Internalisasi Etika Bisnis Islam Dalam Komunikasi Pemasaran

Admin
INTERNALISASI ETIKA BISNIS ISLAM DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN (Studi Pada PT TELKOM Kandatel Malang)

A.       Latar Belakang
Seiring dengan pesatnya kemajuan dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Komunikasi merupakan suatu hal yang penting yang dianggap mampu membantu hidup manusia. Sejak ditemukannya alat komunikasi, gerak hidup manusia menjadi berubah lebih mudah dan terasa dekat. Salah satu alat komunikasi yang digunakan saat ini adalah telepon rumah dan telepon seluler.
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa semakin banyak, terutama jasa telekomunikasi, hal ini seiring dengan adanya perubahan regulasi, yaitu dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 36 Tahun 1999, Pemerintah telah merintis upaya untuk membuka pasar sektor telekomunikasi dengan memperkenalkan duopoli pasar. Selanjutnya, Pemerintah membuka kesempatan bagi swasta dalam dan luar negeri untuk berperan seluas-luasnya dalam penanaman modal di sektor ini. (Hermawan Kertajaya, et, al, 2004 : ix)
Perkembangan aktivitas usaha jasa saat ini semakin kompetitif, para pelaku usaha jasa berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Semakin lama pola pikir konsumen berubah seiring perkembangan jaman. Konsumen yang dulunya hanya menggunakan alat komunikasi, disebut telepon, kini mulai beralih menggunakan telepon seluler. Telepon seluler mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan telepon rumah, lambat laun telepon rumah mulai ditinggalkan konsumen sehingga perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi dapat mengambil peluang baru dari keinginan­-keinginan dan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.
Melihat kondisi konsumen seperti itu, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi mulai berlomba-lomba mengeluarkan kartu/ Sim Card (isi dari telepon seluler) dengan jenis CDMA demi memuaskan konsumen, salah satu contoh yang dapat kita amati saat ini adalah persaingan antara PT TELKOM dengan operator lain, mereka saling menyerang dengan berbagai macam cara, mulai dari peluncuran produk baru yang dilengkapi dengan fasilitas yang beragam hingga perang tarif termurah (SMS dan Telepon) ke sesama operator maupun ke operator lain.
Tahap awal interaksi konsumen dan perusahaan dimulai dengan adanya komunikasi yang dibangun oleh perusahaan melalui berbagai macam promosi sehingga konsumen dapat mengetahui produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Pada hakekatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, dimana aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 1997: 219).
Ketika promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada pembeli, maka harus ada komunikasi yang efektif serta adanya beberapa metode yang promosi yang harus dikembangkan oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan (Irawan, 2001: 153).
Persaingan yang terjadi di pasar menjadi semakin terbuka akibat pengaruh dari perkembangan komunikasi, tidak sedikit perusahaan dalam menghadapi persaingan sekarang ini berkembang mengarah pada praktek-praktek persaingan tidak sportif yang menghalalkan segala cara (machiauplistik). Karena setelah mendapat informasi tahap berikutnya konsumen akan melakukan keputusan menggunakan produk dari salah satu perusahaan.
Persaingan yang semakin ketat dimana para pelaku bisnis dituntut untuk lebih kompetitif dan proaktif dalam menerapkan sebuah metode guna meningkatkan daya saing perusahaan. Setiap perusahan bersaing tidak hanya untuk menjadi yang terbaik, akan tetapi juga dituntut untuk memiliki nilai lebih (competitive value) yang mampu membedakan perusahaan dengan pesaingnya (Arif, 2006:1).
Berkaitan dengan komunikasi pemasaran yang dilakukan dalam lingkungan  persaingan yang sangat kompetitif ini, maka perusahaan tidak dapat lepas dari etika bisnis karena bisnis tidak bisa dipisahkan dari etika dikarenakan beberapa hal ; pertama, bisnis tidak bebas nilai. Kedua, bisnis merupakan bagian dari sistem sosial. Ketiga, aplikasi etika bisnis identik dengan pengelolan bisnis secara profesional. (Muhammad, 2002:  )                                                
Islam sebagai sebuah aturan hidup, memberikan aturan-aturan yang rinci untuk menghindarkan munculnya permasalahan akibat praktek persaingan yang tidak sehat itu, minimal ada tiga unsur yang perlu dicermati dalam melakukan persaingan bisnis yaitu, (1) Pihak-pihak yang bersaing, (2) Cara persaingan, (3) Produk atau jasa yang dipersaingkan. Dari ketiga unsur ini Islam memberikan rambu-rambu agar persaingan yang di lakukan itu sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist (Ismail & Karebet,  2002:92).
Tingkat urgensi perilaku etis bagi sebuah perusahaan sangat menentukan keberlangsungan sebuah perusahaan. Hal ini dapat dibuktikan dalam buku Rahasia Bisnis Rosulullah yang ditulis Kamaluddin (2007 : 63) ” Tim bisnis Nabi Muhammad meraup keuntungan besar yang belum pernah mampu diraih misi-misi pembisnis sebelumnya. Hal itu semua karena ciri khas dari aktivitas bisnis Rosulullah yang terkenal kejujurannya dan sangat amanah dalam memegang janji”.
Sifat Nabi bisa dijadikan pedoman dalam komunikasi pemasaran, diantaranya adalah Siddiq (benar dan Jujur), Amanah (terpercaya), fathonah (cerdas) dan tabligh (Komunikatif). Sebagai mana dalam al-Qur’an dijelaskan


”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(Qs. Al Ahzab : 21)

Seorang marketer haruslah memegang kepercayaan stakeholder atau pelanggan, bersikap jujur terhadap produknya, cerdas dalam menentukan strategi pemasaran, serta komunikatif dalam penyampaian pesan produk. Itulah kunci kesuksesan bisnis Rosulullah. (Kamaluddin, 2007 : 65)
Sebagai objek penelitian adalah PT  TELKOM Kandatel Malang. PT TELKOM Tbk merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (info comm) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Sebagai sebuah perusahaan yang mempunyai keterkaitan dengan stakeholder dan shareholder, maka pencapaian kinerja dan aktivitas perusahaan perlu mendapatkan feed back sebagai bahan evaluasi. Sebagai alat kontrol bahan evaluasi salah satunya adalah penghargaan yang diraih oleh perusahaan, dimana dalam melihat perusahaan dari sisi luar yang pada ujungnya menjadi barometer didalam meningkatkan performansi bisnis perusahaan.
PT TELKOM semakin hari menunjukkan dinamika yang menggembirakan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai penghargaan yang diterima oleh lembaga tersebut pada tahun 2007. beberapa penghargaan diraih PT TELKOM antara lain :
                                              Tabel 1.1
                   Penghargaan PT TELKOM tahun 2007
NO
Penghargaan
TAHUN
1
Anugrah media HUMAS
2007
2
Marketing Award
2007
3
Anugrah Business
2007
4
Indonesia ’s Most admired Compan (IMAC) Award
2007
5
 Call Center Award
2007
6
Sistem Management Award
2007

Beberapa penghargaan ini diberikan yang sudah barang tentu karena ada dinamika dari sisi pelanggan, pendapatan atau minimnya komplein dari para pengguna.
Berdasarkan survey awal yang peneliti lakukan bahwa PT TELKOM sangat berkeinginan bisnis yang dilakukan bisa langgeng. Dalam kajian etika bisnis diantara lembaga yang bisa eksis, bertahan dan senantiasa diminati pelanggan adalah lembaga yang mengusung nilai – nilai etika dalam pelaksanaan bisnisnya.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dengan melakukan penelitian dengan judul ” INTERNALISASI ETIKA BISNIS ISLAM DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN (Studi  Pada PT TELKOM Kandatel Malang)”

B.       Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas, maka rumusan permasalah yang dapat diangkat adalah sebagai berikut
  1. Bagaimana pemahaman komunitas PT. TELKOM Kandatel Malang terhadap etika bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran?
  2. Bagaimana implementasi Etika Bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran PT. TELKOM Kandatel Malang?
C.    Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, maka dapat tetapkan tujuan sebagai berikut
1.      Mengetahui pemahaman komunitas PT. TELKOM Kandatel Malang terhadap Etika Bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran
2.      Mengetahui implementasi Etika Bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran PT. TELKOM Kandatel Malang
D.    Manfaat Penelitian
Adapun hasil dari penelitian ini secara umum diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat luas, dan khususnya kepada:
1.     Pihak manajemen :
a.     Bahan referensi dalam menganalisa etika bisnis dalam komunikasi pemasaran
b.     Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna untuk menyusun kebijakan pemasaran
2.      Bagi dunia pendidikan :
a.     Pelitian ini juga diharapkan berguna Bagi Universitas Islam Negeri Malang pada umumnya sebagai pengembangan keilmuan, khususnya di fakultas Ekonomi.
b.     Sebagai alat dalam mengimplementasikan teori-teori yang diperoleh selama kuliah.














BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Selain itu untuk menghindari anggapan kesamaan dengan penelitian ini. Maka dalam kajian pustaka ini peneliti mencantumkan hasil-hasil penelitian terdahulu.
Penelitian tentang etika bisnis telah banyak dikaji oleh peneliti terdahulu misalnya, Kamaruddin (2003) dengan judul “Sistem Gold Quest Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam” dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan library Reseach, hasil yang didapat adalah dalam system Gold Quest kurang sesuai dengan etika bisnis Islam karena Sistem Gold Quest sama dengan multi level Marketing dimana syarat-syarat untuk mencapai level sangat berat dan disini kezaliman terjadi karena level yang diatas yang diuntungkan. Perbedaan dengan peneliti sekarang adalah peneliti sekarang focus penelitian pada internalisasi etika bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran pada perusahaan telekomunikasi.
Penelitian yang dilakukan Samsul Hadi (2007) dengan judul penelitian “Etika Bisnis Islam (Studi Tentang Pemasaran Produk Murabahah Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam Pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang)” dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif, hasil yang didapat adalah Bank Muamalat  Indonesia Cabang Malang menerapkan etika bisnis Islam yang dijalankan dapat dijumpai dalam kontek produk, harga, promosi, distribusi, proses, people, layanan pelanggan. Perbedaan dengan peneliti sekarang adalah tempat penelitian perusahaan telekomunikasi berbeda dengan Bank Muamalat dengan label Islamnya, penelitian ini terkait dengan internalisasi etika bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran pada perusahaan telekomunikasi dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif.
Tabel 2.1
Perbedaan  Penelitia Terdahulu dan Penelitian Selarang
No
Nama Peneliti
Judul
Alat analisis
Hasil Penelitian
1
Kamarudin (2003)
Sistem Gold Quest Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam
Penelitian kualitatif dengan pendekatan Library Research
system Gold Quest kurang sesuai dengan etika bisnis Islam karena Sistem Gold Quest sama dengan multi level Marketing dimana syarat-syarat untuk mencapai level sangat berat dan disini kezaliman terjadi karena level yang diatas yang diuntungkan
2
Samsul Hadi
(2007)
Etika Bisnis Islam (Studi Tentang Pemasaran Produk Murabahah Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam Pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang
Penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif

Berdasarkan pengamatan dan wawancara serta dianalisis dengan referensi, bahwa Bank Muamalat Indonesia cabang malang menerapkan etika bisnis Islam yang dijalankan dapat dijumpai dalam kontek produk, harga, promosi, distribusi, proses, people, layanan pelanggan.
3
Wasilatur Rahmah
   (2008)
Internalisasi Etika Bisnis Islam dalam komunikasi pemasaran (Studi Pada PT.TELKOM Kandatel Malang)
Penelitiam kualitatif dengan pendekatan diskriptif teknik pengumpulan data yaitu : wawancara, observasi dan dokumentasi
Teknik analisis data : metode Triangulasi
Hasil penelitian, menunjukkan bahwa PT TELKOM Kandatel Malang, dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya sangat mengedepankan dan menerapkan etika bisnis, hal ini dapat dibuktikan dalam komunitas perilaku di lingkungan PT TELKOM Kandatel Malang dalam komunikasi pemasaran. Hal ini ditunjukkan dalam kejujuran,  transparan, komitmen, kerjasama, disiplin, peduli dan tanggungjawab yang ini semua dijalankan dalam rangka untuk sustainable perusahaannya.

B.     Kajian Teoritis
1.      Internalisasi
a. Pengertian Internalisasi
Istilah internalisasi dalam kamus bahasa ilmiah populer  (1994:267) mempunyai arti pendalaman, penghayatan.
Internalisasi dalam Dictionary : Dictd_www.dict.org_gcide diartikan belajar tentang nilai, tingkah laku atau sesuatu hal yang belum sesuai atu belum ada dalam dirinya

2.      Komunikasi Pemasaran
a.       Pengertian Pemasaran
Menurut AMA (American Marketing Association) pemasaran  diartikan sebagai sebuah proses perencanaan dan pelaksanaankonsep, penetapan harga promosi dan distribusi ide, barang dan jasa untuk membentuk suatu proses barter yang dapat memuaskan kepentingan. Baik kepentingan individu maupun organisasi.
Menurut Kartajaya (2003 :11) menyatakan bahwa pemasaran adalah bisnis strategi yang mengarah proses penciptaan, penawaran dan perubahan value dari satu insiator kepada stake holder-nya.
Menurut Swasta (2002 :6) mendefinisikan pemasaran sebagai sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan dalammenentukan produk, harga,mempromosikan dan mendistrubusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001 :7) menyatakan pemasaran kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
Dari uraian diatas yang telah dikemukakan oleh para ahli ekonomi tentang definisi pemasaran, dari beberapa  pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah dari sudut pandang yang sempit bertumpu pada pertukaran yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan, sedangkan pandangan secara luas atau dari sudut bisnis mengarah pada sistem secara keseluruhan dari sebuah perusahaan.
b.      Pengertian Komunikasi
Ada beberapa definisi mengenai pengertian Komunikasi, diantaranya :
Menurut Shandi (2005 : 43-44), mendefinisikan komunikasi secara bahasa bersal dari latin communicatio yang mempunyai kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis mempunyai arti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
Winarso 2004 (dalam Shandi 2005 : 46), mengemukakan bahwa komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia.
Guffe, et,al,(2006 :15) mendefinisikan komunikasi adalah pengiriman informasi dan makna dari satu individu atau kelompok ke individu atau kelompok lainnya.
Shimp (2003:4) mendefinisikan komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antari ndividu atau antar organisasi dengan individu.
Prisgunanto (2006 :1) mendefinisikan komunikasi sebagai proses transfer pesan dalam penyaluran informasi melalui sarana atau saluran komunikasi kepada komunikan yang tertuju. Komunikas merupakan suatu aktivitas juga sangat terpengaruh oleh efek revolusi industri dengan mengutamakan nilai kecepatan dan keuntungan.
Dari beberapa definisi komunikasi diatas, komunikasi dapat diartikan proses penyampaian pesan atau informasi pada orang lain.
c.        Komunikasi Pemasaran
Shimp (2003: 4) mendefinisikan komunikasi pemasaran adalah merepresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.
Tjiptono (1997: 219) mendefinisikan komunikasi pemasaran sebagai aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Prisgunanto (2006 : 8) mendefinisikan komunikasi pemasaran semua elemen – elemen promosi dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antar organisasi dan terget audience pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran.
Dari berbagai definisi di atas, tampak bahwa di dalam komunikasi pemasaran tersebut ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pemberi jasa, aktivitas menyebarkan informasi, mempengaruhi konsumen agar bisa menerima dan loyal terhadap produk yang ditawarkan.
d.      Ruang Lingkup Komunikasi Pemasaran
Prisgunanto (2006 :22) mengatakan lingkup komunikasi pemasaran terbagi menjadi dua bagian besar, yakni komunikasi pemasaran internal dan eksternal.
1.  Pemasaran Internal
Komunikasi internal sangat tergantung pada aktivitas interaksi antar individu dalam struktur, karena setiap orang dalam struktur perusahaan adalah pelaku pemasaran (marketer) yang membawa simbol-simbol komunikasi pemasaran perusahaan secara tidak langsung.
Komunikasi internal menarik bagi para pelaku pasar karena hal-hal berikut :
a.  Manajemen pemasaran jarang memiliki jalur otoritas dalam sebuah perusahaan, oleh karena pelaku pemasaran (marketer) dalam rangka untuk mencapai hasil lebih baik dengan cara mengutamakan unsur persuasi, bukan pemerintah.
b. Banyak aktivitas pemasaran digunakan sebagai kunci informasi yang mencerminkan bagaimana seharusnya perusahaan melakukan tindakan dan strategi. Informasi dari komunikasi pelanggan dapat dilakukan melalui rekaman data base (pangkalan data) pelanggan (nama pelanggan, alamat, telepon/faksimil/email dan lain – lain) perusahaan.
c.      Manajemen pemasaran akan mengumpulkan dan mengkoordinasikan penyediaan data pasar untuk penyusunan perencanaan strategi dari analisis kondisi saat ini
d.    Komunikasi internal memainkan peran yang sangat penting dalam memotivasi performa staf yang berefek langsung kepada kualitas
2.  Pemasaran Eksternal
Komunikasi eksternal terfokus pada sasaran komunikasi pelanggan, dimana diharapkan pelanggan akan menularkan informasi/pesan yang mereka peroleh dari perusahaan kepada masyarakat lain yang lebih luas.
Komunikasi pemasaran eksternal penting untuk hal– hal berikut ini :
a)     Sarana komunikasi dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pelaku bisnis kepada pelanggan (customer), dengan sarana saluran satu arah, maka diperlukan feedback dari pasar, yang dikirim oleh pelanggan sebagai respon bagi perusahaan.
b)    Riset pasar digunakan sebagai kunci dalam penyusunan program strategi pemasaran eksternal.
c)     Program Komunikasi pemasaran eksternal terkontrol oleh seorang pemimpin atau manajer marketing, prmosi, periklanan. Dan akan lebih bagus apabila ada program hubungan komunitas dengan khalayak
d)    Program eksternal yang terkontrol akan lebih akan lebih potensial dalam menciptakan gambaran dan citra produk yang lebih baik serta akan mengarah kepada bentuk komunikasi intended dan unintended yang terawasi dalam keperluan pengarahan sikap beli pelanggan.

d.        Bentuk – Bentuk Komunikasi Pemasaran
Shimp (2003: 5) memaparkan bentuk – bentuk utama dari komunikasi pemasaran adalah :
a.      Personal selling
Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga kemudian akan mencoba dan membelinya. Sifat –sifat Personal selling sebagaimana dikatakan Shimp (2003) antara lain :
1.     Personal confrontation , yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih
2.     Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
3.     Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.
Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya. Usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya.
Shimp (2003 : ) mengatakan Fungsi Dari Aktivitas Personal Selling antara lain :
a.      Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka
b.     Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli
c.      Commuinicating, yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan
d.    Selling, yaitu mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan , mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan
e.      Servicing, yakni memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan
f.        Information gathering, melakukan riset dan intelijen pasar.
g.     Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju.
Beberapa kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh personal selling antara lain sebagai berikut :
1.      Salesmanship, yaitu penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi mengatasi penolakan pelanggan dan mendorong pembelian
2.      Negotiating, artinya penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan.
3.      Relationship marketing, yaitu penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan.
Penjual berdasarkan tugas dan posisinya dapat diklasifikasikan menjadi enam tipe yakni :
a.     Deliver (driver sales person),yaitu penjual yang tugas utamanya mengantar produk ketempat pembeli
b.     Order getter, yaitu penjual mencari pembeli atau mendatangi pembeli ( sifat kerjanya diluar)
c.      Order taker, yaitu penjual yang melayani pelanggan didalam outlet ( sifat kerjanya didalam )
d.    Missionarysales people ( merchandiser, retailer), yaitu penjual yang ditugaskan untuk mendidik atau melatih dan membangun goodwill dengan pelanggan atau calon pelanggan. Misalnya melatih wiraniaga perantara, menjelaskan program promosi perusahaan kepada perantara.
Technical specialist ( technician), yaitu penjual yang harus memiliki atau memberikan pengetahuan teknis kepada pelang

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar