Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Intensitas Tenaga Kerja, Kepemilikan Campuran, Pembiayaan Internal, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Admin
Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Intensitas Tenaga Kerja, Kepemilikan Campuran, Pembiayaan Internal, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode akuntansi. Penelitian ini meneliti keputusan manajer untuk memilih metode akuntansi dalam perspektif teori signalling dan teori akuntansi positif dengan menggunakan data sampel yang meliputi 3 tahun dari 31 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data diambil dari laporan tahunan perusahaan manufaktur. Kemungkinan faktor penentu pemilihan metode akuntansi adalah leverage, ukuran perusahaan, intensitas tenaga kerja, kepemilikan campuran, dan proporsi komisaris independen. Penelitian ini kemudian menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi manajer dalam memilih metode akuntansi. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan adalah pembiayaan internal dan proposri komisaris independen, sedangkan leverage, ukuran perusahaan, intensitas tenaga kerja, dan kepemilikan campuran tidak berpengaruh signifikan. Oleh sebab itu, sebaiknya investor memperhatikan kedua variabel ini untuk mengetahui kebijakan akuntansi yang digunakan oleh manajemen

4
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Masalah 
Laporan keuangan adalah salah satu sumber informasi penting yang 
dapat digunakan oleh pihak-pihak pengguna laporan dalam pengambilan 
keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga bertujuan untuk memberikan 
informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas. Laporan keuangan 
akan mencerminkan kinerja dari perusahaan dan nilai perusahaan akan 
tercermin dari harga sahamnya. Dengan demikian, perusahaan akan 
memberikan laporan tahunan yang dapat memberikan informasi yang relevan 
tentang kinerja perusahaan yang dapat berdampak terhadap harga saham yang 
diperdagangkan. Sehingga laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan 
akan mecerminkan nilai perusahaan dimana para investor akan sangat 
berkepentingan dengan laporan tersebut, khususnya Neraca dan Laba-Rugi 
(Saripuddin, 2010). Laporan keuangan merupakan bentuk 
pertanggungjawaban manajemen kepada pihak investor dalam mengelola 
sumber daya perusahaan yang telah dipercayakan kepadanya. 
Agar laporan keuangan yang dihadirkan oleh perusahaan bisa 
digunakan secara cepat dan tepat oleh pamakainya, maka laporan itu harus 
disusun sesuai dengan standar yang ada, sehingga laporan keuangan akan 
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Dengan 


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar