan cenderung diadopsi lebih cepat.
  1. Kecepatan (speed)
Adalah merupakan seberapa cepat manfaat suatu produk dipahami oleh konsumen. Karena sebagian konsumen masih berorientasi pada kepuasan yang dengan cepat dirasakan ketimbang yang ditunda, produk yang dapat memberikan manfaat lebih cepat cenderung berkemungkinan lebih tinggi untuk paling tidak dicoba oleh konsumen.
  1. Kesederhanaan (simplicity)
Adalah sejauh mana suatu produk dengan mudah dimengerti dan digunakan oleh konsumen.
  1. Manfaat relatif (relative advantage)
Merupakan sejauh mana suatu produk memiliki keunggulan bersaing yang bertahan atas kelas produk, bentuk produk dan merek lainnya. Tidak ada sanggahan bahwa keunggulan relatif adalah karakteristik produk yang paling penting bukan hanya terjadi uji coba produk tapi juga untuk menjaga keberlangsungan pembelian dan pengembangan loyalitas merek.
  1. Simbolisme produk (product simbolisme)
Adalah apakah suatu makna produk atau merek kepada konsumen dan bagaimanakah pengalaman konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik produk merupakan berbagai keunggulan dan kemampuan produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan. Adapun tujuan akhir yang akan dicapai yaitu dalam rangka memenuhi kepuasan para konsumen.
3.      Klasifikasi Produk
Menurut Kotler dan Amstrong (2001:349) klasifikasi produk terbagi menjadi empat kelompok:
a.   Produk sehari-hari (convenience product)
Produk atau jasa konsumen yang biasanya sering dan cepat dibeli oleh pelanggan dan disertai dengan usaha yang sedikit dalam membandingkan dan membeli.


b.   Produk shopping (shopping goods)
Merupakan produk atau jasa konsumen yang jarang dibeli, sehingga pelanggan membandingkan kecocokan, kualitas, harga dan gayanya dengan cermat.
c.   Produk special (specialty products)
Merupakan produk konsumen dengan karakteristik unik atau identifikasi merek yang dicari oleh kelompok pembeli tertentu, sehingga mereka mau mengeluarkan usaha khusus untuk memperolehnya.
d.   Barang Yang Tidak Dinginkan (unsought goods)
Merupakan produk konsumen dimana keberadaannya tidak diketahui atau jika diketahui oleh konsumenpun, tidak terpikir oleh mereka untuk membelinya.
Sedangkan menurut Madura (2001: 85) menyatakan bahwa produk yang diproduksi untuk melayani konsumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Produk Konsumen
Merupakan produk yang tersedia secara luas bagi konsumen, yang sangat mudah didapat dan merupakan produk yang umum dikonsumsi oleh konsumen.


  1. Produk belanja
Merupakan produk yang berbeda dengan produk konsumen., karena produk belanja tidak sering dibeli. Ketika konsumen bersiap untuk membeli produk belanja, pertama mereka akan berkeliling melihat perbandingan kualitas dan harga dari produk pesaing.
  1. Produk spesial
Produk tersebut merupakan suatu produk yang dimasudkan untuk konsumen tertentu yang spesial dan oleh karenanya memerlukan upaya khusus untuk membelinya.
4.    Atribut Produk
Menurut Tjiptono (2002:103) atribut adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Sedangkan menurut Gitosudarmo (1999:188) atribut produk adalah sekumpulan komponen yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang di harapkan oleh pembeli. Atribut produk  meliputi merek, model, label, kemasan, jaminan (garansi), dan pelanyanan (Tjiptono,2002:103).
Menurut Staton dalam Buchari Alma (2002:139) atribut produk yaitu:
A product is a set of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price, manfacturrer’s and retailer, which the buyer may accept as offering want-satisfaction”. Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa yang termasuk atribut produk adalah kemasan, warna, harga, kualitas/ mutu dan merek, ditambah dengan pelayanan dan reputasi perusahaan.
Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk merupakan segala sesuatu yang meyertai produk, mencerminkan sifat atau karakteristik dari produk itu.Apabila suatu produk memiliki atribut atau sifat-sifat yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembelinya maka produk tersebut akan dibeli oleh konsumen.
Adapun atribut produk adalah sebagai berikut:
  1. Merek (brand)
Merek adalah suatu nama, kata, tanda, simbol atau desain atau kombinasi dari semuanya yang mengidentifikasikan pembuat atau penjual produk dan jasa tertentu (Kotler dan Amstrong (2004:349).
Adapun menurut menurut Tjiptono (2002:104) merek adalah nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing.
Sedangkan menurut Kotler, (2002:22), merek adalah suatu nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau gabungan semua yang diharapkan mengindentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual, dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari produk pesaing. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa merek meliputi semua atribut sebagai tanda pembeda dari produk atau produsen lain yang mampu memberikan nilai yang dibutuhkan konsumen dan produsen.
Menurut Tjiptono (2002:106) agar suatu merek mencerminkan makna yang ingin disampaikan, maka ada beberapa persyaratan yang harus di perhatikan yaitu:
1)      Merek harus khas atau unik.
2)      Merek harus menggambarkan sesuatu mengenai manfaat produk atau pemakainnya.
3)      Merek harus menggambarkan kualitas produk.
4)      Merek harus mudah diucapkan, dikenali, dan diingat.
5)      Merek tidak boleh mengandung arti buruk di negara dan bangsa lain.
6)      Merek harus dapat menyesuaikan diri dengan produk-produk baru yang mungkin ditambahkan ke dalam lini produk.
b.  Kualitas Produk
Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya, kemampuan itu meliputi daya tahan, kehandalan, ketelitian yang dihasilkan, kemudian dioperasikan dan diperbaiki dan atribut lain yang berharga pada produk secara keseluruhan (Kotler dan Amstrong, 2004:347).
Dalam proses pengembangan produk suatu perusahaan harus menetapkan derajat kualitas tertentu pada produknya karena hal ini akan mempengaruhi penampilannya di pasar nanti. Sudah jelas bahwa kualitas merupakan suatu cara produk dalam menentukan suatu produk dimata konsumen. Kualitas adalah kemampuan yang bisa dinilai dari suatu merek dan menjalankan fungsinya. Maka kualitas merupakan suatu pengertian gabungan dari daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan pemeliharaan dan perbaikan serta segala atribut lainnya. Beberapa atribut bisa diukur secara subyektif, namun dari segi pemasaran kualitas harus diukur dari sudut pengelihatan dan persepsi pembeli terhadap kualitas itu sendiri. Pada awalnya kebayakan produk di pasaran dengan salah satu derajat mutu dari empat tingkat meliputi rendah, rata-rata, tinggi dan istimewa.
c.  Kemasan
Pengertian kemasan menurut Tjiptono (2002:106) yaitu merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk.
Seringkali pembeli mengambil keputusan untuk membeli suatu barang hanya karena kemasan lebih menarik dari kemasan produk lain yang sejenis. Jadi kalau ada produk yang sama mutunya maupun bentuknya dikenal oleh pembeli, maka kecenderungan pembeli akan memilih produk yang kemasannya lebih menarik. Dengan demikian kemasan dapat digunakan sebagai salah satu strategi keunggulan bersaing dengan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk sejenis. Kegiatan pengemasan hendaknya direncanakan secara matang, kemudian dilaksanakan secara baik. Secara pengemasan yang baik akan menguntungkan perusahaan karena berbagai hal antara lain (Kotler, 2000:187):
1.      Bungkus yang menarik akan menambah hasrat untuk membeli.
2.      Bungkus yang khas akan mempermudah pembeli mengingat produk.
3.      Bungkus yang baik akan melindungi kualitas (mutu) produk.
4.      Mempermudah pengangkutan (trasnportasi)
5.      Memudahkan penyimpanan dan penyusunan di rak rokok (show room)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bagian dari pengemasan harus mempertimbangkan aspek keindahan, aspek ekonomis dan aspek praktis. Ditinjau dari aspek ekonomis pembungkus tidak boleh menimbulkan biaya ekstra yang berlebihan karena dapat mengakibatkan adanya peningkatan harga jual produk yang tinggi. Dari segi keindahan (estetika) pengemasan harus memberikan kesan menarik atau dapat menguasai pembeli agar bersedia melakukan pembelian.
  1. Label
Suatu produk disamping diberi merk dan kemasan, juga harus diberi label. Kemasan yang polos tanpa atribut atau keterangan apapun akan terlalu bernilai. Ada dua cara untuk memberikan atribut pada bungkus atau wadah yaitu dengan memberi label dan etika.
Label menurut Tjiptono (2002:107) merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual. Sebuah label bisa merupakan bagian dari kemasan atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk.
Menurut Kotler dan Amstrong (2004:362), fungsi label yaitu sebagai berikut:
a.    Label mengidentifikasikan produk atau merek.
b.   Label menjelaskan beberapa hal mengenai produk, siapa yang membuat, dimana dibuat dan kapan dibuat, isinya, bagaimana produk tersebut digunakan dan bagaimana menggunakannya dengan aman.
c.    Label dapat mempromosikan produk melalui gambar yang atraktif.
e.     Citra Produk
Menurut Kotler (2002:361) menyatakan bahwa citra yang efektif melakukan tiga hal untuk satu produk atau perusahaan. Pertama menyampaikan satu pesan tunggal yang memantapkan karakter produk pada perusahaan. Kedua penyampaian pesan ini dengan cara yang berbeda sehingga tidak dikelirukan sehingga membangkitkan kekuatan emosional sehingga membangkitkan hati maupun pikiran pembeli.
Adapun variabel-variabel dalam citra menurut Kotler (1995:261) adalah sebagai berikut:
1.      Lambang atau logo (simbol)
Citra yang kuat terdiri dari satu lambang atau lebih yang memicu pengenalan perusahaan atau merk. Logo atau lambang perusahaan harus dirancang supaya mudah dikenali.
2.      Suasana
Suasana sering dipergunakan membantu menempatkan sebuah pengecer, sehingga mampu mendorong mereka untuk melakukan pembelian.


3.      Acara-acara
Perusahaan dapat membangun suatu identitas melalui jenis kegiatan. Kegiatan-kegiatan itu bisa berupa dukungan pada suatu acara atau dengan kata lain perusahaan menjadi sponsor suatu acara. Selain menjadi sponsor suatu acara mungkin acara bisa membuat acara sendiri yang mana tujuan untuk menggaetkan konsumen dengan jumlah yang sebnayak mungkin sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.
4.     Media tertulis atau audio visual
Lambang atau logo yang dipilih harus ditampilkan dalam iklan yang menyampaikan kepribadian tersebut. Iklan harus menyampaikan suatu cerita, perasaan, tingkat kinerja atau sesuatu yang berbeda. Pesan itu harus diulangi pada publikasi lain bisa berupa brosur, katalog atau kartu nama perusahaan yang mana mencerminkan citra yang sama dengan yang dinginkan oleh perusahaan.
f.       Layanan Pelengkap
Dewasa ini produk apapun tidak terlepas dari unsur-unsur jasa atau layanan, baik itu jasa sebagai produk inti (jasa murni) maupun jasa sebagai pelengkap. Layanan pelengkap diklasifikasikan dalam delapan kelompok: (Tjiptono, 2002:107)
a.     Informasi, misalnya jalan atau arah menuju produsen, jadwal atau skedul penyampaian jasa/ produk, harga, instruksi mengenai cara penggunaan produk inti atau layanan pelengkap, peringatan, kondisi penjualan/ layanan, pemberitahuan adanya perubahan, dokumentasi dan konfirmasi.
b.     Konsultasi, seperti pemberian saran, auditing, konseling pribadi dan kolsultasi manajemen.
c.      Order talking, meliputi aplikasi keanggotaan di club aau program tertentu, jasa berbasis kualifikasi.
d.    Hospitaly, diantaranya toilet dan kamar kecil, perlengakapan kamar mandi dan fasilitas menunggu.
e.     Caretalking, terdiri dari perhatian dan perlindungan atas barang milik pelanggan dan yang mereka bawa serta perhatian dan perlindungan atas barang yang dimiliki oleh pelanggan.
f.       Exceptions, meliputi permintaan khusus sebelum penyampaian produk, menangani komplain, pemecahan masalah dan restitusi.
g.     Billing, meliputi laporan rekening periodik.
h.     Pembayaran berupa swalayan oleh pelanggan, pelanggan berinteraksi dengan personil perusahaan yang menerima pembayaran, pengurangan otomatis atas rekening nasabah serta kontrol dan verifikasi.

g.       Jaminan (garansi)
Menurut Tjiptono (2002:108) jaminan adalah janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen, dimana para konsumen akan diberi ganti rugi apabila produknya ternyata tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan. Jaminan bisa meliputi kualitas produk, reparasi, ganti rugi (uang kembali atau produk ditukar) dan sebagainya. Dewasa ini jaminan seringkali dimanfaatkan sebagai aspek promosi, terutama pada produk-produk yang tahan lama.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar