Aplikasi Manajemen Resiko Dalam Pengelolaan Klaim Nasabah Asuransi Takaful Kesehatan Pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Malang

Admin
APLIKASI MANAJEMEN RESIKO DALAM PENGELOLAAN KLAIM NASABAH ASURANSI TAKAFUL KESEHATAN PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA CABANG MALANG






BAB I
PENDAHULUAN

Setiap orang tidak akan tahu apa yang terjadi pada masa yang akan datang. Bisa sesuatu yang menyenangkan atau sebaliknya bisa saja suatu musibah. Bila yang datang suatu kegembiraan, itu hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, berbeda apabila itu akan merugikan bagi pribadi tersebut maupun keluarganya.
Untuk mengantisipasi datangnya musibah, banyak usaha yang dilakukan setiap orang. Bentuk usaha itu bisa berupa apa saja, salah satunya yaitu menabung. Menabung bisa mengatisipasi kebutuhan jangka panjang ataupun kebutuhan mendadak. Namun cara ini belum cukup mengantisipasi kebutuhan mendadak yang terkadang tabungan tidak bisa menutupi kerugiaannya. Oleh karena itu, yang dapat dilakukan, sebagai alternatif lain yaitu melalui keikutsertaan dalam  asuransi.
Perusahaan asuransi merupakan sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima/menjual jasa, pemindahan resiko dari pihak lain dan memperoleh keuntungan dengan berbagi resiko (Sharing of Risk) di antara sejumlah besar nasabahnya. Secara umum asuransi konvensional sudah berumur ratusan tahun. Selain asuransi konvensional, sekarang terdapat asuransi yang berlandasakan prinsip-prinsip Islam yang lebih dikenal dengan Takaful.
Asuransi Takaful di Indonesia berdiri sejak 25 Agustus 1994, merupakan salah satu dari 13 perusahaan asuransi sedunia yang memiliki sistem yang sama. Selain itu, di asuransi takaful dalam mengelola dananya dijalankan berdasarkan syariah sedangkan asuransi syariah lainnya masih bentuk unit usaha. Takaful dalam menjalankan usahanya bertujuan memberikan perlindungan kepada peserta yang bermaksud menyediakan sejumlah dana bagi ahli warisnya dan atau penerima hibah, wasiat, bilamana peserta tersebut meninggal dunia. Asuransi Takaful seperti halnya asuransi konvensional yang bidang usahanya berkaitan erat dengan resiko.
Penelitian ini akan dilaksanakan di Asuransi Takaful. Dipilihnya Asuransi Takaful dikarenakan PT Asuransi Takaful Indonesia merupakan asuransi syariah pertama di Indonesia yang sudah berdiri lebih lama dibanding dengan asuransi berlandaskan nilai-nilai syariah lainnya. Sebagai pelopor asuransi syariah di Nusantara, Takaful Indonesia telah melayani masyarakat dengan jasa asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah, selama lebih dari satu dasawarsa, melalui dua perusahaan operasionalnya: PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa Syariah) dan PT Asuransi Takaful Umum (Asuransi Umum Syariah) (http://www.takaful.com/index.php/profile/list/).
Takaful Umum, fokus utamanya memberikan layanan dan bantuan menyangkut asuransi di bidang kerugian seperti perlindungan dari kebakaran, pengangkutan, niaga, dan kendaraan bermotor, dengan harapan bisa tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera dengan perlindungan asuransi yang sesuai Muamalah Syariah Islam. Takaful Keluarga, fokus utamanya memberikan layanan dan bantuan menyangkut asuransi jiwa dan keluarga, dengan harapan bisa tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera dengan perlindungan asuransi yang sesuai Muamalah Syariah Islam
Asuransi Takaful Keluarga memiliki bermacam jenis produk yang ditawarkannya pada masyarakat. Produk-produk tersebut terdiri atas produk yang memiliki unsur tabungan dan produk tanpa unsur tabungan. Penelitian ini lebih menekankan pada produk asuransi kesehatan yang merupakan salah satu produk tanpa unsur tabungan. Produk asuransi kesehatan terdiri atas, produk kesehatan individu, FulMedicare dan Family Medicare. Produk kesehatan individu dikhususkan perseorangan atau individu.  FulMedicare adalah Program Asuransi Kesehatan yang memberikan manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami sakit karena resiko penyakit atau kecelakaan yang melayani untuk perseorangan dan kumpulan dan Takaful Family Care, Program Takaful Kesehatan Kumpulan untuk karyawan beserta keluarga tercinta (http://www.takaful.com/index.php/produk/action/view/frmProdukId/12/). Dari ketiga produk asuransi tersebut, penelitian ini menekankan pada produk individu atau takaful kesehatan individu yang menyediakan dana bagi peserta perseorangan yang menjalani rawat inap dalam masa perjanjian. Asuransi kesehatan dalam menentukan suatu manfaat yang akan diterima peserta bila mengalami suatu musibah, akan lebih berisiko karena dalam memperkirakan seberapa besar musibah, akan lebih sulit diperkirakan.
Asuransi tidak dapat terlepas dari yang namanya resiko, apapun itu sistem yang dipergunakannya. Dan untuk meminimalkan resiko diperlukan suatu manajemen resiko. Asuransi Takaful ini sudah cukup berkembang, dengan memiliki berbagai cabang di kota-kota besar. Selain resiko bisnis yang harus dihadapi juga ada resiko syariah.
Dalam operasional asuransi syariah perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pemegang kepercayaan (amanah), sedangkan yang seharusnya saling tolong-menolong, saling melindungi, membantu dan saling bertanggung jawab adalah para peserta sendiri. Sebagai pemegang kepercayaan (amanah) oleh para peserta untuk mengelola premi serta mengembangkannya dengan jalan yang halal (Sula, 2004: 176). Dalam pengelolaan dana di asuransi syariah terbagi menjadi dua sistem yaitu sistem yang mengandung unsur tabungan dan sistem tanpa unsur tabungan.
Dalam sistem dengan unsur tabungan, dana dibagi kedalam dua rekening. Yang pertama, rekening tabungan yang merupakan kumpulan dana untuk peserta, dan rekening tabarru, dimana dana yang terkumpul diniatkan peserta untuk saling tolong menolong. Sedangkan system tanpa tabungan, dana yang diserahkan oleh peserta diniatkan untuk kebajikan dalam tabarru. Dan semua dana ini akan dikelola oleh asuransi dengan jalan diinvestasikan sesuai dengan syariat Islam.
Dalam pengelolaan dana peserta sangat erat hubungannya dengan resiko. Pada saat peserta mengajukan permohonan, pada saat itu peserta membagi resiko yang dimilikinya pada pihak asuransi. Sejak nasabah ikut serta, maka asuransi takaful yang memiliki resiko. Untuk itu perlu adanya manajemen resiko supaya pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik. Dalam pengelolaan dana, pihak asuransi yang diberi amanah oleh peserta asuransi untuk mengelola dananya dengan jalan menginvestasikan, dimana investasi yang dilakukan harus sesuai dengan prinsip syariah. Dimana dalam melakukan investasi sangatlah rentan terhadap resiko. Sehingga manajemen resiko sangatlah diperlukan untuk memperkirakan dan menghitung resiko yang dapat ditanggung atau diterima pihak asuransi dari awal terjadinya permohonan asuransi sampai pengelolaan klaim yang terkumpulkan. Dengan pengelolaan klaim yang dilaksanakan dengan baik, pembayaran klaim yang diterima dari nasabah dapat dilaksanakan dengan lancar. Tanpa mengurangi kehati-hatian dalam manajemen resikonya, maka pengelolaan klaim yang baik atau efisien dan memperhatikan kehati-hatian sangat diperlukan.
  Risk Management (Manajemen resiko) pada dasarnya adalah proses menyeluruh yang dilengkapi dengan alat, teknik, dan sains yang diperlukan untuk mengenali, mengukur, dan mengelola risiko secara lebih  transparan (http:// sehat-info.blogspot.com/2008/5/manajemen-resikom.Htm). Proses kegiatan manajemen resiko merupakan tugas gabungan dari departemen Underwriting dan juga Loss Control Service (pengendalian resiko). Dimana underwriting bertujuan untuk mengelompokkan resiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi (Http://www/danamas.com/asuransi/edu). Selain itu, asuransi syariah dihadapkan dengan prinsip syariah yang dijalankannya. Sehingga apa asuransi Takaful dalam mengelola dana nasabah dapat berjalan dengan baik serta tidak menyalahi prinsip-prinsip syariah dalam memperoleh manfaat.


 Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis ingin mengkaji dan menganalisa tentang sejauh mana konsep manajemen resiko yang diterapkan dalam tatanan riil, melalui sebuah penelitian yang berjudul, “Aplikasi Manajemen Resiko Dalam Pengelolaan Klaim Nasabah Asuransi Takaful Kesehatan Pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Malang”.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan penjabaran diatas, maka dalam penelitian ini permasalahan yang akan dikaji yaitu:
1.      Bagaimana aplikasi manajemen resiko dalam pengelolaan klaim nasabah asuransi takaful kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Malang?
2.      Kendala-kendala dalam penerapan manajemen resiko di Asuransi Takaful?
C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mendiskripsikan Bagaimana aplikasi manajemen resiko dalam pengelolaan klaim nasabah asuransi Takaful kesehatan pada Asuransi Tafakul Indonesia Cabang Malang.
2.      Untuk mendiskripsikan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam penerapan manajemen resiko di Asuransi Takaful dan solusi yang telah dilakukan?
D.    BATASAN  PENELITIAN
Menggingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki peneliti serta untuk menghindari pembahasan terlalu luas, maka peneliti membatasi penelitian hanya pada masalah yang berkaitan dengan penerapan manajemen resiko dalam pengelolaan klaim nasabah pada produk asuransi takaful. Dalam penelitian ini, ditekankan pada produk takaful kesehatan individu.

E.     MANFAAT PENELITIAN
Sebagaimana yang diuraiakan peneliti diatas maka diharapkan penelitian ini memiliki manfaat, sebagai berikut:
  1. Bagi Penulis
Untuk memenuhi tugas skripsi dan memperdalam pengetahuan manajemen keuangan, baik secara teoritis maupun secara praktis. Dengan penelitian ini membantu peneliti dalam meninjau kajian teoritis dengan pengalaman aplikatif.
  1. Bagi Praktisi
Dapat digunakan sebagai bahan referensi dan evaluasi dalam meningkatkan manajemen resiko yang ada serta menjadi masukan untuk mengatasi setiap kendala yang dihadapi oleh pihak lembaga terkait.

  1. Bagi Akademik
Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan konstribusi untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu ekonomi, konsentrasi manajemen keuangan dan dapat dijadikan sabagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1.      Penelitian Terdahulu
Sejauh yang peneliti ketahui, belum ada penelitian khusus dan intensif mengenai masalah manajemen resiko terhadap pengelolaan klaim nasabah. Adapun penelitian terdahulu untuk menunjang penelitian dalam mengumpulkan dana, metode analisis dan pengolahan data. Berikut ini persamaan dan perbedaan yang ada antara peneliti dengan peneliti terdahulu.

Tabel 2.1

Teoritical mapping
Nama
Judul skripsi
Jenis penelitian
Metode analisis
Kesimpulan
Maslucha
(2005)
Perlakuan premi pada asuransi syariah (studi perbandingan pada asuransi syariah dan konvensional)
Penelitian kualitatif deskriptif
Metode studi perbandingan
Analisis deskriptif kualitatif
1.Pendapat (premi) untuk laporan L/R diakui dengan dasar Accrual basis dan pada laporan bagi hasil dengan dasar Cash basis.
2.Perlakuan premi pada asuransi konvensional mengunakan metode risk tranfering, sedangkan pada asuransi syariah mengunakan metode risk sharing.
Mursiyah (2006)
Penerapan Pemeringkatan Resiko Dan Penilaian Pembiayaan Pada Nasabah Sebagai Implementasi Manajeman Resiko Untuk Meminimalkan Non Performing Loan (NPL).
Penelitian kualitatif deskriptif
Metode studi kasus
Analisis deskriptif kualitatif
1.  Faktor penyebab NPL pada BRI cabang Syariah malang yaitu faktor internal dan eksternal dari Bank dan Nasabah.
2.  Sistem manajemen resiko yang digunakan disebut credit Risk rating (CAR) dan analisis pembiayaan.
Sundawati (2007)
Analisis komparasi penerapan prinsip syariah pada mekanisme operasional asuransi Takaful Keluarga dan asuransi Syariah Allianz life Indonesia
Penelitian kualitatif deskriptif
Metode studi perbandingan
Analisis deskriptif kualitatif
Didalam mikanisme operasional asuransi Takaful keluarga dan asuransi Syariah Allianz Life Indonesia belum sepenuhnya menerapkan prinsip syariah, karena pada prakteknya, kedua perusahaan tersebut masih melanggar prinsip-prinsip yang seharusnya ada dalam asuransi syariah.
Puspita
Aplikasi manajemen resiko dalam pengelolaan dana asuransi Takaful kesehatan pada asuransi Takaful Indonesia cabang Malang
Penelitian kualitatif pendekatan
deskriptif
Analisis deskriptif
Penerapan manajemen resiko sudah berjalan, namun Asuransi Takaful Indonesia Cabang Malang hanya bertindak dalam seleksi resiko awal. Sedangkan underwriting secara menyeluruh dilaksanakan oleh kantor pusat. Kendala-kendala yang dihadapi dalam seleksi resiko awal  hanya pada kurang lengkapnya berkas dari nasabah, hal ini akan memperlambat pemberian klaim
Sumber: Data diolah
Sejauh peneliti ketahui, belum ada penelitian yang focus meneliti tentang manajemen resiko asuransi. Kecuali penelitian yang dilakukan oleh maslucha yang mengenai perlakuan premi asuransi dan sundawati tentang penerapan prinsip syariap pada asuransi. Sedangkan penelitian ini mengenai sejauh mana penerapan manajemen resiko dalam pengelolaan klaim nasabah pada takaful kesehatan individu.
Antara penelitian sekarang dengan sebelumnya, letak persamaannya pada objek penelitiannya sama-sama di asuransi dan perlakuan premi. Sedangkan perbedaannya adalah dari sistem operasional takaful dalam mengelola dana dan pembayaran klaim dari nasabah yang menghindari tiga unsur yaitu maisir, gharar dan riba.
2.      Kajian Teori
  1. Pengertian Asuransi.
      Asuransi berasal dari Bahasa Belanda, assurantie, yang dalam hukum Belanda disebut Verzekering yang artinya pertanggungan. Banyak definisi tentang asuransi (konvensional). Menurut Robert I Mehr, asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi resiko dengan mengabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi (M. Syakir Sula, 2004: 26). Asuransi adalah kontrak perjanjian antara diasuransikan (insurated) dan perusahaan asuransi (insurer), dimana insurer bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransian (insurer) memperoleh premi asuransi sebagai balasannya (Mamduh M. Hanafi, 2006: 260).
      Secara baku, definisi asuransi di Indonesia telah ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Peransuransian. Asuransi atau pertangungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertangung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan (M. Syakir Sula, 2004: 27).
Dalam pandangan ekonomi, asuransi merupakan suatu metode untuk mengurangi resiko dengan jalan memindahkan dan mengkombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan (financial) (Herman Darmawi, 2006:2). Asuransi suatu alat untuk mengurangi resiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara menggabungkan sejumlah unit yang terkena resiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan itu (Soeisno Djojosoedarso, 1999: 72).
      Sehingga, asuransi merupakan suatu lembaga yang digunakan sebagai salah satu cara dalam meminimalkan resiko yang dimiliki peserta, dengan jalan pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang.
a.      Pengertian Asuransi Takaful
Asuransi berlandaskan syariah disebut juga dengan Takaful atau Asuransi Takaful. Asuransi dalam bahasa Arab disebut  at-ta’min, penanggung disebut mu’ammin, sedangkan tertanggung disebut mu’amanan lahu atau musta’min. Men-ta’min-kan sesuatu, artinya adalah seseorang membayar/menyerahkan uang cicilan untuk agar Ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati, atau untuk mendapatkan ganti terhadap harta yang hilang (M. Syakir Sula, 2004: 28).
Dalam asuransi syariah terdapat dana tabarru’ , dimana dana tersebut digunakan untuk saling tolong-menolong antara peserta yang mendapat musibah.
 

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar