APLIKASI MANAJEMEN RISIKO PADA INVESTASI FOREIGN EXCHANGE (FOREX)

Admin
APLIKASI MANAJEMEN RISIKO PADA INVESTASI FOREIGN EXCHANGE (FOREX)

A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas yang semakin
berkembang pesat dan menuju kepersaingan ekonomi yang semakin
kompeten dengan kecanggihan tekhnologi yang semakin hari semakin
berkembang pesat akan menyaingi kemampuan manusia, menuntut
manusia agar berpikir dan berusaha dengan selalu berkompetensi dan
bersaing dengan yang lainnya. Karena jika tidak, maka akan ketinggalan
jauh dengan yang lain, baik dari segi pemikiran, informasi maupun dalam
bidang ekonomi. Tekhnologi yang dimaksud di sini adalah sistem
informasi dan tranformasi melalui media internet. Sehingga saat ini
banyak orang yang mengembangkan bisnisnya melalui media ini, ada
pula yang menggunakan media ini sebagai tempat dan alat untuk
berbisnis atau investasi bagi mereka.
Investasi merupakan salah satu alternatif bisnis yang terus
berkembang sampai saat ini, mulai dari investasi tanah dan bangunan
sampai pada investasi surat-surat berharga (saham, obligasi, dana reksa,
profitabilitas) dan lain sebagainya. Investasi merupakan sebuah bisnis
yang memberikan keuntungan (Return) tetapi juga berisiko (Risk).
Semakin tinggi keuntungan yang ingin dicapai dalam berinvestasi maka
2
semakin tinggi pula risiko yang akan dihadapi (http://valasedu.
blogspot.com). Salah satu alternatif investasi yang memberikan return
tinggi adalah ivestasi yang bergerak dibidang perdagangan valuta asing
Foreign Exchange (FOREX).
Forex Trading atau FX Trading (kependekan dari Foreign Exchange
atau pertukaran Valuta Asing-Valas) merupakan perdagangan mata uang
kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu kewaktu. Perbedaan nilai
mata uang kedua negara yang berubah dari waku ke waktulah yang
menjadi dasar diperolehnya keuntungan. Sebenarnya keberadaan Forex
Trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata
uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara
kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak
berjangka (Futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Marketdidirikan
tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago
Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities).
Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures
Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dan
sebagainya (www.Belajar-Forex.com).
Perputaran uang yang terjadi pada pasar Forex mencapai US$ 1.8
triliun per harinya (survey BIS Bank For International Settlement pada
bulan April 2004). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan
perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar
3
saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun. Artinya dengan
volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (Liquid),
dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa
pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya
bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di Forex
Trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol
pergerakan kurs valuta asing (www.Belajar-Forex.com).
Adapun mata uang yang sering diperdagangkan dalam
perdagangan Forex ini adalah mata uang negara-negara maju seperti:
Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling
Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang
ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut Pairs),
contohnya: USD/ GBP, USD/ JPY atau EUR/ GBP dan biasanya sebagai
acuan atau dasar nilainya adalah US Dollar.
Saat memulai investasi, hal pertama yang harus diketahui adalah
apakah investasi tersebut memiliki legalitas dan dasar hukum yang jelas,
terutama dalam Forex Trading. Legalitas (terutama mengenai perizinan
pialang dan wakil pialang) menjadi isu yang sangat penting karena tanpa
adanya legalitas dari pemerintah, maka artinya keberadaan dana investor
tidak dijamin keberadaannya oleh pemerintah dan tidak ada
perlindungan untuk hak investor .
4
Di Indonesia, badan pemerintahan yang mengatur perizinan dan
kegiatan investasi Forex dipegang oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi), BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) dan KBI
(Kliring Berjangka Indonesia).
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti
dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang
Perdagangan Berjangka Komoditi merupakan salah satu unit eselon I
berada di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Secara praktis Bappebti berfungsi sebagai pengawas keamanan
bertransaksi dalam semua perdagangan berjangka di Indonesia, termasuk
di dalamnya Forex . Secara aktif Bappebti mengeluarkan berbagai regulasi
dan peraturan dengan tujuan menjaga keamanan investor dalam
bertransaksi di bidang perdagangan komoditi berjangka
(http://www.bappebti.go.id).
Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Didirikan pada tanggal 21 November
2000. Adapun fungsi utama dari BBJ adalah menyediakan fasilitas bagi
anggota untuk bertemu dan bertransaksi Kontrak Berjangka di Indonesia.
BBJ Memiliki peran yang sama dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada
dunia saham, hanya saja BBJ merupakan Floor untuk setiap perdagangan
produk-produk berjangka seperti Indeks, Komoditi, dan Forex
(http://www.bbj-jfx.com)
5
PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) adalah suatu perusahaan
negara (BUMN) yang telah mendapat izin usaha dari Bappebti untuk
melakukan penyelesaian dan penjaminan transaksi perdagangan
berjangka di bursa berjangka. Didirikan pada tanggal 25 Agustus 1984 dan
merupakan Salah satu otoritas pada Industri Berjangka dan Derivatif di
Indonesia yang saat ini dimiliki secara penuh oleh Pemerintah Republik
Indonesia. Adapun fungsi dari KBI adalah untuk mendukung kegiatan
perdagangan berjangka secara teratur, wajar dan efisien.
Dari sisi investor, keberadaan KBI menjamin bahwa setiap dana yang
diinvestasikan melalui pialang tidak disalah gunakan untuk kegiatan
perusahaan pialang secara pribadi dengan menunjuk Bank penyimpan
yaitu Segregated Account dari Pialang untuk menampung dana Nasabah
(http://www.kjbk.co.id/). Adapun definisi dari Segregated Account adalah
rekening terpisah dari perusahaan pialang yang menampung dana
nasabah sehingga jika pialang mengalami kebangkrutan, dana nasabah
dapat diamankan dan dipertahankan. Jadi jika broker atau pialang
mengalami kerugian maka dana nasabah akan tetap aman sampai batas
waktu yang tidak ditentukan(http://www.bappebti.go.id/edukasi/glossary.asp).
Adapun struktur industri dari BAPPEBTI (Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi) adalah sebagai berikut:
6
Gambar 1.1
Struktur Industri BAPPEBTI
Sumber : Data diperoleh dari internet ( Struktur Industri BAPPEBTI).
CATATAN
Semua pihak tersebut wajib memiliki:
1. Izin usaha bagi bursa berjangka, lembaga kliring dan penjaminan,
pialang berjangka, pengelola sentra dana berjangka dan penasihat.
2. Izin bagi orang perseorangan yang bertindak sebagai wakil pialang
berjangka, wakil pengelola sentra dana berjangka, dan wakil
penasihat.
3. Tanda terdaftar bagi pedagang.
4. Persetujuan bagi pialang berjangka penyalur amanat ke luar negeri,
bank, sentra dana berjangka, dan bursa luar negeri yang terkait
dengan kegiatan perdagangan berjangka di indonesia perizinan ini
diperlukan dalam rangka pembinaan dan pengawasan.
Dalam dunia investasi kita mengenal istilah high risk, high return .
sebuah investasi apapun jenisnya, memiliki risiko selain juga profit yang
diharapkan. Manjemen risiko digunakan untuk penanggulangan risiko
7
(Djojosoedarso, 1999), untuk mengetahui dan menganalisis risiko
(Darmawi, 2006), dan untuk mengantisipasi dan meminimalisasi adanya
risiko-risiko yang terjadi dalam dunia investasi (Fitriasari, 2007).
Dengan adanya manajemen risiko dan berbagai analisis yang
ditawarkan. Kemudian permasalahan yang timbul adalah banyaknya
nasabah yang masih mengeluh tentang investasi Forex ini.
Pernah diadakan sebuah poling yang diadakan oleh salah satu forum
Forex terkenal di dunia, Moneytec. Poling tersebut ditujukan kepada para
trader yang masih aktif bertrading. Pertanyaan pada poling tersebut
hanya satu: selama mereka aktif bertrading apakah mereka mengalami
keuntungan atau sebaliknya mengalami kerugian. Hasilnya 60% mengaku
bahwa mereka masih mengalami kerugian dalam bertrading. Sisanya 40%
telah berhasil mengembangkan investasinya dari 10% hingga 40%
perbulannya. Namun yang menyedihkan dari 60% yang mengalami
kerugian/ Loss, 90% diantaranya adalah para pendatang baru (http://valasedu.
blogspot.com). Dalam kasus yang telah diterangkan sebelumnya 90%
yang mengalami kerugian/ Loss diantaranya adalah para pendatang baru
dimana dalam berinvestasi Forex segala sesuatu bisa terjadi dan bagi
pendatang baru harus benar-benar memahami tekhnik-tekhniknya dalam
melakukan Forex Trading. Sehingga mereka tidak hanya tergiur dengan
keuntungan (return) saja tetapi juga memperhatikan risiko yang
ditimbulkan.
8
Adapun peneliti mengambil subjek penelitian pada PT. Victory
International Futures adalah karena PT. VIF merupakan salah satu
commission house yang bergerak dalam bidang perdagangan Forex dan
PT.VIF ini juga menerapkan manajemen risiko untuk mengantisipasi
adanya risiko yang akan terjadi dalam melakukan Forex Trading. Adapun
keunggulan lainnya adalah PT. VIF ini menggunakan tekhnologi
informasi Meta Trader (META 4) sebagai software yang berstandar
internasional, sehingga memudahkan investor dalam melakukan transaksi
dalam bursa. Selain itu kantor cabang yang berada di kota Malang
semakin memudahkan peneliti untuk memperoleh data-data yang di
perlukan.
Berkaitan dengan permasalahan di atas, maka peneliti melakukan
penelitian dengan judul Aplikasi Manajemen Risiko Pada Investasi
Foreign Exchange Studi pada PT. Victory International Futures Kantor
Cabang Malang.
B. Rumusan Masalah
Dari pemaparan di atas maka dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Bagaimana mekanisme transaksi Forex di PT. Victory International
Futures Kantor Cabang Malang?
9
2. Bagaimana aplikasi manajemen risiko yang diterapkan di PT. Victory
International Futures Kantor Cabang Malang, dalam melakukan
transaksi Forex ?
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalahan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mendiskripsikan mekanisme transaksi Forex di PT. Victory International
Futures Kantor Cabang Malang.
2. Mendiskripsikan aplikasi manajemen risiko yang diterapkan di PT.
Victory International Futures Kantor Cabang Malang, dalam melakukan
transaksi Forex.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Penulis.
Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan mampu menambah
wawasan pengetahuan penulis mengenai investasi Forex dan analisis
manajemen risiko yang dipakai sehingga penulis dapat menerapkan
teori yang diperoleh selama kuliah terhadap kenyataan dilapangan.
2. Bagi Akademisi.
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran
dan pengetahuan bagi akademisi mengenai konsep-konsep
perdagangan valuta asing (Forex) dan juga manajemen strateginya.
10
Sehingga secara simultan mampu memberikan kontribusi positif bagi
perkembangan praktek perdagangan valuta asing (Forex).
3. Bagi Praktisi.
Hasil penelitian ini diharapkan juga bermanfaat bagi praktisi, yakni
menjadi bahan masukan berupa informasi tentang memanajemeni
risiko yang ada jika kita terjun dalam investasi Forex.
4. Pihak Lain.
Manfaat penelitian ini bagi pihak lain adalah untuk memberi informasi
atau pengetahuan tentang investasi Forex pada PT. Victory
International Futures Kantor Cabang Malang, serta dapat memberi
masukan dan referensi untuk mengambil keputusan pemilihan
investasi Forex.
11
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kajian Empiris Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu
Irawati (2007) dalam skripsinya yang berjudul Foreign Exchange
(FOREX) Market Dalam Perspektif Keuangan Islam Dan Praktik
Ekonomi Konvensional (Studi Komparasi Pada Bank Syari ah Mandisri
(BSM) Dan Bank Indonesia Cabang Malang. Mendiskripsikan
perbandingan antara sistem valuta asing (VALAS) dalam perspektif
keuangan Islam dan praktek ekonomi konvensional. Kemudian
menyimpulkan bahwa dalam aplikasinya, transaksi valas yang dilakukan
oleh Bank Syari ah meliputi today, tomorrow, dan spot. Dalam praktek yang
terjadi di Bank Syari ah, selain menggunakan tiga jenis tersebut transaksi
valas yang diluar jual beli bank notes hanya dapat dilakukan untuk tujuan
headging (lindung nilai) dan tidak dibenarkan untuk tujuan spekulasi.
Fitriasari (2007) dalam skripsinya yang berjudul Headging Pada
Harga Emas Supaya Untuk Memanajemeni Risiko Di Pasar Komoditi
(Studi Kasus Pada PT. Millennium Penata Futures KUP Malang ), dengan
analisis tekhnikal dan analisis fundamental mencoba mendiskripsikan
headging sebagai sarana lindung nilai pada harga emas dan untuk
memanajemeni risiko di pasar komoditi. Dan menyimpulkan bahwa
dalam melakukan headging diperlukan analisis dan observasi.
12
Qomariyah (2007) dalm skripsinya yang berjudul Perdagangan
Berjangka Komoditi (Kajian Literature Terhadap Perdagangan
Berjangka Komoditi Dalam Perspektif Bisnis Islam) juga
mendiskripsikan tentang konsep dan sistem pada perdagangan berjangka
komoditi yang didalamnya terdapat Foreign Exchange (FOREX), Stock Indek
(STODEX) dan Billion (Emas) ditinjau dari konsep dan sistem bisnis Islam.
Untuk lebih jelasnya penulis menyajikan perbedaan penelitian
terdahulu tersebut dalam bentuk tabel:
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
Nama Judul Metode
Penelitian
Metode
Pengumpulan
Data
Hasil
Penelitian
1) Irawati,
Nanik
(Malang:
UIN,
2007).
Foreign Exchange
(FOREX) Market
Dalam Perspektif
Keuangan Islam Dan
Praktek Ekonomi
Konvensional (Studi
Komparasi Pada Bank
Syari ah Mandiri Dan
Bank Indonesia Cabang
Malang).
- Deskriptif
komparatif.
- Menganalisis
data yang
tersedia dari
berbagai
sumber.
- Membandingka
n FOREX dalam
perspektif
keuangan Islam
- Interview.
- Dokumentasi.
- Transaksi
FOREX yang
dilakukan oleh
bank syari ah
meliputi today,
tomorrow, dan
spot.
- Transaksi
valasyang
diluar jual beli
bank notes
13
dan praktek
ekonomi
konvensional.
hanya dapat
dilakukan
untuk tujuan
headging
(lindung nilai).
- Tidak
dibenarkan
untuk tujuan
spekulasi.
2) Fitriasari,
Fika
(Malang:
UIN,
2007).
Headging Pada
Harga Emas Sebagai
Upaya
Memanajemeni
Risiko Di Pasar
komoditi (Studi Kasus
Pada PT. Millennium
Penata Futures KUP
Malang)
- Deskriptif .
- Mendiskripsika
n Headging pada
harga emas
sebagai upaya
manajemen
risiko.
-
- Analisis data
yang berbentuk
analisis
tekhnikal dan
fundamental
dalam headging.
- Observasi.
- Wawancara.
- Dokumentasi.
- Dalam
melakukan
headging
dibutuhkan
analisis dan
observasi.
- Hedging yang
digunakan
pada harga
emas adalah
analisis
tekhnikal dan
fundamental.
3)Qomariya
h,Nur
Perdagangan
Berjangka Komoditi
- Deskriptif .
- Mengolah data
- Studi
Kepustakaan
- Perdagangan
yang berlaku
14
(Malang:
UIN,
2007).
(Kajian Literature
Terhadap Perdagangan
Berjangka Komoditi
Dalam Perspektif
Bisnis Islam)
yang diperoleh,
dianalisis dan
disesuaikan
dengan konsep
dan sistem
bisnis dalam
Islam.
(Library
Research).
- Studi
Lapangan
(Dokumentasi).
saat ini adalah
tidak adanya
penyerahan
komoditas.
Produk bersifat
abstrak, tidak
semata-mata
untuk tujuan
headging
melainkan juga
sebagai
spekulasi.
- Perdagangan
berjangka
komoditi yang
berlaku saat ini
adalah tidak
sesuai dengan
prinsip-prinsip
syari ah, karena
produk tidak
nyata dan tidak
dapt diserahkn
& mengandung
spekulasi.
15
4) Indrawati,
Nanik
(Malang:
UIN,
2009).
Aplikasi Managemen
Risiko Pada Investasi
Forex (Studi Kasus
Pada PT. Victory
International Future
KC Malang).
- Deskriptif.
- Mendeskripsika
n analisis yang
dipakai untuk
memanagemeni
risiko dalam
investasi
FOREX
termasuk di
dalamnya
analisis
tekhnikal dan
fundamental.
- Observasi.
- Wawancara.
- Dokumentasi.
- Mekanisme
transaksi di
bursa forex
dapat
digambarkan
yaitu penjual
dan pembeli
bertemu di
lantai bursa
dengan sistem
transaksi lewat
layar monitor
(trading screen
atau price
quotation board)
yang
digunakan
untuk
mengetahui
running harga.
- Manajemen
risiko yang
diterapkan di
PT. VIF, yaitu
Cut loss,
16
Switching,
Locking,
Averaging, dan
pemasangan
stop loss dan
take profit.
- Di samping
analisis
tekhnikal dan
fundamental
ada analisis
tambahan lagi
yang disebut
dengan
indicator.
Sumber : Data diolah oleh peneliti.
Berdasarkan pada penelitian terdahulu tersebut, maka perbedaan
penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah dari segi judul
Aplikasi Managemen Risiko Pada Investasi Foreign Exchange (Studi
Pada PT. Victory International Futures Kantor Cabang Malang) . Penelitian
ini dilakukan untuk mendiskripsikan aplikasi managemen risiko pada
investasi Foreign Exchange (FOREX) yang didalamnya terdapat analisis
fundamental dan analisis tekhnikal dan juga indikator-indikator dalam
memanajemeni risiko yang ada. Penelitian menggunakan metode analisis
17
deskriptif karena bertujuan untuk mendeskripsikan analisis yang dipakai
dalam memanagemeni risiko dalam investasi FOREX.
B. Kajian Teoritis
1. Investasi
a.Pengertian Investasi
Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan atas sejumlah
dana (Halim 2005:4), atau komitmen sumberdaya lainnya yang dilakukan
pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa
mendatang (Tandelilin 2001: 3).
Umumnya investasi dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu
investasi pada asset-aset riil (Real Asset) dan investasi pada asset-aset
finansial (Financial Assets). Investasi pada asset-aset finansial dilakukan di
pasar uang, misalnya berupa sertifikat deposito, commercial paper, surat
berharga dan lainnya. investasi juga bisa dilakukan di pasar modal,
misalnya berupa saham, obligasi, waran, opsi, dan lain-lain. Sedangkan,
investasi pad asset-aset riil dapat berbentuk pembelian asset produktif,
pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan
dan lainnya (Halim 2005:4).
Adapun pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut
investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu
investor individual (individual/retail investors) dan investor institusional
18
(institutional investors) . investor individual terdiri dari individu-individu
yang melakukan aktifitas investasi. Sedangkan, investor institusional
biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga
penyimpan dana (bank dan lembaga simpan-pinjam), lembaga dana
pensiun, maupun perusahaan investasi (Tandelilin 2001: 4) .
Untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan
pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk
manganalisis efek-efek yang mana yang akan di beli, mana yang akan
dijual, dan mana yang tetap dimilki. Mereka yang ingin berkecimpung
dalam jual beli saham atau yang sejenisnya harus meninggalkan budaya
ikut-ikutan, berjudi, dan sebagainya yang tidak rasional (Halim 2005:4).
Bagi calon investor yang tidak mempunyai keterampilan untuk
melakukan hal itu, mereka dapat meminta pendapat kepada lembaga
penunjang pasar modal (Ahmad 1996:3), seperti:
(a) Pedagang efek (Dealer), yaitu orang atau badan yang atas
tanggung jawabnya sendiri melakukan usaha di bidang
pembelian dan penjualan efek (surat berharga).
(b) Perantara perdagangan efek (Broker), yaitu orang yang atau
badan yang melakukan usaha jual beli efek untuk kepentingan
dan atas nama orang lain dan keuntungan yang diperoleh berupa
komisi.
19
Kedua lembaga ini, di samping melakukan jual beli efek, juga
melakukan efek-efek yang dapat dipilih untuk dibeli.
b. Jenis-Jenis Investasi
Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan
investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis
kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa
depannya. Ada banyak jenis-jenis instrumen investasi yang ada di pasar,
diantaranya adalah (http://listiaji.wordpress.com):
1) Tabungan dan deposito
Memiliki tabungan di bank adalah cara investasi yang paling
sederhana, praktis dan mudah, didukung dengan likuiditas dan
kemudahan pengambilan sewaktu-waktu, bank juga relatif sangat aman,
karena hingga kini simpanan di bank dijamin oleh pemerintah. Bank juga
memberikan bunga, besar dari bunga tergantung pada jenis simpanan
dengan prinsip semakin besar dan lama orang menyimpan dana di bank
umumnya semakin besar pula bunganya. Deposito sendiri mirip dengan
tabungan namun dengan jangka waktu tertentu, bunga yang di tawarkan
di deposito relatif lebih tinggi dari bunga tabungan, namun bila deposito
diambil sebelum jangka waktunya maka akan dikenakan penalti.
20
2) Obligasi
Obligasi adalah surat hutang dengan jangka waktu tertentu,.
Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar