Pengaruh Pengumuman Pembagian Dividen Terhadap Trading Volume Activity (Lengkap Sampai Daftar Pustaka)

Admin
PENGARUH PENGUMUMAN PEMBAGIAN DIVIDEN TERHADAP TRADING VOLUME ACTIVITY (Event Study Pada Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia) 


B. Kajian Teoritis
1. Pengertian Pasar Modal
Menurut Tandelilin (2001:13) Pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjual belikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan obligasi .
`Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 tahun 1995, ps 1 pasar modal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek. Perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
2. Pasar Modal Yang Efisien
            Pasar modal yang efisien adalah bagaimana suatu pasar bereaksi terhadap suatu informasi untuk mencapai harga keseimbangan baru, yaitu pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang mencerminkan informasi yang tersedia pada waktu itu (Jogianto, 2007:369).
            Informasi yang tersedia bisa dari intern perusahaan maupun eksteren perusahaan seperti peristiwa ekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham dipasar moda adalah peristiwa corporate action, seperti stock split, right issue, divide, akuisisi, merger  yang mempunyai pengaruh terhadap harga saham, peristiwa insidentil, yaitu yang tidak terulang kembali setiap tahun tetapi dapat terjadi sewaktu-waktu, berdampak seketika dan drastis terhadap harga saham, seperti kerusuhan masa dalam pergantian presiden, dan juga kenaikan harga bahan bakar minyak internasional (Samsul, 2006:274)
Fama (1970) dalam Jugianto (2007:371-376) menyajikan tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu informasi masa lalu, informasi sekarang yang dipublikasikan dan informasi privat yaitu:
  1. Efisiensi pasar bentuk lemah (Weak Form)
Pasar dikatakan efisiensi dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh (fully reflect) informasi masa lalu. Informasi masa lalu ini merupakan informasi yang sudah terjadi.
  1. Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Semistrong Form)
Pasar dikatakan efisiensi setengah kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all publicly available information) termasuk informasi yang berada laporan-laporan keuangan perusahaan emiten.
  1. Efisiensi pasar bentuk kuat (strong form)
Pasar dikatakan efisiensi dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang tersedia termasuk informasi privat.
3. Asimetri Informasi
            Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang dibandingkan pemilik (pemegang saham). Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer berkewajiban memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemegang saham. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui pengungkapan informasi pembagian dividen.
Situasi ini akan memicu munculnya suatu kondisi yang disebut sebagai asimetri informasi (information asymmetry) yaitu suatu kondisi dimana ada ketidak seimbangan perolehan informasi antara pihak manajemen sebagai penyedia informasi (prepaper) dengan pihak pemegang saham dan stakeholder pada umumnya sebagai pengguna informasi(user)(www.freewebs.com  30/1/2008).
Menurut Scott (2000) dalam Sulistiyowati (2006, 10-11)  terdapat dua macam asimetri informasi yaitu:
  1. Adverse selection, adalah tipe asimetri informasi dimana satu atau lebih pihak dalam transaksi bisnis atau transaksi potensial memiliki informasi lebih menguntungkan  dibandingkan dengan pihak lain.
  2. Moral hazard, adalah tipe asimetri informasi dimana satu atau lebih  pihak dalam transaksi bisnis atau transaksi yang potensial dapat mengamati tindakan mereka dalam pemenuhan transaksi tetapi pihak lain tidak dapat melakukan hal tersebut.
4. Saham
            Saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan (Rusdin, 2006:68).
SKRIPSI MANAJEMEN
            Saham berdasarkan manfaatnya yang diperoleh pemegang saham dibedakan menjadi:
a.      Saham Preferen
Saham preferen mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi  (bond) dan saham. Seperti bond yang membayar bunga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen. Seperti saham biasa dalam hal likuidasi, klaim pemegang saham preferen dibawah klaim pemegang obligasi (bond) (Jogiyanto, 2007:67-68).
          Karakteristik saham preferen:
1)      Pembayaran dividen dalam jumlah tetap.
2)      Hak klaim terlebih dahulu dibanding saham biasa jika perusahaan dilikuidasi.
3)      Dapat dikonversika menjadi saham biasa (Rusdin, 2006:71).
b.      Saham Biasa
      Saham biasa adalah saham yang menempatkan pemiliknya pada posisi paling akhir dalam hal pembagian dividen hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut mengalami likuiditas (Nasarudin dkk, 2007:190).
Karakteristik saham biasa:
1)         Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuidasi.
2)         Hak suara proposional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada rapat umum pemegang saham.
3)         Dividen, jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui didalam rapat umum pemegang saham.
4)         Hak tanggung jawab terbatas. Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat (Rusdin, 2006;70).
5. Dividen
a.   Pengertian Dividen
          Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah saham yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi dan disetujui didalam rapat pemegang saham (Rusdin, 2006:73).
b.  Kebijakan Dividen
     Kebijakan dividen adalah keputusan keuangan, yaitu  dengan mempertimbangkan apakah pembayaran dividen akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham, menurut Suad Husnan dalam Ahmad (2004:191) kebijakan dividen dapat diartikan:
1)       Apakah laba yang diperoleh seharusnya dibagi-bagikan atau tidak.
2)       Apakah laba sebaiknya dibagi dengan konsekuensi harus mengeluarkan saham baru, ataukah tidak dibagi sehingga tidak perlu mengeluarkan saham baru.
Dari berbagai bentuk cara dalam pembayaan dividen dapat diartikan bahwa stabilitas dividen berpengaruh positif terhadap harga saham suatu perusahaan.
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan menurut Sjahrial (2007:305) yaitu;
1)            Posisi likuiditas perusahaan
Makin kuat posisi likuiditas perusahaan makin besar likuiditas perusahaan yang dibayarkan.
2)            Kebutuhan dana untuk membayar hutang
         Apabila sebagian laba digunakan untuk membayar hutang maka sisanya  yang digunakan untuk membayar dividen makin kecil.
3)            Rencana perluasan usaha
Makin besar perluasan usaha perusahaan, makin berkurang dana yang dapat dibayarkan untuk dividen.
4)            Pengawasan terhadap perusahaan
Kebijakan pembiayaan untuk ekspansi dibiayai dengan  dana dari sumber intern antara lain laba pertimbangannya apabila dibiayai dengan penjualan saham baru ini akan melemahkan kontrol dari kelompok pemegang saham dominan. Karena suara pemegang saham mayoritas berkurang.
d.     Prosedur Pembayaran Dividen
Dalam proses pembayaran dividen diperlukan daftar para pemegang saham yang telah menerima dividen. Daftar pemegang saham ini dapat berubah karena adanya transaksi jual beli saham. Sudjaja dan Berlian menjelaskan (2001:332) menjelaskan tentang prosedur pembagian dividen. Berikut ini merupakan prosedur pembayaran dividen:
1)            Tanggal pengumuman (Cum Date)
Tanggal pengumuman adalah tanggal pada saat direksi perusahaan mengumumkan rencana pembagian dividen.
2)             Tanggal pencatatan pemegang saham (Recording Date)
Tanggal pencatatan pemegang saham adalah hari terakhir untuk mendaftarkan diri sebagai pemegang saham agar berhak menerima dividen yang akan dibagikan perusahaan.

3)      Tanggal Ex-Dividen
Tanggal ex-dividen adalah tanggal dimana pada saat hak atas periode berjalan dilepaskan dari sahamnya. Jangka waktu dari pelepasan saham tersebut adalah empat hari kerja sebelum tanggal pencatatan pemegang saham.
4)      Tanggal pembayaran (paymet date)
Tanggal pada saat perusahaan mengirimkan cek kepada nama-nama yang tercatat  pada tanggal pembayaran.
6. Volume Perdagangan Saham
            Volume perdagangan saham merupakan penjumlahan dari setiap transaksi yang terjadi dibursa saham pada waktu tertentu dan saham tertentu. Fluktuasi aktivitas perdagangan saham dapat dianggap sebagai indikator bahwa trend harga yang sedang berlaku akan berubah. Aktivitas volme perdagangan saham atau trading volume activity diukur dengan notasi (Surya Wijaya dan Setiawan, 1998 dalam Hamidi, 2007).
TVA = Jumlah saham i yang diperdagangkan pada periode t
Jumlah  saham i yang beredar pada periode t

             Pengukuran aktiva volume perdagangan saham merupakan suatu instrument yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap suatu informasi dengan parameter pergerakan aktivitas volume perdagangan. Dengan kata lain, aktivitas volume pedagangan menggambarkan sentiment pasar disamping juga menggambarkan fluktuasi harga saham.
7.  Studi Peristiwa (Event Study)
            Studi peristiwa (event study) merupakan study yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat.
             Pengujian kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat merupakan dua pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi (information content), maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan (Jogiyanto, 2007:410).
             Berdasarkan uraian diatas tampak bahwa sebenarnya event study dapat dikatakan untuk melihat reaksi pasar modal (dengan pendekatan harga saham) terhadap suatu peristiwa tertentu.
             Langkah-langkah dalam desain event study biasanya meliputi beberapa tahapan sebagai berikut:
a.      Identifikasi peristiwa atau pengumuman yang kemungkinan memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga saham.
b.      Merumuskan hipotesis berdasarkan tinjauan literatur.
c.       Menentukan perusahaan yang akan dijadikan sampel.
d.     Menentukan rentang waktu pengamatan (event window).
e.      Menghitung variabel diukur di sekitar peristiwa (Hamidi, 2007).
C. Kajian Teori dalam Prespektif Islam
  1. Hukum Transaksi Saham
                 Secara praktis, instrumen saham belum didapati pada masa Rasulullah dan para sahabat. Pada masa Rasulullah dan sahabat yang dikenal hanyalah perdagangan komoditas barang riil seperti layaknya yang terjadi pada pasar biasa. Pengakuan kepemilikan sebuah perusahaaan (syirkah) ada masa itu belum direpresentsikan dalam bentuk saham seperti layaknya sekarang. Dengan demikian, pada masa Rusululah dan para sahabat, bukti kepemilikan dan/ jual beli atas sebuah asset hanya melalui mekanisme jual beli biasa dan belum melalui initial public offering dengan saham sebagai instrumennya. Pada saat itu yang terbentuk hanyalah pasar riil biasa yang mengadakan pertukaran barang dengan uang (jual beli) dan pertukaran barang dengan  barang atau barter (Huda dan Nasution, 2007:63).
             Para ulama kontemporer di antaranya Abu Zahrah, Abdurrahman Hasan, dan khalaf sebagaimana dituangkan oleh  Qordawi dalam kitabnya Fiqhu Zakah halaman 527 para fuqaha yang membolehkan jual beli saham mengatakan bahwa saham sesuai dengan termenologi yang melekat padanya, maka saham yang  dimiliki olah seseorang menunjukkan sebuah bukti kepemelikan atas perusahaan tertentu yang berbentuk aset, sehingga saham merupakan cerminan kepemilikan atas aset tertentu. Logika tersebut dijadikan dasar pemikiran bahwa saham dapat diperjualbelikan sebagaimana layaknya barang (Huda dan Nasution, 2007:65).
             Perdagangan yang terjadi dipasar modal yang dilakukan oleh penjual (emiten) dan pembeli (investor) yang disertai dengan kontrak atau perjanjian berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Seperti halnya prinsip jual beli yang telah disyari’atkan Islam yaitu jual beli atas dasar suka sama suka (Al-Bai’ al-Taradhi). Dalam hal ini Al-Qur’an juga menegaskan tentang kehalalan jual beli yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 275 yang berbunyi:
¨@ymr&ur…….. ª!$# yìøt7ø9$# tP§ymur (#4qt/Ìh9$# 4 ………. ÇËÐÎÈ  

Artinya: Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

             Makna yang tersirat dari ayat diatas menurut al-Atsari (2007: 63) menafsirkan bahwa Dialah Maha mengetahui seluruh hakikat dan kemaslahatan setiap perkara. Apa yang memberi manfaat bagi hamba-hamba-Nya maka Dia membolehkannya untuk mereka, dan apa yang membahayakan mereka, maka Dia melarang mereka darinya. Demikian pula yang terjadi dalam perdagangan di pasar modal yang memperjualbelikan sekuritas khususnya saham, yang dapat memberikan manfaat kepada pihak emiten yang membutuhkan dana dan investor sebagai pihak yang memiliki dana.
  1. Perserikatan (Musyarakah)
             Menurut Qardhawi (2000:314-315) sebagaiman seorang muslim diperbolehkan menggunakan harta-harta secara perorangan untuk melakukan pekerjaan mubah yang dikehendakinya, dan sebagian dia diperbolehkan memberikan hartanya atau sebagian hartanya kepada seseorang yang mempunyai pengetahuan dan keahlian dengan jalan mudharabah, maka dia juga diperbolehkan bersekutu dengan orang-orang lain yang memiliki modal untuk melakukan kerja sama dalam bidang perindustrian, perdagangan atau yang lainnya. Karena diantara pekerjaan atau proyek-proyek itu ada yang memerlukan banyak pikiran dan tenaga serta modal, sedang seseoang adalah sedikit bila sendirian dan menjadi banyak bila bersama orang lain.           
             Pembagian keuntungan antara pengelola modal (emiten) dengan penanam modal (investor) dapat menggunakan akad Musyarakah, musyakah adalah akad kerja sama antara kedua belah pihak atas lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (amal/expertise) dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama (Antonio, 2001:90).
Allah berfirman dalam Surat Shaad ayat 24 yang berbunyi:

¨bÎ)ur……. #ZŽÏVx. z`ÏiB Ïä!$sÜn=èƒø:$# Éóö6us9 öNåkÝÕ÷èt/ 4n?tã CÙ÷èt/ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ………..M»ysÎ=»¢Á9$#   ÇËÍÈ  
Artinya: Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh.

             Makna yang tersirat dalam ayat diatas menurut Ghoffar dan al-Atsari (2004: 60) menafsirkan adanya orang-orang yang berperkara dengan mendominasi dan mengalahkan yang lain dalam perserikatan.
             Sebagaimana yang dilakukan oleh emiten dan investor mereka bekerja sama dalam menjalankan suatu usaha dimana emiten sebagai pihak yang mengelola dana sedangkan investor sebagai pihak yang menanamkan dananya untuk memperoleh suatu keuntungan yang nantinya dibagikan antara pihak-pihak yang ikut dalam perserikatan tersebut yang berupa bagi hasil (dividen) sesuai dengan kesepakatan kontrak yang telah disetujui bersama.
  1. Etika dalam Bisnis
             Dalam perniagaan (tijarah), seperti perdagangan saham untuk memperoleh keuntungan, dalam Islam tidak diperbolehkan untuk menipu walaupun sekedar membawa sesuatu pada kondisi yang menimbulkan keraguan. Kondisi ini dapat terjadi seperti adanya gangguan pada mekanisme pasar atau karena adanya informasi penting mengenai transaksi yang tidak diketahui oleh salah satu pihak (asymmetric information)(Badroen,dkk, 2007:91-93).
        Dengan demikian, siapa yang menguasai informasi merekalah yang berkuasa di pasar, merekalah yang akan menikmati profit yang terbesar. Kemudian dengan globalisasi yang bersenjata privatisasi, informasi kemudian dikendalikan para pelaku-pelaku pasar yang berorientasi profit. Dan demi profit mereka melakukan segala hal untuk bisa menguasai informasi, bahkan sampai memanipulasi informasi yang ada, baik dengan memutarbalikkan informasi atau menciptakan informasi yang salah bagi pasar.
        Pada akhirnya di sektor financial kepentingan profit yang menjadi motif konsisten bagi para pelaku di pasar financial menghambat kepentingan kolektif yang menginginkan kestabilan sistem keuangan. Kontradiksi ini terlihat jelas dalam kecenderungan mekanisme perekonomian khususnya keuangan dunia modern.
            Dengan karakteristik pasar modern yang ada saat ini, pada hakikatnya kejujuran menjadi nilai yang vital dibutuhkan oleh pasar dalam menciptakan sebuah mekanisme pasar yang sehat dan membangun. Karena baik menjaga agar informasi pasar tetap selalu transparan maupun informasi tersebut benar adanya, diperlukan satu nilai kejujuran ( http://abiaqsa.blogspot.com 28/6/2009).
Dalam Firman Allah Surat Al-Hujarat ayat 6 yang berbunyi sebagai berikut.
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) óOä.uä!%y` 7,Å$sù :*t6t^Î/ (#þqãY¨t6tGsù br& (#qç7ŠÅÁè? $JBöqs% 7's#»ygpg¿2 (#qßsÎ6óÁçGsù 4n?tã $tB óOçFù=yèsù tûüÏBÏ»tR ÇÏÈ  

Artinya:  Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

             Makna yang tersirat di atas menurut Ghofar dan al-Atsarin (2004:476) menafsirkan bahwa Allah memerintah agar benar-benar meneliti berita yang dibawah oleh orang-orang fasik dalam rangka mewaspadainya, sehingga tidak ada keputusan berdasarkan perkataan orang fasik tersebut berpredikat sebagai seorang pendusta dalam berbuat  kekeliruan, sehingga orang yang memberikan keputusan bberdasarkan ucapan orang fasik itu berarti ia mengikuti dari belakang.
             Sebagaimana perdagangan saham di pasar modal, sebaiknya investor sebagai pengguna informasi lebih berhati-hati dalam menerima informasi dipasar modal, sehingga investor dapat  mengambil keputusan investasi tepat sesuai dengan analisis informasi yang diterima.


D. Kerangka Berfikir


 










                               


Text Box: PENGUJIAN FAKTA
1. Pemilihan Data
Populasi yang terdiri dari semua sektor perbankan yang mengumumkan dividen pada tahun 2008, metode pengumpulan secara purposive sampling.
2. Pengumpulan Data 
Metode dokumentasi, pengumpulan data difokuskan pada data dividen dan jumlah saham yang diperdagangkan, dan saham yang beredar.
3. Analisis Data
   Paired Sample t-Test dan uji t.
 












Indiantoro (2002:56)
E. Hipotesis
            Hipotesis adalah penyertaan atau dugaan yang bersifat sementara terhadap suatu masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji secara empiris (Hasan, 2002:50).
             Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
Hipotesis 1
        H0 : µ TVA sebelum = µ TVA saat
        H1 : µ TVA sebelum ≠ µ TVA saat
        H0 : µ TVA saat = µ TVA sesudah
        H1 : µ TVA saat ≠ µ TVA sesudah
Keterangan:
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan saat, antara saat dan sesudah pengumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan saat, antara saat dan sesudah pegumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
Hipotesis 2
        H0 : µ  TVA sebelum = µ  TVA sesudah
        H1 : µ  TVA sebelum ≠ µ  TVA sesudah


Keterangan:
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
H1 : Terdapat perbedaan  yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.












BAB III
METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
            Lokasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengambil lokasi di pojok Bursa Efek Indonesia Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada sektor perbankan. Karena di Pojok Bursa tersebut terdapat data-data yang cukup lengkap yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penelitian ini.
B. Jenis dan Pendekatan Penelitian
            Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan. Penelitian ini dapat diklasifikasikan kedalam penelitian kuantitatif menurut Arikunto (12:2006) penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Dan merupakan penelitian event study yang merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar tehadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai pengumuman, event dapat digunakan ntuk menguji kandungan infomasi (informasi content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Jogiyanto, 2007:410).


33
 
 
 dalam penelitian ini event yang dapat digunakan untuk menguji efisiensi pasar adalah pengumuman pembagian dividen.
C. Populasi dan Sampel
            Penelitian ini mengambil populasi pada sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun pengamatan yaitu tahun 2008. Menurut Hasan (2000:58) populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang mempunyai karakteristik tertentu, jelas lengkap yang akan diteliti. Dari pengertian tersebut populasi yang ditentukan dalam penelitian ini ádalah sektor perbankan yang aktif di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 28 perusahaan perbankan.
Tabel 3.1
Jumlah populasi sektor perbankan yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia

No.
Kode Emiten
Nama Perusahaan
1
BBKP
Bank Bukopin Tbk
2
BBCA
Bank Central Asia Tbk
3
BNGA
Bank CIMB Niaga Tbk
4
BDMN
Bank Danamon Tbk
5
BNII
Bank Internantional Indonesia Tbk
6
BMRI
Bank Mandiri Tbk
7
BBNI
Bank Negara Indonesia Tbk
8
BPAI
Bank Pan Indonesia Tbk
9
BBRI
Bank Rakyat Indonesia Tbk
10
AGRO
Bank Agro Niaga Tbk
11
BABP
Bank Bumiputera Indonesia Tbk
12
BACA
Bank Capital Indonesia Tbk
13
BAEK
Bank Ekonomi Raharja Tbk


No.
Kode Emiten
Nama Perusahaan
14
BBNP
Bank Nusantara Parahyangan Tbk
15
BCIC
Bank Century  Tbk
16
BEKS
Bank Eksekutif International Tbk
17
BKSW
Bank Kesawan Tbk
18
BNBA
Bank Bumi Arta Tbk
19
BNLI
Bank Permata Tbk
20
BSWD
Bank Swadesi Tbk
21
BTPN
Bank Tabungan Pensiunan N. Tbk
22
BVIC
Bank Victoria Int.I Tbk
23
INPC
Bank Artjha Graha International Tbk
24
MAYA
Bank Mayapada Tbk
25
MCOR
Bank Windu Kentjana  Int.I Tbk
26
MEGA
Bank Mega Tbk
27
NISP
Bank OCBC NISP Tbk
Sumber: Kompas halaman Bisnis dan Keuangan
Menurut Hasan (2002:50) sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap dapat mewakili populasi. Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan pembagian dividen dan memenuhi kriteria. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel yang digunakan harus sesuai dengan kriteria penulis.
Dalam sampel kritereria yang harus dipenuhi.
  1. Dipilih perusahaan yang mengummkan dividen pada tahun 2008.
  2. Objek penelitian ini dilakukan pada saham yang aktif diperdagangkan pada periode pengamatan.
  3. Selama periode pengamatan perusahaan memiliki data yang lengkap untuk digunakan dalam penelitian ini.
Berdasarkan pengklasifikasian diatas, perusahaan yang dapat dijadikan sampel adalah 7 perusahaan perbankan yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Tabel 3.2
Jumlah sampel sektor perbankan yang mengumumkan dividen pada tahun 2008 di Bursa Efek Indonesia

No.
Kode Emiten
Nama Perusahaan
Tanggal Pengumuman
Dividen/
lembar
Volume Perdagangan Saham
1
BDMN
Bank Danamon Tbk
16 Mei 2008
208,9
3,866,500
2
BBRI
Bank Rakyat Indonesia Tbk
18 Juni 2008
196,34
18,588,000
3
BMRI
Bank Mandiri Tbk
19 juni 2008
186,00
29,734,500
4
BBCA
Bank Central Asia Tbk
12 Juni 2008
63,50
22,534,500
5
BBNI
Bank Negara Indonesia Tbk
17 Juni 2008
29,40
110,019,500
6
BNGA
Bank CIMB Niaga Tbk
22 Mei 2008
11,37
34,277,000
7
BNII
Bank Internasional Indonesia Tbk
06 Juni 2008
4,13
30,562,500
Sumber: www.idx.co.id
D. Data dan Sumber Data
            Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut Hasan (2002:82) data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.


Data yang diperlukan meliputi:
  1. Nama perusahaan dan tanggal pengumuman pembagian dividen perusahaan pada tahun amatan.
  2. Jumlah saham yang diperdagangkan dan jumlah yang beredar.
E. Teknik Pengumpulan Data
            Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi menurut Hasan (2002:87) studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data dividen  jumlah saham yang diperdagangkan dan jumlah saham yang beredar.
F. Definisi Operasional Variabel
Difinisi variabel dari penelitian ini adalah:
  1. Periode Peristiwa adalah jangka waktu yang digunakan untuk melakukan pengukuran variabel volume perdagangan saham, yaitu saham-saham pada sektor perbankan sebelum, saat dan sesudah pengumuman pembagian dividen. Tidak terdapat dasar atau rumusan yang pasti dalam menentukan periode pengamatan, dan dengan  mempertimbangkan rentang waktu antara, cume dividen, dan tanggal ex dividen. Periode pengamatan pada penelitian ini terdiri dari 21 hari, yaitu  10 hari sebelum pengumuman dividen (t-10), 1 hari pada saat pengumuman dividen (t0), dan 10 hari setelah  pengumuman dividen (t+10).
  2. Aktivitas volume perdagangan saham (Trading Volume Activity) yang meliputi tinggi rendahnya volume perdaganagan saham yang diperdagangkan merupakan hasil perbandingan antara saham yang ditransaksikan dengan saham perusahaan yang diedarkan pada waktu yang sama.
  3. Peristiwa pengumuman dividen adalah tanggal pengumuman dividen yang dipublikasikan dipasar modal
G. Model Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
  1. Analisis Aktivitas Perdagangan Saham
Menghitung AVP saham individu pada periode t
AVP = ∑SDt
            ∑SBt

Dimana:
AVP : Aktivitas perdagangan saham.
SDt    : Saham yang diperdgangkan perusahaan pada periode t.
SBt   : Saham perusahaan yang beredar pada periode t.
  1. Menghitung rata-rata AVP saham individu selama periode pengamatan
AVPi sebelum =  
AVPi saat =  
AVPi sesudah =  

  1. Menghitung rata-rata AVP semua saham periode pengamatan
AVPi sebelum =  
AVPi saat =  

AVPi sesudah =  

  1. Menghitung standar deviasi AVP sebelum, saat dan sesudah pengumuman dividen
 sebelum
 saat
 sesudah


H. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis pada suatu penelitian merupakan prosedur yang akan menghasilkan suatu keputusan yaitu keputusan menerima atau menolak hipotesis itu. Dalam pengujian hipotesis, keputusan yang dibuat mengandung ketidakpastian artinya keputusan bisa benar atau salah (Hasan, 2002:54). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah:
  1. Paired sample t-Test
Pengujian ini menggunakan paired sample t-Test yaitu dua populasi yang diamati secara berpasangan pada setiap pengamatan. Dimana dua populasi berpasangan ini dimiliki oleh suatu data yang sifatnya sebelum, saat dan sesudah sehingga setiap obyek yang sama diamati sebelum treatmen dan sesudah treatmen.
Menentukan Hipotesis:
Hipotesis 1
          H0 : µ TVA sebelum = µ TVA saat
          H1 : µ TVA sebelum ≠ µ TVA saat
            H0 : µ TVA saat = µ TVA sesudah
            H1 : µ TVA saat ≠ µ TVA sesudah
Keterangan:
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara    sebelum dan saat, antara saat dan sesudah pengumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan saat, antara saat dan sesudah pegumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
Hipotesis 2
      H0 : µ  TVA sebelum = µ  TVA sesudah
      H1 : µ  TVA sebelum ≠ µ TVA sesudah
Keterangan:
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
H1 : Terdapat perbedaan  yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman pembagian dividen terhadap trading volume activity.
  1. Uji-t (t-test)
Uji-t digunakan untuk menguji signifikansi koefisien regresi tiap variabel bebas yang pengaruhnya terhadap variabel terikat nilai t-hitungnya.
Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel dengan taraf signifikan 5% (0,05). Dalam penelitian ini untuk mencari t hitung
digunakan SPSS for windows. Jika hasil perbandingan t hitung < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak, dan apabila t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima.


BAB IV
PAPARAN DAN PEMBAHASAN
DATA HASIL PENELITIAN

A. Paparan Data Hasil Penelitian
1.      Gambaran Umum Industri Perbankan tahun 2008
Perbankan adalah usaha yang bergerak dalam bidang keuangan yang aktivitasnya selalu berkaitan dengan bidang keuangan yaitu menghimpun dana (uang) dari masyarakat, menyalurkan dana ke masyarakat, dan memberikan jasa-jasa lainnya seperti pengiriman uang (transfer), penagihan surat-surat berharga dari dalam kota.
Kondisi perbankan pada tahun 2008 masih terkena imbas dampak dari  kenaikan harga minyak dunia . Setelah beberapa tahun terakhir perbankan terus menunjukkan kinerja keuangan yang baik dengan laba yang terus meningkat. Pada  kuartal pertama tahun 2008 ini laba perbankan mulai menyurut.
Dalam tiga tahun terakhir laba perbankan mengalami pertumbuhan yang pesat yaitu dari Rp 33,9 trilyun tahun 2005 menjadi Rp 40,6 trilyun tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat lagi menjadi Rp 49,9 trilyun, atau rata-rata meningkat sebesar  21% per tahun.
44
 
Sampai bulan April 2008, laba tahun berjalan baru mencapai Rp 16,6 trilyun sementara pada periode yang sama tahun 2007 labanya telah mencapai 16,5 trilyun, berari peningkatannya hanya  sebesar 0,4%.  Dengan kecenderungan  pertumbuhan seperti itu diperkirakan selama tahun 2008 laba perbankan tidak akan berbeda jauh dengan laba tahun sebelumnya. Meningkatnya inflasi memaksa BI menaikkan kembali suku bunga BI ratenya. Dalam dua bulan terakhir BI telah dua kali menurunkan suku bunganya masing-masing sebesar 25 basis poin, yaitu dari 8,0%  menjadi 8,25% pada tanggal 9 Mei 2008 kemudian bu
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar