Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Pengelolaan Dan Kebijakan Modal Kerja Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia

Admin
Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Pengelolaan Dan Kebijakan Modal Kerja Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (Pada PT. Samudera Indonesia Tbk. Periode Tahun 2003-2004)

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
                  Saat ini perusahaan PT. Samudera Indonesia Tbk. telah memiliki layanan transportasi barang yang lengkap meliputi pelayanan peti kemas, tanker, kegiatan lepas pantai, transportasi darat untuk alat-alat berat, penyimpanan dan perbaikan peti kemas, pergudangan, bongkar muat barang, serta layanan transportasi terpadu. Perusahaan juga melakukan kegiatan keagenan dari beberapa perusahaan pelayanan luar negeri. Dengan layanan terpadu yang disediakan oleh perusahaan, tingkat permintaan pelanggan semakin tinggi, perusahaan saat ini sedang mengembangkan layanan logistik, dengan melakukan sinergi atas seluruh layanan jasa yang ada, dan menggunakan jejaringan bisnis  yang tersedia sampai saat ini. Melalui perjalanan panjang dalam membangun industri transportasi di Indonesia dan Asia, perusahaan memiliki citra yang baik dan terpercaya sebagai mitra bisnis dalam industri transportasi  barang di kawasan Asia.                                                                                         Pengalaman tersebut telah membentuk kompetensi perusahaan yang kuat dan akan semakin memperkokoh untuk terus menjadi pemain terkemuka di masa mendatang sehingga pelanggan mendapatkan layanan berkualitas dan mampu memberikan nilai tambah lagi bagi pemegang saham               secara          berkesinambungan. http://www.samudera.com /images/news/ announcementpdfs/Samudera_1_9.pdf 
Melihat akan kebutuhan transportasi laut tersebut yang semakin berkembang dan semakin menjadi tuntutan masyarakat akan tersedianya sarana transportasi laut yang mantap dan disamping itu kebutuhan dari pemakai jasa transportasi laut sekarang ini semakin banyak seperti untuk mengangkut barang dagangan dan berlayar dan juga transportasi laut lebih murah dari pada transportasi darat. Disini dapat dilihat bahwa pengguna jasa adalah mayoritas pelaku ekonomi di daerah-daerah sehingga setiap kali memakai jasa angkutan laut selalu membawa barang dagangan            yang   cukup            banyak.http://www.iptek.net.id/ind /?mnu= 8&ch=jsti&id=297
      Dalam warta ekonomi direktur PT. Samudera Indonesia Tbk. mendapat resistensi yang begitu besar saat mulai berkarier di perusahaan ini, kehadirannya dianggap bernuansa KKN.  Apalagi pemilik perusahaan tersebut dipercaya untuk membenahi keuangan perusahaan. Namun, dengan mengatasi sendiri penolakan itu lewat cara “merendah” dan mengalah, sekarang justru lebih banyak memperoleh dukungan. Keuntungan yang diperoleh perusahaan kini naik berlipat-lipat dan meluas jangkauan bisnisnya. Perlahan-lahan resistensi itu mulai mencair. Bahkan kini pihak yang menerima kehadiran dirinya jauh lebih banyak ketimbang mereka yang menolak. Berbarengan dengan itu, kepercayaan yang diterima makin besar. Direktur PT. Samudera Indonesia Tbk. mendapat gelar Master of Management dari Asian Institute of Management, Manila, Filipina, dan kemudian diminta untuk menduduki posisi kepala divisi keuangan, yang dipercaya menjadi direktur keuangan dan administrasi. Masalah keuangan perusahaan juga menjadi pekerjaan utama yang dibebankan pemegang saham. ketika terpilih sebagai dirut. Kemudian direktur PT. Samudera Indonesia Tbk. mengatakan bahwa jalannya perusahaan akan baik jika pengelolaan keuangannya pun beres.                          Dalam membenahi keuangan perusahaan direktur PT. Samudera Indonesia menerapkan sejumlah kebijakan guna memperbaiki sistem pengelolaan keuangan perusahaan. Ia mengawalinya dengan melakukan komputerisasi bidang keuangan. Penerbitan laporan keuangan juga dipercepat, dari yang tadinya makan waktu enam bulan, kini cuma butuh satu bulan. Untuk mendorong pengelolaan keuangan yang baik, maka menekankan kultur perusahaan haruslah transparan. http://www.warta ekonomi.Com./detail .aspaid =6513&cid=4                                                                                                                  

Sejalan dengan laju pertumbuhan perekonomian di era globalisasi saat ini, makin terasa adanya aktivitas usaha kearah persaingan untuk meraih pangsa pasar yang terbesar. Perusahaan merupakan salah satu penunjang pertumbuhan perekonomian yang memegang peranan penting atas produk jasa atau barang yang dihasilkan. Factor yang menentukan untuk memperoleh laba yang optimal, yaitu tersedianya dana atau modal kerja yang berfungsi untuk membiayai kegiatan perusahaan. Modal kerja merupakan salah satu aspek terpenting dari keseluruhan pembelajaan perusahaan yang erat hubungannya dengan operasi perusahaan sehari-hari. Modal kerja yang berlebihan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan, karena adanya dana yang menganggur yang mengakibatkan terjadinya pemborosan modal kerja dan menjadi biaya menjadi tinggi. Jadi tidak ada dana maka akan mengakibatkan terganggunya kontinyunitas usaha perusahaan, sehingga berpengaruh pada tingkat likuiditas. Tujuan analisa modal kerja pada dasarnya adalah untuk melihat sejauh mana efisiensi pengolahan modal kerja dalam suatu perusahaan yang dilihat pengelolaan kas, pengelolaan piutang dan pengelolaan persediaan yang merupakan asset lancar dari perusahaan, sehingga dapat diketahui perkembangan dan pertumbuhan perusahaan dari usaha yang telah dilakukan oleh perusahaan. http://serbufibrin.blogspot.com/.

Setiap perusahaan selalu memerlukan modal kerja yang akan digunakan           untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari. Kekurangan uang tunai (kas) akan menyebabkan perusahaan tidak mampu membayar kewajiban dalam jangka pendek sedangkan kekurangan persediaan akan menyebabkan perusahaan tidak memperoleh keuntungan karena calon pembeli tidak jadi membeli keperusahaan tersebut. Perusahaan yang membiayai kebutuhan modal kerja dengan pinjaman. Jika tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang yang selain akan mengurangi laba yang seharusnya diperoleh, juga akan memberikan beban  berat pada perusahaan diwaktu yang akan datang (Sundjaja, dkk., 2003:186).                        
            Untuk mengetahui modal kerja lebih lanjut maka digunakan alat rasio keuangan, di mana analisis rasio keuangan untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, dan juga menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laporan laba rugi dan juga dapat menggambarkan tentang sejarah perusahaan dan lain-lain. dan dapat diketahui posisi keuangan jangka pendek. Dengan melihat modal kerja yang digunakan dan untuk mengetahui prospek usaha di masa mendatang. Dimana tujuan rasio keuangan untuk mengukur modal kerja dalam melakukan analisis hubungan dari berbagai pos dalam suatu keuangan sebagai dasar interpretasi kondisi keuangan dari hasil  operasional  suatu perusahaan Manullang (2003:18).                                         Perusahaan PT. Samudera Indonesia Tbk, yang berlokasi di Kantor Pusat–Jakarta merupakan salah satu perusahaan cukup besar. Dimana tentunya membutuhkan pengelolaan modal kerja yang baik agar tidak berlebihan atau kekurangan, karena tanpa modal kerja yang cukup aktivitas perusahaan akan terancam.                                                               Dan selain pengelolaan modal kerja, juga untuk melihat kebijakan modal kerja perusahaan saat ini dan menentukan alternatif kebijakan modal kerja untuk periode mendatang. Di mana Menurut Kartadinata (1990: 152) Kebijakan perusahaan juga dapat mempengaruhi tingkat modal kerja. Jika perusahaan mengubah kebijakan kreditnya dari 30 hari menjadi 60 hari maka Lebih banyak dana akan terikat dalam piutang. jika kebijakan produksinya mengalami perubahan, kebutuhan akan persediaan bahan mungkin berubah. bila tingkat saldo kas dihubungkan dengan tingkat penjualan. modal kerja secara keseluruhan akan ikut berubah.
Dari hasil penelitian Ela Diana tahun 2005 tentang “Efektivitas Pengelolaan Modal Kerja untuk meningkatkan  Profitabilitas perusahaan  (studi kasus pada PT. Kasin Leather Tanner)” bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan menunjukkan adanya jumlah persediaan akhir barang jadi yang besar sehingga mengakibatkan perputaran barang jadi menurun.                                                                                  Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk mengetahui apakah pada perusahaan PT. Samudera Indonesia Tbk. dengan menggunakan pengelolaan modal kerja keuangan perusahaan lebih membaik. Di mana adanya modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif, dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan. Sebaliknya adanya ketidak cukupan maupun manajemen dalam modal kerja merupakan sebab utama kegagalan suatu perusahaan.              Berdasarkan uraian di atas untuk mengetahui modal kerja pada perusahaan. Maka judul yang diambil adalah sebagai berikut: “ Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Pengelolaan Dan Kebijakan Modal Kerja Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (Pada PT. Samudera Indonesia Tbk. Periode Tahun 2003-2004)”.
B. Rumusan Masalah 
               Dengan tingkat kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif dan menimbulkan kerugian karena kesempatan memperoleh laba telah di sia-siakan. Sebaliknya kekurangan modal kerja merupakan faktor utama kegagalan usaha oleh karena itu di butuhkan suatu tingkat modal kerja yang cukup untuk menjamin perusahaan dapat beroperasi secara efisien serta meningkatkan pelayanan konsumen dan anggota. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah                                                                                                                                                                                                                    ”Bagaimana pengelolaan dan kebijakan modal kerja pada perusahaan PT. Samudera Indonesia Tbk. Yang bergerak dalam Usaha Transportasi Laut.”

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah ”Untuk mendeskripsikan pengelolaan dan kebijakan modal kerja pada perusahaan PT. Samudera Indonesia Tbk. Yang bergerak dalam Usaha Transportasi Laut.”
D. Manfaat  Penelitian
Peneliti ini mempunyai kegunaan atau manfaat sebagai berikut:
  1. Menambah wawasan keilmuan dan pemahaman tentang rasio keuangan dalam mengukur pengelolaan dan kebijakan modal kerja
  2. Memberi sumbangan pemikiran dan penelitian dalam bidang keuangan khususnya dalam berbisnis .

E. Batasan Penelitian
Agar dalam penelitian ini tidak terlalu melebar maka pada penelitian ini peneliti memberi batasan sebagai berikut :
1.      Analisa  rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio financial yang terdiri dari rasio likuiditas, aktivitas, solvabilitas dan profitabilitas.
2.      Melakukan analisis perubahan dan analisis sumber dan penggunaan modal kerja.
3.      Pengelolaan modal kerja dilihat dari pengelolaan kas, pengelolaan piutang dan pengelolaan persediaan dan kebijakan perusahaan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.     Penelitian Terdahulu
               Dari hasil penelitian Ela Diana tahun 2005 tentang “Efektivitas Pengelolaan Modal Kerja untuk meningkatkan Profitabilitas perusahaan  (studi kasus pada PT. Kasin Leather Tanner)” bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan menunjukkan adanya jumlah persediaan akhir barang jadi yang besar sehingga mengakibatkan perputaran barang jadi menurun.
             Dari hasil penelitian Eni Ismiati tahun 2006 tentang “Analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan profitabilitas perusahaan Agro Niaga Jaya Abadi Unggul”. Dari hasil penelitian bahwa tingkat likuiditas Kan Jabung selama priode 2000-2004 dianggap kurang baik karena tidak mampu menjaga tingkat likuiditas sesuai dengan standar industri yang ada, dari hasil perhitungan rasio Profitabilitas menunjukkan  bahwa Kan Jabung malang kurang maksimal dalam perolehan tingkat profitabilitasnya, hal ini disebabkan pengelolaan modal kerja  kurang efektif, sumber modal kerja lebih besar.
           Dari hasil penelitian Nur Rahmatin tahun 2006 tentang “pentingnya efisiensi modal kerja untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan rentabilitas pada PT. Perkebunan X Nusantra (Persero) pabrik gula  di Gempol kerep ngejer Mojokerto” bahwa dari hasil analisis rasio yang dilakukan diketahui bahwa pada umumnya kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan likuid, hal ini ditunjukkan dari cukup tingginya nilai Curren Ratio dan juga kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari tahun ketahun rata-rata juga menunjukkan trend positif, hal ini karena cukup besarnya nilai rata-rata tingkat rasio profitabilitas.
               Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah penelitian ini adalah untuk mengukur pengelolaan dilihat dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, dan rasio profitailitas dan kebijakan modal kerja sedangkan pada penelitian terdahulu hanya Pengelolaan Modal Kerja  untuk meningkatkan  Profitabilitas perusahaan  saja.








Tabel 2.1
Perbedaan Penelitian Terdahulu
No
Nama Peneliti
Judul (Tahun)
Variabel
Metode Analisis
Hasil Penelitian
1
Ela Dina (2005)
Efektivitas Pengelolaan Modal Kerja untuk meningkatkan  Profitabilitas perusahaan  (studi kasus pada  PT. Kasin  Leather  Tanner).
-  Efektivitas pengelolaan modal kerja
-Profitabilitas
-          Analisis pengelolaan  modal kerja
-          Analisis rasio profitabilitas
pengelolaan  persediaan  barang jadi  yang besar mengakibatkan  perputaran barang jadi menurun
2
Eni Imiatin (2006)
Analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan profitabilitas perusahaan Agro Niaga Jaya Abadi Unggul.
-Sumber dan penggunaan modal kerja
-  Likuiditas dan Profitabilitas
-Analisis sumber dan penggunaan modal kerja
- Analisis rasio likuiditas dan profitabilitas
pengelolaan modal kerja  kurang efektif, karena sumber modal kerja lebih besar
3
Maria Ulfah (2007)
Analisis Pengelolaan Modal Kerja untuk Meningkatkan Produktifitas  Perusahaan Pada PT. Semen Gersik Tbk.

-    Modal kerja
-  Produktivitas
-    Analisis modal kerja
-    Analisis kinerja
-  Analisis rasio produktivitas
Modal kerja bersih sudah optimal, maka kelebihan dana harus diinvestasikan atau digunakan untuk membayar kewajiban. Perputaran persediaan dan kas perusahaan berada dalam kondisi kurang baik, untuk itu perusahaan harus mengurangi persediaan bahan baku. Sedangkan Produktivitas mengalami kenaikan dari tahun ketahun.
4
Siti Fatimah
(2008)
Analisis rasio keuangan untuk mengukur pengelolaan dan kebijakan modal kerja pada perusahaan yang Go Public di BEI studi pada PT. Samudera Indonesia Tbk.
- Rasio keuangan
- Pengelolaan dan Kebijakan modal kerja
- Analisis rasio   keuangan
-  Analisis sumber dan penggunaan modal kerja
- Analisis pengelolaan dan kebijakan modal kerja
Hasil dari pengelolaan dan kebijakan modal kerja cukup baik terutama pada piutang dan kas dan, dilihat dari kebijakan kas cukup besar, sehingga tidak perlu melakukan pinjaman.
Sumber: Data diolah  Peneliti



B.     Kajian Teoritis
1.  Pengertian Analisis Rasio Keuangan
               Menurut Sawir (2005:6) rasio keuangan adalah menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba-rugi satu dengan lainnya, dan juga dapat memungkinkan manager keuangan mempekirakan reaksi para kreditor dan investor dan memberikan pandangan kedalam tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh.
         Menurut Tampubolon (2005: 35) rasio keuangan adalah merupakan alat utama dalam analisis keuangan, karena analisis ini dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang keadaan keuangan korporasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian Rasio itu sendiri adalah hanyalah alat yang dinyatakan dalam arithmantical term yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data financial yaitu antara neraca dan laba rugi.
            Analisis rasio keuangan merupakan alat utama dalam analisis  keuangan, karena analisis ini dapat digunakan untuk menjawab  berbagai pertanyaan  tentang keadaan keuangan perusahaan.

2.   Kelompok Penggunaan  Analisa Rasio
Menurut Weston, dkk., (1994:312) Seperti telah kita ketahui sebelumnya, analisis rasio digunakan oleh tiga kelompok utama:
  1. Manajer adalah, menggunakan rasio-rasio tersebut untuk menganalisis, mengendalikan dan memperbaiki operasi-operasi perusahaan.
  2. Analisis kredit adalah, seperti petugas bank atau analis  yang menetapkan  peringkat obligasi (di AS), yang menganalisis rasio untuk menentukan kemampuan suatu perusahaan membayar utangnya.
  3. Analisis sekuritas, yaitu analisis saham yang berkepentingan atas efisiensi dan prospek pertumbuhan perusahaan, dan analis obligasi yang berkepentingan atas kemampuan perusahaan untuk membayar bunga dan pokok obligasi serta nilai likuidasi aktiva dalam hal terjadinya kepailitan.
3.      Keterbatasan Analisa Rasio
Menurut Weston, dkk., (1994: 313) kita juga harus memperhatikan bahwa meskipun analisis rasio dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat sehubungan dengan operasi dan keadaan keuangan perusahaan, namun di dalamnya terdapat masalah dan kertebatasan yang memerlukan kehati-hatian dan pertimbangan. Sebagian dari masalah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Banyak perusahaan besar yang mengoprasikan beberapa devisi yang berada pada Industri yang sangat berlainan, dan dalam keadaan semacam ini sulit untuk mendapatkan rata-rata industri yang bisa digunakan sebagai bahan pembanding yang tepat.
  2. Hampir semua perusahaan ingin berprestasi di atas rata-rata, sehingga pencapain prestasi rata-rata semata belumlah harus dinyatakan baik.
  3. Inflasi menyebabkan distorsi yang besar pada neraca nilai yang tercatat di neraca kerap kali sangat berbeda dengan nilai yang “sebenarnya”.
  4. Faktor musiman juga menyebabkan ketimpangan pada analisis Rasio.
  5. Perusahaan dapat menggunakan teknik “window dressing “ (teknik untuk mempercantik  laporan keuangan.
  6. Perbedaan praktek operasi dan akuntansi bisa menyebabkan distorsi dalam perbandingan.
  7. Sulit untuk menetapkan secara pasti apakah suatu rasio itu baik atau buruk.
  8. Sejumlah perusahaan bisa mempunyai sejumlah rasio yang kelihatan “ baik” sedangkan rasio lainnya “jelek” sehingga sulit untuk utuk mengatakan apakah secara keseluruhan perusahaan baik atau buruk.

4. Pengertian Modal Kerja
               Menurut Sawir (2005:129) modal kerja adalah investasi perusahaan dalam aktiva jangka pendek atau lancar, termasuk di dalamnya kas, skuritas, piutang, persedian, dan dalam beberapa perusahaan, biaya dibayar dimuka. Sedangkan (Martin, dkk., 1994: 3) bahwa modal kerja sebagai investasi perusahaan dalam aktiva lancar.
          Menurut Jumingan (2006: 67) Modal kerja hanyalah jumlah dana yang digunakan selama priode akuntansi yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan jangka pendek saja, yaitu berupa kas, persediaan barang dagang, piutang (setelah dikurangi profit margin), menyusun aktiva tetap.
                Ketiga definisi di atas, menunjukkan bahwa modal kerja adalah jumlah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Sedangkan modal kerja dalam Islam Menurut Hendi (2002: 9) adalah  harta dalam bahasa arab disebut, al- mal dari kata مال- يميل-ميلا  yang berarti condong, cenderung dan miring. Sedangkan harta dalam istilah imam Hanafiah adalah:
 ما يميل إليه طبع الإ نسان و يمكن اد خاره إلى وقت ا لحاجة
“ suatu yang digandrungi tabiat manusia dan memungkinkan untuk disimpan  hingga dibutuhkan ”.
Jadi harta segala sesuatu yang dapat disimpan untuk digunakan  ketika dibutuhkan, dalam penggunaannya bias  bias dicampuri orang lain.
              Menurut Hafidhuddin (2007:1) Allah telah menciptakan langit dan bumi  beserta isinya untuk manusia. Ia pula yang telah menundukkan  semua itu agar dapat dimanfaatkan sebesar-sebesarnya bagi kesejahteraan  ras manusia. Itulah anugerah Allah untuk dinikmati dan dipergunakan  sebagai mestinya.
              Harta dipelihara manusia karena manusia membutuhkan manfaat harta tersebut. Fungsi harta amat banyak baik kegunaannya dalam hal yang baik, maupun kegunaan dalam hal yang buruk.
               Harta dalam mekanisme pengelolaan Menurut Huda, dkk., (2007:3-4) apabila harta tersebut merupakan hak milik Allah, sementara Allah telah menyerahkan kekuasaan atas harta tersebut kepada manusia, melalui izin darinya, maka perolehan seseorang atas harta tersebut sama dengan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memanfaatkan serta mengembangkan harta.yang antara lain karena menjadi miliknya. Sebab ketika seseorang memiliki harta maka esensinya, dia memiliki harta tersebut hanya untuk dimanfaatkannya. Sehingga dalam hal ini dia terkait dengan hukum-hukum syara’ dan bukan bebas mengelola secara mutlak. Begitu pula tidak bebas mengelola zat barang tersebut secara mutlak, meskipun ia memiliki zatnya. Alasannya ketika dia mengelola dalam rangka memanfaatkan harta tersebut dengan cara tidak sah menurut syara’.
Dalam syariat harta terbagi menjadi 2 bagian:
a)     harta tetap (diam), harta yang tidak mungkin dipindahkan seperti tanah melekat dengan tanah, seperti bangunan permanen.
b)     harta bergerak, adalah harta yang cepat dipindahkan dan dialihkan seperti uang.
              Terkait dengan hak terhadap harta dapat dijelaskan sebagai berikut:
1)      harta pribadi, harta ini tidak boleh diambil oleh orang lain melainkan dengan kerelaan hati  dari pemiliknya.
2)       harta milik Allah, harta pada dasarnya milik Allah (hakiki kepemilikan), manusia hanya diberi kesempatan memilikinya sementara (derivatif dari kepemilikan Allah.
3)  harta milik bersama, konsekuensi harta ini adalah didahulukannya kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi, ketika terjadi bentrokan dengan memberikan kompensasi yang adil kepada pemilik harta  tersebut.
          Jadi modal dalam ekonomi syariah bukan hanya uang, tetapi meliputi materi baik berupa uang ataupun materi lainnya, serta kemampuan dan kesempatan. berbagai macam bentuk akad muamalah terdapat dalam ekonomi syariah guna membangunsebuahusaha.
                Islam menganjurkan hendaknya seorang muslim harus mampu memenuhi kebutuhan pokoknya melalui penggunaan sumber daya secara baik dan efisien dan penghapusan konsumsi yang tidak esensial.
Menurut Yusanto (2002: 46) dikatakan bahwa dalam kerangka  wirausaha, modal adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menjalankan  usaha. Karenanya, modal meliputi benda fisik dan non fisik, seperti uang, raga, pendidikan, pengalaman kerja, waktu, dan lain-lain.
Jadi modal itu sendiri sesuatu yang dapat digunakan untuk menjalankan  usaha untuk menghasilkan asset.
Berkaitan dengan waktu, terdapat dua hal penting, yakni. 1) kesempatan dan 2) efisien. Kejelian dan kecekatan dalam melihat kesempatan dan menggunakan momen yang tepat sangat menentukan keberhasilan. Bekerja dikatakan  makin efisien jika dalam satu  satuan  waktu  atau tenaga atau biaya, menghasilkan makin banyak produk.
Tingkat efisiensi dalam suatu bisnis umumnya diukur dengan nilai uang atau sesuatu yang dapat memajukan bisnis perusahaannya. berkenaan dengan faktor waktu dan modal itulah, terdapat istilah yang di perkenankan Soesarsono (1996) sebagai kerja lebih.
               Pembentukan modal  Menurut Haritsi (2006:506) Pembentukan modal dalam ragam bentuknya di mana merupakan pilar terpenting yang menupang kesuksesan pengembangan ekonomi. di mana hal terpenting yang terdapat dalam fiqih ekonomi umar tentang pembentukan modal hakiki, dan pembentukan modal social (bangunan dasar) dengan menilai keduanya sebagian bentuk modal yang lazim bagi proses  pengembangan ekonomi. Dimana disini yang di bahas tentang pembentukan modal diantaranya:
a.      Pembentukan Investasi
Menabung (investasi) merupakan keharusan untuk dapat dikembangkan dalam pembentukan kebutuhan dasar produksi  dan melindunginya. Di mana perhatian terhadap pembentukan  tabungan dalam fiqih ekonomi umar ini nampak dalam penanggulangan terhadap segala fenomena pemborosan dan melampui batas kesederhanaan dalam konsumsi. Di antara perkataan Umar yang menunjukkan hal tersebut adalah kecukupan yang disertai kesederhanaan adalah lebih mencukupi  dari pada kerlonggaran  yang diserta pemborosan, artinya, pemasukan yang sama dengan kadar kecukupan disertai hemat dalam pembelanjaannya adalah jauh lebih mencukupi dan lebih banyak dari pada pemasukan banyak disertai pemborosan.
b.      Penggunaan Harta
Kekayaan tidak akan memiliki fungsi yang signifikan jika tidak diarahkan pada bidang-bidang investasi yang berguna. Oleh karena itu Umar menghimbau  agar mengembangkan sumber ekonomi dan  melarang penelantarannya.di antara buktinya adalajah perkataan Umar “ barang siapa menelantarkan  selama tiga tahun dengan tidak dikelola, kemudian dating orang lain lalu menggarapnya, maka tanah itu  menjadi milik orang lain. Dan juga melindungi dasar-dasar produksi, dan berupaya keras untuk tidak menjual atau mengkonsumsinya
Menurut Haritsi (2006: 508) Sesungguhya sederhana dalam menggunakan harta agar dapat di tabung dan dipergunakan sebagai modal adalah metode ekonomi yang benar.
Menurut Ibrahim (2005:131) agar penggunaan harta menjadi amal yang diterima dan diridhoi oleh Allah Swt., maka dalam diri orang yang membelanjakan harta harus terpenuhi syarat-syaratnya berikut:
1.Beriman kepada Allah Swt.
2.Ikhlas karena Allah Swt. Semata
3.Usaha yang baik
4.Tidak menyebut-nyebut harta yang telah diinfakkan
5.Mensyukuri nikmat kekayaan

5. Konsep Modal Kerja
             Riyanto (1990) dalam Sawir (2005:130) berkaitan dengan pengertian modal kerja  ini dapat dikemukakan  beberapa konsep yaitu:
a.      Konsep Kuantitatif
Konsep ini berdasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar di mana aktiva ini  merupakan aktiva yang sekali  berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva di mana dana yang tertanam di dalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. dengan demikian modal kerja menurut konsep ini  adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut  modal kerja  (gross working capital). 
  1. Konsep Kualitatif
Modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar. modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja  bersih (net working capital).
  1.  Konsep Fungsional
Konsep ini didasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang digunakan dalam suatu priode akuntansi tertentu yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi priode tersebut (current income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama priode tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan pendapatan bagi priode tertentu. Modal kerja menurut konsep ini menitik beratkan pada fungsi dari pada dana dalam menghasilkan pendapatan (income) dari usaha pokok perusahaan.
Menurut Sawir (2005: 131) Perputaran modal kerja dapat digambarkan  sebagai berikut:


Gambar 2. 1
Perputaran Modal Kerja


 







6.   Jenis-jenis Modal Kerja
             Mengenai jenis-jenis modal kerja, Tailor dalam Sawir (2005: 132) adalah sebagai berikut:
  1. Modal Kerja Permanen (Permanen Working Capital)
   yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Permanen Working Capital ini dapat dibedakan dalam :
1)      Modal kerja primer (Primary Working Capital)
   yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usaha.
2)      Modal kerja normal (Normal Working Capital) yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal dalam artian yang dinamis.
  1. Modal Kerja Variabel
   Menurut Sawir (2005:132) modal kerja variabel adalah modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja ini dibedakan antara lain:
a)      Modal kerja musiman
yaitu modal kerja yang berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim.
b)     Modal kerja siklis
yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konjungtur.
c)      Modal kerja darurat
yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumya.

7. Penggunaan Modal Kerja
         Menurut Jumingan (2006:74) penggunaan modal kerja yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar adalah sebagai berikut:
a.       Pengeluaran biaya jangka pendek dan pembayaran utang-utang  jangka pendek (termasuk utang deviden)
b.      Adanya pemakaian prive yang berasal dari keuntungan (pada perusahaan perseorangan dan persekutuan)
c.  Kerugian usaha atau kerugian insidentil yang memerlukan     pengeluaran kas.
d.     Pembentukan dana untuk tujuan tertentu seperti dana pensiun pegawai, pembayaran bunga obligasi yang telah jatuh tempo, penempatan kembali aktiva tidak lancar
e.Pembelian tambahan aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, dan investasi jangka panjang.
f.  Pembayaran utang jangka panjang  dan pembelian kembali saham perusahaan.

8.  Unsur Modal Kerja
                      Menurut Ahmad (1997: 5) Unsur atau komponen modal kerja dapat dilihat pada setiap neraca perusahaan, yaitu pada semua perkiraan aktiva lancar dan kewajiban lancarnya. Perbedaan yang ada biasanya menyangkut perkiraan–perkiraan atau pos-pos atau jenis-jenisnya, yang disebabkan perbedaan jenis perusahaan.

9.  Peranan Modal Kerja
                Menurut Ahmad (1997:5) modal kerja pada hakikatnya merupakan jumlah yang terus-menerus harus ada dalam menopang usaha perusahaan yang menjembatani antara saat pengeluaran untuk memperoleh bahan atau jasa, dengan waktu penerimaan penjualan. atau mengeluarkan untuk memperoleh bahan atau jasa, dengan waktu penerimaan penjualan atau pengeluaran yang bersifat bukan untuk harta tetap.

10.    Manajemen Modal Kerja
                Weston dalam Sawir (2005:133) manajemen modal kerja mengacu pada semua aspek penatalaksanaan aktiva lancar dan utang lancar sehingga dalam manajemen modal kerja adalah bahwa kegiatan yang mencakup semua fungsi manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek perusahaan.
              Menurut Sawir (2005:133) sasaran yang ingin dicapai dari manajemen modal kerja adalah:
  1. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan mengelola aktiva lancar sehingga tingkat pengembalian investasi marjinal adalah sama atau lebih besar dari biaya modal yang digunakan untuk membiayai aktiva-aktiva tersebut.
  2. Meminimalkan dalam jangka panjang, biaya modal yang digunakan untuk membiayai aktiva lancar.
  3. Pengawasan terhadap arus dana dalam aktiva lancar dan ketersediaan dana dari sumber utang, sehingga perusahaan selalu dapat memenuhi kewajiban keuangannya ketika jatuh tempo.

11.   Pentingnya Manajemen Modal Kerja
Menurut Ahmad (1997:1) meskipun analisis pengelolaan modal kerja belum seluas penelitian-penelitian keputusan bidang permodalan dan investasi jangka panjang, tetapi modal kerja yang tepat merupakan syarat keberhasilan suatu perusahaan apalagi bagi perusahaan kecil, disamping itu modal kerja sangat menentukan komposisi likuiditas perusahaan dan likuiditas adalah persyaratan keberhasilan serta kontinuitas perusahaan.
Menurut Weston, dkk., (1994:412) yaitu Ada beberapa alasan yang menyebabkan pengelolaan modal kerja merupakan topik penting,
  1. Survei menunjukkan bahwa hampir semua manajer keuangan mencurahkan sebagian besar waktunya untuk operasi internal sehari-hari perusahaan, dan hal ini merupakan bagian dari pengelolaan  modal kerja.
  2. Aktiva lancar merupakan bagian yang cukup besar dari total aktiva, umumnya berkisar 40 persen. Lebih jauh lagi, aktiva lancar berfluktuasi dengan penjualan, dan penjualan berubah terus menerus.
  3. Pengelolaan modal kerja khususnya penting bagi perusahaan kecil. Meskipun perusahaan kecil dapat memperkecil investasinya dalam aktiva tetap dengan menyewa atau mengontrak gedung dan peralatan, mereka tidak bisa menghindari investasi dalam bentuk kas, piutang, dan persediaan.
  4. Pertumbuhan penjualan mempunyai hubungan yang erat dan langsung  dengan investasinya  dalam bentuk aktiva lancar.

12.   Faktor–Faktor  Yang Mempengaruhi  Jumlah Modal Kerja
            Menurut Jumingan (2006: 69) berapa banyaknya modal kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan? Untuk menentukan jumlah modal kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan terdapat sejumlah  faktor yang dianalisis.  Faktor-faktor tesrsebut  sebagai berikut:
a.  Sifat Umum atau Tipe Perusahaan
   Modal kerja yang dibutuhkan  perusahaan jasa  (public utility) relative rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang pencairannya menjadikan relative cepat.
b.Syarat  Pembelian dan Penjualan
   Syarat kredit pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja.
c.  Tingkat Perputaran Persediaan
      Semakin sering persediaan diganti (dibeli atau dijual kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan  (barang) akan semakin rendah.

d.     Tingkat Perputaran Piutang
   Kebutuhan modal kerja  juga tergantung  pada priode waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas. apabila piutang terkumpul dalam waktu pendek berarti kebutuhan akan modal kerja  akan menjadi semakin rendah.
e.Pengaruh Konjungtur (business cycle)
Pada priode makmur (prosperity) aktivitas perusahaan meningkat  dan perusahaan cenderung membeli barang lebih banyak memanfaatkan harga yang masih rendah. Ini berarti perusahaan  memperbesar tingkat persediaan.
f.  Pengaruh Musim
Banyak perusahaan di mana penjualannya hanya terpusat pada beberapa bulan saja. Perusahaan yang dipengaruhi oleh musim  membutuhkan jumlah maksimum modal kerja untuk priode yang relative pendek.
g.Credit Rating dari Perusahaan
Jumlah modal kerja, dalam bentuk kas termasuk surat-surat  berharga, yang dibutuhkan perusahaan untuk membiayai operasi nya tergantung  pada kebijaksanaan  penyediaan uang kas.                 


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
13.     Kebutuhan Modal Keja
                   Menurut Sundjaja, dkk., (2003:189-190) Berdasarkan modal kerja yang dibutuhkan suatu perusahaan tergantung dari beberapa hal yaitu:
a.       Besar kecilnya skala usaha perusahaan
Kebutuhan modal kerja pada perusahaan besar berbeda dengan perusahaan kecil. Hal ini terjadi karena beberapa alasan. Perusahaan besar mempunyai keuntungan akibat luasnya sumber pembiayaan yang tersedia, pada perusahaan kecil, tidak tertagihnya beberapa piutang para langganan dapat sangat mempengaruhi unsur-unsur modal kerja seperti kas dan persediaan.
  1. Aktivitas perusahaan
Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa tidak mempunyai persediaan barang dagangan sedangkan perusahaan yang menjual persediaannya secara tunai tidak memiliki piutang dagang.
  1. Volume penjualan
      Volume penjualan merupakan faktor yang sangat penting yang mempengaruhi terhadap kebutuhan modal kerja.


d.      Perkembangan teknologi
Kemajuan teknologi, khususnya yang berhubungan dengan proses produksi yang mempengaruhi kebutuhan modal kerja.
e.  Sikap perusahaan terhadap likuiditas dan profitabilitas.
Adanya biaya dari semua dana yang digunakan perusahaan mengakibatkan jumlah modal kerja yang relatif besar mempunyai kecenderungan untuk mengurangi laba perusahaan, tetapi dengan manahan uang kas dan persediaan yang lebih besar akan membuat perusahaan lebih mampu untuk membayar transaksi yang dilakukan dan risiko kehilangan pelanggan tidak terjadi karena perusahaan mempunyai persediaan barang yang cukup.
 Menurut Sawir (2005:138) modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya pengelolaan dana yang tidak efektif disamping akan menimbulkan keburukan –keburukan seperti:
1)  Dapat menimbulkan pemborosan-pemberosan.
2)  Investasi-investai pada cabang yang tidak diinginkan.
3)  Kerugian bunga karena saldo bank yang tidak dipergunakan

14.    Pertukaran antara Laba dan Risiko
a.      Total investasi dalam perusahaan terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap
b.      Laba dan risiko perusahaan dipengaruhi oleh rasio dari aktiva lancar terhadap aktiva tetap
c.       Tingkat aktiva tetap ditentukan oleh skala dan intensifikasi modal dalam produksi.
Jadi jika produksi meningkat, kebutuhan aktiva lancar meningkat dan jika produksi turun, kebutuhan akan aktiva lancar berkurang.
            Berdasarkan kebijakan-kebijakan di atas, maka dapat disusun proyeksi laporan keuangan untuk satu tahun mendatang guna memberikan pemecahan  masalah, yaitu dengan menyusun proyeksi laporan keuangan tahun 2008 yang di sajikan adalah sebagai berikut:

15.   Sebab Perubahan Modal Kerja
Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya. http://f-andriana.blogspot.com/2007_10_01_archive.html
Dimana sebab-sebab perubahan modal kerja berasal dari :
a.       Adanya kenaikan sector modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan maka modal kerja akan bertambah
b.      Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi,modal kerja kan bertambah
c.       Ada penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek, atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar, maka modal kerja akan bertambah
d.     Karena kerugian yang diderita oleh perusahaan, baik kerugian normal maupun kerugian exidentil.maka akan mengurangi modal kerja
e.      Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang. maka akan mengurangi modal kerja
f.        Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap maka akan mengurangi modal kerja
g.      Pengambilan uang atau barang yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.



16.   Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Menurut Sawir (2005:140) apabila sumber lebih besar dari pada penggunaan, berarti ada kenaikan modal kerja. Sebaliknya apabila penggunaan lebih besar  dari pada sumber, berarti terjadi penurunan modal kerja. Menurut Jumingan (2006:78) laporan sumber dan penggunaan modal kerja disusun berdasarkan data neraca yang diperbandingkan dan informasi yang berkenaan dengan perubahan  semua rekening tidak lancar dan pos-pos modal sendiri. Informasi ini  dianalisis dengan tujuan untuk dapat menjelaskan tentang sumber-sumber dan penggunaan modal kerja.
a.                                                            Sumber-sumber Modal Kerja
Sumber-sumber modal kerja yang akan menambah modal kerja adalah:
1)       Adanya kenaikan sektor modal, baik yang berasal dari laba maupun   penambahan modal saham.
2)      Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap adanya penjualan  aktiva tetap melalui psoses depresiasi.
3)       Adanya penambahan utang jangka panjang, baik dalam bentuk  obligasi atuu utang jangka panjang lainnya.
b.      Penggunaan Modal Kerja
Penggunaan-penggunaan modal kerja yang mengakibatkan turunnya modal kerja adalah sebagai berikut:
1)      Berkurangnya modal sendiri karena kerugian, atau pengambilan privasi oleh pemilik perusahaan.
2)      Pembiayaan utang-utang jangka panjang
3)      Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap
c.                                                             Penyusunan Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Langkah-langkah dalam penyusunan laparan sumber dan penggunaan modal kerja  adalah sebagai berikut:
1)            Tabulasikan perubahan pos-pos neraca awal dan akhir (2 periode) dan klasifikasi sebagai sumber dan penggunaan dana sesuai dengan pola berikut ini:
a)      Sumber dana terdiri dari penurunan dalam pos-pos aktiva dan kenaikan pada pos-pos  pasiva.
b)     Penggunaan dana terdiri dari kenaikan pos-pos aktiva atau penurunan pos-pos pasiva.
2)      Masukkan data laba bersih sebagai sumber dana dan deviden sebagai penggunaan dana. laba bersih dikurangi dividen adalah laba ditahan, sehingga laba ditahan tidak dimasukkan lagi sebagai sumber dana, keculi apabila data laba bersih dan dividen tidak diketahui.
3)      Kelompokkan perubahan-perubahan dalam modal kerja (aktiva lancar  dan pasiva)

17.   Manfaat Manajemen Modal Kerja
Menurut Jumingan (2006: 67) manfaat lain dari tersedianya modal kerja yang cukup adalah sebagai berikut :
a.      Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.
b.      Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.
c.       Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi.
d.     Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen
e.      Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langganannya.
f.        Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.
g.      Laporan modal kerja akan sangat berguna bagi management untuk mengadaka


18.    Efektivitas  Pengelolaan dan Kebijakan Modal Kerja
                Menurut Diana (2005:24) efektivitas pengelolaan modal kerja merupakan kemampuan perusahaan di dalam mengendalikan modal kerja secara benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam suatu perusahaan, modal kerja  merupakan salah satu faktor yang penting untuk menjamin kelangsungan hidupnya dalam jangka  panjang. Oleh karena itu, dalam operesinya perusahaan harus mengelola modal kerjanya secara efektif.
            Menurut Diana (2005:24) manajemen modal kerja suatu perusahaan dikatakan efektif apabila hasil yang dicapai dengan adanya pengelolaan modal kerja tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan kata lain  tujuan  perusahaan dapat tercapai dengan cara yang benar yaitu melalui efektivitas di dalam manajemen modal kerja.
                               Menurut Weston, dkk., (1994:411) pengelolaan modal kerja menyangkut administrasi atas aktiva  lancar dan kewajiban lancar sesuai dengan pedoman kebijakan yang telah digariskan. pengelolaan modal kerja, meliputi:
a.      Pengelolaan Kas
               Menurut Weston, dkk., (1994:438) kas merupakan aktiva “yang tidak menghasilkan laba” dalam arti bahwa, meskipun ia dibutuhkan untuk membayar  pekerja dan bahan baku, membeli aktiva tetap, membayar pajak, melunasi utang, membayar deviden, dan sebagainya, namun kas itu sendiri tidak  menghasilkan  bunga. Karena itu, tujuan pengelolaan kas adalah agar jumlah kas ditekan sampai jumlah minimum yang diperlukan  untuk menjalankan  usahanya.
Menurut Weston, dkk., (1994:438) ada dua alasan utama perusahaan untuk menyimpan kas sebagai berkut:
1)      Transaksi. Kas diperlukan dalam pelaksanaan usaha. Pembayaran harus dengan uang kas, dan penerimaan dimasukkan ke perkiraan kas. Saldo kas yang terkait dengan pembayaran dan penagihan rutin tersebut disebut saldo transaksi.
2)      Kompensasi atas pinjaman dan pelayanan bank. Bank meminjamkan uang dari deposito yang diterimanya sehingga semakin besar deposito yang diterimanya, makin besar  kemungkinan  untuk memperoleh laba.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar