APLIKASI 6C DALAM ANALISIS PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK SYARI AH MANDIRI (BSM) CABANG MALANG

Admin
Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya
menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga
dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat
yang membutuhkannya. Dan bank juga sebagai tempat untuk menukar
uang, memindahkan uang atau menerima segala macam bentuk
pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air, dan lainlain.
(Kasmir,2000: 23).

Mobilisasi atau perputaran dana atau uang dari masyarakat
mempengaruhi lajunya perekonomian ataupun pembangunan suatu
negara. Dengan demikian kedudukan bank sangat diutamakan karena
dalam perekonomian modern, dan suatu negara tidak lepas dari lembaga
keuangan yaitu perbankan. Pelayanan perbankan menunjukkan manfaat
masyarakat dan tidak ada masyarakat modern yang dapat mencapai
kemajuan yang pesat bahkan dapat mempertahankan perkembangan
kemajuan tanpa adanya bank, karena setiap transaksi masyarakat modern
pasti selalu berhubungan dengan bank.


Dan perekonomian suatu negara akan dapat diukur sejauh mana
pembangunan perbankan disuatu negara tersebut, mengingat lembaga
keuangan atau perbankan yang dapat memasuki seluruh lapisan
masyarakat berada di desa maupun masyarakat yang berada di kota. Di
Indonesia telah berkembang dua sistem perbankan yaitu sistem
perbankan konvensional dan sistem perbankan syari ah. (Muhammad,
2000).

Bank syari ah didalam penyaluran dana disebut dengan
pembiayaan, yang dalam operasinya menggunakan bagi hasil, jual beli,
dan sewa tidak menggunakan sistem bunga, seperti halnya bank
konvensional (Antonio, 2001: 101). Demikain pula BSM salah satu bank
syari ah yang ada di Malang, dimana bank ini ikut serta dan peduli untuk
mensyiarkan ajaran islam dan untuk mensejahterakan ekonomi
masyarakat. BSM ini selain menyediakan produk-produk penghimpunan
dana juga menyediakan produk-produk pembiayaan yang sangat
bervariasi salah satunya adalah pembiayaan murabahah, dimana akad
jual beli antara pihak bank dan calon debitur pada harga asal dengan
tambahan keuntungan yang disepakati.

Sebelum pihak bank memutuskan calon nasabah atau perusahaan
pemohon pembiayaan, apakah ditolak atau diterima, terlebih dahulu bank
harus memperhatikan dan mempertimbangkan suatu prinsip atau
kebijakan yang telah ada. Prinsip atau kebijakan diantaranya adalah 6C
yaitu Caracter, Capacity, Capital, Collateral, Condition of economic , dan
Constraint. Ini penting karena untuk mengetahui keadaan calon debitur,
apakah memang benar-benar dapat dipercaya dan mempunyai itikad baik
untuk mengendalikan pinjamannya serta untuk memberikan keyakinan
kepada pihak bank bahwa dana yang disalurkan akan kembali sesuai
dengan waktu yang telah disepakati.

Biasanya setiap bank juga mempunyai kebijakan sendiri dalam
penilaian setiap pembiayaan selain 6A yang telah diterangkan diatas.
Misalnya metode analisis pembiayaan berdasarkan prinsip 6A. Metode
analisis 6A adalah metode analisis kredit yang lebih teliti, tepat, dan
akurat. Berdasarkan ketentuan bank Indonesia, pihak bank (penerima
kredit) untuk melaksanakan proyeknya dan pengembalian kredit yang
diterimanya.

Pembiayaan murabahah yang sistemnya tidak menerapkan sistem
bunga tetapi margin keuntungan, ada kemungkinan besar peluang
terjadinya pembiayaan bermasalah yang mana si debitur tidak mampu
membayarkan dan melunasi pinjamannya sesuai dengan waktu yang
telah disepakati atau menunggak. Untuk itu diperlukan suatu prinsip
yang tepat dalam mengantisipasi. Arti penting aplikasi 6C ini adalah
untuk menekan timbulnya resiko pengembalian pembiayaan (angsuran)
seminimal mungkin dengan cara menerapkan dengan baik dan tepat.
Menurut Kasmir ada beberapa faktor yang dianggap mempengaruhi
pada tingkat kemacetan pembiayaan, antara lain yaitu kurang teliti
didalam menganalisis debitur, kurangnya pengawasan oleh pihak bank,
kurang mampu manajemen usahanya dan debitur yang tidak mempunyai
itikad baik untuk membayar atau mengembalian pinjamannya.

Adapun peneliti mengambil subyek penelitian di PT. Bank Syari ah
Mandiri (BSM) cabang malang adalah karena PT. Bank Syari ah Mandiri
(BSM) cabang malang menyalurkan pembiayaan murabahah dengan
sistem dan posedur yang ada, dari data yang diperoleh dari BSM pusat
ada peningkatan pembiayaan murabahah dari tahun 2006-2007 yaitu dari
4.188.687 pada tahun 2006 naik menjadi 5.180.333. hal ini menunjukkan
bahwa BSM merupakan salah satu bank syariah yang dipercaya oleh
masyarakat sebagai salah satu badan penyalur dana pembiayaan.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar