Analisis Perbandingan Perlakuan Bea dan Cukai di Kawasan Berikat dengan Perlakuan Bea dan Cukai di Kawasan Non Berikat

Admin
Analisis Perbandingan Perlakuan Bea dan Cukai di Kawasan Berikat dengan Perlakuan Bea dan Cukai di Kawasan Non Berikat

Abstrak

Investor sebagai pemilik modal secara rasional akan memilih instrumen investasi yang dinilai efisien. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk portofolio yang optimal adalah dengan menggunakan indeks tunggal. Ada beberapa metode dalam mengevaluasi kinerja suatu portofolio yang dikaitkan dengan tingkat risiko (risk adjusted) yaitu metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Ketiga metode tersebut memiliki pengukuran yang berbeda.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara portofolio saham, obligasi dan sukuk. Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan sampel sebanyak 7 perusahaan yang menerbitkan saham, obligasi, dan sukuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tahun 2013, berdasarkan 3 indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen, diketahui bahwa kinerja saham adalah yang terbaik dibandingkan obligasi dan sukuk. Berdasarkan indeks Sharpe, tidak ada perbedaan yang signifikan antar ketiganya, sedangkan berdasarkan indeks Treynor dan Jensen, ada perbedaan signifikan antar ketiganya



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pesatnya perkembangan perekonomian di dunia dewasa ini menuntut 
masyarakat agar cermat dalam membelanjakan uangnya. Dalam hal ini 
masyarakat cenderung membelanjakan uangnya untuk kepentingan 
konsumsi dan investasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan konsumsi 
dan investasi adalah hal yang paling mendominasi setiap pengeluaran yang 
dilakukan. Berkembangnya pertumbuhan perekonomian di Indonesia 
mendorong masyarakat untuk lebih cenderung memikirkan masa depan 
keluarga dan generasinya. Oleh karena itu sebagian masyarakat di Indonesia 
yang menyadari arti pentingnya investasi untuk masa depan perlahan mulai 
mengalihkan sebagian pengeluaran untuk konsumsi menjadi pengeluaran 
untuk investasi.

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya 
lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah 
keuntungan di masa datang. Kegiatan investasi dapat dilakukan pada 
sejumlah aset seperti: (1) Aset real (tanah, emas, mesin, dan bangunan) dan 
(2) Aset finansial (deposito, saham, obligasi, options, warrants, dan 
futures). Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan 
investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses 
keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah 

pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dengan risiko suatu 

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar